• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penempatan Pegawai. School of Communication & Business Inspiring Creative Innovation. Pengembangan SDM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penempatan Pegawai. School of Communication & Business Inspiring Creative Innovation. Pengembangan SDM"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Nama : Syarifuddin

Email :

[email protected] [email protected]

Alamat blog:

Syarifuddin.staff.telkomuniversity.ac.id

1st Week

(3)

-Innovators connect the dots to

make unexpected connections.

They combine pieces of what

may seem disparate pieces of

information until "surprise -

you've got this innovative new

idea."

-Example: Steve Jobs, the CEO of Apple, and calligraphy

classes and this eventually led to his company producing

user-friendly, graphics-based Macs.

Creativity is connecting things.”

Steve Jobs, founder and CEO, Apple Inc.

(4)

Basic Observation is

the big game changer

(5)

1st Week

Fakultas Komunikasi dan Bisnis

Inspiring Creative Innovation

Liputan6.com, Jakarta - Kerja keras dan ketekunan menjadi landasan Sri Astuti dalam membangun bisnis. Alhasil, meskipun produknya cukup sederhana, namun bisa mendunia. Adalah bawang goreng dengan merek Sri Rejeki. Hasil tangan dari

wanita berjilbab ini disukai di Australia, Belanda dan juga di Amerika. Sri awalnya hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Wanita asal Yogyakarta ini

merantau ke Palu pada 1981 karena harus mengikuti suaminya yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pertanian.

Di Palu, Sri tak mau hanya diam saja. Ia mencoba menambah nasi dalam periuk dengan membuka bisnis. Berbagai usaha pernah dicobanya, mulai dari membuka

katering pada 1984 hingga akhirnya berkreasi membuat abon pada 1997. "Dulu waktu pertama, untuk abon sapi sekali produksi hanya 4 kilogram (kg),

sekarang sudah 50 kg, diproduksi dua kali seminggu jadi 100 kg," terang Sri kepada Liputan6 seperti ditulis pada Kamis (12/3/2015). Selain sapi, Sri juga

mengembangkan usaha dengan memproduksi abon lele dan ayam.

Dari abon, Wanita berusia 61 tahun ini melihat peluang lain yaitu bawang goreng dengan bahan baku bawang batu, yang merupakan bawang khas Palu. Bawang ini berkembang sangat baik di Lembah Palu yang berada di antara Kota

Palu dan Kabupaten Sigi. "Kelebihan bawang ini kadar airnya rendah sehingga sangat renyah jika digoreng," terang dia.

Setiap hari sekitar 300 kg bawang batu diolah jadi 100 kg bawang goreng tanpa bahan pengawet. Sri mendapatkan pasokan bawang tersebut dari para petani di

lembah Palu. '"Sekitar 30 kg sampai 50 kg bawang goreng laku terjual dalam sehari," ungkapnya tanpa mau menyebutkan omzet yang dikantonginya. Usaha Sri terus berkembang. Saat ini, ia telah mempekerjakan 30 orang. Itu untuk

bisnis bawang goreng saja, tak termasuk pekerjanya untuk bisnis abon. Berkat kerja kerasnya membantu mengembangkan ekonomi sekitar, Sri Astuti pernah mendapat penghargaan untuk kategori UKM dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 8 Desember 2005. Dia juga kerap kali mengikuti

pameran baik di dalam maupun luar negeri seperti di Singapura, Malaysia hingga Perancis.

Setiap hari sekitar 300 kg bawang batu diolah jadi 100 kg bawang goreng tanpa bahan pengawet. Sri mendapatkan pasokan bawang tersebut dari para petani di lembah Palu.

'"Sekitar 30 kg sampai 50 kg bawang goreng laku terjual dalam sehari," ungkapnya tanpa mau menyebutkan omzet yang dikantonginya.

Usaha Sri terus berkembang. Saat ini, ia telah mempekerjakan 30 orang. Itu untuk bisnis bawang goreng saja, tak termasuk pekerjanya untuk bisnis abon.

Berkat kerja kerasnya membantu mengembangkan ekonomi sekitar, Sri Astuti pernah mendapat penghargaan untuk kategori UKM dari mantan Presiden Susilo Bambang

Yudhoyono (SBY) pada 8 Desember 2005. Dia juga kerap kali mengikuti pameran baik di dalam maupun luar negeri seperti di Singapura, Malaysia hingga Perancis

(6)
(7)

“Tuhan tidak membeci orang malas,

tapi Allah mengijinkan orang rajin

mendapatkan rejeki lebih banyak.

Ketika kita diam dan tidak melakukan

apapun, seseorang akan mengambil

jatah kita”

(8)
(9)

1. Pengantar Pengembangan SDM 2. Prinsip dan Proses Pembelajaran

3. Penilaian Kebutuhan Pengembangan dan Pelatihan 4. Praktek Membuat TNA – Tugas 1

5. Metode-metode Pembelajaran

6. Design Kurikulum dan Materi Pembelajaran dan Praktek Membuat Design Pembelajaran – Tugas 2

7. Presentasi Rancangan Pengembangan SDM – Tugas 3

UTS: 10 – 19 Oktober 2016

8. Evaluasi Pembelajaran

9. Studi Lapangan Pengembangan SDM pada Suatu Perusahaan ( 10/11/12. Analisis dan Rancangan Aturan Pengembangan SDM

Perusahaan

13/14. Presentasi Kajian Pengembangan SDM – Tugas 4

UAS: 13-22 Desember 2016

1st Week

(10)

Penilaian :

1. Tugas : 40 %

a. Tugas Mingguan

b. Tugas 1

c. Tugas 2

d. Tugas 3

e. Tugas 4

2. UTS : 25 %

3. UAS : 25 %

4. Keaktifan dan Kuis : 10 %

1st Week

A

AB

B

BC

C

D

E

(11)

Tugas Mingguan:

Ringkasan Kuliah

Dengan Mind Mapping sebanyak

1 lembar

(12)

Daftar Pustaka

1. A to Z Human Capital : CHR. Jimmy L. Gaol – 2015

2. Pengembangan SDM : Kaswan dan Ade Sadikin Akhyadi – 2015 3. Perencanaan dan Pengembangan SDM : Donni Juni Priansa – 2014

4. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan : Veithzal Rivai dan Jouvani Sagala – 2013

5. Manajemen SDM : Sondang P. Siagian – 2013

6. The Chief Learning Officer : Tamar Elkeles & Jack Phillips – 2010.

7. Beyond HR, The New Science of Human Capital : John W. Boudreau & Peter M, Ramstad – 2007,

8. Strategic Planning Training : Jeffrey Russell - 2005

(13)

Pengantar Pengembangan SDM

Gambar: The Payoff a Prepared Workfoce

Accelerated Learning

Traditional Learning

Value Added

(14)

Perubahan Fungsi Manajemen SDM

14

Fokus ke Depan

Employee

Operational

Change Agent Bagaimana

mengajak karyawan untuk berubah sesuai dg kondisi

diluar Strategic Partner Bagaimana menselaraskan antara Manajemen dengan strategi bisnis Administrative Expert Bagaimana melayani kebutuhan manajemen dengan sempuirna dan akurat

Employee Champion Bagaimana

menciptakan kondisi lingkungan yg kondusif

(15)

Vision & Mision Corporate Strategy HR Competency Profile HR Strategy External Analysis --Political --Economic --Socio-cultural --Technology Internal Analysis -People Competency -- HR Strategic Policy & Operational --HR System Reward Management Training & Development Performance Management Recruitment & Selection

Corporate Strategy &

HR Strategy

(16)

Employee Support Work Time and Resources Transformation Strategic Work Transaction, administractive work Am o u n t o f a tt e n tio n o r w o rk

Past Present Time Future

0 % 100 %

70-80 %

15 - 20 %

(17)

Segitiga Nilai HCM

Segitiga nilai ini, menjelaskan tingkatan-tingkatan nilai yang berkaitan dengan kegiatan manajemen bisnis dan SDM.

Sebenarnya tidak ada pembedaan yang jelas antar ketiga tingkatan tersebut. Yang terpenting dalam hal ini adalah bagaimana organisasi secara terus menerus meningkatkan tingkatan penyelarasan dan nilai dari aset tak nyata yang mereka kembangkan.

- Melakukan administrasi operasional SDM

- Memastikan efisiensi, seperti melalui outsourcing

- Memfokuskan SDM dalam strategi bisnis

- Menciptakan kapabilitas untuk kinerja sekarang

- Memastikan efektivitas dan keselarasan

Personnel

Creating Value

Adding Value

Value for Money Human

Resouce Management Human Capital Management (HCM)

- Menciptakan kapabiltas untuk masa mendatang

- Memicu dan mempercepat strategi bisnis - Mengambil manfaat dari kesempatan

langka

(18)

1

2

3

4

5

Keterangan : 1. Embryonic 2. Pertumbuhan 3. Guncangan 4. Dewasa 5. Penurunan

Siklus Hidup Industri (Mathis and Jackson: 2001;48)

Waktu

Demand

(19)

Pengantar Pengembangan SDM

Sumber daya manusia merupakan sumber daya terpenting

yang dimiliki oleh suatu organisasi, implikasinya ialah bahwa

investasi terpenting yang dilakukan oleh suatu organisasi

adalah bidang sumber daya manusia.

Alasan yang sangat fundamental pentingnya pengembangan

sumber daya manusia adalah untuk menghadapi tuntutan

tugas sekarang maupun untuk menjawab tantangan masa

depan, pengembangan sumber daya manusia merupakan

keharusan mutlak.

(20)

Pengantar Pengembangan SDM

Terdapat persepsi yang membedakan pelatihan dan

pengembangan, perbedaan tersebut pada intinya mengatakan

bahwa pelatihan dimaksudkan untuk membantu

meningkatkan kemampuan para pegawai untuk

melaksanakan tugas sekarang, sedangkan pengembangan

lebih berorientasi pada peningkatan poduktivitas kerja para

pekerja dimasa depan.

Perbedaan tersebut tidak perlu ditonjolkan karena manfaat

pelatihan yang ditempuh sekarang dapat berlanjut sepanjang

karier seseorang. Berarti suatu pelatihan dapat bersifat

pengembangan bagi pegawai yang bersangkutan karena

mempersiapkan memikul tanggung jawab yang lebih besar

dikemudian hari.

(21)

Pengantar Pengembangan SDM

Memang benar bahwa penekanan pelatihan adalah untuk

peningkatan kemampuan melaksanakan tugas sekarang,

sedangkan pengembangan menekankan peningkatan

kemampuan melaksanakan tugas baru dimasa depan. Akan

tetapi karena

keterkaitan antara keduanya sangat erat

,

perbedaan aksentuasi tersebut bukanlah hal yang perlu

ditonjolkan meskipun perlu mendapat perhatian.

Dinyatakan dengan kata lain,

pelatihan

adalah suatu bentuk

investasi jangka pendek, sedangkan

pengembangan

merupakan investasi sumber daya manusia jangka

panjang.

(22)

Definisi Pengembangan SDM

Pengembangan SDM di lingkungan perusahaan didasari pada

sebuah filosofi yang membentuk manusia yang disiplin,

professional dan visioner. Pengembangan SDM tersebut dititik

beratkan pada peningkatan

skill, knowledge dan attitude

yang

implementasinya dilakukan melalui pelaksanaan

program

pelatihan yang bersifat teknis, manajerial dan kepemimpinan,

on the job training, penugasan (mutasi dan rotasi) dan

promosi jabatan.

Melalui program-program tersebut diharapkan seluruh

pegawai mampu menetapkan tujuan, sasaran, proses

kegiatan dan tolok ukur unjuk kerjanya masing-masing

sehingga menghasilkan kualitas pekerjaan yang lebih efisien,

efektif dan produktif.–

Donni J. P.-146

(23)

Definisi Pengembangan SDM

Pengembangan SDM (HR Development) dapat dipahami

sebagai penyiapan individu pegawai untuk memikul tanggung

jawab yang berbeda atau lebih tinggi dalam organisasi.

Pengembangan biasanya berhubungan dengan peningkatan

kemampuan intelektual dan emosional yang diperlukan untuk

menunaikan pekerjaan yang lebih baik. Pengembangan SDM

berpijak pada fakta bahwa individu pegawai membutuhkan

pengetahuan, keahlian, dan kemampuan yang berkembang

supaya ia mampu bekerja dengan baik. Pengembangan SDM

dapat diwujudkan melalui pengembangan karir, pendidikan,

maupun pelatihan. –

Donni J. P.-146-147

(24)

Pengembangan SDM

(25)

Definisi Pengembangan SDM

Pengembangan SDM adalah Penyiapan Individu pegawai untuk memikul tanggung jawab yang berbeda atau lebih tinggi di dalam organisasi (Donni J.P.)

Sikula menyatakan bahwa pengembangan SDM mengacu pada

kepentingan staf dan personil yang ada dalam organisasi.

Pengembangan SDM merupakan proses pembelajaran jangka panjang dengan menggunakan prosedur yang sistimatis dan

terorganisir, dimana manajer mempelajari pengetahuan konseptual dan teoritis yang kemudian diimplementasikan dalam

pengembangan SDM. Pengembangan SDM juga merupakan aktivitas memelihara dan meningkatkan kompetensi SDM guna mencapai efektivitas organisasi.

(26)

Definisi Pengembangan SDM

Flippo menyatakan bahwa pengembangan SDM merupakan suatu

proses dari Pendidikan dan Pelatihan.

1. Pendidikan; Berkaitan dengan pengetahuan secara umum. Terdapat dua level utama yang perlu mendapatkan perhatian dalam pendidikan, yaitu manajer organisasi dan tenaga operasionil.

a. Manajer Organisasi (Manajerial); Fokus pada peningkatan

kemampuan pengetahuan manajer serta kemampuan manajer organisasi utk terampil dalam mengambil keputusan.

b. Staf Pegawai (Operasionil); Pendidikan bagi staf pegawai operasionil

dapat dilakukan melalui pelatihan kerja dan apprenticeship. Dimana pendidikan tersebut bertujuan agar dapat meningkatkan produktivitas kerja, mengurangi biaya-biaya yang dikeluarkan oleh organisasi,

meningkatkan moral serta mempromosikan stabilitas dan fleksibilitas organisasi.

(27)

Definisi Pengembangan SDM

Flippo menyatakan bahwa pengembangan SDM merupakan suatu

proses dari Pendidikan dan Pelatihan.

2. Pelatihan; Untuk meningkatkan ketrampilan pegawai dalam mengemban pekerjaan tertentu sesuai dengan pekerjaan

terakhir yang diemban oleh pegwai. Pelatihan juga dilakukan dalam rangka updating pegawai.

(28)

Definisi Pengembangan SDM

Pengembangan SDM adalah

Organized learning experiences provided by the employer in a specified period of time for the purposes of increasing the

possibility of improving job performance and providing for growth of individual

(Pengalaman pembelajaran yang terorganisasi yang disediakan pemberi kerja dalam periode tertentu dengan tujuan meningkatkan kemungkinan memperbaiki kinerja dan untuk pertumbuhan

pegawai)

(29)

Definisi Pengembangan SDM

Pengembangan SDM adalah

Human Resource Development encompasses activities and processes which are intended to have impact an organizational and individual learning

(Pengembangan SDM mencakup aktivitas dan proses yang

dimaksudkan memberi dampak terhadap pembelajaran individu maupun organisasi)

(30)

Definisi Pengembangan SDM

Pelatihan sebagai bagian pendidikan yang merupakan proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan ketrampilan diluar sistim

pendidikan yang berlaku dalam waktu yang relative singkat dengan metode yang lebih mengutamakan pada praktik dari pada teori.

Ketrampilan meliputi pengertian physical skill, intellectual skill, social skill, managerial skill dll.

Pelatihan sangat penting bagi karyawan baru maupun karyawan yang sudah lama. Pelatihan secara singkat didefenisikan sebagai suatu

kegiatan untuk meningkatkan kinerja saat ini dan kinerja dimasa mendatang.

(31)

Definisi Pengembangan SDM

Pengembangan adalah suatu proses bagaimana manajemen

mendapatkan pengalaman, keahlian, dan sikap untuk menjadi atau meraih sukses sebagai pemimpin dalam organisasi mereka. Karena itu kegiatan pengembangan SDM ditujukan membantu karyawan

untuk dapat menangani jawabannya dimasa yang akan dating dengan memperhatikan tugas dan kewajiban yang dihadapi sekarang.

Walaupun pelatihan dapat membantu karyawan untuk mengerjakan pekerjaan mereka saat ini, keuntungan dari program pelatihan dapat diperoleh sepanjang kariernya dan dapat membantu peningkatan kariernya di masa mendatang. Pengembangan sebaliknya, dapat membantu individu untuk memegang tanggung jawabnya dimasa yang akan dating.

(32)

Definisi Pengembangan SDM

Dari berbagai definisi HR Development terdapat beberapa konsep dasar antara lain:

1. Pembelajaran (Proses memperoleh pengetahuan, ketrampilan, nilai, kepercayaan, emosi, perasaan dll, singkatnya pembelajaran merupakan proses memperoleh kompetensi- Jervis)

2. Pertumbuhan (Pegawai harus memiliki growth mindset dalam pengertian bahwa ketrampilan, pengetahuan, kemampuan dan juga kinerja bukanlah sesuatu yang sudah fixed yg tidak bisa berubah dan berkembang. Semuanya itu bias tumbuh dan

berkembang bergantung pada usaha yang mereka lakukan untuk memperbaharuinya). Menurut Malcolm Galadwell menunjukkan bahwa mereka yang merupakan top performere yang digelari

“sangat berbakat” sebenarnya telah melakukan praktik/latihan dan usaha keras selama beribu-ribu jam.

(33)

Definisi Pengembangan SDM

Dari berbagai definisi HR Development terdapat beberapa konsep dasar antara lain:

3. Kinerja; Kinerja merupakan tingkat kontribusi yang diberikan pegawai terhadap tujuan pekerjaannya atau unit kerja dan perusahaan hasil perilakunya dan aplikasi dari ketrampilan, kemampuan dan

pengetahuannya.- Performance is the degree to which an employee

contributes to the goals of his her work unit and company as a result of his or her behavior and the application of skill, abilities and knowledge. “Robert Bacal)

4. Efektivitas; Pengembangan SDM dimaknai sebagai kajian dan praktik

meningkatkan kapasitas belajar individu, kelompok dan organisasi melalui pengembangan dan aplikasi intervensi berbasis pembelajaran dengan tujuan mengoptimalkan pertumbuhan dan efektivitas pegawai dan organisasi.-Chalofsky

(34)

Fungsi Pengembangan SDM

Pengembangan SDM merupakan fungsi yang dapat berdiri sendiri atau bisa merupakan salah satu fungsi utama dari departemen

MSDM. Ada tiga fungsi utama pengembangan SDM (1) Pelatihan

dan Pengembangan, (2) Pengembangan Organisasi dan (3) Pengembangan Karir,

1. Pelatihan dan Pengembangan

Pelatihan secara spesifik berfokus pada memberi ketrampilan khusus dan membantu karyawan memperbaiki kekurangannya dalam kinerja. Pengembangan sebaliknya merupakan upaya memberi kemampuan kepada karyawan yang akan diperlukan organisasi di masa yang

akan dating.

(35)

Fungsi Pengembangan SDM

Pelatihan Pengembangan

Fokus Pekerjaan Saat Ini Pekerjaan saat ini dan

yang akan datang

Ruang Lingkup Karyawan Secara Individual Kelompok Kerja atau

Organisasi

Kerangka Waktu Segera/Jangka Pendek Jangka Panjang

Sasaran Memperbaiki Kekurangan

Kemampuan Saat Ini

Memeprsiapkan tuntutan kerja di masa yang akan datang

Aktivitas Menunjukkan/Memperlihatkan Pembelajaran

Perbedaan Pelatihan dan Pengembangan

(36)

Fungsi Pengembangan SDM

2. Pengembangan Organisasi

Pengembangan organisasi didefenisikan sebagai proses

meningkatkan

efektivitas

organisasi

dan

kesejahteraan

anggotanya

melalui

intervensi

yang

terencana

yang

menerapkan

konsep

perilaku.

Peranan

professional

pengembangan

SDM

yang

terlibat

dalam

intervensi

pengembangan organisasi adalah berfungsi sebagai agen

perubahan, Memfasilitasi perubahan sering membutuhkan

konsultasi dengan dan memberi nasehat manajer lini tentang

strategi-strategi yg digunakan untuk menghasilkan perubahan

yang dikehendaki.

(37)

Fungsi Pengembangan SDM

3. Pengembangan Karir

Implementasi rencana karir membutuhkan pengembangan karir.

Pengembangan karir berisikan perbaikan-perbaikan yang

bersifat pribadi yang dilakukan seseorang untuk mencapai

rencana karirnya.

Kegiatan tersebut mungkin didukung oleh Departemen MSDM

atau dilakukan secara Individu.

Contoh kegiatan yg dilakukan secara individu adalah

meningkatkan kinerja individu, memberdayakan bawahannya,

meningkatkan loyalitas pada organisasi dll.

(38)

Tujuan Pengembangan SDM

Tujuan pengembangan SDM adalah berfokus pada sumber daya yang dibawa manusia untuk mencapai persamaan kesuksesan baik

kesuksesan personil maupun kesuksesan organisasi. Dua tema inti

pengembangan sumber daya manusia adalah (1) pembelajaran individu dan organisasi dan (2) kinerja individu dan organisasi –

Swanson & Holton III. 2001.

Banyak sekali tanda yang menunjukkan masalah kinerja dalam organisasi, beberapa diantaranya:

1. Tidak terpenuhinya standar kinerja 2. Waktu pengerjaan yang tidak tepat 3. Pengorganisasian yang buruk

4. Banyaknya kemangkiran 5. Banyaknya keterlambatan

(39)

Manfaat Pelatihan & Pengembangan SDM

Bagi Organisasi

1. Peningkatan produktivitas kerja

2. Terwujudnya hubungan yang serasi antara atasan dan bawahan antara lain karena adanya pendelegasian wewenang, interaksi yang didasarkan pada sikap dewasa baik secara teknikal

maupun intelektual, saling menghargai dan adanya kesempatan bagi bawahan untuk berpikir dan bertindak secara inovatif.

3. Terjadinya proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat karena melibatkan para pegawai bertanggung jawab

menyelenggarakan kegiatan-kegiatan operasional dan tidak sekedar diperintahkan oleh para manajer.

4. Meningkatkan semangat kerja seluruh tenaga kerja dalam

(40)

Manfaat Pelatihan & Pengembangan SDM

Bagi Organisasi

5. Mendorong sikap keterbukaan manajemen melalui penerapan gaya manajerial yang partisipatif.

6. Memperlancar jalannya komunikasi yang efektif yang pada gilirannya memperlancar proses perumusan kebijaksanaan organisasi dan operasionilnya.

7. Penyelesaian konflik secara fungsional yang dampaknya adalah tumbuh suburnya rasa persatuan dan suasana kekeluargaan di kalangan para anggota organisasi.

(41)

Manfaat Pelatihan dan Pengembangan

Bagi Karyawan

1. Membantu para pegawai membuat keputusan dengan lebih baik.

2. Meningkatkan kemampuan para pekerja menyelesaikan berbagai masalah.

3. Terjadinya internalisasi dan operasionalisasi factor-factor motivasional.

4. Timbullnya dorongan dalam diri para pekerja untuk terus meningkatkan kemanpuan kerjanya.

5. Peningkatan kemampuan pegawai untuk mengatasi stress, frustasi dan konflik yang pada gilirannya memperbesar rasa percaya pada diri sendiri.

6. Tersedianya informasi tentang berbagai program yang dapat dimanfaatkan oleh para pegawai dalam rangkan pertumbuhan masing-masing secara teknikal dan intelektual.

(42)

Manfaat Pelatihan dan Pengembangan

Bagi Karyawan

7. Meningkatnya kepuasan kerja.

8. Semakin besarnya pengakuan atas kemampuan seseorang 9. Makin besarnya tekad pekerja untuk lebih mandiri.

10. Mengurangi ketakutan menghadapi tugas-tugas baru dimasa depan.

(43)

Tantangan Pengembangan SDM

Pengembangan SDM merupakan suatu wahana untuk membangun SDM menuju era globalisasi yang penuh dengan tantangan. Karena itu, kegiatan pelatihan tidak dapat diabaikan begitu saja terutama dalam memasuki era persaingan yang semakin ketat, tajam dan berat pada abad millenium ini.

Pengembangan SDM merupakan cara yang efektif untuk menghadapi berbagai tantangan:

1. Keuasangan/ketertinggalan karyawan

2. Diversifikasi Tenaga Kerja Domestik dan Internasional 3. Perubahan Teknologi

4. Memenuhi Peraturan Perundang-undangan hak-hak sipil. 5. Kompetisi

(44)
(45)
(46)
(47)
(48)

Referensi

Dokumen terkait

Konflik adalah sebuah proses yang dimulai ketika salah satu fihak memandang pihak lainnya telah atau akan mempengaruhi negative terhadap segala sesuatu hal yang dipedulikan oleh

Perilaku politik yang ekstrim yang melanggar aturan Politik Organisasi : penggunaan kekuasaan utk mempengaruhi pengambilan keputusan di dalam

Menurut Singodimedjo (Sutrisno (2009, p66)) Mengemukakan pengembangan SDM adalah proses persiapan individu-individu untuk memikul tanggung jawab yang berbeda atau lebih tinggi

 Keliru dalam penetapan keputusan induk akan membawa dampak, bahkan dapat merusak kelangsungan organisasi, termasuk reputasi pemimpin yang menetapkan keputusan.. Keputusan Induk

Penilaian Kebutuhan adalah suatu diagnose untuk menentukan masalah yang dihadapi saat ini dan tantangan dimasa mendatang yang harus dipenuhi oleh program pelatihan dan

Orang yang senang dengan resiko akan berbeda dalam mengevaluasi serangkaian alternatif maupun memilih suatu alternatif dengan mereka yang tidak senang dengan resiko.  Dalam

 Peran kepemimpinan adalah mengajak atau menghimbau semua staf atau anggota organisasi/ pengikut agar dengan penuh kemauan untuk memberikan sumbangan/ kontribusi dalam mencapai

Menurut Singoadmodjo, 2002 pengembangan sumber daya manusia adalah proses mempersiapkan individu untuk memikul tanggung jawab yang berbeda atau lebih tinggi dalam suatu organisasi,