Analisis butir soal pilihan ganda ulangan akhir semester genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV SD di Kecamatan Depok.

156  58 

Teks penuh

(1)

Pelajaran 2014/2015 Mata Pelajaran Matematika Kelas IV SD Di Kecamatan Depok

Oleh:

Yosica Ronandha (NIM: 121134036)

UPTD Kecamatan Depok selama ini belum pernah melakukan analisis butir soal, penelitian ini ingin mengetahui analisis butir soal UAS tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV SD di Kecamatan Depok. Analisis soal ini meliputi validitas isi, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan efektivitas pengecoh.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif, dengan menggunakan populasi berupa seluruh SD di Kecamatan Depok yang mengimplementasikan KTSP. Sampel yang didapatkan dalam penelitian ini adalah 28 SD di Kecamatan Depok. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan SK KD untuk menganalisis validitas isi, dan aplikasi komputer MicroCat Iteman versi 3.00 untuk menganalisis reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan efektivitas pengecoh.

Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa validitas isi 100% sudah sesuai. Reliabilitas soal tergolong tinggi dengan koefisien alpha 0,852. Tingkat kesukaran menunjukkan 50% butir soal tergolong sedang dan 50% butir soal tergolong mudah. Berdasarkan hasil analisis daya beda sudah mampu membedakan siswa berprestasi atas dan siswa berprestasi rendah. Analisis efektivitas pengecoh menunjukkan bahwa efektivitas butir soal 46% belum berfungsi.

(2)

Year 2014/2015 Grade 4 Elementary School in District of Depok By:

Yosica Ronandha (NIM: 121134036)

UPTD Depok has not been analyzing the item, this study wanted to know about the 2014/2015 UAS item analysis for mathematics courses in 4th grade primary school in Depok. Analysis of this problem include the content validity, reliability, level of difficulty, differentiational power and detractors effectivity .

This research is a descriptive study, using an entire elementary school population in Depok implementing the KTSP. Samples were obtained in this study were 28 primary schools in Depok. Using documentation and interviews for data collection technique.Data analysis techniques in this study using the SK KD method to analyze the validity of the content, and MICROCAT Iteman 3:00 version to analyze the reliability, level of difficulty, differentiational power and detractors effectivity.

Results from this study showed that the validity of the content is 100% appropriate. Reliability matter is classified as high in alpha coefficient 0.852. Difficulty level showed 50% items classified as moderate and 50% relatively easy items. Based on the results of the analysis can distinguish the differentiational power between upper performance students and lower performance students. Detractors effectivity analysis showed that the effectiveness of the items 46% not yet functioning.

(3)

ANALISIS BUTIR SOAL PILIHAN GANDA ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015 MATA PELAJARAN

MATEMATIKA KELAS IV SD DI KECAMATAN DEPOK SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Oleh: Yosica Ronandha NIM: 121134036

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA

(4)

i

ANALISIS BUTIR SOAL PILIHAN GANDA ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015 MATA PELAJARAN

MATEMATIKA KELAS IV SD DI KECAMATAN DEPOK SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Oleh: Yosica Ronandha NIM: 121134036

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA

(5)
(6)
(7)

iv

HALAMAN PERSEMBAHAN

Karya ini saya persembahkan kepada:

1. Tuhan Allahku yang selalu memberikan saya nafas kehidupan untuk menjalani kehidupan ini dengan lebih baik.

2. Papa dan mama tercinta yang selalu memberikan saya yang terbaik. 3. Keluarga, sahabat, dan teman yang selalu mendukung saya.

(8)

v

MOTTO

“Don’t think too much it’s simple”

(Bigbang – Tonight)

“Why so serious”

(G Dragon – Crayon)

“Live as if you were to die tomorrow. Learn as if you were to live forever”

(Mahatma Gandhi)

“Even if you failed for 1000 times, never stop trying and improve”

(Loon)

“Not bad meaning bad, but bad meaning good”

(9)

vi

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali telah disebutkan dalam kutipan dan daftar referensi, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

Yogyakarta, 02 Februari 2016 Penulis,

(10)

vii

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma:

Nama : Yosica Ronandha

Nomor Mahasiswa : 121134036

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah yang berjudul:

ANALISIS BUTIR SOAL PILIHAN GANDA ULANGAN AKHIR

SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015 MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SD DI KECAMATAN DEPOK

Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelola dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk keperluan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya atau memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

Dibuat di Yogyakarta

Pada tanggal: 02 Februari 2016 Yang menyatakan,

(11)

viii

ABSTRAK

Analisis Butir Soal Pilihan Ganda Ulangan Akhir Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 Mata Pelajaran Matematika Kelas IV SD Di Kecamatan

Depok Oleh:

Yosica Ronandha (NIM: 121134036)

UPTD Kecamatan Depok selama ini belum pernah melakukan analisis butir soal, penelitian ini ingin mengetahui analisis butir soal UAS tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV SD di Kecamatan Depok. Analisis soal ini meliputi validitas isi, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan efektivitas pengecoh.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif, dengan menggunakan populasi berupa seluruh SD di Kecamatan Depok yang mengimplementasikan KTSP. Sampel yang didapatkan dalam penelitian ini adalah 28 SD di Kecamatan Depok. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan SK KD untuk menganalisis validitas isi, dan aplikasi komputer MicroCat Iteman versi 3.00 untuk menganalisis reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan efektivitas pengecoh.

Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa validitas isi 100% sudah sesuai. Reliabilitas soal tergolong tinggi dengan koefisien alpha 0,852. Tingkat kesukaran menunjukkan 50% butir soal tergolong sedang dan 50% butir soal tergolong mudah. Berdasarkan hasil analisis daya beda sudah mampu membedakan siswa berprestasi atas dan siswa berprestasi rendah. Analisis efektivitas pengecoh menunjukkan bahwa efektivitas butir soal 46% belum berfungsi.

(12)

ix ABSTRACT

Multiple Choice Items Analysis of Mathematics Final Examination Academic Year 2014/2015 Grade 4 Elementary School in District of Depok

By:

Yosica Ronandha (NIM: 121134036)

UPTD Depok has not been analyzing the item, this study wanted to know about the 2014/2015 UAS item analysis for mathematics courses in 4th grade primary school in Depok. Analysis of this problem include the content validity, reliability, level of difficulty, differentiational power and detractors effectivity .

This research is a descriptive study, using an entire elementary school population in Depok implementing the KTSP. Samples were obtained in this study were 28 primary schools in Depok. Using documentation and interviews for data collection technique.Data analysis techniques in this study using the SK KD method to analyze the validity of the content, and MICROCAT Iteman 3:00 version to analyze the reliability, level of difficulty, differentiational power and detractors effectivity.

Results from this study showed that the validity of the content is 100% appropriate. Reliability matter is classified as high in alpha coefficient 0.852. Difficulty level showed 50% items classified as moderate and 50% relatively easy items. Based on the results of the analysis can distinguish the differentiational power between upper performance students and lower performance students. Detractors effectivity analysis showed that the effectiveness of the items 46% not yet functioning.

(13)

x

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kasih karunia-Nya sehingga peneliti dapat melaksanakan penelitian serta menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul “Analisis Butir Soal Pilihan Ganda Ulangan Akhir Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 Mata Pelajaran Matematika Kelas IV SD Di Kecamatan Depok.” Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Peneliti penyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan berhasil tanpa arahan, bimbingan, dan bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu peneliti menyampaikan ucapan terima kasih kepada:

1. Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 2. Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd. selaku Ketua Program Studi PGSD.

3. Apri Damai Sagita Krissandi, S.S., M.Pd. selaku Wakil Ketua Program Studi PGSD.

4. Maria Melani Ika Susanti, S.Pd., M.Pd. selaku dosen pembimbing I, yang telah memberikan bimbingan, arahan, dukungan, tenaga, dan pikiran sehingga penulisan skripsi dapat berjalan lancar.

5. Irine Kurniastuti, S.Psi., M.Psi. selaku dosen pembimbing II, yang telah memberikan bimbingan, arahan, dukungan, tenaga, dan pikiran sehingga penulisan skripsi dapat berjalan lancar.

6. Maria Agustina Amelia, S.Si., M.Pd. selaku dosen penguji skripsi. 7. Pihak sekolah yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian.

(14)

xi

9. Teman satu kelompok payung Sinta, Titis, Moay, Erlin, Anton, Intan, Feriza, Boni, Wawan, Natalia, Tina, dan Arum yang telah berjuang bersama.

10.Sahabatku Shierly, Stefi, Cean, Mba Linda, dan teman-teman PGSD 2012 atas segala kebaikannya.

11.Semua pihak yang tidak dapat peneliti sebutkan satu persatu yang telah memberikan dukungan dan bantuan selama penelitian dan penyusunan skripsi.

Peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, dengan rendah hati peneliti mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk menyempurnakan penulisan skripsi. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi peneliti dan pembaca umumnya.

Yogyakarta, 02 Februari 2016 Penulis

(15)

xii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... iv

HALAMAN MOTTO ... v

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS... vi

PERSETUJUAN PUBLIKASI ... vii

ABSTRAK ... viii

ABSTRACT... ix

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR TABEL ... xiv

DAFTAR GAMBAR ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Batasan Masalah ... 6

C. Rumusan Masalah ... 7

D. Tujuan Penelitian ... 8

E. Manfaat Penelitian ... 9

F. Definis Operasional ... 10

BAB II LANDASAN TEORI ... 11

(16)

xiii

1. Teori-teori yang Mendukung ... 11

2. Hasil Penelitian yang Relevan ... 35

B. Kerangka Berpikir ... 39

C. Hipotesis ... 40

BAB III METODE PENELITIAN ... 42

A. Jenis Penelitian ... 42

B. Waktu dan Tempat Penelitian ... 43

C. Populasi dan Sampel ... 44

D. Variabel Penelitian ... 46

E. Teknik Pengumpulan Data ... 47

F. Instrumen ... 48

G. Teknik Analisis ... 49

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN... 58

A. Deskripsi Penelitian ... 58

B. Hasil Penelitian ... 58

C. Pembahasan ... 88

BAB V PENUTUP ... 102

A. Kesimpulan ... 102

B. Keterbatasan Masalah ... 103

C. Saran ... 104

DAFTAR PUSTAKA... 105

(17)

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 SK dan KD mata pelajaran matematika kelas IV berdasarkan KTSP ... 24

Tabel 2.2 Kriteria Reliabilitas ... 29

Tabel 2.3 Kriteria Tingkat Kesukaran ... 30

Tabel 2.4 Kriteria Daya Beda ... 31

Tabel 2.5 Kriteria Efektivitas Pengecoh ... 33

Tabel 3.1 Populasi Penelitian ... 44

Tabel 3.2 Sampel Penelitian ... 45

Tabel 3.3 Pedoman Wawancara ... 48

Tabel 4.1 Analisis Validitas Isi Berdasarkan SK dan KD KTSP ... 59

Tabel 4.2 Persentase Butir Soal Berdasarkan SK dan KD... 61

Tabel 4.3 Kriteria Reliabilitas ... 63

Tabel 4.4 Kriteria Tingkat Kesukaran ... 64

Tabel 4.5 Distribusi Tingkat Kesukaran Aitem ... 64

Tabel 4.6 Persentase Jumlah Soal Berdasakan Tingkat Kesukaran ... 65

Tabel 4.7 Kriteria Daya Beda ... 67

Tabel 4.8 Distribusi Daya Beda ... 67

Tabel 4.9 Persentase Jumlah Soal Berdasarkan Daya Beda Soal ... 68

Tabel 4.10 Kriteria Efektivitas Pengecoh ... 70

Tabel 4.11 Hasil Analisis Efektivitas Pengecoh ... 71

Tabel 4.12 Persentase Efektivitas Pengecoh ... 87

(18)

xv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Literatur Map Hasil Penelitian yang Relevan ... 38

Gambar 3.1 Reliabilitas ... 51

Gambar 3.2 Tingkat Kesukaran ... 53

Gambar 3.3 Daya Beda ... 55

Gambar 3.4 Efektivitas Pengecoh ... 57

Gambar 4.1 Persentase Berdasarkan Kesesuaian dengan SK KD ... 62

Gambar 4.2 Reliabilitas ... 63

Gambar 4.3 Diagram Persentase Tingkat Kesukaran ... 66

Gambar 4.4 Diagram Persentase Daya Beda Butir Soal ... 69

Gambar 4.5 Persentase Efektivitas Pengecoh ... 88

(19)

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1Surat Perijinan ... 109

Lampiran 2 Surat Keterangan telah melaksanakan penelitian ... 110

Lampiran 3 Daftar Nama Mahasiswa ... 111

Lampiran 4 Soal Pilihan Ganda UAS genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV di Kecamatan Depok ... 112

Lampiran 5 Kunci Jawaban Soal Pilihan Ganda UAS genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV di Kecamatan Depok ... 118

Lampiran 6 Sampel Jawaban Siswa Soal Pilihan Ganda UAS genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV di Kecamatan Depok ... 119

Lampiran 7 Hasil Wawancara ... 120

Lampiran 8 Daftar Centang (check llist) ... 121

Lampiran 9 Output Iteman ... 122

(20)

1

BAB I BAB IPENDAHULUAN

Bab I dalam penelitian ini membahas tentang latar belakang penelitian, pembatasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional.

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk membangun suasana belajar dan proses pembelajaran sehingga peserta didik mampu berperan secara aktif mengembangkan potensinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, yang diperlukan masyarakat, bangsa dan negara (Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003). Pendidikan adalah usaha yang ditempuh sebagai upaya untuk mengembangkan kemampuan dan kepribadian yang dimiliki seseorang melalui pembelajaran serta menjalin hubungan dengan lingkungan sekitar (Arifin, 2009: 39).

(21)

2

peserta didik merupakan sesuatu yang sangat penting dan strategis dalam kegiatan belajar mengajar (Kunandar, 2014: 61).

Permendiknas Nomor 27 Tahun 2007 dan Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan ditemukan pengertian penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna (Majid, 2014: 35). Melalui hasil penilaian guru dapat melakukan refleksi dan evaluasi terhadap kualitas pembelajaran yang telah dilakukan (Kunandar, 2014: 11).

Penilaian bertujuan untuk mengukur ketercapaian siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Ketercapaian tersebut dapat dilihat melalui kualitas pembelajaran. Tercapainya kualitas pembelajaran yang baik harus ada kualitas soal yang baik juga. Setiap butir soal yang ditulis harus berdasarkan pada rumusan indikator dan berdasarkan pada kaidah penulisan soal (Kunandar, 2014: 182). Perlunya memperhatikan kaidah penyusunan soal akan menghasilkan instrumen yang valid dan reliabel.

(22)

3

informasi yang sesuai dan dapat digunakan untuk mencapai tujuan tertentu. Relibilitas soal merupakan ukuran yang menyatakan tingkat keajegan atau kekonsistenan suatu soal tes (Jihad & Haris, 2012: 180). Arifin (2009: 258) menjelaskan bahwa reliabilitas adalah tingkat atau derajat konsistensi dari suatu instrumen. Jika dihubungkan dengan validitas dan reliabilitas maka, validitas adalah ketepatan, sedangkan reliabilitas adalah ketetapan (Arifin, 2009: 75). Objektivitas dimaksudkan tidak adanya unsur pribadi yang memperngaruhi dalam pembuatan sebuah tes (Arikunto, 2012: 75). Praktikabilitas berarti tes tersebut memiliki sifat praktik, mudah pengadministrasiannya (Arikunto, 2012: 77). Sedangkan ekonomis dimaksudkan pelaksanaan tes tersebut tidak memerlukan biaya yang mahal, tenaga yang banyak, dan waktu yang lama (Arikunto, 2012: 77).

Analisis kualitas tes merupakan suatu tahap yang harus ditempuh untuk mengetahui derajat kualitas suatu tes, baik tes secara keseluruhan maupun butir soal yang menjadi bagian dari tes tersebut (Arifin, 2009: 246). Analisis butir soal adalah cara untuk menguji kecocokan atau kesesuaian, tingkat kesukaran, dan perbedaan dari setiap soal yang diujikan kepada para siswa (Basuki & Hariyanto, 2014: 129). Item

Analysis adalah analisis yang dilakukan terhadap item tes untuk menentukan tingkat

(23)

4

Endrayanto dan Harumurti (2014: 260-265) menyatakan bahwa tingkat kesukaran butir soal dilakukan untuk menelaah apakah butir soal tersebut berhasil dijawab dengan benar oleh sebagian besar siswa atau hanya beberapa siswa saja. Tingkat daya beda merupakan kemampuan butir soal untuk membedakan siswa yang termasuk berprestasi tinggi dengan siswa yang berprestasi rendah. Miller et al ; Kubizyn dan Borich, (dalam Endrayanto & Harumurti, 2014: 270) menjelaskan bahwa sebuah pilihan jawaban dalam soal pilihan ganda dikatakan sebagai pengecoh apabila lebih banyak siswa yang berprestasi rendah memilih jawaban tersebut dibandingkan siswa berprestasi tinggi.

(24)

5

Kecamatan Depok memiliki beberapa SD favorit (SD N Percobaan 2, SD N Babarsari, SD N Gambir Anom, SD Muhammadiyah Colombo, dan SD Kanisius Demangan) yang menjadikan sekolah di Kecamatan Depok cukup diminati. Kecamatan Depok juga dikelilingi oleh banyak universitas seperti Universitas Sanata Dharma, UNY, UGM, dan lain sebagainya, hal ini berdampak pada kesadaran orangtua tentang pentingnya pendidikan dan cita-cita para anaknya. Berdasarkan hasil wawancara dengan pemimpin UPTD dan beberapa guru SD di Kecamatan Depok, mengenai apakah selama ini sudah pernah ada analisis butir soal di Kecamatan Depok? Pemimpin UPTD dan beberapa SD mengatakan bahwa sebelumnya memang belum pernah ada penelitian tentang analasis butir soal.

Berdasarkan dari masalah yang telah diuraikan sebelumnya, bahwa belum pernah adanya penelitian tentang analisis soal UAS, peneliti tertarik untuk mengangkat masalah ini karena ingin mengetahui validitas, realiabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan efektivitas pengecoh dari setiap butir soal UAS. Peneliti ingin mengetahui apakah soal UAS yang telah dibuat sudah memenuhi kriteria, peneliti juga ingin belajar untuk menganalisis soal agar mampu membuat soal yang lebih baik dikemudian hari. Ketertarikan ini yang membuat peneliti memilih judul “Analisis Butir Soal Pilihan Ganda Ulangan Akhir Semester Genap Tahun Pelajaran

(25)

6

B. Batasan Masalah

Pembatasan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis butir soal pilihan ganda UAS genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV SD di Kecamatan Depok, Yogyakarta yang mengimplementasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Terdapat 49 SD yang mengimplementasikan KTSP, akan tetapi peneliti hanya mendapatkan 28 SD di Kecamatan Depok. Hal ini terjadi karena kurangnya komunikasi peneliti dengan pihak kepala sekolah atau guru wali kelas, sehingga beberapa diantaranya tidak menberikan ijin dan beberapa lembar jawaban sudah dikembalikan kepada siswa.

2. Analisis butir soal pilihan ganda UAS genap tahun ajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV SD di Kecamatan Depok, meliputi analisis validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan efektivitas pengecoh. 3. Analisis validitas dalam penelitian ini menganalisis validitas isi, dengan cara

(26)

7

C. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Bagaimana validitas butir soal pilihan ganda UAS genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Depok?

2. Bagaimana reliabilitas butir soal pilihan ganda UAS genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Depok?

3. Bagaimana tingkat kesukaran soal pilihan ganda UAS genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Depok?

4. Bagaimana daya beda butir soal pilihan ganda UAS genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Depok?

(27)

8

D. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah disebutkan sebelumnya, tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti adalah sebagai berikut.

1. Untuk mengetahui validasi dari butir soal pilihan ganda UAS genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Depok.

2. Untuk mengetahui reliabilitas dari butir soal pilihan ganda UAS genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Depok.

3. Untuk mengetahui tingkat kesukaran dari butir soal pilihan ganda UAS genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Depok.

4. Untuk mengetahui daya beda dari butir soal pilihan ganda UAS genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Depok.

(28)

9

E. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Manfaat Teoritis

Manfaat penelitian ini secara teoritis adalah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya untuk evaluasi pembelajaran matematika kelas IV semester genap tahun pelajaran 2014/2015.

2. Manfaat Praktis a) Bagi Peneliti

Melalui penelitian ini peneliti dapat mengetahui kualitas soal dengan menganalisis validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan efektivitas pengecoh dari setiap butir soal.

b) Bagi Guru

Penelitian ini berguna bagi guru agar lebih baik dalam menyusun soal yang berkualitas.

c) Bagi Sekolah

Penelitian ini bermanfaat bagi sekolah sehingga dapat mengembangkan dan memperbaiki kualitas soal yang telah dibuat.

d) Bagi UPT

(29)

10

F. Definisi Operasional

Peneliti menyusun definisi operasional sebagai berikut.

1. Analisis butir soal adalah cara yang digunakan untuk menguji validitas, reliabilitas, daya beda, tingkat kesukaran, dan efektivitas pengecoh suatu soal. 2. Validitas adalah suatu kecocokan, ketepatan suatu tes dengan tujuan yang

ingin diukur.

3. Validitas isi adalah untuk melihat sejauhmana sebuah tes mencakup keseluruhan materi yang ingin diukur.

4. Reliabilitas adalah analisis soal mengenai keajegan dan kekonsistenan hasil dari tes tersebut.

5. Tingkat kesukaran adalah untuk melihat sulit atau mudahnya suatu butir soal tes.

6. Daya beda adalah kemampuan butir soal tes untuk membedakan siswa berprestasi tinggi dengan siswa berprestasi rendah.

7. Efektivitas pengecoh adalah opsi jawaban pada soal pilihan ganda guna mengecoh siswa agar tidak memilih jawaban yang benar.

8. UAS merupakan tes yang digunakan untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran pada akhir semester.

(30)

11

BAB II

BAB IILANDASAN TEORI

Bab II dalam penelitian ini akan membahas tentang kajian teori, kerangka berpikir, dan hipotesis.

A. Kajian Teori

1. Teori-teori yang Mendukung a. Evaluasi

Evaluasi merupakan proses yang menentukan, apakah suatu tujuan yang telah disepakati dapat tercapai (Sukardi, 2008: 1). Evaluasi pembelajaran adalah inti pembahasan evaluasi yang kegiatannya dalam lingkup kelas atau proses belajar mengajar (Sukardi, 2008: 5). Evaluasi perlu dilakukan dalam rangka untuk mengendalikan mutu pendidikan (UU RI No 20 Tahun 2003 pasal 57 ayat 1), evaluasi hasil belajar peserta didik juga dilakukan untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan (UU RI No 20 Tahun 2003 pasal 58 ayat 1). Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa evaluasi sangat berguna bagi dunia pendidikan guna meningkatkan mutu pendidikan kita dengan melihat hasil belajar peserta didiknya.

(31)

12

Groundlund (1984) (dalam Jihad & Haris, 2012: 54) menyatakan penilaian sebagai proses sistematik pengumpulan, penganalisisan dan penafsiran informasi untuk menentukan sejauh mana siswa dapat mencapai tujuan. Adapun tujuan dari evaluasi (Sukardi, 2008: 8) :

1) Menilai ketercapaian tujuan

Tujuan belajar, metode evaluasi, dan cara belajar siswa, ketiga aspek tersebut saling berkaitan. Cara evaluasi dapat menentukan cara belajar siswa, dan tujuan evaluasi akan menentukan metode evaluasi yang akan digunakan oleh guru.

2) Mengukur macam-macam aspek belajar yang bervariasi

Aspek belajar ada tiga macam yaitu kognitif, psikomotor, dan afektif. Semua aspek tersebut harus dievaluasi dalam porsi yang tepat.

3) Sebagai sarana untuk mengetahui apa yang siswa telah ketahui

Kebutuhan siswa harus diperhatikan seperti kekuatan, kelemahan, dan minat siswa, sehingga siswa mampu termotivasi untuk belajar berdasarkan pada minat dan kebutuhan mereka.

4) Memotivasi belajar siswa

(32)

13

5) Menyediakan informasi untuk tujuan bimbingan dan konseling

Guru dapat menyediakan informasi yang berkaitan dengan problem pribadi seperti data kemampuan, kualitas pribadi, adaptasi sosial, kemampuan membaca, dan skor hasil belajar, apabila informasi tersebut dibutuhkan untuk bimbingan dan konseling yang efektif. Infomasi tersebut juga diperlukan untuk bimbingan karier.

6) Menjadikan hasil evaluasi sebagai dasar perubahan kurikulum

Evaluasi merupakan salah satu bagian dari instruksional. Instruksional juga berkaitan erat dengan kurikulum, sebagai salah komponen penting dalam suatu kurikulum. Perubahan kurikulum akan berubah dengan tepat sesuai dengan hasil evaluasi dengan skop yang lebih luas.

b. Instrumen Penilaian

Penyusunan instrumen tes dimaksud untuk mengukur sejauh mana siswa mampu memahami materi suatu pokok bahasan yang telah disampaikan. Penyusunan instrumen dibagi menjadi (Jihad & Haris, 2012: 67):

1) Tes

(33)

14 a) Tes tertulis

Tes tertulis merupakan tes yang harus dijawab oleh siswa secara tertulis.

b) Tes lisan

Tes lisan adalah suatu tes berupa pertanyaan yang diberikan kepada siswa secara tanya-jawab.

c) Tes perbuatan

Tes perbuatan adalah tugas yang berupa kegiatan praktek atau melakukan kegiatan guna mengukur keterampilan seseorang.

Adapun ciri-ciri butir soal yang baik sebagai alat ukur (Arikunto, 2012: 72-77):

i. Validitas

Suatu tes dikatakan valid apabila sesuai dengan keadaan senyatanya. Validitas adalah sebuah ketepatan.

ii. Reliabilitas

(34)

15 iii. Objektivitas

Sebuah tes dikatakan memiliki objektivitas apabila saat penilaiannya tidak ada faktor subjektif (terdapat unsur pribadi yang mempengaruhi dalam penilaian).

iv. Praktikabilitas

Sebuah tes dikatakan praktikabilitas apabila tes tersebut bersifat praktis, mudah pengadministrasiannya.

v. Ekonomis

Ekonomis dimaksudkan bahwa pelaksanaan sebuah tes sebaiknya tidak membutuhkan biaya yang mahal, memerlukan banyak tenaga, dan waktu yang lama.

2) Non tes

Penilaian non tes merupakan prosedur yang dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik minat, sifat, dan kepribadian. Penilaian non tes dapat dilakukan melalui:

a) Pengamatan

(35)

16 b) Skala sikap

Skala sikap merupakan alat penilaian yang digunakan untuk memperoleh informasi tentang sikap siswa melalui pengerjaan tugas tertulis yang bersifat mengukur daya nalar dan pendapat siswa.

c) Angket

Angket adalah alat penilaian yang menyajikan tugas-tugas dengan cara tertulis.

d) Catatan harian

Catatan harian adalah catatan berisi tentang perkembangan sikap siswa.

e) Daftar cek

Daftar cek adalah daftar yang digunakan untuk mengecek atau memeriksa apakah perilaku siswa sudah sesuai dengan yang diharapkan atau belum.

c. Tes Prestasi

(36)

17

mengukur tingkat pemahaman dan penguasaannya dalam sebuah materi yang dipersyaratkan dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Tes merupakan suatu alat pengumpul informasi, tes lebih bersifat resmi karena penuh dengan batasan, tes berfungsi untuk mengukur siswa dan keberhasilan program pembelajaran (Arikunto, 2012: 47). Berdasarkan ketiga pendapat tersebut dapat dilihat bahwa ketiganya mengungkapkan hal yang sama yaitu tes merupakan serangkaian alat pengukur yang berisi pertanyaan untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami dan menguasai suatu cakupan materi sesuai dengan tujuan pembelajaran. Tes juga merupakan alat pengukur yang bersifat resmi, sah, dapat dipercayai dan objektif.

Tes sebagai pengukur prestasi atau tes prestasi belajar bertujuan untuk mengukur prestasi untuk mengukur prestasi atau hasil belajar siswa (Azwar, 2015 a: 13). Gronlund (dalam Azwar, 2015 a: 18-22) mengemukakan tentang prinsip-prinsip pengukuran prestasi belajar sebagai berikut:

1) Tes prestasi harus mengukur hasil belajar yang telah dibatasi secara jelas sesuai dengan tujuan instruksional.

(37)

18

2) Tes prestasi harus mengukur suatu sampel yang representatif dari hasil belajar dan dari materi yang dicakup oleh program instruksional atau pengajaran.

Sampel belajar maksudnya adalah perwujudan soal tes dalam bentuk aitem-aitem keseluruhan pertanyaan mengenai materi pelajaran. Suatu tes tidak mungkin memuat seluruh permasalahan dalam suatu materi pembelajaran, hal ini menyebabkan penyajian tes hanya terbatas pada sebagian dari keseluruhan pertanyaan. Sampel pertanyaan yang termuat harus representatif, maksudnya harus menanyakan semua bagian materi.

3) Tes prestasi harus berisi aitem-aitem dengan tipe yang paling cocok guna mengukur hasil belajar yang diinginkan.

Hasil belajar hendaknya diukur menggunakan aitem yang sesuai dengan tujuan pengukuran.

4) Tes prestasi dirancang sedemikian rupa agar sesuai dengan tujuan penggunaan hasilnya.

(38)

19

posisi relatif siswa dalam kelompok hendaknya terdiri dari aitem yang memiliki tingkat kesukaran yang bervariasi. Tes yang berfungsi untuk diagnostik akan berisi aitem dalam jumlah besar dari setiap materi pelajaran. Karena tes ini bertujuan untuk mendeteksi masalah kesukaran belajar maka tingkat kesukaran aitemnya dibuat rendah.

5) Realibilitas tes prestasi harus diusahakan setinggi mungkin ( = 1,00) dan hasil ukurnya harus ditafsirkan dengan hati-hati.

Reliabilitas hasil ukur merupakan salah satu ciri kualitas tes yang tidak dapat diabaikan. Sejauhmana pengukuran tersebut dapat dipercaya, dapat dilihat dari keajegan (reliabel) tes tersebut.

6) Tes prestasi belajar harus dapat digunakan untuk meningkatkan belajar para anak didik.

(39)

20

ini menggunakan soal UAS yang merupakan jenis tes sumatif sesuai dengan pernyataan dari Basuki dan Hariyanto (2014: 32-33) bahwa tes atau ulangan sumatif adalah suatu proses dari bagian final evaluasi untuk mengetahui apakah tujuan pembelajaran terpenuhi. Tes ini biasanya digunakan pada akhir semester atau akhir tahun pembelajaran. Tes sumatif identik dengan ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas (Basuki & Hariyanto, 2014: 32-33). Berdasarkan pernyataan tesebut dapat disimpulkan bahwa UAS merupakan tes yang digunakan untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran pada akhir pada akhir semester.

d. Tes Pilihan Ganda

(40)

21

adalah sebuah tes yang menyediakan pilihan jawaban dan siswa memilih pilihan jawaban yang paling benar.

Tes pilihan ganda terdiri dari suatu keterangan atau pernyataan yang belum lengkap, siswa diminta untuk memilih salah satu jawaban untuk melengkapi keterangan atau pernyataan tersebut. Pilihan jawaban terdiri dari jawaban yang sebenarnya dan pengecoh-pengecoh (Basuki & Hariyanto, 2014: 43). Tes pilihan ganda dapat digunakan untuk menilai kemampuan mengingat dan memahami, serta mengenal kembali fakta-fakta, memahami hubungan antara dua hal atau lebih, dan mengaplikasikan prinsip-prinsip (Kunandar, 2014: 175).

Basuki dan Hariyanto (2014: 44-45) menyatakan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun tes pilihan ganda, diantaranya: 1). Jaminlah bahwa setiap pertanyaan memiliki gagasan pokok yang jelas, 2). Pilihlah pilihan jawaban salah yang masuk akal, 3). Buatlah pilihan yang sama panjangnya, jangan ada yang terlalu panjang atau pendek, 4). Nyatakanlah secara jelas kepada siswa untuk memilih jawaban yang paling benar bukan alternatif jawaban yang benar.

Kunandar (2014: 201), menyatakan syarat tes tertulis pilihan ganda yang baik sebagai berikut:

1. Memiliki validitas yang tinggi, artinya mampu mengungkapkan hasil belajar secara tepat.

(41)

22

3. Tiap butir soal memiliki daya beda yang memadai, artinya tiap butir soal mampu membeda siswa prestasi atas dan siswa prestasi bawah.

4. Tingkat kesukaran tes kira-kira 30% soal mudah, 50% soal sedang, dan 20% soal sulit dari keseluruhan soal tes.

5. Mudah diadministrasi, artinya tes tersebut memiliki petunjuk bagaimana cara pelaksanaanya, pengerjaannya, dan pemeriksaannya.

e. Analisis Butir Soal

(42)

23

Manfaat analisis butir soal adalah sebagai berikut (Basuki & Hariyanto, 2014: 130) :

1) Membantu para pengguna tes dalam evaluasi terhadap tes yang digunakan. 2) Mendukung penulis butir soal yang efektif.

3) Meningkatkan validitas dan realibilitas soal.

4) Memberikan masukan kepada peserta didik tentang kemampuannya.

5) Memberikan masukan pada guru tentang kesulitan-kesulitan peserta didiknya. 6) Memberikan masukan kepada guru tentang efektifitas pembelajaran.

7) Merevisi butir soal yang dinilai tingkat kesukarannya terlalu tinggi atau terlalu rendah, yang validitas dan reliabilitasnya rendah.

8) Meningkatkan keterampilan guru dalam menulis soal.

(43)

24

f. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran matematika kelas IV berdasarkan KTSP 2006, akan dipaparkan sebagai berikut.

Tabel 2.1 SK dan KD mata pelajaran matematika kelas IV berdasarkan KTSP 2006

1.1 Mengidentifikasi sifat-sifat operas hitung 1.2 Mengurutkan bilangan

1.3 Melakukan operasi perkalian dan pembagian 1.4 Melakukan operasi hitung campuran

1.5 Melakukan penaksiran dan pembulatan 1.6 Memecahkan masalah yang melibatkan uang 2. Memahami dan

menggunakan faktor dan keli-patan dalam

pemecahan masalah

2.1 Mendeskripsikan konsep faktor dan kelipatan 2.2 Menentukan kelipatan dan faktor bilangan

2.3 Menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor persekutuan terbesar (FPB)

2.4 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB

3.1 Menentukan besar sudut dengan satuan tidak baku dan satuan derajat

3.2 Menentukan hubungan antar satuan waktu, antar satuan panjang, dan antar satuan berat

3.3 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan satuan waktu, panjang dan berat

3.4 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan satuan kuantitas

4. Menggunakan konsep keliling dan luas bangun datar sederhana dalam pemecahan masalah

4.1 Menentukan keliling dan luas jajargenjang dan segitiga

4.2 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan keliling dan luas jajargenjang dan segitiga Semester II

(44)

25

6.4 Mengurangkan pecahan

6.5 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pecahan

7. Menggunakan lambang bilangan Romawi

7.1 Mengenal lambang bilangan Romawi

7.2 Menyatakan bilangan cacah sebagai bilangan Romawi dan sebaliknya

8.1 Menentukan sifat-sifat bangun ruang sederhana 8.2 Menentukan jaring-jaring balok dan kubus 8.3 Mengidentifikasi benda-benda dan bangun datar

simetris

8.4 Menentukan hasil pencerminan suatu bangun datar

(Sumber: Permendiknas No. 22 dan No. 23 tahun 2006 tentang Standar Isi dan Standar Kompetensi

Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah).

Berdasarkan tabel 2.1 SK dan KD mata pelajaran matematika kelas IV yang menggunakan KTSP dapat dilihat bahwa dalam setiap semester mengajarkan dua materi pokok yaitu bilangan; geometri dan pengukuran. Pada semester I materi bilangan membahas sifat operasi hitung; faktor dan kelipatan, sedangkan materi geometri dan pengukuran membahas pengukuran sudut, panjang, dan berat; konsep keliling dan luas bangun datar sederhana. Pada semester II materi bilangan membahas tentang bilangan bulat; pecahan; dan bilangan romawi, sedangkan materi geometri dan pengukuran membahas sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar.

g. Validitas

(45)

26

tersebut (Siregar, 2013: 46). Suatu tes dikatakan valid apabila dapat memberikan informasi yang sesuai dan dapat digunakan untuk mencapai tujuan tertentu (Arifin, 2009: 247). Berdasarkan definisi yang telah diuraikan dapat disimpulkan bahwa validitas adalah suatu kecocokan, ketepatan suatu tes dengan tujuan yang ingin diukur.

Validitas dibagi dalam tiga jenis menurut konsep baru (Basuki & Hariyanto, 2014: 123-124

1) Validitas Isi

(46)

27 2) Validitas Kriteria

Validitas kriteria menggunakan tes lain yang menjadi kriteria sebagai bahan pembanding untuk melihat hubungan dengan tes akan dievaluasi (Endrayanto & Harumurti, 2014: 84). Validitas terkait kriteria didasarkan pada hubungan antara skor dalam suatu tes dengan kemampuan yang lainnya (Basuki & Hariyanto, 2014: 124). Dalam pengujian validitas terkait kriteria dapat dilihat melalui adanya hubungan skor tes dengan skor suatu kriteria (Azwar, 2015 a: 176). Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa validitas kriteria melihat adanya hubungan tes yang akan diukur dengan tes yang digunakan sebagai pembanding (kriteria). 3) Validitas Konstrak

(47)

28

banyak dikenal dalam tes psikologi karena mengukur gejala perilaku yang abstrak (Arifin, 2009: 257).

h. Reliabilitas

Reliabilitas adalah tingkat atau derajat konsistensi dari suatu instrumen (Arifin, 2009: 258). Reliabilitas adalah indeks untuk mengetahui seberapa jauh hasil pengukuran suatu alat ukur dapat konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih (Siregar, 2013: 55). Relibilitas soal merupakan ukuran yang menyatakan tingkat keajegan atau kekonsistenan suatu soal tes (Jihad & Haris, 2012: 180). Berdasarkan definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa reliabilitas adalah analisis soal mengenai keajegan dan kekonsistenan hasil dari tes tersebut.

Relibilitas menurut Pearson (dalam Arifin, 2009: 259) terdiri dari tiga macam: 1) Koefisien Stabilitas

Reliabilitas jenis ini menggunakan teknik test dan retest, yaitu memberikan tes kepada sekelompok individu, kemudian diadakan kembali tes dengan kelompok yang sama diwaktu yang berbeda.

2) Koefisien Ekuivalen

Koefisien ekuivalen adalah jika mengorelasikan dua buah tes yang paralel pada kelompok dan waktu yang sama.

3) Koefisien Konsistensi Internal

(48)

29

diambil butir-butir yang bernomor genap untuk tes yang pertama dan mengambil butir-butir yang bernomor ganjil untuk tes yang kedua.

Guilford (dalam Jihad & Haris, 2012: 181) menyatakan kriteria reliabilitas: Tabel 2.2 Kriteria Reliabilitas

Rentang Kriteria

≤ 0,20 Sangat rendah

0,20 < < 0,40 Rendah 0,40 < < 0,70 Sedang 0,70 < < 0,90 Tinggi

0,90 < ≤1,00 Sangat tinggi

(Sumber: Jihad & Haris, 2012: 181)

Berdasarkan kriteria reliabilitas pada tabel 2.2 menunjukkan bahwa kriteria dibagi menjadi lima, yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi. i. Tingkat Kesukaran

(49)

30

Pada analisis tingkat kesukaran soal pada umumnya dirumuskan dengan (Djiwandono, 2008: 218):

Keterangan:

p : tingkat kesulitan butir tes

Pada umumnya tingkat kesulitan dibedakan menjadi (Uno & Koni, 2012: 156):

Tabel 2.3 Kriteria Tingkat Kesukaran

Rentang Kriteria

0 – 0,30 Tergolong sukar 0,31 – 0,70 Tergolong sedang

0,71 – 1 Tergolong mudah

(Sumber: Uno & Koni, 2012: 156)

Berdasarkan tabel 2.3 kriteria tingkat kesukaran dibedakan menjadi tiga kriteria, yaitu sukar, sedang, dan mudah dengan rentang yang berbeda-beda. j. Daya Beda

(50)

31

definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa daya beda adalah kemampuan butir soal tes untuk membedakan siswa berprestasi tinggi dengan siswa berprestasi rendah.

Penghitungan daya pembeda pada butir soal dapat dilakukan dengan rumus (Djiwandono, 2008: 221) :

Keterangan:

D : Daya pembeda (biasa dinotasikan DB)

: Kelompok siswa berprestasi tinggi (kadang dinotasikan BA) : Kelompok siswa berprestasi rendah (kadang dinotasikan BB)

: Setengah dari jumlah peserta tes kedua kelompok (kelompok atas dan

kelompok bawah).

Berikut adalah tingkat daya pembeda (Djiwandono, 2008: 224): Tabel 2.4 Kriteria Daya Beda

Rentang Kriteria

0,40 atau lebih Amat baik

0,30 – 0,39 Cukup baik, namun perlu perbaikan 0,20 – 0,29 Kurang baik, perlu perbaikan

0,19 atau kurang Tidak baik, perlu revisi atau ditiadakan

(Sumber: Djiwandono, 2008: 224)

(51)

32

k. Efektivitas Pengecoh

Khusus untuk tes pilihan ganda, selain analisis tingkat kesulitan dan daya pembeda, juga diperlukan analisis efektivitas pengecoh atau distractor (Uno & Koni, 2012: 157). Miller et al, 2009; Kubizyn dan Borich, 2013 (dalam Endrayanto & Harumurti, 2014: 270) menjelaskan bahwa sebuah pilihan jawaban dalam soal pilihan ganda dikatakan sebagai pengecoh apabila lebih banyak siswa yang berprestasi rendah memilih jawaban tersebut dibandingkan siswa berprestasi tinggi. Distractor disiapkan untuk mengecoh siswa yang tidak benar-benar belajar agar tidak memilih jawaban yang benar (Sukardi, 2008: 143). Berdasarkan definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa efektivitas pengecoh adalah opsi jawaban pada soal pilihan ganda guna mengecoh siswa agar tidak memilih jawaban yang benar.

Efektivitas pengecoh dapat dihitung dengan rumus (Arifin, 2009: 279):

Keterangan:

IP : Indeks pengecoh

P : jumlah peserta didik yang memilih pengecoh N : jumlah peserta didik yang ikut tes

B : jumlah peserta didik yang menjawab benar pada setiap soal n : jumlah alternatif jawaban (opsi)

(52)

33

Kualitas pengecoh berdasarkan indeks pengecoh adalah (Arifin, 2009: 280): Tabel 2.5 Kriteria Efektivitas Pegecoh

Rentang Kriteria

76% - 100% Sangat baik 51% - 75% Baik 26% - 50% Kurang baik

0% - 25% Jelek

(Sumber: Arifin, 2009: 280)

Berdasarkan tabel 2.5 dapat dilihat bahwa kriteria efektivitas pengecoh dibedakan menjadi lima kriteria, yaitu sangat baik, baik, kurang baik, jelek, dan sangat jelek. Kriteria efektivitas pengecoh juga menggunakan kriteria dari Basuki dan Hariyanto (2014: 144) yaitu pengecoh dapat dikatakan berfungsi apabila pengecoh tersebut paling sedikit telah dipilih oleh 5% dari keseluruhan peserta tes.

l. Matematika

(53)

34

didefinisikan dan berdasarkan aksioma, sifat, atau teori yang telah dibuktikan kebenarannya. Berdasarkan pada definisi matematika yang telah diuraikan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa matematika adalah ilmu abstrak yang terstruktur guna membantu kehidupan sehari-hari manusia.

Bishop (1988) (dalam Runtukahu & Kandou, 2014: 29) mengemukakan bahwa dalam setiap kebudayaan bangsa terdapat enam kegiatan matematika diantaranya yaitu menghitung; menempatkan (locating); mengukur; mendesain; bermain; dan menjelaskan.

Adapun hakikat konsep matematika (Runtukahu & Kandou, 2014: 45-48) : a) Hakikat bilangan dan operasi bilangan

Simbol-simbol yang menyatakan nama bilangan disebut sebagai angka. Pengetahuan dasar pada setiap operasi bilangan merupakan dasar dari operasi hitung. Siswa dapat memperoleh pengalamannya tentang operasi hitung melalui penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.

b) Hakikat geometri dan pengukuran

(54)

35

objek atau peristiwa. Atribut dalam pengukuran seperti panjang, lebar, tinggi, luas, keliling, volum, temperatur, dan waktu.

Kegiatan dan hakikat matematika yang telah diuraikan sebelumnya dapat membantu guru dalam menjelaskan dan mempelajari matematika dengan lebih mudah. Pemahaman guru terkait dengan hakikat matematika akan mempermudah guru dalam menyampaikan pembelajaran matematika terhadap perserta didiknya.

2. Hasil Penelitian yang Relevan

Penelitian pertama yang relevan yaitu penelitian yang dilakukan oleh Wirastri (2014) dengan judul “Analisis Kualitas Soal Pilihan Ganda Ujian Tengah Semester II Mata Pelajaran Matematika Kelas I Tahun Ajaran 2013/2014”.

(55)

36

siswa prestasi atas dan prestasi bawah, dengan rata-rata tingkat kesukaran 0,22. Analisis efektivitas pengecoh menunjukkan hasil bahwa dua soal tidak berfungsi.

Penelitian kedua yang relevan berupa jurnal penelitian yang dilakukan oleh Amalia dan Widayati (2012) dengan judul “Analisis Butir Soal Tes Kendali Mutu Kelas XII SMA Mata Pelajaran Ekonomi Akuntansi Di Kota Yogyakarta Tahun

2012”. Tujuan jurnal tesebut adalah untuk mengetahui kualitas butir soal tes kendali mutu kelas XII SMA mata pelajaran Ekonomi Akuntansi di Kota Yogyakarta tahun 2012. Jurnal ini menggunakan jenis penelitian analisis dokumen dengan menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian tersebut adalah soal TKM kelas XII SMA mata pelajaran Ekonomi Akuntasi di kota Yogyakarta tahun 2012 baik seri A, B, C, D, dan E menunjukkan validitas butir soal valid dengan persentase sekitar 75% - 95%. Hasil analisis reliabilitas memiliki reliabilitas yang tinggi sekitar 0,768 – 0,843. Berdasarkan hasil tingkat kesukaran menunjukkan hasil tingkat kesukaran yang sedang sekitar 47,5% - 70%. Hasil analisis daya beda sudah menujukkan daya beda yang baik yaitu sekitar 55% - 60%. Hasil efektivitas pengecoh menunjukkan hasil bahwa soal memiliki kualitas efektivitas pengecoh yang baik, dengan persentase 35% - 62,5%.

Penelitian ketiga yang relevan adalah penelitian dari Ariyana (2011). Penelitian ini berjudul “Analisis Butir Soal Ulangan Akhir Semester Gasal IPA

(56)

37

(57)

38

Berikut akan diperjelas persamaan dan perbedaan tentang hasil penelitian yang relevan.

Literatur Map Hasil Penelitian yang Relevan

Gambar 2.1 Literatur Map Hasil Penelitian yang Relevan

Berdasarkan gambar 2.1 terdapat tiga penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya, penelitian tersebut berbeda dengan penelitian yang peneliti akan dilakukan. Perbedaannya adalah penelitian yang pertama pernah dilakukan pada analisis soal kelas I pada mata pelajaran matematika, penelitian yang kedua pada mata pelajaran akuntansi ekonomi pada soal kelas XII, dan penelitian yang ketiga

Wirastri (2014)

“Analisis Butir Soal UAS Semester Genap Tahun Ajaran

2014/2015 Mata Pelajaran Matematika Kelas IV Sekolah Dasar

(58)

39

analisis soal IPA pada kelas IX. Sedangkan, penelitian ini meneliti soal UAS kelas IV pada mata pelajaran matematika.

Berdasarkan ketiga penelitian tersebut juga memiliki kesamaan dengan penelitian yang akan dilakukan. Penelitian yang pertama memiliki kesamaan yaitu melakukan penelitian pada mata pelajaran matematika, penelitian yang kedua memiliki kesamaan melakukan penelitian berupa analisis soal, sedangkan penelitian yang ketiga memiliki kesamaan yaitu menggunakan aplikasi MicroCat

Iteman versi 3.00 untuk mengolah data yang telah didapatkan.

B. Kerangka Berpikir

(59)

40

UPTD Kecamatan Depok sebelumnya belum pernah melakukan analisis butir soal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas, reliabilitas, daya beda, tingkat kesukaran, dan efektivitas pengecoh dari soal UAS genap mata pelajaran matematika kelas IV dari 28 SD di Kecamatan Depok Yogyakarta. Melalui penelitian ini peneliti akan mengetahui bagaimana analisis soal UAS mata pelajaran matematika kelas IV dari 28 SD di Kecamatan Depok. Analisis validitas menggunakan validitas isi berupa menyesuaikan butir soal dengan SK KD di KTSP. Pengolahan data dalam penelitian ini juga menggunakan program komputer berupa MicroCat Iteman versi 3.00 untuk melihat hasil analisis soal berupa reliabilitas, daya beda, tingkat kesukaran, dan efektivitas pengecoh. Hasil dari penelitian ini dapat berguna untuk refleksi untuk melihat sejauh mana kualitas soal yang diujikan kepada siswa.

C. Hipotesis

Berdasarkan kajian teori yang telah diuraikan sebelumnya, maka peneliti merumuskan hipotesis sebagai berikut:

1. Validitas butir soal pilihan ganda UAS genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Depok, sudah valid.

(60)

41

3. Tingkat kesukaran soal pilihan ganda UAS genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Depok, sudah memadai.

4. Daya beda butir soal pilihan ganda UAS genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Depok, sudah sesuai.

(61)

42

BAB III

BAB IIIMETODE PENELITIAN

Bab III dalam penelitian ini membahas tentang jenis penelitian, waktu dan tempat penelitian, populasi dan sampel, variabel, teknik pengumpul data, instrumen penelitian, dan teknik analisis data.

A. Jenis Penelitian

Penelitan ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif deskriptif, penelitian deskriptif bertujuan untuk menjelaskan realitas sosial yang kompleks di suatu masyarakat (Mantra, 2004: 38). Penelitian ini menggunakan cara penelitian deskriptif, karena menunjukkan adanya deskripsi terhadap fenomena tentang kelayakan soal tes yang diujikan saat UAS genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV SD di Kecamatan Depok. Hal tersebut juga sesuai dengan pendapat dari Sangadji dan Sopiah (2010: 24) penelitian deskriptif adalah metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasikan objek apa adanya, penelitian ini sering disebut penelitian non eksperimental karena peneliti tidak melakukan kontrol maupun manipulasi pada variabel penelitian.

(62)

43

reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan efektivitas pengecoh pada soal ujian akhir sekolah semester genap mata pelajaran Matematika kelas IV tahun pelajaran 2014/2015 di SD di Kecamatan Depok, kabupaten Sleman, Yogyakarta.

B. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan selama 10 bulan, yaitu pada bulan April 2015 – Januari 2016. Peneliti melakukan pengambilan data berupa soal, kunci jawaban, dan lembar jawab siswa soal UAS genap mata pelajaran matematika tahun pelajaran 2014/2015 kelas IV SD di Kecamatan Depok, pada tanggal 3 – 8 Juni 2015 sesuai dengan jadwal UAS SD di Kecamatan Depok.

2. Tempat Penelitian

(63)

44

C. Populasi dan Sampel

Sumanto (2014: 159) menyatakan populasi adalah seluruh subjek di dalam wilayah penelitian yang dijadikan subjek penelitian. Populasi adalah wilayah generalisai yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualiatas dan karakteristik tertentu yang telah disesuaikan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2012: 80). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SD yang berada di Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta.

Tabel 3.1 Populasi Penelitian

Nama Sekolah

1. SDN Adisucipto 1 26. SD Perumnas Condongcatur 2. SDN Adisucipto 2 27. SDN Puren

3. SDN Ambarukmo 28. SDN Ringinsari 4. SDN Bhaktikarya 29. SDN Samirono 5. SDN Caturtunggal 1 30. SDN Sarikarya 6. SDN Caturtunggal 3 31. SDN Tajem 7. SDN Caturtunggal 4 32. SDN Timbulharjo 8. SDN Caturtunggal 6 33. SDN Percobaan 2 9. SDN Caturtunggal 7 34. SDN Nogopuro 10. SDN Condongcatur 35. SDN Perumnas 3

11. SDN Corongan 36. SDN Nolobangsan

12. SDN Depok 1 37. SD Muhammadiyah Kayen

13. SDN Depok 2 38. SD Muhammadiyah Komplek Kolombo

14. SDN Deresan 39. SD Teruna Bangsa

(64)

45

Berdasarkan tabel 3.1 populasi penelitian dapat dilihat bahwa seluruh SD di Kecamatan Depok ada 49 sekolah, dengan 36 SD Negeri dan 13 SD Swasta.

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2012: 81). Sampel merupakan sebagian dari subjek penelitian yang dipilih untuk mewakili keseluruhan subjek (Sumanto, 2014: 159). Dalam penelitian ini digunakan teknik sampeling yaitu purposive sampling. Purposive sampling merupakan metode pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu yang dianggap relevan atau dapat mewakili objek yang diteliti (Taniredja, 2012: 172). Teknik penarikan sampel purposive disebut juga judgmental sampling, dimana pengambilan sampel dengan menentukan kriteria khusus (Prasetyo & Lina, 2005: 135). Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah SD di Kecamatan Depok, Sleman yang menggunakan kurikulum KTSP. Sekolah Dasar di Kecamatan Depok, Sleman yang menggunakan kurikulum KTSP yaitu berjumlah 28 SD.

Tabel 3.2 Sampel Penelitian

No Nama SD Negeri dan Swasta Jumlah Siswa

1 SD N Deresan 50

2 SD N Samirono 10

3 SDN Corongan 30

4 SDN Gejayan 24

5 SDN Mustokorejo 12

6 SDN Nanggulan 65

7 SDN Adisucipto 1 65

8 SDN Adisucipto 2 31

9 SDN Kledokan 26

10 SDN Ambarukmo 23

11 SDN Condongcatur 61

12 SDN Tajem 23

13 SDN Timbulharjo 35

14 SDN Ringinsari 27

(65)

46

No Nama SD Negeri dan Swasta Jumlah Siswa

16 SDN Caturtunggal 4 54

17 SDN Caturtunggal 6 25

18 SDN Puren 17

19 SDN Sarikarya 31

20 SDN Karangasem 25

21 SDN Bhaktikarya 29

22 SDN Nolobangsan 12

23 SDN Ngringin 38

24 SDN Kalongan 27

25 SD Bopkri Demangan III 30

26 SDK Demangan Baru 1 80

27 SD Teruna Bangsa 29

28 SD Islam Al-Islam 11

Total 911

Berdasarkan tabel 3.2 sampel penelitian dapat dilihat bahwa sampel penelitian ini adalah 911 siswa kelas IV yang telah mengikuti UAS genap mata pelajaran matematika di Kecamatan Depok, Yogyakarta.

D. Variabel Penelitian

(66)

47

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik penumpulan data adalah langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena bertujuan untuk mendapatkan data (Sugiyono, 2012: 224). Adapun beberapa cara untuk mendapatkan atau mengumpulkan sebuah data, seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa teknik dokumentasi dan teknik wawancara.

1. Teknik Dokumenatasi

Dokumen merupakan catatan peristiwa yang telah berlalu dan dapat berupa tulisan, gambar, atau karya monumental seseorang (Sugiyono, 2012: 240). Sedangkan menurut Arikunto (2013: 201) teknik dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan menyelidiki data yang berupa benda-benda tertulis seperti, buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, dan nilai raport, dan catatan harian. Teknik dokumentasi dalam penelitian ini adalah meneliti data berupa butir-butir soal UAS genap mata pelajaran Matematika kelas IV SD tahun pelajaran 2014/2015 di SD di Kecamatan Depok, Sleman dan meneliti jawaban siswa.

2. Teknik Wawancara

(67)

48

(Taniredja, 2012: 207). Teknik wawancara dalam penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan Kecamatan Depok dan penelitian analisis butir soal UAS genap tahun pelajaran 2014/2015 di SD di Kecamatan Depok.

F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur suatu fenomena alam maupun sosial yang diamati (Sugiyono, 2012: 102). Sangadji dan Sopiah (2010: 46) menyatakan bahwa instrumen adalah alat yang digunakan utnuk mengumpulkan data guna memecahkan masalah atau mencapai tujuan penelitian. Instrumen yang digunakan saat wawancara adalah pedoman wawancara, sedangkan dokumentasi adalah daftar centang (check list). Daftar centang adalah berisi daftar data yang akan dikumpulkan (Sangadji & Sopiah, 2010: 154). Peneliti mengambil instrumen penelitian berupa soal, kunci jawaban, dan lembar jawab 911 siswa dalam UAS genap tahun ajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV SD di Kecamatan Depok, Yogyakarta, dengan bantuan daftar centang.

Tabel 3.3 Pedoman Wawancara

No. Pertanyaan

1 Apakah Kecamatan Depok pernah melakukan analisis butir soal UAS?

2 Berapa jumlah seluruh SD yang berada di Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta?

(68)

49

Wawancara, daftar centang untuk memeriksa kelengkapan data yang dikumpulkan, dapat dilihat pada Lampiran 8.

G. Teknik Analisis

Analisis data merupakan proses penyederhanaan data yang telah didapatkan ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan ditafsirkan (Taniredja, 2012: 250). Dalam teknik analisis data peneliti menggunakan program komputer MicroCat Iteman versi 3.00 untuk menganalisis data. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Sugiyono (2014: 208) menyatakan bahwa penyajian data dalam analisis deskriptif dapat berupa perhitungan data-data angka. Analisis deskriptif yang dimaksud dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1) Validitas

(69)

50

ingin diukur. Validitas isi Validitas ini digunakan untuk mengukur kesesuaian antara soal dengan materi ajar dan tujuan yang ingin diukur (Jihad & Haris, 2012:179). Validtas ini mengukur kemampuan tes dengan ranah yang ingin diukur (Basuki & Hariyanto, 2014: 124).

Dalam penelitian ini menggunakan analisis validitas isi, yaitu bertujuan melihat tes evaluasi mengukur cakupan yang ingin diukur (Sukardi, 2008: 32). Validitas isi menunjukkan sejauhmana sebuah aitem dalam tes mencakup keseluruhan isi yang ingin diukur melalui tes tersebut (Azwar, 2015 a: 175). Berdasarkan beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa validitas isi adalah untuk melihat sejauhmana sebuah tes mencakup keseluruhan materi yang ingin diukur. Peneliti melakukan analisis validitas isi dengan melihat apakah butir soal UAS genap mata pelajaran matematika kelas IV sudah sesuai dengan SK KD yang terdapat pada KTSP.

2) Reliabilitas

(70)

51

dapat disimpulkan bahwa reliabilitas adalah analisis soal mengenai keajegan dan kekonsistenan hasil dari tes tersebut.

Guilford (dalam Jihad & Haris, 2012: 181) menyatakan kriteria reliabilitas (dapat dilihat pada Bab II tabel 2.2 Kriteria Reliabilitas, halaman 29). Analisis reliabilitas didapat dengan bantuan aplikasi komputer

MicroCat Iteman versi 3.00 dengan melihat hasil olah data koefisien

reliabilitas ditunjukkan pada bagian akhir yaitu Alpha. Koefisien reliabilitas

alpha diperoleh melalui satu kali perhitungan dalam penyajian data (Azwar,

2015 c: 115).

Gambar 3.1 Reliabilitas

Berdasarkan gambar 3.1 bagian yang dicetak tebal merupakan Alpha yang menunjukkan koefisien reliabilitas berdasarkan hasil olah data

(71)

52 3) Tingkat Kesukaran

Tingkat kesukaran item atau yang sering disebut sebagai indeks kesulitan item adalah angka yang menunjukan proporsi siswa yang menjawab betul dalam suatu soal tes yang dilakukan dengan menggunakan tes objektif (Sukardi, 2008: 136). Tingkat kesukaran dalam penelitian ini adalah sukar atau mudahnya butir-butir soal UAS genap mata pelajaran Matematika kelas IV tahun pelajaran 2014/2015 di SD Kecamatan Depok, Sleman.

Pada analisis tingkat kesukaran soal pada umumnya dirumuskan dengan (Djiwandono, 2008: 218):

Keterangan:

p : tingkat kesulitan butir tes.

(72)

53

- - - - ---

1 0-1 0.876 0.632 0.392 A 0.070 -0.567 -0.298 B 0.876 0.632 0.392 *

C 0.022 -0.304 -0.109 D 0.026 -0.337 -0.129 Other 0.005 -1.000 -0.224

Gambar 3.2 Tingkat Kesukaran

Berdasarkan gambar 3.2 pada bagian yang dicetak tebal menunjukkan

prop. Correction yang artinya memuat peserta yang menjawab benar atau

yang sering kita kenal dengan tingkat kesukaran butir soal (Azwar, 2015 a: 151).

4) Daya Beda

(73)

54

Penghitungan daya pembeda pada butir soal dapat dilakukan dengan rumus (Djiwandono, 2008: 221) :

Keterangan:

D : Daya pembeda (biasa dinotasikan DB).

: Kelompok siswa berprestasi tinggi (kadang dinotasikan BA). : Kelompok siswa berprestasi rendah (kadang dinotasikan BB).

: Setengah dari jumlah peserta tes kedua kelompok (kelompok atas dan

kelompok bawah).

Djiwandono (2008: 224) menyatakan bahwa daya beda memiliki empat kriteria dengan rentang yang berbeda-beda pula, yaitu amat baik, cukup baik, kurang baik, dan tidak baik (dapat dilihat pada Bab II tabel 2.4 Kriteria Daya Beda, halaman 31). Analisis tingkat daya beda menggunakan aplikasi MicroCat Iteman versi 3.00 dengan melihat hasil data ada bagian

point biserial. Point biserial adalah tercantum koefisiensi korelasi antara

(74)

55

Item Statistics Alternative Statistics ---

---

Seq. Scale Prop. Point Prop. Point No. -Item Correct Biser. Biser. Alt. Endorsing Biser. Biser.

Key

- - - - ---

1 0-1 0.876 0.632 0.392 A 0.070 -0.567 -0.298 B 0.876 0.632 0.392 *

C 0.022 -0.304 -0.109 D 0.026 -0.337 -0.129 Other 0.005 -1.000 -0.224

Gambar 3.3 Daya Beda

Berdasarkan gambar 3.3 pada bagian yang dicetak tebal menunjukkan bagian daya beda dengan melihat point biserial yang artinya adalah tercantum koefisiensi korelasi antara butir soal dengan skor total, koefisiensi ini merupakan daya beda butir soal (Azwar, 2015 a: 151).

5) Efektifitas Pengecoh

(75)

56

Efektivitas pengecoh dapat dihitung dengan rumus (Arifin, 2009: 279):

Keterangan:

IP : Indeks pengecoh.

P : jumlah peserta didik yang memilih pengecoh. N : jumlah peserta didik yang ikut tes.

B : jumlah peserta didik yang menjawab benar pada setiap soal. n : jumlah alternatif jawaban (opsi).

1 : bilangan tetap.

(76)

57

Item Statistics Alternative Statistics ---

---

Seq. Scale Prop. Point Prop. Point No. -Item Correct Biser. Biser. Alt. Endorsing Biser. Biser.

Key

- - - - ---

1 0-1 0.876 0.632 0.392 A 0.070 -0.567 -0.298 B 0.876 0.632 0.392 *

C 0.022 -0.304 -0.109 D 0.026 -0.337 -0.129 Other 0.005 -1.000 -0.224

Gambar 3.4 Efektivitas Pengecoh

Figur

Tabel 2.1 SK dan KD mata pelajaran matematika kelas IV berdasarkan KTSP
Tabel 2 1 SK dan KD mata pelajaran matematika kelas IV berdasarkan KTSP . View in document p.43
Tabel 2.2 Kriteria Reliabilitas
Tabel 2 2 Kriteria Reliabilitas . View in document p.48
Tabel 2.3 Kriteria Tingkat Kesukaran
Tabel 2 3 Kriteria Tingkat Kesukaran . View in document p.49
Tabel 2.4 Kriteria Daya Beda
Tabel 2 4 Kriteria Daya Beda . View in document p.50
Tabel 2.5 Kriteria Efektivitas Pegecoh
Tabel 2 5 Kriteria Efektivitas Pegecoh . View in document p.52
Gambar 2.1 Literatur Map Hasil Penelitian yang Relevan
Gambar 2 1 Literatur Map Hasil Penelitian yang Relevan . View in document p.57
Tabel 3.1 Populasi Penelitian
Tabel 3 1 Populasi Penelitian . View in document p.63
Tabel 3.2 Sampel Penelitian
Tabel 3 2 Sampel Penelitian . View in document p.64
Tabel 3.3 Pedoman Wawancara
Tabel 3 3 Pedoman Wawancara . View in document p.67
Gambar 3.1 Reliabilitas
Gambar 3 1 Reliabilitas . View in document p.70
Gambar 3.2 Tingkat Kesukaran
Gambar 3 2 Tingkat Kesukaran . View in document p.72
Gambar 3.3 Daya Beda
Gambar 3 3 Daya Beda . View in document p.74
Gambar 3.4 Efektivitas Pengecoh
Gambar 3 4 Efektivitas Pengecoh . View in document p.76
Tabel 4.1 Analisis Validitas Isi Berdasarkan SK KD KTSP 2006
Tabel 4 1 Analisis Validitas Isi Berdasarkan SK KD KTSP 2006 . View in document p.78
Tabel 4.2 persentase butir soal berdasarkan SK KD dapat lihat bahwa pada
Tabel 4 2 persentase butir soal berdasarkan SK KD dapat lihat bahwa pada . View in document p.80
Gambar 4.1 Persentase Per Semester
Gambar 4 1 Persentase Per Semester . View in document p.81
Tabel 4.3 Kriteria Reliabilitas
Tabel 4 3 Kriteria Reliabilitas . View in document p.82
Tabel 4.5 distribusi tingkat kesukuran aitem (p)  menunjukkan hasil
Tabel 4 5 distribusi tingkat kesukuran aitem p menunjukkan hasil . View in document p.84
Gambar 4.3 Diagram Persentase Tingkat Kesukaran
Gambar 4 3 Diagram Persentase Tingkat Kesukaran . View in document p.85
Tabel 4.7 Kriteria Daya Beda
Tabel 4 7 Kriteria Daya Beda . View in document p.86
Tabel 4.8 Distribusi Daya Beda Aitem (d) menggunakan point biserial
Tabel 4 8 Distribusi Daya Beda Aitem d menggunakan point biserial . View in document p.87
Tabel 4.9 Persentase Jumlah Soal Berdasarkan Daya Beda Soal
Tabel 4 9 Persentase Jumlah Soal Berdasarkan Daya Beda Soal . View in document p.87
Gambar 4.4 Diagram Persentase Daya Beda Butir Soal
Gambar 4 4 Diagram Persentase Daya Beda Butir Soal . View in document p.88
Tabel 4.10 Kriteria Efektivitas Pengecoh
Tabel 4 10 Kriteria Efektivitas Pengecoh . View in document p.89
Tabel 4.11 Hasil Analisis Efektivitas Pengecoh
Tabel 4 11 Hasil Analisis Efektivitas Pengecoh . View in document p.90
Tabel 4.12 Persentase Efektivitas Pengecoh
Tabel 4 12 Persentase Efektivitas Pengecoh . View in document p.106
Gambar 4.5 Persentase Efektivitas Pengecoh
Gambar 4 5 Persentase Efektivitas Pengecoh . View in document p.107
Tabel 4.13 Pembuktian Daya Beda Berdasarkan Jawaban Benar Siswa
Tabel 4 13 Pembuktian Daya Beda Berdasarkan Jawaban Benar Siswa . View in document p.114
Gambar 4.6 Analisis Hasil Olah data MicroCat Iteman versi 3.00
Gambar 4 6 Analisis Hasil Olah data MicroCat Iteman versi 3 00 . View in document p.119
Tabel pedoman kriteria:
Tabel pedoman kriteria . View in document p.154

Referensi

Memperbarui...

Lainnya : Analisis butir soal pilihan ganda ulangan akhir semester genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV SD di Kecamatan Depok. Latar Belakang Analisis butir soal pilihan ganda ulangan akhir semester genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV SD di Kecamatan Depok. Batasan Masalah Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Analisis butir soal pilihan ganda ulangan akhir semester genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV SD di Kecamatan Depok. Manfaat Penelitian Analisis butir soal pilihan ganda ulangan akhir semester genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV SD di Kecamatan Depok. Definisi Operasional Analisis butir soal pilihan ganda ulangan akhir semester genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV SD di Kecamatan Depok. Evaluasi Teori-teori yang Mendukung Instrumen Penilaian Teori-teori yang Mendukung Tes Prestasi Teori-teori yang Mendukung Tes Pilihan Ganda Teori-teori yang Mendukung Analisis Butir Soal Teori-teori yang Mendukung Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Validitas Efektivitas Pengecoh Matematika 123-124 Hasil Penelitian yang Relevan Kerangka Berpikir Hipotesis Analisis butir soal pilihan ganda ulangan akhir semester genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV SD di Kecamatan Depok. Jenis Penelitian Analisis butir soal pilihan ganda ulangan akhir semester genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV SD di Kecamatan Depok. Waktu dan Tempat Penelitian Populasi dan Sampel Analisis butir soal pilihan ganda ulangan akhir semester genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV SD di Kecamatan Depok. Variabel Penelitian Analisis butir soal pilihan ganda ulangan akhir semester genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV SD di Kecamatan Depok. Teknik Pengumpulan Data Analisis butir soal pilihan ganda ulangan akhir semester genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV SD di Kecamatan Depok. Deskripsi Penelitian Analisis butir soal pilihan ganda ulangan akhir semester genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV SD di Kecamatan Depok. Kesimpulan Keterbatasan Penelitian Analisis butir soal pilihan ganda ulangan akhir semester genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV SD di Kecamatan Depok.