• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKL1 K06 Isu Kepemilikan Konsolidasi.1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "AKL1 K06 Isu Kepemilikan Konsolidasi.1"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

ISU KEPEMILIKAN KONSOLIDASI

ISU KEPEMILIKAN KONSOLIDASI

Kelompok VI

Kelompok VI

 Yolanda Romenta1410

 Yolanda Romenta1410003510062

003510062

Fitratul Husna1410003510115

Fitratul Husna1410003510115

Reni Sofia1410003510034

Reni Sofia1410003510034

Kurnia

Kurnia Ramadayenti141000351

Ramadayenti1410003510043

0043

Riko Suprianto1410003510019

(2)

Banyak perusahaan yang memiliki lebih dari satu jenis saham yang

 beredar. Pemegang saham preferen umumnya mempunyai hak

lebih dulu dari pemegang saham biasa dalam hal dividen dan

distribusi asset pada saat likuidasi. Pemegang saham preferen

 biasanya tidak mempunyai hak untuk memilih, sehingga

kepemilikan dalam saham preferen umumnya tidak menyebabkan

timbulnya pengendalian, berapa pun jumlah saham yang dimiliki.

SAHAM PREFEREN ANAK

(3)

KONSOLIDASI DENGAN SAHAM PREFEREN

ANAK PERUSAHAAN YANG BEREDAR 

Jumlah ekuitas pemegang saham anak perusahaan yang menjadi

hak pemegang saham preferen harus ditentukan terlebih dahulu

sebelum melakukan eliminasi kepemilikan saham biasa.

Jika induk perusahaan memiliki sebagian dari saham preferen

anak perusahaan, maka bagiannya atas saham preferen tersebut

harus dieliminasi

(4)

CONTOH KASUS

PT Induk membeli 80 % saham biasa PT Anak pada tanggal 31

Desember 2014, pada nilai bukunya sebesar Rp 240.000 .000 dan

mencatat investasinya menggunakan metode ekuitas dasar.

PT Induk memperoleh laba dari operasi terpisahnya sebesar Rp

140.000.000 di tahun 2015 dan mengumumkan dividen sebesar Rp

60.000.000.

PT Anak melaporkan laba bersih sebesar Rp 50.000.000 di tahun 2015

dan mengumumkan dividen saham biasa sebesar Rp 30.000.000.

Asumsikan juga bahwa pada tanggal 1 Januari 2015, PT anak

menerbitkan 12% saham preferen dengan nilai nominal Rp 100.000.000,

dijual pada nilai nominalnya, dan PT Induk tidak membeli saham tersebut.

Dividen preferen regular dibayar di tahun 2015.

(5)

 ALOKASI LABA BERSIH PT ANAK 

Dari total laba bersih sebesar Rp 50.000.000 yang dilaporkan oleh PT Anak

untuk tahun 2015, sebesar R p 12.000.000 (Rp 100.000.000 x 0,12)

dialokasikan ke pemegang saham preferen sebagai dividen periode sekarang.

PT Induk mencatat bagiannya atas jumlah sisanya yang dihitung sebagai

 berikut :

Laba bersih PT Anak 2015 Rp 50.000.000

Dikurangi: Dividen preferen (Rp 100.000.000 x 0,12)  (12.000.000)

Laba PT Anak yang menjadi hak pemegang saham biasa Rp 38.000.000 Bagian proporsional PT Induk  x 0.80

(6)

Laba yang dialokasikan ke kepemilikan minoritas untuk tahun 20X1

adalah total dividen preferen PT Anak dan bagian 20% pemegang

saham biasa minoritas PT Anak sebesar Rp 38.000.000 dari sisa laba

setelah dikurangi dividen preferen.

Dividen preferen PT Anak Rp 12.000.000 Laba yang dialokasikan ke pemegang saham biasa

 Nonpengendali minoritas PT Anak (Rp 38.000.000 x 0,2)

 7.600.000

Pendapatan kepemilikan minoritas Rp 19.600.000

Laba operasi terpisah PT Induk Rp 140.000.000 Laba bersih PT Anak Rp 50.000.00 Laba bersih konsolidasia Rp 190.000.000 Laba untuk kepentingan nonpengendali (Rp 19.600.000 Laba yang diberikan ke pemilik entitas induk Rp 170.400.000

(7)

KERTAS KERJA KONSOLIDASI

 Mengeliminasi pendapatan dari anak perusahaan

 Mengalokasikan laba ke kepemilikan minoritas

 Mengeliminasi investasi saham biasa awal 

 Mengeliminasi saham preferen anak perusahaan

Pendapatan dari Anak Perusahaan Rp 30.400.000

Dividen Diumumkan-Saham Biasa Rp 24.000.000 Investasi pada Saham Biasa PT Anak Rp 6.400.000

Pendapatan untuk Kepentingan nonpengendali Rp 19.600.000

Dividen Diumumkan-Saham Preferen Rp 12.000.000 Dividen Diumumkan-Saham Biasa Rp 6.000.000 Kepentingan nonpengendali Rp 1.600.000

Saham Biasa-PT Anak  Rp 200.000.000 Saldo Laba, 1 Januari Rp 100.000.000

Investasi pada Saham Biasa PT Anak  Rp 240.000.000 Kepentingan non-pengendali Rp 60.000.000

(8)

SAHAM PREFEREN ANAK PERUSAHAAN

DIMILIKI OLEH INDUK PERUSAHAAN

Saham preferen yang dimiliki oleh induk perusahaan berada

di dalam entitas konsolidasi, maka saham preferen tersebut

harus dieliminasi pada saat penyusunan laporan keuangan

konsolidasian. Begitu pula dengan pendapatan dari sah am

 preferen yang dicatat oleh induk perusahaan juga harus

(9)

P

ERUBAHAN

 D

 ALAM

 K 

EPEMILIKAN

I

NDUK 

 P

ERUSAHAAN

Kepemilikan induk perusahaan dianggap selalu

tetap antarwaktu tetapi kenyataannya tingkat

kepemilikan sering berubah-ubah. Induk perusahaan

dapat mengubah rasio kepemilikannya dengan membeli

atau menjual saham anak perusahaan melalui transaksi

dengan perusahaan yang tidak berafiliasi. Anak

 perusahaan dapat menyebabkan presentase kepemilikan

anak perusahaan dengan menjual tambahan saham atau

membeli saham dari pihak yang tidak berafiliasi atau

melakukan transaksi saham dengan induk perusahaan.

(10)

Pembelian Saham Tambahan oleh Induk Perusahaan dari Non-afiliasi

Induk perusahaan dapat membeli saham anak perusahaan pada beberapa titik waktu yang berbeda. Pada saat penyusunan laporan keuangan konsolidasi, biaya  perolehan setiap pembelian saham dibandingkan dengan nilai buku saham pada tanggal pembelian dan perbedaannya diperlakukan sebagai bagian dari diferensial  pembelian yang akan dialokasikan

Penjualan Saham Anak Perusahaan oleh Induk Perusahaan ke Non-afiliasi

Pengakuan keuntungan atau kerugian dalam pelaporan laba rugi konsolidasi atas  penjualan saham anak perushaan dan induk perusahaan tetap mengkonsolidasi anak  perusahaan tersebut. Jika ada keuntungan atau kerugian pada saat perusahaan tunggal menerbitkan saham, maka tidak ada keuntungan atau kerugian yang diakui pada saat perusahaan dalam entitas konsolidasi menerbitkan saham. Perbedaan nilai tercatat dalam pembukuan induk perusahaan sebelum dilakukan penjualan dan harga jual secara konseptual lebih baik disajikan dalam laporan keuangan konsolidasi sebagai penyesuian atas tambahan modal disetor.

(11)

P

EMBELIAN

 S

AHAM

 A

NAK 

 P

ERUSAHAAN DARI

 N

ON

-AFILIASI

Kadang kala, anak perusahaan membeli saham diperoleh

kembali dari pemegang saham minoritas. Pemegang saham

minoritas sering menyadari bahwa mereka hanya memiliki

sedikit kesempatan untuk memberikan input untuk aktivitas dan operasi

anak perusahaan dan sering bersedia untuk menjual sahamnya. Induk

 perusahaan dapat lebih memilih untuk tidak memedulikan pemegang

saham lain dan dapat memerintahkan anak perusahaan untuk membeli

kembali saham minoritas yang tersedia.

Walaupun induk perusahaan bukan pihak yang terlibat langsung pada

saat anak perusahaan membeli saham diperoleh kembali dari pemegang

saham minoritas, ekuitas induk perusahaan atas asse t bersih anak

 perusahaan dapat mengalami perubahan karena adanya transaksi

tersebut. Jika hal ini terjadi, jumlah perubahan tersebut harus diakui

dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi.

(12)

P

EMBELIAN

 S

AHAM

 A

NAK 

 P

ERUSAHAAN DARI

 I

NDUK 

P

ERUSAHAAN

Anak perusahaaan dapat mengurangi jumlah saham beredarnya dengan

 pembelian saham dari induk perusahaan maupun dari pemegang saham

minoritas. Dalam praktiknya, pembelian saham dari induk perusahaan

 jarang terjadi. Induk perusahaan biasanya mengurangi kepemilikan di anak

 perusahaan dengan menjual sebagian kepemilikannya ke non-afiliasi untuk

mendapatkan dana tambahan.

Pada saat anak perusahaan mengakuisisi kembali sebagian sahamnya dari

induk perusahaan, induk perusahaan mencatat keuntungan atau kerugian

sebesar selisih antara harga jual dan perubahan dalam nilai tercatat

investasinya. Timbul pertanyaan apakah transaksi antara induk perusahaan

dan anak perusahaannya tersebut dapat dianggap transaksi yang wajar;

akibatnya, pelaporan keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi

induk perusahaan menjadi dipertanyakan. Dari sudut pandang konsolidasi,

 pada saat anak perusahaan mengakuisisi kembali sahamnya dari

anak perusahaan, transaksi tersebut merupakan transfer internal dan tidak

menimbulkan keuntungan atau kerugian.

(13)

STRUKTUR KEPEMILIKAN KOMPLEKS

Sta ndar pela poran yang ber laku mengharuska n

 penyusunan laproan keuangan konsolidasi jika satu

 perusahaan mempunyai pengendalian langsung atau

tidak langsung atas perusahaan lain. Pembahasan sampai

titik ini hanya berfoku pada hubungan induk dan anak

 perusahaan yang sederhana dan langsung. Akan tetapi,

 banyak perusahaan yang mempunyai skema organisasi

(14)

 STRUKTUR KEPEMILIKAN KOMPLEKS

Perusahaan A Perusahaan B    P   e   r   u   s   a   h   a   a   n    C Perusahaan A Perusahaan B Perusahaan C Perusahaan A Perusahaan B

(15)

Struktur

Kepemilikan

Struktur kepemilikan langsung (direct ownership) Kepemilikan bertingkat (multi level ownership)

Kepemilikan timbal balik (reciprocal ownership atau mutual holdings)

(16)

DIVIDEN SAHAM ANAK PERUSAHAAN

Utang dividen anak perusahaan dalam bentuk saham anak

 perusahaan memerlukan sedikit perubahan dalam jurnal eliminasi

yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi.

 Nilai tercatat investasi pada pembukuan induk perusahaan juga

t i d a k t e r p e n g a r u h o l e h d i v i d e n s a h a m . D i v i d e n s a h a m

mencerminkan kapitalisasi permanen dari saldo laba, sehingga

saldo laba menjadi berkurang dan saham biasa, dan mungkin juga

tambahan modal disetor, bertambah.

(17)

Referensi

Dokumen terkait

15 yang menyatakan bahwa pemegang saham pengendali adalah pihak yang memiliki saham atau efek yang bersifat ekuitas sebesar 20% atau lebih (Yuniasih dkk, 2011: 10). 3) Perusahaan

Pembelian kembali saham pada umumnya dilakukan dengan cara tender, yaitu perusahaan membuat tender penawaran formal kepada pemegang saham untuk membeli sejumlah sahamnya dengan

Ketika anak perusahaan menerbitkan saham baru atau membeli saham treasuri, untuk contoh, laba atau rugi diakui oleh induk pada penjualan saham anak perusahaan kembali ke

Hasil dalam penelitian menjelaskan strategi yang dilakukan oleh pemegang saham dengan memberikan kesempatan kepada pihak manajemen untuk memiliki saham

pemilikan saham. Hak-hak pemegang saham perusahaan sub induk pada metode harga perolehan tidak seperti tercantum dalam buku-bukunya, melainkan juga penyesuaian terhadap

Pihak berkepentingan internal adalah “orang dalam” dari suatu perusahaan: orang atau instansi yang secara langsung terlibat dalam kegiatan perusahaan, seperti pemegang saham,

1) kesediaan calon pemegang saham berupa lembaga keuangan bank untuk membeli surat utang bersifat ekuitas yang diterbitkan Bank yang dimiliki, dalam hal Bank

MANAJER KEUANGAN ❑Pemilik Perusahaan besar atau pemegang saham biasanya tidak terlibat langsung dalam pengambilan keputusan bisnis, khususnya dalam kehidupan sehari-hari3. ❑Perusahaan