Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 1 dari 18 hal. Put. Nomor 1716/Pdt.G/2020/PA.Pas
P U T U S A N
Nomor 1716/Pdt.G/2020/PA.Pas
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara- perkara tertentu pada tingkat pertama, menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara cerai gugat antara :
PENGGUGAT, lahir di Pasuruan pada tanggal 29 Oktober 1983 (umur 37 tahun), NIK 3514 2369 1083 0002, agama Islam, pekerjaan guru honorer, bertempat tinggal di Kabupaten Pasuruan, sebagai Penggugat. Dalam hal ini memberikan kuasa kepada Auliya Perdana Yudhanta, S.HI , Advokat / Pengacara& Konsultan Hukum yang berkantor di “YUDHA & PARTNERS”
beralamat di Kabupaten Pasuruan, berdasarkan Surat Kuasa Khusus bertanggal 22 Oktober 2020;
melawan
TERGUGAT, lahir di Madiun pada tanggal 13 Maret 1976 (umur 44 tahun), agama Islam, pekerjaan karyawan swasta, bertempat tinggal di Kota Probolinggo, sebagai Tergugat ;
Pengadilan Agama tersebut ; Telah mempelajari berkas perkara ;
Telah mendengar keterangan Penggugat dan Tergugat serta memeriksa alat- alat bukti di persidangan ;
DUDUK PERKARA
Bahwa Penggugat dengan surat gugatannya bertanggal 24 Oktober 2020 yang didaftarkan di kepaniteraan Pengadilan Agama Pasuruan dengan Nomor 1716/Pdt.G/2020/PA.Pas tanggal 26 Oktober 2020 telah mengajukan hal-hal sebagai berikut :
1. Bahwa Penggugat dengan Tergugat adalah suami isteri yang melangsungkan pernikahan pada tanggal 27 Juni 2007 berdasarkan Kutipan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 2 dari 18 hal. Put. Nomor 1716/Pdt.G/2020/PA.Pas
Buku Nikah Nomor : 126/37/VI/2007 yang dikeluarkan oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan;
2. Bahwa dahulu setelah menikah, Penggugat dengan Tergugat bertempat tinggal di kediaman orang tua Penggugat yang beralamat di Gapuk RT.01 RW02 Desa Kawisrejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, namun sekarang Tergugat bertempat tinggal di Gg Perkutut Kav Angguran RT.03 RW.17 Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo;
3. Bahwa hubungan Penggugat dengan Tergugat, hidup harmonis atau rukun, kadang terjadi perselisihan namun masih bisa diselesaikan;
4. Bahwa dalam perkawinan Penggugat dengan Tergugat dikaruniai 2 (dua) anak yang masing-masing bernama :
- ANAK 1, laki-laki lahir pada tanggal 29 Maret 2008 (umur 12 tahun) - ANAK 2, perempuan lahir pada tanggal 16 Maret 2013 (umur 7 tahun);
5. Bahwa kedua anak Penggugat dengan Tergugat tersebut saat ini berada dalam asuhan Penggugat;
6. Bahwa puncak perselisihan antara Penggugat dengan Tergugat terjadi pada tahun 2017;
7. Bahwa antara Penggugat dengan Tergugat sudah pisah rumah sejak awal bulan Oktober 2020;
8. Bahwa perselisihan terjadi akibat :
a. Penggugat sering dibohongi atau tidak terbuka tentang keuangan, misalnya hutang piutang antara Tergugat dengan pihak Bank.
b. Bahwa Penggugat dengan Tergugat pernah bersama-sama mengajukan pinjaman kepada BPR Syari’ah Daya Artha Mentari Pasuruan sebesar Rp60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah) dengan debitur atas nama Penggugat, dengan kesepakatan Tergugatlah yang membayar angsuran tiap bulannya, akan tetapi pada kenyataannya Tergugat lalai atas kewajibannya dan akibatnya pihak bank menagih ke Penggugat, sehingga membuat Penggugat marah;
c. Bahwa selain di BPR Syari’ah Daya Artha Mentari Pasuruan, Tergugat juga sering mengajukan pinjaman ke bank-bank yang lain, akan tetapi
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 3 dari 18 hal. Put. Nomor 1716/Pdt.G/2020/PA.Pas
Penggugat tidak mengetahui tentang pinjaman tersebut, dan ujung- ujungnya pihak bank menagih kepada Penggugat.
d. Tergugat juga sering menjual sepeda motor tanpa sepengetahuan Penggugat;
e. Bahwa sejak tahun 2016 sampai bulan September 2019, Penggugat sering merasa kurang dalam menerima nafkah dari Tergugat, dengan kata lain, Tergugat kadang memberi nafkah, kadang juga tidak, atau bahkan kurang (kadang Rp200.000,00 perbulan);
f. Penggugat untuk memenuhi kebutuhan keluarga, selain menjadi guru juga bekerja sebagai penjual produk-produk online;
g. Bahwa Penggugat merasa kalau Tergugat sudah tidak ada perhatian dan komunikasi lagi terhadap Penggugat. Hal ini terjadi pada bulan Oktober 2016, saat itu Penggugat mengalami musibah kecelakaan, sedangkan Tergugat waktu itu sedang berada di Madiun untuk bekerja, akan tetapi yang membuat Penggugat sangat kecewa adalah Tergugat tidak langsung pulang ke Pasuruan untuk melihat keadaan Penggugat, akan tetapi Tergugat baru pulang ke Pasuruan 2 (dua) Minggu setelah terjadinya kecelakaan tersebut;
h. Bahwa Tergugat jarang berkomunikasi dengan Penggugat, baik secara langsung (ketika pulang ke rumah) atau melalui telepon;
9. Bahwa Penggugat seringkali memberikan kesempatan atau bahkan memaafkan sikap Tergugat agar Tergugat dapat merubah sikapnya, akan tetapi pada kenyataannya Tergugat tidak mau berubah, sehingga rasa cinta dan sayang Penggugat kepada Tergugat sudah tidak ada lagi;
10. Bahwa Penggugat sebagai seorang istri ingin sekali mendapat perhatian dari suami, akan tetapi dengan sikap Tergugat seperti itu, Penggugat sudah tidak sanggup lagi membina rumah tangga dengan Tergugat, karena seringnya terjadi perselisihan sehingga mengakibatkan rumah tangga Penggugat dengan Tergugat tidak ada kebahagian lahir dan batin dan tidak ada harapan untuk membina rumah tangga;
11. Bahwa orang tua pernah mendamaikan dan merukunkan antara Penggugat dengan Tergugat, akan tetapi tidak berhasil.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 4 dari 18 hal. Put. Nomor 1716/Pdt.G/2020/PA.Pas
12. Bahwa atas dasar uraian di atas, gugatan ini telah memenuhi alasan perceraian sebagaimana diatur dalam pasal 19 huruf f Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nommor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo. Kompilasi Hukum Islam Pasal 116 huruf f;
13. Bahwa oleh karena kedua anak hasil perkawinan Penggugat dengan Tergugat tersebut di atas berada dalam asuhan Penggugat dan masih dibawah umur, maka Penggugat mohon ditetapkan sebagai pemegang hak hadhanah ( pemeliharaan) atas anak hasil perkawinan antara Penggugat dengan Tergugat tersebut di atas;
14. Bahwa oleh karena anak Penggugat dengan Tergugat tersebut di atas nantinya dalam asuhan Penggugat, maka segala biaya pemeliharaan anak dan biaya pendidikannya ditanggung oleh Tergu gat setiap bulannya sejumlah Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah) sampai anak-anak tersebut dewasa atau berumur 21 tahun ;
Berdasarkan hal-hal serta alasan-alasan yang telah diuraikan di atas, selanjutnya Pemohon mohon dengan hormat kepada Ketua Pengadilan Agama Pasuruan dan atau Yang Terhormat Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk berkenan menjatuhkan putusan yang amarnya sebagai berikut:
1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya ;
2. Menyatakan perkawinan antara Penggugat dengan Tergugat yang tecatat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, sesuai Akta Nikah Nomor :126/37/VI/2007, putus karena perceraian;
3. Menyatakan :
- ANAK 1, laki-laki, lahir pada tanggal 29 Maret 2008 (umur 12 tahun) - ANAK 2, perempuan, lahir pada tanggal 16 Maret 2013 (umur 7 tahun) hak asuh anak / penguasaan ada pada Penggugat;
4. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya hadhanah (nafkah anak) tersebut kepada Penggugat setiap bulan minimal sejumlah Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah) sampai anak tersebut dewasa atau berumur 21 tahun;
5. Membebankan biaya perkara menurut hukum.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 5 dari 18 hal. Put. Nomor 1716/Pdt.G/2020/PA.Pas
Atau bilamana Ketua Pengadilan Agama Pasuruan atau Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono) ;
Bahwa pada hari-hari persidangan yang telah ditetapkan, Penggugat dan Tergugat hadir sendiri di persidangan ;
Bahwa majelis hakim telah berusaha mendamaikan Penggugat dengan Tergugat, namun tidak berhasil ;
Bahwa majelis hakim telah memerintahkan Penggugat dan Tergugat untuk melakukan mediasi dan kedua belah tersebut telah memilih seorang mediator Pengadilan Agama Pasuruan bernama Drs. Muhamad Solikhan, M.H.
sebagai mediator ;
Bahwa berdasarkan laporan hasil mediasi tanggal 8 Desember 2020 mediasi dinyatakan tidak berhasil ;
Bahwa selanjutnya dibacakan surat gugatan Penggugat yang isinya tetap dipertahankan oleh Penggugat dengan perubahan pada tempat tinggal (alamat) Tergugat sebagaimana termuat dalam berita acara sidang ;
Bahwa atas dalil-dalil gugatan Penggugat tersebut, Tergugat menyampaikan jawaban secara tertulis bertanggal 22 Desember 2020 yang pada pokoknya mengakui dan membenarkan seluruh dalil-dalil gugatan Penggugat kecuali yang dibantah atau diakui secara klausula pada poin-poin sebagai berikut :
1. Terhadap poin nomor 8.a memang benar dan saya akui, namun sejak tahun 2018 sudah tidak pernah meminjam lagi;
2. Terhadap poin nomor 8.b memang benar saya pernah lalai membayar angsuran tersebut, akan tetapi masalah sudah dirundingkan dengan pihak BPR dan sudah disetujui dengan diturunkannya nilai angsuran dan untuk angsuran perbulannya sudah diserahkan ke Penggugat setiap bulannya setelah terima uang gaji. Memang ada yang belum terbayarkan pada saat pandemi ini dan Penggugat mengetahuinya;
3. Terhadap poin nomor 8.c sama dengan jawaban pada poin nomor 8.a;
4. Terhadap poin nomor 8.d saya tidak pernah menjual sepeda motor namun saya gadaikan dan tidak saya tebus. Pada saat menggadaikan memang
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 6 dari 18 hal. Put. Nomor 1716/Pdt.G/2020/PA.Pas
saya tidak memberitahukan ke Penggugat akan tetapi saya sudah mengakui ke Penggugat pada tahun 2018;
5. Terhadap poin nomor 8.e saya tidak pernah member naflah Rp200.000,00 (dua ratus ribu rupiah) perbulan, akan tetapi uang yang diberikan kepada Penggugat setelah dikurangi pinjaman bank sisanya mungkin Rp200.000,00 (dua ratus ribu rupiah);
6. Terhadap poin nomor 8.f benar;
7. Terhadap poin nomor 8.g memang benar saat itu saya tidak bisa langsung pulang dikarenakan ada tugas, akan tetapi sudah ada komunikasi lewat telpon kalau gak bisa pulang;
8. Terhadap poin nomor 8.h memang saya akui saya kurang komunikasi dengan Pengguga bukan berarti tidak melakukan sama sekali karena memang saya tipikal ngomong seadanya saja;
9. Terhadap poin nomor 9 saya sudah merubah sikap saya contohnya sudah tidak pernah lagi hutang kesana-kemari;
10. Terhadap poin nomor 11 orang tua sudah mendamaikan dan selama setahun lebih belakangan ini tidak ada masalah apa-apa. Tetapi sejak ada kejadian kehilangan sepeda motor di rumah masalah dan perselisihan itu timbul kembali dan irang tua Penggugat dan saudara Penggugat tidak menginginkan adanya perceraian;
11. Terhadap poin nomor 12 Tergugat tidak menginginkan perceraian mengingat Tergugat masih cinta dan syang dengan keutuhan keluarga, mengingat pereceraian akan mengorbankan kondisi psikologi anak;
12. Terhadap poin nomor 13 Tergugat tidak pernah sedikitpun berkata kasar kepada Penggugat. Tidak pernah melakukan kekerasan dalam rumah tangga;
Berdasarkan jawaban yang telah diuraikan di atas, Tergugat mohon dengan hormat kepada Ketua Pemngadilan Agama Pasuruan dan/atau majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar berkenan menjatuhkan putusan yang amarnya sebagai berikut :
1. Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya karena Tergugat dan seluruh keluarga masih menginginkan keutuhan rumah tangga;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 7 dari 18 hal. Put. Nomor 1716/Pdt.G/2020/PA.Pas
2. Membebankan biaya perkara menurut hukum kepada Tergugat;
Bilamana Ketua Pemngadilan Agama Pasuruan dan/atau majelis hakim yang memeriksa perkara ini berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex auquo at bono);
Bahwa atas jawaban tersebut, Penggugat menyampaikan replik secara tertulis bertanggal 7 Januari 2021 sebagai berikut :
1. Bahwa dalam jawaban nomor 8.a memang betul Tergugat tidak melakukan pinjaman lagi dikarenakan sudah di black-list oleh semua instansi perbankan;
2. Bahwa dalam jawaban nomor 8.b adalah tidak benar jika Tergugat melakukan perundingan dengan pihak bank. Fakta yang sebenarnya adalah pihak bank yang selalu menagih ke rumah dan pada saat pandemic memang ada beberapa angsuran yang belum terbayarkan. Akan tetapi Penggugat minta ke pihak bank untuk menurunkan nilai angsuran dan disetujui oleh pihak bank;
3. Bahwa dalam jawaban nomor 8.d adalah tidak benar jika sepeda motor tersebut digadaikan. Akan tetapi yang benar adalah sepeda motor tersebut dijual, buktinya sepeda motor tersebut tidak pernah kembali lagi;
4. Bahwa dalam jawaban nomor 8.e fakta yang sebenarnya adalah sesuai perjanjian (secara Lisan) Tergugat seharusnya member uang nafkah sejumlah Rp300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah) perbulan. Akan tetapi pada kenyataannya Tergugat kadang memberikan sejumlah Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah), kadang juga sejumlah Rp200.000,00 (dua ratus ribu rupiah) setelah dikurangi pembayaran angsuran di bank;
5. Bahwa dalam jawaban nomor 8.g, pada saat Penggugat mengalami musibah kecelakaan. Tidak benar jika Tergugat tidak pulang karena ada tugas. Fakta yang sebenarnya adalah Tergugat tidak punya uang untuk pulang, padahal di sana (di Madiun) Tergugat punya saudara. Seharusnya Tergugat bisa pinjam dulu untuk ongkos pulang guna menjenguk Penggugat yang mengalami musibah kecelakaan. Sikap Tergugat tersebut menunjukkan bahwa Tergugat tidak ada rasa perhatian dan rasa tanggung jawab terhadap Penggugat;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 8 dari 18 hal. Put. Nomor 1716/Pdt.G/2020/PA.Pas
6. Bahwa dalam jawaban nomor 8.h, Penggugat menginginkan Tergugat untuk selalu berkomunikasi baik secara langsung di rumah maupun tidak, Penggugat tidak mau jika Tergugat ngomong seadanya karena rumah tangga tidak akan bisa harmonis jika tidak ada komunikasi sama sekali;
7. Bahwa dalam jawaban nomor 9 tentang perubahan sikap, memang benar Tergugat sudah tidak lagi hutang kesana-kemari, akan tetapi untuk sikap yang lain seperti tidak perhatian dan komunikasi dengan keluarga masih tetap dilakukan oleh Tergugat;
8. Bahwa dalam jawaban nomor 11, pada tahun 2018 Penggugat hampir saja mengajukan gugatan cerai terhadap Tergugat, namun niat tersebut Penggugat urungkan dengan tujuan untuk member kesempatan kepada Tergugat agar merubah sikapnya. Akan tetapi pada kenyataannyabTergugat tetap saja tidak ada perubahan sampai sekarang;
9. Bahwa dalam jawaban nomor 12, seakan-akan Tergugat mengkhawatirkan kondisi anak-anak Penggugat dan Tergugat, padahal itu tidak benar. Itu hanya alibi Tergugat saja. Jika Tergugat memang mengkhawatirkan kondisi psikologis anak-anak, seharusnya Tergugat sejak dulu harus menunjukkan sikap perhatian kepada anak-anak. Namun pada kenyataannya tidak seperti itu. Kemudian jika memang Tergugat masih cinta dan sayang kepada Penggugat, maka Tergugat seharusnya merubah sikapnya kepada Penggugat. Akan tetapi pada kenyataannya pula Tergugat tidak dapat merunah sikapnya tersebut;
10. Bahwa dalam jawaban nomor 13, memang benar Tergugat tidak pernah melakukan kekerasan secara fisik dan tidak pernah berkata kasar, akan tetapi secara tidak sadar Tergugat telah melakukan kekerasan secara batiniyah terhadap Penggugat. Padahal dalam Islam, kekerasan batin terhadap perempuan (dalam Islam dikenal dengan istilah Adhal) sangat dilarang;
11. Bahwa dalam jawaban yang Tergugat uraikan pada umumnya Tergugat telah mengakui semua dalil-dalil gugatan yang diajukan oleh Penggugat dan pengakuan tersebut merupakan suatu bukti yang sempurna sesuai dengan Pasal 1925 KUHPerdata “Pengakuan yang diberikan dihadapan hakim
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 9 dari 18 hal. Put. Nomor 1716/Pdt.G/2020/PA.Pas
merupakan suatu bukti yang sempurna terhadap orang yang telah memberikannya, baik sendiri maupun dengan perantaraan seseorang yang diberi kuasa khusus untuk itu”. Maka sudah sepantasnya gugatan Penggugat dikabulkan;
Maka berdasarkan segala uraian di atas, ketua majelis hakim beserta anggota pemeriksa perkara ini agar berkenan menjatuhkan putusan yang amarnya sebagai berikut :
1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya ; 2. Menerima replik untuk seluruhnya ;
3. Menolak jawaban/bantahan Tergugat untuk seluruhnya ;
4. Menyatakan perkawinan antara Penggugat dengan Tergugat yang tecatat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, sesuai Akta Nikah Nomor :126/37/VI/2007, putus karena perceraian;
5. Menyatakan :
- ANAK 1, laki-laki, lahir pada tanggal 29 Maret 2008 (umur 12 tahun) - ANAK 2, perempuan, lahir pada tanggal 16 Maret 2013 (umur 7 tahun) hak asuh anak / penguasaan ada pada Penggugat;
6. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya hadhanah (nafkah anak) tersebut kepada Penggugat setiap bulan minimal sejumlah Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah) sampai anak tersebut dewasa atau berumur 21 tahun;
7. Membebankan biaya perkara menurut hukum;
Atau bilamana Ketua Pengadilan Agama Pasuruan atau Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono) ;
Bahwa atas replik tersebut, Tergugat tidak menyampaikan duplik ; Bahwa untuk meneguhkan dalil-dalil gugatannya, Penggugat mengajukan alat bukti surat berupa :
1. fotokopi Kutipan Akta Nikah Nomor : 126/37/VI/2007 tanggal 27 Juni 2007 yang dikeluarkan oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, telah sesuai dengan aslinya dan bermeterai cukup, diberi tanda (P.1) ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 10 dari 18 hal. Put. Nomor 1716/Pdt.G/2020/PA.Pas
2. fotokopi Kutipan Akta Kelahiran nomor : 906/2008 tanggal 20 April 2008 atas nama ANAK 1, laki-laki, lahir di Madiun pada tanggal 29 Maret 2008 yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Keluarga Berencana, Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Madiun, telah sesuai dengan aslinya dan bermeterai cukup, diberi tanda (P.2) ;
3. fotokopi Kutipan Akta Kelahiran nomor : AL 7710218481 tanggal 15 April 2013 atas nama ANAK 2, perempuan, lahir di Pasuruan pada tanggal 16 Maret 2013 yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pasuruan, telah sesuai dengan aslinya dan bermeterai cukup, diberi tanda (P.3) ;
Bahwa selain bukti surat tersebut di atas, Penggugat juga telah mengajukan 2 (dua) orang saksi sebagai berikut :
1. SAKSI 1, umur 33 tahun, agama Islam, pekerjaan swasta, tempat tinggal di Kabupaten Pasuruan, telah memberikan keterangan dibawah sumpahnya yang pada pokoknya adalah sebagai berikut :
Bahwa saksi mengenal Penggugat dan Tergugat karena saksi adalah tetangga Penggugat ;
Bahwa saksi mengetahui Penggugat dengan Tergugat adalah suami istri yang telah menikah sekitar 13 tahun yang lalu kemudian mereka berdua bertempattinggal di rumah orangtua Penggugat dan telah dikaruniai 2 (dua) orang anak bernama ANAK 1, laki-laki, umur ± 12 tahun dan ANAK 2, perempuan, umur 7 tahun, keduanya diasuh oleh Penggugat sekarang ;
Bahwa saksi mengetahui semula rumah tangga Penggugat dan Tergugat rukun dan harmonis. Namun sejak kurang lebih 3 (tiga) tahun yang lalu saksi sering melihat Penggugat bertengkar dengan Tergugat namun saksi tidak mengetahui penyebab pertengkaran tersebut ;
Bahwa saksi mengetahui sejak kurang lebih 4 (empat) bulan yang lalu Tergugat telah pergi meninggalkan Penggugat dan tidak pernah kembali lagi ke rumah orang tua Penggugat ;
Bahwa saksi mengetahui Tergugat bekerja sebagai sales kompor di Probolinggo, namun saksi tidak mengetahui penghasilan Tergugat ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 11 dari 18 hal. Put. Nomor 1716/Pdt.G/2020/PA.Pas
2. SAKSI 2, umur 45 tahun, agama Islam, pekerjaan wiraswasta, tempat tinggal di Kabupaten Pasuruan, telah memberikan keterangan dibawah sumpah yang pada pokoknya adalah sebagai berikut :
Bahwa saksi mengenal Penggugat dan Tergugat karena saksi adalah teman Penggugat ;
Bahwa saksi mengetahui Penggugat dengan Tergugat adalah suami istri yang telah menikah sekitar 13 tahun yang lalu kemudian mereka berdua bertempattinggal di rumah orangtua Penggugat dan telah dikaruniai 2 (dua) orang anak yang semuanya sekarang diasuh oleh Penggugat ;
Bahwa saksi mengetahui sejak kurang lebih 4 (empat) bulan yang lalu Tergugat telah pergi meninggalkan Penggugat dan tidak pernah kembali lagi ke rumah orang tua Penggugat, namun saksi tidak mengetahui penyebab kepergian Tergugat tersebut ;
Bahwa terhadap keterangan saksi-saksi tersebut, Penggugat tidak keberatan dan membenarkannya ;
Bahwa Penggugat menyampaikan kesimpulan tertulis tanggal 18 Januari 2021 yang pada pokoknya tetap pada gugatannya sebagaimana terurai secara rinci dalam berita acara siding ;
Bahwa Penggugat menyatakan tidak mengajukan apapun lagi dan mohon putusan ;
Bahwa untuk melengkapi uraian putusan ini, majelis hakim perlu menunjuk berita acara persidangan perkara ini sebagai bagian dari putusan ini;
PERTIMBANGAN HUKUM
Menimbang, bahwa maksud dan tujuan gugatan Penggugat sebagaimana tersebut di atas ;
Menimbang, bahwa oleh karena upaya perdamaian antara Penggugat dan Tergugat yang dilakukan oleh majelis hakim dalam persidangan tidak berhasil serta upaya mediasi yang dilakukan oleh mediator bernama Drs.
Muhamad Solikhan, M.H., sebagaimana laporan hasil mediasi Nomor : 1716/Pdt.G/2020/PA.Pas tanggal 8 Desember 2020, juga tidak berhasil, maka
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 12 dari 18 hal. Put. Nomor 1716/Pdt.G/2020/PA.Pas
majelis hakim melanjutkan pemeriksaan pada pokok perkara dalam perkara a quo ;
Menimbang, bahwa oleh karena Penggugat tetap mempertahankan dalil- dalil gugatannya dengan perubahan pada tempat tinggal (alamat) Tergugat dan Tergugat membantah dan mengakui secara klausula dalil-dalil gugatan Penggugat poin nomor 8, 11, 12 dan 13, maka berdasarkan Pasal 163 HIR baik Penggugat maupun Tergugat harus dapat membuktikan dalil-dalil gugatan serta bantahan dan pengakuan klausulanya tersebut ;
Menimbang, bahwa bukti surat P.1, P.2 dan P.3 yang diajukan oleh Penggugat merupakan acta ambtelijk yang telah memenuhi ketentuan Pasal 1868 BW, maka majelis hakim dapat menerima surat P.1, P.2 dan P.3 tersebut sebagai alat bukti dalam perkara ini ;
Menimbang, bahwa saksi-saksi yang diajukan oleh Penggugat telah memenuhi syarat-syarat formil maupun materiil sebagaimana ketentuan Pasal 145 ayat (1) HIR, maka majelis hakim berpendapat dapat menerima saksi-saksi Penggugat tersebut serta dapat didengar keterangannya ;
Menimbang, bahwa berdasarkan bukti P.1 tersebut telah terbukti bahwa antara Penggugat dan Tergugat telah terikat dalam perkawinan yang sah, maka Penggugat dan Tergugat adalah pihak-pihak yang sah sebagai subyek hukum dalam perkara ini sesuai Pasal 7 (1) Kompilasi Hukum Islam ;
Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi Penggugat telah terbukti bahwa telah terjadi perselisihan dan pertengkaran secara terus menerus sejak ± 3 (tiga) tahun yang lalu antara Penggugat dengan Tergugat hingga akhirnya menyebabkan perpisahan tempat tinggal antara Penggugat dengan Tergugat selama ± 4 (empat) bulan lamanya ;
Menimbang, bahwa meskipun saksi-saksi Penggugat hanya mengetahui pertengkaran dan perpisahan tempat tinggal antara Penggugat dengan Tergugat tanpa mengetahui penyebabnya namun dalam sengketa perkawinan cukup dibuktikan adanya keretakan/pecahnya rumah tangga antara suami istri sebagai akibat hukum (rechts gevoig) serta tidak mungkin disatukannya kembali tanpa melihat sebab-sebab/alasan-alasan hukum (vreem de oorzaak), sebagaimana yurisprudensi Mahkamah Agung RI Nomor 299 K/AG/2003
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 13 dari 18 hal. Put. Nomor 1716/Pdt.G/2020/PA.Pas
tanggal 8 Juni 2005 dan oleh karenanya maka majelis hakim dapat menerima keterangan saksi-saksi tersebut ;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut majelis hakim berpendapat bahwa dalil-dalil gugatan Penggugat telah terbukti dan oleh karenanya maka gugatan Penggugat tersebut sudah beralasan hukum sesuai dengan penjelasan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo. Pasal 19 huruf f Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo. pasal 116 huruf f Kompilasi Hukum Islam ;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut di atas majelis hakim berpendapat bahwa perkawinan Penggugat dengan Tergugat sudah pecah (broken marriage) serta sulit untuk disatukan lagi dalam sebuah rumah tangga yang harmonis bahkan akhirnya menyebabkan perpisahan tempat tinggal antara Penggugat dengan Tergugat selama ± 4 (empat) bulan lamanya.
Dengan demikian majelis hakim berpendapat gugatan Penggugat patut untuk dikabulkan;
Menimbang, bahwa berdasarkan bukti P.2 dan P.3 tersebut serta keterangan saksi-saksi Penggugat telah terbukti bahwa dari perkawinannya tersebut, Penggugat dengan Tergugat telah dikaruniai 2 (dua) orang anak yang bernama ANAK 1 (laki-laki, lahir di Madiun pada tanggal 29 Maret 2008) dan ANAK 2 (perempuan, lahir di Pasuruan pada tanggal 16 Maret 2013) yang salah satunya masih belum mumayiz serta keduanya masih belum dewasa/mandiri (umur 21 tahun) dan masih membutuhkan biaya penghidupan (konsumsi), pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya agar kedua anak tersebut dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaannya ;
Menimbang, bahwa dalam masalah sengketa pengasuhan/pemeliharan (hadlanah) anak, Rasulullah saw juga bersabda :
ىأ ةأزها ثءاج
ٔلإ لْسر الله
ّٔلص الله
َ٘لع نلسّ
، جلاقف
َل : اٗ
لْسر الله
، ىإ
ٌٖبا اذُ
ىاك
ٌٖطب
،ًءاعَّل
ٖٗدثّ
ًءاقسَل
ٕزج ِحّ
َل
،ءاْح ىإّ
ٍابأ
ٌٖقّلط دارأّ
ىأ
َعشخٌٗ
،ٌٖه لاقف :
« جًأ قحأ
َب اه نل
ٖحكٌح
» (
ٍاّر
ْبأ دّاد
ٖقِ٘بلاّ
نكاحلاّ
ححصّ
ٍداٌسإ .)
“Ada seorang ibu datang dan bertanya kepada Rasulullah saw seraya berkata : Wahai Rasulullah ! (bagaimana hukum tentang hadlonah anakku ini ?) padahal sesungguhnya akulah yang mengandung (melahirkan) anakku, air susukulah yang diminumnya dan akulah yang
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 14 dari 18 hal. Put. Nomor 1716/Pdt.G/2020/PA.Pas merawat dan membesarkannya, sedangkan bapaknya (suamiku) telah menceraikanku dan berusaha memisahkannya dariku. Beliau menjawab : “Sesungguhnya kamulah yang lebih berhak mengasuhnya daripada bapaknya (mantan suamimu) selama kamu belum menikah lagi”. (HR. Abu Dawud, Baihaki dan Hakim)
Menimbang, bahwa para pakar hukum Islam (fuqaha’) juga lebih mengedepankan ibu atau pihak perempuan untuk mengasuh anak-anaknya daripada bapak atau pihak laki-laki, sebagaimana dikutip oleh DR. Wahbah Zuhaili dalam kitabnya al Fiqh al Islam wa Adillatuh fi as Syariat al Islamiyat :
مدق ءاِقفلا يضاْحلا يِضعب
ٔلع ضعب بسحب تحلصه
،ىْضحولا اْلعجف
داًلإا ق٘لأ
؛تًاضحلاب يًِلأ
،قفشأ
ٓدُأّ
ٔلإ
،ت٘بزخلا زبصأّ
ٔلع ما٘قلا
،اِب دشأّ
تهسلاه لافطلأل
“Demi kepentingan anak, para pakar hukum Islam (fuqaha’) lebih mengedepankan (memberikan kepada) pihak perempuan daripada pihak laki-laki dalam pemeliharaan anak- anaknya, karena perempuan lebih sayang, lebih mendidik, lebih sabar dan lebih banyak waktunya untuk mendampingi anak-anaknya”.
Menimbang, bahwa meskipun anak pertama Penggugat dengan Tergugat yang bernama ANAK 1 (laki-laki, lahir di Madiun pada tanggal 29 Maret 2008) sudah mumayiz, yang menurut Pasal 105 ayat (2) jo. Pasal 156 huruf b Kompilasi Hukum Islam hak asuhnya diserahkan kepada anak tersebut, namun oleh karena anak tersebut selama ini sudah hidup nyaman dan bahagia dengan Penggugat, apalagi Tergugat bekerja di luar kota dan tidak menyatakan kehendaknya untuk mengasuh kedua anak tersebut, maka untuk memberikan kepastian hukum serta menjamin kehidupan anak tersebut majelis hakim menetapkan hak asuh anak pertama tersebut kepada Penggugat ;
Menimbang, bahwa oleh karena anak kedua Penggugat dengan Tergugat yang bernama ANAK 2 (perempuan, lahir di Pasuruan pada tanggal 16 Maret 2013) belum mumayiz serta berjenis kelamin perempuan, maka berdasarkan Pasal 105 ayat (1) jo. Pasal 156 huruf e Kompilasi Hukum Islam serta secara psikologis Penggugat lebih dapat memahami anak tersebut dalam masalah- masalah keperempuanan (kewanitaan)nya yang akan dihadapinya di masa- masa perkembangannya ke depan daripada Tergugat, majelis hakim menetapkan juga hak asuh anak kedua tersebut kepada Penggugat ;
Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi Penggugat telah terbukti bahwa Tergugat bekerja sebagai sales di perusahaan penjualan kompor yang mempunyai penghasilan tetap perbulan ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 15 dari 18 hal. Put. Nomor 1716/Pdt.G/2020/PA.Pas
Menimbang, bahwa di dalam surat al-Baqoroh ayat 233 terdapat ketentuan sebagai berikut :
“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.
Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan”..
Menimbang, bahwa dengan mempertimbangkan unsur-unsur sebagai berikut; pertama, kelayakan dan/atau kepatutan serta kemampuan Tergugat yang bekerja sebagai sales perusahaan penjualan kompor dengan penghasilan tetap perbulan. Kedua, kebutuhan riil kedua anak tersebut yang meliputi kebutuhan hidup, tumbuh dan berkembang anak sehari-hari diluar biaya pendidikan dan kesehatan. Ketiga, berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor : 188/568/KPTS/013/2019 tanggal 23 November 2019 Angka Kelayakan Hidup (AKH) Kabupaten Pasuruan yang mengacu pada Upah Minimum Kabupaten (UMK) Pasuruan Tahun 2020 adalah sebesar Rp4.190.133,00 (empat juta seratus sembilan puluh ribu seratus tiga puluh tiga rupiah). Keempat, Penggugat sendiri juga masih mempunyai penghasilan tetap sebagai guru honorer, maka berdasarkan ketentuan dalam al Qur-an tersebut serta Pasal 20 Bab IV Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo. Pasal 45 Bab X Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, majelis hakim menetapkan besaran nafkah untuk kedua anak tersebut sejumlah Rp1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah) perbulan dengan kenaikan 10% setiap tahunnya diluar biaya pendidikan dan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 16 dari 18 hal. Put. Nomor 1716/Pdt.G/2020/PA.Pas
kesehatan sebagaimana ketentuan Surat Edaran Mahkamah Agung RI. Nomor 03 Tahun 2015 tanggal 29 Desember 2015 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2015 Sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas Bagi Pengadilan ;
Menimbang, bahwa oleh karena perkara ini termasuk bidang perkawinan, maka sesuai ketentuan Pasal 89 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama yang telah diubah kedua kalinya dengan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009, biaya perkara dibebankan kepada Penggugat ;
Menimbang, bahwa untuk mempersingkat uraian putusan ini, majelis hakim menunjuk berita acara persidangan ini sebagai bagian yang tak terpisahkan dari putusan ini ;
Mengingat segala ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan hukum syara' yang berkaitan dengan perkara ini ;
M E N G A D I L I 1. Mengabulkan gugatan Penggugat ;
2. Menjatuhkan talak satu ba’in sughra Tergugat (TERGUGAT) terhadap Penggugat (PENGGUGAT) ;
3. Menetapkan kedua anak bernama ANAK 1 (laki-laki, lahir di Madiun pada tanggal 29 Maret 2008) dan ANAK 2 (perempuan, lahir di Pasuruan pada tanggal 16 Maret 2013) dibawah hadlanah (pemeliharaan) Penggugat ; 4. Menghukum Tergugat untuk memberikan nafkah kepada Penggugat untuk
kedua anaknya tersebut sejumlah Rp1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah) setiap bulan dengan kenaikan 10% pertahunnya diluar biaya pendidikan dan kesehatan sampai kedua anak tersebut dewasa/mandiri (umur 21 tahun) ;
5. Membebankan kepada Penggugat membayar biaya perkara sejumlah Rp.648.000,00 (enam ratus empat puluh delapan ribu rupiah) ;
Demikian diputuskan dalam sidang permusyawaratan pada hari Selasa tanggal 19 Januari 2021 Masehi bertepatan dengan tanggal 6 Jumadil Akhir 1441 Hijriyah oleh kami Muslich, S.Ag., M.H. sebagai Ketua Majelis, Drs. H.
Urip, M.H. dan Abdul Mustopa, S.HI., M.HI. masing-masing sebagai hakim
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 17 dari 18 hal. Put. Nomor 1716/Pdt.G/2020/PA.Pas
anggota, dengan didampingi oleh Ila Pujiastuti, S.H.I sebagai Panitera Pengganti, dan dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum dengan dihadiri oleh Penggugat diluar hadirnya Tergugat ;
Ketua Majelis,
Muslich, S.Ag., M.H.
Hakim anggota Hakim anggota
Drs. H. Urip, M.H. Abdul Mustopa, S.HI., M.HI.
Panitera Pengganti,
Ila Pujiastuti, S.H.I
Rincian Biaya Perkara :
1. Pendaftaran Rp 30.000,00 2. Proses Rp 75.000,00 3. Panggilan Rp 524.000,00 4. Meterai Rp 9.000,00 5. Redaksi Rp 10.000,00 Jumlah Rp 648.000,00
(enam ratus empat puluh delapan ribu rupiah)
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17