• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH"

Copied!
96
0
0

Teks penuh

(1)

L K I P

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

DINAS SOSIAL

qKABABUPATEN TANGERANG

TAHUN ANGGARAN 2020

(2)

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Sosial Tahun 2020.

Laporan LKIP ini disusun berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Penetapan Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, dan Peraturan Bupati Tangerang Nomor 92 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, Tata Cara Reviu Laporan Kinerja dan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Penyusunan laporan ini merupakan upaya kami untuk menginformasikan pertanggungjawaban kinerja yang telah dilakukan Dinas Sosial selama Tahun 2020, sebagai konsistensi kami terhadap komitmen untuk menciptakan transparansi yang merupakan pilar terwujudnya Tata Pemerintahan yang baik. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2020 memuat informasi tentang Penyelenggaraan Pemerintahan, Pelaksanaan Kebijakan Program dan Kegiatan, serta Pencapaian Sasaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis Dinas Sosial Kabupaten Tangerang dengan kurun waktu Tahun 2019-2023.

Hasil pencapaian kinerja Dinas Sosial Kabupaten Tangerang tidak terlepas dari kerjasama dan kerja keras semua pihak yakni Masyarakat, Swasta dan Aparat Pemerintah Daerah baik dalam perumusan kebijakan, maupun dalam implementasi serta pengawasannya.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, bantuan serta partisipasi dalam penyusunan

(3)

LKIP Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Tahun 2020.

Tigaraksa, Maret 2021

KEPALA DINAS SOSIAL KABUPATEN TANGERANG

UJAT SUDRAJAT, S.Sos, MT Pembina Utama Muda / (IV.c) NIP. 19730120 199312 1 001

(4)

IKHTISAR EKSEKUTIF

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mendorong tata kelola pemerintahan yang baik, dimana instansi pemerintah melaporkan kinerjanya dalam memberikan pelayanan publik sesuai yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, dan Peraturan Bupati Tangerang Nomor 92 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, Tata Cara Reviu Laporan Kinerja dan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Prinsip dasar akuntabilitas adalah bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggaraan negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi Negara sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan yang berlaku.

Dalam rangka itu maka Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2020 ini merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Penyusunan Laporan Kinerja dilakukan dengan mendasarkan pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Perjanjian

(5)

Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Reviu atas Laporan Kinerja, di mana pelaporan capaian kinerja organisasi secara transparan dan akuntabel merupakan bentuk pertanggungjawaban atas kinerja Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, disamping itu laporan ini disusun sebagai kewajiban untuk menyampaikan pertanggungjawaban atas kinerja dan tindakan yang telah dilaksanakan meliputi pencapaian sasaran yang mengindikasikan tingkat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program dan kebijakan yang telah ditetapkan kepada pimpinan atau kepada pihak yang memiliki hak atau berkewenangan untuk meminta keterangan pertanggungjawaban.

Dinas Sosial Kabupaten Tangerang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Dinas Sosial Kabupaten Tangerang. Dinas Sosial merupakan dipimpin oleh seorang Kepala Dinas Sosial yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Rincian tugas, fungsi dan tata kerja Dinas Sosial Kabupaten Tangerang diatur dalam Peraturan Bupati Tangerang Nomor 86 Tahun 2016 tentang kedudukan, susunan organisasi, tugas dan fungsi, serta tata kerja Dinas Sosial Kabupaten Tangerang.

Dinas Sosial Kabupaten Tangerang mempunyai tugas membantu Bupati merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, membina dan mengendalikan urusan pemerintahan bidang Sosial yang menjadi kewenangan Daerah dan tugas pembantuan yang diberikan kepada Pemerintah Daerah. Dalam melaksanakan tugas tersebut Dinas Sosial mempunyai Fungsi :

a. perumusan kebijakan teknis di bidang sosial;

b. pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum bidang sosial;

c. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan sesuai dengan lingkup

(6)

tugasnya;

d. pelaksanaan administrasi dinas sesuai dengan lingkup tugasnya;

dan

e. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati terkait dengan tugas dan fungsinya.

Laporan Kinerja ini disusun dengan melakukan analisa dan mengumpulkan bukti untuk menjawab pertanyaan, sejauhmana sasaran pembangunan yang ditunjukkan dengan keberhasilan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Sosial Kabupaten Tangerang yang telah mendapatkan bimbingan dan arahan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI.

Sebanyak 2 (dua) Sasaran Strategis sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bupati Tangerang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Indikator Kinerja Utama (IKU) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang Tahun 2019-2023.

Berdasarkan hasil Pengukuran Kinerja terhadap 1 (satu) Indikator Kinerja Utama, disimpulkan bahwa :

Rata-rata capaian sasaran strategis dengan nilai diatas 100%, dengan predikat “Sangat Memuaskan” sebanyak ….. Sasaran Strategis dengan nilai …,… %.

Rata-rata capaian sasaran strategis dengan nilai diatas 90% sampai dengan 100%, dengan predikat “Sangat Memuaskan” sebanyak 1 Sasaran Strategis dengan nilai 95,30 %.

Rata-rata capaian sasaran strategis dengan nilai diatas 80% sampai dengan 90%, dengan predikat “Memuaskan” sebanyak …… Sasaran Strategis dengan nilai ……,…..%.

Rata-rata capaian sasaran strategis dengan nilai diatas 70% sampai dengan 80%, dengan predikat “Sangat Baik” sebanyak …… Sasaran Strategis dengan nilai ……,…..%.

Rata-rata capaian sasaran strategis dengan nilai diatas 60% sampai dengan 70%, dengan predikat “Baik” sebanyak …… Sasaran Strategis dengan nilai ……,…..%.

(7)

Rata-rata capaian sasaran strategis dengan nilai diatas 50% sampai dengan 60%, dengan predikat “Cukup (Memadai)” sebanyak ……

Sasaran Strategis dengan nilai ……,…..%.

Rata-rata capaian sasaran strategis dengan nilai diatas 30% sampai dengan 50%, dengan predikat “Kurang” sebanyak …… Sasaran Strategis dengan nilai ……,…..%.

Rata-rata capaian sasaran strategis dengan nilai diatas 0% sampai dengan 30%, dengan predikat “Sangat Kurang” sebanyak ……

Sasaran Strategis dengan nilai ……,…..%.

Dari hasil Pengukuran Kinerja tersebut menunjukkan bahwa 1 (Satu) Sasaran Strategis tidak memenuhi target sebagaimana perencanaan strategis yang telah ditetapkan dan merupakan kegagalan pencapaian kinerja Dinas Sosial, namun demikian masih terdapat 1 (Satu) Sasaran Strategis yang masih dalam proses penilaian oleh Tim Evaluator Sakip Kab.

Tangerang. Beberapa upaya perbaikannya pada Penerapan SAKIP Tahun 2021 yang dituangkan dalam Rencana Aksi pada Tahun 2021

(8)

DAFTAR ISI

PERNYATAAN EVALUASI ATAS LAPORAN KINERJA INSTANSI DINAS SOSIAL KABUPATEN TANGERANG

TAHUN ANGGARAN 2020

KATA PENGANTAR ... i IKHTISAR EKSEKUTIF ... iii DAFTAR ISI ... vii

BAB I PENDAHULUAN ... 1-1 A. Latar Belakang ... 1-1 B. Dasar Hukum ... 1-2 C. Maksud dan Tujuan ... 1-4 D. Gambaran Umum Dinas Sosial ... 1-7 E. Tugas dan Fungsi ... 1-7 F. Isu Strategis ... 1-33 G. Sistematika ... 1-34

BAB II PERENCANAAN KINERJA ... 2-1 A. Perencanaan Strategis Sebelum Reviu ... 2-1

1. Rencana Strategis Dinas Sosial ... 2-1 2. Indikator Kinerja Utama ... 2-5 3. Perjanjian Kinerja Tahun 2020 ... 2-6 B. Perencanaan Strategis Hasil Reviu ... 2-7 1. Rencana Strategis Dinas Sosial ... 2-8 2. Indikator Kinerja Utama ... 2-8 3. Perjanjian Kinerja Tahun 2020 ... 2-9

(9)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 3-1 A. Kerangka Pengukuran Kinerja ... 3-1 B. Capaian Indikator Kinerja Utama ... 3-6 C. Capaian Sasaran dan Indikator Kinerja Utama

Tahun 2020 ... 3-7 D. Pengukuran, Evaluasi dan Analisa Capaian

Kinerja Sasaran Strategis ... 3-7 E. Realisasi/Penyerapan Anggaran Tahun 2020 ... 3-12 F. Rencana Aksi Dinas Sosial ... 3-14

BAB IV PENUTUP ... 4-1

LAMPIRAN – LAMPIRAN

(10)

Pendahuluan

Menjelaskan latar belakang, maksud dan tujuan penyusunan LKIP, tugas pokok dan fungsi Perangat Daerah, secara ringkas profil Dinas Sosial, dan issue strategis/Permasalahan yang ada pada Dinas

Sosial.

(11)

A. LATAR BELAKANG

Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan Pemerintah yang berdayaguna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab, telah diterbitkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Pelaksanaan lebih lanjut didasarkan atas Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, dan Peraturan Bupati Tangerang Nomor 92 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, Tata Cara Reviu Laporan Kinerja dan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah adalah perwujudan kewajiban suatu instansi Pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan sasaran strategis yang telah ditetapkan melalui alat pertanggungjawaban secara periodik.

Dalam Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tangerang, capaian tujuan dan sasaran pembangunan yang dilakukan tidak hanya mempertimbangkan Visi dan Misi Kabupaten Tangerang, melainkan keselarasan dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai pada lingkup Pemerintahan baik pada tingkat Daerah, Provinsi maupun Nasional.

Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 dan Peraturan Bupati Tangerang Nomor 92 Tahun 2017 yang telah disebutkan diatas, diharapkan dapat menjadi pedoman untuk pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas, terukur, legitimate sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya

(12)

guna, berhasil guna, bersih, dan bertanggungjawab serta bebas dari Kolusi, Korupsi dan Nepotisme.

Sehubungan dengan hal tersebut Dinas Sosial Kabupaten Tangerang diwajibkan untuk menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP). Penyusunan LKIP Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Tahun 2020 yang dimaksudkan sebagai perwujudan akuntabilitas penyelenggaraan kegiatan yang dicerminkan dari Pencapaian Kinerja, Realisasi Pencapaian Indikator Kinerja Utama dan Sasaran dengan Target yang telah ditetapkan.

B. DASAR HUKUM

LKIP Dinas Sosial Kabupaten Tangerang ini disusun berdasarkan beberapa landasan hukum sebagai berikut :

1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Provinsi Djawa Barat (Berita Negara Tahun 1950) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1968 tentang Pembentukan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang dengan mengubah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Provinsi Djawa Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1968 Nomor 31, Tambah/an Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2851);

2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4010);

3. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih, Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;

(13)

4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585);

5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota;

6. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah;

7. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP);

8. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

9. Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 03 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang Tahun 2013-2018;

10. Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Tangerang;

11. Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 01 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang Tahun 2019-2023;

(14)

12. Peraturan Bupati Tangerang Nomor 92 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, Tata Cara Reviu Laporan Kinerja dan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Tangerang;

13. Peraturan Bupati Tangerang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Indikator Kinerja Utama Tahun 2019-2023 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang;

14. Perjanjian Kinerja Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2020.

C. MAKSUD DAN TUJUAN

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) ini disusun berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Penetapan Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Bupati Tangerang Nomor 92 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, Tata Cara Reviu Laporan Kinerja dan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Tangerang, dan Peraturan Bupati Tangerang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Indikator Kinerja Utama Tahun 2019-2023 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Peraturan tersebut memberikan tuntunan kepada semua Instansi Pemerintah untuk menyiapkan LKIP, sebagai laporan dari berbagai aktivitas, alat dan prosedur yang digunakan untuk mencapai target kinerja diukur berdasarkan realisasi data yang dikumpulkan, diklasifikasian, diikhtisarkan, sesuai dengan sasaran strategis untuk dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

(15)

Tujuan pelaporan kinerja memberikan informasi kinerja yang terukur kepada masyarakat atas kinerja yang telah dicapai dan seharusnya dicapai serta yang belum dicapai untuk melakukan upaya berkesinambungan bagi peningkatan kinerja. Salah satu dasar penerapan manajemen kinerja adalah pengukuran kinerja untuk menjamin adanya peningkatan pelayanan publik dan peningkatan akuntabilitas. Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan antara pencapaian kinerja dengan target yang dilakukan secara berkala setiap tahun. Pengukuran dan perbandingan kinerja menggambarkan posisi kinerja yang dicapai untuk pencapaian sasaran strategis. Untuk itu perjanjian kinerja harus mengacu kepada sasaran yang dilengkapi dengan indikator kinerja yang relevan dan terukur. Perjanjian kinerja juga harus dilengkapi dengan rencana aksi yang menguraikan secara rinci berbagai aktivitas yang akan dilakukan serta alokasi anggaran yang akan digunakan. Agar rencana aksi dan target-target dapat dicapai, perlu dilakukan monitoring secara konsisten dan melaksanakan evaluasi keberhasilan pelaksanaan program sehingga dapat memberikan umpan balik bagi perbaikan kinerja dengan berorientasi pada hasil (outcome) yang manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Rencana Strategis (Renstra) Dinas Sosial memberikan arah yang jelas sesuai dengan prioritas daerah dalam upaya perencanaan target- target jangka pendek dan menengah yang berorientasi pada outcome.

Sasaran yang dilengkapi indikator kinerja utama yang relevan, spesifik, terukur dan benar-benar sesuai dengan tugas Dinas Sosial untuk memudahkan penguraian kedalam Rencana Kinerja Tahunan, Perjanjian Kinerja dan Rencana Aksi yang akan dilakukan serta untuk memudahkan dalam upaya merancang berbagai kegiatan yang berorientasi pada hasil.

(16)

Penerapan anggaran berbasis kinerja merupakan kewajiban Dinas Sosial untuk mempertanggungjawabkan kinerja pada tahun sebelumnya dengan Perjanjian Kinerja sebelum mengajukan anggaran pada tahun berikutnya dan memastikan bahwa setiap pengajuan anggaran mengacu pada kegiatan-kegiatan yang tidak hanya menghasilkan output tetapi juga menghasilkan outcome yang relevan dan dapat diukur dengan upaya pencapaian sasaran Dinas Sosial.

Perjanjian Kinerja menjadi instrumen manajemen kinerja untuk melakukan monitoring dan evaluasi penilaian kinerja Dinas Sosial dan individu, pemberian reward atau punishment, serta mendorong pemanfaatan hasil evaluasi untuk kepentingan perbaikan akuntabilitas kinerja secara berkelanjutan.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) memiliki dua fungsi utama, yaitu:

Pertama : laporan akuntabilitas kinerja, merupakan sarana bagi Dinas Sosial Kabupaten Tangerang untuk menyampaikan pertanggungjawaban kinerja kepada seluruh stakeholders (Gubernur, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI);

Kedua : laporan akuntabilitas kinerja, merupakan sarana evaluasi atas pencapaian kinerja Dinas Sosial Kabupaten Tangerang sebagai upaya untuk memperbaiki kinerja di masa datang.

Dua fungsi utama LKIP tersebut merupakan cerminan dari maksud dan tujuan penyusunan dan penyampaian LKIP Dinas Sosial.

Dengan demikian, maksud dan tujuan penyusunan dan penyampaian LKIP Dinas Sosial Tahun 2020 mencakup beberapa aspek, yaitu:

(17)

1 Aspek Akuntabilitas Kinerja untuk keperluan eksternal organisasi, menjadikan LKIP Tahun 2020 sebagai sarana pertanggungjawaban Dinas Sosial Kabupaten Tangerang atas capaian kinerja Tahun 2020. Esensi capaian kinerja tersebut merujuk pada sampai sejauhmana sasaran strategis telah dicapai sampai dengan Tahun 2020;

2 Aspek Manajemen Kinerja untuk keperluan internal organisasi, menjadikan LKIP Tahun 2020 sebagai sarana evaluasi kinerja di masa datang. Untuk setiap celah kinerja yang ditemukan, Dinas Sosial Kabupaten Tangerang merumuskan strategis pemecahan masalahnya sehingga capaian kinerja Dinas Sosial Kabupaten Tangerang dapat ditingkatkan secara berkelanjutan, juga menjadi instrumen pemberian reward atau punishment.

D. GAMBARAN UMUM DINAS SOSIAL 1. Tugas dan Fungsi Dinas Sosial

Berdasarkan Peraturan Bupati Kabupaten Tangerang Nomor 86 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Sosial Kabupaten Tangerang. Dinas Sosial Kabupaten Tangerang mempunyai tugas membantu Bupati merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, membina dan mengendalikan urusan pemerintahan bidang Sosial yang menjadi kewenangan Daerah dan tugas pembantuan yang diberikan kepada Pemerintah Daerah. Dalam melaksanakan tugas tersebut Dinas Sosial mempunyai Fungsi :

a. perumusan kebijakan teknis di bidang sosial;

b. pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum bidang sosial;

c. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan sesuai dengan lingkup tugasnya;

d. pelaksanaan administrasi dinas sesuai dengan lingkup tugasnya; dan

(18)

e. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati terkait dengan tugas dan fungsinya.

Dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah Dinas Sosial memiliki peran sebagai unsur penunjang Urusan Pemerintahan pada bidang sosial. Susunan organisasi

Dinas Sosial Kabupaten Tangerang adalah sebagai berikut : a. Kepala Dinas ;

b. Sekretariat, terdiri atas:

1. Sub Bagian Perencanaan;

2. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; dan 3. Sub Bagian Keuangan.

c. Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, terdiri atas:

1. Seksi Jaminan Sosial Perorangan dan Keluarga;

2. Seksi Perlindungan Sosial Orang Terlantar, Korban Tindak Kekerasan, Pekerja Migran dan Korban Bencana;

d. Bidang Rehabilitasi Sosial, terdiri atas:

1. Seksi Kesejahteraan Sosial Anak dan Lanjut Usia;

2. Seksi Rehabilitasi Sosial Penyadang Disabilitasi; dan

3. Seksi Rehabilitasi Sosial Eks Penyandang Penyakit Sosial;

e. Bidang Perberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, terdiri atas:

1. Seksi Penanganan Fakir Miskin Rumah tidak Layak Huni;

2. Seksi Pemberdayaan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial; dan

3. Seksi Pengelolaan Sumber Dana Sosial dan Kemitraan Dunia Usaha;

(19)

f. Bidang Data, Bina Sosial dan Kepahlawanan, terdiri atas:

1. Seksi Penyuluhan Kesejahteraan Sosial, Pelestarian Nilai-nilai Keperintisan, Kepahlawanan dan Kejuangan; dan

2. Seksi Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial;

g. UPT Rehabilitasi PMKS; dan h. Kelompok Jabatan Fungsional.

Fungsi dan tugas untuk setiap struktur adalah sebagai berikut : a. Kepala Dinas

Kepala Dinas mempunyai rincian tugas sebagai berikut:

a. merumuskan program kerja Dinas dalam mendukung melaksanakan program dan fungsi dinas;

b. mengkoordinasikan pelaksanaan program kerja Dinas;

c. membina kinerja aparatur di lingkungan Dinas;

d. mengarahkan program kegiatan Dinas;

e. menyelenggarakan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di bidang sosial;

f. mengevaluasi pelaksanaan tugas tiap kegiatan yang dilaksanakan; dan

g. melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan rencana program dan kegiatan Dinas.

b. Sekretariat

Sekretariat dipimpin oleh Sekretaris Dinas. Sekretariat mempunyai tugas melaksankan penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi, pembinaan dan pengendalian kesekretariatan. Sekretariat Dinas mempunyai fungsi sebagai berikut :

a. penyiapan rumusan kebijakan teknis yang terkait dengan perencanaan, umum dan kepegawaian,serta keuangan, mengacu kepada Rencana Pembangunan

(20)

Jangka Menengah Daerah, peraturan perundang- undangan;

b. penyiapan pengendalian yang terkait dengan perencanaan, umum dan kepegawaian,serta keuangan;

c. penyiapan bimbingan yang terkait dengan perencanaan, umum dan kepegawaian,serta keuangan;

d. pengelolaan administrasi yang terakait dengan perencanaan, keuangan, serta umum dan kepegawaian:

e. pelaksanan fasilitasi pengelola informasi dan dokumen (PID); dan

f. Penyiapan dan pelaksanaan pengembangan e- governance.

Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana Sekretaris Dinas mempunyai rincian tugas sebagai berikut:

a. merencanakan perumusan kebijakan teknis yang terkait dengan perencanaan, umum dan kepegawaian, serta keuangan;

b. membagi tugas program yang terkait dengan perencanaan, umum dan kepegawaian, serta keuangan;

c. memberi petunjuk program yang terkait dengan perencanaan, umum dan kepegawaian, serta keuangan;

g. mengatur program yang terkait dengan perencanaan, umum dan kepegawaian, serta keuangan

h. mengevaluasi kegiatan program yang terkait dengan perencanaan, umum dan kepegawaian, serta keuangan; dan

i. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan terkait dengan tugas dan fungsinya.

(21)

1) Sub Bagian Perencanaan

Sub bagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyususnan kegiatan perencanaan.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud kepala Sub Bagian Perencanaan mempunyai rincian tugas:

a. merencanakan kegiatan perencanaan;

b. membimbing pelaksanaan kegiatan perencanaan yang meliputi: Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Rencana Strategis, Rencana Kerja, Indikator Kinerja Utama, Perjanjian Kinerja, Penyusunan Dokumen RKA/DPA, RRKA/DPPA, Fasilitasi Perencanaan, e-reporting, Reviu penyerapan anggaran, Data Pembangunan Perangkat Daerah, Monitoring dan Evaluasi, pelaksanaan pengembangan e-governance, Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

c. membagi tugas pelaksanaan kegiatan perencanaan yang meliputi : Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Rencana Strategis, Rencana Kerja, Indikator Kinerja Utama, Perjanjian Kinerja, Penyusunan Dokumen RKA/DPA, RRKA/DPPA, Fasilitasi Perencanaan, e-reporting, Reviu penyerapan anggaran, Data Pembangunan Perangkat Daerah, Monitoring dan Evaluasi, pelaksanaan pengembangan e-governance, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

d. mengevaluasi pelaksanaan kegiatan yang terkait perencanaan membuat laporan pelaksanaan kegiatan perencanaan yang meliputi : Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Rencana Strategis, Rencana Kerja, Indikator Kinerja Utama, Perjanjian Kinerja, Penyusunan Dokumen RKA/DPA, RRKA/DPPA, Fasilitasi Perencanaan, e-reporting, Reviu penyerapan

(22)

anggaran, Data Pembangunan Perangkat Daerah, Monitoring dan Evaluasi, Laporan Kinerja Instansi Pemerintah; dan

e. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan terkait dengan tugas dan fungsinya.

2) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

Sub bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyusunan kegiatan umum dan kepegawaian. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud kepala Sub bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai rincian tugas sebagai berikut:

a. merencanakan kegiatan umum dan kepegawaian membimbing pelaksanaan kegiatan umum meliputi : surat menyurat, penggandaan, pengiriman, pengarsipan, tata naskah dinas, inventarisasi aset dan persediaan pengadaan barang dan jasa, pendistribusian, stock opname, fasilitasi pengelola informasi dan dokumen (PID), perjalanan dinas dan pemeliharaan barang- barang Inventaris Dinas;

b. membimbing pelaksanaan kegiatan kepegawaian meliputi : mutasi, kenaikan pangkat, kenaikan jenjang jabatan bagi jabatan fungsional tertentu, kenaikan gaji berkala, data pegawai, DUPAK, PAK, SKP, DUK, bezetting pegawai, kesejahteraan pegawai, pembinaan disiplin pegawai, pendidikan dan pelatihan pegawai, dan pensiun pegawai.

c. membagi tugas pelaksanaan kegiatan umum meliputi: surat menyurat, penggandaan, pengiriman, pengarsipan, tata naskah dinas, inventarisasi aset dan persediaan, pengadaan barang dan jasa, pendistribusian, stock opname, fasilitasi pengelola informasi dan dokumen (PID), penyiapan pelaksanaan pengembangan e-

(23)

governance, perjalanan dinas dan pemeliharaan barang-barang Inventaris Dinas;

d. membagi tugas pelaksanaan kegiatan kepegawaian meliputi : mutasi, kenaikan pangkat, kenaikan jenjang jabatan bagi jabatan fungsional tertentu (auditor, pengawas pemerintahan, audiwan) kenaikan gaji berkala, data pegawai, DUPAK, PAK, SKP, DUK, bezetting pegawai, kesejahteraan pegawai,pembinaan disiplin pegawai, pendidikan dan pelatihan pegawai, dan pensiun pegawai;

e. mengevaluasi pelaksanaan kegiatan umum dan kepegawaian;

f. membuat laporan pelaksanaan kegiatan Umum dan Kepegawaian; dan

g. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan terkait dengan tugas dan fungsinya.

3) Sub Bagian Keuangan

Sub bagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penyusunan kegiatan Keuangan. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai rincian tugas:

a. merencanakan kegiatan Keuangan;

b. membimbing pelaksanaan kegiatan administrasi keuangan yang meliputi : Pengajuan Surat Membayar Uang Persediaan, Ganti Uang, Tambahan Uang, LS Bendahara, LS Pihak Ketiga dan Ganti Uang Nihil, Pencairan, Pencatatan,

Pembukuan, serta Pelaporan

Pertanggungjawaban Anggaran;

c. membagi tugas pelaksanaan kegiatan administrasi keuangan yang meliputi : Pengajuan Surat Membayar Uang Persediaan, Ganti Uang, Tambahan Uang, LS Bendahara, LS Pihak Ketiga

(24)

dan Ganti Uang Nihil, Pencairan, Pencatatan, Pembukuan, cash opname serta Pelaporan Pertanggung jawaban Anggaran;

d. mengevaluasi pelaksanaan kegiatan yang terkait keuangan

e. membuat laporan pelaksanaan kegiatan administrasi keuangan yang meliputi : Pengajuan Surat Membayar Uang Persediaan, Ganti Uang, Tambahan Uang, LS Bendahara, LS Pihak Ketiga dan Ganti Uang Nihil, Pencairan, Pencatatan, Pembukuan, cash opname serta Pelaporan Pertanggungjawaban Anggaran; dan

f. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan terkait dengan tugas dan fungsinya.

c. Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial

Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi, pembinaan dan pengendalian bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial mempunyai fungsi sebagai berikut :

a. penyiapan rumusan kebijakan teknis yang terkait dengan jaminan sosial perorangan dan keluarga, perlindungan sosial orang terlantar, korban tindak kekerasan;

b. penyiapan rencana dan program yang terkait dengan jaminan sosial perorangan dan keluarga, perlindungan sosial orang terlantar, korban tindak kekerasan;

c. penyiapan pengendalian kegiatan yang terkait dengan jaminan sosial perorangan dan keluarga, perlindungan sosial orang terlantar, korban tindak kekerasan pelaksanaan;

(25)

d. penyiapan bimbingan dan evaluasi yang terkait dengan jaminan sosial perorangan dan keluarga, perlindungan sosial orang terlantar, korban tindak kekerasan; dan

e. pengelolaan administrasi yang terkait dengan jaminan sosial perorangan dan keluarga, perlindungan sosial orang terlantar, korban tindak kekerasan.

Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial mempunyai rincian tugas sebagai berikut:

a. merencanakan perumusan kebijakan teknis yang terkait dengan Jaminan Sosial perorangan dan keluarga, perlindungan sosial orang terlantar, korban tindak kekerasan, pekerja migran dan korban bencana;

b. membagi tugas program yang terkait dengan Jaminan Sosial perorangan dan keluarga, perlindungan sosial orang terlantar, korban tindak kekerasan, pekerja migran dan korban bencana;

c. memberi petunjuk program yang terkait dengan Jaminan Sosial perorangan dan keluarga, perlindungan sosial orang terlantar, korban tindak kekerasan, pekerja migran dan korban bencana;

d. mengatur program yang terkait dengan Jaminan Sosial perorangan dan keluarga, perlindungan sosial orang terlantar, korban tindak kekerasan, pekerja migran dan korban bencana dalam melaksanakan system pengendalian intern;

e. mengevaluasi kegiatan program yang terkait dengan Jaminan Sosial perorangan dan keluarga, perlindungan sosial orang terlantar, korban tindak kekerasan, pekerja migran dan korban bencana; dan

f. melaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan terkait dengan tugas dan fungsinya.

(26)

1) Seksi Jaminan Sosial Perorangan dan Keluarga Seksi Jaminan Sosial Perorangan dan Keluarga mempunyai tugas melakukan penyusunan kegiatan Jaminan Sosial Perorangan dan Keluarga. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud kepala Seksi Jaminan Sosial Perorangan dan Keluarga mempunyai rincian tugas sebagai berikut:

a. merencanakan kegiatan jaminan sosial perorangan dan keluarga;

b. membimbing pelaksanaan kegiatan jaminan sosial perorangan dan keluarga, yang meliputi : pengumpulan, pengolahan dan penganalisaan data jaminan sosial perorangan dan keluarga;

c. membagi tugas pelaksanaan program kegiatan jaminan sosial perorangan dan keluarga;

d. mengevaluasi pelaksanaan kegiatan jaminan sosial perorangan dan keluarga;

e. membuat laporan pelaksanaan kegiatan jaminan sosial perorangan dan keluarga; dan

f. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan terkait dengan tugas dan fungsinya.

2) Seksi Perlindunga Sosial Orang Terlantar, Korban Tindak Kekerasan (KTK) & Pekerja Migran (PM) dan Korban Bencana

Seksi Perlindungan Sosial Orang Terlantar, Korban Tindak Kekerasan, Pekerja Migran dan Korban Bencana sebagaimana dimaksud mempunyai tugas melakukan penyusunan kegiatan perlindungan sosial orang terlantar, korban tindak kekerasan, pekerja migran dan korban bencana. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud kepala Seksi Perlindungan Sosial Orang Terlantar, Korban Tindak

(27)

Kekerasan, Pekerja Migran dan Korban Bencana mempunyai rincian tugas sebagai berikut:

a. merencanakan kegiatan perlindungan sosial orang terlantar, korban tindak kekerasan, pekerja migran dan korban bencana;

b. membimbing pelaksanaan kegiatan perlindungan sosial orang terlantar, korban tindak kekerasan, pekerja migran dan korban bencana;

c. membagi tugas pelaksanaan kegiatan perlindungan sosial orang terlantar, korban tindak kekerasan, pekerja migran dan korban bencana;

d. mengevaluasi dan monitoring pelaksanaan kegiatan perlindungan sosial orang terlantar, korban tindak kekerasan, pekerja migran dan korban bencana;

e. membuat laporan pelaksanaan kegiatan perlindungan sosial orang terlantar, korban tindak kekerasan, pekerja migran dan korban bencana;

dan

f. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan terkait dengan tugas dan fungsinya.

d. Bidang Rehabilitasi Sosial

Bidang Rehabilitasi Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi, pembinaan dan pengendalian dalam kegiatan rehabilitasi sosial. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud kepala Bidang Rehabilitasi Sosial mempunyai fungsi sebagai berikut:

a. penyiapan rumusan kebijakan teknis yang terkait dengan kesejahteraan sosial anak dan lansia, rehabilitasi sosial penyandang disabilitas dan rehabilitasi sosial eks penyakit sosial;

b. penyiapan rencana dan program yang terkait dengan kesejahteraan sosial anak dan lansia, rehabilitasi sosial penyandang disabilitas dan rehabilitasi sosial eks

(28)

penyakit sosial;

c. penyiapan pengendalian pelaksanaan program yang terkait dengan kesejahteraan sosial anak dan lansia, rehabilitasi sosial penyandang disabilitas dan rehabilitasi sosial eks penyakit sosial;

d. penyiapan bimbingan dan pengkoordinasian program yang terkait dengan kesejahteraan sosial anak dan lansia, rehabilitasi sosial penyandang disabilitas dan rehabilitasi sosial eks penyakit sosial;

e. pengelolaan administrasi yang terkait dengan pelaksanaan program bidang kesejahteraan sosial anak dan lansia, rehabilitasi sosial penyandang disabilitas dan rehabilitasi sosial eks penyakit sosial.

Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud kepala Bidang Rehabilitasi Sosial mempunyai rincian tugas sebagai berikut:

a. merencanakan perumusan kebijakan yang terkait dengan program kesejahteraan sosial anak dan lansia, rehabilitasi sosial penyandang disabilitas dan rehabilitasi sosial eks penyakit sosial;

b. membagi tugas program yang terkait dengan kesejahteraan sosial anak dan lansia,rehabilitasi sosial penyandang disabilitas dan rehabilitasi sosial eks penyakit sosial;

c. memberi petunjuk program yang terkait dengan kesejahteraan sosial anak dan lansia, rehabilitasi sosial penyandang disabilitas dan rehabilitasi sosial eks penyakit sosial;

d. mengatur program dan melaksanakan kegiatan yang terkait dengan kesejahteraan sosial anak dan lansia,rehabilitasi sosial penyandang disabilitas dan rehabilitasi sosial eks penyakit sosial, yang meliputi : pengumpulan data teknis serta bahan perumusan program;

(29)

e. mengevaluasi kegiatan program bidang yang terkait dengan kesejahteraan sosial anak dan lansia, rehabilitasi sosial penyandang disabilitas dan rehabilitasi sosial eks penyakit sosial; dan

f. melaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan terkait dengan tugas dan fungsinya.

1) Seksi Kesejahteraan Sosial Anak dan Lanjut Usia Seksi Kesejahteraan Sosial Anak dan Lanjut Usia sebagaimana dimaksud mempunyai tugas melakukan penyusunan kegiatan kesejahteraan sosial anak dan lanjut usia. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Anak dan Lanjut Usia mempunyai rincian tugas sebagai berikut:

a. merencanakan kegiatan peningkatan kesejahteraan sosial anak dan lanjut usia;

b. membimbing pelaksanaan kegiatan kesejahteraan sosial anak dan lanjut usia, yang meliputi : pengumpulan, pengolahan dan penganalisaan data;

c. membagi tugas pelaksanaan kegiatan kesejahteraan sosial anak dan lanjut usia;

d. mengevaluasi pelaksanaan kegiatan kesejahteraan sosial anak dan lanjut usia;

e. membuat laporan pelaksanaan kegiatan kesejahteraan sosial anak dan lanjut usia; dan f. melaksanakan tugas kedinasan lain yang

diberikan oleh atasan terkait dengan tugas dan fungsinya.

2) Seksi Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Seksi Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitasi mempunyai tugas melakukan penyusunan kegiatan rehabilitasi sosial penyandang disabilitasi. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud kepala

(30)

Seksi Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitasi mempunyai rincian tugas sebagai berikut:

a. merencanakan kegiatan rehabilitasi sosial penyandang disabilitasi;

b. melaksanakan kegiatan rehabilitasi sosial penyandang disabilitasi;

c. membimbing pelaksanaan kegiatan rehabilitasi sosial penyandang disabilitasi;

d. membagi tugas pelaksanaan kegiatan rehabilitasi sosial penyandang disabilitasi;

e. mengevaluasi pelaksanaan kegiatan rehabilitasi sosial penyandang disabilitasi;

f. membuat laporan pelaksanaan kegiatan rehabilitasi sosial penyandang disabilitasi;dan g. melaksanakan tugas kedinasan lain yang

diberikan oleh atasan terkait dengan tugas dan fungsinya.

3) Seksi Rehabilitasi Sosial Eks Penyandang Penyakit Sosial

Seksi Rehabilitasi Sosial Eks Penyandang Penyakit Sosial sebagaimana dimaksud mempunyai tugas melakukan penyusunan kegiatan rehabilitasi sosial eks penyandang penyakit sosial. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Eks Penyandang Penyakit Sosial mempunyai rincian tugas sebagai berikut:

a. merencanakan kegiatan rehabilitasi sosial eks penyandang penyakit sosial (gelandangan, pengemis, pemulung, eks narapidana, eks pengguna narkotika dan zad adiktif lainnya, tuna susila, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan kelompok minoritas;

b. melaksankan kegiatan rehabilitasi sosial eks penyandang penyakit sosial (gelandangan,

(31)

pengemis, pemulung, eks narapidana, eks pengguna narkotika dan zad adiktif lainnya, tuna susila, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan kelompok minoritas;

c. membimbing pelaksanaan kegiatan rehabilitasi sosial eks penyandang penyakit sosial (gelandangan, pengemis, pemulung, eks narapidana, eks pengguna narkotika dan zad adiktif lainnya, tuna susila, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan kelompok minoritas;

d. membagi tugas pelaksanaan kegiatan rehabilitasi sosial eks penyandang penyakit sosial (gelandangan, pengemis, pemulung, eks narapidana, eks pengguna narkotika dan zad adiktif lainnya, tuna susila, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan kelompok minoritas;

e. mengevaluasi pelaksanaan kegiatan rehabilitasi sosial eks penyandang penyakit sosial (gelandangan, pengemis, pemulung, eks narapidana, eks pengguna narkotika dan zad adiktif lainnya, tuna susila, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan kelompok minoritas;

f. membuat laporan pelaksanaan kegiatan Rehabilitasi Sosial Eks Penyandang Penyakit Sosial (Gelandangan, pengemis, pemulung,Eks Napi, Eks Napza, Tuna Susila, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan kelompok Minoritas); dan g. melaksanakan tugas kedinasan lain yang

diberikan oleh atasan terkait dengan tugas dan fungsinya.

e. Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penangaan Fakir Miskin

Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin sebagaimana dimaksud mempunyai tugas melaksankan penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi, pembinaan dan pengendalian bidang pemberdayaan sosial dan

(32)

penanganan fakir miskin. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin mempunyai fungsi sebagai berikut:

a. penyiapan rumusan kebijakan teknis yang terkait dengan penanganan fakir miskin, rumah tidak layak huni, pemberdayaan potensi dan sumber kesejahteraan sosial, pengelolaan sumber dana sosial dan kemitraan dunia usaha;

b. penyiapan rencana dan program yang terkait dengan penanganan fakir miskin, rumah tidak layak huni, pemberdayaan potensi dan sumber kesejahteraan sosial, pengelolaan sumber dana sosial dan kemitraan dunia usaha;

c. penyiapan pengendalian program yang terkait dengan penanganan fakir miskin, rumah tidak layak huni, pemberdayaan potensi dan sumber kesejahteraan sosial, pengelolaan sumber dana sosial dan kemitraan dunia usaha;

d. penyiapan bimbingan yang terkait dengan penanganan fakir miskin, rumah tidak layak huni, pemberdayaan potensi dan sumber kesejahteraan sosial, pengelolaan sumber dana sosial dan kemitraan dunia usaha; dan e. pengelolaan administrasi yang terkait dengan

penanganan fakir miskin, rumah tidak layak huni, pemberdayaan potensi dan sumber kesejahteraan sosial, pengelolaan sumber dana sosial dan kemitraan dunia usaha.

Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penangan Fakir Miskin mempunyai rincian tugas sebagai berikut:

a. merencanakan perumusan kebijakan program bidang yang terkait dengan penanganan fakir miskin, rumah tidak layak huni, Pemberdayaan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS), dan Pengelolaan Sumber Dana Sosial dan Kemitraan Dunia Usaha;

(33)

b. membagi tugas program bidang yang terkait dengan penanganan fakir miskin, rumah tidak layak huni, Pemberdayaan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS), dan Pengelolaan Sumber Dana Sosial dan Kemitraan Dunia Usaha;

c. memberi petunjuk program bidang yang terkait dengan penanganan fakir miskin, rumah tidak layak huni, Pemberdayaan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS), dan Pengelolaan Sumber Dana Sosial dan Kemitraan Dunia Usaha;

d. mengatur program bidang yang terkait dengan penanganan fakir miskin, rumah tidak layak huni, Pemberdayaan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS), dan Pengelolaan Sumber Dana Sosial dan Kemitraan Dunia Usaha;

e. mengevaluasi kegiatan program bidang penanganan fakir miskin, rumah tidak layak huni, Pemberdayaan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) dan Pengelolaan Sumber Dana Sosial dan Kemitraan Dunia Usaha.

1) Seksi Penanganan Fakir Miskin, Rumah Tidak Layak Huni

Penanganan Fakir Miskin, Rumah Tidak Layak Huni sebagaimana dimaksud mempunyai tugas melakukan penyusunan kegiatan Penanganan Fakir Miskin, Rumah Tidak Layak Huni. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud kepala Seksi Penanganan Fakir Miskin, Rumah Tidak Layak Huni mempunyai rincian tugas sebagai berikut:

a. merencanakan kegiatan kegiatan penanganan fakir miskin, rumah tidak layak huni;

b. melaksanakan kegiatan penanganan fakir miskin, rumah tidak layak huni;

c. membimbing pelaksanaan kegiatan penanganan

(34)

fakir miskin, rumah tidak layak huni;

d. membagi tugas pelaksanaan kegiatan penanganan fakir miskin, rumah tidak layak huni;

e. mengevaluasi pelaksanaan kegiatan penanganan fakir miskin, rumah tidak layak huni;

f. membuat laporan pelaksanaan kegiatan penanganan fakir miskin, rumah tidak layak huni;

g. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan terkait dengan tugas dan fungsinya.

2) Seksi Pemberdayaan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial

Seksi Pemberdayaan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial sebagaimana dimaksud mempunyai tugas melakukan penyusunan kegiatan Pemberdayaan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud kepala Seksi Pemberdayaan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial mempunyai rincian tugas sebagai berikut:

a. merencanakan kegiatan Pemberdayaan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial;

b. melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial;

c. membimbing pelaksanaan kegiatan Pemberdayaan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial meliputi : pengumpulan, pengolahan, penganalisaan data;

d. membagi tugas pelaksanaan kegiatan Pemberdayaan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial;

e. mengevaluasi pelaksanaan kegiatan

(35)

Pemberdayaan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial;

f. membuat laporan pelaksanaan kegiatan Pemberdayaan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial; dan

g. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan terkait dengan tugas dan fungsinya.

3) Seksi Pengelolaan Sumber Dana Sosial dan Kemitraan Dunia Usaha

Seksi Pengelolaan Sumber Dana Sosial dan Kemitraan Dunia Usaha sebagaimana dimaksud mempunyai tugas melakukan penyusunan kegiatan pengelolaan sumber dana sosial dan kemitraan dunia usaha. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Dana Sosial dan Kemitraan Dunia Usaha mempunyai rincian tugas:

a. merencanakan kegiatan pengelolaan sumber dana sosial dan kemitraan dunia usaha;

b. melaksanakan kegiatan pengelolaan sumber dana sosial dan kemitraan dunia usaha;

c. membimbing pelaksanaan kegiatan pengelolaan sumber dana sosial dan kemitraan dunia usaha, meliputi: pengumpulan, pengolahan dan penganalisaan data;

d. membagi tugas pelaksanaan kegiatan pengelolaan sumber dana sosial dan kemitraan dunia usaha;

e. mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pengelolaan sumber dana sosial dan kemitraan dunia usaha;

f. membuat laporan pelaksanaan kegiatan pengelolaan sumber dana sosial dan kemitraan dunia usaha; dan

(36)

g. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan terkait dengan tugas dan fungsinya.

f. Bidang Data, Bina Sosial dan Kepahlawanan

Bidang Data, Bina Sosial dan Kepahlawanan sebagaimana dimaksud mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi, pembinaan dan pengendalian bidang Data, Bina Sosial dan Kepahlawanan.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Kepala Bidang Data, Bina Sosial dan Kepahlawanan, mempunyai fungsi sebagai berikut:

a. penyiapan rumusan kebijakan teknis yang terkait dengan penyuluhan kesejahteraan sosial, pelestarian nilai nilai keperintisan, kepahlawanan dan kejuangan, pengelolaan data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial;

b. penyiapan rencana dan program yang terkait dengan penyuluhan kesejahteraan sosial, pelestarian nilai nilai keperintisan, kepahlawanan dan kejuangan, pengelolaan data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial;

c. penyiapan Pengendalian kegiatan yang terkait dengan penyuluhan kesejahteraan sosial, pelestarian nilai nilai keperintisan, kepahlawanan dan kejuangan, pengelolaan data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial;

d. penyiapan Bimbingan dan evaluasi yang terkait dengan penyuluhan kesejahteraan sosial, pelestarian nilai nilai keperintisan, kepahlawanan dan kejuangan, pengelolaan data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial; dan

e. Pengelolaan administrasi yang terkait dengan penyuluhan kesejahteraan sosial, pelestarian nilai nilai keperintisan,

(37)

kepahlawanan dan kejuangan, pengelolaan data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial.

Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud kepala Bidang Data, Bina Sosial dan Kepahlawanan mempunyai rincian tugas sebagai berikut:

a. merencanakan perumusan kebijakan bidang yang terkait dengan Penyuluhan Kesejahteraan Sosial, Pelestarian Nilai Keperintisan, Kepahlawanan dan Kejuangan dan Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial;

b. membagi tugas program bidang yang terkait dengan Penyuluhan Kesejahteraan Sosial, Pelestarian Nilai Keperintisan,Kepahlawanan dan Kejuangan dan Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial;

c. memberi petunjuk program yang terkait dengan Penyuluhan Kesejahteraan Sosial, Pelestarian Nilai Keperintisan,Kepahlawanan dan Kejuangan dan Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial;

d. mengatur program yang terkait dengan penyuluhan kesejahteraan sosial, pelestarian nilai keperintisan, kepahlawanan dan kejuangan dan pengelolaan data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial;

e. mengevaluasi kegiatan program yang terkait dengan penyuluhan kesejahteraan sosial, pelestarian nilai keperintisan, kepahlawanan dan kejuangan dan pengelolaan data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial; dan f. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh

atasan terkait dengan tugas dan fungsi.

1) Seksi Penyuluhan Kesejahteraan Sosial, Pelestarian Nilai-Nilai Keperintisan dan

(38)

Kejuangan (NK3)

Seksi Penyuluhan Kesejahteraan Sosial, Pelestarian Nilai-nilai Keperintisan dan Kejuangan sebagaimana dimaksud mempunyai tugas melakukan penyusunan kegiatan Penyuluhan Kesejahteraan Sosial, Pelestarian Nilai-nilai Keperintisan dan Kejuangan. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud kepala Seksi Penyuluhan Kesejahteraan Sosial, Pelestarian Nilai- nilai Keperintisan dan Kejuangan mempunyai rincian tugas sebagai berikut:

a. merencanakan kegiatan penyuluhan kesejahteraan sosial, pelestarian nilai-nilai keperintisan dan kejuangan;

b. melaksanakan kegiatan penyuluhan kesejahteraan sosial, pelestarian nilai-nilai keperintisan dan kejuangan;

c. membimbing pelaksanaan kegiatan penyuluhan kesejahteraan sosial, pelestarian nilai-nilai keperintisan dan kejuangan;

d. membagi tugas pelaksanaan kegiatan penyuluhan kesejahteraan sosial, pelestarian nilai-nilai keperintisan dan kejuangan;

e. mengevaluasi pelaksanaan kegiatan penyuluhan kesejahteraan sosial, pelestarian nilai-nilai keperintisan dan kejuangan;

f. membuat laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kesejahteraan sosial, pelestarian nilai-nilai keperintisan dan kejuangan; dan

g. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan terkait dengan tugas dan fungsinya

2) Seksi Pengelolaan Data PMKS dan PSKS

Seksi Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi dan Sumber

(39)

Kesejahteraan Sosial sebagaimana dimaksud mempunyai tugas melakukan penyusunan kegiatan Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud kepala Seksi Pengelolaan Data PMKS dan PSKS mempunyai rincian tugas sebagai berikut:

a. merencanakan kegiatan pengelolaan data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial;

b. melaksanakan kegiatan pengelolaan data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial;

c. membimbing pelaksanaan kegiatan pengelolaan data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial;

d. membagi tugas pelaksanaan kegiatan pengelolaan data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial;

e. mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pengelolaan data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial;

f. membuat laporan pelaksanaan kegiatan pengelolaan data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial; dan

g. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan terkait dengan tugas dan fungsinya.

g. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rehabilitasi PMKS h. Kelompk Jabatan Fungsional

(40)

Dalam melaksanakan tugas dan kewajiban Dinas dipimpin oleh UJAT SUDRAJAT, S.Sos, MT yang dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh pejabat struktural sebagaimana terdapat dalam struktur organisasi dibawah ini.

Struktur organisasi Dinas Sosial Kabupaten Tangerang berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Susunan Organisasi Dinas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang dapat dilihat pada gambar 2.1 sebagai berikut :

(41)

Gambar 2.1

Bagan Struktur Organisasi Dinas Sosial Kabupaten Tangerang berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang

Kasubag Perencanaan HELEN NURLELA, S.Sos

Kasubag Umpeg ETI ARIYATI, S.Sos Kasubag Keuangan

YULIATI, SE Sekretaris Dinas Ir. FACHMI ANIZA, MM FUNGSIONAL

-

KEPALA DINAS SOSIAL KABUPATEN TANGERANG UJAT SUDRAJAT, S.Sos, MT

Kepala Seksi Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin

Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Anak dan Lansia H. MA’RUFUL KAHPI S.IP

Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Eks. Penyakit Sosial

SUSILAWATI, A.Ks

Kepala Seski Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas DINDIN AMINUDIN, SH Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial

H. SYAIRAJI, S.Sos

Kepala Seksi Jaminan Sosial Perorangan dan Keluarga

Hj. IIS AZIZAH, SE Kepala Bidang Perlindungan dan

Jaminan Sosial SAPTO JULIANTO S.P

Kepala Seksi Perlindungan Sosial OT, KTK, PM & Korban

Bencana LILI AMALIA, S.Pd

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin Hj. EUIS GARTIKASARI, S.Sos

Kepala Seksi Pemberdayaan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial

JAYA SASMITA S.Pd, M.Si

Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Dana Sosial Dan Kemitraan Dunia

Usaha DEDI JUMHANA, S.Pd

Kepala Bidang Data, Bina Sosial dan Kepahlawanan

ENDANG RAMDANI A.Ks

Kepala Seksi Pengelolaan Data PMKS dan PSKS YANTI REVIANY, SE

Kepala Seksi Penyuluhan Kesejahteraan Sosial Pelestarian

NK3 H. ABUANI, S.Ag

(42)

Tangerang dalam melaksanakan tugas dan fungsinya tentunya perlu mengoptimalkan berbagai sumber daya baik sumber daya manusia maupun sarana penunjang yang dimiliki oleh Dinas Sosial Kabupaten Tangerang dalam mencapai target kinerja selama 5 (lima) tahun. Jumlah pegawai yang ada pada Dinas Sosial Kabupaten Tangerang saat ini sebanyak 35 orang. Untuk penjelasan lebih rinci dapat dilihat pada Lampiran tentang Data dan Komposisi Pegawai Dinas Sosial Kabupaten Tangerang sebagai berikut :

Gambar 2.2

Jumlah Pegawai Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Menurut Jenis Kelamin Per Desember Tahun 2020

Tabel 2.1

Jumlah Pegawai Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Menurut Golongan Pangkat Per Desember Tahun 2020

Unit Gol.II Gol.III Gol.IV Jumlah

Kepala Dinas - - 1 1

Sekretaris - - 1 1

Kepala Bidang - 2 2 4

Kepala Sub Bagian - 3 - 3

Kepala Seksi - 8 1 9

Kepala UPT Rehabilitasi PMKS - 1 - 1

Kepala Sub Bagian TU UPT Rehabilitasi PMKS - - 1 1

0 5 10 15 20

Perempuan

Laki - Laki Laki - Laki, 20

Perempuan, 15

DATA PER DESEMBER TAHUN 2020

DINAS SOSIAL KAB. TANGERANG

Laki-Laki Perempuan

(43)

Pelaksana PNS 8 7 - 15

Jumlah 8 21 6 35

Sumber Data Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Per Desember Tahun 2020

Jumlah Pegawai pada Dinas Sosial Kabupaten Tangerang berjumlah 35 orang. Dan ada beberapa Jabatan yang kosong dikarenakan ada pegawai/pejabat yang sudah memasuki masa purna tugas

diantaranya untuk jabatan :

1. Kepala Seksi Kepala Seksi Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin.

Gambar 2.3

Tingkat Pendidikan Pegawai Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Per Desember Tahun 2020

Pegawai Dinas Sosial Kabupaten Tangerang di dominasi oleh tingkat pendidikan S1 yaitu sebanyak 16 orang atau 46% dari jumlah pegawai Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, disusul dengan berpendidikan SLTA sebanyak 9 orang atau 26%. Berpendidikan S2 Sebanyak 7 orang atau 20%. Berpendidikan DIII sebanyak 3 orang atau 8 %.

Tabel 2.2

Jumlah Pegawai Dinas Sosial Kabupaten Tangerang menurut Jabatan Struktural Per Desember Tahun 2020

S2 20%

S1 46%

DIII 8%

SLTA 26%

Data Per Desember tahun 2020

S2 S1 DIII SLTA

(44)

No SKPD Eselon JF Pelaks ana

Jmlh II III IV

1 DINAS SOSIAL KABUPATEN TANGERANG

1 5 14 - 15 35

JUMLAH 1 5 14 - 15 35

Berdasarkan jabatan struktural, Dinas Sosial Kabupaten Tangerang memiliki 1 pejabat struktural eselon II, 5 pejabat eselon III, 14 pejabat eselon IV, 15 Pelaksana, dan tidak ada Jabatan Fungsional (JF).

E. ISU STRATEGIS

hasil evaluasi RPJMD Kabupaten Tangerang Tahun 2019- 2023, target capaian kinerja Tahun 2020 dan isu strategis daerah Tahun 2018 maka dapat dirumuskan sebagai berikut :

Isu strategis merupakan kondisi yang bersifat penting, mendasar, mendesak, berkepanjangan dan terkait dengan pencapaian tujuan di masa mendatang. Beberapa hal dasar pertimbangan dalam pemilihan isu strategis di Kabupaten Tangerang yaitu:

1. Merupakan tugas dan tanggungjawab Dinas Sosial Kabupaten Tangerang;

2. Besarnya dampak yang ditimbulkan terhadap publik;

3. Tingkat kemungkinan/kemudahan penanganan;

4. Memiliki pengaruh yang besar/signifikan terhadap pencapaian sasaran pembangunan;

5. Memiliki daya ungkit terhadap pencapaian untuk pembangunan daerah;

6. Janji politik yang harus diwujudkan.

(45)

Isu-isu strategis yang menjadi prioritas bagi Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, adalah sebagai berikut :

1. Meningkatkan pelayanan dan perlindungan sosial bagi PMKS;

2. Jumlah populasi RTSM dan PMKS semakin meningkat;

3. Meningkatkan fasilitasi sarana dan prasarana pelayanan dan rehabilitasi sosial;

4. Meningkatkan jangkauan pembinaan KUBE terhadap PMKS;

5. Meningkatkan persentase PMKS yang memperoleh bantuan sosial untuk pemenuhan kebutuhan dasar;

6. Meningkatkan upaya perlindungan dan jaminan sosial bagi penyandang cacat melalui pelatihan keterampilan praktis bagi penyandang cacat dan eks trauma;

7. Meningkatkan sarana dan prasarana panti rehabilitasi dan pelayanan sosial;

8. Meningkatkan program pembinaan keterampilan terhadap anak terlantar belum optimal;

F. SISTEMATIKA

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Tahun 2020 adalah :

BAB I PENDAHULUAN

Meliputi latar belakang, maksud dan tujuan penyusunan LKIP, tugas pokok dan fungsi Dinas Sosial, secara ringkas profil Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, dan isu strategis/permasalahan di Kabupaten Tangerang.

BAB II PERENCANAAN KINERJA

Meliputi uraian singkat Rencana Strategis Dinas Sosial Tahun 2019-2023, Perjanjian Kinerja dan Target Kinerja Tahun 2020 baik sebelum reviu dan setelah reviu (hasil reviu)

(46)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

Meliputi pencapaian realiasi kinerja Tahun 2020, analisis dan evaluasi capaian kinerja (hambatan/daya dukung dan solusi yang akan diambil sebagai upaya perbaikan/peningkatan kinerja untuk mewujudkan efisiensi penggunaan sumber daya yang diimplementasi keseluruhan program dan kegiatan di Tahun 2020) atas kegagalan dan keberhasilan masing-masing sasaran, realisasi keuangan, juga pengungkapan prestasi/penghargaan yang diraih.

BAB IV PENUTUP

Meliputi kesimpulan menyeluruh dari LKIP Dinas Sosial Tahun 2020 dan mengungkapkan permasalahan serta langkah ke depan yang akan dilaksanakan.

(47)

Perencanaan Kinerja

Menjelaskan uraian singkat Rencana Strategis Dinas Sosial Tahun 2019-2023, Perjanjian Kinerja dan Target Kinerja Tahun 2020 baik sebelum reviu dan setelah reviu (hasil reviu)

(48)

Pada penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2020 ini, mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, dan Peraturan Bupati Tangerang Nomor 92 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, Tata Cara Reviu Laporan Kinerja dan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Tangerang.

A. PERENCANAAN STRATEGIS SEBELUM REVIU

1. Rencana Strategis Dinas Sosial Kabupaten Tangerang

Sesuai dengan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, bahwa Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional adalah satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana pembangunan dalam jangka panjang, menengah dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara pemerintahan di pusat dan daerah dengan melibatkan masyarakat. Dalam sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, perencanaan strategis merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh instansi pemerintah agar mampu menjawab tuntutan lingkungan strategis lokal, nasional, global dan tetap berada dalam tatanan Sistem Administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan pendekatan perencanaan strategis yang jelas dan sinergis, instansi pemerintah lebih dapat menyelaraskan perencanaan strategisnya dengan potensi, peluang, dan kendala yang dihadapi dalam upaya peningkatan akuntabilitas kinerjanya.

Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dilaksanakan melalui pembangunan secara berkelanjutan, optimalisasi sumber daya dan meningkatkan peran serta

Referensi

Dokumen terkait

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2018 memuat informasi tentang penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan kebijakan program dan kegiatan, serta pencapaian

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2016 | Dinkes Kota Pekalongan 36 Pencapaian kinerja sasaran Meningkatnya kesadaran masyarakat melakukan sanitasi

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJIP) diaktualisasikan dalam mengukur kinerja sasaran perangkat daerah yang disesuaikan dengan pencapaian visi-misi Bupati Wonosobo

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ( LAKIP ) Kecamatan Ujungpangkah tahun 2020 sebagai bentuk pertanggung jawaban atas urusan penyelenggaraan Administrasi

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) untuk mendorong terciptanya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai salah satu upaya untuk terciptanya pemerintahan yang

Laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah BPBD Kabupaten Pacitan tahun 2020 merupakan pertanggungjawaban atas kinerja OPD dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran

Laporan ini disusun mengacu pada Pedoman Pelaporan Kinerja Instansi Pemerintah memuat pencapaian kinerja pelaksanaan program sesuai dengan tugas dan fungsi Dinas Pendidikan

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) tahun 2020 ini menggambarkan tentang jati diri sebuah instansi pemerintahan dalam hal ini sebagai lembaga peradilan yang