UKKIE – TUMBANG LBM 2 UKKIE – TUMBANG LBM 2 LBM 2 SGD 1 LBM 2 SGD 1 STEP 1 STEP 1 -- TTees s KKrraammeerr
Pemeriksaan untuk menilai kadar bilirubin. Mengubungkan kadar serum Pemeriksaan untuk menilai kadar bilirubin. Mengubungkan kadar serum bilirubin t!tal dan luas daera "ang mengalami ikterik #ada ba"i.
bilirubin t!tal dan luas daera "ang mengalami ikterik #ada ba"i. -- $$!!tt!!tteerraa##ii
T
Tera#i "ang memberera#i "ang memberi e%ek bilirubi e%ek bilirubin men&adi e%in men&adi e%ek "ang tidak beraek "ang tidak bera'un. Kar'un. Karenaena bilirubin sensiti(e terada# 'aa"a. Untuk menguba bilirubin indirek
bilirubin sensiti(e terada# 'aa"a. Untuk menguba bilirubin indirek men&adi direk.
men&adi direk.
STEP 2 STEP 2
).
). A#a ubA#a ubungaungan ibu demam sebn ibu demam sebelum melelum melairairkan denkan dengan k!gan k!ndisndisi ba"ii ba"i sekarang*
sekarang* 2.
2. +elas+elaskan kan inteinter#rr#retasetasi tes i tes KrameKramer,r, .
. Menga#a diMenga#a dida#atkan da#atkan keluakeluan ba"i n ba"i Nam#ak kNam#ak kuning uning #ada a&a#ada a&a sam#ai sam#ai dada*dada* /.
/. A#a etiA#a eti!l!g!l!gi dari s'i dari s'enarenari! 0kui! 0kuning #aning #ada a&ada a&a-da-dada1*da1* .
. Bagaimana Bagaimana mekanisme mekanisme dari dari #embentukan #embentukan bilirubin bilirubin dan medan menga#a bnga#a biasias i#erbilirubin*
i#erbilirubin* 3.
3. A#a ubA#a ubungan kungan ketuban betuban belum #e'a elum #e'a saatmau mesaatmau melairkan lairkan dengan kdengan k!ndisi!ndisi ba"i sekarang*
ba"i sekarang* 4.
4. A#a ubA#a ubungan sungan status 5b6Ag tatus 5b6Ag ibu 0-1 ibu 0-1 dengan bdengan ba"i "ang a"i "ang diberi idiberi imunisasimunisasi e#atitis B serta tam#ak kuning #ada ba"i*
e#atitis B serta tam#ak kuning #ada ba"i* 7.
7. A#a dA#a diagn!iagn!sis sis dan dan 88 d88 dari ari s'ens'enari!*ari!* 9.
9. A#a saA#a sa&a #emer&a #emeriksaan iksaan lab!rat!rium lab!rat!rium dan intdan inter#retasi er#retasi dari ddari diagn!sis*iagn!sis* ):.A#a tera#i dari diagn!sis*
):.A#a tera#i dari diagn!sis*
)).Bagaimana #erbedaan ikterik ;si!l!gi dan
)).Bagaimana #erbedaan ikterik ;si!l!gi dan #at!l!gis #ada ba"i*#at!l!gis #ada ba"i*
STEP 3 STEP 3
).
). Bagaimana Bagaimana mekanisme mekanisme dari #emdari #embentukan bentukan bilirubin bilirubin dan mendan menga#a bisga#a bisa ter&adia ter&adi i#erbilirubin*
i#erbilirubin*
5b -< 5eme = Gl!bin. 5b -< 5eme = Gl!bin. 5eme
5eme em!ksigenaseem!ksigenase bili(erdin bili(erdin bili(erdinreduktase bili(erdinreduktase bilirubin bilirubin
un'!n&ugated
un'!n&ugated bilirubin albumin bilirubin albumin masuk e#ar masuk e#ar berikatan dengan asam berikatan dengan asam
gluk!r!nidase
gluk!r!nidase bilirubin asam gluk!nidase 0'!n&ugated1 bilirubin asam gluk!nidase 0'!n&ugated1 masuk ke usus masuk ke usus
B-gluk!nase
B-gluk!nase ur!bilin!gen ur!bilin!gen s"stem #!rtal bl!!d. s"stem #!rtal bl!!d.
>ksidase >ksidase
Kelainan #ada bilirubin albumin? Kelainan #ada bilirubin albumin? Tidak ada
Tidak ada "ang di tran"ang di trans#!rt ks#!rt ke e#are e#ar. Kadar bi. Kadar bilirubin ) tinlirubin ) tinggi akan masggi akan masuk keuk ke åan lema
åan lemak menguba ark menguba arna men&adi kna men&adi kuning.uning.
MANGBE@>K.TK
Bilirubin saat suda masuk e#ar akan berikatan dengan #r!tein " = 0di Bilirubin saat suda masuk e#ar akan berikatan dengan #r!tein " = 0di e#at!sit1.
e#at!sit1.
6aat menu&u e#at!sit akan meleati membrane ter&adi
6aat menu&u e#at!sit akan meleati membrane ter&adi #engikatan antara#engikatan antara ligandin dan gluk!r!nil esterase.
ligandin dan gluk!r!nil esterase.
2.
2. A#a ubA#a ubungaungan ibu demam sebn ibu demam sebelum melelum melairairkan denkan dengan k!gan k!ndisndisi ba"ii ba"i sekarang*
sekarang*
8emam sebelum melairkan #erkirakan ibu
8emam sebelum melairkan #erkirakan ibu in%eksi.in%eksi. In%eksi -< tembus
In%eksi -< tembus trans#lasentrans#lasenta -< ta -< menularkamenularkan ke ba"i.n ke ba"i.
Plasenta berubungan langsung dengan tali #usat -< langsung ke e#ar -< Plasenta berubungan langsung dengan tali #usat -< langsung ke e#ar -< merusak sel e#ar -< kemam#uan k!n&ugasi berkurang.
merusak sel e#ar -< kemam#uan k!n&ugasi berkurang.
T
Ter&adi gangger&adi gangguan ekskresuan ekskresii akibat !bstruksi #ada e#ar "ang disebabkan akibat !bstruksi #ada e#ar "ang disebabkan
!le in%eksi. !le in%eksi.
8ilakukan #emeriksaan '!!mbs. 8ilakukan #emeriksaan '!!mbs.
.
. A#a ubA#a ubungan sungan status 5b6Ag tatus 5b6Ag ibu 0-1 ibu 0-1 dengan bdengan ba"i "ang a"i "ang diberi idiberi imunisasimunisasi e#atitis B serta tam#ak kuning #ada ba"i*
e#atitis B serta tam#ak kuning #ada ba"i* 5b6Ag 01
5b6Ag 01 menandakamenandakan adan"a n adan"a (irus.(irus. +ika terd
+ika terdeteksi 5b6Ag 01 maketeksi 5b6Ag 01 maka tidak b!le a tidak b!le imunisasi kimunisasi karna akarna akanan men"ebabkan (irus men&adi d!rman.
men"ebabkan (irus men&adi d!rman.
Karna ibu 0-1 maka ba"i diberikan imunisasi. Karna ibu 0-1 maka ba"i diberikan imunisasi.
Ba"i
Ba"i diberi (aksin e#atitis diberi (aksin e#atitis demam 0untuk membentuk imunitas demam 0untuk membentuk imunitas
um!ral1. um!ral1.
Kuning berhubungan dengan imunisasi atau tidak? Kuning berhubungan dengan imunisasi atau tidak? /.
/. A#a ubA#a ubungan kungan ketuban betuban belum #e'a elum #e'a saat mau saat mau melairkanmelairkanC ¨a C ¨a 'uku#C'uku#C keruC berbau kas dengan k!ndisi ba"i sekarang*
keruC berbau kas dengan k!ndisi ba"i sekarang*
Ketuban belum #e'a #ada #embukaan 4 meningkatkan ter&adin"a in%eksi. Ketuban belum #e'a #ada #embukaan 4 meningkatkan ter&adin"a in%eksi. Ketuban keru kemungkinan karna adan"a in%eksi dan bilirubin.
Ketuban keru kemungkinan karna adan"a in%eksi dan bilirubin.
Ba"i
Ba"i minum amni!n minum amni!n gangguan bilirubin gangguan bilirubin diekskresikan diekskresikan ter&adi ter&adi
#erubaan arna karna i#erbilirubin. #erubaan arna karna i#erbilirubin.
Hubungan dengan demam Hubungan dengan demam .
. Menga#a diMenga#a dida#atkan da#atkan keluakeluan ba"i n ba"i nam#ak knam#ak kuning uning #ada a#ada a&a sam#a&a sam#ai dadai dada dan &elaskan inter#retasi tes Kramer,
dan &elaskan inter#retasi tes Kramer, 8
8eerraa&&aatt LL!!kkaassii KKaaddaar r bbiilliirruubbiinn )
) KKee##aallaa == lleeeerr mmggDD 2
2 BBaaddaann attaa ass 99 mmggDD
BBaaddaan n bbaaaaC C ttuunnggkkaaii ))))CC/ / mmggDD
MANGBE@>K.TK
UKKIE – TUMBANG LBM 2 UKKIE – TUMBANG LBM 2
/
/ LLuuttuuttC C kkaakkiiC C lleennggaann ))22CC/ / mmggDD
TTeellaa##aak k ttaannggaan n = = kkaakkii ))3 3 mmggDD
Perbedaan penanganan tiap deraat Perbedaan penanganan tiap deraat Aliran dara terban"ak ke !tak.
Aliran dara terban"ak ke !tak.
Bilirubin akan masuk ke aliran dara menu&u ke ke#ala kemudian ke dada Bilirubin akan masuk ke aliran dara menu&u ke ke#ala kemudian ke dada karna ban"ak aliran dara.
karna ban"ak aliran dara.
3.
3. BagaBagaimana #eimana #erbedrbedaan ikteraan ikterik ;si!l!ik ;si!l!gi dan #at!gi dan #at!l!gil!gis #ada ba"i*s #ada ba"i* $isi!l!gis
$isi!l!gis
Mun'ul #ada ari ke 2-. Mun'ul #ada ari ke 2-.
Pen"ebab karna #eme'aan eme "ang berlebian. Pen"ebab karna #eme'aan eme "ang berlebian. 5b muda #e'a.
5b muda #e'a.
5e#ar belum sem#urna 5e#ar belum sem#urna
Mun'ul 2/ &am se&ak lair #un'ak #ada ari - menurun ari ke 4 karena Mun'ul 2/ &am se&ak lair #un'ak #ada ari - menurun ari ke 4 karena minum asi. Asi mengandung inibit!r glu'!r!nil trans%erase.
minum asi. Asi mengandung inibit!r glu'!r!nil trans%erase. Pat!l!gis
Pat!l!gis
Mun'ul se&ak ari #ertama 0langsung kuning1 Mun'ul se&ak ari #ertama 0langsung kuning1
Berasal dari bilirubin '!n&ugated dan un'!n&ugated. Berasal dari bilirubin '!n&ugated dan un'!n&ugated. 5e#atitis
5e#atitis merusak e#at!sit merusak e#at!sit ban"ak bilirubin direk. ban"ak bilirubin direk.
5e#atitis
5e#atitis #eningkatan bilirubin indire't #eningkatan bilirubin indire't karena adan"a #eradangan #ada karena adan"a #eradangan #ada
du'tus billiaris. du'tus billiaris. 5e#atitis
5e#atitis (irus masuk (irus masuk ;ltrasi !le l!bulus e#ar ;ltrasi !le l!bulus e#ar memanggil imunitas memanggil imunitas
di'erna di'erna (irus meneta# di e#at!sit (irus meneta# di e#at!sit s"stem imun s"stem imun merusak e#at!sitmerusak e#at!sit
terbentuk åan #arut
terbentuk åan #arut men"ebabkan ter&adin"a gangguan aliran dara. men"ebabkan ter&adin"a gangguan aliran dara.
0un'!n&ugated1 0un'!n&ugated1
5b ba"i muda #e'a
5b ba"i muda #e'a bilirubin indirek meningkat. bilirubin indirek meningkat.
Bilirubin seaktu leat dara 'uku# bulan <)2C mgDC kurang bulan <): mg Bilirubin seaktu leat dara 'uku# bulan <)2C mgDC kurang bulan <): mg D.
D. T
Ter&adi #eninger&adi #eningkatan bilirkatan bilirubin lebi dubin lebi dari mgD.ari mgD. I'terus meneta# 2 minggu
I'terus meneta# 2 minggu #ertama da nada #ertama da nada tanda #r!ses em!litiktanda #r!ses em!litik 0de;siensi enim g3#g1
0de;siensi enim g3#g1 Bilirubin dire't <)mgD Bilirubin dire't <)mgD
4.
4. A#a etiA#a eti!l!g!l!gi dari s'i dari s'enarenari! 0kui! 0kuning #aning #ada a&ada a&a-da-dada1*da1* Feek tidak adekuat
Feek tidak adekuat karna tidak minum asi. karna tidak minum asi.
6emua reek menurun karena letargi. 6emua reek menurun karena letargi.
Peningkatan eritr!sit. Peningkatan eritr!sit.
Usia sel dara mera #endek. Usia sel dara mera #endek. In%eksi 0s'enari!1
In%eksi 0s'enari!1
Eti!"!gi #si!"!gis dan
Eti!"!gi #si!"!gis dan pat!"!gispat!"!gis
Eti!"!gi hiperbi"irubinemia un$!nugated dan $!nugated% Eti!"!gi hiperbi"irubinemia un$!nugated dan $!nugated% Prehepata"
Prehepata"
MANGBE@>K.TK
&ntrahepata" &ntrahepata" P!sthepata" P!sthepata"
7.
7. A#a dA#a diagn!iagn!sis sis dan dan 88 d88 dari ari s'ens'enari!*ari!* 88
88
5i#erbilirub
5i#erbilirubinemia inemia ;si!l!gis;si!l!gis 5i#erbilirub
5i#erbilirubinemia inemia #at!l!gis 0in%eksi1#at!l!gis 0in%eksi1 Kernikterus
Kernikterus
Bilirubin indire't bias meleatisaar dara !tak karna larut dalam lemak. Bilirubin indire't bias meleatisaar dara !tak karna larut dalam lemak. Mani%estasi aal?
Mani%estasi aal?
LetargiC i#!t!niC berkurangn"a reek m!r!C berkurangn"a keinginan minum. LetargiC i#!t!niC berkurangn"a reek m!r!C berkurangn"a keinginan minum. Fesik! bisa mengenai ba"i 'uku# bulan karena em!l"sis.
Fesik! bisa mengenai ba"i 'uku# bulan karena em!l"sis.
&$terus prehepata" &$terus prehepata" &$terus intrahepata" &$terus intrahepata"
&$terus p!sthepata" '!bstruksi sa"uran
&$terus p!sthepata" '!bstruksi sa"uran empedu(empedu( 8iagn!sis.
8iagn!sis.
5i#erbilirubinemia indire't. 5i#erbilirubinemia indire't. Ba"i baru lair
Ba"i baru lair e#at!sit matang 2 minggu e#at!sit matang 2 minggu gangguan k!n&ugasi karena gangguan k!n&ugasi karena
e#at!sit belum matang
e#at!sit belum matang bilirubin menembus muk!sa bilirubin menembus muk!sa
9.
9. A#a saA#a sa&a #emer&a #emeriksaan iksaan lab!rat!rium lab!rat!rium dan intdan inter#retasi er#retasi dari ddari diagn!sis*iagn!sis* Leuk!sit N /.::-).:::. leuk!sit meningkat.
Leuk!sit N /.::-).:::. leuk!sit meningkat. 5b N ))C-)/C7. 5b 5b N ))C-)/C7. 5b turun.turun. 5emat!krit – 5emat!krit – G86 – G86 – Bilirubin t!tal Bilirubin t!tal Bilirubin dire't N :C)-:C/ mgHdl Bilirubin dire't N :C)-:C/ mgHdl Bilirubin indir
Bilirubin indire't N e't N :C-)C) mgHdl:C-)C) mgHdl
):.A#a tera#i dari diagn!sis* ):.A#a tera#i dari diagn!sis*
6inar biru
6inar biru menguba bilirubin bebas men&adi is!mer dalam air. 6u#a"a menguba bilirubin bebas men&adi is!mer dalam air. 6u#a"a
bisa disekresi leat #en'ernaan tan#a melalui #r!ses k!n&ugasi. bisa disekresi leat #en'ernaan tan#a melalui #r!ses k!n&ugasi. 8ILENGKAPI
8ILENGKAPI AAAAAAAAAA D!sis) *rekuensi% D!sis) *rekuensi%
MANGBE@>K.TK
UKKIE – TUMBANG LBM 2 UKKIE – TUMBANG LBM 2
STEP + STEP +
).
). Bagaimana Bagaimana mekanisme mekanisme dari #emdari #embentukan bentukan bilirubin bilirubin dan mendan menga#a bisga#a bisa ter&adia ter&adi i#erbilirubin*
i#erbilirubin*
S
S,,MMBBEE- - . . KKeeaaddiiaan n HHiippeerrbbii""iirruubbiinneemmiia a //kkiibbaatt &n
&nk!k!mpmpatatibibi"i"ititas as /B/B0 0 di di -S-S, , papandndan an /r/ranang g B!B!!!"a"a"i"i%% /bstrak% 0"eh Di /nita /priastuti 2+% 1 mei 21%
/bstrak% 0"eh Di /nita /priastuti 2+% 1 mei 21% 1%
1%
MANGBE@>K.TK
S,MBE- . 4,-5/L ,5&6E-S&T/ S,M/T-/ ,T/-/ S,MBE- . 4,-5/L ,5&6E-S&T/ S,M/T-/ ,T/-/ 2% 2% MANGBE@>K.TK MANGBE@>K.TK 33
UKKIE – TUMBANG LBM 2 UKKIE – TUMBANG LBM 2
S,MBE- 4,-5/L ,5&6E-S&T/S S,M/T-/ ,T/-/ S,MBE- 4,-5/L ,5&6E-S&T/S S,M/T-/ ,T/-/ 1
1 11%% iikktteerruus s pprraahheeppaattiik k akib
akibat at #r#r!du!duksi ksi bilbiliruirubin bin "an"ang g menmeningingkatkatC C "an"ang g terter&ad&adii padapada hem!"isis se" darah merah ' ikterus hem!"itik (
hem!"isis se" darah merah ' ikterus hem!"itik (. Ka#asitas. Ka#asitas sel
sel atati untuk meni untuk mengadagadakakan n k!k!n&un&ugasgasi terbai terbatas a#altas a#alagi bilagi bilaa di
disesertrtai ai !l!le e adadan"an"a a didis%s%unungsgsi i sesel l aatiti. . AkAkibibatatn"n"aa bi"irubinbi"irubin ind
indireire$ $ akaakan n menmeningingkatkat. . 8a8allam am babatatas s teterrtetentntuu bi"irubinbi"irubin direk uga meningakt
direk uga meningakt dan dan akan segera diekskresikan kedalamakan segera diekskresikan kedalam sal
salururan an #e#en'n'erernanaanC anC seseiingngga ga akakan an didida#da#atatkakann peninggianpeninggian kadar ur!bi"in!gen dida"am *eses dan urine%
kadar ur!bi"in!gen dida"am *eses dan urine% 1
1 22%% iikktteerruus s ppaass$$aahheeppaattiik k ' !' !bbssttrruukkttii* * (( bendu
bendungan ngan da"ada"am m sa"usa"uran ran empeempedu du akan akan menemenebabkbabkanan
pe
peniningnggigian an bibi"i"irurubibin n k!k!nnugugasasi i aang ng "a"arurut t dada"a"am m aiairr%%
6e
6ebabagagai i akakibibat at bebendndunungaganC nC bibililirurubibin n inini i akakan an mmenengagalalamimi regurgitasi kemba"i keda"am se" hati
regurgitasi kemba"i keda"am se" hati dan terus memasuki dan terus memasuki #e
#errededararan an dadarara. . 6e6elalan&n&ututn"n"a a akakanan mamasusuk k kke e giginna" a" dadann MANGBE@>K.TK
dieks
diekskresikresikan kan !"eh !"eh gingina"a" seseingingga ga kitkita a akakan an memenemnemukukanan bi"
bi"iruirubin bin dada"am "am uriurine%ne% KaKarrenena a adadanan"a "a bebendndununganganC C mamakaka pe
pengnge"e"uauararan n bibi"i"irurubibin n kkededa"a"am am sasa"u"uraran n pepen$n$erernanaanan
berkurang)
berkurang) seseiinngggga a aakikibbatatnn""aa *e*eseses s akakan an beberrararnana
dempu"
dempu" karkarena ena tidtidak ak menmengandgandung ung strstrekek!bi!bililin.n. ,r!bi"in!gen,r!bi"in!gen
da"am *eses dan urine akan menurun%
da"am *eses dan urine akan menurun% Akibat #enurunan Akibat #enurunan bilirubin dire'C maka
bilirubin dire'C maka ku"it dan sk"era akan berarna kuningku"it dan sk"era akan berarna kuning
kehiauan% Ku"it akan terasa gata"
kehiauan% Ku"it akan terasa gata"
1
1 33%% iikkeettrruus s hheeppaatt!!ssee""uu""eerr ke
kerusrusakaakan n se" se" hathatii akan akan men"men"ebabkebabkan an k!nk!n&ugasi bilirubi&ugasi bilirubinn tteerrgganangggguuC C sseeiinnggggaa bibi"i"irurubibin n didirere$ $ akakan an memeniningngkakat%t%
K
Kererususakakan an sesel l atati i &u&uga ga akakan an memen"n"ebebababkakann bendubendungan ngan didi
da"
da"am am hathati i sehsehingingga ga bibi"ir"irubiubin n dardarah ah akaakan n memenganga"am"amii
re
regugurgrgiittasasi i kkededaa""am am sse" e" hahattii ""anang g kkeemmududiaian n akakanan me
men"n"ebebababkkanan pepeniningnggigian an kakadadar r bibi"i"irurubibin n kk!n!nuugagasi si didi
da"am a"iran darah
da"am a"iran darah. Bilirubin dire' ini larut dalam air seingga. Bilirubin dire' ini larut dalam air seingga m
muuddaa ddiieekksskkrreessiikkaan n !lle!e ggiinn&&aall. . AAddaann""aa sumbatansumbatan
int
intrahrahepaepatitik k akaakan n menmenebebababkan kan penpenuruurunan nan eksekskrekresisi
bi"irubin da"am sa"uran pen$ernaan ang kemudian akan
bi"irubin da"am sa"uran pen$ernaan ang kemudian akan
menebabkan *eses berarna pu$at
menebabkan *eses berarna pu$atC karena sterk!bilin!genC karena sterk!bilin!gen menurun.
menurun.
S,MBE- . &"mu Kesehatan /nak%Bagian &K/ 7K,&%189: S,MBE- . &"mu Kesehatan /nak%Bagian &K/ 7K,&%189:
MANGBE@>K.TK
UKKIE – TUMBANG LBM 2 UKKIE – TUMBANG LBM 2
2.
2. A#a ubA#a ubungaungan ibu demam sebn ibu demam sebelum melelum melairairkan denkan dengan k!gan k!ndisndisi ba"ii ba"i sekarang*
sekarang* .
. A#a ubA#a ubungan sungan status 5b6Ag tatus 5b6Ag ibu 0-1 ibu 0-1 dengan bdengan ba"i "ang a"i "ang diberi idiberi imunisasimunisasi e#atitis B serta tam#ak kuning #ada ba"i*
e#atitis B serta tam#ak kuning #ada ba"i* /.
/. A#a ubA#a ubungan kungan ketuban betuban belum #e'a elum #e'a saat mau saat mau melairkanmelairkanC ¨a C ¨a 'uku#C'uku#C keruC berbau kas dengan k!ndisi ba"i sekarang*
keruC berbau kas dengan k!ndisi ba"i sekarang* Hubungan dengan demam
Hubungan dengan demam .
. Menga#a diMenga#a dida#atkan da#atkan keluakeluan ba"i n ba"i nam#ak knam#ak kuning uning #ada a#ada a&a sam#a&a sam#ai dadai dada dan &elaskan inter#retasi tes Kramer,
dan &elaskan inter#retasi tes Kramer, Perbedaan penanganan tiap deraat Perbedaan penanganan tiap deraat
Bagaimana #erbedaan ikterik ;si!l!gi dan #at!l!gis #ada ba"i* Bagaimana #erbedaan ikterik ;si!l!gi dan #at!l!gis #ada ba"i*
Ikterus Fisiologis dihubungkan : Ikterus Fisiologis dihubungkan :
Peningkatan kadar bilirubin indirek :Peningkatan kadar bilirubin indirek : ∑ eritrosit > ∑ eritrosit >
umur eritrosit < umur eritrosit <
↑ sirkulasi entero hepatik ↑ sirkulasi entero hepatik
Penurunan ambilan bilirubin di hepar : Penurunan ambilan bilirubin di hepar : MANGBE@>K.TK
kadar ligandin ↓ kadar ligandin ↓
saingan ikatan protein intrasel (afinitas dan kompetitor) saingan ikatan protein intrasel (afinitas dan kompetitor)
Tak sempurnana kon!ugasi Tak sempurnana kon!ugasi
Penurunan eksresi bilirubin Penurunan eksresi bilirubin
Physiologic Jaundice (Icterus Neonatorum).
Physiologic Jaundice (Icterus Neonatorum).
"ormal
"ormal kakadar dar bibililirurubibin n inindidirerek k di di tatali li pupusasat t # # $%&'$%&'mgmgdd* * memeninningkgkat at sesekikitatar r < < +'+'
mgd,-'!am. dengan demikian* ikterus dapat terlihat pada hari ke ,/&* biasana memun0ak mgd,-'!am. dengan demikian* ikterus dapat terlihat pada hari ke ,/&* biasana memun0ak antara hari ke ,/- sebanak +%1'mgd dan turun di ba2ah ,'mgd antara hari ke +/3 antara hari ke ,/- sebanak +%1'mgd dan turun di ba2ah ,'mgd antara hari ke +/3 keh
kehiduidupan4 pan4 Ini Ini dikdikataatakan kan nornormal mal dan dan dipdiper0er0aa aa akiakibat bat dardari i penpeningingkatkatan an proprodukduksi si bilbiliruirubinbin melalui peme0ahan 567 ditambah dengan keterbatasan kon!ugasi oleh hati4
melalui peme0ahan 567 ditambah dengan keterbatasan kon!ugasi oleh hati4 89erall* 1%3 bai aterm puna kadar
89erall* 1%3 bai aterm puna kadar bilirubin indirek > $,4;'mgd dan bilirubin indirek > $,4;'mgd dan & kadarna > $+'& kadarna > $+' mg
mgd4 d4 FaktFaktor or risrisiko iko hiphiperberbiliilirubrubineminemia ia indindireirek k tertermasmasuk uk diadiabetbetes es matmaternaernal* l* ras ras (7h(7hineinese*se* apanese* =orean* and "ati9e meri0an)* prematur* obat (9itamin =&* no9obio0in)* ketinggian* apanese* =orean* and "ati9e meri0an)* prematur* obat (9itamin =&* no9obio0in)* ketinggian* pol0themia*
pol0themia* male male se?* se?* trisom ,$* trisom ,$* 0utaneous 0utaneous bruising* 0epbruising* 0ephalohematoma* halohematoma* o?to0in o?to0in indu0tion*indu0tion* breast/feeding* 2eight loss (dehdration or
breast/feeding* 2eight loss (dehdration or 0alori0 depri9ation)* delaed 0alori0 depri9ation)* delaed bo2el mo9ement* and bo2el mo9ement* and aa sib
siblinling g 2ho 2ho had had phphsiosiologlogi0 i0 !au!aundi0ndi0e4 e4 5i25i2aaaat t kelkeluaruarga ga dengdengan an iktikteruerus* s* e?0e?0luslusi9e i9e brebreastast// feedin
feeding* g* bruisbruising* 0ephaloheming* 0ephalohematoma* satoma* sian ra0e* ian ra0e* dan usia dan usia ibu > ibu > ,+ ,+ th* didentifith* didentifikasi 1@ kasi 1@ kasuskasus e?treme hperbilirubinemia4 6ilirubin indirek turun ($'mgd) pada hari $@%$-
e?treme hperbilirubinemia4 6ilirubin indirek turun ($'mgd) pada hari $@%$- kehidupan4kehidupan4 Persistent hiperbilirubinemia indir
Persistent hiperbilirubinemia indirekek selama , minggu mengarah ke selama , minggu mengarah ke hemolsis* hereditarhemolsis* hereditar
glu0uronl transferase defi0ien0* breast milk !aundi0e* hpothroidism* atau
glu0uronl transferase defi0ien0* breast milk !aundi0e* hpothroidism* atau intestinalintestinal
obstru0tion4 Ikterus ang berhubungan dengan plori0 stenosis mungkin mengarah ke 0alori0
obstru0tion4 Ikterus ang berhubungan dengan plori0 stenosis mungkin mengarah ke 0alori0
depri9ation* defi0ien0 of hepati0 ABP/glu0uronl transferase* atau ileus/menebabkan
depri9ation* defi0ien0 of hepati0 ABP/glu0uronl transferase* atau ileus/menebabkan
peningkatan sirkulasi bilirubin4
peningkatan sirkulasi bilirubin4
Biagnosis ikterus fi
Biagnosis ikterus fisiologis pada bai aterm atau pretsiologis pada bai aterm atau preterm dapat erm dapat ditentukan denganditentukan dengan mengetahui penebab ikterus berdasarkan penemuan klinis dan laboratoriums4 Penentuan mengetahui penebab ikterus berdasarkan penemuan klinis dan laboratoriums4 Penentuan penebab ikterus harus ditegakkan !ika (mun0ul ,-%&1'!am pertama kehidupan* (,) serum penebab ikterus harus ditegakkan !ika (mun0ul ,-%&1'!am pertama kehidupan* (,) serum bilirubin meningkat > +'mgd,-'!am* (&) serum bilirubin > $,'mgd
bilirubin meningkat > +'mgd,-'!am* (&) serum bilirubin > $,'mgd aterm (khususnaaterm (khususna ang tidak puna fa0tor risiko) atau
ang tidak puna fa0tor risiko) atau $@%$-'mgd pada bai preterm* (-) ikterus persisten$@%$-'mgd pada bai preterm* (-) ikterus persisten setelah $@%$- hari kehidupan*
setelah $@%$- hari kehidupan* atau (bilirubin direk > ,'mgd kapan sa!aatau (bilirubin direk > ,'mgd kapan sa!a
Ikterus klinis ang ter!adi pada bai usia kurang dari ,- !am dengan atau peningkatan Ikterus klinis ang ter!adi pada bai usia kurang dari ,- !am dengan atau peningkatan kadar bilirubin lebih dari + mgdl hari dengan
kadar bilirubin lebih dari + mgdl hari dengan atau hemolisis4atau hemolisis4 (=apita selekta kedokteran*!ilid , edisi &)
(=apita selekta kedokteran*!ilid , edisi &)
MANGBE@>K.TK
UKKIE – TUMBANG LBM 2 UKKIE – TUMBANG LBM 2
Dewasa
Dewasa : 6ilirubin direk : 6ilirubin direk reduksi oleh bakteri ( 74 Perfringens C D4 7oli) reduksi oleh bakteri ( 74 Perfringens C D4 7oli) sterkobilin sterkobilin
feses feses Bayi
Bayi : 6ilirubin direk : 6ilirubin direk bakteri (/) bakteri (/) hidrolisis oleh E/glukoronidase hidrolisis oleh E/glukoronidase bilirubin indirek bilirubin indirek
sirkulasi enterohepatik sirkulasi enterohepatik
MANGBE@>K.TK
Mun'ul 2- ari setela lair dan mengilang #ada ): ari #ertamaMun'ul 2- ari setela lair dan mengilang #ada ): ari #ertama n!rmal #ada ba"i aterm.
n!rmal #ada ba"i aterm.
Menga#a ikterus baru mun'ul 2- ari setela lair *Menga#a ikterus baru mun'ul 2- ari setela lair *
o
o karena %ungsi e#ar "ang belum matangCkarena %ungsi e#ar "ang belum matangC o
o adan"a #eme'aan bilirubin I belum men&adi adan"a #eme'aan bilirubin I belum men&adi bilirubin II seinggabilirubin II seingga
bilirubin masuk kembali ke dalam aliran dara. bilirubin masuk kembali ke dalam aliran dara.
o
o 5i#!ksi #ada &am-&am 5i#!ksi #ada &am-&am kelairkelairan #ertamaan #ertama Merangsang eritr!sit Merangsang eritr!sit
semakin ban"ak dan as. Gluk!r!nat belum bna"ak
semakin ban"ak dan as. Gluk!r!nat belum bna"ak ikterus #ada ikterus #ada
na!natus na!natus
66iikklluus bs biilliirruubbiinneemmiiaa ?? Ertir!sit
Ertir!sit hB hB heme dan g"!bin heme dan g"!bin hemeheme di#e'a &adidi#e'a &adi 7e dan ;7e dan ;
inti pir!"
inti pir!" men&adi bili(erdin direduksi se'ara 'e#at men&adi bili(erdin direduksi se'ara 'e#at bilirubin I albumin bilirubin I albumin
di dalam usus
di dalam usus bilirubin II as.gluk!r!nat bilirubin II as.gluk!r!nat men&adi men&adi ur!bi"in!gen danur!bi"in!gen dan
sterk!bi"irubin
sterk!bi"irubin sterk!bi"in!gen menadi sterk!bi"in dibantusterk!bi"in!gen menadi sterk!bi"in dibantu
bakteri untuk mearnai *eses
bakteri untuk mearnai *eses menadi $!k"atmenadi $!k"at sedangkan sedangkan ur!bi"in!ge
ur!bi"in!gen menadi ur!bi"in n menadi ur!bi"in untuk mearnai urin menadiuntuk mearnai urin menadi kuning%
kuning%
Bilirubin #at!l!gisBilirubin #at!l!gis a
a.. EtEtii!!l!l!gigi $4
$4 ProProduksduksi i g berleg berlebihbihan lebih darian lebih daripada kemampada kemampuan bai u puan bai u menmengelgeluaruarkannkannaa mi
misasalnlna a papada da hemhemololisisis is g g memeniningkngkat at pd pd ininkomkompatpatibibililititas as dadararah h 5h5h** 68*gol darah lain*
68*gol darah lain* defisdefisiensi enim G1PB* iensi enim G1PB* pru9atpru9ate e kinaskinase* e* perdarperdarahanahan tertutup dan sepsis4
tertutup dan sepsis4
MANGBE@>K.TK
UKKIE – TUMBANG LBM 2 UKKIE – TUMBANG LBM 2
,4
,4 GaGanggngguauan n daldalam am prprososes es upuptatake ke dadan n kokon!n!ugaugasi si hepheparar4 4 GaGangngguguan an inini i dapdapatat diseb
disebabkan abkan o o imatuimaturitas hepar* kurangna ritas hepar* kurangna substsubstrat rat u u kon!ugkon!ugasi asi bilibilirubinrubin ga
ganggngguauan n fufungsngsi i hehepar par akiakibabat t asasididososisis* * hihipopoksksia ia dadan n ininfefeksksi i atatau au titidak dak terdap
terdapatna atna ensim glukoronil transferensim glukoronil transferase4 ase4 PenebaPenebab b lain lain adalah defisiensadalah defisiensii protein
protein H H dalam dalam hepar hepar g g berperan berperan penting penting dalam dalam uptake uptake bilirubin bilirubin ke ke sel,sel, hepar4
hepar4 &4
&4 GaGanggngguauan n dldlm m trtrananspsporortatasisi4 4 6i6ililirurubibin n dadalalam m teteririkat kat o o alalbumbumin in kemkemudiudianan diangkut ke hepar4 Ikatan bilirubin dgn albumin ini dpt dipengaruhi o obat,an diangkut ke hepar4 Ikatan bilirubin dgn albumin ini dpt dipengaruhi o obat,an mis
misalnalna a salsalisisilailat* t* sulsulfaffafurouroolole4 e4 BifBifesiesiensensi i albalbumiumin n menmenebabebabkan kan leblebihih banak terdapatna bilirubin indirek g bebas dlm darah g mudah melekat ke banak terdapatna bilirubin indirek g bebas dlm darah g mudah melekat ke
sel otak4 sel otak4 -4
-4 GaGanggngguauan dan dalalam ekm ekskskreresisi44 Ga
Gangngguaguan n inini i dpt dpt t!t!d d akakibibat at obsobstrtruksuksi i dldlm m hephepar ar atatau au di di luluar ar heheparpar44 =elainan di luar hepar biasana akibat infeksi atau kerusakan hepar o =elainan di luar hepar biasana akibat infeksi atau kerusakan hepar o penebab lain4
penebab lain4
(anifa J4,@@34Ilmu =ebidanan4akarta:H6P/KP) (anifa J4,@@34Ilmu =ebidanan4akarta:H6P/KP) 3.
3. A#a etiA#a eti!l!g!l!gi dari s'i dari s'enarenari! 0kui! 0kuning #aning #ada a&ada a&a-da-dada1*da1*
Amumna ter!adi pada bai baru lahir* kadar bilirubin tak terkon!ugasi pada minggu Amumna ter!adi pada bai baru lahir* kadar bilirubin tak terkon!ugasi pada minggu pertama >
pertama > , mgd4 , mgd4 Pada Pada bai 0ukbai 0ukup buup bulan ang lan ang mendapat mendapat susu formula susu formula kadar bilirubinkadar bilirubin akan men0apai pun0akna sekitar 1/L mgd pada hari ke/& kehidupan dan kemudian akan men0apai pun0akna sekitar 1/L mgd pada hari ke/& kehidupan dan kemudian akan menurun 0epat selama ,/& hari diikuti dengan penurunan ang lambat sebesar $ akan menurun 0epat selama ,/& hari diikuti dengan penurunan ang lambat sebesar $ mgd selama $/, minggu4 Pada bai 0ukup bulan ang mendapat KI kadar bilirubin mgd selama $/, minggu4 Pada bai 0ukup bulan ang mendapat KI kadar bilirubin pun0ak
pun0ak akan men0apai akan men0apai kadar ang kadar ang lebih tinggi lebih tinggi (3/$- mgd) d(3/$- mgd) dan penurunan an penurunan ter!adi lebihter!adi lebih lambat4 6isa ter!adi dalam 2aktu ,/- minggu* bahkan dapat men0apai 2aktu 1 minggu4 lambat4 6isa ter!adi dalam 2aktu ,/- minggu* bahkan dapat men0apai 2aktu 1 minggu4 Pada bai kurang bulan ang mendapat susu formula !uga akan mengalami peningkatan Pada bai kurang bulan ang mendapat susu formula !uga akan mengalami peningkatan dengan pun0ak ang lebih tinggi dan lebih lama* begitu !uga dengan penurunanna !ika dengan pun0ak ang lebih tinggi dan lebih lama* begitu !uga dengan penurunanna !ika tidak diberikan fototerapi pen0egahan4 Peningkatan sampai $@/$, mgd masih dalam tidak diberikan fototerapi pen0egahan4 Peningkatan sampai $@/$, mgd masih dalam kisaran fisiologis* bahkan hingga $+ mgd tanpa disertai kelainan metabolisme bilirubin4 kisaran fisiologis* bahkan hingga $+ mgd tanpa disertai kelainan metabolisme bilirubin4 (Buku Ajar Neonatologi, Ikatan Dokter Anak Indonesia !!")
(Buku Ajar Neonatologi, Ikatan Dokter Anak Indonesia !!")
1%
1%
MANGBE@>K.TK
MANGBE@>K.TK
UKKIE – TUMBANG LBM 2 UKKIE – TUMBANG LBM 2
S,MBE- .4,-5/L
S,MBE- .4,-5/L ,5&6E-S&T/S ,5&6E-S&T/S S,M/T-/ S,M/T-/ ,T,T/-//-/
MANGBE@>K.TK
MANGBE@>K.TK
UKKIE – TUMBANG LBM 2 UKKIE – TUMBANG LBM 2
S
S,,MMBBEE- - . . KKeeaaddiiaan n HHiippeerrbbii""iirruubbiinneemmiia a //kkiibbaatt &n
&nk!k!mpmpatatibibi"i"ititas as /B/B0 0 di di -S-S, , papandndan an /r/ranang g B!B!!!"a"a"i"i%% /bstrak% 0"eh Di /nita /priastuti 2+% 1 mei 21%
/bstrak% 0"eh Di /nita /priastuti 2+% 1 mei 21%
4.
4. A#a dA#a diagn!iagn!sis sis dan dan 88 d88 dari ari s'ens'enari!*ari!*
MANGBE@>K.TK
in*eksi pada ne!nates
in*eksi pada ne!nates
a4
a4 De#iDe#inisinisi : dalah infeksi aliran darah ang bersifat in9asif dan ditandai dengan: dalah infeksi aliran darah ang bersifat in9asif dan ditandai dengan ditemukanna bakteri dalam 0airan tubuh seperti darah* 0airan sumsum tulang ditemukanna bakteri dalam 0airan tubuh seperti darah* 0airan sumsum tulang atau air kemih4
atau air kemih4 $
$.. %%ttiioollooggii
Pola kuman penebab sepsis tidak selalu sama antara $ 5K dengan 5K angPola kuman penebab sepsis tidak selalu sama antara $ 5K dengan 5K ang lain4 Perbedaa
lain4 Perbedaan n terstersebut terdapat pula antar ebut terdapat pula antar suatu negara dengan negara suatu negara dengan negara lain4lain4 Perbedaan pola kuman ini akan berdampak terhadap pemilihan antibiotik ang Perbedaan pola kuman ini akan berdampak terhadap pemilihan antibiotik ang dipergunakan pada pasien4 Perbedaan pola kuman mempunai kaitan pula dipergunakan pada pasien4 Perbedaan pola kuman mempunai kaitan pula dengan prognosa serta komplikasi !angka pan!ang ang mungkin diderita bai dengan prognosa serta komplikasi !angka pan!ang ang mungkin diderita bai baru lahir4
baru lahir4
ampir sebagian besar kuman penebab di negara berkembang adalah kumanampir sebagian besar kuman penebab di negara berkembang adalah kuman gram negatif berupa kuman enterik seperti Dnterobakter sp* =lebsiella sp dan gram negatif berupa kuman enterik seperti Dnterobakter sp* =lebsiella sp dan 7oli sp4 Kedangkan di merika utara dan eropa barat -@ penderita terurama 7oli sp4 Kedangkan di merika utara dan eropa barat -@ penderita terurama disebabkan oleh Ktreptokokus grup 64 Kelan!utna kuman lain seperti 7oli sp* disebabkan oleh Ktreptokokus grup 64 Kelan!utna kuman lain seperti 7oli sp* isteria sp dan Dntero9irus ditemukan dalam !umlah ang
isteria sp dan Dntero9irus ditemukan dalam !umlah ang lebih sedikt4lebih sedikt4 (Buku Ajar Neonatologi, Ikatan Dokter Anak Indonesia !!")
(Buku Ajar Neonatologi, Ikatan Dokter Anak Indonesia !!")
Pato#isiologi Pato#isiologi
Kelama dalam kandungan !anin relatif aman terhadap kontaminasi kuman karena Kelama dalam kandungan !anin relatif aman terhadap kontaminasi kuman karena terlindung oleh berbagai organ tubuh seperti plasenta* selaput amnion* khorion terlindung oleh berbagai organ tubuh seperti plasenta* selaput amnion* khorion dan
dan benbenererapa apa fafaktktor or ananti ti ininfefeksksi i papada da 0a0airiran an amamninion4 on4 JJaalalaupuupun n demdemikikiaiann kemungkinan kontaminsi kuman dapat timbul melalui berbagai !alan aitu:
kemungkinan kontaminsi kuman dapat timbul melalui berbagai !alan aitu: $4
$4 infeksi kuman* parasit atau 9irus ang diderita ibu dapatinfeksi kuman* parasit atau 9irus ang diderita ibu dapat men0apai !anin melalui aliran darah mene*mbus barier plasenta dan masuk men0apai !anin melalui aliran darah mene*mbus barier plasenta dan masuk sir
sirkulkulasi asi !an!anin4 in4 =ead=eadaan aan ini ini ditditemuemukan kan pada pada infinfekseksi i T8T85757* * tritriponeponemama pallidum atau isteria dll4
pallidum atau isteria dll4 ,4
,4 prosedur prosedur obstetri obstetri ang ang kurang kurang memperhatikan memperhatikan faktor faktor aseptikantiseptik misalna saat pengambilan 0ontoh darah !anin* bahan 9illi aseptikantiseptik misalna saat pengambilan 0ontoh darah !anin* bahan 9illi khorion atau amniosentesis4 Paparan kuman pada 0airan amnion saat prosedur khorion atau amniosentesis4 Paparan kuman pada 0airan amnion saat prosedur di
dilalakukukakan n akakan an memeninimbmbululkakan n amamniniononititis is dadan n papada da akakhihirnrna a teter!r!adadii kontaminasi kuman pada !anin4
kontaminasi kuman pada !anin4 MANGBE@>K.TK
UKKIE – TUMBANG LBM 2 UKKIE – TUMBANG LBM 2
&4
&4 pada pada saat saat ketuban ketuban pe0ah* pe0ah* paparan paparan kuman kuman ang ang berasal berasal daridari 9agina akan lebih berperan dalam infeksi !anin4 Pada keadaan ini kuman 9agina akan lebih berperan dalam infeksi !anin4 Pada keadaan ini kuman 9agina masuk kedalam rongga uterus dan bai dapat terkontaminasi kuman 9agina masuk kedalam rongga uterus dan bai dapat terkontaminasi kuman mel
melalualui i salsalurauran n perpernafnafasaasan n ataataupun upun salsalurauran n 0er0erna4 na4 =e!=e!adiadian an kontkontamiaminasnasii kuman pada bai ang belum lahir akan meningkat apabila ketuban pe0ah kuman pada bai ang belum lahir akan meningkat apabila ketuban pe0ah lebih dari $L/,- !am4
lebih dari $L/,- !am4
Ketelah lahir* kontaminasi kuman ter!adi dari lingkungan bai baik karena infeksi Ketelah lahir* kontaminasi kuman ter!adi dari lingkungan bai baik karena infeksi si
silalang ng atataupaupun un kakarerena na alalatat/a/alalat t aang ng didigungunakakan an babai* i* babai i aang ng memendandapapatt prosedur
prosedur neonatal neonatal in9asif in9asif seperti seperti kateterisasi kateterisasi umbilikus* umbilikus* bai bai dalam dalam 9entilator*9entilator* kurang memperhatikan tindakan aantiseptik* ra2at inap ang terlalu lama dan kurang memperhatikan tindakan aantiseptik* ra2at inap ang terlalu lama dan hunian terlalu padat4
hunian terlalu padat4
(Buku Ajar Neonatologi, Ikatan Dokter Anak Indonesia !!") (Buku Ajar Neonatologi, Ikatan Dokter Anak Indonesia !!")
Infeksi pada neonatus dapat melalui beberapa 0ara4 6lan0 ($;1$) membagina dalam tiga Infeksi pada neonatus dapat melalui beberapa 0ara4 6lan0 ($;1$) membagina dalam tiga golongan aitu :
golongan aitu : $4
$4 ininfefeksksi ani antetenanatatall
=uman men0apai !anin melalui peredaran darah ibu ke plasenta4 Bisini kuman itu mele2ati =uman men0apai !anin melalui peredaran darah ibu ke plasenta4 Bisini kuman itu mele2ati batas plasenta dan mengadakan inter9illositis4 Kelan!utna infeksi melalui 9ena umbilikalis batas plasenta dan mengadakan inter9illositis4 Kelan!utna infeksi melalui 9ena umbilikalis
masuk ke!anin4 =uman ang dapat memasuki !anin melalui !alan ini ialah : masuk ke!anin4 =uman ang dapat memasuki !anin melalui !alan ini ialah :
a4
a4 virusvirus : rubella* poliomielitis* koksakie* 9ariola* 9aksinia* sitomegalo9irus. : rubella* poliomielitis* koksakie* 9ariola* 9aksinia* sitomegalo9irus. b4
b4 spirokaeta spirokaeta : sifilis : sifilis 04
04 bakteriabakteria : !arang sekali dapat mele2ati plasenta* : !arang sekali dapat mele2ati plasenta* ke0alike0ali Escherichia coli Escherichia coli dan dan Listeria monocytogenes
Listeria monocytogenes44 Tuberkulosis kongenital
Tuberkulosis kongenital dapat ter!adi melalui dapat ter!adi melalui infeksi plasenta. sarang infeksi plasenta. sarang pada plasenta pe0ah kepada plasenta pe0ah ke li0uor amnii dan !anin mendapat tuber0ulosis melalui 0airan itu4
li0uor amnii dan !anin mendapat tuber0ulosis melalui 0airan itu4
,4
,4 ininfefeksksi inti intrarananatatall
MANGBE@>K.TK
infeksi melalui 0ara ini lebih sering ter!adi dari pada 0a
infeksi melalui 0ara ini lebih sering ter!adi dari pada 0a ra ang lain4 =uman dari 9agra ang lain4 =uman dari 9agina naikina naik dan masuk ke dalam rongga amnion setelah ketuban pe0ah4 =etuban pe0ah lama mempunai dan masuk ke dalam rongga amnion setelah ketuban pe0ah4 =etuban pe0ah lama mempunai peranan penting dalam timbuna plasentitis dan amnionitis4 Infeksi dapat pula ter!adi
peranan penting dalam timbuna plasentitis dan amnionitis4 Infeksi dapat pula ter!adi 2alaupun ketuban masih utuh* misalna pada partus lama dan sering kali dilakukan 2alaupun ketuban masih utuh* misalna pada partus lama dan sering kali dilakukan
pemeriksaan 9aginal4 anin kena infeksi karena menginhalasi likuor ang septik* sehingga pemeriksaan 9aginal4 anin kena infeksi karena menginhalasi likuor ang septik* sehingga
ter!adi pneumonia kongenital atau karena kuman/kuman memasuki peredaran darahna dan ter!adi pneumonia kongenital atau karena kuman/kuman memasuki peredaran darahna dan menebabkan septikemia4 Infeksi intranatal dapat !uga ter!adi dengan !alan kontak langsung menebabkan septikemia4 Infeksi intranatal dapat !uga ter!adi dengan !alan kontak langsung dengan kuman ang terdapat dalam 9agina* misalna blenorea dan
dengan kuman ang terdapat dalam 9agina* misalna blenorea dan oral thrush.oral thrush.
&4
&4 ininfefeksksi pai pas0s0a naa natatall
infeksi ini ter!adi setelah bai lahir lengkap dan
infeksi ini ter!adi setelah bai lahir lengkap dan biasana merupakan infeksi ang diperolehbiasana merupakan infeksi ang diperoleh ((acquired infectionacquired infection)4 Kebagian besar infeksi ang menebabkan kematian ter!adi sesudah)4 Kebagian besar infeksi ang menebabkan kematian ter!adi sesudah bai lahir sebagai akibat penggunaan alat* atau pera2atan ang tidak steril* atau karena bai lahir sebagai akibat penggunaan alat* atau pera2atan ang tidak steril* atau karena
cross-infection
cross-infection4 Infeksi postnatal ini sebetulna sebagian besar dapat 4 Infeksi postnatal ini sebetulna sebagian besar dapat di0egah4 al ini pentingdi0egah4 al ini penting skali karena mortalitas infeksi postnatal sangat tinggi4 Keringkali bai lahir di 5umah
skali karena mortalitas infeksi postnatal sangat tinggi4 Keringkali bai lahir di 5umah sakitsakit karena terkena infeksi dengan kuman/kuman sng sudah tahan terhadap banak !enis karena terkena infeksi dengan kuman/kuman sng sudah tahan terhadap banak !enis antibiotika* sehingga menulitkan pengobatanna4
antibiotika* sehingga menulitkan pengobatanna4 (ilmu kebidanan* hanifa 2ikn!osastro)
(ilmu kebidanan* hanifa 2ikn!osastro)
•
• klasifikasiklasifikasi
Infeksi pada neonates dapat dibagi menurut berat ringanna dalam , golongan besar: Infeksi pada neonates dapat dibagi menurut berat ringanna dalam , golongan besar:
$)
$) InfInfekseksi beri berat (mat (ma!oa!or infr infe0tie0tionsons)) sepsis neonatal* meningitis* sepsis neonatal* meningitis*
pneumonia* diare epidemi0* pielonefritis* osteitis akut* tetanus pneumonia* diare epidemi0* pielonefritis* osteitis akut* tetanus
neonatorum neonatorum ,)
,) InfInfekseksi rini ringan (mgan (minoinor infr infe0te0tionions)s) infeksi pada kulit* oftalmia infeksi pada kulit* oftalmia
neonatorum* infeksi umbili0us (omfalitis)* moniliasis neonatorum* infeksi umbili0us (omfalitis)* moniliasis Kumber : Ktaf Penga!ar Ilmu =esehatan nak F=AI4 Perinatologi* dalam
Kumber : Ktaf Penga!ar Ilmu =esehatan nak F=AI4 Perinatologi* dalam Buku Kuliah Ilmu Buku Kuliah Ilmu Kesehatan nak !
Kesehatan nak !4 F=AI4 akarta4 $;L+44 F=AI4 akarta4 $;L+4
MANGBE@>K.TK
UKKIE – TUMBANG LBM 2 UKKIE – TUMBANG LBM 2
a.
a. MaManini%e%eststasasi klii klininiss
o
o Malas minumMalas minum o
o LetargiLetargi o
o BB menurunBB menurun an"a #ada in%eksi an"a #ada in%eksi
o
o MuntaMunta o
o Timbul i Timbul ikteruskterus
b.
b. 8i8iagagn!n!ssisis
Balam menentukan diagnosis diperlukan berbaga
Balam menentukan diagnosis diperlukan berbagai informasi antara lain :i informasi antara lain :
Faktor risikoFaktor risiko $4
$4 Faktor ibuFaktor ibu
Persalinan dan kelahiran kurang bulanPersalinan dan kelahiran kurang bulan
=etuban pe0ah lebih dari $L/,- !am=etuban pe0ah lebih dari $L/,- !am
7horioamnionitis7horioamnionitis
Persalinan dengan tindakanPersalinan dengan tindakan
Bemam pada ibu (>&L*-M7)Bemam pada ibu (>&L*-M7)
Infeksi saluran ken0ing pada ibuInfeksi saluran ken0ing pada ibu
Faktor sosial ekonomi dan gii ibuFaktor sosial ekonomi dan gii ibu
,4 faktor bai ,4 faktor bai
sfiksia perinatalsfiksia perinatal 6erat lahir rendah6erat lahir rendah 6ai kurang bulan6ai kurang bulan Prosedur in9asif Prosedur in9asif =elainan ba2aan=elainan ba2aan
Gambaran klinik Gambaran klinik
G
Gaanngggguuaan n !!rrggaann GGaammbbaarraan n kk""iinniiss K
Kaarrddii!!((aasskkuulleerr TTeekkaannaan n ddaarraa ssiisstt!!lliik k J J //: : mmmm55gg 8en"ut &antung J : atau
8en"ut &antung J : atau < 22:Hmenit< 22:Hmenit T
Ter&adi enti &antunger&adi enti &antung #5 dara J
#5 dara J 4C2 #ada Pa>2 n!rmal4C2 #ada Pa>2 n!rmal K
Keebbuuttuuaan n aakkaan n iinn!!ttrr!!##iik k uunnttuukk
MANGBE@>K.TK
mem#ertaank
mem#ertaankan tekanan an tekanan dara n!rmaldara n!rmal 6
6aalluurraan n nnaa%%aass $$rreekk nnaa%%aas s < < 99::HHmmeenniitt Pa>2 < 3 mm5g
Pa>2 < 3 mm5g Pa>2 J /: mm5g Pa>2 J /: mm5g Memerluk
Memerlukan an (entilasi mekanik(entilasi mekanik $
$i>2 J 2:: i>2 J 2:: tan#a kelainan &antung sian!tiktan#a kelainan &antung sian!tik 6
6iisstteem m eemmaatt!!ll!!ggiikk 55b b J J ggHHddll
@B J ::: selHmm @B J ::: selHmm T
Tr!mb!sit J 2:::r!mb!sit J 2:::::
8-dimer < :C ugHml #ada PTT < 2: detik 8-dimer < :C ugHml #ada PTT < 2: detik atau aktu tr!mb!#lastin < 3: detik
atau aktu tr!mb!#lastin < 3: detik 6
666PP KKeessaaddaarraan n mmeennuurruun n ddiisseerrttaai i ddiillaattaassi i ##uu##iill G
Gaanngggguuaan n ggiinn&&aall UrreU euum m < < ))::: : mmggHHddLL reatinin < 2: mgHdL reatinin < 2: mgHdL G
Gaassttrr!!eenntteerr!!ll!!ggii PPeerrddaarraaaan n GGI I ddiisseerrttaai i ddeennggaan n ##eennuurruunnaan n 55bb < 2 gDC i#!tensiC #erlu tran%usi dara atau < 2 gDC i#!tensiC #erlu tran%usi dara atau !#erasi GI
!#erasi GI 5
5ee##aarr BBiilliirruubbiin n tt!!ttaal l < < mmggDD
Pemeriksaan penun!angPemeriksaan penun!ang
Pemeriksaan komponen darah * 7/ 5ea0ti9e Protein (75P) dan pemeriksaan Pemeriksaan komponen darah * 7/ 5ea0ti9e Protein (75P) dan pemeriksaan biomolekuler4
biomolekuler4
(Buku Ajar Neonatologi, Ikatan Dokter Anak Indonesia !!") (Buku Ajar Neonatologi, Ikatan Dokter Anak Indonesia !!")
'.
'. PPenenatatalalakaksasananaanan
•
• Biberikan kombinasi antibiotika golongan mpisilin dosis ,@@ Biberikan kombinasi antibiotika golongan mpisilin dosis ,@@ mgkg 66,-mgkg
66,- !am i49
!am i49 (dibagi , dosis untuk neonatus umur < 3 hari* untuk neonatus umur >(dibagi , dosis untuk neonatus umur < 3 hari* untuk neonatus umur > 3 hari dibagi & dosis)* dan
3 hari dibagi & dosis)* dan "etlm0in"etlm0in "mino glikosida#"mino glikosida# dosis 3 $, mgkg dosis 3 $, mgkg 66per hari i4mi49 dibagi , dosis (hati/hati penggunaan
66per hari i4mi49 dibagi , dosis (hati/hati penggunaan "etlm0in dan"etlm0in dan minoglikosida ang lain bila diberikan i49 harus dien0erkan dan 2aktu minoglikosida ang lain bila diberikan i49 harus dien0erkan dan 2aktu pemberian sampai $ !am pelan/pelan)4
pemberian sampai $ !am pelan/pelan)4
•
• Bilakukan septi0 2ork up sebelum antibiotika diberikan Bilakukan septi0 2ork up sebelum antibiotika diberikan (darah lengkap* urine*(darah lengkap* urine*
lengkap* feses lengkap* kultur darah* 0airan serebrospinal* urine dan feses lengkap* feses lengkap* kultur darah* 0airan serebrospinal* urine dan feses (atas indikasi)* pungsi lumbal dengan analisa 0airan serebrospinal (!umlah sel* (atas indikasi)* pungsi lumbal dengan analisa 0airan serebrospinal (!umlah sel* kimia* penge0atan Gram)* foto polos dada*
kimia* penge0atan Gram)* foto polos dada* pemeriksaan 75P kuantitatif)4pemeriksaan 75P kuantitatif)4
•
• Pemeriksaan lain tergantung indikasi seperti pemeriksaan bilirubin* gulaPemeriksaan lain tergantung indikasi seperti pemeriksaan bilirubin* gula
darah* analisa gas darah* foto abdomen* AKG kepala dan lain/lain4 darah* analisa gas darah* foto abdomen* AKG kepala dan lain/lain4
MANGBE@>K.TK
UKKIE – TUMBANG LBM 2 UKKIE – TUMBANG LBM 2
•
• pabila ge!ala klinik dan pemeriksaan ulang tidak menun!ukkan infeksi*pabila ge!ala klinik dan pemeriksaan ulang tidak menun!ukkan infeksi*
pemeriksaan darah dan 75P normal* dan kultur darah negatif maka antibiotika pemeriksaan darah dan 75P normal* dan kultur darah negatif maka antibiotika
diberhentikan pada hari ke/34 diberhentikan pada hari ke/34
•
• pabila ge!ala klinik memburuk dan atau hasil laboratorium menokongpabila ge!ala klinik memburuk dan atau hasil laboratorium menokong
infeksi* 75P tetap abnormal* maka diberikan 7efepim $@@ mgkghari infeksi* 75P tetap abnormal* maka diberikan 7efepim $@@ mgkghari
diberikan , dosis atau Neropenem dengan dosis &@/-@ mgkg 66per hari i49 diberikan , dosis atau Neropenem dengan dosis &@/-@ mgkg 66per hari i49 dan mikasin dengan dosis $+ mgkg 66per hari i49 i4m (atas indikasi
dan mikasin dengan dosis $+ mgkg 66per hari i49 i4m (atas indikasi khusus)4 Pemberian antibiotika diteruskan sesuai dengan tes kepekaanna khusus)4 Pemberian antibiotika diteruskan sesuai dengan tes kepekaanna.. ama pemberian antibiotika $@/$- hari4
ama pemberian antibiotika $@/$- hari4 Pada kasus meningitis pemberianPada kasus meningitis pemberian antibiotika minimal ,$ hari4
antibiotika minimal ,$ hari4
•
• Pengobatan suportif meliputi :Pengobatan suportif meliputi :
Te
Termoregulasi* terapi oksigen9entilasi mekanik* terapi rmoregulasi* terapi oksigen9entilasi mekanik* terapi sok* koreksisok* koreksi metabolik asidosis* terapi hipoglikemihiperglikemi* transfusi darah* plasma* metabolik asidosis* terapi hipoglikemihiperglikemi* transfusi darah* plasma* trombosit* terapi ke!ang* transfusi tukar4
trombosit* terapi ke!ang* transfusi tukar4 (2224pediatrik40om)
(2224pediatrik40om) d.
d. PPenen'e'egagaaann 7ara umum7ara umum
arus sudah dimulai pada periode antenatal4 Infeksi ibu harus diobati dgn baik*arus sudah dimulai pada periode antenatal4 Infeksi ibu harus diobati dgn baik* dikamar bersalin harus ada pemisahan g sempurna antara bagian g septik dan g dikamar bersalin harus ada pemisahan g sempurna antara bagian g septik dan g aseptik4 Ibu g akan melahirkan sebelum masuk kamar bersalin harus dimandikan aseptik4 Ibu g akan melahirkan sebelum masuk kamar bersalin harus dimandikan dulu dan memakai ba!u khusus untuk kamar bersalin4 Kuasana kamar bersalin harus dulu dan memakai ba!u khusus untuk kamar bersalin4 Kuasana kamar bersalin harus sama dgn kamar
sama dgn kamar operasi4 lat resusitasoperasi4 lat resusitasi harus steril4i harus steril4
Bibangsal bai baru lahir harus ada pemisahan g sempurna untuk bai g lahir dgnBibangsal bai baru lahir harus ada pemisahan g sempurna untuk bai g lahir dgn partus
partus aseptik aseptik dan dan partus partus septik4 septik4 Pemisahan Pemisahan ini ini harus harus men0akup men0akup personalia* personalia* fasilitasfasilitas pera2atan*
pera2atan* dan dan alat alat g g digunakan4 digunakan4 arus arus terdapat terdapat kamar kamar isolasi isolasi untuk untuk bai bai gg menderita penakit menular4 Kebelum dan sesudah memegang bai harus 0u0i tangan menderita penakit menular4 Kebelum dan sesudah memegang bai harus 0u0i tangan g sebaikna dgn sabun antseptik atau sabun biasa dgn 2aktu 0ukup lama ($ menit)4 g sebaikna dgn sabun antseptik atau sabun biasa dgn 2aktu 0ukup lama ($ menit)4 Balam ruangan harus memakai !ubah staril* maske* dan memakai sandal khusus4 Balam ruangan harus memakai !ubah staril* maske* dan memakai sandal khusus4 Balam ruangan bai tidak boleh banak bi0ara4 6ial menderita enakit saluran nafas Balam ruangan bai tidak boleh banak bi0ara4 6ial menderita enakit saluran nafas atas tidak boleh masuk kaar bai4
atas tidak boleh masuk kaar bai4
Bapur susu harus bersih dan 0ara men0ampur susu harus aseptik4 KI g dipompaBapur susu harus bersih dan 0ara men0ampur susu harus aseptik4 KI g dipompa sebelum diberikan bai harus dipasteurisasi4 Ketiap bai harus mempunai tempat sebelum diberikan bai harus dipasteurisasi4 Ketiap bai harus mempunai tempat pakian
pakian sendiri* sendiri* begitu begitu pula pula termometer* termometer* obat* obat* kasa* kasa* dll4 dll4 Inkubator Inkubator harus harus selaluselalu dibersihkan dan lantai ruangan setiap hari hrs dibersihkan dan setiap minggu di0u0i dibersihkan dan lantai ruangan setiap hari hrs dibersihkan dan setiap minggu di0u0i dgn mengg antiseptikum4
dgn mengg antiseptikum4 7ara khusus7ara khusus
Pemakaian antibiotika hana untuk tu!uan dan indikasi g !elasPemakaian antibiotika hana untuk tu!uan dan indikasi g !elas
6ila kemampuan penga2asan klinis dan laboratorium 0ukup baik* sebaikna tidak 6ila kemampuan penga2asan klinis dan laboratorium 0ukup baik* sebaikna tidak perlu
perlu memberikan memberikan antibiotika antibiotika profilaksis4 profilaksis4 nibiotika nibiotika baru baru diberikan diberikan kalau kalau sudahsudah terdapat tanda infeksi4
terdapat tanda infeksi4 MANGBE@>K.TK
6ila kemampuan tersebut tidak ada* kirana dapat dipertanggung!a2abkan pemberian6ila kemampuan tersebut tidak ada* kirana dapat dipertanggung!a2abkan pemberian ant
antibiibiotiotika ka proprofilfilaksaksis is berberupa upa ampampisiisillillin n $@@ $@@ mgmgkgbbkgbbhahari ri dan dan gengentamtamississin in &/+&/+ mgkgbbhari selama &/+ hari4
mgkgbbhari selama &/+ hari4
(6uku =uliah Ilmu =esehatan nak &* F=AI* $;L+) (6uku =uliah Ilmu =esehatan nak &* F=AI* $;L+) e.
e. PrPr!g!gn!n!sisiss Pad
Pada a umuumumnmna a angangka ka kemkematiatian an sepsepsos sos neoneonatnatal al berberkiskisar ar antantara ara $@/$@/-@-@4Ti4Tinggnggii rreennddaahhnna a aannggkka a kkeemmaattiiaan n tteerrggaannttuunng g ddaarri i 2aak2 kttu u ttiimmbbuullnnaa penakit*penebabna*besar/ke0ilna
penakit*penebabna*besar/ke0ilna bai*beratna bai*beratna penakit*dan penakit*dan tempattempat pera2atannna4 pera2atannna4 ( I&A,'&I !!") ( I&A,'&I !!") %%.. KK!!mm##lliikkaassii o o 6e#sis6e#sis o o 5e#at!s#len!megali5e#at!s#len!megali
D&/G50S&S B/5D&5G &KTE-,S D&/G50S&S B/5D&5G &KTE-,S Temuan Temuan / /nnaammnneessiiss PePemmeerriikkssaaaann Pemeriksaan Pemeriksaan Penunang Penunang atau atau Diagn!sis Lain Diagn!sis Lain aanng g SSuuddaahh Diketahui Diketahui Kemungkinan Kemungkinan Diagn!sis Diagn!sis - - TTiimmbbuul l ssaaaatt llaaiir r ssaamm##aaii d
deennggaan n aarrii kedua.
kedua. -
- Fia"at Fia"at ikterusikterus # #aadda a bbaa""ii sebelumn"a. sebelumn"a. - Fia"at - Fia"at #en"akit #en"akit keluarga? keluarga? ik
ikteterurusC sC ananememiCiC -
- 6angat 6angat ikterus.ikterus. -
- 6angat 6angat #u'at.#u'at. -
- 5b 5b J J ) ) grHdlgrHdl -
- 5t 5t J J 9 9 DD
Ikter
Ikterus us aem!aem!litilitikk akibat akibat ink!m#atibilitas ink!m#atibilitas dara. dara. MANGBE@>K.TK MANGBE@>K.TK 2/2/
UKKIE – TUMBANG LBM 2 UKKIE – TUMBANG LBM 2 #embesaran #embesaran atiC atiC #engangkatan #engangkatan lim#a. lim#a. - - TTiimmbbuul l ssaaaatt llaaiir r ssaamm##aaii d deennggaan n aarrii k keedduua a aattaauu lebi. lebi. -
- Fia"at Fia"at in%eksiin%eksi maternal.
maternal.
-
- 6angat 6angat ikterus.ikterus. - Tanda - Tanda tersangka in%eksi tersangka in%eksi a attaau u ssee##ssiiss 0m
0malalas as miminunumCmC k
kuurraanng g aakkttii%%CC ttaannggiis s lleemmaaCC s
suuu u ttuubbuu abn!rmal1. abn!rmal1. Lek!sit!sisClek! Lek!sit!sisClek! #eniC #eniC tr!mb!sit!#enia tr!mb!sit!#enia ..
IIkktteerruus s ddiidduuggaa k
kaarreenna a iinn%%eekkssii ber
berat at ataatau u se#se#sissis 0t
0tanangagani ni dudugagaanan in
in%e%eksi ksi beberarat t dadann %%!!tt!!tteerraa##i i bbiillaa di#erlukan1. di#erlukan1. - T - Tiimmbbuul l ##aaddaa ari #ertama. ari #ertama. -
- FFiiaa""aat t iibbuu amil amil #enggunaan #enggunaan !bat. !bat. -
- IkIkteterurus s eebabatt timbul #ada ari timbul #ada ari kedua.
kedua.
- Ense%al!#ati - Ense%al!#ati
timbul #ada ari timbul #ada ari ketiga ingga ke ketiga ingga ke tu&u.
tu&u. -
- IkIkteterurus s eebabatt "a
"ang ng titidadak k atatauau terlambat terlambat di!bati. di!bati. - Ikterus - Ikterus -
- 6angat 6angat ikterus.ikterus. - Ke&ang - Ke&ang - P!stur - P!stur abn!rmal abn!rmal - Letargi - Letargi - Ik
- Ikttererus us akakiibbatat !bat.
!bat.
- Ense%al!#ati - Ense%al!#ati
b
biilliirrububiin n 00kkeerrn- n-iikktteerruuss1 1 !!bbaattii k kee&&aanng g ddaann tangani tangani ense%al!#ati ense%al!#ati bilirubin. bilirubin.
IIkktteerruus s mmeenneettaa## IIkktteerruuss $$aakktt!!rr IIkktteerruuss
MANGBE@>K.TK
s
seetteella a uusisia a 22 minggu. minggu. berlangsung < 2 berlangsung < 2 m miinnggggu u ##aaddaa ba"i 'uku# bulan ba"i 'uku# bulan dan < minggu dan < minggu # #aadda a bbaa""ii kurang bulan. kurang bulan. #endukung? urin #endukung? urin g geellaa##C C %%eesseess #u'at. #u'at. berke#an&angan. berke#an&angan. -
- TTiimmbbuul l aarrii k
keedduua a aattaauu lebi.
lebi. -
- BBaa""i i BBeerraatt Lair Fenda. Lair Fenda.
B
Baa""i i ttaamm##aakk seat.
seat.
Ikt
Ikteruerus s #ad#ada a ba"ba"ii #rematur.
#rematur.
Timbul
Timbul ariari
ketiga. ketiga. - - BBaa""i i ''uukkuu## bulan. bulan. -
- BBaa""i i llaaiir r << 2 2::: : ggrraammCC tam#ak seat. tam#ak seat. Ikterus ;si!l!gis Ikterus ;si!l!gis 7.
7. A#a saA#a sa&a #emer&a #emeriksaan iksaan lab!rat!rium lab!rat!rium dan intdan inter#retasi er#retasi dari ddari diagn!sis*iagn!sis* 9.
9. A#a tA#a teraera#i d#i dari ari diadiagn!gn!sisis*s* D!sis) *rekuensi%
D!sis) *rekuensi%
o
o AnamnesisAnamnesis
Fia"at ibu selama amilFia"at ibu selama amil Fia"at antenatalFia"at antenatal
$ase kelairan KP8 H-$ase kelairan KP8
H-o
o P. $isikP. $isik
Pantau ari ke ikterus #ada ke#ala dulu karena muk!saPantau ari ke ikterus #ada ke#ala dulu karena muk!sa #ada ke#ala lebi ti#is dan meengandung ban"ak li#id lalu #ada ke#ala lebi ti#is dan meengandung ban"ak li#id lalu men"ebar #ada badan
men"ebar #ada badan
H-o
o P. isualP. isual
Met!de KramerMet!de Kramer ).
). IkterIkterus Naus Nam#ak dm#ak dari kari ke#ala e#ala samasama#i le#i leerer 2.
2. IkterIkterus Naus Nam#ak km#ak ke#ale#alaC baaC badanC danC umbiumbili'uli'uss .
. IkterIkterus Naus Nam#ak Km#ak Ke#alae#alaC badaC badanC #anC #aaC lutaC lututut /.
/. IkterIkterus Nam#us Nam#ak Keak Ke#ala#alaC badanC ekC badanC eksterstermitas atmitas atas danas dan baa
baa
MANGBE@>K.TK
UKKIE – TUMBANG LBM 2 UKKIE – TUMBANG LBM 2
.
. IkterIkterus Nam#us Nam#ak ke#ak ke#alaC baalaC badanC sedanC semua eksmua ekstermtermitasitas sam#ai u&ung-u&ung &ari
sam#ai u&ung-u&ung &ari '.
'. PPenenatatalalakaksasananaanan
o
o Pemberian A6I terus untuk meningkatkan imunitas ba"iPemberian A6I terus untuk meningkatkan imunitas ba"i o
o 8engan #en"inaran8engan #en"inaran
Terapi sinar Terapi sinar
$
$44 iinnddiikkaassii
// setsetiap iap saasaat apt apabiabila bla biliilirubrubin iin indindire0re0t let lebih bih dardari $@mi $@mgg // prpra/ a/ ttraransnsfufusi si ttukukarar
// papas0s0a a ttrrananssfufussi i ttukukar ar
// terterdapadapat ikt ikterterik pd ik pd harhari pei pertartama ma g disg disertertai hai hemoemolislisisis ,4
,4 perpera2ata2atan an bai bai dg dg terterapi api sisinar nar
diperiksa terlebih dahulu apakah seluruh lampu telah terpasang dg baik4 ampu g digunakan diperiksa terlebih dahulu apakah seluruh lampu telah terpasang dg baik4 ampu g digunakan sebaikna tidak dipergunakan lebih dr
sebaikna tidak dipergunakan lebih dr +@@ !am (menghindari turuna energi g dihasilkan+@@ !am (menghindari turuna energi g dihasilkan oleh lampu g dipergunakan)
oleh lampu g dipergunakan)
// diudiusahsahakan agakan agar bagar bagian tian tubuh baubuh bai g kei g kena sinna sinar dapar dapat selat seluas muuas mungkingkin dg membn dg membukauka pakaian bai
pakaian bai
// kedkedua maua mata data dan gonn gonad diad dituttutup dg pup dg penutenutup g dup g dpt mpt memaemantuntulkalkan 0ahn 0ahaaaa
// bai bai diletdiletakkan L akkan L in0i in0i di bdi b2h si2h sinar lnar lampu4 ampu4 arak arak ini dini dianggaianggap !arp !arak g ak g terbaiterbaik untk untukuk mendapatkan energi g optimal
mendapatkan energi g optimal
// posposisi bisi bai seai sebaibaiknkna diuba diubah, seah, setiatiap $L !am agp $L !am agar bagar bagian tian tubuh ubuh g terkg terkenaenana 0ahna 0ahaa dpt meneluruh
dpt meneluruh
// susuhu bhu baai dii diukuukur sr s0r b0r bererkalkala -/a -/1 !a1 !am m kakalili44
// =ad=adar biar bilirlirubiubin dipn diperieriksa sksa setietiap L !am ap L !am sek sekuraurang,nng,na sea sekalkali dlm ,i dlm ,- !am- !am // b !ub !uga harga harus dius diperperiksiksa s0r ba s0r berkerkala tala teruerutamtama pd pena pd penderderita heita hemolmolisiisiss // PerPerhathatikaikan hidn hidrasrasi bai bai * bili * bila perla perlu konsu konsumsumsi 0aii 0airan baran bai dii dinainaikkakkann // aamamanna ta trereapapi si sininar ar didi0a0atatatt
// KD KD bibiasasanana a bebersrsififat at semsemenentatara ra dadan n pepennininararan an dadapapat t diditeteruruskskan an sesetetelalah h kekeadadaaaan n aangng menertaina dapat diperbaiki
menertaina dapat diperbaiki
MANGBE@>K.TK
//
//
%#ek saming terai sinar (
%#ek saming terai sinar (
=omplikasi terapi sinar umumna ringan* sangat =omplikasi terapi sinar umumna ringan* sangat !arang ter!adi!arang ter!adi dan re9ersibel)dan re9ersibel)
&
&eellaaiinnaann **eekkaanniissmme e yayanng g mmuunnggkkiin n tteerrjjaaddii
Bron$e baby syndr
Bron$e baby syndromeome 6erkurangna ekskresi hepatik hasil peninaran6erkurangna ekskresi hepatik hasil peninaran bilirubin bilirubin
B
Biiaarree 66iilliirruubbiin n iinnddiirreek k mmeenngghhaammbbaat t llaakkttaassee
eemmoolliissiiss FFoottoosseennssiittii99iittaas s mmeennggggaannggggu u ssiirrkkuullaassi i eerriittrroossiitt B
Beehhiiddrraassii 66eerrttaammbbaahhnnaa Insensible % Insensible %ater Lossater Loss (&@/$@@) karena menerap energi foton(&@/$@@) karena menerap energi foton
5
5uuaam m kkuulliitt GGaanngggguuaan n ffoottoosseennssiittaassi i tteerrhhaaddaap p sseel l mmaasst t kkuulliit t ddeennggaan n ppeelleeppaassaan n hhiissttaammiinn
// (T(Tatatalalakaksasana Ikna Ikteterurus "eons "eonatatororumum4,4,@@@@-)-)
&4
&4 komkomplplikikasasi tei terarapi spi sininar ar
// pepeniningngkatkatan Oian Oinsnsenensisiblble 2ate 2ater loer lossss p pd bad baii // frfrekekueuensnsi dei defefekakasi si g meg meniningngkakatt
// timbutimbulna lna kelainkelainan kulan kulit O it O flea flea bite bite rash rash di dadi daerah merah muka* bauka* badan dan dan dan ekstrekstremitemitasas // ggaanngggguuaan n rreettiinnaa
// gagangngguguan an pepertrtumumbubuhahann // kkeennaaiikkaan sn suuhhuu
(Ilmu =esehatan nak * ed &) (Ilmu =esehatan nak * ed &)
$4
$4 TrTranansfsfususi i tutukakar r •
• Transfusi tukar adalah suatu tindakan pengambilan se!umlah ke0il darah angTransfusi tukar adalah suatu tindakan pengambilan se!umlah ke0il darah ang dilan!utkan dengan pengembalian darah dari donor dalam !umlah ang sama ang dilan!utkan dengan pengembalian darah dari donor dalam !umlah ang sama ang MANGBE@>K.TK
UKKIE – TUMBANG LBM 2 UKKIE – TUMBANG LBM 2
dilakukan berulang/ulang sampai sebagian besar darah penderita tertukar (Friel* dilakukan berulang/ulang sampai sebagian besar darah penderita tertukar (Friel* $;L,)4
$;L,)4(Ta(Tatalaksana Ikterus talaksana Ikterus "eonatorum4,@@-)"eonatorum4,@@-) •
• Tindakan utama ang dapat menurunkan dengan 0epat kadar bilirubin indirek dalamTindakan utama ang dapat menurunkan dengan 0epat kadar bilirubin indirek dalam tubuh4
tubuh4 •
• 6erman6ermanfaat !uga faat !uga dalam menggantdalam mengganti i eritreritrosit ang osit ang telah terhemoltelah terhemolisis dan isis dan membumembuangang antibod ang menimbulkan hemolisis4
antibod ang menimbulkan hemolisis4 Indikasi dilakukan transfuse tukar:
Indikasi dilakukan transfuse tukar: a4
a4 6ila 6ila di!umdi!umpai kpai kadar badar biliruilirubin bin indiindirek lerek lebih bih dari dari ,@ mg,@ mgdldl b4
b4 =adar bilirubin ta=adar bilirubin tali pusat lebih dari -mli pusat lebih dari -mgdlgdl 04
04 =ad=adar har hemoemogloglobin bin kukuranrang dg dari ari $@g$@gddll d4
d4 TeTerdapat perdapat peningninggian bilgian bilirubirubin ang sanin ang sangat signgat signifikaifikan dan 0epat ($mn dan 0epat ($mgdl tigdl tiap !am)ap !am) e4
e4 6a6ai i anang g menmenderderita asfiita asfiksksia* sindia* sindrom gagarom gagal l nafnafas* asidas* asidosiosis s metmetaboaboli0li0* * tantanda kelaida kelainannan susunan saraf pusat* dan bai dengan 66 kurang dari $+@@g4 keadaan ini semua dapat susunan saraf pusat* dan bai dengan 66 kurang dari $+@@g4 keadaan ini semua dapat dipertimbangkan untuk melakukan tranfusi tukar 2alaupun kadar bilirubin belum men0apai dipertimbangkan untuk melakukan tranfusi tukar 2alaupun kadar bilirubin belum men0apai ,@ mgdl4
,@ mgdl4
ingga kini belum ada kesepakatan global mengenai kapan melakukan transfusi tukar ingga kini belum ada kesepakatan global mengenai kapan melakukan transfusi tukar pada
pada hiperbilirubinemia4 Indikasi hiperbilirubinemia4 Indikasi transfusi tukar transfusi tukar berdasarkan keputusan berdasarkan keputusan J8 ter0antumJ8 ter0antum dalam tabel +4
dalam tabel +4
+a$el . Indikasi +rans#usi +ukar Berdasarkan &adar Biliru$in -erum +a$el . Indikasi +rans#usi +ukar Berdasarkan &adar Biliru$in -erum
ssiia a BBaayyi i uukkuu BBuullaan n --eehhaatt DDeennggaan n ''aakkttoor r //iissiikkoo m
mggdd mmggdd
aarrii kkee//$$ $$++ $$&&
aarrii kkee//,, ,,++ $$++
aarrii kkee//&& &&@@ ,,@@
aarri i kkee//- - ddaan n sseetteerruussnnaa &&@@ ,,@@
(Ta
(Tatalaksana Ikterus talaksana Ikterus "eonatorum4,@@-)"eonatorum4,@@-)
+rans#usi tukar harus dihentikan aa$ila terjadi0 +rans#usi tukar harus dihentikan aa$ila terjadi0 // DDmmbboolli i ((eemmbboollii* * bbeekkuuaan n ddaarraahh))* * ttrroommbboossiiss
// iippeerrkkaalleemmiiaa* * hhiippeerrnnaattrreemmiiaa* * hhiippookkaallsseemmiiaa* * aassiiddoossiiss* * hhiippoogglliikkeemmiiaa // GGaanngggguuaan n ppeemmbbeekkuuaan n kkaarreenna a ppeemmaakkaaiiaan n hheeppaarriinn
// PPeerrffoorraassi i ppeemmbbuulluuh h ddaarraahh
(Ta
(Tatalaksana Ikterus talaksana Ikterus "eonatorum4,@@-)"eonatorum4,@@-)
al, ang perlu diperhatikan : al, ang perlu diperhatikan :
MANGBE@>K.TK