• Tidak ada hasil yang ditemukan

b3 HKI buku hidrok b3 HKI buku hidrok

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "b3 HKI buku hidrok b3 HKI buku hidrok"

Copied!
172
0
0

Teks penuh

  • Sekolah: Yogyakarta
  • Mata Pelajaran: Kimia
  • Topik: Augmented Chemistry Hidrokarbon
  • Tipe: Buku
  • Tahun: 2016
  • Kota: Yogyakarta

I. Tujuan Pembelajaran

Pada setiap bab buku ini, tujuan pembelajaran disampaikan dengan jelas untuk mengarahkan proses belajar siswa. Hal ini penting untuk memastikan bahwa siswa memahami apa yang diharapkan dari mereka setelah mempelajari materi tersebut. Dengan adanya tujuan yang terdefinisi, siswa dapat lebih fokus dan terarah dalam belajar, serta dapat mengevaluasi pemahaman mereka sendiri terhadap materi.

II. Peta Konsep

Peta konsep yang disajikan di awal setiap bab berfungsi sebagai panduan visual yang membantu siswa dalam memahami hubungan antara konsep-konsep yang dipelajari. Peta ini memudahkan siswa untuk melihat gambaran besar dari materi yang akan dipelajari, sehingga mereka dapat mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah ada. Ini juga mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis dan analitis.

III. Apersepsi

Apersepsi berfungsi sebagai pengantar untuk mempelajari konsep baru dengan cara yang menyenangkan. Dengan mengaitkan materi baru dengan pengalaman sehari-hari siswa, apersepsi membantu menciptakan konteks yang relevan, sehingga siswa lebih mudah memahami dan mengingat informasi. Ini juga mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi dalam proses belajar.

IV. Telurium 'Telusur Ilmu Kimia'

Fitur tambahan ini memberikan wawasan tentang bagaimana kimia berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan menampilkan contoh nyata dari aplikasi kimia, siswa dapat melihat relevansi materi pelajaran dalam konteks yang lebih luas. Ini tidak hanya meningkatkan minat belajar tetapi juga membantu siswa memahami pentingnya ilmu kimia dalam kehidupan mereka.

V. Uji Kompetensi

Uji kompetensi disediakan di akhir setiap bab sebagai sarana evaluasi pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Ini memungkinkan siswa untuk mengukur sejauh mana mereka telah memahami konsep-konsep yang diajarkan dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki. Uji kompetensi juga berfungsi sebagai alat umpan balik bagi pengajar untuk menilai efektivitas pengajaran.

VI. Glosarium

Glosarium menyediakan definisi istilah-istilah kimia yang digunakan dalam buku, yang sangat membantu siswa dalam memahami istilah dan konsep yang mungkin asing bagi mereka. Ini berfungsi sebagai referensi cepat yang dapat diakses siswa saat mereka belajar, sehingga mereka tidak perlu mencari definisi di tempat lain.

VII. Indeks

Indeks berisi rujukan kata-kata penting dalam bab yang membantu siswa dalam mencari informasi spesifik dengan cepat. Dengan adanya indeks, siswa dapat lebih efisien dalam menemukan topik yang mereka butuhkan tanpa harus membaca keseluruhan buku.

VIII. Marker

Marker yang disajikan dalam bentuk gambar dengan bingkai hitam berfungsi sebagai informasi visual untuk mendukung pemahaman siswa. Dengan adanya model animasi tiga dimensi dan video pembelajaran, siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menarik, sehingga meningkatkan retensi informasi.

IX. Cara Cerdas Membaca Buku

Panduan ini memberikan langkah-langkah praktis bagi siswa untuk mengakses dan memahami materi dalam buku dengan lebih efektif. Dengan mengajarkan siswa cara menggunakan teknologi seperti AR-media player, buku ini mendukung pembelajaran yang lebih inovatif dan menarik. Ini juga mendorong siswa untuk menjadi lebih mandiri dalam proses belajar mereka.

X. Kata Pengantar

Kata pengantar menjelaskan tujuan penulisan buku ini sebagai suplemen untuk materi ajar yang ada. Penulis juga menekankan pentingnya media yang tepat untuk menyampaikan materi yang bersifat abstrak, serta mengharapkan masukan dari pembaca untuk perbaikan di masa depan. Hal ini menunjukkan komitmen penulis terhadap kualitas pendidikan dan keterlibatan pembaca.

Referensi Dokumen

  • Pendidikan Kimia Internasional ( Dian Ernawati, S.Pd. )
  • Kimia Koloid & Permukaan dan Pendidikan Berbasis Teknologi ( Drs. Jaslin Ikhsan, M.App.Sc, Ph.D. )

Gambar

Tabel 1.1 Sifat Umum Senyawa Organik dan Anorganik
Gambar 1.5 Bentuk model molekul metana dan etana
Tabel 1.3 Nama dan Struktur Gugus Alkil
Gambar 1.12 Butana merupakan bahan bakar yang digunakan dalam korek api ini. Molekul butana ada dalam fasa cair dan gas dalam korek api.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Metana merupakan senyawa hidrokarbon dengan satu atom karbon. Sementara itu, senyawa alkena paling sederhana adalah etena, yaitu senyawa hidrokarbon yang terdiri atas dua atom

Senyawa hidrokarbon jenuh bercirikan ikatan tunggal antar atom karbon sebagai penyusun rantai utamanya, berbeda dengan senyawa hidrokarbon tidak jenuh yang dapat membentuk

Reaksi adisi terjadi pada senyawa yang mempunyai ikatan rangkap dua atau rangkap tiga, senyawa alkena atau senyawa alkuna, termasuk ikatan rangkap karbon dengan atom lain...

Alkena adalah senyawa hidrokarbon yang mempunyai satu ikatan rangkap dua ( C=C ) pada rantai karbonnya. 2) Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung

Alkana disebut sebagai hidrokarbon jenuh karena atom – atom C nya telah mengikat empat atom lain yang berbeda, kemudian senyawa ini tak bereaksi dengan hidrogen, dalam kondisi

 Alkena adalah hidrokarbon tak tepu kerana ahli – ahlinya mengandungi sekurang – kurangnya satu ikatan ganda dua di antara atom – atom karbon  Alkena mengandungi ahli –

dengan senyawa  ,  -karbonil tak jenuh yang memiliki ikatan rangkap dua karbon-karbon dan juga gugus fungsi karbonil..  Ikatan rangkap dua pada senyawa  ,  -karbonil

Alkana  Hidrokarbon jenuh  disebut juga paraffin sulit bereaksi, inert  rantai lurus ataupun rantai bercabang  rantai lurus jika setiap atom karbon berikatan dengan 1 atau 2