Research Department ‐ email : [email protected]
NEWS HEADLINES
JAKARTA COMPOSITE INDEX CHART
Sinyalemen teknis mengkofirmasikan IHSG berada dalam ruang jenuh beli yang terindiaksikan dari Stochastic. Namun, dari indikator MACD mengkonfirmasikan tren positif bagi IHSG. Demikian dengan MA5 dan MA20 konfirmasikan sinyal positif bagi IHSG dalam pergerakannya dalam pekan ini.
JAKARTA INDICES STATISTICS
CLOSE CHANGE VOLUME (Mn) VALUE (Rp Bn)
IHSG 6597.218 -1.708 18,538.555 13,733.903
LQ-45 1100.281 -3.907 9,899.979 10,123.376
MARKET REVIEW
MARKET VIEW
Pasar merespon negatif pidato pertama Gubernur The Fed baru, Jerome Powell, di depan Kongres Amerika Serikat (AS) pada Selasa (27/2) waktu setempat. Powell menyampaikan outlook The Fed untuk kebijakan moneter dan pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun ke
depan. Powell melihat beberapa data akan menambah confidence
pandangannya bahwa inflasi tengah bergerak naik menuju target. Komentar optimis Powell tentang ekonomi itu menaikkan spekulasi
hawkish, akan ada kenaikan FFR 4 kali di tahun 2018. Pasca testimoni
Powell, Wall Street terkoreksi dan yield Treasury AS naik ke 2,915%. Kecuali bursa Shenzhen, hampir seluruh bursa saham Asia melemah kemarin, concern atas pidato Powell. Tekanan di bursa saham Asia juga tidak ditopang data ekonomi. Composite PMI (Purchasing Managers Index) Cina bulan Februari 2018 turun ke 52,9 dari 54,6 di Januari 2018. Sedang retail sales Jepang di Januari 2018 turun 1,8% MoM dari sebelumnya +0,9% MoM. Industrial production Januari 2018 turun 6,6% MoM dari +2,9% MoM di Desember 2017. Secara tahunan industrial production Januari hanya tumbuh 2,7% YoY dari +4,4%.
Bursa saham Eropa tidak terlepas dari Powell effect. Tekanan di
bursa saham Eropa kemarin juga terbebani oleh data ekonomi yang melemah. Consumer confidence Jerman di Februari 2018 turun ke 10,8 dari 11. Consumer confidence Inggris tercatat -10 di Februari dari -9.
IHSG kemarin ditutup melemah 0,026% ke level 6597,218. Investor asing mencatatkan net sell Rp 846,51 miliar. Sentimen negatif The Fed direduksi oleh rilis kinerja keuangan perusahaan. Kepercayaan investor atas fundamental dalam negeri relatif baik. IHSG sepanjang tahun 2017 naik sekitar 20% meski The Fed menaikkan FFR sebanyak 3 kali. Tahun 2016 The Fed menaikkan FFR 2 kali, tapi IHSG masih menguat 15,3%.
Nilai rupiah terdepresiasi tajam hingga ke Rp 13.745/USD pada Rabu (28/2). Bank Indonesia (BI) telah mengintervensi ke pasar keuangan mau pun obligasi sejak Rabu pagi. BI dan pemerintah berkomitmen untuk menjaga nilai rupiah dan perekonomian dari dinamika global. Menurut Menteri Keuangan nilai tukar rupiah telah memiliki daya tahan ketika The Fed memutuskan untuk melakukan normalisasi kebijakan moneter pada tahun 2017 dan 2018. Sejak dimulainya kenaikan FFR pertama kali pada FOMC Juni 2016 hingga Desember 2017, nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 13.398/USD – Rp 13.589/USD atau rata-rata kurs tengah BI di Rp 13.387/USD. Secara umum nilai tukar rupiah dalam jangka panjang tidak terlalu terdampak signifikan oleh kebijakan moneter The Fed, sepanjang fundamental ekonomi solid. Sementara depresiasi rupiah saat ini karena posisi nilai rupiah pada Desember 2017 sudah mulai melemah melampaui Rp 13.550/USD mendekati Rp 13.600/USD, dan berlanjut pada Januari 2018. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan persiapan Indonesia sudah cukup matang dalam menghadapi kemungkinan terjadinya gejolak krisis finansial.
Investor domestik mencermati inflasi bulan Februari 2018. Kenaikan
volatile food dan administered price diperkirakan belum memberikan
dampak berarti terhadap inflasi bulan Februari 2018. Hal itu karena kenaikan harga sejumlah komoditas pangan belum melonjak secara berarti dan kenaikan harga BBM terjadi menjelang akhir bulan Februari.
Utang Indonesia mendapat sorotan dari media global, nilai utang yang mendekati angka Rp4.000 triliun yang kerap disebut untuk membiayai pembangunan infrastruktur memang masih jauh di bawah ambang batas rasio utang. Berkenaan dengan keadaan utang pemerintah Indonesia yang perlahan meningkat. Menurut Menteri Keuangan Sri mulyani Indrawati, pemerintah sadar akan risiko mempercepat pertumbuhan ekonomi dengan utang dapat membahayakan. Namun, penggunaan utang diperlukan untuk menstimulasi pertumbuhan, yang mana saat ini ekonomi Indonesia sangat membutuhkannya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membuka peluang untuk merevisi asumsi harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) saat mengajukan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2018 nanti. Hal ini diakibatkan harga minyak dunia terus mengalami kenaikan, hingga kini berada di kisaran USD60 per barel. Harga minyak dunia terus bergerak di atas asumsi sehingga pemerintah perlu menghitung ulang mengenai asumsi tersebut. Pemerintah dalam APBN 2018 pada dasarnya telah menetapkan asumsi ICP yaitu USD 48 per barel dan jumlah subsidi yang diberikan baik untuk BBM, LPG 3 kg, dan listrik 450 dan 900 VA.
Terkait dengan gejolak nilai tukar rupiah, pemerintah akan terus memantau dan menjaga. Diperkirakan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS masih akan rentan terhadap hasil rapat FOMC yang akan menghasilkan keputusan kenaikan suku bunga acuan AS sebanyak tiga kali, yakni Maret, Juni, dan Desember. Jelang rapat FOMC di tiga bulan ini akan menjadi masa kritis bagi nilai tukar rupiah.
Para menteri perdagangan Uni Eropa sepakat akan memberikan tindakan balasan terhadap kebijakan tarif impor baja dan aluminium yang diusung oleh AS. Kebijakan tarif tersebut dianggap tidak sesuai dengan peraturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Negara-negara besar Eropa seperti Jerman, Perancis, Italia, dan Spanyol mendorong agar Komisi Eropa mendiskusikan lebih lanjut dan menyatakan sikap terhadap kebijakan tarif impor AS tersebut.
Ketua The Fed, Jerome Powell mengatakan kepada para anggota parlemen AS pada Selasa (27/2) bahwa The Fed akan terus menaikkan suku bunga acuan. Kenaikan suku bunga acuan ini, akan dilakukan secara bertahap. Perekonomian AS tumbuh dengan kecepatan yang solid selama paruh kedua tahun 2017 hinnga memasuki tahun ini.
Katalis diatas terbilang minim positif bagi pasar, ada peluang IHSG kembali akan melanjutkan koreksinya pada hari ini. Selain itu, sentimen pasar saham Asia diperkirakan kembali melanjutkan koreksi. Sebelumnya pasar saham AS pada hari Rabu ditutup melemah.
Daily Report
01
March
2018
•ACST bukukan kontrak baru Rp8,4triliun, naik 121% YoY pada 2017
•WSKT kaji kemampuan tangani proyek tiap tahunnya
•Pemerintah akan rombak jajaran direksi WSKT
•Laba WTON naik 23,4% YoY menjadi Rp337,12 miliar
•Laba WSBP tumbuh 58% YoY menjadi Rp1 triliun
•SMBR targetkan laba 2018 naik 44% YoY
•SMBR menyetujui pembagian dividen senilai Rp36,7 miliar
•TBLA pacu penjualan gula
•TBLA emisi obligasi PUB tahap I senilai RP 1 triliun
•BBRI menggandeng Lazada untuk memperluas pasar UMKM
•BGTG bidik pertumbuhan laba 30% YoY pada 2018
•BNGA tawarkan kredit kepemilikan mobil dengan bunga 2,75%
•BNII akan rights issue , RUPSLB 6 April 2018
•BBTN akan gandeng fintech
•BDMN kerjasama dengan PT Shell Indonesia
•BJBR akan membagikan dividen sebesar Rp.90,3 per saham
•MEGA mengangkat Aviliani sebagai Komisaris Independen
•BBLD peroleh fasilitas Rp 337,5 miliar dari Stanchart Bank
•Laba KMTR naik 101,6% YoY, penjualan naik 57,4%
•RUPS TURI setujui rights issue, rasio 19:59
•Laba LPPF naik 10,9% YoY menjadi Rp1,9 triliun
•BEI Cabut suspensi saham IKAI
Support Level 6571/6545/6526
Resistance Level 6616/6635/6661
Major Trend Up
Daily New s
Proyek Tol Bekasi - Cawang - Kampung Melayu (Becakayu) kembali dilanjutkan Rabu (28/2) setelah dihentikan sejak 20
Februari 2018 akibat kecelakaan konstruksi. Evaluasi dilakukan
tidak lebih dari dua minggu. Ada 36 proyek jalan tol, 3 proyek LRT
dan 1 DDT (double double track/rel ganda) yang dievaluasi. Proyek lain yang dapat dilanjutkan lagi pengerjaannya mulai Rabu (28/2) adalah jalan tol Depok - Antasari dengan catatan harus melengkapi dokumen lifting, jalan tol Ciawi - Sukabumi, Pasuruan - Probolinggo. Untuk proyek kereta yang dapat berlanjut adalah LRT Velodrome, DDT Manggarai dengan catatan beberapa pengerjaan di bawah pengawasan Komite Keselamatan Konstruksi
(KKK). Hingga saat ini sudah ada 40 dokumen permintaan
evaluasi yang masuk ke KKK.
Acset Indonusa (ACST) membukukan kontrak baru 121% YoY menjadi Rp8,4 triliun pada 2017 yang utamanya disumbangkan oleh kontrak infastruktur dengan perolehan 88% dan sisanya kontrak baru dari sektor fondasi. Beberapa kontrak yang dikerjakan tahun lalu yakni tol layang Jakarta-Cikampek II, Tol Bakaheuni-Sidomulyo, Tol JoRR II ruas Kunciran-Serpong, pekerjaan soil-improvement di Batang, mixed-use development di Kebon Sirih, PLTU Jepara unit 5 dan 6. Selain itu pekerjaan fondasi Menara Tendean dan pekerjaan sipil LRT Ruas Cawang-Dukuh Atas. Waskita Karya (WSKT) mengkaji kemampuan perusahaan dalam
menangani proyek setiap tahunnya. Pada tahun 2017 perseroan
mengerjakan proyek senilai Rp 45 triliun, naik cukup signifikan dibandingkan dengan sekitar 2-3 tahun lalu yang sebesar Rp 10 -
15 triliun. Pada tahun 2018 perseroan menargetkan dapat
mengerjakan proyek senilai Rp 75 triliun. WSKT tengah melakukan
evaluasi apakah memang Waskita mampu menangani pertumbuhan menyusul banyak terjadi kecelakaan pada
proyek-proyek yang tengah digarap perseroan. Pertumbuhan proyek
tersebut juga tidak diiringi dengan pertumbuhan tenaga kerja yang
hanya 20% - 30% setiap tahunnya.
Waskita Karya (WSKT) akan menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 6 April 2018 dan dipastikan ada perubahan
pada jajaran direksi. Manajemen yang ada di perseroan harus
ditinjau ulang terkait kecelakaan konstruksi yang banyak berasal
dari proyek yang tengah dikerjakan perseroan. Perseroan
menyatakan ingin mencari proyek sebanyak-banyaknya, sehingga terkait K3 mungkin agak terabaikan. Perseroan harus mengevaluasi berapa produksi yang dapat ditangani. Salah satu yang bisa dilakukan adalah struktur organisasinya harus ada yang
mengatur K3 khusus selain direktur operasional.Selain itu
beberapa masa jabatan direksi telah habis pada Juni tahun ini antara lain direktur utama perseroan. Dikatakan bahwa saat ini Kementerian BUMN tengah mengevaluasi beberapa direksi
perseroan.
PT Waskita Karya Realty, anak usaha Waskita Karya (WSKT), menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) I senilai Rp 300 miliar yang ditawarkan dalam jangka waktu 3 tahun. Seluruh dana yang diperoleh dari MTN akan digunakan untuk investasi dalam bentuk landbank dan pengembangan bisnis PT WKR. Dari total Rp 300 miliar, tahap pertama penerbitan MTN ini memperoleh Rp 150 miliar yang diterbitkan dalam 3 seri, yaitu Seri A, Seri B dan Seri C yang masing-masing sebesar Rp 50 miliar.
Wijaya Karta Beton (WTON) melaporkan kenaikan laba bersih 23,4% YoY pada 2017 menjadi Rp337,12 miliar dibandingkan laba sebelumnya Rp273 miliar pada 2016. Pendapatan bersih tumbuh menjadi Rp5,36 triliun dari pendapatan bersih Rp3,48 triliun tahun sebelumnya dan laba bruto meningkat menjadi Rp666,63 miliar dari laba bruto Rp504,43 miliar tahun sebelumnya. Sedangkan laba sebelum pajak diraih Rp419,50 miliar naik dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp340,84 miliar. Total aset hingga 31 Desember 2017 mencapai Rp7,06 triliun naik tajam dari total aset hingga 31 Desember 2016 yang Rp4,66 triliun.
Laba Waskita Beton Precast (WSBP) tumbuh 58%YoY pada 2017 menjadi Rp1 triliun, sementara itu pendapatan naik 51% YoY menjadi Rp7,1 triliun. Margin laba bersih perseroan meningkat menjadi 14%, lebih tinggi dari 2016 yang sebesar 13%. Selain itu, marjin laba kotor meningkat dari 26% menjadi 27%. Tahun 2017, WSBP menerima pembayaran termin Rp4,6 triliun. Nilai tersebut naik 470% dari penerimaan perseroan periode sebelumnya Rp978,96 miliar. Adapun pembayaran termin yang diterima WSBP pada tahun lalu berasal dari sebagian turnkey tol Becakayu dan proyek non turnkey seperti tol Solo-Kertosono, tol Pejagan-Pemalang-Batang-Semarang, tol Legundi-Bunder, dan tol Bocimi. Selain itu, perseroan juga menerima pembayaran termin dari proyek light rail transit (LRT) Palembang.
Semen Baturaja (SMBR) menargetkan pertumbuhan laba tahun 2018 mencapai 44% YoY menjadi Rp211 miliar. Perseroan menargetkan volume penjualan semen dapat tumbuh 54% menjadi 2.75 juta ton sehingga proyeksi pendapatan tahun 2018 dapat mencapai Rp2.57 triliun atau naik 66% dari tahun 2017 yang sebesar Rp1.55 triliun. Perseroan optimis terget tersebut akan tercapai didukung oleh tren gencarnya pembangunan konstruksi infrastruktur terutama di wilayah Sumatera Selatan.
Semen Baturaja (SMBR) menyetujui pembagian dividen senilai Rp36,7 miliar, dengan dividen payout ratio senilai 25%, dari total laba bersih 2017 senilai Rp146,6 miliar. Pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas sebanyak 75,57%, akan menerima dividen senilai Rp27,68 miliar, sedangkan pemegang saham publik menguasai 24,43% atau menerima Rp8,94 miliar. Lalu, sisa laba senilai Rp110 miliar akan digunakan untuk laba ditahan.
Tunas Baru Lampung (TBLA) menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun 2018 sebesar 20% dari perkiraan pendapatan tahun 2017 yang sebesar Rp8.8 triliun. Perseroan akan memacu penjualan gula serta menargetkan kontribusi penjualan gula tersebut dapat mencapai 50% terhadap pendapatan perseroan. Hal tersebut seiring mulai beroperasinya pabrik gula di Lampung pada tahun 2017 lalu dengan kapasitas 8000 ton/hari. Per Desember 2017 utilisasi pabrik masih 40%-45% dan ditargetkan akan menjadi 70% pada 2018. Saat ini kontribusi terbesar pendapatan perseroan masih dari kelapa sawit, perseroan memiliki total lahan kelapa sawit mencapai 60,000 ha dengan 80% diantaranya dalam usia produktif. Rencananya perseroan akan menambah area tertanam sebanyak 3000-4000 ha pada tahun ini. Tunas Baru Lampung (TBLA) menerbitkan obligasi dengan mekanisme penawaran umum berkelanjutan (PUB) tahap I pada tahun 2018 sebesar Rp 1 triliun. Obligasi yang diterbitkan memiliki tenor 5 tahun dengan kupon di kisaran 9%-9,75%. Obligasi yang diterbitkan itu merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan yang ditargetkan sebanyak-banyaknya senilai Rp 1,5 triliun. PUB yang diterbitkan itu memperoleh peringkat A+ (single A plus) dari PT Fitch Ratings Indonesia. Dana yang diperoleh dari hasil penerbitan obligasi itu akan digunakan untuk pelunasan seluruh pokok pijaman perseroan kepada Bank Maybank Indonesia (BNII), menurunkan saldo pinjaman ke Bank CIMB Niaga (BNGA), Bank OCBC NISP (NISP) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Rencana masa penawaran awal (bookbuilding) obligasi itu akan dilakukan pada 27 Februari-12 Maret 2018. Masa penawaran umum akan dilaksanakan pada 23-26 Maret 2018. Pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia pada 2 April. PT Mandiri Sekuritas dan PT Maybank Kim Eng Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menyetujui rencana aksi
korporasi rights issue Ristia Bintang Mahkota Sejati (RBMS). Dalam
Daily New s
hak kepada pemegang sahamnya untuk membeli 1 saham baru. Periode perdagangan HMETD diperkirakan pada 29 Maret-5 April
2018. Dana hasil Rights Issue seluruhnya untuk mendukung bisnis
perusahaan, diantaranya peningkatan saham atau modal di anak usaha perseroan. Dana hasil Rights Issue tersebut akan digunakan untuk menambah kepemilikan guna menguasai sahan PT Tiara Raya Bali International (TRBI) pemilik hotel Le Meridien Bali. Selain itu dana juga digunakan untuk mendukung modal anak usaha
perusahaan. Sisa dana untuk working capital. Bertindak sebagai
standby buyer dalam Rights Issue adalah Direktur Utama RBMS, Richard Rachmadi (20%) dan Sinarmas Sekuritas juga berkomitmen sebagai pembeli siaga sekitar 20%.
Penjualan neto Kirana Megatara (KMTR) naik 57,4% YoY per Desember 2017 menjadi Rp 12,10 triliun dibandingkan Rp 7,69 triliun per Desember 2016. Laba neto tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 423,17 miliar, naik dari laba Rp 209,90 miliar di tahun 2016.
Bank Tabungan Negara (BBTN) berencana menggandeng
perusahaan
financial technology
(fintech) untuk meningkatkanlayanan digital perbankan. Kerja sama ini masih akan berfokus pada produk kredit pemilikan rumah (KPR). Saat ini BTN belum bekerja sama dengan fintech, tapi sudah memiliki rencana
dantengah memilah fintech yang cocok dengan bisnis BTN.
Bank Danamon Indonesia (BDMN) menghadirkan layanan terbaru hasil kerjasama dengan PT Shell Indonesia (SHELL) salah satu perusahaan minyak dan gas terkemuka, dalam bentuk efisiensi dan kontrol melalui Shell Fleet Card yang terhubung dengan Danamon Corporate Card. Danamon Corporate Card yang terhubung dengan Shell Fleet Card merupakan Kartu Kredit Perusahaan yang dikhususkan untuk pembelian bensin di seluruh SPBU Shell di Indonesia. Produk ini hadir memberikan solusi bisnis dalam hal efisiensi, kenyamanan dan kontrol yang diperlukan perusahaan pemegang Danamon Corporate Card terutama yang memiliki armada kendaraan operasional.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menggandeng Lazada untuk mengembangkan UMKM di Indonesia. Adapun tandatangan MoU telah dilaksanakan pada Rabu 28 Februari 2018. Kerjasama ini untuk menjangkau pasar utama BBRI yakni segmen UMKM. Untuk kerjasamaa ini, BBRI akan menyediakan system pembayaran bagi pelanggan Lazada melalui kartu kredit BRI, internet banking, ATM dan EDC yang bekerja secara online real time. Kerjasama ini akan membantu nasabah UMKM BRI dan merchant yang menjadi anggota Lazada, yang mencakup pengembangan UMKM, layanan perbankan dan penyaluran KUR.
Bank Ganesha (BGTG) membidik pertumbuhan laba 30% YoY pada tahun 2018 menjadi Rp51,1 miliar. Angka pertumbuhan ini sama dengan tahun 2017 lalu yang didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih 32% YoY menjadi Rp211,6 miliar dan pendapatan operasional 38% YoY menjadi Rp247,8 miliar. Adapun posisi CAR perseroan berada di angka 30%, lebih tinggi dari rata-rata industry 23%. Selain itu, rasio gross NPL cukup terjaga di angka 0,81% dan net NPL 0,2%. Tahun ini, BGTG akan menyasar segmen kredit kesehatan dan pendidikan karena potensi yang besar dan risiko yang relative rendah. Selain itu, tahun 2018 BGTG akan berfokus pada pengembangan lifestyle banking yang menjangkau generasi muda dan bekerjasama dengan fintech. Bank CIMB Niaga (BNGA) menawarkan kredit kepemilikan mobil dengan bunga mulai dari 2,75%. Selain bunga yang relative kompetitif, CIMB juga menawarkan kemudahan bagi nasabah yakni suku bunga fixed dan flat selama waktu tenor, syarat pengajuan yang relative mudah dan cepat dan pembayaran angsuran dengan system autodebet dari debit CIMB Niaga. Saat ini KPM perseroan menawarkan tiga produk yakni pembiayaan mobil baru dengan tenor lima tahun, pembiayaan mobil bekas dengan usia maksimal 10 tahun dengan tenor 4 tahun dan refinancing dengan maksimum tenor 10 tahun.
BPD Jabar Banten (BJBR) akan membagikan dividen sebesar 55% dari laba bersih tahun 2017 atausebesar Rp.875,58 miliar atau sebesar Rp.90,3 per lembar saham. Besaran dividen tersebut telah memperhatikan kebutuhan Perseroan serta sebagai bentuk apresiasi Perseroan kepada pemegang saham atas kepercayaan dan dukungannya.
Bank Mega (MEGA) menyepakati pengangkatan Aviliani sebagai Komisaris Independen perusahaan. Selain itu, Perseroan juga mengangkat Guntur Triyudianto sebagai Direksi perusahaan. Keduanya melengkapi jajaran direksi dan pengurus perusahaan, setelah sebelumnya Bank Mega mengangkat Chairul Tanjung sebagai Komisaris Utama perusahaan. Saat ini, Chairul Tanjung juga masih dalam proses fit and proper test di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Maybank Indonesia (BNII) berencana melakukan Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Rights Issue). Jumlah saham yang akan ditawarkan sebanyak maksimal 12.800.000.000 saham seri D dengan nilai nominal Rp 22,50 per saham. Saham baru yang akan ditawarkan dalam PUT VIII ini seluruhnya adalah saham baru yang dikeluarkan dari portepel perseroan. Pelaksanaan PUT VIII ini akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham tidak lebih dari 12 bulan. Seluruh dana hasil dari rencana penambahan modal dengan HMETD ini akan dipergunakan untuk memperkokoh struktur permodalan perseroan dalam rangka ekspansi kredit. Perseroan akan menyelenggarakan RUPS Luar Biasa atas persetujuan pelaksanaan PUT VIII ini pada 6 April 2018 dan merencanakan untuk menyelesaikan pelaksanaan PUT VIII pada bulan Juni 2018.
Buana Finance (BBLD) memperoleh fasilitas kredit sebesar Rp 337,50 miliar dari Standard Chartered Bank. Pinjaman ini memiliki tenor selama 36 bulan. Atas fasilitas pinjaman ini, perusahaan memberikan jaminan berupa tagihan nasabah atau piutang miliknya.
Tunas Ridean (TURI) membukukan penurunan laba bersih tahun 2017 sebesar 14% menjadi Rp 475,25 miliar dari Rp 551,74 miliar di tahun 2016. Penurunan laba bersih disebabkan penurunan kontribusi dari bisnis penjualan mobil, diimbangi oleh menguatnya kontribusi dari bisnis rental dan motor. Pendapatan bersih tahun 2017 sebesar Rp 12,9 triliun atau naik 4% YoY. Laba Grup dari bisnis otomotif turun 33% menjadi Rp 241,4 miliar, disebabkan oleh meningkatnya persaingan diskon yang berdampak pada marjin
mobil. Kontribusi laba dari bisnis rental naik 122% menjadi Rp 62,3
miliar disebabkan membaiknya operasional dan bertambahnya jumlah armada. Armada rental meningkat 8% menjadi 8.350 unit. Perseroan memperkirakan pada tahun 2018 akan tetap menantang dalam situasi yang semakin kompetitif.
Matahari Department Store (LPPF) mencatat kenaikan laba sebesar 10,9% YoY menjadi Rp1,9 triliun pada 2017 sementara penjualan meningkat 17,5% YoY menjadi Rp17,5 triliun. Sepanjang 2017, perseroan telah membuka 8 gerai baru menjadi 155 unit dan tersebar di 73 kota di Indonesia. Kedelapan gerai tersebut antara lain di Tegal, Madiun, Jember, Medan, Cirebon, Baturaja, Lahat dan gerai specialty store di Surabaya.
Market Data
1 March 2018
COMMODITIES
DUAL LISTING
Description Price (USD) Change Description Price (USD) Price (IDR) Change (IDR)
Crude Oil (US$)/Barrel 61.59 -0.05 TLKM (US) 29.03 3,991.92 -101.76
Natural Gas (US$)/mmBtu 2.67 0.00 ANTM (GR) 0.05 603.26 -134.06
Gold (US$)/Ounce 1,316.74 -1.63
Nickel (US$)/MT 13,790.00 -55.00
Tin (US$)/MT 21,530.00 -195.00
Coal (NEWC) (US$)/MT* 104.25 41.85
Coal (RB) (US$)/MT* 95.60 32.24
CPO (ROTH) (US$)/MT 675.00 2.50
CPO (MYR)/MT 2,535.50 2.00
Rubber (MYR/Kg) 695.50 -5.00
Pulp (BHKP) (US$)/per ton 1,011.62 3.24
*weekly
GLOBAL INDICES VALUATION
Change PER (X) PBV (X) Market Cap Country Indices Price
%Day %YTD 2018E 2019F 2016E 2017F (USD Bn)
USA DOW JONES INDUS. 25,029.20 -1.50 1.25 16.91 15.47 3.81 3.54 6,785.03
USA NASDAQ COMPOSITE 7,273.01 -0.78 5.35 22.14 19.05 4.23 3.78 11,423.66
ENGLAND FTSE 100 INDEX 7,231.91 -0.69 -5.93 13.71 13.00 1.80 1.72 1,639.74
CHINA SHANGHAI SE A SH 3,413.74 -0.99 -1.44 12.79 11.05 1.50 1.34 5,255.67
CHINA SHENZHEN SE A SH 1,894.54 0.16 -4.63 19.37 15.85 2.62 2.35 3,574.32
HONG KONG HANG SENG INDEX 30,844.72 -1.36 3.09 12.03 10.86 1.31 1.22 2,578.55
INDONESIA JAKARTA COMPOSITE 6,597.22 -0.03 3.80 16.90 15.17 2.62 2.41 535.55
JAPAN NIKKEI 225 21,842.75 -0.92 -3.96 16.50 15.65 1.76 1.63 3,672.46
MALAYSIA KLCI 1,856.20 -0.82 3.31 16.53 15.51 1.70 1.61 287.42
SINGAPORE STRAITS TIMES INDEX 3,517.94 -0.63 3.38 14.17 13.14 1.25 1.19 445.63
FOREIGN EXCHANGE
FOREIGN EXCHANGE
Description Rate (IDR) Change Description Rate (USD) Change
USD/IDR 13,751.00 72.00 1000 IDR/ USD 0.07272 -0.00038
EUR/IDR 16,757.24 -30.06 EUR / USD 1.21862 -0.00078
JPY/IDR 128.99 0.77 JPY / USD 0.00938 0.00001
SGD/IDR 10,369.97 -5.67 SGD / USD 0.75413 -0.00071
AUD/IDR 10,663.69 -70.19 AUD / USD 0.77549 -0.00072
GBP/IDR 18,908.04 -193.40 GBP / USD 1.37503 -0.00097
CNY/IDR 2,171.99 -1.77 CNY / USD 0.15795 -0.00035
MYR/IDR 3,503.89 -6.71 MYR / USD 0.25481 -0.00049
KRW/IDR 12.65 -0.04 100 KRW / USD 0.09203 -0.00031
CENTRAL BANK RATE
INTERBANK LENDING RATE
Description Country Rate (%) Description Country Rate (%)
FED Rate (%) US 1.50 JIBOR (IDR) Indonesia 4.91
BI 7-Day Repo Rate (%) Indonesia 4.25 LIBOR (GBP) England 0.50
ECB Rate (%) Euro 0.00 SIBOR (USD) Singapore 0.17
BOJ Rate (%) Japan 0.10 D TIBOR (YEN) Japan 0.06
BOE Rate (%) England 0.50 Z TIBOR (YEN) Japan 0.06
PBOC Rate (%) China 4.35 SHIBOR (RENMINBI) China 4.04
INDONESIAN ECONOMIC INDICATORS
IDR AVERAGE DEPOSIT
Description January-18 December-17 Description Rate (%)
Inflation YTD % 0.62 0.00 1M 5.58
Inflation YOY % 3.25 3.61 3M 5.70
Inflation MOM % 0.62 0.71 6M 5.65
Foreign Reserve (USD) 131.98 Bn 130.20 Bn 12M 5.67632
Market Data
1 March 2018
BUSINESS & ECONOMIC CALENDAR
Date Agenda Expectation
01 Mar Indonesia CPI MoM Turun menjadi 0.2% dari 0.62%
01 Mar Indonesia CPI YoY Turun menjadi 2.60% dari 2.69%
01 Mar US Personal Income Turun menjadi 0.3% dari 0.4%
01 Mar US Personal Spending Turun menjadi 0.2% dari 0.4%
01 Mar US Real ersonal Spending Turun menjadi -0.1% dari 0.3%
01 Mar US PCE Deflator MoM Naik menjadi 0.4% dari 0.1%
01 Mar US PCE Deflator YoY Tetap 1.7%
01 Mar US Initial Jobless Claims Naik menjadi 225 ribu dari 222 ribu
01 Mar US Continuing Claims Naik menjadi 1925 ribu dari 1875 ribu
01 Mar US Construction Spending MoM Turun menjadi 0.3% dari 0.7%
01 Mar US ISM Manufacturing Turun menjadi 58.6 dari 59.1
01 Mar US ISM Prices Paid Turun menjadi 70.0 dari 72.7
01 Mar US New Orders --
01-02 Mar US Domestic Vehicle Sales Naik menjadi 13.30 juta dari 13.10 juta
01-02 Mar US Total Vehicle Sales Naik menjadi 17.20 juta dari 17.07 juta
Ket: (*) US Time (^) Tentative
LEADING MOVERS
LAGGING MOVERS
Stock Price Change (%) Index pt Stock Price Change (%) Index pt
HMSP IJ 4820 1.47 7.30 BBCA IJ 23175 -1.59 -8.21
SMBR IJ 3730 18.41 5.16 BMRI IJ 8300 -1.48 -5.18
INKP IJ 10750 7.50 3.68 ASII IJ 8075 -1.52 -4.54
LPPF IJ 10650 13.90 3.40 EMTK IJ 8725 -7.18 -3.42
TKIM IJ 6275 19.52 2.86 UNTR IJ 35600 -2.73 -3.35
BSDE IJ 1935 8.10 2.50 INTP IJ 21975 -3.30 -2.48
TOPS IJ 4750 7.47 1.97 TLKM IJ 4000 -0.50 -1.81
PGAS IJ 2670 3.49 1.96 CPIN IJ 3440 -3.37 -1.77
MEDC IJ 1575 6.78 1.59 BBNI IJ 9725 -1.02 -1.66
MEGA IJ 3540 7.27 1.48 ADRO IJ 2350 -2.08 -1.43
UPCOMING IPO'S
Company Business IPO Price (IDR)
Issued
Shares (Mn) Offering Date Listing Underwriter
Sky Energy Indonesia Manufacture & Industries
1 March 2018
Corporate I nfo
1 March 2018
DIVIDEND
Stock DPS (IDR) Status CUM Date EX Date Recording Payment
BJTM 44.10 Cash Dividend 27 Feb 2018 28 Feb 2018 02 Mar 2018 23 Mar 2018
CORPORATE ACTIONS
Stock Action Ratio EXC. Price (IDR) CUM Date EX Date Trading Period
GMCW Stock Split 1:8 -- TBA TBA --
HADE Reverse Stock 5:1 -- TBA TBA --
GENERAL MEETING
Emiten AGM/EGM Date Agenda
MKNT RUPSLB 02 Mar 2018
ELSA RUPSLB 05 Mar 2018
MYTX RUPSLB 05 Mar 2018
WICO RUPSLB 06 Mar 2018
UNSP RUPSLB 08 Mar 2018
AGRS RUPSLB 09 Mar 2018
BBNP RUPSLB 09 Mar 2018
EXCL RUPST 09 Mar 2018
WOMF RUPSLB 15 Mar 2018
BBNI RUPST 20 Mar 2018
BDMN RUPSLB 20 Mar 2018
BULL RUPSLB 20 Mar 2018
OCAP RUPSLB 20 Mar 2018
WTON RUPST 20 Mar 2018
BMRI RUPST 21 Mar 2018
BRPT RUPSLB 21 Mar 2018
• MACD line dan signal line indikasi negatif
• Stochastics fast line & slow indikasi positif
• Candle chart indikasi sinyal positif
• RSI berada dalam area oversold
•Harga berada dalam area upper band
Prediksi •Trading range Rp 2590-Rp 2720
•Entry Rp 2670, take Profit Rp 2720
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 70.25 Positif
MACD 10.07 Negatif
True Strength Index (TSI) 12.33 Positif
Bollinger Band (Mid) 2514 Positif
MA5 2614 Positif
1,400
August September October November December 2018 February PGAS Broadening Wedge
2,628.75 PGAS - TSI(3,5,3) = 12.33, Volume() = 131,313,504.00
12.3276 0.00000
16.6552 131,313,50 PGASWilliam's % R(14)= 20 45Volume()= 131 313 504 00 -20.4545
131,313,50
Created with AmiBroker advanced charting and technical analysis software http://www amibroker com
BBTN
TRADING BUY
• MACD line dan signal line indikasi negatif
• Stochastics fast line & slow indikasi positif
• Candle chart indikasi sinyal positif
• RSI berada dalam area netral
•Harga berada dalam area upper band
Prediksi •Trading range Rp 3680-Rp 3860
•Entry Rp 3740, take Profit Rp 3860
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 63.89 Positif
MACD -0.60 Negatif
True Strength Index (TSI) -17.83 Positif
Bollinger Band (Mid) 3711 Positif
MA5 3736 Positif
2,400
August September October November December 2018 February
BBTN Upward Sloping Channel
3,740
• MACD line dan signal line indikasi negatif
• Stochastics fast line & slow indikasi positif
• Candle chart indikasi potensi rebound
• RSI berada dalam area oversold
•Harga berada dalam area lower band
Prediksi •Trading range Rp 5250-Rp 5450
•Entry Rp 5350, take Profit Rp 5450
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 8.27 Positif
MACD -50.97 Negatif
True Strength Index (TSI) -60.21 Positif
Bollinger Band (Mid) 5576 Negatif
MA5 5365 Negatif
5,200
August September October November December 2018 February JSMR Downward Sloping Channel
5,443.75 JSMR - TSI(3,5,3) = -60.21, Volume() = 15,818,300.00
-60.2123
Created with AmiBroker advanced charting and technical analysis software http://www amibroker com
SOCI
TRADING BUY
• MACD line dan signal line indikasi positif
• Stochastics fast line & slow indikasi positif
• Candle chart indikasi sinyal positif
• RSI berada dalam area oversold
•Harga berada dalam area upper band
Prediksi •Trading range Rp 276-Rp 290
•Entry Rp 284, take Profit Rp 290
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 62.33 Positif
MACD 0.72 Positif
True Strength Index (TSI) 2.64 Positif
Bollinger Band (Mid) 275 Positif
MA5 278.4 Positif
240.0
August September October November December 2018 February SOCI Wedge
• MACD line dan signal line indikasi positif
• Stochastics fast line & slow indikasi positif
• Candle chart indikasi sinyal positif
• RSI berada dalam area oversold
• Harga berada dalam area upper band
Prediksi •Trading range Rp 9950-Rp 11225
•Entry Rp 10650, take Profit Rp 11225
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 17.71 Positif
MACD -68.21 Positif
True Strength Index (TSI) -19.42 Positif
Bollinger Band (Mid) 10486 Positif
MA5 10050 Positif
9,000
August September October November December 2018 February LPPF Broadening Wedge
10,650 LPPF - TSI(3,5,3) = -19.42, Volume() = 20,989,900.00
-19.4162
Created with AmiBroker advanced charting and technical analysis software http://www amibroker com
ERAA
TRADING BUY
• MACD line dan signal line indikasi negatif
• Stochastics fast line & slow indikasi positif
• Candle chart indikasi sinyal positif
• RSI berada dalam area netral
• Harga berada dalam area upper band
Prediksi •Trading range Rp 965-Rp 1020
•Entry Rp 995, take Profit Rp 1020
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 82.45 Positif
MACD 14.72 Negatif
True Strength Index (TSI) 43.11 Positif
Bollinger Band (Mid) 894 Positif
MA5 975 Positif
600 700 800 900 1,000
August September October November December 2018 February
ERAA Upward Sloping Channel
975
1 March 2018
Trading View
1 March 2018
THESE RECOMMENDATIONS ARE BASED ON TECHNICAL AND ONLY INTENDED FOR ONE DAY TRADING
Price Support Resistance Indicators 1 Month Ticker Rec
28-02-18 Entry Exit S2 S1 R1 R2 MACD Stoc* MA5* High Low
Agriculture
AALI Trading Buy 14425 14425 14625 13525 14075 14625 15175 Positif Positif Positif 14125 12575
LSIP Trading Buy 1390 1390 1410 1330 1370 1410 1450 Positif Positif Positif 1405 1260
SGRO Trading Sell 2500 2500 2490 2490 2500 2510 2520 Negatif Negatif Negatif 2570 2430
Mining
PTBA Trading Buy 3170 3170 3260 3080 3140 3200 3260 Negatif Negatif Negatif 3480 2950
ADRO Trading Buy 2350 2350 2420 2220 2320 2420 2520 Negatif Negatif Negatif 2650 2130
MEDC Trading Buy 1575 1575 1620 1360 1490 1620 1750 Positif Positif Positif 1540 1095
INCO Trading Sell 3390 3390 3340 3240 3340 3440 3540 Negatif Negatif Negatif 3890 3200
ANTM Trading Sell 955 955 945 925 945 965 985 Positif Positif Positif 955 665
TINS Trading Sell 1165 1165 1150 1110 1150 1190 1230 Negatif Negatif Positif 1185 875
Basic Industry and Chemicals
WTON Trading Sell 560 560 550 530 550 570 590 Negatif Negatif Negatif 645 540
SMGR Trading Sell 11125 11125 11000 10625 11000 11375 11750 Negatif Negatif Negatif 11775 10100
INTP Trading Sell 21975 21975 21600 20725 21600 22475 23350 Positif Positif Positif 23000 19875
SMCB Trading Sell 850 850 845 835 845 855 865 Positif Positif Positif 930 820
Miscellaneous Industry
ASII Trading Buy 8075 8075 8250 7950 8050 8150 8250 Positif Positif Negatif 8750 8000
GJTL Trading Sell 830 830 815 785 815 845 875 Positif Positif Positif 935 695
Consumer Goods Industry
INDF Trading Buy 7575 7575 7725 7425 7525 7625 7725 Positif Positif Negatif 8125 7550
GGRM Trading Buy 79750 79750 80750 78500 79250 80000 80750 Positif Positif Negatif 86400 78700
UNVR Trading Sell 53900 53900 53550 52675 53550 54425 55300 Negatif Negatif Negatif 55775 52500
KLBF Trading Sell 1600 1600 1565 1565 1590 1615 1640 Positif Negatif Negatif 1750 1600
Property, Real Estate and Building Construction
BSDE Trading Sell 1935 1935 1860 1745 1860 1975 2090 Positif Positif Positif 1895 1665
PTPP Trading Sell 3100 3100 3080 3020 3080 3140 3200 Negatif Negatif Negatif 3280 2890
WIKA Trading Sell 1925 1925 1915 1885 1915 1945 1975 Positif Positif Positif 2190 1840
ADHI Trading Buy 2480 2480 2530 2410 2450 2490 2530 Positif Positif Positif 2500 2050
WSKT Trading Sell 2910 2910 2890 2840 2890 2940 2990 Negatif Positif Positif 3150 2530
Infrastructure, Utilities and Transportation
PGAS Trading Buy 2670 2670 2720 2460 2590 2720 2850 Positif Positif Positif 2860 1765
JSMR Trading Buy 5350 5350 5450 5050 5250 5450 5650 Positif Positif Negatif 6400 5225
ISAT Trading Sell 5600 5600 5550 5425 5550 5675 5800 Negatif Negatif Negatif 5950 5325
TLKM Trading Buy 4000 4000 4120 3880 3960 4040 4120 Negatif Negatif Negatif 4240 3920
Finance
BMRI Trading Buy 8300 8300 8425 8075 8250 8425 8600 Negatif Negatif Negatif 9050 7900
BBRI Trading Buy 3780 3780 3850 3700 3750 3800 3850 Positif Positif Positif 3920 3530
BBNI Trading Sell 9725 9725 9600 9400 9600 9800 10000 Negatif Negatif Negatif 10175 8925
BBCA Trading Sell 23175 23175 23025 22650 23025 23400 23775 Negatif Negatif Negatif 24700 22150
BBTN Trading Buy 3740 3740 3860 3590 3680 3770 3860 Positif Positif Positif 3850 3510
Trade, Services and Investment
UNTR Trading Buy 35600 35600 36450 33150 34800 36450 38100 Negatif Negatif Negatif 40500 35825