• Tidak ada hasil yang ditemukan

373377579 01 SOSIALISASI JUKNIS BOS 2018 SMP pptx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "373377579 01 SOSIALISASI JUKNIS BOS 2018 SMP pptx"

Copied!
89
0
0

Teks penuh

(1)

INFORMASI

PETUNJUK TEKNIS BOS 2018

PERMENDIKBUD NO 1

TAHUN 2018

KEMENTERIAN PENDID

IKAN DAN KEBUDAYAA

(2)

PROGRAM BOS DAN MBS

1. Mengelola dana secara profesional

(efisien, efektif, akuntabel dan

transparan) 1. Mengelola dana

secara profesional (efisien, efektif,

akuntabel dan transparan)

2. Sekolah Mel. evaluasi diri

sekolah secara rutin

2. Sekolah Mel. evaluasi diri

sekolah secara

4. Menyusun RKJM, RKT dalam bentuk

RKAS

4. Menyusun RKJM, RKT dalam bentuk

RKAS

3. Sekolah memiliki Rencana

Kerja Jangka Menengah

3. Sekolah memiliki Rencana

(3)

1. Permendikbud

Nomor : 1 Tahun 2018

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah

2. Surat Edaran Mendagri

Nomor : 910/106/SJ Tg 11 januari 2017

Petunjuk Teknis Pengganggaran, Pelaksanaan, dan Penatausahaan serta Pertanggungjawaban Dana BOS Satuan Negeri Yang diselenggarakan oleh

Kabupaten/Kota pada Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah

3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 101/PMK.02/2011 Kalsifikasi Anggaran

(4)

PERMENDIKBUD

NOMOR : 1 TAHUIN 2018

TENTANG PETUNJUK TEKNIS BANTUAN

OPERASIONAL SEKOLAH

(5)

BAB I

(6)

Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib

memberikan layanan pendidikan bagi seluruh

siswa pada tingkat pendidikan dasar (SD dan

SMP) serta sekolah lain yang sederajat.

Memberikan kesempatan kepada seluruh

masyarakat terutama yang tidak mampu secara

ekonomi untuk mendapatkan layanan

pendidikan jenjang menengah.

(7)

B. PENGERTIAN

Program pemerintah yang pada dasarnya untuk

penyediaan pendanaan biaya operasi non personalia

bagi sekolah

Biaya non personalia adalah biaya untuk bahan atau

peralatan pendidikan habis pakai dan biaya tak

langsung berupa daya, jasa telekomunikasi,

(8)

TUJUAN

Secara Umum : untuk meringankan beban masyarakat terhadap

pembiayaan pendidikan dalam rangka pembelajaran yang

bermutu, serta berperan dalam mempercepat pencapaian SPM

dan pencapaian SNP pada sekolah yang sudah memenuhi SPM.

Secara Khusus : 1. Membebaskan pungutan bagi siswa di sekolah

negeri terhadap biaya operasi sekolah. 2. Membebaskan pungutan

seluruh siswa miskin dari seluruh pungutan dalam bentuk apapun,

baik di sekolah negeri maupun swasta. 3. Meringankan beban

(9)

D. ATURAN PELAKSANAAN

Peraturan Presiden yang mengatur rincian APBN;

Peraturan Kementrian Keuangan yang mengatur mekanisme

penyaluran dana BOS dari RKUN ke RKUD dan perpajakan

Peraturan Kementrian Dalam Negeri yang mengatur

mekanisme penyaluran dari kas daerah ke sekolah dan

mekanisme pengelolaan (perencanaan dan pelaporan) dana

BOS di daerah

(10)

BAB II

(11)

SASARAN PROGRAM

Sekolah Negeri : seluruh SD/SMP/SMP Satap/SMA/SMA

Satap/SMK dan SDLB/SMPLB/SMALB/SLB yang sudah terdata

dalam sistem Dapodik dasmen. (tidak diperkenankan menolak

dana BOS yang telah dialokasikan)

Sekolah Swasta : seluruh SD/SMP/SMP Satap/SMA/SMA

Satap/SMK dan SDLB/SMPLB/SMALB/SLB yang sudah terdata

(12)

WAKTU PENYALURAN

Periode Januari-Maret (triwulan I)

Periode April-Juni (triwulan II)

Periode Juli-September (triwulan III)

(13)

D. KETENTUAN BAGI SEKOLAH PENERIMA BOS

Harus mengikuti petunjuk teknis BOS yang telah ditetapkan oleh

pemerintah.

Semua sekolah negeri dilarang melakukan pungutan kepada orang

tua/walisiswa;

Sekolah swasta yang memungut biaya pendidikan harus mengikuti

Permendikbud No.44 Tahun 2012 ttg Pungutan dan Sumbangan Biaya

Pendidikan pada Jenjang Pendidikan Dasar;

Sekolah dapat menerima sumbangan dari masyarakat dan orang tua/wali

(14)

E. PROGRAM BOS DAN WAJARDIKDAS 9 TAHUN YANG BERMUTU

BOS harus menjadi sarana penting untuk meningkatkan akses dikdas 9 tahun bermutu;BOS harus menjamin kepastian lulusan setingkat SD dapat melanjutkan ke tingkat SMP;Kepala SD/SDLB menjamin semua siswa yang akan lulus dapat melanjutkan ke tingkat

SMP/SMPLB;

Kepala sekolah berkewajiban mengidentifikasi anak putus sekolah di lingkungannya

untuk diajak kembali ke bangku sekolah;

Kepala sekolah harus mengelola dana BOS secara transparan dan akuntabel;BOS tidak menghalangi siswa, orang tua yang mampu atau walinya memberikan

sumbangan sukarela yang tidak mengikat kepada sekolah. Sumbangan sukarela dari

(15)

G. PROGRAM BOS DAN MBS

Sekolah mengelola dana secara profesional dengan menerapkan prinsip

efisiensi, efektif, akuntabel dan transparan;

Sekolah melakukan evaluasi diri sekolah secara rutin;

Sekolah harus memiliki RKJM yang disusun 4 tahunan;

Sekolah harus menyusun RKJM, RKT dalam bentuk RKAS;

RKJM, RKT dan RKAS harus didasarkan hasil Evaluasi Diri Sekolah;

(16)

BAB III

(17)

E. TIM BOS KABUPATEN

1. Tim pengarah : Bupati

2. Penanggungjawab : Kepala SKPD Pend. Kab.

3. Tim Pelaksana (dari SKPD Pendidikan) :

a. Ketua Tim Pelaksana (Sekretaris Dinas Pendidikan)

b. Penanggung jawab data SD;

c. Penanggungjawab data SMP;

d. Tim Dapodikdas;

e. Unit Monev dan pelayanan dan penanganan

pengaduan masyarakat.

(18)

F. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB TIM BOS

KABUPATEN

Melatih, membimbing dan mendorong sekolah jenjang dikdas untuk

memasukkan data pokok pendidikan dalam sistem pendataan

Kemdikbud;

Melakukan monitoring perkembangan pemasukan/updating data

yang dilakukan oleh sekolah jenjang dikdas secara online;

Memverifikasi kelengkapan data (jumlah siswa dan nomor rekening)

di sekolah jenjang dikdas yang diragukan tingkat akurasinya.

Memverifikasi sekolah kecil yang memiliki syarat/ kriteria yang telah

(19)

Lanjutan..

Kepala SKPD Pendidikan Kabupaten sebagai penanggung jawab Tim BOS

Kabupaten menandatangani Naskah Perjanjian Hibah (NPH) mewakili sekolah

jenjang dikdas;

Memberikan sosialisasi/pelatihan kepada sekolah jenjang dikdas, komite

sekolah dan masyarakat tentang program BOS termasuk pemberdayaan

pengawas sekolah;

Mengupayakan penambahan dana dari APBD Kabupaten untuk operasional

sekolah jenjang dikdas dan untuk operasional Tim BOS Kabupaten;

Melakukan pembinaan terhadap sekolah jenjang dikdas dalam pengelolaan

dan pelaporan dana BOS;

Memantau pelaporan pertanggungjawaban penggunaan dana BOS yang

(20)

Lanjutan....

Menegur dan memerintahkan sekolah jenjang dikdas yang belum

membuat laporan;

Mengumpulkan dan merekapitulasi laporan realisasi penggunaan

dana BOS dari sekolah jenjang dikdas untuk disampaikan kepada

SKPD Pendidikan Provinsi sesuai ketentuan;

Melakukan monitoring pelaksanaan program BOS di sekolah sesuai

ketentuan ,

termasuk memberdayakan pengawas sekolah sebagai

tim monitoring kabupaten;

(21)

TATA TERTIB TIM BOS KABUPATEN

Tidak diperkenankan melakukan pungutan dalam bentuk

apapun terhadap sekolah;

Tidak diperkenankan melakukan pemaksaan dalam

pembelian barang dan jasa dalam pemenfaatan dana BOS;

Tidak diperkenankan mendorong sekolah untuk melakukan

pelanggaran terhadap ketentuan penggunaan dana BOS;

Dilarang bertindak menjadi distributor/pengecer dalam

(22)

G. TIM BOS SEKOLAH

1. Penanggung jawab : Kepala Sekolah

2. Anggota :

a. Pemegang Kas Sekolah

b. Satu orang dari unsur orang tua siswa di luar Komite

Sekolah yang dipilih oleh Kepala Sekolah dan Komite Sekolah dg

mempertimbangkan kreadibilitanyasertamenghindari terjadinya

konflik kepentingan.

c. Penanggung jawab pendataan.

(23)

H. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB TIM BOS SEKOLAH

Mengisi, mengirim dan meng-update dapodik secara lengkap ke dalam

sistem Dapodikdasmen sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan;

Memastikan data yang masuk dalam Dapodikdasmen sesuai dengan kondisi

riil di sekolah;

Memverifikasi kesesuaian jumlah dana yang diterima dengan data siswa

yang ada;

Menyelenggarakan pembukuan secara lengkap sesuai ketentuan

;

Memenuhi ketentuan transparansi pengelolaan dan penggunaan dana BOS;

(24)

Lanjutan....

Bertanggung jawab secara formal dan material atas penggunaan dana

BOS yang diterima;

Menandatangani surat pernyataan tanggung jawab yang menyatakan

dana BOS yang diterima telah digunakan sesuai NPH BOS;

Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat;

Untuk sekolah jenjang dikdas, memasang spanduk di sekolah terkait

kebijakan pendidikan bebas pungutan, menjelang dan selama masa PPDB;

Perwakilan orang tua dalam Tim BOS Sekolah memiliki fungsi kontrol,

(25)

TATA TERTIB TIM BOS SEKOLAH

Bersedia diaudit oleh lembaga yang memiliki

kewenangan melakukan audit sesuai peraturan

perundangan yang berlaku terhadap seluruh dana yang

dikelola sekolah baik yang berasal dari dana BOS maupun

dari sumber lain;

Dilarang bertindak menjadi distributor/ pengecer

pembelian buku kepada siswa di sekolah yang

(26)

BAB IV

(27)

A. PENDATAAN

Tahapan pendataan Dapodikdasmen :

Sekolah menggandakan

(fotocopy)

formulir dapodik

sesuai kebutuhan;

Sekolah melakukan sosialisasi ke seluruh siswa,

pendidik dan tenaga kependidikan tentang cara

pengisian fomulir pendataan;

(28)

Lanjutan...

Sekolah memverifikasi kelengkapan dan kebenaran/kewajaran data

profil sekolah, rombel, individu siswa, PTK, serta sarpras;

Sekolah memasukkan/meng-update data ke dalam aplikasi

Dapodikdasmen secara offline yang telah disiapkan oleh Kemdikbud,

kemudian mengirim ke server Kemdikbud secara online;

Sekolah harus mem-backup seluruh data yang telah di-entry;

Formulir yang telah diisi secara manual oleh siswa/PTK/sekolah

(29)

Lanjutan...

Melakukan update data secara reguler ketika ada perubahan data,

minimal satu kali dalam satu semester;

Sekolah dapat berkonsultasi dengan disdik setempat menggunaan

aplikasi pendataan dan memastikan data yang di-input sudah masuk

ke dalam server Kemdikbud;

Sekolah memastikan data yang masuk dalam Dapodikdasmen sudah

sesuai dengan kondisi riil di sekolah;

Tim BOS Kab. Bertanggung jawab terhadap proses pendataan

(30)

B. PENETAPAN ALOKASI BOS TIAP KABUPATEN

Tim BOS Kab. melakukan rekonsiliasi perkembangan

update data jumlah siswa di tiap sekolah yang ada pada

Dapodikdasmen;

Tim BOS Kab. melakukan kontrol terhadap data jumlah

siswa di tiap sekolah jenjang dikdas;

Apabila terdapat perbedaan dengan data riil di sekolah

(31)

Lanjutan...

Kemdikbud melakukan pengambilan data jumlah siswa pada

Dapodikdasmen untuk membuat usulan alokasi dana BOS Kab ke

Kemkeu untuk dijadikan dasar penetapan alokasi dana pada tahun

anggaran berikutnya;

Alokasi BOS tiap Kab tersebut dihitung sebagai hasil rekapitulasi dari data

jumlah siswa di tiap sekolah yang ada di Dapodikdasmen pada tahun

pelajaran yang sedang berjalan ditambah perkiraan pertambahan jumlah

siswa TP baru;

(32)

C. PENETAPAN ALOKASI BOS TIAP SEKOLAH

1. Provinsi mengunduh data jumlah siswa di tiap sekolah dari

Dapodikdasmen, selanjutnya digunakan perhitungan alokasi dana BOS

tiap sekolah.

2. Alokasi BOS untuk sekolah ditetapkan dengan ketentuan berikut :

Data yang dijadikan sebagai acuan adalah: Data hasil

cut

off

sebelum

triwulan/semester berjalan, yang digunakan sebagai dasar

(33)

PENYALURAN DANA BOS

Proposi penyeluran dana tiap triwulan dari RKUN ke RKUD

diatur dengan ketentuan melalui peraturan Menteri

Keuangan.

Penyaluran triwulanan :

(34)

Proporsi Penyaluran Tiap Triwulan dari RKUD ke

Rekening Sekolah

Triwulan I

• SD : Dana BOS = alokasi jumlah siswa x Rp

160.000,-• SMP : Dana BOS = alokasi jumlah siswa x Rp 200.000,-Triwulan II

• SD : Dana BOS = alokasi jumlah siswa x Rp

320.000,-• SMP : Dana BOS = alokasi jumlah siswa x Rp

400.000,-Triwulan III

• SD : Dana BOS = alokasi jumlah siswa x Rp

160.000,-• SMP : Dana BOS = alokasi jumlah siswa x Rp

200.000,-Triwulan IV

• SD : Dana BOS = alokasi jumlah siswa x Rp

(35)

200.000,-SASARAN PROGRAM

1. Sekolah Negeri

a.Seluruh SD/SMP/SMP Satap/SMA/SMA

Satap/SMK, dan SDLB/ SMPLB/SMALB/SLB

yang sudah terdata dalam sistem Data

Pokok Pendidikan Dasar dan Menengah

(Dapodikdasmen) berhak menerima dana

BOS;

b.Sekolah negeri yang telah masuk

dalam kriteria penerima dana BOS tidak

diperkenankan untuk menolak dana BOS

yang telah dialokasikan.

(36)

Ketentuan Bagi Sekolah Penerima BOS (lanjutan)

(37)

PENYALURAN DANA

a. Triwulan I : 20% dari alokasi satu tahun; b. Triwulan II : 40% dari alokasi satu tahun;

c. Triwulan III : 20% dari alokasi satu tahun;

d. Triwulan IV : 20% dari alokasi satu tahun. Penyaluran triwulanan

A. Semester I : 60% dari alokasi satu tahun; b. Semester II : 40% dari alokasi satu tahun.

(38)

KETENTUAN PEMEBLIAN BUKU (20%)

Tim BOS Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya harus memastikan bahwa sekolah mencadangkan separuh dari dana BOS triwulan II (20% dari alokasi satu tahun) di rekening sekolah untuk pembelian buku teks yang harus dibeli sekolah dengan ketentuan jumlah yang ditetapkan pada bab selanjutnya. Dana BOS yang dicadangkan ini baru boleh dicairkan apabila sekolah akan membayar pemesanan buku teks yang diperlukan, atau sudah memenuhi kewajiban menyediakan buku sesuai ketentuan yang ditetapkan pada bab penggunaan dana.

Bila kebutuhan dana untuk pembelian buku teks lebih besar dari

(39)

BAB. VI PENGGUNAAN DANA BOS

Komponen Pembiayaan BOS Jenjang SD dan SMP : (Draft)

No KOMPONEN

PEMBIAYAAN PEMBIAYAANITEM PENJELASAN

1. Pengembangan

Perpustakaan Sekolah wajib membeli/menyediakan buku teks pelajaran untuk siswa dan buku pegangan guru

sesuai dengan kurikulum yang digunakan oleh sekolah. Buku teks pelajaran yang dibeli mencakup pembelian buku teks pelajaran baru, mengganti buku yang rusak, dan membeli

(40)

No KOMPONEN

Jenjang Sekolah Menengah Pertama A. Pembelian buku teks pelajaran 1) Penyelenggara Kurikulum K-13

a. Yang mulai melaksanakan Tahun 2018/2019, buku yang harus dibeli buku teks pelajaran kelas 7 semester I dan II b. Yang melaksanakan mulai Tahun 2017/2018 buku yang

harus dibeli buku teks kelas 8 semester I dan II serta melengkapi kekurangan kelas 7

c. Yang melaksanakan mulai Tahun 2016/2017 dan

sebelumnya, buku yang harus dibeli buku teks kelas 9 dan melengkapi kekurangan kelas 7 dan 8

• Buku teks yang harus dibeli buku teks yang telah dinilai dan

ditetapkan oleh Kemdikbud. Harga mengacu pada HET yang telah ditetapkan oleh Mendikbud

• Buku teks yang sudah dibeli harus dijadikan pegangan oleh

guru dalam PBM, buku teks ini digunakan sebagai buku teks pembelajaran sepanjang tidak ada perubahan dari

(41)

No KOMPONEN

PEMBIAYAAN PEMBIAYAANITEM PENJELASAN

Pengembangan Perpustakaan (lanjutan)

d. Pembelian buku teks untuk guru

• Pembelian buku teks untuk guru untuk memenuhi kebutuhan semua mata pelajaran bagi kelas 7,8 dan 9

• Pembelian/penyediaan buku untuk guru meliputi seluruh buku teks pelajaran sesuai kelas yang diajarkan

• BUKU GURU YANG DIBELI OLEH SEKOLAH MERUPAKAN BUKU TEKS UTAMA YANG TELAH DINILAI DAN DITETAPKAN OLEH KEMDIKBUD.

• Harga buku teks utama pelajaran mengacu pada HET yang telah ditetapkan oleh KEMDIKBUD

(42)

No KOMPONEN

PEMBIAYAAN PEMBIAYAANITEM PENJELASAN

Pengembangan Perpustakaan

(lanjutan) 2). Penyelenggara Kurikulum 2006 : a. Buku teks pelajaran yang harus dibeli

sekolah adalah buku untuk setiap mata pelajaran pada semua tingkat kelas.

(43)

No KOMPONEN telah ditetapkan Harga Eceran Tertingginya oleh Kemdikbud.

c) Buku teks pelajaran yang dibeli ini harus dijadikan pegangan oleh siswa dan guru dalam proses pembelajaran di sekolah. Buku ini digunakan

sebagai buku teks pelajaran sepanjang tidak ada perubahan

(44)

No KOMPONEN

PEMBIAYAAN PEMBIAYAANITEM PENJELASAN

Pengembangan Perpustakaan

(lanjutan) B. Membeli buku bacaan, buku pengayaan dan buku referensi untuk

memenuhi SPM pendidikan dasar sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2013;

(45)

No KOMPONEN PEMBIAYAAN

ITEM PEMBIAYAAN

PENJELASAN

d. Pemeliharaan buku/koleksi perpustakaan, atau membeli yang baru apabila

buku/koleksi yang lama sudah tidak dapat digunakan atau kurang jumlahnya; e. Peningkatan kompetensi tenaga

perpustakaan;

f. Pengembangan database perpustakaan;

(46)

No KOMPONEN PEMBIAYAAN

ITEM PEMBIAYAAN

PENJELASAN

g. Pemeliharaan perabot perpustakaan, atau membeli yang baru apabila perabot yang lama sudah tidak dapat digunakan atau jumlahnya kurang;

h. Pemeliharaan dan pembelian AC perpustakaan;

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, maka penggunaan dana operasional untuk

(47)

No KOMPONEN

Semua jenis pengeluaran dalam rangka penerimaan siswa baru (termasuk pendaftaran ulang untuk siswa lama);antara lain :

a. Pengadaan formulir pendaftaran b. Publikasi/pengumuman PPDB

c. Biaya kegiatan pengenalan lingkungan sekolah d. Konsumsi penyelenggaraan kegiatan dan transportasi

- ATK - Fotocopi - Cetak

- Peralatan utk kegiatan - Transpor - konsumsi

(48)

No KOMPONEN

a. Mendukung penyelenggaraan pembelajaran kontekstual pada SMP;

b. Pengembangan pendidikan karakter, penumbuhan budi pekerti dan kegiatan program pelibatan keluarga di sekolah; c. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan d. Pemantapan persiapan Ujian

e. Pendidikan dan pengembangan sekolah sehat, aman, ramah anak dan menyenangkan f. Pembiayaan lomba yang tidak didanai dari dana pemerintah/pemerintah daerah

(49)

No KOMPONEN PEMBIAYAAN

ITEM PEMBIAYAAN

PENJELASAN

Lanjutan... 2. Kegiatan Ekstrakurikuler

a. Olahraga,kesenian,karya ilmiah, pramuka, palang merah remaja, dan kegiatan

ekstrakurikuler lainnya yang sesuai dengan kebutuhan sekolah dan minat bakat siswa. b. Pembiayaan lomba yang tidak dibiayai oleh

pemerintah atau pemerintah daerah, termasuk untuk biaya akomodasi/transportasi guru dan siswa dalam mengikuti lomba, dan biaya

(50)

No KOMPONEN PEMBIAYAAN

ITEM PEMBIAYAAN

PENJELASAN

4. Kegiatan Ulangan

dan Ujian 1. Kegiatan yang dapat dibiayai adalah kegiatan ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dan ujian sekolah/nasional. Komponen

pembiayaan dari kegiatan yang dapat dibayarkan adalah:

a. Fotocopy/penggandaan soal;

b. Fotocopy laporan pelaksanaan hasil ujian untuk disampaikan oleh guru kepada Kepala Sekolah, serta dari Kepala Sekolah ke dinas pendidikan dan ke orang tua;

c. Biaya transport pengawas ujian yang

ditugaskan di luar sekolah tempat mengajar, yang tidak dibiayai oleh

pemerintah/pemerintah daerah.

(51)

No KOMPONEN PEMBIAYAAN

ITEM PEMBIAYAAN

PENJELASAN

Lanjutan... 2. Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil

a. Honororarium pengawas ruang sebesar Rp. 75.000, per dua orang perhari

b. Pengiriman LJUN sebesar Rp. 20.000, per sekolah per hari

c. Pengisian data sekolah sebesar Rp. 20.000, per sekolah per hari

d. Penyusunan dan pengiriman laporan sebesar R. 20.000, per sekolah per hari

e. Transportasi pengambilan bahan UN sebesar Rp. 20.000, per sekolah per hari

f. Fotocopi laporan hasil ujian untuk dilaporkan oleh guru kepada kepala sekolah, serta dari kepala sekolah ke dinas pendidikan atau kepada orangtua/wali peserta didik

(52)

No KOMPONEN

PEMBIAYAAN PEMBIAYAANITEM PENJELASAN

Lanjutan 3. Simulasi dan pelaksanaan UN Berbasis Komputer a. Honor teknisi sebesar Rp. 150.000, per orang per

hari

b. Honor pengawas sebesar Rp. 100.000, pwer orang per hari

c. Sinkronisasi UN sebesar Rp. 150.000, per orang per hari

d. Honor proktor sebesar Rp. 150.000, per orang per hari

e. Pengisian data sekolah sebesar Rp. 20.000, per orang per hari

f. Penyusunan dan pengiriman laporan sebesar Rp. 20.000, per orang per hari

g. Fotocopi laporan pelaksanaan hasil ujian h. Biaya konsumsi penyelenggaraan

(53)

No KOMPONEN

a. Pembelian buku tulis, kapur tulis, pensil, spidol, kertas, bahan praktikum, buku induk siswa, buku inventaris;

b. Pembelian alat tulis kantor (termasuk tinta

printer, CD dan flash disk);

c. Pembelian minuman dan makanan ringan untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah;

d. Pengadaan suku cadang alat kantor;

e. Pembelian alat-alat kebersihan dan alat listrik. f. Penggandaan laporan dan surat- menyurat untuk keperluan sekolah;

g. Insentif bagi tim penyusun laporan BOS;

(54)

No KOMPONEN

PEMBIAYAAN PEMBIAYAANITEM PENJELASAN

LANJUTAN i. Transportasi dalam rangka koordinasi dan

pelaporan ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

Khusus untuk SDLB/SMPLB/SLB dalam rangka koordinasi dan pelaporan ke Dinas Pendidikan Provinsi;

j. Biaya pertemuan dalam rangka penyusunan RKS/RKT/RKAS, kecuali untuk pembayaran honor; k. Biaya untuk mengembangkan dan pemeliharaan laman sekolah dengan domain “sch.id”;

l. Pembelian peralatan/perlengkapan yang

(55)

No KOMPONEN PEMBIAYAAN

ITEM

PEMBIAYAAN PENJELASAN

m. Usaha kesehatan sekolah (UKS),termasuk peralatan dan

obat-obatan

n. Pembelian minuman dan/atau makanan ringan untuk kebutuhan sehari-hari bagi guru,tenaga kependidikan dan/atau tamu

o. Biaya untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis TIK,pembelian bahan/komponen

material,perakitan dan/atau pengembangan e-book

p. Pembelian dan pemasangan alat absensi bagi guru dan staf sekolah (finger print scan) dengan biaya maksimal Rp. 3.000.000,

q. Penanggulangan dampak darurat bencana

r. Membeli/sewa genset atau jenis lainnya yang lebih

cocok di daerah tertentu misalnya panel surya, jika di sekolah tidak ada jaringan listrik, termasuk

perlengkapan pendukungnya.

(56)

No KOMPONEN PEMBIAYAAN

ITEM

PEMBIAYAAN PENJELASAN

s. Pendataan melalui aplikasi dapodik

komponen pembiayaan kegiatan pendataan dapodik meliputi :

1. Penggandaan formulir dapodik

2. Alat/bahan habis pakai pendukung kegiatan

3. Konsumsi,transportasi kegiatan pemasukan data, validasi ,updating dan sinkronisasi

4. Sewa internet,apabila tahapan kegiatan tidak dapat dilakukan di sekolah karena permaslahan jaringan internet

5. Honor petugas pendataan dapodik,mengikuti ketentuan : (i). Kegiatan diupayakan dikerjakan oleh tenaga administrasi yg kompeten yg sudah tersedia di sekolah,sehingga sekolah tidak perlu menganggarkan biaya tambahan

(ii). Apabila tidak tersedia tenaga administrasi yg kompeten, sekolah dapat menugaskan petugas pendataan lepas yang dibayar sesuai dg waktu pekerjaan atau per kegiatan (tidak dibayarkan dalam bentuk honor bulanan rutin )

(57)

No KOMPONEN PEMBIAYAAN

ITEM

PEMBIAYAAN PENJELASAN

Khusus untuk Induk SMP Terbuka,maka BOS dapat digunakan untuk :

1. Transpor supervisi Kepala Sekolah ke TKB 2. Transpor supervisi wakil kepala sekolah SMPT 3. Transpor tatap muka guru bina ke TKB

4. Honor kegiatan pembimbingan oleh guru pamong di TKB 5. Kegiatan administrasi di sekolah induk (1 orang)

6. Pengelolaan kegiatan pembelajaran oleh pengelola TKB mandiri

7. Catatan :

a. Penanggungjawab pengelolaan dana BOS untuk SMPT adalah kepala sekolah induk

b. Besaran biaya disesuaikan dengan standar biaya umum setempat

c. Rasio guru pamong dan pesrta didik SMPT di TKB 1orang guru pamong membimbing 15 orang peserta didik

(58)

No KOMPONEN

PEMBIAYAAN PEMBIAYAANITEM PENJELASAN

6. Pengembangan

Profesi Guru dan Tenaga

Kependidikan

a. Kegiatan KKG/MGMP atau KKKS/MKKS. Bagi sekolah yang memperoleh hibah/block grant

pengembangan KKG/MGMP atau sejenisnya pada tahun anggaran yang sama, hanya diperbolehkan menggunakan dana BOS untuk biaya transport kegiatan apabila tidak disediakan oleh hibah/block grant tersebut;

b. Menghadiri seminar yang terkait langsung dengan peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan, apabila ditugaskan oleh sekolah. Biaya yang dapat dibayarkan adalah biaya

(59)

No KOMPONEN

PEMBIAYAAN PEMBIAYAANITEM PENJELASAN

LANJUTAN c. Mengadakan workshop/lokakarya untuk

peningkatan mutu, seperti dalam rangka pemantapan penerapan kurikulum/silabus, pemantapan kapasitas guru dalam rangka penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pengembangan dan penerapan program penilaian kepada siswa. Biaya yang dapat dibayarkan adalah fotocopy, serta konsumsi guru

peserta workshop/lokakarya yang diadakan di sekolah dan biaya nara sumber dari luar sekolah dengan

mengikuti standar biaya umum (SBU) daerah;

Dana BOS tidak boleh digunakan untuk membiayai kegiatan yang sama yang telah dibiayai oleh

(60)

No KOMPONEN

dan Jasa a. Biaya langganan listrik, air, dan telepon. b. Pemasangan instalasi baru dan tambah daya apabila sudah ada jaringan di sekitar sekolah;

(61)

No KOMPONEN

a. Pengecatan, perbaikan atap bocor, perbaikan pintu dan jendela;

b. Perbaikan mebeler, termasuk pembelian mebeler di kelas untuk siswa/guru jika mebeler yang ada di kelas sudah tidak

berfungsi atau jumlahnya kurang mencukupi kebutuhan;

c. Perbaikan sanitasi sekolah (kamar mandi dan jamban/WC) untuk menjamin kamar mandi dan jamban/WC siswa berfungsi dengan baik; d. Perbaikan saluran pembuangan dan saluran air hujan;

e. Perbaikan lantai dan perawatan fasilitas sekolah lainnya.

f. Penyediaan sumber air bersih termasuk pompa

(62)

No KOMPONEN

a. Guru honorer (hanya untuk memenuhi SPM); b. Tenaga administrasi (tenaga yang

melaksanakan administrasi sekolah termasuk melakukan tugas sebagai petugas pendataan Dapodikdasmen), termasuk tenaga Admn. BOS untuk SD;

c. Pegawai perpustakaan; d. Penjaga sekolah;

(63)

KETERANGAN :

a. Batas maksimum penggunaan dana BOS untuk membayar honor bulanan guru/tenaga kependidikan dan non kependidikan honorer di sekolah negeri adalah 15% (lima belas persen) dari total dana

b. BOS yang diterima, sementara di sekolah swasta maksimal 50% (lima puluh persen) dari total dana BOS yang diterima.

c. Setiap pengangkatan baru untuk guru/tenaga kependidikan honorer yang dilakukan oleh sekolah harus dilaporkan ke dinas pendidikan kab./kota untuk mendapatkan pertimbangan dan persetujuan terkait prinsip beban mengajar di sekolah, serta pemerataan penyebaran guru dan tenaga kependidikan di kabupaten/kota. Pada prisipnya pemerintah daerah dan masyarakat

penyelenggara pendidikan wajib mengalokasikan honor guru/tenaga kependidikan yang ditugaskan

pada satuan pendidikan yang diselenggarakan

d. Guru honorer yang mendapat pembayaran honor dari BOS pada sekolah wajib

• Memiliki kualifikasi akademik S-1/D-IV kependidikan

(64)

No KOMPONEN PEMBIAYAAN

ITEM PEMBIAYAAN

PENJELASAN

10. Pembelian dan

Perawatan Perangkat Komputer

a. Membeli komputer desktop/work station berupa PC/All in One Computer untuk digunakan dalam proses pembelajaran, dimana jumlah maksimum bagi SD 5 unit/tahun dan bagi SMP 5 unit/tahun. Selain untuk membeli, dana BOS boleh digunakan untuk perbaikan atau upgrade komputer

desktop/work station milik sekolah;

(65)

No KOMPONEN PEMBIAYAAN

ITEM PEMBIAYAAN

PENJELASAN

LANJUTAN (10) d. Membeli proyektor, dimana jumlah maksimum

yang dapat dibeli adalah 5 unit/tahun dengan harga tiap unit maksimum Rp 7.000.000,- (tujuh juta rupiah). Selain untuk membeli, dana BOS boleh digunakan untuk perbaikan proyektor milik sekolah;

KETERANGAN :

a. Komputer desktop/workstation, printer/printer scanner, laptop dan proyektor harus dibeli di penyedia barang yang memberikan garansi resmi;

b. Proses pengadaan barang oleh sekolah harus mengikuti peraturan yang berlaku;

(66)

No KOMPONEN PEMBIAYAAN

ITEM PEMBIAYAAN

PENJELASAN

LANJUTAN (10) 2. Spesifikasi minimal pembelian laptop

a. Prosesor Intel Core i3 atau yang setara b. Memori standar 4GGB DDR3

c. Hard drive 120 GB SSD/500 GB HDD d. CD/DVD drive

e. Monitor 14 inci

f. Sistem operasi Windows 10

g. Aplikasi terpasang word processor, spreadsheet dan presentation

h. Garansi 1 (satu ) tahun Mekanisme Pembelian/Pe ngadaan

Barang/Jasa

(67)

No KOMPONEN PEMBIAYAAN

ITEM PEMBIAYAAN

PENJELASAN

LANJUTAN (10) 3. Spesifikasi minimal pembelian proyektor

a. Sistem DLP b. Resolusi XGA

c. Brightness 3000 lumens d. Contras ratio 15.000 : 1

e. Infut HDMI,VGA, Composite, S-Video f. Garansi 1 (satu) tahun

(68)

No KOMPONEN PEMBIAYAAN

ITEM PEMBIAYAAN

PENJELASAN

LANJUTAN (10) CATATAN :

1. Spesifikasi minimal desktop/workstation a. Prosesor Intel Core i3 atau yg setara b. Memori standar 4GB DDR3

c. Hard drive 120 GB SSD/500GB HDD d. CD/DVD drive

e. Monitor LED 18,5 inci

f. Sistem operasi Windows 10

g. Aplikasi terpasang word processor,spreadsheet dan presentation

h. Garan 1 (satu) tahun Mekanisme

Pembelian/Pe ngadaan

Barang/Jasa

(69)

No KOMPONEN

PEMBIAYAAN PEMBIAYAANITEM PENJELASAN

11. Biaya Lainnya Apabila seluruh komponen 1-10 telah terpenuhi

pembiayaannya, maka dana BOS dapat digunakan untuk keperluan lainnya, dimana penggunaan dana ini harus diputuskan melalui rapat dengan dewan guru dan komite sekolah. Pembiayaan yang dapat dibiayai adalah:

a. Peralatan pendidikan yang mendukung kurikulum yang diberlakukan oleh Pemerintah; b. Membangun jamban/WC beserta sanitasinya, dan kantin sehat, bagi SD/SDLB yang belum memiliki prasarana tersebut;

(70)

Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Penggunaan Dana

Prioritas utama adalah kegiatan operasional sekolah;

Bagi sekolah yang telah menerima DAK, tidak boleh

menggunakan dana BOS untuk hal yang sama;

Transportasi dan uang lelah guru PNS yang bertugas di luar

kewajiban jam mengajar harus mengikuti standar Pemerintah

Daerah;

Bunga Bank/Jasa Giro dana BOS di rekening sekolah menjadi

(71)

Larangan Penggunaan Dana BOS

Disimpan dengan maksud dibungakan;

Dipinjamkan kepada pihak lain;

Membeli

software

pelaporan keuangan BOS;

Membiayai kegiatan yang bukan prioritas sekolah dan

berbiaya besar, misalnya studi banding, tur studi;

Membayar iuran kegiatan yang diselenggarakan oleh

(72)

Larangan Penggunaan Dana BOS

Membayar bonus dan transportasi rutin untuk guru;

Membeli pakaian/seragam/sepatu bagi guru/peserta didik

yang bukan inventaris sekolah, kecuali bagi peserta didik

miskin;

Digunakan untuk rehabilitasi sedang dan berat;

Membangun gedung/ruangan baru;

Membeli Lembar Kerja Siswa (LKS) dan bahan/alat yang

tidak mendukung proses pembelajaran;

(73)

Larangan Penggunaan Dana BOS

Membiayai kegiatan yang telah dibiayai dari sumber dana lain secara

penuh/wajar;

Membiayai kegiatan penunjang yang tidak terkait operasi sekolah,

misalnya iuran perayaan hari besar nasional dan upacara

keagamaan/acara keagamaan;

Membiayai kegiatan dalam rangka mengikuti

pelatihan/sosialisasi/pendampingan terkait program

(74)

Larangan penggunaan dana BOS

Membayar honorarium kepada guru dan tenaga

kependidikan atas tugas/kegiatan yang sudah

merupakan tugas pokok dan fungsi yang telah

diatur dalam peraturan perundangan yang berlaku.

Khusus untuk sekolah jenjang pendidikan

menengah, tidak boleh digunakan untuk

(75)

Mekanisme Pembelian/Pengadaan

Barang/Jasa

1. Pengelola sekolah harus memastikan bahwa barang/jasa

yang akan dibeli adalah kebutuhan sekolah yang sudah

sesuai dengan skala prioritas pengelolaan/pengembangan

sekolah;

2. Pembelian/pengadaan barang/jasa harus mengedepankan

prinsip keterbukaan dan efisiensi anggaran dalam

menentukan barang/jasa dan tempat pembeliannya;

3. Mekanisme pembelian/pengadaan barang/jasa harus

(76)

Lanjutan ....

4. Ketentuan untuk pembelian/pengadaan

barang/jasa yang dapat dilakukan tanpa

mekanisme lelang/pengadaan:

a. Apabila barang/jasa sudah tersedia dalam

e-catalogue

yang diselenggarakan oleh Lembaga

(77)

Lanjutan ....

b. Apabila barang/jasa belum tersedia dalam

e-catalogue

yang diselenggarakan oleh Lembaga

Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah atau

sudah tersedia dalam

e-catalogue

namun sekolah

tidak dapat mengaksesnya, maka sekolah dapat

melakukan pembelian/pengadaan dengan cara

(78)

Lanjutan ....

5. Ketentuan untuk pembelian/pengadaan barang/jasa yang

harus dilakukan dengan mekanisme lelang/pengadaan:

a. Apabila barang/jasa sudah tersedia dalam

e-catalogue

yang

diselenggarakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa

Pemerintah dan sekolah dapat mengaksesnya, maka sekolah

harus melakukan pembelian/pengadaan secara

online

;

(79)

Lanjutan ....

6. Dalam setiap pembelian/pengadaan barang/jasa, sekolah harus

memperhatikan kualitas barang/jasa, ketersediaan, dan kewajaran harga;

7. Setiap pembelian/pengadaan barang/jasa harus ketahui oleh Komite

Sekolah;

8. Sekolah harus membuat laporan tertulis singkat tentang proses

pembelian/pengadaan barang/jasa yang telah dilaksanakan;

9. Khusus untuk pekerjaan rehabilitasi ringan/pemeliharaan bangunan

sekolah, Tim BOS Sekolah harus:

a. Membuat rencana kerja;

(80)

Monitoring oleh Tim BOS Pusat

Monitoring penyaluran dan penyerapan dana, kinerja Tim BOS

Provinsi dan penggunaan dana manajemen yang disediakan oleh

Tim BOS Pusat dan pelaksanaan program di sekolah;

Responden terdiri dari Tim BOS Provinsi, Pengelola Keuangan

Daerah, Bank Penyalur dan Sekolah;

Dilaksanakan pada saat persiapan, pada saat penyaluran dana

dan pasca penyaluran dana;

Monitoring dilakukan melalui kunjungan lapangan;

Monitoring penyaluran dana BOS ke sekolah dilakukan secara

(81)

Monitoring oleh Tim BOS Provinsi

Monitoring penyaluran dana, penyerapan dana, dan

penggunaan dana di tingkat sekolah;

Responden terdiri dari Tim BOS Kab/Kota, sekolah, murid

dan/atau orangtua murid dan bank penyalur;

Dilaksanakan pada saat persiapan, pada saat penyaluran

dana, dan pasca penyaluran dana;

Monitoring dilakukan melalui kunjungan lapangan;

Monitoring penyaluran dana BOS dari Bank Penyalur ke

(82)

Monitoring Tim BOS Kab/Kota

Monitoring penyaluran dana, penyerapan dana, dan

penggunaan dana di tingkat sekolah;

Responden terdiri dari sekolah, peserta didik dan/ atau

orang tua;

Monitoring dilaksanakan pada saat penyaluran dana dan

pasca penyaluran dana;

Bila terjadi permasalahan biaya monitoring, disarankan

agar monitoring dilakukan secara terpadu dengan

(83)

Monitoring Tim BOS Kab/Kota

Monitoring dapat melibatkan Pengawas Sekolah

secara terintegrasi dengan kegiatan pengawasan

lainnya oleh Pengawas Sekolah;

Monitoring dilakukan melalui kunjungan lapangan;

Tim BOS Kabupaten/Kota agar memanfaatkan

(84)

Laporan Sekolah

Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah

Pembukuan (Buku Kas Umum, Buku Pembantu Kas, Buku Pembantu

Bank, Buku Pembantu Pajak)

Realisasi penggunaan dana tiap sumber dana

Rekapitulasi realisasi penggunaan dana BOS

Opname Kas dan Berita Acara Pemeriksaan Kas

Bukti pengeluaran

(85)

Laporan Tim BOS Kab/Kota

Rekapitulasi penggunaan dana BOS yang

diperoleh dari Tim BOS Sekolah;

Penanganan Pengaduan Masyarakat, yang

(86)

Laporan Tim BOS Provinsi

Laporan Triwulanan (Lebih Kurang Salur)

Laporan Akhir Tahun

Penyerapan dan penggunaan dana BOS

Penanganan pengaduan masyarakat

Kegiatan lainnya, seperti sosialisasi, pelatihan, dan

pengadaan

(87)

Laporan Tim BOS Pusat

Laporan Triwulanan (Lebih Kurang Salur)

Laporan Akhir Tahun

Penyerapan dan penggunaan dana BOS

Penanganan pengaduan masyarakat

Kegiatan lainnya, seperti sosialisasi, pelatihan, dan

pengadaan

(88)

Pengawasan Program BOS

Pengawasan Melekat yang dilakukan oleh pimpinan

masing-masing instansi;

Pengawasan Fungsional Internal oleh Inspektorat Jenderal

Kemdikbud serta Inspektorat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota;

Pengawasan oleh BPKP melalui audit atas permintaan instansi

yang akan diaudit.

Pemeriksaan oleh BPK sesuai dengan kewenangan.

Pengawasan masyarakat dalam rangka transparansi pelaksanaan

(89)

Selesai

Referensi

Dokumen terkait

tanggal 21 September dengan hasil cut off tanggal 30 Oktober, maka Tim BOS Provinsi dapat melakukan verifikasi ke sekolah (untuk sekolah jenjang pendidikan

Alokasi dana BOS Madrasah dapat diletakkan pada DIPA Satker Kantor Wilayah Kementerian Agama atau Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota;1. Pelaksanaan pencairan dana BOS

dari alokasi sekolah dalam satu tahun, di rekening sekolah untuk pembelian buku teks yang harus dibeli sekolah dengan ketentuan jumlah yang ditetapkan di bawah. Dana BOS

Pelaksanaan penggunaan alokasi Dana BOS Afirmasi dan BOS Kinerja untuk Sekolah Penggerak, Sekolah yang memiliki prestasi, dan Sekolah serta syang memiliki mutu baik yang

Dana BOS merupakan pelengkap dari kewajiban daerah untuk menyediakan anggaran pendidikan dan bukan merupakan.. pengganti BOS

Dalam perencanaan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP Negeri 1 Tikung Lamongan melibatkan guru dan karyawan sekolah yang dikumpulkan untuk

Dinas pendidikan provinsi melalui Tim BOS Provinsi harus membuat rekapitulasi atas laporan belanja dari BOS yang disampaikan oleh sekolah pada jenjang

Rekapitulasi penggunaan Dana BOS yang diperoleh dari Tim Manajemen BOS Sekolah dengan menggunakan Formulir BOS-K8 sebagaimana dijelaskan pada Petunjuk Teknis Laporan