(Studi Pada Siswa-Siswi Ahmad Dhani School Of Rock di Surabaya)
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pada Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UPN "Veteran" Jawa Timur
Disusun Oleh :
Er ick Setiawan
NPM. 0943010122
YAYASAN KESEJ AHTERAAN, PENDIDIKAN DAN PERUMAHAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” J AWA TIMUR
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
(Studi Pada Siswa-Siswi Ahmad Dhani School Of Rock di Sur abaya) Oleh:
ERICK SETIAWAN NPM. 09 43010 122
Telah dipertahankan dihadapan dan diterima oleh Tim Penguji Skr ipsi J ur usan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Univer sitas Pembangunan Nasional " Veteran" J awa Timur Pada Tanggal 18 J uli 2013
Menyetujui,
Pembimbing Utama Tim Penguji: 1. Ketua
Ir.H.DIDIEK TRANGGONO,M.Si Ir.H.DIDIEK TRANGGONO,M.Si NIP. 1 9581225 199001 1001 NIP. 1 9581225 199001 1001
2. Sekretaris
DR. CATUR SURATNOAJ I,M.Si NPT. 368 094 400 281
3. Anggota
Z. ABIDIN ACHMAD, M.Si, M.Ed NPT. 3 7305 99 0170 1
Mengetahui, D E K A N
Surabaya)
Nama : ERICK SETIAWAN
NPM : 0943010122
Pr ogr am Studi : Ilmu Komunika si
Telah Disetujui untuk Mengikuti Ujian Skr ipsi
Menyetujui,
Pembimbing Utama
IR.H.DIDIEK TRANGGONO, M.Si NIP. 19581225199001101
Mengetahui
DEKAN
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat ALLAH SWT atas segala rahmat, hidayah dan karunia-Nya kepada Peneliti sehingga dapat menyelesaikan penelitian yang berjudul “PENGARUH PERAN PUBLIC RELATIONS DALAM PEMBENTUKAN CITRA AHMAD DHANI SCHOOL OF ROCK DI SURABAYA”.
Peneliti menyadari bahwa di dalam penyusunan penelitian ini banyak terdapat kekurangan – kekurangan dalam penulisan. Selesainya Penelitian ini tentunya tidak terlepas dari adanya arahan, nasehat, dan bimbingan dari bapak IR.H.Didiek Tranggono,M.Si yang dengan segala perhatian dan kesabarannya rela meluangkan waktu untuk membantu Peneliti ditiap proses penyusunan penelitian ini. Terima kasih yang tidak terhingga Peneliti sampaikan.
Pada kesempatan ini Peneliti juga menyampaikan banyak terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua pihak-pihak yang telah membantu Peneliti dalam menyelesaikan penyusunan penelitian ini, diantaranya :
1. Bapak Prof. DR. Ir. Teguh Soedarto MP, selaku Rektor Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
2. Ibu Dra. Hj.Suparmawati,M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN “Veteran” Jawa Timur.
3. Bapak Juwito, S.Sos, M.Si. selaku Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi. 4. Bapak Saifuddin Zuhri, M.Si. selaku Sekretaris Program Studi Ilmu
5. Ibu Dewi Wulansari selaku Public Relations Ahmad Dhani School Of Rock Surabaya.
6. Mama dan Papa serta keluarga tercinta atas segala Doa, bimbingan, dan supportnya selama ini yang tak pernah ada hentinya kepada Peneliti.
7. Teman-teman kontrakan wiguna ,saudara-saudara mascot, Innerflow Dj Entertaint dan dewi A, serta teman-teman lainnya yang berada di lingkungan sekitar Penulis, saya mengucapkan terima kasih atas dukungannya.
Peneliti menyadari bahwa penyusunan penelitian ini masih memiliki banyak kekurangan. Sehingga Peneliti berharap kritik dan saran yang membangun demi kebaikan dan kesempurnaan dalam penyusunan penelitian.
Surabaya, July 2013
HALAMAN J UDUL ... . i
HALAMAN PERSETUJ UAN DAN PENGESAHAN UJ IAN SKRIPSI ii
HALAMAN PERSETUJ UAN DAN PENGESAHAN SKRIPSI ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
2.2.2.1. Pengertian Public Relations ... 18
2.2.2.5. Ruang Lingkup Kegiatan Public Relations ... 23
3.2.Definisi Operasional dan Pengkuran Variabel ... 34
3.2.1.Definisi Operasional ... 34
3.2.2.Pengukuran Variabel ... 36
3.3.Populasi, Sampel dan Teknik Penarikan Sampel ... 38
4.1.2. Visi dan Misi ... 43
4.1.3. Performance Program ... 43
4.2. Penyajian Data dan Analisis Data ... 46
4.2.1. Identitas Responden ... 46
4.2.2. Pengaruh Peran Public Relations Dalam Pembentukan Citra Ahmad Dhani School Of Rock ... 47
4.2.2.1. Deskriptif Variabel Peran Public Relations ... 47
4.2.2.2. Deskriptif Variabel Citra Ahmad Dhani School Of Rock ... 57
4.3. Deskripsi Hasil Uji Terhadap Hipotesis ... 63
4.3.1. Hasil Uji Validitas ... 63
4.3.2. Hasil Uji Reliabilitas ... 64
4.3.3. Hasil Uji Normalitas ... 65
4.3.4. Hasil Uji Regresi Linier Sederhana ... 66
4.4. Pembahasan ... 69
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1.Kesimpulan ... 71
5.2. Saran ... 71
DAFTAR PUSTAKA ... 73
Pembentukan Citra Ahmad Dhani School Of Rock di Sur abaya (Studi Pada Siswa-Siswi Ahmad Dhani School Of Rock).
Public Relations memiliki peran yang penting dalam sebuah perusahaan. Public Relations Ahmad Dhani School of Rock memiliki tugas untuk menciptakan atau mempertahankan citra positif melalui pelayanan serta program-program.Dalam hal pelayanan,Peran Public Relations sebagai mediator untuk menanggapi keluhan dan memberi informasi serta Peran Public Relations sebagai conceptor untuk membuat program-program yang menarik.Dengan itu, publik akan memiliki kepercayaan terhadap sekolah musik Ahmad Dhani School of Rock di Surabaya. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh peran Public Relations dalam pembentukan citra Ahmad Dhani School Of Rock di Surabaya.
Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Public Relations dan citra perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi yang belajar di Ahmad Dhani School of Rock, sebanyak 249. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi yang belajar di Ahmad Dhani School Of Rock minimal berusia 15 tahun sejumlah 130 orang. teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposif sampling. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah Regresi Linier Sederhana.
Berdasarkan uraian dan pembahasan diatas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut Variabel peran Public Relations mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Variabel Citra Ahmad Dhani School Of Rock. Hal ini diketahui dari hasil uji (t) yang menunjukkan bahwa nilai thitung (6,988) > ttabel
(1,655) maka H0 = di tolak
Maka hasil dari penelitian ini adalah bahwa Peran Public Relations berpengaruh positif dan signifikan dalam pembentukan Citra Ahmad Dhani School Of Rock di Surabaya.
Sur abaya (A Study Of The Students Ahmad Dhani School Of Rock In Sur abaya).
Public Relations has an important role in a company.Public Relations Ahmad Dhani School Of Rock has obligation to create or maintain positive image through service and programs. The role of Public Relations as a mediator to respond to complaint and provide information as well as the role of Public Relations as the conceptor to create interesting programs. With it, the public will have confidence in the music school of Ahmad Dani School Of Rock in Surabaya. The purpose of this research is to know the influence of the role of Public Relations in the formation of the image of Ahmad Dhani School Of Rock in Surabaya.
The cornerstone of the theory used in this study is the Public Relations and corporate image. This research uses descriptive quantitative approach. The population in this research is that all students are Ahmad Dhani learning School of Rock, as much as 249. The sample in this study is that all students are Ahmad Dhani learning School Of Rock for at least 15 years old some 130 people. The sampling technique used is a purposive technique of sampling. Analytical technique in the study is a simple linear regression.
Based on the description and discussion of the above, the following conclusions can be drawn as a Public Relations role Variables have a significant influence on the Variable image of Ahmad Dhani School Of Rock. It is known from the results of the test (t) indicates that the value of nilai thitung (6,988) > ttabel
(1,655) then H0 = disqualified.
Then the results of this research is that the role of Public Relations in positive and significant impact the formation of the image of Ahmad Dhani School Of Rock in Surabaya.
1.1.Latar Belakang Masalah
Komunikasi merupakan salah satu aspek penting bagi makhluk sosial untuk dapat menjalin serta membangun hubungan yang baik dengan orang lain. Manusia selalu mencoba berkomunikasi dan membuat dirinya mengerti perihal mengenai segala sesuatu. Makna dari komunikasi adalah proses pertukaran informasi yang terjadi antara komunikator dengan komunikan melalui media/saluran yang bertujuan untuk mempengaruhi sikap atau perilaku komunikan sesuai dengan yang diinginkan komunikator.
Komunikasi juga lekat hubungannya dengan Public Relations. Public Relations pada hakekatnya adalah kegitan komunikasi, dimana komunikasi yang dijalankan adalah komunikasi dua arah, untuk menghasilkan umpan balik. Public Relations adalah suatu seni untuk menciptakan pengertian publik yang lebih baik, yang dapat memperdalam kepercayaan publik terhadap suatu individu atau organisasi atau perusahaan. Public Relations juga berkenaan dengan kegiatan penciptaan pemahaman melalui pengetahuan, dan melalui kegiatan tersebut diharapkan akan muncul perubahan yang berdampak.
bersangkutan. Public Relations dapat bergerak di bidang apa saja, seperti di dunia ekonomi, politik serta bisnis.
Public Relations memiliki peran yang penting dalam sebuah perusahaan. Public Relations memiliki tugas untuk menciptakan atau mempertahankan citra positif dihadapan public perusahaan. Dalam menciptakan ataupun mempertahankan citra positif perusahaan dapat dilakukan dengan menanamkan kepercayaan kepada para stakeholders, yaitu public internal maupun eksternalnya (Khadijah, 2011).
Public Relations mempunyai kedudukan yang sangat strategis yakni berada diantara dua belah pihak publik, yaitu publik lingkup internal dan publik lingkup eskternal. Hal ini mengisyaratkan bahwa Public Relations sesuai dengan perannya adalah sebagai penyampai pesan atau informasi dari perusahaan atau organisasi, khususnya dalam hal mengadakan hubungan timbal balik dengan publik – publik yang berada diluar perusahaan atau organisasi. Selain itu, Public Relations juga sebagai penyalur informasi dari publik kepada perusahaan atau organisasi. Informasi yang datang dari masyarakat merupakan opini publik atau sebagai feedback dari informasi yang disalurkan dari perusahaan atau organisasi tersebut.
dimasyarakat ditentukan oleh apa yang diberikan dan ditampilkan perusahaan. Hal ini merupakan indikasi dari proses terbentuknya citra positif dan negatif.
Diperlukan waktu yang tidak sedikit untuk membentuk sebuah citra. Citra akan mampu terlihat atau terbentuk melalui strategi komunikasi yang tepat. Proses pembentukan citra dimulai dari penerimaan secara fisik (panca indra) masuk ke saringan perhatian (attention filter) dan dari situ menghasilkan pesan yang dapat dimengerti atau dilihat (perceived message), yang kemudian berubah menjadi persepsi dan akhirnya citra (M.Wayne de Lozier, 1976:44). Public Relations hanya dengan menanamkan kepercayaan kepada publik saja tidak cukup untuk memperoleh citra positif. Citra positif yang sudah dibangun perlu dipertahankan, karena erat kaitannnya dengan reputasi perusahaan. Begitu kepercayaan publik luntur karena reputasi yang negatif, maka akan sulit untuk memulihkan kepercayaan tersebut (Khadijah, 2011).
nilai-nilai kepercayaan. Keberhasilan perusahaan membangun citra dipengaruhi oleh berbagai macam faktor (Sagala, 2011).
Keinginan sebuah organisasi untuk mempunyai citra yang baik pada publik sasaran berawal dari pengertian yang tepat mengenai citra sebagai stimulus adanya pengelolaan upaya yang perlu dilaksanakan. Ketepatan pengertian citra agar organisasi dapat menetapkan upaya dalam mewujudkannya pada obyek dan mendorong prioritas pelaksanaan. Citra menampilkan kesan suatu obyek terhadap obyek yang lain yang terbentuk dengan memproses informasi setiap waktu dari berbagai sumber terpercaya.
Pentingnya citra sebuah perusahaan dikarenakan citra positif dapat memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk berkomunikasi dan mencapai tujuan secara efektif, sedangkan citra negatif sebaliknya. Citra positif dapat digunakan sebagai pelindung terhadap kesalahan kecil. (Sutojo, 2004: 60).
Hal ini dapat dilihat dari banyaknya perusahaan yang sudah menggunakan jasa para Public Relations untuk menghadapi tantangan di dunia usaha khususnya dalam menciptakan citra positif sebuah perusahaan yang semakin signifikansehingga fungsi Public Relations dapat mempermudah dalam mencapai tujuannya.
menganggap bahwa pendidikan musik penting, maka orang tua mengikutkan anak-anak mereka untuk kursus musik pada penyedia jasa musik yang profesional maupun non profesional. Selain itu banyak orang-orang mendirikan sekolah musik (http://digilib.petra.ac.id/viewer.php?page=1&submit.x=15&submit.y=14&submit=next &qual=high&submitval=next&fname=%2Fjiunkpe%2Fs1%2Feman%2F2002%2Fjiunk pe-ns-s1-2002-31498174-825-jasa_musik-chapter1.pdf).
Peluang usaha jasa pendidikan musik sangat ketat, walaupun saat ini persaingan jasa sekolah musik yang sangat ketat, dimana jumlah sekolah atau kursus musik yang kini jumlahnya ratusan. Menuntut sekolah-sekolah musik untuk memberikan sesuatu yang lebih untuk dapat tetap memperoleh siswa, dimana fungsi Public Relations sangat dibutuhkan guna mempertahankan dan meningkatkan citra sekolah musik tersebut. Hal tersebut juga terjadi di Surabaya. Surabaya banyak memiliki sekolah musik yang cukup terkenal di Indonesia seperti Yamaha School, Melodia, Purwacaraka dan Ahmad Dhani School of Rock. Yang kesemuanya saling bersaing dengan satu sama lain.
Ahmad Dhani School of Rock memberikan warna baru dalam melatih siswa untuk lebih mengembangkan bakatnya di bidang seni musik. Kurikulum yang diberikan oleh Ahmad Dhani itu lewat guru-guru musik yang ada akan terasa berbeda. Pembagiannya antaranya 50 persen formal seperti sekolah pada umumnya, sedangkan 50 persen lagi adalah kurikulum yang dia buat sendiri. Seperti, siswa diajarkan agar dapat menciptakan lagu tidak dengan menggunakan satu alat musik saja, namun para siswa diharapkan dapat menghasilkan karya lewat berbagai alat musik. Selain itu mengajarkan jenis musik rock, dan jenis musik lain seperti, pop, jazz, klasik hingga mandarin. Dengan program jurusan vokal, drum, piano, keyboard, gitar bas, elektrik gitar, akustik gitar, biola dan combines piano (http://www.suaramerdeka.tv/view/video/33133/ADSOR-purnomo-tidak-ajarkan-rock-saja).
Namun dalam hal ini praktik Peran Public Relations di Ahmad Dhani School of Rock seperti pada bagian pelayanan yang bertujuan untuk menjaga kualitas layanan yang bertugas melayani pengaduan atau keluhan dari pelanggan serta memberi informasi dan pemasaran yang bertujuan untuk kualitas produk (program).
jam dan hari pemakaian, akan tetapi pernyataan tersebut tidak sesuai dengan penyampaian promosi diawal. Waktu yang terbuang sia-sia karena adanya kerusakan pada salah satu alat musik dan pihak Ahmad Dhani School of Rock kurang baik dalam menyikapinya seperti kabel rusak, senar gitar yang tidak layak pakai/putus, dibiarkan oleh pihak Ahmad Dhani School of Rock bahkan tidak ada tindakan yang cepat dalam menyikapinya . Kurangnya pembelajaran yang efektif seperti kurikulum yang diberikan pada jenjang awal namun yang diberikan materi tingkat lanjut, begitupun sebaliknya.
Apabila kualitas pelayanan dan kualitas produk (program) tidak sesuai (negatif), siswa-siswi akan merasa tidak nyaman dan merasa dirugikan, karena siswa-siswi yang belajar di Ahmad Dhani School Of Rock berharap bisa mencapai tujuannya atau harapannya, salah satu contohnya adalah tergiurnya promosi yang menyatakan bahwa Ahmad Dhani School Of Rock adalah sekolah pencetak bintang dalam artian sekolah musik yang bisa menciptakan artis, namun realitas yang terjadi selama ini belum ada faktanya. Jika hal tersebut belum bisa dikendalikan, maka citra Ahmad Dhani School Of Rock lebih mengarah ke citra negatif yang berupa ketidakpercayaan publik atau siswa-siswi terhadap sekolah tersebut. Dengan adanya permasalahan tersebut perlahan citra positif Ahmad Dhani akan berubah menjadi citra negatif.
dirasakan dan dialami siswa-siswi atau publik sekitar.Selain itu, Public Relations juga sebagai conceptor , seorang public relations dituntut memiliki skill (kemampuan) dalam membuat program-program yang menarik, sehingga publik dapat dipengaruhi dan memperhatikan serta menumbuhkan kepercayaan siswa-siswi terhadap sekolah musik tersebut.
Melihat permasalahan diatas, Public Relations Ahmad Dhani School of Rock Surabaya mulai berpikir untuk memperhatikan kualitas pelayanan dan kualitas produk (program). Dengan hal ini, Public Relations akan tetep menjaga dan meningkatkan citra positif Ahmad Dhani yang dikenal sebagai musisi indonesia yang memiliki kualitas musik yang sangat pantas dikagumi melaluhi sekolah musik Ahmad Dhani School of Rock di Surabaya.
Hal tersebut menjadikan peneliti tertarik untuk meneliti tentang publik relasi terhadap citra perusahaan, yakni “Pengaruh Peran Public Relations Dalam Pembentukan Citra Ahmad Dhani School Of Rock di Sur abaya”.
1.2.Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah : “Bagaimanakah pengaruh peran Public Relations dalam pembentukan citra Ahmad Dhani School Of Rock di Surabaya ?”
1.3.Tujuan Penelitian
1.4.Manfaat Penelitian
Adapun mmanfaat dalam penelitian ini adalah :
1. Secara akademis hasil penelitian ini dapat memperkaya kajian ilmu komunikasi yang menjelaskan tentang teori-teori komunikasi mengenai Public Relations dan peran Public Relations dalam pembentukan citra suatu perusahaan.
BAB II
TINJ AUAN PUSTAKA
2.1.Penelitian Terdahulu
Penelitian yang dilakukan oleh Yumei Lianty (2011) dengan judul Analisis Empiris Pengaruh Public Relations Terhadap Citra Hero Supermarket, variable dalam penelitian ini adalah public relations dan citra, teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa public relations berpengaruh positif dan signifikan terhadap Citra Hero Supermarket. Dengan demikian menunjukkan public relations mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap citra Hero Supermarket di mata konsumen.
2.2.Landasan Teori 2.2.1. Komunikasi
2.2.1.1 Pengertian Komunikasi
Komunikasi didefinisikan secara luas sebagai ”Berbagi pengalaman” sampai batas tertentu, setiap makhluk dapat dikatakan melakukan komunikasi dalam pengertian berbagi pengalaman (Mulyana, 2001:42).
Menurut Djamarah (2004:11), secara etimologi atau menurut asal katanya istilah komunikasi berasal dari bahasa latin, yaitu Communicatio, yang mengakar katanya adalah communis, tetapi bukan partai komunis dalam kegiatan politik. Arti communis disini adalah sama, dalam arti sama kata sama makna, yaitu sama makna mengenai suatu hal.
Hakikat komunikasi adalah proses pernyataan antarmanusia. Yang dinyatakan itu adalah pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa sebagai alat penyalurnya. Dalam bahasa komunikasi pernyataan dinamakan pesan, orang yang menyampaikan pesan disebut Komunikator, sedangkan orang yang menerima pernyataan diberi nama Komunikan. Untuk tegasnya komunikasi berarti proses penyampaian pesan oleh Komunikator kepada Komunikan (Effendy, 2003:28).
mulut, melainkan juga dapat menggunakan gerak isyarat, sentuhan, bau-bauan, salam halnya dengan menggunakan suara (Winarso, 2005:9).
Secara terminologis, komunikasi berarti proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Dari pengertian ini jelas bahwa komunikasi melibatkan sejumlah orang, dimana seseorang menyatakan sesuatu kepada orang lain. Komunikasi dalam konteks ini dinamakan komunikasi atau disebut juga komunikasi kemasyarakatan. Komunikasi jenis ini hanya dapat berlangsung di tengah masyarakat. Kecuali komunikasi transendental, maka tanpa masyarakat, komunikasi tidak dapat berlangsung. Meski dia adalah manusia, tetapi bila tidak hidup seorang diri, tidak bermasyarakat, maka tidak ada komunikasi, karena dia tidak bicara dengan siapa pun (Djamarah, 2004:12).
2.2.1.2. Tujuan Komunikasi
Kegiatan komunikasi yang manusia lakukan sehari-hari tentu memiliki suatu tujuan tertentu yang berbeda-beda yang nantinya diharapkan dapat tercipta saling pengertian. Berikut tujuan komunikasi menurut Onong Uchjana Effendy (2003 : 11):
1. Perubahan sikap (Attitude change) 2. Perubahan pendapat (Opinion change) 3. Perubahan prilaku (Behavior change) 4. Perubahan sosial (Social change)
pendapat, perilaku, dan pada perubahan sosial masyarakat. Sedangkan fungsi dari komunikasi adalah sebagai penyampai informasi yang utama, mendidik, menghibur dan yang terakhir mempengaruhi orang lain dalam bersikap dan bertindak.
2.2.1.3. Str ategi Komunikasi
Strategi komunikasi merupakan paduan dari perencanaan komunikasi dan manajemen komunikasi untuk mencapai suatu tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut strategi komunikasi harus dapat menunjukkan bagaimana operasionalnya secara taktis dilakukan, dalam arti bahwa pendekatan bisa berbeda sewaktu-waktu tergantung dari situasi dan kondisi (Effendy, 2003:3).
Strategi komunikasi sangat penting dalam komunikasi, karena berhasil tidaknya kegiatan komunikasi secara efektif banyak ditentukan oleh strategi komunikasi. Dilain pihak, tanpa strategi komunikasi, media massa yang semakin modern kini banyak dipergunakan, karena mudahnya diperoleh dan relatif mudahnya dioperasionalkan, bukan tidak mungkin akan menimbulkan pengaruh negatif (Effendy, 2003:299).
Apakah tujuan sentral strategi komunikasi menurut R. Wayne Pace, et al dalam Effendy (2005:32), menyatakan bahwa tujuan sentral kegiatan komunikasi terdiri atas tiga tujuan utama, yaitu:
menerima, maka penerimaannya itu harus dibina (to estabilish acceptance), pada akhirnya kegiatan dimotivasikan (to motivate action).
Untuk memastikan bahwa komunikan mengerti pesan yang diterimanya. Ada kata yang orang sudah mengerti dan menerima, maka penerimaannya itu harus dibina (to estabish ecceptance). Pada akhirnya kegiatan dimotivasi (to motivate action). Strategi komunikasi sudah tentu bersifat makro yang dalam prosesnya berlangsung secara vertikal piramida.
Akan tetapi, bagaimanapun memang ada baiknya apabila tujuan komunikasi itu dinyatakan secara tegas-tegas sebelum komunikasi dilancarkan. Sebab ini menyangkut khalayak sasaran (target audience) yang dalam strategi komunikasi secara makro perlu dibagi-bagi menjadi kelompok sasaran (target groups). Peliknya masalah target audience dan target groups ini ialah karena berkaitan dengan aspek-aspek sosiologis, psikologis, dan antropologis, mungkin pula politis dan ekonomis (Effendy, 2005:33).
2.2.1.4. Hambatan Komunikasi
Di dalam penyampaian suatu pesan pasti terdapat suatu hambatan yang dapat mengganggu berjalannya proses komunikasi. Adapun hambatan-hambatan yang ada ketika proses komunikasi sedang berlangsung adalah sebagai berikut (Napitupulu, 2011) :
1. Gangguan
a. Gangguan mekanik atau mechanical noise ialah gangguan yang disebabkan saluran komunikasi atau kegaduhan yang bersifat fisik. Sebagai contoh, bunyi menggaung pada pengeras suara, riuh hadirin, atau bunyi kendaraan yang lewat ketika seseoarang sedang berpidato dalam suatu pertemuan. b. Gangguan semantik atau semantik noise berkaitan dengan pesan
komunikasi yang pengertiannya menjadi rusak atau tidak sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh komunikator. Gangguan semantik tersaring ke dalam pesan melalui penggunaan bahasa sehingga pada akhirnya bisa terjadi salah pemaknaan atau salah pengertian.
2. Kepentingan
Kepentingan (interest) akan membuat seseoarang selektif dalam menanggapi suatu pesan. Orang akan hanya memperhatikan perangsang yang ada hubungannya dengan kepentingannya. Kepentingan bukan hanya mempengaruhi perhatian komunikan saja tetapi juga menentukan daya tanggap, perasaan, pikiran dan tingkah laku komunikan juga merupakan sifat reaktif terhadap segala perangsang yang tidak bersesuaian atau bertentangan dengan suatu kepentingan.
3. Motivasi terpendam
dengan baik oleh pihak yang bersangkutan. sebaliknya, komunikan akan mengabaikan suatu pesan yang tidak sesuai dengan motivasinya.
4. Prasangka
Prasangka (prejudice) merupakan salah satu rintangan berat bagi kegiatan komunikasi. Alasannya, orang yang mempunyai prasangka sudah terlebih dahulu akan menempatkan penilaian negatif misalnya seperti kecurigaan terhadap komunikator yang sedang menyampaikan pesan.
2.2.1.5. Komunikasi Pemasar an
Komunikasi sebagai proses penyampaian pesan banyak dipelajari dalam segala bidang dan dalam bidang ekonomi kita mengenal komunikasi pemasaran. Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh para pengusaha dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang dan mendapatkan laba atau keuntungan.
yang canggih, setelah melewati proses perencanaan yang matang (Soemanegara, 2006).
Penggabungan dari pemasaran dan komunikasi menghasilkan pengertian yang baru yaitu komunikasi pemasaran, yang merupakan kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh penjual dengan pembelinya dan merupakan kegiatan yang membantu dalam pengambilan keputusan dibidang pemasaran serta mengarahkan pertukaran agar lebih memuaskan dengan cara menyadarkan semua pihak untuk berbuat lebih baik. Berdasarkan pengertian diatas berarti semakin baik komunikasi pemasaran yang tercipta, maka akan mendatangkan kepuasan yang semakin tinggi bagi semua pihak yang terlibat didalamnya. Oleh karena itu suatu perusahaan harus selalu berkomunikasi dengan perantara, pembeli, dan masyarakat pada umumnya secara baik.
Menurut Shimp (2003) mengartikan komunikasi sebagai proses dimana pemikiran dan pemahaman disampaikan antar individu atau antar organisasi dengan individu, sedangkan pemasaran diartikan sebagai sekumpulan kegiatan dimana perusahaan dan organisasi lainnya mentransfer nilai-nilai pertukaran antara mereka dengan pelanggannya sehingga komunikasi pemasaran merupakan gabungan semua unsur dalam bauran pemasaran merek yang memfasilitasi terjadinya pertukaran dalam menciptakan suatu arti yang disebarluaskan kepada pelanggan atau kliennya (Shimp, 2003).
untuk mewujudkan suatu produk, jasa, ide, dengan menggunakan bauran pemasaran (promotion mix) yaitu : iklan (advertising), penjualan tatap muka (personal selling), promosi penjualan (sales promotion), hubungan masyarakat dan publisitas (public relation and publicity) serta pemasaran langsung (direct marketing) (Purba, 2006).
The American Marketing Association berpendapat bahwa komunikasi pemasaran merupakan “the process of the planning and executing the concention, pricing, promotion, and distribution of ideas, goods and service to create the exchange that satisfy individual and organizational objectives”. proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi, serta penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi).
Berdasarkan pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa komunikasi pemasaran merupakan aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.
2.2.2. Public Relations
2.2.2.1 Pengertian Public Relations
kepentingan atau perhatian yang sama terhadap sesuatu hal. Kepentingan yang sama itulah yang mengikat anggota publik satu sama lainya (Kriyantono, 2008:2).
Edward L.Bernays dalam Iriantara (2004) Public Relations merupakan sebuah profesi yang berkenaan dengan relasi-relasi sebuah unit dengan publik atau publiknya yang merupakan relasi yang menjadi dasar berlangsungnya kehidupan.
Definisi yang berkaitan dengan manajemen adalah definisi yang dikeluarkan oleh public relations news : “Public Relations adalah fungsi manajemen yang melakukan evaluasi terhadap sikap-sikap publik, mengidenfikasi kebijakan ada prosedur seseorang/sebuah perusahaan terhadap publiknya menyusun rencana serta menjalankan program-program komunikasi untuk memperoleh pemahaman dan penerimaan publik”.
2.2.2.2 Fungsi Public Relations
Menurut Maria (2002:31), “Public Relations merupakan satu bagian dari satu nafas yang sama dalam organisasi tersebut, dan harus memberi identitas organisasinya dengan tepat dan benar serta mampu mengkomunikasikannya sehingga publik menaruh kepercayaan dan mempunyai pengertian yang jelas dan benar terhadap organisasi tersebut”. Hal ini sekedar memberikan gambaran tentang fungsi Public Relations yaitu:
2. Memiliki sasaran untuk menciptakan opini publik yang bisa diterima dan menguntungkan semua pihak.
3. Unsur penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik, sesuai harapan publik, tetapi merupakan kekhasan organisasi atau perusahaan. Sangat penting bagaimana organisasi memiliki warna, budaya, citra, suasana, yang kondusif dan menyenangkan, kinerja meningkat, dan produktivitas bisa dicapai secara optimal.
4. Usaha menciptakan hubungan yang harmonis antara organisasi atau perusahaan dengan publiknya, sekaligus menciptakan opini publik sebagai efeknya, yang sangat berguna sebagai input bagi organisasi atau perusahaan yang bersangkutan. Dapat disimpulkan bahwa Public Relations lebih berorientasi kepada pihak perusahaan untuk membangun citra positif perusahaan, dan hasil yang lebih baik dari sebelumnya karena mendapatkan opini dan kritik dari konsumen. Tetapi jika fungsi Public Relations yang dilaksanakan dengan baik benar-benar merupakan alat yang ampuh untuk memperbaiki, mengembangkan peraturan, budaya organisasi, atau perusahaan, dan suasana kerja yang kondusif, serta peka terhadap karyawan, maka diperlukan pendekatan khusus dan motivasi dalam meningkatkan kinerjanya. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa fungsi Public Relations adalah memelihara, mengembangtumbuhkan, mempertahankan adanya komunikasi timbal balik yang diperlukan dalam menangani, mengatasi masalah yang muncul, atau meminimalkan munculnya masalah (Black, 2002)
dengan semua golongan, dimana persepsi, sikap dan opininya penting terhadap suatu kesuksesan sebuah perusahaan (Davis,2003).
Menurut Rosady Ruslan (2001:246) tujuan Public Relations adalah sebagai berikut:
a. Menumbuhkembangkan citra perusahaan yang positif untuk publik eksternal atau masyarakat dan konsumen.
b. Mendorong tercapainya saling pengertian antara publik sasaran dengan perusahaan.
c. Mengembangkan sinergi fungsi pemasaran dengan public relation. d. Efektif dalam membangun pengenalan merek dan pengetahuan merek. e. Mendukung bauran pemasaran.
2.2.2.3 Tugas Public Relations
Public Relations mempunyai tugas penting dalam suatu organisasi dan ada Lima pokok tugas Public Relations yaitu :
1. Menyelenggarakan dan bertanggung jawab atas penyampaian informasi secara lisan, tertulis, melalui gambar (visual) kepada publik, supaya publik mempunyai pengertian yang benar tentang organisasi atau perusahaan, tujuan, serta kegiatan yang dilakukan Public Relations mempunyai tugas penting dalam suatu organisasi.
3. Memperbaiki citra organisasi
citra yang baik tidak hanya terletak pada bentuk gedung, publikasi, persentasi. Tetapi terletak pada, bagaimana organisasi bisa mencerminkan organisasi yang dipercayai, memiliki kekuatan, mengadakan perkembangan, secara berkesinambungan yang selalu terbuka merupakan gambaran komponen yang kompleks.
4. Tanggung jawab sosial Public Relations merupakan instrument untuk bertanggung jawab terhadap semua kelompok yang berhak terhadap tanggung jawab tersebut. terutama kelompok publik sendiri, internal dan pers.
5. Komunikasi, Public Relations mempunyai bentuk komunikasi yang khusus, komunikasi timbal-balik. Maka pengetahuan komunikasi menjadi modalnya.
Dengan demikian Public Relations harus dapat menjadi jembatan dalam komunikasi antara organisasi dengan public atau sebaliknya. Serta menjaga hubungan tersebut agar fungsi utama dari tugas Public Relations dapat tercapai.
2.2.2.4 Komunikasi dan Public Relations
memperhatikan kepentingan organisasi juga pasti memperhatikan kepentingan khalayak. Perubahan-perubahan dalam masyarakat dengan sendirinya mengubah postur publik yang menjadi sasaran kegiatan Public Relations. Publik sendiri bukanlah seseorang atau sekelompok orang atau pasif dan niscaya akan membenarkan apa saja atas apa yang diterimanya dari kegiatan Public Relations. Publik akan berhubungan satu sama lain, mencari informasi bukan hanya dari satu sumber, sehingga informasi yang diterima publik sebenarnya saling bersaing untuk mendapat pengakuan atas kebenaranya dalam pandangan publik. Dengan mengingat Public Relations yang efektif itu adalah komunikasi yang efektif, maka mengetahui bagaimana komunikasi bekerja sehingga komunikasi tersebut berjalan dengan baik menjadi sangat penting (Iriantara, 2004:63).
2.2.2.5 Ruang Lingkup Kegiatan Public Relations
Kegiatan Public Relations dilakukan melalui proses sebagai berikut (Imran, 2008:24) :
a. Penemuan fakta (Fact Finding)
Penemuan fakta dilakukan untuk mengetahui apakah situasi dan pendapat dalam masyarakat menunjang atau justru menghambat kegiatan organisasi, instansi perusahaan.
b. Perencanaan (Planing)
perusahaan mengetahui tujuan dari cita-cita perusahaan serta harus mempunyai kemampuan untuk menghubungkan berbagai masalah sosial, politik dan ekonomi dengan masalah manajemen, atau permasalahan apabila perusahaannya bergerak dalam bidang penjualan barang dan jasa.
Dalam tahap perencanaan yang merupakan kelanjutan dari tahap penemuan fakta atas dasar hasil penelitiannya, seorang yang merencanakan bagaimana sebaiknya dengan tetap memperhatikan faktor-faktor psikologis, sosiologis, keadaan sosial, ekonomi, politik, pesan dari komunikator agar dapat mencapai tujuan.
c. Komunikasi (Communication)
Tahapan komunikasi tidak hanya terlepas dari perencanaan tentang bagaimana mengkomunikasikan dan apa yang dikomunikasikan. Sebenarnya tidak terlepas dari tujuan yang hendak dicapai berbentuk lisan, tertulis, visual atau dengan menggunakan lambang-lambang tertentu.
d. Evaluasi
Setelah komunikasi dilaksanakan maka suatu perusahaan tertentu ingin mengetahui dampak atau pengaruh terhadap publik. Hal ini dilakukan melalui evaluasi.
2.2.2.6 Pengukur an Public Relations
a. Image Maker
Menciptakan citra atau publikasi yang positif merupakan prestasi, reputasi dan sekaligus menjadi tujuan utama bagi aktivitas Public Relations.
b. Communicator
Sesuatu yang direncanakan berupa komunikasi persuasif yang didesain untuk mempengaruhi publik tertentu.
c. Back-up Management
Public Relations tidak hanya sebatas melakukan bidang kerja khusus membentuk dan menciptakan citra atau menjalin komunikasimelainkan dapat bekerja dengan devisi lain seperti promosi dan sebagainya.
d. Conceptor
Kemampuan Public Relations dalam membuat program-program yang menarik guna menunjang keberhasilan mencapai tujuan utama perusahaan. e. Mediator
Public Relations bertugas untuk melayani, memberi informasi dan menjawab setiap saran, kritik atau keluhan yang dirasakan dan dialami publik sekitar.
2.2.3. Citr a Perusahaan
2.2.3.1. Pengertian Citr a Perusahaan
hendak dicapai oleh dunia. Pengertian citra itu abstrak dan tidak dapat diukur secara matematis tetapi dapat dirasakan dari hasil penelitian baik atau buruk seperti penerimaan tanggapan baik positif maupun negatif yang khususnya datang dari masyarakat luas (Rueslan, 1998:62).Citra perusahaan adalah citra dari suatu organisasi secara keseluruhan, jadi bukan hanya citra pada produk dan pelayanannya (Jefkins dan Yadin, 2004:19).
Citra merupakan tujuan utama, sekaligus prestasi atau reputasi yang hendak dicapai oleh Public Relations sebagai lembaga. Namun, penilaian terhadap citra itu sendiri sangat abstrak. Tidak dapat diukur menggunakan rumus tertentu, karena persepsi yang diberikan oleh publik berbeda satu sama lain. Sekalipun demikian, wujudnya dapat dirasakan dari hasil penilaian baik atau buruk, seperti tanggapan, baik positif ataupun negatif, dari publik terhadap setiap kebijakan yang diambil oleh organisasi atau perusahaan (Widyamoko, 2011)
berdasarkan pengetahuan dan informasi - informasi yang diterima seseorang. Komunikasi tidak secara langsung menimbulkan perilaku tertentu, tetapi cenderung mempengaruhi cara kita mengorganisasikan citra kita tentang lingkungan (Fadli, 2012).
2.2.3.2. Pentingnya Citr a Perusahaan
Citra yang baik dari suatu organisasi merupakan aset, karena citra mempunyai suatu dampak pada persepsi konsumen dari komunikasi dan operasi dalam berbagai hal. Adapun pentingnya citra perusahaan antara lain (Sutisna, 2003:332-333) antara lain :
1. Citra menceritakan harapan. Citra mempunyai dampak pada adanya pengharapan. Citra yang positif lebih memudahkan bagi organisasi untuk mengkomunikasikan secara efektif dan membuat orang-orang lebih mudah mengerti dengan komunikasi dari mulut ke mulut. Sedangkan citra yang negatif mempunyai dampak yang sama, tetapi dengan arah yang sebaliknya. Citra yang netral atau tidak diketahui mungkin tidak menyebabkan kehancuran, tetapi hal itu tidak membuat komunikasi dari mulut ke mulut berjalan lebih efektif.
2. Citra adalah sebagai penyaring yang mempengaruhi persepsi pada kegiatan perusahaan.
pelayanan teknis dan fungsional, kualitas pelayanan teknis dan fungsional, kualitas pelayanan yang dirasakan menghasilkan perubahan citra.
2.2.3.3. J enis-jenis Citr a
Menurut Frank Jefkins (1995) dalam Rosady (2003:70) ada beberapa jenis citra yang dikenal oleh Public Relations, yaitu :
1. Citra cermin (mirror image)
Citra cermin merupakan citra yang diyakini dalam suatu organisasi, terutama oleh para pemimpinnya yang tidak percaya pada kesan-kesan yang ditimbulkan oleh orang lain di luar organisasi yang dipimpinnya. Gambaran ini mungkin merupakan gambaran yang didasarkan pada keinginan sendiri karena kurangnya pengetahuan dan pengertian tentang pendapat dari luar yang sering timbul dari fantasi orang-orang menyenangi kita. Suatu studi tentang pendapat atau citra dapat mengungkapkan citra yang berbeda, yang sama sekali tidak diharapkan bahkan mengecewakan.
2. Citra kini (current image)
3. Citra keinginan (wish image)
Citra yang ingin dicapai oleh manajemen. Bukan saja citra ini menyenangkan hati atau citra pilihan, tetapi citra yang benar-benar ingin dicapai.]
4. Citra perusahaan (corporate image)
Citra ini berhubungan dengan organisasi itu sendiri, bukan dengan produk atau jasanya. Citra perusahaan dapat terdiri dari beberapa hal, misalnya kualitas pelayanan prima, keberhasilan dalam bidang marketing, keinginan untuk menjadi perusahaan yang berhasil dalam keuangan, kualitas produk, keberhasilan ekspor dan lain sebagainya.
5. Serba citra (multiple citra)
Citra bebas yang dapat diciptakan oleh cabang atau perwakilan perusahaan yang tidak mewakili citra organisasi induk secara keseluruhan. Jumlah citra dalam organisasi tersebut bisa jadi sebanyak jumlah para salesman-nya. Citra ganda seperti ini biasanya diunifikasikan dengan menggunakan keseragaman : kendaraan (dekorasi), lambang, seragam dan sebagainya.
2.2.3.4. Mengukur Citra Perusahaan
Untuk mengukur citra perusahaan, baik citra positif maupun negatif diperlukan alat ukur untuk mengetahui citra perusahaan tersebut.Hal yang digunakan sebagai alat pengukur pembentukan citra perusahaan (Ruslan (1998:25) dalam Fadil (2012), yaitu :
1. Kepercayaan: Merupakan kesan dan pendapat atau penilaian positif khalayak terhadap suatu perusahaan.
2. Realitas: Menggambarkan suatu yang realitas, jelas terwujud, dapat diukur, dan hasilnya dapat dirasakan dipertanggungjawabkan dengan perencanaan yang matang dan sistematis.
3. Terciptanya kerjasama yang saling menguntungkan.: Menggambarkan keadaan yang saling menguntungkan antara perusahaan dan publiknya.
4. Kesadaran: Adanya kesadaran khalayak tentang perusahaan dan perhatian terhadap produk yang dihasilkan.
2.2.3.5. Pencapaian Citr a Perusahaan
Perusahaan yang bergerak di bidang industri jasa cenderung sangat "sensitif" dengan masalah kepercayaan, kualitas pelayanan dan produk (program).Misalnya, pihak Ahmad Dhani School Of Rock menjanjikan adanya Ahmad Dhani Award serta Coaching Clinnic Artis yang sudah ditetapkan tanggalnya, namun pihak Ahmad Dhani selalu tidak tepat dengan waktu yang sudah ditentukan.Hal ini dikit demi sedikit menumbuhkan ketidakpercayaan publik/siswa terhadap perusahaan jasa tersebut.
Menurut Jefkins (1995), perusahaan yang bergerak di bidang produk barang tidak terlalu sensitif dengan masalah kepercayaan, maka citra perusahaan tidak akan terganggu.
hal-hal positif yang meningkatkan citra perusahaan lebih dikenal dan diterima publiknya adalah sejarah atau riwayat hidup perusahaan yang gemilang, kualitas pelayanannya, keberhasilan dalam bidang marketing dan hingga berkaitan dengan tanggung jawab sosial (Rueslan, 1998:66).
Secara logika, jika perusahaan sudah mengalami krisis kepercayaan dari publik atau masyarakat umum maka akan membawa dampak negatif terhadap citranya, bahkan akan terjadi penurunan citra sampai pada titik yang paling rendah.
buruk terhadap citra organisasi.Citra yang negatif dan tidak jelas mungkin akan berpengaruh negatif pada kinerja karyawan juga pada hubungannya dengan konsumen dan kualitas.
Menurut Kotler (1995) mendefinisikan citra sebagai jumlah dari keyakinan-keyakinan, gambaran-gambaran dan kesan atas organisasi dari seseorang merupakan citra.
2.3. Kerangka Berpikir
Public relations dalam menjalankan peranannya yaitu membantu manajemen menumbuhkembangkan kesadaran pelanggan atau masyarakat serta siswa terhadap kualitas pelayanan dan kualitas produk (program) yang ditawarkan Ahmad Dhani School Of Rock, dalam penelitian ini produk yang ditawarkan Ahmad Dhani School Of Rock adalah pendidikan musik. Selain itu Public Relations juga memiliki peran untuk menciptakan citra bagi organisasi dan lembaganya sehingga dapat memberikan profit bagi perusahaan dan membangun citra perusahaan. Adapun pengukuran peran Public Relations adalah
Pendapat Ruslan (1997:14) bahwa praktisi Public Relations dituntut untuk mempunyai kemampuan sebagai conceptor dalam penyusunan rencana program guna menunjang keberhasilan mencapai tujuan perusahaan. Sebagai daya tarik masyarakat, maka Ahmad Dhani School Of Rock harus memberikan beragam program atau kegiatan menarik, sehingga publik dapat dipengaruhi dan memperhatikan. Adanya program jamming musik bagi siswa-siswi dan coaching clinnic artis dapat menarik perhatian publik serta memberikan fasilitas siswa-siswi agar semangat dalam bermusik.
mempengar uhi dipengar uhi
Gambar 2.1.
Bagan Pengaruh Peran Public Relations Dalam Pembentukan Citra Ahmad Dhani School Of Rock (Studi Pada Siswa-Siswi
Ahmad Dhani School Of Rock)
2.4. Hipotesis
Berdasarkan latar belakang dan tujuan penelitian maka hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : “Diduga Peran Public Relations Berpengaruh Positif Dalam Pembentukan Citra Ahmad Dhani School Of Rock di Surabaya”
Peran Public Relations (X), Adapun indikator dari Public
Relations:
1. Mediator 2. Conceptor
Citra Ahmad Dhani School Of Rock (Y),Adapun indikator dari Citra:
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan tujuan melukiskan secara sistematis fakta dan karakteristik populasi secara faktual dan cermat (Rakhmat, 1999:22). Dimana peneliti akan menjabarkan dan menginterpretasikan data hasil penelitian secara sistematis mengenai Pengaruh peran Public Relations dalam pembentukan Citra Ahmad Dhani School of Rock. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian deskriptif dengan menggunakan analisis kuantitatif.
3.2.Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 3.2.1. Definisi Operasional
Definisi operasional disini adalah suatu pembatasan atau perincian prosedur yang memungkinkan penegasan ada atau tidaknya realitas tertentu sebagaimana digambarkan menurut konsepnya.
1. Variabel Bebas : Peran Public Relations (X)
kepentingan bagi para konsumennya. Adapun indikator dalam penelitian ini adalah (Ruslan1997:1982) adalah :
1. Mediator : Public Relations bertugas untuk melayani, memberi informasi dan menjawab setiap saran, kritik atau keluhan yang dirasakan dan dialami siswa-siswi atau publik sekitar.
2. Conceptor : Kemampuan Public Relations dalam membuat program-program yang menarik dan mendidik siswa-siswi dalam bermusik, sebagai daya tarik untuk mempengaruhi publik dan siswa-siswi.
2. Variabel Terikat : Citr a Ahmad Dhani School Of Rock (Y)
Citra diartikan sebagai kesan seseorang atau individu tentang sesuatu yang muncul sebagai hasil dari pengetahuan dan pengalamannya. Adapun indikator dalam penelitian ini adalah (Rueslan (1998:25) dalam Fadil (2012) dan (Sutojo, 2004) yaitu :
1. Kepercayaan : merupakan kesan adalah sesuatu yang terasa (terpikir) dan melihat (mendengar) sesuatu dan pendapat atau penilaian positif siswa-siswi terhadap Ahmad Dhani School Of Rock.
2. Realitas : menggambarkan suatu yang realitas, jelas terwujud, dapat diukur, dan hasilnya dapat dirasakan dipertanggungjawabkan dengan perencanaan yang matang dan sistematis bagi responden terhadap Ahmad Dhani School Of Rock.
citra yang positif, pengukurannya adalah adanya kesan yang baik serta kepercayaan dari siswa-siswi terhadap Ahmad Dhani School Of Rock atas kualitas pelayanan dan kualitas produk (program).
Sebaliknya, jika Public Relations melakukan hal negatif maka akan terciptanya citra yang negatif sebagai contoh fenomenanya adalah timbulnya kekecewaan siswa-siswi terhadap kualitas pelayanan dan kualitas produk (program) yang tidak sesuai dengan realitas. Menanggapi fenomena negatif tersebut Public Relations berperan untuk mempertahankan siswa-siswi yang masih aktif dan menumbuhkan kepercayaan publik agar munculnya siswa-siswi baru.
3.2.2.Pengukuran Variabel
Pengukuran variabel bebas (X) dalam penelitian ini skala likert yaitu skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau kelompok tentang kejadian atau gejala sosial. Dengan menggunakan skala likert, setiap jawaban dihubungkan dengan bentuk pernyataan atau dukungan sikap yang diungkapkan dengan kata-kata sebagai berikut (Riduwan, 2002,12) :
Sangat setuju (SS) = skor 5 Setuju (S) = skor 4 Ragu-Ragu (R) = skor 3 Tidak setuju (TS) = skor 2 Sangat Tidak setuju (STS) = skor 1
setuju, maka responden memiliki sikap positif (kepercayaan) terhadap pelayanan dan produk (program) Ahmad Dhani School Of Rock, begitu juga sebaliknya.
Pengukuran variabel terikat (Y) dalam penelitian ini skala likert yaitu skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau kelompok tentang kejadian atau gejala sosial.
Sangat setuju (SS) = skor 5 Setuju (S) = skor 4 Ragu-Ragu (R) = skor 3 Tidak setuju (TS) = skor 2 Sangat Tidak setuju (STS) = skor 1
Dengan adanya ketentuan-ketentuan diatas, maka dapat diukurnya kualitas pelayanan dan produk (program) Ahmad Dhani School Of Rock melalui jawaban yang dialami oleh responden.Apabila responden menjawab sangat setuju atau setuju, membuktikan bahwa Public Relations dapat menumbuhkan kepercayaan kepada responden serta konsisten terhadap produk (program). Dengan itu akan terukurnya suatu citra perusahaan, bisa positif atau negatif tergantung responden (siswa-siswi).
3.3.Populasi, Sampel, dan Teknik Penarikan Sampel 3.3.1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kuantitas atau karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari (Sugiyono, 2003:55). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi yang belajar di Ahmad Dhani School of Rock, sebanyak 249 (Sumber : data internal Ahmad Dhani School Of Rock).
3.3.2. Sampel
Sampel menurut Sugiyono (2003:56) adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi Ahmad Dhani School Of Rock minimal berusia 15 tahun sejumlah 130 orang (Sumber : data internal Ahmad Dhani School Of Rock).
3.3.3. Teknik Penarikan Sampel
Teknik penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposif sampling. Purposif sampling teknik penentuan sampel berdasarkan kriteria tertentu (Sugiyono, 2009:122). Adapun kreteria dalam penelitian ini adalah siswa-siswi Ahmad Dhani School Of Rock minimal berusia 15 tahun.
3.4.Teknik Pengumpulan Data
1. Data primer adalah data yang dikumpulkan langsung dari responden. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara pada responden dengan berdasarkan kuisioner yang terdiri atas pertanyaan-pertanyaan yang terutup dan yang terbuka.
2. Data sekunder adalah data yang tidak dapat langsung diperoleh dari lapangan. Data sekunder dikumpulkan melalui sumber-sumber informasi kedua, seperti perpustakaan, pusat pengelolahan data, pusat penelitian, dan lain sebagainya. Data sekunder ini akan digunakan sebagai data penunjang untuk melakukan analisis.
3.5.Metode Analisa Data 3.5.1. Uji Validitas
Uji validitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam menjalankan fungsi ukurnya. Dalam pengujian validitas dalam penelitian ini menggunakan SPSS 15 for windows. Uji validitas dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan nilai r tabel. Apabila r tabel ≤ r hitung, maka dapat dikatakan bahwa instrumen yang digunakan sebagai alat ukur adalah valid dan sebaliknya (Ghozali, 2001, 30).
3.5.2.Uji Reliabilitas
3.5.3.Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah suatu data mengikuti sebaran normal atau tidak. Untuk mengetahui apakah data tersebut mengikuti sebaran normal dapat dilakukan dengan berbagai metode diantaranya adalah metode Kolmogorov Smirnov, dengan menggunakan program SPSS 15 (Ghozali, 2001:77). Nilai signifikansi atau nilai probabilitas < 0,05 maka distribusi adalah tidak normal (simetris). Dan nilai signifikansi atau nilai probabilitas > 0,05 maka distribusi adalah normal (simetris).
3.5.4. Uji Regresi Linier Sederhana
Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier sederhana. Dalam persamaan regresinya dapat ditunjukan sebagai berikut (Ghozali, 2001:6):
Y = a + bX +e Keterangan:
Y = Citra Ahmad Dhani School of Rock X = Peran Public Relations
a = Konstanta
e = Nilai standar error
3.5.5. Uji Hipotesis
a. Merumuskan hipotesis statistik
H0 : β1 = 0, berarti Peran Public Relations tidak berpengaruh dalam
pembentukan Citra Ahmad Dhani School of Rock.
H1 : β1 ≠ 0, berarti Peran Public Relations berpengaruh dalam pembentukan
Citra Ahmad Dhani School of Rock. b. Menentukan level of significance (α) sebesar 5%.
c. Menghitung besarnya t hitung dengan menggunakan SPSS 15 for windows. d. Menentukan daerah penerimaan dan penolakan hipotesis:
Jika probabilitas t < 0.05 maka H0 diterima.
Jika probabilitas t > 0.05 maka H0 ditolak.
4.1. Gambar an Umum Objek Penelitian
4.1.1. Sejar ah Singkat Ahmad Dhani School Of Rock
Pendidikan merupakan pilar pembangunan Sumber Daya Manusia yang harus dikelola secara intensif dan profesional.Pilar pendidikan yang ideal dan optimal meliputi 3 pilar, yaitu Pendidikan formal Pendidikan non formal Pendidikan in formal dan Pendidikan non formal yang paling banyak dipilih oleh masyarakat luas dan orang tua adalah kursus musik, untuk itu Ahmad Dhani School Of Rock hadir menjadi pilihan yang tepat sebagai tempat untuk belajar musik yang lebih baik bagi anak, remaja, maupun dewasa.
Ahmad Dhani School Of Rocklahir di kota Surabaya yang diresmikan pada tanggal 27 Januari 2011 oleh Ahmad Dhani serta Al, EL, Dul di Jl. Jemursari 76 Blok D7-D6 dengan mengundang pers yang bertujuan untuk memperkenalkan lebih dalam tentang Ahmad Dhani School Of Rock. Saat pers converence, Ahmad Dhani berkata " Dari pada saya mencari artis dengan cara mengaudisi, lebih baik saya mengorbitkan siswa - siswi saya".
merchandise, rapor dan kegiatan seperti ujian persemester, evaluasi 3bulan, workshop, choacing clinnic dan lain sebagainya.
4.1.2. Visi dan Misi Visi
Menjadi institusi penggembangan music terbaik, terbesar dan terpercaya di Indonesia.
Misi
a. Sebagai wahana belajar dan mengembangkan kreativitas bermusik b. Sebagai wahana berkarya bagi insan musik Indonesia
c. Sebagai wahana untuk mencapai puncak prestasi di dunia musik
d. Sebagai wahana berkarya dan mengembangkan kemitraan untuk mencapai kesejahteraan
e. Mampu menjadi mitra pemerintah dalam mengembangkan pendidikan non formal di Indonesia
Filosofi
Cipta, Rasa, Karsa, terekspresikan melalui dunia musik.
4.1.3. Performance Program Pr ogram J urusan
1. Vocal
a) Teknik Produksi Suara
b) Musicianship I & II
Harmony & Theory, Ear Training, Reading c) Performance I & II
Live Playing Workshops, Expression, Ensemble, Concert Practice 2. Drum
a) Instrument Skill I & II
Notes Location, Fingering, Playing Technique, Drum Lab b) Musicianship I & II
Harmony & Theory, Ear Training, Reading c) Performance I & II
Live Playing Workshops, Expression, Ensemble, Concert Practice 3. Piano dan Keyboard
a) Instrument Skill I & II
Notes Location, Fingering, Playing Technique b) Musicianship I & II
Harmony & Theory, Ear Training, Reading c) Performance I & II
Live Playing Workshops, Expression, Ensemble, Concert Practice 4. Bass
a) Instrument Skill I & II
Notes Location, Fingering, Playing Technique, Bass Lab b) Musicianship I & II
c) Performance I & II
Live Playing Workshops, Expression, Ensemble, Concert Practice 5. Guitar
a) Instrument Skill I & II
Notes Location, Fingering, Playing Technique, Guitar Lab b) Musicianship I & II
Harmony & Theory, Ear Training, Reading c) Performance I & II
Live Playing Workshops, Expression, Ensemble, Concert Practice 6. Biola
a) Instrument Skill I & II
Notes Location, Fingering, Playing Technique, Guitar Lab b) Musicianship I & II
Harmony & Theory, Ear Training, Reading c) Performance I & II
Live Playing Workshops, Expression, Ensemble, Concert Pra Pr ogram special
1. Class band
a) Instrument Skill I & II
Mempelajari polly Rhytm standart, Teori music, Pengenalan Chord-chord standart
b) Style
Tingkatan Program
a. Penguasaan pengetahuan dan skill ber musik
b. Aplikasi ber musik & Per for ming
Advance Pr ogr am 1 (satu ) Tahun
a. Pendalaman Aplikasi Ber musik
b. Pendalaman Live Per for ming
c. Pennyelesaian & Penguasaan
Study Kasus : Membentuk atau Mencetak Bintang
4.2.Penyajian Data dan Analisis Data 4.2.1. Identitas Responden
Identitas atau karakteristik responden yang dimaksud adalah data-data yang diperoleh berdasarkan karakteristik responden yang meliputi : jenis kelamin, usia, selengkapnya tertera pada tabel berikut :
69 orang atau 53,07% .Artinya dari uraian tabel diatas, peneliti menyimpulkan bahwa sekolah musik Ahmad Dhani School Of Rock banyak diminati kaum laki-laki sebagai wadah pengembangan bakatnya dengan produk (program) yang mendukung untuk bermusik.
Berdasarkan tabel di atas maka dapat diketahui bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini berusia 21-23 tahun sebanyak 48 orang atau 36,92%, sedangkan responden yang rentang usia 18-20 tahun sebanyak 37 orang atau 28,46%, responden yang berada pada rentang usia >24 tahun sebanyak 30 orang atau 23,07%, sedangkan sebanyak 15 orang atau 11,53% berada pada rentang usia 15-17 tahun. Artinya dengan melihat karakteristik responden, yang paling banyak menjadi siswa-siswi Ahmad Dhani School Of Rock Surabaya ialah kalangan anak remaja atau anak muda.
4.2.2. Pengaruh Peran Public Relations Dalam Pembentukan Citr a Ahmad Dhani School Of Rock.
4.2.2.1. Deskr iptif Variabel Peran Public Relations
mengenai Peran Public Relations dalam menjaga atau mengembangkan kualitas pelayanan dan produk (program) Ahmad Dhani School Of Rock agar terciptanya suatu citra perusahaan.
1. Kotak saran Ahmad Dhani School Of Rock, dapat memper mudah siswa-siswi ser ta publik dalam menyampaikan kr itik, saran dan keluhan.
Dari hasil penyebaran kuesioner kepada 130 siswa-siswi Ahmad Dhani School Of Rock maka dapat diperoleh frekuensi jawaban mengenai adanya kotak saran yang disediakan oleh Public Relations Ahmad Dhani School Of Rock dapat memberikan manfaat positif dalam penyampaian kritik, saran dan keluhan yang dirasakan siswa-siswi Ahmad Dhani School Of Rock.
Tabel 4.3.
Kotak saran Ahmad Dhani School Of Rock, dapat mempermudah siswa-siswi ser ta publik dalam menyampaikan kr itik, saran dan keluhan
13,8%. Hal tersebut menunjukkan bahwa dengan adanya kotak saran dapat memberikan manfaat bagi siswa-siswi dalam menyampaikan kritik dan saran kepada Public Relations Ahmad Dhani School Of Rock.
Sedangkan sebanyak 15 orang atau 11,5% memberikan jawaban ragu-ragu hal tersebut menunjukkan bahwa responden merasakan biasa saja ada atau tidaknya kotak saran atau kritik jika ada saran atau kritik dapat menyampaikan langsung kepada pihak yang bersangkutan. Sedangkan responden yang memberikan jawaban tidak setuju sebanyak 17 orang atau 13,1% dan responden yang memberikan jawaban sangat tidak setuju sebanyak 21 orang atau 16,2%, hal tersebut menunjukkan bahwa responden beranggapan bahwa dengan adanya kotak saran belum dapat memuaskan siswa dan siswi serta publik untuk menyampaikan keluh kesah, saran dan kritik, tanpa ada tindakan lanjut, responden lebih menyukai jika keluh kesah, saran dan kritik disampaikan langsung kepada bagian yang ingin diberikan saran dan kritik.
2.Public Relations memberikan tanggapan yang baik ser ta adanya tindakan yang tepat terhadap keluhan siswa-siswi.
Tabel 4.4.
Public Relations memberikan tanggapan yang baik serta adanya tindakan yang tepat terhadap keluhan siswa-siswi.
No Pernyataan F (% )
1 Sangat Tidak Setuju 11 8,5
2 Tidak Setuju 33 25,4
3 Ragu-Ragu 30 23,1
4 Setuju 40 30,8
5 Sangat Setuju 16 12,3
Total 130 100
Sumber : Lampiran 4
Berdasarkan tabel di atas maka dapat diketahui bahwa sebagian besar responden menjawab setuju mengenai pertanyaan yang diajukan oleh peneliti
mengenai saat menanggapi keluhan dari siswa-siswi dan publik, Public Relations Ahmad Dhani School Of Rock dapat memberikan tanggapan yang
baik serta adanya tindakan yang tepat yaitu sebanyak 40 orang atau 30,8%, sedangkan yang memberikan jawaban sangat setuju sebanyak 16 orang atau
12,3%. Hal tersebut menunjukkan bahwa responden menyukai balasan
tanggapan yang baik dari dan tindakan yang tepat yang dilakukan oleh Ahmad Dhani School Of Rock kepada siswa dan siswi serta publik.
Sedangkan sebanyak 30 orang atau 23,1% memberikan jawaban ragu-ragu hal tersebut menunjukkan bahwa responden merasakan keragu-raguaan atas
semua tindakan mengenai tanggapan pihak Public Relations Ahmad Dhani
jawaban tidak setuju sebanyak 33 orang atau 25,4% dan responden yang memberikan jawaban sangat tidak setuju sebanyak 11 orang atau 8,5%, hal
tersebut menunjukkan bahwa responden beranggapan bahwa saat menanggapi
keluhan dari siswa-siswi dan publik, Public RelationsAhmad Dhani School Of Rock tidak dapat memberikan tanggapan yang baik serta tidak adanya tindakan
yang tepat yang akan mengakibatkan hilangnya kepercayaan responden.
3.Mading infor masi sebagai infor masi kegiatan-kegiatan Ahmad Dhani School Of Rock, seperti pr ogram baru dan pr omosi.
Dari hasil penyebaran kuesioner kepada 130 siswa-siswi Ahmad Dhani School Of Rock maka dapat diperoleh frekuensi jawaban mengenai informasi kegiatan-kegiatan Ahmad Dhani School Of Rock yang diinformasikan oleh Public Relations melalui mading informasi yang bertujuan untuk mempermudah memberitahu kepada siswa-siswi jika ada program baru serta informasi lainnya.
Tabel 4.5.
Mading informasi sebagai informasi kegiatan-kegiatan Ahmad Dhani School Of Rock, seperti pr ogram bar u dan pr omosi.
mengenai Public Relations selalu memberikan informasi melalui mading informasi mengenai kegiatan-kegiatan Ahmad Dhani School Of Rock, seperti program baru dan promosi yaitu sebanyak 45 orang atau 34,6%, sedangkan yang memberi jawaban sangat setuju sebanyak 15 orang atau 11,5%. Hal tersebut menunjukkan bahwa responden menyetujui dan menyukai tindakan yang dilakukan oleh Public Relations Ahmad Dhani School Of Rock dalam memberikan informasi melalui mading mengenai kegiatan-kegiatan Ahmad Dhani School Of Rock.
Sedangkan sebanyak 36 orang atau 27,7% memberikan jawaban ragu-ragu, hal tersebut menunjukkan bahwa responden masih ragu atas semua informasi yang diberikan oleh Public Relations, dalam bentuk kurangnya kepercayaan terhadap informasi kegiatan dan promosi. Sedangkan responden yang memberikan jawaban tidak setuju sebanyak 26 orang atau 20% dan responden yang memberikan jawaban sangat tidak setuju sebanyak 8 orang atau 6,2%, hal tersebut menunjukkan bahwa responden beranggapan bahwa pihak Public Relations Ahmad Dhani School Of Rock tidak pernah memberikan informasi melalui mading informasi mengenai kegiatan-kegiatan Ahmad Dhani School Of Rock, seperti program baru dan promosi.
4. Program coaching clinnic artis (RCM) sebagai sarana pembekalan pengetahuan tentang musik dan industri musik indonesia.
sebagai sarana pembekalan pengetahuan tentang musik dan industri musik indonesia
Tabel 4.6.
Pr ogram coaching clinnic artis (RCM) sebagai sarana pembekalan pengetahuan tentang musik dan industri musik indonesia.
No Pernyataan F (% )
Berdasarkan tabel di atas maka dapat diketahui bahwa sebagian besar responden menjawab ragu-ragu mengenai pertanyaan yang diajukan oleh peneliti mengenai Public Relations membuat program coaching clinnic artis (RCM) setiap 3 bulan sekali yang dilaksanakan secara rutin, sebagai sarana pembekalan pengetahuan tentang musik dan industri musik indonesia yaitu sebanyak 40 orang atau 30,8%, hal tersebut menunjukkan bahwa responden merespon biasa saja atau ragu-ragu mengenai kegiatan Ahmad Dhani School Of Rock Public Relations membuat program coaching clinnic artis (RCM) setiap 3 bulan sekali yang dilaksanakan secara rutin, sebagai sarana pembekalan pengetahuan tentang musik dan industri musik indonesia.
indonesia. Sedangkan responden yang memberikan jawaban tidak setuju sebanyak 23 orang atau 17,7% dan responden yang memberikan jawaban sangat tidak setuju sebanyak 18 orang atau 13,8%, hal tersebut menunjukkan bahwa responden beranggapan bahwa Public Relations tidak pernah membuat program coaching clinnic artis (RCM) setiap 3 bulan sekali yang dilaksanakan secara rutin, sebagai sarana pembekalan pengetahuan tentang musik dan industri musik indonesia.
5. Program jamming musik sangat membantu siswa-siswi untuk menunjukan bakatnya dalam ber musik kepada publik.
Dari hasil penyebaran kuesioner kepada 130 siswa-siswi Ahmad Dhani School Of Rock maka dapat diperoleh frekuensi jawaban mengenai program jamming musik untuk siswa-siswi yang diadakan tiap sebulan sekali sangat memberi manfaat bagi siswa-siswi dalam menunjukan skill atau bakatnya kepada publik.
Tabel 4.7.
Pr ogram jamming musik sangat membantu siswa-siswi untuk menunjukan bakatnya dalam bermusik kepada publik.