• Tidak ada hasil yang ditemukan

manajemen keuangan resiko dan tingkat p

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "manajemen keuangan resiko dan tingkat p"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

MANAJEMEN KEUANGAN

DISUSUN

OLEH:

NAMA : AHMAD FAISAL HARAHAP

NIM : 12 230 0172

FAKULTAS : FAKULTAS EKONOMI & BISNIS (FEBI)

JURUSAN : EKONOMI SYARIAH ( 3)

DOSEN PEMBIMBING :

BUDI GAUTAMA SRG

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

PADANGSIDIMPUAN

(2)

MANAJEMEN KEUANGAN

- Ada 3 bidang keuangan yang utama :

1. Keuangan perusahaan ( Corporate finance)

Adalah bidang keuangan yang berhubungan dengan operasi suatu perusahaan dari sudut pandang perusahaan tersebut. Dapat dbagi menjadi 2 sisi :

a. Sisi aktiva : meliputi apa yang disebut dengan keputusan investasi (investment decision)

b. Sisi passiva : meliputi keputusan pendanaan ( financing decision) 2. Investasi

Adalah bidang keuangan yang juga berhubungan dengan keputusan pendanaan perusahaan, tetapi dilihat dari sudut pandang yang lain bukan dari pihak perusahaan tetapi dari pihak pembeli modal ( investor ). Ada 2 alternatif investasi bagi seorang investor :

a. Melalui pasar modal yaitu dengan membeli saham dan obligasi perusahaan

b. Melalui intermediary yaitu mendepositokan uang di bank. 3. Pasar keuangan dan perantara ( financial market and intermediaries)

Adalah pasar untuk aktiva keuangan seperti surat berharga terdiri atas : a. Pasar modal ialah sekuritas jangka panjang

b. Pasar uang ialah sekuritas jangka pendek.

- Mahasiswa manajemen perlu memahami dasar-dasar keuanagn karena

manajemen keuangan merupakan suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan menyimpan dana yang dimiliki suatu organisasi.

- 5 jenis aktivitas spesifik yang melibatkan orang-orang keuangan :

1. Perencanaan keuangan : membuat rencana pemasukan dan pengeluaran serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk period tertentu.

2. Pengelolaan keuangan : menggunakan dana perusahaa untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.

3. Penyimpanaan keuangan : mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dan mengamankan dana.

4. Pelaporan keuangan : penyediaan informasi tentang kodisi perusahaan sekaligus sebagai bahan evaluasi.

- Perbedaan utama dari perusahaan perorangan, persekutuan dan perseroan

(3)

Perusahaan persekutuan (cv & firma) : perusahaan yang dimiliki oleh 2 orang atau lebih dengan memberikan modal bersama untuk menjalankan kegiatan perusahaan.

Perusahaan perseroan : perusahaan dimiliki oleh sero-sero yang memberikan modal dan untung dibagi sesuai besarnya modal yang ia tanam.

- Nilai perusahaan lebih mungkin dimaksimalkan jika berbentuk perseroan

diakibatkan :

a. Tanggung jawab terbatas dari para pemegang saham terhadap utang-utan perusahaan.

b. Kelangsungan perusahaan sebagai badan hokum lebiih terjamin.

c. Memudahkan memindahkan hak milik dengan menjual saham kepada orang lai.

d. Manajemen dan spesialisnya memungkinkan pengelolaaan sumber-sumber modal untuk menggunakan secara efesien.

- gambar struktur organisasi bidang organisasi keuangan.

- Tujuan utama manajemen adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,

pengawasan.

- Biaya agen adalah konsep ekonomi yang mengenai biaya pemilik baik

organisasi, perorangan, atau sekelompok orang, ketika pemilik memilih atau menyewa agen untuk bertindak atas namanya.

- Tujuan manejer adalah memaksimalkan laba dengan melakukan

rencana-rencana yang tepat untuk memajukan perusahaan, disamping itu juga memperhatikan tanggung jawab social ataupun nama baik perusahaan.

(4)

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

- Laporan tahunan ( annual report) adalah laporan perkembangan yang

berhasil diraih organisasi dalam setahun. Data dan informasi yang akurat menjadi kunci penulisan laporan tahunan. Informasi yang terdapat pada laporan tahunan adalah laporan keuangan dan catatan atas laporan keuangan.

- Laporan tahunan merupakan hal yang penting bagi investor guna menilai

(5)

menanam investasi atau divestasi dari perusahaan.. menilai kondisi dan hasil usaha perusahaan. Menjadi dasar memprediksi kondisi perusahaan dimasa mendatang.

- 4 jenis lapoan keuangan :

1. Neraca : laporan yang berisi informasi keuangn peusahaan dalam setahun.

2. Laporan laba/rugi : laporan yang menginformasikan jumlah hasil biaya laba/rugi,perusahaan setahun.

3. Laporan laba ditahan : laporan yang memuat informasi seberapa besar perubahan laba ditahan awal periode sampai akhir periode yang ditahan dan tidak dibagi sebagai deviden.

4. Laporan arus kas : laporan yang mengikhtisarkan arus kas masuk dan arus kas keluar.

- Laporan laba – rugi adalah laporan yang menginformasikan jumlah hasil,

biaya , laba/rugi perusahaan dalam satu tahun. Didalamnya termuat pendapatan dan biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan dan lapotan ini merupakan hasil apakah perusahaan mendapat untung atau justru

mengalami kerugian.

- Bottom line adalah nama lain dari laba bersih perusahaan. Istilah ini bersal

dari fakta bahwa angka laba bersih terletak paling bawah dalam laporan laba rugi perusahaan, yang diperoleh setelah semua biaya dikurangi dari pendapatan dan tidak ada lagi yang tersisa dalam pengurangannya.

- Laporan laba ditahan adalah laporan yang memuat informasi seberapa

besar perubahan laba ditahan awal periode sampai akhir periode yang ditahan dan tidak dijadikan sebagai deviden. Tujuan menahan laba bukan untuk menumpuk kas dalam sebuah rekening bank, melainkan untuk investasi ekaspansi seperti perluasan bisnis, membeli peralatan, persediaan , maupun aktiva tetap.

- Arus kas operasi menampilkan seberapa besar uang kas yang diterima dan

dibayar perusahaan dari operasional bisnis utama perusahaan. Apabila arus kas operasional positif, maka perusahaan tidak membutuhkan bantuan utang untuk mendanai aktivitas operasional.

- Tarif pajak progresif adalah system perpajakan yang menetapkan

(6)

- Tarif pajak marjinal adalah tariff pajak yang dikenakan atas sisa

penghasilan kena pajak setelah dikenakan dengan tarif pajak sebelumnya, tariff pajak rata-rata rasio jumlah pajak yang dibayar terhadap jumlah penghasilan kena pajak. Tariff pajak rata-rata akan menjadi berbeda dengan tarif pajak statutory memiliki tariff yang bertingkat.

- Rasio lancar ( current ratio) adalah menunjukkan liquiditas perusahaan

yang diukur dengan membandingkan aktiva lancer terhadap hutang lancer. Persamaan : Rati lancer = aktiva lancar

Hutang lancer Contoh :

Aktiva lancar $2067 M Hutang lancar 990M Jwb : 2067 M = 2,09 kali 990 M

- Rasio acid test ( rasio cepat ) : menunjukkan liquiditas perusahaan, seperti

yang diukur dengan membandingkan aktiva lancar, kecuali persediaan terhadap aktiva lancarnya.

Rasio acid- test = aktiva lanvar – persediaan Kewajiban lancar

- Karakteristik aktiva liquid :

Asset yang diperdagangkan aktif, dapat dicairkan menjadi kas dengan cepat

(7)

Persediaan Days sales outstanding ; piutang

Hasil penjualan rata-rata

- Tiga rasio yang ddigunakan untuk mengukur seberapa besar perusahaan

menggunakan leverage keuangan : a. Long term debt to equity ratio b. Times inter earned ratio c. Tangible assets debt coverage

- Empat rasio yang menunjukkan pengaruh gabungan dari liquiditas,

manajemen aktiva, manajemen utang terhadap profitabilitas : a. Rasio liquiditas

b. Rasio manajemen aktiva c. Rasio manajemen hutang d. Rasio profitabilitas.

LINGKUNGAN KEUANGAN : PASAR, LEMBAGA KEUANGAN DAN SUKU BUNGA

- Pasar aktiva berwujud merupakan aktiva-aktiva yang sifatnya relatif relatif

permanen yang digunakan dalam kegiatan perusahaan yang normal istilah relatif permanent menunjukkan sifat dimana altiva yang bersangkutan dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif cukup lama. Pasar aktiva keuangan menyediakan suatu mekanisme penciptaan dan pertukaran aktiva keuangan.

- Spot market peserta yang bukan anggota area harus mengadakan transaksi

melalui brokers yang mewakili mereka dalam area. Future market peserta dapat mengadakan transaksi langsung, baik melalui broker maupun tidak.

- Pasar uang merupakan pertemuan dalam suatu pasar yang abstrak untuk

memperoleh demand dan supply dana jangjka pendek. Pasar modal merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.

- Pasar primer merupakan penawaran saham pertama kali dari emiten

kepada pemodal selama waktu yang ditetapkan oleh pihak penerbit sebelum saham tersebut belum diperdagangkan di pasar sekunder. Pasar sekunder (secondary market) merupakan pasar keuangan yang digunakan untuk memperdagangkan sekuritas yang telah diterbitkan dalam

(8)

- Private merupakan barang yang diperoleh melalui mekanisme pasar, dimana titik temu antara produsen dan konsumen adalah mekanisme harga. Public markets merupakan proses merencanakan dan mengevaluasi program yang mendorong pembelian dan kepuasan pelanggan melalui komunikasi informasi dan inpresi yang imperiabel.

- keuangan penting bagi kesehatan perekonomian Sebagai sarana bagi

pendanaan usaha atau sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat pemodal. Dana yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan lainnya. Menjadi sarana bagi masyarakat untuk

berinvestasi pada instrumen keuangan seperti saham, obligasi, reksadana dll. Dengan demikian, masyarakat dapat menempatkan dana yang

dimilikinya sesuai dengan karakteristik keuntungan dan resiko masing-masing instrumen.

- Derivatif adalah sebuah kontrak bilateral atau perjanjian penukaran

pembayaran yang nilainya diturunkan atau berasal dari produk yang menjadi “acuan pokok” disebut produk turunan” daripada

memperdagangkan atau menukarkan secara fisik suatu aset, pelaku pasar membuat suatu perjanjian untuk saling mempertukarkan uang atau suatu nilai disuatu di suatu masa yang akan datang dengan mengacu pada aset yang menjadi acuan pokok. Nilainya berubah akibat dari perubahan variabel yang mendasari seperti suku bunga, harga, nilai tukar dll.

- Tiga cara yang berbeda dalam transfer modal antara penabung dan

peminjam :

1. Pembiayaan langsung(direct finance): terjadi apabila penabung bertemu langsung dengan peminjam dan menukarkan dananya dengan aset

finansial tanpa ada bantuan dari pihak ketiga.

2. Pembiayaan semi langsung: transaksi pinjam-meminjam uang yang melibatkan perantara pedagang efek.

3. Pembayaan tidak langsung: dilakukan dengan bantuan lembaga intermediasi keuangan, yaitu; bank, perusahaan asuransi, dana pensiun, perusahaan pembiayaan, perusahaan efek, dan reksadana.

- Perbedaan antara bank komersial dan bank investasi : Bank komersial

(9)

pinjaman usaha dan produk investasi dasar. Bank investasi membantu perusahaan dan pemerintah serta lembaga-lembaga pemerintahan dalam menggalang perolehan dana dengan cara penerbitan dan penjualan efek di pasar modal.

- Fungsi dan jenis perantara keuangan utama:

Fungsinya: menyediakan jasa menyangkut penyimpanan nilai dan perluasan kredit. Menyimpan data-data dengan baik, baik data pegawai, nasabah, maupun jumlah tabungan dari nasabah dan mempermudah dalam pencarian data serta update data. Jenisnya: Intermediasi dedominasi, intermediasi maturitas, intermediasi risiko kredit.

- Perbedaan lembaga perbankan investasi dan perantara keuangan :

Lembaga perbankan investasi: bidang usaha yang dapat dilakukan oleh bank ataupun usaha yang telah membentuk modal baru bagi usaha baru atau pun usaha yang telah mapan bagi badan-badan pemerintah baik pusat maupun daerah.perantara keuangan: pihak seperti bank atau lembaga keuangan lain yang menerima dan dari penyedian dan menempatkan dana tersebut pada pengguna.

- Dua jenis pasar saham dan perbedaannya!

1. Pasar perdana: proses awal dimana sebuah perusahaan ingin melepas /menjual sahamnya kepada publik disebut dengan IPO (Initial Public Offering), tempat transaksi belinya langsung melalui sekuritas yang telah ditunjuk

2. Pasar sekunder: transaksi jual belinya dilaksanakan melalui Bursa Efek Indonesia. Melalui broker/sekuritas yang dipilih sendiri. Investor dapat melakukan transaksi perdagangan sahm di Bursa denagn cara melalui pasar reguler, pasar negosiasi, pasar tunai.

- Merupakan proses perdagangan sekuritas berubah akibat kegiatan pasar

(10)

- Harga yang harus dibayarkan untuk uang yang dipinjamkan itu dengan jumlah uang yang dipinjamkan atau harga yang diberikan dalam suatu barang jasa.

- Dalam suatu pekerjaan proyeksi konstruksi biaya merupakan salah satu

aspek penting yang perlu diperhatikan selai waktu, quality dan safety. Keempat aspek ini (waktu schedule, biaya/cost, mutu/quality dan safety) merupakan aspek penting yang sangat diperhatikan.

- Suku bunga itu digunakan sebagai pendanaan baru sebesar $400 juta. Ia

mempertimbangkan penerbitan obligasi 10 tahun. Yang mengalokasikan modal yang dipinjamkan oleh perusahaan, dalam suku bunga yang diperlukan dalam keperluan perusahaan tersebut.

- Terjadi dengan elearing likuilibrium suku itu adalah operasi pasar terbuka

dengan adanya mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah. Dan ekuilibrium suku itu terhadap barang dan jasa sebagai pendapatan nasional yang sebenarnya terjadi lebih kecil dari pendapatan nasional dalam marketing elearing, dan pasar modal terjadi menurun terhadap permintaan dan menurut bank sentral itu untuk mempengaruhi kegiatan ekonomi melalui pengawasan uang beredar atau suku bunga atau komunitas usaha tersebut.

- Proses resiko suku bunga : komisi pengawas persaingan usaha

menyarankan otoritas jasa keuangan untuk mengatur premi resiko suku bunga kredit usaha kecil, dan menengah.

1. Mengatur proses penetapan premi risiko oleh bank melalui sebuah metode yang terukur dan transparan mendapatkan keuntungan.

2. Mendorong hadirnya lembaga independen yang memiliki kewenangan mengeluarkan premi risiko.

3. Pengaturan terkait denagn proses transparansi dan perhitungan premi risiko diserahkan kepada OJK selaku otoritas pengawas perbankan Indonesia..

- Dua factor yang menyebabkan kurs tukar berfluktuasi

1. tingkat suku bunga jangka panjang 2. tingkat suku bunga jangka pendek

- Bank sentral merangsang ekonomi itu adalah memiliki kebijakan moneter

melalui instrumen suku bunga BI rate yang diharapkan mampu

(11)

suku bunga pinjaman mempengaruhi jumlah peredaran uang ditengah masyarakat. Sehingga kestabilan laju inflasi dapat terwujud. Sedangkan menurut ekonomi Islam hanya merupakan penyebab terjadinya

kesenjangan antara kuantitas uang dengan nilai barang dan jasa secara riil.

- Perubahan suku bunga adalah :

a. Jika suku bunga, maka publik akan membelanjakan dananya untuk membeli aset yang menguntungkan

b. Jika suku bunga turun, publik akan mengambil dananya di bank dan diinvestasikan untuk usaha

c. Jika suku bunga naik maka publik cenderung menyimpan uang di bank karea aman.

Yang mempengaruhi harga saham: Pada saat suku bunga mengalami kenaikan dan harga saham di pasar mengalami penurunan, maka investor cenderung memindahkan dananya dari saham ke deposito. Pada saat kondisi pasar saham sedang menghambat maka akan terjadi kebalikan dari hal di atas, dengan alasan keuntungan bermain saham lebih tinggi. Investor adalah mereka yang memiliki karakteristik penghindar resiko dan

(12)

RISIKO DAN TINGKAT PENGEMBALIAN (HASIL DAGANG)

A. Tingkat Pengembalian dalam Pasar Uang

Dalam pasar uang dimana saham dan obligasi dijual, para pengguna uang, seperti perusahaan yang melakukan investasi, harus bersaing satu sama lain untuk mencari modal. Untuk memperoleh pembiayaan atas proyek yang akan member keuntungan bagi pemegang saham perusahaan. Perusahaan harus menawarkan kepada investor tingkat pengembalian yang kompetitif dan alternative investasi terbaik berikutnya yang tersedia bagi investor. Tingkat pengembalian dan

alternative berikutnya dikenal sebagai biaya kesempatandana (opportunity cost of

funds).

B. Hubungan Antara risiko dan tingkat pengembalian.

Contoh dalam perusahaan Ibbotson Associates memberikan tingkat pengembalian tahunan yang didapat pada berbagai jenis investasi surat berharga yang berbeda sejak tahun 1926. Mereka meringkas diantaranya, pengembalian tahunan untuk lima porofolio surat berharga dari :

1) Saham biasa perusahaan kecil 2) Saham biasa perusahaan biasa 3) Obligasi jangka panjang perusahaan 4) Obligasi jangka panjang pemerintah AS.

5) Treasury bill.

Saham biasa perusahaan besar lebih berisiko dibanding dengan obligasi korporasi, saham perusahaan kecil menjadi lebih berisiko dibandng dengan portofolio saham perusahaan besar.

C. Pengaruh Inflasi Pada tingkat pengembalian da efek fisher.

Suku bunga riil adalah tingkat bunga nominal dikurangi tingkat inflasi yang diharapkan selama jatuh tempo surat- surat berharga berpenghasilan tetap. Ini menunjukkan peningkatan yang diharapkan dalam daya beli sesungguhnya dari investor.

(13)

investasi adala untuk menjaga investor dari kehilangan daya beli saat memiliki sebuah investasi.

Krf = K* + IRP + ( K* x IRP)

Krf : tingkat bunga nominal

K* : jumlah tingkat bunga riil

IRP : tingkat inflasi

D. Stuktur hubungan dari tingkat bunga

Hubungan antara tingkat pengembangan atas hutang surat berharga dan lamanya sampai jatuh tempo hutang tersebut. Contoh : jika obligasi jangka panjang pemerintah menawarka tingkat pengembalian yang lebih tinggi dibanding

treasure bill AS, maka kurva hasil merupakan garis miring yang menaik. Tetapi

jika treasure bill AS membayar suku bunga yang lebih tinggi disbanding obligasi –

obligasi jangka panjang, maka kurva hasil mirng kebawah. E. Pengembalian yang diharapkan

Dalam ketidak pastian dunia, jika tidak dapat membuat ramalan dengan sebuah kepastian. Jadi, bila harus berbicara dalam kaitannnya dengan peristiwa yangdiinginkan. Pengembalian yang diharapkan pada suatu investasi bisa dinyatakan dalam bentuk aritmatik atau rata- rata dari semua hasil yang mungkin dinilai oleh masing- masing kemungkinan yang akan terjadi.

F. Risiko

Risiko adalah pengembalian actual akan menyimpang dari expected

return . risiko, merupakan prospek dari suatu hasil yang baik dan mungkin terukur oleh standar deviasi. Standar deviasi merupakanukuran penyebaran atau disperse disekitar mean (rata-rata).

σ=√❑

i=t n

(K iK)P(K i)

σ = standar deviasi

n=¿ jumlah dari hasil yang mungkin atau tingkat pengembalian yang berbeda

pada investasi

Ki = nilai dari ke-i tingkat pengembalian yang mungkin

K = tingkat pengembalian yang dihaapkan

(14)

G. Risiko dan diversifikasi

Risiko perusahaan yang spesifik atau perusahaan unik (risikon dapat didiversivikasikan atau risiko tak sistematis) merupakan variasi dalam pengembalian investasi yang dapat dihilangkan melalui diversifikasi oleh investor. Risiko yang dapat didiversifikasikan ini merupakan hasil dari factor –faktor yang unik dengan perusahaan tertentu ini.

Risiko yang terkait dengan pasar ( risikon yang tak dapat didiversifikasikan atau risiko sistematis) merupakan bagian dari variasi-variasi dalam pengembalian investasi yang tak dapat dihilangkan melalui diversifikasi oleh investor. Variasi ii berasal dari berbagai factor yang mempengaruhi seluruh saham.

H. Mengukur risiko pasar.

Risiko pasar surat berharga diwakili oleh beta, kemiringan dari garis karakteristik. Beta mengukur rata-rata daya reaksi dari suatu pengembalian surat-surat berharga untuk pergerakan pada pasar umum, seperti S&P 500. Jika beta adalah 1, penembalian surat berharga bergerak sama dengan pengembalian pasar.

Jika beta sebesar 1,5, pengembalian surat berharga bereraknak turun, 1,5 persen dari setiap 1 persen perubahan pada pengembalian pasar.

Kt = Pt

Pt−1 – 1

Kt = pengembalian selama periode kepemilikan dalam bulan t untuk perusahaan tertentu.

Pt = harga saham perusahaan pada akhir bulan t

Pengembalian rata-rata =

t=1

(penembaliandalam bulant – penembalianratarata)2

jumlah bulan−1

=

t=1

n

(Kt)2

n−1

(15)

Beta merupakan suatu ukuran dari hubungan antara pengembalian investasi dan pengembalian pasar. Ini merupakan suatu ukuran dari risiko investasi nondiversivikasi.

I. Mengukur Beta suatu portofolio

Beta suatu portofolio merupakan rata-rata tertimbang beta saham masing-masing, dimana tertimbang adalah persentase dana yang diinvestasikan pada setiap saham. Beta portofolio mengukur respon rata-rata dari pengembalian portfolio pada pererakannya dipasar umum.

βportofolio =

t=1

n

(persentase investasi dalam sa h ami)x(β sa h am i)

J. Tingkat pengembilian yang diinginkan investor

Tingkat pengembalia minimum yang diperlukan untuk mencari investor agar membeli atau memiliki surat berharga tertentu. Ini merupakan tingkat diskonto yang menyamakan nilai arus kas saat ini dengan surat berharga tersebut.

K = Kkrf + Krp

K = tingkat pengembalian yang diinginkan investor Kkrf = tingkat pengembalian bebas risiko

Krp = premi risiko

K. Mengukur tingkat pengembalian yang diinginkan

Model penetapan harga asset modal ( Capital asset pricing model –

CAPM) suatu persamaan yang menyatakan bahwa tingkat pengembalian

yangdiinginkan dari suatu investasi merupakan fungsi dari : 1) Tingkatbebas risiko

2) Risiko investasi yang sistematis

3) Premi risiko yang diharapkan untuk portofolio pasar dari semua surat-surat berharga yang berisiko

L. Pengembalian investasi Rp = V1−Vv00+D1

V1 = nilai pasar dari portofolio pada akhir interval

V0 = nilai pasar dari portofolio pada awal interval

D1 = distribusi – distribusi kas yang diterima investor selama interval investasi.

DAFTAR PUSTAKA

J. keoun, Arthur, dkk. Manajemen keuangan. Jakarta : PT. Indeks. 2008.

(16)

NILAI WAKTU DARI UANG

Pemajemukan adalah proses penentuan nilai masa depan (FV) dari arus kas atau serangkaian arus kas. Jumlah dimajemukkan atau nilai masa depan adalah sama dengan jumlah awal ditambah dengan bunga yang di peroleh.

Garis waktu ( time line) adalah suatu alat penting yang digunakan dalam analisis nilai waktu dan merupakan suatu perwujudan grafis yang digunakan untuk mewujudkan grafis yang digunakan untuk menunjukkan kapan arus kas terjadi.

Periode kas 0 10% 1 2 3 PV = $200 FV ?

Nilai sekarang (Present Value – FV)

Adalah suatu jumlah yang akan dicapai arus kas atau serangkaian arus kas yang berkembang selama jangka waktu tertentu bila dimajekkan menggunakan tingkat bunga tertentu.

Bunga majemuk (compound Intrest)

Adalah ketika bunga diterima arus bunga periode-periode sebelumnya. Bunga sederhana ( simple intrest )

Adalah ketika bunga tidak diterima arus bunga. FVn = PV ( 1 + I )n

FV3 = $200 ( 1 + 10%)3

= $200 (1 + 0,1)3

(17)

= $266,2

Waktu jumlah 0 1 2 3

Pada awal periode $200 $220 $242 $266,2

$200 (10%) 200 ( 0,1) = $ 20

Periode I t=1 adalah $200 + $20 = $220

t = 2 adalah $ 220 ( 0,1) = $22 $220 + $ 22 = $242

t = 3 adalah FV3 = $200 (1+0,1)3 = $266,2

Perhitungan nilai masa depan Investasi = Cfo = FV - $200

Tingkat bunga = I = 10% Jumlah periode = N= 3

Periode 0 1 2 3

-$200 FV = ? Garis waktu kas

$200 $220 $242 $ 266,2

Pendekatan bertahap

Pendekatan rumus FVn= PV ( 1 + I )n FV3 = $200 (1,1)3

= 266,2

Pendekatan kalkulator 3 10 6

N IMR PV PMT PV

Pertumbuhan $1 pada berbagai tingkat bunga dan periode waktu Nilai masa depan $1

6 I = 30 %

5

4 I = 20 %

3

2 I = 10 %

1

0 I = 0%

(18)

Nilai masa depan = FVN = PV ( 1+1 )w

Nilai sekarang = PV = FVN

( 1+1 )w

Pendiskontoan ( discounting )

Proses pencarian nilai sekarang (PV) dari arus kas masa depan atau serangkaian arus kas. Pendiskontoan adalah kebalikan dari pemajemukan. Nilai sekarang

1,00 I= 0%

0,75 I=10%

0,50 I=20%

0,05 I=30%

0

2 4 6 8 \\

Anuitas : Sebagai serangkaian periode yang secara (PMT) untuk sejumlah waktu tertentu.

Anuitas biasa ( Ordinary Anuity ) adalah anuitas yang pembayarannya terjadi pada setiap akhir periode.

Jika setiap pembayaran terjadi pada awal periode alih- alaih pada akhir periode maka akan memiliki anuitas jatuh tempo.

Amortisasi pinjaman adalah salah satu pinjaman yang diselesaikan dengan pembayaran yang sama selama periode tertentu.

Skedul amortisasi menunjukkan :

- Berapa besar dari setap pembayaran yang membentuk bunga.

- Berapa yang digunakan untuk menguragi pokok

- Saldo yang belum terbayar pada setiap waktu.

DAFTAR PUSTAKA

(19)

Astuty, A. M Devi. Manajemen keuangan perusahaan. Jakarta, Ghana Indonesia, 2004.

OBLIAGASI DAN PENILAIANYA

Obligasi perusahaan merupakan sekuritas yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang menjanjikan kepada pemegangnya, pembayaran sejumlah uang tetap pada suatu tanggal jatuh tempo dimasa mendatang disertai dengan pembayaran bunga secara periodic.

Jumlah tetap yang dibayar pada waktu jatuh tempo merupakan pokok pinjaman obligasi, yang juga disebut nilai nominal atau nilai pari ( par value ). Pembayaran bunga periodic disebut kupon (coupon ).

Karakteristik obligasi : 1. Nilai intrinsic

Merupakan nilai teoritis dari suatu obligasi, nilai ini diperoleh dari hasil estimasi nilai saat ini dari semua aliran kas obligasi dimasa yang akan datang

2. Penerbitan obligasi

Umumnya diterbitkan oleh pemerintah, perusahaan asing. 3. Bond Indentures

Dokumen legal yang memuat perjanjian tertulis antara perusahaan penerbit obligasi dan pemegangnya. Salah satu isi penting dar bond indentures adalah call provision.

4. Call proposion.

Memberikan hak kepada perusahaan penerbitnya untuk membeli kembali obligasi yang beredar daripada pemegang saham sebelum tanggal jatuh tempo.

Contoh : sebuah obligasi mempunyai nilai nominal Rp. 3 juta, dengan jatuh tempo 8 tahun. Obligasi dapat ditarik sebelum jatuh tempo (callable) dalam 4 tahun pada harga call (call price) adalah 100. Harga ini dipotong sebanyak 2% dari nilai nominalnya tiap tahun sampai harga call sama dengan nilai parinya. Jika obligasi ini dihentikan dalam 7 tahun. Berapa tahun yang akan diterima pemegangnya ?

Penyelesaiannya :

(20)

Jenis obligasi :

1. Obligasi dengan jaminan ( mortage bond )

Obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan dengan menggunakan jaminan suatu asset real sehingga jika perusahaan gagal memenuhi kewajibannya, maka pe pemegang obligasi berhak untuk mengambil alih asset tersebut. 2. Obligasi tanpa jaminan (debentures atau unsecured bond)

Obligasi yang diterbitkan tanpa menggunakan suatu jaminan asset real tertentu.

3. Obligasi konverversi

Obligasi yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk mengkonversi obligasi tersebut dengan sejumlah saham perusahaan pada harga yang telah ditetapkan, sehingga pemegang obligasi mempunyai kesempatan untuk memperoleh cavital gain.

4. Obligasi yang disertai warrant.

Dengan adanya waran, maka pemegang obligasi mempunyai hak untuk membeli saham perusahaan pada harga yang telah ditentukan.

5. Obligasi tanpa kupon (zero coupon bond)

Obligasi yang tidak memberikan pembayaran bunga, obligasi ini umumnya ditawarkan pada harga dibawah nilai parnya (discount)

6. Obligasi dengan tingkat bunga mengambang (floating rate bond)

Obligasi yang memberikan tingkat bunga yang besarnya disesuaikan dengan fluktuasi tingkat bunga pasar yang berlaku.

7. Potable bond

Obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk menerima pelunasan obligasi sesuai dengan nilai pas sebelum waktu jatuh tempo.

8. Junk bond

Obligasi yang memberikan tingkat keuntungan (kupon) yang tinggi, tetapi juga mengandung risiko yang sangat tinggi pula.

o Yield obligasi merupakan ukuran pendapatan obigasi yang

akan diterima investor yang cenderung bersifat tidak tetap.

o Nominal yield obligasi atau lebih dikenal dengan sebutan tingkat kupon ( coupon rate ) adalah penghasilan bunga kupon tahunan yang dibayar pada pemegang obligasi.

Tingkat kupon ( Nominal yield ) : Penghasilah bunga tahunan Nilai nominal

o Current yield obligasi adalah penghasilan bunga kupon tahunan

dibagi harga pasar obligasi

(21)

Harga pasar obligasi

Contoh :

1. Jika seorang investor membeli sebuah obligasi dengan nilai nominal Rp 2.000.000,- dengan mempunyai kupon 20%

Penye lesaian :

Penghasilan bunga (kupon) pertahun pada investor adalah 0,2 x 2,000.000 =Rp

400.000,-2. Sebuah obligasi mempunyai nilai nominal Rp 400.000,-2.000.000,- dengan tingkat kupon 10% dibayar dua kali setahun. Seorang investor membelinya pada harga 80,00 (artinya 80% dari nilai nominal)

Penyelesaian :

Current yield : 0,1 x 0,8 x 2.000.000,-= 1.600.000,-= 12,5%

o Yield to maturity (YTM) diartikan sebagai tingkat return manajemen yang akan diterima investor jika membeli obligasi pada harga pasar saat ini dan menahan obligasi tersebut hingga jatuh tempo.

Persamaan untuk menghitung YTM :

P =

t=1 2n

Ci

2 + Pp

( 1+2ytm ) ( 1+2ytm )2n

Keterangan :

P = Harga obligasi pada saat ini ( t=0 )

n = jumlah tahun sampai dengan jatuh tempo obligasi Ci = pembayaran kupon untuk obligasi I setiap tahunnya. YTM = Yield to Maturity

Pp = Nilai par dari obligasi

Ytm = Nilai YTM yang mendekati

(22)

Sebuah obligasi yang tidak callable akan jatuh tempo 10 tahun lagi, nilai parnya Rp. 1000 dan tingkat kuponnya = 18%. Diasumsikan obligasi tersebut saat ini dijual dengan harga dibawah par yaitu Rp. 917,69 berapa YTM obligasi ini ? Penyelesaian :

917,69 = 90 ( present value an nanivity, 10% untuk 20 periode ) + 1000 (present value of intrest factor, 10% untuk 20 periode )

917,69 = 90 (8,514) + 1000 (0,149)

YTM adalah tingkat bunga yang menyamarkan harga obligasi (p) dengan nila sekarang dari semua aliran kas yang diperoleh dari obligasi sampai dengan waktu jatuh tempo.

Intrest on interest adalah pendapatan hasil investasi kembali dari pembayaran kupon obligasi.

YTM ditentukan dengan menyamakan nilai sekarang dari nilai par dengan harga obligasi.

P : Pp atau YTM :

(

Pp

P

)

❑−1

1/2n

(23)

Tidak adanya pembayaran kupon menyebabkan satu-satunya aliran kas yang bisa diperoleh investor dari obligasi adalah pelunasan obligasi pada saat jatuh tempo. Contoh : sebuah zero kupon bond yang akan jatuh tempo dalam 10 tahun dengan

nilai per Rp 1.000.- pada saat ini obligasi tersebut dijual pada harga Rp

3.000,-Jawab : YTM :

(

1000

300

)

❑−1

1/20

= 0,6 = 6% (yield dalam 6 bulan).

SAHAM DAN PENILAIANNYA

(24)

Saham preferen sering disebut surat berharga hybrid, karena memiliki banyak karakteristik baik dari saham biasa maupun dari obligasi. Saham Preferen sama dengan saham biasa karena tidak memiliki tanggal jatuh tempo, deviden tidak dibyar tidak menyebabkan kebangkrutan dan deviden tidak dapat mengurangi pembayaran pajak. Akan tetapi, saham preferen sama dengan obligasi yang memberikan deviden dalam jumlah tetap.

Ukuran deviden saham preferen umumnya ditetapkan baik dalam jumlah dollar maupun sebagai presentase dari nilai nominal saham. Dalam mempelajari saham preferen ini, akan ada sejumlah karakteristik yang seringkali ditemui pada hamper semua kasus beberapa diantaranya adalah :

1) Berbagai tingkat saham preferen : perusahaan dapat mengeluarkan lebih dari satu sesi atau golongan saham preferen dan setiap golongan memiliki perbedaan karakteristik. Dalam kenyataannya, perusahaan biasanya menerbitkan saham lebih dari satu sesi.

2) Klaim saham preferen terhadap asset dan penghasilan : saham preferen lebih diprioritaskan disbanding saham biasa berkeaan dengan klaim saham preferen dipenuhi sesudah obligasi dan sebelum saham biasa. saham preferen juga mempunyai klaim atas penghasilan yang diutamakan sebelum saham biasa. Ini berarti perusahaan harus membayar deviden saham preferen sebelum saham biasa.

3) Sifat deviden kumulatif : saham preferen kumulatif menghendaki agar semua deviden saham preferen dibayar sebelum dividen saham biasa diumumkan. Tanpa sifat kumulatif manajemen mungkin akan tergoda untuk melalaikan kewajibannya membayar deviden saham preferen terlebih dahulu, karena saham preferen tidak memiliki kekuatan hokum untuk memaksakan pembayaran deviden secara rutin. Seperti obligasi, sifat kumulatif ini penting untuk manajemen hak-hak pemegang saham/ 4) Persyaratan perlindungan (proteksi) : juga merupakan cirri lain yang biasa

(25)

jangka panjang. Ketentuan untuk saham preferen yangv termasuk dalam syarat-syarat dan penerbitan untuk melindungi.

5) Dapat diubah : saham preferen yang dapatdiubah memungkinkan pemegang saham preferen untuk mengubah saham preferen kesejumlah saham-saham biasa jika sipemegang saham menginginkan,

6) Tarif saham preferen yang dapat disesuaikan : saham preferen yang dimaksudkan untuk memberikan keamanan bagi investor jika terjadi gejolak nilai saham akibat naik-turunnya tingkat bunga.

7) Partisipasi : saham preferen memungkinkan pemegang saham preferen untuk mengambil bagian dalam pembayaran deviden yang ditetapkan. 8) Saham preferen payment in kind : investor tidak menerima deviden

dimuka mereka mendapat lebih banyak saham preferen yang ada gilirannya yang akan membayar deviden yang lebih banyak lagi.

9) Siafat penghentian ( retirement fatures ) : jika saham prederen tidak bisa dihentikan perusahaan yang mengeluarkan saham tersebut tidak memperoleh keuntungan dari menurunnya suku bunga.

Contoh penilaian saham preferen :

Langkah I : mengestimasikan jumlah dan pemilihan waktu dari penerimaan arus kas masadepan yang di harapkan dari saham preferen. saham preferen contoh Edison membayar deviden setiap tahun sebesar $500. Saham saham tersebut tidak mempunyai tanggal jatuh tempo atau tetap. Langkah II : mengevaluasi risiko saham preferen dimasa depan dan kutukan

tingkat pengembalian yang diingainkan investor. Model penilaian untuk saham preferen (ups) adalah :

UPS= deviden pada tahunke−1

(1+tingkat pengembalian yang diharapkan) +

deviden pada tahunke−1

(1+tingkat pengembalian yang diharapkan)

2 +

deviden pada tahunke−1

(1+tingkat pengembalian yang diharapkan)

(26)

Ups = devidentahunan

tingkat pengembalian yang diinginkan = D Kps

Persamaan diatas menampilkan nilai sekarang dari aliran konstan arus kas tidak terbatas. Nilai preferen con Edison dapat dikataka dengan menggunakan persamaan diatas. obligasi dapat dianggap kreditur, sementara pemegang saham biasa adalah pemilik perusahaan. Saham biasa tidak memiliki tanggal jatuh tempo, tetapi adaselama perusahaan ada juga tidak memiliki batas terhadap pembayaran deviden. Pembayaran deviden harus diumumkan oleh dewan direksi perusahaan sebelum dibayar.

Sifat saham biasa :

1) Klaim pendapatan : dengan memasukkan kembali pendapatan perusahaan akan mengakibatkan suatu pertambahan nilai suatu perusahaan, baik meningkatkan kemampuan untuk menghasilkan pendapatan maupun baik pada keuntungan saham pada masa depan.

2) Klaim terhadap aktiva : saham biasa yang memiliki klaim terhadap sisa penghasilan. Saha ini juga akan memiliki klaim pada ssi aktiva dalam kasus liquiditas. Hanya setelah klaim pemegang obligasi dan pemegang saham prefere terpenuhi.

3) Hak suara : pemegam saham biasanya memilih dewan direksi dan secara umum merupakan satu-satunya pemegang surat-surat yg memiiki hak suara.

4) Hak didahulukan : membentuk hak kepada pemegang saham biasa untuk mempertahankan presentase kepemilikan saham diperusahaan.

5) Tanggun jawab terbatas : tanggung jawab pemegang saham dalam kasus kebangkrutan hanya terbatas pada besarnya investasi mereka walaupun pemegang sahm biasa merupakan pemilik sesungguhnya.

Contoh Penilaian Saham biasa

(27)

pengembalian yang diinginkan investor sebesar 15%. Dengan menggunakan informasi ini kita dapat menghitung nilai saham biasa sbb :

1) Karena deviden sebesar $2 telah dibayar tahun lalu (sebenarnya

2) Sekarang dengan mengunakan persamaan : Ves = D1/ kes – g

= $ 2,2 / 0,15 – 0,1 = $4

DAFTAR PUSTAKA

J. keoun, Arthur, dkk. Manajemen keuangan. Jakarta : PT. Indeks. 2008.

Evgene, F. brigham dan joel F. Houston. Dasar - dasar manajemen keuangan ( Essencial of financial manajemen). Jakarta, selemba empat, 2000.

BIAYA MODAL

A. Pengertian biaya Modal

Biaya modal ( cost of cavital ) adalah biaya rill yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana baik yang berasal dari hutang, saham preferen, saham biasa, dan laba ditahan untuk mendanai suatu investasi atau

Konsep biaya modal penting dalam pembelanjaan perusahaan, karena dapat dipakai untuk menentukan besarnya biaya yang secara rill harus ditanggung oleh perusahaan untuk memperoleh modal dari berbagai sumber. Konsep perhitungan biaya modal dapat dilakukan dengan menggunakan konsep rata-rata tertimbang(wacc) dari keeluruhan modal yang diunakan dalam perusahaan.

WACC sifatnya explicit, sama dengan discount rate yang dapat menjadikan PV dari modal neto yang diterima perusahaan sama dengan PV dari semua biaya yang harus dibayarkan karena penggunaan modal tsb.

Biaya yang harus di bayar : 1. Pembayaran bunga 2. Pembayaran dividen

(28)

Biaya modal dapat diukur dengan rate of return minimum dari investasi baru yang dikeluarkan perusahaan, dengan asumsi bahwa tingkat risiko dari investasi baru sama dengan risiko dari aktiva yang dimiliki saat ini.

B. Biaya modal secara individual

Biaya modal dari hutang perniagaan

Biaya modal dari hutang perniagaan bersifat explicit, karena perusahaan gagal membayar pada tepat waktu, sehingga kehilangan kesempatan untuk mendapatkan discount.

Cod = cash discount x 100% Average payable

Cod after tax = (Cod before tax) (I – t) Biaya modal dari hutang wesel.

Dalam hutang wesel bunga dibayar dimuka, dengan memotong jumlah yang akan diterima.

Cod = Intrest payment x 100% Nominal wesel – intrest

Cod after tax = (cod before tax) ( I – tax )

Biaya modal dari hutang jangka pendek

Hutang jangka pendek dikeluarkan oleh bank, disebut kredit bank, jangka waktu pinjaman paling lama satu tahun. Biasanya bunga memotong bunganya didepan, plus premi asuransi, sehingga jumlah yang diterima dibawah nilai nominal hutangnya.

Biaya hutang dari obligasi

Dapat dihitung dengan dua cara, yaitu dengan rumus pendek short cut formula dan short cut formula before tax.

Metode accurate

Metode ini diselesaikan dengan trial dan error,menggunakan table PV kemudian di interpolasi interpensi : selisih Pv of int. selisih PV of intrest dengan bunga dan NV of bond Pv market value of bond.

Biaya penggunaan Modal dari saham preferen

Biaya modal saham preferen adalah sebesar tingkatkeunntungan yang diisyaratkan atau diharapkan oleh pemegang saham preferen.

C. Biaya Modal dari Laba Ditahan

Biaya modal dari laba ditahan adalah sebesar tingkat pendapatan investasi dalam saham yang diharapkan akan diterima. Ini berarti sama dengan biaya modal dari saham biasa. Biaya modal dari laba ditahan dapat dihitung dengan menggunakan 3 model pendekatan.

(29)

Model ini dihitung dengan mengestimasikan biaya modal dengan mendiskontokan aliran kas yaitu dari inviden yang diharapkan akan diterima pemegang saham.

2. Model penentu harga aktiva (CAPM)

biaya modal dihitung dengan memperhatikan premium risiko pasar dan beta saham.

Ke = Rf + i (Rm – Rf )

Rf : tingkat keumtungan bebas risiko

Rm : tingkat keuntungan pasar

I : beta saham perusahaan

3. Model bond premium risk

Model ini biasanya diguakan oleh para analisis yang tidak mempercayai CAPM. Model ini lebih subyektif hanya menambahkan premi risiko nereka sendiri sebesar 3 sampai dengan 5 point persentase.

Ke = hasil obligasi + premi risiko

Semakin berisiko obligasi, maka biaya modalnya akan menjadi lebih tinggi pula.

D. Biaya Modal dari emisi saham baru.

Biaya modal dari emisi saham baru lebih tinggi dari biaya modal dari laba ditahan karena saham baru dibebani biaya emisi (flotation cost).

Ror yang diharapkan dari saham biasa. Ke = 1 – persentase biaya emisi

Catatan : persentase biaya emisidihitung dari harga jual sebelum dikurangi biaya emisi.

Atau : Ke = DI

Pnet x 100%

DI ; deviden yang diharapkan

Pnet : harga pasar saham dikurangi biaya emisi saham. E. Biaya Modal secara keseluruhan.

Tingkat biaya modal yang harus dihitung perusahaan adalah tingkat biaya modal secara keseluruhan. Perhitungan dengan menggunaka konsep weight average cost of capital (WACC) komponen biaya masing-masing jumlah persentase.

Modal komponen Modal

Bond payable 10% $100.000

(30)

Tambahan modal aka dapat mengakibatkan kenaika marginal cost of cavital (mcc), sehingga wacc nya naik, apabila tambahan modal tersebut begitu besarnya sehingga perusahaan harus melakukan emisi saham baru. Agar supaya tambahan modal tidak menaikkan waac, maka tamahan modal harus memperhatikan besarnya laba ditahan pada periode tersebut.besarnya tambahan modal yang diperlukan supaya tidak meningkatkan wacc.

G. Factor-faktor yang mempengaruhi biaya modal 1. Factor yang tidak dapat dikendalikan perusahaan.

 Tingkat suku bunga

Jika suku bunga dalam perkonomian meningkat maka biaya utang akan meningkat karena perusahaan harus membayar pemegang obligasi dengan suku bunga yang lebih tinggi untuk memperoleh modal utang.

 Tarif pajak

Digunakan dalam biaya utang yang digunakan dalam wacc, dan terdapat cara-cara yang lain yang kurang nyata dimana kebijakan pajak mempengaruhi biaya modal.

2. Faktor yang dikendalikan perusahaan.

 Kebijakan stuktur modal.

Perhitungan wacc didasarkan pada tariff bungan setiap komponen modal dengan komposisi struktur modalnya. Sehingga jika struktur modalnya akan berubah.

 Kebijakan deviden

Penurunan ratio pembayaran deviden mungkin dapat menyebabkan biaya modal sendiri meningkat, sehingga macc nya naik.

 Kebijakan investasi

(31)

DASAR DASAR PENGANGGARAN

Penganggaran modal adalah keseluruhan proses menganalisis proyek – proyek dan menentukan apakah proyek-proyek tersebut harus dimasukkan dalam anggara modal (cavital budget).

5 metode untuk menentukan proyek harus diterima atau ditolak : 1) Metode payback period dan discanted payback period

Adalah waktu yang diperlukan untuk mengembalikan investasi pada proyek.

Keuntungan : mudah dihitung dan dimengerti, memberikan infoermasi mengenai risiko dan liquiditas proyek.

Kelemahan : mengabaikan arus kas setelah payback period dan nilai waktu uang. 2) Metode net present value

Npv =

t=0 n

Cft

(1+k)2

Cft = cash flow

K = biaya modal proyek t = periode waktu n = usia proyek Arus kas dapat berupa :

- Pengeluaran (cash out flows) diberi tanda – (negative)

- Penerimaan ( cash in flows) diberi tada + (positif)

3) Metode internal rate of return

(32)

NPV =

t=0 n

Cft

(I+r)t = 0

r = IRRatau tingkat diskonto yang menyebabkan NPV = 0 jika IRR > proyek cost of cavital

IRR = proyek cost of cavital DITERIMA

IRR = proyek cost of cavital Ditolak

4) Metode Profitabilitas Indeks

PI adalah rasio anataa PV penerimaan kas dan PV pengeluaran arus kas metode ini sering disebut benefit cost ratio.

PI = PV cashinflows

COFt= cash outflows pada periode t

k = biaya modal proyek t = periode waktu

5) Metode Modified Internal Of Return

MIRR adalah suatu tingkat diskonto yang menyebabkan present value biaya (pengeluaran) present value nilai terminal.

PV biaya = Nilai terminal =

PT. Aladeen No.1 sedang mempertimbangkan 2 proyek yang bersifat mutually exclusive arus kas bersih yang diharapkan dari kedua proyek ini adalah :

Tahun Proyek A Proyek B

0 (300) (405)

a. Buatlah profit NVP untuk kedua proyek b. Berapa IRR untuk setiap tahun ?

c. Jika biaya modal untuk setiap proyek adalah 10%, proyek mana yang anda pilih ?

(33)

a.

c. Jika biaya modal 10%, NVP proyek A lebih besar, maka proyek A yang dipilih jika biaya modal 17%, Proyek B yang dipilih karena memilih NVP yang lebih besar pada biaya modal 17%, NVP = 78,(% dan NVP A = 31,05 d. Jika biaya modal = 10%

MIRR proyek A adalah :

(34)

Diskonto pada tingkat bunga MIRR

PV biaya = FV arus kas masuk

(1+MIRR)7

978,82 = 2459,60

(1+MIRR)7

978,82 = 2459,60 (PVIF . k . 7 ) K = MIRR = 14,07

MIRR Proyek B adalah PV biaya = 405

PV arus kas masuk = 134 (1+0,1)6 + 134 (1+0,1)5 + 134 (1+0,1)4 +134 (1+0,1)3 +

134 (1+0,1)2 + 134 (1+0,1)1 + 0

= 1137,28

405 = 1137,28

(1+MIRR)7

MIRR = 15,89 %

Jika biaya modal 17%, MIRR A = 17,59% dan MIRR R = 19,91%

ANALISIS RISIKO DAN ANGGARAN MODAL YANG OPTIMAL

(35)

Adalah suatu proyek yang berdiri sendiri. Biasanya diolah dengan deviasi standar berarti mengukur ketidak pastian keuntungan/arus kas proyek. Terdapat 5 metode yang digunukan

1. Analisis sersianutas

Suatu teknik yang menunjukkan perubahan pada NPU jika terjadi perubahan pada suatu variable yang mempengaruhi NPU (variable input), sedangkan variable yang lain dianggap tetap.

2. Anlisis scenario

Analisis ini dapat dilakukan dengan bantuan program lotus 1-2-3, mula-mula kita memsukkan data untuk variable arus kas yang tidak pasti seperti harga jual, jumlah penjualan dll.

4. Analisis mean standar deviasi

Nnpu = tata-tata distribusi probabilitas NPU

Cft = expected cash rlow periode t

Krf = suatu bunga bebas resiko

n = usia proyek

5. Analisis pohon keputusan

Digunakan untuk mengevaluasi proyek-proyek yang memiliki beberapa titk pembuatan keputusan (decision points)

B. Risiko dalam perusahaan (within risk firm atau corporate risk) Kontribusi proyek terhadap risiko total perusahaan

Bp.k = ( Õp / Õf ) rp.f

Bp.k : within firm beta ( within firm risk)

Õp : deviasi keuntungan dari keuntungan proyek Õf : deviasi standar dari keuntungan perusahaan

Rp. f : koefisien korelasi antara keuntungan proyek dengan keuntungan perusahaan.

Contoh :

Õp = standar deviasi alone risk = 10 Rp. k = 0,9

(36)

Bp. k = within firm risk = (Õp / Õf ) rp. f

Semakin besar Õp, semakin besar within firm risk Contoh :

PT. Nadal America sedang menyusun anggaran untuk tahun mendatang. PT. nadal memperkirakan penghasilan bersih setelah pajak adalah Rp. 75.000.000 dan devident pay out ratio adalah 40% dana dari depresiasi diperkirakan sebesar Rp. 30.000.000 penghasilan dan deviden perusahaan diperkirakan bertumbuh 5% setahun secara konstan deviden terkhir adalah Rp. 90 dan harga pasar saham saat ini adalah Rp. 859, bunga kredit bank 14%, biaya emisi saham baru 20% struktur modal optimal 60% modal sendiri, 40% hutang 40% pajak. PT.. Nadal memiliki kesempatan investasi pada proyek-proyek yang bersifat indevenden, memiliki risiko yang sama dan tidak bias dibagi sbb :

Proyek Biaya IRR

A 150 juta 17%

B 200 juta 14%

C 150 juta 16%

D 120 juta 15%

Buatlah anggaran optimal untuk PT. Nadal. Laba ditahan diperkirakan sebesar EAT x ( 1 – DPR )

75.000.000 ( 1 – 0,4 = 45.000.000 ditmbah dengan depresiasi sebesar 30.000.000) Biaya laba ditaha adalah :

Ks = D0(1+9)

P0 + g =

90(1+0,05)

852 + 0,05 = 16 %

Biaya saham biasa baru adalah :

Kc = D0(1+g)

(37)

DAFTAR PUSTAKA

J. keoun, Arthur, dkk. Manajemen keuangan. Jakarta : PT. Indeks. 2008.

Gambar

gambar struktur organisasi bidang organisasi keuangan.

Referensi

Dokumen terkait

Pendapatan bunga tetap (kupon) yang tinggi menjadi daya tarik investor untuk memiliki obligasi sektor keuangan (Kontan Online, 29 Mei 2015). Periode tiga tahun dipilih karena

Penerbit obligasi memiliki hak untuk membeli kembali (call) obligasi tersebut. Jika tingkat bunga turun sampai di bawah nilai kupon obligasi, maka pemilik

Present Value ( Nilai Tunai Sekarang).. Nilai tunai dari

Internal rate of Return adalah metode yang menghitung tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan- penerimaan kas

Profitabilitas berpengaruh positif terhadap peringkat obligasi perusahaan non-keuangan karena dengan memiliki laba yang besar perusahaan dapat membayar kupon atau

Ada 3 (tiga) sifat mendasar dari Net Present Value adalah (1) menggunakan arus kas, arus kas ini dapat digunakan untuk keperluan lain seperti pembayaran dividen, capital

 Apabila hasil nilai sekarang arus kas lebih kecil dari pengeluaran investasi awal maka carilah tingkat diskonto yang lebih besar sampai terkecil mendekati nilai pengeluaran

2.2 Definisi Operasional Variabel Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai obligasi berbasis suku bunga obligasi model diskonto sekarang dari arus kas