• Tidak ada hasil yang ditemukan

KELAS VIII. Tumbuhan Sahabatku Buku Tematik Terpadu Kurikulum Tema 2. Buku Guru SMPLB Autis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KELAS VIII. Tumbuhan Sahabatku Buku Tematik Terpadu Kurikulum Tema 2. Buku Guru SMPLB Autis"

Copied!
170
0
0

Teks penuh

(1)

Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia

2019

Tumbuhan Sahabatku

Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013

Tumbuhan Sahabatku

Buku Guru

KELAS KELAS

VIII

Tema 2

(2)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

2019

Tumbuhan Sahabatku

Buku Tematik Terpadu Kurikulum Pendidikan Khusus 2013

Tema 2

Buku GURU

SMPLB Autis Kelas VIII

DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN KHUSUS

DIREKTORAT JENDRALPENDIDIKAN DASAR DAN

(3)

Hak Cipta pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang–Undang

Disklaimer: Buku ini merupakan buku siswa berkebutuhan khusus yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku siswa ini di telaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan dipergunakan dalam penerapan Kurikulum 2013 untuk Satuan Pendidikan Khusus. Buku ini merupakan dokumen yang fleksibel yang senantiasa diperbaiki dan diperbaharui sesuai kondisi, kemampuan dan kebutuhan peserta didik serta disesuaikan dengan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.

Katalog Dalam Terbitan (KDT)

MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN

Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Kerukunan dalam Masyarakat/Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan – Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2019.

viii, 170 hal- Untuk SMPLB Autis Kelas VIII

Seri Pembelajaran Tematik Terpadu Untuk SMPLB Autis Kelas VIII ISBN: ....

I. Buku tematik Terpadu-Studi dan Pengajaran II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Penulis : Santi Komaladini, A.Md. TW., M.Pd.

Penelaah materi : Sugini, S. Pd., M. Pd.

Ilustrator : Sofian Giantara Pramadita, S. Ds.

Penyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemendikbud.

Diterbitkan Oleh : Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah

Cetakan Ke-1, 2019

(4)

KATA SAMBUTAN

Kurikulum 2013 pendidikan khusus telah disusun melalui berbagai proses dan tahapan dalam waktu yang relatif panjang. Pengembangan kurikulum pendidikan khusus sejak tahun 2014, dalam perjalanannya mengalami penyesuaian dan perubahan. Harmonisasi kurikulum pendidikan khusus yang dilakukan antara Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus (d/h Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus) dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud, perguruan tinggi, sekolah luar biasa, praktisi pendidikan, serta pihak lain yang relevan, telah menghasilkan Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 10/D/

KR/2017 tentang Struktur Kurikulum, Kompetensi Inti-Kompetensi Dasar, dan Pedoman Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus.

Salah satu komponen penting dalam proses pembelajaran adalah tersedianya buku teks pelajaran yang sesuai dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar serta karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus.

Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus (d/h Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus) dengan persetujuan dan dukungan dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan, memiliki program untuk menyusun buku teks pelajaran pendidikan khusus. Penyusunan buku teks pelajaran pendidikan khusus dilakukan secara bertahap sesuai dengan pentahapan pelaksanaan Kurikulum 2013. Buku teks pelajaran pendidikan khusus disusun untuk kelas I s.d. VI jenjang SDLB, kelas VII s.d. IX SMPLB, dan kelas X, XI dan XII SMALB, ditambah beberapa buku mata pelajaran yang tidak tergabung dalam tematik.

Buku yang disusun menggunakan pendekatan tematik dan berbasis aktivitas. Tema-tema yang ada direncanakan sedemikian rupa adalah tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, supaya lebih mendekatkan peserta didik dengan pembelajaran yang nyata dan pada akhirnya materi pembelajaran diharapkan menjadi relative lebih mudah dipahami oleh peserta didik itu sendiri. Proses pembelajaran sepenuhnya diarahkan pada pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara holistik/menyeluruh di mana proses pembelajaran yang menyeluruh tersebut diharapkan dapat melahirkan pribadi peserta didik yang utuh dan berkualitas. Buku ini merupakan buku teks utama dalam pembelajaran dan sebagai salah satu sumber belajar kiranya

(5)

buku ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pendidik dan peserta didik serta dapat dipadukan dengan sumber belajar lain yang relevan untuk mendukung pengembangan pribadi peserta didik secara utuh.

Salah satu karakteristik Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus adalah bahwa pendidikan keterampilan memiliki porsi yang cukup besar dalam stuktur kurikulum. Porsi pendidikan keterampilan pada jenjang SDLB sebesar 40%, SMPLB sebesar 50% dan pada jenjang SMALB sebesar 70%. Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam rangka Peningkatan Kuailitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia. Dalam rangka revitalisasi pendidikan keterampilan pada pendidikan khusus, dikembangkan 20 jenis keterampilan pilihan SMPLB dan SMALB, serta juga dilakukan penyusunan buku keterampilan.

Buku teks pelajaran dan buku keterampilan pendidikan khusus disusun dengan mempertimbangkan kondisi yang dimiliki peserta didik, sehingga aktivitas pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kekhasan yang dimiliki masing-masing peserta didik. Diharapkan buku keterampilan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh guru dan peserta didik serta dapat dipadukan dengan sumber belajar yang lain untuk mendukung pengembangan pendidikan keterampilan yang relevan. Di samping itu, buku ini juga dapat dimanfaatkan oleh kepala sekolah, pengawas, orangtua, dan pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus.

Kami menyampaikan terimakasih kepada para penyusun dan penelaah buku serta seluruh pihak yang terlibat untuk setiap kerja keras, curahan ide dan pemikiran yang pasti dilakukan dengan sepenuh hati, sehingga tercipta buku teks pelajaran pendidikan khusus yang akan bermanfaat bagi pengembangan potensi peserta didik berkebutuhan khusus.

Jakarta, 7 Oktober 2019 Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus

Dr. Sanusi, M.Pd

(6)

KATA PENGANTAR

Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi. yang di dalamnya dirumuskan secara terpadu kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dikuasai peserta didik. Juga dirumuskan proses pembelajaran dan penilaian yang diperlukan peserta didik mencapai kompetensi yang diinginkan tersebut. Buku yang ditulis dengan mengacu pada kurikulum ini harusnya dirancang dengan menggunakan proses pembelajaran yang sesuai untuk mencapai kompetensi yang sesuai dan diukur dengan proses penilaian yang sesuai. Sebagai bagian dari kurikulum 2013 yang menekankan pentingnya keseimbangan kompetensi sikap , pengetahuan dan ketrampilan. Kemampuan berkomunikasi dan meningkatkan kemampuan daya konsentrasi anak autis untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Buku Panduan Guru Pembelajaran Tematik untuk Siswa Kelas VII SMPLB- Autis ini memuat materi minimal berisi kegiatan-kegiatan yang mendukung buku siswa yang harus dilakukan peserta didik Kelas VII SMPLB-Autis untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Pendekatan pembelajaran tematik terpadu dipilih dengan beberapa alasan. Pertama, peserta didik Kelas VII Autis yang sesuai perkembangannya lebih mudah memahami pengetahuan faktual, diajar melalui tema-tema mengikuti proses pembelajaran transdisipliner dimana kompetensi yang diajarkan dikaitkan dengan konteks peserta didik dan lingkungannya. Kedua, melalui pendekatan terpadu, pembelajaran multidisiliner-interdisipliner diwujudkan agar tumpang tindih antar materi mata pelajaran dapat dihindari demi tercapainya efisensi materi pembelajaran dan efektivitas penyerapannya oleh peserta didik.

Buku panduan guru ini mengarahkan pada apa yang harus dilakukan guru bersama peserta didik dan teman-teman sekelasnya untuk mencapai kompetensi tertentu. Buku ini bermanfaat bagi guru ketika mempraktikkan materi-materi kegiatan yang tercantum di dalam buku siswa secara mandiri atau kelompok.

Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, guru mengajak peserta didik menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap peserta didik dengan ketersediaan kegiatan

(7)

pada buku ini sangat penting. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.

Edisi pertama, buku panduan guru ini sangat terbuka dan perlu terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Kami berharap para pembaca memberikan kritik, saran, dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terima kasih.

Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan pada umumnya, dan khususnya bagi anak berkebutuhan khusus autis.

Jakarta, September 2019 Penulis

(8)

DAFTAR ISI

KATA SAMBUTAN ... iii

KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... ix

PENDAHULUAN ... 1

Tentang Buku Panduan Guru Pembelajaran Tematik Terpadu Kelas VIII .... 8

Bagaimana Menggunakan Buku Panduan Guru ... 10

Belajar dengan Orangtua ... 12

Panduan Penilaian ... 13

Subtema 1 Tanaman Hias ... 30

Deskripsi Subtema 1 ... 30

Pembelajaran 1 ... 31

Pembelajaran 2... 41

Pembelajaran 3 ... 56

Subtema 2 Tanaman Sayuran ... 65

Deskripsi Subtema 2 ... 65

Pembelajaran 1 ... 67

Pembelajaran 2... 75

Pembelajaran 3 ... 83

Subtema 3 Tanaman Perkebunan ... 91

Deskripsi Subtema 3 ... 91

Pembelajaran 1 ... 92

Pembelajaran 2... 100

Pembelajaran 3 ... 109

Subtema 4 Tanaman Organik ... 117

Deskripsi Subtema 4 ... 117

Pembelajaran 1 ... 118

Pembelajaran 2... 127

Pembelajaran 3 ... 135

(9)

Glossarium ... 143

Daftar Pustaka ... 150

Profil Penulis ... 151

Profil Penelaah ... 153

Profil Illustrator ... 158

(10)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Cakupan Penilaian Sikap ... 13

Tabel 2. Observasi Sikap Spiritual... 14

Tabel 3. Lembar Pengamatan Sikap ... 15

Tabel 4. Lembar Penilaian Diri ... 16

Tabel 5. Penilaian Antar Siswa ... 17

Tabel 6. Jurnal ... 18

Tabel 7. Teknik Penilaian Pengetahuan ... 18

Tabel 8. Konversi Nilai ... 19

Tabel 9. Laporan Kualitatif ... 19

Tabel 10. Laporan Kuantitatif ... 20

Tabel 11. Fortopolio ... 20

Tabel 12. Contoh Format Penilaian ... 21

Tabel 13. Contoh Rubrik Penilaian Keterampilan ... 21

Tabel 14. Contoh Rubrik Penilaian Keterampilan 2 ... 22

Tabel 15. Standar Kompetensi Lulusan ... 23

Tabel 16. KI dan KD PPKn ... 23

Tabel 17. KI dan KD Bahasa Indonesia ... 24

Tabel 18. KI dan KD Matematika ... 25

Tabel 19. KI dan KD IPA ... 25

Tabel 20. KI dan KD IPS ... 26

Tabel 21. KI dan KD Seni Budaya dan Prakarya ... 26

Tabel 22. Alokasi Waktu Pembelajaran per Minggu ... 27

Tabel 1.1 Indikator dan Kegiatan Subtema 1 Pembelajaran 1 ... 37

Tabel 1.2 Penilaian Melengkapi Bagan Pertumbuhan Bugenvil... 38

Tabel 1.3 Rubrik Penilaian Melengkapi Bagan Pertumbuhan Bugenvil ... 39

Tabel 1.4 Rubrik Penilaian Membedakan Tinggi ... 40

Tabel 1.5 Indikator dan Kegiatan Pembelajaran Subtema 1 Pembelajaran 2 ... 41

Tabel 1.6 Format Penilaian Pengetahuan ... 50

Tabel 1.7 Rubrik Penilaian Pengetahuan ... 51

Tabel 1.8 Rubrik Penilaian Keterampilan Menuliskan ... 53

Tabel 1.9 Rubrik Penilaian Menari ... 54

(11)

Tabel 1.10 Indikator dan Kegiatan Pembelajaran Subtema 1

Pembelajaran 3 ... 56

Tabel 1.11 Penilaian Mengukur dan Membedakan Panjang ... 64

Tabel 2.1 Indikator dan Kegiatan Pembelajaran Subtema 1 Pembelajaran 1 ... 66

Tabel 2.2 Format penilaian pengetahuan ... 73

Tabel 2.3 Rubrik penilaian keterampilan 1 ... 73

Tabel 2.4 Rubrik penilaian keterampilan 2 ... 74

Tabel 2.5 Rubrik penilaian keterampilan 3 ... 74

Tabel 2.6 Indikator dan Kegiatan Pembelajaran Subtema 1 Pembelajaran 2 ... 75

Tabel 2.7 Rubrik Penilaian Keterampilan ... 82

Tabel 2.8 Indikator dan Kegiatan Pembelajaran Subtema 2 Pembelajaran 3 ... 83

Tabel 2.9 Rubrik Penilaian Keterampilan Menanam Kangkung Darat ... 90

Tabel 3.1 Indikator dan Kegiatan Pembelajaran Subtema 2 Pembelajaran 1 ... 92

Tabel 3.2 Rubrik penilaian Menuliskan 2 macam gerak pada tumbuhan .. 99

Tabel 3.3 Indikator dan Kegiatan Pembelajaran Subtema 3 Pembelajaran 2 ... 100

Tabel 3.4 Indikator dan Kegiatan Pembelajaran Subtema 3 Pembelajaran 3 ... 109

Tabel 4.1 Indikator dan Kegiatan Pembelajaran Subtema 4 Pembelajaran 1 ... 118

Tabel 4.2 Indikator dan Kegiatan Pembelajaran Subtema 4 Pembelajaran 2 ... 127

Tabel 4.3 Indikator dan Kegiatan Pembelajaran Subtema 4 Pembelajaran 3 ... 135

(12)

PENDAHULUAN

A. Konsep Autism

Kata autis berasal dari bahasa Yunani yaitu: Autos yang berarti diri sendiri dan Isme yang berarti aliran. Secara harfiah berarti suatu paham atau aliran yang terfokus pada dunianya sendiri, sebab penyandang autis atau autisme seakan-akan hidup dalam dunianya sendiri.

IDEA (Individuals with Disabilities Education Act) dikutip oleh Marilyn Friend (2005) menyatakan bahwa autisme adalah gangguan perkembangan yang cukup signifikan yang meliputi gangguan komunikasi verbal dan non verbal, interaksi sosial, pada umumnya terjadi sebelum usia tiga tahun.

Dengan karakteristik lain seperti; aktivitas yang berulang-ulang, gerakan yang stereotif, gangguan emosi, dan gangguan sensoris.

Autisme mempunyai rentangan kemampuan dari ringan hingga berat sehingga para ahli memberi istilah spectrum. Para dokter dan psikolog mendefinisikan kelainan spektrum autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) sebagai keadaan di mana terdapat tiga ketidakmampuan yang berbeda yaitu: ketidakmampuan dalam berinteraksi secara sosial, hambatan berkomunikasi, dan keterlambatan kemampuan bahasa dan kognitif (Prizant & Wetehrby, dalam Volkmar, 2005). Pendapat tersebut didukung oleh Santrock (2008) gangguan spektrum autisme (autism spectrum disorder-ASD) atau gangguan pervasif, adalah gangguan yang ditandai dengan adanya masalah-masalah dalam interaksi sosial, masalah- masalah dalam komunikasi verbal dan nonverbal, serta perilaku repetitif.

Perbedaan-perbedaan pada area ini biasanya diketahui sebelum anak berusia 3 tahun.

Karakteristik yang menonjol pada anak autisme adalah kesulitan membina hubungan sosial, berkomunikasi secara normal maupun memahami emosi serta perasaan orang lain. Cohen (2003) mengemukakan hasil pengamatannya bahwa ada tiga kelompok gangguan tingkah laku yang tampak pada penyandang autisme yaitu interaksi sosial, imajinasi, dan komunikasi. Hubungan sosial anak autisme memiliki hambatan dalam kualitas berinteraksi dengan individu di sekitar lingkungannya. Anak autisme sering terlihat menarik diri, acuh tak acuh, lebih senang bermain sendiri, menunjukkan perilaku yang tidak hangat, tidak ada kontak mata

(13)

dengan orang lain dan nampak merasa cemas apabila ditinggalkan orang tuanya (Volkmar, 2005).

Pada aspek komunikasi anak autisme mengalami gangguan membangun komunikasi dengan lingkungannya. Anak autisme banyak yang memiliki kesulitan dalam bahasa pragmatik (Cohen dalam Volkmar, 2005). Untuk peran dan pemrakarsa dalam berkomunikasi, anak autisme memiliki kesulitan dalam memulai percakapan atau pembicaraan (Feidstein, Konstantereas, Oxman, & Webster dalam Volkmar, 2005).

Adapun karakteristik atau ciri-ciri autis yang sering ditemukan adalah tidak bisa bersosialisasi dengan teman sebaya, lebih suka menyendiri, menarik diri dari pergaulan, menghindari kontak mata, tidak peka terhadap rasa sakit, terpaku pada benda-benda tertentu, dan biasanya disertai hiperaktif atau hipoaktif. Triantoro (2004) mengemukakan bahwa gambaran umum anak yang mengalami gangguan autistik atau autisme adalah menunjukan kurang respon terhadap orang lain, mengalami kendala berat dalam kemampuan komunikasi, dan memunculkan komunikasi yang aneh terhadap berbagai aspek lingkungan di sekitarnya, yang semua ini berkembang pada masa 30 bulan pertama anak.

B. Pembelajaran dan Penilaian

1. Strategi Pembelajaran Bagi Anak Autis

Strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk peserta didik dengan autisme mempelajari keterampilan-keterampilan baru, diantaranya: isyarat visual/ verbal, modelling, visual support, prompting, fading, shaping dan chaining (Dodd, 2007).

a. Isyarat visual/verbal

Isyarat visual/verbal adalah pengajaran yang diberikan pada peserta didik dengan autisme untuk membantu mereka melengkapi tugas- tugas yang diinginkan. Ini mungkin dilakukan dengan cara non verbal atau verbal, dengan menggunakan tanda manual atau startegi visual. Strategi visual merupakan strategi pembelajaran dengan menggunakan benda-benda konkrit atau semi konkret atau simbol- simbol dalam menyampaikan pembelajaran.

b. Pemodelan (Modelling)

Pemodelan merupakan strategi pembelajaran yang menggunakan

(14)

mengajarkan keterampilan-keterampilan baru.

c. Visual Support

Visual support digunakan untuk meningkatkan komunikasi, mentransfer informasi, perilaku dan mengembangkan kemandirian.

Ini termasuk daftar visual (jadwal), urutan suatu pekerjaan, ekspresi wajah, gestures dan bahasa tubuh.

d. Prompting

Prompting merupakan isyarat tambahan untuk membantu memfasilitasi respon yang benar. Individu membutuhkan bimbingan secara fisik untuk mengerjakan tugas. Memberikan dorongan secara fisik sering menjamin keberhasilan individu. Reinforcment harus segera diberikan apabila anak selesai mengerjakan tugas mandirinya.

e. Fading

Fading merupakan pengurangan bantuan secara sistematis.

Pengurangan bantuan fisik secara bertahap. Teknik ini berhasil dalam mengajarkan keterampilan baru. Pengurangan ini sangat penting supaya anak tidak tergantung pada bantuan dan isyarat.

f. Shaping

Perilaku terkadang dapat dibentuk sesuai dengan tujuan yang diharapkan atau yang ingin dicapai. Shaping merupakan prosedur yang digunakan untuk mengembangkan keterampilan atau perilaku yang tidak ada pada diri seseorang. Shaping biasanya digunakan untuk mengajarkan keterampilan-keterampilan yang sulit seperti memakai baju, makan dan bersosialisasi dengan orang lain.

g. Chainning

Chainning adalah menciptakan perilaku yang rumit dengan menggabungkan perilaku-perilaku sederhana yang telah menjadi bagian dalam diri seseorang. Contohnya dalam menyikat gigi: pertama menyimpan pasta gigi pada sikat gigi, kemudian memasukkan sikat gigi ke mulut dan kemudian mulai menggosok gigi ke atas ke bawah, kesamping kiri dan kanan dan seterusnya.

Selain itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan oleh guru dalam melaksanakan pembelajaran bersama anak autisme, yaitu:

(15)

1) Gunakan bahasa yang sederhana dan hindari bahasa verbal yang berlebihan terlepas dari kemampuan komunikasi anak;

2) Perkenalkan dukungan visual dalam seluruh sesi pembelajaran dan gunakan isyarat visual;

3) Rencanakan perubahan strategi termasuk dukungan visual untuk mempersiapkan siswa untuk perubahan rutinitas;

4) Memahami kecederungan untuk fokus pada detail dan ketidakmampuan untuk memahami gambar yang lebih besar;

5) Memberikan feedback yang positif dan mendorong semua anak untuk mencapai hasil yang gemilang;

6) Menyadari pentingnya konsistensi dan rutinitas dalam membantu individu dengan autisme untuk mengatasi kehidupan sehari-hari;

7) Memaksimalkan penggunaan dari dukungan visual dan meminimalkan ketergantungan pada pemikiran abstrak;

8) Mengurangi faktor yang menyebabkan stres termasuk menunggu, kontak fisik, ambiguitas, dan yang berlebihan;

9) Ketika memberi instruksi kepada siswa usahakan sekonkrit mungkin;

10) Untuk mempersiapkan siswa sebelumnya atas setiap perubahan pada rutinitas biasa dan menggunakan dukungan visual untuk memastikan bahwa pesan diterima;

11) Menghindari instruksi secara verbal yang kompleks dan gunakan bahasa yang sederhana (Kemendikbud, 2014).

h. Pembelajaran Tematik Terpadu

Pembelajaran Tematik Terpadu dilaksanakan dengan menggunakan prinsip pembelajaran terpadu. Pembelajaran terpadu menggunakan tema sebagai pemersatu kegiatan pembelajaran yang memadukan beberapa mata pelajaran sekaligus dalam satu kali tatap muka, untuk memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik. Karena peserta didik dalam memahami berbagai konsep yang mereka pelajari selalu melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dikuasainya.

Pelaksanaan pembelajaran Tematik Terpadu berawal dari tema yang telah dipilih/dikembangkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Jika dibandingkan dengan pembelajaran konvensional pembelajaran

(16)

berbagai mata pelajaran yang lebih diutamakan pada makna belajar, dan keterkaitan berbagai konsep mata pelajaran. Keterlibatan peserta didik dalam belajar lebih diprioritaskan dan pembelajaran yang bertujuan mengaktifkan peserta didik, memberikan pengalaman langsung serta tidak tampak adanya pemisahan antar mata pelajaran satu dengan lainnya.

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar, karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.

Sedangkan tujuan pembelajaran tematik terpadu adalah: mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu; mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema yang sama; memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan; mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik; lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti: bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain; lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas; guru dapat menghemat waktu, karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam 2 atau 3 pertemuan bahkan lebih dan atau pengayaan; budi pekerti dan moral peserta didik dapat ditumbuh kembangkan dengan mengangkat sejumlah nilai budi pekerti sesuai dengan situasi dan kondisi.

Sebagai suatu model pembelajaran tematik, pembelajaran tematik memiliki karakteristik sebagai berikut:

1) Berpusat pada siswa

Pembelajaran tematik berpusat pada siswa (student centered), hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar sedangkan guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator yaitu memberikan

(17)

kemudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakukan aktivitas belajar.

2) Memberikan pengalaman langsung

Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa (direct experiences). Dengan pengalaman langsung ini, siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkrit) sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak.

3) Pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas

Dalam pembelajaran tematik pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa.

4) Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran

Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. Dengan demikian, Siswa mampu memahami konsep-konsep tersebut secara utuh. Hal ini diperlukan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

5) Bersifat fleksibel

Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel) dimana guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya, bahkan mengaitkannya dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan dimana sekolah dan siswa berada.

6) Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa Siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan minat dan kebutuhannya.

2. Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan

Dalam proses pembelajaran tematik tidak menjemukan/

membosankan bahkan dalam suasana bermain yang menyenangkan mereka mendapatkan pengetahuan yang sangat utuh dan bermakna.

Peserta didik autis yang bersekolah di SLB memiliki kemampuan kognitif yang lebih rendah dari anak seusianya, untuk itu pembelajaran

(18)

satu kesatuan yang dipusat pada tema adalah yang paling sesuai. Dan kegiatan pembelajaran akan bermakna jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman, bersifat individual dan kontekstual, anak mengalami langsung yang dipelajarinya, hal ini akan diperoleh melalui pembelajaran tematik. Pembelajaran yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa.

(19)

Tentang Buku Panduan Guru Pembelajaran Tematik Terpadu Kelas VIII

Buku Panduan Guru disusun untuk memudahkan para guru dalam melaksanakan pembelajaran tematik terpadu. Buku ini mencakup hal-hal sebagai berikut;

1. Jaringan tema yang memberi gambaran kepada guru tentang suatu tema yang melingkupi beberapa Kompetensi Dasar (KD) dan indikator dari berbagai mata pelajaran.

2. Tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada setiap kegiatan pembelajaran.

3. Kegiatan pembelajaran tematik terpadu untuk menggambarkan kegiatan pembelajaran yang menyatu dan mengalir.

4. Pengalaman belajar yang bermakna untuk membangun sikap dan perilaku positif, penguasaan konsep, keterampilan berpikir saintifik, berpikir tingkat tinggi, kemampuan menyelesaikan masalah, inkuiri, kreativitas, dan pribadi reflektif.

5. Berbagai teknik penilaian siswa.

6. Informasi yang menjadi acuan kegiatan remedial dan pengayaan.

7. Kegiatan interaksi guru dan orangtua, yang memberikan kesempatan kepada orangtua untuk ikut berpartisipasi aktif melalui kegiatan belajar siswa di rumah.

8. Petunjuk penggunaan buku siswa.

Kegiatan pembelajarandi buku ini dirancang untuk mengembangkan kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) siswa melalui aktivitas yang bervariasi. Aktivitas tersebut mencakup hal-hal sebagai berikut;

1. Membuka pelajaran dengan cara yang menarik perhatian siswa, seperti membacakan cerita, bertanya jawab, bernyanyi, melakukan permainan, demonstrasi, dan pemecahan masalah.

2. Menginformasikan tujuan pembelajaran sehingga siswa dapat mengorganisir informasi yang disampaikan (apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dikerjakan).

3. Menggali pengetahuan siswa yang diperoleh sebelumnya agar siswa bisa mengaitkan pengetahuan terdahulu dengan yang akan dipelajari.

(20)

5. Memberi tugas yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

6. Memberi kesempatan untuk melatih keterampilan atau konsep yang telah dipelajari.

7. Memberi umpan balik yang akan menguatkan pemahaman siswa.

(21)

Bagaimana Menggunakan Buku Panduan Guru?

Buku Panduan Guru memiliki dua fungsi, yaitu sebagai petunjuk penggunaan Buku Siswa dan sebagai acuan kegiatan pembelajaran di kelas. Mengingat pentingnya buku ini, disarankan memperhatikan hal-hal sebagai berikut;

1. Bacalah halaman demi halaman dengan teliti.

2. Pahamilah setiap Kompetensi Dasar dan Indikator yang dikaitkan dengan tema.

3. Upayakan untuk mencakup Kompetensi Inti (KI) I dan (KI) II dalam semua kegiatan pembelajaran. Guru diharapkan melakukan penguatan untuk mendukung pembentukan sikap, pengetahuan, dan perilaku positif.

4. Dukunglah ketercapaian Kompetensi Inti (KI) I dan (KI) II dengan kegiatan pembiasaan, keteladanan, dan budaya sekolah.

5. Cocokanlah setiap langkah kegiatan yang berhubungan dengan buku siswa sesuai dengan halaman yang dimaksud.

6. Kembangkan ide-ide kreatif dalam memilih metode pembelajaran. Temukan juga keg iatan alternatif apabila kondisi yang terjadi kurang sesuai dengan perencanaan (misalnya, siswa tidak dapat mengamati tanaman di luar kelas pada saat hujan).

7. Beragam strategi pembelajaran yang akan dikembangkan (misalnya siswa bermain peran, mengamati, bertanya, bercerita, bernyanyi, dan menggambar), selain melibatkan siswa secara langsung, diharapkan melibatkan warga sekolah dan lingkungan sekolah.

8. Guru diharapkan mengembangkan:

a. metode pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM), b. keterampilan bertanya yang berorientasi pada kemampuan berpikir

tingkat tinggi,

c. keterampilan membuka dan menutup pembelajaran, dan d. keterampilan mengelola kelas dan pajangan kelas.

9. Gunakanlah media atau sumber belajar alternatif yang tersedia di lingkungan sekolah.

10. Pada semester I terdapat 4 tema. Setiap tema terdiri atas 4 subtema.

Masing¬masing subtema diuraikan menjadi 6 pembelajaran. Setiap pembelajaran diharapkan selesai dalam 1 hari.

(22)

11. Empat subtema yang ada direncanakan selesai dalam jangka waktu 4 minggu.

12. Aktivitas minggu IV berupa berbagai kegiatan yang dirancang sebagai aplikasi dari keterpaduan gagasan pada subtema 1–4. Kegiatan minggu IV diarahkan untuk mengasah daya nalar dan berpikir tingkat tinggi. Kegiatan dirancang untuk membuka kesempatan bertanya dan menggali informasi yang dekat dengan keseharian siswa.

13. Perkiraan alokasi waktu dapat merujuk pada struktur kurikulum. Meskipun demikian, alokasi waktu menurut mata pelajaran hanyalah petunjuk umum.

Guru diharapkan menentukan sendiri alokasi waktu berdasarkan situasi dan kondisi di sekolah dan pendekatan tematik-terpadu. Meskipun demikian, alokasi waktu menurut mata pelajaran hanyalah sebagai petunjuk umum.

Guru diharapkan menentukan sendiri alokasi waktu berdasarkan situasi dan kondisi di sekolah dan pendekatan tematik terpadu.

14. Buku siswa dilengkapi dengan bahan-bahan latihan yang sejalan dengan pencapa ian kompetensi.

15. Hasil karya siswa dan bukti penilaiannya dapat dimasukkan ke dalam portofolio siswa.

16. Sebagai upaya perbaikan diri, buatlah catatan refleksi setelah satu subtema selesai. Misalnya faktor-faktor yang menyebabkan pembelajaran berlangsung dengan baik, kendala-kendala yang dihadapi, dan ide-ide kreatif untuk pengembangan lebih lanjut.

17. Libatkan semua siswa tanpa kecuali dan yakini bahwa setiap siswa cerdas dalam keunikan masing-masing. Dengan demikian, pemahaman tentang kecerdasan majemuk, gaya belajar siswa dan beragam faktor penyebab efektivitas dan kesulitan belajar siswa, sangat dibutuhkan.

18. Demi pencapaian tujuan pembelajaran, diperlukan komitmen guru untuk mendidik sepenuh hati (antusias, kreatif, penuh cinta, dan kesabaran).

(23)

Belajar dengan Orangtua

Secara khusus, di setiap akhir pembelajaran Buku Siswa, terdapat lembar untuk orangtua yang berjudul “Belajar dengan orangtua”. Halaman ini berisi materi yang akan dipelajari, aktivitas belajar yang dilakukan anak bersama orangtua di rumah, serta saran agar anak dan orangtua bisa belajar dari lingkungan. Orangtua diharapkan berdiskusi dan terlibat dengan aktivitas belajar anak. Saran-saran untuk kegiatan bersama antara siswa dan orangtua dicantumkan juga pada akhir setiap pembelajaran. Guru diharapkan membangun komunikasi dengan orangtua sehubungan dengan kegiatan pembelajaran yang akan melibatkan orangtua dan siswa di rumah.

(24)

Panduan Penilaian

Penilaian pencapaian kompetensi peserta didik pada buku ini mencakup kompetensi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

1. Sikap

Sikap merupakan perasaan yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sikap dapat dibentuk, sehingga terjadi perilaku atau tindakan yang diinginkan.

Kompetensi sikap terbagi menjadi dua, yaitu sikap spiritual yang terkait dengan pembentukan peserta didik yang beriman dan bertakwa, dan sikap sosial yang terkait dengan pembentukan peserta didik yang berakhlak mulia, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab. Sikap spiritual sebagai perwujudan dari menguatnya interaksi vertikal dengan Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan sikap sosial sebagai perwujudan eksistensi kesadaran dalam upaya mewujudkan harmoni kehidupan.

Pada ranah sikap, guru melakukan penilaian perubahan tingkah laku siswa pada aspek nilai-nilai pendidikan karakter yang sesuai dengan tema pembelajaran yang sedang berlangsung baik pada saat siswa berada di dalam atau di luar kelas, melakukan kerjasama dalam proses pembelajaran maupun pada saat mengerjakan tugas yang diberikan guru.

Berdasarkan rumusan KI-1 dan KI-2, penilaian sikap mencakup:

Tabel 1. Cakupan Penilaian Sikap

Penilaian sikap spiritual Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianut Penilaian sikap sosial 1. jujur

2. disiplin

3. tanggung jawab 4. toleransi

5. gotong royong 6. santun

7. percaya diri 8. cinta tanah air 9. dan lain-lain

(25)

Teknik dan bentuk Instrumen a. Teknik observasi

Teknik ini bisa dilakukan sepanjang hari dengan mengobservasi prilaku siswa berdasarkan poin-poin pendidikan karakter.

Observasi Sikap Spiritual

Nama Siswa : ………

Kelas : ………

Tanggal Pengamatan : ………

Materi Pokok : ………

Tabel 2. Observasi Sikap Spiritual

No Aspek Pengamatan Penilaian

BT MT MB SM 1 Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu

2 Mengucapkan rasa syukur atas karunia Tuhan 3 Memberi salam sebelum dan sesudah

menyampaikan pendapat/presentasi

4 Mengungkapakan kekaguman secara lisan maupun tulisan terhadap Tuhan saat melihat kebesaran Tuhan

5 Merasakan keberadaan dan kebesaran Tuhan saat mempelajari ilmu pengetahuan

Jumlah Skor

Bisa juga didasarkan pada penilaian materi pembelajaran PPKn dikaitkan dengan nilai-nilai pendidikan karakter saat mata pelajaran tersebut berlangsung.

Format Lembar Pengamatan Sikap Siswa pada Saat Kegiatan Pembelajaran Berlangsung

(26)

Tabel 3 Lembar Pengamatan Sikap

No Nama Sikap

1 2 3 4 5 dst

Keterangan:

Tahapan perkembangan nilai karakter sebagaimana tercantum dalam Kerangka Acuan Pendidikan Karakter (Kemendiknas, 2010) meliputi:

BT: Belum Terlihat,

apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator karena belum memahami makna dari nilai itu (Tahap Anomi).

MT: Mulai Terlihat,

apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya tanda- tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum konsisten karena sudah ada pemahaman dan mendapat penguatan lingkungan terdekat (Tahap Heteronomi).

MB: Mulai Berkembang,

apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten, karena selain sudah ada pemahaman dan kesadaran juga mendapat penguatan lingkungan terdekat dan lingkungan yang lebih luas (Tahap Sosionomi).

SM: Sudah Membudaya,

apabila peserta didik terus-menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten karena selain sudah ada pemahaman, kesadaran, dan mendapat penguatan lingkungan terdekat dan lingkungan yang lebih luas, juga sudah tumbuh kematangan moral

Cinta Tanah Air Kerja Keras Disiplin Berani Percaya Diri Terampil

(27)

b. Penilaian Diri

Teknik ini bisa dilakukan sepanjang hari dengan mengobservasi prilaku siswa berdasarkan poin-poin pendidikan karakter.

Observasi Sikap Spiritual

Nama Siswa : ………

Kelas : ………

Tanggal Pengamatan : ………

Materi Pokok : ………

Tabel 4 Lembar Penilaian Diri

No Pernyataan TP KD SR SL

1 Saya semakin yakin dengan keberadaan Tuhan setelah mempelajari ilmu pengetahuan

2 Saya berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu kegiatan

3 Saya mengucapkan rasa syukur atas segala karunia Tuhan

4 Saya memberi salam sebelum dan sesudah mengungkapkan pendapat di depan umum 5 Saya mengungkapkan keagungan Tuhan

apabila melihat kebesaranNya Jumlah

Keterangan:

TP = Tidak pernah KD = Kadang-kadang SR = Sering

SL = Selalu

c. Penilaian Antar Siswa

Lembar Penilaian Antarpeserta Didik Sikap Disiplin

Petunjuk:

Lembaran ini diisi oleh peserta didik untuk menilai sikap sosial peserta didik lain dalam kedisiplinan. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor

(28)

sesuai sikap disiplin yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut:

Ya = apabila peserta didik menunjukkan perbuatan sesuai aspek pengamatan

Tidak = apabila peserta didik tidak menunjukkan perbuatan sesuai aspek pengamatan.

Nama penilai : Tidak diisi Nama siswa yang dinilai : ...

Kelas : ...

Mata pelajaran : ...

Tabel 5 Peniaian Antar Siswa

No Sikap yang diamati Melakukan

Ya Tidak 1 Masuk kelas tepat waktu

2 Mengumpulkan tugas tepat waktu 3 Memakai seragam sesuai tata tertib 4 Mengerjakan tugas yang diberikan 5 Tertib dalam mengikuti pembelajaran

6 Mengikuti praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan

7 Membawa buku tulis sesuai mata pelajaran 8 Membawa buku teks mata pelajaran

Jumlah

d. Jurnal

Petunjuk pengisian jurnal (diisi oleh guru):

a) Tulislah identitas peserta didik yang diamati.

b) Tulislah tanggal pengamatan.

c) Tulislah aspek yang diamati oleh guru.

d) Ceritakan kejadian-kejadian yang dialami oleh Peserta didik baik yang merupakan kekuatan Peserta didik maupun kelemahan Peserta didik sesuai dengan pengamatan guru terkait dengan Kompetensi Inti.

e) Tulislah dengan segera kejadian.

(29)

f) Setiap kejadian per anak ditulis pada kartu yang berbeda.

g) Simpanlah kartu tersebut di dalam folder masing-masing Peserta didik.

Format:

Tabel 6 Jurnal Jurnal Nama Siswa : ……….

Nomor Siswa : ……….

2. Pengetahuan

Teknik penilaian kompetensi pengetahuan dilakukan dengan tes tulis, tes lisan, dan penugasan.Tiap-tiap teknik tersebut dilakukan melalui instrumen tertentu yang relevan. Teknik dan bentuk instrumen penilaian kompetensi pengetahuan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 7 Teknik Penilaian Pengetahuan Teknik Penilaian Bentuk Instrumen

Tes tulis isian, jawaban singkat, menjodohkan, dan uraian.

Tes lisan Daftar pertanyaan.

Penugasan Pekerjaan rumah dan/atau tugas yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas.

Penilaian pengetahuan terdiri dari skor 1-4.

Rubrik Penilaian:

Skor 4 = dapat menjawab secara mandiri

Skor 3 = dapat menjawab dengan sedikit bimbingan Skor 2 = dapat menjawab dengan banyak bimbingan

(30)

Nilai = Jumlah skor perolehan x 100 = …..

Jumlah skor maksimum

Penilaian pengetahuan pada pembelajaran ini meliputi tes untuk mengetahui kemampuan siswa dalam indikator pembelajaran yang dikembangkan dalam setiap mapel pada pembelajaran tematik yang sedang berlangsung.

Tabel 8 Konversi Nilai Konversi Nilai

(Skala 0-100)

Predikat Klasifikasi

81-100 A SB ( Sangat Baik)

66-80 B B ( Baik )

51-65 C C (Cukup )

0-50 D D (Kurang )

3. Keterampilan

Penilaian pencapaian kompetensi keterampilan merupakan penilaian yang dilakukan terhadap peserta didik untuk menilaisejauh mana pencapaian SKL, KI, dan KD khusus dalam dimensi keterampilan.

Berdasarkan Permendikbud nomor 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian, pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, proyek, dan penilaian portofolio.

Contoh Format Laporan a. Laporan Kualitataif

MataPelajaran :...

Kelas :...

Tabel 9 Laporan Kualitatif

No Nama Siswa Aspek Yang Dinilai Deskriptif

(31)

b. Laporan Kuantitatif

MataPelajaran :...

Kelas :...

Tabel 10 Laporan Kuantitatif

No Nama Siswa Aspek Yang Dinilai Deskriptif

c. Porto Folio

Kompetensi Dasar :...

Alokasi Waktu :...

Nama Siswa :...

Kelas :...

Tabel 11 Fortopolio No Aspek

yang dinilai

Skor Ketercapaian Keterangan

Mandiri Sebagian Skor dibantu

Penuh Bantuan

1 3 : Mandiri

2: Sebagian dibantu

1: Dibantu penuh 2

3 4

Total Maksimal

Nilai Skor: Skor Perolehan x 100 Skor Maksimal

Komentar Orangtua:

Penilaian pada ranah keterampilan dalam proses pembelajaran dilakukan guru dengan melaksanakan tes kinerja yang terdapat pada buku siswa sesuai dengan indikator pembelajaran yang dimaksud.

Berikut adalah contoh format penilaiannya, yang diambil dari

(32)

Tabel 12 Contoh Format Penilaian Nama : . . . .

No Aspek Yang Dinilai Nilai

4 3 2 1

1 Menuliskan nama pohon bugenvil dengan benar 2 Menuliskan cara menanam bugenville

3 Menuliskan ciri pertumbuhan batang, daun, dan bunga bugenvil dengan benar

JUMLAH SKOR

Nilai = Jumlah Skor x 100 = … Skor Maksimum

Rubrik Penilaian Melengkapi Bagan Pertumbuhan Tanaman Bugenvil Tabel 13 Contoh Rubrik Penilaian Keterampilan 1

Aspek Yang Dinilai

Baik Sekali 4

Baik 3

Cukup 2

Perlu Bimbingan

1 Menuliskan

nama pohon

Dapat menuliskan nama pohon bugenvil ditulis dengan benar tanpa dibantu

Dapat menuliskan nama pohon bugenvil ditulis dengan benar melalui sedikit stimulasi yang diberikan guru

Dapat menuliskan nama pohon bugenvil ditulis dengan benar melalui stimulasi yang diulang-ulang oleh guru

Sama sekali tidak bisa menuliskan nama pohon dengan benar meskipun sudah diberikan stimulasi yang diulang-ulang oleh guru Menuliskan

cara menanam bugenvil

Menuliskan cara menanam bugenville dengan benar tanpa dibantu

Menuliskan cara menanam bugenville dengan benar setelah diberi sedikit stimulasi

Menuliskan cara menanam bugenville dengan benar setelah diberi stimulasi yang berulang-ulang

Sama sekali tidak bisa menuliskan cara menanam bugenville meskipun sudah diberi stimulasi yang berulang-ulang Menuliskan

ciri

pertumbuhan batang, daun, dan bunga bugenvil dengan benar

Menuliskan ciri pertumbuh-an batang, daun, dan bunga bugenvil dengan benar tanpa dibantu

Menuliskan ciri pertumbuh- an batang, daun, dan bunga bugenvil dengan benar setelah sedikit distimulasi

Menuliskan ciri pertumbuh- an batang, daun, dan bunga bugenvil dengan

benar setelah distimulasi berulang-ulang

Sama sekali tidak dapat menuliskan ciri pertumbuh- an batang, daun, dan bunga bugenvil meskipun sudah distimulasi berulang-ulang

(33)

Rubrik Penilaian Membedakan Tinggi Pohon Bugenvil dan Bonsainya Tabel 14 Contoh Rubrik Penilaian Keterampilan 2

Aspek Yang Dinilai

Baik Sekali 4

Baik 3

Cukup 2

Perlu Bimbingan

1 Mengukur

tinggi bonsai.

Dapat mengukur tinggi bonsai dengan benar tanpa dibantu.

Dapat mengukur tinggi bonsai namun perlu penjelasan lisan dari guru.

Dapat mengukur tinggi bonsai setelah diberikan penjelasan verbal dan nonverbal dari guru.

Sama sekali tidak bisa mengukur tinggi bonsai dengan benar meskipun sudah diberikan stimulasi yang diulang-ulang oleh guru Memperkira-

kan tinggi pohon asli.

Dapat

memperkirakan ukuran tinggi pohon asli dengan benar tanpa dibantu.

Dapat

memperkirakan ukuran tinggi pohon asli dengan bantuan penjelasan verbal dari guru.

Dapat

memperkirakan ukuran tinggi pohon asli dengan bantuan penjelasan non verbal dari guru.

Sama sekali tidak bisa mengukur tinggi bonsai dengan benar meskipun sudah diberikan stimulasi yang diulang-ulang oleh guru Membedakan

ukuran tinggi pohon dan bonsainya.

Dapat

mengukur tinggi bonsai dan memperkirakan tinggi pohon bugenvildengan benar tanpa dibantu

Dapat mengukur tinggi bonsai namun perlu bantuan guru saat memperkirakan tinggi pohon bugenvildengan benar.

Dapat menuliskan nama pohon bugenvil ditulis dengan benar melalui stimulasi yang diulang-ulang oleh guru

Sama sekali tidak bisa menuliskan nama pohon dengan benar meskipun sudah diberikan stimulasi yang diulang-ulang oleh guru

Catatan: Karakteristik siswa autis dalam berkomunikasi ada yang verbal, ada yang non verbal. Berikan stimulasi seoptimal mungkin dalam melakukan penilaian kinerja. Baik secara verbal melalui penjelasan lisan, dan secara non verbal menggunakan gambar atau pun simbol-simbol visual lainnya.

C. Kegiatan Bersama Orangtua

Secara khusus, dalam setiap subtema buku siswa terdapat lembar untuk orang tua, yang berjudul “Kegiatan Bersama Orangtua”. Halaman ini berisi materi dan aktivitas belajar yang akan dilakukan bersama antara siswa dan

(34)

orangtua di rumah, yang hasilnya harus dilaporkan siswa kepada guru baik secara lisan atau pun tertulis.

D. Pengembangan Rencana Pembelajaran 1. Standar Kompetensi Lulusan

Pelaksanaan pembelajaran tematik memerlukan beberapa strategi yang harus disusun dan dilaksanakan oleh guru, antara lain: Standar kelulusan, kompetensi Inti dan kompetensi Dasar, matrik KI-KD dan silabus. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 15 Standar Kompetensi Lulusan SMPLB – AUTIS

DIMENSI KUALIFIKASI KEMAMPUAN

Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermain.

Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual dan konseptual berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermain Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang produktif

dan kreatif dalam ranah konkret dan abstrak sesuai dengan yang ditugaskan kepadanya

2. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar PPKn

Tabel 16 KI dan KD PPKn

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

1. Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya

1.3 Menyadari perbedaan yang ada dalam kehidupan bangsa Indonesia

2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan

2.3 Menghargai perbedaan yang ada dalam kehidupan bangsa Indonesia

(35)

3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda- benda yang dijumpainya di rumah di sekolah, dan tempat bermain

3.3 Mengidentifikasi perbedaan kebhinekaan apa saja yang ada dalam kehidupan bangsa Indonesia

4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

4.3 Menyajikan dalam bentuk gambar atau tulisan tentang perbedaan kebhinekaan apa saja yang ada dalam kehidupan bangsa Indonesia

BAHASA INDONESIA

Tabel 17 KI dan KD Bahasa Indonesia

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya,

makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda- benda yang dijumpainya di rumah di sekolah, dan tempat bermain

1.3 Menyadari perbedaan yang ada dalam kehidupan bangsa Indonesia

4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

4.2 Mempraktikkan teks arahan/

petunjuk sederhana tentang perawatan tumbuhan dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat dibantu dengan kosakata bahasa daerah

(36)

MATEMATIKA

Tabel 18 KI dan KD Matematika

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

3. Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara menyimak, menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda- benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain

3.1 Mengenal konsep pembagian menggunakan benda konkret yang ada di sekitar rumah, sekolah dan tempat bermain 3.3 Mengenal satuan baku pada

ukuran panjang tinggi

4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

4.1 Menghitung hasil pembagian bilangan yang melibatkan dua bilangan asli sampai 100 yang hasilnya bilangan asli

4.3 Mengukur panjang tinggi benda dengan satuan baku

ILMU PENGETAHUAN ALAM

Tabel 19 KI dan KD IPA

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda- benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah

3.1 Memahami tahapan

pertumbuhan pada makhluk hidup

4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

4.1 Menyusun gambar tahapan pertumbuhan pada makhluk hidup

(37)

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Tabel 20 KI dan KD IPS

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya,

makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda- benda yang dijumpainya di rumah di sekolah, dan tempat bermain

3.1 Memahami berbagai sumber daya alam dan manfaatnya bagi kehidupan di sekitar

4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

4.1 Menceritakan berbagai sumber daya alam dan manfaatnya bagi kehidupan di lingkungan sekitar

SENI BUDAYA DAN PRAKARYA

Tabel 21 KI dan KD Seni Budaya dan Prakarya

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya,

makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda- benda yang dijumpainya di rumah di sekolah, dan tempat bermain

3.3 Mengenal tari berdasarkan pengamatan alam sekitar

4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang

4.3 Praktik tari bertema berdasarkan pengamatan alam sekitar

(38)

D. Silabus Pembelajaran

Silabus tematik di SMPLB Autis dikembangkan menggunakan model jaring laba-laba (webbed). Pembelajaran terpadu model jaring laba-laba (webbed) dikembangkan dengan memadukan beberapa mata pelajaran yang diikat dalam suatu tema. Pengembangan silabus dilakukan merujuk silabus mata pelajaran, untuk materi pembelajaran menyesuaikan dengan kompetensi dasar setiap mata pelajaran. Sedangkan kegiatan pembelajaran merupakan gabungan kegiatan pembelajaran untuk satu tema/subtema untuk seluruh kompetensi dasar dari muatan mata pelajaran yang diikat dalam tema/

subtema tersebut.

Alokasi waktu pembelajaran dalam satu minggu sebagaimana yang tercantum dalam struktur kurikulum untuk SMPLB Autis adalah sebagai berikut.

Tabel 22 Alokasi Waktu Pembelajaran per minggu

Kelas VII VIII IX

Jumlah jam pelajaran per minggu

Alokasi waktu tersebut termasuk Pendidikan Agama sebanyak 3 jam pelajaran per minggu. Selain itu untuk pada siswa Autis kelas VII, VIII, dan IX membutuhkan penekanan pada penguasaan kompetensi membaca, menulis, dan berhitung untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika, maka perlu mendapat perhatian dalam integrasi dengan tema dan mendapatkan alokasi waktu yang cukup. Selain itu ada beberapa kompetensi dasar dalam Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan yang memerlukan pemenuhan sarana dan prasarana khusus oleh satuan pendidikan yang harus diajarkan tersendiri sebagai mata pelajaran dan bersifat pilihan bagi satuan pendidikan yang tidak dapat memenuhinya.

Alokasi waktu pembelajaran tematik untuk setiap minggunya perlu memperhatikan kekhasan-kekhasan di atas.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam mengembangkan silabus tematik model ini adalah:

1. Mengidentifikasi materi pelajaran dari setiap kompetensi dasar yang ingin dicapai dari semua mata pelajaran yang akan diintegrasikan.

(39)

2. Mengidentifikasi tema-tema yang menarik bagi peserta didik, lalu memilih beberapa tema yang akan dijadikan sebagai tema pembelajaran.

3. Memetakan materi pelajaran untuk setiap tema/subtema yang sesuai.

Pemetaan materi perlu juga memperhatikan keruntutan dari materi untuk setiap mata pelajaran dan tingkat kesulitan dari materi tersebut agar mendapatkan alokasi waktu yang cukup.

4. Merancang kegiatan pembelajaran berdasarkan pemetaan materi pelajaran yang telah dilakukan.

5. Mendesain penilaian yang akan dilakukan untuk proses pembelajaran yang telah dirancang berdasarkan tema atau subtema yang telah diajarkan.

6. Melaporkan hasil penilaian sesuai dengan kompetensi mata pelajaran yang telah dicapai. Hasil penilaian ini akan dijadikan dasar bagi pendidik untuk melakukan evaluasi pembelajaran. Hasil evaluasi ini digunakan untuk mengidentifikasi tema dan materi pembelajaran kembali.

(40)

E. Jaringan Tema

Kompetensi Dasar KI3 dan KI4

Bahasa Indonesia 3.2 Menggali informasi dari

teks arahan/petunjuk sederhana tentang perawatan tumbuhan dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat dibantu dengan kosakata bahasa daerah.

4.2 Mempraktikkan teks arahan/petunjuk sederhana tentang perawatan tumbuhan dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat dibantu dengan kosakata bahasa daerah.

PPKn

3.3 Mengidentifikasi perbedaan kebhinekaan apa saja yang ada dalam kehidupan bangsa Indonesia.

4.3 Menyajikan dalam bentuk gambar atau tulisan tentang perbedaan kebhinekaan apa saja yang ada dalam kehidupan bangsa Indonesia.

Seni Budaya 3.3 Mengenal tari

berdasarkan pengamatan alam sekitar.

4.3 Praktik tari bertema berdasarkan pengamatan alam sekitar.

IPA

3.1 Memahami tahapan pertumbuhan pada makhluk hidup.

4.1 Menyusun gambar tahapan pertumbuhan pada makhluk hidup.

IPS

3.1 Memahami berbagai sumber daya alam dan manfaatnya bagi kehidupan di sekitar.

4.1 Menceritakan berbagai sumber daya alam dan manfaatnya bagi kehidupan di lingkungan sekitar.

Matematika

3.1 Mengenal konsep pembagian menggunakan benda konkret yang ada di sekitar rumah, sekolah dan tempat bermain.

3.3 Mengenal satuan baku pada ukuran panjang tinggi.

4.1 Menghitung hasil pembagian bilangan yang melibatkan dua bilangan asli sampai 100 yang hasilnya bilangan asli.

4.3 Mengukur panjang tinggi benda dengan satuan baku.

TEMA Tanaman Sahabatku

Catatan: Berdasarkan hasil analisis Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Matematika, satuan baku pada ukuran panjang, diganti jadi satuan baku pada ukuran tinggi. Hingga siswa bisa mengukur dan memperkirakan ukuran tinggi pohon yang diminta.

(41)

Deskripsi Subtema 1

Subtema 1 terdiri dari 3 Pembelajaran, rangkuman materi yang sudah diajarkan, serta soal-soal evaluasi.

Setiap Subtema diawali dengan bacaan yang harus disimak atau pun dibaca bersama. Baik bacaan yang berupa wacana singkat atau pun cerita bergambar. Adapun bacaan yang dimaksud berisi tentang macam-macam tanaman hias, bonsai bugenvil serta langkah-langkah membuat bonsai bugenvil.

Semua gambar dan bacaan yang diamati, disimak atau pun dibaca oleh siswa akan dijelaskan kembali oleh guru, sebelum masuk ke tahap pembelajaran selanjutnya.

Saat aktivitas mengamati gambar atau pun bagan-bagan berlangsung, siswa senantiasa dibimbing dan diingatkan untuk mencermati apa yang mereka lihat dan temukan dari gambar atau pun bagan-bagan yang dimaksud.

Pada sesi tanya jawab, setiap siswa dibimbing guru secara individu agar bisa menjawab pertanyaan, bertanya kepada temannya, sekaligus bisa mengkomunikasikan kembali informasi yang mereka dapat baik secara verbal atau pun melalui tulisan.

Pada sesi matematika, siswa dikenalkan dengan satuan ukur tinggi dalam centimeter. Siswa diajarkan untuk mengukur tinggi bonsai bugenvil dan mengukur tinggi pohon bugenvil yang asli menggunakan meteran, sehingga siswa bisa membandingkan tinggi pohon bugenvil asli dan bonsai bugenvil yang sudah dibuat. Melalui praktek membuat bonsai siswa juga diharapkan bisa memahami prinsip pertumbuhan pada tanaman.

Pada sesi Seni Budaya siswa didampingi guru untuk mengamati gerakan alami pada tanaman yang akhirnya diimplementasikan dalam sebuah tarian kreasi gerakan tanaman.

Pada akhir pembelajaran akan ada penugasan bagi orangtua siswa untuk mengulang kembali pelajaran yang sudah didapat di sekolah serta membantu siswa mengeksplorasi materi-materi yang sudah didapat lebih jauh lagi.

Rangkuman berisi poin-poin materi penting disajikan di akhir subtema untuk dibaca dan dipelajari siswa.

(42)

Kegiatan Pembelajaran dan Indikator Pencapaian Kompetensi Subtema 1 Pembelajaran 1

Kegiatan Pembelajaran Indikator

Ayo Mengamati

1. Mengamati teks wacana

bergambar tentang bermacam- macam tanaman hias.

2. Menjawab pertanyaan berdasarkan isi teks

3. Mengamati teks bergambar tentang pertumbuhan pohon bugenvil

4. Melengkapi bagan pertumbuhan tanaman bugenvil

IPA

3.1.1 Mengenal berbagai macam tanaman hias.

3.1.2 Menyebutkan ciri-ciri

pertumbuhan pada tanaman hias.

3.1.3 Menyebutkan tahapan

pertumbuhan pada tanaman bugenvil.

3.1.4 Melengkapi bagan

pertumbuhan pada tanaman bugenvil.

4.1.2 Menyusun gambar urutan pertumbuhan pada tanaman bugenvil.

4.1.3 Membuat laporan sederhana tentang tahapan pertumbuhan tanaman hias.

Ayo Membaca

1. Membaca teks bergambar tentang bonsai bugenvil.

2. Mengisi titik-titik dengan benar sesuai dengan isi teks yang sudah dibaca.

3. Menyimak penjelasan guru

tentang persiapan alat dan bahan untuk membuat bonsai melalui benda asli dan gambar benda- benda yang dimaksud.

4. Mempraktekan tahapan pembuatan bonsai bugenvil.

5. Melakukan tahapan perawatan bonsai secara berkelanjutan.

Bahasa Indonesia

3.2.1 Mengamati teks bergambar tentang tanaman bonsai.

3.2.2 Menjawab pertanyaan berdasarkan isi teks bacaan.

3.2.3 Menyebutkan langkah-langkah membuat bonsai.

4.2.1 Mempraktekan cara-cara merawat tanaman hias.

4.2.2 Menyusun gambar cara membuat bonsai.

4.2.3 Membuat laporan sederhana tentang cara membuat bonsai.

Tabel 1.1 Indikator dan Kegiatan Subtema 1 Pembelajaran 1

(43)

Ayo Menanya

1. Menjawab pertanyaan guru tentang bagaimana langkah- langkah cara membuat bonsai bugenvil yang sudah diajarkan sebelumnya.

2. Menyusun gambar langkah- langkah membuat bonsai yang tepat.

3. Bertanya kepada temannya tentang bagaimana cara

membuat bonsai bugenvil yang benar.

4. Membuat laporan singkat tentang cara membuat bonsai.

Matematika

3.3.1 Mengenal ukuran tinggi pohon bugenvil.

3.3.2 Mengenal ukuran tinggi pohon bugenvil yang telah menjadi bonsai.

4.3.1 Mengukur tinggi bonsai bugenvil.

4.3.2 Memperkirakan tinggi pohon bugenvil.

4.3.3 Membedakan ukuran pohon bugenvil dan bonsainya.

Ayo Cari Tahu

1. Mencari tahu perbedaan pohon bugenvil asli dan bugenvil yang sudah menjadi bonsai.

2. Mengukur pohon bugenvil asli dengan menggunakan meteran (Sebaiknya pohon bugenvil tidak terlalu tinggi, paling tinggi 150 cm).

3. Siswa dengan bimbingan guru mengukur pohon bugenvil yang sudah dibuat bonsai menggunakan meteran.

4. Siswa dengan bimbingan guru membandingkan perbedaan ukuran tinggi pohon asli dan pohon yang sudah menjadi bonsai.

5. Siswa melengkapi bagan tentang perbedaan ukuran pohon bugenvil asli dan yang sudah menjadi bonsai.

(44)

Jaringan Tema Pembelajaran 1

Bahasa Indonesia 3.2.1 Mengamati teks

bergambar tentang tanaman bonsai.

3.2.2 Menjawab pertanyaan berdasarkan isi teks bacaan.

3.2.3 Menyebutkan langkah- langkah membuat bonsai.

4.2.1 Mempraktekan cara-cara merawat tanaman hias.

4.2.2 Menyusun gambar cara membuat bonsai.

4.2.3 Membuat laporan sederhana tentang cara membuat bonsai.

Matematika

3.3.1 Mengenal ukuran tinggi pohon bugenvil.

3.3.2 Mengenal ukuran tinggi pohon bugenvil yang telah menjadi bonsai.

4.3.1 Mengukur tinggi bonsai bugenvil.

4.3.2 Memperkirakan tinggi pohon bugenvil.

4.3.3 Membedakan ukuran pohon bugenvil dan dan bonsainya.

IPA

3.1.1 Mengenal berbagai macam tanaman hias.

3.1.2 Menyebutkan ciri-ciri pertumbuhan pada tanaman hias.

3.1.3 Menyebutkan tahapan pertumbuhan pada tanaman bugenvil.

4.1.1 Melengkapi bagan pertumbuhan pada tanaman bugenvil.

4.1.2 Menyusun gambar urutan pertumbuhan pada tanaman bugenvil.

4.1.3 Membuat laporan sederhana tentang tahapan pertumbuhan tanaman hias.

Pembelajaran

1

Mengenal Ragam Tanaman Hias

(45)

A. Fokus Pembelajaran

Bahasa Indonesia, IPA, dan Matematika

B. Tujuan Pembelajaran

1. Melalui kegiatan ayo mengamati teks bergambar, siswa dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berdasarkan isi teks dengan benar dan tepat.

2. Melalui kegiatan ayo membaca, siswa dapat melengkapi bagan tentang ciri pertumbuhan tanaman dengan teliti.

3. Melalui kegiatan ayo menanya, siswa dapat membuat laporan singkat tentang cara membuat bonsai dengan percaya diri.

4. Melalui kegiatan ayo mencari tahu, siswa dapat membedakan pohon asli dan pohon yang sudah dibonsai dengan benar.

C. Indikator pembelajaran Bahasa Indonesia

3.2.1 Mengamati teks bergambar tentang tanaman bonsai.

3.2.2 Menjawab pertanyaan berdasarkan isi teks bacaan.

3.2.3 Menyebutkan langkah-langkah membuat bonsai.

4.2.1 Mempraktekan cara-cara merawat tanaman hias.

4.2.2 Menyusun gambar cara membuat bonsai.

4.2.3 Membuat laporan sederhana tentang cara membuat bonsai.

IPA

3.1.1 Mengenal berbagai macam tanaman hias.

3.1.2 Menyebutkan ciri-ciri pertumbuhan pada tanaman hias.

3.1.3 Menyebutkan tahapan pertumbuhan pada tanaman bugenvil.

4.1.1 Melengkapi bagan pertumbuhan pada tanaman bugenvil.

4.1.2 Menyusun gambar urutan pertumbuhan pada tanaman bugenvil.

4.1.3 Membuat laporan sederhana tentang tahapan pertumbuhan tanaman hias.

Pembelajaran

1

Mengenal Ragam Tanaman Hias

Gambar

Tabel 1. Cakupan Penilaian Sikap
Tabel 2. Observasi Sikap Spiritual
Tabel 3 Lembar Pengamatan Sikap No Nama Sikap 1 2 3 4 5 dst Keterangan:
Tabel 4 Lembar Penilaian Diri
+7

Referensi

Dokumen terkait

Bahkan, beliau mengatakan, pengelolaan dana dalam arti perhitungan asuransi yang telah ada baik yang masuk atau keluar juga dikelola oleh pusat langsung, sehingga

Hal tersebut sejalan dengan penelitian pada perawat IGD di RSUD Haji Makasar bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara masa kerja dengan kelelahan kerja

Investasi dalam aplikasi SI/TI penting untuk menopang strategi bisnis. ke depan IT enabled

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis serta pembahasan yang telah dilakukan oleh sebelumnya maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: bahwa

Bab ini akan menjelaskan mengenai riwayat perusahaan, struktur organisasi dan distribusi tanggung jawab, analisis proses bisnis mulai dari aplikasi yang digunakan serta data-data

Dalam pengelolaan tedapat beberapa prinsip antara lain tujuan pendidikan dan perkembangan peserta didik harus mendasari dari semua kegiatan pengelolaan, penggunaan waktu,

Puji syukur yang teramat dalam saya haturkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Segala, atas percikan kasih , hidayat, dan taufiq-Nya sehingga Skripsi dengan

Pada penelitian di pabrik karet ini setelah dilakukan intervensi berupa edukasi tentang penyakit tinea pedis dan monitoring perilaku untuk personal foot hygiene yang sebaiknya