• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 1 dari 23 Putusan Nomor 91/Pid.B/2020/PN Cjr.

P U T U S A N

Nomor 91/Pid.B/2020/PN Cjr.

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Negeri Cianjur yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Para Terdakwa :

I. Nama lengkap : IWAN SETIAWAN Bin M. SIROD; Tempat lahir : Sukabumi;

Umur/Tanggal lahir : 35 Tahun / 20 Juni 1984; Jenis kelamin : Laki-laki;

Kebangsaan : Indonesia;

Tempat tinggal : Kampung Pasir Jami RT. 02/22 Desa Bojong Kerta Kecamatan Warung Kiara Kabupaten Sukabumi;

Agama : Islam

Pekerjaan : Buruh Harian Lepas;

II. Nama lengkap : DUDIH Alias LEBER Bin UDU; Tempat lahir : Sukabumi;

Umur/Tanggal lahir : 35 Tahun / 4 Agustus 1984; Jenis kelamin : Laki-laki;

Kebangsaan : Indonesia;

Tempat tinggal : Kampung Ciwarangan RT. 01/14 Desa Bojong Kerta Kecamatan Warung Kiara Kabupaten Sukabumi;

Agama : Islam;

Pekerjaan : Buruh Harian Lepas; III. Nama lengkap : ADE RAHMAT Alias DEDE;

Tempat lahir : Sukabumi;

Umur/Tanggal lahir : 30 Tahun / 20 Oktober 1989; Jenis kelamin : Laki-laki;

Kebangsaan : Indonesia;

Tempat tinggal : Kampung Ranji Tengah RT. 04/09 Desa Kebon Pedes Kecamatan Kebon Pedes Kabupaten Sukabumi;

Agama : Islam;

Pekerjaan : Dagang;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 2 dari 23 Putusan Nomor 91/Pid.B/2020/PN Cjr.

Para Terdakwa ditangkap pada tanggal 31 Desember 2019;

Para Terdakwa ditahan dalam tahanan Rumah Tahanan Negara oleh:

1. Penyidik sejak tanggal 1 Januari 2020 sampai dengan tanggal 20 Januari 2020;

2. Penyidik Perpanjangan Oleh Penuntut Umum sejak tanggal 21 Januari 2020 sampai dengan tanggal 29 Februari 2020;

3. Penuntut Umum sejak tanggal 25 Februari 2020 sampai dengan tanggal 15 Maret 2020;

4. Majelis Hakim Pengadilan Negeri sejak tanggal 11 Maret 2020 sampai dengan tanggal 9 April 2020;

5. Perpanjangan Ketua Pengadilan Negeri Cianjur sejak tanggal 10 April 2020 sampai dengan tanggal 8 Juni 2020;

Para Terdakwa didampingi oleh Penasihat Hukum 1. Nadya Wikeu Rahmawati , S.H., 2. Suryadi, S.H., 3. Iyus Yusuf Djufrie, S.H., 4. Eddy Haryanto, S.H., 5. Endar Sudrajat, S.H., 6. Ade Darmansyah, S.H., M.H., 7. Adek Wahyudin, S.H., 8. Sri Rejeki, S.H., advokat pada Lembaga Perlindungan & Bantuan Hukum (LPBH) Perempuan & Anak Cianjur yang beralamat di Jalan Dr. Muwardi Nomor 132 Cianjur berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor 008/SK.Pid/LPBH-PA Cjr/I/2010 tanggal 11 Februari 2020;

Pengadilan Negeri tersebut; Setelah membaca:

- Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Cianjur Nomor 91/Pid.B/2020/PN Cjr. tanggal 11 Maret 2020 tentang penunjukan Majelis Hakim;

- Penetapan Majelis Hakim Nomor 91/Pid.B/2020/PN Cjr. tanggal 11 Maret 2020 tentang penetapan hari sidang;

- Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan;

Setelah mendengar keterangan Saksi-saksi dan Para Terdakwa serta memperhatikan bukti surat dan barang bukti yang diajukan di persidangan;

Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:

1. Menyatakan Terdakwa I. IWAN SETIAWAN Bin M. SIROD bersama – sama dengan Terdakwa II. DUDIH Alias LEBER Bin UDU dan Terdakwa III. ADE RAHMAT Alias DEDE bersalah melakukan Pencurian dalam keadaan memberatkan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 363 Ayat (1) Ke-4, Ke-5 KUHP, dalam surat dakwaan kami;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 3 dari 23 Putusan Nomor 91/Pid.B/2020/PN Cjr.

2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa I. IWAN SETIAWAN Bin M. SIROD, Terdakwa II. DUDIH Alias LEBER Bin UDU dan Terdakwa III. ADE RAHMAT Alias DEDE dengan pidana penjara Masing – masing selama 3 (tiga) tahun dikurangi selama Para terdakwa berada dalam tahanan, dengan perintah Terdakwa I. IWAN SETIAWAN Bin M. SIROD, Terdakwa II. DUDIH Alias LEBER Bin UDU dan Terdakwa III. ADE RAHMAT Alias DEDE tetap ditahan;

3. Menyatakan barang bukti:

- 3 (tiga) buah mata kunci leter T dan 1 (satu) buah gagang kunci leter T warna hitam

Dirampas untuk dimusnahkan

- 1 (satu) buah STNK Sepeda Motor Kawasaki Ninja No. Pol : F-5330-YK, warna hitam, tahun 2010, No.sin : KR150LEP39666 No.rangka : MH4KR150LAKP27585, berikut dengan kunci kontaknya

Di kembalikan kepada pemiliknya saksi RONI BIN DUDI

4. Menetapkan supaya Para Terdakwa dibebani membayar biaya perkara sebesar Rp3.000,- (tiga ribu rupiah).

Setelah mendengar nota pembelaan Para Terdakwa dan atau Penasihat Hukum Para Terdakwa yang pada pokoknya berisi permohonan sebagai berikut: 1. Menjatuhkan hukuman yang seringan -ringannya kepada Terdakwa I. IWAN SETIAWAN, II. DUDIH als LEBER Bin UDU, III. ADE RAHMAT als DEDE;

2. Para Terdakwa menyesali perbuatannya perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi;

3. Para Terdakwa belum pernah dihukum;

4. Membebankan ongkos perkara kepada negara;

Setelah mendengar tanggapan Penuntut Umum terhadap permohonan Para Terdakwa yang pada pokoknya tetap pada tuntutannya;

Setelah mendengar tanggapan Para Terdakwa terhadap tanggapan Penuntut Umum yang pada pokoknya tetap pada permohonannya;

Menimbang, bahwa Para Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum didakwa berdasarkan surat dakwaan sebagai berikut:

Bahwa terdakwa I IWAN SETIAWAN bersama-sama dengan terdakwa II DUDIH Alias LEBER dan terdakwa III ADE RAHMAT Alias DEDE pada hari Jumat tanggal 20 Desember tahun 2019 sekira jam 03.00 WIB atau setidak – tidaknya pada suatu waktu di bulan Desember tahun 2019 bertempat di Jalan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 4 dari 23 Putusan Nomor 91/Pid.B/2020/PN Cjr.

Pangeran Hidayatulloh No. 68 Kel. Sawah Gede Kec. Cianjur Kab. Cianju r atau pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Cianjur, mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksu d untuk dimiliki secara melawan hukum, dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu, yang untuk masuk ke tempat melakukan kejahatan, atau untuk dapat mengambil barang yang hendak dicuri, dilakukan dengan merusak, memotong, atau memanjat atau dengan memakai anak kunci palsu , perbuatan tersebut dilakukan dengan cara sebagai berikut:

Bahwa awalnya pada hari Kamis tanggal 19 Desember 2019 terdakwa II mengajak terdakwa III dan terdakwa I mencari sasaran sepeda motor yang berada di wilayah Cianjur untuk dicuri. Setelah itu para terdakwa bertemu di jalan Kp. Sorog Desa Bojong Kerta Kec. Warung Kiara Kab. Sukabumi lalu para terdakwa berangkat menuju cianjur sekitar jam 22.00 WIB dengan berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat milik terdakwa II. Selanjutnya sesampainya di Cianjur pada hari Jumat tanggal 10 Desember 2019 sekitar jam 03.00 WIB tepatnya di Jalan Pangeran Hidayatulloh No. 68 Kel. Sawah Gede Kec. Cianjur Kab. Cianjur terdakwa II melihat sepeda motor Kawasaki Ninja warna hitam No Pol F 5330 YK yang terparkir di halaman garasi lalu terdakwa I dan terdakwa II masuk ke dalam garasi melalui pintu pagar yang dalam keadaan tidak terkunci kemudian terdakwa I merusak kunci kontak sepeda motor Kawasaki Ninja dengan menggunakan kunci leter T yang sebelumnya sudah dipersiapkan oleh terdakwa I sedangkan terdakwa III menunggu di pinggir jalan sambil mengawasi keadaan di sekitar lokasi. Selanjutnya setelah berhasil merusak kunci kontak sepeda motor tersebut terdakwa II menghidupkan mesin sepeda motor Kawasaki Ninja dan setelah itu sepeda motor tersebut langsung dibawa keluar dari garasi lalu pada saat sepeda motor berhasil di bawa ke pinggir jalan para terdakwa langsung berangkat ke daerah Sukabumi dengan tujuan akan menjual sepeda motor tersebut. Selanjutnya pada hari Jumat tanggal 20 Desember tahun 2019 sekitar jam 10.00 WIB terdakwa II menjual sepeda motor Kawasaki Ninja hasil curian tersebut kepada adik kandungnya yaitu saksi Kustian Alias Engkus dengan harga Rp. 4.000.000,- (empat juta rupiah) setelah itu uang hasil penjualan sepeda motor tersebut di bagikan kepada terdakwa I sebesar Rp. 1.200.000,- (satu juta ua ratus ribu rupiah) terdakwa II sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) dan terdakwa III sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) dan uang tersebut sudah habis di pakai kebutuhan sehari-hari;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 5 dari 23 Putusan Nomor 91/Pid.B/2020/PN Cjr.

Perbuatan yang dilakukan oleh Para Terdakwa di atur dan di ancam pidana dalam pasal 363 Ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHPidana;

Menimbang, bahwa terhadap dakwaan Penuntut Umum, Para Terdakwa mengerti atas isi dakwaan tersebut dan Para Terdakwa tidak mengajukan keberatan;

Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya Penuntut Umum telah mengajukan Saksi-saksi sebagai berikut:

1. Saksi RONI Bin DUDI, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- Bahwa pada hari Jumat tanggal 20 Desember 2019 sekitar pukul 08.00 WIB, bertempat di rumah kontrakan belakang Laundry Super Clean yang beralamat di Jalan Pangeran Hidayatulloh Nomor 68 Kelurahan Sawah gede Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur, telah terjadi pemindahan barang tanpa ijin pemiliknya yang berupa 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja Nomor Polisi: F-5330-YK, yang mana korban atas kejadian tersebut ialah Saksi sendiri;

- Bahwa kendaraan berupa 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja Nomor Polisi: F-5330- YK adalah milik Saksi;

- Bahwa Saksi tidak mengetahui pelaku yang melakukan pemindahan barang berupa 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja Nomor Polisi: F -5330- YK tersebut;

- Bahwa Saksi tidak mengetahui dengan cara bagaimana dan mempergunakan alat apa Para Terdakwa memindahkan barang berupa sepeda motor milik Saksi tersebut, akan tetapi Saksi menduga bahwa Para Terdakwa masuk kedalam pekarangan rumah belakang melalui pintu gerbang belakang dengan cara membuka pintu pagar gerbang yang tidak sedang dalam keadaan terkunci, kemudian Para Terdakwa merusak kunci kontak dan kunci stang sepeda motor dengan menggunakan kunci palsu atau kunci leter T, sehingga Para Terdakwa berhasil memindahkan barang berupa sepeda motor tersebut;

- Bahwa pada saat kejadian Saksi sedang tidur di ru mah kontrakan dan Saksi bekerja di Laundry Super Clean yang tempatnya berdampingan depan rumah kontrakan tersebut, kemudian ketika Saksi bangun tidur sekitar pu ku l 08.00 WIB, selanjutnya Saksi keluar rumah dan melihat bahwa sepeda motor milik Saksi yang diletakkan di teras belakang rumah kontrakan tersebut telah hilang;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 6 dari 23 Putusan Nomor 91/Pid.B/2020/PN Cjr.

- Bahwa setelah mengetahui kejadian tersebut, selanjutnya Saksi memberitahukan kepada ketua RT, Saksi Ece dan Saksi Rizki;

- Bahwa sebelum hilang, sepeda motor merk Kawasaki Ninja Nomor Polisi: F-5330-YK tersebut tidak dalam keadaan terkunci;

- Bahwa sepeda motor tersebut dilengkapi dengan surat-surat kendaraan yang sah, yaitu Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB);

- Bahwa Para Terdakwa tidak pemah meminta ijin kepada Saksi, ketika memindahkan sepeda motor milik Saksi tersebut;

- Bahwa akibat kejadian tersebut Saksi mengalami kerugain sebesar Rp25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah);

Terhadap keterangan Saksi, Para Terdakwa membenarkan dan tidak keberatan; 2. Saksi ECE SUPRIATNA Bin OMAN ABDURAHMAN, dibawah sumpah pada

pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- Bahwa pada saat kejadian tersebut Saksi sedang berada di dalam rumah Saksi, akan tetapi Saksi mengetahui adanya kejadian tersebut setelah diberitahu oleh Saksi Roni yang mengatakan bahwa sepeda motor milik Saksi Roni yang disimpan di teras rumah belakang kontrakannya telah hilang karena dipindahkan oleh orang lain;

- Bahwa kejadian memindahkan barang tanpa seijin pemiliknya berupa 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja Nomor Polisi: F-5330-YK milik Saksi Roni terjadi pada hari Jumat tanggal 20 Desember 2019;

Bahwa 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja Nomor Polisi: F -5330-YK milik Saksi Roni hilang pada saat disimpan di teras rumah belakang kontrakannya yang beralamat di Jalan Pangeran Hidayatulloh Nomor 68 Kelurahan Sawah gede Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur;

- Bahwa sebelum hilang, sepeda motor milik Saksi Roni tersebut tidak dalam kondisi terkunci stang dan sepengetahuan Saksi pada saat kejadian pagar rumah kontrakan tidak dalam keadaan terkunci;

Terhadap keterangan Saksi, Para Terdakwa membenarkan dan tidak keberatan;

3. Saksi RIZKI JULIANDI Bin ISKANDAR, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- Bahwa telah terjadi pemindahan barang tanpa seijin pemiliknya berupa 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja Nomor Polisi: F-5330-YK pada hari Jumat tanggal 20 Desember 2019 diketahui sekitar pukul 08.00 WIB;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 7 dari 23 Putusan Nomor 91/Pid.B/2020/PN Cjr.

- Bahwa 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja Nomor Polisi: F-5330-YK merupakan milik Saksi Roni;

- Bahwa pada saat terjadinya peristiwa pemindahan barang tanpa seijin pemiliknya tersebut, Saksi sedang berada di tempat bekerja di Barber shop yang menyatu dengan Laundry Super Clean dan rumah kontrakan Saksi Roni, akan tetapi Saksi mengetahui adanya kejadian tersebut setelah diberitahu oleh Saksi Roni yang mengatakan bahwa sepeda motor miliknya yang disimpan di teras rumah belakang kontrakannya telah hilang karena dipindahkan oleh orang lain tanpa seijin Saksi Roni;

- Bahwa pada saat kejadian pagar rumah kontrakan tidak dalam keadaan terkunci, akan tetapi Saksi tidak mengetahui apakah sepeda motor milik Saksi Roni tersebut dalam keadaan terkunci atau tidak;

- Bahwa Saksi tidak mengetahui pelaku yang melakukan pemindahan barang tanpa seijin pemiliknya berupa 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja Nomor Polisi: F-5330-YK milik Saksi Roni;

Terhadap keterangan Saksi, Para Terdakwa membenarkan dan tidak keberatan;

4. Saksi KUSTIAN Alias ENGKUS Bin UDU, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- Bahwa pada hari Jumat tanggalnya lupa bulan Desember 2019, sekitar pukul 10.00 WIB, bertempat di Kampung Sukaresmi Desa Bojong Kerta Kecamatan Warung Kiara Kabupaten Sukabumi, Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu telah menjual 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki ninja wama hitam Nomor Polisi: F-5330-YK;

- Bahwa Saksi mengenal Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu dan Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu adalah kakak kandung Saksi, sedangkan terhadap Terdakwa I Iwan Setiawan Bin M. Sirod dan Terdakwa III Ade Rahmat Alias Dede, Saksi tidak kenal dan tidak ada hubungan keluarga;

- Bahwa Saksi tidak mengetahui pemiik sepeda motor Kawasaki Ninja tersebut, akan tetapi berdasarkan pengakuan Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu mengatakan bahwa sepeda motor tersebut milik temannya; - Bahwa 1 (satu) Unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja Nomor Polisi: F

-5330-YK tersebut, dijual oleh Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu dengan harga Rp4.000.000,00 (empat juta rupiah);

- Bahwa Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu menjual sepeda motor tersebut dengan cara Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu datang

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 8 dari 23 Putusan Nomor 91/Pid.B/2020/PN Cjr.

langsung ke rumah Saksi dan menawarkan sepeda motor tersebut awalnya dengan harga Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah), akan tetapi Saksi tawar seharga Rp4.000.000,00 (empat juta rupiah) sehingga sepeda motor tersebut Saksi beli dengan harga Rp4.000.000,00 (empat juta rupiah); - Bahwa pada saat Saksi membeli 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki

ninja wama hitam Nomor Polisi: F-5330-YK tersebut dari Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu tidak dilengkapi dengan bukti surat berupa BPKB dan STNK dan tanpa dilengkapi dengan kunci kontaknya;

- Bahwa menurut keterangan Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu yang menerangkan kepada Saksi bahwa sepeda motor merk Kawasaki ninja wama hitam Nomor Polisi: F-5330-YK tersebut milik temannya dijual karena sedang membutuhkan uang;

- Bahwa 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki ninja wama hitam Nomor Polisi: F-5330-YK tersebut Saksi beli dari Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu dengan harga di bawah standar pasaran;

- Bahwa 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki ninja wama hitam Nomor Polisi: F-5330-YK tersebut Saksi beli dari Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu tersebut saat sekarang ini sudah disita dan diamankan oleh pihak Kepolisian Sektor Kota Cianjur dan dijadikan barang bukti;

- Bahwa sebelumnya Saksi tidak mengetahui 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki ninja wama hitam Nomor Polisi: F-5330-YK yang dibelinya dari Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu merupakan hasil kejahatan, akan tetapi lama-kelamaan Saksi mencurigai motor tersebut merupakan hasil kejahatan;

Terhadap keterangan Saksi, Para Terdakwa membenarkan dan tidak keberatan;

Menimbang, bahwa Para Terdakwa di persidangan telah memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut:

Terdakwa I IWAN SETIAWAN Bin M. SIROD

- Bahwa pada hari Jumat Terdakwa tidak mengingat tanggalnya pada bulan Desember 2019 sekitar pukul 03.00 WIB, bertempat di Jalan Pangeran Hidayatulloh Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur, Terdakwa telah melakukan pemindahan barang tanpa seijin pemiiknya berupa 1 (satu ) u n it sepeda motor Kawasaki Ninja warna hitam Nomor Polisi: F-5330-YK, pada saat sepeda motor tersebut diparkir di dalam garasi belakang rumah dan korbannya adalah saksi yang tidak Terdakwa kenal;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 9 dari 23 Putusan Nomor 91/Pid.B/2020/PN Cjr.

- Bahwa Terdakwa melakukan pemindahan barang tanpa seijin pemiiknya berupa 1 (satu) unit sepeda motor Kawasaki Ninja warna hitam Nomor Polisi: F-5330-YK bersama dengan teman Terdakwa yang bersama Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu dan Terdakwa III Ade Rahmat Alias Dede;

- Bahwa perbuatan tersebut Terdakwa lakukan dengan cara Terdakwa bersama Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu masuk kedalam garasi yang tidak dalam keadaan terkunci gembok kemudian Terdakwa merusak kunci kontak sepeda motor tersebut dengan menggunakan kunci leter T yang telah Terdakwa bawa dari rumah Terdakwa, sehingga Terdaka bersama dengan Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu berhasil mengambil dan membawa sepeda motor tersebut sedangkan Terdakwa III Ade Rahmat Alias Dede berada di pinggir jalan sambil mengawasi keadaan sekitar;

- Bahwa setelah sepeda motor tersebut berhasil diambil selanjutnya sepeda motor tersebut dijual oleh Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu kepada Saksi Kustian yang beralamat di Kampung Sukaresmi Desa Bojong Kerta Kecamatan Warung Kiara Kabupaten Sukabumi dengan harga Rp4.000.000,00 (empat juta rupiah);

- Bahwa dari hasil penjualan sepeda motor Kawasaki Ninja tersebut Terdakwa mendapatkan bagian sebesar Rp1.200.000,00 (satu juta dua ratus ribu rupiah) dan uang tersebut telah habis Terdakwa pergunakan untuk biaya kebutuhan hidup saya sehari-hari;

- Bahwa peran masing-masing Terdakwa yaitu Terdakwa berperan masuk ke dalam garasi dan merusak kunci kontak sepeda motor tersebut dengan menggunakan kunci leter T, sedangkan Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu ikut masuk ke dalam garasi dan berperan membawa sepeda motor Kawasaki Ninja setelah sepeda motor tersebut berhasil kami ambil, sedangkan Terdakwa III Ade Rahmat Alias Dede berperan menunggu di pinggir jalan sambil mengawasi keadaan disekitar lokasi;

- Bahwa Kunci leter T yang dipergunakan untuk merusak kunci kontak sepeda motor Kawasaki Ninja tersebut milik Terdakwa sendiri dan sengaja telah Terdakwa bawa dari rumah;

- Bahwa maksud Terdakwa melakukan pencurian sepeda motor tersebut yaitu karena Terdakwa ingin memiliki dan tujuannya bahwa sepeda motor tersebut akan dijual dan uang hasil penjualannya akan dibagi bersama dengan Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu dan Terdakwa III Ade

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 10 dari 23 Putusan Nomor 91/Pid.B/2020/PN Cjr.

Rahmat Alias Dede dan akan Terdakwa pergunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari;

- Bahwa Terdakwa bersama dengan erdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu dan Terdakwa III Ade Rahmat Alias Dede sebelumnya memang sudah berencana untuk melakukan pemindahan barang tanpa seijin pemiliknya berupa sepeda motor di wilayah Cianjur, akan tetapi tidak langsung mengarah kepada sepeda motor Kawasaki Ninja karena sasarannya adalah setiap sepeda motor yang ditemukan di sepanjang jalan wilayah Cianjur Kota dan kebetulan pada saat itu Terdakwa III Ade Rahmat Alias Dede melihat ada sepeda motor Kawasaki Ninja tersebut sedang diparkir di atas teras garasi rumah milik salah seorang warga, sehingga sepeda motor tersebut berhasil kami pindahkan;

- Bahwa Terdakwa telah melakukan pemindahan barang tanpa seijin pemiliknya sebanyak 2 (dua) kali yaitu Sepeda motor merk Honda Vario warna hitam dan Sepeda motor Kawasaki Ninja warna hitam;

- Bahwa Terdakwa ditangkap pada hari Selasa tanggal 31 Desember 2019 sekitar pukul 03.00 WIB sewaktu Terdakwa sedang berada di Gang Swadaya Kelurahan Sawah gede Kecamatan Cian jur Kabupaten Cianjur, dengan maksud dan tujuan mencari sasaran sepeda motor yang akan Terdakwa pindahkan tanpa seijin pemiliknya bersama dengan Olivia Darusman Alias Oliv, selanjutnya Terdakwa ditangkap oleh anggota Kepolisian Sektor Kota Cianjur yang men ggunakan pakaian preman untuk selanjutnya Terdakwa dibawa ke Kantor Polsek Cianjur Kota dan dilaku kan pemeriksaan;

- Bahwa Terdakwa ditangkap oleh anggota Polsek Cianjur kota bersama dengan 1 (satu) orang teman Terdakwa yang bernama Olivia Darusman Alias Oliv dan pada saat penggeledahan terhadap badan Terdakwa, di dalam saku celana Terdakwa ditemukan 3 (tiga) buah mata kunci dan 1 (satu) buah gagang kunci leter T yaitu alat untuk melakukan pemindahan barang tanpa seijin pemiliknya berupa sepeda motor;

- Bahwa Terdakwa mengambil sepeda motor tersebut tanpa seijin dan sepengetahuan pemiliknya;

- Bahwa sebelumnya Terdakwa belum pernah dihukum;

- Bahwa Terdakwa merasa bersalah dan menyesal atas kejadian tersebut; Terdakwa II DUDIH Alias LEBER Bin UDU

- Bahwa Terdakwa ditangkap pada hari Selasa tanggal 31 Desember 2019 sekitar pukul 13.00 WIB, sewaktu Terdakwa sedang berada di dalam rumah

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 11 dari 23 Putusan Nomor 91/Pid.B/2020/PN Cjr.

Terdakwa di Kampung Ciwarangan RT. 01/14 Desa Bojong kerta Kecamatan Warung kiara Kabupaten Sukabumi ketika terdakwa sedang seorang diri dan Terdakwa ditangkap oleh anggota Kepolisian yang menggunakan pakaian preman;

- Bahwa Terdakwa telah melakukan pemindahan barang tanpa seijin pemiiknya berupa 1 (satu) unit sepeda motor Kawasaki Ninja warna hitam Nomor Polisi: F-5330-YK bersama dengan Terdakwa I Iwan Setiawan Bin M. Siroid dan Terdakwa III Ade Rahmat Alias Dede pada bulan Desember 2019 sekitar pukul 03.00 WIB;

- Bahwa kejadian tersebut terjadi di Jalan Pangeran Hidayatulloh Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur, tepatnya di dalam garasi belakang sebuah rumah;

- Bahwa perbuatan tersebut Terdakwa lakukan dengan cara Terdakwa bersama Terdakwa I Iwan Setiawan Bin M. Siroid masuk ke dalam garasi yang tidak dalam keadaan terkunci gembok kemudian Terdakwa I Iwan Setiawan Bin M. Siroid merusak kunci kontak sepeda motor tersebut dengan menggunakan kunci leter T yang telah dibawa oleh Terdakwa I Iwan Setiawan Bin M. Siroid sebelumnya, setelah kunci kontak sepeda motor tersebut berhasil dibuka kemudian Terdakwa membawa sepeda motor tersebut keluar garasi rumah dan langsung menghidupkan mesin sepeda motor tersebut sehingga Terdakwa langsung membawa sepeda motor tersebut ke wilayah Sukabumi, sedangkan saat itu Terdakwa III Ade Rahmat Alias Dede menunggu di pinggir jalan dekat pagar garasi tersebut sambil mengawasi situasi disekitar lokasi kejadian;

- Bahwa setelah sepeda motor tersebut berhasil dipindahkan selanjutnya sepeda motor tersebut Terdakwa bawa ke wilayah Sukabumi dan pada hari itu juga Terdakwa langsung menjual sepeda motor tersebut kepada adik Terdakwa yang bernama Saksi Kustian yang beralamat di Kampung Sukaresmi Desa Bojong kerta Kecamatan Warung kiara Kabupaten Sukabumi dengan harga Rp4.000.000,00 (empat juta rupiah);

- Bahwa dari hasil penjualan sepeda motor Kawasaki Ninja tersebut Terdakwa mendapatkan bagian sebesar Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah), Terdakwa I Iwan Setiawan Bin M. Siroid mendapat bagian sebesar Rp1.200.000,00 (satu juta dua ratus ribu rupiah) dan Terdakwa III Ade Rahmat Alias Dede mendapatkan bagian sebesar Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) sedangkan sisanya habis dipergunakan untuk mengganti biaya makan dan bensin selama perjalanan mencari sasaran sepeda motor

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 12 dari 23 Putusan Nomor 91/Pid.B/2020/PN Cjr.

tersebut dan uang tersebut telah habis Terdakwa pergunakan untu k biaya kebutuhan hidup sehari- hari;

- Bahwa pada saat Terdakwa bersama dengan Terdakwa I Iwan Setiawan Bin M. Siroid dan Terdakwa III Ade Rahmat Alias Dede melakukan pemindahan barang tanpa seijin pemiliknya tersebut, Terdakwa berperan masuk ke dalam garasi mengeluarkan sepeda motor tersebut dari garasi serta menghidupkan mesin sepeda motor dan membawanya ke wilayah Sukabumi, sedangkan Terdakwa I Iwan Setiawan Bin M. Siroid ikut masuk kedalam garasi Terdakwa I Iwan Setiawan Bin M. Siroid berperan merusak kunci kontak sepeda motor tersebut dengan menggunakan kunci leter T, sedangkan Terdakwa III Ade Rahmat Alias Dede berperan menunggu di pinggir jalan depan gerbang garasi rumah tersebut sambil mengawasi keadaan di sekitar lokasi;

- Bahwa Terdakwa bersama dengan Terdakwa I Iwan Setiawan Bin M. Siroid dan Terdakwa III Ade Rahmat Alias Dede berangkat dari Sukabumi menuju Cianjur dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat warna hitam milik Terdakwa sendiri;

- Bahwa maksud Terdakwa melakukan pencurian sepeda motor tersebut yaitu karena ingin memilikinya dan tujuannya bahwa sepeda mtoor tersebu t akan dijual dan uang hasil penjualannya akan dibagi bersama dengan Terdakwa I Iwan Setiawan Bin M. Siroid dan Terdakwa III Ade Rahmat Alias Dede;

- Bahwa Terdakwa baru pertama kali melakukan pencurian sepeda motor di wilayah Kabupaten Cianjur;

- Bahwa Terdakwa mengambil sepeda motor tersebut tanpa seijin dan sepengetahuan pemiliknya;

- Bahwa Terdakwa belum pernah dihukum dan menyesali perbuatannya; Terdakwa III ADE RAHMAT Alias DEDE

- Bahwa Terdakwa bersama dengan bersama dengan Terdakwa I Iwan Setiawan Bin M. Siroid dan Terdakwa III Ade Rahmat Alias Dede telah melakukan pemindahan baran g tanpa seijin pemiiknya berupa 1 (satu ) u n it sepeda motor Kawasaki Ninja warna hitam Nomor Polisi: F-5330-YK pada bulan Desember 2019 sekitar pukul 03.00 WIB di Jalan Pangeran Hidayatulloh Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur, tepatnya di dalam garasi belakang sebuah rumah;

- Bahwa perbuatan tersebut Terdakwa lakukan dengan cara Terdakwa I Iwan Setiawan Bin M. Siroid dan Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu masuk

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 13 dari 23 Putusan Nomor 91/Pid.B/2020/PN Cjr.

ke dalam garasi yang tidak dalam keadaan terkunci gembok kemudian Terdakwa I Iwan Setiawan Bin M. Siroid merusak kunci kontak sepeda motor tersebut dengan menggunakan kunci leter T yang telah dibawa oleh Terdakwa I Iwan Setiawan Bin M. Siroid sebelumnya, setelah kunci kontak sepeda motor tersebut berhasil dibuka kemudian Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu membawa sepeda motor tersebut keluar garasi rumah dan langsung menghidupkan mesin sepeda motor tersebut sehingga Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu langsung membawa sepeda motor tersebu t ke wilayah Sukabumi, sedangkan saat itu Terdakwa hanya menunggu di pinggir jalan dekat garasi rumah tersebut sambil mengawasi situasi;

- Bahwa setelah sepeda motor tersebut berhasil dipindahkan selanjutnya sepeda motor tersebut dibawa oleh Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu ke wilayah Sukabumi dan pada hari itu juga langsung menjual sepeda motor tersebut kepada Saksi Kustian yang beralamat di Kampung Sukaresmi Desa Bojong kerta Kecamatan Warung kiara Kabupaten Sukabumi dengan harga Rp4.000.000,00 (empat juta rupiah);

- Bahwa dari hasll penjualan sepeda motor Kawasaki Ninja tersebut Terdakwa mendapatkan bagian sebesar Rp1.200.000,00 (satu juta dua ratus ribu rupiah) Terdakwa I Iwan Setiawan Bin M. Siroid mendapat bagian sebesar Rp1.200.000,00 (satu juta dua ratus ribu rupiah) dan Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu mendapatkan bagian sebesar Rp1.300.000,00 (satu juta tiga ratus ribu rupiah) sedangkan sisanya habis dipergunakan untuk mengganti biaya makan dan bensin selama perjalanan mencari sasaran sepeda motor tersebut dan uang tersebut telah habis Terdakwa pergunakan untuk biaya kabutuhan hidup sehari-hari;

- Bahwa tujuan Terdakwa melakukan pemindahan barang tanpa seijin pemiliknya yaitu untuk memiliki dan selanjutnya menjualnya;

- Bahwa Terdakwa ditangkap pada hari Selasa tanggal 31 Desember 2019 sekitar pukul 19.00 WIB, sewaktu Saksi sedang berada di dalam rumah Saksi yang beralamat di Kampung Tanji Tengah RT. 04/09 Desa Kebon pedes Kecamatan Kebon pedes Kabupaten Sukabumi dan Terdakwa ditangkap oleh anggota Kepolisian yang menggunakan pakaian preman; - Bahwa Terdakwa baru pertama kali melakukan pencurian;

Menimbang, bahwa Penuntut Umum mengajukan barang bukti sebagai berikut:

1. 1 (satu) buah STNK sepeda motor Kawasaki Ninja Nomor Polisi F 5330 YK, warna Hitam, tahun 2010, Nomor Mesin KR150LEP39666 dan Nomor

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 14 dari 23 Putusan Nomor 91/Pid.B/2020/PN Cjr.

Rangka MH4KR150LAKP2785, atas nama STNK ABDULLAH berikut kunci kontaknya;

2. 3 (tiga) buah mata kunci leter T dan 1 (satu) buah gagang kunci leter T warna Hitam;

Menimbang, bahwa berdasarkan alat bukti dan barang bukti yang diajukan diperoleh fakta-fakta hukum sebagai berikut:

- Bahwa kejadian pemindahan barang tanpa ijin dari pemiliknya berupa 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja Nomor Polisi: F-5330-YK, warna Hitam, tahun 2010, Nomor Mesin KR150LEP39666 dan Nomor Rangka MH4KR150LAKP2785 dilakukan oleh Terdakwa I Iwan Setiawan Bin M. Sirod, Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu dan Terdakwa III Ade Rahmat Alias Dede yang selanjutnya disebut Para Terdakwa, terjadi pada hari Jumat tanggal 20 Desember 2019 sekitar pukul 03.00 WIB, bertempat di rumah kontrakan belakang Laundry Super Clean yang beralamat di Jalan Pangeran Hidayatulloh Nomor 68 Kelurahan Sawah gede Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur, yang mana korban dari kejadian tersebut adalah Saksi Roni Bin Dudi;

- Bahwa 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja Nomor Polisi: F-5330-YK, warna Hitam, tahun 2010, Nomor Mesin KR150LEP39666 dan Nomor Rangka MH4KR150LAKP2785 yang dilengkapi dengan surat-surat kendaraan yang sah, yaitu Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), merupakan milik dari Saksi Roni Bin Dudi;

- Bahwa peran masing-masing Terdakwa dalam melakukan pemindahan barang tanpa ijin pemiliknya yaitu Terdakwa I Iwan Setiawan Bin M. Sirod berperan masuk ke dalam garasi dan merusak kunci kontak sepeda motor tersebut dengan menggunakan kunci leter T yang sengaja dibawa dari rumah, Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu berperan membawa sepeda motor Kawasaki Ninja setelah sepeda motor tersebut berhasil dirusak kuncinya oleh Terdakwa I Iwan Setiawan Bin M. Sirod, sedangkan Terdakwa III Ade Rahmat Alias Dede berperan menunggu di pinggir jalan sambil mengawasi keadaan disekitar lokasi;

- Bahwa selanjutnya sepeda motor merk Kawasaki Ninja warna hitam dengan Nomor Polisi: F-5330-YK tersebut dijual oleh Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu kepada Saksi Kustian yang beralamat di Kampung Sukaresmi Desa Bojong Kerta Kecamatan Warung Kiara Kabupaten Sukabumi dengan harga Rp4.000.000,00 (empat juta rupiah);

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 15 dari 23 Putusan Nomor 91/Pid.B/2020/PN Cjr.

- Bahwa hasil penjualan sepeda motor merk Kawasaki Ninja warna hitam dengan Nomor Polisi: F-5330-YK sebesar Rp4.000.000,00 (empat juta rupiah) dibagi dengan bagian Terdakwa I Iwan Setiawan Bin M. Siroid sebesar Rp1.200.000,00 (satu juta dua ratus ribu rupiah), Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu sebesar Rp1.300.000,00 (satu juta tiga ratus ribu rupiah), Terdakwa III Ade Rahmat Alias Dede sebesar Rp1.200.000,00 (satu juta dua ratus ribu rupiah), sedangkan sisanya sebesar Rp300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah) dipergunakan untuk mengganti biaya makan dan bensin selama perjalanan mencari sasaran sepeda motor;

- Bahwa Para Terdakwa memindahkan barang berupa 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja warna hitam dengan Nomor Polisi: F-5330-YK tanpa seijin dan sepengetahuan pemiliknya;

- Bahwa akibat perbuatan Para Terdakwa, Saksi Roni Bin Dudi mengalami kerugian sebesar Rp25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah);

- Bahwa Para Terdakwa belum pernah dihukum dan merasa bersalah serta menyesali perbuatannya;

Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut diatas, Para Terdakwa dapat dinyatakan telah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya;

Menimbang, bahwa Para Terdakwa telah didakwa oleh Penuntut Umu m dengan dakwaan tunggal sebagaimana diatur dalam Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang unsur-unsurn ya adalah sebagai berikut:

1. Barangsiapa;

2. Mengambil barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum;

3. Yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu; 4. Untuk masuk ke tempat melakukan kejahatan, atau untuk sampai

pada barang yang diambil, dilakukan dengan merusak, memotong atau memanjat atau dengan memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau jabatan palsu ;

Menimbang, bahwa terhadap unsur-unsur tersebut Majelis Hakim mempertimbangkan sebagai berikut:

Ad.1. Unsur barangsiapa;

Menimbang, sesuai dengan fakta yang terungkap dalam persidangan, baik melalui keterangan saksi-saksi, petunjuk, maupun keterangan Para

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 16 dari 23 Putusan Nomor 91/Pid.B/2020/PN Cjr.

Terdakwa, telah menunjukkan bahwa pelaku dalam perkara ini adalah Terdakwa I Iwan Setiawan Bin M. Siroid, Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu, Terdakwa III Ade Rahmat Alias Dede sehingga dalam perkara ini tidak terdapat kesalahan orang yang diajukan ke muka persidangan ;

Menimbang, bahwa unsur “Barang Siapa” dalam tindak pidana menunjuk kepada Subyek Hukum dari Straafbaar Feit dalam hal ini manusia pribadi (Natuurlijke Persoon) selaku pendukung hak dan kewajiban dan bukan sebagai Badan Hukum, yang didakwa melakukan suatu perbuatan pidana sebagaimana yang dimaksud dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum dan harus orang yang sehal akal pikirannya, bukan orang gila atau sakit ingatan, yang n an tin ya perbuatannya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum;

Menimbang, bahwa pada awal persidangan Para Terdakwa menyatakan dalam keadaan sehat dan telah menjawab identitasnya dengan baik dan benar sesuai dengan identitas yang disebutkan dalam surat dakwaan Jaksa Pen u ntut Umum, sehingga dapatlah dipandang Para Terdakwa adalah orang yang normal baik rohani maupun jasmani, mempunyai fisik yang sehat, daya penalaran , dan daya tangkap untuk mampu menerima dan dapat mengerti serta merespon segala sesuatu yang terjadi di persidangan, serta mampu bertanggung jawab;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut maka dengan demikian unsur “barangsiapa” telah terpenuhi;

Ad.2. Unsur mengambil barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum;

Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan mengambil menurut Prof Van Bemmelen dan Prof. Van Hattum adalah setiap tindakan yang membuat sebagian harta kekayaan orang lain menjadi berada dalam penguasaannya tanpa bantuan atau tanpa seizin orang lain tersebut, ataupun untuk memutuskan hubungan yang masih ada antara orang lain itu dengan bagian harta kekayaan yang dimaksud. (P.A.F. Lamintang. 2009. 14);

Menimbang, bahwa Hoge Raad dalam berbagai arrest-nya antara lain dalam arrest tanggal 12 November 1894 W. 6578 dan dalam arrestnya tanggal 4 Maret 1935, NJ 1935 halaman 681, W, 12932 antara lain memutuskan, Perbuatan mengambil itu telah selesai, jika benda tersebut sudah berada di tangan pelaku, walaupun benar bahwa ia kemudian telah melepaskan kembali benda yang bersangkutan karena ketahuan oleh orang lain (Lamintang dan Samosir.1985. 149);

Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan barang menurut Prof. Simons adalah segala sesuatu yang merupakan bagian dari harta kekayaan seseorang

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 17 dari 23 Putusan Nomor 91/Pid.B/2020/PN Cjr.

yang dapat diambil (oleh orang lain). (P.A.F. Lamintang. 2009. 14). Atau harta yang dicuri adalah sesuatu yang berharga menurut versi pemiliknya (Rahmat Hakim. 2000. 84);

Menimbang, bahwa pengertian barang yakni setiap benda segala sesuatu yang berwujud maupun tidak berwujud yang mempunyai nilai ekonomis/dapat diperjualbelikan;

Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan “seluruhnya atau sebagiannya milik orang lain”, bahwa hak milik yang melekat pada baran g tersebut tidak harus seluruhnya milik orang lain, apabila sebagiannya saja ada hak milik dari si pelaku berada pada benda tersebut, maka unsur ini dianggap telah terpenuhi;

Menimbang, bahwa unsur ini dapat diartikan bahwa barang yang tersebu t tidak harus seluruhnya milik Para Terdakwa apabila sebagian saja barang tersebut bukan milik Para Terdakwa maka sudah termasuk kedalam pengertian unsur ini;

Menimbang, bahwa dengan maksud berarti dengan sengaja yaitu bah wa Para Terdakwa haruslah mengetahui dan menghendaki terjadinya perbuatan pidana tersebut;

Menimbang, bahwa pengertian dengan maksud/ sengaja terbagi atas 3 (tiga) yaitu sengaja sebagai suatu maksud atau tujuan, sengaja sebagai suatu keinsyafan kepastian, dan sengaja sebagai suatu keinsyafan kemungkinan;

Menimbang, bahwa yang dimaksud untuk dimiliki dengan melawan hukum adalah si pelaku/para Terdakwa dalam mengambil sesuatu barang milik orang lain bertujuan untuk memiliki barang itu, yaitu penguasaan secara sepihak oleh pemegang sebuah benda seolah -olah ia adalah pemiliknya, bertentangan dengan hak yang membuat benda tersebut berada padanya (P.A.F. Lamintang. 2009. 25);

Menimbang, bahwa perbuatan Para Terdakwa yang memindahkan 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja Nomor Polisi: F-5330-YK, warna Hitam, tahun 2010, Nomor Mesin KR150LEP39666 dan Nomor Rangka MH4KR150LAKP2785 pada hari Jumat tanggal 20 Desember 2019 sekitar pukul 03.00 WIB, bertempat di di rumah kontrakan belakang Laundry Super Clean yang beralamat di Jalan Pangeran Hidayatulloh Nomor 68 Kelurahan Sawah gede Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur sehingga sepeda motor tersebut menjadi dalam kekuasaan Para Terdakwa dan hal tersebut dilakukan tanpa ijin dari pemiliknya yaitu Saksi Roni Bin Dudi, yang mana telah sesuai dengan definisi mengambil menurut Prof Van Bemmelen dan Prof. Van Hattum;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 18 dari 23 Putusan Nomor 91/Pid.B/2020/PN Cjr.

Menimbang, bahwa akibat perbuatan Para Terdakwa yang memindahkan tanpa ijin pemiliknya yaitu 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja Nomor Polisi: F-5330-YK, warna Hitam, tahun 2010, Nomor Mesin KR150LEP39666 dan Nomor Rangka MH4KR150LAKP2785, maka Saksi Roni Bin Dudi yang merupakan pemilik sepeda motor tersebut mengalami kerugian sebesar Rp25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah);

Menimbang, bahwa 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja Nomor Polisi: F-5330-YK, warna Hitam, tahun 2010, Nomor Mesin KR150LEP39666 dan Nomor Rangka MH4KR150LAKP2785 tersebut memiliki nilai ekonomis dan merupakan bagian dari harta kekayaan sehingga telah sesuai dengan definisi barang menurut Prof. Simons;

Menimbang, bahwa 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja Nomor Polisi: F-5330-YK, warna Hitam bukan merupakan milik Para Terdakwa melainkan milik Saksi Roni Bin Dudi yang dibuktikan dengan kepemilikan dokumen yang sah yaitu 1 (satu) buah Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sepeda motor Kawasaki Ninja Nomor Polisi F 5330 YK, warna Hitam, tahun 2010, Nomor Mesin KR150LEP39666 dan Nomor Rangka MH4KR150LAKP2785;

Menimbang, bahwa Para Terdakwa memindahkan 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja Nomor Polisi: F-5330-YK, warna Hitam, tahun 2010, Nomor Mesin KR150LEP39666 dan Nomor Rangka MH4KR150LAKP2785 tanpa ijin pemiliknya dengan maksud untuk memilikinya serta menjual, yang mana hasil penjualan dipergunakan Para Terdaka untuk memen uhi kebu tuhan sehari-hari;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas dihubungkan dengan fakta hukum oleh karenanya unsur “mengambil barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain den gan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum”, telah terpenuhi;

Ad.3. Unsur yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu ; Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu adalah perbuatan pidana dilakukan oleh sekurang-kurangnya 2 orang yang mempunyai kesamaan maksud dan tujuan dalam melakukan perbuatan sehingga pada pelaksanaannya timbul kerjasama;

Menimbang, bahwa perbuatan pemindahan barang tanpa ijin dari pemiliknya berupa 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja Nomor Polisi: F-5330-YK, warna Hitam, tahun 2010, Nomor Mesin KR150LEP39666 dan Nomor Rangka MH4KR150LAKP2785 dilakukan oleh Terdakwa I Iwan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(19)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 19 dari 23 Putusan Nomor 91/Pid.B/2020/PN Cjr.

Setiawan Bin M. Sirod, Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu dan Terdakwa III Ade Rahmat Alias Dede yang selanjutnya disebut Para Terdakwa, terjadi pada hari Jumat tanggal 20 Desember 2019 sekitar pukul 03.00 WIB, bertempat di di rumah kontrakan belakang Laundry Super Clean yang beralamat di Jal an Pangeran Hidayatulloh Nomor 68 Kelurahan Sawah gede Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur;

Menimbang, bahwa Terdakwa I Iwan Setiawan Bin M. Sirod, Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu dan Terdakwa III Ade Rahmat Alias Dede memiliki kesamaan tujuan pada saat melakukan pemindahkan tanpa ijin dari pemiliknya 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja Nomor Polisi: F-5330-YK, warna Hitam, tahun 2010, Nomor Mesin KR150LEP39666 dan Nomor Rangka MH4KR150LAKP2785 dengan maksud untuk dimiliki dan dijual;

Menimbang, bahwa dalam pelaksanaan perbuatan tersebut timbul kerjasama antara Terdakwa I Iwan Setiawan Bin M. Sirod, Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu dan Terdakwa III Ade Rahmat Alias Dede yaitu Terdakwa I Iwan Setiawan Bin M. Sirod berperan masuk ke dalam garasi dan merusak kunci kontak sepeda motor tersebut dengan menggunakan kunci leter T yang sengaja dibawa dari rumah, Terdakwa II Dudih Alias Leber Bin Udu berperan membawa sepeda motor Kawasaki Ninja setelah sepeda motor tersebut berhasil dirusak kuncin ya oleh Terdakwa I Iwan Setiawan Bin M. Sirod, sedangkan Terdakwa III Ade Rahmat Alias Dede berperan menunggu di pinggir jalan sambil mengawasi keadaan disekitar lokasi;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut maka unsur “yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu”, telah terpenuhi;

Ad.4. Unsur untuk masuk ke tempat melakukan kejahatan, atau untuk sampai pada barang yang diambil, dilakukan dengan merusak, memotong atau memanjat atau dengan memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu;

Menimbang, bahwa unsur keempat mengandung sub unsur alternatif, sehingga Majelis hanya akan mempertimbangkan sub unsur yang paling sesu ai dengan fakta yang terungkap di persidangan, yaitu “dengan merusak”;

Menimbang, bahwa unsur ini bersifat alternatif artinya apabila salah satu unsur ini terbukti maka unsur lainnya tidak perlu dibuktikan;

Menimbang, bahwa definisi merusak menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yaitu menjadikan rusak atau menjadikan tidak sempurna (baik/utuh);

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(20)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 20 dari 23 Putusan Nomor 91/Pid.B/2020/PN Cjr.

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan berdasarkan keterangan saksi-saksi, keterangan Para Terdakwa serta dihubungkan dengan barang bukti menyatakan Para Terdakwa memindahkan tanpa ijin pemiliknya 1 (satu) unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja Nomor Polisi: F-5330-YK, warna Hitam, tahun 2010, Nomor Mesin KR150LEP39666 dan Nomor Rangka MH4KR150LAKP2785 dilakukan den gan merusak kunci kontak sepeda motor tersebut dengan menggunakan kunci leter T;

Menimbang, bahwa fungsi kunci leter T yaitu digu nakan untuk membu ka dan mengendurkan baut atau perkakas yang memudahkan dalam membon gkar baut dan kunci leter T tidak dimaksudkan untuk membuka kunci, sehingga penggunaan kunci leter T menjadikan kunci motor tidak sebagaimana bentuk semula atau tidak sempu rna lagi, yang mana telah sesuai dengan definisi merusak menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI);

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan -pertimbangan tersebut maka unsur tersebut telah terpenuhi;

Menimbang, bahwa oleh karena semua unsur dari Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHP) telah terpenuhi, maka Para Terdakwa haruslah dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan tunggal;

Menimbang dan memperhatikan pasal 183 jo. Pasal 193 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana karena Para Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana selama persidangan dalam perkara ini, Majelis hakim tidak menemukan h al-hal yang dapat menghapus kesalahan Para Terdakwa dari pertanggungjawaban pidana, baik sebagai alasan pembenar dan atau alasan pemaaf sebagai dimaksud dalam Pasal 44 s/d 51 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, oleh karenanya Majelis Hakim berkesimpulan bahwa Para Terdakwa dapat dipertanggungjawabkan atas perbuatan yang dilakukan dan karenanya Para Terdakwa harus dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana setimpal dengan perbuatannya;

Menimbang, bahwa putusan yang dijatuhkan haruslah tidak sekedar menjunjung tinggi kepastian hukum (rule of law) namun juga memberikan rasa keadilan pada masyarakat (social justice). Disisi lain, putusan yang dijatuhkan haruslah benar-benar bertujuan menyelesaikan permasalahan sehingga memberi kecenderungan agar pasca putusan , keseimbangan masyarakat bisa kembali mendekati seperti sedia kala (restitutio in integrum);

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(21)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 21 dari 23 Putusan Nomor 91/Pid.B/2020/PN Cjr.

Menimbang, bahwa atas dasar prinsip-prinsip penjatuhan pidana, doktrin mengajarkan bahwa suatu pemidanaan bukanlah semata-mata ditujukan untu k ‘balas dendam’ melainkan untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat dan pemidanaan harus berdasarkan pada rasa keadilan hukum yang bertolak dari hati nurani. Hakim tidak sepatutnya semata-mata hanya menjadi corong undang-undang (labousch de laloa). Oleh karena itu, Majelis Hakim akan menjatuhkan pidana sebagaimana tersebut dalam amar putusan dan Majelis Hakim berkeyakinan bahwa telah mempertimbangkan secara cukup, membahas semua dalil dan alasan tuntutan Penuntut Umum dan permoh on an Para Terdakwa, sehingga apa yang tertera pada amar putusan dibawah ini telah dianggap tepat dan adil serta tidak melampaui kewenangan Pengadilan;

Menimbang bahwa tujuan penjatuhan pidana menurut Doeltheorie dilandasi oleh tujuan diantaranya,dengan penjatuhan hukuman, dih arapkan si pelaku atau terpidana menjadi jera dan tidak mengulangi lagi perbuatannya (speciale preventie) serta masyarakat umum mengetahui bahwa jika melakukan perbuatan sebagaimana dilakukan terpidana, mereka akan mengalami hukuman yang serupa (generale preventie), kedua, berdasarkan perlakuan dan pendidikan yang diberikan selama menjalani hukuman, terpidana merasa menyesal sehingga ia tidak akan mengulangi perbuatannya dan kembali kepada masyarakat sebagai orang yang baik dan berguna (Leden Marpaung, 2005 : 4);

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan di atas hukuman yang akan disebutkan dalam bagian amar putusan ini dianggap telah adil sesuai dengan rasa keadilan;

Menimbang, bahwa dalam perkara ini terhadap Para Terdakwa telah dikenakan penangkapan dan penahanan yang sah, maka masa pen an gkapan dan masa penahanan tersebut harus dikurangkan seluruhnya dari pidana yan g dijatuhkan;

Menimbang, bahwa oleh karena Para Terdakwa ditahan dan penahanan terhadap Para Terdakwa dilandasi alasan yang cukup, maka perlu ditetapkan agar Para Terdakwa tetap berada dalam tahanan;

Menimbang, bahwa terhadap barang bukti yang diajukan di persidangan untuk selanjutnya dipertimbangkan sebagai berikut:

Menimbang, bahwa barang bukti berupa 1 (satu) buah STNK sepeda motor Kawasaki Ninja Nomor Polisi F 5330 YK, warna Hitam, tahun 2010, Nomor Mesin KR150LEP39666 dan Nomor Rangka MH4KR150LAKP2785,

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Referensi

Dokumen terkait

Menimbang, bahwa kemudian Saksi Fitria mendapatkan informasi dari Saksi Dicky (collector) bahwa ada konsumen yang sudah membayar cicilan kepada Terdakwa namun uang

Perbuatan tersebut Terdakwa lakukan dengan cara sebagai berikut: Awalnya pada tanggal 28 Maret 2014 Terdakwa Nurkholis Alias Olis Bin Zuhdi Syamsuddin diperkenalkan oleh Salim

- Berdasarkan keterangan saksi dan bersesuaian pula dengan keterangan terdakwa didapat fakta yuridis bahwa Terdakwa mengambil 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha

Menimbang, bahwa kemudian pada hari sabtu tanggal 29 September 2018 terdakwa Ardi Dwiyana yang merupakan suruhan dari terdakwa datang ke hotel Dinasty tersebut

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan Para Terdakwa dan Saksi Jamaluddin Bin Maning yang menerangkan bahwa pada saat Para Terdakwa mengangkut pipa-pipa yang berada di

Cinangsi Terdakwa melihat banyak kerumunan warga lainnya, saat itu Terdakwa merasa ketakutan hingga loncat dari sepeda motor dan langsung kabur menuju arah kebun,

--- Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan dari saksi Rusula Hia (berkas terpisah) dan keterangan terdakwa sendiri, bahwa saksi Rusula Hia (berkas terpisah)

Menimbang,…… Menimbang, bahwa berdasarkan hal-hal yang telah dipertimbangkan tersebut diatas, Maka Majelis Hakim berpendapat bahwa Terdakwa telah terbukti