IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi Penelitian 4.2. Data dan Sumber Data 4.3 Metode Pengumpulan Data

Download (0)

Full text

(1)

IV METODE PENELITIAN

4.1 Lokasi Penelitian

Penelitian mengenai risiko harga dan perilaku penawaran apel dilakukan di PT Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya yang beralamat di Jalan Abdul Gani Atas, Kelurahan Ngaglik, Batu 19 km dari Kota Malang. Lokasi penelitian dipilih secara purposive dengan pertimbangan bahwa perusahaan tersebut merupakan satu-satunya perusahaan yang membudidayakan apel di Kota Batu. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2010 kemudian dilanjutkan pada bulan Juli 2010.

4.2. Data dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan dan sekunder. Data primer diperoleh melalui pengamatan langsung dan wawancara dengan Manager Budidaya Tanaman Tahunan, Manager Trading, dan Manager Marketing Wisata. Wawancara tersebut dilakukan untuk mengetahui gambaran umum perusahaan, proses pembudidayaan dan pemasaran apel di PT Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya.

Data sekunder merupakan data pelengkap yang bersumber dari literatur- literatur yang relevan. Data sekunder yang digunakan berupa publikasi instansi- instansi terkait seperti Badan Pusat Statistik, Departemen Pertanian RI, Pemerintah Daerah Kota Batu, Dinas Pertanian Kota Batu, Pusat Kajian Buah Jeruk dan Subtropis dan instansi lain yang terkait dengan penelitian. Data sekunder untuk perhitungan risiko harga apel PT Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya adalah data time series harian harga dan jumlah penawaran bulan Januari 2009 hingga April 2010 sedangkan untuk perhitungan penawaran apel digunakan data time series produksi bulanan pada Laporan Manajemen PT Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya bulan Januari 2006 hingga April 2010.

4.3 Metode Pengumpulan Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data harga harian komoditas apel pada Januari 2009-April 2010 berjumlah 485 data. Data tersebut diperoleh berdasarkan catatan harga apel pada kantor Sub Divisi Trading PT Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya. Selain itu, pengumpulan data juga dilakukan

(2)

dilakukan dengan beberapa manager dan pegawai PT Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya mengenai proses budidaya, kondisi pasar, dan fluktuasi harga komoditi yang dikaji. Metode observasi dilakukan melalui pencatatan langsung kondisi perusahaan.

4.4 Pengolahan dan Analisis Data

Analisis data pada penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif.

Seacara Kuantitatif perhitungan risiko harga apel PT Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya dijelaskan dengan menggunakan model ARCH-GARCH dengan bantuan software Eviews 4.1. Model ARCH-GARCH merupakan model yang memperhitungkan adanya heteroskedastisitas dalam analisis deret waktu. Model ini digunakan untuk meramalkan volatilitas pada periode selanjutnya. Volatilitas hasil peramalan akan digunakan untuk mengukur besarnya risiko harga apel dengan menggunakan perhitungan VaR (Value at Risk).

Penawaran apel PT Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya dijelaskan dengan menggunakan model regresi linier berganda dengan bantuan software Minitab 14.

Model regresi linier berganda digunakan karena dapat secara sederhana menggambarkan perilaku penawaran buah apel di PT Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya. Analisis secara kualitatif dilakukan melalui pendekatan deskriptif berupa wawancara dan diskusi langsung dengan pihak berkepentingan.

4.4.1 Analisis Risiko Harga Apel (Model ARCH-GARCH) 1. Tahap Identifikasi Model ARCH-GARCH

Dalam analisis ARCH-GARCH tahap awal pemodelan yaitu dengan mengidentifikasi apakah data mengandung heteroskedastisitas. Tahap identifikasi ini dapat dilakukan dengan cara mengamati ringkasan statistik dari data.

Identifikasi dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu pertama dengan melihat nilai kurtosis data. Apabila nilai kurtosis data lebih dari tiga, maka dapat disimpulkan bahwa data tersebut mengandung heteroskedastisitas (Davidson and MacKinnon 2004, diacu dalam Firdaus 2006). Cara yang lebih terkuantifikasi adalah menggunakan Uji ARCH-LM dengan didasarkan pada hipotesis nol yaitu tidak terdapatnya ARCH error.

(3)

2. Estimasi Model ARCH-GARCH

Tahap selanjutnya adalah estimasi model ARCH-GARCH dengan membangun model dan mengestimasi parameter dugaan untuk menentukan model ARCH-GARCH terbaik. Penentuan parameter dugaan melalui metode kemungkinan maksimum secara iteratif. Melalui penggunaan sofware Eviews 4.1, estimasi nilai-nilai parameter ini dapat dilakukan.

Model ARCH-GARCH terbaik adalah model yang memiliki ukuran kebaikan yang besar dan koefisien yang nyata. Pendekatan yang dapat digunakan untuk mengukur kebaikan model adalah dengan melihat nilai AIC (Akaike Information Criterion) yang dapat dihitung melalui formula berikut :

AIC = Ln (MSE) + 2*K/N Keterangan :

MSE = Mean Squared Error

K = jumlah parameter yang diestimasi n = jumlah observasi

AIC merupakan kriteria yang menyediakan ukuran informasi yang dapat menyeimbangkan ukuran kebaikan model dan spesifikasi model. Model terbaik dipilih berdasarkan nilai AIC yang terkecil dengan memperhatikan signifikansi parameter yang diestimasi (Enders 2004 dan Verbeek 2004, diacu dalam Firdaus 2006)

3. Tahap Pemeriksaan Model ARCH-GARCH

Untuk memastikan bahwa apakah model yang diperoleh sudah memadai maka dilakukan pemeriksaan model. Apabila ternyata model yang ditemukan tidak memenuhi kriteria maka dilakukan tahap identifikasi model kembali.

Pemerikasaan model memperhatikan beberapa indikator yaitu apakah residual sudah terdistribusi dengan normal, yaitu keacakan residual yang dilihat dari fungsi autokorelasi dan kuadrat residual dan pengujian efek ARCH dari residual.

4. Peramalan Tingkat Risiko Harga Apel

Setelah model terbaik diperoleh langkah selanjutnya adalah meramalkan ragam periode mendatang. Hasil peramalan ini digunakan untuk menghitung nilai VaR. Dalam model ARCH-GARCH, varian residual data runtut waktu tidak hanya dipengaruhi oleh variabel independen, tetapi juga dipengaruhi oleh residual

(4)

variabel yang diteliti. Dalam penelitian ini persamaan model ARCH-GARCH harga apel didefinisikan sebagai berikut :

LnPt = Ln к + Ln Pt-1 + Ln S + ε ...(15) ht = к + δ1ht-1 + δ2ht-2 + ...+ δrht-r + α1ε2t-1 + α2ε2t-2 +...+ αmε2t-m ....(16) Dimana :

Pt = Harga apel pada periode ke t

Pt-1 = Harga apel pada periode sebelumnya к = Konstanta

S = Jumlah penawaran apel ht = varian pada waktu ke t

ht-r = SukuGARCH / varian pada periode sebelumnya ε2t-m = Suku ARCH / volatilitas pada periode sebelumnya δ2, δ2, ... δr = Koefisien orde r yang diestimasikan

α1, α2, ... αm = Koefisien orde m yang diestimasikan Kemudian dari model persamaan harga apel tersebut apakah residual

terbebas dari autokorelasi. Autokorelasi mengindikasikan masih adanya efek ARCH atau data masih mengandung heteroskedastisitas atau tidak. Untuk melihat ada tidaknya efek ARCH dapat diuji dengan menggunakan uji White Heteroscedasticity.

4.4.1.1 Perhitungan VaR (Value at Risk)

VaR merupakan ukuran besaran risiko yang pada saat ini dapat dianggap sebagai metode standar di dalam mengukur risiko pasar (market risk). VaR dapat diartikan juga sebagai kerugian terbesar yang mungkin terjadi dalam rentang waktu/periode tertentu yang diprediksikan dengan tingkat kepercayaan tertentu.

Penghitungan risiko harga apel dilakukan dengan menggunakan pendekatan pendapatan dari usahatani apel yang diperoleh oleh PT Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya dalam waktu sebulan.

Menurut Jorion (2002) rumus yang digunakan dalam perhitungan VaR adalah sebagai berikut :

VaR = (σt+1 x √b ) x Zα x W

(5)

Keterangan :

VaR = Besarnya risiko harga apel b = Periode penjualan apel

Zα = Titik kritis dalam table Z dengan alfa 5% yaitu 1,675

W = Besarnya penerimaan usaha budidaya apel periode satu tahun σt+1 = Volatilitas harga apel yang akan datang dimana σt = √ht

4.4.2 Analisis Penawaran Apel

Analisis regresi berganda dalam penelitian ini digunakan untuk menganalisis perilaku penawaran buah apel di PT Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya. Teori penawaran menjelaskan bahwa penawaran suatu komoditas dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu teknologi, harga input, harga produk yang lain, jumlah produsen, dan harapan produsen terhadap harga produksi di masa yang akan datang. Faktor – faktor yang mempengaruhi penawaran buah apel yang digunakan sebagai variabel independen dalam penelitian ini meliputi :

1. Ekspektasi harga apel 2. Varian harga apel 3. Harga obat-obatan 4. Upah tenaga kerja 5. Ekspektasi produksi apel 6. Varian produksi apel 7. Harga jeruk

8. Harga jambu 9. Harga buah naga 10. Harga strawberi

Selanjutnya setelah menentukan variabel independen maka disusun suatu model untuk menduga hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen yang akan dianalisis, yang dalam penelitian ini digunakan analisis regresi linier berganda. Secara matematis model tersebut dapat dituliskan sebagai berikut :

Y = f ( X1, X2,...,Xn ) ...(17) Y = a0 + a1 X1 + a2 X2 + a3 X3 + a4 X4 + a5 X5 + a6 X6 +a7 X7 + a8 X8 + a9 X9 +

a10 X10 + e ...(18)

(6)

Dengan hipotesis : a1, a5, >0

a2, a3, a4, a6, a7, a8, a9, a10 < 0 Dimana :

Y = Jumlah penawaran apel di Divisi Trading a0 = Intersep

aj = Dugaan bagi parameter koefisien ke j , dimana j = 1,2,...10 X1 = Ekspektasi harga apel (Rp/Kg)

X2 = Varian harga apel

X3 = Harga Obat – Obatan (Rp) X4 = Upah tenaga kerja (Rp/Bulan) X5 = Ekspektasi produksi apel (Kg) X6 = Varian produksi apel

X7 = Harga buah jeruk (Rp/Kg) X8 = Harga buah jambu (Rp/kg) X9 = Harga buah naga (Rp/kg) X10 = Harga buah strawberi (Rp/kg) e = unsur galat atau error

Model regresi yang dibentuk diduga dengan menggunakan metode kuadrat terkecil atau Ordinary Least Square (OLS) yang didasarkan pada beberapa asumsi seperti uji non multicollienearity, homoscedasticity, dan non autocorrelation. Uji non multicollienearity dapat dilihat melalui nilai VIF dari masing-masing variabel. Indikasi adannya multicollienearity apabila nilai VIF ≥ 10. Uji homoscedasticity dapat dilihat dengan uji Goldfeld – Quandt, Uji Breusch – Pagan, dan uji White. Sedangkan autocorrelation dapat dilihat dari nilai statistik dari uji Durbin Watson. Nilai statistik Durbin-Watson berada pada kisaran 0-4, apabila nilainya mendekati angka dua maka menunjukkan tidak ada autokorelasi pada orde kesatu (Juanda 2008).

4.4.2.1 Pengujian terhadap Model Penduga Penawaran Apel

Pengujian terhadap model yang dibentuk digunakan untuk mengetahui apakah model tersebut tepat dalam menduga parameter dan fungsi. Hipotesis yang digunakan adalah :

Ho : aj = 0,

H1 : minimal ada satu aj ≠ 0 ; Untuk j = 1,2,3,...,k

Uji statistik yang digunakan adalah uji F, dimana Fhitung secara matematis dapat ditulis sebagai berikut :

(7)

R2/ ( k -1) Fhitung =

(1 – R2) / ( n – k)

Dimana :

R2 = Koefisien determinasi k = Jumlah parameter n = Jumlah pengamatan

Dengan menggunakan kriteria uji :

- Apabila F hitung > F tabel ( k -1, n – k) maka tolak H0 - Apabila F hitung < F tabel ( k -1, n – k) maka terima H0

Apabila H0 ditolak maka terdapat paling sedikit satu variavel independen yang berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y). Sebaliknya apabila H0 diterima maka tidak ada variabel independen yang digunakan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen, dan model tersebut tidak dapat digunakan untuk penduga variabel dependen.

Koefisien determinasi digunakan untuk melihat sejauh mana variasi variabel dependen (Y) mampu dijelaskan oleh variabel dependen (X). Secara matematis koefisien determinasi dapat dituliskan sebagai berikut :

SSE SSR R2 = 1 - atau R2 =

SST SST

Dimana :

SST = Jumlah kuadrat total

SSE = Jumlah kuadrat galat atau error SSR = Jumlah kuadrat regresi

Nilai R2 berada pada interval ( 0 ≤ R2 ≤ 1 ), apabila nilai R2 sama dengan satu maka total variasi dalam variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen sama dengan seratus persen. Hal tersebut juga dapat diartikan bahwa model mampu menjelaskan seluruh variasi pada variabel dependen.

4.4.2.2 Pengujian Koefisien Regresi Model Penduga Penawaran Apel

Pengujian koefisien regresi adalah untuk mengetahui apakah variabel independen berpengaruh signifikan atau nyata terhadap variabel dependen.

(8)

Pengujian terhadap koefisien regresi dilakukan dengan melihat nilai thitung. Adapun hipotesis yang digunakan adalah :

Ho : aj = 0

H1 : aj ≠ 0 ; untuk j = 1,2,....,k

Uji statistik yang digunakan adalah uji t, secara matematis thitung dapat dituliskan sebagai berikut :

Dimana :

aj = Nilai koefisien parameter Saj = Nilai standar error parameter Kriteria uji yang digunakan adalah :

- Apabila thitung > ttabel ( α, n-k ) maka tolak Ho - Apabila thitung < ttabel ( α, n-k ) maka terima Ho

Apabila tolak Ho maka variabel independen (Xn) berpengaruh nyata terhadap variabel dependen Y. Sebaliknya jika Ho diterima maka variabel independen (Xj) tidak berpengaruh nyata terhadap variabel dependen Y.

4.5. Definisi Operasional

Beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian mengenai risiko harga dan penawaran apel antara lain :

1. Nilai ekspektasi harga apel adalah nilai harapan perusahaan untuk harga apel yang dihasilkan dengan satuan rupiah/kg. Nilai ekspektasi ini diperoleh dari nilai pendapatan dibagi dengan jumlah produksi untuk data Data Rancangan Anggaran dan Pendapatan pada Laporan Manajemen PT Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya.

2. Varian harga apel adalah nilai variasi dari harga apel yang dihasilkan oleh perusahaan dalam kurun waktu tertentu.

3. Harga obat-obatan adalah harga obat-obatan atau pestisida yang diperlukan dalam budidaya apel dengan satuan rupiah.

4. Upah tenaga kerja adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk tenaga kerja pada budidaya apel rupiah/bulan.

       aj       thitung      

       Saj    

(9)

5. Ekspektasi produksi apel adalah nilai harapan untuk produksi buah apel yang dihasilkan perusahaan dengan satuan kg. Nilai ekspektasi produksi diperoleh dari data produksi pada Rancangan Anggaran dan Pendapatan PT Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya.

6. Varian produksi apel adalah nilai variasi produksi apel yang terjadi pada kurun waktu tertentu.

7. Harga jeruk adalah harga komoditas jeruk yang merupakan komoditas buah selain apel yang juga dibudidayakan di PT Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya dengan satuan rupiah/kg

8. Harga jambu adalah harga komoditas jambu yang merupakan komoditas buah selain apel yang juga dibudidayakan di PT Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya dengan satuan rupiah/kg

9. Harga buah naga adalah harga komoditas buah naga yang merupakan komoditas buah selain apel yang juga dibudidayakan di PT Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya dengan satuan rupiah/kg

10. Harga strawberi adalah harga komoditas strawberi yang merupakan komoditas buah selain apel yang juga dibudidayakan di PT Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya dengan satuan rupiah/kg

Figure

Updating...

References

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in