KUMPULAN ABSTRAK JURNAL
KOLEKSI E-DEPOSIT PERPUSTAKAAN
NASIONAL
TEMA KOMPUTER 2020
Penyusun : Rizki Bustomi
Penyunting: Ita Rosita
STRATEGI PEMBELAJARAN TIK OLEH E-KOMUNITAS TERHADAP PELAKUINDUSTRI KREATIF DI YOGYAKARTA
Noor Indra Ardianto
ABSTRAK
Seiring pesatnya penyebaran Internet di Indonesia, marak bermuculan komunitas- komunitas di dunia maya. Hal ini merupakan bentuk aktualisasi dari masyarakat sebagai salah satu bentuk pemanfaatan internet. Penggunaan TIK mau tidak mau juga membentuk suatu komunitas tersendiri dikalangan industri kreatif, di sini kita dapat kita lihat e-komunitas mulai berperan. Akan tetapi perkembangan pemanfaatan TIK belum diikuti oleh pembelajaran yang baik mengenai TIK itu sendiri, oleh karena itu perlu kiranya strategi pembelajaran TIK agar edukasi yang dilakukan kepada masyarakat khususnya pelaku industri kreatif menjadi lebih sistematis, efektif dan efisien. Sehingga tujuan pembelajaran yang maksudkan dapat dicapai dan informasi baru yang diberikan dari e-komunitas tersebut dapat diserap dengan baik oleh pelaku industri kreatif.
Kata kunci : e-komunitas, industri kreatif, instruksional
Nama Jurnal : Masyarakat Telematika dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi
Volume : Vol .3, No. 1 (2012)
Doi/Id.PDF : https://mti.kominfo.go.id/index.php/mti/article/view/36
AUDIT KEAMANAN INFORMASI : STUDI KASUS PT. XYZ
Reza Zulfikar Ruslam, Budi Yuwono, Ivano Aviandi, Nur Indrawati
ABSTRAK
PT. XYZ adalah penyedia layanan pengelolaan dokumen tagihan, bekerja sama dengan bank-bank lokal / asing. Dokumen tagihan berkaitan dengan informasi pelanggan bank, sehingga keamanan informasi perlu diatur untuk memberikan layanan yang memenuhi kriteria keamanan informasi. Hasil audit keamanan informasi menunjukkan keamanan informasi PT. XYZ lemah, kurang terpantau dan dievaluasi. Penelitian ini berfokus pada audit keamanan informasi sesuai dengan ISO 27001 untuk memberikan kebijakan dan prosedur keamanan informasi yang komprehensif. Metodologi yang digunakan adalah penilaian, analisis risiko dan dampak, pemilihan kontrol-kontrol serta rekomendasi kebijakan dan prosedur.
Hasil audit menunjukkan adanya kesenjangan antara kebijakan dan prosedur yang berlaku di PT XYZ dengan ISO 27001.
Kata kunci : audit keamanan informasi, ISO 27001, PT XYZ
Nama Jurnal : Masyarakat Telematika dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi
Volume : Vol. 4, No. 2 (2013)
Doi/Id.PDF : https://mti.kominfo.go.id/index.php/mti/article/view/564
FRAMING PEMBERITAAN JATUHNYA PESAWAT HERCULES TNI AU A1310PADA MEDIA ONLINE THE JAKARTA POST EDISI JUNI-
JULI 2015
Ari Cahyo Nugroho
ABSTRAK
Jatuhnya pesawat Hercules TNI AU dengan nomor penerbangan A1310 marak diberitakan di berbagai media. Media online The Jakarta Post sebagai salah satu koran berbahasa Inggris versi digital terbesar di Indonesia, hingga kini telah diakses oleh 4,7 juta penggunanya. Dalam tulisan ini, analisis framing yang dilakukan dititikberatkan pada pemberitaan mengenai jatuhnya pesawat Hercules TNI AU A1310 pada Media Online The Jakarta Post Edisi Juni - Juli 2015 dengan Framing model Robert N. Entman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tampak seluruh berita yang ditulis oleh The Jakarta Post mengacu pada 4 (empat) hal yakni seleksi isu, penonjolan aspek tertentu dari isu, pendefinisian masalah, memperkirakan masalah atau sumber masalah, serta membuat keputusan moral. Dalam seleksi isu terlihat bahwa The Jakarta Post lebih memilih pemberitaan yang menyangkut aspek manusiawi pembaca, di mana mempertanyakan kepada narasumber mengenai perasaan narasumber terhadap kejadian jatuhnya pesawat ini. The Jakarta Post tidak menelusuri lebih lanjut ketika terdapat sebuah ‘konspirasi penjualan kursi Hercules’ yang notabene dilarang, karena TNI AU merupakan simbol pemerintah yang tidak mencari keuntungan. Dalam penonjolan aspek tertentu dari isu, tampak Jakarta Post sebagian besar memperoleh narasumber dari kalangan TNI (AU). Mengenai pendefinisian masalah tampak mengerucut pada adanya permasalahan teknis pesawat (tuanya armada pesawat yang digunakan). Dalam hal memperkirakan masalah atau sumber masalah tampak, Jakarta Post tidak menuliskan secara lebih mendalam. Jakarta Post hanya menuliskan dari sisi permukaannya saja. Terakhir mengenai membuat keputusan moral, The Jakarta Post tidak memperlihatkan adanya tulisan membuat keputusan moral dalam pemberitaannya.
Kata kunci : framing, pemberitaan, media online
Nama Jurnal : Masyarakat Telematika dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi
Volume : Vol. 6, No. 1 (2015)
Doi/Id.PDF : https://mti.kominfo.g o.id/index.php/mti/article/view/73
PENERAPAN SELF DIRECTED E-LEARNING PADA KETERAMPILAN MENYIMAK
Nofvia De Vega, Arifin Arifin
ABSTRAK
Self directed e-learning yaitu e-learning yang dirancang untuk memungkinkan pemelajar belajar secara mandiri, dengan tujuan untuk menyampaikan pembelajaran bagi para pemelajar mandiri. Penelitian ini dilakukan pada penerapan menggunakan Self directed e-learning dan tatap muka langsung didalam kelas, penelitian ini juga dilakukan selama satu semester pada 67 mahasiswa dengan menggunakan topik yang sama namun dengan metode pembelajaran yang berbeda. Penelitian ini melakukan hasil tanggapan mahasiswa terhadap kedua metode pembelajaran yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan Self directed e-learning dapat meningkatkan keterampilan menyimak mahasiswa. Tahapan dalam penerapan metode ini dimulai dari persiapan bahan pembelajaran serta akun proses pembelajaran, pada tahap proses belajar, mahasiswa dapat melakukan pembelajaran mandiri dimanapun dan kapanpun serta langsung medapatkan hasil belajar yang telah dilakukan, dan evaluasi sebagai tahap monitoring dari instruktur kepada pembelajar sebagai tindak lanjut dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan.
Kata kunci : self directed e-learning, tatap muka, hasil belajar
Nama Jurnal : Masyarakat Telematika dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi
Volume : Vol. 7, No. 2 (2016)
Doi/Id.PDF : https://mti.kominfo.go.id/index.php/mti/article/view/85
USULAN PERENCANAAN SMART CITY : SMART GOVERNANCE PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MUKOMUKO
Annisah
ABSTRAK
Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu berkomitmen untuk menerapkan smart government sebagai bagian dari konsep smart city. Pentingnya layanan smart government dengan sistem open data bertujuan untuk mendorong pelayanan publik yang terintegrasi dan transparan. Penerapan sistem smart government, khususnya di Kabupaten Mukomuko masih terdapat kekurangan dalam bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan ketersediaan sarana dan prasana penunjang. Tujuan kajian ini adalah untuk menyusun konsep smart governance yang sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Mukomuko dan RPJPN (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional). Dalam perencanaan ini menggunakan gabungan framework TOGAF (The Open Group Architecture Framework ) dan COBIT 5 Capability model. Penelitian ini dilakukan pada fase implementation governance pada TOGAF dan area Governance pada COBIT 5. Hasil dari kajian ini adalah rekomendasi bagi Pemerintah Kabupaten Mukomoko dalam menerapkan smart government.
Kata kunci : smart city, smart government, COBIT 5, TOGAF
Nama Jurnal : Masyarakat Telematika dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi
Volume : Vol. 8, No. 1 (2017)
Doi/Id.PDF : https://mti.kominfo.go.id/index.php/mti/article/view/103
TANDATANGAN DIGITAL SEBAGAI SOLUSI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) HIJAU: SEBUAH KAJIAN LITERATUR (DIGITAL SIGNATURE AS GREEN INFORMATION AND
COMMUNICATION TECHNOLOGY (ICT) SOLUTION : A REVIEW PAPER)
Firda Zulivia Abraham, Paulus Insap Santosa, Wing Wahyu Winarno
ABSTRAK
Kehadiran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi sebuah solusi mengenai isu ramah lingkungan, salah satu konsep tentang TIK yang ramah lingkungan adalah Green Information and Communication Technology (Green ICT). Tanda Tangan Digital di Indonesia diatur dalam Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, yang berfungsi sebagai alat autentifikasi dan verifikasi. Dengan menerapkan Green ICT, diharapkan penggunaan media seperti kertas berlebih di lingkungan perkantoran akan semakin diminimalisir. Penelitian ini ditulis sebagai kajian dari sebuah sistem pendukung Green ICT, yaitu Tanda Tangan Digital (TTD). Dengan teori yang sudah ada diharapkan penerapan TTD dapat mengurangi penggunaan kertas di lingkungan perkantoran atau lebih memaksimalkan konsep e-Government.
Penggunaan TTD dengan metode PKCS#12 diharapkan dapat meningkatkan lagi pengurangan kertas, selain tidak memerlukan infrastruktur tersendiri, penggunaan dengan metode tersebut juga tidak membutuhkan biaya yang banyak
Kata kunci : TIK hijau, tanda tangan digital, PKCS#12, pemerintahan - elektronik
Nama Jurnal : Masyarakat Telematika dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi
Volume : Vol. 9, No. 2 (2018)
Doi/Id.PDF : https://mti.kominfo.go.id/index.php/mti/article/view/120
ANALISIS BERITA HOAKS DI ERA POST-TRUTH : SEBUAH REVIEW
Cosmas Eko Suharyanto
ABSTRAK
Studi ini bertujuan untuk memberikan analisis awal tentang bagaimana Indonesia di era post-truth menjadi ancaman dunia. Negara yang maju seperti Amerika dan Inggris bisa diporakporandakan oleh badai post-truth, hal ini menjadi alarm bagi bangsa Indonesia. Potensi ancaman tentu saja berbeda dan justru dilihat dari situasi sosial masyarakat Indonesia yang sangat beragam (suku, agama, bahasa, dan kebudayaan) potensi ancaman akan lebih berbahaya jika tidak ada mitigasi yang baik. Studi literatur peneliti gunakan untuk memberikan pendasaran analisis yang terjadi, untuk selanjutnya melakukan pendalaman berdasarkan situasi terkini melalui penggalian telaah informasi dari media yang kredibel. Pola penyebaran berita hoaks melalui media sosial yang diterima oleh masyarakat Indonesia dan hasil survei dari berbagai lembaga survei memberikan gambaran yang jelas bahwa Indonesia juga tak luput dari tsunami post-truth. Medium utama post-truth adalah media alternatif, dan post-truth mendapat hambatan jika literasi media dan pact- checking menjadi budaya komunikasi masyarakat. Upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah, Lembaga keagamaan, komunitas kepemudaan dan komunitas daring telah banyak membantu meminimalisir efek deksruktif era post- truth.
Kata kunci : hoaks, media sosial, paska-kebenaran, pesan instan
Nama Jurnal : Masyarakat Telematika dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi
Volume : Vol. 10, No. 2 (2019)
Doi/Id.PDF : https://mti.kominfo.go.id/index.php/mti/article/view/150
PEMANFAATAN MULTIPLY UNTUK PEMASARAN PRODUK IKM DI YOGYAKARTA
Dewi Hernikawati
ABSTRAK
Multiply adalah salah satu biog yang digunakan pengusaha untuk memasarkan produknya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi mendalam dan wawancara dengan informan (industri kecil dan menengah) di Yogyakarta.
Multiply memiliki kelebihan dibandingkan dengan media massa untuk biaya dan efisiensi. Multiply digunakan untuk fasilitas bisnis masih sangat terbatas, hanya untuk pengusaha muda yang kreatif dan inovatif dengan internet.
Kata kunci : multiply, internet, entrepreneurs
Nama Jurnal : Masyarakat Telematika dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi
Volume : Vol. 1, No. 2 (2010)
Doi/Id.PDF : https://mti.kominfo.go.id/index.php/mti/article/view/9
TEKNOLOGI INFORMASl DAN KOMUNIKASI (TIK) LEVERAGE MENUJUREFORMASI BIROKRASI JCT LEVERAGE TOWARDS
BUREAUCRACY REFORMATION
Suroto Adi
ABSTRAK
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah menciptakan peluang untuk mendukung perubahan dasar organisasi pokok dalam pemerintah, terutama di bidang proses bisnis dan layanan publik yang sekarang disebut sebagai reformasi birokrasi. Sebelumnya, teknologi informasi dan komunikasi yang didedikasikan untuk mendukung pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan, sekarang mungkin memiliki hubungan tertutup dengan efektivitas dan efisiensi proses bisnis pemerintah dan layanan publik juga. Saat ini, konsep ideal birokrasi yang dihadirkan oleh Max Weber masih diikuti oleh banyak organisasi. Sayangnya, itu membuat birokrasi tidak fleksibel dan karena itu tujuan pembangunan nasional tidak berhasil. Itu terjadi karena proses bisnis yang tidak efektif dan tidak efisien serta peristiwa bisnis. Karena perubahan lingkungan pemerintah dan kemajuan serta pemanfaatan ICT di dunia nyata, ada dua konsep, yaitu "pemerintahan yang baik" dan "pemerintah yang menciptakan kembali" memberikan arahan untuk diterapkan pada reformasi birokrasi di mana TIK berperan secara signifikan dan memanfaatkan reformasi birokrasi. Makalah ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek-aspek penting yang terkait dengan reformasi birokrasi dan bidang TIK mana yang akan berkontribusi untuk mendukung praktik birokrasi. Tinjauan atas beberapa hal yang relevan dengan saya dan penilaian terhadap beberapa kasus proses bisnis pemerintah dan layanan publik di Indonesia disajikan. Beberapa hasil awal dilaporkan kebutuhan penelitian masa depan dibahas. Ada beberapa pentingnya dampak positif ICT terhadap reformasi birokrasi kemudian menjadi
"daya ungkit", seperti peningkatan proses bisnis pemerintah, melayani secara tepat waktu dan tepat untuk pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, dan meningkatkan layanan publik juga. Reformasi birokrasi di Indonesia cenderung
mengikuti "konsep tata pemerintahan yang baik" dan menunjukkan TIK sebagai pengaruh.
Kata kunci : leverage, tata kelola yang baik, birokrasi
Nama Jurnal : Masyarakat Telematika dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi
Volume : Vol. 3, No. 1 (2012)
Doi/Id.PDF : https://mti.kominfo.go.id/index.php/mti/article/view/31
TAYANGAN KEKERASAN DI TELEVISI DAN TERPAANNYA PADA KHALAYAK MASYARAKAT
Dede Mahmudah
ABSTRAK
Sejak kehadirannya, televisi telah berkontribusi besar terhadap perkembangan media massa. Namun, sepertinya tidak ada hari tanpa kekerasan dalam program televisi di Indonesia. Berdasarkan berbagai penelitian yang telah dilakukan, teori terus berkembang, serta berbagai hipotesis yang diajukan oleh banyak ahli, jelas bahwa program televisi yang menghadirkan kekerasan dapat secara signifikan meningkatkan munculnya kekerasan dalam kehidupan nyata. Televisi yang diharapkan menjadi media yang efektif untuk mendapatkan berbagai informasi dan untuk mendapatkan pengetahuan bagi penonton, justru membuat orang terbiasa melihat paparan kekerasan. Orang-orang bahkan menganggap tindakan kekerasan sebagai hal biasa dan mulai ditiru. Akibatnya, merawat korban telah memudar, atau bahkan menghilang karena kekerasan dianggap sebagai hal yang normal untuk dilakukan. Oleh karena itu, penelitian mendalam terkait dampak kekerasan terhadap televisi masih diperlukan, untuk mendapatkan pola dan faktor yang dapat memicu kekerasan yang tergambar dalam acara televisi, serta menemukan cara terbaik untuk meningkatkan kejadian dan mengatasi kekerasan.
Kata kunci : televisi, program kekerasan, dampak terhadap audiens
Nama Jurnal : Masyarakat Telematika dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi
Volume : Vol 4, No 1 (2013)
Doi/Id.PDF : https://mti.kominfo.go.id/index.php/mti/article/view/50