Kajian Ekonomi Regional
Jawa Tengah
Triwulan III-2010
Kajian Ekonomi Regional Provinsi Jawa Tengah
Kajian Ekonomi Regional Provinsi Jawa Tengah
Kajian Ekonomi Regional Provinsi Jawa Tengah
Kajian Ekonomi Regional Provinsi Jawa Tengah
Triwulan
Triwulan
Triwulan
Triwulan IIIIII Tahun 20
II Tahun 20
II Tahun 20
II Tahun 201
1
10
1
0
0
0
Buku Kajian Ekonomi Regional Provinsi Jawa Tengah dipublikasikan secara triwulanan oleh Kantor Bank Indonesia Semarang, untuk
menganalisis perkembangan ekonomi Jawa Tengah secara
komprehensif. Isi kajian dalam buku ini mencakup perkembangan ekonomi makro, inflasi, moneter, perbankan, sistem pembayaran, keuangan daerah, dan prospek ekonomi Jawa Tengah. Penerbitan buku ini bertujuan untuk: (1) melaporkan kondisi perkembangan ekonomi dan keuangan di Jawa Tengah kepada Kantor Pusat Bank Indonesia sebagai masukan pengambilan kebijakan, dan (2) menyampaikan informasi kepada
external stakeholders
di daerah mengenai perkembangan ekonomi dan keuangan terkini.Kantor Bank Indonesia Kantor Bank Indonesia Kantor Bank Indonesia
Kantor Bank Indonesia SSSSemarangemarangemarangemarang
Ratna E. Amiaty
Pemimpin
Sutikno
Deputi Pemimpin Bidang Ekonomi Moneter
H. Yunnokusumo
Deputi Pemimpin Bidang Perbankan
Mohamad M. Toha
Deputi Pemimpin Bidang Manajemen Intern
dan Sistem Pembayaran
Herdiana A.W.
Peneliti Ekonomi Madya Senior
Imam Fauzy
Pengawas Bank Madya Senior
I Ketut Suena
Pengawas Bank Madya Senior
Tatung M. Toufik
Kepala Bidang Sistem Pembayaran
Imam Mustiantoko
Kepala Bidang Manajemen Intern
Softcopy buku ini dapat di-download dari DIBI (Data dan Informasi Bisnis Indon
DIBI (Data dan Informasi Bisnis Indon DIBI (Data dan Informasi Bisnis Indon
DIBI (Data dan Informasi Bisnis Indonesia) esia) esia) esia) di website Bank Indonesia Bank Indonesia Bank Indonesia Bank Indonesia dengan alamat
Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya, sehingga buku Kajian Ekonomi Regional Provinsi Jawa Tengah Triwulan III-2010 dapat selesai disusun dan dipublikasikan kepada stakeholder Bank Indonesia. Kajian Ekonomi Regional Provinsi Jawa Tengah diterbitkan secara periodik setiap triwulan sebagai perwujudan peranan Kantor Bank Indonesia Semarang dalam memberikan informasi kepada stakeholder tentang perkembangan ekonomi Jawa Tengah terkini serta prospeknya di masa mendatang. Kami berharap informasi yang kami sajikan ini dapat menjadi salah satu referensi atau acuan dalam proses diskusi atau peroses pengambilan kebijakan berbagai pihak terkait.
Dalam proses penyusunan Kajian Ekonomi Regional ini, kami menggunakan-data yang diperoleh dari berbagai pihak, yakni instansi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Badan Pusat Statistik, pelaku usaha dan akademisi, laporan dari perbankan serta data hasil analisis intern Bank Indonesia dan sumber-sumber lain yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu. Untuk itu kepada para pihak tersebut, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-sebesarnya dan semoga hubungan yang telah terjalin erat selama ini dapat ditingkatkan di masa yang akan datang.
Kami juga menyadari bahwa masih terdapat kesalahan dalam penyusunan kajian ini ataupun terdapat penyajian data yang kurang tepat, oleh karena itu kami senantiasa mengharapkan kritikan dan masukan membangun demi penyempurnaan di masa yang akan datang.
Akhirnya, besar harapan kami mudah-mudahan laporan triwulanan ini dapat bermanfaat bagi semua kalangan dalam memahami perekonomian Jawa Tengah. Terima kasih.
Semarang, November 2010 KANTOR BANK INDONESIA SEMARANG
Ttd Ratna E. Amiaty
Daftar Isi
Kata Pengantar Kata Pengantar Kata Pengantar
Kata Pengantar ... i
D D D Daftar Isiaftar Isiaftar Isi ... iv aftar Isi Ringkas Ringkas Ringkas Ringkasan Eksekutifan Eksekutifan Eksekutif ... vii an Eksekutif Bab I Bab I Bab I Bab IPerkembangan Ekonomi MakroPerkembangan Ekonomi MakroPerkembangan Ekonomi MakroPerkembangan Ekonomi Makro ... 1
1.1. Analisis PDRB Jawa Tengah dari Sisi Permintaan ... 1
1.1.1. Konsumsi ... 3
1.1.2. Investasi ... 4
1.1.3. Ekspor dan Impor ... 6
1.2. Analisis PDRB Sisi Penawaran ... 7
1.2.1. Sektor Pertanian ... 8
1.2.2. Sektor Industri Pengolahan ... 8
1.2.3. Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran (PHR) ...10
1.2.4. Sektor Jasa...11
1.2.5. Sektor Lainnya ...11
Bab II Bab II Bab II Bab IIPerkembangan InflPerkembangan InflasiPerkembangan InflPerkembangan Inflasiasiasi ...15
2.1. Inflasi Berdasarkan Kelompok ...16
2.1.1. Inflasi Kuartalan (qtq) ...16
2.1.2. Inflasi Tahunan (yoy) ...19
2.2. Inflasi Empat Kota di Jawa Tengah ...21
2.3. Inflasi Kota-Kota di Jawa ...23
BOKS BOKS BOKS BOKSPenelitian Persistensi Inflasi di Kota SemarangPenelitian Persistensi Inflasi di Kota Semarang danPenelitian Persistensi Inflasi di Kota SemarangPenelitian Persistensi Inflasi di Kota Semarangdandandan Implikasinya Terhadap Implikasinya Terhadap Implikasinya Terhadap Implikasinya Terhadap Perekonomian Daerah Perekonomian DaerahPerekonomian Daerah Perekonomian Daerah ...25
Bab III Bab III Bab III Bab IIIPerkembangan PerbankanPerkembangan Perbankan ...33 Perkembangan PerbankanPerkembangan Perbankan 3.1. Intermediasi Bank Umum ...34
3.1.1. Penghimpunan Dana Masyarakat ...34
3.1.2 Penyaluran Kredit ...35
3.1.3. Kredit Lokasi Proyek ...38
3.1.4. Kredit UMKM Berdasarkan Lokasi Proyek ...39
3.2. Perkembangan Bank Umum Yang Berkantor Pusat Di Jawa Tengah ...40
3.3. Perkembangan Kondisi Bank Umum di 6 Eks. Karesidenan di Jawa Tengah ...42
3.4. Kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) ...43
3.5. Kinerja Perbankan Syariah ...45
Bab Bab Bab Bab IVIVIVIVKeuangan DaerahKeuangan DaerahKeuangan DaerahKeuangan Daerah ...49
4.1. Realisasi Pendapatan Daerah ...49
Bab Bab Bab
Bab VVV Perkembangan Sistem PembayaranVPerkembangan Sistem PembayaranPerkembangan Sistem PembayaranPerkembangan Sistem Pembayaran ...51
5.1. Perkembangan Transaksi Pembayaran Tunai ...51
5.1.1. Aliran Uang Kartal Masuk/Keluar (Inflow/Outflow) ...51
5.1.2. Penyediaan Uang Kartal Layak Edar / Penyediaan Tanda Tidak Berharga (PTTB) Uang Kartal ...52
5.1.3. Uang Palsu ...53
5.2. Transaksi Keuangan secara Non Tunai ...53
5.2.1. Transaksi Kliring ...53
5.2.2. Transaksi RTGS ...54
Bab Bab Bab Bab VIVIVIVIKesejahteraan MasyarakatKesejahteraan Masyarakat ...55 Kesejahteraan MasyarakatKesejahteraan Masyarakat 6.1. Ketenagakerjaan ...55
6.2. Nilai Tukar Petani ...56
BOKS BOKS BOKS BOKSTim KoordinasiTim Koordinasi PenganggulanTim KoordinasiTim KoordinasiPenganggulanPenganggulanPenganggulangan Kemiskinangan Kemiskinangan Kemiskinangan KemiskinanPemerintah Provinsi Jawa Pemerintah Provinsi Jawa Pemerintah Provinsi Jawa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah TengahTengah Tengah ...58
Bab Bab Bab Bab VIIVIIVII Prospek EkonomiVIIProspek EkonomiProspek Ekonomi ...59 Prospek Ekonomi 7.1. Pertumbuhan Ekonomi ...59
7.2. Inflasi ...62
Daftar Istilah Daftar Istilah Daftar Istilah Daftar Istilah ...67
Ringkasan Eksekutif
Kinerja perekonomian Jawa Tengah pada triwulan III Kinerja perekonomian Jawa Tengah pada triwulan IIIKinerja perekonomian Jawa Tengah pada triwulan III
Kinerja perekonomian Jawa Tengah pada triwulan III----2010 2010 2010 2010 tercatattercatattercatattercatat relatif relatif relatif relatif stabil dibandingkan dengan angka pertumbuhan triwulan sebelumnya
stabil dibandingkan dengan angka pertumbuhan triwulan sebelumnya stabil dibandingkan dengan angka pertumbuhan triwulan sebelumnya
stabil dibandingkan dengan angka pertumbuhan triwulan sebelumnya yaiyaiyaiyaitu tu tu sebesar tu sebesar sebesar sebesar 5,6% (yoy)
5,6% (yoy) 5,6% (yoy)
5,6% (yoy). Walaupun lebih kecil dibandingkan dengan angka pertumbuhan nasional yang tercatat sebesar 5,8% (yoy), kinerja perekonomian Jawa Tengah masih berada dalam trend pertumbuhan yang positif. Berbagai kegiatan tahunan yang cukup besar terjadi pada triwulan ini, seperti musim liburan dan tahun ajaran baru, bulan puasa ramadhan dan hari raya lebaran menjadi penopang kinerja perekonomian Jawa Tengah pada periode laporan.
Dari sisi permintaan, Dari sisi permintaan, Dari sisi permintaan,
Dari sisi permintaan, hampir semua komponen permintaan hampir semua komponen permintaan hampir semua komponen permintaan hampir semua komponen permintaan masih masih masih masih mencatat mencatat mencatat mencatat arah pertumbuhan positif di triwulan ini.
arah pertumbuhan positif di triwulan ini. arah pertumbuhan positif di triwulan ini.
arah pertumbuhan positif di triwulan ini. Konsumsi rumah tangga masih menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi pada triwulan ini, yang disebabkan oleh tingginya konsumsi masyarakat dalam rangka perayaan hari raya lebaran. Demikian pula halnya dengan konsumsi pemerintah, yang mencatat angka pertumbuhan yang cukup tinggi pula, seiring dengan peningkatan realisasi belanja pada triwulan III-2010 setelah pada triwulan sebelumnya masih relatif rendah. Selain itu, investasi dan ekspor juga turut mendorong pertumbuhan pada triwulan ini, walaupun angka pertumbuhannya relatif lebih lambat dibandingkan triwulan sebelumnya.
Dari DariDari
Dari sisi penawaransisi penawaransisi penawaransisi penawaran, pertumbuhan pada triwulan ini terutama didorong oleh pertumbuhan pada sektor perdagangan, hotel dan restauran, sektor angkutan dan komunikasi. Faktor momentum musim liburan sekolah dan tahun ajaran baru, bulan puasa serta perayaan hari raya lebaran yang jatuh pada triwulan III-2010 menjadi penyebab peningkatan aktivitas perekonomian. Di sektor pertanian, pergeseran musim panen tahap kedua telah terjadi pada triwulan II-2010 menjadi faktor utama perlambatan pada sektor pertanian.
Inflasi Jawa Tengah pada triwulan III Inflasi Jawa Tengah pada triwulan IIIInflasi Jawa Tengah pada triwulan III
Inflasi Jawa Tengah pada triwulan III----2010201020102010 mengalami peningkatan dari mengalami peningkatan dari mengalami peningkatan dari mengalami peningkatan dari triwulan sebelumnya, meskipun
triwulan sebelumnya, meskipun triwulan sebelumnya, meskipun
triwulan sebelumnya, meskipun masih lebih rendah dibandingkan angka inflasi masih lebih rendah dibandingkan angka inflasi masih lebih rendah dibandingkan angka inflasi masih lebih rendah dibandingkan angka inflasi nasional
nasional nasional
nasional. . . . Inflasi Jawa Tengah triwulan III-2010 secara tahunan tercatat sebesar 5,59% (yoy) dan secara kuartalan tercatat 2,87% (qtq), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang tercatat masing-masing sebesar 4,57% (yoy) dan 1,33% (qtq). Angka inflasi tersebut secara tahunan (yoy) lebih rendah dari angka inflasi nasional sebesar 5,80% (yoy), meski secara kuartalan tercatat lebih tinggi dari inflasi nasional sebesar 2,79% (qtq). Kecenderungan peningkatan inflasi tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan harga pada komoditas kelompok bahan makanan, kelompok makanan jadi, kelompok sandang, dan kelompok transpor.
Sementara itu, Sementara itu, Sementara itu,
dibanding triwulan sebelumnya sebesar 93,96%. Kondisi tersebut terlihat pula dari peningkatan penyaluran kredit perbankan di Jawa Tengah sebesar 19,06% (yoy). Kualitas kredit yang diberikan juga tercermin dari stabilnya Non Performing Loans-Gross (NPLs) yang berada di bawah 5%. Di sisi lain, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh relatif stabil sebesar 14,44% (yoy) dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 13,46%(yoy).
Perkembangan Sistem Pembayaran sampai dengan triwulan III Perkembangan Sistem Pembayaran sampai dengan triwulan IIIPerkembangan Sistem Pembayaran sampai dengan triwulan III
Perkembangan Sistem Pembayaran sampai dengan triwulan III----2010 relatif 2010 relatif 2010 relatif 2010 relatif stabil dan mampu memenuhi kebutuhan transaksi ekonomi di masyarakat. stabil dan mampu memenuhi kebutuhan transaksi ekonomi di masyarakat. stabil dan mampu memenuhi kebutuhan transaksi ekonomi di masyarakat. stabil dan mampu memenuhi kebutuhan transaksi ekonomi di masyarakat. Nilai transaksi pembayaran melalui Real Time Gross Settlement (RTGS) untuk wilayah Jawa Tengah pada triwulan III-2010 mengalami kenaikan sebesar 11,00% (qtq) dibandingkan dengan triwulan sebelumnya dan masih mendominasi pembayaran non tunai. Sementara pelayanan non tunai lainnya yaitu kliring menunjukkan kinerja membaik yang ditandai dengan relatif rendahnya persentase tolakan kliring, dimana persentase secara nominal dan volume cek dan BG yang ditolak masing-masing sebesar 9,28% dan 1,28%. Aliran uang masuk dan keluar perbankan (inflow dan outflow) mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya, karena dalam periode triwulan III-2010 ini terdapat beberapa kegiatan yang cukup besar seperti musim liburan sekolah dan hari raya lebaran. Realisasi total belanja daerah pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada triwulan Realisasi total belanja daerah pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada triwulan Realisasi total belanja daerah pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada triwulan Realisasi total belanja daerah pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada triwulan III
III III
III----2010 tercatat sebesar 62,36% atau Rp 3,53 triliun2010 tercatat sebesar 62,36% atau Rp 3,53 triliun2010 tercatat sebesar 62,36% atau Rp 3,53 triliun, mengalami peningkatan yang 2010 tercatat sebesar 62,36% atau Rp 3,53 triliun signifikan dari posisi triwulan sebelumnya. Bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya realisasi belanja pemerintah triwulan ini juga jauh lebih tinggi. Realisasi triwulan III-2009 hanya tercatat sebesar 49,41% atau sebesar Rp. 2,81 triliun. Realisasi pendapatan pemerintah provinsi Jawa Tengah pada triwulan III-2010 tercatat sebesar Rp 5 triliun atau 90,72% dari anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Realisasi tersebut jauh melampaui target triwulanan sebesar 75%. Berdasarkan komponennya, realisasi PAD tercatat sebesar Rp 3,5 triliun atau 96,0% yang sebagian besar disumbang dari penerimaan pajak daerah sebesar Rp 2,8 triliun (Realisasi 96,48%) .
Perekonomian Jawa Tengah pada triwulan IV-2010 diperkirakan akan mengalami peningkatan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,75%-6,25% (yoy). Dari sisi sektoral, peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh peningkatan sektor pertanian yang diperkirakan akan mencapai produksi yang lebih baik, demikian pula halnya dengan sektor jasa yang diperkirakan tumbuh cukup tinggi. Sektor industri pengolahan walapun diperkirakan akan mengalami sedikit perlambatan, namun akan tetap memberikan kontribusi cukup signifikan pada perekonomian di triwulan mendatang. Sementara dari sisi penggunaan, konsumsi rumah tangga diperkirakan masih akan tetap tumbuh moderat, demikian pula halnya dengan konsumsi pemerintah dan investasi. Masih relatif stabilnya permintaan luar negeri serta kondisi ekonomi yang cukup baik diperkirakan akan mendorong pertumbuhan ekspor di triwulan mendatang. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada tahun 2010 diperkirakan akan berada dalam kisaran 5,5% -6,0% (yoy).
diperkirakan akan terjadi peningkatan tekanan permintaan di akhir tahun, pergerakan harga barang dan jasa diperkirakan lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya seiring dengan kembali normalnya permintaan masyarakat setelah hari raya lebaran. Dari sisi supply, potensi berkurangnya pasokan dan kurang lancarnya distribusi beberapa komoditas, sebagai akibat adanya kemungkinan bencana alam yang terjadi di beberapa daerah, serta perkiraan masih berlangsungya ekstrem atau anomali cuaca hingga Maret 2011 dapat menjadi sumber potensi inflasi di triwulan mendatang. Selain itu kemungkinan naiknya tekanan imported inflation, seiring dengan kecenderungan naiknya beberapa harga komoditas dunia, seperti gandum, jagung, kedelai dan CPO, serta beberapa komoditas bahan baku industri seperti besi dan baja, juga menjadi faktor lain yang menjadi ancaman potensi inflasi di triwulan mendatang.
Bab 1
Perkembangan Ekonomi Makro
Perekonomian Jawa Tengah pada triwulan III-2010 tumbuh sebesar 5,6% (yoy), relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 5,6% (yoy). Berbagai event tahunan yang cukup besar terjadi hampir bersamaan pada triwulan ini, seperti liburan sekolah, masa tahun ajaran baru, bulan puasa ramadhan dan perayaan hari raya lebaran yang menjadi pendorong kegiatan perekonomian pada triwulan ini. Apabila dibandingkan dengan periode triwulan yang lalu, atau secara triwulanan, perekonomian Jateng tumbuh cukup tinggi sebesar 2,1% (qtq) .
Secara umum, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah masih relatif baik, dan masih berada dalam tren peningkatan pertumbuhan secara tahunan. Namun apabila dibandingkan dengan angka pertumbuhan ekonomi nasional, perekonomian Jawa Tengah tumbuh di bawah angka nasional walaupun arah pertumbuhannya relatif selaras. Pada triwulan III-2010, perekonomian nasional mencatat angka pertumbuhan sebesar 5,8% (yoy).
Sumber : BPS, diolah
Grafik 1.Grafik 1.Grafik 1.Grafik 1.1111. P. Perkembangan . P. Perkembangan erkembangan erkembangan PPPPDRB dan DRB dan DRB dan DRB dan P
PP
Pertumbuhan ertumbuhan ertumbuhan ertumbuhan EEEEkonkonkonomi Jawa Tengahkonomi Jawa Tengahomi Jawa Tengah omi Jawa Tengah
Grafik 1. Grafik 1. Grafik 1.
Grafik 1.2222. . . . Perbandingan pertumbuhan Perbandingan pertumbuhan Perbandingan pertumbuhan Perbandingan pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah vs. Nasional Ekonomi Jawa Tengah vs. Nasional Ekonomi Jawa Tengah vs. Nasional Ekonomi Jawa Tengah vs. Nasional
Pada triwulan III-2010, berbagai kegiatan tahunan yang cukup besar seperti liburan sekolah, masa tahun ajaran baru, bulan puasa ramadhan dan perayaan hari raya lebaran yang menjadi pendorong peningkatan sektor perdagangan hotel dan restoran
-6 -4 -2 0 2 4 6 8
10 20 30 40 50
I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III*)
2005 2006 2007 2008 2009 2010
R
p
.
T
r
il
iu
n
PDRB Jawa Tengah prtmbh.qtq (%) Prtmbh.yoy (%)
0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0 6.0 7.0
-6.0 -4.0 -2.0 0.0 2.0 4.0 6.0 8.0
I II III IV I II III IV I II III IV I II III*)
2007 2008 2009 2010
Jateng (qtq) Nasional (qtq) Jateng (yoy) -RHS Nasional (yoy) -RHS
dibandingkan triwulan sebelumnya. Di sisi lain, sektor pertanian dan sektor industri yang juga merupakan salah satu sektor dominan dalam PDRB Jawa Tengah mengalami perlambatan pada triwulan ini, sehingga secara keseluruhan pertumbuhan PDRB pada triwulan ini sama dengan angka pertumbuhan triwulan yang lalu, yaitu sebesar 5,6%(yoy).
Dari sisi permintaan, Dari sisi permintaan, Dari sisi permintaan,
Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi pada triwulan ini. Hal ini disebabkan oleh tingginya konsumsi masyarakat dalam rangka perayaan hari raya lebaran. Konsumsi pemerintah juga mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi, seiring dengan peningkatan realisasi anggaran pada triwulan III-2010 guna mencapai target realisasi anggaran setelah pada triwulan sebelumnya masih relatif rendah. Selain itu, investasi dan ekspor juga turut mendorong pertumbuhan pada triwulan ini.
Dari DariDari
Dari sisi penawaransisi penawaransisi penawaransisi penawaran, pertumbuhan pada triwulan ini terutama didorong oleh pertumbuhan pada sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor angkutan dan komunikasi serta sektor pertanian. Faktor momentum musim liburan sekolah dan tahun ajaran baru, bulan puasa serta perayaan hari raya lebaran yang jatuh pada triwulan III-2010 menjadi penyebab peningkatan aktivitas perekonomian. Di sektor pertanian, pergeseran musim panen tahap kedua telah terjadi pada triwulan II-2010 menjadi faktor utama perlambatan pada sektor pertanian.
Tabel 1.1 Tabel 1.1Tabel 1.1 Tabel 1.1
Pertumbuhan PDRB Jawa Tengah Pertumbuhan PDRB Jawa Tengah Pertumbuhan PDRB Jawa Tengah Pertumbuhan PDRB Jawa Tengah Menurut
Menurut Menurut
Menurut Jenis Penggunaan Jenis Penggunaan Jenis Penggunaan Jenis Penggunaan (persen)(persen)(persen)(persen)
Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah (data PDRB berdasarkan harga konstan tahun 2000) Keterangan : *) angka sementara * *) angka sangat sementara
1.1. Analisis PDRB Jawa Tengah dari Sisi Permintaan 1.1. Analisis PDRB Jawa Tengah dari Sisi Permintaan 1.1. Analisis PDRB Jawa Tengah dari Sisi Permintaan
1.1. Analisis PDRB Jawa Tengah dari Sisi Permintaan
Dari sisi permintaan Dari sisi permintaanDari sisi permintaan
Dari sisi permintaan, Konsumsi rumah tangga yang menjadi komponen terbesar penyumbang pertumbuhan PDRB triwulan ini, disusul konsumsi pemerintah dan investasi. Walaupun sedikit melambat dibandingkan angka pertumbuhan pada triwulan
IIII II*)II*)II*)II*) III**)III**)III**)III**) IIII II*)II*)II*)II*) III**)III**)III**)III**)
1 Kons. Rumah Tangga 6.0 5.9 5.5 1.5 1.4 2.4
2 Kons. LNP 3.5 3.7 -2.9 3.2 2.2 -5.6
3 Kons. Pemerintah 8.3 12.5 9.3 -15.0 13.3 3.3
4 P M T B 10.2 8.8 6.5 -0.1 0.4 2.3
5 Ekspor 16.7 21.4 15.2 5.1 4.1 -4.9
6 Impor 24.6 -2.2 0.9 4.5 -0.7 -1.9
PDRB PDRB PDRB
PDRB 5.65.65.65.6 5.65.65.65.6 5.65.65.65.6 6.56.56.56.5 1.81.81.81.8 2.12.12.12.1
y oy y oy y oy
y oy qtqqtqqtqqtq
No No No
No PenggunaanPenggunaanPenggunaanPenggunaan
sebelumnya, konsumsi rumah tangga masih tumbuh cukup tinggi dan menjadi pendorong utama pertumbuhan pada triwulan ini.
1.1.1. Konsumsi 1.1.1. Konsumsi 1.1.1. Konsumsi 1.1.1. Konsumsi
Konsumsi rumah t Konsumsi rumah tKonsumsi rumah t
Konsumsi rumah tangga pada triwulan Iangga pada triwulan Iangga pada triwulan IIIIIIIII----20angga pada triwulan I 20202011110 0 masih 0 0 masih masih masih tumbuh tumbuh tumbuh tumbuh stabil dan stabil dan stabil dan stabil dan relatif cukup tinggi
relatif cukup tinggi relatif cukup tinggi
relatif cukup tinggi sebesar 5,sebesar 5,sebesar 5,5sebesar 5,555%%%% (yoy)(yoy)(yoy)(yoy), , walaupun , , walaupun walaupun walaupun sedikisedikisedikit melambatsedikit melambatt melambatt melambat dibandingkan dibandingkan dibandingkan dibandingkan pertumbuhan pada triwulan I
pertumbuhan pada triwulan I pertumbuhan pada triwulan I
pertumbuhan pada triwulan IIIII----202020120110 sebesar 10 sebesar 50 sebesar 0 sebesar 555,,,,9999% (yoy). % (yoy). % (yoy). % (yoy). Pertumbuhan yang masih relatif tinggi ini disebabkan oleh tingginya konsumsi masyarakat pada triwulan ini yang disebabkan oleh musim liburan sekolah, tahun ajaran baru, bulan puasa dan perayaan hari raya lebaran.
Secara triwulanan, konsumsi rumah tangga (RT) mengalami peningkatan terbesar pada triwulan III-2010, yaitu tumbuh sebesar 2,4 (qtq) karena cukup banyaknya faktor positif pendorong konsumsi RT pada triwulan ini dibandingkan triwulan yang lalu.
Sumber : Survei Konsumen, Bank Indonesia Sumber: PT PLN (Persero) Distribusi Wil. Jateng&DIY
Grafik 1. Grafik 1. Grafik 1.
Grafik 1.333. 3. . . IndeIndeIndeIndeks Keyakinan Konsumen.ks Keyakinan Konsumen.ks Keyakinan Konsumen.ks Keyakinan Konsumen. Grafik 1.4Grafik 1.Grafik 1.Grafik 1.444. . . . Penjualan Listrik segmen Penjualan Listrik segmen Penjualan Listrik segmen Penjualan Listrik segmen Rumah Tangga di Jawa Tengah Rumah Tangga di Jawa Tengah Rumah Tangga di Jawa Tengah Rumah Tangga di Jawa Tengah
Pertumbuhan yang cukup tinggi dari konsumsi RT tersebut didukung pula oleh hasil Survei Konsumen yang diselenggarakan oleh Kantor Bank Indonesia Semarang, yang menunjukkan bahwa sampai dengan akhir triwulan III-2010 ekspektasi konsumen masih optimis1. Pada pertengahan triwulan III-2010 sempat terjadi penurunan ekspektasi konsumen yang disebabkan oleh pengumuman kenaikan tarif dasar listrik. Namun menjelang akhir triwulan III-2010 telah terjadi kenaikan kembali ekspektasi konsumen tersebut. Optimisme konsumen ini merupakan salah satu faktor pendorong konsumsi masyarakat. Adanya Tunjangan Hari Raya bagi karyawan perusahaan dan gaji ke-13 bagi pegawai negeri sipil menjadi pendorong pula konsumsi rumah tangga pada triwulan ini.
Prompt indicator Prompt indicatorPrompt indicator
Prompt indicator lainnya yang menunjukkan perkembangan positif konsumsi lainnya yang menunjukkan perkembangan positif konsumsi lainnya yang menunjukkan perkembangan positif konsumsi lainnya yang menunjukkan perkembangan positif konsumsi rumah tangga adalah penjualan listrik PLN
rumah tangga adalah penjualan listrik PLN rumah tangga adalah penjualan listrik PLN
rumah tangga adalah penjualan listrik PLN segmen Rumah Tangga. (Grafik 1.4segmen Rumah Tangga. (Grafik 1.4segmen Rumah Tangga. (Grafik 1.4segmen Rumah Tangga. (Grafik 1.4.).).) .) Konsumsi listrik rumah tangga pada triwulan ini walaupun mengalami sedikit penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya, namun pertumbuhan tahunannya tetap positif dan terlihat sedikit mengalami perlambatan. Perlambatan ini lebih dikarenakan dampak kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang berlaku mulai Juli 2010 dan mengakibatkan
0 20 40 60 80 100 120 140 160
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9
2009 2010
(Indeks)
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) Ekspektasi Konsumen (IEK)
Optimis
Pesimis
-4 0 4 8 12
1,600 1,700 1,800 1,900 2,000
I II III IV I II III
2009 2010
Ju
ta
K
W
h
pelaksanaan bulan puasa dan perayaan hari raya masih mampu menahan pertumbuhan tahunannya tetap positif. Hal ini dapat menjadi indikasi kebutuhan konsumsi energi masyarakat masih cukup tinggi.
Selain itu, Penerimaan PajakPenerimaan PajakPenerimaan Pajak BaPenerimaan PajakBaBahan Bakar Minyak untuk Kendaraan BermotorBahan Bakar Minyak untuk Kendaraan Bermotorhan Bakar Minyak untuk Kendaraan Bermotorhan Bakar Minyak untuk Kendaraan Bermotor (PBBM
(PBBM (PBBM
(PBBM----KB) KB) KB) KB) Jawa TengahJawa TengahJawa TengahJawa Tengah juga dapat menjadi prompt indicator untuk menggambarkan konsumsi bahan bakar masyarakat. Realisasi penerimaan pajak tersebut pada triwulan ini menunjukkan peningkatan dibanding triwulan II-2010.(Grafik 1.5Grafik 1.5Grafik 1.5) Grafik 1.5
Sumber : Dinas PPAD Prov. Jawa Tengah Sumber : Bank Indonesia
Grafik 1. Grafik 1. Grafik 1.
Grafik 1.5555. . . . Penerimaan PajakPenerimaan PajakPenerimaan PajakPenerimaan Pajak BBMBBMBBMBBM----KB Jawa KB Jawa KB Jawa KB Jawa Tengah. Tengah. Tengah. Tengah. Grafik 1. Grafik 1. Grafik 1.
Grafik 1.6666. . . . Posisi Giro Pemerintah di Posisi Giro Pemerintah di Posisi Giro Pemerintah di Posisi Giro Pemerintah di Perbankan Jawa Tengah
Perbankan Jawa Tengah Perbankan Jawa Tengah Perbankan Jawa Tengah
Konsumsi pemerintah pada triwulan I Konsumsi pemerintah pada triwulan IKonsumsi pemerintah pada triwulan I
Konsumsi pemerintah pada triwulan IIIIIIIII----2020202011110 0 0 0 tetap mencatat angka tetap mencatat angka tetap mencatat angka tetap mencatat angka pertumbuhan yang cukup tinggi
pertumbuhan yang cukup tinggi pertumbuhan yang cukup tinggi
pertumbuhan yang cukup tinggi sebesar sebesar sebesar sebesar 999,,,,393% (yoy) 33% (yoy) % (yoy) % (yoy) walaupun walaupun walaupun sedikit melambat bilawalaupun sedikit melambat bilasedikit melambat bila sedikit melambat bila dibandingkan angka pertumbuhan
dibandingkan angka pertumbuhan dibandingkan angka pertumbuhan
dibandingkan angka pertumbuhan pada triwulan Ipada triwulan Ipada triwulan Ipada triwulan IIIII----202020120110. 10. 0. 0. Pertumbuhan konsumsi pemerintah yang cukup besar ini tersebut diperkirakan terdorong percepatan pelaksanaan program-program pemerintah pasca semester I-2010, pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur mendekati lebaran, juga oleh adanya realisasi gaji ke-13 bagi pegawai negeri pada bulan Juli 2010. Secara triwulanan, konsumsi pemerintah juga mengalami peningkatan yang cukup tinggi dari posisi triwulan II-2010, yaitu sebesar 3,3% (qtq).
Pada triwulan III-2010, realisasi belanja APBD Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tercatat sebesar 63,36% dari total anggaran belanja 2010. Jauh meningkat dari angka realisasi triwulan II-2010 sebesar 30,99% dan juga meningkat dibandingkan realisasi pada triwulan yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar 49,41%. (lihat bab keuangan lihat bab keuangan lihat bab keuangan lihat bab keuangan daerah daerah daerah daerah). 1.1.2. Investasi 1.1.2. Investasi 1.1.2. Investasi 1.1.2. Investasi
Investas InvestasInvestas
Investasi yangi yangi yang tercermin dari i yang tercermin dari tercermin dari tercermin dari Pembentukan Modal Tetap Bruto Pembentukan Modal Tetap Bruto Pembentukan Modal Tetap Bruto Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada (PMTB) pada (PMTB) pada (PMTB) pada triwulan
triwulan triwulan
triwulan IIIIIIIIIIII----2020202011110 0 0 0 tumbuhtumbuhtumbuhtumbuh sebesar sebesar 6,5sebesar sebesar 6,56,56,5% (yoy),% (yoy),% (yoy),% (yoy), sedikitsedikit melambat bila sedikitsedikit melambat bila melambat bila dibandingkan melambat bila dibandingkan dibandingkan dibandingkan dengan angka pertumbuhan investasi pada triwul
dengan angka pertumbuhan investasi pada triwul dengan angka pertumbuhan investasi pada triwul
dengan angka pertumbuhan investasi pada triwulan Ian Ian IIIII----20an I 20202011110 sebesar 0 sebesar 80 sebesar 0 sebesar 888,,,,888% (yoy).8% (yoy).% (yoy). % (yoy). Walaupun mengalami sedikit perlambatan, namun angka PMTB pada triwulan ini masih relatif cukup tinggi. Dan apabila dilihat secara triwulanan, PMTB pada triwulanan ini tumbuh sebesar 2,3% (qtq) dari triwulan sebelumnya. Beberapa faktor yang menjadi pendorong angka pertumbuhan PMTB pada triwulan ini diantaranya adalah membaiknya
0.0 0.5 1.0 1.5 2.0 2.5 3.0 3.5 0 20 40 60 80 100 120 140 160
i ii iii iv i ii iii iv i ii iii
2008 2009 2010
R p . M il ia r R p . M il ia r PREMIUM SOLAR PERTAMAX (RHS) 0 1,000 2,000 3,000 4,000 5,000 6,000 7,000
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8
kondisi ekonomi yang turut mendorong berbagai ekspansi usaha, kenaikan permintaan pada triwulan laporan, serta percepatan berbagai proyek infrastruktur khususnya transportasi guna menyongsong kelancaran arus mudik dan hari raya lebaran.
Sumber : Asosiasi Semen Indonesia Sumber: PT. PLN (Persero) Distribusi Wil. Jateng&DIY Grafik 1.
Grafik 1. Grafik 1.
Grafik 1.777. Penjualan Semen di Jawa 7. Penjualan Semen di Jawa . Penjualan Semen di Jawa . Penjualan Semen di Jawa Tengah
Tengah Tengah Tengah
Grafik 1. Grafik 1. Grafik 1.
Grafik 1.8888. Perkembangan Jumlah Pelanggan . Perkembangan Jumlah Pelanggan . Perkembangan Jumlah Pelanggan . Perkembangan Jumlah Pelanggan PLN Segmen Industri di Jawa Tengah
PLN Segmen Industri di Jawa Tengah PLN Segmen Industri di Jawa Tengah PLN Segmen Industri di Jawa Tengah
Salah satu indikator pertumbuhan investasi Salah satu indikator pertumbuhan investasi Salah satu indikator pertumbuhan investasi
Salah satu indikator pertumbuhan investasi di Jawa Tengah di Jawa Tengah di Jawa Tengah diantaranya di Jawa Tengah diantaranya diantaranya diantaranya adalah pertumbuhan konsumsi semen di Jawa Tengah
adalah pertumbuhan konsumsi semen di Jawa Tengah adalah pertumbuhan konsumsi semen di Jawa Tengah
adalah pertumbuhan konsumsi semen di Jawa Tengah. Pada ggggrafik 1.rafik 1.rafik 1.rafik 1.777 terlihat bahwa 7 penjualan semen di Jawa Tengah pada triwulan III-2010 mengalami peningkatan dari triwulan sebelumnya dengan pertumbuhan tahunannya yang tetap positif. Prompt Prompt Prompt Prompt indicator
indicator indicator
indicator perkembangan investasi lainnya dapat dilihat dari pertambahan jumlah perkembangan investasi lainnya dapat dilihat dari pertambahan jumlah perkembangan investasi lainnya dapat dilihat dari pertambahan jumlah perkembangan investasi lainnya dapat dilihat dari pertambahan jumlah pelanggan PLN dari sektor industri dan
pelanggan PLN dari sektor industri dan pelanggan PLN dari sektor industri dan
pelanggan PLN dari sektor industri dan bisnis yang mengindikasikan terus adanya bisnis yang mengindikasikan terus adanya bisnis yang mengindikasikan terus adanya bisnis yang mengindikasikan terus adanya ekspansi usaha
ekspansi usaha ekspansi usaha
ekspansi usaha. (Grafik Grafik Grafik Grafik 1.8 dan 1.9)1.8 dan 1.9)1.8 dan 1.9) 1.8 dan 1.9)
Sumber: PT. PLN Distribusi Wil. Jateng&DIY Sumber : Dinas PPAD Prov Jawa Tengah, diolah
Grafik 1.
Grafik 1.
Grafik 1.
Grafik 1.9999. . . . Perkembangan Perkembangan Perkembangan Perkembangan Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Pelanggan PLN Segmen
Pelanggan PLN Segmen Pelanggan PLN Segmen
Pelanggan PLN Segmen BisniBisniBisnissss di Jawa Bisni di Jawa di Jawa di Jawa Tengah
Tengah Tengah Tengah
Grafik 1. Grafik 1. Grafik 1.
Grafik 1.101010. 10. . . PerkembanPerkembaPerkembaPerkembanngan ngan gan gan Penjualan Penjualan Penjualan Penjualan Truck/Pick
Truck/Pick Truck/Pick
Truck/Pick----up Baru di Jawa Tengahup Baru di Jawa Tengahup Baru di Jawa Tengahup Baru di Jawa Tengah
Indikator lain yang juga dapat digunakan untuk menggambarkan Indikator lain yang juga dapat digunakan untuk menggambarkan Indikator lain yang juga dapat digunakan untuk menggambarkan Indikator lain yang juga dapat digunakan untuk menggambarkan perkembangan investasi adalah pembelian kendaraan angkut
perkembangan investasi adalah pembelian kendaraan angkut perkembangan investasi adalah pembelian kendaraan angkut
perkembangan investasi adalah pembelian kendaraan angkutanananan barang seperti barang seperti barang seperti barang seperti
-2.0 0.0 2.0 4.0 6.0 8.0 210 215 220 225 230 235
I II III IV I II III
2009 2010
Ribu
Pelanggan Bisnis g_yoy g_qtq
% 0 400 800 1200 1600 Ja n F e b M a r A p r M e i Ju n Ju l A g s se p O k t N o v D e s Ja n F e b M a r A p r M e i Ju n Ju l A g s se p O k t N o v D e s Ja n F e b M a r A p r M e i Ju n Ju l A g s se p
2008 2009 2010
Total Truck/Pick-Up Truck/Pick-Up Plat Hitam Truck/Pick-Up Plat Kuning
0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 4,700 4,800 4,900 5,000 5,100 5,200
I II III IV I II III
2009 2010 Pelanggan Industri g_yoy g_qtq % -40 -30 -20 -10 0 10 20 30 40 0 200 400 600 800 1,000 1,200 1,400 1,600
i ii iii iv i ii iii iv i ii iii
2008 2009 2010
biasanya dipergunakan untuk keperluan bisnis/usaha, sehingga perkembangan penjualan truk ini dapat menjadi proxy peningkatan investasi. DDDDari sisi pembiayaan ari sisi pembiayaan ari sisi pembiayaan juga ari sisi pembiayaan juga juga juga terlihat terlihat terlihat terlihat bahwa posisi kredit investasi yang disalurkan oleh perbankan di Jawa tengah bahwa posisi kredit investasi yang disalurkan oleh perbankan di Jawa tengah bahwa posisi kredit investasi yang disalurkan oleh perbankan di Jawa tengah bahwa posisi kredit investasi yang disalurkan oleh perbankan di Jawa tengah mengalami peningkatan dari sisi nominal
mengalami peningkatan dari sisi nominal mengalami peningkatan dari sisi nominal
mengalami peningkatan dari sisi nominal, seperti terlihat pada GGGrafik 1.Grafik 1.rafik 1.rafik 1.11111111.
Sumber : Bank Indonesia, diolah Sumber : DSM, Bank Indonesia
Grafik 1. Grafik 1. Grafik 1.
Grafik 1.11111111. Perkembangan Kredit Investasi . Perkembangan Kredit Investasi . Perkembangan Kredit Investasi . Perkembangan Kredit Investasi di Jawa Tengah
di Jawa Tengah di Jawa Tengah di Jawa Tengah
Grafik 1.12. Perkembangan Impor Non Grafik 1.12. Perkembangan Impor Non Grafik 1.12. Perkembangan Impor Non Grafik 1.12. Perkembangan Impor Non Migas Bahan Baku dan Mentah Jawa Migas Bahan Baku dan Mentah Jawa Migas Bahan Baku dan Mentah Jawa Migas Bahan Baku dan Mentah Jawa Tengah
Tengah Tengah Tengah
Selain itu, data im Selain itu, data imSelain itu, data im
Selain itu, data impor non migas Jawa Tengah untuk barangpor non migas Jawa Tengah untuk barangpor non migas Jawa Tengah untuk barangpor non migas Jawa Tengah untuk barang----barang modalbarang modalbarang modalbarang modal2222 ((((Capital GoodsCapital GoodsCapital GoodsCapital Goods) ) mengalami pertumbuhan positif yang signifikan jika dibandingkan ) ) dengan triwulan yang sama tahun 2009. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa investasi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di Jawa Tengah mengalami pertumbuhan yang cukup baik pada triwulan ini.
1.1.3. 1.1.3. 1.1.3.
1.1.3. Ekspor dan ImporEkspor dan ImporEkspor dan ImporEkspor dan Impor
Perdagangan Perdagangan Perdagangan
Perdagangan eksternaleksternaleksternaleksternal (ekspor(ekspor(ekspor(ekspor----impor dan perdagangan antar pulau) di impor dan perdagangan antar pulau) di impor dan perdagangan antar pulau) di impor dan perdagangan antar pulau) di wilayah Jawa Tengah pada triwulan I
wilayah Jawa Tengah pada triwulan I wilayah Jawa Tengah pada triwulan I
wilayah Jawa Tengah pada triwulan IIIIIIIII----202020120110 10 0 masih0 masih tumbuh masihmasih tumbuh tumbuh tumbuh cukup baikcukup baikcukup baikcukup baik. . . . Perkembangan ekspor
Perkembangan ekspor Perkembangan ekspor
Perkembangan ekspor3333 pada PDRB Jawa Tengah pada PDRB Jawa Tengah pada PDRB Jawa Tengah pada PDRB Jawa Tengah di di di di triwulan Itriwulan Itriwulan IIItriwulan III----20IIII20202011110 0 0 tumbuh0 tumbuhtumbuhtumbuh sebesar sebesar sebesar sebesar 15
15 15
15,,,,222% (yoy), 2% (yoy), % (yoy), % (yoy), melambatmelambatmelambat dibandingkan angka pertumbuhan pada triwulan Imelambat dibandingkan angka pertumbuhan pada triwulan IIIII----20dibandingkan angka pertumbuhan pada triwulan Idibandingkan angka pertumbuhan pada triwulan I 20202011110 0 0 0 yang
yang yang
yang tumbuh sebesar 21,4tumbuh sebesar 21,4tumbuh sebesar 21,4tumbuh sebesar 21,4 (yoy). Sementara itu(yoy). Sementara itu(yoy). Sementara itu, (yoy). Sementara itu, , , imporimporimporimpor tumbuh tipis sebesar 0,9% tumbuh tipis sebesar 0,9% tumbuh tipis sebesar 0,9% tumbuh tipis sebesar 0,9% (yoy) meningkat dari pertumbuhan triwulan s
(yoy) meningkat dari pertumbuhan triwulan s (yoy) meningkat dari pertumbuhan triwulan s
(yoy) meningkat dari pertumbuhan triwulan sebelumnya yang mengalami kontraksi ebelumnya yang mengalami kontraksi ebelumnya yang mengalami kontraksi ebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar
sebesar sebesar
sebesar ----2222,,,,222% (yoy)2% (yoy)% (yoy).... Perlambatan kegiatan ekspor impor pada triwulan III-2010 ini lebih % (yoy) banyak dipengaruhi oleh faktor berkurangnya hari kerja karena libur dalam rangka menyambut hari raya lebaran sehingga aktivitas di pelabuhan berhenti sementara. Sedangkan untuk perdagangan antar daerah, kebijakan penghentian sementara
2
Barang-barang impor berdasarkan klasifikasi BEC dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori yaitu: 1. Barang modal (Capital) adalah barang-barang yang digunakan untuk keperluan investasi 2. Bahan baku (Raw Material) adalah barang-barang mentah atau setengah jadi yang akan diproses
kembali oleh sektor industri
3. Konsumsi (Consumption) adalah kategori barang-barang jadi yang digunakan langsung untuk konsumsi baik habis pakai maupun tidak.
BEC merupakan pengklasifikasian kode barang dengan 3 digit angka, yang dikelompokkan berdasarkan kegunaan utama barang berdasarkan daya angkut komoditi tersebut.
3
Pengertian ekspor dan impor dalam konteks PDRB adalah mencakup perdagangan barang dan jasa antar negara dan antar provinsi
-10% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 0 2000 4000 6000 8000 10000
i ii iii iv i ii iii iv i ii iii*
2008 2009 2010
Kredit Investasi
g_yoy (% -RHS)
g_qtq (% -RHS) Rp. miliar 0 100 200 300 400 500 600 700
I II III IV I II III IV I II III
2008 2009 2010
perjalanan kendaraan niaga bermuatan barang-barang selain sembako turut mempengaruhi adanya perlambatan komponen ini.
Sumber : DSM Bank Indonesia Sumber: PT Pelindo III, TPKS Semarang Grafik 1.
Grafik 1. Grafik 1.
Grafik 1.13131313. Perkembangan . Perkembangan . Perkembangan Ekspor Impor Non . Perkembangan Ekspor Impor Non Ekspor Impor Non Ekspor Impor Non Migas di Jawa Tengah
Migas di Jawa Tengah Migas di Jawa Tengah Migas di Jawa Tengah
Grafik 1.14. Perkembangan Volume
Grafik 1.14. Perkembangan Volume
Grafik 1.14. Perkembangan Volume
Grafik 1.14. Perkembangan Volume
Bongkar Muat Peti Kemas Bongkar Muat Peti Kemas Bongkar Muat Peti Kemas Bongkar Muat Peti Kemas
B BB
Berdasarkan data ekspor dan impor yang diolah dari Direktorat Statistik erdasarkan data ekspor dan impor yang diolah dari Direktorat Statistik erdasarkan data ekspor dan impor yang diolah dari Direktorat Statistik erdasarkan data ekspor dan impor yang diolah dari Direktorat Statistik Ekonomi
Ekonomi Ekonomi
Ekonomi dan Moneter (DSM) Bank Indonesiadan Moneter (DSM) Bank Indonesiadan Moneter (DSM) Bank Indonesiadan Moneter (DSM) Bank Indonesia, kinerja ekspor non migas Jawa Tengah sampai dengan triwulan III-2010 masih stabil dari triwulan sebelumnya dan secara tahunan juga masih mengalami peningkatan. Sementara itu, impor non migas justru menunjukkan sedikit penurunan baik secara nilai maupun volume. Namun secara tahunan juga masih mencatatkan pertumbuhan yang cukup tinggi. (Grafik 1.13).(Grafik 1.13).(Grafik 1.13).(Grafik 1.13).
Sementara itu, data volume arus bongkar muat peti kemas untuk kegiatan ekspor impor di terminal peti kemas Semarang juga menunjukkan kecenderungan serupa, yaitu menunjukkan adanya penurunan pertumbuhan volume ekspor secara tahunan. (Grafik (Grafik (Grafik (Grafik 1.14)
1.14) 1.14) 1.14)
1.2. Analisis PDRB Sisi Penawaran 1.2. Analisis PDRB Sisi Penawaran 1.2. Analisis PDRB Sisi Penawaran 1.2. Analisis PDRB Sisi Penawaran
Dilihat dari sisi sektoral, semua sektor memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan yang terjadi pada triwulan III-2010 ini, dengan kontribusi terbesar dialami perdagangan hotel dan restoran (PHR) seiring dengan terjadinya beberapa kegiatan seperti musim liburan, tahun ajaran baru, bulan puasa ramadhan dan hari raya lebaran yang terjadi pada triwulan ini.
0 100 200 300 400 500 600 700 800 900 1,000
0 200 400 600 800 1,000 1,200 1,400
i ii iii iv i ii iii iv i ii iii
2008 2009 2010
R
ib
u
t
o
n
Ju
ta
U
S
D
Ekspor Non Migas (volume)-RHS Impor Non Migas (volume)-RHS
Ekspor Non Migas (nilai) Impor Non Migas (nilai)
0 10 20 30 40 50 60
i ii iii iv i ii iii
2009 2010
R
ib
u
T
E
U
S
Tabel 1. Tabel 1. Tabel 1. Tabel 1.2.2.2.2.
Pertumbuhan PDRB Jawa Tengah Menurut Lapangan Usaha (Y Pertumbuhan PDRB Jawa Tengah Menurut Lapangan Usaha (Y Pertumbuhan PDRB Jawa Tengah Menurut Lapangan Usaha (Y
Pertumbuhan PDRB Jawa Tengah Menurut Lapangan Usaha (YooooY, PERSEN)Y, PERSEN)Y, PERSEN)Y, PERSEN)
Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah (data PDRB berdasarkan harga konstan tahun 2000) Keterangan : *) angka sementara **) angka sangat sementara)
1.2.1. 1.2.1. 1.2.1.
1.2.1. Sektor PertanianSektor PertanianSektor PertanianSektor Pertanian
Sektor pertanian pada triwulan I Sektor pertanian pada triwulan ISektor pertanian pada triwulan I
Sektor pertanian pada triwulan IIIII----20IIII20202011110 0 0 0 tumbuhtumbuhtumbuh tumbuh sebesar sebesar sebesar 3,5%sebesar 3,5%3,5% (yoy), 3,5% (yoy), (yoy), sedikit (yoy), sedikit sedikit sedikit melambat
melambat melambat
melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan Idibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan Idibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan Idibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan IIIII----2020202011110 0 0 0 yang tumbuh yang tumbuh yang tumbuh yang tumbuh sebesar
sebesar sebesar
sebesar 3.93.93.93.9% (yoy)% (yoy)% (yoy)% (yoy). . . . Perlambatan ini disebabkan oleh panen raya tahap dua yang maju pada akhir triwulan II-2010 sehingga produksi pada triwulan ini lebih rendah. Walaupun mengalami penurunan, namun secara umum kondisi cuaca ekstrim pada tahun ini yang memiliki curah hujan yang relatif tinggi justru menjadikan tanaman pangan seperti padi mengalami produksi yang lebih baik secara keseluruhan dalam tahun 2010.
Sementara itu, sub sektor perikanan menunjukkan kinerja yang meningkat pada triwulan ini. Cuaca yang bersahabat dan berkurangnya gangguan badai dan gelombang tinggi menyebabkan peningkatan produksi perikanan tangkap di laut, sedangkan perikanan budidaya juga diperkirakan meningkat pada triwulan laporan.
Salah satu Salah satu Salah satu Salah satu prompt indicatorprompt indicatorprompt indicatorprompt indicator produksi sektor pertanian, khususnya tanaman produksi sektor pertanian, khususnya tanaman produksi sektor pertanian, khususnya tanaman produksi sektor pertanian, khususnya tanaman bahan makanan (tabama), dapat terlihat dari perkiraan produksi pe
bahan makanan (tabama), dapat terlihat dari perkiraan produksi pe bahan makanan (tabama), dapat terlihat dari perkiraan produksi pe
bahan makanan (tabama), dapat terlihat dari perkiraan produksi pertanian rtanian rtanian dan rtanian dan dan dan pertumbuhan produksi padi
pertumbuhan produksi padi pertumbuhan produksi padi
pertumbuhan produksi padi.... Dari GGGGrafik 1.1rafik 1.1rafik 1.1rafik 1.15555.... terlihat bahwa produksi komoditas sektor pertanian, terutama padi mengalami penurunan dibandingkan dengan produksi triwulan II-2010. Penurunan ini sesuai dengan siklus produksi tanaman padi itu sendiri sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Padi merupakan komoditas tabama yang memiliki bobot paling besar, sehingga produksi padi akan berpengaruh cukup signifikan terhadap produksi sub sektor tabama dan sektor pertanian secara keseluruhan.
IIII II*)II*)II*)II*) III**)III**)III**)III**) IIII II*)II*)II*)II*) III**)III**)III**)III**)
1 Pertanian 5.4 3.9 3.5 46.0 -2.0 -1.5
2 Pertambangan & Penggalian 11.3 9.8 10.7 1.2 2.2 3.9
3 Industri Pengolahan 6.2 5.5 4.9 -1.4 3.0 2.8
4 Listrik, Gas & Air Bersih 5.9 6.1 7.8 -2.8 3.3 1.1
5 Konstruksi 9.1 8.5 5.2 -1.4 0.2 1.8
6 Perdagangan, Hotel & Restaurant 4.4 5.2 5.9 0.0 2.6 3.3 7 Pengangkutan & Komunikasi 2.0 6.7 10.2 -3.6 6.3 5.8 8 Keuangan, Persewaan & Jasa Perush. 3.7 3.7 5.0 4.3 0.2 2.0
9 Jasa-Jasa 6.6 7.9 8.9 -1.8 3.5 2.8
Total PDRB Total PDRBTotal PDRB
Total PDRB 5.65.65.65.6 5.65.65.65.6 5.65.65.65.6 6.56.56.56.5 1.81.81.81.8 2.12.12.12.1
No No No
No Lapangan UsahaLapangan UsahaLapangan UsahaLapangan Usaha
2010 20102010 2010 yoy
yoy yoy
Sumber : Dinpertan TPH Prov. Jateng Sumber : Din. Perikanan& Kelautan Prov. Jateng
*Ket: Proyeksi Grafik 1.1 Grafik 1.1 Grafik 1.1
Grafik 1.15555. Perkembangan Produksi Tabama . Perkembangan Produksi Tabama . Perkembangan Produksi Tabama . Perkembangan Produksi Tabama di Jawa Tengah
di Jawa Tengah di Jawa Tengah di Jawa Tengah
Grafik 1.1 Grafik 1.1 Grafik 1.1
Grafik 1.16666. Perkembangan Produksi . Perkembangan Produksi . Perkembangan Produksi . Perkembangan Produksi Perikanan budidaya di Jawa Tengah Perikanan budidaya di Jawa Tengah Perikanan budidaya di Jawa Tengah Perikanan budidaya di Jawa Tengah
1.2.2. Sekto 1.2.2. Sekto 1.2.2. Sekto
1.2.2. Sektor Industri Pengolahanr Industri Pengolahanr Industri Pengolahanr Industri Pengolahan
Sektor industri pengolahan diperkirakan tumbuh sebesar 4,9% (yoy), Sektor industri pengolahan diperkirakan tumbuh sebesar 4,9% (yoy), Sektor industri pengolahan diperkirakan tumbuh sebesar 4,9% (yoy),
Sektor industri pengolahan diperkirakan tumbuh sebesar 4,9% (yoy), sedikit sedikit sedikit sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang tumbuh melambat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang tumbuh melambat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang tumbuh melambat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,5% (yoy).
sebesar 5,5% (yoy). sebesar 5,5% (yoy).
sebesar 5,5% (yoy). Perlambatan ini terjadi diperkirakan karena faktor hari raya lebaran yang menyebabkan jumlah hari kerja pada triwulan III-2010 relatif lebih sedikit. Namun demikian, angka pertumbuhan yang dialami oleh sektor industri ini masih relatif cukup tinggi. Secara triwulanan, sektor industri pengolahan tumbuh cukup signifikan sebesar 2,8% (qtq). Beberapa faktor yang menopang perkembangan sektor ini pada triwulan laporan adalah tingginya permintaan domestik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dalam rangka perayaan hari raya. Subsektor industri makanan, minuman dan tembakau, subsektor tekstil alas kaki biasanya merupakan industri mengalami peningkatan permintaannya menjelang hari raya.
Salah satu Salah satu Salah satu
Salah satu prompt indicatorprompt indicatorprompt indicatorprompt indicator perkembangan perkembangan perkembangan perkembangan sektor ini adalah produksi industri sektor ini adalah produksi industri sektor ini adalah produksi industri sektor ini adalah produksi industri rokok
rokok rokok
rokok, yang merupakan , yang merupakan , yang merupakan salah satu industri dalam su, yang merupakan salah satu industri dalam susalah satu industri dalam subsektor industri makanan, salah satu industri dalam subsektor industri makanan, bsektor industri makanan, bsektor industri makanan, minuman dan tembakau
minuman dan tembakau minuman dan tembakau
minuman dan tembakau, dan merupakan salah satu industri terbesar di Jawa , dan merupakan salah satu industri terbesar di Jawa , dan merupakan salah satu industri terbesar di Jawa , dan merupakan salah satu industri terbesar di Jawa Tengah
Tengah Tengah
Tengah. Perkembangan industri rokok tersebut tercermin oleh penerimaan cukai rokok di wilayah Jawa Tengah, yang menunjukkan pertumbuhan tahunan yang sedikit melambat pula dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan yang lalu. Namun secara triwulanan masih mengalami peningkatan (Grafik 1.17Grafik 1.17Grafik 1.17Grafik 1.17).).).).
Prompt indicator Prompt indicator Prompt indicator
Prompt indicator lain dari perkembangan sektor industri ini adalah konsumsi lain dari perkembangan sektor industri ini adalah konsumsi lain dari perkembangan sektor industri ini adalah konsumsi lain dari perkembangan sektor industri ini adalah konsumsi listrik untuk segmen industri
listrik untuk segmen industri listrik untuk segmen industri
listrik untuk segmen industri. Konsumsi listrik sektor industri sampai dengan triwulan III-2010 masih meningkat disaat konsumsi listrik segmen yang lainnya mengalami penurunan. Peningkatan ini terjadi akibat pelaku sektor industri berusaha memacu produksinya untuk memenuhi kenaikan permintaan domestik menjelang perayaan hari raya lebaran. Jika dilihat pertumbuhan tahunan konsumsi listrik sektor ini, terdapat indikasi terjadinya perlambatan pertumbuhan walaupun masih mampu tumbuh sebesar 5,2% (yoy). (lihat Grafik 1.18lihat Grafik 1.18lihat Grafik 1.18lihat Grafik 1.18)
0 10 20 30 40 50 60 0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500 4000
i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii*
2007 2008 2009 2010
R ib u t o n R ib u t o n
Padi Jagung Kedelai (RHS)
-40 -20 0 20 40 60 80 0 10 20 30 40 50
I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I* II* III*
2006 2007 2008 2009 2010
R ib u t o n
Sumber : Kanwil Dit. Jen Bea Cukai Jateng&DIY, diolah PT. PLN Kantor Distribusi Wil. Jateng&DIY
Grafik 1.1 Grafik 1.1 Grafik 1.1
Grafik 1.17777 Penerimaan Cukai di Jawa Penerimaan Cukai di Jawa Penerimaan Cukai di Jawa Penerimaan Cukai di Jawa Tengah
Tengah Tengah Tengah
Grafik 1.1 Grafik 1.1 Grafik 1.1
Grafik 1.18888 Penjualan Listrik PLN UntPenjualan Listrik PLN UntPenjualan Listrik PLN UntPenjualan Listrik PLN Untuk uk uk uk Segmen Industri di Jawa Tengah
Segmen Industri di Jawa Tengah Segmen Industri di Jawa Tengah Segmen Industri di Jawa Tengah
Perkembangan sektor industri ini didukung pula oleh perkembangan Perkembangan sektor industri ini didukung pula oleh perkembangan Perkembangan sektor industri ini didukung pula oleh perkembangan
Perkembangan sektor industri ini didukung pula oleh perkembangan impor impor impor impor bahan baku
bahan baku bahan baku
bahan baku4444 ((((raw materialraw materialraw materialraw material) yang masih) ) ) yang masihyang masih menunjukkan yang masih menunjukkan menunjukkan tren peningkatan pada menunjukkan tren peningkatan pada tren peningkatan pada tren peningkatan pada triwulan in
triwulan in triwulan in
triwulan iniiii. Kondisi tersebut dapat pula menjadi indikasi perkembangan sektor industri, karena masih terdapat arus bahan baku untuk keperluan proses produksi di sektor industri (Grafik 1.1Grafik 1.1Grafik 1.1Grafik 1.1222). 2
1.2.3. Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran (PHR) 1.2.3. Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran (PHR) 1.2.3. Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran (PHR)
1.2.3. Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran (PHR)
Pada triwulan Pada triwulan Pada triwulan
Pada triwulan IIIIIIIIIIII----2020202011110 sektor PHR tumbuh 0 sektor PHR tumbuh 0 sektor PHR tumbuh 0 sektor PHR tumbuh cukup signifikan cukup signifikan sebesar cukup signifikan cukup signifikan sebesar sebesar sebesar 555,,,,95999% % % % (yoy),
(yoy), (yoy),
(yoy), menimenimenimeningkatngkatngkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan Ingkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan IIIII----20dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan Idibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan I 20201201110 yang 0 yang 0 yang 0 yang tercatat sebesar
tercatat sebesar tercatat sebesar
tercatat sebesar 555,,,,25222% (yoy). % (yoy). % (yoy). Pertumbuhan sektor PHR terutama didorong oleh % (yoy). momentum musim liburan, tahun ajaran baru, bulan puasa dan perayaan hari raya lebaran yang jatuh bersamaan pada triwulan ini. Secara triwulanan, sektor PHR juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebesar 3,3% (qtq). Menyambut berbagai peristiwa tersebut, beberapa pusat perbelanjaan, hotel dan outlet penjualan menawarkan berbagai program diskon kepada masyarakat, yang turut pula mendorong peningkatan perkembangan pada sektor ini.
Prompt indicator Prompt indicatorPrompt indicator
Prompt indicator dari perkembangan sektor ini dapat dilihat dari hasil Survei dari perkembangan sektor ini dapat dilihat dari hasil Survei dari perkembangan sektor ini dapat dilihat dari hasil Survei dari perkembangan sektor ini dapat dilihat dari hasil Survei Perdagangan Eceran
Perdagangan Eceran Perdagangan Eceran
Perdagangan Eceran (SPE) yang dilakukan Bank Indonesia (SPE) yang dilakukan Bank Indonesia (SPE) yang dilakukan Bank Indonesia (SPE) yang dilakukan Bank Indonesia dan jumlah dan jumlah dan jumlah dan jumlah kendaraan kendaraan kendaraan kendaraan baru yang terdaftar
baru yang terdaftar baru yang terdaftar
baru yang terdaftar di wilayah Jawa Tengah pada triwulan di wilayah Jawa Tengah pada triwulan IIdi wilayah Jawa Tengah pada triwulan di wilayah Jawa Tengah pada triwulan IIIIIIIIII----2020202011011000 (Grafik 1.19. dan Grafik 1.19. dan Grafik 1.19. dan Grafik 1.19. dan 1.20
1.20 1.20
1.20....). Indeks Perdagangan Eceran hasil Survei Perdagangan Eceran (SPE) yang dilakukan di beberapa pusat perbelanjaan di Semarang menunjukkan bahwa terdapat tren peningkatan indeks yang cukup tajam hingga bulan September 2010. Indikator lain dari perkembangan sektor ini adalah peningkatan penjualan kendaraan bermotor di Jawa Tengah, yang ditunjukkan oleh realisasi penerimaan Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Baru (PBBNKB I), menunjukkan tren peningkatan yang tajam pada triwulan ini, baik secara tahunan maupun triwulanan.
4
Lihat catatan kaki No. 2.
-40 -30 -20 -10 0 10 20 30 40 50 0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0 6.0
I II III IV I II III IV I II III
2008 2009 2010
R p . T ri li u n Penerimaan cukai g_yoy (%) g_qtq (%) -10 -5 0 5 10 15 20 0 200 400 600 800 1,000 1,200 1,400
I II III IV I II III
2009 2010 Ju ta K W h
Sumber : SPE Bank Indonesia Semarang Sumber : Dinas PPAD Prov Jawa Tengah Grafik 1.1
Grafik 1.1 Grafik 1.1
Grafik 1.1999. Perkembangan Indeks Riil 9. Perkembangan Indeks Riil . Perkembangan Indeks Riil . Perkembangan Indeks Riil Penjualan Eceran Penjualan Eceran Penjualan Eceran Penjualan Eceran Grafik 1. Grafik 1. Grafik 1.
Grafik 1.20202020. Penam. Penam. Penambahan Jumlah . Penambahan Jumlah bahan Jumlah bahan Jumlah Kendaraan Baru yang Terdaftar Kendaraan Baru yang Terdaftar Kendaraan Baru yang Terdaftar
Kendaraan Baru yang Terdaftar di Jawa di Jawa di Jawa di Jawa Tengah
Tengah Tengah Tengah
Informasi dari Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia wilayah Jawa Tengah juga menunjukkan bahwa tingkat okupansi hotel di Jawa Tengah selama triwulan III-2010 cukup baik. Hal ini didukung terutama oleh budaya mudik lebaran dan musim liburan di triwulan III-2010. Selain itu, cukup banyak pula pertemuan bisnis dan meeting berbagai perusahaan yang dilaksanakan di wilayah Jawa Tengah. Berdasarkan informasi dari PHRI, prospek permintaan kamar hotel di wilayah Semarang cukup prospektif. Hal tersebut ditunjukkan oleh banyaknya hotel-hotel baru yang telah dan akan didirikan di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.
1.2.4. Sektor Jasa 1.2.4. Sektor Jasa 1.2.4. Sektor Jasa 1.2.4. Sektor Jasa
Sektor jasa Sektor jasaSektor jasa
Sektor jasa----jasa pada triwulan ini tumbuh sebesar jasa pada triwulan ini tumbuh sebesar jasa pada triwulan ini tumbuh sebesar jasa pada triwulan ini tumbuh sebesar 8888,,,,999% (yoy), 9% (yoy), % (yoy), meningkat% (yoy), meningkatmeningkatmeningkat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan I
dibandingkan pertumbuhan pada triwulan I dibandingkan pertumbuhan pada triwulan I
dibandingkan pertumbuhan pada triwulan IIIII----2020202011110 yang tercatat sebesar 0 yang tercatat sebesar 70 yang tercatat sebesar 0 yang tercatat sebesar 777,,,,999% (yoy). 9% (yoy). % (yoy). % (yoy). Pertumbuhan ini diperkirakan karena perkembangan sub sektor jasa pemerintahan umum, terutama belanja pemerintah daerah yang sudah meningkat signifikan realisasinya hingga triwulan ini. Sementara itu untuk sub sektor jasa swasta diperkirakan tumbuh signifikan yang terdorong oleh peningkatan permintaan masyarakat pada triwulan laporan. Secara triwulanan juga meningkat sebesar 2,8% (qtq) dari triwulan Secara triwulanan juga meningkat sebesar 2,8% (qtq) dari triwulan Secara triwulanan juga meningkat sebesar 2,8% (qtq) dari triwulan Secara triwulanan juga meningkat sebesar 2,8% (qtq) dari triwulan sebelumnya.
sebelumnya. sebelumnya. sebelumnya.
Salah satu prompt indicator pertumbuhan sektor ini dapat dilihat dari perkembangan kredit sektor jasa oleh perbankan di Jawa Tengah. Dari grafik grafik grafik grafik 1.21.21.211.2111 di atas terlihat bahwa penyaluran kredit jasa mengalami peningkatan dari sisi nominal dan tumbuh positif baik secara tahunan maupun triwulanan.
0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 120.0 140.0 160.0 180.0 Ja n F e b M a r A p r M e i Ju n Ju l A g u s t S e p O k t N o p D e s Ja n F e b M a r A p r M e i Ju n Ju l A g u s t S e p 2009 2010
Total Indeks Bhn Mkn Mkn Jadi,Min&Temb Perum&Bhn Bkr Sandang 0 50 100 150 200 250 300 0 2 4 6 8 10
i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii
2007 2008 2009 2010
R ib u U n it R ib u U n it
Spd Mtr (RHS)
Sumber : PT. PLN Kantor Distribusi Wil. Jateng&DIY Sumber: LBU, Bank Indonesia, diolah Grafik 1.
Grafik 1. Grafik 1.
Grafik 1.21212121. Perkembangan Kredit Sektor . Perkembangan Kredit Sektor . Perkembangan Kredit Sektor . Perkembangan Kredit Sektor Jasa
Jasa Jasa
Jasa dddi Jawa Tengahdi Jawa Tengahi Jawa Tengah i Jawa Tengah
Grafik 1. Grafik 1. Grafik 1.
Grafik 1.222222. Perkembangan Kredit Sektor 22. Perkembangan Kredit Sektor . Perkembangan Kredit Sektor . Perkembangan Kredit Sektor Konstruksi
Konstruksi Konstruksi
Konstruksi dddi Jawa Tengahdi Jawa Tengahi Jawa Tengahi Jawa Tengah
1.2.5. 1.2.5. 1.2.5.
1.2.5. Sektor LainnyaSektor LainnyaSektor LainnyaSektor Lainnya
Pada periode triwulan I Pada periode triwulan IPada periode triwulan I
Pada periode triwulan IIIII----20IIII20202011110, sektor 0, sektor Konstruksi 0, sektor 0, sektor Konstruksi Konstruksi mengalami pertumbuhan Konstruksi mengalami pertumbuhan mengalami pertumbuhan mengalami pertumbuhan sebesar
sebesar sebesar
sebesar 5,2% 5,2% 5,2% (yoy), 5,2% (yoy), (yoy), (yoy), melambat bilamelambat bilamelambat bilamelambat bila dibandingkan angka pertumbuhan triwulan Idibandingkan angka pertumbuhan triwulan Idibandingkan angka pertumbuhan triwulan Idibandingkan angka pertumbuhan triwulan IIIII----20
20 20
201110 sebesar 10 sebesar 0 sebesar 0 sebesar 8888,,,,5555% (yoy).% (yoy).% (yoy).% (yoy). Perlambatan ini dipengaruhi periode bulan puasa ramadhan serta libur lebaran yang mengurangi jumlah hari kerja produktif pada triwulan laporan. Faktor musim, yaitu curah hujan yang cukup tinggi diperkirakan juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan perlambatan pertumbuhan sektor ini. Namun demikian, secara umum pertumbuhan sektor ini yang masih positif ditopang oleh pelaksanaan proyek infrastruktur khususnya jalan dan jembatan yang dipercepat penyelesaiannya agar dapat digunakan untuk arus mudik sebelum lebaran.
Prompt indicator Prompt indicatorPrompt indicator
Prompt indicator perkembangan sektor perkembangan sektor perkembangan sektor perkembangan sektor bangunanbangunanbangunanbangunan dapat dilidapat dilidapat dilidapat dilihat pada Grafik hat pada Grafik hat pada Grafik hat pada Grafik 1.
1. 1.
1.777 yang memperlihatkan bahwa konsumsi semen pada triwulan ini meningkat dibanding 7 triwulan sebelumnya, namun angka pertumbuhan tahunannya mengalami perlambatan. Konsumsi semen itu sendiri dapat digunakan sebagai cerminan dari kinerja sektor ini mengingat peran semen yang cukup sentral sebagai bahan baku dalam setiap pengerjaan konstruksi bangunan maupun infrastruktur. Posisi kredit sektor konstruksi juga memperlihatkan adanya peningkatan nominal kredit pada triwulan ini dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. (Grafik 1.2Grafik 1.2Grafik 1.2Grafik 1.22222)
Sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan pada triwulan Sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan pada triwulan Sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan pada triwulan
Sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan pada triwulan IIIIIIIIIIII----2020202011110 0 0 0 tumbuh
tumbuh tumbuh
tumbuh ssssebesar ebesar ebesar 5,0ebesar 5,05,0% (yoy).5,0% (yoy).% (yoy). Jauh meningkat bila dibandingkan dengan angka % (yoy). pertumbuhan pada triwulan III-2009 yang tercatat sebesar 3,7% (yoy). Secara triwulanan sektor ini juga meningkat sebesar 2,0% (qtq) dari periode sebelumnya.
Pada sub sektor Bank, pertumbuhan kredit perbankan pada triwulan III-2010 tercatat sebesar 17,69% (yoy). Pertumbuhan kredit yang positif pada triwulan ini banyak dipengaruhi oleh membaiknya kondisi perekonomian, sehingga permintaan pembiayaan dari dunia usaha dan masyarakat pun mengalami peningkatan. (lihat Bab Perkembangan lihat Bab Perkembangan lihat Bab Perkembangan lihat Bab Perkembangan Perbankan Perbankan Perbankan Perbankan) -10 0 10 20 30 40 50 0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00
i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii*
2007 2008 2009 2010
R p T ri li u n Kred Jasa g_qtq - RHS % g_yoy - RHS %
-20 -10 0 10 20 30 40 0.00 0.40 0.80 1.20 1.60 2.00
i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii*
2007 2008 2009 2010
Tabel 1.3 Tabel 1.3Tabel 1.3 Tabel 1.3
Perkembangan Kegiatan Bank (Rp Miliar) Perkembangan Kegiatan Bank (Rp Miliar)Perkembangan Kegiatan Bank (Rp Miliar) Perkembangan Kegiatan Bank (Rp Miliar)
Sumber : LBU dan LBPR, Bank Indonesia
Secara umum kinerja sub sektor perbankan masih tumbuh cukup baik dan stabil. Beberapa indikator kinerja perbankan, seperti dana pihak ketiga, outstanding kredit, LDR (Loan to Deposit Ratio) serta kualitas kredit yang tercermin dari rasio NPL (Non Performing Loans) masih relatif cukup baik (Tabel 1.Tabel 1.Tabel 1.Tabel 1.3333).
Sektor pengangkutan dan komunikasi pada triwulan Sektor pengangkutan dan komunikasi pada triwulan Sektor pengangkutan dan komunikasi pada triwulan
Sektor pengangkutan dan komunikasi pada triwulan IIIIIIIIIIII----2020202011110 tumbuh 0 tumbuh 0 tumbuh 0 tumbuh signifikan
signifikan signifikan
signifikan sebesar sebesar sebesar sebesar 10,210,210,210,2% (yoy), % (yoy), % (yoy), % (yoy), jauh meningkatjauh meningkatjauh meningkatjauh meningkat dibandingkan pertumbuhan triwulan dibandingkan pertumbuhan triwulan dibandingkan pertumbuhan triwulan dibandingkan pertumbuhan triwulan IIIIIIII----2020202011110000 yang tercatat sebesar 6,7% (yoy)yang tercatat sebesar 6,7% (yoy)yang tercatat sebesar 6,7% (yoy). yang tercatat sebesar 6,7% (yoy). . . Peningkatan ini terutama disebabkan musim liburan sekolah, aktivitas arus mudik dan arus balik dalam rangka perayaan hari raya lebaran, serta disumbang oleh kegiatan sub sektor telekomunikasi terkait dengan peningkatan kegiatan operator selular selama bulan puasa dan hari raya yang mengalami kenaikan. Berdasarkan perkiraan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, selama masa mudik Lebaran, terdapat sekitar 6,5 juta jiwa masyarakat yang mudik ke wilayah Jawa Tengah atau melalui wilayah Jawa Tengah. Hal ini tentunya memberikan sumbangan cukup signifikan terhadap perkembangan sektor ini. SSSSalah salah salah salah satu atu atu atu prompt indicatorprompt indicatorprompt indicatorprompt indicator yang yang yang yang menunjukkan peningkatan sub
menunjukkan peningkatan sub menunjukkan peningkatan sub
menunjukkan peningkatan sub sektor pengangkutan adalah realisasi penjualan BBM sektor pengangkutan adalah realisasi penjualan BBM sektor pengangkutan adalah realisasi penjualan BBM sektor pengangkutan adalah realisasi penjualan BBM yang tercermin dari penerimaan pajak bahan bakar minyak kendaraan bermotor yang dipungut oleh pemerintah daerah. Penerimaan pajak tersebut memperlihatkan adanya kenaikan pada triwulan ini bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya maupun triwulan yang sama tahun sebelumnya (Grafik 1.2Grafik 1.2Grafik 1.2Grafik 1.2333). Peningkatan penjualan BBM untuk 3 kendaraan bermotor ini dapat menjadi indikasi peningkatan kegiatan di sub sektor pengangkutan darat, karena mayoritas kegiatan pengangkutan darat menggunakan BBM.
Sumber : Dinas PPAD Prov. Jawa Tengah, diolah Sumber : PT. PLN Distrbusi Wil. Jateng&DIY, diolah
yoy qtq
Total Asset - Total 121,918 125,830 129,543 138,145 143,488 17.69% 3.87%
DPK - Total 93,852 97,661 99,556 104,680 107,403 14.44% 2.60%
Kredit - Total 85,961 90,214 92,060 98,362 102,348 19.06% 4.05%
LDR - Perbankan (%) 91.59 92.37 92.47 93.96 95.29
NPL -Perbankan (%) 3.37 2.90 3.02 2.86 2.75
NO I N D I K A T O R III-09 III-10 GROWTH
1
IV-09 I-10 II-10
2 3 4 5
-20% -10% 0% 10% 20% 30% 40%
0 50 100 150 200 250
i ii iii iv i ii iii iv i ii iii
2008 2009 2010
R
p
.
M
il
ia
r
BBM KB g_yoy -RHS g_qtq -RHS
-4 -2 0 2 4 6 8 10 12
3,200 3,400 3,600 3,800 4,000 4,200
I II III IV I II III
2009 2010
Ju
ta
K
W
h
Sektor listrik, gas dan air (LGA) mengalami pertumbuhan sebesar Sektor listrik, gas dan air (LGA) mengalami pertumbuhan sebesar Sektor listrik, gas dan air (LGA) mengalami pertumbuhan sebesar
Sektor listrik, gas dan air (LGA) mengalami pertumbuhan sebesar 7,87,87,87,8% (yoy)% (yoy)% (yoy)% (yoy), , , , meningkat dibandingkan pertumbuhan triwulan II
meningkat dibandingkan pertumbuhan triwulan II meningkat dibandingkan pertumbuhan triwulan II
meningkat dibandingkan pertumbuhan triwulan II----2010 yang terc