BAB II
LANDASAN TEORI
Dalam pembuatan tugas akhir ini, diperlukan beberapa definisi dan pengertian yang berhubungan dengan penyelesaian tugas akhir. Beberapa hal diantaranya adalah sebagai berikut :
2.1 Definisi Sistem
Sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
Sistem juga merupakan kumpulan elemen-elemen yang saling terkait dan bekerja sama untuk memroses masukan (input) yang ditujukan kepada sistem tersebut dan mengolah masukan tersebut dan mengolah masukan tersebut sampai menghasilkan keluaran (output) yang diinginkan (Andri Kristanto, 2003).
2.2 Definisi Sistem Informasi
Sebuah sistem informasi merupakan kumpulan dari perangakat keras dan perangkat lunak komputer serta perangkat manusia yang akan mengolah data menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak tersebut. Selain itu data juga memegang peranan penting dalam sistem informasi. Data yang akan dimasukkan dalam sebuah sistem informasi dapat berupa formulir-formulir, prosedur-prosedur dan bentuk data lainnya (Andri Kristanto, 2003).
2.3 Definisi Perancangan Sistem
Analisis perancangan sistem adalah suatu pendekatan yang sistematis untuk mengidentifikasi masalah, peluang, dan tujuan-tujuan, menganalisis arus informasi dalam organisasi, serta untuk merancang sistem informasi terkomputerisasi untuk menyelesaikan suatu masalah. Saat informasi berkembang, suatu pendekatan yang sistematis dan terencana untuk memperkenalkan, memodifikasi, dan pemeliharaan sistem informasi menjadi sangat penting.
5
Analisis dan perancangan sistem menampilkan pendekatan semacam itu (Kendall
& Kendall, 2003).
Dalam suatu perancangan sistem diperlukan alat bantu untuk mempermudah dalam menganalisis sebuah sistem informasi. Alat bantu yang digunakan dalam menganalisis sistem informasi tersebut antara lain :
1. Contex Diagram (CD)
Contex Diagram merupakan diagram yang paling tidak detail dari sistem informasi yang menggambarkan alur data kedalam dan keluar sistem. Simbol- simbol yang digunakan dalam contex diagram ditunjukkan pada tabel 2.1.
Tabel 2.1 Simbol-simbol Contex Diagram
Simbol Keterangan
Menggambarkan proses dimana aliran data ditransformasikan ke aliran data keluar.
Simbol entitas eksternal yang menggambarkan asal atau tujuan data suatu proses.
Menggambarkan sistem alir data atau aliran data.
2. Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram merupakan gambaran keseluruhan kerja sistem secara garis besar. Merupakan representasi dari sistem DFD menggunakan komponen dari sebuah sistem, alir data diantar ke komponen-komponen asal, tujuan dan penyimpanan dari data tersebut. Simbol-simbol DFD yang digunakan dalam menggambarkan kerja sistem ditunjukkan pada tabel 2.2.
Table 2.2 Simbol-simbol Data Flow Diagram
Simbol Keterangan
Menunjukkan proses dimana beberapa tindakan atau sekelompok tindakan dijalankan.
Menunjukkan kesatuan luar atau eksternal yang bias menerima informasi atau data-data awal.
Menunjukkan arus data dimana informasi sedang melintas menuju kesuatu proses.
File basis data atau penyimpanan yang diimplementasikan dalam computer.
3. Data Dictionary (DD)
Data Dictionary atau kamus data merupakan suatu aplikasi khusus dari jenis kamus-kamus yang digunakan sebagai referensi kehidupan setiap hari.
Kamus data merupakan referensi data mengenai data, suatu data yang disusun oleh penganalisis sistem untuk membimbing mereka selama melakukan analisis dan desain (Kendall & Kendall, 2003).
Kamus data ikut berperan dalam perancangan dan pembangunan sistem informasi karena peralatan ini berfungsi sebagai:
a. Menjelaskan arti aliran data dan penyimpanan dalam penggambaran data flow diagram.
b. Mendiskripsikan komposisi paket data yang bergerak melalui aliran, misalnya data alamat diuraikan menjadi nama jalan, nomor, kota, Negara dan kode pos.
c. Menjelaskan spesifikasi nilai dan satuan yang relevan terhadap data yang mengalir dalam sistem tersebut.
Table 2.3 Simbol-simbol Data Dictionary
Simbol Keterangan
= Terdiri dari, mendefinisikan, diuraikan menjadi, artinya
+ Dan
( ) Opsional (boleh atau boleh tidak) { } Pengulangan
[ ] Memilih salah satu dari sejumlah alternative
* * Komentar
@ Identfikasi atribut kunci
| Pemisah sejumlah alternative pilihan antara symbol [ ]
4. ERD (Entity Relationship Diagram)
Menurut Janner Simarmata Entity Relationship Diagram adalah model data konseptual yang memandang dunia nyata sebagai kesatuan (entities) dan hubungan (relationship). Tabel 2.4 merupakan simbol-simbol yang digunakan dalam pembuatan ERD.
Table 2.4 Simbol-simbol Entity Relationship Diagram
Simbol Keterangan
Entitas : Merupakan suatu objek atau konsep mengenai tempat untuk meyimpan data.
Atribut : Sifat-sifat atau karakteristik dari suatu entitas.
Hubungan : Mengilustrasikan bagaimana dua entitas berbagi informasi di dalam struktur basis data.
Kerelasian menyatakan hubungan antara relasi dalam basis data.
Kerelasian antar relasi dituliskan oleh foreign key atau relasi-relasi bertipe transaksi yang digunakan dalam basis data. Jenis-jenis kerelasian antar tabel meliputi :
a. Kerelasian Satu ke Satu (One to One Relationship)
Kerelasian satu ke satu terjadi jika setiap nilai pada suatu relasi hanya mengimplementasikan sebuah nilai pada relasi lain yang direlasikan.
Relasi satu ke satu ditunjukkan pada gambar 2.1.
Mahasiswa 1 Mempunyai 1 Wali Mahasiswa
Gambar 2.1 Jenis Hubungan Satu ke Satu b. Kerelasian Satu ke Banyak (One to Many Relationship)
Kerelasian satu ke banyak terjadi jika setiap nilai pada suatu relasi mengimplementasikan banyak nilai pada relasi lain yang direlasikan.
Relasi satu ke banyak ditunjukkan pada gambar 2.2.
Mahasiswa N Memilih 1 Program _studi
Gambar 2.2 Jenis Hubungan Satu ke Banyak
c. Kerelasian Banyak ke Banyak (Many to Many Relationship)
Kerelasian banyak ke banyak terjadi jika banyak nilai pada suatu relasi mengimplementasikan banyak nilai pada relasi lain yang direlasikan.
Relasi banyak ke banyak ditunjukkan pada gambar 2.3.
Mahasiswa N Mengikuti N Mata_kuliah
Gambar 2.3 Jenis Hubungan Banyak ke Banyak
2.4 Pemrograman Web
Situs / web dapat dikategorikan menjadi dua yaitu web status dan web dinamis atau interaktif. Web statis adalah web yang berisi / menampilkan informasi-informasi yang sifatnya statis (tetap), sedangkan web dinamis adalah
web yang menampilkan informasi serta dapat berinteraksi dengan user yang sifatnya dinamis (Abdul Kadir, 2009).
Sehingga untuk membuat web dinamis dibutuhkan kemampuan pemrograman web. Pada server side programming, perintah-perintah program (script) dijalankan di web server, kemudian hasilnya dikirimkan ke browser dalam bentuk HTML biasa.
Sedangkan client-side programming perintah program di jalankan di web browser, sehingga ketika client meminta dokumen yang mengandung script, maka script tersebut akan di download dari server-servernya kemudian dijalankan di browser yang bersangkutan.
Program web yang tergolong dalam server side seperti: CGI/Perl, ASP (Active Server Page), JSP (Java Server Pages), PHP, CFM (ColdFussion) dan lain-lain. Sedangkan yang tergolong client-side seperti: JavaScript, VbScript, HTML.
2.5 PHP (Hypertext Preprocessor)
File yang hanya berisi kode HTML tidak mendukung pembuatan aplikasi yang melibatkan database karena HTML dirancang untuk menyajikan informasi yang bersifat statis (tampilan yang isinya tetap hingga webmaster / penanggung jawab web melakukan perubahan isi). Oleh karena itu, selanjutnya muncul pemikiran untuk membuat suatu perantara yang memungkinkan aplikasi bisa menghasilkan sesuatu yang bersifat dinamis dan berinteraksi dengan database.
Akhirnya, lahirlah berbagai perantara seperti PHP, ASP dan JSP.
PHP adalah perangkat lunak yang bersifat free (gratis). Hal yang menarik lainnya adalah PHP bersifat multiplatform. Artinya, PHP dapat berjalan pada berbagai sistem, seperti windows, linux dan UNIX (Abdul Kadir, 2009).
2.6 Definisi Database
Menurut Harianto Kristanto, database adalah kumpulan file-file yang saling berelasi, relasi tersebut biasa ditunjukkan dengan kunci dari tiap file yang ada.
Satu database menunjukkan satu kumpulan data yang dipakai dalam satu lingkup perusahaan atau instansi.
Database adalah tempat penyimpanan file data. Sebagai file data, suatu data tidak menyajikan informasi secara langsung kepada pengguna. Pengguna harus menjalankan aplikasi untuk mengakses data dari basis data dan menyajikannya dalam bentuk yang bisa dimengerti. Ketika bekerja dengan file-file data, suatu aplikasi harus dikodekan agar bekerja dengan struktur masing-masing file data (Janner Simarmata, 2007).
Berdasarkan Janner Simanmata basis data banyak keuntungannnya diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Terpusat dan berbagi data.
2. Current data.
Pengguna bisa secara cepat memperbarui data dan data yang tersedia siap untuk digunakan.
3. Kecepatan dan produktivitas.
Bisa mengurutkan, mencari, membuat perubahan dan mencetak data secara cepat.
4. Akurasi dan Konsistensi.
Bisa merancang basis data untuk menvalidasi masukan data, serta untuk memastikan bahwa data yang dimasukkan adalah valid dan konsisten.
5. Keamanan.
Basis data dapat diproteksi dengan penetapan password dan identifikasi pengguna yang diotorisasi. Keamanan memastikan bahwa pengguna hanya bisa beroperasi yang diizinkan saja.
6. Pemulihan
Kegagalan sistem tidak bisa diremehkan/diacuhkan. Penggunaan basis data memungkinkan integritas data mengalami kegagalan. Sistem manajemen basis data menggunakan suatu log transaksi untuk memastikan bahwa data akan menjadi baik/pulih saat menjalankannya kembali
2.7 Definisi MySQL
SQL merupakan bahasa query yang paling banyak dipilih oleh DBMS dan Development Tolls (seperti Visual Basic, Delphi, PHP, Java, dll) dalam menyediakan median bagi penggunanya untuk berinteraksi dengan basisdata (Fatansyah, 2004).
MySQL merupakan salah satu contoh produk DBMS yang sangat popular di lingkungan linux, tetapi juga tersedia pada windows. Banyak situs web yang menggunakan MySQL sebagai database server (server yang melayani permintaan akses database).
Pernyataan-pernyataan SQL digunakan untuk melakukan beberapa tugas seperti : update data pada database, atau menampilkan data dari database.
Beberapa software RDBMS dan dapat menggunakan SQL, seperti : Oracle, Sybase, Microsoft SQL Server, Microsoft Access, Ingres. Setiap software database mempunyai bahasa perintah atau sintaks yang berbeda, namun pada prinsipnya mempunyai arti dan fungsi yang sama.
Berikut beberapa keuntungan MySQL menurut Muhammad Irmasyah : 1. Mampu menangani jutaan user dalam waktu yang bersamaan.
2. Mampu menampung lebih dari 50.000.000 record.
3. Sangat cepat mengeksekusi perintah.
4. Memiliki user privilege system yang mudah dan efisien.
2.8 Apache Server
Untuk menjalankan PHP dan MySQL membutuhkan web server. Web server yang juga dikenal dengan istilah HTTPD (Hypertext Transfer Protocol Daemon) atau HTTP Server, adalah service yang bekerja untuk melayani request dari HTTP Client (web browser) ke komputer server. PHP dan MySQL dapat bekerja sama dengan banyak web server. Salah satu web browser yang dikernal dan sudah terbukti ketangguhan serta konektivitasnya dengan PHP dan MySQL adalah apache.
Menurut Muhammad Imansyah (2003) apache adalah sebagai penjaga gawang artinya apache yang akan menghubungkan komputer client untuk
menyampaikan apakah requestnya dapat diperbarui atau tidak. Apache juga berperan sebagai juru bicara komputer server pada jalur HTTP.