• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 1 dari 19 Putusan Nomor 193/Pid.B/2017/PN.Trg

P U T U S A N

Nomor : 193/Pid.B/2017/PN.Trg

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Negeri Tenggarong yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa :

Nama lengkap Tempat lahir Umur / tanggal lahir Jenis kelamin Kebangsaan Tempat tinggal

A g a m a Pekerjaan

: : : : : :

: :

NUNU Bin AMBO LALLA

Muara Badak

38 Tahun / 7 November 1978 Laki-laki

Indonesia

Dsn. Palacari Ulu RT. 5 Ds. Batu-Batu Kec. Muara Badak Kab. Kutai Kartanegara

Islam Petani

Terdakwa ditahan dalam Tahanan Rutan, masing-masing oleh:

1. Penyidik sejak tanggal 15 Desember 2016 sampai dengan tanggal 3 Januari 2017;

2. Penyidik Perpanjangan Oleh Penuntut Umum sejak tanggal 4 Januari 2017 sampai dengan tanggal 12 Februari 2017;

3. Penyidik Perpanjangan Oleh Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 13 Februari 2017 sampai dengan tanggal 14 Maret 2017;

4. Penuntut Umum sejak tanggal 9 Maret 2017 sampai dengan tanggal 28 Maret 2017;

5. Hakim Pengadilan Negeri sejak tanggal 23 Maret 2017 sampai dengan tanggal 21 April 2017;

6. Perpanjangan Wakil Ketua Pengadilan Negeri, sejak tanggal 22 April sampai dengan tanggal 22 Juni 2017;

Terdakwa dipersidangan didampingi oleh Penasihat Hukum M. RIZAL RAMBE, SH, MH. pada Posyankum Pengadilan Negeri Tenggarong Jl. Ahmad Yani No 16 Tenggarong, berdasarkan Penetapan Majelis Hakim Nomor 193/Pid.B/2017/PN.Trg tanggal 4 April 2017;

Pengadilan Negeri tersebut;

Setelah membaca berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 2 dari 19 Putusan Nomor 193/Pid.B/2017/PN.Trg

Setelah mendengar keterangan Saksi-saksi, Terdakwa serta memperhatikan bukti surat dan barang bukti yang diajukan di persidangan;

Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:

1. Menyatakan terdakwa NUNU Bin AMBO LALLA terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana,sebagaimana diatur dalam Pasal

340 KUHP sesuai dengan dakwaan kesatu Jaksa Penunut Umum.

2. Menjatukan pidana terhadap terdakwa NUNU Bin AMBO LALLA dengan pidana penjara selama 17 (tujuh belas) tahun dikurangi dengan masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dengan perintah terdakwa tetap ditahan.

3. Menyatakan barang bukti berupa :

- 1 (satu) bilah pisau badik lengkap dengan sarungnya dengan panjang sekira 23 (dua puluh tiga) cm

- 1 (satu) lembar jaket lengan panjang warna merah kuning merk OLD NAVY - 1 (satu) lembar jaket lengan panjang warna biru dan merah bertuliskan

Barcelona merk G-VEN

- 1 (satu) helai kaos dalam warna putih

- 1 (satu) pasang kaos kaki sebelah kanan dan kiri warna hijau motif loreng.

- 1 (satu) kacamata minus kecil

Seluruhnya dirampas untuk dimusnahkan

-

1 (satu) unit sepeda motor merk Yamaha Jupiter Z KT-3423-OS warna putih merah;

Dikembalikan kepada Terdakwa NUNU Bin AMBO LALLA

4. Menetapkan supaya terdakwa dibebani biaya perkara Rp. 2.000-, (dua ribu rupiah).

Atas tuntutan tersebut, Terdakwa pada pokoknya menyatakan mohon keringanan hukuman karena Terdakwa adalah tulang punggung keluarga dan Terdakwa menyesali atas perbuatannya;

Setelah mendengar pembelaan Terdakwa tersebut, Penuntut Umum menyatakan tetap pada tuntutannya.

Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum didakwa berdasarkan dakwaan sebagai berikut:

Kesatu

Bahwa terdakwa NUNU Bin AMBO LALLA pada hari Rabu tanggal 14 Desember 2016 sekira jam 20.30 wita atau setidak-tidaknya pada suatu waktu di bulan Desember tahun dua ribu enam belas, bertempat di Sambera, kampong Bone, RT. 06, Ds. Batu- batu, Kec. Muara Badak, Kab. Kutai Kartanegara atau setidak-tidaknya ditempat lain yang masih termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Tenggarong yang berwenang

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 3 dari 19 Putusan Nomor 193/Pid.B/2017/PN.Trg

memeriksa dan mengadili perkara ini, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih

dahulu merampas nyawa orang lain, perbuatan mana dilakukan terdakwa dengan

cara antara lain sebagai berikut:

 Bahwa berawal Terdakwa pergi ke tempat acara hajatan / aqiqah anak saksi BACO

TANG di sambera kampung Bone RT 006 Desa Batu-batu kecamatan Muara Badak Kabubaten Kutai Kartanegara, kemudian Terdakwa berangkat dengan menggunakan sepeda motor Jupiter Z warna putih No. Pol. KT-3423-OS milik Terdakwa, setelah sampai di tempat hajatan tersebut Terdakwa langsung memarkir motornya di samping warung yang tidak jauh dari tempat acara hajatan. Pada saat Terdakwa memarkir motornya, Terdakwa melihat saksi BACO TANG keluar dari warung dan saksi BACO TANG melihat Terdakwa kemudian saksi BACO TANG menoleh sambil menegur Terdakwa dan berkata “Ayo kerumah“ lalu Terdakwa jawab “ iya “ kemudian Terdakwa masuk ke warung dan bertemu dengan Sdr.

SYARIFUDDIN dan Terdakwa langsung duduk di kursi dengan posisi Terdakwa saling berhadapan dengan Sdr. SYARIFUDDIN namun Terdakwa dan Sdr.

SYARIFUDDIN tidak saling tegur, tidak lama kemudian datang saksi RUSLI langsung duduk di samping kanan Terdakwa, kemudian Terdakwa mencolek saksi RUSLI dengan maksud untuk pamit pergi sambil berkata “saya ke masjid dulu yah”

dan di jawab saksi RUSLI “bagus itu po, perlu itu“ kemudian Terdakwa pergi ke mesjid yang tidak jauh dari warung tersebut untuk melaksanakan sholat isya kemudian Terdakwa pulang kerumahnya di sambera kampung RT 005 Desa Batu- batu Kecamatan Muara Badak Kab. Kukar untuk mengambil badik dengan maksud untuk menjaga diri dikarenakan Terdakwa akan mendatangi acara hajatan keluarga di RT. 06. Pada saat Terdakwa kembali kerumah untuk mengambil badik tersebut, istri Terdakwa tidak melihatnya karena sudah tidur kemudian badik tersebut dibawa dan dimasukkan kedalam jok motor atau bagasi motor kemudian Terdakwa kembali menuju tempat acara hajatan saksi BACO TANG setelah sampai ditempat hajatan, Terdakwa memarkir motor di pinggir jalan atau jalan masuk tempat acara tepatnya tidak jauh dari rumah saksi BACO TANG, Sesudah Terdakwa memarkir motor lalu Terdakwa mengambil sebilah badik lengkap dengan sarungnya dari dalam jok motor Terdakwa kemudian Terdakwa selipkan/simpan di pinggang sebelah kiri Terdakwa, kemudian Terdakwa duduk diatas motor sambil menunggu di mulainya acara. Tidak lama kemudian Terdakwa melihat Sdr. SARIPUDDIN dan saksi RUSLI sedang berjalan kaki menuju tempat acara hajatan tersebut, pada saat Sdr.

SARIPUDDIN dan saksi RUSLI hendak lewat didepan Terdakwa kemudian Terdakwa langsung mengeluarkan badik tersebut dari sarungnya dan langsung menikam/menusukan sebilah badik tersebut ke arah bagian dada sebelah kanan Sdr. SYARIFUDDIN sebanyak 1 (satu) kali kemudian Terdakwa tusukkan/ tikam

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 4 dari 19 Putusan Nomor 193/Pid.B/2017/PN.Trg

kembali ke arah bagian leher sebelah kiri Sdr. SYARIFUDDIN sebanyak 1 (satu) kali sehingga Sdr. SYARIFUDDIN jatuh tergeletak di tanah dengan posisi telentang, kemudian saksi RUSLI berkata “ada apa ini“ dan saksi RUSLI berteriak “tolong“, kemudian Terdakwa langsung lari kearah daerah KM 40.

 Bahwa Visum Et Repetum Nomor : 006/VER/BOHC/VII/2016 tanggal 14 Desember

2016 yang dibuat dan ditanda tangani oleh dr. Firman Al Faruq selaku dokter pemeriksa pada RSUD A. WAHAB SJAHRANIE dengan hasil pemeriksaan luar:

 Leher : luka sobek di leher kiri sepanjang tiga sentimeter, tepi luka tajam.

 Dada : luka sobek sepanjang setengah sentimeter, jarak tiga sentimeter di atas

puting susu kanan, tepi luka tajam.

Kesimpulan kondisi kematian pada penderita dapat diakibatkan oleh luka multiple dan pendarahan.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 340 KUHP.

Atau Kedua

Bahwa terdakwa NUNU Bin AMBO LALLA pada hari Rabu tanggal 14 Desember 2016 sekira jam 20.30 wita atau setidak-tidaknya pada suatu waktu di bulan Desember tahun dua ribu enam belas, bertempat di Sambera, kampong Bone, RT. 06, Ds. Batu- batu, Kec. Muara Badak, Kab. Kutai Kartanegara atau setidak-tidaknya ditempat lain yang masih termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Tenggarong yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini, dengan sengaja merampas nyawa orang lain, perbuatan mana dilakukan terdakwa dengan cara antara lain sebagai berikut:

 Bahwa berawal Terdakwa pergi ke tempat acara hajatan / aqiqah anak saksi BACO

TANG di sambera kampung Bone RT 006 Desa Batu-batu kecamatan Muara Badak Kabubaten Kutai Kartanegara, kemudian Terdakwa berangkat dengan menggunakan sepeda motor Jupiter Z warna putih No. Pol. KT-3423-OS milik Terdakwa, setelah sampai di tempat hajatan tersebut Terdakwa langsung memarkir motornya di samping warung yang tidak jauh dari tempat acara hajatan. Pada saat Terdakwa memarkir motornya, Terdakwa melihat saksi BACO TANG keluar dari warung dan saksi BACO TANG melihat Terdakwa kemudian saksi BACO TANG menoleh sambil menegur Terdakwa dan berkata “Ayo kerumah“ lalu Terdakwa jawab “ iya “ kemudian Terdakwa masuk ke warung dan bertemu dengan Sdr.

SYARIFUDDIN dan Terdakwa langsung duduk di kursi dengan posisi Terdakwa saling berhadapan dengan Sdr. SYARIFUDDIN namun Terdakwa dan Sdr.

SYARIFUDDIN tidak saling tegur, tidak lama kemudian datang saksi RUSLI langsung duduk di samping kanan Terdakwa, kemudian Terdakwa mencolek saksi RUSLI dengan maksud untuk pamit pergi sambil berkata “saya ke masjid dulu yah”

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 5 dari 19 Putusan Nomor 193/Pid.B/2017/PN.Trg

dan di jawab saksi RUSLI “bagus itu po, perlu itu“ kemudian Terdakwa pergi ke mesjid yang tidak jauh dari warung tersebut untuk melaksanakan sholat isya kemudian Terdakwa pulang kerumahnya di sambera kampung RT 005 Desa Batu- batu Kecamatan Muara Badak Kab. Kukar untuk mengambil badik dengan maksud untuk menjaga diri dikarenakan Terdakwa akan mendatangi acara hajatan keluarga di RT. 06. Pada saat Terdakwa kembali kerumah untuk mengambil badik tersebut, istri Terdakwa tidak melihatnya karena sudah tidur kemudian badik tersebut dibawa dan dimasukkan kedalam jok motor atau bagasi motor kemudian Terdakwa kembali menuju tempat acara hajatan saksi BACO TANG setelah sampai ditempat hajatan, Terdakwa memarkir motor di pinggir jalan atau jalan masuk tempat acara tepatnya tidak jauh dari rumah saksi BACO TANG, Sesudah Terdakwa memarkir motor lalu Terdakwa mengambil sebilah badik lengkap dengan sarungnya dari dalam jok motor Terdakwa kemudian Terdakwa selipkan/simpan di pinggang sebelah kiri Terdakwa, kemudian Terdakwa duduk diatas motor sambil menunggu di mulainya acara. Tidak lama kemudian Terdakwa melihat Sdr. SARIPUDDIN dan saksi RUSLI sedang berjalan kaki menuju tempat acara hajatan tersebut, pada saat Sdr.

SARIPUDDIN dan saksi RUSLI hendak lewat didepan Terdakwa kemudian Terdakwa langsung mengeluarkan badik tersebut dari sarungnya dan langsung menikam/menusukan sebilah badik tersebut ke arah bagian dada sebelah kanan Sdr. SYARIFUDDIN sebanyak 1 (satu) kali kemudian Terdakwa tusukkan/ tikam kembali ke arah bagian leher sebelah kiri Sdr. SYARIFUDDIN sebanyak 1 (satu) kali sehingga Sdr. SYARIFUDDIN jatuh tergeletak di tanah dengan posisi telentang, kemudian saksi RUSLI berkata “ada apa ini“ dan saksi RUSLI berteriak “tolong“, kemudian Terdakwa langsung lari kearah daerah KM 40.--

 Bahwa Visum Et Repetum Nomor : 006/VER/BOHC/VII/2016 tanggal 14 Desember

2016 yang dibuat dan ditanda tangani oleh dr. Firman Al Faruq selaku dokter pemeriksa pada RSUD A. WAHAB SJAHRANIE dengan hasil pemeriksaan luar:

 Leher : luka sobek di leher kiri sepanjang tiga sentimeter, tepi luka tajam.

 Dada : luka sobek sepanjang setengah sentimeter, jarak tiga sentimeter di atas

puting susu kanan, tepi luka tajam.

Kesimpulan kondisi kematian pada penderita dapat diakibatkan oleh luka multiple dan pendarahan.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 338 KUHP.

Atau Ketiga:

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 6 dari 19 Putusan Nomor 193/Pid.B/2017/PN.Trg

Bahwa terdakwa NUNU Bin AMBO LALLA pada hari Rabu tanggal 14 Desember 2016 sekira jam 20.30 wita atau setidak-tidaknya pada suatu waktu di bulan Desember tahun dua ribu enam belas, bertempat di Sambera, kampong Bone, RT. 06, Ds. Batu- batu, Kec. Muara Badak, Kab. Kutai Kartanegara atau setidak-tidaknya ditempat lain yang masih termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Tenggarong yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini, Penganiayaan jika mengakibatkan mati, perbuatan mana dilakukan terdakwa dengan cara antara lain sebagai berikut:

- Bahwa berawal Terdakwa pergi ke tempat acara hajatan / aqiqah anak saksi BACO TANG di sambera kampung Bone RT 006 Desa Batu-batu kecamatan Muara Badak Kabubaten Kutai Kartanegara, kemudian Terdakwa berangkat dengan menggunakan sepeda motor Jupiter Z warna putih No. Pol. KT-3423-OS milik Terdakwa, setelah sampai di tempat hajatan tersebut Terdakwa langsung memarkir motornya di samping warung yang tidak jauh dari tempat acara hajatan. Pada saat Terdakwa memarkir motornya, Terdakwa melihat saksi BACO TANG keluar dari warung dan saksi BACO TANG melihat Terdakwa kemudian saksi BACO TANG menoleh sambil menegur Terdakwa dan berkata “Ayo kerumah“ lalu Terdakwa jawab “ iya “ kemudian Terdakwa masuk ke warung dan bertemu dengan Sdr.

SYARIFUDDIN dan Terdakwa langsung duduk di kursi dengan posisi Terdakwa saling berhadapan dengan Sdr. SYARIFUDDIN namun Terdakwa dan Sdr.

SYARIFUDDIN tidak saling tegur, tidak lama kemudian datang saksi RUSLI langsung duduk di samping kanan Terdakwa, kemudian Terdakwa mencolek saksi RUSLI dengan maksud untuk pamit pergi sambil berkata “saya ke masjid dulu yah”

dan di jawab saksi RUSLI “bagus itu po, perlu itu“ kemudian Terdakwa pergi ke mesjid yang tidak jauh dari warung tersebut untuk melaksanakan sholat isya kemudian Terdakwa pulang kerumahnya di sambera kampung RT 005 Desa Batu- batu Kecamatan Muara Badak Kab. Kukar untuk mengambil badik dengan maksud untuk menjaga diri dikarenakan Terdakwa akan mendatangi acara hajatan keluarga di RT. 06. Pada saat Terdakwa kembali kerumah untuk mengambil badik tersebut, istri Terdakwa tidak melihatnya karena sudah tidur kemudian badik tersebut dibawa dan dimasukkan kedalam jok motor atau bagasi motor kemudian Terdakwa kembali menuju tempat acara hajatan saksi BACO TANG setelah sampai ditempat hajatan, Terdakwa memarkir motor di pinggir jalan atau jalan masuk tempat acara tepatnya tidak jauh dari rumah saksi BACO TANG, Sesudah Terdakwa memarkir motor lalu Terdakwa mengambil sebilah badik lengkap dengan sarungnya dari dalam jok motor Terdakwa kemudian Terdakwa selipkan/simpan di pinggang sebelah kiri Terdakwa, kemudian Terdakwa duduk diatas motor sambil menunggu di mulainya acara. Tidak lama kemudian Terdakwa melihat Sdr. SARIPUDDIN dan saksi RUSLI sedang berjalan kaki menuju tempat acara hajatan tersebut, pada saat Sdr.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 7 dari 19 Putusan Nomor 193/Pid.B/2017/PN.Trg

SARIPUDDIN dan saksi RUSLI hendak lewat didepan Terdakwa kemudian Terdakwa langsung mengeluarkan badik tersebut dari sarungnya dan langsung menikam/menusukan sebilah badik tersebut ke arah bagian dada sebelah kanan Sdr. SYARIFUDDIN sebanyak 1 (satu) kali kemudian Terdakwa tusukkan/ tikam kembali ke arah bagian leher sebelah kiri Sdr. SYARIFUDDIN sebanyak 1 (satu) kali sehingga Sdr. SYARIFUDDIN jatuh tergeletak di tanah dengan posisi telentang, kemudian saksi RUSLI berkata “ada apa ini“ dan saksi RUSLI berteriak “tolong“, kemudian Terdakwa langsung lari kearah daerah KM 40.--

 Bahwa Visum Et Repetum Nomor : 006/VER/BOHC/VII/2016 tanggal 14 Desember

2016 yang dibuat dan ditanda tangani oleh dr. Firman Al Faruq selaku dokter pemeriksa pada RSUD A. WAHAB SJAHRANIE dengan hasil pemeriksaan luar:

 Leher : luka sobek di leher kiri sepanjang tiga sentimeter, tepi luka tajam.

 Dada : luka sobek sepanjang setengah sentimeter, jarak tiga sentimeter di atas

puting susu kanan, tepi luka tajam.

Kesimpulan kondisi kematian pada penderita dapat diakibatkan oleh luka multiple dan pendarahan.

Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 351 ayat (3) KUHP;

Menimbang, bahwa terhadap dakwaan Penuntut Umum tersebut, Terdakwa tidak mengajukan keberatan/eksepsi, sehingga pemeriksaan dilanjutkan dengan acara pemeriksaan saksi sebagai berikut :

1. Saksi RUSLI Bin MANDU, memberikan keterangan dibawah sumpah menurut agamanya yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

- Bahwa saksi memberikan keterangan sehubungan dengan adanya kejadian pembunuhan;

- Bahwa pembunuhan tersebut terjadi pada hari Rabu, tanggal 14 Desember 2016, sekira jam 20.30 Wita, di Sambera Kampung Bone RT. 006 Desa Batu- Batu Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara;

- Bahwa pelaku pembunuhan tersebut adalah saudara NUNU (Terdakwa) sedangkan korbannya adalah paman saksi yang bernama SYARIFUDDIN alias SOMPE;

- Bahwa awalnya pada hari Rabu, tanggal 14 Desember 2016 sekira jam 20.00 wita. Pada saat itu saksi datang ke warung dan melihat paman saksi yang bernama SYARIFUDDIN alias SOMPE dan saudara NUNU (Terdakwa) sedang duduk di warung saling berhadapan tepatnya di Sambera Kampung Bone RT.

006 Desa Batu-batu Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara, namun keduanya tidak saling tegur atau tidak ada pembicaraan setelah itu

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 8 dari 19 Putusan Nomor 193/Pid.B/2017/PN.Trg

saksi langsung duduk di samping kanan saudara NUNU tidak lama kemudian saudara NUNU mencolek saksi dengan maksud pamit dan mengatakan “saya ke mesjid dulu yah” dan saksi jawab “bagus itu po perlu itu” sekitar setengah jam kemudian lalu paman saksi mengajak ke tempat acara aqiqah anak saudara BACO TANG lalu saksi dan paman saksi berjalan kaki sambil beriringan berdua dengan posisi, saksi berada di posisi sebelah kanan sedangkan paman saksi berada di posisi sebelah kiri selanjutnya di tengah perjalanan saksi melihat dari kejauhan saudara NUNU sedang duduk diatas motornya dengan posisi kedua tangannya dilipat ke dada. Setelah mendekati tempat acara tersebut jalanan yang kami lewati tanjakan maka saksi mendahului paman saksi saudara SYARIFUDDIN alias SOMPE, tepat saat saksi berada di depan saudara NUNU tiba-tiba tanpa tanya dan bicara saudara NUNU langsung lompat di belakang saksi kemudian saksi mendengar suara ada orang jatuh ke tanah kemudian saksi membalikkan badan dan mendapati paman saksi yaitu saudara SYARIFUDDIN alias SOMPE sudah dalam posisi tergeletak di tanah lalu saksi menghampiri dan memisahkan karna saksi berpikir hanya perkelahian biasa setelah itu saksi kaget melihat saudara NUNU memegang sebilah pisau badik di tangan kanannya dengan posisi berdiri lalu saksi mundur dan berkata “ada apa Ini?’’ namun tidak dijawab saudara NUNU.

Pada saat paman saksi masih dalam keadaan posisi tergeletak di tanah saksi melihat saudara NUNU menikam/menusukkan badiknya ke arah bagian leher sebelah kiri dengan cara membungkuk, setelah itu saksi langsung berteriak

“minta tolong” dan saksi melihat saudara NUNU langsung kabur dari tempat kejadian sambil membawa badik lalu saksi mendekati paman saksi kemudian jongkok dan memegang kepala paman saksi setelah itu saksi langsung berdiri dan mengejar saudara NUNU namun saksi tidak bisa mengejarnya karena saudara NUNU sangat kencang larinya dan karena malam hari saksi kehilangan jejaknya dan penerangan lampu kurang. Selanjutnya saksi berlari kembali ke tempat kejadian untuk melihat bagaimana keadaan paman saksi, setelah sampai saksi langsung memegang kepala paman saksi dan saksi melihat bekas luka tikaman pada leher sebelah kiri dan mengeluarkan darah setelah itu saksi memeriksa kembali ternyata pada bagian dada sebelah kanan mengeluarkan darah pula, tidak lama kemudian para warga berdatangan dan menanyakan “ada apa?“ lalu saksi jawab “paman saya ditikam oleh saudara NUNU dan paman saya saudara SYARIFUDDIN alias SOMPE sudah tidak bernyawa lagi atau sudah mati“. Lalu datang istri paman saksi yaitu saudari HAYATI langsung memeluk sembari menangis. Setelah itu saksi langsung menghubungi Pak MURSALIM anggota Polsek Muara Badak melalui Via telpon

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 9 dari 19 Putusan Nomor 193/Pid.B/2017/PN.Trg

bahwa di Sambera Kampung Bone RT 06 Desa Batu-Batu Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara, paman saksi ditikam orang. Sambil menunggu anggota polsek datang saksi meminta tolong kepada warga setempat agar memberikan sarung untuk menutup mayat paman saksi, tidak lama kemudian anggota Polsek Muara Badak datang ke tempat kejadian perkara lalu mayat paman saksi di bawa ke klinik BOHC Palaccari Muara Badak untuk di Visum, selanjutnya saksi ke Polsek Muara Badak untuk membuat laporan atas kejadian tersebut.;

Atas keterangan tersebut, Terdakwa menyatakan tidak keberatan.

2. Saksi HAYATI Bin HUSAINI, memberikan keterangan dibawah sumpah menurut agamanya yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

- Bahwa saksi memberikan keterangan sehubungan dengan telah terjadinya pembunuhan;

- Bahwa kejadian pembunuhan tersebut terjadi pada hari Rabu Tanggal 14 Desember 2016 sekira jam 20.30 wita di Sambera Kampung Bone RT 006 Desa Batu-Batu Kabupaten Kutai Kartanegara;.

- Bahwa yang melakukan pembunuhan tersebut adalah saudara NUNU (Terdakwa) dan yang menjadi korbannya adalah suami saksi yaitu SYARIFUDDIN alias SOMPE dan saksi ada hubungan keluarga dengan saudara NUNU sebagai kakak ipar dari saudara NUNU.

- Bahwa pada hari Rabu Tangggal 14 Desember 2016 sekira 19.00 Wita di Sambera Kampung Bone Desa Batu-Batu Kabupaten Kutai Kartanegara, sebelumnya suami saksi yaitu saudara SYARIFUDDIN alias SOMPE meminta izin kepada saksi untuk pergi ke acara saudara BACO TANG kemudian setelah meminta izin kepada Saksi selanjutnya saudara SYARIFUDDIN alias SOMPE pergi meninggalkan rumah, kemudian sekira jam 20.30 Wita, Saksi didatangi oleh tetangga dan saat itu tetangga saksi meyampaikan kepada saksi bahwa bapaknya (saudara SYARIFUDDIN alias SOMPE) telah ditusuk di dekat tempat acara saudara BACO TANG kemudian mendengar hal tersebut saksi bersama dengan keponakan saksi langsung bergegas pergi ke tempat dimana saudara SYARIFUDDIN telah di tusuk kemudian setelah sesampainya di tempat acara saudara BACO TANG. Saksi dan keponakan memarkir kendaraannya tepat di samping saudara SYARIFUDDIN alias SOMPE selanjutnya Saksi turun dari atas kendaraan dan langsung memeluk saudara SYARIFUDDIN alias SOMPE yang saat itu saksi sampai saudara SYARIFUDDIN alias SOMPE sudah terbaring di tanah dan berlumuran darah setelah itu saksi mengecek jantungnya dari saudara SYARIFUDDIN alias SOMPE tetapi jantungnya sudah berdetak

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 10 dari 19 Putusan Nomor 193/Pid.B/2017/PN.Trg

lagi dan dari situlah saksi tahu bahwa suami saksi saudara SYARIFUDDIN Alias SOMPE sudah meninggal dunia.

Atas keterangan tersebut, terdakwa menyatakan tidak keberatan.

3. Saksi JUFRI Bin Alm. SYARIFUDDIN alias SOMPE, memberikan keterangan dibawah sumpah menurut agamanya yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

- Bahwa saksi memberikan keterangan sehubungan dengan bapak saksi yaitu SYARIFUDDIN alias SOMPE telah menjadi korban pembunuhan;

- Bahwa saksi adalah anak dari SYARIFUDDIN alias SOMPE;

- Bahwa pelaku pembunuhan tersebut adalah saudara NUNU (Terdakwa);

- Bahwa pada waktu kejadian pembunuhan tersebut saksi sedang berada di Samarinda;

- Bahwa saksi mengetahui adanya pembunuhan tersebut dari saudara sepupu saksi yang bernama RUSLI yang mengabarkan kepada saksi via telepon;

- Bahwa awalnya pada hari Rabu, tanggal 14 Desember 2016 sekira jam 20.40 wita, pada saat itu saksi berada di kota samarinda sedang melakukan aktifitas kerja mempersiapkan barang-barang saudara JOHAN yaitu berupa makanan kecil atau snack-snack untuk dinaikkan ke truk saksi dan rencana mau saksi bawa ke Berau. Tiba-tiba saudara sepupu saksi yang bernama RUSLI menghubungi saksi melalui via telepon dan menyampaikan bahwa “bapakmu ditikam“ namun saksi tidak terlalu menghiraukannya karna saksi sedang sibuk mempersiapkan barang-barang saudara JOHAN dan saksi pikir nanti bakal singgah juga di Muara Badak. Selanjutnya saksi memasang terpal mobil truk saksi tidak lama kemudian saudara sepupu saksi yaitu saksi RUSLI menelpon kembali lalu saksi angkat telponnya dan saudara sepupu saksi menyampaikan

“bapakmu sudah meninggal ditikam oleh saudara NUNU” saat itu juga saksi bergegas berangkat menuju Jl. Kesejahteraan Kota samarinda setelah itu saksi menelpon bapak angkat supaya dijemput di Jl. Kesejahteraan. Selanjutnya saksi bertemu dengan bapak angkat dan saksi meminjam mobil Avansanya kemudian saksi jemput istri di rumah saksi di perumahan GP sambutan samarinda.

Setelah itu saksi langsung menuju Sambera Kampung Bone RT. 005 Desa Batu-Batu Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara, alamat rumah kedua orang tua saksi. Sesampainya di rumah orang tua saksi, saudara- saudara dan ibu saksi pada menangis, kemudian saksi bertanya “dimana mayat bapak“ dan dijawab oleh keluarga masih di bawa ke klinik BOHC Palacari untuk di VISUM. Tidak lama kemudian saksi mendengar suara mobil ambulance dan parkir tepat di depan rumah orang tua lalu mayat bapak saksi diturunkan dan di

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 11 dari 19 Putusan Nomor 193/Pid.B/2017/PN.Trg

naikkan kerumah setelah itu saksi langsung periksa keadaan bapak saksi sambil membuka bajunya dan saksi melihat bekas luka tikaman pada bagian leher sebelah kiri dan bekas luka tikaman pada bagian dada sebelah kanan dan saksi melihat banyak darah yang melekat pada baju yang dikenakan bapak kandung saksi. Selanjutnya saksi menyerahkan barang bukti baju yang dikenakan oleh bapak saksi kepada pihak Kepolisian untuk diproses lebih lanjut.

Kemudian saksi dan keluarga mempersiapkan pengajian sambil menunggu saudara kandung bapak saksi datang dari sulawesi. Tepatnya pada hari jumat tanggal 16 Desember 2016 sekira jam 10.00 Wita, setelah semua keluarga pada hadir kami melaksanakan penguburan bapak kandung saksi di Sambera Kecamatan muara badak Kabupaten Kutai kartanegara.

Atas keterangan tersebut, terdakwa menyatakan tidak keberatan.

Menimbang, bahwa setelah didengar keterangan para saksi, selanjutnya didengar keterangan Terdakwa NUNU Bin AMBO LALLA di persidangan telah memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut:

- Bahwa benar Terdakwa telah melakukan pembunuhan terhadap Sdr.

SYARIFUDDIN;

- Bahwa pembunuhan tersebut terjadi pada hari Rabu, tanggal 14 Desember 2016, sekira jam 20.30 Wita, di Sambera Kampung Bone RT. 006 Desa Batu-Batu Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara;

- Bahwa Terdakwa melakukan pembunuhan tersebut karena sakit hati dengan korban yang menutup tanah/kebun Terdakwa;

- Bahwa berawal Terdakwa pergi ke tempat acara hajatan / aqiqah anak saksi BACO TANG di Sambera Kampung Bone RT. 006 Desa Batu-Batu Kecamatan Muara Badak Kabubaten Kutai Kartanegara, kemudian Terdakwa berangkat dengan menggunakan sepeda motor Jupiter Z warna putih No. Pol. KT-3423-OS milik Terdakwa, setelah sampai di tempat hajatan tersebut Terdakwa langsung memarkir motornya di samping warung yang tidak jauh dari tempat acara hajatan. Pada saat Terdakwa memarkir motornya, Terdakwa melihat saksi BACO TANG keluar dari warung dan saksi BACO TANG melihat Terdakwa kemudian saksi BACO TANG menoleh sambil menegur Terdakwa dan berkata “Ayo kerumah“ lalu Terdakwa jawab “iya“ kemudian Terdakwa masuk ke warung dan bertemu dengan Sdr.

SYARIFUDDIN dan Terdakwa langsung duduk di kursi dengan posisi Terdakwa saling berhadapan dengan Sdr. SYARIFUDDIN namun Terdakwa dan Sdr.

SYARIFUDDIN tidak saling tegur, tidak lama kemudian datang saksi RUSLI langsung duduk di samping kanan Terdakwa, kemudian Terdakwa mencolek saksi RUSLI dengan maksud untuk pamit pergi sambil berkata “saya ke Masjid dulu yah”

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 12 dari 19 Putusan Nomor 193/Pid.B/2017/PN.Trg

dan di jawab saksi RUSLI “bagus itu po, perlu itu“ kemudian Terdakwa pergi ke Mesjid yang tidak jauh dari warung tersebut untuk melaksanakan sholat isya kemudian Terdakwa pulang kerumahnya di Sambera Kampung RT. 005 Desa Batu- Batu Kecamatan Muara Badak Kab. Kukar untuk mengambil badik dengan maksud untuk menjaga diri dikarenakan Terdakwa akan mendatangi acara hajatan keluarga di RT. 06. Pada saat Terdakwa kembali kerumah untuk mengambil badik tersebut, istri Terdakwa tidak melihatnya karena sudah tidur kemudian badik tersebut dibawa dan dimasukkan kedalam jok motor atau bagasi motor kemudian Terdakwa kembali menuju tempat acara hajatan saksi BACO TANG setelah sampai ditempat hajatan, Terdakwa memarkir motor di pinggir jalan atau jalan masuk tempat acara tepatnya tidak jauh dari rumah saksi BACO TANG, Sesudah Terdakwa memarkir motor lalu Terdakwa mengambil sebilah badik lengkap dengan sarungnya dari dalam jok motor Terdakwa kemudian Terdakwa selipkan/simpan di pinggang sebelah kiri Terdakwa, kemudian Terdakwa duduk diatas motor sambil menunggu di mulainya acara. Tidak lama kemudian Terdakwa melihat Sdr. SYARIFUDDIN dan saksi RUSLI sedang berjalan kaki menuju tempat acara hajatan tersebut, pada saat Sdr. SYARIFUDDIN dan saksi RUSLI hendak lewat didepan Terdakwa kemudian Terdakwa langsung mengeluarkan badik tersebut dari sarungnya dan langsung menikam/menusukan sebilah badik tersebut ke arah bagian dada sebelah kanan Sdr. SYARIFUDDIN sebanyak 1 (satu) kali kemudian Terdakwa tusukkan/ tikam kembali ke arah bagian leher sebelah kiri Sdr. SYARIFUDDIN sebanyak 1 (satu) kali sehingga Sdr.

SYARIFUDDIN jatuh tergeletak di tanah dengan posisi telentang, kemudian saksi RUSLI berkata “ada apa ini“ dan saksi RUSLI berteriak “tolong“, kemudian Terdakwa langsung lari kearah daerah KM 40 kemudian Terdakwa menelpon adik kandung Terdakwa yaitu saudari NANI untuk menjemput Terdakwa di tempat tersebut dan mengantarkan Terdakwa ke Kantor Polsek Muara Badak untuk menyerahkan diri. Setelah Terdakwa diamankan di Kantor Polsek Muara Badak Terdakwa baru mengetahui kalau saudara SYARIFUDDIN alias SOMPE sudah meninggal dunia akibat tikaman Terdakwa.

Menimbang, bahwa dipersidangan telah diperlihatkan barang bukti yang telah disita secara sah berupa :

- 1 (satu) bilah pisau badik lengkap dengan sarungnya dengan panjang sekira 23 (dua puluh tiga) cm

- 1 (satu) lembar jaket lengan panjang warna merah kuning merk OLD NAVY

- 1 (satu) lembar jaket lengan panjang warna biru dan merah bertuliskan Barcelona merk G-VEN

- 1 (satu) helai kaos dalam warna putih

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 13 dari 19 Putusan Nomor 193/Pid.B/2017/PN.Trg

- 1 (satu) pasang kaos kaki sebelah kanan dan kiri warna hijau motif loreng.

- 1 (satu) kacamata minus kecil;

- 1 (satu) Unit sepeda motor merk Yamaha Jupiter Z KT-3423-OS warna putih merah

Menimbang, bahwa di persidangan dihadirkan bukti surat berupa Visum Et Repetum Nomor : 006/VER/BOHC/VII/2016 tanggal 14 Desember 2016 yang dibuat dan ditanda tangani oleh dr. Firman Al Faruq selaku dokter pemeriksa pada RSUD A.

WAHAB SJAHRANIE dengan hasil pemeriksaan luar:

 Leher : luka sobek di leher kiri sepanjang tiga sentimeter, tepi luka tajam.

 Dada : luka sobek sepanjang setengah sentimeter, jarak tiga sentimeter di atas puting susu kanan, tepi luka tajam.

Kesimpulan kondisi kematian pada penderita dapat diakibatkan oleh luka multiple dan pendarahan.

Menimbang, bahwa mengenai segala sesuatu yang dicatatkan dalam berita acara perkara ini adalah merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan putusan ini.

Menimbang, bahwa dakwaan Penuntut Umum disusun dengan dakwaan alternatif yaitu Kesatu Pasal 340 KUHP atau Kedua Pasal 338 KUHP atau Ketiga Pasal 351 ayat (3) KUHP;

Menimbang, bahwa oleh karena dakwaan disusun secara alternatif, maka Majelis Hakim akan memilih salah satu dakwaan yang memenuhi perbuatan terdakwa yakni dakwaan kesatu Pasal 340 KUHP yang unsur-unsurnya sebagai berikut :

1. Barang siapa

2. Dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain

Menimbang, bahwa untuk dapat menyatakan Terdakwa bersalah melakukan tindak pidana yang didakwakan, harus memenuhi seluruh unsur dari pasal yang didakwakan tersebut dan akan diuraikan satu persatu sebagai berikut:

Ad. 1. Unsur Barang siapa;

Bahwa yang dimaksud barang siapa dalam unsur ini yaitu Setiap orang dalam Hukum Pidana merujuk pada subyek hukum sebagai pelaku daripada suatu delik yang harus di buktikan adalah apakah orang yang dihadirkan dipersidangan sesuai dengan orang yang didakwa melakukan perbuatan pidana sebagaimana dakwaan penuntut umum.

Menimbang, bahwa yang diajukan dipersidangan sebagai pelaku delik (Terdakwa) dalam perkara ini adalah “orang” yang bernama NUNU Bin AMBO

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 14 dari 19 Putusan Nomor 193/Pid.B/2017/PN.Trg

LALLA yang identitasnya diakui oleh Terdakwa dan para saksi dipersidangan sehingga dengan demikian unsur ini telah terpenuhi.

Ad. 2. Unsur “Dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain”;

Bahwa sebelum menguraikan fakta hukum, maka akan diuraikan beberapa pengertian sebagai berikut :

 Di dalam Memorie Van Toelichting dijelaskan bahwa sengaja ( opzet ) berarti “ de (bewuste) richting van den wil op een bepaald misdriif ” atau kehendak yang disadari yang ditujukan untuk melakukan kejahatan tertentu, menurut penjelasan tersebut sengaja ( opzet ) sama dengan willens en

wetens atau dikehendaki dan diketahui. ( vide Dr. Andi Hamzah, SH. Asas-

asas hukum pidana PT. Rineka Cipta Jakarta ).

Bahwa menurut ilmu hukum, ada 2 teori tentang sifat sengaja yaitu : 1. Teori Kehendak (Wilstheori).

2. Teori membayangkan (Voorstellingstheori).

Berdasarkan teori kehendak “ Kesengajaan adalah apabila akibat sesuatu perbuatan dikehendaki dan bahwa akibat itu menjadi maksud dan tujuan (strekking) dari perbuatan yang dilakukan itu.

Menurut teori membayangkan itu bahwa manusia hanya dapat menghendaki suatu akibat, manusia hanya dapat mengingini, atau membayangkan adanya suatu akibat. Dengan demikian menurut teori ini sengaja apabila suatu akibat, yang ditimbulkan oleh karena suatu perbuatan, dibayangkan sebagai maksud perbuatan itu, dan oleh sebab itu tindakan yang bersangkutan dilakukan sesuai dengan bayangan yang terlebih dahulu telah dibuat. Dengan demikian bahwa teori yang dianut, diterapkan dalam memori penjelasan resmi (M.v.T) adalah teori kehendak. Dimana sengaja adalah “Wlllen en weten” dikehendaki dan diketahui.

(Osman Simanjuntak, SH, Teknik Perumusan Perbuatan Pidana Dan Azas- Azas Umum, Jakarta, 1999 halaman 174).

Bahwa dalam teori hukum ada 3 teori kesengajaan (OPZET) yaitu : 1. Opzet sebagai tujuan

2. Opzet dengan tujuan yang pasti atau yang merupaka keharusan 3. Opzet dengan kesadaran akan kemungkinan atau dolus eventualis.

 Pasal 1868 Kitab Undang-undang Hukum Perdata (BW), menyatakan bahwa Suatu akta otentik ialah suatu akta yang dibuat dalam bentuk yang ditentukan undang-undang oleh atau dihadapan pejabat umum yang berwenang untuk itu di tempat akta itu dibuat.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 15 dari 19 Putusan Nomor 193/Pid.B/2017/PN.Trg

Dipergunakan sebagai suatu akta otentik yakni KTP atau SIM yang dibuat oleh pejabat umum, sepanjang dapat dibuktikan bahwa kartu tersebut benar asli dibuat oleh pejabata tersebut.

Bahwa yang dimaksud dengan direncanakan lebih dahulu dalam unsur ini adalah terdakwa sebelum melakukan perbuatannya, terlebih dahulu mempersiapkan diri atau alat untuk melakukan pembunuhan tersebut.

Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan merampas nyawa orang lain adalah suatu perbuatan yang dilakukan terdakwa yang mengakibatkan orang lain kehilangan nyawanya atau membuat seseorang dalam keadaan mati.

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta hukum di persidangan dapat diketahui sebagai berikut :

- Bahwa Terdakwa NUNU telah menikam/menusuk sdr. SYARIFUDDIN pada hari Rabu, tanggal 14 Desember 2016, sekira jam 20.30 Wita, di Sambera Kampung Bone RT. 006 Desa Batu-Batu Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara;

- Bahwa perbuatan Terdakwa tersebut sempat disaksikan oleh Saksi RUSLI yang merupakan keponakan korban, dimana saksi RUSLI sempat mengejar saudara NUNU namun saksi RUSLI tidak bisa mengejarnya karena saudara NUNU sangat kencang larinya dan karena malam hari saksi RUSLI kehilangan jejaknya;

- Bahwa berawal Terdakwa pergi ke tempat acara hajatan / aqiqah anak saksi BACO TANG di sambera kampung Bone RT 006 Desa Batu-batu kecamatan Muara Badak Kabubaten Kutai Kartanegara, kemudian Terdakwa berangkat dengan menggunakan sepeda motor Jupiter Z warna putih No. Pol. KT-3423- OS milik Terdakwa, setelah sampai di tempat hajatan tersebut Terdakwa langsung memarkir motornya di samping warung yang tidak jauh dari tempat acara hajatan. Pada saat Terdakwa memarkir motornya, Terdakwa melihat saksi BACO TANG keluar dari warung dan saksi BACO TANG melihat Terdakwa kemudian saksi BACO TANG menoleh sambil menegur Terdakwa dan berkata “Ayo kerumah“ lalu Terdakwa jawab “ iya “ kemudian Terdakwa masuk ke warung dan bertemu dengan Sdr. SYARIFUDDIN dan Terdakwa langsung duduk di kursi dengan posisi Terdakwa saling berhadapan dengan Sdr. SYARIFUDDIN namun Terdakwa dan Sdr. SYARIFUDDIN tidak saling tegur, tidak lama kemudian datang saksi RUSLI langsung duduk di samping kanan Terdakwa, kemudian Terdakwa mencolek saksi RUSLI dengan maksud untuk pamit pergi sambil berkata “saya ke masjid dulu yah” dan di jawab saksi RUSLI “bagus itu po, perlu itu“ kemudian Terdakwa pergi ke mesjid yang tidak jauh dari warung tersebut untuk melaksanakan sholat isya kemudian

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 16 dari 19 Putusan Nomor 193/Pid.B/2017/PN.Trg

Terdakwa pulang kerumahnya di sambera kampung RT 005 Desa Batu-batu Kecamatan Muara Badak Kab. Kukar untuk mengambil badik dengan maksud untuk menjaga diri dikarenakan Terdakwa akan mendatangi acara hajatan keluarga di RT. 06. Pada saat Terdakwa kembali kerumah untuk mengambil badik tersebut, istri Terdakwa tidak melihatnya karena sudah tidur kemudian badik tersebut dibawa dan dimasukkan kedalam jok motor atau bagasi motor kemudian Terdakwa kembali menuju tempat acara hajatan saksi BACO TANG setelah sampai ditempat hajatan, Terdakwa memarkir motor di pinggir jalan atau jalan masuk tempat acara tepatnya tidak jauh dari rumah saksi BACO TANG, Sesudah Terdakwa memarkir motor lalu Terdakwa mengambil sebilah badik lengkap dengan sarungnya dari dalam jok motor Terdakwa kemudian Terdakwa selipkan/simpan di pinggang sebelah kiri Terdakwa, kemudian Terdakwa duduk diatas motor sambil menunggu di mulainya acara. Tidak lama kemudian Terdakwa melihat Sdr. SARIPUDDIN dan saksi RUSLI sedang berjalan kaki menuju tempat acara hajatan tersebut, pada saat Sdr.

SARIPUDDIN dan saksi RUSLI hendak lewat didepan Terdakwa kemudian Terdakwa langsung mengeluarkan badik tersebut dari sarungnya dan langsung menikam/menusukan sebilah badik tersebut ke arah bagian dada sebelah kanan Sdr. SYARIFUDDIN sebanyak 1 (satu) kali kemudian Terdakwa tusukkan/ tikam kembali ke arah bagian leher sebelah kiri Sdr.

SYARIFUDDIN sebanyak 1 (satu) kali sehingga Sdr. SYARIFUDDIN jatuh tergeletak di tanah dengan posisi telentang, kemudian saksi RUSLI berkata

“ada apa ini“ dan saksi RUSLI berteriak “tolong“, kemudian Terdakwa langsung lari kearah daerah KM 40.

- Bahwa berdasakan Visum Et Repetum Nomor : 006/VER/BOHC/VII/2016 tanggal 14 Desember 2016 yang dibuat dan ditanda tangani oleh dr. Firman Al Faruq selaku dokter pemeriksa pada RSUD A. WAHAB SJAHRANIE dengan hasil pemeriksaan luar:

 Leher : luka sobek di leher kiri sepanjang tiga sentimeter, tepi luka tajam.

 Dada : luka sobek sepanjang setengah sentimeter, jarak tiga sentimeter di atas puting susu kanan, tepi luka tajam.

- Kesimpulan kondisi kematian pada penderita dapat diakibatkan oleh luka multiple dan pendarahan.

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta hukum tersebut Majelis Hakim berpendapat bahwa pisau badik yang dibawa oleh Terdakwa dibawa untuk tujuan membunuh, yang awal mulanya Terdakwa pulang kerumahnya di sambera kampung RT 005 Desa Batu-Batu Kecamatan Muara Badak Kab. Kukar untuk mengambil badik tersebut kemudian dimasukkan kedalam jok motor atau

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 17 dari 19 Putusan Nomor 193/Pid.B/2017/PN.Trg

bagasi motor selanjutnya Terdakwa selipkan/simpan di pinggang sebelah kiri Terdakwa;

Menimbang, bahwa maksud dan tujuan Terdakwa memarkir motor di pinggir jalan atau jalan masuk tempat acara tepatnya tidak jauh dari rumah saksi BACO TANG adalah untuk menunggu Sdr. SYARIFUDDIN yang sedang berjalan kaki menuju tempat acara hajatan tersebut dan pada saat Sdr. SYARIFUDDIN hendak lewat didepan Terdakwa kemudian Terdakwa langsung mengeluarkan badik tersebut dari sarungnya dan langsung menikam/menusukan sebilah badik tersebut ke arah bagian dada sebelah kanan Sdr. SYARIFUDDIN;

Menimbang, bahwa berdasarkan uraian tersebut diatas, dapat diketahui bahwa unsur kedua ini telah terpenuhi.

Menimbang bahwa keseluruhan unsur dakwaan Pasal 340 KUH Pidana telah terpenuhi, maka terdakwa harus dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain”.

Menimbang, bahwa pada diri terdakwa Majelis Hakim tidak menemukan alasan pembenar dan alasan pemaaf dalam diri para terdakwa selama persidangan, maka terdakwa harus dijatuhi pidana yang setimpal dengan perbuatannya.

Menimbang, bahwa mengenai lamanya pemidanaan, Majelis Hakim juga sependapat dengan Penuntut Umum tentang lamanya terdakwa harus dipidana.

Menimbang, bahwa dalam perkara ini terhadap Terdakwa telah dikenakan penangkapan dan penahanan yang sah, maka masa penangkapan dan penahanan tersebut harus dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;

Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa ditahan dan penahanan terhadap Terdakwa dilandasi alasan yang cukup, maka perlu ditetapkan agar Terdakwa tetap berada dalam tahanan;

Menimbang, bahwa terhadap barang bukti yang diajukan di persidangan untuk selanjutnya akan diputuskan dalam amar putusan.

Menimbang, bahwa untuk menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa, maka perlu dipertimbangkan terlebih dahulu keadaan yang memberatkan dan yang meringankan Terdakwa ;

Hal-hal Yang Memberatkan :

- Perbuatan Terdakwa menghilangkan nyawa orang lain Hal-hal Yang Meringankan:

- Terdakwa mengakui terus terang perbuatannya ;

- Terdakwa adalah tulang punggung keluarga dan belum pernah dihukum

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 18 dari 19 Putusan Nomor 193/Pid.B/2017/PN.Trg

Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa dijatuhi pidana maka haruslah dibebani pula untuk membayar biaya perkara;

Memperhatikan, Pasal 340 KUHP dan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan;

MENGADILI:

1. Menyatakan terdakwa NUNU Bin AMBO DALLE, telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “pembunuhan berencana”.

2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 14 (empat belas) tahun.

3. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;

4. Memerintahkan agar Terdakwa tetap berada dalam tahanan;

5. Menetapkan barang bukti berupa :

- 1 (satu) bilah pisau badik lengkap dengan sarungnya dengan panjang sekira 23 (dua puluh tiga) cm

- 1 (satu) lembar jaket lengan panjang warna merah kuning merk OLD NAVY - 1 (satu) lembar jaket lengan panjang warna biru dan merah bertuliskan

Barcelona merk G-VEN

- 1 (satu) helai kaos dalam warna putih

- 1 (satu) pasang kaos kaki sebelah kanan dan kiri warna hijau motif loreng.

- 1 (satu) kacamata minus kecil

Seluruhnya dirampas untuk dimusnahkan

-

1 (satu) unit sepeda motor merk Yamaha Jupiter Z KT-3423-OS warna putih merah;

Dikembalikan kepada Terdakwa NUNU Bin AMBO LALLA

6. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sebesar Rp 2.000,00 (dua ribu rupiah);

Demikian diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tenggarong pada hari Selasa tanggal 30 Mei 2017, oleh kami TITIS TRI WULANDARI, SH., S.Psi., M.Hum. sebagai Hakim Ketua, NUR IHSAN SAHABUDDIN, SH. dan RICCO IMAM VIMAYZAR, SH., MH. masing-masing sebagai Hakim Anggota, putusan mana yang diucapkan pada hari itu juga dalam sidang yang terbuka untuk umum oleh Majelis Hakim tersebut, dengan dibantu oleh ORMULIA ORRIZA, SP.

sebagai Panitera Pengganti, dan dihadiri oleh ARIEF RYADI, SH., Penuntut Umum

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18

(19)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 19 dari 19 Putusan Nomor 193/Pid.B/2017/PN.Trg

pada Kejaksaan Negeri Kutai Kartanegara, serta dihadapan Terdakwa dengan didampingi Penasihat Hukumnya;

Hakim Ketua Majelis

TITIS TRI WULANDARI, SH., S.Psi., M.Hum.

Hakim-Hakim Anggota

NUR IHSAN SAHABUDDIN, SH. RICCO IMAM VIMAYZAR, SH., MH.

Panitera Pengganti

ORMULIA ORRIZA, SP.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19

Referensi

Dokumen terkait

Menimbang, bahwa perbuatan Para Terdakwa yang memindahkan 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja Nomor Polisi: F-5330-YK, warna Hitam, tahun 2010, Nomor Mesin

mengambil kunci pintu warung dan pergi ke warung untuk membuat mie godok atau mie kuah, tidak lama kemudian datang anak kandung terdakwa bernama WAHYU yang

Menimbang, bahwa dari fakta-fakta hukum dipersidangan diketahui bahwa Terdakwa mengambil barang miilk saksi Monika yang berada di dalam kamar saksi Monika dengan

"Dengan Sengaja" pada saat itu Terdakwa mengambil pistol dari pinggang kanannya kemudian mengokang ke arah bawah pada saat itu juga korban langsung

Bahwa pada hari Jumat tanggal 27 Februari 2015, Terdakwa telah mengambil 3 (tiga) buah kardus berisi uang sejumlah Rp2.910.000.000,00 (dua miliar sembilan ratus sepuluh

- Bahwa setelah membuang 2 (kantong) plastik yang berisi potongan tubuh Anak korban PAULINA YOWE, selanjutnya Terdakwa kembali lagi ke lapangan futsal untuk

Bahwa Pemohon Banding telah menyatakan dalam persidangan bahwa atas aktiva yang diekspor sementara tersebut pada September 2009 telah dimasukkan kembali ke

Menimbang, bahwa perbuatan terdakwa yang mengambil uang dari Anggaran Makan dan Minum pada Sekretariat Daerah Kabupaten Batang Hari dari saksi Ida Nursanti sejak Tahun 2009