• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN ANTARA SUBJECTIVE GLOBAL ASSESS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "HUBUNGAN ANTARA SUBJECTIVE GLOBAL ASSESS"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN ANTARA SUBJECTIVE GLOBAL ASSESSMENT

DENGAN KUALITAS HIDUP DAN PHASE ANGLE PADA

BIOELECTRICAL IMPEDANCE ANALYSIS PASIEN

LIMFOMA NON HODGKIN

TESIS

Oleh S A F R I A N NIM: 057101008

DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT DALAM

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

(2)

HUBUNGAN ANTARA SUBJECTIVE GLOBAL

ASSESSMENT DENGAN KUALITAS HIDUP DAN PHASE

ANGLE PADA BIOELECTRICAL IMPEDANCE ANALYSIS

PADA PASIEN LIMFOMA NON HODGKIN

TESIS

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh Gelar Spesialis Penyakit Dalam pada Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Oleh:

S a f r i a n NIM: 057101008

DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT DALAM FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

(3)
(4)

Abstrak

HUBUNGAN ANTARA SUBJECTIVE GLOBAL ASSESSMENT

DENGAN KUALITAS HIDUP DAN PHASE ANGLE PADA

BIOELECTRICAL IMPEDANCE ANALYSIS PADA PASIEN

LIMFOMA NON HODGKIN

Safrian*

Divisi Hematologi dan Onkologi Medik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK

USU/ RSUP. H. Adam Malik , Dairion Gatot**

Latar Belakang: Subjective Global Assessment (SGA) adalah suatu metode penilaian status nutrisi yang subyektif, sederhana, murah dan efektif pada pasien

kanker. Pasien kanker sering mengalami malnutrisi berhubungan dengan beberapa

faktor seperti lokasi tumor, stadium penyakit, adanya gejala-gejala (nyeri,

muntah, konstipasi) dan jenis pengobatan kanker. Malnutrisi merupakan faktor

independen terhadap perburukan kualitas hidup. Bioelectrical Impedance Analysis

(BIA) adalah suatu teknik untuk mengevaluasi perubahan komposisi tubuh dan

status nutrisi yang mudah digunakan, cepat, non invasif dan dapat dilakukan

berulang-ulang. Phase Angle menggambarkan kontribusi cairan (resistan) dan

membran sel (reaktan) dari tubuh dan digunakan sebagai indikator massa sel

tubuh dan status nutrisi.

Tujuan: Studi ini menilai hubungan antara SGA dengan kualitas hidup dan Phase Angle sebagai indikator status nutrisi pada pasien Limfoma Non Hodgkin.

Metode: Dilakukan penilaian status nutrisi dengan SGA pada 27 pasien Limfoma Non Hodgkin. Kemudian dilakukan penilaian kualitas hidup dengan formulir

SF-36 dan penilaian phase angle pada BIA

Hasil: Ada perbedaan yang bermakna nilai phase angle berdasarkan status nutrisi (p<0,05). Uji komparasi ganda LSD, yang berbeda adalah malnutrisi berat dengan

malnutrisi sedang dan malnutrisi berat dengan gizi baik (p<0,05), sedangkan

malnutrisi sedang dengan gizi baik tidak berbeda (p>0,05). Ada perbedaan

bermakna kualitas hidup dimensi kesehatan fisik berdasarkan status nutrisi

(p<0,05), uji komparasi ganda LSD, berbeda malnutrisi berat dengan malnutrisi

(5)

malnutrisi sedang dengan gizi baik (p>0,05). Sementara tidak ada perbedaan

kualitas hidup dimensi kesehatan mental berdasarkan status nutrisi (p>0,05).

Kata kunci: Status nutrisi, phase angle, kualitas hidup

*PPDS Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas

Sumatera Utara/ RSUP. H. Adam Malik. Medan-Indonesia.

**Divisi Hematologi dan Onkologi Medik Departemen Ilmu Penyakit Dalam,

Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara/ RSUP. H. Adam Malik.

(6)

Abstract

THE RALATIONSHIP BETWEEN SUBJECTIVE GLOBAL

ASSESSMENT WITH QUALITY OF LIFE AND BIOELECTRICAL

IMPEDANCE ANALYSIS IN NON HODGKIN’S LIMPHOMA

PATIENTS

Safrian,* Dairion Gatot**

Division of Hematology and Medical Oncology, department of Internal Medicine,

Faculty of Medicine, University of Sumatera Utara/ H. Adam Malik General

Hospital

Background: Subjective Global Assessment (SGA) is a method for examining nutrition status which is subjective, simple, cheap and effective on cancer patients.

Cancer patients often suffer from malnutrition related to several factors like tumor

location, disease stage, symptoms (pain, vomit, constipation) and the type of

anticancer treatment. Malnutrition is an independent factor to deterioration quality

of life. Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) is a technique for evaluating the

change in body composition and nutrition status that can be used, non invasive

and reproducible. Phase Angle reflect the relative contribution of the fluid

(resistan) and cellular membrane (reactant) of human body and has been

suggested to be an indicator of body cell mass and nutritional status.

Objective: This study to evaluate the relationship between SGA with Quality of life and Phase Angle as the indicator of nutrition status in Non Hodgkin’s

Limphoma patients.

Method: Nutritional status examination was done by SGA on 27 non Hodgkin’s Limphoma patients. Quality of life was done with form SF-36 and Phase Angle

examination on BIA.

Result: There is a significant difference in phase angle based on nutrition status (p<0,05). Double comparison test LSD, difference was noticed on severe

malnutrition against moderate malnutrition and severe malnutrition against good

nutrition (p<0,05). In the other hand, nio difference was observed on moderate

(7)

physical health dimension of quality of life based on nutrition status (p<0,05),

double comparison test LSD, difference was observed on severe malnutrition

against moderate malnutrition, severe malnutrition against good nutrition

(p<0,05). On the other hand, there is no difference on mental health dimension of

quality of life based on nutritional status (P>0,05)

Keyword: Nutritional atatus, phase angle, quality of life.

*Residence of Department of Internal Medicine, Faculty of Medicine, University

of Sumatera Utara/ H. Adam Malik General Hospital. Medan-Indonesia.

**Division Of Hematology and Medical Oncology, Department of Internal

Medicine, Faculty of Medicine, University of Sumatera Utara/ H. Adam Malik

(8)

KATA PENGANTAR

Terlebih dahulu saya mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT

yang telah memberikan rahmat dan karunia Nya, sehingga saya dapat

menyelesaikan tesis ini dengan judul: “Hubungan antara Subjective Global

Assessment dengan Phase Angle dari Bioelectrical Impedance Analysis dan Kualitas Hidup pada pasien Limfoma Non Hodgkin“ yang merupakan persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan dokter ahli di bidang ilmu

penyakit dalam pada fakultas kedokteran Universitas Sumatera Utara.

Dengan selesainya karya tulis ini, maka penulis ingin menyampaikan

terima kasih dan rasa hormat serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada:

1. Dr. Salli Roseffi Nasution, SpPD-KGH, selaku Kepala Departemen Ilmu

Penyakit Dalam FK USU / RSUP H ADAM MALIK MEDAN yang

telah memberikan kemudahan dan dorongan buat penulis dalam

menyelesaikan tulisan ini.

2. Ketua Program Studi Ilmu Penyakit Dalam Dr. Zulhelmi Bustami,

SpPD-KGH dan Sekretaris Program Ilmu Penyakit Dalam Dr Zainal

Safri, SpPD-SpJP yang dengan sungguh-sungguh telah membantu dan

membentuk penulis menjadi ahli penyakit dalam yang berkualitas,

handal dan berbudi luhur serta siap untuk mengabdi bagi nusa dan

bangsa.

3. Khusus mengenai karya tulis ini, penulis mengucapkan terima kasih

yang sebesar-besarnya kepada Dr. Dairion Gatot, SpPD-KHOM dan Dr.

Soegiarto Gani, SpPD sebagai pembimbing tesis, yang telah

memberikan bimbingan dan kemudahan bagi penulis selama

melaksanakan penelitian, juga telah banyak meluangkan waktu dan

dengan kesabaran membimbing penulis sampai selesainya karya tulis ini.

Kiranya Allah SWT memberikan rahmat dan karunia kepada beliau

beserta keluarga.

4. Prof . Dr. Lukman Hakim Zein, SpPD-KGEH selaku kepala Departemen

(9)

SpPD-KEMD selaku sekretaris Program Studi Ilmu Penyakit Dalam

yang telah menerima Saya melanjutkan pendidikan Ilmu Penyakit Dalam

ketika itu.

5. Seluruh staf Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK USU / RSUD Dr

Pirngadi / RSUP H Adam Malik medan : Prof. Dr. Harun Rasyid Lubis,

SpPD-KGH., Prof. Dr. Bachtiar Fanani Lubis, SpPD-KHOM., Prof. Dr.

Habibah Hanum, SpPD-Kpsi., Prof. Dr. Sutomo Kasiman, SpPD-KKV.,

Prof. Dr. Azhar Tanjung, SpPD-KP-KAI-SpMK., Prof. Dr. OK Moehad

Sjah, SpPD-KR., Prof. Dr. Lukman H. Zain, SpPD-KGEH., Prof. Dr. M.

Yusuf Nasution, SpPD-KGH., Prof. Dr. Azmi S Kar, SpPD-KHOM.,

Prof. Dr. Gontar A Siregar, KGEH., Prof. Dr. Haris Hasan,

SpPD-SpJP(K)., Dr. Nur Aisyah, SpPD-KEMD., Dr. A Adin St Bagindo,

KKV., Dr. Lutfi Latief, KKV., Dr. Syafii Piliang,

SpPD-KEMD (alm)., Dr. T. Bachtiar Panjaitan, SpPD., Dr. Abiran Nababan,

SpPD-KGEH., Dr. Betthin Marpaung, SpPD-KGEH., Dr. Sri M Sutadi,

SpPD-KGEH., Dr. Mabel Sihombing, SpPD-KGEH., Dr. Salli R.

Nasution, SpPD-KGH., DR. Dr. Juwita Sembiring, SpPD-KGEH., Dr.

Alwinsyah Abidin, KP., Dr. Abdurrahim Rasyid Lubis,

KGH., Dr. Dharma Lindarto, KEMD., DR. Dr Umar Zein,

SpPD-KPTI-DTM&H-MHA., Dr. Yosia Ginting, SpPD-KPTI., Dr. Refli

Hasan, SpPD-SpJP., Dr. EN. Keliat, SpPD-KP., DR. Dr. Blondina

Marpaung, SpPD-KR., Dr. Leonardo Dairi, SpPD-KGEH., Dr. Pirma

Siburian, SpPD-Kger., Dr. Mardianto, SpPD-KEMD., Dr. Santi Safril,

SpPD-KEMD., Dr. Dairion Gatot, SpPD-KHOM., Dr Zuhrial, SpPD.,

yang merupakan guru-guru saya yang telah banyak memberikan arahan

dan petunjuk kepada saya selama mengikuti pendidikan.

6. Dr. Armon Rahimi, KPTI., Dr. R Tunggul Ch Sukendar,

SpPD-KGH (Alm)., Dr. Daud Ginting, SpPD., Dr. Tambar Kembaren, SpPD.,

Dr. Saut Marpaung, SpPD., Dr. Dasril Effendi, SpPD-KGEH., Dr.

Ilhamd, SpPD., Dr. Calvin Damanik, SpPD., Dr. Zainal Safri,

SpPD-SPJP., Dr. Rahmat Isnanta, SpPD., Dr. Jerahim Tarigan, SpPD., Dr.

(10)

Savita Handayani, SpPD., Dr. Fransiskus Ginting, SpPD., Dr. Deske

Muhadi, SpPD., Dr. Syafrizal Nst, SpPD., Dr. Ida Nensi Gultom, SpPD.,

Dr. Imelda Rey, SpPD., Dr. Anita Rosari, SpPD., Dr. Wika Hanida,

SpPD., Dr. Radar R Ginting, SpPD., Dr. Ameliana Purba, SpPD., Dr.

Taufik Sungkar, SpPD., dan Dr. Riri A Muzasti, SpPD sebagai dokter

kepala ruangan/ senior yang telah amat banyak membimbing saya

selama mengikuti pendidikan ini.

7. Direktur RSUP H Adam Malik Medan dan RSUD Dr. Pirngadi Medan

yang telah memberikan begitu banyak kemudahan dan izin dalam

menggunakan fasilitas dan sarana Rumah Sakit untuk menunjang

pendidikan keahlian ini.

8. Kepada teman-temanku yang memberikan dorongan semangat: Dr.

Radar Radius Tarigan, SpPD, Dr. Ameliana Purba, SpPD, Dr.

Erwinsyah, SpPD, Dr. Hotlan Sihombing, SpPD, Dr. Faisal, SpPD, Dr.

M. Darma Muda Setia, SpPD, Dr. Rudy Dwilaksono, SpPD. Juga para

sejawat dan PPDS interna lainnya yang tidak dapat saya sebut satu

persatu, paramedik dan Syarifuddin Abdullah, Kak Leli, Fitri, Deni,

Wanti, Yanti, Tika dan Sari atas kerjasama yang baik selama ini.

9. Para co-asisten dan petugas kesehatan di SMF / Bagian Ilmu Penyakit

Dalam RSUP H. Adam Malik Medan / RSUD Dr. Pirngadi Medan / RS

Haji Medan / RS Tembakau Deli, karena tanpa adanya mereka tidak

mungkin penulis dapat menyelesaikan pendidikan ini.

10. Kepada Drs. Abdul Jalil Amri Arma, M.Kes yang telah memberikan

bantuan dan bimbingan yang tulus dalam menyelesaikan penelitian ini.

Rasa hormat dan terima kasih saya yang setinggi-tingginya dan

setulusnya penulis tujukan kepada ayahanda (alm) Khairuddin ibunda Nurlis

yang sangat ananda sayangi dan kasihi, tiada kata-kata yang tepat untuk

mengucapkan perasaan hati, rasa terima kasih atas segala jasa-jasanya ayahanda

dan ibunda yang tiada mungkin terucapkan dan terbalaskan. Demikian juga

dengan mertua saya (Alm) H. Oesman Bakar dan Hj. Cut Permatan yang telah

(11)

menjalani pendidikan, saya ucapkan terimakasih yang setulus-tulusnya. Semoga

Allah memberikan kesehatan dan kebahagian kepada orang tua yang sangat saya

cintai dan sayangi.

Kepada istriku tercinta Dr. Idaman Putri, dan anak-anakku tercinta Jeihan

Faizha dan Juhaina Chalisa, terima kasih atas kesabaran, ketabahan, pengorbanan

dan dukungan yang telah diberikan selama ini, semoga apa yang kita capai ini

dapat memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi kita dan diberkati Allah

SWT. Kepada saudara-saudaraku Ir. Azhari, Yarni Hidayat, ST, Yarni Yarlisa, Ssi

dan Indah Kurniasih yang telah banyak membantu memberi semangat dan

dorongan selama pendidikan, terima kasihku yang tak terhingga untuk segalanya.

Akhirnya izinkanlah penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya atas

kesalahan dan kekurangan selama mengikuti pendidikan ini, semoga segala

bantuan, dorongan dan petunjuk yang diberikan kepada penulis selama mengikuti

pendidikan kiranya mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT yang

maha pengasih, maha pemurah dan maha penyayang. Amin Ya rabbal a’lamin.

Medan, Desember 2011

Penulis,

(12)

DAFTAR ISI

2.2 Penyebab malnutrisi pada pasien kanker ... 5

2.2.1 Anoreksia ... 5

2.2.2 Perubahan metabolisme ... 5

2.2.3 Sitokin ... 6

2.3 Subjective Global Assessment ... 6

2.4 Kualitas Hidup ... 7

2.5 Bioelectrical Impedance Analysis ... 9

2.4.1 Beberapa parameter yang dihasilkan oleh ... 11

2.4.2 Status nutrisi ... 12

2.4.3 Phase Angle ... 13

BAB III KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL ... 15

3.1 Kerangka Konsep ... 15

3.2 Definisi Operasional ... 15

BAB. IV. METODOLOGI PENELITIAN ... 17

(13)

4.8 Cara Penelitian ... 18

4.9 Analisa Data ... 19

4.10 Kerangka Operasional ... 19

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN ... 20

5.1 Hasil penelitian ... 20

5.2 Pembahasan ... 25

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ... 29

6.1. Kesimpulan ... 29

6.2. Saran ... 29

DAFTAR PUSTAKA ... 30

LAMPIRAN Lampiran 1. Master tabel penelitian ... 33

Lampiran 2. Parameter – parameter Bioelectrical Impedance Analysis ... 34

Lampiran 3. Formulir Subjective Global Assessment ... 35

Lampiran 4. Formulir SF-36 ... 36

Lampiran 5. Penjelasan kepada calon subjek penelitian ... 41

Lampiran 6. Formulir persetujuan subjek penelitian ... 42

Lampiran 7. Persetujuan komite etik kedokteran ... 43

(14)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Komponen penilaian pada SGA ... 7

Tabel 2. Nilai Resting Metabolic Rate berdasarkan Jenis Kelamin ... 13

Tabel 3. Nilai Phase Angle berdasarkan Jenis Kelamin ... 14

Tabel 4. Nilai parameter status nutrisi pada populasi sehat ... 14

Tabel 5. Karakteristik dasar populasi ... 20

Tabel 6.Perbedaan nilai phase angle berdasarkan status nutrisi ... 21

Tabel 7. Perbedaan nilai phase angle antar kelompok status nutrisi ... 21

Tabel 8. Hubungan parameter nutrisi BIA dengan SGA ... 22

Tabel 9. Perbedaan kualitas hidup dimensi kesehatan fisik berdasarkan status nutrisi ... 22

Tabel 10. Perbedaan kualitas hidup dimensi kesehatan fisik antar kelompok status nutrisi ... 23

Tabel 11. Perbedaan kualitas hidup dimensi kesehatan Mental berdasarkan status nutrisi ... 24

(15)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Arus listrik yang dipengaruhi panjang dan tebal jaringan .... 10

Gambar 2. Tehnik pengukuran komposisi tubuh dengan BIA ... 11

Gambar 3. Diagram skematik dari komposisi tubuh ... 12

Gambar 4. Perbedaan nilai Phase angle antar kelompok status nutrisi 21

Gambar 5. Perbedaan kualitas hidup dimensi kesehatan fisik diantara berbagai

kelompok status………. 23

Gambar 6. Perbedaan kualitas hidup dimensi kesehatan mental diantara kelompok

(16)

DAFTAR SINGKATAN

LNH : Limfoma Non Hodgkin

HIV : Human Immunodificiency Virus

SGA : Subjective Global Assessment

BIA : Bioelectrical Impedance Analysis

IL-1 : Interleukin-1

IL-2 : Interleukin-2

TNF : Tumor Necrosis Factor

TBW : Total Body Water

ECW : Extracellular Water

ICW : Intracellular Water

TBK : Total Body Kalium

BCM : Body Cell Mass

FFM : Free Fat Mass

FM : Fat Mass

RMR : Resting Metabolic Rate

(17)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Master tabel penelitian ... 33

Lampiran 2. Parameter – parameter bioelectrical impedance analysis ... 34

Lampiran 3. Formulir Subjective Global Assessment ... 35

Lampiran 4. Formulir SF-36 ... 36

Lampiran 5. Penjelasan kepada calon subjek penelitian ... 41

Lampiran 6. Formulir persetujuan subjek penelitian ... 42

Lampiran 7. Persetujuan komite etik kedokteran ... 43

Referensi

Dokumen terkait

7.1 Mempraktikkan variasi dan kombinasi teknik dasar salah satu permainan dan olahraga beregu bola besar lanjutan dengan koordinasi yang baik serta nilai kerjasama,

Oleh karena itu, pemakalah menyusun makalah yang berjudul “Strategi Dan Perencanaan Pengembangan Moral Dan Nilai Agama Anak Usia Dini” yang membahas tentang

Ancak MK ve diğer kanunlar, malikin maddi (fiili) tasarruf yetkisini sınırlayan çeşitli farklı hükümler de içermektedir. Malikin maddi tasarruf yetkisini sınırlayan

oligopoli terjadi dalam industri perbankan Indonesia, yang artinya pasar. perbankan di Indonesia merupakan pasar dimana penawaran satu

Dalam sistem katalis ganda ini hidrogen dihasilkan tanpa gas CO 2 dan katalis oksida logam dalam keadaan tereduksi dapat berperan sebagai penyimpan hidrogen pada tekanan

atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama,. keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu

Perisian AMOS 18.0 digunakan untuk menguji hipotesis yang menyatakan tidak terdapat penyesuaian munasabah yang signifikan bagi model sumbangan langsung dan

Hubungan antara proses perlakuan konsentrasi abu sekam dengan pemeraman terhadap penurunan kadar tannin pada tepung mangrove Avicenna marinna ...………. Hubungan antara proses