• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Anfisman 1 Tubuh Sebagai Satu Kesatuan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Anfisman 1 Tubuh Sebagai Satu Kesatuan"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

TUBUH SEBAGAI SATU KESATUAN TUBUH SEBAGAI SATU KESATUAN

I.

I. TujuanTujuan 

 Mampu menunjukan letak organ-organ tubuhMampu menunjukan letak organ-organ tubuh 

 Mampu menjelaskan mekanisme transportasi zat dalam tubuhMampu menjelaskan mekanisme transportasi zat dalam tubuh II.

II. Teori DasarTeori Dasar

Tubuh manusia merupakan satu kesatuan yang terdiri atas sejumlah sistem yang Tubuh manusia merupakan satu kesatuan yang terdiri atas sejumlah sistem yang  bekerja dan saling bergantng.

 bekerja dan saling bergantng. Setiap sistem saling berhubungan. Setiap sistem saling berhubungan. Jika salah sau sistemJika salah sau sistem terganggu, sistem yang lain juga akan terganggu. Dengan d

terganggu, sistem yang lain juga akan terganggu. Dengan d emikian, dapat menurunkanemikian, dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk berfungsi secara normal. Sistem tubuh bekerja secara kemampuan tubuh untuk berfungsi secara normal. Sistem tubuh bekerja secara terintegrasi memastikan kemampuan kelangsungan hidup individu. Oleh karena itu, terintegrasi memastikan kemampuan kelangsungan hidup individu. Oleh karena itu, struktur dan fungsi tubuh manusia sangat kompleks.

struktur dan fungsi tubuh manusia sangat kompleks.

Sistem organ tersusun atas beberapa organ yang bekerjasama untuk menjalankan Sistem organ tersusun atas beberapa organ yang bekerjasama untuk menjalankan fungsi tertentu. Sistem organ dalam tubuh manusia diantaranya sistem gerak fungsi tertentu. Sistem organ dalam tubuh manusia diantaranya sistem gerak  pencernaan,

 pencernaan, pernapasan, pernapasan, sistem sistem peredaran peredaran darah, darah, sistem sistem ekskresi, ekskresi, dan dan sistemsistem reproduksi.

reproduksi.

Organ tersusun dari sejulah jaringan yang berbeda dan menjalankan fungsi yang Organ tersusun dari sejulah jaringan yang berbeda dan menjalankan fungsi yang spesifik. Sistem terdiri dari sejumlah organ dan jaringan yang bersama-sama berperan spesifik. Sistem terdiri dari sejumlah organ dan jaringan yang bersama-sama berperan mempertahankan kelangsungan hidup tubuh, dimana tubuh manusia yang terdiri atas mempertahankan kelangsungan hidup tubuh, dimana tubuh manusia yang terdiri atas  beberapa

 beberapa sistem sistem bekerja bekerja secara secara bergantung bergantung dan dan menjalankan menjalankan fungsi fungsi yang yang spesifik.spesifik. (Grant, 2011)

(Grant, 2011)

Berikut ini adalah beberapa sistem organ dan

Berikut ini adalah beberapa sistem organ dan fungsinyafungsinya No.

No. Sistem Sistem Organ Organ FungsiFungsi

1 1 SistemSistem  pencernaan  pencernaan Mulut, faring, Mulut, faring, esofagus, esofagus, lambung, usus, lambung, usus, hati, kantung hati, kantung

Mencerna makanan dan Mencerna makanan dan mengabsorbsi (menyerap) mengabsorbsi (menyerap) molekul-molekul yang molekul-molekul yang sudah disederhanakan. sudah disederhanakan.

(2)

empedu, dan empedu, dan  pankreas  pankreas 2 2 SistemSistem  pernapasan  pernapasan Hidung, faring, Hidung, faring, laring, trakhea, laring, trakhea,  bonkus,

 bonkus, dandan  paru-paru

 paru-paru

Pertukaran gas, oksigen Pertukaran gas, oksigen dihisap karena diperlukan dihisap karena diperlukan

oleh tubuh dan

oleh tubuh dan

karbondioksida karbondioksida

dikeluarkan dari jaringan dikeluarkan dari jaringan dan tubuh.

dan tubuh.

3

3 Sistem Sistem gerak gerak Tulang, Tulang, otototot

Menyokong tubuh, Menyokong tubuh, menggerakkan tubuh, dan menggerakkan tubuh, dan melindungi organ-organ melindungi organ-organ dalam tubuh. dalam tubuh. 4 4 SistemSistem transportasi transportasi Jantung, Jantung,  pembuluh

 pembuluh arteri,arteri, vena, kapiler, vena, kapiler,  pembuluh  pembuluh limfatik, dan limfatik, dan kelenjar limfa kelenjar limfa

Mengangkut oksigen dan Mengangkut oksigen dan sari makanan ke seluruh sari makanan ke seluruh  bagian

 bagian tubuh. tubuh. MengangkutMengangkut karbondioksida dan karbondioksida dan sampah-sampah tubuh dari sampah-sampah tubuh dari  jaringan

 jaringan untuk untuk dikeluarkandikeluarkan dari tubuh. Juga berperan dari tubuh. Juga berperan dalam pertahanan tubuh dalam pertahanan tubuh (sistem limfatik).

(sistem limfatik).

5

5 Sistem Sistem ekskresiekskresi Paru-paru, ginjal,Paru-paru, ginjal, kulit, dan hati kulit, dan hati

Mengeluarkan sisa Mengeluarkan sisa metabolisme dari dalam metabolisme dari dalam tubuh dan menjaga tubuh dan menjaga keseimbangan cairan di keseimbangan cairan di dalam sel dengan dalam sel dengan lingkungan sekitarnya. lingkungan sekitarnya.

(3)

6 Sistem gerak Otak, serabut saraf, simpul saraf, medulla oblongata, dan medulla spinalis

Menerima, mengolah, dan merespon setiap rangsang yang datang dari dalam maupun luar tubuh.

7 Sistem reproduksi

Testis dan penis (laki-laki), ovarium, oviduk, uterus, dan vagina (perempuan) Perkembangbiakkan, menghasilkan keturunan  baru.

Dalam tubuh manusia terutama dalam sel terjadi pertukaran molekul yang disebut dengan transpor. Sistem transport dibagi menjadi 2 yaitu transfor aktif dan pasif. Transport aktif adalah energi yang dilibatkan dalam mengaktifkan suatu bentuk  perubahan senyawa kimia tertentu di dalam sel. Misalnya, perubahan glukosa fosfat

memerlukan energi yang diambil dari pemecahan adenosine trifosfat (ATP) menjadi adenosine difosfat (ADP). Energi yang dilibatkan dalam mengaktifkan glukosa itu dinamakan energi pengangkitfan. Sedangkan transport pasif dibagi menjadi 2 yaitu osmosis dan difusi.

a. Difusi

Merupakan perpindahan molekul zat dari kadar yang lebih tinggi menuju kadar yang lebih rendah dalam usahanya untuk meniadakan perbedaan konsentrasi. Misalnya ketika kita menuangkan sirop ke dalam gelas berisi air, maka molekul-molekul gula akan bedifusi ke dalam air.

 b. Osmosis

Merupakan perpindahan molekul air dari kadar yang tinggi menuju air yang kadarnya rendah disebut juga difusi air. Misalnya ketika kita memasukan

(4)

irisan daun Rhoeo discoloryang berwana ungu ke dalam larutan gula 15 % dan dilihat dengan mempergunakan mikroskop maka warna ungu daun tadi menjadi  berkurang (tidak memenuhi seluruh sel). Hal itu terjadi karena sebagian molekul air dalam sel keluar menuju larutan yang lebih pekat (kadar airnya rendah). Peristiwa osmosis itu sesungguhnya adalah keluarnya air dari dalam sel melewati dinding sel dan membran plasma.

Homeostasis adalah suatu kondisi keseimbangan internal yang ideal dimana semua sistem tubuh bekerja dan berinteraksi dalam cara yang tepat untuk memenuhi semua kebutuhan dari tubuh. Kata homeostasis berasal dari Bahasa yunani yaituhomeo yang berarti sama dan stasis yang berarti mempertahankan keadaan.

Homeostasis juga dapat diartikan sebagai kemampuan tubuh untuk memlihara keseimbangan dan fungsi metabolism terhadap berbagai perubahan yang terjadi, baik  perubahan internal maupun eksternal. Tubuh manusia tidak akan selamanya dalam keadaan stabil halini karena tubuh manusia selalu melakukan respon terhadap  perubahan baik yang terjadi di dalam maupun diluar tubuh.

Mekanisme pengaturan homeostasis tubuh dibagi menjadi 2 yaitu 1. Pengaturan otomatis (autoregulation)

Terjadi ketika aktivitas sel, jaringan atau sistem organ berubah secara otomatis ketika berhadapan dengan variasi factor lingkungan.

2. Pengaturan ekstrinsik (extrinsic regulation)

Dihasilkan dari aktivitas sistem saraf atau endokrin yang mengatur aktifitas  berbagai sistem organ secara simultan.

Pengaturan homeostasis dibagi 2 diantaranya adalah umpan balik negative yaitu ketika respon ersebut dihasilkan untuk menghilangkan atau melawan stimulus. Contohnya ketika demam, maka tubuh akan merespon untuk mengurangi suhu tubuh. Selain itu ada pula umpan balik positif yaitu adalah ketika respon tubuh yang diberikan adalah untuk membantu atau meningkatkan suatu efek. Contohnya adalah sekresi

(5)

oksitosin pada saat pross kelahiran yang akan mengakibatkan otot berkontraksi lebih  besar.

III. Alat dan Bahan

Alat: Bahan:

Gelas piala 50ml NaCl 0,9%

Gelas piala 100ml Lar. Sukrosa 5%

Kantong selovan Putih telur

Tali AgNO3 1%

Cawan petri Agar

Tabung reaksi Metil jingga

Pipet tetes Kristal KMnO4

Spatel Kristal Metil jingga

Batang pengaduk Lar. Benedict

Gelas ukur Lar. Sukrosa 20%

Alat pelubang Lar Sukrosa 40%

(perforator) Lar Sukrosa 60%

Air hangat IV. Prosedur

a. Anatomi

 Anatomi tubuh manusia

Anatomi tubuh manusia bagian toraks (dada) dan abdomen (perut) dapat diamati berdasarkan pembedahan dengan:

1. Gutingan midsaginal dalam kulit sepnjang daerah abdomen dan toraks

2. Pengguntingan kulit secara lateral pada bagian anterior dan  posterior dari torehan midsaginal

(6)

4. Torehan lateral untuk memamerkan organ dalam.  Anatomi tubuh tikus

Bius terlebih dahulu tikus. Letakkan tikus diatas baki bedah dengan posisis abdomen menghadap keatas. Lakukan pemotongan sepanjang dinding abdomen tikus. Hati-hati jangan melakukan  pemotongan terlalu dalam dan perhatikan ujung gunting tetap menghadap keatas. Perhatian, jangan sampai merusak struktur yang ada di bagian bawahnya. Setelah seleesai, basahi dengan NaCl fisiologis sesekali.

b. Fisiologi

 Percobaan difusi 1. Difusi sederhana

Disiapkan 2 gelas piala 50ml, gelas piala pertama diisi dengan air sampai setengahnya. Sedangkan gelas piala kedua diisi dengan air hangat setengahnya. Lalu setelah itu kedua gelas  piala tersebut ditambahkan kristal KMnO4.Lalu diamati selama

30 menit dan diamati pula setelah 1 jam. 2. Difusi senyawa pada media agar

Dibuat larutan agar 2% dengan air pada gelas piala. Lalu di didihkan hingga terbentuklarutan bening. Setelah itu di masukkan larutan agar tersebut pada cawan petri hingga setengah penuh. Setelah itu diamkan hingga memadat Setelah memadat lalu di buat 2 lubang pada agar tersebut dengan jarak sekitar 3cm. Lalu diletakan pada lubang tersebut masing masing Kristal Metil jingga dan KMnO4.Lalu diamati dan di ukur jarak  penyebaran kedua zat setelah sekitar 1 jam.

(7)

3. Difusi melalui membran

Dibuat larutan koloidal yang terdiri dari air, putih telur,  NaCl 0.9%, dan glukosa 5% masing masing sebanyak 3ml. setelah itu di masukkan pada kantong selofan

3

4

 penuh. Lalu diikat serta di gantungkan pada batang pengaduk. Setelah itu, di celupkan pada air dalam gelas piala dalam keadaan melayang dan di tunggu hingga 1 jam.

Setelah 1 jam diuji masing masing zat dengan cara menyiapkan 9 tabung reaksi lalu diberi label. Tabung 1,4,7 diisi 3ml air pada gelas piala yang telah dicelupkan larutan koloidal. Sedangkan pada tabung 2,5,8 dimasukkan 3ml aquadest. Lalu tabung 3 diisi dengan NaCl 0,9% sebanyak 3ml, tabung 6 diisi 3ml larutan glukosa, dan pada tabung reaksi 9 dimasukkan 3ml  putih telur.

Pengujain kandungan NaCl

Setelah itu pada tabung 1,2,3 ditambahkan 3 tetes larutan AgNO3 dan diamati tabung reaksi mana yang menghasilkan endapan putih,

Pengujian kandungan glukosa

Pada tabung 4,5,6 ditambahkan 3 tetes larutan Benedict serta dipanaskan lalu diamati pada tabung mana terdapat endapan merah, kuning atau hijau,

Pengijian kandungan albumin

Pada tabung 7,8,9 di tambahkan HNO3 lalu diamati pada tabung mana yang mengalami kekeruhan.

(8)

 Percobaan osmosis

Disiapkan 5 kantong selofan. Kantong selofan 1 diisi dengan air hangat, kantong 2 diisi dengan larutan sukrosa 20%, kanton g 3 diisi dengan larutan sukrosa 40%, kantong 3 diisi dengan larutan sukrosa 60% dan kantong terakhir diisi dengan aquadest masing-masing sebanyak 10ml. lalu ditimbang kesemua kantong dan dicatat. Setelah itu, dicelupkan kantong 1 sampai 4 pada air hangat. Sedangkan kantong selofan no 5 dicelupkan paa larutan sukrosa 60%. Kantong selofan dicelupkan dengan posisi melayang. Di  biarkan selama 15 menit. Lalu setelah itu, di angkat, di lap agar

kering dan ditimbang kembali. Dilakukan penimbangan dengan rentang waktu 15 menit sekali selama 1 jam.

V. Data Pengamatan a. Anatomi

 Anatomi tubuh manusia Tugas 1.1

(9)

 b. Fungsi umum dari :

Diafragma : Membantu proses pernafasan manusia

Jantung : Alat pompa darah sehingga dapat mengalir keseluruh tubuh

Paru – paru : Sebagai organ respirasi, untuk pertukan gas 02dan CO2 Trakea : Sebagai jalan nafas yang menghubungkan laring

dengan paru –  paru

Lien ( Limfa ) : Sebagai penghasil sel darah putih

Gaster : Menerima makanan dan sebagai penampung dalam  jangka waktu pendek

Hepar ( Hati ) : Menetralisir racun atau detoksifikasi

Pankreas : Penghasil enzim pencernaan, dan beberapa hormon, sekresi insulin

Usus halus : Menyerap kemudian memecah makanan

Kolon ( usus besar ) : Membawa sisa hasil pencernaan menuju rektum,  pembentukan feses

Anus : Organ pencernaan terakhir, sebagai tempat dikeluarkannya feses

Ren ( Ginjal ) : Menyaring darah, mengatur komposisi dan volume darah

Kandung kemih : Tempat menyimpan urin sebelum dikeluarkan melalui  proses pembuangan buang air kecil

Glandula suprarenalis : Melepas hormon ke dalam tubuh

Testis : Memproduksi sperma

Rektum : Kantung untuk menampung tinja atau feses

(10)

 Anatomi tubuh tikus

Tugas 1.2

a. Organ yang berbeda di bawah lambung dan mensekresikan insulin pankreas  b. Bagian organ yang menghubungkan antara mulut dan lambung esofagus /

kerongkongan

c. Organ sistem respirasi yang berada di bagian kiri dan kanan jantung paru - paru d. Organ yang berukuran besar yang terletak di rongga torak dan berada di bagian

 posterior dari diafragma cor (jantung)

e. Bagian dari usus halus yang terletak setelah duodenum jejunum

b. Fisiologi

 Percobaan difusi 1. Difusi Sederhana

Dalam gelas piala yang berisi ½ air biasa ditambahkan KMnO4 berubah warna menjadi warna ungu dengan kepekatan:

(11)

Tugas 1.4

a. Pada suhu yang lebih tinggi KMnO4lebih cepat berdifusi dikarenakan semakin tinggi suhu semakin cepat proses difusi

 b. Difusi sederhana adalah perpindahan molekul dari konsentrasi tinggi ke konsentasi rendah yang tergolong transport pasif.

c. Factor pengaruh difusi:  Ukuran partikel.  Ketebalan membran.  Luas suatu area.  Jarak.

 Suhu

Waktu ( menit ) KMNO4 + Akuades dingin KMNO4 + Akuadest hangat

15 Ungu + Ungu ++

30 Ungu ++ Ungu +++

45 Ungu +++ Ungu +++++

(12)

2. Difusi Senyawa Pada Media Agar

Pada gelas piala dibuat 2% larutan agar lalu dididihkan kemudian di tuang kedalam cawan petri kemudian agar memadat dan di beri 2 lubang, pada lubang 1 diberi zat KMnO4 dan lubang 2 diberi Metil jingga, kemudian di hitung jarak :

Waktu (menit)

Jarak ( Cm )

KMNO4 Metil Jingga

15 0,3 0,1

30 0,5 0,2

45 0,6 0,3

(13)

Tugas 1.4

KMnO4lebih cepat berdifusi atau menyebar karena BMnya lebih kecil dari BM metil

 jingga ( BM KMnO4= 158,034 g/mol sedangkan BM Metil jingga = 327,33 g/mol)

3. Difusi Melalui Membran

Pada gelas piala dibuat larutan koloidal yang berisi Air, Putih telur, NaCl, Glukosa kemudian dimasukkan ke kantong selofan di ikat lalu di gantung di batang pengaduk dengan tali kemudian dicelupkan kantung ke dalam gelas piala dalam posisi melayang, diamkan selama 1 jam lalu di uji.

Larutan Uji kandungan NaCl

AgNO3 + Lar.

Gelas piala

Larutan asalnya tidak berwarna menjadi larutan putih keruh

(14)

AgNO3 + NaCl Larutan awalnya tidak berwarna setelah direaksikan terjadi  perubahan warna dan terdapat endapan putih

Tugas 1.5

a. Pada tabung 1 dan 3 terdapat endapan yang menandaan adanya kandungan  NaCl di dalamnya.

 b. AgNO3dapat membentuk endapan jika bereaksi dengan NaCl

Larutan Uji kandungan Glukosa

Benedict + Lar. Gelas piala

Larutan asalnya tidak berwarna setelah direaksikan menjadi warna biru muda dan setelah dilakukan pemanasan tetap  berwarna biru muda

Benedict + Aquadest

(15)

Benedict + NaCl Larutan awalnya tidak berwarna setelah direaksikan terjadi

 perubahan warna biru muda kemudian di didihkan dan larutan menjadi warna kuning kemerahan/ merah bata

Tugas 1.6

a. Hanya tabung 6 yang membentuk endapan kuning

 b. Larutan benedict digunakan untuk mendeteksi senyawa gula pereduksi dalam suatu sample.

Larutan Uji kandungan Albumin HNO3+ Lar. Gelas

 piala

Larutan asalnya tidak berwarna setelah direaksikan tetap tidak  berwarna

(16)

HNO3 + NaCl Larutan awalnya tidak berwarna setelah direaksikan terjadi  perubahan konsentrasi sedikit kental dan menjadi keruh dan

endapan putih

Tugas 1.7

a. Pada tabung 9 ada endapan putih diatas

 b. HNO3 untuk mendeteksi protein atau albumin dalam sample

(17)

Kantung

Berat sebelum ( gram )

Berat setelah dimasukkan ke air dan sukrosa ( gram ) 15 menit 30 menit 45 menit 60 menit 75 menit

1 (air hangat ) 7,01 6,79 6,31 5,86 2 (sukrosa 20%) 7,56 9,16 9,47 9,65 3 (sukrosa 40%) 8,20 10,28 10,71 10,74 4 (sukrosa 60% ) 8,49 11,38 11,71 11,72 5 (air hangat ) 7,01 6,42 5,87 5,69 0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 14.00 0 10 20 30 40 50    m    a    s    s    a     (   g   r    a    m     ) waktu (menit)

Osmosis

air hangat sukrosa 20% sukrosa 40% sukrosa 60% air hangat

(18)

Tugas 1.8

a. Fenomena diatas merupakan fenomena osmosis karena ada perpindahan zat dari konsentrasi rendah ke dalam zat yang memiliki konsentrasi yang tinggi .  b. Osomosis adalah perpindahan molekul melalui selaput semipermeable selektif

dari yang encer ke yang lebih pekat atau dari zat yang konsentrasi airnya tinggi ke zat yang konsentrasi airnya rendah.

VI. Pembahasan

Tubuh manusia merupakan suatu organisasi yang melaksanakan fungsinya secara simultan dan utuh. Di dalam tubuh, seluruh organisasi mulai dari Sel -> Jaringan -> Organ -> Sistem organ bekerja terus menerus untuk menjaga agar tubuh selalu dalam keadaan tetep sehat dan beraktivitas normal. Bila keseimbangan dalam tubuh dipertahankan, homeostasis dikatakan terjadi. Tubuh manusia mempertahankan lingkungan internal yang stabil untuk berfungsinya tubuh. Memelihara lingkungan internal yang konstan mengharuskan tubuh untuk membuat banyak penyesuaian. Penyesuaian dalam tubuh disebut sebagai regulasi homeostasis. Regulasi homeostatis terdiri dari tiga bagian: reseptor, pusat kontrol dan efektor. Semua sistem organ tubuh  bekerja sama untuk mempertahankan homeostasis dalam tubuh.

(19)

 Anatomi Tubuh manusia

1. Guntingan midsagital dalam kulit sepanjang daerah abdomen

2. Pengguntingan kulit secara lateral pada bagian anterior dan  posterior dari torehan midsagital

(20)

4. Torehan lateral untuk memamerkan organ dalam

 Anatomi tubuh tikus

Tikus di bius kemudian di letakkan di atas baki bedah dengan  posisi abdomen menghadap keatas. Dilakukan pemotongan sepanjang dinding abdomen tikus dilakukan dengan hati hati karena  jangan sampai melakukan pemotongan terlalu dalam dan jangan sampai merusak struktur yang ada, ketika rongga tubuh terbuka maka akan tampak organ dalamnya, dan di basahi NaCl. Fungsi  NaCl sebagai salah satu indikator penyembuhan luka.

(21)

b. Fisiologi

 Sistem transport

Sistem transport merupakan Lalu lintas membran digolongkan menjadi dua cara, yaitu dengan transpor pasif untuk molekul-molekul yang mampu melalui membran tanpa mekanisme khusus dan transpor aktif untuk molekul yang membutuhkan mekanisme khusus, adapun sistem transport adalah perpindahan antara satu organ atau membran ke organ lain atau membran lainnya.

Transport aktif yaitu melibatkan suatu energi agar dapat  berpindah. Transport pasif yaitu tidak melibatkan energi, adanya gradien konsentrasi yang menyebabkan suatu organ dapat  berpindah.

Difusi dan Osmosis

Difusi adalah jenis transportasi pasif di mana molekul bergerak dari daerah konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Difusi terjadi

(22)

di sepanjang gradien konsentrasi, atau perbedaan bertahap dalam konsentrasi zat antara dua daerah. Difusi difasilitasi adalah  bagaimana molekul bergerak menuruni gradien konsentrasi dengan  bantuan protein. Ketika molekul tertentu tidak bisa melewati membran, protein khusus mengalami perubahan untuk memungkinkan molekul dapat melewati.

Osmosis adalah jenis lain dari transpor pasif dimana air menyebar melalui membran. Air selalu bergerak sepanjang gradien osmotik, atau perbedaan dalam konsentrasi partikel di kedua sisi membran. Jika ada jumlah yang sama partikel di kedua sisi membran, maka sel adalah isotonik dan air tidak akan bergerak melalui osmosis. Namun, jika konsentrasi partikel yang lebih tinggi dalam sel, maka sel adalah hipertonik. Jika sel memiliki konsentrasi  partikel rendah dari luar, maka sel adalah hipotonik.

1. Percobaan Difusi

Pada percobaan difusi sederhana, setelah kristal KMnO4 dimasukkan dalam 2 gelas piala yang berisi air dingin dan hangat, maka kristal KMnO4

(23)

mulai berdifusi. Pengamatan dilakukan selama 1 jam dan diamati setiap 10 menit dan hasilnya kristal KMnO4 dalam air hangat berdifusi lebih cepat yang ditandai dengan perubahan warna air yang lebih pekat (ungu pekat) dibandingkan perubahan warna pada air dingin (ungu). Dari percobaan ini dapat disimpulkan bahwa suhu sangat berpengaruh pada kecepatan difusi, sehingga semakin tinggi suhu maka kecepatan difusi semakin cepat. Jadi suhu  berbanding lurus dengan kecepatan difusi. Difusi sederhana adalah molekul zat

yang dapat berdifusi secara spontan hingga dicapai kerapatan yang sama dalam suatu ruangan. Adapun faktor  –   faktor yang mempengaruhi proses difusi sederhana sebagai berikut :

- Ukuran partikel. Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat  partikel itu akan bergerak, sehingga kecepatan difusi semakin

tinggi.

- Ketebalan membran. Semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan difusi.

- Luas suatu area.  Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya.

- Jarak . Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan difusinya.

- Suhu. Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk  bergerak dengan lebih cepat. Maka, semakin cepat pula

kecepatan difusinya.

Pada Difusi senyawa pada media agar, setelah larutan agar memadat dan dibuat dua lubang yang berjarak 3 cm, lubang satu dimasukkan kristal KmnO4 dan lubang lainnya dimasukkan metil jingga. Setelah pengamatan dilakukan selama 5 menit dan diamati setiap 1 menit, hasilnya adalah diameter yang dibentuk oleh kristal KMnO4 selalu lebih luas dibandingkan dengan diameter yang dibentuk oleh metil jingga. Hal tersebut menunjukkan bahwa

(24)

kristal KMnO4 lebih cepat berdifusi dibandingkan dengan metil jingga. Kecepatan difusi ini dipengaruhi oleh perbedaan berat molekul antara kristal KMnO4 dan metil jingga. Berat molekul kristal KMnO4 lebih kecil yaitu 158,03 g/mol dibandingkan dengan berat molekul metil jingga yaitu 327,33 g/mol, sehingga semakin kecil berat molekul maka kecepatan difusi akan semakin cepat. Jadi berat molekul berbanding terbalik dengan kecepatan difusi.

Pada Difusi membran, setelah membuat larutan koloidal (putih telur +  NaCl 0,9% + glukosa 5%) yang dibungkus dalam kantong selofan dan

direndam dalam gelas piala yang berisi air suling dan kemudian dilakukan uji  NaCl, glukosa dan albumin. Pada uji terhadap NaCl, tabung 1 diisi cairan dari gelas piala, tabung 2 diisi dengan air suling dan tabung 3 diisi dengan NaCl. Semua tabung (1,2,3) ditambahkan beberapa tetes AgNO3 dan hasilnya tabung 1 terdapat sedikit endapan putih, tabung 2 larutan bening dan tabung 3 terbentuk endapan putih. Endapan putih yang terbentuk adalah hasil dari reaksi antara  NaCl dan AgNO3. Jadi cairan dari gelas piala yang dimasukkan pada tabung 1 mengandung NaCl. Hal ini menunjukka bahwa larutan NaCl dapat menembus kantong selofan yang bersifat seperti membran semipermeabel. Pada uji terhadap glukosa yang ditambahkan dengan larutan Benedict, pada tabung 1 terjadi perubahan warna menjadi biru muda hampir hijau, hal ini menunjukkan  bahwa cairan dari gelas piala mengandung glukosa dalam jumlah sedikit. Tabung 5 tidak mengalami perubahan warna, sedangkan tabung 6 yang berisi glukosa terjadi endapan merah bata. Struktur glukosa tidak kompleks tetapi  berat molekul lebih besar dari NaCl sehingga glukosa dapat berdifusi. Apab ila  pada glukosa warna yang terjadi sama dengan kontrol maka glukosa tidak dapat  berdifusi. Persamaan reaksinya NaCl  + AgNO3→ AgCl ↓ + NaNO3. Pada uji

terhadap albumin yang ditambahkan dengan HNO3, pada tabung 7 dan 8 tidak terjadi reaksi apapun. Hal ini menunjukkan bahwa tidak larutan albumin pada tabung tersebut dan albumin tidak berdifusi. Pada tabung 9 terdapat endapan

(25)

 putih. Endapan putih tersebut berasal dari reaksi antara albumin dan HNO3.

Persamaan reaksinya Cu(s) + HNO3(aq)

⇨Cu(NO3)2(aq) + NO(g) + H2O(l).

Albumin merupakan protein yang tidak tahan terhadap perubahan pH yang ekstrim. Oleh sebab itu strukturnya akan rusak dan rusaknya struktur tersebut ditandai dengan adanya endapan putih. Jadi dari percobaan difusi membran membuktikan bahwa larutan yang dapat menembus kertas selofan adalah larutan yang memiliki ukuran molekul yang kecil seperti NaCl dan glukosa.

2. Percobaan Osmosis

Pada uji osmosis, pencelupan kantong-kantong selofan ( kantong selofan 1-4 dicelupkan ke gelas piala berisi air hangat, dan kantong selofan 5 dicelupkan ke gelas piala berisi larutan sukrosa 60 %) yang menghasilkan bobot ( w ) pada t0, t15, t30,t45,t60 dan t75.

Pada kantong 1 bobot kantong terus berkurang seiring dengan  berjalannya waktu. Seharusnya pada kantong 1 bobot relatif stabil, mungkin

terdapat kesalahan dalam penimbangan.pada tabung 1 ini terjadi isotonik yaitu memiliki tekanan isotonik yang sama sehingga tidak mempengaruhi bobot kantong. Pada kantong 2 , 3, 4, bobot kantong meningkat. Pada kantong ini terjadi Larutan hipertonik, yaitu larutan yang mempunyai konsentrasi terlarut tinggi dan sebagian besar molekul air terikat atau tertarik ke molekul gula (terlarut), sehingga hanya sedikit molekul air yang bebas dan bisa melewati membran. Sehingga air akan masuk ke kantong selofan dan membuat bobot kantong bertambah. Sedangkan pada kantong 5 bobot kantong terus berkurang. Hal ini terjadi karena air keluar dari kantong, akibatnya kantong menciut. Pada tabung 5 ini terjadi proses hipotonik yaitu larutan dengan konsentrasi terlarut rendah, memiliki lebih benyak molekul air yang bebas (tidak terikat oleh molekul terlarut), sehingga lebih banyak molekul air yang melewati membran.

(26)

VII. Kesimpulan

Tubuh melakukan fungsinya secara simultan dan utuh. Allsah SWT telah menciptakan manusia sebaik baik nya makhluk hidup, serta mengetahui letak organ tubuh dan mengetahui proses atau mekanisme transort materi yang berlangsung dalam tubuh.

Pada percobaan difusi sederhana dapat disimpulkan bahwa suhu mempengaruhi terhadap kecepatan difusi, dan pada percobaan pengaruh berat molekul terhadap kecepatan difusi dapat disimpulkan bahwa berat molekul  berbanding terbalik dengan kecepatan difusi, sehingga semakin ringan berat suatu molekul, maka akan semakin cepat terjadi difusi, kemudian pada difusi melalui membran dapat disimpulkan bahwa, tidak semua molekul dapat melewati selaput atau membran sel, hanya molekul tertentu saja yang dapat melewati membran sel sehingga terjadi difusi.

Pada percobaan osmosis kita dapat mengetahui perbedaan larutan yang bersifat isotonis yang mengakibatkan kantong selofan beratnya stabil, hipertonis yang menyebabkan bobot kantong beratnya meningkat, dan hipotonis yang menyebabkan bobot kantong beratnya berkurang.

(27)

VIII. Daftar Pustaka

 Nurachmah, Elly., Angriani, Rida. 2011. Dasar-dasar Anatomi dan Fisiologi. Elsivier: Singapura

Kimball John W, 1989. Biologi. Edisi ke-5. Jakarta : Erlangga.

Tortora GJ and Derirckson. 2009. Principles of Anatomy and Physiology. John Wiley & Sons, Inc.

Hidayat, Hernawati, “Mineral dan Homeostasis”, 30 September 2017 , http://staff.ui.ac.id/system/files/users/minarma.siagian/material/homeostas ismsho.

Siagian, Minarma, “Homeostasis:Keimbangan yang Halus dan Dinamis”, 30 September 2017, http://5/03%20Bab%202

Referensi

Dokumen terkait

Larutan NaOh : warna mula-mula Biru, Hijau lumut, hijau toska, kuning menjadi Ungu, biru, merah, orange dengan pH=14 maka kesimpulannya adalah

Pada percobaan larutan aseton mula-mula larutan berwarna bening, setelah ditambahkan pereaksi Fehling A dan Fehling B warna larutan menjadi biru donker atau biru

Cara kerja: memasukan 2 ml larutan asam nitrat kedalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan 2 ml urin, setelah itu amati perubahan warna yang terjadi.. Apabila

Pada menit ke-15,tabung reaksi yang ditambahkan amilase dari ekstrak kecambah setelah diteteskan larutan IKI terjadi perubahan warna dari putih keruh menjadi

Pada tabung B yang merupakan gabungan dari larutan kanji + akuades + benedict, setelah dibakar warna tetap dalam keadaan berwarna biru, hal tersebut digunakan sebagai

Sedangkan tabung reaksi yang berisi bahan minuman serbuk nutrisari yang telah ditetesi reagen benedict larutan berwarna hijau muda tanpa adanya endapan (dalam keadaan

Tabung 1 direaksikan dengan larutan besi (III) klorida 1% (positif senyawa polifenol bila terbentuk warna biru tinta atau hitam kehijauan), tabung kedua ditambahkan

Pada uji Benedict terhadap glukosa dan fruktosa larutan berwarna hijau kebiruan dan terdapat endapan merah bata didalamnya yang menandakan pengujian positif,