Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 1 dari 40 Putusan Nomor 743/Pid.B/2018/PN Srg P U T U S A N
Nomor 743/Pid.B/2018/PN Srg
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Pengadilan Negeri Serang yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa :
1. Nama lengkap : Masrijan als Rijan Bin Rohman.
2. Tempat lahir : Serang.
3. Umur/Tanggal lahir : 33 Tahun / 10 Oktober 1985.
4. Jenis kelamin : Laki-laki.
5. Kebangsaan : Indonesia.
6. Tempat tinggal : Kampung Pulau Sangiang RT.005 RW.004 Desa Cikoneng Kecamatan Anyer Kabupaten Serang.
7. Agama : Islam.
8. Pekerjaan : Buruh.
Terdakwa Mardaka Bin Surjana dalam perkara ini tidak ditahan;
Terdakwa didampingi oleh Penasehat Hukum Arfan Hamdani, SH., Carlos Fernando Silalahi, SH., Karsi, SH., Khomsin Adib Amrulloh, SH., Mad Haer Efendi, SH., berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 5 November 2018 yang telah didaftarkan dikepaniteraan Pengadilan Negeri Serang dibawah nomor:
257/04/SK-HUK/Pid/18/PN.Serang tanggal 5 November 2018;
Pengadilan Negeri tersebut;
Setelah membaca:
- Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Serang Nomor 741/Pid.B/2018/PN Srg tanggal 30 Oktober 2018 tentang penunjukan Majelis Hakim;
- Penetapan Majelis Hakim Nomor 741/Pid.B/2018/PN Srg tanggal 30 Oktober 2018 tentang penetapan hari sidang;
- Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan;
Setelah mendengar keterangan Saksi-saksi, Ahli dan Terdakwa serta memperhatikan bukti surat dan barang bukti* yang diajukan di persidangan;
Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:
1. Menyatakan Terdakwa MASRIJAN Als RIJAN Bin ROHMAN bersalah telah melakukan tindak pidana dengan maksud menguntung diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum menggadaikan atau menyewakan tanah
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 2 dari 40 Putusan Nomor 743/Pid.B/2018/PN Srg dengan hak Indonesia, padahal diketahui bahwa orang lain yang mempunyai atau turut mempunyai hak atas tanah itu sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 385 ke- 4 KUHP dalam dakwaan kesatu.
2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 6 (enam) Bulan dalam masa percobaan selama 1 (satu) Tahun.
3. Menyatakan barang bukti berupa :
- Photo copy yang dilegalisir Sertifikat No.21 Tahun 1994 tanggal 10 Maret 1994 dengan luas 122.000 M² An. PT. Pondok Kalimaya Putih.
- Photo copy yang dilegalisir Sertifikat No.22 Tahun 1994 tanggal 10 Maret 1994 dengan luas 24.500 M² An. PT. Pondok Kalimaya Putih.
- Photo copy yang dilegalisir Sertifikat No.23 Tahun 1994 tanggal 10 Maret 1994 dengan luas 435.900 M² An. PT. Pondok Kalimaya Putih.
- Photo copy yang dilegalisir Sertifikat No.24 Tahun 1994 tanggal 10 Maret 1994 dengan luas 1.896.000 M² An. PT. Pondok Kalimaya Putih.
- 1 (satu) Lembar Kwitansi sudah terima dari Bambang Uang sejumlah Rp.
500.000,- (lima ratus ribu rupiah) untuk penginapan di Pulau Sangiang Anyer Banten pada tanggal 18 Desember 2016 yang diterima oleh MARDAKA.
- 1 (satu) Lembar Kwitansi sudah terima dari Bambang Uang sejumlah Rp.
1.600.000,- (Satu juta enam ratus ribu rupiah) Untuk biaya penyembrangan PP ke Pulau Sangiang Anyer Banten pada tanggal 18 Desember 2016 yang diterima oleh OMA.
- 1 (satu) Lembar Kwitansi sudah terima dari Bambang Uang sejumlah Rp.
600.000,- (enam ratus ribu rupiah) untuk biaya makan 11 orang 3 kali makan di Pulau Sangiang Anyer Banten pada tanggal 18 Desember 2016 yang diterima oleh MARDAKA.
- 9 (sembilan) lembar photo Dokumentasi perjalanan wisata ke pulau Sangiang keluarga BAMBANG dari mulai pelabuhan Paku kemudian naik kapal menuju Pulau Sangiang, dan pada saat di pulau sangiang dan dirumah sewaan MARDAKA pada tanggal 17 s/d 18 Desember 2016.
- 1 (satu) lembar kwitansi terima dari MUHAMAD untuk pembayaran sewa rumah penginapan untuk bermalam di Pulau Sangiang tanggal 24 Desember 2016 di rumah LUKMAN sebesar Rp. 600.000,- (enam ratus ribu rupiah) yang ditandatangani oleh LUKMAN.
- 1 (satu) lembar kwitansi terima dari MUHAMAD untuk pembayaran sewa rumah penginapan untuk bermalam di Pulau Sangiang tanggal 24
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 3 dari 40 Putusan Nomor 743/Pid.B/2018/PN Srg Desember 2016 di rumah RIJAN sebesar Rp. 600.000,- (enam ratus ribu rupiah) yang ditandatangani oleh RIJAN.
- 19 (sembilan belas) karcis masuk pengunjung hari libur TWA Pulau Sangiang Rp. 7.500,- (tujuh ribu lima ratus rupiah) perlembar.
- 19 (sembilan belas) lembar karcis tanda masuk swadaya wisata Pulau Sangiang Rt. 7.500,- (tujuh ribu lima ratus ribu rupiah) perlembar.
- 19 (sembilan belas) lembar kontribusi asuransi Rp. 1.000,- (seribu rupiah) perlembar Direktorat Jendral KSDAE (Konserpasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
- 37 (tiga puluh tujuh) lembar photo dokumentasi perjalanan wisata ke Pulau Sangiang karyawan dan keluarga aqustika dari mulai naik kapal menuju Pulau Sangiang pada saat dirumah sewaan milik LUKMAN dan milik RIJAN pada tanggal 24 Desember 2016
- Surat No. 07/MI/Som/II/2017 tanggal 28 Februari 2017 Perihal peringatan (somasi) untuk mengosongkan lahan/tanah HGB milik PT. Pondok Kalimaya Putih (PT.PKP) di Pulau Sangiang kepada LUKMAN.
- Surat No. 07/MI/Som/II/2017 tanggal 28 Februari 2017 Perihal peringatan (somasi) untuk mengosongkan lahan/tanah HGB milik PT. Pondok Kalimaya Putih (PT.PKP) di Pulau Sangiang kepada MARDAKA.
- Surat No. 07/MI/Som/II/2017 tanggal 28 Februari 2017 Perihal peringatan (somasi) untuk mengosongkan lahan/tanah HGB milik PT. Pondok Kalimaya Putih (PT.PKP) di Pulau Sangiang kepada ROHMAN/RIJAN.
Tetap terlampir dalam berkas perkara.
4. Menetapkan agar membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sebesar Rp. 3.000,00 (tiga ribu rupiah).
Setelah mendengar pembelaan Penasihat Hukum Terdakwa tanggal 26 Maret 2019 yang pada pokoknya sebagai berikut:
Bahwa perbuatan yang dilakukan Terdakwa Masrijan als Rijan Bin Rohman sebagaiman Dakwaan Alternatif Jaksa Penuntut Umum. Walaupun seribu alat bukti yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum dalam perkara pidana.
Menuduh, menangkap, menahan memaksa, merampas harkat martabat seseorang sebagai pelaku tindak pidana. Namun ketika hakim meyakini bahwa Terdakwa tidak bersalah maka wajiblah dibebaskan dari segala hukuman.
Sebagaimana ketentuan Pasal 183 sampai dengan Pasal 202 KUHAP mengatur tentang sistem pembuktian dalam perkara pidana yang diuraikan sebagai berikut : “Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada seseorang kecuali
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 4 dari 40 Putusan Nomor 743/Pid.B/2018/PN Srg apabila dengan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah, ia memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana telah terjadi dan bahwa terdakwalah yang bersalah melakukannya.”
Ketentuan diatas bertujuan untuk menjamin tegaknya kebenaran, keadilan, kepastian hukum dan Hak Asasi Manusia bagi setiap orang yang didakwakan telah melakukan suatu tindak pidana dengan menyaratkan : Pertama
“Pembuktian harus dilakukan menurut cara dan dengan alat bukti yang sah menurut undang-undang” ; Kedua “Keyakinan hakim yang juga harus didasarkan atas cara yang sah menurut undang-undang.” karena dalam konsep pembuktian pidana kita mengenal prinsip dasar “Tidak dipidana tanpa kesalahan” atau “Geen Straft Zonder Schuld”.
Berdasarkan uraian diatas dan dengan memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku, maka kami memohon agat Majelis Hakim Pengadilan Negeri Serang yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan:
1. Menerima Nota Pembelaan (pleedooi) Penasihat Hukum Terdakwa secara keseluruhan;
2. Menyatakan menolak dakwaan dan/atau tuntutan secara keseluruhan;
3. Menyatakan Terdakwa MARDAKA Bin Surjana tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 ke-(4) KUHP dalam dakwaan pertama;
4. Membebaskan Terdakwa oleh karenanya dari segala tuntutan hukum (vrijspraak) atau setidak-tidaknya lepas (onslag van recht vervolging) dari segala tuntutan hukum;
5. Memulihkan hak Terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya
6. Membebankan biaya perkara kepada negara menurut hukum yang berlaku.
Atau jika majelis hakim berpendapat lain, mohon putusan seadil-adilnya (ex aquo et bono).
Setelah mendengar tanggapan Penuntut Umum terhadap pembelaan Penasehat Hukum Terdakwa yang pada pokoknya tanggal 2 April 2019 sebagai berikut:
Bahwa seluruh unsur dari dakwaan Penuntut Umum pasal 385 ke-4 KUHP telah terpenuhi menurut hukum sesuai dengan fakta persidangan, oleh karena itu Penuntut Umum tetap pada Tuntutannya;
Setelah mendengar Tanggapan Penasehat hukum secara lisan Terdakwa terhadap tanggapan/Replik Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut: tetap pada pembelaanya;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 5 dari 40 Putusan Nomor 743/Pid.B/2018/PN Srg Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum didakwa berdasarkan surat dakwaan sebagai berikut:
KESATU :
Bahwa terdakwa MASRIJAN Als RIJAN Bin ROHMAN pada hari, tanggal dan bulan yang sudah tidak dapat diingat lagi di Tahun 2008 atau setidak- tidaknya pada suatu waktu yang masih dalam kurun waktu antara Tahun 2008 sampai dengan Tahun 2017 bertempat di Kampung Pulau Sangiang Rt. 011/004 Desa Cikoneng Kecamatan Anyer Kabupaten Serang atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Serang, dengan maksud menguntung diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum menggadaikan atau menyewakan tanah dengan hak Indonesia, padahal diketahui bahwa orang lain yang mempunyai atau turut mempunyai hak atas tanah itu, yang mana perbuatan tersebut dilakukan dengan cara sebagai berikut :
Bahwa bermula pada sekitar Tahun 2008 terdakwa mendirikan bangunan rumah yang terbuat dari kayu dilokasi tanah milik PT. Pondok Kalimaya Putih meskipun dilokasi tersebut telah diberi tanda-tanda batas berupa patok beton sesuai ketentuan serta telah dipasang plang-plang peringatan yang bertuliskan
“Tanah Milik PT. Pondok Kalimaya Putih (Green Garden Group) Dilarang Masuk Dan Memanfaatkan Diancam Pidana Pasal 167, Pasal 170 dan Pasal 385 KUHP” selanjutnya pada sekitar Tahun 2016 ketika mulai banyak wisatawan yang berkunjung ke Pulau Sangiang selain menempati rumah tersebut bersama keluarga, terdakwa juga menyewakan rumah tersebut kepada wisatawan yang datang dengan harga sebesar Rp. 600.000,- (enam ratus ribu rupiah) perhari selain itu terdakwa juga memanfaatkan tanah dilokasi tersebut seluas 10.000 M² (sepuluh ribu meter persegi) yang ditanami pohon kelapa yang setiap panen menghasilkan uang sebesar Rp. 400.000,- (empat ratus ribu rupiah) sampai dengan 600.000,- (enam ratus ribu rupiah) tiap dua bulan kemudian atas perbuatan terdakwa tersebut pihak PT. Pondok Kalimaya Putih telah mengirim surat peringatan kepada terdakwa dengan Surat Nomor : 15/MI/Som/II/2017 tanggal 28 Februari 2017 Perihal : Peringatan (somasi) untuk mengosongkan lahan/tanah Milik PT. Pondok Kalimaya Putih (PT. PKP) Di Pulau Sangiang, dan atas peringatan tersebut terdakwa tidak juga mengosongkan lahan tersebut dan hingga saat ini terdakwa masih menempati dan memanfaatkan lahan milik PT.
Pondok Kalimaya Putih tersebut selanjutnya berdasarkan Berita Acara Indentifikasi Lapangan No : 001/VIII/2017 tanggal 09 Agustus 2017 yang dibuat oleh Petugas dari Kantor Pertanahan Kabupaten Serang dengan hasil
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 6 dari 40 Putusan Nomor 743/Pid.B/2018/PN Srg identifikasi menyatakan Obyek Tanah B dan Bangunan No. 32, 33, 34, 35 dan sebagian bangunan No. 4, 5, 6 dan 17 yang dikuasai oleh beberapa orang warga kampung Legon Waru berada di dalam bidang tanah Sertipikat No. 24 Desa Cikoneng atas nama PT. Pondok Kalimaya Putih kemudian berdasarkan Buku Tanah Hak Guna Bangunan No. 24 Desa Cikoneng Kecamatan Anyer Kabupaten Serang yang diterbitkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Serang tanggal 10 Maret 1994 dengan Luas 1.896.000 M² (satu juta delapan ratus sembilan puluh enam ribu meter persegi) dengan Nama Pemegang Hak PT. Pondok Kalimaya Putuh Berkedudukan di Jakarta selama 30 (tiga puluh) Tahun dan berakhirnya hak tanggal 9 Maret 2024 dengan tanda-tanda batas terdiri dari patok besi I sampai dengan XVI yang berdiri di atas batas dan tanda batas tersebut telah memenuhi ketentuan PMA No. 8/1961 sehingga sampai pada saat ini Sertipikat No. 24 Desa Cikoneng atas nama PT. Pondok Kalimaya Putih adalah bukti kepemilikan yang sah.
Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana menurut Pasal 385 ke-4 KUHP.
ATAU KEDUA :
Bahwa terdakwa MASRIJAN Als RIJAN Bin ROHMAN pada hari, tanggal dan bulan yang sudah tidak dapat diingat lagi di Tahun 2008 atau setidak- tidaknya pada suatu waktu yang masih dalam kurun waktu antara Tahun 2008 sampai dengan Tahun 2017 bertempat di Kampung Pulau Sangiang Rt. 011/004 Desa Cikoneng Kecamatan Anyer Kabupaten Serang atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Serang, telah memaksa masuk ke dalam rumah, ruangan atau pekarangan tertutup yang dipakai orang lain dengan melawan hukum, atau berada di situ dengan melawan hukum, dan atas permintaan yang berhak atau suruhannya tidak pergi dengan segera, yang mana perbuatan tersebut dilakukan dengan cara sebagai berikut :
Bahwa bermula pada Tahun 1991 sampai dengan Tahun 1993 PT.
Pondok Kalimaya Putih membebaskan tanah di Pulau Sangiang Desa Cikoneng Kecamatan Anyer Kabupaten Serang yang semula sebagian tanah milik masyarakat dan sebagian lagi merupakan tanah Negara sehingga terbit Sertipikat Hak Guna Bangunan No. 21 Tanggal 10 Maret 1994 dengan luas 122.000 M² (seratus dua puluh dua ribu meter persegi), Sertipikat Hak Guna Bangunan No. 22 Tanggal 10 Maret 1994 dengan luas 24.500 M² (dua puluh empat ribu lima ratus meter persegi) dan Sertipikat Hak Guna Bangunan No. 23
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 7 dari 40 Putusan Nomor 743/Pid.B/2018/PN Srg Tanggal 10 Maret 1994 dengan luas 435.900 M² (empat ratus tiga puluh lima ribu sembilan ratus meter persegi) serta Sertipikat Hak Guna Bangunan No. 24 Tanggal 10 Maret 1994 dengan luas 1.896.000 M² (satu juta delapan ratus sembilan puluh enam ribu meter persegi) selanjutnya pada Tahun 2012 terbit Surat Keputusan BPN RI No.1/PTT-HGB/BPN-RI/2012 tentang penetapan tanah terlantar atas tanah HGB No. 23 Tahun 1994 tanggal 10 Maret 1994 dengan luas 453.900 M², Surat Keputusan BPN RI No.2/PTT-HGB/BPN-RI/2012 tentang penetapan tanah terlantar atas tanah HGB No. 24 Tahun 1994 tanggal 10 Maret 1994 dengan luas 1.896.000 M² dan Surat Keputusan BPN RI No.3/PTT-HGB/BPN-RI/2012 tentang penetapan tanah terlantar atas tanah HGB No. 22 Tahun 1994 tanggal 10 Maret 1994 dengan luas 24.500 M² serta dilanjutkan penerbitan Surat Kepala Kantor Pertanahan Kab. Serang No.
96/300.7.36.04/II/2012 tanggal 24 Februari 2012 perihal hapusnya hak atas tanah Sertipikat HGB No. 23,24 dan 22 / Cikoneng atas nama PT. Pondok Kalimaya Putih namun Surat Keputusan Kepala BPN RI tersebut dibatalkan oleh PTUN Serang dengan Putusan Nomor : 13/G/2012/PTUN-SRG tanggal 16 Agustus 2012 dan dikuatkan oleh Putusan PT. TUN Jakarta Nomor : 251/B/2012/PT.TUN Jakarta tanggal 02 Januari 2013 serta Putusan MA RI Nomor : 260K/Tun/2013 tanggal 31 Juli 2013, dan pihak PT. Pondok Kalimaya Putih telah memberi tanda-tanda batas berupa patok beton sesuai ketentuan serta telah memasang plang-plang peringatan yang bertuliskan “Tanah Milik PT.
Pondok Kalimaya Putih (Green Garden Group) Dilarang Masuk Dan Memanfaatkan Diancam Pidana Pasal 167, Pasal 170 dan Pasal 385 KUHP”, kemudian meskipun telah ada batas-batas tanah maupun plang-plang peringatan tersebut namun pada sekitar Tahun 2008 terdakwa telah mendirikan bangunan rumah yang terbuat dari kayu tanpa seizin dari pihak PT. Pondok Kalimaya Putih selanjutnya pada sekitar Tahun 2016 ketika mulai banyak wisatawan yang berkunjung ke Pulau Sangiang selain menempati rumah tersebut bersama anak dan istri, terdakwa juga menyewakan rumah tersebut kepada wisatawan yang datang dengan harga sebesar Rp. 600.000,- (enam ratus ribu rupiah) perhari selain itu terdakwa juga memanfaatkan tanah dilokasi tersebut seluas 10.000 M² (sepuluh ribu meter persegi) yang ditanami pohon kelapa yang setiap panen menghasilkan uang sebesar Rp. 4.000.000,- (empat juta rupiah) kemudian atas perbuatan terdakwa tersebut pihak PT. Pondok Kalimaya Putih telah mengirim surat peringatan kepada terdakwa dengan Surat Nomor : 15/MI/Som/II/2017 tanggal 28 Februari 2017 Perihal : Peringatan (somasi) untuk mengosongkan lahan/tanah Milik PT. Pondok Kalimaya Putih
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 8 dari 40 Putusan Nomor 743/Pid.B/2018/PN Srg (PT. PKP) Di Pulau Sangiang, dan atas peringatan tersebut terdakwa tidak juga mengosongkan lahan tersebut dan hingga saat ini terdakwa masih menempati dan memanfaatkan lahan milik PT. Pondok Kalimaya Putih tersebut selanjutnya berdasarkan Berita Acara Indentifikasi Lapangan No : 001/VIII/2017 tanggal 09 Agustus 2017 yang dibuat oleh Petugas dari Kantor Pertanahan Kabupaten Serang dengan hasil identifikasi menyatakan Obyek Tanah B dan Bangunan No. 32, 33, 34, 35 dan sebagian bangunan No. 4, 5, 6 dan 17 yang dikuasai oleh beberapa orang warga kampung Legon Waru berada di dalam bidang tanah Sertipikat No. 24 Desa Cikoneng atas nama PT. Pondok Kalimaya Putih kemudian berdasarkan Buku Tanah Hak Guna Bangunan No. 24 Desa Cikoneng Kecamatan Anyer Kabupaten Serang yang diterbitkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Serang tanggal 10 Maret 1994 dengan Luas 1.896.000 M² (satu juta delapan ratus sembilan puluh enam ribu meter persegi) dengan Nama Pemegang Hak PT. Pondok Kalimaya Putuh Berkedudukan di Jakarta selama 30 (tiga puluh) Tahun dan berakhirnya hak tanggal 9 Maret 2024 dengan tanda-tanda batas terdiri dari patok besi I sampai dengan XVI yang berdiri di atas batas dan tanda batas tersebut telah memenuhi ketentuan PMA No. 8/1961 sehingga sampai pada saat ini Sertipikat No. 24 Desa Cikoneng atas nama PT. Pondok Kalimaya Putih adalah bukti kepemilikan yang sah.
Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana menurut Pasal 167 Ayat (1) KUHP.
Menimbang, bahwa terhadap dakwaan Penuntut Umum, Penasihat Hukum Terdakwa telah mengajukan keberatan dan telah diputus dengan Putusan Sela Nomor Nomor 741/Pid.B/2018/PN Srg tanggal 30 November 2018 yang amarnya sebagai berikut:
M E N G A D I L I:
1. Menyatakan Eksepsi Penasihat Hukum Terdakwa tidak dapat diterima;
2. Memerintahkan untuk melanjutkan pemeriksaan perkara ini;
3. Memerintahkan Jaksa Penuntut Umum untuk menghadirkan Terdakwa, Saksi-Saksi dan barang bukti dalam perkara ini;
4. Menangguhkan biaya perkara sampai dengan putusan akhir;
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya Penuntut Umum telah mengajukan Saksi-saksi sebagai berikut:
1. Saksi AGUS ROHIM Bin SYAMSUDIN, didepan sidang dibawah sumpah menerangkan yang pada pokoknya sebagai berikut :
- Bahwa saksi Kenal dengan terdakwa dan tidak ada hubungan keluarga;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 9 dari 40 Putusan Nomor 743/Pid.B/2018/PN Srg - Bahwa saksi adalah Site Manager PT PONDOK KALIMAYA PUTIH yang beralamat Komp Perumahan Green Garden Blok I 9 No 37 – 40 Jl. Alteri Kedoya Jakarta Barat yang bergerak dibidang usaha jasa akomodasi rekreasi dan hiburan.
- Bahwa PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH mempunyai asset berupa tanah HGB dan hak penguasaan atas lahan taman wisata alam (TWA) di Pulau Sangiang Ds. Cikoneng Kec. Anyar Kab. Serang.
- Bahwa luas tanah milik PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH yang berada di Pulau Sangiang Ds. Cikoneng Kec. Anyar Kab. Serang seluruhnya kurang lebih 251 Ha yang terdiri dari 4 Sertipikat.
- Bahwa Lokasi yang dikuasai oleh para terdakwa berada di Sertifikat No 24 tahun 1994 tanggal 10 Maret 1994 dengan luas seluruhnya 1.896.000 M² dan dari tanah tersebut telah dikuasai oleh para terdakwa seluas kurang lebih 10 Ha.
- Bahwa para terdakwa telah menguasai hak atas tanah milik PT.
PONDOK KALIMAYA PUTIH yang berada di Pulau Sangiang Ds.
Cikoneng Kec. Anyar Kab. Serang dengan mendirikan bangunan rumah.
- Bahwa bangunan rumah yang dibangun terdakwa MARDAKA berukuran kurang lebih 6 Meter X 13 Meter yang dibangun semi permanen di Legon Waru dalam.
- Bahwa bangunan rumah yang dibangun terdakwa LUKAMAN berukuran kurang lebih 6 Meter X 15 Meter yang dibangun semi permanen di Legon Waru dalam.
- Bahwa terdakwa MASRIJAN Als RIJAN juga membangun rumah yang dibuat semi permanen dari kayu di Legon Waru dalam.
- Bahwa bangunan-bangunan rumah tersebut oleh para terdakwa ditempati dan disewakan kepada para wisatawan yang datang ke Pulau Sangiang .Ds. Cikoneng Kec. Anyar Kab. Serang.
- Bahwa sepengetahuan saksi rumah-rumah milik para terdakwa tersebut disewakan antara Rp. 300.000,- sampai Rp. 500.000,- per hari.
- Bahwa tanah PT. PKP yang dikuasai oleh Masyarakat seluas lebih Kurang 10 Ha, berikut 23 (dua puluh tiga) unit rumah milik masyarakat lainnya yang dibangun diatas tanah milik PT. PKP dan rumah para terdakwa terletak diatas tanah sertifikat nomor 24;
- Bahwa sampai saat ini para terdakwa tidak pernah meminta ijin dan pihak PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH tidak pernah memberikan ijin kepada para terdakwa.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 10 dari 40 Putusan Nomor 743/Pid.B/2018/PN Srg - Bahwa yang saksi ketahui awal mulanya PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH memiliki lahan seluas + 251 Ha di Wilayah Pulau Sangiang Ds.
Cikoneng Kec. Anyar Kab. Serang dengan cara membebaskan dari para pemilik pada sekira tahun 1991 sampai tahun 1992.
- Bahwa kemudian terbit Sertipikat tahun 1994 sebanyak 4 sertipikat yang terdiri Sertipikat No. 21 tahun 1994 tanggal 10 Maret 1994 dengan luas 122.000,- M², Sertipikat No. 22 tahun 1994 tanggal 10 maret 1994 dengan luas 24.000 M², Sertipikat No. 23 tahun 1994 tanggal 10 Maret 1994 dengan luas 435.900 M² dan Sertipikat No. 24 tahun 1994 tanggal 10 Maret 1994 dengan luas 1.896.000 M².
- Bahwa bukti kepemilikan PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH berupa : a. 1 (satu) bundel Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 21 tahun
1994 tanggal 10 Maret 1994 dengan luas 122.000 M².
b. 1 (satu) bundel Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 22 tahun 1994 tanggal 10 maret 1994 dengan luas 24.000 M².
c. 1 (satu) bundel Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 23 tahun 1994 tanggal 10 Maret 1994 dengan luas 435.900 M².
d. 1 (satu) bundel Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 24 tahun 1994 tanggal 10 Maret 1994 dengan luas 1.896.000 M².
e. 1 (satu) bundel Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 66/Kpts- II/93 tentang pemberian hak pengusahaan pariwisata alam kepada PT.
PONDOK KALIMAYA PUTIH pada Taman Wisata Alam Pulau Sanghiang di Kabupaten Daerah Tingkat II Serang Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat, tanggal 12 Februari 1993.
f. 1 (satu) lembar peta sarana prasarana Rencana Karya tahunan tahun 2015.
- Bahwa sejak Tahun 1994 PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH telah membayar pajak dan batas-batas tanah telah jelas karena telah diberi batas berupa Pal Batas yang terbuat dari Cor pada setiap 50 meter sampai dengan 100 meter.
- Bahwa PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH telah memasang peringatan atau larang berupa membuat plang yang isinya TANAH MILIK PT.
PONDOK KALIMAYA PUTIH (GREEN GARDEN GROUP) DILARANG MASUK DAN MEMANFAATKAN DIANCAM PIDANA PASAL 167 PASAL 170 DAN PASAL 385 KUHP.
- Bahwa pihak PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH telah memberikan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 11 dari 40 Putusan Nomor 743/Pid.B/2018/PN Srg peringatan berupa Surat Somasi kepada para terdakwa dan terhadap terdakwa MARDAKA bersama Istrinya telah dipanggil oleh saksi untuk diperingatkan.
- Bahwa oleh karena para terdakwa tidak mengindahkan adanya Somasi maka saksi langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polda Banten untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Atas keterangan saksi tersebut terdakwa merasa keberatan.
2. Saksi UMAR S. HUT BIN MUKAMAD, disepan sidang dibawah sumpah menerangkan yang pada pokoknya sebagai berikut :
- Bahwa saksi Kenal dengan terdakwa dan tidak ada hubungan keluarga;
- Bahwa saksi bekerja di Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat pada Seksi Konservasi Wilayah I Serang sejak bulan Maret 1995.
- Bahwa Jabatan saksi ketika di Kantor sebagai Penganalisis Data Perlindungan Konservasi Sumber Daya Alam sedangkan ketika dilapangan saksi sebagai Kepala Resort Konservasi Wilayah II Pulau Dua dan Pulau Sangiang.
- Bahwa tugas dan tanggung Jawab saksi adalah Mengadakan Patroli atau perondaan didalam Kawasan Hutan atau wilayah hukum, menerima laporan tentang terjadinya tindak pidana yang menyangkut kawasan hutan dan hasil hutan.
- Bahwa benar Pulau Sangiang luas seluruhnya 700,35 HA terdiri dari Kawasan Taman Wisata Alam Pulau Sangiang seluas 528,15 HA, Tanah HGB milik PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH seluas 251,85 HA.
- Bahwa berdasarkan Peta kerja TWA pulau Sangiang yang dibuat oleh balai besar KSDA Jawa Barat bahwa PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH memilki 4 bidang tanah HGB dengan rincian sebagai berikut :
a. Di Tanjung Bajo dengan luas 190,6 Ha batas batasnya sebelah Utara TWL (Taman Wisata Laut) Pulau Sangiang /laut sebelah barat TWA Pulau sangiang milik Kehutanan, sebelah Timur TWL / laut dan sebelah Selatan TWA Pulau Sangiang.
b. Di Tembuyung dengan luas 12,2 Ha batas batasnya sebelah Utara TWL (Taman Wisata Laut) Pulau Sangiang /laut sebelah barat TWA Pulau Sangiang milik Kehutanan, sebelah Timur TWL / laut, sebelah Selatan TWA Pulau Sangiang / laut.
c. Di Batu Raden dengan luas 46,6 Ha batas batasnya sebelah Utara TWL (Taman Wisata Laut ) Pulau Sangiang /laut sebelah Barat TWA
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 12 dari 40 Putusan Nomor 743/Pid.B/2018/PN Srg Pulau Sangiang milik Kehutanan, sebelah Timur TWL / laut, sebelah Selatan TWA Pulau Sangiang.
d. Di Villa Direksi 2,45 Ha batas batasnya sebelah Utara TWA (Taman Wisata Alam) Pulau Sangiang, sebelah Barat TWL / laut, sebelah Timur TWL / laut, sebelah Selatan TWA Pulau Sangiang.
- Bahwa berdasarkan Ijin yang dikeluarkan oleh Mentrei Kehutanan RI No 66/KPTS- II /93 tanggal 12 Februari 1993 bahwa PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH di beri HAK PENGUSAHAAN PARIWISATA ALAM di TWA Pulau Sangiang Desa Cikoneng Kec. Anyar Kab. Serang selama 30 Tahun terhitung tanggal 12 Februari 1993 s/d 12 Februari 2023.
- Bahwa sedangkan untuk ijin di tanah HGB milik PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH saksi tidak mengetahui dan Saksi pernah menyerahkan Cek BRI dengan No. CEY 958309 dengan nominal Rp.
486.000.000,- (empat ratus delapan puluh enam juta rupiah), cek tersebut saksi serahkan kepada Hj. HUMAEROH sebagai jaminan pelaksanaan proyek.
- Bahwa berdasarkan data dan kepemilikan yang ada di Departemen Kehutanan selain PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH tidak ada lagi yang memiliki lahan ataupun memiliki HAK PENGUSAHAAN PARIWISATA ALAM di TWA Pulau Sangiang.
- Bahwa saksi mengetahui dari laporan Pemungut PNBP yang bertugas di Pulau Sangiang yaitu saksi ABDULLAH melaporkan bahwa di Pulau Sangiang telah berdiri bangunan milik masyarakat dan juga telah adanya pemungutan kepada para pengunjung selain oleh pihak kehutanan dan selain untuk Asuransi.
- Bahwa benar saksi mempunyai kewajiban untuk patrol ke Pulau Sangiang 2 minggu sekalii tetapi karena tugas lain kadang sebulan sekali adapun sekali bertugas lamanya 1 (satu) minggu dengan menggunakan Perahu milik PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH atau ikut Kapal motor milik Masyarakat.
- Bahwa rumah-rumah masyarakat termasuk rumah para terdakwa yang berada di Legon Waru berdasarkan Peta yang ada di TWA masuk di HGB PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH.
- Bahwa tanah milik PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH batas-batasnya berupa patok-patok dan terdapat Plang-plang Peringatan yang isinya TANAH MILIK PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH (GREEN GARDEN
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 13 dari 40 Putusan Nomor 743/Pid.B/2018/PN Srg GROUP) DILARANG MASUK DAN MEMANFAATKAN DIANCAM PIDANA PASAL 167 PASAL 170 DAN PASAL 385 KUHP.
- Bahwa awalnya yaitu pada tahun 1985 Pulau Sangiang seluruhnya merupakan Kawasan Cagar Alam berdasarkan Keputusan Mentrei Kehutanan No 122 - KPTS –II/1985 tanggal 23 Mei 1985.
- Bahwa selanjutnya pada tahun 1991 melalui keputusan Menteri Kehutanan No 698/KPTSII/1991 tanggal 12 Oktober 1991 Cagar Alam Pulau Sangiang dengan luas 700,35 Ha dengan penambahan luas perairan laut sekitar Pulau Sangiang seluas 720 Ha dirubah menjadi Taman Wisata Alam Pulau Sangiang sehingga luas total TWA dan TWL pulau Sangiang menjadi 1.420,35 Ha.
- Bahwa Kemudian pada tahun 1992 Kawasan Hutan Pulau Sangiang tersebut ditata batas oleh Panitia tata batas Kabupaten Daerah TK II Serang sesuai Keputusan Gubernur Kepada Daerah tingkat I Jawa Barat No 753/KM.040-Pem/SK/1979 tanggal 12 Juli 1979 sebagaimana tertuang dalam berita acara tata batas tanggal 14 Nopember 1992 yang mana berdasarkan tata batas tersebut pada tahun 1993 Kawasan TWA Pulau Sangiang daratan Pulau ditetapkan dengan keputusan Mentri Kehutanan No 55/KPTS-II/1993 tanggal 8 Februari 1993 seluas 528,15 Ha.
- Bahwa sedangkan kawasan TWA yang berupa perairan sampai saat ini belum dilakukan Proses pengukuhan selanjutnya berdasarkan Keputusan Mentri Kehutanan No 66/KPTS-II/1993 tanggal 12 Februari 1993 tentang pemberian hak penguasaan parawisata alam kepada PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH pada Taman Wisata Alam Pulau Sangiang di Kab.
Serang.
Atas keterangan saksi tersebut terdakwa tidak keberatan.
3. Saksi ABDULLAH Bin MARZUK, didepan persidangan dibawah sumpah menerangkan yang pada pokoknya sebagai berikut :
- Bahwa saksi Kenal dengan terdakwa dan tidak ada hubungan keluarga;
- Bahwa benar saksi bekerja di Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat pada Seksi Konservasi Wilayah I Serang sejak bulan Februari 2013.
- Bahwa Jabatan saksi sebagai Polhut di Pulau Sangiang adapun tugas dan tanggung Jawab saksi adalah Mengadakan Patroli atau perondaan didalam kawasan Hutan atau wilayah hukum, menerima laporan tentang
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 14 dari 40 Putusan Nomor 743/Pid.B/2018/PN Srg terjadinya tindak pidana yang menyangkut kawasan hutan dan hasil hutan memungut PNBP.
- Bahwa Pulau Sangiang luas seluruhnya 700,35 HA terdiri dari Kawasan Taman Wisata Alam Pulau Sangiang seluas 528,15 HA, Tanah HGB milik PT PONDOK KALIMAYA PUTIH seluas 251,85 H.
- Bahwa Berdasarkan Peta kerja TWA pulau Sangiang yang dibuat oleh balai besar KSDA Jawa Barat bahwa PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH memilki 4 Lokasi / blok tanah HGB dengan rincian :
a. Di Blok Tanjung Bajo, Blok Kedongdong dan Blok Lewegon Waru.
b. Di Tembuyung.
c. Di Batu Raden.
d. Di Villa Direksi.
- Bahwa Berdasarkan Peta kerja TWA Pulau Sangiang yang dibuat oleh Balai Besar KSDA Jawa Barat bahwa batas HGB tanah PT PONDOK KALIMAYA PUTIH yang terdiri dari 4 bidang tanah HGB dengan rincian batas batas sbb :
a. Di Tanjung Bajo Blok Kedongdong dan Blok Lewegon Waru Luasnya saksi tidak mengetahui batas batasnya Sebelah utara TWL (Taman Wisata Laut ) Pulau Sangiang /laut sebelah barat TWA Pulau sangiang milik kehutanan, Sebelah timur TWL / laut, sebelah Selatan TWA Pulau Sangiang.
b. Di Tembuyung batas batasnya Sebelah utara TWL (Taman Wisata Laut ) Pulau Sangiang /laut sebelah barat TWA Pulau sangiang milik kehutanan, Sebelah timur TWL / laut, sebelah Selatan TWl Pulau Sangiang / laut.
c. Di Batu Raden batas batasnya Sebelah utara TWL (Taman Wisata Laut ) Pulau Sangiang /laut sebelah barat TWA Pulau sangiang milik kehutanan, Sebelah timur TWL / laut, sebelah Selatan TWA Pulau Sangiang.
d. Di Villa Direksi batas batasnya Sebelah utara TWA (Taman Wisata Alam) Pulau Sangiang, sebelah barat TWL / laut, Sebelah timur TWL / laut, sebelah Selatan TWA Pulau Sangiang.
- Bahwa PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH selain memiliki HGB atas tanah seluas 251,85 Ha juga memiliki ijin lainnya berupa HAK PENGUSAHAAN PARIWISATA ALAM di TWA Pulau Sangiang Desa Cikoneng Kec. Anyar Kab. Serang selama 30 Tahun terhitung tahun 1993 s/d tahun 2023.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 15 dari 40 Putusan Nomor 743/Pid.B/2018/PN Srg - Bahwa tidak ada lagi yang memiliki lahan ataupun memiliki HAK PENGUSAHAAN PARIWISATA ALAM di TWA Pulau Sangiang Desa Cikoneng Kec. Anyar Kab. Serang kecuali PT PONDOK KALIMAYA PUTIH.
- Bahwa benar di Pulau Sangiang telah berdiri bangunan-bangunan milik masyarakat termasuk bangunan milik para terdakwa.
- Bahwa benar saksi dalam bertugas 1 (satu) minggu bertugas di Pulau Sangiang dan 1 (satu) minggu istirahat adapun pulang pergi ke Pulau Sangiang dengan menggunakan Perahu milik PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH atau ikut Kapal motor milik Masyarakat.
- Bahwa benar pada saat pertama kali tugas di Pulau Sangiang pada tahun 2013 rumah-rumah tersebut sudah ada sedangkan dermaga dibuat oleh Masyarakat setempat sudah lama dan pada akhir tahun 2014 direhab lagi oleh Masyarakat setempat.
- Bahwa PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH telah memberikan peringatan berupa plang yang isinya TANAH MILIK PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH
(GREEN GARDEN GROUP) DILARANG MASUK DAN
MEMANFAATKAN DIANCAM PIDA PASAL 167 PASAL 170 DAN PASAL 385 KUHP.
Atas keterangan saksi tersebut terdakwa tidak keberatan;
4. Saksi KADI MULYONO BIN PARJONO, didepan persidangan dibawah sumpah menerangkan yang pada pokoknya sebagai berikut :
- Bahwa saksi tidak kenal dengan terdakwa dan tidak ada hubungan keluarga;
- Bahwa saksi menjabat sebagai Kasi Sengketa Konflik dan perkara di BPN Kab. Serang adapun tugas dan tanggung jawab saksi yaitu melaksanakan tugas di bidang sengketa pertanahan Konflik Pertanahan dan beracara di Pengadilan.
- Bahwa berdasarkan data di BPN Kab. Serang PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH memiliki tanah HGB sebanyak 4 Bidang Sebagai berikut :
1. Sertipikat No. 21 tahun 1994 tanggal 10 Maret 1994 dengan luas 122.000 M².
2. Sertipikat No. 22 tahun 1994 tanggal 10 maret 1994 dengan luas 24.500 M².
3. Sertipikat No. 23 tahun 1994 tanggal 10 Maret 1994 dengan luas 435.900 M².
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 16 dari 40 Putusan Nomor 743/Pid.B/2018/PN Srg 4. Sertipikat No. 24 tahun 1994 tanggal 10 Maret 1994 dengan luas
1.896.000 M².
- Bahwa berdasarkan data BPN RI telah mengeluarkan keputusan mengenai SHGB milik PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH sebagai berikut : 1. Keputusan dari BPN RI No. 1/PTT-HGB/BPN-RI/2012 tentang
penetapan tanah terlantar atas tanah HGB No 23 tahun 1994 tanggal 10 Maret 1994 dengan luas 435.900 M2.
2. Keputusan dari BPN RI No. 2/PTT-HGB/BPN-RI/2012 tentang penetapan tanah terlantar atas tanah HGB No 24 tahun 1994 tanggal 10 Maret 1994 dengan luas 1.896.000 M2.
3. Keputusan dari BPN RI No. 3/PTT-HGB/BPN-RI/2012 tentang penetapan tanah terlantar atas tanah HGB No 22 tahun 1994 tanggal 10 Maret 1994 dengan luas 24.500 M2.
- Bahwa berdasarkan Keputusan BPN RI tersebut Badan Pertanahan Kab.
Serang telah mengeluarkan Surat Kepala Kantor Pertanahan Kab Serang No. 96/300.7.36.04/II/2012 tanggal 24 Februari 2012 perihal pemberitahuan hapusnya hak atas tanah Sertipikat HGB No. 23, 24 dan 22 / Cikoneng atas nama PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH.
- Bahwa dengan terbitnya surat tersebut pihak PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH telah mengajukan gugatan TUN terhadap Kepala BPN (TERGUGAT I) dan Kepala Pertanahan Kab. Serang (TERGUGAT II ).
- Bahwa selanjutnya PTUN Serang mengeluarkan putusan perkara No.
13/G/2012/PTUN-SRG tanggal 16 Agustus 2012 dengan amar putusan pada pokonya mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya dan Menyatakan Batal keputusan Tata Usaha Negara yang diterbitkan oleh tergugat I.
Atas keterangan saksi tersebut terdakwa tidak mengetahui.
5. Saksi NURWAHDINI BIN HUSIN, didepan persidangan dibawah sumpah menerangkan yang pada pokoknya sebagai berikut :
- Bahwa saksi Kenal dengan terdakwa dan tidak ada hubungan keluarga;
- Bahwa saksi menjadi Kepala Desa Cikoneng sejak 16 Agustus 2015, adapun tugas dan tanggung jawab saksi yaitu sebagai pelaksana pemerintahan di desa dan sebagai pelayan kepada masyarakat termasuk menyangkut masalah pertanahan yang ada di Desa Cikoneng.
- Bahwa saksi mengenal para terdakwa sebagai masyarakat saksi yang bertempat tinggal di Pulau Sangiang dan di Pulau Sangiang terdapat 1 RT yang terdiri dari 209 orang.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 17 dari 40 Putusan Nomor 743/Pid.B/2018/PN Srg - Bahwa dokumen pertanahan yang ada di Kantor Desa Cikoneng berupa:
1. Buku DHKP Desa Cikoneng, 2. Peta rincik.
3. Arsif Girik.
4. Arsif / dokumen jual beli tanah.
- Bahwa saksi tidak tahu keputusan dari mana, dan sejak kapan Pulau Sanghiang masuk ke Wilayah Banten, dan Pulau Sanghiang adalah Rt 05 Rw 04 Desa Cikoneng.
- Bahwa yang saksi ketahui di Pulau Sanghiang ada tanah milik PT.
PONDOK KALIMAYA PUTIH (PKP) seluas kurang lebih 251 Ha yangdibebaskan pada Tahun 1991.
- Bahwa benar di Desa Cikoneng tidak ada data kepemilikan tanah untuk masyarakat yang tinggal di Pulau Sanghiang.
- Bahwa yang saksi ketahui masyarakat Pulau Sanghiang usahanya bertani, Nelayan, Pemulung, Gaet Wisata.
- Bahwa saksi tidak mengetahui berapa diberlakukan karcis masuk ke Pulau Sanghiang dan tidak seijin dari Pihak Pemerintah Desa Cikoneng.
- Bahwa saksi baru mengetahui kalau PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH memiliki 4 Sertipikat di Pulau Sanghiang dan pihak PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH tidak pernah koordinasi dengan saksi.
- Bahwa pemungutan karcis swadaya wisata Pulau Sanghiang senilai Rp.
7.000,- (tujuh ribu rupiah) tidak resmi dan tidak seijin dengan Pemerintahan Desa Cikoneng maupun Kecamatan Anyar.
Atas keterangan saksi tersebut terdakwa tidak keberatan;
6. Saksi YAYAN HERYANA, didepan persidangan dibawah sumpah menerangkan yang pada pokoknya sebagai berikut :
- Bahwa saksi tidak kenal dengan terdakwa dan tidak ada hubungan keluarga;
- Bahwa saksi menjabat sebagai Pengumpul Data Fisik / Petugas Ukur di BPN Kab. Serang adapun tugas dan tanggungjawab saksi melaksanakan tugas pengukuran sesuai Surat Perintah Tugas dan tugas lainnya yang berkaitan dengan pengukuran dan pengumpulan data fisik.
- Bahwa berdasarkan data di BPN Kab. Serang hanya ada satu nama sebagai pemegang HGB yaitu PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH dan tidak ada bukti kepemilikan lain di Pulau Sanghiang.
- Bahwa PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH mempunyai 4 (empat) Sertipikat yang terdiri dari :
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 18 dari 40 Putusan Nomor 743/Pid.B/2018/PN Srg 1. Sertipikat No. 21 tahun 1994 tanggal 10 Maret 1994 dengan luas
122.000 M².
2. Sertipikat No. 22 tahun 1994 tanggal 10 maret 1994 dengan luas 24.500 M².
3. Sertipikat No. 23 tahun 1994 tanggal 10 Maret 1994 dengan luas 435.900 M².
4. Sertipikat No. 24 tahun 1994 tanggal 10 Maret 1994 dengan luas 1.896.000 M².
- Bahwa saksi telah melakukan Identifikasi /Cek Plot Obyek Sertipikat No.
24 Tahun 1994 tanggal 10 Maret 1994 dengan luas 1.896.000 M² milik PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH di Pulau Sanghiang.
- Bahwa tujuan melakukan Identifikasi /Cek Plot Obyek untuk mengetahui posisi objek bidang tanah dan bangunan yang diduga dikuasai masyarakat terhadap bidang tanah Sertipikat No. 24 Tahun 1994 tanggal 10 Maret 1994 dengan luas 1.896.000 M² milik PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH.
- Bahwa hasil Indentifikasi yang saksi laksanakan benar bahwa bangunan milik terdakwa LUKMAN di No. 16 terdakwa MASRIJAM Als RIJAN Di No. 17 dan terdakwa MARDAKA di No. 2 berada di tanah Sertipikat No.
24 Tahun 1994 tanggal 10 Maret 1994 dengan luas 1.896.000 M² milik PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH.
Atas keterangan saksi tersebut terdakwa tidak keberatan;
7. Saksi MUHAMAD NASIB HR Bin H. BUKHARI, didepan persidangan dibawah sumpah menerangkan yang pada pokoknya sebagai berikut : - Bahwa saksi tidak kenal dengan terdakwa dan tidak ada hubungan
keluarga;
- Bahwa saksi pernah datang ke Pulau Sanghiang yaitu pada hari Sabtu tanggal 24-25 Desember 2016 bersama karyawan Aqustica sebanyak 10 (sepuluh) orang dengan tujuan untuk berwisata.
- Bahwa berwisata ke Pulau Sanghiang dikenakan biaya sebagai berikut : 1. Biaya untuk sewa 2 rumah penginapan di Pulau Sangiang yang saksi
serahkan kepada AANG di dermaga Legon Waru, Pulau Sangiang kemudian dibuatkan Kwitansi yang diterima tersangka RIJAN dan tersangka LUKMAN, tanggal 24 desember 2016 sebesar Rp.600.000,- (enam ratus ribu rupiah) / rumah.
2. Biaya untuk sewa kapal penyebrangan saksi serahkan DP tanggal 17
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 19 dari 40 Putusan Nomor 743/Pid.B/2018/PN Srg Desember 2016 sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) kepada AANG (nakhoda kapal jaya samudra) di Villa 13, Anyer. Kemudian pelunasan tanggal 24 Desember 2016 diserahkan uang sejumlah Rp.
1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) kepada Sdr AANG di Legon Waru, Pulau Sangiang.
3. Biaya untuk transportasi Jakarta-Anyer dan Anyer-Jakarta berdasarkan kwitansi tanggal 24 Desember 2016 yang diterima r CECEP sebesar Rp.2.400.000,- (dua juta empat ratus ribu rupiah) untuk kendaraan elf 15 kursi diterima oleh Sdr CECEP, dan sewa grab car jenis daihatsu xenia sebesar Rp.1.200.000 (satu juta dua ratus ribu rupiah) diterima oleh FADIL.
4. Biaya untuk retribusi diserahkan sebesar Rp. 15.500,- (lima belas ribu lima ratus rupiah) per orang yang diserahkan kepada AANG di Dermaga Legon Waru Pulau Sangiang kemudian diterima Karcis Tanda Masuk Swadaya Pulau Sangiang di cap stempel RT 05/04, Karcis Masuk Pengunjung TWA Pulau Sangiang, dan kontribusi asuransi.
5. Biaya untuk makan 3 kali selama Di Pulau Sangiang sebesar Rp.
60.000,- (enam puluh ribu rupiah) per orang diserahkan kepada SOPIAN.
6. Biaya untuk fasilitas snorkling Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) per orang yang diserahkan kepada AANG.
7. Biaya jasa guide sebesar Rp. 150.000,- (seratus ribu rupiah) diserahkan kepada SURYA dan UDIN.
- Bahwa pada tanggal 24-25 Desember 2016 saksi bersama 7 (tujuh) orang lainya menginap di rumah terdakwa MASRIJAN yang rumahnya bercat putih.
- Bahwa sedangkan 15 (lima belas) orang lainnya menginap di rumah Terdakwa LUKMAN yang rumahnya bercat biru putih.
- Bahwa saksi yang mengetahui AANG menyerahkan kwitansi untuk ditandatangani oleh Terdakwa LUKMAN pada tanggal 24 Desember 2016.
- Bahwa saksi melihat AAN menyerahkan kwitansi untuk ditandatangani oleh terdakwa MASRIJAN di saung dekat dermaga Legon Waru.
- Bahwa saksi melihat sekitar 1 plang di Pulau Sangiang yang bertuliskan Tanah Milik PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH di jalan masuk menuju Pantai Pasir panjang.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 20 dari 40 Putusan Nomor 743/Pid.B/2018/PN Srg - Bahwa saksi juga melihat 1 plang menuju dermaga Legon Waru bertuliskan Tanah Milik PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH dan 1 plang yang terlihat rusak.
- Bahwa kemudian saksi melihat 1 plang di dekat rumah SOLIHIN yang menunjukan tanah tersebut milik PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH.
- Bahwa selain itu saksi juga melihat 1 (satu) buah plang dari Taman Wisata Alam yang isinya himbauan untuk kelestarian hutan.
Atas keterangan saksi tersebut terdakwa membenarkan;
8. Saksi ANANG SUTAJI Bin IMAM RAMISAN, didepan persidangan dibawah sumpah menerangkan yang pada pokoknya sebagai berikut : - Bahwa saksi tidak kenal dengan terdakwa dan tidak ada hubungan
keluarga;
- Bahwa saksi pernah datang ke Pulau Sanghiang yaitu pada hari Sabtu tanggal 24-25 Desember 2016 bersama karyawan Aqustica sebanyak 10 (sepuluh) orang dengan tujuan untuk berwisata.
- Bahwa saksi tidak mengetahui biaya untuk berwisata ke Pulau Sanghiang karena saksi tidak mengeluarkan uang dan biaya untuk saksi ditanggung oleh MUKSININ.
- Bahwa pada tanggal 24-25 Desember 2016 saksi bersama 7 (tujuh) orang lainya menginap di rumah terdakwa MASRIJAN yang rumahnya bercat putih.
- Bahwa sedangkan 15 (lima belas) orang lainnya menginap di rumah Terdakwa LUKMAN yang rumahnya bercat biru putih.
- Bahwa saksi yang mengetahui AANG menyerahkan kwitansi untuk ditandatangani oleh Terdakwa LUKMAN pada tanggal 24 Desember 2016.
- Bahwa saksi melihat AAN menyerahkan kwitansi untuk ditandatangani oleh terdakwa MASRIJAN di saung dekat dermaga Legon Waru.
- Bahwa saksi melihat sekitar 1 plang di Pulau Sangiang yang bertuliskan Tanah Milik PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH di jalan masuk menuju Pantai Pasir panjang.
- Bahwa saksi juga melihat 1 plang menuju dermaga Legon Waru bertuliskan Tanah Milik PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH dan 1 plang yang terlihat rusak.
- Bahwa kemudian saksi melihat 1 plang di dekat rumah SOLIHIN yang menunjukan tanah tersebut milik PT. PONDOK KALIMAYA PUTIH.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20