• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) - Analisis Penerapan Pajak Progresif Kendaraan Bermotor Dalam Rangka Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Pada Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Medan Selatan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) - Analisis Penerapan Pajak Progresif Kendaraan Bermotor Dalam Rangka Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Pada Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Medan Selatan"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM)

(2)

dan Bangunan Sektor Pedesaan dan Perkotaan, Pajak Pengambilan Bahan Galian Golongan C.

Alasan teoritis pengenaan pajak kendaraan bermotor (PKB) adalah penggunaan jalan raya yang merupakan barang publik oleh masyarakat. penggunaan jalan raya menimbulkan biaya langsung dan tidak langsung. Kini dalam UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, tarif Pajak Kendaraan Bermotor dikenakan secara progresif, yakni 2% terhadap nilai jual untuk pembelian Kendaraan Bermotor pertama dan 2-10% terhadap kendaraan kedua dan seterusnya. Pemerintah harus berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan tersebut dan mempertimbangkan apakah kebijakan ini sudah sesuai dengan asas-asas pemungutan pajak.

Pemberlakuan tarif progresif Pajak Kendaraan Bermotor di Provinsi Sumatera Utara terhitung sejak tanggal 2 Mei 2011. Tarif progresif tersebut diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 1 Tahun 2011 yang merupakan turunan dari Undang-undang Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

(3)

Untuk besaran tarif Progresif Pajak Kendaraan Bermotor diatur pada Perda Nomor 1 Tahun 2011 pasal 9 ayat 3 dengan besaran sebagai berikut 1,5 persen untuk kendaraan pertama, 2 persen untuk kendaraan kedua, 2,5 persen untuk kendaraan ketiga, 3 persen untuk kendaraan keempat dan 3,5 persen untuk kendaraan kelima dan seterusnya.

Kebijakan pemerintah untuk memberlakukan pajak progresif atas kepemilikan kendaraan bermotor lebih dari satu dengan nama dan alamat yang sama tidak hanya memiliki satu tujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) saja namun kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi penggunaan kendaraan bermotor di kota-kota besar. Dengan terjadinya pengurangan penggunaaan kendaraan bermotor diharapkan mampu mengurangi tingkat kemacetan arus lalu lintas yang menyebabkan kemacetan arus lalu lintas di kota-kota besar. Di satu sisi lain, penerapan pajak progresif kendaraan bermotor merupakan salah satu solusi yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi kemacetan. Namun, di sisi lain, pajak progresif tersebut dikhawatirkan justru akan menimbulkan efek yang merugikan bagi industri kendaraan bermotor terutama roda empat atau bahkan pereonomiaan indonesia secara keseluruhan karena apapun yang terjadi pada industri ini juga akan berpengaruh terhadap perekonomiaan secara luas.

(4)

tugas akhir dengan judul “Analisis Penerapan Pajak Progresif Kendaraan Bermotor Dalam Rangka Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Pada Kantor Samsat Medan Selatan”.

B. Tujuan dan Manfaat Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM)

Diadakannya pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) ini merupakan syarat menyelesaikan Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Polotik Universitas Sumatera Utara.

1. Tujuan Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM)

1.1Untuk mengetahui faktor pendukung pencapaian target Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor.

1.2Untuk mengetahui dan menganalisa target dan realisasi Pajak Kendaraan Bermotor di Samsat Medan Selatan.

1.3Untuk mengetahui dan menganalisa Pajak Progresif Kendaraan Bermotor tahun 2013-2014.

1.4Untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan untuk meningkatkan penerimaan pajak kendaraan bermotor di Kantor SAMSAT Medan Selatan. 2. Manfaat dari Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) adalah :

2.1. Bagi Mahasiswa

(5)

b. Memahami sistem prosedur kerja tentang perpajakan Daerah di instansi terkait,

c. Mendapatkan pengetahuan dan wawasan terutama tentang perpajakan daerah. 2.2. Bagi Kantor SAMSAT Medan Selatan

a. Memperoleh ide dan upaya untuk mengoptimalkan penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor.

b. Untuk mempererat hubungan baik antara kantor Sistem Administrasi Manunggal Di Bawah Satu Atap (SAMSAT) Medan Selatan dengan Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

2.3. Bagi Program Diploma III Administrasi Perpajakan

a. Memberikan uji nyata atas disiplin ilmu yang telah disampaikan selama perkuliahan.

b. Mendapatkan masukan, ide, saran bagi perbaikan dan penyempurnaan kurikulum bagi evaluasi penyempurnaan revisi pembuatan Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM).

C. Uraian Teoritis

Untuk lebih mendalami pembahasan mengenai Pajak Kendaraan Bermotor ada baiknya terlebih dahulu kita mengerti arti pajak yang sebenarnya.

1. Pengertian Pajak

(6)

undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontra prestasi) yang langsung dapat ditunjukan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum.

Menurut Suandy (2011:9) pajak adalah iuran rakyat kepada kas Negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tidak digunakan untuk membayar pengeluaran umum.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang pajak daerah, yang dimaksud dengan pajak daerah adalah kontribusi wajib kepada daerah yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan daerah bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Dari defenisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa ada 4 hal penting yang terdapat pada pengertian pajak tersebut, yaitu:

a. Iuran dari rakyat kepada Negara.

Yang berhak memungut pajak hanyalah Negara. Iuran tersebut berupa uang (bukan barang).

b. Berdasarkan Undang-Undang.

Pajak dipungut berdasarkan atau dengan kekuatan undang-undangan serta aturan pelaksanaannya.

(7)

d. Digunakan untuk membiayai rumah tangga Negara, yakni pengeluaran-pengeluaran yang bermanfaat bagi masyarakat luas.(Mardiasmo,2009:1)

2. Fungsi pajak

Menurut B.Ilyas (2010:12) yang merupakan fungsi dari pajak adalah sebagai berikut:

a. Fungsi Budgeter

Mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya sesuai dengan unadang-undang yang berlaku yang pada waktunya akan digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran negara.

b. Fungsi Regulered

Suatu fungsi bahwa pajak-pajak tersebut akan digunakan sebagai suatu alat dalam mencapai tujuan-tujuan tertentu yang letaknya di luar bidang keuangan

D. Ruang Lingkup Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM)

Pada Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) ini, memiliki ruang lingkup dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor pada kantor SAMSAT Medan Selatan Provinsi Sumatera Utara khususnya di seksi Pajak Kendaraan Bermotor. Adapun yang menjadi ruang lingkup dalam Pada Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) ini adalah:

(8)

1.2Untuk mengetahui target dan realisasi Pajak Kendaraan Bermotor di Samsat Medan Selatan.

1.3Untuk mengetahui dan menganalisa Pajak Progresif Kendaraan Bermotor tahun 2013-2014.

1.4Untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan untuk meningkatkan penerimaan pajak kendaraan bermotor di Kantor SAMSAT Medan Selatan.

E. Metode Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM)

Untuk mendapatkan dan mengumpulkan data serta perolehan informasi sesuai dengan metode yang digunakan sebagai berikut:

1. Tahap Persiapan

Dalam tahap ini, dilakukan pengajuan judul Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM), penentuan Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) serta penyusunan proposal dengan melakukan konsultasi dengan dosen.

2. Studi Literatur

Mencari sumber dari Undang-Undang, buku, literatur dan majalah yang berhubungan dengan Pajak Kendaraan Bermotor.

3. Observasi Lapangan

Penentuan daerah pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) dengan melakukan pengamatan langsung kepada instansi yang berkaitan.

4. Pengumpulan Data

(9)

a. Data Primer yaitu mengumpulkan data secara langsung dari sumbernya yaitu dengan wawancara langsung dengan pihak kantor SAMSAT Medan Selatan.

b. Data Sekunder yaitu mengumpulkan data dari hasil dokumentasi berupa buku, literatur dan majalah yang ada relevansi dengan Pajak progresif Kendaraan Bermotor. 5. Analisa dan Evaluasi Data

Dalam Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) ini penulis akan memberikan gambaran secara sistematis sumber data yang diperoleh dengan fakta yang ada dan menganalisanya sesuai pencapaian kesimpulan yang diinginkan. Kegiatan yang dilakukan dalam menganalisa data adalah:

a. Mengumpulkan data statistik mengenai target dan pelaksanaan Pajak Kendaraan Bermotor di kantor SAMSAT Medan Selatan.

b. Pembuatan data secara sistematik mengenai Pajak Kendaraan Bermotor Progresif.

F. Metode Pengumpulan Data Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM)

Setelah data dan informasi yang diperoleh, maka penulis menyimpulkan hasil dari data yang didapat, dengan menggunakan Metode Pengumpulan Data sebagai berikut: 1. Daftar Pertanyaan (Interview Guide)

Pengumpulan data dengan melakukan wawancara secara langsung dengan menyiapkan daftar pertanyaan kepada pihak SAMSAT Medan Selatan.

2. Daftar Observasi (Observation Guide)

(10)

3. Daftar Dokumentasi (Optional Guide)

Pengumpulan data dengan melakukan studi dokumentasi yaitu dengan cara membuat daftar dokumentasi yang diperoleh dari SAMSAT Medan Selatan.

G. Sistematika Penulisan Laporan Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) Adapun yang menjadi sistematika penulisan laporan Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) adalah :

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini menguraikan dan membahas secara ringkas tentang Latar Belakang, Tujuan dan Manfaat Penelitian, Uraian Teoritis, Ruang Lingkup, Metode Penelitian, Metode Pengumpulan Data serta Sistematika Penulisan.

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PENELITIAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI (PKLM)

Pada bab ini penulis menguraikan secara ringkas tentang berdirinya SAMSAT Medan Selatan, Struktur Organisasinya serta Struktur Pegawainya.

BAB III GAMBARAN DATA PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI (PKLM)

(11)

BAB IV ANALISIS DAN EVALUASI DATA

Pada bab ini penulis akan membandingkan penerapan teori yang ada dengan data-data yang diperoleh di lapangan, yaitu dengan Target Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor Progresif secara berkala pada kantor SAMSAT Medan Selatan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini merupakan penutup dari bab-bab sebelumnya yang berisi kesimpulan dan saran mengenai objek Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) dan permasalahan yang penulis hadapi selama pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM).

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

BAB II

GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI (PKLM)

Referensi

Dokumen terkait

Secara umum yang disebut sebagai Subjek Pajak bagi pajak daerah adalah prang pribadi atau badan yang dapat dikenakan pajak. Berkaitan dengan pajak kendaraan bermotor, maka

Dari tabel diatas dapat diperoleh data atau informasi mengenai jumlah target dan realisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor (PKB) pada SAMSAT Binjai selama 5 tahun

Dari hasil analisa dan pengolahan data pada penelitian tentang “ Pengaruh Penerapan Tarif Pajak Progresif Pajak Kendaran Bermotor terhadap Penerimaan Bea Balik Nama

Objek pajak adalah sesuatu yang dapat dijadikan sasaran pengenaan pajak. Sesuatu tersebut dapat berupa keadaan, perbuatan dan peristiwa.. kendaraan bermotor termasuk pajak objektif

Upaya Untuk Meningkatkan Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Pada Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Putri

Dengan adanya Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) ini penulis merasa tertarik untuk mengetahui seberapa besar peranan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dalam menunjang

Subjek Pajak Kendaraan Bermotor adalah orang pribadi atau badan. yang memiliki dan yang menguasai

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tahun 2014 sampai 2017, bahwa jumlah kendaraan dan pajak progresif kendaraan bermotor pada tahun 2015 mengalami kenaikan dari tahun