KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas
limpahan berkat dan rahmatnya penulis dapat menyelesaikan Skipsi yang berjudul
“Pengaruh Konflik Peran Ganda Terhadap Stres Kerja Pada Karyawan Wanita Di Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara”.
Terima kasih saya ucapkan kepada kedua orang tua saya, ayah saya Drs. Syamsul Bahri Harahap dan ibu saya Hj. Dra. Ristiawati,SS dan juga ayah angkat saya H. Karyono,S.P dan ibu angkat saya Hj. Ir. Lusiantini yang telah mendukung baik materil maupun non materil selama ini. Penulis juga telah banyak menerima
nasehat, bimbingan, kritik, saran dan doa selama penulisan ini dari berbagai pihak.
Oleh sebab itu, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr Azhar Maksum.SE selaku Dekan Fakultas Ekonomi Sumatera Utara. 2. Ibu DR. Isfenti Sadalia,S.E, M.E selaku ketua Departemen Manajemen Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara
3. Ibu Dra. Marhayanie, M.Si selaku sekretaris Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara
4. Ibu DR. Endang Sulitya Rini,S.E, M.Si selaku ketua Program Studi
Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
5. Bapak Dr. Yeni Absah,S.E, M.Si selaku dosen pembimbing yang telah
6. Ibu Dra. Yulinda,M.Si selaku dosen pembaca yang bersedia memberikan
masukannya dan bimbingan dalam penulisan skripsi saya.
7. Seluruh Dosen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Sumatera Utara yang telah memberikan ilmu kepada saya selama masa
perkuliahan dan staf administrasi yang telah membantu saya dalam
kepentingan administrasi.
8. Terima kasih kepada kakak dan adik-adik saya Amelia Sari, Anggi Wulan
Sari, Indah Novita Sari, Doni Aji Pambudi, Mega Oktavia Sari, dan Ayu
Mayang Sari dan untuk yang tersayang M. Nur Iqbal.
9. Terima kasih kepada Astri Nadira,S.E, Elisa Sabrina,S.E, Lis Sundari, dan
teman-teman seperjuangan manajemen angkatan 2010.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan pada penulisan skripsi ini.
semoga skripsi ini dapat berguna bagi penulis dan orang-orang yang berkepentingan
terhadap skripsi ini.
Medan, Maret 2015
Penulis
DAFTAR ISI
ABSTRAK ... i
ABSTRACT ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR TABEL ... vii
DAFTAR GAMBAR ... viii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Perumusan Masalah ... 7
1.3 Tujuan Penelitian ... 7
1.4 Manfaat Penelitian ... 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu ... 9
2.2 Konflik Peran Ganda ... 10
2.2.1 Pengertian Konflik Peran Ganda ... 10
2.2.2 Strategi Penyelesaian Konflik Peran Ganda ... 15
2.3 Stress Kerja ... 17
2.3.1 Pengertian Stress Kerja... 17
2.3.2 Gejala Stress Kerja ... 23
2.3.3 Sumber-Sumber Stress Kerja ... 24
2.3.4 Mengelola Stress Kerja... 27
2.4 Kerangka Konsep ... 28
2.5 Hipotesa Penelitian ... 29
BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian ... 31
3.2 Penyajian Data ... 31
3.3 Metode Pengumpulan Data ... 32
3.4 Lokasi dan Waktu ... 32
3.5 Defenisi Operasional ... 32
3.6 Skala Pengukuran Variabel ... 36
3.7 Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling ... 36
3.8 Uji Validitas ... 38
3.9 Uji Realibilitas ... 38
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Validitas dan Realibilitas ... 44
4.1.1 Uji Validitas... 44
4.1.2 Uji Relibilitas... 46
4.2 Deskripsi Responden ... 47
4.3 Deskripsi Jawaban ... 50
4.4 Uji Asumsi Klasik ... 54
4.4.1 Uji Normalitas ... 54
4.4.2 Uji Heterokedastisitas ... 55
4.4.3 Uji Multikolonieritas ... 56
4.5 Analisis Regresi Berganda ... 57
4.5.1 Uji Serempak (Uji F) ... 57
4.5.2 Uji Parsial (Uji t) ... 58
4.5.3 Uji Koefisien Determinasi ... 60
4.6 Pembahasan ... 61
4.6.1 Work Family Conflict terhadap Stres Kerja ... 61
4.6.2 Family Work Conflict terhadap Stres Kerja ... 62
4.6.3 Konflik Peran Ganda terhadap Stres Kerja ... 62
DAFTAR TABEL
3.1 Tabel Operational Variabel ... 34
3.2 Instrumen Skala Likert ... 36
4.1 Validitas ... 45
4.2 Realibility ... 47
4.3 Jabatan ... 47
4.4 Pendidikan ... 48
4.5 Jumlah Anak ... 48
4.6 Umur Anak Terakhir ... 49
4.7 Deskripsi Jawaban Work Family Conflict ... 50
4.8 Deskripsi Jawaban Family Work Conflict ... 51
4.9 Deskripsi Jawaban Stres kerja ... 52
4.10 Coefficient ... 57
4.11 Annova ... 58
4.12 Coeffisients ... 59
DAFTAR GAMBAR
2.1 Kerangka Konseptual ... 29
4.1 Uji Normalitas ... 54
4.2 Uji Linearitas ... 55
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Setiap makhluk di muka bumi diciptakan berpasang-pasangan. Ketika seorang
laki-laki dan perempuan memutuskan untuk menikah, artinya mereka siap
membangun sebuah keluarga kecil untuk melanjutkan keturunan. Keluarga
merupakan ruang lingkup terkecil dari masyarakat yang terdiri dari ayah, ibu, dan
anak. Setiap anggota keluarga memiliki fungsinya masing-masing. Seorang ayah
yang lelah bekerja demi mencari nafkah untuk kelangsungan hidup istri dan anaknya,
harus memiliki istri yang setia menghibur dan selalu memberikan motivasi dan kasih
sayang pada suaminya dan anak-anaknya. Sedangkan anak harus menempuh
pendidikan demi masa depan yang baik. Agar menjadi keluarga sakinah, mawadah,
dan warahmah, setiap anggota keluarga haruslah menjalankan perannya
masing-masing dengan baik.
Keluarga merupakan dasar dari terbentuknya tingkah laku seseorang di dalam
masyarakat. Cara keluarga dalam mendidik seorang anak akan menentukan
bagaimana anak melakukan sosialisasi dengan masyarakat. Jika didalam keluarga
anak dibentuk dengan pola ajar yang tidak baik, maka yang terjadi adalah hal yang
juga tidak baik di dalam masyarakat. Tetapi sebaliknya, jika anak dibentuk dengan
pola ajar yang baik, maka anak tersebut akan bisa menyesuaikan diri dengan baik
Didalam keluarga, suami dan istri memiliki peran yang berbeda. Sering
konflik keluarga terjadi dikarenakan tidak adanya pola komunikasi yang baik didalam
keluarga sehingga antara suami dan istri sering mempertahankan egoisnya
masing-masing dikarenakan perebutan peran yang lebih dominan dalam keluarga sehingga
konflik ini juga akan berpengaruh kepada psikologis masing-masing anggota
keluarga, tak terkecuali anak. Seorang suami sebagai kepala rumah tangga tidak dapat
mendominasi tugas dan fungsinya dalam rumah tangga, bahkan sebaliknya seorang
istri sebagai pendamping tidak dapat memaksakan kehendak sebagai seseorang yang
paling berperan dalam rumah tangga karena kehidupan rumah tangga membutuhkan
partisipasi keduanya sehingga rumah tangga menjadi harmonis.
Zaman yang semakin berkembang menciptakan masalah yang sangat
kompleks untuk dihadapi sehingga merubah pola pikir masyarakat. Perubahan pola
pikir ini sangat dirasakan dalam berbagai aspek, salah satunya berkaitan dengan
gender dimana laki-laki dan perempuan selalu dibandingkan dalam berbagai masalah
seperti halnya perempuan adalah makhluk yang lemah, dan laki-laki adalah makhluk
yang kuat
Dalam hidup, kita tidak akan pernah lepas dari tuntutan ekonomi. Kasih
sayang dalam keluarga tidaklah cukup untuk bertahan hidup, tetapi juga harus diikuti
dengan perekonomian yang baik. Tuntutan hidup semakin tinggi, dan perekonomian
semakin sulit membuat peran ayah sebagai tulang punggung dalam keluarga selalu
keluarganya. Perekonomian dalam keluarga tidak akan pernah bisa dipandang sebelah
mata karena perekonomian merupakan akar masalah yang sering dapat memicu
pertengkaran dalam keluarga.
Dari alasan perekonomian ini peran ayah dalam keluarga bukan lagi sebagai
pencari nafkah satu-satunya. Tetapi seiring dengan tuntutan hidup yang semakin
tinggi, seorang ibu yang biasanya hanya mendapatkan tugas untuk mengurusi rumah
tangga, sekarang sudah bertambah dengan tugas mencari nafkah untuk kelangsungan
hidup keluarganya. Apalagi dengan kategori pendidikan wanita sekarang yang cukup
tinggi, seorang wanita juga tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk
mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi dengan hanya mendapatkan nafkah dari
suami. Wanita saat ini juga menginginkan keterampilan yang mereka punya harus
tersalurkan dengan baik untuk mendapatkan kepuasan kerja.
Tingginya minat kerja wanita saat ini dapat dilihat dari kehidupan sehari-hari.
Banyak dari wanita saat ini telah menduduki jabatan penting dalam suatu organisasi.
Ini membuktikan bahwasanya keahliah dari wanita juga bisa disamakan dengan
laki-laki. Bahkan negara Indonesia pernah dipimpin oleh wanita.
Memiliki peran ganda merupakan peran yang sangat berat bagi seorang
wanita zaman sekarang. Keluarga dan pekerjaan merupakan dua hal yang jauh
berbeda. Di satu sisi, seorang wanita harus mempunyai karakter sebagai istri dari
suaminya, dan ibu dari anak-anaknya yang memberikan kehangatan, kasih dan
mengubah karakternya sebagai seorang pekerja keras dan berani menerima segala
resiko.
Peran ganda yang dimiliki oleh seorang wanita dapat memicu konflik dalam
keluarga sehingga menimbulkan dampak psikologis seperti depresi dan stress dalam
bekerja. Tuntutan pekerjaan berhubungan dengan tekanan kerja yang berasal dari
beban kerja yang berlebihan dan waktu dalam melaksanakan suatu pekerjaan.
Sedangkan tuntutan keluarga dipenuhi dengan tuntutan untuk mengerjakan
tugas-tugas rumah tangga dan menjaga anak ditentukan oleh besarnya keluarga. Jika
tuntutan ini tidak berjalan dengan baik dikarenakan tidak mampu memenuhi peran
sebagai sepasang suami dan istri karena terlalu sibuk dalam bekerja dan
mengakibatkan cepat lelah, sering marah-marah, bahkan tidak memberikan perhatian
kepada anak, maka tidak jarang seorang ayah dan ibu dalam rumah tangga dapat
terkena stress dalam bekerja sehingga dapat memicu pertengkaran dalam keluarga.
Hal ini dapat diartikan seorang wanita yang bekerja selalu mendapatkan pertentangan
yang tajam antara pekerjaan dan kehidupan rumah tangganya. Peran wanita sebagai
pekerja dan ibu rumah tangga merupakan peran yang sama-sama membutuhkan
waktu, tenaga, dan pikiran yang banyak. Sehingga jika salah satu peran saja yang
difokuskan maka, peran lain akan terabaikan.
Perusahaan atau instansi selalu menginginkan karyawannya yang loyal dalam
bekerja sehingga dapat mencapai visi suatu perusahaan/ instansi. Peran ganda dapat
organisasi, turunnya motivasi, meningkatnya absensi bahkan turnover sehingga
mempengaruhi produktifitas dalam bekerja. Contoh, banyak kaum ibu-ibu yang
terkadang membawa anaknya ketempat kerja dengan alasan tidak ada yang bisa
menjaga anak dirumah, telat masuk kerja dengan alasan mengantarkan anak ke
sekolah, dan lain sebagainya. Hal ini dapat memicu penumpukan pekerjaan sehingga
tak jarang dari kaum ibu-ibu dikejar deadline dalam melakukan pekerjaan bahkan
lembur agar pekerjaannya dapat selesai tepat waktu sehingga waktu yang diberikan
untuk keluargapun semakin habis karena pekerjaan.
Memiliki peran ganda, seorang wanita akan rentan mendapatkan masalah.
Ditempat bekerja wanita akan selalu mendapatklan tekanan-tekanan dalam
menyelesaikan pekerjaan. Sehingga wanita akan mendapatkan masalah dalam kedua
peran yang dijalankannya secara berkepanjangan jika tidak mampu disiplin dalam
membagi waktu, tenaga dan pikiran dengan baik. Masalah yang berkepanjangan
inilah yang akan menimbulkan stress. Sehingga semua yang dilakukanpun akan
menjadi semakin sulit untuk dilakukan. Sementara di setiap organisasi selalu
menginginkan kinerja pegawainya untuk ditingkatkan secara optimal.
Dinas Pertanian Sumatera Utara merupakan salah satu unit organisasi di
Sumatera Utara yang bergerak di bidang pangan dan hortikultura. Visi dari Dinas
Pertanian Sumatera Utara adalah “pertanian yang maju dan berdaya saing dalam
Dalam mencapai visi tersebut, peran pegawai sebagai aparat negara sangatlah
penting. Keberhasilan dalam menciptakan pertanian yang maju tidak lepas dari peran
serta pegawai dalam bekerja dengan baik. Tetapi kenyataannya, banyak terjadi
masalah dalam bekerja khususnya pada pegawai perempuan, dikarenakan mereka
selalu memikirkan keluarga sehingga menghambat produktifitas pegawai tersebut
atau mereka yang tidak memperhatikan keluarga mereka karena kesibukan dalam
bekerja. Contohnya ketika pegawai perempuan ditugaskan keluar kota dengan
meninggalkan anak-anak yang masih membutuhkan perhatian menjadikan posisi
pegawai perempuan tersebut selalu bekerja dengan konsentrasi yang terpecah belah
yaitu antara bekerja atau menghubungi keluarga yang ditinggalkan. Jika kondisi ini
semakin memburuk maka salah satu bisa menjadi korban dari peran ganda tersebut,
yaitu antara keluarga yang tidak diperhatikan atau pekerjaan yang tidak bisa
dilaksanakan secara optimal.
Masalah lainnya adalah banyak pegawai perempuan yang telat datang pada
jam kantor karena berbagai alasan dalam melaksanakan perannya dalam keluarga.
Bahkan meninggalkan jam kantor disiang hari hanya untuk istirahat dan makan siang
dengan keluarga. Parahnya lagi pegawai tersebut juga mengalami keterlambatan
untuk kembali ke kantor. Melihat dari fenomena yang terjadi, masih banyak pegawai
yang kurang disiplin dalam bekerja terutama bagi pekerja wanita yang memiliki
peran ganda sehingga sering terlihat stress ketika membagi waktu antara pekerjaan
yang lalai dalam mengerjakan tugas-tugasnya sebagai aparatur negara. Hal tersebut
tentu akan mempengaruhi kinerja organisasi dalam mencapai tujuan organisasi.
Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
dalam bentuk skripsi yang berjudul “ Pengaruh Peran Ganda terhadap Stress Kerja pada Karyawan Wanita di Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara”.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalahnya adalah, “apakah
peran ganda dapat berpengaruh terhadap tingkat stress pada pegawai wanita di Dinas
Pertanian Provinsi Sumatera Utara?”.
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar
pengaruh peran ganda terhadap tingkat stress dalam bekerja pada pegawai wanita
Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara.
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang
terkait maupun yang membacanya sehingga dapat dijadikan referensi untuk
a. Bagi Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara
Penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan pemikiran, informasi
dan pengetahuan untuk mengeluarkan kebijakan-kebijakan dalam mencapai
tujuan organisasi tanpa mengesampingkan peran wanita sebagai ibu dan istri dari
anggota keluarganya.
b. Bagi Penulis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi penulis untuk
menerapkan teori-teori dan literartur yang di pelajari dibangku kuliah dalam
bidang sumber daya manusi serta memperluas wawasan penulis.
c. Bagi Pihak Lainnya
Penelitian ini diharapkan mampu dijadikan sebagai referensi atau bahan