• Tidak ada hasil yang ditemukan

METABOLISME PADA TUMBUHAN DAN HEWAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "METABOLISME PADA TUMBUHAN DAN HEWAN"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

METABOLISME

(Laporan Praktikum Biologi Umum)

Oleh Yuni Prisnalia

1417021130

Jurusan Biologi

Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung

(2)

Halaman Pengesahan

Judul Pengesahan : Metabolisme

Tanggal Praktikum : Kamis, 16 Oktober 2014 Tempat Praktikum : Lanoratorium Zoologi 2 Nama Mahasiswa : Yuni Prisnalia

NPM : 1417021130

Jurusan : Biologi

Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Kelompok : 3

Bandar Lampung, Oktober 2014 Mengetahui

Asisten,

(3)

DAFTAR ISI

Halaman Lembar Pengesahan...i Daftar Isi...ii

BAB I.PENDAHULUAN

A. Latar Belakang...1 B. Tujuan Praktikum...1

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA...2

BAB III.METODOLOGI PERCOBAAN

A. Waktu dan Tempat...11 B. Alat dan Bahan...11 C. Cara Kerja...12 IV.HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

A. Data Pengamatan...15 B. Pembahasan...17 V. KESIMPULAN...26

(4)

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di dalam tubuh semua organisme terjadi proses kimia. Proses kimia tersebut salah satunya adalah proses metabolism. Metabolism adalah system biokimia yang berintikan sirkulasi energi yang mutlak dilakukan makhluk hidup untuk menjalankan fungsi hidupnya, yang dimulai dari tingkat seluler hingga tingkat individu yang lebih mudah diteliti.

Ada dua jenis metabolism yaitu anabolisme dan

katabolisme.Anabolisme adalah lintasan metabolisme yang menyusun beberapa senyawa organik sederhana menjadi senyawa kimia atau molekul kompleks. Dan katabolisme adalah untuk mengetahui bagaimana proses metabolisme, akan dilakukan praktikum yang berfungsi untuk mengetahui adanya proses fotosintesis dan respirasi serta faktor-faktor yang

mempengaruhinya pada percobaan fotosintesis tanaman Hydrilla verticillatadan respirasi pada jangkrik (Gryllus bimaculatus). B. Tujuan Praktikum

Adapun tujuan dari praktikum Metabolisme Tumbuhan dan Hewan antara lain:

1. Memahami proses respirasi pada tumbuhan uji dengan dengan merancang percobaan metode respirometer

2. Memahami hubungan anatara metode kerja pengukuran metabolism yang dilakukan dengan hakikat respirasi seluler pada tumbuhan dan hewan

(5)

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Metabolisme

Metabolisme adalah pertukaran zat antara suatu sel atau suatu organisme secara keseluruhan dengan zat antara suatusel atau organisme secara keseluruhan dengan lingkungannya.Metabolisme berasal dari kata Yunani “Metabole” ynisme hang berarti

perubahan.Metabolisme kadang juga diartikan pertukaran zat antaara satu sel atau secara keseluruhan dengan lingkungannya. Salah satu aktivitas protoplasma yang penting adalah pembentukan sel baru dengan cara pembelahan.

Sebelum sel melakukan pembelahan, maka protoplasma akan aktif mengumpulkan serta mensintesa karbohidrat, protein, lemak dan banyak lagi senyawa kompleks yang merupakan bagian dari protoplasma dan dinding sel. Bahan dasar untuk sintesa senyawa organic tersebut adalah unsure-unsur aorganic yang diserap oleh akar dan gula yang dibentuk dari karbon dioksida dan air pada proses fotosintesa (asimilasi karbon).

(6)

detoksifikasi. ( http://sule-gratis.blogspot.com/2013/03/pengertian-metabolisme-dan-proses.html).

Anabolisme adalah lintasan metabolisme yang menyusun beberapa senyawa organik sederhana menjadi senyawa kimia atau molekul kompleks.[1] Proses ini membutuhkanenergi dari luar. Energi yang digunakan dalam reaksi ini dapat berupa

energi cahaya ataupun energi kimia.Energi tersebut, selanjutnya digunakan untuk mengikat senyawa-senyawa sederhana tersebut menjadi senyawa yang lebih kompleks. Jadi, dalam proses ini energi yang diperlukan tersebut tidak hilang, tetapi tersimpan dalam bentuk ikatan-ikatan kimia pada senyawa kompleks yang terbentuk.

Anabolisme meliputi tiga tahapan dasar.Pertama, produksi prekursor seperti asam amino, monosakarida,

dan nukleotida.Kedua, adalah aktivasi senyawa-senyawa tersebut menjadi bentuk reaktif menggunakan energi dari ATP.Ketiga, penggabungan prekursor tersebut menjadi molekul kompleks, seperti protein, polisakarida, lemak, dan asam nukleat.

(http://id.wikipedia.org/wiki/Anabolisme).

B. Fotosintesis

Fotosintesis (dari bahasa Yunani "cahaya," dan "menggabungkan", "penggabungan") adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan karbohidrat yang dilakukan oleh tumbuhan, terutama tumbuhan yang mengandung zat hijau daun atau klorofil. Selain tumbuhan berklorofil, makhluk hidup non-klorofil lain yang berfotosintesis adalah algadan beberapa jenis bakteri.Organisme ini berfotosintesis dengan menggunakan zat hara, karbon dioksida, dan air serta bantuan energi cahaya matahari.

Meskipun fotosintesis dapat berlangsung dalam berbagai cara pada berbagai spesies, beberapa cirinya selalu sama. Misalnya,

(7)

oleh protein berklorofil yang disebut pusat reaksi fotosintesis.Pada tumbuhan, protein ini tersimpan di dalam organel yang

disebut kloroplas, sedangkan pada bakteri, protein ini tersimpan pada membran plasma.Sebagian dari energi cahaya yang

dikumpulkan oleh klorofil disimpan dalam bentuk adenosin trifosfat (ATP).Sisa energinya digunakan untuk

memisahkan elektron dari zat seperti air.Elektron ini digunakan dalam reaksi yang mengubah karbondioksia menjadi senyawa organik. Pada tumbuhan, alga, dan cyanobacteria, ini dilakukan dalam suatu rangkaian reaksi yang disebut siklus Calvin, namun rangkaian reaksi yang berbeda ditemukan pada beberapa bakteri, misalnyasiklus Krebs terbalik pada Chlorobium. Banyak organisme fotosintesis memiliki adaptasi yang mengonsentrasikan atau menyimpan karbondioksida. Ini membantu mengurangi proses boros yang disebut fotorespirasi yang dapat menghabiskan sebagian dari gula yang dihasilkan selama fotosintesis. Persamaan umum untuk fotosintesis adalah sebagai berikut:

2n CO2 + 2n DH2 + foton → 2(CH2O)n + 2n DO

Karbondioksida + donor elektron + energi cahaya → karbohidrat + donor elektron teroksidasi

Pada fotosintesis okesigen air adalah donor elektron dan, karena merupakan hidrolisis melepaskan oksigen, persamaan untuk proses ini adalah:

2n CO2 + 4n H2O + foton → 2(CH2O)n + 2n O2 + 2n H2O

karbondioksida + air + energi cahaya → karbohidrat + oksigen + air

Seringkali 2n molekul air dibatalkan pada kedua pihak, sehingga menghasilkan:

2n CO2 + 2n H2O + foton → 2(CH2O)n + 2n O2

karbondioksida + air + energi cahaya → karbohidrat + oksigen.

(8)

Persamaan untuk reaksinya adalah sebagai berikut:

CO2 + (AsO33–) + foton → (AsO43–) + CO [35]

karbondioksida + arsenit + energi cahaya → arsenat +

karbonmonoksida (digunakan untuk membuat senyawa lainnya dalam reaksi berikutnya)

Fotosintesis terjadi dalam dua tahap.Pada tahap pertama, reaksi terang atau reaksi cahaya menyerap energi cahaya dan

menggunakannya untuk menghasilkan molekul penyimpan energi ATP dan NADPH.Pada tahap kedua, reaksi

gelap menggunakan produk ini untuk menyerap dan mengurangi karondioksida.

Sebagian besar organisme yang melakukan fotosintesis untuk menghasilkan oksigen menggunakan cahaya nampak untuk melakukannya, meskipun setidaknya tiga menggunakan radiasi inframerah.[36](http://id.wikipedia.org/wiki/Fotosintesis)

Respirasi dalam biologi adalah proses mobilisasi energi yang dilakukan jasad hidup melalui pemecahan senyawa berenergi tinggi (SET) untuk digunakan dalam menjalankan fungsi hidup. Dalam pengertian kegiatan kehidupan sehari-hari, respirasi dapat disamakan dengan pernapasan.Namun, istilah respirasi mencakup proses-proses yang juga tidak tercakup pada istilah

pernapasan.Respirasi terjadi pada semua tingkatan organisme hidup, mulai dari individu hingga satuan terkecil, sel.Apabila pernapasan biasanya diasosiasikan dengan

penggunaan oksigen sebagai senyawa pemecah, respirasi tidak melulu melibatkan oksigen.

(9)

energi) dipasok kebutuhan energinya dari kedua kelompok senyawa terakhir ini.

Kebanyakan respirasi yang dapat disaksikan manusia memerlukan oksigen sebagai oksidatornya.Reaksi yang demikian ini disebut sebagai respirasi aerob. Namun, banyak proses respirasi yang tidak melibatkan oksigen, yang disebut respirasi anaerob. Yang paling biasa dikenal orang adalah dalam proses

(10)

III. METODE PERCOBAAN

A. Waktu dan Tempat

Percobaan ini dilaksanakan pada hari rabu tanggal 16 Oktober 2014 di Laboratorium Zoologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam, Universitas Lampung.

B. Alat dan Bahan

Dalam praktikum kali ini, dilakukan 3 percobaan yaitu fotosintesis, respirasi dan plasmolysis, deplasmolisis serta lisis. Berikut ini daftar alat dan bahan pada 3 percobaan, yaitu:

1. Fotosintesis

Alat yang digunakan dalam percobaan fotosintesis yaitu beaker glass (gelas kimia) 500ml, corong kaca,tabung reaksi dan kawat penyangga. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu air dan tanaman Hydrilla verticillata

2. Respirasi

Alat yang digunakan dalam percobaan ini yaitu respirometer, stopwatch dan alat suntik.Sedangkan bahan yang digunakan adalah jangkrik jantan masa 0,45gr, jangkrik betina 0,52gr larutan eosin, Kristal KOH, kapas dan vaselin.

3. Plasmolisis, Deplasmolisis dan Lisis

(11)

C. Cara kerja

Cara kerja pada praktikum ini dilakukan berdasarkan percobaan sebagai berikut :

1. Fotosintesis

a. Siapkan semua alat dan bahan yang akan di gunakan b. Gelas kimia diisi air hingga 500 ml

c. Ambil tanaman hydrilla dan masukan kedalam corong d. Letakan corong di dalam gelas kimia dan beri kawat untuk

menyangga corong tersebut

e. Isi tabung reaksi hingga penuh dan masukan ke dalam corong, dengan catatan air di dalam tabung reaksi masih penuh dan tidak ada gelembung udara di dalam tabung reaksi

f. Letakkan alat percobaan hydrilla pada tempat yang terkena sinar matahari langsung dan letakkan pula ditempat yang gelap

g. Atur stopwatch untuk mengamati gelembung (gas O2) yang dihasilkan dari hasil fotosintesis tanaman hydrilla 3 menit pertama, kedua dan ketiga serta catat hasilnya.

2. Respirasi

a. Persiapkan serta bersihkan semua alat yang akan digunakan, yaitu respirometer

b. Ambil Kristal KOH kurang lebih 5 kristal, lalu bungkus menggunakan kapas

c. Masukkan KOH tersebut ke dalam tabung respirometer d. Masukkan jangkrik jantan dan betina pada dua alat

repirometer yang berdeda

(12)

f. Suntikkan larutan eosin sekitar 1ml kedalam alat resipirometer

g. Nyalakan stopwatch dan amati volume eosin yang bergerak pada 3 menit pertama, kedua dan ketiga serta catat hasilnya

3. Plasmolisis, Deplamolisis dan Lisis a. Sayat tipis daun jadam

b. Letakkan di atas gelas objek dan tutup dengan cover glass c. Amati sel sayatan daun jadam tersebut dengan mikroskop

hingga terlihat dengan jelas

d. Ambil larutan sukrosa 20% menggunakan pipet tetes dan teteskan pada preparat tersebut

e. Amati proses plasmolysis yang akan terjadi serta hitung waktunya menggunakan stopwatch

f. Ambilah larutan akuades dengan pipet tetes dan teteskan pada preparat tersebut

(13)

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan

Berikut ini merupakan tabel data pengamatan dari ketiga percobaan: 1. Plasmolisis

a. Pada meja kiri

Larutan Waktu Keterangan warna

Plasmolisis

NaCl

5 detik Warna merah hilang tersisa warna pink

25 detik Lubang (stomata) tertutup semua

30 detik Ada warna hijau

40 detik Warna hijau mulai menutupi warna pink

1 menit 28 detik Sudah agak bening

2 menit Warna pink menghilang

Deplasmolisis

H2O 1 menit 59 detik Warna pink muncul kembali

a. Meja Kanan

Larutan Waktu Keterangan warna

Plasmolisis

NaCl 20 detik Warna pink mulai menghilang

(14)

Dalam reaksi fotosintesis dihasilkan gas oksigen (O2) sebagai salah

satu hasil akhir yang akan dikeluarkan oleh tumbuhan ke lingkungannya. Pada percobaan ini, gas oksigen berwujud gelembung gas yang keluar dari tanaman Hydrilla menuju ke atas (melalui corong ke tabung reaksi).Gelembung tersebut dapat diamati dan dihitung.Setelah diamati ternyata Hydrilla yang diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung dan tanaman Hydrillayang diletakkan di tempat gelap memiliki perbedaan dari jumlah gelembung yang dihasilkan. Pada pengamatan Hydrilladi tempat terang, untuk 5 menit pertama dihasilkan sebanyak 8 gelembung gas O2 pada 5 menit kedua

ternyata dihasilkan sebanyak 10 gelembung, pada 5 menit terakhir dihasilkan sebanyak 10 gelembung. Sedangkan pada pengamatan Hydrilladitempat gelap, untuk 5 menit pertama tidak ada satupun gelembung yang dihasilkan begitupun dengan 5 menit kedua dan 5 menit terakhir. Setelah ditotal selama 15 menit ditempat terang menghasilkan 28 gelembung gas O2 , sedangkan Hydrilla sp. yang

diletakkan di tempat gelap tidak menghasilkan gelembung sama sekali. Jumlah yang sangat berbeda.Hal ini dapat memperlihatkan bahwa adanya cahaya ternyata berpengaruh besar dalam reaksi fotosintesis seperti yang sudah dibahas dalam tinjauan pustaka bahwa reaksi fotosintesis memerlukan cahaya. Cahaya dibutuhkan dalam proses pemecahan molekul air menjadi gas O2. Itulah

sebabnya cahaya merupakan faktor penting dalam proses reaksi fotosintesis. Semakin tinggi intensitas cahaya dengan panjang gelombang tertentu semakin cepat pula reaksi fotosintesis berjalan, dan semakin rendah tingkat intensitas cahaya, maka semakin lambat pula reaksi fotosintesis berlangsung.

Percobaan kedua yaitu respirasi.Dari tabel percobaan terlihat adanya perbedaan antara laju reaksi jangkrik dengan tauge. Sementara pada pengamatan laju respirasi jangkrik untuk 5 menit pertama laju respirasinya 1,28 ml/s. Pada 5 menit kedua laju respirasi 1,43 ml/s. Pada 5 menit terakhir laju respirasi yaitu 2,43. Total dari semua laju respirasi yaitu 4,48 ml/s. Sedangkan rata-rata yang didapat dari waktu 900 detik yaitu 0,00542 ml/s. Pada tinjauan pustaka dijelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi proses respirasi diantaranya yaitu aktifitas tubuh jangkrik, jenis kelamin, usia, suhu tubuh, posisi tubuh, dan kadar CO2 dan O2

(15)

respirasinya 0,26 ml/s. Pada 5 menit kedua laju respirasi 0,50 ml/s. Pada 5 menit terakhir laju respirasi yaitu 0,64. Total dari semua laju respirasi yaitu 0,64 ml/s. Sedangkan rata-rata yang didapat dari waktu 900 detik yaitu 0,0007 ml/s. Semakin berat suatu organisme maka akan semakin besar laju respirasinya. Hal ini terbukti dari percoban yang telah dilakukan.Respirasi jangkrik memiliki laju respirasi yang lebih besar dibandingkan laju respirasi pada tauge.Berarti berat suatu organisme mempengaruhi frekuensi laju respirasi suatu organisme.

(16)

ketebalan irisan daun jadam pada ke tiga percobaan berbeda. Hal ini terlihat jika diamati dibawah mikroskop.irisan tertipis terhadap pada perlakuan percobaan pertama dan irisan yang paling tebal yaitu pada perlakuan percobaan kedua.ini terbukti dari wktu yang digunakan untuk proses plasmolisis dan deplasmolisis.percobaan pertama menghabikan waktu tersingkat dibanding percobaan kedua menghabiskan waktu terlama dalam proses plasmolisis dan deplasmolisis.dengan demikian ketebalan sel dapat menjadi faktor penentu dalam lamanya waktu yang digunakan untuk proses plamolisis dan deplasmolisis.semakin tipis sel terssebut maka proses plasmolisis dan depkasmolisis akan semakin cepat berlangsung,begitu pula sebaliknya.

(17)

Adapun kesimpulan yang didapat dari ketiga percobaan yang sudah dilakukan yaitu sebagai berikut :

1. Cahaya merupakahal yang sangat penting dalam proses fotosintesis.semakin tinggi intensitas cahaya maka akan semakin cepat pula reaksi fotosintesis berlangsung,sedangkan semakain rendah intensitas cahaya,maka semakin lambat pula reaksi fotosintesis berlangsung,sedangka semakin rendah intensitas cahaya,maka semakin lambat pula reaksi fotosintesis tersebut berlangsung.

2. Faktor – faktor yang mempengaruhi fotosintesis yaitu cahaya,suhu,kadar co2,diudara air,klorofil,anatomi daun dan morfologi daun.

3. Pada peristiwa respirasi menghasilkan karbondioksida, air, dan sejumlah energidanrespirasi dipengaruhi oleh massa tubuh, suhu dan jenis hewan atau tumbuhan.

4. Faktor – faktor yang dapat memngaruhi frekuensi pernapasan yaitu aktivitas tumbuhan.usia,jenis kelamin,suhu tubuh,posisi tubuh dan kadar co2 serta o2 di udara.

5. Pada percobaan mengukur laju pernapasan jangkrik dan tauge menggunakan respirometer ternyata faktor jenis kelamin dan aktivitas tubuh tidak memengaruhi laju respirasi faktor yang memengaruhi yaitu berat (massa) jangkrik.

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini dikarenakan sel pada daun Rhoeo discolor diletakan pada larutan garam dengan konsentrasi tingi (Hipertonik) dan menyebabkan sel tersebut akan kehilangan air dan

merupakan serat tipis panjang terdiri dari potein yang disebut actin, juga miosin dan tropomiosin, banyak terdapat pada sel otot. Fungsinya untuk melaksanakan gerakan

Buluh tapis terdiri dari deretan sel-sel yang panjang dan mengalami fusi (penyatuan) yang tidak sempurna, sebab dinding sel pada ujung sel-selnya tidak lenyap

- Tumbuhan kantung semar memiliki daun yang berbentuk seperti piala. Dinding daun ini akan mengeluarkan nektar untuk memikat serangga. Serangga yang terpikat oleh nektar akan

1. Judul : Organ pada Tumbuhan ( Akar, Batang dan Daun ) 2. Tujuan : A. Untuk mengamati dan mengenal struktur jaringan akar, batang, dan daun jagung (Zea

Pada pembuatan preparat irisan melintang daun, bagian-bagian irisan kurang terlihat jelas karena penampang melintang daun masih terlalu tebal sehingga hanya beberapa sel saja

Praktikum ini menyelidiki daur karbon pada tumbuhan dan hewan, mengamati perbedaan fotosintesis dan respirasi pada tumbuhan, serta respirasi dan metabolisme pada

2.2 Definisi Media Kultur sel dan contoh media kultur sel hewan dan tumbuhan 2.2.1 Definisi Media Kultur Sel Media kultur sel adalah medium nutrisi yang digunakan untuk menyediakan