• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

No. 33/08/31/Th.XVII, 3 Agustus 2015

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

DKI

JAKARTA

BULAN

JULI

2015

MENGALAMI

INFLASI

0,97

PERSEN

Pada bulan Juli 2015, harga-harga di DKI Jakarta mengalami inflasi 0,97 persen. Seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks/inflasi yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 2,15 persen; kelompok bahan makanan 2,00 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,56 persen; kelompok kesehatan 0,38 persen; kelompok sandang 0,23 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,12 persen; dan kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,08 persen.

Beberapa komoditi yang memberikan sumbangan inflasi cukup besar antara lain: angkutan udara (0,3525 persen); angkutan antar kota (0,1290 persen); daging ayam ras (0,0750 persen); cabai merah

BPS PROVINSI DKI JAKARTA

 Bulan Juli 2015, harga-harga di DKI Jakarta mengalami inflasi 0,97 persen. Laju inflasi Tahun 2015 mencapai 1,96 persen dan laju inflasi tahun ke tahun DKI Jakarta 7,38 persen.

 Inflasi yang terjadi pada bulan Juli disebabkan naiknya harga-harga pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan. Seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks/inflasi yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 2,15 persen; kelompok bahan makanan 2,00 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,56 persen; kelompok kesehatan 0,38 persen; kelompok sandang 0,23 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,12 persen; dan kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,08 persen.

 Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi cukup besar antara lain: angkutan udara (0,3525 persen); angkutan antar kota (0,1290 persen); daging ayam ras (0,0750 persen); cabai merah (0,0657 persen); daging sapi (0,0274 persen); pemeliharaan/service (0,0216 persen); ayam bakar (0,0210 persen); cabai rawit (0,0207 persen); kelapa (0,0201 persen); tutup kepala/topi (0,0183 persen); bubur (0,0164 persen); kembung/gembung (0,0148 persen); petai (0,0133 persen); kacang panjang (0,0125 persen); tarip listrik (0,0124 persen); anggur dan bandeng masing-masing (0,0119 persen); parfum (0,0117 persen); kangkung (0,0112 persen); ayam hidup (0,0102 persen); bayam (0,0099 persen); tarip kendaraan travel (0,0077 persen); sop (0,0076 persen); susu bubuk (0,0073 persen); taman kanak-kanak (0,0072 persen); sandal kulit (0,0070 persen); buncis (0,0067 persen); ketimun (0,0061 persen); tempe (0,0059 persen); upah pembantu RT dan tongkol masing-masing (0,0057 persen); dan gado-gado (0,0053 persen).

 Pada bulan Juli 2015, dari 82 kota yang diteliti 80 kota mengalami inflasi. Kota yang mengalami inflasi tertinggi adalah kota Pangkal Pinang 3,18 persen dan kota yang mengalami inflasi terendah adalah kota Pematang Siantar 0,06 persen. Kota Jakarta menempati urutan 33 dari seluruh kota yang mengalami inflasi.

(2)

(0,0657 persen); daging sapi (0,0274 persen); pemeliharaan/service (0,0216 persen); ayam bakar (0,0210 persen); cabai rawit (0,0207 persen); kelapa (0,0201 persen); tutup kepala/topi (0,0183 persen); bubur (0,0164 persen); kembung/gembung (0,0148 persen); petai (0,0133 persen); kacang panjang (0,0125 persen); tarip listrik (0,0124 persen); anggur dan bandeng masing-masing (0,0119 persen); parfum (0,0117 persen); kangkung (0,0112 persen); ayam hidup (0,0102 persen); bayam (0,0099 persen); tarip kendaraan travel (0,0077 persen); sop (0,0076 persen); susu bubuk (0,0073 persen); taman kanak-kanak (0,0072 persen); sandal kulit (0,0070 persen); buncis (0,0067 persen); ketimun (0,0061 persen); tempe (0,0059 persen); upah pembantu RT dan tongkol masing-masing (0,0057 persen); dan gado-gado (0,0053 persen).

Inflasi yang terjadi bulan Juli ini terutama diakibatkan oleh naiknya harga-harga pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan terutama sub kelompok transpor (tabel 3).

1.17 0.49 0.16 0.40 1.43 2.74 -0.41 0.24 0.19 0.27 0.34 0.35 0.97 -1.00 -0.50 0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00

Jul-14 Aug-14 Sep-14 Oct-14 Nov-14 Dec-14 Jan-15 Feb-15 Mar-15 Apr-15 May-15 Jun-15 Jul-15 - Angkutan Udara

- Tarip Listrik - Angkutan Antar Kota

-Bensin

- Angkutan Dalam Kota

-Bensin - Angkutan Udara

Tabel 1

Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi DKI Jakarta, Juli 2015

Kelompok Pengeluaran Persentase

(1) (2)

Umum

1. Bahan Makanan

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok&Tembakau 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, & Bahan Bakar 4. Sandang

5. Kesehatan

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

0.97 0.31 0.09 0.02 0.02 0.02 0.01 0.50 Grafik 1

(3)

Tabel 2

Laju Inflasi DKI Jakarta Juli 2015, Tahun 2015 dan Tahun ke Tahun menurut Kelompok Pengeluaran

Kelompok Pengeluaran IHK Desember 2014 IHK Juli 2014 IHK Juni 2015 IHK Juli 2015 Laju Inflasi Juli 2015 *) Laju Inflasi Tahun 2015 **) Laju Inflasi Tahun ke Tahun ***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Umum 119.41 113.38 120.58 121.75 0.97 1.96 7.38 Bahan Makanan 131.40 124.97 132.28 134.92 2.00 2.68 7.96

Makanan Jadi, Minuman,

Rokok dan Tembakau 124.68 116.54 129.04 129.76 0.56 4.07 11.34 Perumahan,Air, Listrik,

Gas dan Bahan Bakar 117.44 111.18 119.86 119.96 0.08 2.15 7.90

Sandang 107.67 107.04 109.91 110.16 0.23 2.31 2.91

Kesehatan 109.68 107.89 112.09 112.52 0.38 2.59 4.29

Pendidikan,Rekreasi dan

Olahraga 104.97 103.61 105.11 105.24 0.12 0.26 1.57

Transpor, Komunikasi,

dan Jasa Keuangan 123.74 114.39 121.58 124.19 2.15 0.36 8.57

*) Persentase perubahan IHK Juli 2015 terhadap bulan Juni 2015 **) Persentase perubahan IHK Juli 2015 terhadap bulan Desember 2014 ***) Persentase perubahan IHK Juli 2015 terhadap bulan Juli 2014

1.96 2.68 4.07 2.15 2.31 2.59 0.26 0.36 0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00 3.50 4.00 4.50 Umum Bahan Makanan Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar

Sandang Kesehatan Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan Per sen Grafik 2

(4)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Indeks kelompok bahan makanan pada bulan Juli 2015 mencapai 134,92 dan bulan sebelumnya 132,28 sehingga mengalami kenaikan indeks atau inflasi 2,00 persen.

Dari sebelas sub kelompok yang termasuk di dalam kelompok bahan makanan, sepuluh sub kelompok mengalami inflasi, yaitu: sub kelompok daging dan hasil-hasilnya 5,91 persen; sub kelompok sayur-sayuran 5,29 persen; sub kelompok bumbu-bumbuan 3,63 persen; sub kelompok lemak dan minyak 2,63 persen; sub kelompok ikan segar 2,56 persen; sub kelompok bahan makanan lainnya 1,48 persen; sub kelompok kacang-kacangan 1,36 persen; sub kelompok buah-buahan 1,00 persen; sub kelompok ikan diawetkan 0,65 persen; dan sub kelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya 0,09 persen. Sedangkan satu sub kelompok lainnya mengalami deflasi, yaitu sub kelompok telur, susu dan hasil-hasilnya 1,56 persen.

Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi 0,31 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini antara lain: daging ayam ras 0,0750 persen; cabai merah 0,0657 persen; daging sapi 0,0274 persen; cabai rawit 0,0207 persen; kelapa 0,0201 persen; kembung/gembung 0,0148 persen; petai 0,0133persen; kacang panjang 0,0125 persen; anggur dan bandeng masing-masing 0,0119 persen; kangkung 0,0112 persen; ayam hidup 0,0102 persen; bayam 0,0099 persen; susu bubuk 0,0073 persen; buncis 0,0067 persen; ketimun 0,0061 persen; tempe 0,0059 persen; tongkol 0,0057 persen; jagung manis 0,0048 persen; dan udang basah 0,0046 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada bulan Juli 2015 adalah 129,76 dan bulan sebelumnya 129,04 sehingga mengalami inflasi 0,56 persen.

Dari tiga sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, seluruh sub kelompok mengalami kenaikan indeks atau inflasi, yaitu : sub kelompok makanan jadi 0,67 persen; sub kelompok minuman yang tidak beralkohol 0,50 persen; dan sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol 0,17 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi 0,09 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini antara lain: ayam bakar 0,0210 persen; bubur 0,0164 persen; sop 0,0076 persen; gado-gado 0,0053 persen; es 0,0052 persen; gula pasir 0,0043 persen; juice buah 0,0036 persen; gulai 0,0032 persen; pepes 0,0031 persen; rokok kretek filter 0,0024 persen; capcay 0,0016 persen; dan air kemasan 0,0015 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

Indeks kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar, pada bulan Juli 2015 adalah 119,96 dan bulan sebelumnya 119,86 sehingga mengalami kenaikan indeks atau inflasi 0,08 persen.

Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, tiga sub kelompok mengalami inflasi, yaitu: sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air 0,20 persen; sub kelompok

(5)

penyelenggaraan rumah tangga 0,19 persen; dan sub kelompok perlengkapan rumah tangga 0,02 persen. Sedangkan sub kelompok biaya tempat tinggal tidak mengalami perubahan indeks.

Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi 0,02 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini antara lain: tarip listrik 0,0124 persen; upah pembantu RT 0,0057 persen; pengharum/pelembut cucian 0,0010 persen ; dan pembasmi nyamuk cair 0,0009 persen.

4. Sandang

Indeks kelompok sandang pada bulan Juli 2015 adalah 110,16 dan bulan sebelumnya 109,91 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,23 persen.

Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, tiga sub kelompok mengalami inflasi, yaitu sub kelompok sandang wanita 0,59 persen; sub kelompok sandang laki-laki 0,51 persen; dan sub kelompok barang pribadi dan sandang lain 0,04 persen. Sedangkan sub kelompok sandang anak-anak mengalami deflasi 0,02 persen.

Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi 0,02 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini adalah: tutup kepala/topi 0,0183 persen; sandal kulit 0,0070 persen; celana panjang jeans 0,0050 persen; sepatu 0,0014 persen; celana dalam wanita 0,0011 persen; dan celana panjang sersin 0,0008 persen.

5. Kesehatan

Indeks kelompok kesehatan pada bulan Juli 2015 adalah 112,52 dan bulan sebelumnya 112,09 sehingga mengalami inflasi 0,38 persen.

Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua sub kelompok mengalami kenaikan indeks/inflasi yaitu sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika 1,00 persen; dan sub kelompok obat-obatan 0,01 persen. Sedangkan sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks yaitu sub kelompok jasa kesehatan dan sub kelompok jasa perawatan jasmani.

Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi 0,02 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini adalah: parfum 0,0117 persen; shampo 0,0028 persen; sabun wajah 0,0008 persen; dan sabun mandi cair 0,0004 persen.

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Indeks kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga pada bulan Juli 2015 adalah sebesar 105,24 dan bulan sebelumnya sebesar 105,11 sehingga mengalami kenaikan indeks/inflasi 0,12 persen. Dari lima sub kelompok pengeluaran yang termasuk pada kelompok ini, tiga sub kelompok mengalami kenaikan indeks/inflasi yaitu sub kelompok pendidikan 0,20 persen; sub kelompok rekreasi 0,08 persen; dan sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan 0,04 persen. Sedangkan dua sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks yaitu sub kelompok kursus-kursus/pelatihan dan sub kelompok olahraga.

(6)

Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi 0,01 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok pengeluaran ini adalah: taman kanak-kanak 0,0072 persen; tabloid 0,0025 persen; dan tas sekolah 0,0003 persen.

7. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan

Indeks kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan pada bulan Juli 2015 mencapai 124,19 dan bulan sebelumnya 121,58 sehingga kelompok ini mengalami inflasi 2,15 persen.

Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua sub kelompok mengalami inflasi, yaitu: sub kelompok transpor 3,51 persen; dan sub kelompok sarana dan penunjang transpor 0,64 persen. Sedangkan dua sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks yaitu sub kelompok komunikasi dan pengiriman dan sub kelompok jasa keuangan.

Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi 0,50 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok pengeluaran ini adalah: angkutan udara 0,3525 persen; angkutan antar kota 0,1290 persen; pemeliharaan/service 0,0216 persen; tarip kendaraan travel 0,0077 persen; perbaikan ringan kendaraan dan tarip kereta api masing-masing 0,0046 persen; dan rantai + gear motor 0,0008 persen.

(7)

Tabel 3

Indeks Harga Konsumen DKI Jakarta Bulan Juni 2015 dan Juli 2015, Perubahannya, serta Sumbangan Inflasi Juli 2015 (2012 =100)

Kelompok/Sub Kelompok DKI Jakarta Indeks Juni 2015 Indeks Juli 2015 Perubahannya (%) Sumbangan Inflasi (1) (2) (3) (4) (5) UMUM 120.58 121.75 0.97 0.97 I. BAHAN MAKANAN 132.28 134.92 2.00 0.31

a. Padi-padian, Umbi-umbian & Hasilnya 132.65 132.77 0.09 0.01

b. Daging dan Hasil-hasilnya 122.06 129.27 5.91 0.12

c. Ikan Segar 132.33 135.72 2.56 0.04

d. Ikan Diawetkan 131.15 132.00 0.65 0.00

e. Telur, Susu, dan Hasil-hasilnya 126.67 124.69 -1.56 -0.03

f. Sayur-sayuran 138.69 146.02 5.29 0.07

g. Kacang-kacangan 129.79 131.55 1.36 0.01

h. Buah-buahan 148.44 149.92 1.00 0.02

i. Bumbu-bumbuan 154.09 159.69 3.63 0.05

j. Lemak dan Minyak 110.06 112.95 2.63 0.02

k. Bahan Makanan Lainnya 114.58 116.28 1.48 0.00

II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 129.04 129.76 0.56 0.09

a. Makanan Jadi 134.50 135.40 0.67 0.06

b. Minuman Tidak Beralkohol 116.09 116.67 0.50 0.02

c. Tembakau dan Minuman Beralkohol 126.49 126.71 0.17 0.01

III. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS & BAHAN BAKAR 119.86 119.96 0.08 0.02

a. Biaya Tempat Tinggal 111.76 111.76 0.00 0.00

b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 141.73 142.01 0.20 0.01

c. Perlengkapan Rumahtangga 114.67 114.69 0.02 0.00 d. Penyelenggaraan Rumahtangga 118.27 118.50 0.19 0.01 IV. SANDANG 109.91 110.16 0.23 0.02 a. SandangLaki-Laki 111.00 111.57 0.51 0.01 b. Sandang Wanita 111.05 111.70 0.59 0.01 c. Sandang Anak-Anak 105.53 105.51 -0.02 0.00

d. Barang Pribadi dan Sandang Lain 110.35 110.39 0.04 0.00

V. KESEHATAN 112.09 112.52 0.38 0.02

a. Jasa Kesehatan 107.31 107.31 0.00 0.00

b. Obat-obatan 108.93 108.94 0.01 0.00

c. Jasa Perawatan Jasmani 124.08 124.08 0.00 0.00

d. Perawatan Jasmani dan Kosmetika 115.65 116.81 1.00 0.02

VI. PENDIDIKAN, REKREASI, DAN OLAHRAGA 105.11 105.24 0.12 0.01

a. Pendidikan 104.06 104.27 0.20 0.01

b. Kursus-kursus/Pelatihan 101.26 101.26 0.00 0.00

c. Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 103.73 103.77 0.04 0.00

d. Rekreasi 107.35 107.44 0.08 0.00

e. Olahraga 104.69 104.69 0.00 0.00

VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI, DAN JASA KEUANGAN 121.58 124.19 2.15 0.50

a. Transpor 139.25 144.14 3.51 0.49

b. Komunikasi dan Pengiriman 99.55 99.55 0.00 0.00

c. Sarana dan PenunjangTranspor 108.34 109.03 0.64 0.01

(8)

PERBANDINGAN INFLASI DKI JAKARTA DENGAN KOTA LAIN DI INDONESIA BULAN JULI 2015

Pada bulan Juli 2015, dari 82 kota yang diteliti 80 kota mengalami inflasi. Kota yang mengalami inflasi tertinggi adalah kota Pangkal Pinang 3,18 persen dan kota yang mengalami inflasi terendah adalah kota Pematang Siantar 0,06 persen. Kota Jakarta menempati urutan 33 dari seluruh kota yang mengalami inflasi.

Tabel 4

Perbandingan Indeks Harga Konsumen dan Inflasi, Juli 2015 untuk 82 Kota

No Kota Peringkat IHK Juli 2015 Juli 2015 Inflasi No Kota Peringkat IHK Juli 2015 Juli 2015 Inflasi

(1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4)

1 MEULABOH 52 121.06 0.84 42 KEDIRI 71 119.63 0.52

2 BANDA ACEH 66 115.96 0.61 43 MALANG 68 121.20 0.57

3 LHOKSEUMAWE 79 115.87 0.30 44 PROBOLINGGO 62 120.34 0.70

4 SIBOLGA 10 123.31 1.52 45 MADIUN 54 118.70 0.83

5 PEMATANG SIANTAR 80 123.59 0.06 46 SURABAYA 76 120.25 0.38

6 MEDAN 55 122.91 0.82 47 TANGERANG 36 127.84 0.95 7 PADANGSIDIMPUAN 23 119.42 1.10 48 CILEGON 63 123.32 0.69 8 PADANG 19 124.97 1.21 49 SERANG 77 125.63 0.34 9 BUKITTINGGI 7 119.09 1.66 50 SINGARAJA 49 127.59 0.87 10 TEMBILAHAN 57 125.93 0.79 51 DENPASAR 40 118.51 0.93 11 PEKANBARU 67 120.99 0.57 52 MATARAM 75 118.76 0.47 12 DUMAI 58 121.77 0.78 53 BIMA 11 121.98 1.52 13 BUNGO 8 119.17 1.60 54 MAUMERE 14 114.93 1.33 14 JAMBI 9 121.17 1.54 55 KUPANG 30 122.33 1.02 15 PALEMBANG 25 118.29 1.05 56 PONTIANAK 2 129.89 2.56 16 LUBUKLINGGAU 5 118.84 1.90 57 SINGKAWANG 17 120.89 1.29 17 BENGKULU 13 125.91 1.38 58 SAMPIT 45 120.71 0.89

18 BANDAR LAMPUNG 24 121.69 1.08 59 PALANGKARAYA 38 119.52 0.94

19 METRO 15 129.69 1.32 60 TANJUNG 47 119.84 0.88

20 TANJUNG PANDAN - 125.30 -0.48 61 BANJARMASIN 22 118.89 1.14

21 PANGKAL PINANG 1 121.65 3.18 62 BALIKPAPAN 3 125.45 2.04

22 BATAM 6 120.82 1.80 63 SAMARINDA 26 123.08 1.03

23 TANJUNG PINANG 48 121.83 0.87 64 TARAKAN 12 129.78 1.40

24 DKI JAKARTA 33 121.75 0.97 65 MANADO 27 121.15 1.03

25 BOGOR 73 120.55 0.49 66 PALU 16 122.05 1.32 26 SUKABUMI 69 120.43 0.53 67 BULUKUMBA 42 126.70 0.92 27 BANDUNG 51 120.03 0.85 68 WATAMPONE 74 116.92 0.49 28 CIREBON 41 118.69 0.92 69 MAKASSAR 18 120.20 1.29 29 BEKASI 56 118.84 0.81 70 PARE-PARE 20 118.37 1.21 30 DEPOK 35 119.88 0.95 71 PALOPO 59 118.76 0.75 31 TASIKMALAYA 70 118.79 0.52 72 KENDARI 60 116.54 0.75 32 CILACAP 31 123.06 0.99 73 BAU-BAU 21 125.38 1.21 33 PURWOKERTO 53 118.87 0.84 74 GORONTALO 61 116.84 0.74 34 KUDUS 46 125.83 0.88 75 MAMUJU 32 119.82 0.99 35 SURAKARTA 34 118.27 0.96 76 AMBON 28 122.11 1.03 36 SEMARANG 43 120.34 0.91 77 TUAL 78 133.99 0.31 37 TEGAL 39 117.25 0.93 78 TERNATE 44 124.78 0.90 38 YOGYAKARTA 64 118.70 0.63 79 MANOKWARI 29 115.16 1.03 39 JEMBER 37 118.80 0.94 80 SORONG 4 122.09 2.01 40 BANYUWANGI 65 118.78 0.62 81 MERAUKE - 122.44 -0.65 41 SUMENEP 50 118.74 0.86 82 JAYAPURA 72 122.04 0.51

(9)
(10)

Informasi lebih lanjut hubungi: Ir. Dody Rudyanto, M.M. Kepala Bidang Statistik Distribusi Telepon : 021-31928493, Pesawat 500 Fax : 021-3152004

e-mail : [email protected]

Homepage : http://jakarta.bps.go.id/

Referensi

Dokumen terkait

 Inflasi terjadi karena enam dari tujuh kelompok pengeluaran yang ada mengalami kenaikan indeks, yakni berturut turut kelompok bahan makanan naik 0,33 persen,

Inflasi Inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks hampir pada semua kelompok pengeluaran, seperti kelompok bahan makanan sebesar 0,66 persen, kelompok makanan

 Inflasi ini terjadi karena lima dari tujuh kelompok pengeluaran yang ada mengalami kenaikan indeks, yakni berturut-turut: kelompok bahan makanan naik 0,77

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks semua kelompok pengeluaran, yaitu : kelompok bahan makanan 0,28 persen; kelompok makanan

 Inflasi terjadi karena lima dari tujuh kelompok pengeluaran yang ada mengalami kenaikan indeks, yakni berturut turut kelompok bahan makanan naik 0,29 persen, kelompok makanan

Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok Bahan Makanan mengalami kenaikan indeks sebesar 0,13 persen, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan

Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok Bahan Makanan mengalami kenaikan indeks sebesar 2,28 persen, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan

Ketujuh kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok Bahan Makanan mengalami kenaikan indeks sebesar 1,08 persen, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok