• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAPPEDA PROVINSI BANTEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAPPEDA PROVINSI BANTEN"

Copied!
65
0
0

Teks penuh

(1)

Kata Pengantar

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat ALLAH SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya, buku Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah (RKPD) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi tahun 2013 dapat diselesaikan.

Buku ini merupakan pedoman yang selanjutnya akan menjadi acuan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten dalam menyusun arah dan kebijakan yang akan diambil untuk melaksanakan program dan kegiatan bidang tenaga kerja dan transmigrasi satu tahun ke depan.

Koreksi dan masukan sangat diperlukan guna menyempurnakan penulisan buku Renja SKPD ini. Untuk itu kami sangat mengharapkan adanya kritikan dan saran konstruktif dalam mencari formulasi yang tepat dalam upaya menyusun program dan kegiatan dinas. Sehingga pada akhirnya akan dihasilkan rumusan-rumusan kebijakan aplikasi, program dan kegiatan yang dapat menyentuh akar permasalahan di bidang tenaga kerja dan transmigrasi.

Dengan terbitnya buku Renja SKPD ini mudah-mudahan bermanfaat dan dapat dijadikan pijakan dalam penanganan permasalahan Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian di Provinsi Banten tahun 2013.

Serang, Agustus 2012 Kepala Dinas Tenaga Kerja dan

Transmigrasi Provinsi Banten

DR.Erik Syehabudin, MM Pembina Utama Madya NIP. 19600828 198712 1 001

Kata Pengantar

BAPPEDA PROVINSI

(2)

Kata Pengantari ... i

Daftar Isi ... ii

BAB I PENDAHULUAN ... iii

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Tujuan dan Sasaran ... 4

- Maksud ... 4

Tujuan dan Sasaran ... 4

1.3 Dasar Hukum ... 9

1.4 Kondisi SDM, Sarana dan Prasarana ... 11

A. Uraian Tugas dan Fungsi ... 11

B. Struktur Organisasi ... 12

C. Kondisi SDM ... 13

D. Sarana dan Prasarana ... 14

1.5 Sistematika Penulisan ... 14

BAB II DATA DAN PERMASALAHAN 2.1 Data Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian ... 15

2.2 Permasalahaan ... 19

BAB III RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN 2012-2017 3.1 Visi dan Misi Provinsi Banten ... 21

3.2 Visi dan Misi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi ... 24

3.3 Kebijakan ... 25

3.4 Program Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasian ... 27

BAB IV RENCANA KERJA (RENJA) SKPD 4.1 Program dan Anggaran ... 30

4.2 Rencana Kinerja Tahun 2013 ... 32

DAFTAR ISI

BAPPEDA

PROVINSI

(3)

BAB V EVALUASI PROGRAM DAN KEGIATAN

5.1 Evaluasi Program tahun 2012 ... 34 5.2 Permasalahan dan Tindak Lanjut ... 36 BAB VI PENUTUP 6.1 Kesimpulan ... 39 6.2 Saran-saran ... 39 LAMPIRAN-LAMPIRAN

BAPPEDA

PROVINSI

BANTEN

(4)

BAPPEDA

PROVINSI

(5)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Rancangan Awal Renja Dinas Tenag Kerja dan Transmigrasi Prov. Banten Tahun 2015 disusun dengan mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2012 tentang RPJMD Prov. Banten Tahun 2012-2017, dan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Prov. Banten Tahun 2005-2025.

Dokumen Rancangan Awal Renja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini memuat hasil evaluasi capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. Banten tahun lalu, dan rencana program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2015 yang disertai pendanaannya.

Proses Penyusunan dokumen Renja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. Banten ini telah melalui beberapa tahapan yaitu Persiapan Penyusunan, Pembahasan bersama dalam rapat pimpinan Dinas yang membidangi ketenagakerjaan dan ketransmigrasian Kab/Kota Se-Prov. Banten dan Pembahasan dengan bidang-bidang teknis di Disnakertrans Prov. Banten yang kemudian hasilnya dilakukan finalisasi penyusunan dokumen

BAB I

P E N D A H U L U A N

BAPPEDA

PROVINSI

(6)

Renja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. Banten Tahun 2016 yang ditetapkan oleh Kepala SKPD.

Provinsi Banten sebagai provinsi ke-30 mempunyai karakteristik yang khusus dimana wilayahnya secara struktur ekonomi dibagi menjadi 2 (dua) wilayah/kawasan yaitu sebagai daerah kawasan industry dan pertanian. Secara geografis kawasan tersebut menjadikan Banten mempunyai kawasan pertumbuhan ekonomi Selatan dan Utara. Kawasan Selatan dengan Kabupaten Lebak dan Pandeglang sebagai penopang utama struktur ekonomi Banten dari sektor pertanian dan Wilayah Utara mulai dari Tangerang, Serang dan Cilegon sebagai kawasan industri dan perdagangan.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten sebagai Dinas yang mempunyai peran yang penting dalam membuka ruang dan informasi bagi para pencari kerja dan upaya peningkatan kualitas keterampilan para pencari kerja. Berdasarkan data bahwa pada tahun 2013 Angkatan Kerja di Provinsi Banten mencapai 5.146.300 orang, dari jumlah tersebut yang bekerja sebanyak 4.637.000 orang sedangkan jumlah pengangguran terbuka sudah mencapai 509.300 orang (Agustus 2013 ).

BAPPEDA

PROVINSI

(7)

Perkembangan keadaan ketenagakerjaan di Banten pada Agustus 2013 dibandingkan Agustus 2012 menunjukan adanya perbaikan yang digambarkan adanya peningkatan jumlah penduduk yang berkerja dan penurunan jumlah tingkat pengangguran terbuka. Penduduk yang bekerja pada Agustus mencapai 4.637,000 ribu orang atau bertambah sekitar 31,200 ribu orang dibanding agustus 2012, yaitu sebesar 4.605,800 ribu orang.

Pada periode Agustus 2012 - Agustus 2013 jumlah pengangguran mengalami penurunan dari 519,200 ribu orang menjadi 509.300 ribu orang atau turun sekitar 9,900 ribu orang. Tingkat pengangguran terbuka pada periode yang sama juga mengalami penurunan yaitu dari 10,13 persen menjadi 9,90 persen atau turun sekitar 0,23 poin.

Berdasarkan penduduk yang bekerja menurut lapangan pekerjaan utama, jumlah penduduk yang bekerja mengalami kenaikan terutama di sektor industry sebesar 49 ribu orang (4,2 persen), sektor jasa kemasyarakatan sebesar 38 ribu orang (4,5 persen), sektor industri sebesar 160 ribu orang (1,12 persen), serta sektor perdagangan sebesar 3 ribu orang (0,3 persen), sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah sektor pertanian sekitar 27 ribu orang (4,5 persen). Apabila

BAPPEDA

PROVINSI

(8)

diperhatikan maka penyebab masih tingginya angka pengangguran antara lain:

Pertambahan Angkatan Kerja lebih besar dari pada pertambahan lapangan kerja dari tahun ke tahun;

Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) yang relatif kecil;

Selain ke kedua hal tersebut di atas maka tugas lainnya adalah dalam upaya menjamin perlindungan keberlangsungan pekerja dan pengawasan ketenagakerjaan. Untuk itu maka tugas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten adalah menjamin keberlangsungan pekerja untuk dapat bekerja secara optimal dan mengembangkan kebijakan dan program peningkatan keterampilan dan kemampuan berwirausaha bagi para pencari kerja agar ada penyerapan lapangan kerja tidak hanya disektor formal saja.

Untuk itu pada tahun 2015, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten telah menyusun program/kegiatan dalam upaya mengurangi dan mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. Program tersebut selain diarahkan dalam upaya mengurangi angka pengangguran melalui program/kegiatan perlindungan ketenagakerjaaan juga program yang bersifat penciptaan lapangan kerja baru yang bersifat membangun

BAPPEDA

PROVINSI

(9)

kewirausahaan dan pembangunan dibidang ketransmigrasian. Disamping program dalam upaya meningkatan keterampilan dan pengetahuan bagi para pekerja dan purna kerja.

Penulisan Rencana Kerja Dinas tahun 2015 ini sebagai acuan dalam menyusun program/ kegiatan dalam upaya mengatasi permasalahan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian di Provinsi Banten. Sehingga pada akhirnya rencana kerja ini akan menjadi instrumen dalam menyusun program dan kegiatan selanjutnya dan akan memudahkan dalam menyusun laporan capaian kinerja program dengan tujuan menimalisir masalah pelaksanaan Program/Kegiatan bidang ketenagakerjaan dan bidang ketransmigrasian di Provinsi Banten.

1.2 Tujuan dan Sasaran a. Maksud

Maksud disusunnya Rancangan Awal Rencana Kerja (RENJA

SKPD) Tahun 2015 ini adalah sebagai berikut : 1. Sebagai bagian dari tugas pokok Sub.bag Perencanaan,

Evaluasi dan Pelaporan dalam menyusun acuan program dan kegiatan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tahun 2015;

2. Mewujudkan konsistensi dan sinkronisasi perencanaan tahunan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi

BAPPEDA

PROVINSI

(10)

berdasarkan Renstra Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan hasil Musrenbang RKPD untuk melaksanakan fungsi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi;

3. Dalam upaya menyusun pedoman strategis dinas dalam mengatasi masalah-masalah ketenagakerjaan dan ketransmigrasian;

4. Sebagai upaya dalam menyusun rencana capaian kinerja dinas dalam satu tahun ke depan;

5. Sebagai acuan dalam menyusun instrumen pengukuran capaian kinerja program dan kegiatan Dinas sesuai Renstra SKPD yang berpedoman pada RPJMD Provinsi Banten Tahun 2012-2017.

b. Tujuan dan Sasaran

a. Terwujudnya tenaga kerja yang memiliki kompetensi untuk mengisi kesempatan kerja Dalam dan Luar Negeri;

b. Terwujudnya perluasan jejaring informasi lowongan kerja di berbagai media;

c. Terwujudnya penempatan tenaga kerja di Dalam dan ke Luar Negeri ;

d. Terwujudnya pengembangan kesempatan kerja usaha mandiri dan padat karya produktif;

BAPPEDA

PROVINSI

(11)

e. Terwujudnya hubungan industrial yang harmonis dan perbaikan syarat kerja;

f. Terwujudnya peningkatan perlindungan hak-hak dasar pekerja/buruh dan khususnya bagi pekerja perempuan dan anak;

g. Terwujudnya peningkatan kerjasama fungsional dalam penyediaan informasi dan perencanaan tenaga kerja di Daerah;

h. Terwujudnya pengembangan kemampuan Aparatur

Ketenagakerjaan di Propinsi dan Kab / Kota;

i. Terwujudnya peningkatan sarana dan prasarana pelayanan ketenagakerjaan pada UPT BLKI;

p. Terwujudnya kemandirian dan integrasi transmigran dan masyarakat sekitarnya melalui tahap penyesuaian, pemantapan dan pengembangan di permukiman transmigrasi yang layak huni, layak usaha, layak berkembang dan layak lingkungan.

Sedangkan sasaran kegiatan organisasi dalam Rencana Strategis (Renstra) tahun 2012-2017 adalah :

a. Sasaran untuk mencapai terwujudnya tenaga kerja yang memiliki kompetensi untuk mengisi kesempatan kerja Dalam dan Luar Negeri, dilakukan dengan sasaran kegiatan :

BAPPEDA

PROVINSI

(12)

 Pelatihan MTU untuk UPT BLKI;

 Pelatihan Pemagangan ;

 Penyuluhan, Akreditasi dan Sertifikasi ;

 Pelatihan Pengukuran Produktivitas ;

 Pelatihan Institusional untuk UPT Pelatihan Kerja

Swadana ;

 Pelatihan Ketrampilan calon TKI.

b. Sasaran untuk mencapai perluasan jejaring informasi lowongan kerja di berbagai media adalah :

 Penyelenggaraan Job Fair pada Bursa Pasar Kerja Terbuka

secara rutin, terjadwal di Dinas Provinsi, dengan mengikut sertakan Disnakertrans Kab / Kota seProvinsi Banten;

 Peningkatan fungsi Lembaga Layanan Bursa Kerja melalui

Pengembangan ” Bursa Kerja One Line (BKOL) ”.

c. Sasaran untuk mencapai terwujudnya penempatan tenaga kerja di Dalam dan ke Luar negeri, adalah :

 Pelayanan penempatan dan perlindungan TKI ke Luar

Negeri ;

 Penempatan tenaga kerja Dalam Negeri (AKL dan AKAD) ;

BAPPEDA

PROVINSI

(13)

 Peningkatan pelayanan perjinan melalui layanan Terpadu Satu Atap (LTSA).

d. Sasaran untuk mencapai terwujudnya pengembangan kesempatan kerja usaha mandiri dan padat karya produktif, adalah :

 Bimbingan pemanduan wirausaha baru (WUB) bagi tenaga

kerja mandiri terdidik dan non terdidik ;

 Penerapan teknologi tepat guna, padat karya dan

perluasan kerja sistim padat karya produktif serta pola dampingan dana bergulir ;

 Pelaksanaan padat karya fisik dan produktif pada daerah

miskin dan padat pengangguran.

e. Sasaran untuk mencapai hubungan industrial yang harmonis dan perbaikan iklim syarat kerja, adalah :

 Pemberdayaan hubungan industrial ;

 Fasilitas penyelesaian perselisian dan pembinaan

hubungan industrial ;

 Perbaikan syarat kerja dan sistem pengupahan.

f. Sasaran untuk meningkatkan perlindungan hak-hak dasar pekerja/buruh dan khususnya bagi pekerja perempuan dan anak, adalah :

BAPPEDA

PROVINSI

(14)

 Penilaian pelaksanaan K3 dan SMK3 di perusahaan ;

 Pengawasan penempatan TKI dan TKWNAP ;

 Pengujian kesehatan tenaga kerja dan lingkungan kerja ;

 Sosialisasi dan pengawasan Jamsostek ;

 Perlindungan pekerja perempuan dan anak.

g. Sasaran untuk mencapai terwujudnya kerjasama fungsional dalam penyediaan Informasi dan perencanaan tenaga kerja di Daerah, adalah :

 Forum koordinasi kebijakan dan program ketenagakerjaan

melalui program Mitra Praja Utama (MPU) dan Koordinasi dengan Lembaga Ketenagakerjaan Pusat, Propinsi dan Kab / Kota ;

 Pendataan angkatan kerja, kesempatan kerja, penganggur

dan pencari kerja terdaftar ;

 Pendataan perusahaan dan pekerja / buruh ;

 Penyusunan Rencana Tenaga Kerja Daerah (RTKD) ;

 Penyusunan program pembangunan ketenagakerjaan

Tahunan, Jangka Menengah dan Jangka Panjang.

h. Sasaran untuk mencapai meningkatnya kompetensi Aparatur Ketenagakerjaan, adalah :

BAPPEDA

PROVINSI

(15)

 Peningkatan kualitas/kuantitas pejabat fungsional ketenagakerjaan;

 Pengembangan profesi jabatan fungsional ketenagakerjaan

;

 Pengembangan kemampuan SDM aparatur untuk

peningkatan layanan kepada masyarakat.

i. Sasaran untuk mencapai meningkatnya sarana prasarana dan tenaga instruktur pelayanan ketenagakerjaan pada Unit Pelayanan Teknis (UPT), adalah :

 Peningkatan SDM tenaga instruktur pada UPT BLKI;

 Renovasi sarana gedung pelatihan di UPT BLKI;

 Pengadaan peralatan dan mesin di UPT BLKI;

 Pembangunan asrama siswa UPT BLKI.

j. Sasaran untuk meningkatnya bidang ketransmigrasian, adalah :

 Peningkatan partisipasi, kerjasama antar pemerintah

daerah asal (Pengirim) dengan pemerintah daerah tujuan (penempatan) melalui KSAD dan forum KIE ;

 Tersedianya Data Informasi potensi lokasi transmigrasi

(LPT/WPT);

BAPPEDA

PROVINSI

(16)

 Perencanaan Teknis Permukiman dan Perpindahan dalam kawasan potensi SDM calon transmigrasi penempatan daerah asal (TPA) ;

 Standar Pelayanan Minimal/prima Perpindahan dan

Penempatan Transmigran ;

 Pembinaan, pengembangan sosial ekonomi yang

mandiri bagi masyarakat transmigran dan masyarakat sekitanya.

1.3 Dasar Hukum

Dasar sebagai landasan penyusunan Rencana Kerja (Renja) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ini adalah sebagai berikut :

1. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten (Lembaran Negara Nomor 182 Tahun 2002, tambahan Lembaran Negara Nomor 4010).

2. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;

BAPPEDA

PROVINSI

(17)

3. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

4. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

5. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.

6. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

7. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali dengan Undang-undang No.12 tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang No.32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah;

8. Undang-undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pusat dan Daerah;

9. Undang-undang Nomor 29 tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 15 tahun 1997 tentang Ketransmigrasian;

10. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;

BAPPEDA

PROVINSI

(18)

11. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kab/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4737);

12. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816);

13. Peraturan Pemerintah Nomor : 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; 14. Peaturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010

tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 517);

15. Peraturan Daerah Nomor : 1 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tahun 2005-2025;

BAPPEDA

PROVINSI

(19)

16. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor : 3 Tahun 2012 tentang Penbentukan, Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Banten;

17. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor : 4 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten Tahun 2012-2017;

1.4 Struktur Organisasi dan Kondisi SDM A. Struktur Organisasi

Berdasarkan Peraturan Daerah No. 3 tahun 2008 yang telah direvisi dengan Peraturan Daerah No. 3 Tahun 2012 tentang Pembentukan Organisasi Tata Kerja Perangkat Daerah dan Peraturan Gubernur No. 14 Tahun 2013 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Organisasi Perangkat Daerah Prov. Banten maka struktur organisasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten adalah sebagai berikut :

1. Kepala Dinas

2. Sekretaris, membawahkan :

BAPPEDA

PROVINSI

(20)

a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian ; b. Sub Bagian Keuangan ;

c. Sub Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan. 3. Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja,

membawahkan :

a. Seksi Pelatihan dan Produktivitas ;

b. Seksi Penempatan Tenaga Kerja Dalam dan Luar Negeri ;

c. Seksi Perluasan dan Pengembangan Kesempatan Kerja.

4. Bidang Transmigrasi, membawahkan : a. Seksi Fasilitasi Perpindahan ;

b. Seksi Pengerahan dan Penempatan Transmigrasi ; c. Seksi Pembinaan Pasca Penempatan.

5. Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial, membawahkan:

a. Seksi Lembaga Hubungan Industrial, Penyelesaian Perselisihan ;

b. Seksi Pengupahan dan Jaminan Sosial ;

c. Seksi Pemasyarakatan hubungan Industrial dan Perselisihan Kerja.

BAPPEDA

PROVINSI

(21)

6. Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan, membawahkan : a. Seksi Norma Kerja ;

b. Seksi Norma keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ; c. Seksi Perlindungan Tenaga Kerja Perempuan dan

Anak.

7. Unit Pelaksana Teknis (UPT) BLKI Provinsi Banten a. Kepala UPT BLKI Provinsi Banten;

b. Subag TU BLKI Provinsi Banten; c. Seksi Pelatihan BLKI;

d. Seksi Pengambangan dan Pemasaran BLKI Provinsi Banten;

8. Jabatan Fungsional

Bagan Susunan Organisasi sebagaimana dimaksud

merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah No.1 Tahun 2008.

C. Kondisi SDM

Sebagai salah satu perangkat kerja Pemerintah Provinsi Banten, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi didukung oleh sejumlah personil atau pegawai yang mengemban tugas dan fungsi sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 3 tahun

BAPPEDA

PROVINSI

(22)

2008 yang telah direvisi dengan Peraturan Daerah Nomor 3 tahun 2012 tentang Pembentukan Organisasi Tata Kerja Perangkat Daerah, sampai dengan bulan Desember 2013 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten memiliki pegawai sebanyak 157 orang, yang terdiri dari 100 orang PNS dan 57 orang non PNS (TKS) dengan rincian sebagai berikut :

1. PNS 100 Orang 2. Non PNS (TKS) 57 Orang

- Tenaga Administrasi 43 Orang

- Penjaga malam 6 Orang

- Pramubakti 4 Orang

- Driver 4 Orang

Jumlah dan Status Pegawai

Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten

No Status Pegawai Jumlah

1 Pegawai Negeri Sipil (PNS) 100 Orang

- Pembina Utama Madya (IV/d) 1 Orang

- Pembina Tk.1 (IV/b) 1 Orang

- Pembina (IV/a) 11 Orang

- Penata Tk.I (III/d) 24 Orang

BAPPEDA

PROVINSI

(23)

- Penata (III/c) 18 Orang

- Penata Muda Tk.I (III/b) 13 Orang

- Penata Muda (III/a) 24 Orang

- Pengatur Tk.I (II/d) 1 Orang

- Pengatur (II/c) 3 Orang

- Pengatur Muda Tk.I (II/b) 3 Orang

- Pengatur Muda (II/a) 1 Orang

2 Non Pegawai Negeri Sipil (Non PNS) 57 Orang

- Tenaga Administrasi 43 Orang

- Penjaga Malam 6 Orang

- Pramubakti 4 Orang

- Driver 4 Orang

TOTAL 157 Orang

Sumber : Disnakertrans Provinsi Banten, 2014

Adapun komposisi Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten berdasarkan golongannya dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Komposisi Pegawai Berdasarkan Golongan

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten

No Kantor Golongan

BAPPEDA

PROVINSI

(24)

II III IV Jumlah % Jumlah % Jumlah %

1 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi

8 8 79 79 13 13

Sumber : Disnakertrans Provinsi Banten, 2013

Dari tabel diatas, terlihat bahwa komposisi pegawai berdasarkan tingkat golongan pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten didominasi oleh pegawai Golongan III, yakni sebanyak 79%, menyusul Golongan IV sebanyak 13% dan terakhir Golongan II sebanyak 9%.

Komposisi Pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi berdasarkan Golongan

BAPPEDA

PROVINSI

(25)

Adapun komposisi Pegawai Negeri Sipil Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten berdasarkan tingkat pendidikan yang ditamatkan, menunjukan bahwa sebagian besar pegawai memiliki tingkat pendidikan yang relative cukup memadai. Kondisi ini ditunjukan dengan banyaknya pegawai yang memiliki tingkat pendidikan hingga jenjang Strata Satu (S1) bahkan Strata Dua (S2).

Komposisi Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan

BAPPEDA

PROVINSI

(26)

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten

No Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase

(%) 1 Pegawai Negeri Sipil (PNS)

- Pasca Sarjana (S3) 1 Orang 1

- Pasca Sarjana (S2) 15 Orang 15

- Sarjana (S1) 69 Orang 69

- Sarjana Muda/Diploma III 6 Orang 6

- SLTA 9 Orang 9

2 Non Pegawai Negeri Sipil (Non PNS)

- Sarjana (S1) 15 Orang 13.46

- Sarjana Muda/Diploma II 3 Orang 1.92

No Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase

(%)

- Sarjana Muda/Diploma I 1 Orang 0.89

- SLTA 30 Orang 26.92

BAPPEDA

PROVINSI

(27)

- SLTP 2 Orang 2.88

- SD 1 Orang 1.92

Sumber : Disnakertrans Provinsi Banten, 2014

Dari komposisi pegawai pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi berdasarkan tingkat pendidikannya, terlihat bahwa pegawai dengan tingkat pendidikan S1 jumlahnya paling banyak dibandingkan dengan yang lainnya, yakni sebesar 69%.

Selanjutnya, struktur organisasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten disajikan pada bagan sebagai berikut :

BAPPEDA

PROVINSI

(28)

Renja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten Tahun 2016 24 K E P A LA DI NA S UP T BLK P rovinsi Ban te n Se k er ta ri s D in as S ubba g Umu m & Kep eg S ubba g P rog. D an Eva la p S ubba g Keu ang an Bida n g P enga w asan K etena ga ker ja an Bi d ang Transm ig ra si Sek si No rma Kerj a Sek si No rma Ke se la m at an da n Kerj a S eksi P erlin dunga n TK P erempuan dan An ak S eksi Fa si lita si P erpin daha n S eksi P engera ha n D an P enempat an Tran sm igras i Sek si Pem b in aan P asca Transm igrasi ang Hu bu ng an u str ia l da n mi na n S o sial ete na gake rja an si L em b ag a H I, Pen y el esi an Pe rs el is ih an eng upa han inan S o sia l i Pemasy ar ak atan b. In dust rial d an Syarat Kerj a K elompok Jabatan Fu ngsional aerah Nomor 3 2012

BAPPEDA

PROVINSI

BANTEN

(29)

1.5 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan Rencana Kerja (Renja) Satuan Kerja Perangkat Daerah Tahun 2014 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten adalah sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Menguraikan mengenai latar belakang penyusunan program / kegiatan prioritas tahun 2015 dengan disertai tujuan fungsional yang ingin dicapai.

BAB II DATA DAN PERMASALAHAN

Menguraikan data dan permasalahan objektif di Provinsi maupun Kabupaten/Kota di bidang Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian yang melandasi disusunnya program / kegiatan prioritas Dinas.

BAB III RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) 2012-2017

BAPPEDA

PROVINSI

(30)

Menguraikan sekilas pandang Rencana Strategis (Renstra) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi tahun 2012-2017 yang diuraikan dengan tugas dan fungsi struktur Dinas.

BAB IV EVALUASI PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN 2013

Menguraikan evaluasi dan capaian program/kegiatan bidang Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian tahun 2013

BAB V RENCANA KERJA (RENJA) SKPD TAHUN 2014

Menguraikan Rencana Program / Kegiatan bidang Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian tahun 2015

BAB VI PENUTUP

Kesimpulan dan saran-saran mengenai rencana kerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2015.

BAPPEDA

PROVINSI

(31)

BAPPEDA

PROVINSI

(32)

2.1 Data Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian

Untuk menggambarkan kondisi data ketenagakerjaan dan

ketransmigrasian di Provinsi Banten pada tahun 2013 dapat

digambarkan sebagai berikut :

a. Kondisi Ketenagakerjaan pada tahun 2008 s/d semester II 2013

Kegiatan Utama Agustus

2008 Agustus 2009 Agustus 2010 Agustus 2011

Agustus

2012 Agustus 2013

(1) (2) (3) (4) (4) (5) (6)

1. Jumlah Penduduk Banten 9.782.779 10.632.137 11,241.000

2. Penduduk Usia 15 Tahun

Ke Atas 6.674.895 6.836.418 8.126.410 7.686.359 7.881.000 8.100.000 3. Angkatan Kerja 4.325.455 4.357.240 5.309.462 5.210.224 5.125.000 5.146.300

a. Bekerja 3.668.895 3.704.778 4.583.085 4.529.660 4.606.000 4.637.000

b. Tidak Bekerja

(Pengangguran Terbuka) 656.560 652.462 726.377 680.464 519.000 509.300 4. Bukan Angkatan Kerja 2.349.440 2.479.178 2.816.948 2.476.135 2.758.000 2.953.700 5. Tingkat Partisipasi Angkatan

Kerja (TPAK %) 64,80 63,74 65,34 67,79 65,03 63,53

6. Tingkat Pengangguran

Terbuka (TPT % ) 15,18 14,97 13,68 13.06 10,13 9,90

Sumber : BPS Provinsi Banten Agustus 2013

Rumus :

TPT % = Jumlah Yang Tidak Bekerja / Angkatan Kerja TPAK = Angkatan Kerja / Penduduk Usia 15 Tahun keatas Pengagguran Terbuka = Angkatan Kerja – Jumlah yang Bekerja

Angkatan Kerja = Penduduk yang Bekerja + Pengagguran Terbuka Bukan Angkatan Kerja = Penduduk usia 15 Tahun keatas – Angkatan Kerja

BAB II

DATA DAN PERMASALAHAN

BAPPEDA

PROVINSI

(33)

b. Komposisi Penduduk yang Bekerja Menurut Jenis Pekerjaan Utama di Provinsi Banten Tahun 2013

No Sektor Usaha Jumlah

1. Pertanian 695,200 2. Industri 1.201.700 3. Perdagangan 1.094.300 4. Jasa Kemasyarakatan 785.300 5. Lainnya 860.500 Jumlah 4.637.000 BPS Provinsi Banten 2013

c. Jumlah Penduduk Usia Kerja di Provinsi Banten Dirinci Menurut Pendidikan Tahun 2013

No Pendidikan Jiwa

1 SD 1.807.300

2 SLTP Sederajat 866.000

3 Sekilah Menengah Atas/Kejuruan 1,437.500

4 SLTA Sederajat 526.200 Jumlah 4.637.000 Sumber BPS Prov.Banten 2013

BAPPEDA

PROVINSI

BANTEN

(34)

d. Upah Minimum Provinsi dan Kabupaten/ Kota

No Kab/Kota UPAH MINIMUM (Rp)

2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 1. Provinsi Banten 837.000 917.500 955.300 1.000.000 1.042.000 1.170.000 1.325.000 2. Kab Serang 927.500 1.030.000 1.101.000 1.189.600 1.410.000 2.080.000 2.340.000 3. Kota Serang - 1.030.000 1.050.000 1.156.000 1.379.150 1.798.446 2.166.000 4. Kab. Pandeglang 840.000 918.950 964.500 1.117.000 1.050.000 1.182.000 1.418.000 5. Kab. Lebak 842.000 918.000 959.500 1.007.500 1.047.800 1.187.500 1.490.000 6. Kab. Tangerang 953.850 1.044.500 1.125.000 1.285.000 1.527.150 2.200.000 2.442.000 7. Kota Cilegon 971.400 1.099.000 1.174.000 1.224.000 1.481.000 2.200.000 2.443.000 8. Kota Tangerang 953.850 1.054.660 1.130.000 1.290.000 1.529.150 2.203.000 2.444.301 9. Kota Tangsel - - 1.125.000 1.290.000 1.529.150 2.200.000 2.442.000

Sumber : Disnakertrans Prov. Banten 2012

e. Jumlah Transmigrasi Yang Sudah Berhasil ditempatkan Asal Prov.Banten ke Beberapa Daerah Tahun 2004 – 2013

No DAERAH TUJUAN PROVINSI SASARAN TAHUN 2004 - 2013 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2014 1 Sumatra Selatan 50 kk 25 kk 2 Riau 45 kk 3 Bengkulu 25 kk 25 kk 25 kk 25 kk 4 Sulawesi Barat 50 kk 10 kk 5 Sulawesi Tengah 25 kk 25 kk 50 kk 25 kk 6 Sulawesi Tenggara 28 kk 25 kk 25 kk 7 Sulawesi Selatan 25 kk 8 Gorontalo 25 kk 25 kk 9 Kalimantan Timur 25 kk 50 kk 14 kk 35 kk 15 kk 10 Kalimantan Selatan 25 kk 65 kk 25 kk 11 Kalimantan Barat 50 kk 24 kk 25 kk 25 kk 15 kk 35 kk 45 kk 12 Kalimantan Tengah 10 kk 25 kk 25 kk 25 kk

BAPPEDA

PROVINSI

BANTEN

(35)

13 Maluku 50 kk 50 kk 25 kk

14 Maluku Utara 24 kk 25 kk 25 kk

15

J U M L A H 125 100 129 189 150 152 175 125 110 60

TOTAL 2004 - 2013 1315 KK

Sumber : Disnakertrans Prov. Banten 2013

2.2 Permasalahan

Permasalahan bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian

berdasarkan kondisi eksisting yang terjadi yaitu antara lain:

a. Angka pengangguran yang terus meningkat setiap tahunnya

yang disebabkan oleh peningkatan kelulusan anak sekolah dan

urbanisasi serta perpindahan para pencari kerja baik dari dalam

Provinsi Banten maupun dari luar provinsi Banten;

b. Angka kemiskinan yang jumlahnya besar, serta penangannannya

tidak cukup dilakukan oleh satu atau beberapa sektor saja,

tetapi harus melibatkan lintas sektor dan melibatkan instansi

lain yang teritegritas dalam berbagai program / kegiatan;

c. Kesempatan kerja/lowongan kerja dan bursa kerja yang setiap

tahunnya tidak sebanding dengan angkatan kerja atau pencari

kerja;

d. Kualitas Sumberdaya Manusia (SDM) yang relative masih rendah

belum didukung dengan program peningkatan keterampilan

para pencari kerja baik dari pemerintah maupun dukungan

dunia usaha;

e. Perlindungan dan hubungan industrial tenaga kerja yang belum

optimal disebabkan belum maksimalnya sosialisasi mengenai

hubungan industrial yang harmonis antara pegawai/ buruh dan

perusahaan sebagai satu kesatuan dalam operasionalisasi dan

kemajuan perusahaan;

BAPPEDA

PROVINSI

(36)

f. Provinsi Banten adalah salah satu tujuan para pencari kerja dari

luar Provinsi Banten karena letak geografis sangat strategis

dengan didukung adanya industri hulu maupun industri hilir;

g. Pengawasan ketenagakerjaan yang tidak optimal, hal ini terjadi

karena jumlah tanaga pengawas ketenagakerjaan sangat sedikit

baik tingkat provinsi dan kab/kota sehingga tidak sebanding

dengan jumlah perusahaan yang ada d kab/kota di Provinsi

Banten, sehingga kasus pelanggaran ketenagakerjaan banyak

yang luput dari pengawasan;

h. Pelaksanaan Jamsostek belum dijalankan oleh perusahaan

dengan benar sehingga mengganggu hubungan industrial yang

kondusif;

i. Masih terjadinya trafficking/perdagangan anak-anak dibawah

umur untuk berkerja dengan resiko kerja dan kondisi yang

kurang memperhatikan mertabat dan keselamatan kerja serta

tingginya angka HIV di perusahaan-perusahaan;

j. Rekrutmen atau seleksi calon transmigrasi tidak berjalan dengan

baik seperti dari kesiapan fisik, mental dan usia calon

transmigran dan kendala kesiapan lahan tempat bermukim

calon transmigran serta permasalahan pasca penempatan.

BAPPEDA

PROVINSI

(37)

3.1 Visi dan Misi

Memasuki era pembangunan lima tahun, Dinas Tenaga Kerja dan

Transmigrasi Provinsi Banten sebagai salah satu perangkat daerah Provinsi Banten memiliki kewajiban untuk turut serta dalam mewujudkan Visi Pembangunan Banten 2012-2017, yaitu “ Bersatu

Mewujudkan Rakyat Banten Sejahtera Berlandaskan Iman dan Takwa”. Perwujudan visi ini dicirikan dengan meningkatnya

kesejahteraan masyarakat yang ditandai dengan masyarakat yang sehat, cerdas, berkualitas dan produktif.

Sejalan dengan harapan tersebut, isu strategis pembangunan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten periode 2012-2017 terfokus pada optimalisasi fungsi dan peran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, yaitu peningkatan kualitas manajemen pelayanan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian, serta kemitraan sinergis pengembangan pelayanan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. Isu strategis tersebut pada dasarnya merupakan tantangan dan orientasi yang menjadi pokok tindak lanjut atas pencapaian pembangunan bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian yang telah diupayakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten.

Dalam menyusun visi dan misi Disnakertrans tidak terlepas dari visi dan misi Pemerintah Provinsi Banten, untuk itu sebelum menetapkan visi dan misi Disnakertrans tentunya harus ada keterkaitan dengan Visi dan Misi Pemerintah Provinsi Banten, sedangkan Misi yang berkaitan dengan urusan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan daerah adalah :

Misi Kedua : Pemantapan Iklim Investasi yang kondusif untuk medorong

pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

BAB III

VISI, MISI, KEBIJAKAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

BAPPEDA

PROVINSI

(38)

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan dan pemerataan perekonomian daerah dalam rangka mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Seiring dengan upaya tersebut dan berpijak pada kedudukan, tugas dan fungsinya serta isu strategis yang dihadapi dalam bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian dalam kurun waktu 2012-2017, maka Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menetapkan visi 2012-2017 sebagai berikut :

“ TERWUJUDNYA PERLINDUNGAN, PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT ”

Misi merupakan pernyataan secara luas dan komprehensif tentang tujuan instansi yang diekspresikan dalam bentuk produk dan pelayanan yang akan diberikan atau dilaksanakan. Untuk itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten menetapkan misi 2012-2017 sebagai berikut:

1. Pembinaan dan pengembangan tenaga kerja yang menyeluruh dan terpadu untuk meningkatkan kompetensi dan kemandirian kerja;

2. Peningkatan pelayanan penempatan tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja melalui pemberdayaan potensi ekonomi daerah serta mengisi peluang kerja di dalam dan ke luar negeri;

3. Peningkatan kesejahteraan pekerja dan perlindungan tenaga kerja, dalam segala aspek serta memfasilitasi terlaksananya hubungan industrial yang dinamis dan dialogis;

4. Peningkatan dan perluasan jaringan kemitraan dalam rangka penyelesaian berbagai permasalahan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian;

5. Pengembangan kemampuan aparatur di bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian;

BAPPEDA

PROVINSI

(39)

6. Peningkatan koordinasi dan kerjasama dalam mengatur dan melaksanakan kewenangan ketenagakerjaan antara pemerintah pusat, Provinsi dan Kab/Kota;

7. Pengarahan dan penempatan masyarakat sesuai dengan daya dukung alam dan daya tampung lingkungan.

3.2 Tujuan dan Sasaran

Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten, yaitu sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan. Sedangkan sasaran merupakan penjabaran dari tujuan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten, yaitu hasil yang akan dicapai secara nyata dalam rumusan yang lebih spesifik, terinci, dapat diukur dan dapat dicapai, serta dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan.

Tujuan yang akan dicapai oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten tahun 2012-2017 berdasarkan rumusan misi adalah sebagai berikut :

1. Misi 1 “Pembinaan dan pengembangan tenaga kerja yang menyeluruh dan terpadu untuk meningkatkan kompetensi dan kemandirian kerja” Tujuan dari misi ini adalah terwujudnya tenaga kerja yang memiliki kompetensi untuk mengisi kesempatan kerja Dalam dan Luar Negeri. 2. Misi 2 “Peningkatan pelayanan penempatan tenaga kerja dan perluasan

kesempatan kerja melalui pemberdayaan potensi ekonomi daerah serta mengisi peluang kerja di dalam dan ke luar negeri”

Tujuan dari misi ini adalah terwujudnya perluasan jejaring informasi lowongan kerja serta terwujudnya pengembangan kesempatan kerja usaha mandiri dan padat karya produktif.

BAPPEDA

PROVINSI

(40)

3. Misi 3 “Peningkatan kesejahteraan pekerja dan perlindungan tenaga kerja, dalam segala aspek serta memfasilitasi terlaksananya hubungan industrial yang dinamis dan dialogis”

Tujuan dari misi ini adalah terwujudnya peningkatan perlindungan hak-hak dasar pekerja/buruh serta terwujudnya hubungan industrial yang harmonis dan perbaikan syarat kerja.

4. Misi 4 “Peningkatan dan perluasan jaringan kemitraan dalam rangka penyelesaian berbagai permasalahan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian”

Tujuan dari misi ini adalah terwujudnya peningkatan kerjasama fungsional dalam penyediaan informasi.

5. Misi 5 “Pengembangan kemampuan aparatur di bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian”

Tujuan dari misi ini adalah meningkatnya kompetensi aparatur ketenagakerjaan.

6. Misi 6 “Peningkatan koordinasi dan kerjasama dalam mengatur dan melaksanakan kewenangan ketenagakerjaan antara pemerintah pusat, Provinsi dan Kab/Kota”

Tujuan dari misi ini adalah terwujudnya peningkatan kerjasama fungsional dalam penyediaan informasi dan perencanaan tenaga kerja di daerah

7. Misi 7 “Pengarahan dan penempatan masyarakat sesuai dengan daya dukung alam dan daya tampung lingkungan”

Tujuan dari misi ini adalah terwujudnya kemandirian dan integrasi transmigran dan masyarakat sekitarnya melalui tahap penyesuaian, pemantapan dan pengembangan di pemukiman transmigrasi yang layak huni, layak usaha, layak berkembang dan layak lingkungan.

BAPPEDA

PROVINSI

(41)

Kondisi yang diharapkan secara internal di lingkungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten yaitu terwujudnya profesionalisme pelayanan publik secara berkesinambungan melalui strategi pengembangan jaringan teknologi informasi, penguatan kelembagaan daerah, pengembangan perangkat, jaminan kepastian hukum, pengadaan UPTD di tiap Kab/Kota dan menjalin kerjasama kemitraan dengan seluruh dunia usaha, stakeholders dan daerah.

Adapun tujuan spesifik yang akan dicapai dalam Rencana Strategis Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten tahun 2012-2017 adalah sebagai berikut :

1. Terwujudnya produktivitas tenaga kerja dan kesejahteraan hidup masyarakat secara mandiri.

Tujuan spesifik :

a. Meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat dan tenaga kerja melalui perlindungan, pemulihan dan pemberdayaan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian;

b. Meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menangani masalah ketenagakerjaan dan ketransmigrasian melalui fasilitasi pemanfaatan potensi sumber daya manusia;

c. Meningkatkan pemahaman tentang fungsi peran dan fungsi para pemangku kepentingan (stakeholders) dalam menangani masalah ketenagakerjaan dan ketransmigrasian

d. Meningkatkan perluasan lapangan kerja, produktivitas dan perlindungan tenaga kerja didalam maupun diluar negeri.

Target sasaran :

a. Keluarga dan lingkungan sekitar;

b. Pencari kerja, tenaga kerja dan purna kerja; c. Pengusaha dan asosiasi pengusaha;

d. LPK, BLK, federasi dan serikat kerja.

BAPPEDA

PROVINSI

(42)

2. Terwujudnya mutu dan profesionalisme pelayanan yang didukung oleh perangkat hukum yang memadai :

Tujuan spesifik :

a. Meningkatkan aksesibilitas informasi manajemen usaha ketenagakerjaan dan ketransmigrasian;

b. Meningkatkan kualitas manajemen perencanaan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian;

c. Meningkatkan jangkauan pelayanan usaha ketenagakerjaan dan ketransmigrasian, baik cakupan maupun penyebaran, sehingga masyarakat memperoleh pelayanan yang maksimal;

d. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana dalam rangka mendekatkan dan mempercepat proses pelayanan tenaga kerja;

e. Meningkatkan pembinaan dan pengembangan system pelatihan-pelatihan bagi tenga kerja.

Target sasaran :

a. Pegawai Provinsi dan Kabupaten/Kota; b. Pencari kerja dan pengawas tenaga kerja;

c. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi dan Kabupaten/Kota; d. Unit Pelaksana Teknis;

e. Pengusaha dan asosiasi pengusaha.

3. Terwujudnya relasi yang harmonis dalam memberikan perlindungan hak asasi masyarakat transmigrasi dan para tenaga kerja.

Tujuan spesifik :

a. Meningkatkan hubungan yang harmonis antar Asosiasi, Federasi dan Serikat Pekerja sebagai mitra pemerintah dalam melaksanakan pembangunan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian;

b. Meningktakan perlindungan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian dalam memperoleh pelayanan sosial dasar.

Target sasaran :

a. Pengusaha dan Asosiasi Pengusaha; b. Asosiasi, Federasi dan Serikat Pekerja.

BAPPEDA

PROVINSI

(43)

3.3 Strategi dan Kebijakan Renstra SKPD 1. Strategi

Strategi biasanya lebih bersifat grand design (agenda), sebagai suatu cara atau pola yang dirancang untuk merespon isu strategis yang dihadapi, dan tau untuk mencapai visi, misi, tujuan, dan sasaran instansi. Dengan kata lain, strategi merupakan suatu cara atau pola untuk mewujudkan tujuan atas misi yang ditetapkan.

Arah Pembangunan di bidang ketenagakerjaan, ketransmigrasian dan dalam rencana strategi (Renstra) tahun 2012-2017, didukung oleh strategi pelaksanaan, yang meliputi upaya :

1. Penciptaan lapangan kerja di dalam dan di luar negeri melalui pengembangan informasi pasar kerja, penyuluhan bimbingan jabatan, pengembangan wirausaha mandiri bagi angkatan kerja muda dan pengembangan padat karya produktif ;

2. Revitalisasi dan renovasi sarana prasarana dan peningkatan kualitas SDM dan kuantitas instruktur UPT. Balai Latihan Kerja serta pendayagunaan Lembaga Pelatihan Swasta untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja berbasis kompetensi ; dan bertaraf internasional.

3. Mengembangkan hubungan industrial yang harmonis dan perbaikan syarat kerja ;

4. Peningkatan kualitas dan kuantitas petugas pengawas

ketenagakerjaan untuk peningkatan perlindungan, kesehatan dan

BAPPEDA

PROVINSI

(44)

keselamatan kerja serta perlindungan terhadap pekerja anak serta petugas fungsional ketenagakerjaan lainnya ;

5. Memperkuat jejaring kerjasama antara pemerintah pusat, propinsi dan kab/kota dalam penyusunan perencanaan tenaga kerja dan pelaksanaan standar pelayanan minimal di bidang ketenagakerjaan; 6. Mendorong pelaksanaan Transmigrasi Swakarsa Mandiri (TSM) dan

Transmigrasi Swakarsa Berbantuan (TSB) pada wilayah strategis dan cepat tumbuh.

2. Kebijakan

Kebijakan pada dasarnya merupakan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten untuk dijadikan pedoman, pegangan atau petunjuk dalam pengembangan ataupun pelaksanaan program dan kegiatan guna tercapainya kelancaran dan keterpaduan dalam perwujudan sasaran, tujuan, serta visi dan misi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten.

1) Arah kebijakan dibidang perluasan lapangan kerja.

Sasaran perluasan lapangan kerja adalah meningkatnya jumlah lapangan kerja, baik fomal maupun informal, dipedesaan dan perkotaan terutama angkatan kerja bagi penduduk miskin korban PHK, baik laki– laki maupun perempuan yang terukur dalam : (a) menurunnya tingkat pengangguran terbuka, (b) menurunnya angka setengah penganggur, (c) meningkatnya kualitas dan produktivitas tenagakerja, (d). meningkatnya pengawasan dan perlindungan bagi tenaga kerja, serta keharmonisan dalam hubungan industrial.

2). Arah kebijakan bidang standar pelayanan minimal/prima.

Keterkaitan dengan layanan dasar dibidang ketenagakerjaan, telah ditetapkan standar pelayanan minimal melalui Peraturan Mentri

BAPPEDA

PROVINSI

(45)

Tenaga Kerja dan Taransmigrasi Nomor 15 Tahun 2010 tentang standart pelayananan Minimal Bidang Ketenagakerjaan, pelayanan dasar dibidang ketenagakerjaan ini harus disesuaikan dengan kebutuhan, prioritas dan kemampuan keuangan nasional dan daerah. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transimigrasi telah mengeluarkan 5 (lima) jenis pelayanan dan 8 (delapan) indikator untuk pelayanan dasar ketenagakerjaan, yang meliputi:

(a). Pelayanan Pelatihan Kerja, lingkup indikator pelayanan minimalnya adalah :

(1). Besaran tenaga kerja yang mendapatkan Pelatihan berbasis kompetensi;

(2). Besaran tenaga kerja yang mendapatkan pelatihan berbasis masyarakat.

(3). Besaran tenaga kerja yang mendapatkan pelatihan kewirausahaan.

(b). Pelayanan Penempatan Tanaga Kerja, lingkup indikator layanan minimal adalah : Besaran Penempatan Tanaga Kerja yang ditempatkan.

(c). Pelayanan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, lingkup indikator layanan minimal adalah : Besaran Kasus yang diselesaikan dengan Perjanjian Bersama (PB).

(d). Pelayanan Kepesertaan Jamsostek, lingkup indikator minimal adalah : Besaran Pekerja/Buruh yang menjadi peserta program Jamsostek. (e). Pelayanan Pengewasan Ketenagakerjaan, lingkup indikator layanan

minimal adalah :

(1). Besaran Pemeriksaan Perusahaan;

(2). Besaran Pengujian Peralatan di Perusahaan

(f). Urusan Pilihan Bidang Pengerahan dan Penempatan Transmigrasi, lingkup indikator layanan minimal adalah :

BAPPEDA

PROVINSI

(46)

(1). Layanan informasi peluang berusaha di kawasan LPT dan WPT serta pada wilayah PWSCT termasuk di kawasan Kota Terpadu Mandiri,

(2). Pemberian Fasilitasi Perpindahan serta Penempatan

Transmigran,

(3). Pembinaan pasca penempatan dan Pelatihan calon transmigran sesuai dengan tingkat kopetensi yang dibutuhkan / dikembangkan.

Kebijakan tersebut diwujudkan dalam :

1. Terwujudnya penempatan tenaga kerja di dalam dan ke luar negeri ; 2. Terwujudnya perluasan jejaring informasi pasar kerja di berbagai

media;

3. Terwujudnya pengembangan kesempatan kerja usaha mandiri dan padat karya produktif ;

4. Terwujudnya tenaga kerja yang memiliki kompetensi untuk mengisi kesempatan kerja dalam dan luar negeri ;

5. Terwujudnya hubungan industrial yang harmonis dan perbaikan syarat kerja ;

6. Terwujudnya peningkatan perlindungan hak-hak dasar pekerja/buruh dan khususnya bagi pekerja perempuan dan anak ;

7. Terwujudnya peningkatan kerjasama fungsional dalam penyediaan informasi dan perencanaan tenaga kerja di daerah ;

8. Terwujudnya pengembangan kemampuan SDM aparatur dan Tenaga Fungsional ketenagakerjaan di Propinsi dan Kab / Kota ;

9. Terwujudnya peningkatan sarana dan prasarana pelayanan ketenagakerjaan pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) BLKI;

10. Terwujudnya fasilitasi pelayanan perpindahan dan penempatan transmigran dilokasi WPT dan LPT ;

BAPPEDA

PROVINSI

(47)

11. Terwujudnya kemandirian dan integrasi masyarakat transmigran dengan sekitarnya melalui tahap penyesuaian, pemantapan dan pengembangan transmigran di daerah asal dan daerah tujuan.

3.4 Program dan Indikasi Kegiatan

Program adalah instrument kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten sebagai wujud implementasi dari strategi dan kebijakan untuk mencapai tujuan dan sasaran. Sedangkan indikasi kegiatan adalah bagian dari program dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumberdaya, baik yang berupa personil (SDM), barang modal termasuk peralatan dan teknologi, dana atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumberdaya tersebut sebagai masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa.

Berdasarkan kebijakan yang ditetapkan maka program-program yang akan dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten dalam kurun waktu 2012-2017 adalah sebagai berikut :

a. Bidang Ketenagakerjaan.

Fokus arah kebijakan pembangunan ketenagakerjaan diimplementasikan dalam bentuk program prioritas utama, meliputi :

1) Program Pengembangan Kelembagaan, Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja.

Program ini bertujuan untuk perbaikan syarat kerja dan sistim pengupahan, pemberdayaan lembaga hubungan industrial serta fasilitasi penyelesaian perselisihan dan pembinaan hubungan industrial serta peningkatan profesionalisme tenaga pengawas ketenagakerjaan, perlindungan tenaga kerja perempuan, tenaga kerja anak, pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

BAPPEDA

PROVINSI

(48)

di Implemantasikan dalam kegiatan :

1) Peningkatan Pengawasan Norma Ketenagakerjaan;

2) Peningkatan Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesejahteraan Kerja (K3);

3) Peningkatan Pengawasan dan Perlindungan Tenaga Kerja Perempuan dan Anak;

4) Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Tenaga Kerja;

5) Fasilitasi Penempatan UMP;

6) Peningkatan Pemasyarakatan Hubungan Industrial dan Syarat Kerja.

2). Program Produktivitas, Perluasan Kesempatan Kerja dan Berusaha

Program ini bertujuan untuk menciptakan perluasan kesempatan kerja baik sektor formal maupun sektor informal secara remunerative, produktif, layak dan sejahtera baik dalam maupun di luar negeri serta mendorong peningkatan pelayanan penempatan formal untuk kebutuhan pasar kerja di dalam dan luar negeri. di implemantasikan dalam kegiatan :

1). Pelatihan Produktivitas dan Peningkatan Keterampilan Pencari Kerja dan Tanaga Daerah;

2). Pelatihan Pemagangan Dalam dan Luar Negeri;; 3). Penyebarluasan Informasi Bursa Tenaga Kerja; 4). Pelayanan Penemapatan dan Perlindungan TKI;

4). Pengambangan Kelembagaan Produktivitas dan Pelatihan Kewirausahaan.

3). Program Peningkatan Keterampilan Tenaga Kerja

BAPPEDA

PROVINSI

(49)

Program ini bertujuan untuk mendorong pembentukan tenaga kerja yang memiliki karakter, mampu dalam mengantisipasi perubahan teknologi dan persyaratan kerja serta untuk mengisi lapangan kerja didalam maupun luar negeri melalui peningkatan kualitas SDM dan optimalisasi penyelenggaraan pelatihan di UPT-BLKI yang akan ditingkatkan dan bertaraf internasional.

di implementasikan dalam kegiatan :

1). Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Bagi Pencari Kerja BLKI Provinsi Banten;

2). Sosialisasi BLKI, Penyusunan Kurikulum dan Penempatan Hasil Lulusan BLKI Provinsi Banten;

4). Program Peningkatan Kualitas Tata Kelola Pemerintah Daerah.

Merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas SDM aparatur dalam rangka peningkatan pelayanan publik dengan bentuk kegiatan yang dilakukan, antara lain berupa kegiatan peningkatan pelayanan oleh pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Dinas dan UPT BLKI maupun pelaksana pelayanan kepada masyarakat berupa kegiatan administrasi keuangan, kepegawaian, umum dan perencanaan penyusunan program.

di implementasikan dalam kegiatan :

1). Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan Disnakertrans Provinsi Banten;

2). Penyusunan Lapoaran Kinerja Keuangan dan Aset SKPD.

BAPPEDA

PROVINSI

(50)

5). Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Perkantoran dan Kapasitas Aparatur.

Merupakan upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat dengan menyediakan sarana dan prasarana gedung, peralatan kantor dan sarana pendukung lainnya untuk kelancaran dan kenyamanan.

di implementasikan dalam kegiatan :

1). Penyediaan Barang dan Jasa Perkantoran; 2). Pengadaan Sarana dan Prasana Kantor; 3). Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor; 4). Penyediaan Barangdan Jasa Perkantoran BLKI;

5). Pengadaan Sarana dan Prasarana Aparatur pada BLKI; 6). Pemeliharaan Sarana dan Prasarana BLKI.

6). Penyediaan Data Pembangunan Daerah

Merupakan upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka penyediaan data dan informasi ketenagakerjaan dan ketransmigrasian (Bank Data SKPD) untuk kelancaran dan kemudahan masyarakat dalam memperoleh informasi.

di implementasikan dalam kegiatan :

1). Penyusunan Data dan Informasi Pembangunan.

b. Bidang Ketransmigrasian.

1). Program Penyiapan, Pengarahan dan Pembinaan Transmigrasi.

BAPPEDA

PROVINSI

(51)

(a). Program ini bertujuan untuk mendapatkan animo calon transmigran yang memiliki kemampuan, pengetahuan dan ketrampilan yang sesuai dengan kebutuhan dan keahlian yang dibutuhkan guna pengembangan dan pelaksanaan kegiatan didaerah penempatan.

(b). Program ini bertujuan untuk menjembatani kepentingan

daerah asal (pengirim) maupun daerah tujuan (penerima) yang tertuang dalam perjanjian formal (MoU). Kerja sama ini sangat bermanfaat sebagai sarana saling berbagi pengalaman (sharing of experiences), manfaat (sharing of benefits) dan saling memikul tanggung jawab pembiayaan pembangunan (sharing of burdens) terutama untuk pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana yang menuntut skala economi tertentu agar efisien untuk masing-masing daerah.

Di implemantasikan dalam kegiatan :

1). Pengerahan dan Fasilitasi Perpindahan serta Penempatan Transmigrasi;

2). Fasilitasi Perpindahaan Transmigrasi;

3). Pembinaan Pasca Penempatan Transmigrasi.

BAPPEDA

PROVINSI

(52)

4.1 Alokasi dan Realisasi Belanja

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten pada tahun 2013 memperoleh alokasi APBD sebesar Rp. 21,991,000,000 yang terbagi atas Belanja Langsung sebesar Rp. 13,870,000,000 (63,07%) dan Belanja Tidak Langsung sebesar Rp.8,121,000,000 (36,93%).

1. Struktur APBD Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi TA.2013

Dalam pelaksanaan tugas pembangunan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian di tahun 2013, struktur anggaran APBD Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten TA. 2013 dialokasikan pada 7 program yaitu program Peningkatan Sarana, Prasarana Perkantoran dan Kapasitas Aparatur, Penyediaan Data Pembangunan Daerah, Peningkatan Kualitas Tata Kelola Pemerintahan Daerah, Pengembangan Kelembagaan Hubungan industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja, Peningkatan Produktivitas, Perluasan Kesempatan Kerja dan Berusaha, Peningkatan Keterampilan Tenaga Kerja dan Peningkatan Perluasan Kesempatan Kerja dan Berusaha. Alokasi atau struktur anggaran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi banten dapat dilihat pada tabel berikut.

BAB IV

EVALUASI PROGRAM DAN KEGIATAN

BAPPEDA

PROVINSI

(53)

Struktur Anggaran APBD TA. 2013 Berdasarkan Program/Kegiatan

NO PROGRAM PAGU ANGGARAN PERSENTASE

(%)

1 PENINGKATAN SARANA,

PRASARANA PERKANTORAN DAN KAPASITAS APAATUR

3,695,000,000 26,64%

2 PENYEDIAAN DATA

PEMBANGUNAN DAERAH 146,000,000 1,05%

3 PENINGKATAN KUALITAS TATA

KELOLA PEMERINTAHAN DAERAH 720,000,000 5,19% 4 PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN, HUBUNGAN INDUSTRIAL DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA 2,803,900,000 20,22% 5 PENINGKATAN PRODUKTIVITAS, PERLUASAN KESEMPATAN KERJA DAN BERUSAHA

3,968,000,000 28,61%

6 PENINGKATAN KETERAMPILAN

TENAGA KERJA 1,300,000,000 9,37%

7 PENINGKATAN PERLUASAN

KESEMPATAN KERJA DAN BERUSAHA

1,237,100,000 8,92%

TOTAL 13,870,000,000 100%

Berdasarkan rasionalitas percepatan pembangunan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian, maka Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengalokasikan anggaran dengan persentase terbesar pada Program Peningkatan Produktivitas, Perluasan Kesempatan Kerja dan Berusaha sebesar 28,61% atau Rp. 3,968,000,000. Sedangkan alokasi anggaran terkecil pada Program Data Pembangunan Daerah sebesar 1,05 % atau Rp.146,000,000.

2. Realisasi Keuangan APBD TA. 2013

Salah satu instrumen untuk mengukur kinerja sebuah intansi dalam pelaksanaan tugas pembangunan yang tertuang dalam rencana kerja tahunan program dan kegiatan APBD TA.2013 dapat melalui realisasi fisik keuangan dari anggaran yang telah disusun. Berikut tabel realisasi

BAPPEDA

PROVINSI

(54)

fisik keuangan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten APBD TA. 2013

Realisasi Keuangan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten

APBD TA. 2013

NO Nama Kegiatan & Tolok Ukur Pagu Anggaran (Rp)

Realisasi Keuangan Rp % 1 2 3 4 5

1 Belanja Tidak Langsung 8,121,000,000 8,005,547,320 98.51 1. Gaji dan Tunjangan 5,066,200,000 5,013,913,242 98.97

2. Tambahan Pengahsilan PNS 3,054,800,000 2,986,150,000 97.75

PENINGKATAN SARANA, PRASARANA PERKANTORAN DAN KAPASITAS APARATUR

2 Pengadaan Sarana dan Prasarana Kantor 420,374,000 409,648,000 97.45

1. Tersedianya Pengadaan Sarana dan Prasarana Aparatur 420,374,000 409,648,000 97.45

3 Penyediaan Barang dan Jasa Perkantoran 705,598,000 666,349,361 94.44

1. Bahan Pakai habis 239,071,000 238,322,750 99.69 2 Cetak dan Penggandaan Dokumen 63,190,000 62,690,000 99.21 3. Makanan dan Minuman Kegiatan 66,000,000 66,000,000 100.00 4. Sarana Olah Raga 7,200,000 7,200,000 100.00 5. Koordinasi dan Konsultasi di Dalam daerah 82,700,000 61,932,011 74.89 6. Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah 126,932,900 110,406,600 86.98 7. Penilaian Aset BLKI 73,373,000 73,373,000 100.00 8. Fasiltasi Banten EXPO 203 35,125,000 34,425,000 98.01 9. Jasa kebersihan 12,006,100 12,000,000 99.95

4 Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana dan Prasarana Aparatur Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi

1,034,300,000 1,013,437,659 97.98

1. Jasa dan Pelayanan Perkantoran 863,640,000 842,987,659 97.61 2. Pemeliharaan Bangunan Gedung, Peralatan Kantor dan

Komputer

25,160,000 24,950,000 99.17

3. Perawatan Kendaraan Bermotor 145,500,000 145,500,000 100.00

5 Peningkatan Kapasitas Aparatur 195,728,000 193,403,000 98.81

BAPPEDA

PROVINSI

(55)

1. Pembinaan Disiplin Pegawai 192,613,000 190,288,000 98.79 2. Fasilitasi Kenaikan Pangkat dan Pemutakhran Data Pegawai

Disnakertrans 3,115,000 3,115,000 100.00

6 Pengadaan Sarana dan Prasarana Kantor Balai Latihan Kerja Industri

306,000,000 295,197,500 96.47

1. Pengadaan Sarana dan Prasarana kantor BLKI 47,700,000 46,400,000 97.27 2. Pengadaan Software Sistem Manajemen Kearsipan 38,300,000 37,412,500 97.68 3. Pengadaan Kendaraan Dinas Roda Empat 220,000,000 211,385,000 96.08

7 Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor Balai Latihan Kerja

Industri 450,000,000 395,480,000 87.88

1. Terlaksananya Renovasi Gedung A Tahap 2 450,000,000 395,480,000 87.88

8 Penyediaan Barang dan Jasa Perkantoran Balai Latihan Kerja Industri

583,000,000 582,497,372 99.91

1. Jasa Administrasi Perkantoran 198,000,000 197,574,650 99.79 2. Jasa Kebersihan Kantor 67,000,000 67,000,000 100.00 3. Jasa Keamanan Kantor (Satpam) 99,000,000 99,000,000 100.00 4. Jasa Komunikasi/Telepon/Jasa web Site/Internet 17,400,000 17,358,322 99.76 5. Fasilitas Penerangan Listrik 96,000,000 95,964,400 99.96 6. Terlaksananya Koordinasi 105,600,000 105,600,000 100.00

PENYEDIAAN DATA PEMBANGUNAN DAERAH

9 Penyediaan Data dan Informasi Pembangunan Daerah 146,000,000 145,982,000 99.99 1. Rapat Koordinasi Persiapan Penyusunan dan Pemutakhiran

DataPembangunan SKPD 17,044,000 17,044,000 100.00

2. Penyusunan dan Pemutakhiran Data Pembangunan SKPD

Bidang Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian 89,048,000 89,048,000 100.00 3. Desiminasi Hasil Penyusunan Data Pembangunan SKPD Bidang

Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian 36,808,000 36,790,000 99.95 4. Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah 3,100,000 3,100,000 100.00

PENINGKATAN KUALITAS TATA KELOLA PEMERINTAHAN DAERAH

10 Penyusunan Laporan Kinerja Keuangan dan Neraca Aset 70,000,000 69,810,000 99.73

1. Terlaksananya Pelayanan Administrasi Keuangan SKPD 43,421,100 43,231,100 99.56 2. Terlaksananya Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan (TLHP) 8,649,300 8,649,300 100.00 3. Tersusunnya Dokumen Laporan Keuangan SKPD Triwulan I 4,405,100 4,405,100 100.00

4. Tersusunnya Dokumen Laporan Keuangan Triwulan III 4,314,400 4,314,400 100.00 5. Tersusunnya Dokumen Laporan Keuangan Semester I 4,555,100 4,555,100 100.00 6. Tersusunnya Dokumen Laporan Keuangan Semester II 4,655,000 4,655,000 100.00

11 Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan 650,000,000 648,091,000 99.71

1. Terselenggaranya Rapat koordinasi Pimpinan Disnakertrans

Kab/Kota se-Provinsi Banten Tahun 2013 162,808,000 161,399,000 99.13

BAPPEDA

PROVINSI

(56)

2. Tersusunnya Renja Disnakertrans Tahun 2014 86,656,000 86,656,000 100.00 3. Tersusunnya Perencanaan Tenaga Kerja (PTK) Disnakertrans

Tahun 2013-2017 175,170,000 175,170,000 100.00

4. Tersusunnya LKPJ SKPD Disnakertrans Provinsi Banten tahun

2013 9,738,000 9,738,000 100.00

5. Tersusunnya LAKIP Disnakertrans Provinsi Banten 2013 9,888,000 9,888,000 100.00 6. Tersusunnya Laporan Triwulan Disnakertrans APBD tahun 2013

ke Biro Adpem 13,768,000 13,768,000 100.00 7. Tersusunnya Laporan Triwulan Disnakertrans APBD tahun 2013

ke Bappeda 11,388,500 11,388,500 100.00

8.

Tersusunnya RKA dan DPA Disnakertrans Tahun 2014 9,157,500 9,157,500 100.00

9. Tersusunnya RKA dan DPA Perubahan Disnakertrans Tahun 2013

9,557,500 9,557,500 100.00

10. Terlaksananya Rapat Evaluasi Program dan Kegiatan

Disnakertrans Provinsi Banten tahun 2013 65,195,500 64,695,500 99.23

11. Terlaksananya Pengembangan Kapasitas Perencanaan

Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian 55,373,000 55,373,000 100.00

12. Terlaksananya Koordinasi dan Konsultasi Perencanaan Tenaga

Kerja dan Transmigrasi Tahun 2013 41,300,000 41,300,000 100.00

PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN, HUBUNGAN INDUSTRIAL DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA

12 Peningkatan Pengawasan Norma Ketenagakerjaan 915,000,000 908,739,500 99.32 1. Terlaksaanya Pembinaan dan Pemerksaan Pengawasan Norma

Ketenagakerjaan 46,669,500 46,669,500 100.00

2. Terselenggaranya rakornis Pengawas Ketenagakerjaan

Se-Provinsi Banten 144,782,500 144,782,500 100.00

3. Terselenggaranya Sosialisasi Norma-Norma Ketenagakerjaan ke Pimpinan Perusahaan Se-Provinsi Banten

124,698,000 124,698,000 100.00

4. Terselenggaranya Sosialisasi Pengawasan Tenaga Kerja Asing

Kepada Pimpinan Perusahaan Se-Provinsi Banten 132,190,000 131,243,000 99.28

5. Terselenggaranya Cepat tepat Norma Ketenagakerjaan

Se-Provinsi Banten 280,713,500 277,961,500 99.02

6. Terselenggaranya Pelaksanaan Pengawasan Tunjangan Hari raya

(THR) 31,012,000 29,750,500 95.93

7. Terselenggaranya pendataan Perusahaan Wajib Lapor

Ketenagakerjaan 12,200,000 12,200,000 100.00

8. Terselenggaranya Sosialisasi Pengawasan Tenaga Kerja

Outsoursing Se-Provinsi Banten 107,723,500 107,723,500 100.00

9. Terselenggaranya Pelaksanaan Pengawasan Tenaga Kerja

Outsoursing Se-Provinsi Banten 35,011,000 33,711,000 99.02

13 Peningkatan Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja

(K-3) 185,400,000 177,974,925 95.93

1. Terselenggaranya Bulan K3 Tahun 2013 32,924,550 32,699,550 100.00 2. Sosialisasi PP No.50 Tahun 2012 tentang SMK3 71,417,500 70,850,500 100.00 3. Penilaian Zero Accident untuk Penghargaan tahun 2014 29,145,500 23,092,925 96.29

BAPPEDA

PROVINSI

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan fa ktor peke rjaan yang berka itan dengan resiko depresi pada lanjut usia di Posyandu Lanjut Usia Mojo Su rabaya didapatkan bahwa lanjut usia yang bekerja

Pengaruh perubahan berat pada spesimen yang terbesar adalah pada waktu paling lama ( 4 bulan ) dan dekat pantai. Dari data pada tabel tersebut spesimen mengalami penurunan

Surat kuasa KPA/pemimpin BLU kepada Kuasa BUN Pusat dan Kuasa BUN di Daerah untuk memperoleh informasi dan kewenangan terkait Rekening yang dibuka pada Bank

Penelitian ini diharapkan untuk menerapkan teori yang telah didapat dari perkuliahan dan untuk menambah pengetahuan mengenai pengaruh kesadaran merek, persepsi kualitas dan

Tulisan ini merupakan skripsi dengan judul “ Pengaruh Suhu Vulkanisasi Dan Komposisi Bentonite Clay Yang Dimodifikasi Dengan Alkanolamida Dari Bahan Baku RBDPKO

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa USU terhadap pola individual self-paced e-learning online adalah 179 orang (44,75%) termasuk ke dalam kategori positif,

Pada penelitian ini, penulis mencoba membangun suatu sistem pendukung keputusan yang dapat digunakan untuk menentukan kadar prosentase lemak tubuh seseorang dengan memasukkan

Puji syukur alhamdulillah saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan taufiq dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaiakan Tesis dengan judul