• Tidak ada hasil yang ditemukan

Identifikasi Masalah Terapi Obat Pada Pasien Penderita Chronic Kidney Disease (CKD) Di Ruang Rawat Inap Rsud DR. Pirngadi Kota Medan Periode Januari 2015 – Desember 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Identifikasi Masalah Terapi Obat Pada Pasien Penderita Chronic Kidney Disease (CKD) Di Ruang Rawat Inap Rsud DR. Pirngadi Kota Medan Periode Januari 2015 – Desember 2015"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

vii

IDENTIFIKASI MASALAH TERAPI OBAT PADA PASIEN PENDERITA

CHRONIC KIDNEY DISEASE DI RUANG RAWAT INAP RSUD Dr. PIRNGADI KOTA MEDAN PERIODE JANUARI 2015 – DESEMBER 2015

ABSTRAK

Chronic Kidney Disease merupakan suatu penyakit kronik yang timbul karena berbagai faktor. Penurunan fungsi ginjal dapat menyebabkan penurunan fungsi organ lainnya dan bisa menimbulkan komplikasi baru seperti hipertensi dan diabetes melitus, sehingga bila tidak ditangani dengan tepat dapat memperburuk kondisi pasien dan juga penurunan kualitas hidup.

Pemberian kombinasi obat pada pasien Chronic Kidney Disease komplikasi hipertensi dan diabetes melitus akan mengarah pada polifarmasi yang akan menjadi salah satu penyebab utama terjadinya Masalah Terapi Obat. Penelitian ini menggunakan klasifikasi masalah terapi obat berdasarkan Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) V5.01 sebagai dasar evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis ada atau tidaknya Masalah Terapi Obat yang terjadi pada pasien di ruang rawat inap RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan periode Januari 2015 – Desember 2015.

Penelitian ini dimulai tanggal 21 April 2016 – 21 Mei 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan cara pengambilan data dari rekam medik pasien penderita terdiagnosa. Data yang diambil antara lain nomor rekam medik, jenis kelamin, usia, lama perawatan, diagnosa, serta catatan pengobatan pasien.

Hasil penelitian menunjukkan dari 413 populasi pasien dan dengan menggunakan rumus Slovin maka didapatkan 81 pasien sebagai sampel penelitian. Dari 81 pasien didapatkan 60 pasien atau sekitar 74,07% memiliki masalah terapi obat. Dari 60 pasien yang memiliki masalah terapi obat dapat dilihat bahwa masalah terapi obat yang terjadi yaitu pemilihan obat yang kurang tepat sebanyak 36,54%, Obat Dengan Mekanisme Kerja Mirip sebanyak 3,85%, Kontraindikasi pemakaian obat sebanyak 8,65%, Indikasi tidak terobati sebanyak 15,38%, Masalah dosis 16,35%, dan Potensial interaksi obat sebanyak 19,23%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa telah terjadi masalah terapi obat pada pasien penderita Chronic Kidney Disease di ruang rawat inap RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan periode Januari 2015 – Desember 2015.

Kata Kunci: Chronic Kidney Disease, Hipertensi, Diabetes Melitus, Masalah Terapi Obat, RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan

(2)

viii

IDENTIFICATION OF DRUG RELATED PROBLEMS IN CHRONIC KIDNEY DISEASE PATIENTS IN RSUD DR. PIRNGADI MEDAN

INPATIENT UNIT IN JANUARY 2015 – DECEMBER 2015

ABSTRACT

Chronic Kidney Disease is a chronic disease that caused by various factors. A decrease in renal function may cause lowering function of other body organs and can cause other complications like hypertension and diabetes mellitus. So if the disease is not handled correctly, it can affect patient’s condition and lowering the quality of life.

Combination of drugs that is given to Chronic Kidney Disease patients with hypertension and diabetes mellitus can lead to polypharmacy which is the main cause of Drug Related Problems. This research used Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) V5.01 as its basic classification of Drug Related Problems. The purposes of this research were to identify and analize whether there were or there were not any DRPs of drug related problems in RSUD DR. Pirngadi Medan in January 2015 - December 2015.

This research began on April 21st 2016 until May 21st 2016. This research was retrospective descriptive by taking data from medical record of diagnosed patients. The data included number of medical record, sex, age, lengths of stay in hospital, diagnose, and patient medication record.

The research showed that from 413 of patient’s populations and by using Slovin’s formula, there were 81 patients used as samples. From 81 patients, about 60 patients (74.07%) had Drug Related Problems. From those 60 patients, research showed that there were 36.54% of improper drug selections, 3.85% of inappropriate duplication of therapeutic group of active ingredients, 8.65% of drug’s contraindications, 15.38% of untreated indications, 16.35% of dosing problems, and 19.23% of potential drug interactions. Therefore, it can be concluded that there were drug related problems in Chronic Kidney Disease patients in RSUD DR. Pirngadi Medan inpatient unit in January 2015 – December 2015.

Keywords: Chronic Kidney Disease, Hypertension, Diabetic Mellitus, Drug Related Problems, RSUD Dr. Pirngadi Medan

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan mengetahui pola pengobatan pada terapi tuberkulosis berdasarkan tepat diagnosis, tepat indikasi, tepat pemilihan obat, tepat dosis, tepat

Penelitian ini bertujuan mengetahui pola pengobatan pada terapi tuberkulosis berdasarkan tepat diagnosis, tepat indikasi, tepat pemilihan obat, tepat dosis, tepat

obat antidiabetes yang sering berpotensi terjadi interaksi adalah insulin, pola mekanisme potensi interaksi obat antidiabetes meliputi farmakodinamik, farmakokinetik, dan

obat antidiabetes yang sering berpotensi terjadi interaksi adalah insulin, pola mekanisme potensi interaksi obat antidiabetes meliputi farmakodinamik, farmakokinetik, dan

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa telah terjadi masalah terapi obat pada pasien penderita diabetes melitus komplikasi hipertensi di ruang rawat inap RSUD Kota Langsa

telah terjadi masalah terapi obat pada pasien penderita diabetes melitus komplikasi hipertensi di ruang rawat inap RSUD Kota Langsa tahun 2014.. terdapat besaran masalah terapi

Pasien menerima atau akan menerima obat (atau tidak menerima obat) yang salah untuk kondisi penyakitnya. P2.1 Obat tidak tepat (tidak terlalu tepat

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah dosis obat yang tepat bagi anak-anak, cara pemberian, indikasi, kepatuhan, jangka waktu yang tepat dan dengan memperhatikan keadaan