• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Pada April 2017 dari 82 Kota IHK di Indonesia, tercatat 53 kota mengalami inflasi dan 29 kota

mengalami deflasi.

Dari 2 kota IHK di Provinsi Maluku, Kota Ambon mengalami deflasi sebesar 0,76 persen dengan IHK

125,71 dan Kota Tual mengalami inflasi sebesar 0,16 persen dengan IHK 143,06.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 1,02 persen dengan IHK 136,08 dan inflasi

terendah terjadi di Kota Cilacap 0,01 persen dengan IHK 130,60. Deflasi tertinggi terjadi di Kota

Singaraja sebesar 1,08 persen dengan IHK 136,83 dan terendah terjadi di DKI Jakarta dan Kota

Manado sebesar 0,02 persen dengan IHK masing-masing sebesar 127,97 dan 128,77.

Dari 82 Kota IHK di Indonesia, pada April 2017 IHK Kota Ambon menduduki peringkat 59, inflasi

bulanan Kota Ambon menduduki peringkat 81, inflasi tahun kalender Kota Ambon menduduki peringkat

75, serta untuk inflasi tahun ke tahun Kota Ambon menduduki peringkat 43.

Dari 82 Kota IHK di Indonesia, pada April 2017 IHK Kota Tual menduduki peringkat 1, inflasi bulanan

Kota Tual menduduki peringkat 41, inflasi tahun kalender Kota Tual menduduki peringkat 15, serta

inflasi tahun ke tahun Kota Tual menduduki peringkat 13.

Inflasi tahun kalender Kota Ambon di bulan April 2017 sebesar -0,11 persen dan inflasi tahun ke tahun

(April 2017 terhadap April 2016) sebesar 4,18 persen.

Inflasi tahun kalender Kota Tual di bulan April 2017 sebesar 2,09 persen dan inflasi tahun ke tahun

(April 2017 terhadap April 2016) sebesar 5,12 persen.

Inflasi di Kota Ambon terjadi pada 4 kelompok pengeluaran dengan inflasi tertinggi pada kelompok

transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,52 persen dan inflasi terendah pada kelompok

kesehatan sebesar 0,14 persen. Deflasi terjadi pada 3 kelompok pengeluaran dengan nilai deflasi

tertinggi pada kelompok bahan makanan sebesar 5,67 persen dan deflasi terendah pada kelompok

pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,01 persen.

Inflasi di Kota Tual terjadi pada 3 kelompok pengeluaran dengan inflasi tertinggi pada kelompok

perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 1,95 persen dan inflasi terendah pada kelompok

sandang sebesar 0,03 persen. Deflasi terjadi pada 3 kelompok pengeluaran dengan nilai deflasi

tertinggi pada kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,04 persen dan deflasi

terendah pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,01 persen.

No. 01/05/81/Th. XIX, 2 Mei 2017

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

PADA APRIL 2017 TERJADI DEFLASI SEBESAR 0,76 PERSEN DI KOTA AMBON

DAN INFLASI SEBESAR 0,16 PERSEN DI KOTA TUAL

(2)

Pada April 2017 di Kota Ambon terjadi deflasi sebesar 0,76 persen, atau terjadi penurunan Indeks Harga

Konsumen (IHK) dari 126,67 pada Maret 2017 menjadi 125,71 pada April 2017. Inflasi tahun kalender pada April

2017 sebesar -0,11 persen dan inflasi tahun ke tahun (April 2017 terhadap April 2016) sebesar 4,18 persen.

Tabel 1

IHK dan Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, dan Tahun ke Tahun Kota Ambon

Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100), April 2017

Kelompok Pengeluaran IHK Bulanan Inflasi Inflasi Tahun

Kalender Inflasi Tahun ke Tahun (1) (2) (3) (4) (5) U m u m 125,71 -0,76 -0,11 4,18 1 Bahan Makanan 127,04 -5,67 -2,35 3,31 2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 116,10 -0,41 0,56 4,22 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan bakar 121,16 0,86 2,30 3,84 4 Sandang 118,71 0,35 0,80 3,85 5 Kesehatan 116,51 0,14 1,05 2,21 6 Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 134,78 -0,01 0,15 8,77 7 Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 138,34 1,52 -1,61 4,65

Deflasi di Kota Ambon terjadi karena adanya penurunan IHK pada 3 kelompok pengeluaran yakni pada

kelompok bahan makanan sebesar 5,67 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar

0,41 persen; dan pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,01 persen.. Sedangkan kenaikan IHK

terjadi pada 4 kelompok pengeluaran yakni pada kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar

0,86 persen; kelompok sandang sebesar 0,35 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,14 persen; dan pada

kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,52 persen

Di bulan April 2017, komoditi-komoditi dalam paket komoditas IHK Kota Ambon yang mengalami kenaikan

harga memberikan sumbangan/andil terhadap inflasi Kota Ambon sebesar 0,7776 persen sedangkan

komoditi-komoditi yang mengalami penurunan harga memberikan sumbangan/andil bagi inflasi Kota Ambon sebesar -1,5386

persen.

Komoditas yang dominan menyumbang inflasi di Kota Ambon adalah angkutan udara, tarif listrik, ikan

cakalang, bayam, dan ikan cakalang asap. Komoditas yang dominan menyumbang deflasi di Kota Ambon adalah

cabai rawit, ikan layang, cabai merah, ikan selar, dan lemon cina.

(3)

Pada April 2017 di Kota Tual terjadi inflasi sebesar 0,16 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga

Konsumen (IHK) dari 142,83 pada Maret 2017 menjadi 143,06 pada April 2017. Inflasi tahun kalender pada April

2017 sebesar 2,09 persen dan inflasi tahun ke tahun (April 2017 terhadap April 2016) sebesar 5,12 persen.

Tabel 2

IHK dan Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, dan Tahun ke Tahun Kota Tual

Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100), April 2017

Kelompok Pengeluaran IHK Bulanan Inflasi Inflasi Tahun

Kalender Inflasi Tahun ke Tahun (1) (2) (3) (4) (5) U m u m 143,06 0,16 2,09 5,12 1 Bahan Makanan 150,81 -0,32 4,69 7,25 2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 157,41 -0,01 1,01 5,94 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan bakar 118,96 1,95 4,50 2,72 4 Sandang 151,49 0,03 -0,18 5,91 5 Kesehatan 151,78 0,11 0,92 5,18 6 Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 121,88 0,00 0,01 1,00 7 Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 155,73 -1,04 -5,49 2,89

Inflasi di Kota Tual terjadi karena adanya kenaikan IHK pada 3 kelompok pengeluaran, yakni pada kelompok

perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 1,95 persen; kelompok sandang sebesar 0,03 persen; dan

pada kelompok kesehatan sebesar 0,11 persen. Deflasi terjadi pada 3 kelompok pengeluaran yakni pada kelompok

bahan makanan sebesar 0,32 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,01

persen; dan pada kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,04 persen. Kelompok pendidikan,

rekreasi, dan olahraga tidak mengalami perubahan.

Di bulan April 2017, komoditi-komoditi dalam paket komoditas IHK Kota Tual yang mengalami kenaikan

harga memberikan sumbangan/andil terhadap inflasi Kota Tual sebesar 2,1402 persen dan komoditi-komoditi yang

mengalami penurunan harga memberikan sumbangan/andil bagi inflasi Kota Tual sebesar -1,9794 persen.

Komoditas yang dominan menyumbang inflasi di Kota Tual adalah ikan cakalang, bayam, tarif listrik, daun

singkong, dan ikan kakap putih. Komoditas yang dominan menyumbang deflasi di Kota Tual adalah ikan ekor kuning,

ikan teri, ikan layang, angkutan udara, dan ikan kembung.

(4)

Grafik 1

Perkembangan Inflasi Bulanan Kota Ambon dan Kota Tual

Januari 2016 – April 2017 (%, 2012=100)

Grafik 2

Perkembangan Inflasi Tahun ke Tahun Kota Ambon dan Kota Tual

Januari 2016 – April 2017 (%, 2012=100)

-1.50 -1.00 -0.50 0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 Jan-16 Feb-16 Mar-16 Apr-16 May-16 Jun-16 Jul-16 Aug-16 Sep-16 Oct-16 Nov-16 Dec-16 Jan-17 Feb-17 Mar-17 Apr-17 Ambon 0.28 0.18 -0.36 -1.07 1.64 0.23 0.50 0.43 -0.11 0.53 0.48 0.53 0.28 -0.74 1.13 -0.76 Tual 0.29 -1.33 0.82 0.22 -0.60 1.71 0.66 -0.27 -0.71 0.74 -0.27 1.70 0.10 1.03 0.78 0.16 Ambon Tual 0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00 7.00 8.00 Jan-16 Feb-16 Mar-16 Apr-16 May-16 Jun-16 Jul-16 Aug-16 Sep-16 Oct-16 Nov-16 Dec-16 Jan-17 Feb-17 Mar-17 Apr-17 Ambon 3.75 2.88 2.07 0.64 1.22 1.70 1.17 3.43 2.92 2.43 3.38 3.28 3.28 2.33 3.85 4.18 Tual 7.83 3.10 3.79 2.68 0.47 3.02 3.37 1.90 2.63 4.99 3.65 2.97 2.77 5.23 5.18 5.12 Ambon Tual

(5)

Tabel 3

Inflasi/Deflasi Bulanan, Inflasi Tahun Kalender

dan Inflasi Tahun ke Tahun Kota Ambon Bulan April 2017

Menurut Kelompok dan Subkelompok Pengeluaran Rumah Tangga

Kelompok Pengeluaran

Bulanan Tahun Kalender Tahun ke Tahun

(Maret 2017 (Desember 2016 (April 2016

= 100,00) = 100,00) = 100,00)

(1) (2) (3) (4)

U M U M -0,76 -0,11 4,18

1. Kelompok Bahan Makanan -5,67 -2,35 3,31

1.1. Padi-padian, Umbi-umbian & Hasilnya -0,99 -0,62 -1,68 1.2. Daging dan Hasil-hasilnya -1,22 -6,83 -4,07 1.3. Ikan Segar -9,34 -2,58 6,92 1.4. Ikan Diawetkan 4,58 -4,59 32,67 1.5. Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 0,28 -5,51 -4,31 1.6. Sayuran -3,51 1,64 2,33 1.7. Kacang-kacangan 1,60 0,38 1,58 1.8. Buah-buahan -0,84 1,73 3,90 1.9. Bumbu-bumbuan -22,80 -9,53 11,80 1.10. Lemak dan Minyak 0,46 0,09 8,99 1.11. Bahan Makanan Lainnya -0,08 -0,54 12,94

2. Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau -0,41 0,56 4,22

2.1. Makanan Jadi -0,04 1,27 4,01 2.2. Minuman yang Tidak Beralkohol -2,14 -3,32 0,55 2.3. Tembakau dan Minuman Beralkohol 0,10 2,39 9,17

3. Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 0,86 2,30 3,84

3.1. Biaya Tempat Tinggal 0,22 0,92 1,78 3.2. Bahan Bakar, Penerangan dan Air 4,49 10,71 13,98 3.3. Perlengkapan Rumah Tangga 0,00 0,06 1,46 3.4. Penyelenggaraan Rumah Tangga 0,35 1,27 5,79

4. Kelompok Sandang 0,35 0,80 3,85

4.1. Sandang Laki-laki 0,21 -0,43 -0,49 4.2. Sandang Wanita 0,95 1,17 4,51 4.3. Sandang Anak-anak 0,01 2,73 6,05 4..4. Barang Pribadi dan Sandang Lain 0,24 0,37 6,70

5. Kelompok Kesehatan 0,14 1,05 2,21

5.1. Jasa Kesehatan 0,00 0,00 0,16 5.2. Obat-obatan 0,02 1,17 1,20 5.3. Jasa Perawatan Jasmani 0,00 1,15 6,12 5.4. Perawatan Jasmani dan Kosmetik 0,29 1,36 2,39

6. Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga -0,01 0,15 8,77

6.1. Jasa Pendidikan 0,00 0,00 16,80 6.2. Kursus-kursus / Pelatihan 0,00 0,00 0,00 6.3. Perlengkapan/ Peralatan Pendidikan -0,06 1,75 2,31 6.4. Rekreasi 0,00 -1,04 -0,60 6.5. Olahraga 0,05 -1,06 1,78

7. Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 1,52 -1,61 4,65

7.1. Transpor 1,90 -3,20 4,21 7.2. Komunikasi 0,43 2,25 4,94 7.3. Sarana dan Penunjang Transpor 0,00 16,72 18,03 7.4. Jasa Keuangan 0,00 0,00 0,00

(6)

Tabel 4

Inflasi/Deflasi Bulanan, Inflasi Tahun Kalender

dan Inflasi Tahun ke Tahun Kota Tual Bulan April 2017

Menurut Kelompok dan Subkelompok Pengeluaran Rumah Tangga

Kelompok Pengeluaran

Bulanan Tahun Kalender Tahun ke Tahun

(Maret 2017 (Desember 2016 (April 2016

= 100,00) = 100,00) = 100,00)

(1) (2) (3) (4)

U M U M 0,16 2,09 5,12

1. Kelompok Bahan Makanan -0,32 4,69 7,25

1.1. Padi-padian, Umbi-umbian & Hasilnya 0,23 0,62 -3,69 1.2. Daging dan Hasil-hasilnya -2,35 -4,21 -10,78 1.3. Ikan Segar -6,02 3,88 23,67 1.4. Ikan Diawetkan 0,00 3,04 16,15 1.5. Telur, Susu dan Hasil-hasilnya -0,32 -5,01 0,35 1.6. Sayuran 10,47 24,79 11,22 1.7. Kacang-kacangan -0,77 0,79 1,98 1.8. Buah-buahan 2,69 1,70 13,55 1.9. Bumbu-bumbuan -1,13 -0,11 -4,84 1.10. Lemak dan Minyak 0,25 1,66 9,24 1.11. Bahan Makanan Lainnya 0,00 0,22 7,47

2. Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau -0,01 1,01 5,94

2.1. Makanan Jadi 0,00 0,76 1,56 2.2. Minuman yang Tidak Beralkohol -0,09 -0,10 6,06 2.3. Tembakau dan Minuman Beralkohol 0,00 1,97 11,96

3. Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 1,95 4,50 2,72

3.1. Biaya Tempat Tinggal 0,71 0,01 -5,23 3.2. Bahan Bakar, Penerangan dan Air 5,20 15,50 19,02 3.3. Perlengkapan Rumah Tangga 0,00 0,53 8,52 3.4. Penyelenggaraan Rumah Tangga -0,32 0,98 2,91

4. Kelompok Sandang 0,03 -0,18 5,91

4.1. Sandang Laki-laki 0,07 -0,76 7,72 4.2. Sandang Wanita 0,00 0,43 4,94 4.3. Sandang Anak-anak 0,00 0,00 4,97 4..4. Barang Pribadi dan Sandang Lain 0,00 0,00 4,65

5. Kelompok Kesehatan 0,11 0,92 5,18

5.1. Jasa Kesehatan 0,00 0,00 0,00 5.2. Obat-obatan 0,00 -1,87 0,71 5.3. Jasa Perawatan Jasmani 0,00 3,84 21,73 5.4. Perawatan Jasmani dan Kosmetik 0,15 0,95 4,42

6. Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0,00 0,01 1,00

6.1. Jasa Pendidikan 0,00 0,00 0,00 6.2. Kursus-kursus / Pelatihan 0,00 0,00 26,98 6.3. Perlengkapan/ Peralatan Pendidikan 0,00 0,14 1,23 6.4. Rekreasi 0,03 -0,12 0,79

6.5. Olahraga 0,00 0,00 0,72

7. Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan -1,04 -5,49 2,89

7.1. Transpor -1,54 -8,57 -0,01 7.2. Komunikasi 0,76 3,84 10,60 7.3. Sarana dan Penunjang Transpor 0,00 22,22 36,20 7.4. Jasa Keuangan 0,00 0,00 0,00

(7)

PERBANDINGAN ANTARKOTA DI KAWASAN SULAMPUA

Pada April 2017 dari 18 Kota IHK di kawasan Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), tercatat 10 kota

mengalami inflasi dan 8 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Jayapura sebesar 0,73 persen dengan

IHK 129,97 dan inflasi terendah terjadi di Kota Pare-Pare sebesar 0,05 persen dengan IHK 122,90. Deflasi tertinggi

terjadi di Kota Ambon sebesar 0,76 persen dengan IHK 125,71 dan deflasi terendah terjadi di Kota Manado sebesar

0,02 persen dengan IHK 128,77.

Tabel 5

IHK, Inflasi Bulanan, Inflasi Tahun Kalender, dan Inflasi Tahun ke Tahun

Kota-Kota di Kawasan Sulampua, April 2017

(2012=100)

K O T A April 2017 IHK Inflasi Bulanan (%) Inflasi Tahun Kalender (%) Inflasi Tahun ke Tahun (%) (1) (2) (3) (4) (5) 1. MANADO 128,77 -0,02 2,49 4,83 2. PALU 130,06 0,46 2,34 5,09 3. BULUKUMBA 133,18 0,63 2,26 5,16 4. WATAMPONE 123,52 0,58 2,70 4,62 5. MAKASSAR 129,12 0,33 2,12 4,20 6. PARE-PARE 122,90 0,05 0,66 3,16 7. PALOPO 125,83 0,22 1,66 3,86 8. KENDARI 122,90 -0,13 1,00 2,91 9. BAU-BAU 128,42 -0,67 -0,35 1,92 10. GORONTALO 123,64 -0,12 1,53 2,94 11. MAMUJU 127,31 0,06 1,43 4,25 12. AMBON 125,71 -0,76 -0,11 4,18 13. TUAL 143,06 0,16 2,09 5,12 14. TERNATE 131,19 0,36 0,71 2,72 15 MANOKWARI 121,47 -0,29 -0,72 4,81 16 SORONG 128,26 -0,26 1,12 3,46 17 MERAUKE 135,10 -0,42 2,26 6,19 18 JAYAPURA 129,97 0,73 1,03 4,24

(8)

PERBANDINGAN ANTARKOTA DI MALUKU

Pada bulan April 2017, IHK Kota Tual yang mencapai 143,06 menunjukkan bahwa secara umum harga-harga

di Kota Tual dibandingkan tahun 2012 telah meningkat sebesar 43,06 persen. Peningkatan tersebut lebih cepat

dibandingkan Kota Ambon dengan IHK sebesar 125,71 yang berarti kenaikan harga secara umum di Kota Ambon

pada bulan April 2017 dibandingkan tahun 2012 mencapai 25,71 persen.

Kota Ambon yang mengalami deflasi sebesar 0,76 persen pada April 2017 persen menunjukkan bahwa

secara umum harga barang/jasa di bulan April 2017 turun sebesar 0,76 persen dibandingkan bulan Maret 2017.

Sedangkan di Kota Tual yang mengalami inflasi 0,16 persen menunjukkan bahwa pada bulan April 2017, secara

umum harga barang/jasa naik sebesar 0,16 persen dibandingkan bulan Maret 2017. Pada periode April 2017 ini, nilai

IHK, inflasi bulanan, inflasi tahun kalender dan inflasi tahun ke tahun di Kota Tual lebih tinggi dibandingkan Kota

Ambon.

Perbandingan sumbangan/andil inflasi kelompok-kelompok pengeluaran terhadap inflasi Kota Ambon dan

Kota Tual adalah sebagai berikut:

Tabel 6

Andil Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Kota Ambon dan Kota Tual

April 2017 (%, 2012=100)

Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi Kota Ambon Andil Inflasi Kota Tual

(1) (2) (3)

U M U M -0,76 0,16

1. Bahan Makanan -1,3076 -0,1198 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau -0,0429 -0,0029 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 0,2278 0,4020

4. Sandang 0,0286 0,0018

5. Kesehatan 0,0059 0,0045

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga -0,0009 0,0002 7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 0,3281 -0,1250

(9)

PERBANDINGAN INFLASI ANTARTAHUN

Kota Ambon kembali mengalami deflasi di bulan April 2017, setelah April 2016 mencatat deflasi yang cukup

tinggi. Dan sebagaimana yang terjadi pada April 2016, nilai inflasi tahun kalender April 2017 juga mencapai nilai

negatif. Baik nilai inflasi bulanan, inflasi tahun kalender, maupun inflasi tahun ke tahun pada April 2017 bukanlah

yang terendah selama periode 2013-2017. Akan tetapi nilai yang dicapai bisa menjadi barometer terkendalinya

harga-harga secara umum.

Nilai inflasi bulanan, inflasi tahun kalender, dan inflasi tahun ke tahun Kota Tual pada April 2017 bukan yang

terendah ataupun yang tertinggi dalam periode tahun 2014-2017. Inflasi bulan April 2017 memang lebih rendah

dibandingkan April 2016, akan tetapi inflasi tahun kalender dan inflasi tahun ke tahun yang terjadi lebih tinggi dari

tahun sebelumnya. Jika membandingkan pola tahun 2014-2016 yang mana tampak inflasi semakin terkendali dan

kemudian meningkat di tahun 2017 patut menjadi perhatian pihak terkait.

Tabel 7

Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, dan Tahun ke Tahun

Kota Ambon dan Kota Tual, April 2013 - 2017,

(%, 2012=100)

Inflasi 2013 2014 2015 2016 2017

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Kota Ambon

Bulanan (April n terhadap Maret n) 0,27 0,92 0,33 -1,07 -0,76 Tahun Kalender (April n terhadap Desember n-1) 0,54 3,25 4,22 -0,97 -0,11 Tahun ke Tahun (April n terhadap April n-1) 2,06 9,86 7,81 0,64 4,18

Kota Tual

Bulanan (April n terhadap Maret n) 0,15 1,31 0,22 0,16 Tahun Kalender (April n terhadap Desember n-1) 0,24 5,74 0,00 2,09 Tahun ke Tahun (April n terhadap April n-1) 8,40 17,60 2,68 5,12

(10)

Tabel 8

IHK, Inflasi Bulanan, Inflasi Tahun Kalender, dan Inflasi Tahun ke Tahun

82 Kota IHK, April 2017

Kota

April 2017

IHK Rangking Inflasi (%) Rangking

Inflasi Tahun Kalender (%) Rangking Inflasi Tahun ke Tahun (%) Rangking (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) MEULABOH 127,29 46 -0,52 76 1,16 50 4,33 38 BANDA ACEH 120,20 82 -0,10 61 0,22 72 4,11 47 LHOKSEUMAWE 121,70 80 -0,68 80 -2,59 82 3,31 69 SIBOLGA 130,91 22 0,25 31 -1,21 81 5,33 9 PEMATANG SIANTAR 132,81 16 -0,17 65 0,56 66 5,24 11 MEDAN 131,63 18 -0,53 77 -0,98 80 4,58 27 PADANGSIDIMPUAN 126,34 54 0,21 37 0,78 60 4,70 22 PADANG 133,62 14 -0,31 74 0,10 73 4,62 24 BUKITTINGGI 126,08 55 -0,18 67 -0,17 76 4,12 46 TEMBILAHAN 131,29 19 0,02 52 1,08 54 3,36 67 PEKANBARU 129,89 27 0,28 26 1,52 37 6,81 2 DUMAI 130,57 24 -0,21 68 2,30 5 5,78 8 BUNGO 126,69 49 0,36 19 1,88 22 4,50 30 JAMBI 126,88 47 0,59 5 -0,26 77 4,85 17 PALEMBANG 125,51 60 -0,08 60 0,44 69 3,88 55 LUBUKLINGGAU 125,39 64 0,20 39 1,28 48 4,17 44 BENGKULU 136,55 5 -0,30 73 1,13 52 6,60 4 BANDAR LAMPUNG 128,78 33 -0,21 69 1,15 51 4,48 31 METRO 134,78 11 -0,17 64 0,52 67 3,06 74 TANJUNG PANDAN 135,36 8 0,93 2 0,84 59 6,76 3 PANGKAL PINANG 136,08 6 1,02 1 2,01 17 9,26 1 BATAM 127,47 43 0,48 8 0,40 70 4,59 26 TANJUNG PINANG 126,83 48 -0,26 71 0,65 64 3,56 63 DKI JAKARTA 127,97 42 -0,02 55 1,35 43 3,70 59 BOGOR 128,41 36 0,07 47 1,86 23 4,76 21 SUKABUMI 127,34 44 0,37 17 1,80 26 4,37 34 BANDUNG 126,48 51 0,10 45 0,96 58 3,49 64 CIREBON 123,04 76 0,40 14 1,55 35 3,30 70 BEKASI 124,65 69 0,08 46 1,28 46 3,93 53 DEPOK 126,47 52 0,22 35 1,70 29 4,09 48 TASIKMALAYA 126,42 53 0,55 7 1,60 33 3,95 52 CILACAP 130,60 23 0,01 53 2,18 11 4,61 25 PURWOKERTO 125,17 65 -0,04 57 1,57 34 3,65 60 KUDUS 134,22 12 0,05 50 2,30 6 4,57 28 SURAKARTA 124,39 71 0,12 44 1,62 32 3,15 73 SEMARANG 126,63 50 0,22 34 1,64 31 4,02 50 TEGAL 124,18 72 0,19 40 1,38 42 4,03 49 YOGYAKARTA 125,46 62 0,28 27 1,83 24 3,85 57 JEMBER 124,78 68 0,28 28 1,81 25 3,61 61 BANYUWANGI 124,08 73 0,48 9 1,29 45 3,01 76

(11)

Lanjutan Tabel 8. (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) SUMENEP 124,62 70 0,14 42 1,31 44 3,57 62 KEDIRI 124,88 66 0,38 16 1,89 21 3,44 66 MALANG 128,83 32 0,35 20 1,96 19 4,57 29 PROBOLINGGO 124,85 67 0,44 12 1,44 39 2,89 79 MADIUN 125,94 56 0,45 11 2,61 2 4,37 35 SURABAYA 128,40 37 0,23 32 2,09 14 4,82 19 TANGERANG 135,03 10 -0,04 56 1,06 55 3,71 58 CILEGON 133,77 13 0,25 30 2,12 12 5,91 7 SERANG 135,67 7 0,41 13 1,99 18 4,99 16 SINGARAJA 136,83 4 -1,08 82 1,28 47 4,34 36 DENPASAR 125,44 63 0,07 48 1,90 20 4,46 32 MATARAM 125,81 58 -0,06 58 1,22 49 3,29 71 BIMA 129,71 29 0,39 15 0,46 68 2,14 81 MAUMERE 121,80 79 -0,17 66 -0,05 74 3,96 51 KUPANG 129,57 30 0,29 24 0,39 71 3,04 75 PONTIANAK 137,77 3 0,28 25 2,20 10 6,07 6 SINGKAWANG 128,13 41 0,23 33 2,06 16 4,46 33 SAMPIT 129,83 28 0,12 43 2,24 9 5,32 10 PALANGKARAYA 125,49 61 0,21 38 1,73 27 4,28 39 TANJUNG 128,29 38 -0,65 78 0,64 65 3,32 68 BANJARMASIN 128,16 40 0,33 22 1,49 38 4,33 37 BALIKPAPAN 132,51 17 -0,08 59 0,71 61 5,03 15 SAMARINDA 131,06 21 0,29 23 1,73 28 3,88 54 TARAKAN 138,51 2 0,27 29 1,40 41 4,16 45 MANADO 128,77 34 -0,02 54 2,49 3 4,83 18 PALU 130,06 25 0,46 10 2,34 4 5,09 14 BULUKUMBA 133,18 15 0,63 4 2,26 7 5,16 12 WATAMPONE 123,52 75 0,58 6 2,70 1 4,62 23 MAKASSAR 129,12 31 0,33 21 2,12 13 4,20 42 PARE-PARE 122,90 77 0,05 51 0,66 63 3,16 72 PALOPO 125,83 57 0,22 36 1,66 30 3,86 56 KENDARI 122,90 78 -0,13 63 1,00 57 2,91 78 BAU-BAU 128,42 35 -0,67 79 -0,35 78 1,92 82 GORONTALO 123,64 74 -0,12 62 1,53 36 2,94 77 MAMUJU 127,31 45 0,06 49 1,43 40 4,25 40 AMBON 125,71 59 -0,76 81 -0,11 75 4,18 43 TUAL 143,06 1 0,16 41 2,09 15 5,12 13 TERNATE 131,19 20 0,36 18 0,71 62 2,72 80 MANOKWARI 121,47 81 -0,29 72 -0,72 79 4,81 20 SORONG 128,26 39 -0,26 70 1,12 53 3,46 65 MERAUKE 135,10 9 -0,42 75 2,26 8 6,19 5 JAYAPURA 129,97 26 0,73 3 1,03 56 4,24 41

(12)

Berita Resmi Statistik No. 01/05/81/Th. XIX, 2 Mei 2017

Informasi lebih lanjut hubungi:

Ir. Jessica E. Pupella, M.Si

Kepala Bidang Statistik Distribusi

e-mail

: [email protected]

Telepon: 0911-361319, 361320

Referensi

Dokumen terkait

 Inflasi Kota Bengkulu Desember 2016 terjadi pada 5 kelompok pengeluaran, di mana kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi tertinggi sebesar 0,74

Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukan oleh naiknya indeks kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 1,21 persen; kelompok makanan jadi, minuman,

Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada Mei 2016, yaitu: kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,14 persen; kelompok makanan

 Inflasi Riau bulan Desember 2016 terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada enam kelompok pengeluaran, yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan

Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada semua kelompok pengeluaran yaitu kelompok transpor, komunikasi, dan jasa

Pada September 2016, kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,22 persen, dengan komoditas penyumbang inflasi adalah mobil dengan

 Inflasi yang disebabkan kenaikan harga ditunjukkan dengan kenaikan indeks pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 4,33 persen diikuti

Inflasi yang terjadi di Provinsi Aceh disebabkan oleh peningkatan indeks harga konsumen Kelompok Bahan Makanan sebesar 1,57 persen, Kelompok Transpor, Komunikasi &