Page: 1 of 7
PT SGS INDONESIA, Cilandak Commercial Estate # 108 C, Jl. Raya Cilandak KKO, Jakarta 12560, Indonesia, CONTACT PERSON: Fourry Meilano - Tel: +62 21 781 81 11 - Fax: +62 21 780 79 14
www.sgs.com
SGS INDONESIA RESUME
HASIL VERIFIKASI LEGALITAS KAYU
SESUAI PERATURAN MENTERI KEHUTANAN
NO P 38/MENHUT-II/2009 JO NO P 68/MENHUT-II/2011 DAN PERATURAN DIRJEN BINA USAHA KEHUTANAN NO P 8/VI-
BPPHH/2011
Project Nr: 3728-ID
Nama Pemegang Ijin: PT. Diamond Raya Timber
Alamat:
Kantor Pusat : Jl. Dr. Sutomo No. 62, Pekanbaru, 28141 Riau, Indonesia
Lokasi IUPHHK-HA: Kabupaten Rokan Hilir dan Kota Dumai, Provinsi Riau. Koordinat 100º50’
- 101º13’ BT, 001º45’ - 002º18’ LU
No. Sertifikat: SGS-ID-LKI-0009 Tipe Sertifikasi: Tunggal / Multi Lokasi
Tanggal Terbit: 8 February 2013 Berlaku sampai
dengan tanggal: 7 February 2016 Luaa Areal Hutan rawa dengan luas areL 90.956 ha
Ruang Lingkup: Pengelolaan hutan alam di Kabupaten Rokan Hilir dan Kota Dumai, Provinsi Riau dengan no IUPHHK-HA No 443/Kpts-II/1998, untuk kepentingan pemanfaatan kayu bulat pada areal hutan alam rawa seluas 90.956 ha.
Kontak Informasi Pemegang Ijin:
Rudi Hartanto, (Wakil Direktur)
Alamat: Jl. Dr. Sutomo No. 62, Pekanbaru, 28141 Riau, Indonesia
Tel: +62-761-37-555
Fax +62-761-33-595/6
Email: [email protected]
Tanggal Verifikasi:
Verifikasi Utama 26 November – 30 November 2012 Surveillance 1
Surveillance 2
(1) IDENTITAS LVLK
a. Nama Lembaga : PT. SGS Indonesia b. Nomor Akreditasi : LVLK-008-IDN
c. Alamat : Cilandak Commercial Estate #108C, Jl. Raya Cilandak KKO, Jakarta 12560, Indonesia
d. Nomor telepon/faks/E-mail : +62 21 781 8111/+62 21 780 7914/ [email protected]
e. Direktur : Guy Francois Marie Escarfail
f. Standar : Kepdirjen Bina Usaha Kehutanan no P 8/VI-BPPHH/2011 g. Tim Audit : Gunung Wijanarko (Lead Auditor), Heru Pramono (Auditor),
: Heru Puryanto (Auditor) h. Tim Pengambil Keputusan : Fourry Meilano
(2) IDENTITAS AUDITEE
a. Nama Pemegang Izin IUPHHK & IUI : PT. Diamond Raya Timber
b. Nomor & Tanggal SK IUPHHK & IUI : IUPHHK-HA No 443/Kpts-II/1998,tanggal 8 Mei 1998 c. Luas Areal : Hutan rawa dengan luas areL 90.956 ha
d. Alamat kantor : Jl. Dr. Sutomo No. 62, Pekanbaru, 28141 Riau, Indonesia e. Nomor telepon/faks/E-mail : +62-761-37-555 fax: +62-761-33-595/6
f. Email : [email protected]
g. Pengurus :
• Presiden Komisaris : Supendi
• Komisaris : Jeffry Setiady
• President Direktur : Surya Agung
• Direktur : Rudi Hartanto
• Direktur : Yudianto
(3) RINGKASAN TAHAPAN
TAHAPAN WAKTU DAN TEMPAT RINGKASAN CATATAN
Konsultasi Publik (bila dibutuhkan)
2 - 30 November 2012 - Tidak ada informasi yang masuk dari public kepada LVLK PT. SGS Indonesia, terkait proses Verifikasi Legalitas Kayu di PT. Diamond Raya Timber.
- Konsultasi public telah dilakukan di Dinas Kehutanan Provinsi Riau dan LSM Lokal di Provinsi Riau.
Pertemuan Pembukaan 26 November 2012 - Penjelasan ketentuan SVLK,
- Metodologi VLK dan permintaan akses dokumen & data, MR dan staf pendamping,
- Daftar hadir, BA pembukaan dan notulen rapat tersedia.
Verifikasi Dokumen dan Observasi Lapangan
26 – 30 November 2012 - Verifikasi dokumen legalitas kayu secara sansus dan sampling,
- Pemeriksaan keabsahan, kelengkapan dan konsistensi antar dokumen, uji petik stock bahan baku kayu gergajian, - Pemeriksaan ketelusuran dan pengecekan lapangan Pertemuan Penutupan 30 November 2012 - Penyampaian hasil VLK,
- Prinsip 1, 2, 3, 4 dan 5 sudah berjalan dengan baik dan diimplementasikan,
- Daftar hadir, BA penutupan dan notulen rapat tersedia.
Pengambilan Keputusan 8 Februari 2013 - Pengambilan keputusan berdasarkan Laporan Hasil VLK, - Pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh verifier dengan
koreksi terhadap laporan bersifat redaksional,
- Menilai analisis dan pengambilan kesimpulan oleh auditor berdasarkan bukti audit,
- Diputuskan kepada PT. Diamond Raya Timber diterbitkan S‐LK.
(4) RESUME HASIL PENILAIAN
Indikator Uraian Pemenuhan Kesimpulan
Pemenuhan 1.1.1. Pemegang izin mampu menunjukkan keabsahan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK).
a. Dokumen legal terkait perizinan usaha (SK IUPHHK- HA/HT/RE/Pemegang Hak Pengelolaan
PT. Diamond Raya Timber telah memiliki IUPHHK-HA No. 443/Kpts-II/1998, tanggal 8 Mei 1998, yang ditandatangani oleh Menteri Kehutanan.
Memenuhi
b. Bukti pemenuhan kewajiban Iuran Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IIUPHHK). Tidak berlaku untuk Pemegang Hak Pengelolaan
PT. Diamond Raya Timber berdasarkan Surat Perintah Pembayaran (SPP) IIUPHHK no.
760/IV-PPHH/1999 tanggal 21 April 1999, telah melakukan pembayaran Iuran Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IIUPHHK) dengan bukti setor tertanggal 18 Juni 1999, dari Bank Dagang Negara, dengan surat penyetoran No. H. 631889.
Memenuhi
2.1.1 RKUPHHK/RPKH dan Rencana Kerja Tahunan (RKT/ Bagan Kerja/RTT) disahkan oleh yang berwenang.
a. Dokumen RKUPHHK/RPKH, RKT/Bagan Kerja/RTT beserta lampirannya yang telah disahkan oleh pejabat yang berwenang, meliputi :
1. Dokumen RKUPHHK/RPKH &
lampirannya yang disusun
berdasarkan IHMB/risalah hutan dan dilaksanakan oleh Ganis PHPL Timber Cruising dan/atau Canhut 2. Dokumen RKT/RTT yang disusun
berdasarkan RKU/RPKH dan disahkan oleh pejabat yang berwenang atau yang disahkan secara self approval
3. Peta rencana penataan areal kerja yang dibuat oleh Ganis PHPL Canhut
PT. Diamond Raya Timber telah memiliki dokumen RKUPHHK dalam Hutan Alam pada Hutan Produksi berbasis IHMB periode 2010 s/d 2019 yang telah disahkan, berdasarkan SK No. SK.05/VI-BPHA/2010,tanggal 11 Januari 2010, yang ditandatangani oleh A.n. Menteri Kehutanan, Direktur Jenderal Bina Produksi.
PT. Diamond Raya Timber juga telah memiliki dokumen Rencana Kerja Tahunan (RKT) Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Alam pada Hutan Produksi secara Mandiri (Self-Approval) tahun 2012 yang telah disahkan, berdasarkan SK No. DRT/PKU- I/2012, tanggal 1 January 2012, yang ditandatangani oleh Direktur Utama.
Perusahaan dalam penyusunan dokumen RKUPHHK dan pembuatan peta penataan areal kerja telah menggunakan tenaga Ganis PHPL Perencanaan Hutan.
Memenuhi
b. Peta areal yang tidak boleh ditebang pada RKT/Bagan Kerja/RTT dan bukti
implementasinya di lapangan
PT. Diamond Raya Timber telah memiliki dokumen Rencana Kerja Tahunan (RKT) Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Alam pada Hutan Produksi secara Mandiri (Self-Approval) tahun 2012, yang didalamnya terlampir Peta kerja RKT yang membedakan areal yang tidak boleh ditebang dan telah terimplementasi dilapangan
Memenuhi
c. Penandaan lokasi blok tebangan/ blok RKT/petak RTT yang jelas di peta dan terbukti di lapangan
PT. Diamond Raya Timber telah memiliki dokumen Rencana Kerja Tahunan (RKT) Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Alam pada Hutan Produksi secara Mandiri (Self-Approval) tahun 2012, yang didalamnya terlampir Peta kerja RKT yang menggambarkan areal lokasi blok
Memenuhi
tebangan/blok RKT 2012 dan telah terimplementasi dilapangan.
2.2.1 Pemegang izin mempunyai rencana kerja yang sah sesuai dengan peraturan yang berlaku a. Dokumen Rencana Kerja Usaha
Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu
(RKUPHHK) (bisa dalam proses) dengan lampiran-lampirannya
PT. Diamond Raya Timber telah memiliki dokumen RKUPHHK dalam Hutan Alam pada Hutan Produksi berbasis IHMB periode 2010 s/d 2019 yang telah disahkan, berdasarkan SK No. SK.05/VI-BPHA/2010, lengkap dengan lampiran-lampirannya.
Memenuhi
b. Kesesuaian lokasi dan volume
pemanfaatan kayu hutan alam pada areal penyiapan lahan yang diizinkan untuk pembangunan hutan tanaman industri.
Verifier ini tidak dinilai karena PT. Diamond Raya Timber bukan merupakan pengelolaan Hutan Tanaman Industri.
Tidak dinilai
2.2.2 Seluruh peralatan yang dipergunakan dalam kegiatan pemanenan telah memiliki izin penggunaan peralatan dan dapat dibuktikan kesesuaian fisik di lapangan (tidak berlaku untuk Pemegang Hak Pengelolaan)
Izin peralatan dan mutasi Perusahaan telah memiliki ijin peralatan berdasarkan surat Dirjen. Bina Produksi Kehutanan No. SK.308/VI-BPHA/2008 tanggal 5 September 2008, selain itu juga daftar peralatan yang digunakan PT. Diamond Raya Timber termasuk dalam dokumen RKT 2012 yang telah disahkan, dan semuanya sesuai dengan kondisi dilapangan.
Memenuhi
3.1.1. Seluruh kayu bulat yang ditebang /dipanen atau yang dipanen/ dimanfaatkan telah di– LHP-kan Dokumen LHP yang telah disahkan oleh
pejabat yang berwenang.
Perusahaan sudah memiliki dokumen LHP yang disahkan oleh pihak berwenang dan tanda bukti penerimaan yang ditanda tangan selama kurun waktu Nov 2011-Oktober 2012
Memenuhi
3.1.2 Seluruh kayu yang diangkut keluar areal izin dilindungi dengan surat keterangan sahnya hasil hutan.
Surat keterangan sahnya hasil hutan dan lampirannya dari :
- TPK hutan ke TPK Antara, - TPK hutan ke industri primer
dan/atau penampung kayu terdaftar, - TPK Antara ke industri primer hasil hutan
dan/atau penampung kayu terdaftar
Perusahaan sudah melengkapi surat keterangan sahnya hasil hutan yaitu SKSKB dan terdapat kesesuain sample 10 % stock log di log pond/log yad dengan dokumen Laporan Hasil Produksi, buku ukur periode Nov 2011- Oktober 2012.
Memenuhi
3.1.3. Pembuktian asal usul kayu bulat (KB) dari pemegang IUPHHK-HA/ IUPHHK-HT/ IUPHHK-RE/Pemegang Hak Pengelolaan
a. Tanda-tanda PUHH/ barcode pada kayu dari pemegang IUPHHK-HA/ IUPHHK- HT/ IUPHHK-RE/Pemegang Hak Pengelolaan bisa dilacak balak.
Perusahaan menerapkan Co C Lacak Balak dalam Standard Operasional Prosedur yang disahkan Direktur Produksi serta dalam setiap bontos kayu terdapat 3 identitas utama yaitu No Log Intern, No Log Sistem Barcode, No Log Cat putih. Pencocokan fisik dan dokumen terdapat kesesuaian sample yang di ambil
Memenuhi
b. Identitas kayu diterapkan secara konsisten oleh pemegang izin
Terdapat identtas pada masing masing kayu yang dapat di telusuri ke dokumen LHP,LHC dan buku ukur periode Nov 2011-Oktober 2012
Memenuhi
3.1.4. Pemegang izin mampu membuktikan adanya catatan angkutan kayu ke luar TPK a. Arsip SKSKB dan dilampiri Daftar Hasil
Hutan untuk hutan alam, dan arsip FAKB dan lampirannya untuk hutan tanaman
Semua log yang keluar sudah di lengkapi dengan dokumen SKSKB dan dokumen pendukung lainnya. Laporan Mutasi Kayu Bulat sesuai dengan dokumen SKSKB yang diterbitkan serta lampiran yang mendukung.
Rekapitulasi pengeluaran log sesuai dengan dokumen lainnya.
Memenuhi
3.2.1. Pemegang izin menunjukkan bukti pelunasan Dana Reboisasi (DR) dan atau Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH).
a. Dokumen SPP (Surat Perintah Pembayaran) DR dan/atau PSDH telah diterbitkan.
Perusahaan sudah memiliki dokumen Surat Perintah Pembayaran DR dan/atau PSDH yang sesuai peraturan berlaku. Dokumen SPP
Memenuhi
tersebut sesuai fisik kayu yaitu jenis kayu indah, kayu campuran, kayu meranti
b. Bukti Setor DR dan/atau PSDH Perusahaan sudah melakukan pembayaran DR-PSDH dan terdapat bukti setor Bank Mandiri asli yang telah diterima. Bukti setor tersebut lengkap untuk periode November 2011-Oktober 2012.
Memenuhi
c. Kesesuaian tarif DR dan PSDH atas kayu hutan alam (termasuk hasil kegiatan penyiapan lahan untuk pembangunan hutan tanaman) dan kesesuaian tarif PSDH untuk kayu hutan tanaman.
Perusahaan sudah membayarkan PSDH DR sesuai wilayah dan jenis kayu yaitu wilayah sumatra denga jenis kayu bulat
Memenuhi
3.3.1. Pemegang izin yang mengirim kayu bulat antar pulau memiliki pengakuan sebagai Pedagang Kayu Antar Pulau Terdaftar (PKAPT).
Dokumen PKAPT Perusahaan memiliki Surat Perdagangan Kayu Antar Pulau Terdaftar sesuai dengan isi lengkap terlampir. Perdagangan log ke wilayah Indonesia sumatra, Jawa.
Memenuhi
3.3.2. Pengangkutan kayu bulat yang menggunakan kapal harus kapal yang berbendera Indonesia dan memiliki izin yang sah.
Dokumen yang menunjukkan identitas kapal. Dokument Kapal yang menyertai merupakan dokumen kapal berbendera Indonesia.
Memenuhi
4.1.1. Pemegang izin telah memiliki Dokumen AMDAL/DPPL/UKL-UPL meliputi Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL), Rencana Kelola Lingkungan (RKL), dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) yang telah disahkan sesuai peraturan yang berlaku meliputi seluruh areal kerjanya.
a. Dokumen AMDAL/DPPL/UKL- UPL/RKL- RPL
Pemegang ijin (dalam hal ini PT. Diamond Raya Timber) telah menyusun Dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Laporan Utama dan Lampiran Analisis Dampak Lingkungan), RKL dan RPL serta telah mendapatkan pengesahan dari Komisi Pusat Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Komisi Pusat AMDAL dengan surat pengesahan Nomor: 176/DJ-VI/AMDAL/96 tertanggal 30 Agustus 1996.
Pemegang ijin PT. Diamond Raya Timber telah memiliki Standar Operasional Prosedur Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan dengan Nomor Dokumen: SOP-PL-07 Revisi 4 tertanggal 1 Mei 2010. Di dalam dokumen tersebut memuat prosedur kerja pengelolaan dan pemantauan lingkungan dalam sistem pengelolaan hutan produksi lestari PT.
Diamond Raya Timber.
Memenuhi
4.1.2 Pemegang izin memiliki laporan pelaksanaan RKL dan RPL yang menunjukkan penerapan tindakan untuk mengatasi dampak lingkungan dan menyediakan manfaat sosial.
a. Dokumen RKL dan RPL PT. Diamond Raya Timber telah menyusun Rencana Pengelolaan Lingkungan dan dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan yang disusun pada bulan Maret 1996, dimana proses penyusunan dokumen tersebut telah mengacu pada Dokumen Analisis Dampak Lingkungan HPH PT. Diamond Raya Timber Provinsi Riau pada bulan April 1995 yang disahkan oleh Komisi Pusat Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Komisi Pusat AMDAL dengan surat pengesahan Nomor: 176/DJ- VI/AMDAL/96 tertanggal 30 Agustus 1996.
Memenuhi
b. Bukti pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan dampak penting aspek fisik- kimia, biologi dan sosial
Pemegang Ijin PT. Diamond Raya Timber telah menyusun: 1) Laporan Pelaksanaan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Periode Juli – Desember 2011 (dokumen telah disampaikan kepada Badan Lingkungan Hidup Provinsi Riau), 2) Laporan Pelaksanaan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan
Memenuhi
Periode Januari – Juni 2012 (dokumen telah disampaikan kepada Badan Lingkungan Hidup Provinsi Riau).
Pengelolaan dan pemantauan lingkungan telah dilaksanakan oleh PT. Diamond Raya Timber yang telah sesuai dengan dampak penting di lapangan,
5.1.1 Prosedur dan Implementasi K3
a. Implementasi prosedur K3 Dalam kegiatan operasional di lapangan, pemegang ijn PT. Diamond Raya Timber telah memiliki Standart Operational Prosedure (SOP) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang tercantum dalam Dokumen No: SOP-KK-13 Revisi 4 Tanggal 1 Juli 2011, dan
StandardOperational Prosedure (SOP) Umum dan Keuangan Nomor Dokumen SOP-UK-15 Revisi 0 Tanggal 1 Juni 2012; yang dibuat berdasarkan acuan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: PER.05/MEN/1996 tentang Sistem Managemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan kebijakan serta peraturan perusahaan PT. Diamond Raya Timber.
Memenuhi
b. Ketersediaan peralatan K3 Terkait dengan prosedur dan implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada PT.
Diamond Raya Timber telah mengacu pada Standart Operational Prosedure (SOP) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang tercantum dalam Dokumen No: SOP-KK-13 Revisi 4 Tanggal 1 Juli 2011, dan Standart Operational Prosedure (SOP) Umum dan Keuangan Nomor Dokumen SOP-UK-15 Revisi 0 Tanggal 1 Juni 2012.
Berdasarkan pemeriksaan peralatan K3 PT.
Diamond Raya Timber per Oktober 2012 yaitu:telah tersedia peralatan K3 yang telah sesuai dengan ketentuan serta berfungsi dengan baik.
Memenuhi
c. Catatan kecelakaan kerja Pemegang ijin PT. Diamond Raya Timber telah menyusun catatan kecelakaan kerja kurun waktu periode bulan November 2011 sampai dengan Oktober 2012 secara lengkap dan telah melakukan upaya dan langkah-langkaah dalam menekan dan mengurangi tingkat kecelakaan yang lapangan.
Memenuhi
5.2.1. Kebebasan berserikat bagi pekerja Ada serikat pekerja atau kebijakan perusahaan yang membolehkan untuk membentuk atau terlibat dalam kegiatan serikat pekerja
Berdasarkan pengamatan di lapangan, telah terdapat organisasi Serikat Pekerja yang telah didaftarkan pada instansi berwenang.
Memenuhi
5.2.2. Adanya Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) atau Peraturan Perusahaan (PP) Ketersediaan Dokumen KKB atau PP Perusahaan PT. Diamond Raya Timber dan
Serikat Pekerja IUPHHK-HA PT. Diamond Raya Timber telah memiliki Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) yang ditetapkan di Dumai pada tanggal 17 Maret 2011, dan diketahui oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Dumai. Masa berlaku Kesepakatan Kerja Bersama berlaku selama jangka waktu 2 tahun sejak tanggal ditetapkan yaitu sampai dengan 17 Maret 2013.
Memenuhi
5.2.3. Perusahaan tidak mempekerjakan anak di bawah umur Tidak ada pekerja yang masih di bawah
umur
Pemeriksaan terhadap karyawan pada Pemegang ijin PT. Diamond Raya Timber
Memenuhi
diperoleh bahwa PT. Diamond Raya tidak mempekerjakan karyawan di bawah umur.
Berdasarkan hasil verifikasi legalitas kayu (total 27 verifier) diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
•
Verifier yang memenuhi norma penilaian berjumlah 26 verifier.
•
Verifier yang tidak memenuhi norma penilaian berjumlah 0 verifier.
•