• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

 Pada bulan Desember 2016 di Kota Denpasar terjadi inflasi sebesar 0,69 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 123,10. Tingkat inflasi kumulatif (Januari – Desember 2016) dan tahun ke tahun (YoY) sebesar 2,94 persen.

 Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada lima kelompok pengeluaran yaitu kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 2,38 persen; kelompok bahan makanan sebesar 0,86 persen; kelompok kesehatan 0,40 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,35 perse; serta kelompok perumahan, air, listrik, dan gas sebesar 0,12 persen. Sedangkan kelompok sandang mengalami deflasi sebesar 0,41 persen serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak mengalami perubahan indeks/tetap.

Andil komponen inti/core pada Desember 2016 sebesar 0,07 persen, komponen harga diatur pemerintah/administrative memberi sumbangan inflasi sebesar 0,45 persen; serta komponen bergejolak/volatile memberi sumbangan inflasi sebesar 0,17 persen.

 Komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi harga pada bulan Desember 2016 antara lain: tarif angkutan udara, bensin non subsidi; tarif pulsa ponsel; jeruk; cabai rawit; bawang putih; serta sawi hijau. Komoditas yang mengalami penurunan harga selama bulan Desember 2016 antara lain: cabai merah, apel, daging ayam ras, emas perhiasan, dan baju kaos berkerah.

 Dari 82 kota tercatat 78 kota mengalami inflasi sedangkan 4 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe 2,25 persen dan inflasi terendah di Tembilahan dan Padang Sidimpuan masing-masing sebesar 0,02 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Manado 1,52 persen dan terendah di Tegal 0,09 persen.

 Jika diurutkan dari inflasi tertinggi, maka Denpasar menempati urutan ke-24 dari 78 kota yang mengalami inflasi.

No. 01/01/51/Th. XVII, 3 Januari 2017

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

DESEMBER 2016 KOTA DENPASAR INFLASI 0,69 PERSEN

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pada bulan Desember 2016 di Kota Denpasar terjadi inflasi sebesar 0,69 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 123,10. Tingkat inflasi kumulatif (Januari Desember 2016) dan tahun ke tahun (YoY) sebesar 2,94 persen.

Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada lima kelompok pengeluaran yaitu kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 2,38 persen; kelompok bahan makanan sebesar 0,86 persen; kelompok kesehatan 0,40 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,35 persen; serta kelompok

(2)

perumahan, air, listrik, dan gas sebesar 0,12 persen. Sedangkan kelompok sandang mengalami deflasi sebesar 0,41 persen serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak mengalami perubahan indeks/tetap.

Komoditas yang mengalami peningkatan harga harga selama bulan Desember 2016 antara lain: tarif angkutan udara, bensin non subsidi; tarif pulsa ponsel; jeruk; cabai rawit; bawang putih; serta sawi hijau. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain: cabai merah, buah apel, daging ayam ras, emas perhiasan, dan baju kaos berkerah.

Inflasi pada bulan Desember 2016 disumbangkan oleh inflasi pada kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,42 persen; kelompok bahan makanan 0,17 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,06 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,03 persen; serta kelompok kesehatan 0,02 persen. Kelompok pengeluaran yang menahan laju inflasi adalah kelompok sandang dengan sumbangan/andil deflasi sebesar -0,02 persen sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak mengalami perubahan indeks/tetap.

Gambar 1

Perkembangan Inflasi Kota Denpasar Desember 2014 - Desember 2016

Tabel 1

Laju Inflasi Kota Denpasar Desember 2016, Tahun Kalender Desember 2016, dan Desember 2016 Terhadap Desember 2015 Menurut Kelompok Pengeluaran

Kelompok Pengeluaran IHK Desember 2015 IHK Desember 2016 Laju Inflasi Desember 2016 *) Laju Inflasi Tahun 2016 **) Laju Inflasi Tahun ke Tahun ***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) Umum 119,58 123,10 0,69 2,94 2,94 Bahan Makanan 129,57 135,41 0,86 4,51 4,51

Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 118,76 127,90 0,35 7,70 7,70 Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 119,30 119,76 0,12 0,39 0,39

Sandang 107,29 113,09 -0,41 5,41 5,41

Kesehatan 118,90 123,28 0,40 3,68 3,68

Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 115,02 118,58 0,00 3,10 3,10 Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 117,26 117,22 2,38 -0,03 -0,03 *) Persentase perubahan IHK Desember 2016 terhadap bulan sebelumnya

**) Persentase perubahan IHK Desember 2016 terhadap bulan Desember 2015 1.99

0.95

(3)

Tabel 2

Sumbangan (Andil) Inflasi/Deflasi Menurut Kelompok Pengeluaran Kota Denpasar Desember 2016

Kelompok Pengeluaran Inflasi Andil

(1) (2)

Umum 0,69

1. Bahan Makanan 0,17

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 0,06 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 0,03

4. Sandang -0,02

5. Kesehatan 0,02

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 0,00

7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 0,42

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Laju inflasi tahun kalender dan YoY Desember 2016 sebesar 2,94 persen. Sedangkan tingkat inflasi tahun kalender dan YoY pada tahun 2014 dan 2015 masing-masing sebesar 8,03 persen dan 2,70 persen.

Tabel 3

Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, dan Year on Year, di Kota Denpasar Tahun 2014 2016 Inflasi 2014 2015 2016 (1) (2) (3) (4) 1. Desember 1,99 0,95 0,69 2. Kumulatif Desember 8,03 2,70 2,94 3. Juni (Y o Y) 8,03 2,70 2,94 Gambar 2

Laju Inflasi Kota Denpasar Bulan Desember Tahun 2016 Menurut Kelompok Pengeluaran

2.38 0.86 0.40 0.35 0.12 0.00 -0.41 -1.00 -0.50 0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00

Transpor, dll Bahan Makanan Kesehatan Makanan jadi,dll

(4)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1.

Bahan Makanan

Indeks kelompok bahan makanan pada bulan Desember 2016 sebesar 135,41 dan bulan sebelumnya sebesar 134,25 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,86 persen. Inflasi pada kelompok bahan makanan didorong oleh inflasi pada delapan subkelompok pengeluaran yaitu: subkelompok sayur-sayuran yang mengalami inflasi sebesar 4,32 persen; subkelompok buah-buahan 4,18 persen; subkelompok ikan segar 1,41 persen; subkelompok lemak dan minyak 1,03 persen; subkelompok bumbu-bumbuan 0,99 persen; subkelompok kacang-kacangan 0,36 persen; serta subkelompok ikan diawetkan 0,20 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami deflasi yaitu subkelompok bahan makanan lainnya sebesar 2,06 persen; subkelompok daging dan hasil-hasilnya 0,56 persen; serta subkelompok telur, susu, dan hasil-hasilnya 0,11 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi terbesar pada kelompok ini adalah: buah jeruk 0,08 persen; cabai rawit 0,07 persen; bawang putih 0,04 persen; ikan tongkol/ambu-ambu 0,03 persen; dan sawi hijau 0,03 persen. Sedangkan urutan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi terbesar di kelompok ini adalah: cabai merah 0,10 persen; apel 0,02 persen; dan daging ayam ras 0,02 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,17 persen.

2.

Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

Indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada bulan Desember 2016 adalah sebesar 127,90 dan bulan sebelumnya sebesar 127,46 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,35 persen. Dari tiga subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua subkelompok mengalami peningkatan indeks (inflasi) yaitu subkelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 1,13 persen serta subkelompok makanan jadi sebesar 0,25 persen. Satu subkelompok lainnya mengalami deflasi yaitu subkelompok minuman yang tidak beralkohol yang mengalami deflasi sebesar 0,02 persen.

Komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi antara lain rokok putih sebesar 0,02 persen; rokok kretek filter sebesar 0,01 persen; dan makanan ringan/snack sebesar 0,01 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi adalah minuman kesegaran dan gula pasir masing-masing dengan andil deflasi sebesar 0,001 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,06 persen.

3.

Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar

Indeks kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar pada bulan Desember 2016 adalah 119,76 dan bulan sebelumnya 119,62 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,12 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua subkelompok mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu subkelompok bahan bakar, penerangan, dan air sebesar 0,36 persen serta subkelompok biaya tempat tinggal sebesar 0,03 persen. Sedangkan subkelompok perlengkapan rumahtangga dan subkelompok penyelenggaraan rumahtangga tidak mengalami perubahan indeks/tetap.

Komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi antara lain tarif listrik 0,02 persen dan bahan bakar rumahtangga 0,01 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi adalah pembasmi nyamuk bakar sebesar 0,002 persen dan sabun detergen bubuk/cair sebesar 0,001 persen.

(5)

4.

Sandang

Indeks kelompok sandang pada bulan Desember 2016 adalah sebesar 113,09 dan bulan sebelumnya 113,55 sehingga mengalami deflasi sebesar 0,41 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini dua subkelompok mengalami perubahan indeks yaitu subkelompok barang pribadi dan sandang lain mengalami deflasi sebesar 2,76 persen sedangkan subkelompok sandang laki-laki inflasi sebesar 1,07 persen. Dua subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks yaitu subkelompok sandang wanita dan subkelompok sandang anak-anak.

Komoditas utama yang memberikan sumbangan deflasi yaitu emas perhiasan 0,03 persen dan baju kaos berkerah sebesar 0,02 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan andil inflasi adalah sandal karet pria; kemeja pendek katun pria; serta kemeja panjang katun pria masing-masing dengan sumbangan/andil inflasi sebesar 0,01 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,02 persen.

5.

Kesehatan

Indeks kelompok kesehatan pada bulan Desember 2016 adalah sebesar 123,28 dan pada bulan sebelumnya sebesar 122,79 atau mengalami inflasi sebesar 0,40 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua subkelompok mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 0,89 persen serta subkelompok obat-obatan sebesar 0,25 persen. Sedangkan subkelompok jasa kesehatan dan subkelompok jasa perawatan jasmani tidak mengalami perubahan indeks/tetap.

Komoditas pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi adalah hand body lotion sebesar 0,02 persen; vitamin 0,01 persen; serta lipstik sebesar 0,002 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi antara lain jamu 0,002 persen; pelembab 0,001 persen; dan minyak rambut sebesar 0,0003 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,02 persen.

6.

Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

Indeks kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada bulan Desember 2016 adalah sebesar 118,58 dan pada bulan sebelumnya juga sebesar 118,58 sehingga tidak mengalami perubahan indeks/tetap. Dari lima subkelompok yang termasuk dalam kelompok ini, semua subkelompok tidak mengalami perubahan indeks/tetap.

7.

Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

Indeks kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan pada bulan Desember 2016 adalah sebesar 117,22 dan bulan sebelumnya sebesar 114,49 sehingga mengalami inflasi sebesar 2,38 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua subkelompok mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu subkelompok transpor sebesar 3,44 persen serta subkelompok komunikasi dan pengiriman sebesar 0,91 persen. Sedangkan subkelompok sarana dan penunjang transpor serta subkelompok jasa keuangan tidak mengalami perubahan indeks/tetap.

Komoditas yang memberikan andil inflasi antara lain tarif angkutan udara 0,34 persen; bensin non subsidi 0,04 persen; tarif pulsa ponsel 0,04 persen; tarif angkutan antar kota 0,01 persen; dan solar 0,0001 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,42 persen.

(6)

Tabel 4

Indeks Harga Konsumen, Tingkat Inflasi, dan Sumbangan Inflasi Kota Denpasar Bulan Desember 2016 dan November 2016 menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

Kelompok/Subkelompok November Indeks 2016 Indeks Desember 2016 Perubahannya (%) Sumbangan Inflasi (1) (2) (3) (4) (5) UMUM 122,26 123,10 0,69 0,69 I. BAHAN MAKANAN 134,25 135,41 0,86 0,17

a. Padi-padian, Umbi-umbian, dan Hasilnya 123,32 123,33 0,01 0,00

b. Daging dan Hasil-hasilnya 139,86 139,07 -0,56 -0,02

c. Ikan Segar 130,13 131,96 1,41 0,02

d. Ikan Diawetkan 136,24 136,51 0,20 0,00

e. Telur, Susu, dan Hasil-hasilnya 124,44 124,30 -0,11 0,00

f. Sayur-sayuran 118,97 124,11 4,32 0,06

g. Kacang-kacangan 123,18 123,62 0,36 0,00

h. Buah-buahan 161,17 167,90 4,18 0,08

i. Bumbu-bumbuan 200,90 202,89 0,99 0,02

j. Lemak dan Minyak 94,14 95,11 1,03 0,01

k. Bahan Makanan Lainnya 130,24 127,56 -2,06 0,00

II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK, DAN TEMBAKAU 127,46 127,90 0,35 0,06

a. Makanan Jadi 121,26 121,56 0,25 0,02

b. Minuman Tidak Beralkohol 129,18 129,15 -0,02 0,00

c. Tembakau dan Minuman Beralkohol 146,53 148,18 1,13 0,04

III. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS, DAN BAHAN BAKAR 119,62 119,76 0,12 0,03

a. Biaya Tempat Tinggal 111,77 111,80 0,03 0,00

b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 147,20 147,73 0,36 0,03

c. Perlengkapan Rumahtangga 102,54 102,54 0,00 0,00 d. Penyelenggaraan Rumahtangga 120,52 120,52 0,00 0,00 IV. SANDANG 113,55 113,09 -0,41 -0,02 a. Sandang Laki-Laki 111,21 112,40 1,07 0,01 b. Sandang Wanita 116,19 116,19 0,00 0,00 c. Sandang Anak-Anak 112,44 112,44 0,00 0,00

d. Barang Pribadi dan Sandang Lain 114,40 111,24 -2,76 -0,04

V. KESEHATAN 122,79 123,28 0,40 0,02

a. Jasa Kesehatan 100,93 100,93 0,00 0,00

b. Obat-obatan 137,54 137,89 0,25 0,00

c. Jasa Perawatan Jasmani 124,95 124,95 0,00 0,00

d. Perawatan Jasmani dan Kosmetika 140,75 142,00 0,89 0,02

VI. PENDIDIKAN, REKREASI, DAN OLAHRAGA 118,58 118,58 0,00 0,00

a. Pendidikan 130,36 130,36 0,00 0,00

b. Kursus-kursus/Pelatihan 100,07 100,07 0,00 0,00

c. Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 109,87 109,87 0,00 0,00

d. Rekreasi 100,20 100,20 0,00 0,00

e. Olahraga 110,92 110,92 0,00 0,00

VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI, DAN JASA KEUANGAN 114,49 117,22 2,38 0,42

a. Transpor 124,00 128,26 3,44 0,39

b. Komunikasi dan Pengiriman 98,94 99,84 0,91 0,04

c. Sarana dan Penunjang Transpor 102,12 102,12 0,00 0,00

(7)

PERBANDINGAN INFLASI KOTA DENPASAR DENGAN KOTA LAIN

DI INDONESIA DESEMBER 2016

Dari 82 kota tercatat 78 kota mengalami inflasi sedangkan 4 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe 2,25 persen dan inflasi terendah di Tembilahan dan Padang Sidimpuan masing-masing sebesar 0,02 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Manado 1,52 persen dan terendah di Tegal 0,09 persen.

Tabel 5

Perbandingan Indeks Harga Konsumen dan Inflasi/Deflasi 82 Kota bulan Desember 2016

No Kota IHK (%) (1) (2) (3) (4) 1 LHOKSEUMAWE 124,94 2,25 2 KUPANG 129,07 1,96 3 PANGKAL PINANG 133,40 1,95 4 JAYAPURA 128,65 1,76 5 TUAL 140,13 1,70 6 MAUMERE 121,86 1,65 7 SAMPIT 126,99 1,30 8 PALANGKARAYA 123,35 1,28 9 BALIKPAPAN 131,58 1,26 10 MANOKWARI 122,35 1,18 11 PALU 127,09 1,15 12 TANJUNG 127,47 1,02 13 MAMUJU 125,52 0,98 14 CILEGON 130,99 0,94 15 JEMBER 122,56 0,93 16 PONTIANAK 134,80 0,93 17 TANJUNG PANDAN 134,23 0,90 18 SAMARINDA 128,83 0,87 19 SINGKAWANG 125,54 0,83 20 BANJARMASIN 126,28 0,82 21 MATARAM 124,29 0,75 22 BANDA ACEH 119,94 0,71 23 BANDAR LAMPUNG 127,31 0,70 24 DENPASAR 123,10 0,69 25 PALEMBANG 124,96 0,67 26 TANGERANG 133,61 0,66 27 BANDUNG 125,28 0,63 28 SINGARAJA 135,10 0,63 29 BAU-BAU 128,87 0,59 30 MALANG 126,35 0,58 31 SURABAYA 125,77 0,56 32 PEMATANG SIANTAR 132,07 0,54 33 SUMENEP 123,01 0,53 34 PARE-PARE 122,09 0,53 35 AMBON 125,85 0,53 36 TASIKMALAYA 124,43 0,48 37 BANYUWANGI 122,50 0,47 38 GORONTALO 121,78 0,47 39 SUKABUMI 125,09 0,45

(8)

...Lanjutan Tabel 5 No Kota IHK (%) (1) (2) (3) (4) 40 MADIUN 122,74 0,45 41 SORONG 126,84 0,45 42 TARAKAN 136,60 0,41 43 PROBOLINGGO 123,08 0,38 44 PURWOKERTO 123,23 0,37 45 JAMBI 127,21 0,36 46 KEDIRI 122,56 0,36 47 YOGYAKARTA 123,21 0,35 48 TERNATE 130,27 0,32 49 MEULABOH 125,83 0,31 50 KUDUS 131,20 0,30 51 SURAKARTA 122,41 0,30 52 BULUKUMBA 130,24 0,30 53 SIBOLGA 132,51 0,29 54 MAKASSAR 126,44 0,29 55 PEKANBARU 127,95 0,27 56 DKI JAKARTA 126,27 0,27 57 BEKASI 123,07 0,27 58 PALOPO 123,78 0,27 59 BATAM 126,96 0,26 60 BIMA 129,11 0,26 61 WATAMPONE 120,27 0,24 62 MERAUKE 132,12 0,24 63 TANJUNG PINANG 126,01 0,21 64 SEMARANG 124,59 0,20 65 DEPOK 124,35 0,18 66 MEDAN 132,93 0,16 67 BOGOR 126,07 0,16 68 BENGKULU 135,03 0,14 69 METRO 134,08 0,13 70 KENDARI 121,68 0,13 71 SERANG 133,02 0,12 72 LUBUKLINGGAU 123,81 0,11 73 CILACAP 127,81 0,09 74 PADANG 133,48 0,07 75 DUMAI 127,63 0,07 76 CIREBON 121,16 0,06 77 PADANGSIDIMPUAN 125,36 0,02 78 TEMBILAHAN 129,89 0,02 79 TEGAL 122,49 -0,09 80 BUNGO 124,35 -0,11 81 BUKITTINGGI 126,29 -0,57 82 MANADO 125,64 -1,52

(9)

ANDIL INFLASI MENURUT KOMPONEN PENGELUARAN DESEMBER 2016

Komponen inti/core mengalami inflasi pada Desember 2016 sebesar 0,10 persen dengan andil inflasi sebesar 0,07 persen, komponen harga diatur pemerintah/administrative inflasi sebesar 2,52 persen dengan andil inflasi sebesar 0,45 persen; serta komponen bergejolak/volatile mengalami inflasi sebesar 0,97 persen dengan andil inflasi sebesar 0,17 persen.

Tabel 6

Tingkat Inflasi Desember 2016, Tahun Kalender 2016, dan Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Komponen

Komponen Desember IHK 2015 IHK Desember 2016 Tingkat Inflasi Desember 2016 (%) Tingkat Inflasi Tahun Kalender 2016 (%) Tingkat Inflasi Tahun ke Tahun (%) Andil Inflasi Desember 2016 (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m 119,58 123,10 0,69 2,94 2,94 0,69 1 Inti (core) 112,36 115,42 0,10 2,73 2,73 0,07

2 Harga Diatur Pemerintah

(administrative) 139,93 142,62 2,52 1,92 1,92 0,45 3 Bergejolak (volatile) 130,98 137,72 0,97 5,14 5,14 0,17

(10)

Informasi lebih lanjut hubungi:

I Gede Nyoman Subadri, S.E.

Kepala Bidang Statistik Distribusi

BPS Provinsi Bali

Telepon: 0361-238159, Fax: 0361-238162

E-mail: [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Tiga kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks/deflasi yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 1,44 persen; kelompok bahan makanan 0,21 persen; dan

Sumbangan andil inflasi selama bulan Januari sampai dengan bulan Desember 2015 terbesar terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 8,0617 persen, sedangkan mengalami

Inflasi yang terjadi di Kota Kendari tercatat disebabkan oleh naiknya indeks harga pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 1,21 persen; kesehatan 1,05 persen;

Seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks/inflasi yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 1,96 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas

Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada Januari 2017, yaitu: kelompok bahan makanan 0,42 persen; kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan

Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada Mei 2016, yaitu: kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,14 persen; kelompok makanan

 Inflasi di Kota Ambon terjadi pada 4 kelompok pengeluaran dengan inflasi tertinggi pada kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,52 persen

Di kota Padang pada bulan Juni 2015, 5 (lima) kelompok pengeluaran memberikan andil/sumbangan inflasi antara lain; kelompok bahan makanan sebesar 0,73 persen,