• Tidak ada hasil yang ditemukan

WISUDAWAN KITA WISUDAWAN BERPRESTASI & TERBAIK UNIVERSITAS AIRLANGGA PERIODE SEPTEMBER WI SU DA WAN. AGUS IRWANTO Rektor Wisuda 3.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "WISUDAWAN KITA WISUDAWAN BERPRESTASI & TERBAIK UNIVERSITAS AIRLANGGA PERIODE SEPTEMBER WI SU DA WAN. AGUS IRWANTO Rektor Wisuda 3."

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

NEWSLETTER EDISI 134/TAHUN XV/SEPTEMBER 2019

WISUDAWAN KITA

Rektor Wisuda 3.631 Lulusan

WISUDAWAN BERPRESTASI & TERBAIK UNIVERSITAS AIRLANGGA PERIODE SEPTEMBER 2019

AGUS IRWANTO

www. unair.ac.id / / www.news.unair.ac.id

“Lulus UNAIR harus berpegang teguh pada nilai excellence with morallity.

Dengan misi itu, lulusan UNAIR harus menjadi manusia yang hebat”

- Rektor UNAIR Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA.

WI SU

DA WAN

KITA

EDISI 137/SEPTEMBER 2020

EDISI

KHUSUS

COVID-19

(2)

Rektor UNAIR Wisuda 2701 Lulusan Secara Online

“Meski digelar secara online tanpa kehadiran para wisudawan, semoga wisuda ini tidak kehilangan

maknanya. Bahwa hari ini Saudara lulus dan menjadi alumni. Kami ucapkan terima

kasih kepada para orang tua dan keluarga wisudawan yang

mendampingi wisuda ini dari rumah masing-masing.

Rektor UNAIR Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak.,

Foto: M. Alif Fauzan

Prosesi online wisuda mahasiswa Universitas Airlangga Periode Juni 2020 di Aula Garuda Mukti Kampus C UNAIR.

UNAIR NEWS - Secara seremoni, lembaran baru lulusan Universitas Airlangga (UNAIR) ditandai dengan prosesi wisuda. Periode September 2020 ini, Rektor UNAIR Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA., mewisuda sebanyak 2701 lulusan. Mereka terdiri dari lulusan jenjang diploma (D3-D4), sarjana (S1), master (S2), dan doktor. Periode wisuda September 2020 ini, Fakultas Vokasi (FV) menempati fakultas dengan wisudawan terbanyak yaitu 892 lulusan.

Yang berbeda, prosesi wisuda dilaksanakan pada tanggal 19-20 September 2020, seperti wisuda periode sebelumnya pada Juni 2020,

(3)

WISUDAWAN UPDATE

Fakultas Kedokteran (FK) 129 Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) 5 Fakultas Hukum (FH) 92

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 280 Fakultas Farmasi (FF) 1

Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) 43

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 250 Fakultas Sains dan Teknologi (FST) 309 Sekolah Pascasarjana 26

Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) 97 Fakultas Psikologi (Fpsi) 99

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) 211 Fakultas Keperawatan (FKp) 146

Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) 121 Fakultas Vokasi 892

J U M L A H W I S U D A w a n

Semua berita seputar Universitas Airlangga, di laman news.unair.

ac.id KUNJUNGI LAMAN RESMI

Penasihat: Rektor Universitas Airlangga, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Wakil Rektor IV. Penanggung Jawab/Pimpinan Redaksi:

Ketua Pusat Informasi dan Humas. Pelaksana Redaksi: Binti Q. Masruroh.

Anggota Redaksi: Nuri Hermawan, Binti Q. Masruroh, Khefti Al Mawalia.

Koresponden: Galuh Mega Kurnia, Erika Eight Novanti, Sandi Prabowo, Intang Arifia, Wildan Suyuti, Dita Aulia Rahma, Nikmatus Sholihah, Icha Nur Imami, Rista Novianti. Layout/Desain: Feri Fenoria Rifa’i. Alamat Redaksi: Pusat Informasi dan Humas (PIH) Lantai II Ruang 203, Kantor Manajemen Kampus C UNAIR, Jl. Mulyorejo Surabaya. Telepon/Fax: (031) 5915551. Surel: [email protected]

SUSUNAN REDAKSI bertempat di kediaman wisudawan masing-

masing.

Pada periode wisuda September 2020 ini, ada 25 lulusan yang tercatat sebagai wisudawan terbaik, dan 12 lulusan tercatat sebagai wisudawan berprestasi. Mengenai penetapan wisudawan terbaik dan prestasi, semua dinilai oleh fakultas tempat mahasiswa belajar. Wisudawan terbaik dinilai berdasarkan perolehan IPK tertinggi diambil dari masing- masing fakultas dan jenjang studi, dengan masa studi maksimal empat tahun untuk program sarjana.

Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)

Kali ini wisuda digelar dalam situasi dan cara yang sangat berbeda. Suasana prihatin karena pandemi Covid-19. Meski demikian, Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA., Rektor mengatakan bahwa situasi pandemi saat ini tidaklah mudah untuk bisa dihadapi dengan leluasa. Pandemi Covid-19 yang belum berakhir mengharuskan masyarakat untuk terbiasa dengan tata cara kehidupan baru yang lebih baik dari sebelumnya.

“Adanya pandemi memberikan pelajaran bagi kita semua agar lebih teliti dan hati- hati menjaga kesehatan. Kehidupan dalam kenormalan baru harus kita biasakan,” tekannya.

Prof Nasih juga mengatakan bahwa

wisuda yang dilaksanakan secara daring

menjadi momen sejarah dan merupakan

awal tatanan baru bagi UNAIR. Wisuda

daring, sambungnya, adalah bagian

dari komitmen UNAIR untuk siap

menghadapi tatanan new normal yang

lebih sehat, disiplin, menghargai waktu,

menghargai sesama dan produktif

memberikan kemanfaatan bagi umat

manusia. (bin/fer)

(4)

DEVI SALSABILA, Wisudawan Berprestasi Fakultas Hukum

Founder ADS dengan Segudang Prestasi

UNAIR NEWS – Ketertarikan terhadap dunia debat berhasil mengantarkan Devi Salsabila meraih predikat wisudawan berprestasi S1 Fakultas Hukum. Selama masa kuliah, mahasiswa yang lahir di Mojokerto pada 1 Juli 1998 itu berhasil menorehkan banyak prestasi, di antaranya adalah juara 2 dan Best Speaker of English Debate Competition BAWOR Cup di Universitas Surabaya tahun 2018, juara 2 International Taylor Debate Open di Taylor University Malaysia tahun 2018, juara 2 English Debate Competition SEADC di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2019, dan EFL Semifinalist of 40th World’s University Debating Championship tahun 2020.

“Dari sekian pengalaman itu yang paling berkesan adalah saat berhasil masuk menjadi EFL semifinalis WUDC 2020 karena itu menjadi kali pertama UNAIR mengikuti ajang debat paling bergengsi di dunia dimana pesertanya ada sekitar 400an,” terangnya.

Devi, sapaan akrabnya menceritakan bahwa debat itu sangat menantang. Dirinya dipaksa untuk memikirkan beragam permasalahan dunia dengan cepat dalam sistem impromtu.

Selain itu, debat juga bisa terus mengasah pemikiran kritisnya, apalagi ketika bertemu dengan lawan kuat lainnya yang memiliki argument bagus.

“Orang tua selalu bilang jika saya ingin ke luar negeri, maka saya harus pergi dengan usaha saya sendiri. Tentu saya melakukannya, karena berkat debat saya bisa pergi ke Malaysia dan Thailand, bahkan saya juga bisa keliling Jawa,” ucap mahasiswa asli Mojokerto itu.Meskipun aktif mengikuti banyak perlombaan debat, namun Devi tidak melupakan kewajiban akademiknya. Hal itu terbukti dengan diraihnya IPK 3,59.

Tidak hanya itu, berkat kerja sama dengan kedua temannya, Devi berhasil membentuk Airlangga Debate Society (ADS) sebagai UKM debat di UNAIR. Dibentukya UKM yang resmi berdiri pada 2018 lalu itu bertujuan sebagai wadah bagi mahasiswa lain yang ingin mengembangkan kemampuan dalam beradu argumen.

Tak lupa dia juga berpesan kepada teman-teman mahasiswa lain untuk tidak mudah putus asa ketika gagal dalam suatu perlombaan. “Learning from your mistake, you’ll be fine. Not all of us are born talented, extra efort is necessary. Hard work does matter and can be the tipping point,” pesannya. (nik/kef)

“Learning from your mistake, you’ll be fine. Not all of us are

born talented, extra efort is

necessary”.

(5)

WISUDAWAN BERPRESTASI

IRMA FAIKHOTUL HIKMAH Wisudawan Berprestasi Fakultas

Ekonomi dan Bisnis (Bidikmisi)

Bersama Kesulitan Terdapat

Kemudahan

“La Tastaslimuu Ilallah artinya jangan pernah menyerah,

kecuali kepada Allah”.

UNAIR NEWS – Perjuangan Irma Faikhotul Hikmah dalam menempuh kuliah S1 dapat dibilang tidak mudah. Terdapat berbagai kesulitan yang pernah dia hadapi. Mulai dari kesulitan biaya, kesulitan membagi waktu, lelah tenaga dan pikiran, hingga kesulitan memahami materi ekonomi Islam.

Sebagai penerima beasiswa Bidikmisi, wisudawan berprestasi yang akrab disapa Irma tersebut juga perlu bekerja untuk menambah biaya kuliah yang belum ter- cover Bidikmisi. Seperti untuk membeli buku, biaya transportasi karena tidak membawa kendaraan pribadi ketika di Surabaya, dan biaya lainnya.

“Banyak amanah yang saya pegang karena selain mendapat Bidikmisi, saya juga menjadi penerima beasiswa pembinaan dari Beastudi Etos dari Lembaga Amil Zakat Dompet Dhuafa,” ucap Irma.

Beastudi Etos itu sendiri tidak memberika uang pesangon karena Irma sudah mendapat Bidikmisi. Namun, memberikan pembinaan untuk mengasah diri, asrama bebas biaya selama dua tahun, dan berbagai pembinaan.

Meskipun begitu, Irma tetap aktif mengikuti berbagai kegiatan untuk mengasah skillnya.

Seperti aktif menjadi pengurus di UKF MOSAIC, HIMA EKIS, AcSES, dan KMNU UNAIR sejak masih mahasiswa baru. Irma juga akif mengikuti berbagai kepanitiaan dan pelatihan kepemimpinan.

Pada semester lima, barulah Irma fokus

menjadi pengajar aktif khusus olimpiadi di Lembaga Pendidikan Indonesia Rajin Indonesia Tangguh. Beberapa sekolah yang pernah Irma mentori diantaranya SMA 5 Surabaya, SMAN 1 Nganjuk, MAN 3 Jombang, Ammanatul Ummah, dan SMA NU 1 Gresik.

Irma juga pernah menjadi juara satu olimpiade ekonomi dalam acara Temu Ilmiah Nasional XVIII di Medan. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan prestasi pertama yang dia raih ketika menjadi mahasiswa di FEB UNAIR dan menjadi pemicu semangat dan percaya diri bahwa proses tidak menghianati hasil.

“La Tastaslimuu Ilallah artinya jangan pernah menyerah, kecuali kepada Allah,” ucap Irma.

Menurut Irma, ketika menghadapi hal yang membuat kecewa terhadap diri sendiri, maka terdapat tiga hal yang bisa dilakukan. Pertama, istirahat sejenak dan mengevaluasi diri guna mengatur strategi. Kemudian berhenti membandingkan capaian diri dengan orang lain. Terakhir, selalu melibatkan Tuhan dalam mengambil keputusan.

“Lebih baik meneladani sikap positif orang sukses dari pada membandingkan hasil lalu merasa tidak percaya diri,” pungkasnya. (gal/

bin)

(6)

“Pergunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya, selalu

catat jadwal rencana dan tugas di buku notes kecil agar

tidak terlupakan”.

Rajin Magang di Dalam dan Luar Negeri

ANASTASIA HANNY IRAWAN, Wisudawan Berprestasi Fakultas Kedokteran

Hewan UNAIR NEWS - Bergabung dengan Badan

Legislatif Mahasiswa (BLM) Fakultas Kedokteran Hewan selama dua periode tidak menghambat Anastasia Hanny Irawan untuk terus mengasah keterampilan dan pengalaman di dunia kedokteran hewan. Selama kuliah, wisudawan yang akrab disapa Tasia tersebut sudah melakukan magang di enam tempat, tiga negara.

“Ketika di FKH UNAIR, saya mengikuti kegiatan magang baik di dalam negeri seperti Surabaya, Yogyakarta, Bali, dan di luar negeri seperti di Thailand dan Australia,” ucapnya.

Pada Desember 2017, Tasia berkesempatan untuk magang di Balai Inseminasi Buatan Daerah, Baturiti, Bali. Pada tahun 2018, gadis kelahiran Surabaya itu juga melakukan magang di Kebun Binatang Surabaya dan magang klinis di Klinik Kayu Manis Yogyakarta.

Tidak tanggung-tanggung, pada tahun 2019 Tasia kembali mengumpulkan pengalaman magang di Universitas Chiang Mai, Thailand.

Terdapat tiga tempat magang Tasia di Universitas Chiang Mai, yaitu di Rumah Sakit Hewan Kecil, Rumah Sakit Sapi Perah, dan di Pusat Diagnostik.

Sementara pada tahun 2020, Tasia berkesempatan untuk melakukan magang penelitian di Australia. Tepatnya di University of Western Australia.

“Selain bergabung dengan BLM, saya juga bergabung dengan beberapa kelompok minat seperti Pet and Wild, dan Airlangga Equine Club,”

lanjutnya.

Menurut Tasia, hal penting untuk diperhatikan ketika kuliah adalah mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Selain itu, mahasiswa perlu bersikap ramah, sopan, dan siap membantu baik membantu dosen, mahasiswa, dan atau keluarga mahasiswa.

“Ketika kuliah, pergunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya, selalu catat jadwal rencana dan tugas di buku notes kecil agar tidak terlupakan,”

terang Tasia.

Kemudian, ketika menghadapi masalah, jangan mudah menyerah. Konsultasikan masalah tersebut pada keluarga, teman, atau dosen pembimbing untuk mendapatkan saran.

Salah satu masalah yang dihadapi Tasia ketika kuliah adalah ketika menyelesaikan skripsinya. Penelitian yang dilakukan Tasia sempat terhambat karena pandemi COVID-19.

Terlebih, penelitian tersebut harus dilakukan di ITD UNAIR. Berkat dukungan dosen pembimbing dan kegigihan kelompoknya, penelitian tersebut akhirnya dapat dilanjutkan.

“Saya sangat bersyukur karena tidak menyerah. Pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan saat penelitian tersebut sangat berharga,” pungkasnya. (gal/bin)

(7)

WISUDAWAN BERPRESTASI

MOH. WAHYU SYAFIUL MUBAROK,

Wisudawan Berprestasi Fakultas Sains dan Teknologi (Bidikmisi)

Sukses Bergelut dengan Dunia Literasi

“Jangan takut bermimpi besar. Intinya kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan

kerja ikhlas, satu lagi jangan lupakan kekuatan doa orang

tua”.

UNAIR NEWS – Menjadi wisudawan berprestasi merupakan dambaan bagi semua mahasiswa begitu pula dengan Moh. Wahyu Syafi’ul Mubarok.

Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) tersebut berhasil mewujudkan impiannya dengan memperoleh predikat wisudawan berprestasi jenjang S1 periode September 2020.

Wahyu, panggilan karibnya dikenal sangat aktif dalam dunia literasi. Tercatat dari 56 kompetisi yang dia ikuti, Wahyu mampu menorehkan 47 prestasi baik tingkat regional hingga internasional.

Tidak hanya itu, dia juga berhasil menciptakan 14 buku dalam kurun waktu empat tahun.

Semasa kuliah, Wahyu banyak mengikuti berbagai organisasi mulai dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) hingga organisasi eksternal kampus. Pada tahun pertama kuliah, dia memberanikan diri untuk mengikuti tujuh organisasi sekaligus.

“Tahun pertama kuliah, saya memberanikan diri ikut tujuh organisasi sekaligus, hal itu saya lakukan karena saya suka belajar hal-hal baru,” paparnya.

Seolah tidak bosan dengan berbagai prestasi yang telah ia raih, Wahyu juga pernah menjadi narasumber dalam 38 acara yang berbeda.

Mendapatkan First Winner International Scientific

Paper Competition di Istanbul, Turki pada awal 2018, menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Wahyu.

Skripsi yang ditulis Wahyu berjudul Pelapisan Graphene Pada Silika Microfiber untuk Sensor Kalsium. Dia menceritakan, air minum yang ada di daerah asalnya memiliki kandungan kalsium berlebih sehingga apabila dikonsumsi terus-menerus dapat menyebabkan masalah kesehatan. Karena alasan tersebut, dia terpikirkan untuk membuat sensor agar dapat mendeteksi kandungan kalsium pada air minum yang dikonsumsi masyarakat.

Kedepan, Wahyu berharap dapat membangun portofolio profesional dibidang environment, sustainability, dan climate crisis maksimal dalam kurun waktu dua tahun. Dia juga berkeinginan mengambil beasiswa Master of Urban Climate and Sustainability dari EMJMD (Erasmus Mundus Joint Master Degree) program.

Terakhir, Wahyu berpesan kepada mahasiswa lain untuk melakukan sesuatu dengan usaha terbaik, sisanya biarkan Tuhan yang menentukan.

“Give your best, let God do the rest,” tandasnya. (aul/

kef)

(8)

“Selama saya masih hidup, saya harus bermanfaat bagi orang

lain”.

Target Jadi Lulusan Berprestasi Sejak Awal Kuliah

SHINDY NOVIA A’YUN, Wisudawan Berprestasi Fakultas Perikanan

dan Kelautan UNAIR NEWS – Salah satu mimpi Shindy

Novia A’yun yang telah lama dia tempel di dinding asrama, kini benar-benar terwujud.

Shindy, sapaannya, dinobatkan sebagai wisudawan berprestasi pada periode wisuda September 2020.

Rasanya belum lama ketika Shindy pertama kali melangkahkan kaki di UNAIR. Bahkan dia masih ingat betapa bahagianya dia diterima di UNAIR dengan beasiswa Bidikmisi kala itu.

“Tujuh tahun lalu Alm. Ayah saya berpesan, saya harus bersekolah, dan bersungguh- sungguh menimba ilmu. Alhamdulillah, saya luar biasa syukur atas prestasi ini. Ibu dan nenek saya juga terharu bahagia,” katanya.

Sebagai mahasiswa Bidikmisi, keuangan Shindy tidak selalu baik-baik saja. Demi menghemat, Shindy pernah menjalankan Puasa Daud. Dia juga tidak minder ketika harus berjualan tahu bakso di kelas.

Meski begitu, Shindy adalah sosok yang sangat inspiratif dengan segudang prestasi.

“Saya tidak ingin menjadi biasa saja di kampus luar biasa seperti ini,” tandasnya.

Dara 23 tahun itu tercatat aktif dalam beberapa organisasi. Di antaranya adalah UKM, BLM, dan Mawapres fakultas. Dia juga terlibat pada kegiatan pengabdian dan seminggu sekali mengajar anak-anak Pesisir Kenjeran.

Penggemar voli itu beberapa kali mendapatkan beasiswa. Diantaranya, beasiswa unggulan dari Pemkab Kediri dan beasiswa asrama kepemimpinan dari LMI Asrama Mutiara.

Shindy juga pernah merasakan studi di Universitas Putra Malaysia selama satu semester pada semester IV. Ketika semester VI, mini research yang Shindy kerjakan di Kasetsart University, berhasil memenangkan best presentation pada sebuah konferensi internasional yang diadakan oleh Perpika, di Busan, Korea Selatan.

Pada Agustus lalu, Shindy berhasil diterima di Ocean University of China China pada jurusan food science and engineering dengan beasiswa.

Usai wisuda, Shindy bersiap ke China untuk S2.

Saat ini Shindy bersama empat rekannya tengah menjalankan perusahaan berbasis teknologi pangan, bernama Marine Baru Company. Dia mendapatkan pendanaan sebesar Rp25 juta dari hasil lomba yang diadakan oleh Jejaring Pasca Panen Indonesia.

Selama kuliah, Shindy berusaha melakukan hal sepadat mungkin. Sebab, dia harus berjuang demi keluarga dan masa depannya. “Saya merasa satu hari tanpa progres itu sungguh menyesalkan. Selagi masih muda, kita harus berusaha. Susah tidak apa, untuk masa depan yang gemilang setelahnya,” pungkasnya. (eig/

bin)

(9)

WISUDAWAN BERPRESTASI

INDRIA DWI SARASWATI, Wisudawan Berprestasi Fakultas Kesehatan

Masyarakat

Jadi Relawan Covid-19

Sembari Tunggu Wisuda

“Jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain dan jangan lupa bersyukur”.

UNAIR NEWS – Bangga dan bahagia. Itulah yang dirasakan oleh Indria Dwi Saraswati ketika dia dinobatkan sebagai Wisudawan Berprestasi Fakultas Kesehatan Masyarakat periode September 2020. Gelar itu dia peroleh atas berbagai pencapaian yang diraihnya selama empat tahun menempuh kuliah.

Indria, panggilannya, tercatat pernah menjuarai berbagai kompetisi nasional hingga internasional.

Di antaranya adalah Juara I dan Best Poster Karya Tulis Ilmiah PRISMA 7 UB pada tahun 2018.

Kemudian tahun lalu, mahasiswa asli Jombang itu meraih Best Poster The 7th Asian Academic Society International Conference di Thailand.

“Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah menjadi support system dalam perjalanan kuliah saya. Di antaranya orang tua, sahabat, dosen, dan UKM Penalaran yang menjadi wadah berkarya bagi saya,” ungkapnya.

Sejak SMP, Indria memang tertarik pada penulisan Karya Ilmiah Remaja. Meski demikian, mahasiswa kelahiran 11 Maret, 22 tahun lalu itu mengaku, tidak semua perjuangan dia selalu membuahkan hasil.

Selama kuliah, Indria bergabung pada berbagai kegiatan organisasi kampus. Dia juga menjadi pengurus aktif di UKM Penalaran dan Paguyuban Karya Salemba Empat (KSE).

“Saya memang memiliki minat yang cukup besar di bidang kepenulisan karya ilmiah.

Sedangkan, di KSE, saya mendaftar menjadi Beswan di sana,” katanya.

Tidak hanya itu, Indria juga sering terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Di antaranya adalah Pengmas Hari Kesehatan Nasional oleh FKM UNAIR di Situbondo pada 2018. Lalu, Pengmas UKM Penalaran di Pasuruan pada 2017 dan di Keputih, Surabaya pada 2019.

Meski terkesan padat, Indria memiliki cara sendiri dalam mengatur waktu. “Saya membuat list kegiatan dan reminder yang harus dilakukan agar dapat memprioritaskan setiap kegiatan dengan tepat,” ungkapnya.

Sebagai mahasiswi kesehatan, Indria terpanggil menjadi garda terdepan penanganan Covid-19.

Sembari menunggu wisuda, dia menjadi relawan Covid-19 BBTKLPP Surabaya. Indria ditempatkan di Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.

Indria bahkan berencana akan terus menjadi relawan hingga selesai masa kerja. Selanjutnya, dia mantap akan bekerja pada bidang kesehatan.

Dia berpesan agar tidak memaksakan diri pada banyak kegiatan non-akademik atau akademik saja. Sebab keduanya harus seimbang.

“Berkegiatanlah sesuai kapasitas dan passion diri masing-masing,” tandasnya. (eig/bin)

(10)

“Jangan menunda-nunda pekerjaan atau tugas. Kalau

menginginkan hasil yang lebih maka harus kerja keras

dan usaha yang lebih juga”.

Aktif di UKM PSHT dan Ikuti Berbagai Kejuaraan

FITRI KHOLIFANUR HASANAH, Wisudawan Berprestasi Fakultas Psikologi

UNAIR NEWS – Fitri Kholifanur Hasanah atau Fitri bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Persatuan Setia Hati Terate (PSHT) sejak dia masih menjadi mahasiswa baru.

UKM tersebut merupakan satu-satunya UKM yang dia ikuti selama berkuliah di UNAIR.

“Anggota UKM PSHT telah saya anggap sebagai keluarga kedua di Surabaya,” ucapnya.

Ketertarikannya terhadap UKM diwujudkan dengan aktif mengikuti kegiatan di UKM tersebut dan juga aktif mengikuti berbagai ajang perlombaan dan menjadi manajer pertandingan.

Terdapat berbagai pertandingan yang pernah dia ikuti baik sebagai peserta atau sebagai manajer.

Pertandingan tersebut antara lain Kejuaraan Pencak Silat PSHT UINSA Cup I dan II di tahun 2016 dan 2018. Kejuaraan Pencak Silat UNITOMO Cup I; Singapore Open IV tahun 2018;

ITS Cup I tahun 2018; PPS Paku Bumi Kejuaraan Pencak Silat antar Pelajar, Mahasiswa, dan Dewasa Nasional Asia Eropa 2018 dan 2019;

Airlangga Cup V dan VI di tahun 2018 dan 2019.

Pada tahun 2020, Fitri juga sempat mengikuti Banyuwangi Internasional Championship.

Menurutnya, prestasi yang dapat membuatnya mengapresiasi diri sendiri adalah ketika dia menjadi manajer di beberapa pertandingan.

Terutama ketika Kejuaraan Pencak Silat di Singapore tahun 2018. Hal tersebut karena manajer bertanggung jawab atas berbagai hal seperti atlet, masalah keuangan, persiapan penginapan, transportasi, dan urusan resmi terkait.

“Banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan ketika saya menjadi manajer dalam beberapa pertandingan,” terang Fitri.

Karena ketertarikannya pada dunia pencak silat, skripsi yang dibuat oleh Fitri juga tidak jauh dari dunia tersebut. Judul skripsi yang ditulis olehnya adalah Pengaruh Kualitas Tidur terhadap Peek Performance Atlet Bela Diri Universitas Airlangga dalam Kejuaraan.

Menurutnya, mahasiswa perlu banyak belajar dari lingkungan sekitar. Selain itu, kebiasaan suka menunda pekerjaan juga perlu untuk dihilangkan. Selalu berdoa pada Allah dan meminta doa restu kepada orang tua apapun kegiatan yang akan dilakukan mahasiswa.

“Jangan menunda-nunda pekerjaan atau tugas. Kalau menginginkan hasil yang lebih maka harus kerja keras dan usaha yang lebih juga,” lanjutnya. (gal/bin)

(11)

WISUDAWAN BERPRESTASI

DINDA KIRANA MAHARANI, Wisudawan Berprestasi Fakultas Ilmu Sosial

dan Ilmu Politik

Satu Hal Tidak

Berhasil, Bukan Berarti Ukuran Kemampuan Diri Kecil

“Langkah kecil lebih baik daripada stagnan sama

sekali”.

UNAIR NEWS - Dinda Kirana Maharani bersyukur, perjuangan kuliah yang dia jalani selama empat tahun berbuah manis. Dinka, sapaan akrabnya, berhasil merampungkan studinya dengan gelar Wisudawan Berprestasi periode wisuda September 2020.

Selain kuliah, mahasiswi kelahiran Surabaya, 30 Mei 1998 itu sangat aktif pada berbagai kegiatan di luar kampus. Di antaranya adalah pertukaran pelajar, kompetisi menulis, seminar, summit, workshop, konferensi, dan organisasional.

Selama masa studi di UNAIR, Dinka telah meraih berbagai prestasi, baik pada bidang akademik maupun non-akademik. Pada satu tahun pertama kuliah, Dinka telah mencetak prestasi sebagai Best Delegate, Asia Student Summit in Seoul, South Korea.

Selanjutnya, dia juga mendapat apresiasi sebagai Blogger Terbaik UNAIR pada 2018.

Pencapaian ini diperoleh karena rutin mengunggah tulisan akademis di blog mahasiswa UNAIR. “Saya cukup berkesan sebab tidak terpikir bahwa hasil karya tulis saya akan diperhitungkan,”

ujarnya.

Pada 2019 lalu, Dinka juga memenangkan paper presentation dan poster presentation pada gelaran National University of Singapore STEP Asian Undergraduate Summit. Hal itu menjadi pengalaman berkesan bagi Dinka usai mengikuti pertukaran pelajar di Jenewa, Switzerland.

Dinka juga mendapat kesempatan magang di Kedutaan Besar RI Oslo ketika perayaan 75 tahun

hubungan diplomatik Indonesia – Norwegia.

Tepatnya 2020 lalu.

Dinka juga sosok yang cukup perhatian terhadap lingkungan. Pada 2018 lalu, Dia mengabdikan beberapa bulan menjadi sukarelawan di Borneo Orangutan Survival. Dia berkesempatan menjadi ‘orang tua angkat’ dari seekor Orangutan bernama Jumbo.

Meskipun memiliki banyak capaian, perjuangan penerima Beasiswa Garden of Hope Foundation Taiwan tahun 2018 itu tidak dapat dikatakan mudah. Apalagi Dinka sering mengalami quarter life crisis ketika itu.

Dalam membagi waktu selama kuliah, Dinka terbiasa membuat skala prioritas dan manajemen waktu yang baik. Saat ini, Dinka fokus mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi S2 di luar negeri.

Menurut Dinka, penting untuk mempertahankan konsistensi. Visi dan target harus diasosiasikan pada hal-hal yang membawa diri semakin dekat pada tujuan. “Langkah kecil lebih baik daripada stagnan sama sekali,”

tandasnya. (eig/)

(12)

NITA PUSPITA SARI, Wisudawan Berprestasi Fakultas Ilmu Budaya

Berencana Berdedikasi di Dunia Pendidikan

“Menantang diri sendiri adalah hal paling magis dan mistis, terjebak diantara

kegelisahan impian adalah hal biasa, tetapi tumbuh dengan sia-sia adalah kegagalan yang

sesungguhnya”

UNAIR NEWS - Nita Puspita Sari pantas bangga atas pencapaian yang ia peroleh di hari kelulusannya. Bagaimana tidak, gadis kelahiran Ngawi, 7 Agustus 1998 itu dinobatkan sebagai wisudawan berprestasi Fakultas Ilmu Budaya periode September 2020, dengan capaian IPK 3.86 dan SKP 1801.

Nita merupakan mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2016, selama kuliah ia merupakan mahasiswa yang aktif mengikuti organisasi maupun kompetisi skala nasional-internasional. Capaiannya terbilang sangat mengagumkan, bisa dibilang ia merupakan gadis multitalent.

“Disamping kuliah, saya aktif mengikuti lomba debat, paper, hingga conference.

Selain itu, saya juga aktif mengikuti program pengabdian seperti Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) dan Ksatria Maritim Project (KMP),”

ungkap Nita yang pernah meraih juara 1 lomba debat UWM Surabaya 2019 itu.

Baginya, semua prestasi yang ia peroleh memiliki arti penting masing-masing, dalam setiap momen selalu ada kenangan indah.

Sebagai mahasiswa yang aktif dalam bidang pengabdian, Nita memilih mendedikasikan

dirinya untuk pendidikan, seperti halnya turut andil dalam mendirikan TPA Darul Fallah di Ngawi tahun 2020.

“Sebagai penerima beasiswa Bidikmisi, Swakarsa Prosus Inten Jatim, dan PUSPAS, mempertahankan IPK dan berprestasi adalah kewajiban sekaligus tanda terima kasih.

Dan sebagai upaya untuk membuat bangga pemberi beasiswa,” terang peraih juara 3 lomba debat nasional LEXICON 2018 itu.

Diketahui, meskipun perkuliahan membuat tenaganya terkuras, namun hal itu terbalas atas pencapaian luar biasanya. Nita dinobatkan sebagai juara 1 Mawapres FIB 2018, juara 1 lomba debat PIM FIB 2018, delegasi ENJ 2018- 2019, delegasi 7th Conference AASIC di Thailand, delegasi KMP 2019, juara 2 essay harlah Kopri, pembicara dalam Talk Show Inspiratif Campus EXPO MAN 2 Blitar 2020, dan beberapa prestasi lainnya.

“Saya akan mulai mengembara dengan meniti karir, bergelut dalam kesusastraan dan memperjuangkan beasiswa untuk studi magister kelak. Bagi saya menuntaskan dan mengabdikan diri untuk dunia pendidikan adalah sebuah kemutlakan,” pungkasnya. (wil/kef)

(13)

NOVALIA PUSPITASARY, Wisudawan Berprestasi Fakultas Keperawatan

Selalu Berikan Usaha Terbaik

“Selalu cari pengalaman dan mencoba hal baru, tidak

harus menjadi juara tapi tetap berusaha maksimal

apapun kompetisinya”.

UNAIR NEWS – Novalia Puspitasary patut berbahagia bahwa momen wisuda periode September 2020 menjadi peristiwa yang bersejarah dalam hidupnya. Mahasiswa S1 Fakultas Keperawatan tersebut berhasil menyabet titel Wisudawan Berprestasi.

Pemilihan Duta Fakultas Keperawatan pada 2017 menjadi gerbang pembuka prestasi- prestasi Nova lainnya, baik prestasi dalam skala nasional maupun internasional “Pertama kali ikut lomba itu waktu Pemilihan Duta Keperawatan dan Alhamdulillah juara 1. Dari situlah muncul motivasi untuk meraih prestasi lainnya,” terangnya.

Siapa sangka, keprihatinan Nova akan batang pohon pisang yang tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat mengantarkannya meraih medali emas dalam ajang World Invention Creativity Olympic yang diadakan oleh Korea University Invention Association pada 2018.

Penelitian yang dilakukan bersama teman- temannya berhasil menemukan obat jerawat yang bahan dasar utamanya adalah batang pohon pisang dan berhasil membawanya terbangmengunjungi negeri ginseng tersebut.

Namun perjuangan Nova dan tim tidaklah mudah, ada saja kendala yang menghadang perjalanan mereka. “Persiapannya sekitar

3 bulan. Pertama kita seleksi abstrak dan Alhamdulillah keterima. Lalu persiapan full paper, prototype dan bahan presentasi lain. Kendalanya itu ada di visa, karena satu tim 4 orang tapi yang lolos visa hanya 2 orang. Jadi berjuang hanya berdua saat itu di Korea,” ungkapnya.

Tercatat, perempuan kelahiran Surabaya, 2 November 1998 tersebut juga pernah mendapat medali emas pada ajang I2Create yang diadakan oleh Malaysia Research and Innovation Society pada 2019. Pada ajang yang sama Nova juga mendapat special award dari WIPA Taiwan.

Tidak hanya itu, wisudawan yang pernah mengikuti program pertukaran pelajar di Naresuan University, Thailand pada 2018 tersebut bersyukur bahwa keluarga dan Fakultas Keperawatan selalu memberikan dukungan terhadap setiap proses yang dilaluinya.

“Saya bersyukur sekali karena dalam proses yang saya lalui banyak sekali yang membantu. Selain support dari keluarga, Fakultas Keperawatan juga sangat mendukung mahasiswanya untuk berprestasi seperti memberikan fasilitas dan lingkungan yang mendukung ,” pungkasnya. (cha/nui)

WISUDAWAN BERPRESTASI

(14)

“Belajar sewajarnya dan berorganisasi sepantasnya”.

Rajin Ikuti Lomba dan Raih Berbagai Prestasi

PRIMEDYA KUSUMAWATI, Wisudawan Berprestasi Fakultas Vokasi UNAIR NEWS – Primedya Kusumawati atau

Primedya mengisi waktu luang perkuliahan dengan mengikuti berbagai organisasi dan lomba.

Meskipun begitu, bukan berarti Primedya terlalu fokus berkegiatan dan lupa belajar.

“Selain fokus perkuliahan, menurut saya organisasi juga penting, dimana hasilnya nanti mampu meningkatkan softskill kita,” terang Primedya.

Pada tahun 2018, Primedya menjadi pengawas di MPPK Divisi Keilmuan Himpunan Mahasiswa Hiperkes. Kemudian, pada tahun 2019 menjadi Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Selain itu, pada tahun 2018 Primedya berhasil meraih Juara 1 pemilihan mahasiswa berprestasi Fakultas Vokasi. Primedya juga meraih Juara 1 lomba poster MARVAL Competition Manajemen Bisnis PPNS, Juara 2 lomba poster SHEA Competition D3 K3 UNS, Juara 1 dan favorit lomba poster OFFEST Competition D3 Administrasi Perkantoran UNAIR, dan Juara 1 lomba poster IOSH Competition D4 K3 UNS.

Sementara pada tahun 2019, Primedya berhasil meraih Juara 1 poster SAFECOM UGM dan Juara 3 lomba cerdas cermat K3 UNDIP. Di tahun 2020, dia berhasil meraih juara 2 lomba poster GOHS Universitas Haluoleo.

Dalam menjalani perkuliahan, menurutnya, mahasiswa perlu belajar sewajarnya. Belajar dengan sistem yang memaksa dapat membuat ilmu yang dipelajari tidak masuk dalam memori jangka panjang.

Selain itu, mahasiswa juga perlu berorganisasi sepantasnya, menyesuaikan kemampuan diri terhadap organisasi dan perkuliahan. Mahasiswa harus pintar mengatur waktu agar tidak menjadi budak program kerja organisasi, membuang uang dan waktu, yang dapat menurunkan kualitas diri.

“Belajar sewajarnya, berorganisasi sepantasnya,”

ucapnya.

Saat ini Primedya sedang memegang posisi sebagai HSE Admin PT Barata Indonesia di Project Gas Processing Facility Jambaran Tiung Biru, Bojonegoro. Ke depan, Primedya berencana untuk melanjutkan studi dan mendapatkan gelar Magister K3 serta praktisi K3 yang ahli di sektor oil and gas.

Di tengah pandemi COVID-19, Primedya berhasil menyelesaikan tugas akhir berjudul Gambaran Faktor Individu dan Beban Kerja Mental Terhadap Tingkat Stres Kerja (Studi pada Pekerja di Area Finishing PT X). Primedya bersyukur karena meski pandemi namun proses pengambilan datanya untuk tugas akhir tidak mengalami hambatan yang berarti. Sehingga dia bisa menjadi mahasiswa yang pertama kali menyelesaikan dan melaksanakan sidang akhir di angkatannya. (gal/bin)

(15)

SYAFIRA REFORA DANINDYA, Wisudawan Berprestasi Wirausaha

Pernah Dilempari Botol Ketika Berjualan

UNAIR NEWS – Berawal dari menjamurnya perilaku konsumtif belanja online, Syafira Refora Danindya kini telah sukses menjalankan bisnis kerudung dengan brand-nya sendiri, yaitu Shaveoda yang merupakan singkatan dari nama panjangnya. Berkat usahanya itu, mahasiswa prodi Manajemen tersebut berhasil dinobatkan sebagai wisudawan berprestasi wirausaha.

Syafira, sapaan akrabnya menceritakan bahwa usahanya dimulai dengan berjualan kaos kaki

pada tahun 2014, ketika dirinya masih duduk di bangku SMA. Namun, peminat kaos kaki setelah kuliah ternyata tidak sebanyak saat SMA, sehingga dia beralih dengan berjualan kerudung.

“Ketika itu saya melihat kebanyakan olshop menjual kerudung dengan harga diatas 75 ribu.

Maka saya bertekad untuk coba memproduksi kerudung sendiri yang tidak kalah bagus kualitasnya dan dijual dengan harga lebih murah.

Alhamdulillah banyak yang beli,” ceritanya.

Mahasiswa kelahiran Kota Agung, 22 Mei 1998 itu menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar diawal usahanya adalah ketika mencari kain dan penjahit yang murah dan sesuai standar karena dia tidak memiliki relasi di bidang tersebut sebelumnya. Selain itu, tidak sedikit juga orang yang meremehkan brand kerudungnya. Bahkan dia pernah dilempari botol oleh orang yang tak dikenal ketika berjualan dengan menggelar tikar di pinggir jalan saat CFD.

“Saya tidak menyerah meski banyak tantangan. Justru itu menjadi motivasi bagi saya, karena segalanya butuh proses dan usaha keras,”

tuturnya.

Syafira juga menceritakan bahwa dirinya merasa sangat terbantu dengan adanya Pekan Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang diadakan oleh PPKK UNAIR. Melalui program itu, proposal usaha krudungnya berhasil lolos dan didanai.

“PPKK benar-benar berperan besar dalam perkembangan usaha saya. Disana saya mendapat pembinaan, pelatihan, dan mengikuti banyak event bazar,” tambahnya.

Sistem penjualan dilakukan mahasiswa asal Madiun itu melalui matketplace Shopee dan Instagram. Hingga saat ini, dia telah mempunyai 7 karyawan yang membantunya dalam produksi dan penjualan kerudung. Bahkan, setiap bulannya dia berhasil meraih omset hingga 15- 20 juta.

Tidak lupa Syafira bepesan kepada teman- teman lain yang ingin belajar usaha untuk jangan takut memulai dan jatuh. “Tidak ada hasil yang instan untuk menggapai sesuatu, tetap semangat,” pesannya. (nik/kef)

“Segalanya butuh proses dan usaha keras”.

WISUDAWAN WIRAUSAHA

(16)

KOKO SRIMULYO,

Wisudawan Berprestasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Lulus Cumlaude Ditengah

Kesibukannya sebagai Pejabat UNAIR

“Selama ada kemauan, harapan, dan doa semua

pasti dapat tercapai”.

UNAIR NEWS – Kesibukan menjabat sebagai sekretaris Universitas Airlangga (UNAIR) tidak menjadi penghalang bagi Koko Srimulyo untuk tetap menjalani pendidikan S3 nya. Hal itu terbukti dengan diraihnya predikat sebagai wisudawan berprestasi S3 Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) cumlaude, yakni 3.86.

Mahasiswa S3 Ilmu Sosial itu menceritakan keinginanya untuk melanjutkan pendidikan sebenarnya sudah ada sejak lama, namun hal itu sempat terhalang karena dirinya memiliki tanggungjawab pekerjaan. Impiannya itu baru bisa diraih pada tahun 2016 lalu dengan didapatkannya kesempatan beasiswa untuk menempuh pendidikan S3 dari UNAIR.

“Saya berterima kasih kepada Pak Nasih sebagai rektor karena telah memberikan kesempatan untuk menjabat sekaligus menjalankan kuliah dalam waktu bersamaan. Saya berjanji bahwa kuliah tidak akan mengurangi khidmat dalam melaksanakan pekerjaan dengan baik,” tuturnya.

Dia menjelaskan bahwa tantangan terbesarnya di awal perkuliahan adalah management waktu.

Terlebih, jam kuliah S3 menurutnya sering berubah-ubah tidak sesuai jadwal, sehingga dia sedikit kewalahan mengingat jam kerjanya di UNAIR juga sampai malam.

“Hal itu menuntut saya untuk beradaptasi dengan cepat. Selama ada niat, impian, dan kemauan untuk membagi waktu dengan baik maka bagi saya tidak ada yang sulit,” jelasnya.

‘Nothing to lose terhadap nilai’ menjadi pegangannya selama menjalankan program studi.

Mantan Kepala Forum Kerjasama Perputakaan Perguruan Tinggi Negeri Se-Indonesia itu memaparkan bahwa ketika menjadi seorang mahasiswa, kita harus manut sama dosen dengan mengerjakan semua tugasnya dengan baik tanpa memikirkan perihal nilai.

“Niatkan semua untuk mencari ilmu. Dikasih tugas ya dikerjakan, disuruh masuk ya masuk,”

tegasnya.

Selain itu, Koko juga menceritakan bahwa dia bersyukur mendapatkan promotor yang luar bisa saat kuliah. Menurutnya, promotornya itu sangat membantunya dalam menyelesaikan riset disertasi dan mengatasi beberapa kendala lainnya.

“Ada ruang terbuka dengan promotor untuk diskusi secara bebas. Dia juga selalu memberikan catatan kritis terhadap tulisan saya, sehingga itu sangat membantu kelancaran kuliah,” ceritanya.

Tidak lupa, Koko juga berpesan kepada teman- teman mahasiswa lain untuk tidak takut bermimpi.

“Selama ada kemauan, harapan, dan doa semua pasti dapat tercapai dan tak lupa pula doa dan dukungan orang tua dan istri adalah segala- galanya,” pungkasnya.(nik/kef)

(17)
(18)

M. ILHAM ALDIKA AKBAR, Wisudawan Terbaik S3 Fakultas Kedokteran

Lulus dengan IPK Sempurna 4,00

“Niatkan ikhlas untuk beribadah dan meraih ridho Allah dalam semua kerja dan

usaha. Maka apapun hasil yang kita dapat, itu adalah kebaikan dan keberkahan”.

UNAIR NEWS – Nama M. Ilham Aldika Akbar muncul sebagai Wisudawan Terbaik S3 Fakultas Kedokteran (FK) periode wisuda September 2020. Lelaki yang akrab disapa Aldi tersebut berhasil menuntaskan pendidikannya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, yakni 4,00. Angka gemilang tersebut ia raih melalui minatnya pada kasus hipertensi dalam kehamilan.

Staf Departemen Obstetrik dan Ginekologi, Rumah Sakit UNAIR-Dr. Soetomo itu menyebutkan bahwa kasus kematian ibu dan bayi secara global masih tergolong tinggi, khususnya di kawasan negara berkembang.

Penyebab utamanya sendiri didominasi oleh preeclampsia atau hipertensi. Hal tersebut yang kemudian memotivasi Aldi untuk menulis disertasi berjudul Preeclampsia: Biomarkers, Imitators, dan Clinical Complications.

Dalam disertasinya, Aldi meneliti berbagai karakteristik preeclampsia dan komplikasinya pada pasien di rumah sakit. Spesifikasi disertasinya sendiri terbagi menjadi tiga penelitian terpisah, mulai dari karakteristik dan pengaruh hipertensi kronis, perubahan biomekuler preeclampsia, serta komplikasi yang berhubungan erat dengan preeclampsia, yaitu Acute Fatty liver of pregnancy.

Selain pencapaian akademik tersebut, Aldi juga telah menelurkan lebih dari 20 publikasi,

empat artikel penelitian dan review bereputasi internasional, serta sebuah buku yang semuanya terkait dengan bayi dan ibu hamil.

“Harapannya, penelitian saya bisa menjadi salah satu kontribusi dalam usaha menekan angka kematian ibu dan bayi baru lahir di Indonesia,” ungkap dosen FK UNAIR tersebut.

Minat, pengalaman, dan dedikasi tersebut yang kemudian membuat Aldi acapkali berpartisipasi sebagai peserta maupun pengisi di berbagai seminar, simposium, workshop, maupun kongres tingkat nasional dan internasional.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, salah satu tantangan yang harus Aldi hadapi adalah manajemen waktu. Selama ini, Aldi harus membagi waktu antara kesibukannya dalam penelitian S3, menulis publikasi penelitian, serta aktivitas sehari-hari sebagai dokter di rumah sakit. Bagi Aldi, mahasiswa harus mampu menentukan jadwal dan memilih waktu mana yang produktif bagi diri mereka sendiri.

“Saya sendiri paling nyaman belajar atau menulis selepas subuh. Kondisi masih segar dan suasana lingkungan tenang. Kuncinya konsistensi dan disiplin. Selain tentunya doa dan restu dari orang tua,” tandasnya. (int/bin)

(19)

WISUDAWAN TERBAIK

“It might not be as much as you’d like to be, but a small

progress is a progress”.

NURAINI INDRASTIE, Wisudawan Terbaik S2 Fakultas Kedokteran

Gigi

Tidak Ada

‘Kebetulan’

dalam Hidup

UNAIR NEWS – Titel Wisudawan Terbaik S2 Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (UNAIR) jatuh kepada Nuraini Indrastie. Perempuan yang akrab disapa Ain tersebut menamatkan pendidikannya di S2 Ilmu Kedokteran Gigi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, yakni 3,98.

Capaian tersebut berhasil diraih Ain melalui tesisnya yang berjudul “Analisis Kadar IL-6, TNF-α, Ekspresi Bakteri Porphyromonas gingivalis dan Status Kebersihan Mulut (OHI-S) serta Profil Mikrobioma Rongga Mulut Ibu Hamil”.

Judul tersebut secara umum menyoroti parameter yang dapat menggambarkan kesehatan rongga mulut pada ibu hamil.

“Kebersihan rongga mulut ibu hamil itu salah satu aspek penting pada periode kehamilan.

Tidak hanya bagi ibu, tapi juga bagi bayi dalam kandungan. Kunjungan rutin ibu hamil ke dokter gigi itu sebenarnya sangat penting,” ujar dokter gigi kelahiran Dili, Timor Leste, tersebut.

Selain tesis tersebut, Ain juga mengganggap bahwa keberhasilannya merupakan buah dari

pola pikir yang positif dan terorganisir. Selama ini, Ain yang membuka praktik dokter gigi umum harus selalu disiplin pulang pergi Surabaya- Malang untuk kuliah dan pekerjaan. Hal tersebut yang menjadi salah satu tantangan terberat selama pendidikannya di S2.

Untuk itu, Ain selalu berusaha untuk menetapkan rencana dan target. Selama pendidikannya di UNAIR, Ain belajar untuk tidak pernah menunda pekerjaan. Sikap tersebut akan membuat individu menghasilkan progres dalam setiap usahanya.

“Saya seorang planner. Saya selalu berusaha tidak membuang waktu pada hal-hal yang penting. Karena di masa depan, belum tentu kita mendapatkan waktu dan kesempatan lain yang sama,” kata Ain.

Ain mengingatkan kepada para pelajar untuk lebih membuka sudut pandang dan bekerja keras. Tidak ada yang namanya kebetulan di dunia. Semua pencapaian dan hasil baik adalah buah dari kerja keras diri kita sendiri. Pun meski progres tersebut mungkin saja tidak sebesar kemauan kita, akan tetapi harus diingat bahwa progres seberapa kecilpun itu, tetaplah progres.

“Buka sudut pandang, sejatinya tidak ada hal yang sia-sia. Bahkan kegagalan sekalipun.

Selalu ada hal yang bisa dipelajari dari setiap kejadian. Sometimes you earn, sometimes you learn,” pungkasnya. (int/bin)

(20)

“Apapun yang kamu lakukan, lakukanlah yang terbaik.

Selebihnya, serahkan kepada Tuhan. Buatlah Tuhan terharu

dengan usahamu”.

AIRIN GONDOKUSUMO, Wisudawan Terbaik S2 Fakultas Hukum

Berturut-turut Raih Predikat Wisudawan Terbaik

UNAIR NEWS – Kembali meraih predikat yang sama untuk kali kedua bukanlah hal yang mudah. Begitu pula yang dirasakan oleh Airin Gondokusumo. Tahun 2018 lalu dirinya berhasil meraih titel Wisudawan Terbaik S1 Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR).

Hebatnya pada periode wisuda September 2020 ini, Airin kembali meraih predikat yang sama di jenjang pendidikan S2.

Perempuan kelahiran Surabaya tersebut berhasil menuntaskan studinya di S2 Magister Kenotariatan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang memuaskan, yakni 3,93. Titel tersebut ia raih melalui tesisnya yang berjudul Klausul Cidera Janji dalam Perjanjian Pembiayaan Konsumen Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019.

Tesis tersebut menyoroti tentang bagaimana ratio decidendi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mendasarkan kesepakatan para pihak sebagai penentu lahirnya cidera janji serta urgensi pencantuman klausul cidera janji dalam perjanjian pembiayaan konsumen pasca putusan MK.

Sementara itu, perjalanan pendidikan Airin di jenjang S2 terbilang tidak mudah. Selain berstatus sebagai mahasiswa, Airin selama ini juga bekerja sebagai karyawan di salah satu

kantor notaris di Surabaya. Pekerjaan Airin yang dilakukan dari pagi hingga sore, kemudian dilanjutkan dengan kuliah malam telah menjadi makanan sehari-hari yang menyita tenaga, waktu, dan pikirannya.

“Makanya harus pintar-pintar bagi waktu.

Apalagi jika pas ujian akhir atau pembuatan tesis, kerjaan juga pasti menumpuk di kantor.

Setelah kerja atau kuliah, langsung malamnya belajar. Intinya harus bijak dan mengelola waktu yang ada,” kata Airin.

Ke depannya, Airin berencana untuk melengkapi persyaratan menjadi notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang melewati serangkaian proses mulai dari menjadi Anggota Luar Biasa (ALB), magang, hingga tentunya tes ujian sebagai syarat wajib.

“Bagi kalian yang kuliah sambil bekerja, kalian harus punya mindset. Kalau sudah komitmen melakukan keduanya, tidak ada alasan untuk tidak mengerjakan tugas, bolos kelas, maupun berleha-leha. Karena itulah risiko yang harus dijalani. Saran saya, nikmatilah proses dan jadilah pribadi pantang menyerah,” tutupnya.

(int/bin)

(21)

PEPPY RAHMAWATI, Wisudawan Terbaik S1 Fakultas Hukum

Sempat Dipandang Sebelah Mata

“Setiap kesulitan pasti memiliki jalan keluar

jika didasari dengan kesungguhan”.

WISUDAWAN TERBAIK

UNAIR NEWS – Peppy Rahmawati patut berbahagia atas pencapaiannya mendapatkan gelar sebagai Wisudawan Terbaik Fakultas Hukum (FH) UNAIR. Pasalnya, perjuangan Peppy dalam meraih penghargaan tersebut bukanlah hal yang mudah. Meski sempat dipandang sebelah mata, Peppy berhasil membuktikan diri dan meraih IPK cumlaude.

Peppy mengaku menyukai kegiatan yang tidak hanya mengasah softskill namun juga bisa menciptakan relasi dengan banyak orang.

Selama kuliah, Peppy aktif mengikuti organisasi fakultas Komunitas Peradilan Semu dan menjadi volunteer di American Corner. Di tahun keduanya di American Corner, Peppy diberikan tanggung jawab sebagai troopers leader.

Menurut Peppy hal terpenting sebagai mahasiswa adalah bertanggung jawab atas amanat orang tua. Apabila hal tersebut didukung dengan daya juang tinggi dan doa, maka keberhasilan tersebut akan datang tanpa kita duga.

“Dan yang tidak kalah penting adalah mahasiswa harus mampu mencintai dirinya sendiri (selflove),” tambahnya.

Setelah lulus kuliah, Peppy berencana untuk melanjutkan studi master ke US dengan beasiswa. Namun di masa pandemi seperti saat ini rencana tersebut harus diurungkan sementara waktu. Untuk saat ini, Peppy

berfokus untuk meng-upgrade diri agar siap memasuki dunia kerja.

Peppy bercerita bahwa keluarga besarnya memiliki latar belakang sebagai petani. Dia adalah orang pertama yang mengenyam bangku kuliah. Banyak orang yang menertawakan cita-citanya untuk melanjutkan kuliah di UNAIR. Terlebih lagi, Peppy adalah perempuan yang mengambil jurusan hukum.

Dalam tradisi di lingkungan Peppy, biasanya anak perempuan akan segera dinikahkan setelah lulus SMA. Keputusan orang tua Peppy untuk menguliahkan anaknya, dianggap keputusan yang tidak lumrah. Peppy pun sering dipandang sebelah mata.

“Namun saya tidak berkecil hati. Saya percaya bahwa pendidikan tinggi akan membuat Saya lebih mampu untuk membantu orang lain,”

tuturnya.

Pada akhir, Peppy berpesan kepada teman- teman di luar sana untuk tidak berputus asa dalam menghadapi ‘badai’ yang mungkin datang justru dari lingkungan terdekat. Tetap teguh dalam berusaha, karena nanti pasti akan ada waktunya kita mensyukuri semua atas apa yang dilakukan. (san/nui)

(22)

“The best way to predict your future is to create it,

Kita mampu menuliskan masa depan sesuai yang diharapkan, selama kita mau

memperjuangkannya”.

ERRY WISUDAWAN PRADANA, Wisudawan Terbaik S2 Fakultas Ekonomi dan

Bisnis

Motivasi Bangkit Dari Pertemanan yang Saling

Menguatkan

UNAIR NEWS – Perlu penyesuaian dan penyeimbangan yang lebih bagi setiap mahasiswa yang menjalankan program fast- track. Bukan tanpa alasan, perhatian dalam pengerjaan skripsi sekaligus menjalankan perkuliahan magister pada waktu yang bersamaan, merupakan tantangannya. Begitu pula bagi Erry Wisudawan Pradana, peraih predikat Wisudawan Terbaik S2 asal Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Baginya, hal yang menguras banyak energi adalah adaptasi dengan tugas S2 yang lebih banyak dan jauh lebih kompleks.

Meski begitu, ia pun dapat bangkit dari tantangannya tersebut. Alhasil, Erry berhasil meraih nilai IPK sempurnya, 4.00. Saat studi S1, Erry turut masuk 10 besar IPK tertinggi se-fakultas dengan capaian IPK 3,90. Baginya, hal yang memotivasi untuk bangkit adalah orangtua dan 5 teman yang juga menjalankan program fast-track dengan saling menguatkan. .

“Mungkin karena kami merasa senasib sepenanggungan serta menghadapi kendala yang hampir sama, kami saling menguatkan dengan memberikan semangat satu sama lain.

Alhamdulillah saya bisa bangkit dan berhasil melewati fase tersebut,” tuturnya.

Erry merasa, dalam circle pertemanan tersebut, mahasiswa asal Sampang itu berdiskusi banyak hal, mulai dari materi perkuliahan hingga isu-isu terkini. Oleh karena itu, ia memberi saran untuk mahasiswa yang sedang menjalankan perkuliahan.

“Saya sangat menyarankan untuk membentuk peer group karena belajar akan menjadi lebih mengasyikkan saat dilakukan bersama teman-teman dibandingkan bila kita harus belajar sendiri,”

Mahasiswa yang juga aktif dalam organisasi HIMA S2 Magister Sains Manajemen tersebut mengakhiri studi S2 dengan penelitian berjudul

“Corporate Governance dan Internasionalisasi:

Efek Moderasi Masa Jabatan CEO”. Tak berhenti disitu, mahasiswa kelahiran 1996 tersebut kini sibuk menyelesaikan paper penelitian yang nantinya akan di-submit pada jurnal ilmiah.

Setelah menyelesaikan studinya, ia berencana meniti karier profesional pada BUMN atau perusahaan multinasional. Erry juga memiliki keinginan untuk mengabdikan diri pada badan regulator yang berfokus pada bidang keuangan seperti Bank Indonesia atau OJK. (ris/nui)

(23)

“Setiap Ksatria Airlangga sudah disediakan tujuan dan rencana yang indah dari Yang

Maha Kuasa, karena itu just do your part, and let God”.

HENRY SEBASTIANTANTO, Wisudawan Terbaik S1 Fakultas Ekonomi dan

Bisnis

Mimpi dan Harapan yang Ditetapkan, Usahakan, dan Doakan

WISUDAWAN TERBAIK

UNAIR NEWS – “Perjuangan menempuh studi S1 sangat menantang,” begitulah ungkapan Henry Sebastiantanto, wisudawan terbaik asal S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Baginya, ucapan orang tentang jenjang kuliah sangat berbeda dengan masa SMA memang benar adanya. Namun itulah yang membuat mahasiswa kelahiran Jombang tersebut banyak belajar mengenai organisasi, mengubah pola pikir, menghadapi masalah, dan mengambil keputusan saat genting.

Henry, dinobatkan sebagai wisudawan terbaik periode September 2020 dengan nilai IPK hampir sempurna, 3.96. Tentu saja prestasi itu diraihnya dengan tidak mudah. Perlu usaha melawan permasalahan waktu yang dirasakannya.

“Secara ringkas saya menghadapi permasalahan waktu. Akan tetapi, masalah itu bukanlah sesuatu yang akan selesai jika didiamkan. Dari sanalah saya belajar time management,” ungkapnya.

Permasalahan waktu muncul ketika Henry sibuk dengan beberapa kegiatan lain. Seperti halnya mengajar di suatu bimbel, mengikuti kepanitiaan, hingga di akhir masa perkuliahan, ketua komite olimpiade akuntansi untuk universitas seluruh Indonesia itu memutuskan

magang pada suatu Kantor Akuntan Publik (KAP) di Surabaya.

Memilih magang di KAP bukanlah tanpa sebab.

Rupanya, itu adalah langkah awal dari rencana yang Henry buat setelah studi S1 selesai.

“Saya berencana untuk bekerja pada suatu KAP dan bertahan sampai jenjang yang tinggi,”

ujar mahasiswa yang kini mempersiapkan berkas untuk melamar di KAP yang diinginkannya.

Hal tersebut sejalan dengan apa yang menjadi motivasinya, yaitu mimpi dan harapannya.

“Yang selalu memotivasi adalah mimpi dan harapan yang saya tetapkan, usahakan, dan doakan. Saya percaya, adanya mimpi dan harapan, hidup saya akan selalu terarah dan selalu bisa memberi dampak, selama mimpi itu mulia dan berguna bagi banyak orang,” tandasnya.

Pada akhir, Henry membagi tipsnya hingga menjadi wisudawan terbaik. “Berusaha semaksimal mungkin dalam mata kuliah yang diambil. Jangan cepat puas diri, karena di luar sana pasti banyak yang lebih kompeten dan cerdas, serta terakhir, takut akan Tuhan,” tutupnya.

(ris/nui)

(24)

“Selama kuliah, mahasiswa harus bisa disiplin serta mengatur waktu sebaik mungkin”.

MUHAMMAD NIZAR ILHAM KUSUMA,

Wisudawan Terbaik S1 Fakultas Kedokteran Hewan

Teneliti Kadar Antibiotik Tetracycline di Dalam Udang

UNAIR NEWS – Wisuda September 2020 menjadi momen yang tak akan dilupakan oleh Muhamad Nizar Ilham Kusuma, wisudawan asal Madiun. Mahasiswa Pendidikan Dokter Hewan Angkatan 2016 tersebut berhasil meraih penghargaan sebagai Wisudawan Terbaik Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNAIR.

Usahanya selama menempuh pendidikan Sarjana membuahkan hasil gemilang dengan nilai IPK cumlaude.

Wisudawan yang akrab disapa Nizar itu berhasil merampungkan skripsi dengan judul “Validation of UV-Visible Spectrophotometric Method for The Determination of Tetracycline Concentration in Shrimp”. Nizar memilih judul tersebut karena udang merupakan salah satu produk pangan hewani dengan tingkat konsumsi yang cukup tinggi. Untuk itu, diperlukan monitoring terhadap kadar antibiotik (Tetracycline) dalam udang.

“Alat UV-Visible Spectrophotometer dapat menjadi solusi untuk mengukur kadar Tetracycline dalam udang,” jelasnya.

Selama perkuliahan, Nizar mengaku aktif mengikuti beberapa organisasi tingkat fakultas di FKH UNAIR. Di antaranya adalah Badan

Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKH di tahun 2017, Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia (IMAKAHI) di tahun 2018, dan Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) FKH di tahun 2019.

Selama menempuh pendidikan S1 di UNAIR, Nizar banyak belajar bagaimana cara untuk survive tanpa ada orang tua di sisinya. Banyaknya materi perkuliahan dan tugas yang diberikan dosen FKH UNAIR dapat menjamin mahasiswa memenuhi kompetensinya sebagai calon dokter hewan

“Saya bersyukur selama kuliah, saya mendapat teman-teman yang suportif,” ujarnya.

Saat ini, Nizar sedang fokus untuk mempersiapkan Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH). PPDH merupakan bentuk pendidikan profesi dokter hewan untuk mendapatkan gelar dokter hewan yang merupakan lanjutan dari pendidikan S1 Pendidikan Kedokteran Hewan.

“Setelah lulus PPDH, saya berencana untuk mencari beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2,” jelasnya.

Pada akhir, wisudawan kelahiran Madiun, 28 Februari 1998 itu berpesan kepada mahasiswa yang sedang menempuh kuliah agar bisa disiplin serta mengatur waktu sebaik mungkin. Selain itu, Nizar berharapUNAIR dapat mewujudkan visinya sebagai World Class University. (san/nui)

(25)

WISUDAWAN TERBAIK

“Mahasiswa harus aktif bergabung dengan kelompok- kelompok diskusi dan sesegera mungkin melakukan penelitian untuk karya skripsi atau tesis”.

EMMA ALFA NADIA, Wisudawan Terbaik S2 Fakultas Ilmu Sosial

dan Ilmu Politik

Sosiologi adalah Ilmu yang Dinamis dan Membutuhkan Kedalaman Analisis

UNAIR NEWS – Wisuda September 2020 menjadi momen bahagia bagi Emma Alfa Nadia. Mahasiswa yang akrab disapa Emma itu berhasil menorehkan prestasi gemilang sebagai Wisudawan Terbaik Program Magister Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAIR.

Mahasiswa S2 Sosiologi tersebut berhasil meraih IPK cumlaude. 

Emma berhasil merampungkan tesisnya dengan judul “Pengantin Pesanan, Realitas Sosial Human Trafficking di Kalimantan Barat”. Emma mengambil judul tersebut karena terkait realitas sosial yang sedang terjadi di Kalimantan Barat. Pengantin pesanan dianggap sebagai perjodohan biasa oleh masyarakat sekitar. Namun dibalik itu semua, yang sebenarnya terjadi adalah human trafficking.

“Yang sebenarnya terjadi adalah human trafficking yang melibatkan dua negara yaitu Indonesia dengan China,” jelasnya. 

Emma menjelaskan bahwa topik yang menarik untuk dibahas dalam tesisnya ialah bahwa human trafficking dan perempuan selalu menghasilkan kekerasan. Oleh karena itu, dalam perspektif penelitiannya, Emma mengambil teori Michel Foucault dengan pisau analisis wacana kritis feminisme.

“Untuk membongkar realitas sosial pengantin pesanan, saya mengambil teori Michel Foucault dengan pisau analisis wacana kritis feminisme,”

jelasnya.

Selama berkuliah, wisudawan asal Surabaya tersebut aktif dalam kajian gender dan Women Crisis Center. Selain itu, dia juga turut aktif dalam penelitian-penelitian sosial dan juga menjalankan beberapa usaha. Menurutnya, Sosiologi adalah ilmu yang dinamis dan membutuhkan kedalaman analisis. 

“Hal tersebut membuat Saya merasa senang sehingga mendorong saya untuk melakukan riset- riset kemudian menuliskannya ke dalam artikel penelitian,” tuturnya.

Pad akhir, Emma berbagi beberapa tips kepada mahasiswa UNAIR yang sedang mengenyam pendidikan di bangku perkuliahan. Menurutnya, mahasiswa harus mampu mengatur waktu dengan baik dan memperbanyak membaca artikel pada jurnal ilmiah. 

“Selain itu mahasiswa juga harus aktif bergabung dengan kelompok-kelompok diskusi, dan sesegera mungkin melakukan penelitian untuk karya skripsi atau tesis dan atau artikel ilmiah lainnya,” tutupnya. (san/nui)

(26)

“Ora et labora, bekerja atau belajarlah dengan sepenuh hati dan jangan pernah lupa untuk berdoa”.

NI MADE CITRA KUSUMA DEWI, Wisudawan Terbaik S1 Fakultas Ilmu Sosial

dan Ilmu Politik

Pernah Jadi Presenter Termuda Hingga Kelola Bisnis Sendiri

UNAIR NEWS – Perjuangan Ni Made Citra Kusuma Dewi dalam menempuh pendidikan sarjana akhirnya terbayar manis. Ketekunannya dalam menimba ilmu berhasil mengantarkan mahasiswa asal Bali tersebut memperoleh predikat wisudawan terbaik jenjang S1 periode September 2020 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,85.

Citra, panggilan karibnya, menceritakan jika perjalanannya dalam menyelesaikan studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga tidaklah mudah. Tentu, terdapat fase dimana ia merasa berat ketika menjalani berbagai kegiatan perkuliahan. Namun, ia tidak pernah menyerah dan terus belajar untuk membuat orang tuanya bangga.

“Saya tidak pernah memiliki pikiran untuk menyerah karena saya tahu bahwa perjuangan orang tua saya jauh lebih besar,” ucap wisudawan kelahiran 1998 itu.

Salah satu prestasi yang paling berkesan untuknya adalah menjadi presenter termuda dalam International Conference on Advancement of Development Administration (ICADA) tahun 2017 di Bangkok, Thailand dimana saat itu Citra merupakan mahasiswa semester dua. Selain itu, ia juga berhasil meraih Juara I Mahasiswa Blogger Berprestasi Universitas Airlangga pada tahun 2018.

Setelah berhasil menyelesaikan studinya, Citra kembali menekuni bisnis makanan yang telah ia dirikan sejak SMA. Tidak hanya sibuk mengelola bisnis, Citra juga melakukan berbagai pekerjaan freelance, seperti transcriber dan masih terlibat aktif menjadi salah satu asisten riset dalam penelitian dosen.

Memiliki ketertarikan pada topik yang membahas mobilitas manusia, mendorong Citra untuk menulis skripsi dengan judul Explaining China’s Passport Powerlessness Towards the OECD Countries: The Impact of International Order and International Recognition. Skripsi tersebut berisi tentang faktor- faktor dibalik lemahnya paspor Tiongkok terhadap negara anggota OECD per tahun 2019.

Ketika ditanya mengenai tips menjadi wisudawan terbaik, Citra mengungkapkan bahwa hanya ada dua hal yang selalu ia lakukan, yakni belajar dengan sepenuh hati dan tidak pernah lupa untuk berdoa.

Kebiasaan membaca bahan bacaan mingguan yang disediakan dosen juga membantu Citra dalam menyelesaikan studinya.

“Jangan pernah menyerah dalam menggapai cita- cita, stay motivated and please keep your feet on the track,” pesannya. (aul/kef)

(27)

“Jangan mudah putus asa, siapkan waktu dan tenaga yang cukup untuk

menghadapi segala tantangan dan hambatan

dalam perkuliahan”.

SAIKHU AKHMAD HUSEN, Wisudawan Terbaik S3 Fakultas Sains dan

Teknologi

Teliti Bahan Hayati Untuk Pengobatan Diabetes Mellitus

UNAIR NEWS – Usia bukan menjadi penghalang bagi Saikhu Akhmad Husen untuk menyelesaikan studi S3 Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam di Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) dengan baik. Memperoleh predikat wisudawan terbaik jenjang S3 periode September 2020, Pak Sah, panggilan akrabnya, berhasil lulus dengan Indeks Prestasi Mahasiswa (IPK) sebesar 3,98.

“Saya ingin memotivasi teman-teman yang usianya lebih muda untuk dapat menyelesaikan studi S3 tepat waktu bahkan lebih cepat dari batas waktu yang diberikan yakni tujuh semester, karena saya sendiri berhasil menyelesaikan studi ini selama enam semester,” ucapnya.

Disertasi yang ditulis oleh Pak Sah berjudul Potensi Antioksidan Ekstraks Buah Okra Merah untuk Perbaikan Sensitivitas Jaringan Terhadap Insulin pada Mencit Diabetik. Pak Sah mengatakan, judul tersebut merupakan grand design proyek penelitiannya. Dia menambahkan bahwa fokus dalam penelitian tersebut adalah mencari bahan hayati yang digunakan untuk pengobatan diabetes mellitus.

Disamping perkuliahan, Pak Sah juga bekerja sebagai dosen biologi di FST UNAIR. Dia tetap disibukkan dengan kegiatan mengajar dan membimbing praktikum. Selain itu, Pak Sah juga mengerjakan proyek penelitian baik dari

dana DRPM pusat maupun dana Riset mandat dari UNAIR.

“Saya tetap mengajar kuliah dan membimbing praktikum sesuai dengan kinerja saya, karena studi S3 ini saya ambil dengan ijin belajar, bukan tugas belajar,” cerita wisudawan kelahiran 1963 tersebut.

Selama menempuh studi S3, Pak Sah meluangkan waktu lebih banyak untuk belajar dan mengerjakan berbagai tugas kuliah. Dia mengungkapkan ketika menjadi mahasiswa jenjang S3 harus siap dengan segala tantangan dan hambatan dalam proses perkuliahan maupun dalam penyusunan disertasi.

“Yang penting siapkan waktu dan tenaga yang cukup untuk menghadapi segala tantangan dan hambatan dalam perkuliahan maupun penyusunan disertasi,” jelas wisudawan asal Surabaya itu.

Kedepan, Pak Sah berharap tetap menjadi pengajar atau dosen yang dapat memotivasi para mahasiswanya. Terakhir, Pak Sah berpesan kepada mahasiswa lain untuk tetap menjaga semangat dalam belajar, jangan mudah berputus asa dan tetap jaga kesehatan. (aul/kef)

WISUDAWAN TERBAIK

(28)

“Bermimpi tanpa bertindak adalah kemustahilan, jadi kalau sudah bermimpi untuk jadi mahasiswa yang sukses,

maka lakukanlah dengan sungguh-sungguh”.

HERWIN PREDIANTO, Wisudawan Terbaik S2 Fakultas Sains dan

Teknologi

Sang Wisudawan Terbaik dari Indonesia Timur

UNAIR NEWS – Herwin Predianto atau akrab disapa Herwin merupakan mahasiswa jenjang S2 Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) yang berhasil meraih predikat wisudawan terbaik periode September 2020. Berkat usahanya yang sungguh-sungguh, dia mampu menyelesaikan studi dengan memperoleh Indeks Prestasi Mahasiswa (IPK) sebesar 3,88.

Wisudawan asal Manado tersebut menceritakan perjalanannya dalam menempuh studi S2. Dia mengakui jika kurangnya skill laboratorium dan kemampuan berbahasa inggris menjadi kendala yang harus dia hadapi.

“Perjuangan saya cukup berliku, karena terdapat kekurangan dalam skill laboratorium dan berbahasa inggris,” ucap wisudawan kelahiran 1994 tersebut.

Herwin mengungkapkan, sebagai mahasiswa jenjang S2 harus memiliki sifat tekun dan rajin dalam membaca jurnal, karena kegiatan tersebut sangat membantu dalam proses perkuliahan. Khusus mahasiswa bidang sains, tambahnya, maka harus memiliki semangat yang lebih dalam melakukan penelitian di

laboratorium.

Dukungan dari orang tua dan calon istri menjadi motivasi bagi Herwin untuk segera menyelesaikan studi dengan baik. Tidak hanya itu, dia ingin membuktikan bahwa orang dari Indonesia Timur juga mampu menjadi mahasiswa berprestasi.

“Saya ingin membuktikan kepada teman- teman bahwa orang dari Indonesia Timur mampu menjadi mahasiswa berprestasi,”

tuturnya.

Semasa kuliah dia pernah menjadi pemateri dalam acara Bedah Soal Kompetisi Kimia (KK) UNAIR tahun 2019. Dia juga pernah mengikuti student exchange di Malaysia selama satu minggu dan kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang paling berkesan bagi Herwin.

Tidak hanya disibukkan dengan kegiatan perkuliahan, Herwin juga bekerja sebagai seorang freelancer pada salah satu lembaga bimbingan belajar di Indonesia. Kedepannya, dia berharap bisa melanjutkan studi jenjang S3 dan bekerja sebagai dosen.

“Bermimpi tanpa bertindak adalah kemustahilan, kalau sudah bermimpi untuk menjadi mahasiswa yang sukses, maka lakukanlah dengan sungguh-sungguh,”

pungkasnya. (aul/kef)

Referensi

Dokumen terkait

UNAIR NEWS – Berhasil meraih gelar Wisudawan Terbaik periode Juni 2021 dengan IPK sempurna 4.00, menjadi momen yang tidak pernah disangka oleh Amirotul Azhimah, drh.,

Komplikasi dan kematian ibu maternal serta bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa sekitar persalinan, hal ini antara lain disebabkan pertolongan tidak dilakukan

Syarat perlu agar suatu persamaan teridentifikasi adalah banyaknya variabel yang diketahui dan yang dikeluarkan dari persamaan lebih besar atau sama dengan banyaknya

Penelitian tersebut menggunakan metode algoritme genetika untuk menghasilkan kombinasi kromosom terbaik sehingga akan diperoleh susunan bahan makanan untuk ibu hamil

Penerapan dari parallel genetic algorithm untuk penyusunan bahan makanan keluarga yang anggotanya terdapat penderita hiperkolesterolemia pada penggunaan parameter metode

Berdasarkan ketiga uji coba yang telah dilakukan terhadap setiap parameter algoritma genetika, maka diperoleh titik optimal untuk memperoleh nilai fitness terbaik,

 Menentukan cost untuk setiap kota yang didapat dengan menggunakan fungsi evaluasi metode A* Search Algorithm.  Mengambil cost yang tekecil dari hasil perhitungan

Verifikasi dokumen pendaftaran wisuda dari mahasiswa calon wisudawan sekaligus pencatatan nama mahasiswa calon wisudawan, pemberian form Biodata Alumni, pembuatan