KUMPULAN ABSTRAK JURNAL
KOLEKSI E-DEPOSIT PERPUSTAKAAN
NASIONAL
TEMA AKUNTANSI 2020
Penyusun: Untung
Penyunting: Arsi Suparni
EFEKTIVITAS PERPADUAN KOMPONEN ANGGARAN DALAM PROSEDUR ANGGARAN: Pengujian Kontinjensi Matching
M. Nizarul Alim
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas perpaduan antar komponen anggaran dengan pengujian kontinjensi matching dengan argumen bahwa penganggaran merupakan suatu prosedur yang berurutan dan saling terkait antar komponen anggaran. Komponen anggaran yang diteliti meliputi: partisipasi anggaran, sasaran anggaran, revisi anggaran dan evaluasi anggaran. Penelitian membuktikan, bahwa partisipasi tidak berpengaruh signifikan terhadap sasaran anggaran. Demikian pula sasaran anggaran tidak berpengaruh terhadap kinerja manajerial. Untuk partisipasi sasaran, revisi anggaran, evaluasi anggaran dan interaksinya secara bersama mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial meskipun tidak signifikan. Berdasarkan hasil penelitian ini perlu penelitian lebih lanjut tentang faktor desain organisasional yang mungkin berpengaruh pada prosedur anggaran dalam proses pengendalian manajemen, seperti proses perencanaan strategi (strategic planning).
Kata kunci: komponen anggaran, kontinjensi, kinerja manajerial
Nama Jurnal: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume: Vol. 10, No. 2, November 2008: 69-76
STUDI EMPIRIS THEORY OF PLANNED BEHAVIOR DAN PENGARUH KEWAJIBAN MORAL PADA PERILAKU KETIDAKPATUHAN PAJAK
WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI
Widi Hidayat Argo Adhi Nugroho
ABSTRAK
Penelitian ini menggunakan Theory of Planned Behavior/TPB (Ajzen 1991) dengan tambahan variabel kewajiban moral (Bobek and Hatfield 2003), untuk menjelaskan perilaku ketidakpatuhan pajak wajib pajak orang pribadi. Sebanyak 155 sampel wajib pajak orang pribadi. Penelitian ini menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan software SPSS 16.0. dan AMOS 16. Hasil penelitian menghasilkan kesimpulan, pertama, sikap terhadap ketidakpatuhan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap niat untuk tidak patuh terhadap pajak. Kedua, norma subyektif berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap niat untuk tidak patuh terhadap pajak. Ketiga, kewajiban moral berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat untuk tidak patuh terhadap pajak. Keempat, PBC berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap niat untuk tidak patuh terhadap pajak. Kelima, PBC berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap perilaku ketidakpatuhan pajak.
Keenam, niat seseorang untuk tidak patuh terhadap pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku ketidakpatuhan pajak. Hasil perbandingan antara deskriptif variabel dengan hasil loading factor masing-masing indikator terhadap variabel, menemukan: pertama, kontribusi terbesar terhadap sikap ketidakpatuhan pajak tetaplah aspek ekonomi yaitu memaksimalkan utilitas finansial. Kedua, pihak yang memberikan kontribusi terbesar dalam norma subyektif adalah konsultan pajak dan berikutnya adalah teman/orang terdekat dilingkungan. Ketiga, kontribusi paling besar terhadap tingginya moral untuk patuh terhadap pajak diberikan oleh indikator rasa bersalah. Keempat, PBC yang cukup besar terhadap ketidakpatuhan pajak disebabkan oleh kontribusi controllability.
Kata kunci: theory of planned behavior, attitude, subjective norm, perceived behavioral control, moral obligation, intention, tax noncompliance
Nama Jurnal: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume: Vol. 12, No. 2, Nopember 2010: 82-93
INSTRUMEN DERIVATIF: Pengenalan Dalam Strategi Manajemen Risiko Perusahaan
Lisa Linawati Utomo
ABSTRAK
Arus investasi yang masuk melalui pasar modal dan pasar uang mulai menggairahkan kondisi ekonomi Indonesia. Instrumen-instrumen investasi baru mulai ditawarkan di pasar modal dengan tujuan mengakomodasikan tingkat pengembalian dan risiko tertentu yang dikehendaki oleh para investor. Selain saham dan obligasi sebagai instrumen utama di pasar modal, pemerintah Indonesia juga menerbitkan obligasi sebagai sarana mendapatkan dana. Sekuritas derivatif, seperti option dan futures, merupakan kontrak perjanjian antara dua pihak untuk menjual atau membeli sejumlah aktiva finansial atau komoditas pada tanggal tertentu di masa datang dengan harga yang telah disepakati saat ini. Option atau kontrak opsi memberikan hak, bukan kewajiban, bagi pemegangnya untuk melakukan sesuatu;
sedangkan kontrak futures merupakan kewajiban antara dua pihak yang terikat dalam kontrak untuk memenuhi perjanjian dalam kontrak. Tulisan ini akan membahas definisi, terminologi, profil keuntungan dan penggunaan kedua instrumen derivatif tersebut untuk strategi hedging perusahaan. Adapun untuk sarana hedging dapat digunakan komoditas, logam berharga, indeks saham, tingkat suku bunga, dan kurs nilai tukar.
Kata kunci: opsi beli, opsi jual, futures, forwards, lindung nila
Nama Jurnal: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume: Vol. 2, No. 1, Mei 2000: 53 - 68 Doi/Link pdf: http://jurnalakuntansi.petra.ac.id
ADOPSI IFRS DAN RELEVANSI NILAI INFORMASI AKUNTANSI
Nur Cahyonowati & Dwi Ratmono
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kualitas informasi akuntansi pada periode sebelum dan setelah adopsi IFRS pada standar akuntansi keuangan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan relevansi nilai sebagai proksi dari kualitas informasi akuntansi. Informasi akuntansi yang berkualitas dapat dilihat dari relevansi informasi akuntansi dalam pengambilan keputusan investor sebagaimana tercemin pada harga saham. Adopsi standar berbasis IFRS diprediksi tidak meningkatkan kualitas informasi akuntansi karena faktor lingkungan yang spefisik ada di Indonesia. Populasi penelitian ini adalah perusahaan publik yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia pada periode 2008–2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi standar berbasis IFRS di Indonesia belum dapat meningkatkan kualitas informasi akuntansi. Relevansi laba akuntansi dengan keputusan investasi sebagaimana tercermin pada harga saham tidak meningkat secara signifikan pada periode setelah adopsi IFRS.
Kata kunci: relevansi nilai, adopsi IFRS, price model
Nama Jurnal: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume: Vol. 14, No. 2, November 2012: 105-115
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TURNOVER INTENTIONS PADA STAF KANTOR AKUNTAN PUBLIK
Agus Arianto Toly
ABSTRAK
Tingkat keinginan berpindah yang tinggi para staf akuntan telah menimbulkan biaya potensial untuk Kantor Akuntan Publik (KAP). Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Suwandi dan Indriantoro (1999) telah berhasil mengidentifikasi proses keinginan berpindah, yang berhubungan dengan anteseden dan konsekuensi dari ketidakamanan kerja. Respon 30 staf akuntan dari beberapa KAP terhadap kuesioner yang dibuat untuk mengukur berbagai variabel, dianalisis menggunakan kofisien korelasi Pearson. Hasil dari studi ini secara umum tidak konsisten dengan Suwandi dan Indriantoro (1999) karena ditolaknya beberapa hipotesis. Studi ini mengidentifikasi bahwa KAP harus memberi perhatian terhadap beberapa faktor organisasional, seperti komitmen organisasional, konflik peran, ketidakjelasan peran, dan perubahan organisasional.
Kata kunci: konflik peran, ketidakjelasan peran, perubahan organisasional, ketidakamanan kerja, komitmen organisasional, keinginan berpindah
Nama Jurnal: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume: Vol. 3, No. 2, November 2001: 102 - 125 Doi/Link pdf: http://jurnalakuntansi.petra.ac.id
PENGARUH KUALITAS AUDIT TERHADAP MANAJEMEN LABA
Ingrid Christiani, Yeterina Widi Nugrahanti
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kualitas audit terhadap manajemen laba. Kualitas audit pada penelitian ini diukur dengan Kantor Akuntan Publik (KAP) menjadi big four dan non-big four dan spesialisasi industri auditor.
Penelitian ini menggunakan empat variabel kontrol, yaitu ukuran perusahaan, leverage, rasio arus kas operasi dan pertumbuhan perusahaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang berasal dari laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010-2011. Dengan menggunakan purposive sampling, penelitian ini mendapat 174 sampel perusahaan.
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran KAP tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Spesialisasi industri auditor berpengaruh negatif terhadap manajemen laba. Dari keempat variabel kontrol yang digunakan dalam penelitian ini, hanya arus kas operasi dan pertumbuhan yang berpengaruh terhadap manajemen laba, sementara kedua variabel lainnya, yaitu ukuran perusahaan dan leverage, tidak berpengaruh.
Kata kunci: kualitas audit, ukuran KAP, spesialisasi industri auditor, manajemen laba
Nama Jurnal: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume: Vol. 16, No. 1, Mei 2014, 52-62
INDEPENDENSI KOMITE AUDIT, KUALITAS AUDIT DAN KUALITAS LABA: Bukti Empiris Perusahaan Dengan Kepemilikan Terkonsentrasi
Aminul Amin
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh independensi komite audit dan kualitas audit terhadap kualitas laba dan pengaruh interaksi kualitas audit dan independensi komite audit terhadap kualitas laba. Pengujian dilakukan terhadap perusahaan dengan kepemilikan terkonsentrasi. Berbagai tingkat konsentrasi diamati untuk melihat konsistensi model. Moderation regression analysis dengan pengujian hipotesis didesain untuk menjawab pertanyaan tersebut. Penelitian dilakukan terhadap perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011–2014. Sebanyak 124 perusahaan sebagai sampel dengan 402 pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa independensi komite audit dan kualitas audit serta interaksi keduanya dapat meningkatkan kualitas laba, namun pengaruhnya semakin melemah sejalan dengan meningkatnya konsentrasi kepemilikan. Hal ini membuktikan bahwa kepemilikan mayoritas melebihi 50%
memiliki kemampuan pengendalian yang kuat. Kontribusi penelitian terutama berkaitan dengan regulasi tentang perlindungan pemegang saham minoritas dan stakeholders yang lain dari tindakan ekspropriasi. Selain itu, perlunya regulasi untuk memperluas pengungkapan struktur kepemilikan pemilik utama (ultimate shareholders). Pengungkapan struktur kepemilikan seharusnya dilaporkan dalam bentuk piramida, sehingga dapat diketahui siapa pengendali sesungguhnya termasuk hak kontrol dan hak aliran kas. Masyarakat umum termasuk investor dapat mendeteksi ada tidaknya praktek ekspropriasi yang merugikan pihak-pihak tertentu.
Kata kunci: independensi komite audit, kualitas audit, kualitas laba, konsentrasi kepemilikan
Nama Jurnal: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume: Vol. 18, No. 1, Mei 2016, 1-14 Doi/Link pdf: http://jurnalakuntansi.petra.ac.id
ADVANCE PRICING AGREEMENT DAN PROBLEMATIKA TRANSFER PRICING DARI PERSPEKTIF PERPAJAKAN INDONESIA
Iman Santoso
ABSTRAK
Globalisasi ekonomi telah membawa dampak semakin meningkatnya transaksi internasional. Perusahaan tidak lagi membatasi operasinya hanya di negara sendiri, tetapi merambah ke mancanegara dan menjadi perusahaan multinasional dan transnasional. Perusahaan-perusahaan ini beroperasi melalui anak perusahaan dan cabang-cabangnya di banyak negara. Akibatnya, timbul harga transfer yang disebut transfer pricing karena adanya transaksi antarmereka. Transfer pricing dapat dilakukan dengan motivasi pajak, yang bertujuan menggeser beban pajak dari negara dengan tarif pajak tinggi ke negara dengan tarif pajak rendah. Pergeseran ini diyakini dapat menghilangkan potensi penerimaan pajak suatu negara. Untuk mencegah praktek transfer pricing dengan motivasi pajak ini, Undang-Undang Pajak Penghasilan Indonesia mengatur tentang Advance Pricing Agreement, yang adalah kesepakatan harga antara Wajib Pajak dengan aparat pajak mengenai harga jual wajar atas produk yang dihasilkannya kepada pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa.
Kata kunci: transfer pricing, advance pricing agreement, special relationship, armslength principle
Nama Jurnal: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume: Vol. 6, No. 2, Nopember 2004: 123-139 Doi/Link pdf: http://jurnalakuntansi.petra.ac.id
DETERMINAN PENGGUNAAN AKTUAL PERANGKAT LUNAK AKUNTANSI PENDEKATAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL
Suwardi Bambang Hermanto1, Patmawati
ABSTRAK
Tujuan penelitian menguji pengaruh kemampuan menggunakan komputer, persepsi, sikap dan minat dalam menggunakan perangkat lunak akuntansi dalam pendekatan Technology Acceptance Model. Survey dengan obyek mahasiswa akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Surabaya (STIESIA) tahun ajar 2014/2015 yang telah menggunakan software akuntansi, dengan pengukuran konstruk kemampuan menggunakan komputer, persepsi kemudahan penggunaan, persepsi kegunaan, sikap, minat, dan penggunaan senyatanya perangkat lunak akuntansi, menggunakan intrumen kuesioner untuk pengumpulan data primer terhadap sampel 104 mahasiswa. Hasil analisis menggunakan structural equation modeling – partial least squares menunjukkan bahwa kemampuan menggunakan komputer berpengaruh positif terhadap persepsi kemudahan. Persepsi kemudahan dan persepsi kegunaan berpengaruh positif terhadap sikap pengguna. Sikap pengguna berpengaruh positif terhadap minat perilaku. Minat perilaku berpengaruh positif terhadap penggunaan senyatanya. Sedangkan kemampuan menggunakan komputer tidak memengaruhi persepsi kegunaan perangkat lunak akuntansi.
Kata kunci: kemudahan penggunaan, kegunaan, persepsi, Technology Acceptance Model
Nama Jurnal : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume: Vol. 19, No. 2, November 2017, 67-81
PARTISIPASI PENGGUNA DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI (Telaah Literatur)
Priyo Hari Adi
ABSTRAK
Partisipasi pengguna dalam pengembangan sistem informasi merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap suksesnya sebuah sistem. Beberapa penelitian menemukan bahwa partisipasi pengguna berhubungan secara tidak langsung berhubungan dengan kesuksessan sebuah sistem. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa betapa pentingnya mengakomodasi kebutuhan dan keinginan dengan melibatkan pengguna untuk berpartisipasi dalam pengembangan sebuah sistem. Bagaimanapun juga, penggunaan istilah kepuasan pengguna tidak tepat dalam kaitannya dengan kepastian pengembangan sistem informasi. Kebanyakan dari pengguna dalam tahap implementasi membutuhkan pemahaman dibanding keahlian dalam mengoperasikan sistem itu. Oleh karena itu beberapa penelitian lebih menggunakan istilah pemahaman pengguna dibandingkan dengan keahlian pengguna untuk mengukur kepuasan.
Kata kunci: partisispasi pengguna, kepuasan pengguna, keahlian pengguna, pemahaman pengguna
Nama Jurnal: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume: Vol. 8, No. 1, Mei 2006: 52-62 Doi/Link pdf: http://jurnalakuntansi.petra.ac.id