• Tidak ada hasil yang ditemukan

Demikian, terimakasih atas bantuan Bapak/Ibu.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Demikian, terimakasih atas bantuan Bapak/Ibu."

Copied!
58
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Kuesioner prakondisi dan tingkat implementasi pedoman pencegahan penyebaran rabies

(

pre test)

I.

Data Responden

1.1. Nama

: ………..

1.2. UPT

: ………..

1.3. Alamat UPT

: ………..

1.4. No. Telepon/HP

: ………..…

1.5. Jenis Kelamin

: Laki-laki Perempuan

1.6. Umur

: ………Tahun

Untuk pertanyaan pilihan ganda, beri tanda (√) pada kotak jawaban yang tersedia

disebelah kiri sesuai dengan persepsi atau pengalaman Bapak/Ibu.

II.

KARAKTERISTIK RESPONDEN

2.1.

Apakah pendidikan terakhir Bapak/Ibu?

SLTA

Sarjana Muda

Sarjana

Dokter hewan

Pascasarjana

2.2.

Berapa masa kerja Bapak/Ibu sebagai PNS?

< 2 tahun

2-5 tahun

Selamat pagi/siang/sore

Kami mahasiswa FKH IPB saat ini sedang menyusun tugas akhir. Kami akan

menanyakan kepada Bapak/Ibu tentang implementasi pedoman pencegahan

penyebaran rabies di UPT yaitu SK Kepala Badan Karantina Pertanian No.

344.b/kpts/PD.670.370/L/12/06 tentang petunjuk teknis persyaratan dan

tindakan karantina hewan terhadap lalulintas pemasukan HPR (anjing, kucing,

kera dan sebangsanya). Informasi ini akan membantu kami dalam

penyelesaian tugas akhir perkuliahan dan dapat menjadi bahan masukan untuk

menyusun kebijakan bagi Badan Karantina Pertanian.

Untuk itu, saya mohon kesediaan Bapak/Ibu untuk membantu mengisi

kuesioner ini sesuai dengan kondisi di UPT Bapak/Ibu. Untuk kenyamanan

Bapak/Ibu, semua data yang terkumpul hanya digunakan untuk keperluan

pendidikan saja.

Demikian, terimakasih atas bantuan Bapak/Ibu.

KUESIONER

KAJIAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DI

UPT KARANTINA PERTANIAN DALAM

PENCEGAHAN PENYEBARAN RABIES

Tanggal

Enumerator

(3)

5-10 tahun

10-15 tahun

>15 tahun

2.3.

Apa jabatan Bapak/Ibu saat ini? ………...

2.4.

Sebutkan jenis pelatihan/workshop yang pernah Bapak/Ibu ikuti terkait

penyakit rabies dan epidemiologinya (Jawaban dapat lebih dari 1)

Penyakit hewan

Epidemiologi veteriner

Pelatihan laboratorium tentang pemeriksaan titer antibodi rabies

Tidak ada

Lain-lain, sebutkan ………….……….………

III.

ASPEK KOMUNIKASI

3.1.

Bagaimana pengetahuan saudara mengenai pedoman pencegahan penyebaran

rabies

yaitu

SK

Kepala

Badan

Karantina

Pertanian

No.

344.b/kpts/PD.670.370/L/12/06 tentang petunjuk teknis persyaratan dan

tindakan karantina hewan terhadap lalulintas pemasukan HPR (anjing, kucing,

kera dan sebangsanya).

Mengetahui

Kurang mengetahui

Tidak mengetahui

3.2.

Dari mana saudara mendapatkan informasi tentang pedoman tersebut ?

(Jawaban dapat lebih dari 1).

Atasan langsung

Forum fungsional

Apresiasi pedoman dari UPT

Apresiasi pedoman dari Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati

Kolega/ teman sejawat

Internet

3.3.

Apakah pedoman tersebut diapresiasikan kepada medik dan paramedik

veteriner di UPT saudara?

Ya

Tidak (lansung ke pertanyaan 3.6)

3.4.

Bagaimana pedoman tersebut diapresiasikan di UPT saudara? (Jawaban dapat

lebih dari 1)

Dibahas dalam suatu rapat

Dibahas dalam forum fungsional

Difoto kopi dan dibagikan kepada petugas fungsional

Disuruh membaca pedoman begitu saja

3.5.

Di UPT saudara, bagaimana pelaksanaan diskusi/apresiasi untuk membahas

pedoman termasuk pedoman No. 344.b/06 di atas?

Rutin dilaksanakan

Kadang-kadang

Tidak pernah dilaksanakan

3.6.

Menurut saudara, bagaimana komunikasi antara pimpinan dan petugas?

Berjalan efektif

(4)

Berjalan kurang efektif

Berjalan tidak efektif

3.7.

Menurut saudara, bagaimana komunikasi diantara petugas?

Berjalan efektif

Berjalan kurang efektif

Berjalan tidak efektif

3.8.

Dari apresiasi atau hanya membaca pedoman sendiri, bagaimana informasi

yang saudara peroleh?

Jelas

Kurang jelas

Tidak jelas

3.9.

Dari pedoman tersebut, apakah saudara telah memahami apa yang harus

dilakukan untuk mengimplementasikan pedoman tersebut?

Faham

Kurang faham

Tidak faham

3.10.

Menurut saudara, bagaimana persepsi diantara petugas mengenai pedoman

tersebut?

Sama

Kurang sama

Tidak sama

3.11.

Menurut saudara, bagaimana konsistensi instruksi pedoman tersebut di UPT

saudara?

Konsisten

Kurang konsisten

Tidak konsisten

IV.

ASPEK SUMBER DAYA

4.1.

Di UPT saudara, bagaimana kesesuaian jumlah petugas dengan beban kerja

terkait pencegahan penyebaran rabies?

Sesuai

Kurang sesuai

Tidak sesuai

4.2.

Menurut saudara, bagaimana kesesuaian kompetensi petugas dengan kebutuhan

dalam rangka pencegahan penyebaran rabies?

Sesuai

Kurang sesuai

Tidak sesuai

4.3.

Menurut saudara, bagaimana tingkat pengetahuan dan kemampuan petugas

dalam rangka pencegahan penyebaran rabies?

Memadai

Kurang memadai

Tidak memadai

1

(5)

4.4.

Adakah pelatihan/work shop/in house training dan sejenisnya yang dilakukan

untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait penyakit

rabies/pemeriksaan laboratorium/epidemiologi?

Ada

Tidak (langsung ke pertanyaan 4.6)

4.5.

Apakah pelatihan tersebut dilaksanakan secara berkesinambungan dan terarah?

Ya

Tidak

4.6.

Di

UPT

saudara

apakah

tersedia

dokumentasi

SK

No.

344.b/kpts/PD.670.370/L/12/06 dalam bentuk

hard copy?

Ya

Tidak (lansung ke pertanyaan 4.9)

4.7.

Menurut saudara, bagaimana ketersediaan dokumentasi tersebut di kantor

UPT?

Memadai

Kurang memadai

Tidak memadai

4.8.

Bagaimana pula ketersediaan dokumentasi tersebut di wilker?

Memadai

Kurang memadai

Tidak memadai

4.9.

Selain SK No. 344.b/06, apakah juga tersedia dokumentasi lain seperti text

book/buku/jurnal/pedoman yang berhubungan dengan rabies?

Ada

Tidak

4.10.

Menurut saudara, bagaimana kepatuhan petugas dalam melaksanakan pedoman

tersebut?

Patuh

Kurang patuh

Tidak patuh

4.11.

Di UPT saudara apakah petugas diberi kewenangan penuh untuk melakukan

pengawasan lalulintas HPR?

Ya

Tidak

4.12.

Menurut saudara, dalam melaksanakan pedoman adakah intervensi dari “UPT”

sehingga implementasi menyimpang dari pedoman?

Ya

Tidak (lansung ke pertanyaan 4.14)

4.13.

Menurut saudara bagaimana frekuensi intervensi yang menyimpang tersebut?

Sering

Jarang

4.14.

Apakah tersedia sarana (seperti kendaraan) yang memudahkan untuk

mengimplementasikan kebijakan?

(6)

Ya

Tidak (langsung ke pertanyaan 4.17)

4.15.

Menurut saudara, bagaimana ketersediaan sarana tersebut?

Memadai

Kurang memadai

Tidak memadai

4.16.

Menurut saudara, apakah sarana tersebut dapat dipergunakan sewaktu-waktu?

Ya

Tidak

4.17.

Selama ini apakah tersedia anggaran untuk mengapresiasikan pedoman

termasuk SK No. 344.b/kpts/PD.670.370/L/12/06 kepada petugas di UPT

saudara?

Ya

Tidak (langsung ke pertanyaan 5.1)

4.18.

Menurut saudara, bagaimana ketersediaan anggaran tersebut?

Memadai

Kurang memadai

Tidak memadai

4.19.

Menurut saudara, bagaimana ketersediaan anggaran tersebut dari tahun ke

tahun?

Tersedia dari tahun ke tahun

Kadang tersedia kadang tidak

4.20.

Menurut saudara, bagaimana ketepatan penggunaan anggaran tersebut ?

Tepat sasaran

Kurang tepat sasaran

Tidak tepat sasaran

V.

ASPEK DISPOSISI ATAU SIKAP PELAKSANA

5.1.

Menurut saudara, bagaimana tanggung jawab petugas dalam melaksanakan

pedoman tersebut?

Bertanggung jawab

Kurang bertanggung jawab

Tidak bertanggung jawab

5.2.

Menurut saudara, bagaimana motivasi petugas dalam melaksanakan pedoman

tersebut?

Bermotivasi

Kurang motivasi

Tidak ada motivasi

5.3.

Di UPT saudara, adakah penghargaan yang diberikan kepada petugas jika

berhasil menjalankan suatu pedoman?

Ada

Kadang ada kadang tidak

Tidak

(7)

VI.

ASPEK STRUKTUR BIROKRASI

6.1.

Menurut saudara, bagaimana kesesuaian struktur organisasi UPT saudara

dengan cakupan wilayah kerja dan beban kerja yang ada?

Sesuai

Kurang sesuai

Tidak sesuai

6.2.

Menurut saudara, apakah struktur organisasi saat ini sudah setara dan

memudahkan koordinasi dengan instansi terkait lainnya diwilayah saudara?

Ya

Tidak

6.3.

Menurut saudara, bagaimana ketepatan penempatan lokasi UPT saudara bila

dikaitkan dengan tempat pengeluaran dan pemasukan?

Tepat

Kurang tepat

Tidak tepat

6.4.

Adakah koordinasi antara instansi saudara dengan instansi terkait dalam

pencegahan penyebaran rabies?

Ada

Kadang-kadang

Tidak ada (lansung ke pertanyaan 6.13)

6.5.

Menurut saudara, di level mana koordinasi yang sering terjalin?

Pejabat struktural

Pejabat fungsional

Pejabat struktural dan fungsional

6.6.

Menurut saudara, seberapa rutin koordinasi dilakukan?

Sering

Jarang

6.7.

Bagaimana bentuk koordinasi yang dilakukan? (jawaban boleh lebih dari 1)

Terlibat dalam rakor rabies kepulauan

Terlibat dalam rakor rabies provinsi

Pertemuan berkala

Lain-lain, sebutkan

……….

………

6.8.

Bagaimana bentuk tindak lanjut dari koordinasi tersebut? (Jawaban boleh lebih

dari 1).

Pengawasan bersama

Sosialisasi terintegrasi

Surveilans bersama

Eliminasi, vaksinasi bersama

(8)

Lain-lain, sebutkan ………..

6.9.

Apakah dalam melaksanakan kegiatan koordinasi tersebut dibentuk tim terpadu

antara karantina dengan instansi terkait tersebut?

Ya

Kadang-kadang

Tidak

6.10.

Menurut penilaian saudara, bagaimana hasil koordinasi tersebut?

Memuaskan

Kurang memuaskan

Tidak memuaskan

6.11.

Apakah dilakukan evaluasi terhadap hasil koordinasi?

Ya

Kadang-kadang

Tidak (lansung ke pertanyaan 6.13)

6.12.

Apakah hasil evaluasi tersebut dilaporkan ke Badan Karantina Pertanian?

Ya

Kadang-kadang

Tidak

6.13.

Apakah di UPT saudara tersedia SOP untuk tindakan karantina dan

pengawasan lalulintas HPR?

Ya

Tidak (lansung ke pertanyaan 6.16)

6.14.

Apakah SOP tersebut tertulis secara formal dalam kerangka kerja yang jelas

dan sistematis sehingga memudahkan untuk menjadi acuan bagi petugas

dilapangan?

Ya

Tidak

6.15.

Bagaimana tingkat manfaat SOP tersebut?

Bermanfaat

Kurang bermanfaat

Tidak bermanfaat

6.16.

Bagaimana pembagian kerja dalam rangka pencegahan penyebaran rabies

diantara petugas di UPT saudara bila dikaitkan dengan jabatannya?

Sesuai

Kurang sesuai

Tidak sesuai

6.17.

Apakah diantara petugas terdapat tumpang tindih pekerjaan atau rangkap

pekerjaan fungsional dan administrasi?

Ada

Tidak ada (lansung ke pertanyaan 7.1)

(9)

6.18.

Dengan rangkap pekerjaan selama ini, apakah pengawasan lalulintas HPR

masih dapat dilaksanakan secara efektif?

Ya

Tidak

VII.

TINGKAT IMPLEMENTASI PEDOMAN.

7.1.

Bagimana status rabies di wilayah domisili UPT saudara?

Bebas historis

Bebas

Endemis

7.2.

Apakah di UPT saudara tersedia laboratorium yang mampu melaksanakan

pemeriksaan titer antibodi rabies?

Tersedia

Tersedia tapi tidak difungsikan

Tidak tersedia

7.3.

Apakah di UPT saudara tersedia IKH/kandang untuk HPR?

Tersedia

Tersedia tapi tidak difungsikan

Tidak tersedia

7.4.

Kegiatan lalulintas HPR apa saja yang ada di UPT saudara ? (jawaban dapat

lebih dari 1)

Ekspor

Impor

Antar area (lansung ke pertanyaan 7.22)

Impor

7.5.

Adakah impor HPR dari Negara yang tidak bebas rabies melalui UPT saudara?

Ada

Tidak ada

7.6.

Adakah impor HPR bunting dan atau menyusui melalui UPT saudara?

Ada

Tidak ada

7.7.

Umur HPR impor sekurang-kurangnya 6 bulan, bagaimana implementasinya di

UPT saudara?

Selalu dilaksanakan

Kadang-kadang tidak dilaksanakan

Tidak dilaksanakan

7.8.

Vaksinasi di Negara asal bebas rabies sekurang-kurangnya dilakukan 30 hari

dan selambat-lambatnya 1 tahun sebelum diberangkatkan. Bagaimana

implementasinya di UPT saudara?

Selalu dilaksanakan

JIKA DI UPT SAUDARA TIDAK ADA LALULINTAS HPR SAMA

SEKALI, PENGISIAN KUESIONER SELESAI SAMPAI DISINI!!!

(10)

Kadang-kadang tidak dilaksanakan

Tidak dilaksanakan

7.9.

Pada kegiatan impor HPR di UPT saudara, bagaimana kelengkapan

persyaratan karantina seperti sertifikat kesehatan hewan; surat keterangan

vaksinasi; surat keterangan hasil pemeriksaan titer antibodi rabies; dan paspor

hewan/microchip?

Selalu dilengkapi seluruhnya (lansung ke pertanyaan 7.12)

Kadang-kadang tidak lengkap

7.10.

Jika persyaratan karantina tersebut di atas tidak lengkap, persyaratan mana

biasanya yang tidak lengkap? (jawaban dapat lebih dari 1)

Sertifikat kesehatan hewan

Surat keterangan vaksinasi

Surat keterangan hasil pemeriksaan titer antibodi rabies

Paspor / microchip

7.11.

Jika persyaratan karantina tersebut tidak lengkap, tindakan apa yang dilakukan

di UPT saudara?

Penahanan jika pemilik menjamin untuk melengkapinya

Penolakan

Pemusnahan

Pembebasan

7.12.

Pada lalulintas impor HPR di UPT saudara, apakah disertai SPP dari Ditjenak

Keswan?

Ya (lansung ke pertanyaan 7.14)

Kadang-kadang tidak disertai

Tidak disertai

7.13.

Jika SPP tidak disertai, apakah dikoordinasikan dengan Ditjenak Keswan?

Selalu dikoordinasikan

Kadang-kadang dikoordinasikan

Tidak pernah dikoordinasikan

7.14.

Berapa hari pengamatan dalam masa karantina terhadap HPR impor dilakukan

di UPT saudara?

14 hari

Kurang 14 hari, sebutkan alasan saudara ?

.………

………

Tidak dilakukan, sebutkan alasan saudara ? (lansung ke pertanyaan 7.16)

………

………

7.15.

Di UPT saudara, dimana pengamatan dalam masa karantina dilakukan?

Di IKH/kandang

Di IKHS

Di rumah pemilik/cattery/kennel yang belum ditetapkan sebagai IKHS

7.16.

Bagaimana pemeriksaan fisik HPR impor dilakukan di UPT saudara?

Selalu dilakukan

(11)

Tidak dilakukan, sebutkan alasan saudara?

………

………

7.17.

Di UPT saudara, apakah setiap HPR impor dilakukan pemeriksaan titer antibodi

rabies?

Selalu dilakukan

Kadang-kadang tidak dilakukan, sebutkan alasan saudara?

………

………

Tidak dilakukan, sebutkan alasan saudara ? (lansung ke pertanyaan 7.22)

………

………

7.18.

Selama ini, bagaimana hasil pemeriksaan titer antibodi rabies HPR impor?

Semua protektif

Lebih banyak yang protektif

Lebih banyak yang tidak protektif

7.19.

Jika titer antibodi tidak protektif, apa yang dilakukan di UPT saudara?

Di vaksin di IKH/kandang

Dibebaskan tetapi dibuat rekomendasi untuk divaksin

Dibebaskan

7.20.

Jika ada HPR berasal dari Negara bebas rabies yang tidak melaksanakan

vaksinasi tetapi terdapat antibodi ≥ 0,1 IU/ml, apa yang dilakukan UPT

saudara?

Dilakukan penolakan

Dilakukan observasi

Dilakukan vaksinasi

7.21.

HPR yang dibebaskan adalah jika titer antibodinya kurang dari 0,1 IU/ml untuk

HPR yang berasal dari Negara bebas rabies tanpa vaksinasi; dan titer besar

sama dari 0,5 IU/ml untuk HPR yang berasal dari Negara bebas rabies dengan

vaksinasi. Bagaimana implementasinya di UPT saudara?

Selalu dilakukan

Kadang-kadang tidak dilakukan

Tidak dilakukan, sebutkan alasan saudara?...

………

………

Lalulintas Antar Area

7.22.

Pada lalulintas HPR antar area masuk, bagaimana kelengkapan persyaratan

karantina seperti sertifikat kesehatan hewan; SKKH; buku keterangan

vaksinasi dan surat keterangan hasil pemeriksaan titer antibodi rabies?

Selalu dilengkapi seluruhnya (lansung ke pertanyaan 7.27)

Kadang-kadang tidak lengkap

7.23.

Jika persyaratan karantina tersebut di atas tidak lengkap, persyaratan mana

biasanya yang tidak lengkap? (jawaban dapat lebih dari 1)

Sertifikat kesehatan hewan

SKKH

(12)

Surat keterangan hasil pemeriksaan titer antibodi rabies

7.24.

Jika persyaratan karantina tersebut tidak lengkap, apakah dikoordinasikan

dengan UPT asal HPR?

Selalu dikoordinasikan

Kadang-kadang dikoordinasikan

Tidak pernah dikoordinasikan

7.25.

Jika persyaratan karantina tersebut tidak lengkap, tindakan apa yang dilakukan

di UPT saudara?

Penahanan jika pemilik menjamin untuk melengkapinya

Penolakan

Pemusnahan

Pembebasan

7.26.

Bagaimana frekuensi lalulintas HPR tanpa kelengkapan persyataran karantina

di UPT saudara?

Sangat sering

Sering

Jarang

7.27.

Pada lalulintas HPR antar area masuk, apakah disertai rekomendasi dari dinas

terkait?

Selalu disertai (lansung ke pertanyaan 7.29)

Kadang-kadang tidak disertai

Tidak disertai

7.28.

Jika tidak disertai rekomendasi, apakah dikoordinasikan dengan dinas terkait?

Selalu dikoordinasikan

Kadang-kadang dikoordinasikan

Tidak pernah dikoordinasikan

7.29.

Pada lalulintas HPR antar area bagaimana pemeriksaan fisik dilakukan di UPT

saudara?

Selalu dilakukan

Kadang-kadang tidak dilakukan

Tidak dilakukan, sebutkan alas an audara?

……….

………

7.30.

Pada lalulintas HPR antar area, berapa lama pengamatan dalam masa karantina

terhadap HPR dilakukan di UPT saudara?

14 hari

Kurang 14 hari, sebutkan alasannya

………

………

Tidak dilakukan, sebutkan alasan saudara? (lansung ke pertanyaan 7.32)

………

………

7.31.

Di UPT saudara, dimana pengamatan dalam masa karantina dilakukan?

Di IKH/kandang

(13)

Di rumah pemilik/cattery/kennel yang belum ditetapkan sebagai IKHS

7.32.

Untuk saudara yang status wilayahnya endemis rabies, jika ada HPR yang

berasal dari daerah endemis masuk ke daerah endemis maka pengasingan

minimum selama 14 hari di IKH/kandang dan dilanjutkan di tempat pemilik

selama 6 bulan dibawah pengawasan dokter hewan yang berwenang.

Bagaimana pelaksanannya di UPT saudara?

Dilaksanakan

Kadang-kadang dilaksanakan, sebutkan alasan saudara?

………

………

Tidak dilaksanakan, sebutkan alasan saudara ?

………

………

7.33.

Pada lalulintas HPR antar area masuk di UPT saudara, apakah surat keterangan

hasil pemeriksaan titer antibodi rabies dipenuhi pemilik HPR?

Sudah dipenuhi (lansung ke pertanyaan 7.35)

J Kadang-kadang dipenuhi (lansung ke pertanyaan 7.35)

Tidak dipenuhi, sebutkan alasan saudara?

………

………

7.34.

Jika surat keterangan hasil pemeriksaan titer antibodi rabies tidak dipenuhi, apa

tindakan di UPT saudara? (lansung ke pertanyaa 7.36)

Dilakukan penolakan

Diterima dan kemudian diperiksa titer antibodi rabies

Diterima dan dibebaskan

7.35.

Untuk saudara yang status wilayahnya bebas historis (jika tidak jangan

dijawab), jika ada HPR yang berasal dari daerah bebas dengan vaksinasi akan

masuk ke daerah bebas tanpa vaksinasi (bebas historis). Apa yang dilakukan di

UPT saudara ?

Penolakan

J Pemusnahan

Pemeriksaan titer antibodi rabies

Revaksinasi

7.36.

Pada saat dilalulintaskan, umur minimal HPR adalah 4 bulan untuk daerah

yang melakukan vaksinasi. Bagaimana implementasinya di UPT saudara?

Selalu dilaksanakan

Kadang-kadang tidak dilaksanakan, sebutkan alasan saudara?

………

………

Tidak dilaksanakan, sebutkan alasan saudara?

………

………

………

7.37.

Jeda waktu setelah HPR divaksin dengan saat melalulintaskan HPR adalah

minimal1 bulan dan maksimal 1 tahun. Bagaimana implementasinya di UPT

saudara?

(14)

Kadang-kadang tidak dilaksanakan, sebutkan alasan saudara?

………

………

Tidak dilaksanakan, sebutkan alasan saudara?

…………..………..

………

7.38.

Secara umum apakah SK Ka Barantan No. 344.b/kpts/PD.670.370/L/12/06

dapat diimplementasikan di UPT saudara?

Sebagian besar dapat diimplementasikan

Sebagin besar tidak dapat diimplementasikan

Tidak dapat diimplementasikan sama sekali

7.39.

Apa hambatan di UPT saudara tentang implementasi SK Ka Barantan No.

344.b/kpts/PD.670.370/L/12/06 , mohon diuraikan

……….………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

(15)
(16)

Lampiran 2 Kuesioner penelitian (setelah pre test)

I.

DATA RESPONDEN

1.1. Nama UPT

: ………..

1.2. Alamat UPT

:……….……..

1.3. No. Telepon

: ……….…

1.4. Jenis Kelamin : Laki-laki Perempuan

1.5. Umur

: ………Tahun

Untuk pertanyaan pilihan ganda, beri tanda (X) pada jawaban yang tersedia

disebelah kiri sesuai dengan kondisi di UPT Bapak/Ibu. Terimakasih.

II.

KARAKTERISTIK RESPONDEN

2.1.

Apakah pendidikan terakhir Bapak/Ibu?

5. Pascasarjana

4. Dokter hewan

3. Sarjana

2. Sarjana muda

1. SLTA

2.2.

Berapa masa kerja Bapak/Ibu sebagai PNS?

5. >15 tahun

4. 11-15 tahun

3. 6-10 tahun

2. 2-5 tahun

1. < 2 tahun

2.3.

Apa jabatan Bapak/Ibu saat ini? ………

2.4.

Sebutkan jenis pelatihan/workshop yang pernah Bapak/Ibu ikuti terkait

penyakit rabies dan epidemiologinya (Jawaban dapat lebih dari 1)

5. Penyakit hewan

4. Epidemiologi veteriner

3. Pelatihan laboratorium tentang pemeriksaan titer antibodi rabies

2. Tidak ada

1. Lain-lain, sebutkan ………….……….………

KUESIONER

KAJIAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DI

UPT KARANTINA PERTANIAN DALAM

PENCEGAHAN PENYEBARAN RABIES

Tanggal

Enumerator

(17)

III.

ASPEK KOMUNIKASI

3.1.

Bagaimana pengetahuan saudara mengenai pedoman pencegahan

penyebaran rabies yaitu SK Kepala Badan Karantina Pertanian No.

344.b/kpts/PD.670.370/L/12/06 tentang petunjuk teknis persyaratan dan

tindakan karantina hewan terhadap lalulintas pemasukan HPR (anjing,

kucing, kera dan sebangsanya).

3. Mengetahui

2. Kurang mengetahui

1. Tidak mengetahui

3.2.

Dari mana saudara mendapatkan informasi tentang pedoman tersebut ?

(Jawaban dapat lebih dari 1).

7. Atasan langsung

6. Forum fungsional

5. Apresiasi pedoman dari UPT

4. Apresiasi pedoman dari Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati

3. Kolega/ teman sejawat

2. Membaca dari peraturan yang ada di UPT

1. Dari internet

3.3.

Di UPT saudara, apakah pedoman tersebut diapresiasikan kepada pejabat

fungsional medik dan paramedik veteriner?

3. Ya

2. Kadang-kadang

1. Tidak (langsung ke pertanyaan 3.6)

3.4.

Bagaimana pedoman tersebut diapresiasikan di UPT saudara? (Jawaban

dapat lebih dari 1)

4. Dibahas dalam suatu rapat

3. Dibahas dalam forum fungsional

2. Difoto kopi dan dibagikan kepada petugas fungsional

1. Disuruh membaca pedoman begitu saja

3.5.

Di UPT saudara, bagaimana pelaksanaan diskusi/apresiasi untuk

membahas pedoman-pedoman termasuk pedoman No. 344.b/06 di atas?

3. Rutin dilaksanakan

2. Kadang-kadang

1. Tidak pernah dilaksanakan

3.6.

Bagaimana kejelasan informasi yang saudara peroleh dengan membaca

pedoman atau dari apresiasi?

3. Jelas

2. Kurang jelas

1. Tidak jelas

3.7.

Dari informasi tersebut, apakah saudara telah faham apa yang harus

dilakukan untuk mengimplementasikan pedoman tersebut?

3. Faham

3

3

3

2

2

3

3

(18)

2. Kurang faham

1. Tidak faham

3.8.

Menurut saudara, apa yang telah saudara lakukan tersebut sudah tepat

dan sesuai dengan pedoman?

3. Ya

2. Kadang-kadang tidak tepat

1. Tidak tepat

1. Tidak tahu

3.9.

Menurut saudara, bagaimana penafsiran diantara petugas mengenai isi

pedoman tersebut?

3. Sama

2. Kurang sama

1. Tidak sama

IV.

ASPEK SUMBER DAYA

4.1.

Di UPT saudara, bagaimana perbandingan jumlah petugas dengan

beban kerja terkait pencegahan penyebaran rabies?

3. Memadai

2. Kurang memadai

1. Tidak memadai

4.2.

Menurut saudara, bagaimana kesesuaian kompetensi petugas dengan

kebutuhan dalam rangka pencegahan penyebaran rabies?

3. Sesuai

2. Kurang sesuai

1. Tidak sesuai

4.3.

Menurut saudara, bagaimana tingkat pengetahuan dan kemampuan

petugas dalam rangka pencegahan penyebaran rabies di UPT?

3. Memadai

2. Kurang memadai

1. Tidak memadai

4.4.

Di

UPT

saudara

apakah

tersedia

dokumentasi

SK

No.

344.b/kpts/PD.670.370/L/12/06 dalam bentuk hard copy?

1. Ada

0. Tidak ada (langsung ke pertanyaan 4.7)

0. Tidak tahu (langsung ke pertanyaan 4.7)

4.5.

Menurut saudara, bagaimana ketersediaan dokumentasi tersebut di

kantor UPT?

3. Memadai

2. Kurang memadai

1. Tidak memadai

1. Tidak tahu

3

3

3

3

3

2

3

(19)

4.6.

Bagaimana pula ketersediaan dokumentasi tersebut di wilker?

3. Memadai

2. Kurang memadai

1. Tidak memadai

1. Tidak tahu

4.7.

Menurut saudara, bagaimana kepatuhan diantara petugas dalam

melaksanakan pedoman tersebut?

3. Patuh

2. Kurang patuh

1. Tidak patuh

4.8.

Di UPT saudara, apakah petugas diberi kewenangan penuh untuk

melakukan pengawasan lalulintas HPR dalam rangka pencegahan

penyebaran rabies?

1. Ya

0. Tidak

4.9.

Di UPT saudara, dalam melaksanakan pedoman adakah intervensi dari

“UPT” sehingga implementasi menyimpang dari pedoman?

3. Tidak ada

2. Kadang-kadang

1. Ada

4.10.

Di UPT saudara apakah tersedia laboratorium yang mampu

melaksanakan pemeriksaan titer antibodi rabies?

3. Tersedia

2. Tersedia tapi tidak difungsikan

1. Tidak tersedia

4.11.

Di UPT saudara apakah tersedia IKH/ kandang untuk pengamatan HPR?

3. Tersedia

2. Tersedia tapi tidak difungsikan

1. Tidak tersedia

4.12.

Di UTP saudara, apakah tersedia sarana (kendaraan) yang memudahkan

untuk mengimplementasikan pedoman?

1. Ya

0. Tidak (langsung ke pertanyaan 4.14)

4.13.

Menurut saudara, bagaimana ketersediaan sarana tersebut?

3. Memadai

2. Kurang memadai

1. Tidak memadai

4.14.

Selama ini apakah tersedia anggaran untuk mengapresiasikan pedoman

termasuk SK No. 344.b/kpts/PD.670.370/L/12/06 kepada petugas di

UPT saudara?

2

2

3

3

3

2

3

3

3

(20)

1. Ya

0. Tidak ada (langsung ke pertanyaan 5.1)

0. Tidak tahu (langsung ke pertanyaan 5.1)

4.15.

Menurut saudara, bagaimana ketersediaan anggaran tersebut?

3. Memadai

2. Kurang memadai

1. Tidak memadai

4.16.

Menurut saudara, bagaimana ketersediaan anggaran tersebut dari tahun

ke tahun?

2. Tersedia dari tahun ke tahun

1. Kadang tersedia kadang tidak

4.17.

Menurut saudara, bagaimana ketepatan penggunaan anggaran tersebut ?

3. Tepat sasaran

2. Kurang tepat sasaran

1. Tidak tepat sasaran

V.

ASPEK DISPOSISI ATAU SIKAP PELAKSANA

5.1.

Menurut saudara, bagaimana tanggung jawab (komitmen) petugas dalam

melaksanakan pedoman tersebut?

3. Ada komitmen

2. Kurang ada komitmen

1. Tidak ada komitmen

5.2.

Menurut saudara, bagaimana motivasi petugas dalam melaksanakan

pedoman tersebut?

3. Bermotivasi

2. Kurang motivasi

1. Tidak ada motivasi

5.3.

Di UPT saudara, adakah penghargaan yang diberikan kepada petugas

jika berhasil mencapai tujuan pedoman tersebut dengan baik?

3. Ada

2. Kadang ada kadang tidak

1. Tidak ada

VI.

ASPEK STRUKTUR BIROKRASI

6.1.

Menurut saudara, bagaimana kesesuaian struktur organisasi UPT saudara

dengan cakupan wilayah kerja dan beban kerja yang ada?

3. Sesuai

2. Kurang sesuai

1. Tidak sesuai

6.2.

Menurut saudara, apakah susunan petugas saat ini sudah terpadu

sehingga memungkinkan tercapainya koordinasi dengan instansi terkait

lainnya dalam pencegahan penyebaran rabies?

2

2

2

3

3

2

3

(21)

1. Ya

0. Tidak

6.3.

Di UPT saudara, adakah koordinasi antara instansi saudara dengan

instansi terkait dalam pencegahan penyebaran rabies?

3. Ada

2. Kadang-kadang

1. Tidak ada (langsung ke pertanyaan 6.11)

6.4.

Menurut saudara, di tingkat mana koordinasi yang sering terjalin?

2. Pejabat struktural dan fungsional

1. Pejabat struktural saja atau pejabat fungsional saja

6.5.

Menurut saudara, seberapa rutin koordinasi dilakukan?

1. Sering

0. Jarang

6.6.

Bagaimana bentuk koordinasi yang dilakukan? (jawaban boleh lebih

dari 1)

4. Terlibat dalam rakor rabies kepulauan

3. Terlibat dalam rakor rabies provinsi

2. Pertemuan berkala

1. Lain-lain, sebutkan ………..………

6.7.

Bagaimana bentuk tindak lanjut dari koordinasi tersebut? (Jawaban

boleh lebih dari 1).

6. Pengawasan bersama

5. Sosialisasi terintegrasi

4. Surveilans bersama

3. Eliminasi dan vaksinasi bersama

2. Pertukaran data/informasi tentang rabies

1. Lain-lain, sebutkan ………

6.8.

Menurut penilaian saudara, bagaimana hasil koordinasi tersebut?

3. Memuaskan

2. Kurang memuaskan

1. Tidak memuaskan

6.9.

Di UPT saudara, apakah dilakukan evaluasi terhadap hasil koordinasi?

3. Ya

2. Kadang-kadang

1. Tidak (langsung ke pertanyaan 6.11)

3

3

2

2

2

2

2

2

(22)

6.10.

Apakah hasil evaluasi tersebut dilaporkan ke Badan Karantina

Pertanian?

3. Ya

2. Kadang-kadang

1. Tidak

1. Tidak tahu

6.11.

Apakah di UPT saudara tersedia SOP (standard operating procedures)

untuk tindakan karantina dan pengawasan terhadap lalulintas pemasukan

HPR?

1. Ya

0. Tidak (langsung ke pertanyaan 7.1)

0. Tidak tahu (langsung ke pertanyaan 7.1 )

6.12.

Apakah SOP tersebut tertulis secara formal dalam kerangka kerja yang

jelas dan sistematis sehingga memudahkan untuk menjadi acuan bagi

petugas dalam mengimplementasikan pedoman?

1. Ya

0. Tidak

6.13.

Di UPT saudara, apakah hard copy SOP tersebut sudah tersedia di

counter

pelayanan/wilker?

1. Ya

0. Tidak

6.14.

Menurut saudara, bagaimana tingkat manfaat SOP tersebut di UPT?

3. Bermanfaat

2. Kurang bermanfaat

1. Tidak bermanfaat

VII.

TINGKAT IMPLEMENTASI PEDOMAN.

7.1.

Bagimana status rabies di wilayah domisili UPT saudara?

3. Bebas historis

2. Bebas

1. Endemis

7.2.

Apakah di UPT saudara tersedia laboratorium yang mampu

melaksanakan pemeriksaan titer antibodi rabies?

3. Tersedia

2. Tersedia tapi tidak difungsikan

1. Tidak tersedia

1

3

2

2

1

2

2

JIKA DI UPT SAUDARA TIDAK ADA LALULINTAS HPR SAMA

SEKALI, PENGISIAN KUESIONER SELESAI SAMPAI DISINI!!!

(23)

7.3.

Di UPT saudara, apakah tersedia IKH/kandang untuk pengamatan HPR?

3. Tersedia

2. Tersedia tapi tidak difungsikan

1. Tidak tersedia

7.4.

Kegiatan lalulintas HPR apa saja yang ada di UPT saudara ? (jawaban

dapat lebih dari 1)

3. Ekspor

2. Impor

1. Antar area (langsung ke pertanyaan 7.22)

Lalulintas Impor

7.5.

Adakah HPR impor dari negara yang tidak bebas rabies masuk ke UPT

saudara?

0. Ada

1. Tidak ada

7.6.

Adakah HPR impor yang sedang bunting dan atau menyusui masuk ke

UPT saudara?

0. Ada

1. Tidak ada

7.7.

Umur

HPR

impor

sekurang-kurangnya

6

bulan,

bagaimana

implementasinya di UPT saudara?

3. Selalu dilaksanakan

2. Kadang-kadang tidak dilaksanakan

1. Tidak dilaksanakan

7.8.

Vaksinasi di negara asal bebas rabies sekurang-kurangnya dilakukan 30

hari dan selambat-lambatnya 1 tahun sebelum diberangkatkan.

Bagaimana implementasinya di UPT saudara?

3. Selalu dilaksanakan

2. Kadang-kadang tidak dilaksanakan

1. Tidak dilaksanakan

7.9.

Pada lalulintas HPR impor, bagaimana kelengkapan persyaratan

karantina seperti sertifikat kesehatan hewan; surat keterangan

vaksinasi; surat keterangan hasil pemeriksaan titer antibodi rabies; dan

paspor hewan/microchip?

2. Selalu dilengkapi seluruhnya (langsung ke pertanyaan 7.12)

1. Kadang-kadang tidak lengkap

7.10.

Jika persyaratan karantina tersebut di atas tidak lengkap, persyaratan

mana biasanya yang tidak lengkap? (jawaban dapat lebih dari 1)

4. Sertifikat kesehatan hewan

3. Surat keterangan vaksinasi

2. Surat keterangan hasil pemeriksaan titer antibodi rabies

1. Paspor / microchip

2

1

3

2

3

2

2

3

(24)

7.11.

Jika persyaratan karantina tersebut tidak lengkap, tindakan apa yang

dilakukan di UPT saudara?

4. Penahanan jika pemilik menjamin untuk melengkapinya

3. Penolakan

2. Pemusnahan

1. Pembebasan

7.12.

Pada lalulintas HPR impor, apakah disertai surat persetujuan pemasukan

(SPP) dari Ditjenak Keswan?

3. Ya (langsung ke pertanyaan 7.14)

2. Kadang-kadang tidak disertai

1. Tidak disertai

7.13.

Jika SPP tidak disertai, apakah dikoordinasikan dengan Ditjenak

Keswan?

3. Selalu dikoordinasikan

2. Kadang-kadang dikoordinasikan

1. Tidak pernah dikoordinasikan

7.14.

Di UPT saudara, berapa lama pengamatan dalam masa karantina

terhadap HPR impor dilakukan ?

3. 14 hari

2. Kurang 14 hari, sebutkan alasan saudara?

………...

………

1. Tidak dilakukan, alasan saudara ? (langsung ke pertanyaan 7.16)

………

………

7.15.

Di UPT saudara, dimana pengamatan dalam masa karantina dilakukan?

3. Di IKH/kandang

2. Di IKHS

1. Di rumah pemilik/cattery/kennel yang belum ditetapkan sebagai IKHS

7.16.

Bagaimana pemeriksaan fisik HPR impor dilakukan di UPT saudara?

3. Selalu dilakukan

2. Kadang-kadang tidak dilakukan

1. Tidak dilakukan, sebutkan alasan saudara?

……….

………

7.17.

Di UPT saudara, apakah setiap HPR impor dilakukan pemeriksaan titer

antibodi rabies?

3. Selalu dilakukan

2. Kadang-kadang tidak dilakukan, sebutkan alasan saudara?

……….

1. Tidak dilakukan, alasan saudara ? (langsung ke pertanyaan 7.22)

………...………..

2

2

2

3

2

2

3

(25)

7.18.

Di UPT saudara, selama ini bagaimana hasil pemeriksaan titer antibodi

rabies HPR impor?

3. Semua protektif

2. Lebih banyak yang protektif

1. Lebih banyak yang tidak protektif

7.19.

Jika titer antibodi tidak protektif, apa yang dilakukan di UPT saudara?

3. Di vaksin di IKH/kandang

2. Dibebaskan tetapi dibuat rekomendasi untuk divaksin

1. Dibebaskan

7.20.

Jika ada HPR berasal dari negara bebas rabies yang tidak melaksanakan

vaksinasi tetapi terdapat antibodi ≥ 0,1 IU/ml, apa yang dilakukan UPT

saudara?

3. Dilakukan penolakan

2. Dilakukan observasi

1. Dilakukan vaksinasi

7.21.

HPR yang dibebaskan adalah jika titer antibodinya kurang dari 0,1 IU/ml

untuk HPR yang berasal dari negara bebas rabies tanpa vaksinasi; dan

titer besar sama dari 0,5 IU/ml untuk HPR yang berasal dari negara

bebas rabies dengan vaksinasi. Bagaimana implementasinya di UPT

saudara?

3. Selalu dilakukan

2. Kadang-kadang tidak dilakukan

1. Tidak dilakukan, sebutkan alasan saudara?

...

………..………..

Lalulintas Antar Area

7.22.

Pada lalulintas HPR antar area masuk, bagaimana kelengkapan

persyaratan karantina seperti sertifikat kesehatan hewan; SKKH; buku

keterangan vaksinasi dan surat keterangan hasil pemeriksaan titer

antibodi rabies?

2. Selalu dilengkapi seluruhnya (langsung ke pertanyaan 7.27)

1. Kadang-kadang tidak lengkap

7.23.

Jika persyaratan karantina tersebut di atas tidak lengkap, persyaratan

mana biasanya yang tidak lengkap? (jawaban dapat lebih dari 1)

4. Sertifikat kesehatan hewan

3. SKKH

2. Buku keterangan vaksinasi

1. Surat keterangan hasil pemeriksaan titer antibodi rabies

7.24.

Jika

persyaratan

karantina

tersebut

tidak

lengkap,

apakah

dikoordinasikan dengan UPT asal HPR?

3

3

3

3

3

2

2

(26)

3. Selalu dikoordinasikan

2. Kadang-kadang dikoordinasikan

1. Tidak pernah dikoordinasikan

7.25.

Di UPT saudara, jika persyaratan karantina tersebut tidak lengkap,

tindakan apa yang dilakukan?

4. Penahanan jika pemilik menjamin untuk melengkapinya

3. Penolakan

2. Pemusnahan

1. Pembebasan

7.26.

Bagaimana frekuensi lalulintas HPR tanpa kelengkapan persyataran

karantina di UPT saudara?

3. Jarang

2. Sering

1. Sangat sering

7.27.

Pada lalulintas HPR antar area masuk, apakah disertai rekomendasi dari

dinas terkait?

3. Selalu disertai (langsung ke pertanyaan 7.29)

2. Kadang-kadang tidak disertai

1. Tidak disertai

7.28.

Jika tidak disertai rekomendasi, apakah dikoordinasikan dengan dinas

terkait?

3. Selalu dikoordinasikan

2. Kadang-kadang dikoordinasikan

1. Tidak pernah dikoordinasikan

7.29.

Pada lalulintas HPR antar area bagaimana pemeriksaan fisik dilakukan

di UPT saudara?

3. Selalu dilakukan

2. Kadang-kadang tidak dilakukan

1. Tidak dilakukan, sebutkan alasan saudara?

………

………

7.30.

Di UPT saudara, pada lalulintas HPR antar area, berapa lama

pengamatan dalam masa karantina terhadap HPR dilakukan?

3. 14 hari

2. Kurang 14 hari, sebutkan alasannya

………

………..

1. Tidak dilakukan, alasan saudara? (langsung ke pertanyaan 7.32)

…………...

….………

2

3

2

3

2

2

(27)

7.31.

Di UPT saudara, dimana pengamatan HPR dalam masa karantina

dilakukan?

3. Di IKH/kandang

2. Di IKHS

1. Di rumah pemilik/cattery/kennel yang belum ditetapkan sebagai IKHS

7.32.

Untuk saudara yang status wilayahnya endemis rabies, jika ada HPR

yang berasal dari daerah endemis masuk ke daerah endemis maka

pengasingan minimum selama 14 hari di IKH/kandang dan dilanjutkan

di tempat pemilik selama 6 bulan dibawah pengawasan dokter hewan

yang berwenang. Bagaimana pelaksanannya di UPT saudara?

3. Dilaksanakan

2. Kadang-kadang dilaksanakan, sebutkan alasan saudara?

………

1. Tidak dilaksanakan, sebutkan alasan saudara ?

………

7.33.

Pada lalulintas HPR antar area masuk di UPT saudara, apakah surat

keterangan hasil pemeriksaan titer antibodi rabies dipenuhi pemilik

HPR?

3. Sudah dipenuhi (langsung ke pertanyaan 7.35)

2. Kadang-kadang dipenuhi (langsung ke pertanyaan 7.35)

1. Tidak dipenuhi, sebutkan alasannya?

………..

……….

7.34.

Jika surat keterangan hasil pemeriksaan titer antibodi rabies tidak

dipenuhi, apa tindakan di UPT saudara?

3. Dilakukan penolakan

2. Diterima dan kemudian diperiksa titer antibodi rabies

1. Diterima dan dibebaskan

7.35.

Untuk daerah yang melaksanakan vaksinasi, umur HPR pada saat

dilalulintaskan minimal 4 bulan. Bagaimana implementasinya di UPT

saudara?

3. Selalu dilaksanakan

2. Kadang-kadang tidak dilaksanakan, sebutkan alasan saudara?

……….………

………

1. Tidak dilaksanakan, sebutkan alasan saudara?

………

………

7.36.

Vaksinasi HPR di daerah asal sekurang-kurangnya dilakukan 30 hari dan

selambat-lambatnya 1 tahun sebelum diberangkatkan. Bagaimana

implementasinya di UPT saudara?

3. Dilaksanakan

2. Kadang-kadang tidak dilaksanakan, sebutkan alasan saudara?

2

2

3

3

2

2

(28)

………..

……….

1. Tidak dilaksanakan, sebutkan alasan saudara?

………

………

7.37.

Apakah SK Ka Barantan No. 344.b/kpts/PD.670.370/L/12/06 dapat

diimplementasikan di UPT saudara?

3. Sebagian besar dapat diimplementasikan

2. Sebagin besar tidak dapat diimplementasikan

1. Tidak dapat diimplementasikan sama sekali

7.38.

Apa hambatan dalam mengimplementasikan SK Kepala Badan

Karantina Pertanian No. 344.b/kpts/PD.670.370/L/12/06 di UPT

saudara, mohon diuraikan.

………

………

………

………

………..

3

1

(29)

Lampiran 3 Hasil pengujian validitas dan reliabilitas kuesioner prakondisi

implementasi dengan SPSS 16.0.

Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Ket. Pengetahuan 48.2917 64.476 .981 .926

Apresiasi 49.8333 73.014 -.079 .936 Tidak valid

komunikasi pf 48.3333 64.667 .960 .926

komunikasi ff 48.2917 64.476 .981 .926

Kejelasan 48.7500 72.630 .031 .935 Tidak valid

apa yang hrs dilakukan 48.2917 64.476 .981 .926

Persepsi 48.3333 64.667 .960 .926

Konsistensi 48.7917 72.781 .000 .935 Tidak valid

jml petugas 48.8333 56.841 .992 .925

Kompetensi 48.2500 65.152 .897 .927

Inteligen 48.2917 65.781 .813 .928

Training 50.0833 67.906 .609 .931

hard copy 49.7917 72.781 .000 .935 Tidak valid

text book 49.8333 73.014 -.079 .936 Tidak valid

Kepatuhan 48.2083 68.085 .534 .932

Kewenangan 50.3333 64.667 .960 .926

Intervensi 50.5833 76.428 -.526 .942

Sarana 50.2917 64.476 .981 .926

Anggaran 50.0417 69.694 .391 .933

Tanggungjawab 48.5000 73.652 -.136 .939 Tidak valid

Motivasi 48.2917 67.172 .639 .930

Insentif 49.2917 64.476 .981 .926

strktr orgns 48.2500 66.543 .720 .929

Kesetaraan 50.0000 69.478 .453 .933

lokasi upt 47.7917 72.781 .000 .935 Tidak valid

Koordinasi 48.2917 66.389 .419 .936

SOP 50.0417 69.694 .391 .933

pembagian kerja 48.3750 64.418 .856 .927

rangkap kerja 50.5833 76.428 -.526 .942

Efektifitas 50.0833 67.906 .609 .931

Untuk mengetahui soal yang valid adalah dengan melihat nilai korelasi lalu dibandingkan

dengan table corelasi product moment untuk dk = n-1 (nilai r). Soal yang valid adalah jika nilai

kolerasinya lebih besar dari nilai r. Dari soal 30 pertanyaan, dk=30-1 = 29 untuk alpha 5%, ditulis

dengan r (29,0.05)= 0,367. Jadi soal yang tidak valid ada 7 soal, yaitu apresiasi, kejelasan,

konsistensi, hard copy, text book, tanggung jawab dan lokasi UPT.

Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

.934 30

Sedangkan untuk mengetahui soal tersebut reliable atau tidak, dilihat pada nilai alpha =

0.934. Dicocokkan dengan nilai table r product moment adalah 0, 0,361. Ternyata, alpha lebih

besar dari r tabel, artinya soal-soal yang valid tersebut adalah reliabel.

(30)

Lampiran 4 Hasil pengujian validitas dan reliabilitas kuesioner tingkat

implementasi pada pemasukan HPR impor-antar area dengan

SPSS16.0

Item-Total Statistics

Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Ket Lab 47.0000 9.862 .000 .587 IKH 47.0000 9.862 .000 .587 dr ngr endemis 49.8667 9.016 .350 .558 HPR bunting 49.4667 10.464 -.262 .640

umur HPR impor 47.4000 8.041 .556 .515 Valid

jeda vaksin impor 47.3000 9.666 -.007 .601

persyrt krtn impor 48.6333 7.826 .555 .509 Valid

SPP 47.1667 8.902 .361 .555

masa karantina impor 47.5333 9.223 .124 .585

fisik impor 47.1333 8.809 .455 .547 Valid

pemeriksaan lab impor 47.0000 9.862 .000 .587

hasil lab slm ini impor 48.0000 9.862 .000 .587

jika titer tdk protektif impor 47.1333 8.740 .490 .543 Valid

tdk vak tp titer > 48.4000 9.214 .047 .607

titer pembebasan 47.7000 8.286 .268 .562

persy krtn AA 48.7667 9.082 .230 .569

rekomendasi AA 47.6667 11.264 -.507 .666 Valid

pemeriksaan fisik AA 47.5667 7.840 .626 .503 Valid

masa karantina AA 49.0000 9.862 .000 .587

pemenuhan hsl lab 48.5333 7.706 .447 .522 Valid

umur hpr AA 47.2667 9.030 .233 .568

jeda stlh vaksin AA 47.4667 9.154 .147 .581

seberapa impl 47.0000 9.862 .000 .587

Untuk mengetahui soal yang valid adalah dengan melihat nilai korelasi lalu dibandingkan

dengan table corelasi product moment untuk dk = n-1 (nilai r). Soal yang valid adalah jika nilai

kolerasinya lebih besar dari nilai r. Dari soal 23 pertanyaan, dk=23-1 = 22 untuk alpha 5%, ditulis

dengan r (22,0.05) = 0,423. Jadi soal yang valid ada 7 soal yaitu umur HPR, persyaratan

karantina, pemeriksaan fisik, jika titer tidak protektif, rekomendasi, pemeriksaan fisik antar area,

pemenuhan hasil lab.

Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

.586 23

Sedangkan untuk mengetahui soal tersebut reliable atau tidak, dilihat pada nilai alpha =

0.586. Dicocokkan dengan nilai table r product moment adalah 0, 0,413. Ternyata, alpha lebih

besar dari r tabel, artinya soal-soal yang valid tersebut adalah reliabel.

(31)

Lampiran 5 Hasil pengujian validitas dan reliabilitas kuesioner tingkat

implementasi pada kelompok pemasukan HPR antar area

Item-Total Statistics

Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Ket

Lab 18.0333 27.482 .554 .897 Tidak valid

IKH 17.6000 28.179 .577 .895 Tidak valid

Persyaratan krtn 18.6667 32.506 .000 .910 Tidak valid

Rekomendasi 17.9333 23.995 .912 .874

Pemeriks. Fisik 17.9000 24.300 .836 .879

Masa krtn 17.8000 25.131 .691 .890

Observasi 6bln 18.2000 27.752 .736 .889

Hasil lab 18.0333 24.516 .916 .874

Umur HPR 17.1333 32.326 -.048 .930 Tidak valid

Post vaksin 17.9333 24.202 .935 .872

Implementasi 17.4333 28.047 .938 .885

Soal yang valid dengan melihat nilai korelasi lalu dibandingkan dengan table corelasi

product moment untuk dk = n-1 (nilai r). Soal yang valid jika nilai kolerasinya lebih besar dari

nilai r. Dari soal 11 pertanyaan, dk=11-1 =10 untuk alpha 5%, ditulis dengan r (10,0.05) = 0,632.

Jadi soal yang tidak valid ada 4, yaitu lab, IKH, persyaratan karantina, dan umur HPR.

Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

.901 10

Sedangkan untuk mengetahui soal tersebut reliable atau tidak, dilihat pada nilai alpha =

0.901. Dicocokkan dengan nilai table r product moment adalah 0, 0,632. Ternyata, alpha lebih

besar dari r tabel, artinya soal-soal yang valid tersebut adalah reliabel.

(32)

Lampiran 6 Realisasi tingkat partisipasi responden di UPTKP

No. Unit Pelaksana Teknis

Target Realisasi Pejabat Struktural Pejabat Fungsional Medik Veteriner Pejabat Struktural Pejabat Fungsional Medik Veteriner 1 BBKP Surabaya 1 4 1 4 2 BBKP Tanjung Priok 1 4 5 3 BBKP Soekarno Hatta 1 4 1 4 BBKP Belawan 1 3 1 3 5 BBKP Makassar 1 2 1 1 6 BKP Kelas I Denpasar 1 4 1 4 7 BKP Kelas I Semarang 1 2 2 8 BKP Kelas I Balikpapan 1 2 1 2 9 BKP Kelas I B. Lampung 1 2 1 2 10 BKP Kelas I Pekanbaru 1 2 1 2 11 BKP Kelas I Pontianak 1 2 1 12 BKP Kelas I Kupang 1 2 1 1 13 BKP Kelas I Banjarmasin 1 2 1 2 14 BKP Kelas I Mataram 1 2 1 15 BKP Kelas I Manado 1 2 1 2 16 BKP Kelas I Padang 1 1 1 1 17 BKP Kelas I Jayapura 1 1 1 18 BKP Kelas I Palembang 1 1 1 1 19 BKP Kelas I Jambi 1 1 1 1 20 BKP Kelas I Batam 1 1 1 21 BKP Kelas II Medan 1 1 1 1 22 BKP Kelas II T. Pinang 1 2 1 1 23 BKP Kelas II Ternate 1 1 1 1 24 BKP Kelas II Kendari 1 1 1 1 25 BKP Kelas II P. Pinang 1 1 1 1 26 BKP Kelas II Tarakan 1 1 1 1 27 BKP Kelas II Cilegon 1 1 1 1 28 BKP Kelas II Yogyakarta 1 2 1 29 BKP Kelas II Palangkaraya 1 1 1 1 30 BKP Kelas II Palu 1 1 1 1 31 BKP Kelas II Gorontalo 1 1 32 SKP Kelas I Biak 1 1 1 1 33 SKP Kelas I Entikong 1 1 1 34 SKP Kelas I TB Asahan 1 1 1 35 SKP Kelas I Cilacap 1 1 1

36 SKP Kelas I Sumbawa Besar 1 2 1 2

37 SKP Kelas I Banda Aceh 1 2 2

38 SKP Kelas I Sorong 1 1 1

39 SKP Kelas I Samarinda 1 1 2

(33)

41 SKP Kelas I Bengkulu 1 1 1 42 SKP Kelas I Timika 1 1 2 43 SKP Kelas I Merauke 1 1 1 1 (PV) 44 SKP Kelas I Bandung 1 1 1 45 SKP Kelas I Pare-pare 1 1 2 46 SKP Kelas II TB Karimun 1 1 2 47 SKP Kelas II Ende 1 1 1 48 SKP Kelas II Mamuju 1 1 2 49 SKP Kelas II Monokwari 1 1 2 50 SKP Kelas II Bangkalan 1 1 2 Jumlah responden 49 77 26 75 Total keseluruhan 126 101 = 78.9%

(34)

Lampiran 7 Uji Pearson antara prakondisi dengan tingkat implementasi pedoman

pada kelompok pemasukan HPR impor-antar area

kom_num sd_num dis_num sb_num totpra_num imp_IAA_num

kom_num Pearson Correlation 1 -.092 .017 -.241 .044 -.350

Sig. (2-tailed) .801 .963 .503 .904 .322

N 10 10 10 10 10 10

sd_num Pearson Correlation -.092 1 -.132 .025 .804**

-.218

Sig. (2-tailed) .801 .715 .945 .005 .545

N 10 10 10 10 10 10

dis_num Pearson Correlation .017 -.132 1 .664*

.355 .057

Sig. (2-tailed) .963 .715 .036 .315 .876

N 10 10 10 10 10 10

sb_num Pearson Correlation -.241 .025 .664*

1 .551 .377

Sig. (2-tailed) .503 .945 .036 .099 .282

N 10 10 10 10 10 10

totpra_num Pearson Correlation .044 .804**

.355 .551 1 -.067

Sig. (2-tailed) .904 .005 .315 .099 .854

N 10 10 10 10 10 10

imp_IAA_num Pearson Correlation -.350 -.218 .057 .377 -.067 1

Sig. (2-tailed) .322 .545 .876 .282 .854

N 10 10 10 10 10 10

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Lampiran 8 Uji Pearson antara prakondisi dengan tingkat implementasi pedoman

pada kelompok pemasukan HPR antar area

kom_num sd_num dis_num sb_num totpra_num imp_AA_num

Komunikasi Pearson Correlation 1 .631**

.557**

.213 .732**

.644**

Sig. (2-tailed) .002 .009 .353 .000 .002

N 21 21 21 21 21 21

Sumberdaya Pearson Correlation .631**

1 .331 .464*

.939**

.414

Sig. (2-tailed) .002 .143 .034 .000 .062

N 21 21 21 21 21 21

Disposisi Pearson Correlation .557**

.331 1 .080 .460* .178 Sig. (2-tailed) .009 .143 .730 .036 .440 N 21 21 21 21 21 21 Struktur birokrasi Pearson Correlation .213 .464* .080 1 .661** .141 Sig. (2-tailed) .353 .034 .730 .001 .542 N 21 21 21 21 21 21

Total prakondisi Pearson Correlation .732**

.939** .460* .661** 1 .457* Sig. (2-tailed) .000 .000 .036 .001 .037 N 21 21 21 21 21 21 Implemen- tasi_ AA Pearson Correlation .644** .414 .178 .141 .457* 1 Sig. (2-tailed) .002 .062 .440 .542 .037 N 21 21 21 21 21 21

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

(35)

KEPUTUSAN KEPALA BADAN KARANTINA PERTANIAN Nomor : 344.b/kpts/PD.670.370/L/12/06

TENTANG

PETUNJUK TEKNIS PERSYARATAN DAN TINDAKAN KARANTINA HEWAN TERHADAP LALULINTAS PEMASUKAN HEWAN PENULAR RABIES

(ANJING, KUCING, KERA, DAN HEWAN SEBANGSANYA)

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA BADAN KARANTINA PERTANIAN,

Menimbang :

a

. Bahwa sebagian wilayah Indonesia masih merupakan wilayah bebas Rabies dan perlu dipertahankan;

b.

bahwa Karantina Pertanian sebagai gerbang terdepan dalam upaya mencegah masuk dan tersebarnya Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK) termasuk Rabies kedalam wilayah Republik Indonesia serta bertanggung jawab atas pengawasan lalulintas Hewan Penular Rabies;

c.

bahwa untuk itu, diperlukan pedoman sebagai dasar pelaksanaan dan

keseragaman tindakan karantina hewan terhadap Hewan Penular Rabies di lapangan;

d.

bahwa sehubungan dengan hal tersebut diatas maka perlu disusun Petunjuk Teknis Persyaratan dan Tindakan Karantina Hewan terhadap Lalulintas Pemasukan Hewan Penular Rabies (Anjing, Kucing, Kera dan Hewan Sebangsanya).

Mengingat : a.. Undang-undang Nomor 6 Tahun 1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan (Lembaran Negara Tahum 1967 Nomor 10, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2824);

b. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 56, Tambahan Negara Republik Indonesia Nomor 3482);

c. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437);

d. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1983 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Lembaran Negara Tahun 1983 Nomor 28, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3253);

e. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2000 tentang Karantina Hewan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 161, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4002);

f. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 206/Kpts/TN.530/3/2003 tentang Penggolongan Jenis-jenis Hama dan Penyakit Hewan Karantina, Penggolongan dan Klasifikasi Media Pembawa;

(36)

g. Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1096/Kpts/TN.120/10/1999 tentang Pemasukan Anjing, Kucing, Kera dan Hewan Sebangsanya ke Wilayah/Daerah Bebas Rabies di Indonesia.

h. Keputusan Menteri Pertanian No. 892/Kpts/TN.560/9/97, tentang Pernyataan Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur, Daerah Istimewa Yokyakarta dan Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah Bebas Dari Penyakit Anjing Gila ( Rabies );

i. Keputusan Menteri Pertanian No. 473/Kpts/TN.150/8/2002, tentang Penetapan Pulau Flores dan Pulau Lembata Propinsi Nusa Tenggara Timur Sebagai Kawasan Karantina Penyakit Anjing Gila (Rabies) Serta Program Pembebasannya;

j. Keputusan Menteri Pertanian No. 566/Kpts/PD.640/10/2004, tentang Pernyataan Propinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Banten dan Jawa Barat Bebas Dari Penyakit Anjing Gila ( Rabies);

k. Keputusan Menteri Pertanian No. 568/Kpts/PD.640/10/2004, tentang Pernyataan Berjangkitnya Wabah Penyakit Anjing Gila ( Rabies ) di Pulau Ambon dan Pulau Seram Propinsi Maluku;

l. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 299/Kpts/OT.140/7/ 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA BADAN KARANTINA PERTANIAN TENTANG PETUNJUK TEKNIS PERSYARATAN DAN TINDAKAN KARANTINA HEWAN TERHADAP LALULINTAS PEMASUKAN HEWAN PENULAR RABIES (ANJING, KUCING, KERA DAN HEWAN SEBANGSANYA). KESATU : Petunjuk Teknis Persyaratan dan Tindakan Karantina Hewan terhadap

Lalulintas Pemasukan Hewan Penular Rabies (Anjing, Kucing, Kera dan Hewan Sebangsanya) sebagaimana tercantum dalam lampiran Keputusan ini;

KEDUA : Petunjuk Teknis sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU merupakan pedoman bagi petugas karantina hewan dalam melakukan pengawasan terhadap lalulintas Hewan Penular Rabies;

KETIGA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

(37)

Tembusan disampaikan kepada Yth, 1. Menteri Pertanian;

2. Para pejabat Eselon I Departemen Pertanian; 3. Para pejabat Eselon II Badan Karantina Pertanian;

Referensi

Dokumen terkait

Dalam membicarakan etika bisnis adalah menyangkut “business firm” atau “business person” yang mempunyai arti yang bervariasi. Berbisnis berarti suatu usaha

Ito ay nagsasama ng mga batang bata imigrante, na ang mga pamilya inilipat sa isang bagong wika na kapaligiran, pati na rin ang mga tao na natutunan ang kanilang ina dila

Karyawan yang mengalami stres kerja tidak dapat bekerja secara optimal sehingga akan memberi dampak yang negatif pada hasil kerjanya atau dengan kata lain karyawan

Apabila obat FOI yang diresepkan oleh dokter tidak ada di Apotek atau Instalasi Farmasi Rumah Sakit yang bekerjasama dengan PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia, maka Apotek atau

Maksud dari pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Pembangunan Pagar Gedung Kantor di Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai ini sesuai dengan apa yang telah diren!anakan

Efek adrenergik adrenergik alfa: alfa: sekresi sekresi insulin insulin menurun, menurun, cerebral blood flow. cerebral blood flow meningka meningkat t peripheral

Sikap layanan yang baik merupakan persyaratan utama yang harus dimiliki oleh petugas perpustakaan terutama petugas pada bagian layanan referensi, sebab sikap

Sebuah elektron dari luar kulit yang berenergi lebih tinggi kemudian mengisi lubang, dan perbedaan energi antara kulit yang berenergi lebih tinggi dengan kulit