No. 34 Th. XIII, Minggu, 29 Agustus 2010, Hari Minggu Biasa XXII
Warta Thomas
Media Pewartaan Umat Paroki St. Thomas Kelapa Dua Depok2 Renungan:
YANG DITINGGIKAN DAN YANG DIRENDAHKAN
3 Artikel
KADO
4 Santo Gregorius Agung 8 Jadwal:
Petugas Liturgi
Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang miskin, orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang-orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapa-apat balasnya pada hari kebangkitan
Warta Thomas [ 2 ] Layout Desain by Ari Henoe ([email protected]) Hari Minggu Biasa ke XIX
Status, kedudukan, kehormatan itu penting dalam hidup kita. Tetapi orang hendaknya tidak terlalu berambisi untuk mendapat kedudukan dan kehormatan, sebab kedudukan dan kehormatan yang telah diraih bisa menjadikan seseo-rang semakin angkuh dan tidak tahu diri. Hal itu bisa mencelakakan diri sendiri dan orang lain.
Dalam Injil hari ini kita mendengar bagaimana Yesus berbicara tentang orang - orang yang suka mencari tempat yang terdepan,orang orang yang suka mencari tempat yang terhormat.
Yesus menasehatkan kita supaya jangan mencari tempat terdepan. Yesus mengajar supaya kita bersikap rendah hati. Sikap rendah hati berarti selalu rela memberi tempat yang lebih baik kepada orang lain,terbuka kepada orang lain, selalu mau melayani orang lain, termasuk orang orang miskin dan sampah masyarakat. Untuk mereka selalu ada tempat di lingkungan kita, bahkan dalam hati kita. Sikap ini membangun rasa persaudaraan dalam umat. Kerendahan hati adalah sesuatu ciri kekristenan.
Kristus mengutuk keangkuhan hati yang mencari tempat yang utama dan dengan demikian ― membelakangi‘ orang lain. Siapakah yang sebenarnya ber-ani untuk menilai diri lebih terhormat dari orang lain?
Kalau kita menghadiri pesta pesta,sering kita melihat bagaimana orang suka sekali menduduki tempat terdepan dan tidak memikirkan tempat untuk orang lain. Disini biasanya kurang diketemukan rasa persaudaraan, hanya formalitas dan sandiwara, kadangkala kemunafikan.Apa sebenarnya yang mau dicari dari kursi bahagian depan itu? Kehormatan? Untuk berapa lama? Karena pada akhirnya ucapan Tuhan ternyata benar; Siapa yang meninggikan dirinya akan direndahkan.Siapa yang merendahkan dirinya akan ditinggikan.
Sebenarnya setiap orang harus puas dengan tempat yang paling hina karena hanya Tuhan yang paling tahu siapa yang lebih berjasa dan terhormat. Di hadapan Tuhan sebaiknya kita selalu bersikap rendah hati. Tuhanlah satu satunya yang layak mendapat kehormatan setinggi tingginya.
Kita tentu kenal ceritera tentang kera congkak yang berambisi menjadi bidadari. Diceriterakan bahwa ada seekor kera yang bertapa dengan keras sekali. Ia tidak makan dan tidak minum. Hanya berdoa dan bermeditasi. Buah buahan yang bergantung di sekitar tempat pertapaannya tidak dihiraukannya.Ia sungguh - sungguh bertapa. Akhirnya tapanya berkesan dihati para dewa. Para dewa lalu mengatakan kepada kera itu , ― Sebagai pahala tapamu,minta apa sajalah dari para dewa,maka permohonanmu itu akan dikabulkan….‖
Kera itu langsung mengungkapkan keinginannya yang sudah lama dipen-damkannya di dalam hati.Ia ingin supaya bisa menjadi cantik seperti manu-sia.Para dewa itu lalu berkata , ia hendaknya pergi mandi sampai tujuh kali ke dalam sungai yang berada di dekat tempat pertapaan itu. Sesudah mandi sam-pai tujuh kali ,ia pasti akan menjadi cantik seperti manusia.
Kera itu mengikuti perintah para dewa itu.Dan benar,sesudah ia mandi sampai tujuh kali di sungai itu ,ia bercermin pada permukan air sungai itu, ia kini sungguh sungguh telah menjadi cantik seperti manusia…..
Warta Thomas
Media PewartaanUmat Paroki St. Thomas Kelapa Dua Depok
Penanggungjawab DPP Paroki St. Thomas-Komsos
Penasehat RD. Christophorus Lamen Sani
Koordinator Kristiyono-08161633442
Pelaksana Tim Warta Paroki Adit-08568409225 Angga-081807007937 Lia-08567148553 Silvi-08128502221 Susan-085781892080 Yandi-085710482988 Yudis-085714842860 Sirkulasi/Iklan Pieter Fernandez Tarif Iklan Iklan Mini Rp20.000 1/4 halaman Rp35.000 1/2 halaman Rp50.000 Biaya Iklan bayar di muka. Iklan akan dimuat
jika masih tersedia space kosong. Redaksi menerima sumbangan tulisan, karikatur, atau kreasi lain. Panjang tulisan
maksimal 400 kata ke email: [email protected]
Website thomas.keuskupanbogor.or.id
Renungan
YANG DITINGGIKAN DAN YANG DIRENDAHKAN
Oleh Romo Christophorus Lamen Sani.
Ujud Bulan Agustus
Ujud Umum : Semoga mereka yang kehilangan mata pencaharian maupun tempat tinggal merasa dipahami dan secara nyata memperoleh bantuan yang diperlukan untuk mengatasi situasi. Ujud Misi : Semoga Gereja menjadi
rumah yang rukun dan damai, yang siap
sedia menyambut siapa pun yang tera-niaya karena diskriminasi ras ataupun agama, karena kelaparan maupun per-ang, karena dipaksa keadaan untuk meninggalkan tanah air mereka. Ujud Gereja Indonesia : Semoga di mana pun Gereja berperan aktif dalam hidup bermasyarakat, khususnya dalam mewu-judkan cita-cita Kemerdekaan RI di segala bidang dengan kesaksian nyata dalam sikap-sikap toleransi dan kerja sama.
Ternyata pengalaman yang baru ini membuat si kera semakin berambisi. Semakin angkuh.Ia seperti kecanduan untuk mengejar status yang lebih tinggi lagi. Ia berpikir dengn mandi sampai tujuh kali di sun-gai itu ia telah menjadi cantik seperti manusia.Kalau ia mandi tujuh kali lagi di sungai itu pasti ia akan cantik seperti bidadari… Maka ia mandi lagi sampai tujuh kali di sungai itu!! Apa yang terjadi?? Ketika ia bercer-min di permukaan air sungai itu,ternyata ia kembali menjadi kera…..
Demikianpun orang yang berambisi naik tinggi tinggi, jatuhnya akan terasa sakit sekali. Yesus me-mang telah bersabda : ― Siapa yang meninggikan dirinya akan direndahkan‖. Dan sebaliknya.
Salah satu karya yang termasyur dari komponis Frans Joseph Hayden adalah Oratorium ( Pencip-taan ) = Die Schopfung. Pada tanggal 27 Maret 1808 oratorium itu digelar di Wina , dihadiri pula oleh Franz Joseph Hayden. Kehadiran sang komponis yang berusia tujuh puluh enam tahun pada saat itu mem-bawa kesan tersendiri bagi para hadirin. Salah satu bagian yang terindah dari oratorium penciptaan itu ialah pada saat Allah mencipakan terang! Ketika koor dan orkes dengan kekuatan penuh melagukan ― jadilah terang ―,pada hadirin spontan berdiri dan menundukakan kepala kepada sang komponis, mem-berikan aplaus yang sangat meriah kepada beliau.
Di tengah gemuruh tepuk tangan para hadiri, Franz Yoseph Hayden berusaha untuk berdiri dari kursi rodanya, dengan seluruh kekuatan yang masih dimilikinya pada usia yang sudah sedemikian uzur,ia berseru: ― Jangan,j angan diberi kehormatan itu kepada saya, karena semuanya berasal dari atas…..‖ Lalu ia jatuh terlunglai di atas kursi rodanya karena lelah. Seorang komponis yang besar yang rendah hati.
KADO
Sekarang ini kado jarang terlihat di dalam suatu resepsi pernikahan. Entah siapa yang memulai, beberapa dekade yang lalu ada orang-orang yang kreatif menambahkan satu kalimat yang mujarab di kartu undangan pernikahan yang mengakhiri era pemberian kado. Kata mujarab itu kira-kira berbunyi seperti ini, ‖Tanpa mengurangi rasa hormat kami, mohon ungkapan kasih tidak diberika dalam bentuk barang atau karangan bunga‖. Artinya, beri uang saja! Simpel, ringkas, dan lebih bermanfaat. Dulu, kalau kita dapat undangan pernikahan pasti dihadapkan
kepusingan memilih kado. Kado apa yang menarik, yang bermanfaat bagi mempelai, yang dapat mengingatkan kepada si pemberi, yang tentunya terjangkau harganya? Alhasil, pusing cari kado kalau ada undangan pernikahan. Sekarang semua menjadi praktis, cukup memikirkan satu hal saja, berapa rupiah sumbangan yang akan diberikan. Ternyata menimbang besarnya sumbangan pun tidak mudah. Rupanya banyak faktor yang mempengaruhi besaran sumbangan itu. Misalnya siapa yang mengundang? Apa hubungannya dengan yang diundang? Seberapa dekat hubungan antara yang mengundang dengan yang diundang? Tanggalnya tua atau tanggal muda? Berapa banyak undangan yang diterima bulan itu? Sebab kalau sedang bulan baik, bisa saja lebih dari dua undangan yang diterima. Kalau sudah begini, pasti budget yang ada terpaksa diatur-atur supaya pas.
Berbeda dengan kado, sedekah atau derma diberikan tanpa memandang gengsi si pemberi, tetapi lebih berdasarkan kasih dan ketulusan. Seorang penderma umumnya tidak punya pamrih. Ia sudah puas ketika dermanya bermanfaat bagi orang lain. Ia bahagia ketika orang yang diberi mensyukuri pemberian itu. Memberi derma atau berbuat kebaikan, ibarat menanam budi. Walaupun tanpa pamrih, budi yang ditanam itu suatu hari niscaya akan berbuah
budi kebaikan pula.
Ada kisah klasik yang menarik tentang budi kebaikan ini. Alkisah pada jaman dahulu di negari Cina ada seorang kaya raya yang hidupnya berkelimpahan. Ia banyak meminjamkan uang kepada para pedagang dan petani yang membutuhkan uang. Tentu saja dengan bunga yang cukup besar. Pada suatu hari ia mengutus seorang kepercayaannya untuk menagih hutang di suatu kota yang letaknya cukup jauh dari tempat tinggal orang kaya itu. Pesannya kepada orang kepercayaan itu, ‖Belikanlah sesuatu yang belum kumiliki, dengan uang hasil tagihan itu‖. ‖Baik Tuan, sekarang hamba mohon pamit untuk berangkat‖. Singkat cerita, ketika tugas menagih hutang itu selesai dijalankan dan uang hasil tagihan itu sudah terkumpul, orang kepercayaan itu berjalan pulang ke kotanya. Tapi masih ada satu tugas lain yang belum diselesaikan, yaitu membeli sesuatu yang belum dimiliki oleh tuannya. Sampailah ia di suatu desa yang sedang dilanda paceklik. Tanahnya kering dan warga desa itu menderita kelaparan. Maka timbullah ide dari orang kepercayaan itu. Pikirnya, ‖Semua barang mewah, perhiasan dan barang seni sudah dipunyai majikanku. Tapi satu hal
Warta Thomas [ 4 ] Layout Desain by Ari Henoe ([email protected]) Hari Minggu Biasa ke XIX
yang belum dipunyai majikanku, yaitu budi kebaikan. Baiklah, uang tuanku ini aku bagikan saja kepada penduduk desa ini supaya mereka terlepas dari penderitaannya‖. Maka dibagi-bagikanlah uang majikannya itu untuk menolong penduduk desa itu, dan banyak orang yang berhasil diselamatkan. ‖Majikanku yang dermawan membagikan uang ini untuk kalian semua supaya keluarga kalian selamat dari paceklik ini‖ katanya. Beberapa tahun berselang, maka terjadilah peperangan besar yang memporak-porandakan kota orang kaya itu sehingga ia harus mengungsi dan meninggalkan semua hartanya. Ia tidak sempat membawa apa pun demi keselamatan jiwanya. Maka ia dan seluruh keluarganya disertai orang kepercayaannya berjalan siang malam untuk mengungsi ke kota lain yang lebih aman. Dalam kelelahan dan kelaparan akhirnya rombongan itu sampai ke sebuah desa yang makmur. Tapi apa yang dapat diperbuat, uang pun ia tak punya. Emas dan perhiasannya juga tertinggal di rumahnya yang dilanda peperangan. Dalam suasana putus asa itu, tiba-tiba datanglah serombongan orang desa yang mengundang mereka singgah ke rumahnya dan menjamu rombongan orang kaya dan keluarganya itu. Sungguh terharu orang kaya itu. Ia tidak menyangka ada orang yang menolong ia dan keluarganya disaat yang kritis itu. Dengan bercucuran air mata ia mengucapkan terima kasih atas kebaikan warga desa itu. Warga desa itu ikut terharu, dan berucap, ―Tuan tidak usah merasa berhutang budi kepada kami. Dahulu ketika kami paceklik dan hampir mati kelaparan, Tuan telah memberi bantuan sehingga kami selamat‖. Maka orang kepercayaannya menjelaskan, ‖Tuan, mereka inilah yang hamba tolong dengan uang tagihan itu. Tuan berpesan untuk membeli sesuatu yang belum tuan punyai. Dan, semuanya sudah tuan punyai, kecuali budi kebaikan. Maka, uang itu hamba belikan budi kebaikan untuk tuan‖.
Menanam budi tidak hanya berupa bantuan materi, tetapi dapat juga berupa perhatian, dukungan moral, motivasi, saran dan nasehat yang bermanfaat. Banyak menanam budi kebaikan niscaya akan memanen lebih banyak budi kebaikan di masa mendatang, walaupun kita lakukan tanpa pamrih. Kasih Tuhan kepada kita tanpa pamrih. Bahkan kita yang sering mengingkari dan mengesampingkan Tuhan pun diberiNya kasih dan pengampunan yang berlimpah.
- Ajehendro -
Mengintip Kinerja Koperasi Dian Padua
Mungkin ada di antara kita yang belum mengetahui bahwa paroki kita sudah mempunyai koperasi kredit (credit union/CU). Dian Padua, namanya. Bagaimana kinerja Koperasi Dian Padua pada semester I 2010?
Kinerja Jempol
Harta lancar meningkat tajam 27,42% atau Rp125,75 juta dari Rp458,60 juta per Desember 2009 menjadi Rp584,35 juta per Juni 2010. Wow keren! Data ini menunjukkan bahwa Dian Padua dikelola oleh pengurus dengan serius dengan jumlah anggota mencapai 275 orang naik dari 258 orang per Desember 2009.
Modal pun terbang tinggi 26,64% atau Rp22,36 juta dari Rp83,92 juta menjadi Rp106,28 juta. Modal koperasi terdiri dari Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib. Simpanan Pokok melaju 8,38% dari Rp25,07 juta menjadi Rp27,17 juta. Ternyata Simpanan Wajib mampu meningkat lebih tinggi daripada Simpanan Pokok yakni 34,44% dari Rp58,85 juta menjadi Rp79,12 juta. Apa artinya?
Artinya, dengan modal yang terus menanjak, Dian Padua akan makin mampu memberikan pinjaman (kredit) kepada anggota termasuk Anda. Terlebih ketika Kas di Bank juga meningkat 151,05% dari Rp50,99 juta menjadi Rp128,01 juta. Maka menjadi tidak mengherankan ketika Kredit yang Beredar makin membesar 12,82% dari Rp393,80 juta menjadi Rp444,27 juta. Luar biasa!
Nah, makin banyak pinjaman yang diberikan akan makin banyak pula laba yang bakal diraih. Laba/rugi di koperasi disebut Sisa Hasil Usaha (SHU). Berapa besar SHU per Juni 2010? Dian Padua mencatat SHU mecapai Rp39,28 juta per Desember 2009 dan kini Rp24,12 juta per Juni 2010. Dengan kalimat lain, kalau semester I saja sudah mencapai Rp24,12 juta, maka SHU sangat diharapkan akan membengkak menjadi Rp48 juta pada Desember 2010.
Jangan lupa, makin tinggi SHU pasti akan memberikan keuntungan lebih banyak bagi seluruh anggota. Enak kan? Sebagai informasi, Dian Padua akan memberikan SHU berdasarkan pada nilai Simpanan bukan pada nilai Pinjaman. Dengan bahasa terang benderang, makin besar simpanan Anda akan makin besar pula SHU yang akan Anda nikmati. Makin besar SHU makin menggambarkan bahwa Dian Padua mampu berkembang meski belum memiliki ruang yang layak. Kini Dian Padua beroperasi di ruangan samping dapur paroki lantai bawah. Jangan
Peringatan pesta nama stasi yang ke 13 yang jatuh pada tangal 22 Agustus, dirayakan secara meriah oleh umat stasi. Dengan penataan ruang yang apik, menjadikan stasi tidak seperti minggu-minggu biasanya. Anak-anak, muda-mudi dan dewasa se-stasi Bunda Maria Ratu hadir turut berpartisipasi di dalamnya. Hal ini terlihat lagu pembukaan oleh koor OMK XI, persembahan dibawakan oleh sekelompok penari anak-anak yang diiringi oleh koor BIA ( Bina Iman Anak) wilayah XII, dan juga royalnya stasi yang ingin menampilkan yang terbaik dari mereka, terlihat koor dari wilayah X yang begitu indah ditambah alunan musik merdu keroncong menambah kemeriahan hartanasi.
Panitia yang secara keseluruhan dimotori oleh wilayah X ini juga menampilkan acara talkshow ―Bukan Empat Mata‖ setelah misa usai, yang mana talkshow tersebut membahas 3 point penting yang berhubungan dengan stasi, yakni ; Transparansi pembangunan rumah ibadah, peranan orang muda katolik dan yang terakhir sejauh mana partisipasi umat dalam pembinaan iman anak katolik.
Pada dasarnya peringatan nama ini mengingatkan kita kembali mengenai masa depan umat katolik, yakni kesatuan dengan Bapa di Surga, juga peringatan luar biasa bunda maria ratu dimana pemberian nama tersebut berdasarkan penetapan paus pada tahun 1954 yang dinyatakan pada tanggal 22 Agustus. Melalui peringatan ini diharapkan kita sebagai insan katolik mampu meneladani kemurahan dan keteladanan Bunda Maria.
-Fina Prichila
Pembahuruan Janji Lektor
Pesta Nama Stasi Bunda Maria Ratu
takut karena Romo Paroki kita sudah acc untuk menyediakannya.
Oleh karena itu, Anda yang belum menjadi anggota bergegaslah mendaftar. Anggota dapat menikmati pinjaman 3 kali simpanan maksimal Rp15 juta dengan bunga kompetitif dan angsuran maksimal 10 kali (bulan) untuk menambah modal usaha atau keperluan keluarga (studi). Anda yang sudah menjadi anggota segeralah menambah simpanan pokok dan wajib untuk semakin menikmati madu koperasi. Bisnis lancar, kesejahteraan pun meningkat!
-Paul Sutaryono
Pada tanggal 21 Agustus 2010 diadakan Pembaha-ruan janji Lektor. Acara rutin ini diadakan setiap enam bulan sekali. Tidak seperti biasanya, pembaharuan kali ini dimulai dengan rekoleksi yang diselenggarakan pada hari Jumat, 20 Agustus 2010 pukul 20.30 di aula atas gereja St.Thomas. Rekoleksi lektor ini dipimpin oleh Romo Christoforus Lamen Sani dan dihadiri oleh 14 orang anggota lektor. Acara dalam rekoleksi ini terdiri dari; Doa, Pembacaan Kitab Suci, Menyanyi lagu pujian, Games, Sharing, dan Renungan. Setelah acara di aula selesai kemudian acara di lanjutkan di kapel. Di kapel acara dilajutkan dengan renungan malam dan bernyayi yang dipandu oleh Frater Edwin dan Romo Christo. Acara selesai pukul 21.45. Tujuan diadakannya rekoleksi ini yaitu;
- Romo ingin mengenal lebih dekat anggota lektor - Romo memberikan pembekalan kepada para ang-gota lektor untuk memahami lebih dalam tugas dan tanggungjawab kita sebagai seorang lektor.
Pembaharuan janji lektor diadakan dengan tujuan untuk membaharui komitmen seluruh anggota lektor dari sejak para anggota lektor dilantik, agar selalu siap dalam bertugas dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan, serta untuk memotivasi kembali seluruh anggota lektor dalam seluruh kegiatan lektor dan mewarkan sabda Tuhan.
Dari 52 anggota lektor yang terdaftar saat ini, yang mengikuti pembaharuan dan berkomitmen untuk ber-tugas selama enam bulan kedepan berjumlah 33 orang yang dibagi kedalam tiga kelompok tugas. SELAMAT BERTUGAS!!!!
-Tenia Aningrum
Gregorius lahir di Roma pada tahun 540. Ibunya Silvia dan dua orang tantenya, Tarsilla dan Aemeliana, dihormati pula oleh Gereja sebagai orang kudus. Ayahnya Geordianus, tergolong kaya raya; memiliki banyak tanah di Sicilia, dan sebuah rumah indah di lembah bukit Ceolian, Roma. Selama masa kanak – kanaknya, Gregorius mengalami suasana pendudukan suku bangsa Goth, Jerman atas kota Roma; mengalami berkurangnya penduduk kota Roma dan kacaunya kehidupan kota. Meskipun demikian, Gregorius menerima suatu pendidikan yang memadai. Ia pandai sekali dalam pelajaran tata ba-hasa, retorik dan dialetika.
Warta Thomas [ 6 ] Layout Desain by Ari Henoe ([email protected]) Hari Minggu Biasa ke XIX
Dropp - in Jenis
Xenia Avanza innova
Bandung 500.000 600.00 750.000
Garut / Tasik 700.000 800.000 950.000
Purwekerto 900.000 1.000.000 1.150.000
Jogja / Solo 1.400.000 1.500.000 1.650.000
IMANUEL RENT CAR
Harga termasuk : Driver dan BBM Berlaku sampai tanggal 8 September 2010 Hub : 021-98363198 / 70674789 / 081389892266 Karena posisinya di antara keluarga – keluarga aristokrat (bangsawan) sangat menonjol, Gregorius dengan mudah terlibat dalam kehidupan umum ke-masyrakatan, dan memimpin sejumlah kecil kantor. Pada usia 33 tahun ia menjadi Prefek kota Roma, suatu kedudukan tinggi dan terhormat dalam dunia politik Roma saat itu. Namun Tuhan menghendaki Gregorius berkarya di ladang anggurNya. Gregorius meletakkan jabatan politiknya dan mengumumkan niatnya untuk menjalani kehidupan membiara. Ia menjual sebagian besar kekayaannya dan uang yang diperolehnya dimanfaatkan untuk mendirikan biara – biara. Ada enam biara yang didirikan di Sicilia dan satu di Roma. Di dalam biara – biara itu, ia menjalani kehidupannya sebagai seorang rahib. Namun ia tidak saja hidup di dalam biara untuk berdoa dan berse-madi, ia juga giat di luar; membantu orang – orang miskin dan tertindas, menjadi diakon di Roma, men-jadi Duta Besar di istana Konstantinopel. Pada tahun 586 ia dipilih menjadi Abbas di biara Santo Andreas di Roma. Di sana ia berjuang membebaskan para budak belian yang dijual di pasar – pasar kota Roma.
Pada tahun 590, dia diangkat menjadi Paus. Dengan ini dia dapat dengan penuh wibawa melaksanakan cita – citanya membebaskan kaum miskin dan lemah, terutama budak – budak dari Inggris. Ia mengutus Santo Agustinus ke Inggris bersama 40 biarawan lain untuk mewartakan Injil disana. Gregorius adalah Paus pertama yang secara resmi mengumumkan dirinya sebagai Kepala Gereja Katolik sedunia. Ia memimpin Gereja selama 14 tahun, dan dikenal sebagai seorang
Paus yang masyur, negarawan dan administrator ulung pada awal abad pertengahan serta Bapa Gereja Latin yang terakhir. Karena tulisan – tulisannya yang berbobot, dia digelari sebagai Pujangga Gereja Latin. Meskipun begitu ia tetap rendah hati dan menyebut dirinya sebagai ‗Abdi para abdi Allah‘ (servus ser-vorum Dei). Julukan ini tetap dipakai sampai sekarang untuk jabatan Paus di Roma. Setelah memimpin Gereja Kristus selama 14 tahun, Gregorius meninggal dunia pada tahun 604. Pestanya dirayakan juga pada tanggal 12 Maret.
Bacaan Harian
Acara Rutin Paroki
● 30 Agustus 2010 : Hari Biasa : 1Kor. 2:1-5; Mzm.
119:97,98,99,100,101,102; Luk. 4:16-30
● 31 Agustus 2010 : Hari Biasa : 1Kor 2:10b-16;
Mzm. 145:8-9,10-11,12-13ab,13cd-14; Luk. 4:31-37
● 1 September 2010 : Hari Biasa : 1Kor. 3:1-9;
Mzm. 33:12-13,14-15,20-21; Luk. 4:38-44
● 2 September 2010 : Hari Biasa : 1Kor. 3:18-23;
Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 5:1-11
● 3 September 2010 : Pw S. Gregorius Agung :
1Kor. 4:1-5; Mzm. 37:3-4,5-6,27-28,39-40; Luk. 5:33-39; atau dr RUybs
● 4 September 2010 : Hari Biasa : 1Kor. 4:6b-15;
Mzm. 145:17-18,19-20,21; Luk. 6:1-5
Rekoleksi orangtua bayi calon baptis: minggu pertama
dalam bulan.
Pembaptisan bayi: hari Minggu kedua dalam bulan.
Pengajaran agama dewasa untuk calon baptis: setiap
Senin (malam) pk.19.00-20.30 WIB.
Legio Maria: setiap hari Sabtu, pukul 15.30—17.30
Latihan Paduan Suara Mudika: Rabu dan Jumat Pkl.
20.00—22.00 WIB.
Latihan Lektor setiap hari Jumat pukul 19.30 - 22.00
WIB di Gereja
Pertemuan Lektor bulanan diadakan pada hari minggu
kedua setiap bulan pukul 10.00 - 12.00 WIB di Gereja
PDKK St. Thomas: tiap Rabu II-IV pk.19.00-22.00
WIB.
Pertemuan Lansia setiap Sabtu pertama dalam bulan
Pk.09.00 pagi.
Pelayanan KPU/Santo Yusuf: hari Minggu sesudah
Perayaan Ekaristi II pukul 08.00.
Informasi lain: lewat Sekretariat Paroki.
Berita Paroki
Ekaristi Harian dalam minggu ini, hari Senin s/d Jumat, Pukul. 05.30 di gereja. Hari Sabtu pagi pukul. 06.00 di Susteran PRR. Mekarsari
● Minggu, 29 Agustus : Pkl. 10.30 - 12.00 : Pertemuan dengan Walikota dan Calon Walikota Depok 2011 -
2016, di aula St. Thomas dengan acara peringatan hari Kemerdekaan RI ke - 65. Semua Pengurus DPP dimohon hadir.
● Jumat, 3 September : Peringatan wajib St. Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja.Hari jumat
Per-tama dalam bulan September Pkl. 18.30. Perayaan Ekaristi dengan Adorasi. Pembukaan Novena 3 salam Maria, hari pertama. Koor dan Penayambut Jemaat dari WKRI. Novena Tiga Salam Maria, diadakan setiap hari jumat : Mulai tangggal 3 September s/d tanggal 29 Oktober 2010. dengan Tema : ― Keluarga dalam Tantangan mas depan ―.
● Sabtu, 4 September : Hari Sabtu Pertama dalam bulan September. Hari Doa untuk para imam dan calon
Imam. Pkl. 08.00 Pertemuan Lansia.
● Kursus Perkawinan di Paroki St. Thomas akan diselengarakan pada tanggal 23, 24, 30 dan 31 Oktober
Warta Thomas [ 8 ] Layout Desain by Ari Henoe ([email protected]) Hari Minggu Biasa ke XIX
Petugas Liturgi
Paroki St.Thomas Stasi BMR
Sabtu,
04/09/2010 Minggu, 05/09/2010 05/09/2010 Minggu,
18.00 06.00 08.00 18.00 07.00
Koor Yusitinus Ignatius Loyola Petrus Nikolas Mikael
Penyambut Jemaat
Ratu Rosari Yakobus Bunda Pencipta Markus Bunda Kristus
Prodiakon G eka Widada
JB Slamet PW Bill Subiyanto Ign. Suharyono JBJ Soehardi FX. Sumardi V Wadiyo A Suharsono P Sri Basukiyanto FX. Soejanto Y Supardi B Bb. T. Saktiawan A. Mulianto F Gito Purwanto V Hadi Mulyanto JB. Lystyawan HW H Sukardi P Dolat Barus A. Hardiyanto P Djumarjo YB. Subarman Lesman JM Sire-gar Ign Musdimar Bunga Petrus
Kolekte Minggu Lalu
Kolekte : Rp. 16.283.750 ,- dan 20 sen Dolar Sin-gapore
Terima kasih atas karya serta amal bakti Bapak/Ibu, Tuhan memberkati.
Rekening Paroki:
BCA Cab. Cimanggis No.166.2497171 a.n. Christo-pharus Lamen Sani atau Ibu Rosari Ginting
Perkawinan
Pengumuman Ketiga Paulus Marihot Pandapotan Luban Gaol dari Lingkungan Ratu Malaekat dengan May Yance Veronika Pasribu, dari Bekasi.
Bagi umat yang mengetahui adanya halangan-halangan atas rencana pernikahan tersebut, wajib memberitahukan kepada Pastor Paroki.
Hasil Pengumpulan dana
Untuk Renovasi Pastoral Paroki Cicurug Berjumlah
Rp.29.740.000 dan 25 US Dolar.
Terima Kasih atas Pertisipasi dan amal Bhakti Ba-pak / Ibu, Tuhan memberkati.
Lowongan Kerja
Dicari beberapa tenaga kerja : A. Akunting
B. Marketing/Sales Persyaratan yang ditentukan
● Perempuan/Laki-laki umur maksimal 28 tahun
● Pendidikan SMA/D3/S1
● Pengalaman min. 1 tahun
● Mengerti MYOB dan perpajakan untuk Point (B)
● Ulet, kerja keras, kemampuan berkomunikasi baik
dan sanggup kerja team
● Domisili sekitar depok dan sekitarnya
● Lamaran dikirim selambat-lambatnya 2 (dua) minggu
dari 20 Agustus 2010 Kepada
Bagian Personalia
PT. MULIA WAHANA MANDIRI
Jl. Radar Auri No 48B Cisalak Pasar Cimanggis Depok 16542