• Tidak ada hasil yang ditemukan

Berbagai Jenis Rancangan Percobaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Berbagai Jenis Rancangan Percobaan"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Berbagai Jenis Rancangan Percobaan

• jenis-jenis rancangan percobaan dapat

digolongkan/ dikelompokkan berdasarkan

rancangan dasar/lingkungan dengan

(3)

Jenis rancangan percobaan

Rancangan Acak Lengkap (RAL)

• Diterapkan pada percobaan yang

dilakukan pada lingkungan homogen (atau

dapat dianggap homogen), Perlu

Dijelaskan disini bahwa yang disebut

"lingkungan” adalah faktor-faktor lain diluar

faktor yang sedang diteliti.

• Dalam percobaan RAL setiap unit

(4)

Rancangan Acak Kelompok (RAK)

• Diterapkan pada percobaan yang dilakukan

pada lingkungan tidak homogen (heterogen),

misalnya percobaan-percobaan yang

dilaksanakan di lapangan, dimana terdapat 1

sumber keragaman diluar faktor penelitian.

Dalam percobaan RAK setiap unit

(5)

Eka Arah

(One way classification)

→ 1 sumber keragaman, yaitu

perlakuan

KLASIFIKASI

(disamping pengaruh galat / acak)

Banyak Arah

(Multi way classification)

→ lebih dari 1 sumber keragaman

(disamping pengaruh galat / acak)

Eka Arah

→ - Rancangan Acak Lengkap

Banyak Arah

→ -

Rancangan Acak Kelompok

- Rancangan Bujursangkar Latin

(6)

RANCANGAN ACAK KELOMPOK

Dipergunakan bila:

( I ). Media atau bahan percobaan tidak seragam

(tidak dapat dianggap seragam) → perlu

dikelompokkan

( II ). Terdapat 2 sumber keragaman :

a. media / tempat, bahan / materi percobaan

berbeda

b. perlakuan yang diberikan

- (selain pengaruh acak)

(7)

CONTOH: Klasifikasi Banyak Arah →

( I ). Percobaan padi, petak-petak percobaan pada ketinggian tak sama: - Perlakuan: 6 macam → keadaannya tidak sama - ulangan : 5 → diperlukan 5 petak (pada ketinggian yang tidak sama) Terdapat 2 perbedaan, yaitu perlakuan & keadaan petak

( II ). Percobaan dengan ternak babi:

- perlakuan: 4 macamdiperlukan 24 ekor anak babi

- ulangan: 6 kali → (yang tersedia 6 induk masing-

masing dengan 4 anak)

Terdapat 2 perbedaan, yaitu perlakuan & induk babi

(8)

Model umum matematika untuk R.A.K.:

Y

ij

=

μ

+

ז

i

+

β

j

+

ε

ij

Pengaruh Perlakuan ke i Nilai

tengah umum

Pengaruh Kelompok ke j

Nilai pengamatan pada Perlakuan ke i kelompok ke j

Pengaruh acak pada perlakuan ke i kelompok ke j

(9)

ULANGAN PADA RAK

:

-

Ulangan pada RAK sebenarnya juga merupakan kelompok dari RAK

- Besar ulangan minimal untuk RAK:

derajat bebas Galat ≥ 15.

( t -1) (n -1) ≥ 15 → t = banyaknya perlakuan n = banyaknya ulangan

Misalnya banyaknya perlakuan = 4, maka ulangan minimal yang diperlukan: (4 -1) (n -1) ≥ 15

(10)

Cara pengacakan pada R.A.K.

Misalkan: Perlakuan: A, B, C, D, E dan F 24 unit percobaan

Ulangan (sebagai kelompok) 4 kali

dilakukan pengacakan

C F A E D B

A D B E F C

F B E C D A

D F A B C E

I

II

III

(11)

PENGOLAHAN

DATA dan SIDIK RAGAM

CONTOH:

Percobaan dengan ternak babi, yang mendapat perlakuan 4 macam ransum pakan (perlakuan P, Q, R dan S) dan ulangan 6 kali, hasil pengamatan pertambahan bobot badan sbb:

(Ulangan 6 kali, karena diperoleh anak2 babi dari induk2 yang berbeda → 6 induk babi, masing2 dengan 4 anak )

Perla-kuan

Induk (Kelompok / Blok) 1 2 3 4 5 6

Total P

Q R S

Yp1 Yp2 . . .

Yp6

Y21 Y22 Y26 Y31 Y32 Y36 Y41 Y42 Y46

Yp.

Y2.

Y3.

Y4.

(12)

Hasil pengamatan pertambahan berat badan yang Y1 2 = menerima perlakuan ransum ke1 dan kelompok /

induk ke 2

Model umum matematikanya:

Pertambahan bobot badan

pada perlakuan ransum ke i pengaruh kelompok / dan kelompok / induk ke j induk ke j

Y

i j = μ +

ז

i + β j +

ε

i j i = 1, 2, 3, 4 j = 1, 2, . . . . , 6

nilai tengah umum

pengaruh perlakuan pengaruh acak pada perlakuan pemberian ransum ke i ransum ke i dan kelompok/induk ke j

i = 1 j = 1

(13)

Jumlah Kuadrat:

J.K.P =

=

J.K.K. =

∑ = ∑

J.K.T =

∑ ∑ y

i j

J.K.E. = J.K.T. J.K.P. J.K.K.

i = 1

t

y

i .

n

y

.

.

t n

2 2

i = 1

4

y

i . 2

y

.

. 2

6 24

j = 1

n

y

.

j

t

y

.

.

t n

2 2

j = 1 6

y

. j

4

y

.

.

24

2 2

i = 1

t

j = 1

n 2

y

.

. 2
(14)

SIDIK RAGAM

S.K. d.b. J.K. K.T. F hitung F tabel 0,05 0,01

Kelompok Perlakuan Galat 5 3 15 J.K.K. J.K.P. J.K.G. K.T.K K.T.P K.T.G

KTK / KTG

KTP / KTG

Total 23 J.K.T.

Sebagai penguji hipotesis: H0 → 0= 4

ז

= 3

ז

= 2

ז

= 1

ז

H1 → paling sedikt salah satu

ז

i ≠ 0

Bila perbedaan antar induk tidak diperhatikan, maka percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (R.A.L)

Kapan memakai Rancangan Acak Kelompok (R.A.K) ter-

gantung keadaan yang dihadapi (tak selalu harus R.A.K,

(15)

CONTOH SOAL: Percobaan dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan, makai RAK.

JKT = 4,4 + 3,3 + . . . .+ 6,7 = 54,51 31,6 + 30,6 + . . . .+ 34,5

Perlakuan Kelompok

I II IV V

Total 1 2 3 4 5 6

4,4 5,9 . 4,1 3,3 1,9 . 7,1 . . . . . . . . . . . . 6,6 7,3 . 6,7 20,4 17,2 . . . 28,1 Total

31,6 30,6 .

34,5

132,7

132,7 24

2 2 2 2

2 2

2 JKK =

(16)

20,4 + 17,2 + . . . .+ 28,1

JKG = 54,51 3,14 31,65 = 19,72

SIDIK RAGAM:

Kesimpulan: perlakuan memberikan pengaruh sangat nyata ( p < 0,01) terhadap hasil pengamatan

JKP =

4 F.K. = 31,65

2 2 2

S.K. d.b. J.K. K.T. F hitung F tabel

0,05 0,01 Kelompok

Perlakuan Galat

3 5 15

3,14 31,65 19,72

1,05 6,33 1,31

0,80 4,83**

3,29 2,90

5,42 4,56

(17)

Efisiensi relatif RAK terhadap RAL:

Bila percobaan dilaksanakan dengan RAK, tetapi perhitungannya

dipakai RAL →

Mana yang lebih efisien menggunakan RAK ataukah RAL ?

Maka: - untuk J.K. dari RAL tidak dapat diperoleh / dihitung

- untuk K.TG dari RAL dapat dikira-kira dari K.TG nya RAK

SIDIK RAGAM untuk RAL:

S.K. d.b. J.K. KT Perlakuan

Galat

5

18 KTG (RAL)

(18)

Perkiraan KTG dari RAL dihitung sbb:

fk x KTK + (

f

p +

f

g ) x KTG (

f

k +

f

p +

f

g )

KTG (RAL) = nilai perkiraan KTG dari RAL

KTK = Kuadrat Tengah Kelompok KTG = Kuadrat Tengah Galat

f

k = d.b. kelompok

f

p = d.b. perlakuan dari RAK

f

g = d.b. galat

KTG (RAL) =

(19)

Efisiensi Relatif RAK terhadap RAL dicari sbb:

(

f

1 + 1 ) (

f

2 + 3 ) KTG (RAL)

(

f

2 + 1 ) (

f

1 + 3 ) KTG (RAK)

f

1 = d.b. galat RAK

f

2 = d.b. galat RAL

Kemungkinan hasil yang diperoleh:

RAK lebih efisien atau

Sama efisiennya dengan RAL

ER ( RAK dap RAL)

< 100 % → RAL lebih efisien dari pada RAK

ER (RAK

dap RAL) X 100 %

≥ 100 %

(20)

CONTOH (lihat contoh soal dan penyelesaiannya di atas)

Dari contoh soal tersebut diperoleh:

KTK dari RAK = 1,05 fk = 3 fg = 15 KTG dari RAK = 1,31 fp = 5

fk x KTK + ( fp + fg ) x KTG

( fk + fp + fg )

3 x 1,05 + ( 5 + 15 ) x 1,31 ( 3 + 5 + 15)

( f1 + 1 ) ( f2 + 3 ) KTG (RAL) diketahui:

( f2 + 1 ) ( f1 + 3 ) KTG (RAK) f1 = 15 f2 = 18

(15 + 1 ) (18 + 3) 1,1196 (18 + 1 ) (15 + 3) 1,31

KTG (RAL) =

= 1,1196

=

X 100%

ER RAK

dap RAL =

X 100%

(21)

ER RAK terhadap RAL = 96% < 100%

Kesimpulan: penggunaan RAL lebih efisien dari pada RAK

( Karena 96 kali ulangan RAL memberikan masi sama banyaknya dengan bila dilakukan 100 kali ulangan dalam RAK )

(22)

---Kenaikan Berat Badan Domba

Kelompok

(Jenis Domba)

P E R L A K U A N

(Dosis makanan konsentrat dlm mg)

50 75 100 125 150

Jawa

Etawa

Garut

Australia

2,5 3,4 2,0 1,9 1,5

2,1 2,6 1,9 1,8 1,4

2,1 2,4 1,7 1,7 1,3

Referensi

Dokumen terkait

1.Harus ada ulangan (replikasi ), yaitu pengalokasian suatu perlakuan tertentu terhadap unit eksperimen pada kondisi yang homogen.. 2.Pengacakan ( randomization ) , yaitu setiap

Rancangan Lingkungan • Rancangan Acak Lengkap (RAL) • Setiap perlakuan ditempatkan secara acak pada unit percobaan PERANCANGAN PERCOBAAN Diyan Herdiyantoro 2013 20

Penerapan metode nonparametrik untuk rancangan percobaan satu faktor, yang dibahas pada skripsi ini, yaitu: (a) percobaan menggunakan RAL untuk mengetahui pengaruh

Pada kondisi suatu percobaan yang terdiri dua faktor atau lebih dimana faktor-faktornya tersebut mengandung keheterogenan unit maka rancangan bujur sangkar latin dapat

Kelebihan dari RBSL yaitu dapat menangani 2 sumber keragaman secara serempak di antara satuan percobaan. Jika jumlah perlakuan terlalu sedikit, maka ulangan juga sedikit,

Reaksi yang dapat diamat pada percobaan ini yaitu tidak terjadi perubahan Reaksi yang dapat diamat pada percobaan ini yaitu tidak terjadi perubahan dimana

Rancangan Acak Lengkap Dilakukan jika :  Media percobaan homogen alias seragam atau dianggap seragam  Hanya ada satu sumber keragaman yaitu perlakuan dan acak Caranya :

Rincian prosedur percobaan untuk mengukur impedansi dan admitansi pada rangkaian listrik dengan dua sumber