• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA RISALAH RESMI RAPAT KOMISI V DPR RI DENGAN KEPALA BMKG, KEPALA BASARNAS DAN KEPALA BPWS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA RISALAH RESMI RAPAT KOMISI V DPR RI DENGAN KEPALA BMKG, KEPALA BASARNAS DAN KEPALA BPWS"

Copied!
65
0
0

Teks penuh

(1)

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

RISALAH RESMI RAPAT KOMISI V DPR RI DENGAN KEPALA BMKG, KEPALA BASARNAS DAN KEPALA BPWS Tahun Sidang : 2019-2020

Masa Persidangan : IV

Rapat ke- :

Jenis Rapat : Rapat Dengar Pendapat (RDP) Sifat Rapat : Terbuka

Hari, Tanggal : Senin, 22 Juni 2020

Waktu : Pukul 13.10 s.d. 16.50 WIB

Tempat : Ruang Rapat Komisi V DPR RI (KK.V) Gedung Nusantara – Jakarta

Ketua Rapat : Ir. Ridwan Bae/Wakil Ketua Komisi V DPR RI/F-PG Sekretaris Rapat : Nunik Prihatin Budiastuti, S.H.

Acara : Membahas Pendahuluan RKA K/L dan RKP K/L dalam RAPBN TA. 2021

Hadir : 27 Anggota hadir dari 53 Anggota Komisi V DPR RI dengan rincian sebagai berikut:

A. Anggota DPR RI: PIMPINAN :

1. Lasarus, S.Sos, M.Si (F-PDIP) 2. Ir.Ridwan Bae (F-PG)

1. FRAKSI PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN:

4 orang Anggota dari 11 Anggota: 1. Herson Mayulu, S.IP

2. Ir. Sudjadi

3. H.M.Rifqinizamy Karsayuda 4. Bambang Suryadi, SH, MH 2. FRAKSI PARTAI GOLKAR:

5 orang Anggota dari 7 Anggota: 1. Drs. Hamka B Kady, MS

2. Dr.H.Gatot Sudjito.,M.Si

3. H. Daniel Mutaqien Syafiuddin, ST 4. H. Ansar Ahmad.,SE.,MM

(2)

5. H. Tubagus Haerul Jaman.,SE 3. FRAKSI PARTAI GERINDRA:

5 orang Anggota dari 6 Anggota: 1. Hj.Novita Wijayanti.,SE.,MM 2. Iis Edhy Prabowo.,S.Hum.,MM 3. Drs.H.Mulyadi.,MMA

4. Ir. Eddy Santana Putra, MT 5. Ir. Sumail Abdullah

4. FRAKSI PARTAI NASIONAL DEMOKRAT 3 orang Anggota dari 4 Anggota:

1. Drs.H.Soehartono 2. Drs. H.Tamanuri.,MM 3. Roberth Rouw

5. FRAKSI PKB:

2 orang Anggota dari 6 Anggota: 1. Sofyan Ali.,S.Ag.,SH.,M.Pd 2. H. Syafiuddin, S.Sos

6. FRAKSI PARTAI DEMOKRAT: 3 orang Anggota dari 5 Anggota: 1. Willem Wandik.,S.Sos

2. H.Irwan.,S.IP.,MP 3. Lasmi Indaryani.,SE 7. FRAKSI PARTAI KEADILAN

SEJAHTERA:

1 orang Anggota dari 4 Anggota: 1. Ahmad Syaikhu

8. FRAKSI PARTAI AMANAT NASIONAL: 1 orang Anggota dari 4 Anggota: 1. Athari Ghauthi Ardi

9. FRAKSI PPP:

1 orang Anggota dari 1 Anggota: 1. H. Muh Aras, S.Pd, MM

B. UNDANGAN :

1. Kepala BMKG (Dwikorita Karnawati)

2. Kepala BASARNAS (Bagus Puruhito, S.E., M.M.))

(3)

KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V (Ir. RIDWAN BAE/FPG): Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua.

Yang terhormat Pak Ketua dan Anggota Komisi V DPR RI,

Yang terhormat Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas),

Kepala Badan Pelaksanaan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu beserta seluruh jajarannya,

Dan Hadirin yang saya hormati.

Mengawali rapat ini, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua sehingga pada hari ini kita dapat bertemu untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita, yaitu fungsi anggaran dalam keadaan sehat wal'afiat secara fisik dan virtual dari tempat masing-masing.

Walaupun sudah melewati Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah, namun hari ini adalah pertemuan pertama setelah Hari Raya Idul Fitri. Maka perkenankan kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, minnal aidzin wal faidzin, maaf lahir dan bathin.

Sebelum melanjutkan, kami ingin memperkenalkan Anggota baru dari Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra yaitu saudara Ir. Sumail Abdullah, Nomor Anggota 108, pemilihan Jawa Timur III, ada beliau? Belum sempat hadir ya.

Menurut laporan Sekretariat Komisi V DPR RI, saat ini rapat Komisi V DPR RI telah diikuti oleh 12 Anggota dengan 7 Fraksi, sebagian masih di perjalanan dan masih juga lewat virtual dan terdiri dari lebih separuh unsur Fraksi sehingga telah memenuhi kuorum.

Sesuai hasil kesepakatan Rapat Konsultasi Pengganti Rapat Bamus tanggal 16 Juni 2020 terkait Tata Cara Rapat Komisi atau Badan Masa Tatanan Baru new normal pada Masa Persidangan IV, Tahun Sidang 2019-2020, pelaksanaan Raker, RDP dihadiri secara fisik maksimal 60% dari jumlah Anggota Komisi atau Badan, dengan komposisi sesuai dengan jumlah suara Fraksi secara proporsional, bersama mitra kerja pemerintah maksimal 45 orang. Dari kapasitas 60 tempat duduk dan lamanya pelaksanaan Raker RDP disepakati pada saat pembukaan rapat agar lebih efisien dan efektif yaitu maksimal 4 jam.

Oleh karena itu sebagaimana ketentuan yang diatur dalam Pasal 251 Peraturan DPR RI tentang Tata Tertib, izinkanlah kami membuka rapat pada hari ini dan sesuai dengan ketentuan Pasal 246 Ayat (1) Rapat Komisi V DPR RI pada hari ini dinyatakan terbuka untuk umum.

(4)

(RAPAT DIBUKA PUKUL 13.10 WIB)

Terima kasih dan penghargaan kami sampaikan kepada saudara Kepala BMKG, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Kepala BPWS beserta jajarannya yang telah memenuhi undangan kami pada hari ini untuk hadir secara fisik.

Sebagaimana undangan yang telah disampaikan Rapat Dengar Pendapat pada hari ini diagendakan acara, Membahas Pembicaraan Pendahuluan RKA K/L dan RKP K/L dalam RAPBN Tahun Anggaran 2021. Saya ingin mengulangi bahwa ini adalah pembahasan Pembicaraan Pendahuluan, jadi mungkin kita jauh lebih cepat karena kita baru membicarakan pendahuluan, kelanjutannya nanti adalah dalam perjalanan berikutnya dalam sidang-sidang berikutnya.

Saudara Pimpinan atau Pak Ketua, Anggota Komisi V dan Kepala BMKG,

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Serta Kepala Bapel BPWS yang kami hormati.

Sebagaimana telah kita ketahui bersama, salah satu kebijakan keuangan pemerintah pada tahun 2020, yang menjadi landasan penting dalam perumusan kebijakan anggaran tahun 2021 adalah ditetapkan Perpu Nomor 1 Tahun 2020 dan Perpres Nomor 24 Tahun 2020, sebagai langkah penanganan pandemi Covid-19 dan sekaligus untuk menjaga kondisi perekonomiaan serta stabilitas sistem keuangan.

Oleh karena itulah dalam rangka menjaga keberlanjutan pembangunan nasional di tengah tantangan fundamental perekonomian yang sangat dinamis, APBN sebagai instrumen kebijakan fiskal hendaknya dirancang dengan lebih produktif, efektif dan efisien. Agar mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat dan perbaikan secara keuangan pemerintah.

Selanjutnya sebagaimana surat Badan Anggaran tanggal 8 Juni 2020, perihal Penyampaian Ralat Rancangan Jadwal Pembahasan Pembicaraan Pendahuluan RAPBN Tahun Anggaran 2021 dan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2021. Dan sesuai Jadwal Rapat Kerja Komisi-komisi dengan Mitra Kerjanya, maka pada kesempatan RDP ini, Komisi V DPR RI hendak mendapatkan penjelasan dari masing-masing Kepala BMKG, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dan Kepala Bapel BPWS terkait dengan Pembicaraan Pendahuluan RKKL dan RKP dalam RAPBN Tahun Anggaran 2021 untuk masing-masing badan tersebut.

Pimpinan,

Anggota Komisi V dan Kepala BMKG,

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Beserta Kepala Bapel BPWS yang saya hormati.

(5)

Demikian pengantar dari kami, untuk menyingkat waktu kami persilakan kepada para Kepala Badan untuk menyampaikan paparannya berkaitan dengan penjelasan mengenai Pembicaraan Pendahuluan RKA K/L dan RKP K/L dalam rapat Tahun Anggaran 2021.

Seizin Pak Ketua, kami persilakan mulai barangkali dari Ibu Kepala BMKG.

Kami persilakan bu.

KEPALA BMKG (PROF. DWIKORITA KARNAWATI, M.Sc. P.Hd): Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Yang terhormat Bapak Ketua Komisi V DPR RI dan juga para Pimpinan Komisi V DPR RI dan para Anggota Komisi V DPR RI,

Yang saya hormati Bapak Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan,

Bapak Kepala Badan Pelaksana Badan Pengembangan Wilayah Suramadu, Serta Bapak dan Ibu Hadirin sekalian yang berbahagia.

Pertama-tama.

Assalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh, Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, sehingga kita dapat berkumpul bersama dalam Rapat Dengar Pendapat hari ini. Dan pertama kali izinkan saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, mohon maaf lahir dan bathin.

Bapak Ibu yang saya hormati.

Izinkanlah kami untuk menyampaikan mohon izin ini langsung melompat ke slide Nomor 5, agar menyingkat waktu. Di sini kami menunjukkan realisasi anggaran di Tahun Anggaran 2020 sampai tanggal 19 Juni. Ada di slide Nomor 5. Dari slide tersebut terlihat realisasi anggaran BMKG sampai tanggal 19 Juni adalah sebesar 650,48 Miliar atau penyerapannya sebesar 30,15% dari total pagu 2,157 Triliun Rupiah. Namun realisasi fisik telah mencapai 49,53% dan dari grafik tersebut memang terlihat sampai bulan Juni masih melandai. Namun kemudian kami mulai akan meningkat setelah bulan Juni hingga Desember.

Kemudian perlu kami sampaikan juga Bapak Ibu yang saya hormati, dasar hukum penyusunan anggaran pagu indikatif tahun anggaran 2021, yaitu berdasarkan Surat Bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPNK Kepala Bappenas dan juga Surat Bersama yang kedua di situ menyebutkan atau menetapkan pagu indikatif BMKG tahun 2021 sebesar Rp.2,849 Triliun.

(6)

Tema rencana kinerja pemerintah tahun 2021 yaitu mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial dengan 4 fokus pembangunan. Dari 4 fokus tersebut BMKG bertekad untuk mendukung fokus yang terkait dengan prioritas Nomor 1. Yaitu memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan, serta prioritas nasional Nomor 5 memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar. Nah kemudian juga prioritas Nomor 6 membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim.

Terkait dengan fokus pembangunan, BMKG memfokuskan pada pemulihan industri pariwisata dan investasi serta reformasi sistem ketahanan bencana.

Berikutnya untuk slide Nomor 9 saya rasa sudah ya slide Nomor 9 fokus ya slide Nomor 9. Saya baca saja kalau begitu, tadi sudah kami sampaikan BMKG fokus pada pemulihan industri pariwisata dan investasi dengan major project 10 destinasi pariwisata atau 10 destinasi pariwisata super prioritas. Dan fokus Nomor 4 yaitu reformasi sistem ketahanan bencana dengan major project penguatan sistem peringatan dini bencana.

Arah kebijakan BMKG tahun 2021, ini slide Nomor 10. Sesuai dengan tema RKP, yaitu mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial, maka BMKG mengusung tema “Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika berkelas dunia dengan spirit sosio entrepreneur”. Mohon izin yang dimaksud dengan berkelas dunia itu adalah cita-cita kami dalam hal kualitas informasinya. Jadi kualitas informasi yang dikeluarkan oleh BMKG harus berkualitas standar dunia yang saat ini kami masih berjuang menuju ke arah sana.

Kemudian isu strategis yang kami angkat adalah kebutuhan SDM berkualitas dan berdaya saing. Yang kedua adalah organisasi yang efisien, dan tiga perlunya pemenuhan layanan informasi meteorologi klimatologi geofisika sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Keempat adalah penguatan dan pengembangan infrastruktur peralatan operasional BMKG. Dan yang kelima adalah kebutuhan data yang terintegrasi untuk mendukung pelayanan informasi.

Mohon izin berikutnya, kami memfokuskan pada rencana kerja dan anggaran tahun 2021. Berdasarkan Renstra tersebut yang telah kami sampaikan pagu usulan anggaran tahun 2021 yang kami usulkan sebesar Rp.3,7 Triliun dengan rincian:

Satu, belanja operasional sebesar Rp976,93 Miliar; kemudian belanja non operasional sebesar Rp.2,724 Triliun untuk memenuhi dukungan BMKG terhadap prioritas nasional 2021. Dan belanja untuk prioritas lembaga, belanja barang dan belanja modal peralatan BMKG di 194 Satker, pembangunan sarana dan prasarana operasional, serta implementasi kerja sama dalam dan luar negeri, juga termasuk belanja untuk pengembangan dan inovasi baru.

(7)

Berikutnya slide Nomor 12, usulan anggaran BMKG Nomor 12 maaf ya, ini slide ya betul sudah itu. Jadi usulan BMKG untuk dukungan manajemen, total di sini kita lihat sebesar Rp.345 Miliar. Kemudian untuk klimatologi dan geofisika untuk program meteorologi klimatologi dan geofisika total Rp.2,503 Triliun. Ini yang telah disepakati dalam trilateral meeting. Jadi ada perbedaan antara yang diusulkan yaitu 3,7, namun kemudian yang telah muncul dari hasil trilateral meeting adalah Rp.2,849 Triliun. Di situ termasuk juga belanja operasional untuk pegawai, belanja operasional barang dan dukungan operasional tugas dan fungsi unit serta anggaran penguatan pengembangan InaTEWS.

Selanjutnya pagu indikatif hasil trilateral meeting tersebut tentunya memberikan backlog. Jadi mungkin untuk menyingkat waktu kita langsung ke backlog-nya bagi yang dari usulan dan yang disetujui. Jadi ada sekitar jadi slide Nomor 15 ya, ada backlog sebesar Rp.851 Miliar ya, Rp.851 Miliar adalah kurang lebihnya besarnya backlog.

Nah kemudian untuk slide berikutnya, distribusi pagu indikatif, di sini bagaimana secara detil sudah kami sampaikan pada slide Nomor 16 dari program dukungan manajemen 360, kemudian program meteorologi klimatologi dan geofisika Rp.2,488 Triliun ini hasil trilateral meeting sehingga total Rp.2,849 Triliun.

Dan slide berikutnya menunjukkan grafik backlog usulan BMKG terhadap pagu indikatif tahun 2021. Di situ terlihat backlog-nya adalah Rp.851,9 tahun lalu adalah maaf dari tahun 2020 898, jadi rata-rata adalah Rp.800 Miliar backlog tersebut.

Kemudian rincian backlog secara garis besar kami sampaikan pada slide Nomor 18, yaitu terkait dengan pengembangan kerapatan jaringan observasi MKG untuk keselamatan transportasi, pembangunan infrastruktur dan peringatan dini bencana, dalam rangka mendukung pembangunan prioritas nasional dalam RKP tahun anggaran 2021. Antara lain ini cukup banyak pengadaan sistem dan power radar, sampai pengadaan hap InaTEWS di Bali dan peningkatan sistem keamanan informasi. Mohon izin tidak saya baca semua. Kemudian backlog yang kedua terkait dengan pemeliharaan peralatan operasional utama MKG dan backlog ini yang ketiga adalah terkait dengan pengembangan sarana dan prasarana operasional serta dukungan penelitian dan pengembangan.

Setelah backlog mohon izin kami sampaikan dukungan BMKG untuk prioritas nasional pembangunan, mohon maaf dukungan BMKG untuk prioritas nasional pembangunan dalam rencana kerja pemerintah tahun 2021 slide Nomor 21. Yang pertama adalah memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan. Antara lain adalah prediksi dan peringatan dini cuaca dengan scaling up weather capacity untuk 6 provinsi, kemudian informasi peringatan dini windshore dan seterusnya. Sampai juga peningkatan pemahaman masyarakat terhadap informasi meteorologi maritim melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan targetnya untuk 3.000 orang. Dan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap informasi iklim terapan

(8)

melalui Sekolah Lapang Iklim multiyears targetnya 1.275 orang dan informasi iklim terapan di pusat, terkait dengan energi baru terbarukan dan apa kualitas udara, gas rumah kaca dan literasi iklim total targetnya lima informasi.

Kemudian prioritas nasional yang kelima adalah memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar. Di sini terutama prediksi dan peringatan dini cuaca dengan scaling up weather capacity yang kedua untuk 6 provinsi dan informasi kerentanan sismik di kota besar untuk dua kota. Dan operasional Alutama MKG yang prima untuk 1.814 lokasi dan jaringan komunikasi yang handal dengan service level agreement 98%.

Dan yang terakhir adalah prioritas nasional ke enam membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim. Di sini untuk informasi gempa bumi dan tsunami, informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami ya dengan informasi iklim terapan dan Sekolah Lapang Geofisika.

Dan untuk dukungan BMKG untuk major project di slide Nomor 22, di sini terlihat ada program dukungan untuk major project tahun anggaran 2021, mulai dari prediksi dan peringatan dini cuaca sampai peningkatan pemahaman masyarakat terhadap informasi iklim terapan. Jadi kami menyadari sangat penting memberikan literasi dan sosialisasi edukasi kepada masyarakat dan total anggaran yang dibutuhkan adalah Rp.1,2 Triliun.

Dan penutup usulan RKA BMKG Tahun 2021 total sebesar 3,7 namun pagu indikatif belanja mendapatkan alokasi pagu indikatif sebesar Rp.2,849 Triliun sehingga terdapat backlog sebesar Rp.851,85 Miliar.

Selanjutnya kami mohon dukungan Bapak Ketua, Bapak Ibu para Wakil Ketua serta para Anggota Komisi V DPR RI untuk pemenuhan backlog anggaran tahun 2021 agar BMKG dapat menjalankan program pembangunan tahun 2021 secara maksimal. Demikian yang perlu kami sampaikan mohon maaf bila ada hal yang kurang kami mohon arahan lanjut.

Terima kasih.

Wabillaahittaufik walhidayah,

Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V (Ir. RIDWAN BAE/FPG): Wa'alaikumsalam.

Terima kasih Ibu Kepala BMKG.

Selanjutnya terima kasih kepada Bu Nurhayati sebagai Wakil Ketua yang sudah hadir, juga Pak Gatot, Pak Iwan terima kasih sudah hadir yang dari Yankes sudah ada? Yang dari Gerindra sudah tiba belum yang baru? Belum ya.

(9)

Baik selanjutnya kita persilakan kepada Basarnas, silakan pak.

KEPALA BASARNAS (MARSEKAL MADYA TNI BAGUS PURUHITO, S.E., M.M.):

Yang terhormat Ketua Komisi V DPR RI,

Yang saya hormati Pimpinan Rapat, para Wakil Ketua, para Anggota Komisi V DPR RI,

Yang saya hormati Ibu Dwikorita, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika,

Dan Kepala Badan Pengembangan Wilayah Suramadu, Serta Hadirin yang berbahagia.

Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh, Shaloom,

Om swastiastu, Namo Buddhaya, Salam kebajikan.

Sebelumnya pada kesempatan ini karena saat ini kalau tidak salah masih bulan Syawal, hari ini atau besok yang terakhir. Izinkan kami atas nama pribadi, keluarga maupun Basarnas mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, minnal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu merahmati kita dengan kesehatan dan perlindungan terutama pada saat pandemi Covid-19 ini.

Selanjutnya kami juga mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada Basarnas untuk menyampaikan penjelasan dalam Pembicaraan Pendahululan RKA K/L dan RKP Tahun Anggaran 2021.

Ketua, Pimpinan Rapat,

Para Wakil Ketua dan para Anggota Komisi V yang saya hormati.

Pada bagian pertama paparan ini, kami akan menyampaikan realisasi pagu anggaran Basarnas sampai dengan bulan ini 2020 dengan pagu yang semula Rp.2,25 Triliun mengalami realokasi menjadi Rp.1,58 Triliun. Rincian alokasi sebelum dan sesudah realokasi adalah sebagai berikut.

Yang pertama, belanja pegawai tidak mengalami perubahan. Belanja barang dari Rp.866 sekian miliar menjadi Rp.698 sekian miliar. Belanja modal dari Rp.936 sekian miliar menjadi Rp.433 sekian miliar. Dari anggaran Rp.1,58 Triliun tersebut, hingga pertengahan Juni telah terealisasi sebesar Rp.600 sekian miliar atau 37,96%. Realisasi tersebut sedikit di atas rencana pencairan anggaran yang 37,5%. Adapun realisasinya sebagai berikut. Belanja pegawai 38,78% kami tidak sebut rupiahnya. Belanja barang 34,93%. Belanja modal 41,98% dan diharapkan pada semester kedua 2020 akan mengalami peningkatan yang signifikan seiring dengan penyelesaian berbagai kegiatan, termasuk belanja modal yang ada pada kami.

(10)

Ketua, para Wakil Ketua, Anggota Komisi V yang saya hormati.

Sesuai dengan Surat Edaran Bersama Menkeu dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, tanggal 8 Mei 2020, Hal Daftar Program Kementerian atau Lembaga Tahun Anggaran 2021 dilaksanakan restrukturisasi program di seluruh kementerian dan lembaga. Yang tadinya ada tiga program di Basarnas, yaitu program dukungan manajemen, program pengelolaan sarana dan prasarana, tiga program pengelolaan pencarian dan pertolongan dirubah menjadi dua program. Satu program, program pertama adalah program dukungan manajemen yang merupakan penggabungan dari program satu dan program dua lama. Program tersebut terdiri dari enam kegiatan, saya kira saya tidak usah bacakan, bapak-bapak mohon izin. Yang kedua, program pencarian dan pertolongan pada kecelakaan dan bencana yang merupakan ketiga lama dan program tersebut terdiri dari enam kegiatan.

Yang terhormat Ketua,

Pimpinan Rapat, para Wakil Ketua dan para Anggota Komisi V yang berbahagia.

Basarnas telah menyusun pagu kebutuhan tahun anggaran 2021 sebesar Rp.4,601 Triliun untuk membiayai, satu program dukungan manajemen sebesar Rp.1,12 Triliun. Program pencarian dan pertolongan pada kecelakaan dan bencana sebesar 2,88 Triliun; dan berdasarkan surat bersama Menteri Keuangan dan Kepala Bappenas tanggal 8 Mei, hal Pagu Indikatif untuk belanja K/L tahun anggaran 2021 di atas, Basarnas memperoleh pagu indikatif sebesar Rp.2,01 Triliun dan anggaran tersebut akan digunakan untuk pembiayaan dua program. Seperti tadi kami sudah laporkan bahwa dari tiga program diringkas menjadi dua program. Yang pertama adalah program dukungan manajemen sebesar Rp.661 sekian miliar. Yang kedua program perencanaan pencarian dan pertolongan pada kecelakaan dan bencana sebesar Rp.1,35 Triliun. Bila dibandingkan dengan pagu kebutuhan anggaran tahun 2021, pada pagu indikatif tahun ini akan terdapat backlog sekitar Rp.1,99 Triliun. Yang terdiri pada backlog pada dukungan manajemen Rp.461,7 Miliar. Backlog pada program pencarian dan pertolongan dan kecelakaan serta bencana sebesar Rp.1,53 Triliun.

Yang terhormat Bapak Ketua, para Wakil Ketua dan para Anggota Komisi V yang saya hormati.

Sesuai dengan surat Menteri Keuangan 15 April 2020, Basarnas mengalami penyesuaian anggaran sebesar Rp.670 sekian Miliar dan dari jumlah tersebut Rp.500 sekian Miliar berasal dari pemotongan belanja modal. Saya kira ini sudah kita laporkan pada kesempatan ini.

Yang berbahagia dan sangat-sangat kami hormati Ketua, Pimpinan Rapat,

(11)

Tema kerja pemerintah tahun 2021 adalah mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial. Selanjutnya Basarnas menyusun rencana kerja untuk mendukung RKP tahun anggaran 2021, terutama untuk mendukung prioritas nasional. Yaitu infrastruktur untuk ekonomi dan pelayanan dasar dan prioritas program prioritas di bidang infrastruktur pelayanan dasar serta kegiatan prioritas keselamatan dan keamanan transportasi.

Untuk mendukung prioritas nasional tersebut Basarnas ditargetkan memenuhi 16 kegiatan prioritas nasional sebesar Rp.1,145 Triliun. Kegiatan tersebut antara lain; berupa penyediaan helikopter, sarana laut, sarana darat dan lain-lain.

Yang saya hormati Ketua, para Wakil Ketua dan Anggota Komisi V.

Beberapa kegiatan di luar prioritas nasional yang akan dilaksanakan Basarnas pada tahun 2021 antara lain:

1. Penyelesaian kegiatan tahun 2020 yang tertunda akibat penyesuaian anggaran yaitu sekitar Rp.502 Miliar yang tadi di depan sudah sekilas kami laporkan;

2. Pelaksanaan kesiapsiagaan dan operasi SAR selama 24 jam di seluruh wilayah Indonesia;

3. Penyelenggaraan SAR planning dengan peserta dari negara-negara ASEAN dan sekitarnya;

4. Penyelenggaraan ICAO, IMO dan Cost Pasa sub meeting, penyelenggaraan INSARAG Asia-Pacific Meeting di Indonesia;

5. Pelaksanaan reformasi birokrasi; 6. Pelaksanaan audit kinerja;

7. Penyelenggaraan Diklat tenaga SAR; dan 8. Pembinaan SDM dengan merit system.

Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Komisi V yang saya hormati.

Beberapa permasalahan yang dihadapi Basarnas yang menonjol adalah sebagai berikut:

1. Besarnya backlog Rp.1,99 Triliun antara pagu kebutuhan Rp.4,01 Triliun dengan pagu indikatif yang Rp.2,01 Triliun dari pemerintah; 2. Basarnas memperoleh target kegiatan prioritas nasional yang terlalu

besar yaitu Rp.1,145 Triliun;

3. Beban kegiatan yang tertunda pada tahun 2020 yang harus diselesaikan pada tahun 2021 sebesar Rp.502 Miliar.

Mohon izin Bapak Ketua, Wakil Ketua dan Anggota Komisi V yang kami hormati.

Asumsi kami apabila pagu indikasi itu dilaksanakan 2,01 dengan prioritas nasional yang 1,145 kemudian bayar kegiatan yang tertunda tahun kemarin 502, total sudah 1,6 sehingga tersisa Rp.400 Miliar, sekitar Rp.400 Miliar. Itu mungkin sangat sangat belum mencukupi untuk kegiatan-kegiatan rutin belanja modal dan lain-lain di Basarnas. Sehingga kami sudah berkirim surat kepada Basarnas dan Kementerian Keuangan melaksanakan usulan

(12)

untuk pengurangan prioritas nasional sehingga program-program lain bisa berjalan atau dari dukungan bapak-bapak. Kami mohonkan dukungan dari Komisi V kiranya anggaran kita bisa di atas 2,01 sehingga program nasional terlaksana, program rutin belanja pegawai prioritas kantor kita juga bisa kami laksanakan.

Ketua, para Wakil Ketua dan para Anggota Komisi V yang saya hormati.

Pada kesempatan ini kami sampaikan pula bahwa pada tanggal 9 sampai dengan 11 Juni 2020 Delegasi Indonesia yang terdiri dari Basarnas, Kemenhub, LPPNPI mengikuti pertemuan kelima ICAO Asia/Pacific Search and Rescue Working Group yang diselenggarakan secara daring. Dan dalam pertemuan tersebut Indonesia disepakati telah memenuhi 95 performance indicator dalam penyelenggaraan aeronautical SAR. Dan prestasi tersebut menempatkan Indonesia dalam kelompok lima besar penyelenggaraan areonatical SAR di Asia Pacific bersama dengan empat negara lainnya yaitu Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru dan Singapura. Tentu saja prestasi ini melengkapi prestasi Basarnas yang sebelumnya yaitu telah bergabung dalam Tim Ina SAR sebagai tim urban SAR dalam Insarag External Classification.

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan pada Rapat Pembicaraan Pendahuluan RKA K/L dan RKP Tahun 2020 ini dan sekali lagi kami mohonkan dukungan dari Komisi V, kiranya anggaran kami bisa untuk disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.

Pimpinan dan seluruh Anggota Komisi V DPR RI.

Terima kasih atas dukunganya kepada Basarnas selama ini dan kami senantiasa berdoa agar seluruh Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR RI selalu diberikan kekuatan kesehatan dalam menjalankan tugas. Dan semoga pandemi Covid-19 dapat segera diatasi sehingga kita dapat kembali melaksanakan agenda pembangunan dengan normal.

Terima kasih.

Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V (Ir. RIDWAN BAE/FPG): Terima kasih Pak Basarnas.

Tadi kami sudah dengar, tentu juga Anggota sudah dengar, di sini juga ada dari Anggota Banggar kalau tidak salah, mungkin juga bisa menjadi perhatian apa yang menjadi harapan bapak.

KEPALA BASARNAS (MARSEKAL MADYA TNI BAGUS PURUHITO, S.E., M.M.):

(13)

KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V (Ir. RIDWAN BAE/FPG): Selanjutnya kami persilakan kepada Badan Pelaksanaan BPWS.

KEPALA BPWS (Ir. ACHMAD HERRY MARZUKI, CES.): Terima kasih Bapak Pimpinan.

Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.

Yang terhormat Pimpinan beserta Wakil Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR,

Juga yang terhormat Bapak Kepala Basarnas, Ibu Kepala BMKG serta para hadirin sekalian.

Alhamdulillaah kita ucapkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, bahwa hari ini kita bisa berkumpul di sini dengan kondisi yang sehat wal'afiat.

Untuk mempersingkat waktu saya kira kita masuk ke rencana kerja saja langsung yaitu 2.1. 2.1 kalau tidak salah slide Nomor 15. Langsung slide Nomor 15.

Kami akan mencoba menjelaskan masalah rencana kerja pemerintah tahun anggaran 2021, yaitu tema RKP tahun 2021 adalah mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial. Di situ di dalam tema itu ada tujuh poin, yaitu masalah memperkuat ketahanan ekonomi, mengembangkan wilayah dan mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan dan selanjutnya, tetapi yang bisa kita laksanakan di dalam BP BPWS ini adalah yang poin 5, yaitu kita memperkuat infrastruktur, mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar. Jadi adalah salah satu fokus pembangunan RKP untuk BPWS tahun 2021 yaitu pemulihan industri pariwisata maupun investasi.

Lanjut, pengembangan wilayah Madura untuk mendukung prioritas nasional dalam RKP tahun 2021, yaitu adalah yang tadi kami sebutkan masalah prioritas nasional. Yaitu memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar, serta di dalam PP-nya turunannya adalah infrastruktur ekonomi untuk meningkatnya konektivitas wilayah.

Jadi apa yang kita laksanakan di dalam BPWS ini adalah kami fokuskan dalam pengadaan lahan di kaki wilayah Surabaya maupun Madura agar mempercepat pembangunan kawasan industri di Madura. Selanjutnya adalah peningkatan infrastruktur jalan, yaitu memperkuat konektivitas serta jalur-jalur ekonomi serta distribusi untuk memperlancar arus barang sektor pariwisata maupun industri. Dan selanjutnya adalah peningkatan sarana prasarana pemukiman ya ini adalah pengembangan sarana air bersih untuk meningkatkan produksi dan pelayanan kawasan wisata dan industri. Dan yang terakhir adalah peningkatan kompetensi SDM lokal di Madura dalam

(14)

rangka kita untuk mengembangkan meningkatkan skill dan pencari kerja serta berbasis masyarakat untuk mendukung di sana.

Arah kebijakan pembangunan dan pengembangan kawasan wilayah Madura tahun 2021, yaitu adalah percepatan pembangunan infrastruktur tahun 2021 diarahkan pada kegiatan yang mendukung pemulihan pembangunan nasional pasca pandemi Covid-19 pada sektor riil. Nomor 2 adalah mengacu dalam RPJMN 2024 pengadaan lahan adalah prioritas untuk pengembangan kawasan industri Madura, terutama di wilayah kawasan khusus Madura. Dan yang ketiga adalah memperkuat jalur distribusi barang, pemulihan produktivitas serta peningkatan logistik dan perluasan pangsa pasar. Dan yang keempat adalah pengembangan kompetensi SDM lokal yang berbasis skill maupun berbasis masyarakat. Dan yang kelima adalah penyiapan proses KPBU BPWS dengan swasta. Yang terakhir adalah penguatan regulasi kelembagaan dan SDM internal melalui percepatan penyelesaian raport teks BPWS.

Jadi perlu kami jelaskan sedikit di sini bahwa sekarang di dalam Perpres 27 BPWS ini hanya menangani di sekitar wilayah Suramadu, tetapi nantinya di dalam revisi Perpres akan diubah adalah menangani seluruh kepulauan di Madura, baik itu adalah industri maupun wisata.

Dalam hal ini bahwa dengan keterbatasan dana yang ada, yang kami inginkan adalah bagaimana kita banyak mendatangkan investor. Bagaimana caranya mendatangkan investor bahwa potensi-potensi yang ada di seluruh Madura tiap kabupaten, itu harus kita gali dan kita siapkan lahannya agar supaya investor bisa mau masuk di wilayah Madura.

Selanjutnya adalah pagu indikatif BPWS tahun anggaran 2021. Ini kebutuhan di dalam BPWS hanya Rp.244 Miliar, tetapi kami diberi pagunya adalah sekitar 156,377. Jadi sama juga ada backlog sekitar Rp.87,65 Miliar.

Lanjut, penyesuaian target dan alokasi pendanaan kegiatan prioritas pagu indikatif BPWS tahun 2021, ini akan digunakan untuk dukungan manajemen sebesar Rp.28 Miliar dan program pengembangan kawasan sebesar Rp.128 Miliar. Di sini yang paling besar adalah sekali lagi kita gunakan adalah untuk kawasan pembebasan lahan sekitar Rp.75 Miliar.

Matrik komposisi pagu indikatif bahwa di dalam dukungan manajemen internal itu besarannya adalah 17,95% serta untuk pengembangan kawasan strategis adalah 82,05% dan untuk pengendalian pengembangan wilayah Suramadu, sorry 82,5% 0,5% itu terdiri dari perencanaan pengembangan wilayah Suramadu sebesar 5,84 dan 76,21. Jadi total adalah 100%.

Dan di dalam nomenklatur yang hampir sama dengan Basarnas bahwa ada perubahan nomenklatur di BPWS juga, yaitu untuk program generik yang semula adalah program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis diubah menjadi program dukungan manajemen, serta untuk program teknis yaitu program percepatan pengembangan wilayah Suramadu berubah menjadi program pengembangan kawasan strategis.

(15)

Alokasi per jenis belanja dalam pagu indikatif BPWS tahun anggaran 2021, lanjut. Yaitu pagu sebesar Rp156 Miliar akan digunakan untuk belanja pegawai sebesar 8,2% atau setara dengan 12,8 dan belanja barang adalah 44,3% sebesar 69,3% dan belanja modal 47,5 yaitu sebesar Rp.74,2 Miliar.

Bapak Ibu Ketua, Wakil Ketua dan para Anggota.

Ini adalah target prioritas dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur SDM di Madura, yaitu pada tahun 2001 kita usahakan ada 13,7 KM untuk peningkatan infrastruktur jalan, pengadaan lahan wilayah kawasan industri. Yaitu sebesar 35 Hektar, target SPAM air bersih yaitu sekitar 20 liter per detik, serta pengembangan SDM sebanyak 1.000 orang.

Program prioritas lanjut itu di slide 24. Jadi di Kabupaten Bangkalan ini akan kita bangunkan SPAM, yaitu 20 liter per detik dan juga ini yang menjadi icon di dalam BPWS yaitu adanya pembangunan IISP (Indonesia Islamic Science Park) yang kita bekerja sama dengan Provinsi Jawa Timur untuk membangun Indonesia Islamic Science Park ini yang InshaAllah akan dibangun akan dimulai sekitar tahun 2021. Nah kami menyiapkan adalah peningkatan jalan mendukung pengembangan IISP tadi, termasuk tanah itu dari BPWS. Begitu juga di Kabupaten Sampang, untuk pembangunan serta peningkatan jalan sepanjang 35 KM di Kabupaten Pamekasan. Yaitu pembangunan maupun peningkatan panjangnya 2,7 KM serta di Kabupaten Sumenep, yaitu pembangunan serta peningkatan jalan sepanjang 2,5 KM. Memang kami sesuaikan dengan kondisi daerah yang ada.

Selanjutnya masalah pengembangan SDM Madura, bahwa kami juga sudah di dalam poto itu adalah yang sudah pernah kami laksanakan. Jadi target pelatihan tahun 2021 adalah pengembangan SDM Madura berbasis kompetensi dan berbasis masyarakat untuk penyiapan tenaga kerja industri di wilayah Madura serta kawasan wisata di Madura.

Kami memang di dalam DIPA ini tidak pernah besar, tapi kami ingin menyiapkan ke depannya bahwa bagaimana caranya membebaskan lahan ini bisa mempunyai dana yang lebih besar lagi dengan membuat program-program yang ada di dalam BPWS ini menjadi proyek strategis nasional yang nantinya kami akan minta bantuan dari Menteri Keuangan yaitu LMAN (Lembaga Manajemen Aset Negara). Agar supaya kita percepatan lagi untuk membebaskan tanah atau bisa mengundang para investor untuk masuk ke sana. Yang pertama kali inshaAllah akan masuk adalah IISP ini karena kami sudah siap sekitar 40 Hektar tanah untuk segera di-KBPU-kan.

Mungkin kurang lebihnya Bapak Ibu sekalian para Pimpinan serta Anggota Komisi V penyampaian dari BPWS ini, kurang lebihnya saya mohon maaf.

Wabillaahittaufik Walhidayah,

(16)

KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V (Ir. RIDWAN BAE/FPG): Wa'alaikumsalam.

Terima kasih pak.

Sebelum dilanjutkan kami izinkan kami untuk memperkenalkan Anggota baru dari Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, yaitu Saudara Ir. Sumail Abdullah, Nomor Anggota 108, daerah pemilihan Jatim III. Kami persilakan berdiri pak.

Baik terima kasih.

Demikianlah penjelasan yang telah disampaikan Kepala BMKG, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, dan Kepala BPWS. Selanjutnya kami persilakan kepada Anggota Komisi V DPR RI untuk menyampaikan pertanyaan ataupun pendalaman. Mungkin izinkan saya, saya utamakan dulu bukan saya utamakan, saya beri kesempatan dulu yang hadir sebagai penghargaan karena hadir langsung di sini. Nanti setelah itu kita akan berikan juga dari yang virtual, tapi sebelumnya barangkali saya ingin menyampaikan di sini kita sampaikan berdasarkan kehadiran yang duluan. Maka oleh karena itu kami persilakan kepada saudara Ahmad Syaikhu dari F-PKS, dari Fraksi PKS.

F-PKS (AHMAD SYAIKHU):

Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh, Selamat siang,

Salam sejahtera untuk kita semuanya.

Yang saya hormati, Ketua, para Wakil Ketua dan para Anggota Komisi V, Juga yang saya hormati Kepala BMKG,

Kepala Basarnas dan juga Kepala BPWS.

Terima kasih Pimpinan atas kesempatan yang diberikan. Pertama dari paparan-paparan yang tadi sudah disampaikan, Fraksi PKS ingin secara umum memberikan penekanan bahwa sangat penting kiranya pemerintah ini dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan. Sehingga kebijakan-kebijakan pemerintah ini harus betul-betul tepat sasaran. Apalagi di saat memang banyak tadi pemotongan-pemotongan yang terkait dengan dampak Covid-19 ini. Sehingga menurut Fraksi PKS ini harus mengarah kepada upaya-upaya penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, maupun penurunan ketimpangan pendapatan dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Kemudian yang kedua, Fraksi PKS juga mengingatkan kepada pemerintah untuk kiranya fokus terhadap pencapaian target-target ekonomi. Khususnya apa yang terdapat di dalam RPJMN 2020-2024 sebagai upaya untuk menghindari kegagalan tidak bisa dicapai target-target yang sudah dicanangkan itu. Terlebih di tengah krisis pandemi Covid-19 ini. Memang rakyat sangat membutuhkan kerja keras kita semua pemerintah, di mana

(17)

hingga 2024 pertumbuhan ekonomi ditargetkan 5,4 sampai 6% tetapi prediksi dari Menteri Keuangan yang baru saja disampaikan sekitar 1%, nah ini kan ada kesenjangan yang jauh.

Kemudian yang ketiga, secara umum juga saya ingin mengingatkan bahwa setiap kementerian ataupun lembaga untuk beradaptasi terhadap kebiasan baru, di mana sampai saat ini kita juga masih dalam situasi pandemi. Ya semoga di tahun 2021 nanti sudah mulai mereda tetapi kebiasaan baru ini juga termasuk di dalam proses penyusunan anggaran.

Kemudian secara khusus pertama kepada BMKG ya, Fraksi PKS mengapresiasi atas tadi yang baru pertama tadi dipaparkan tadi adalah capaian-capaian yang nampaknya baik secara fisik maupun keuangan itu sudah bisa dicapai di atas target ya, tentu ini sebuah prestasi ya. Nah namun demikian perlu menjadi perhatian kiranya agar fungsi BMKG ini juga dapat bermanfaat langsung bagi sektor lain, maupun bagi masyarakat secara umum dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini yang masih berlangsung. Beberapa daerah yang mengalami cuaca ekstrim ya sehingga perlu penyesuaian aktivitas dan antisipasi yang cepat dari masyarakat dan pihak terkait.

Kemudian ada terjadi penambahan tadi yang signifikan dari tahun 2021 ini ya, di mana tahun 2019 tempo hari ya, yaitu dari anggaran Rp2,6 Triliun yaitu terealisasi 2,4 Triliun. Sedangkan tahun 2020 ini terjadi penurunan ya dari Rp.3 Triliun dipangkas jadi Rp.2,1 Triliun. Nah Fraksi PKS menginginkan agar supaya BMKG ini kiranya mampu memetakan resiko. Jangan sampai dengan dipotongnya tadi yang disampaikan apa namanya pagu ini backlog-nya itu terbacklog-nyata berdampak negatif pada kegiatan-kegiatan yang sangat diperlukan oleh BMKG.

Yang kedua kepada Basarnas, saya ingin menyampaikan bahwa realisasi anggaran hingga Mei 2020 rata-rata tadi 37,96% ya, sebagaimana yang ditayangkan di slide yang Nomor 3. Nah kalau kita melihat prestasi yang tahun lalu, saya kira kita mengapresiasi Basarnas mampu secara total dalam satu tahun 2019 itu mencapai 98,68%, ini sebuah prestasi di mana penyerapannya sungguh sangat luar biasa. Nah oleh karena itu kiranya ke depan juga ini akurasi pencapaian target realisasi ini benar-benar bisa dijaga, sehingga nanti sampai dengan akhir tahun ini juga bisa tercapai dengan baik.

Yang kedua terkait dengan backlog antara pagu kebutuhan dan indikatif yang hampir mencapai Rp.2 Triliun, maka Fraksi PKS meminta Basarnas untuk fokus pada pelayanan dasar dan ini akan sangat berpengaruh. Misalnya tadi dalam ada kegiatan-kegiatan yang saya lihat termasuk pengembangan SDM pencarian dan pertolongan, itu yang berkurang sangat drastis 50% dari 10.000 orang ya, ini hanya menjadi 5.000 saja. Nah apakah tidak akan pengaruhi kualitas pelayanan oleh Basarnas? Ini mohon kiranya bisa dipertimbangkan kembali ya.

Kemudian juga dalam kaitan belanja pegawai, nah belanja pegawai tadi dipaparkan pada tahun ini saja saat ada pandemi Covid-19 ini tidak dikoreksi, besarnya sama Rp.450 Miliar lebih. Namun pada tahun 2021 dari

(18)

pagu indikatifnya ini turun menjadi Rp.413 Miliar. Jadi berkurang 8,31%. Nah saya ingin tanyakan apakah ini dampak adanya pemotongan tunjangan misalnya atau memang karena banyaknya para pensiunan di tahun 2021 itu atau memang ada PHK misalnya dan sebagainya. Mohon kiranya bisa dijelaskan.

Hal yang lain yang ingin saya sampaikan apresiasi atas tadi berapa kegiatan-kegiatan yang sudah masuk lima besar di tingkat Asia-Pasifik, saya kira ini sebuah prestasi yang kiranya sangat membanggakan kita.

Kepala Basarnas yang saya hormati saya banggakan, Rekan-rekan di Komisi V.

Beberapa waktu yang lalu kita juga telah mendengar bahwa China sudah menyiapkan Kapal SAR-nya di Natuna, ini kapal yang beroperasi dan cukup SAR 137 Meter katanya saya dengar begitu. Nah kira-kira bagaimana apa namanya Basarnas menyikapi hal seperti ini ya, karena ini memang mungkin awal-awal melalui tadi SAR, Tim Rescue yang memang apa namanya dipertontonkan. Nah apakah tidak kemudian sikap Basarnas kira-kira menghadapi situasi seperti ini apakah juga mempersiapkan paling tidak hal-hal untuk antisipasi-antisipasi yang nanti tidak diinginkan. Ini mungkin yang perlu juga diperhatikan oleh Basarnas, sehingga perlu muncul juga dari sisi penganggaran.

Kemudian kaitan dengan mensiasati ketiadaan atau kekurangan dari anggaran. Apakah dimungkinkan tadi adanya kerja sama-kerja sama dengan pihak swasta ya. Karena pada 6 Mei yang lalu juga Basarnas menerima sinyal darurat yang dari perairan Bangka kemudian itu dijumpai ini dari kapal yang berasal Kapal Tengker PT. Sukses Inkor Maritim. Nah apakah dalam kaitan-kaitan seperti itu justru bisa ada kerja sama? Sehingga kemudian bisa mendatangkan ya apa namanya dana di luar anggaran untuk membantu operasional Basarnas. Saya kira itu beberapa hal untuk Basarnas.

Terakhir pada BPWS, nah dalam prioritas tahun 2021 ada pentahapan ya, pentahapan dalam kaitan infrastruktur konektifitas jalan, pengadaan lahan maupun pengembangan prasarana air minum. Nah saya ingin meminta informasi saja seperti apa pentahapan-pentahapan dalam upaya untuk mencapai target RPJMN di tahun 2024? Ya mungkin bisa disampaikan sehingga lebih jelas nanti target 2024 itu memang sangat mungkin untuk bisa dicapai. Nah diantaranya tahapannya di tahun 2021 itu yang kemungkinan harus dilakukan.

Terima kasih atas segala perhatiannya.

Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V (Ir. RIDWAN BAE/FPG): Terima kasih Pak Ahmad Syaikhu.

(19)

Berikutnya kami persilakan Pak Tamanuri dari Fraksi Nasdem.

F-P.NASDEM (Drs. H.TAMANURI, M.M.):

Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh. Yang saya hormati Pak Ketua,

Bu Wakil Ketua,

Bapak-bapak dari BMKG, Dari BNPP, dari Suramadu,

Khususnya Rekan-rekan saya dari Anggota DPR Komisi V, Dan Hadirin yang berbahagia.

Saya merasa bangga apa yang disampaikan oleh pertama-tama Ibu Ketua BMKG, di mana sampai sekarang ini baru bulan enam tapi sudah terealisasi anggaran lebih kurang 43% secara fisik. Nah ini menunjukkan bahwa ada satu kegairahan untuk kita dapat mempercepat pembangunan-pembangunan di bidang kita masing-masing.

Beberapa waktu yang lalu, kita mendengar bahwa semua lembaga dan kementerian diadakan pemotongan anggaran-anggarannya yaitu diarahkan untuk mengatasi Covid-19. Nah yang saya tidak dengar dulu dari dulu sampai sekarang ini. Ini dari tiga lembaga kita ini diarahkan ke mana, apakah memang itu dikasihkan kepada Satgas ataukah dilaksanakan sendiri? Karena memang yang namanya bantuan padat karya sangat membantu masyarakat kita. Kami yang sering turun ke lapangan melihat ada yang tumpang tindih, ada sekarang yang sudah dikasih sama lembaga ini tapi dikasih juga sama ini, kasih ini juga dikasih juga sama pemerintahan desa. Dan kami 750 orang dari DPR Republik Indonesia ini pun tidak luput memberikan suatu bantuan-bantuan padat karya, bukan bantuan-bantuan padat karya, bantuan-bantuan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Tapi dari jajaran mohon maaf mungkin saya tidak masuk atau saya lupa dari jajaran Ibu, dari jajaran Bapak BNPP, dari Suramadu itu ke mana arahnya? Ke mana arah bantuan itu? Saya apresiasi itu Pak Basuki langsung kasih padat karya. Sehingga mempunyai dampak yang sangat positif kepada masyarakat karena mereka bisa kerja dengan gaji bukan gaji dengan upah yang cukup lumayan.

Kemudian saya juga mau ngerti mau tahu ini bahwa kita ini mengenai sudah seberapa banyak terpasang alat peringatan dini di daerah kita ini? Karena apa, karena saya katakan demikian, saya baru saja menyaksikan di daerah saya di Lampung itu ada 4-5 hari kena yang namanya rob sampai di jalan besar. Sehingga menimbulkan suatu peringatan khusus masyarakat yang berada di menempati tempat-tempat di pinggir pantai. Kemudian juga di tetangga saya di Martapura, di Martapura ada 4-5 hari juga kena banjir, banjir bandang yang dibawa dari hulunya. Nah ini sebenarnya kalau memang peralatan kita sudah sangat memungkinkan, ini sebelum-sebelumnya sudah bisa kita bisa prediksi dan kita bisa kasih tahu itu masyarakat, “Eh awas tempat kamu itu mau ada begini-begini hati-hati”. Jangan kawan-kawan banyak yang mengalami suatu kerugian yang besar.

(20)

Kemudian juga di daerah saya juga ini di Tulang Bawang, kena puting beliung lebih kurang 300-400 rumah yang kena, sebelumnya kita tidak tahu kapan datangnya itu. Nah kalau memang ini peralatan kita sudah menjangkau itu, tentu kita sudah bisa memberitahu bahwa nanti perkiraannya tanggal sekian akan ada ini, jadi hati-hati kan gitu. Ini yang untuk ibu.

Yang untuk Bapak Suramadu, saya dulu lihat-lihat di luar negeri itu, ini justru di matanya mata seperti itu, di ujung kiri ujung kanan ini digunakan untuk destinasi pariwisata dan banyak mendatangkan duit. Karena dibangun sedemikian rupa, tidak hanya pangkal jembatan saja, memang dibangun sedemikian rupa. Nah itu yang kita juga harapkan pada suatu saat, tidak tahu kapan. Itu kalau kita bangun jembatan Selat Sunda itu kita mesti bikin seperti itu sehingga banyak mendatangkan apa itu uang di situ. Nah ini harapan saya.

Tadi Bapak sudah merencanakan untuk mengikutsertakan seluruh kabupaten yang ada di Madura itu menjadi objek pembangunan. Saya rasa bisa-bisa saja, tapi dalam kondisi keuangan kita masih seperti ini, di mana uang kita disedot sama untuk mengatasi Corona, ya ini akan menyusul kemudian, yang penting Corona ini baguskan dulu selesaikan dulu, kemudian barusan secara bertahap kita. Kalau kita terlalu jauh nanti akhirnya tidak tercapai, kemudian rakyat merasa kecewa. Kalau rakyat merasa kecewa nah ini yang sulit kita atasinya, terpaksa kita sama-sama untuk memberikan suatu penjelasan kepada masyarakat.

Saya rasa demikian yang bisa kami sampaikan, saya mengucapkan selamat kepada Pak Bagus, Pak Ketua BNPP yang sudah bekerja sedemikian rupa. Sehingga saya melihat dengan mata kepala saya sendiri begitu ada kejadian puting beliung duluan si apa itu, di sini koordinasi justru saya terlambat itu, dia duluan hebat. Jadi ini perlu dipertahankan, saya rasa demikian.

Terima kasih.

Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V (Ir. RIDWAN BAE/FPG): Wa'alaikumsalam.

Terima kasih Pak Tamanuri.

Selanjutnya kami persilakan Pak Gatot Sudjito dari Golkar.

F-PG (DR. H. GATOT SUDJITO, M.Si.):

(21)

Pak Pimpinan Rapat,

Ibu Wakil Ketua Ibu Nurhayati dan Anggota Komisi V yang sangat kami hormati,

Yang kami hormati juga adalah Bapak Kepala Basarnas, Ibu Kepala BMKG dan Bapak Kepala BPWS.

Bapak Kepala Basarnas yang sangat kami hormati.

Berbicara untuk urusan Basarnas dan itu salah satu agendanya adalah SAR dan anggarannya di sini juga tidak terlalu besar karena ada urusan pemotongan-pemotongan atau backlog. Kekuasaan artinya areal untuk mengatasi berbagai permasalahan ini negara kepulauan dan terdiri dengan berbagai tantangan yang luar biasa. Maka seperti yang disampaikan oleh BKS tadi satu gambaran itu gangguan yang ada di sekitar perairan kita. Tetapi sisi lain persoalan-persoalan dalam negeri, persoalan SAR, persoalan urusan pertolongan dan penyelamatan orang itu juga tidak mudah.

Oleh karena itu tidak mungkin anggaran berapapun anggaran yang dimiliki oleh negara untuk bisa mengoptimalkan kemampuan Basarnas, saya pikir itu pun juga agak sulit untuk dicapai. Maka salah satunya adalah melakukan sebuah apa keniscayaan dan pemberdayaan kepada masyarakat. Karena dengan rakyat mendukung dengan keberadaan dan kemampuan Basarnas dan itu kemampuan SAR akan dicapai satu keinginan-keinginan dan target-target yang diinginkan oleh kita bersama.

Oleh karena itu dalam kontek ini, saya belum melihat gambaran tadi sejauh mana Pak Kepala Basarnas di dalam rangka untuk bisa melakukan pelatihan maupun apa namanya dukungan kepada masyarakat agar masyarakat itu juga bisa terampil dalam arti mengatasi lingkungan kalau terjadi segala sesuatu. Tidak mungkin setiap daerah begitu ada masalah maka bertumpu kepada Basarnas, sangat tidak mungkin. Karena perwakilan Basarnas saja itu tidak juga memenuhi eh belum memenuhi kebutuhan-kebutuhan daerah atau wilayah-wilayah setempat. Untuk itulah saya berharap bahwa kegiatan porsi yang dalam arti untuk memberikan membelajari dan melatih masyarakat. Karena masyarakat itu merupakan komponen yang sangat efektif di dalam rangka untuk memberikan dukungan bagi tugas dan fungsi dari pada Basarnas.

Saya melihat bahwa urusan apakah pengadaan helikopter yang tidak karena ada pemotongan pak ya sehingga sementara tidak diadakan, tetapi sisi lain tidak mengurangi arti bahwa kegiatan-kegiatan yang lain bisa dilakukan secara baik. Oleh karena itu saya ingin mendapatkan penjelasan kepada Kepala Basarnas, sejauh mana upaya untuk memberikan pengetahuan dan ada model-model apa namanya mentransformasikan melalui pelatihan itu kepada masyarakat. Sehingga masyarakat bisa dapat melakukan pertolongan diri sendiri bersama-sama Basarnas. Ini yang ingin kami tekankan.

(22)

Yang kedua BMKG, BMKG dari memang cukup penting BMKG untuk melakukan upaya-upaya mem-warning lebih dini, agar situasi tentang urusan suksesnya panen. Kemudian urusan yang namanya perjalanan yang tidak mencelakakan bagi masyarakat itu penting, tapi di sisi lain ada di situ ada beberapa catatan tadi. Kaitannya berapa 6 provinsi ya bu ya? 6 provinsi yang itu adalah dilakukan kira-kira provinsi mana dan 6 kabupaten kota yang mana? Itu yang ingin kami sampaikan dalam upaya untuk programnya BMKG.

Saya berharap bahwa Sekolah Lapang itu terus dilakukan Ibu Kepala BMKG, tidak hanya dalam persoalan nelayan. Karena nelayan itu butuh panduan-panduan yang agar apa namanya taraf hidup dan penghidupan masyarakat nelayan itu bisa meningkat, tetapi sisi lain adalah juga urusan petani juga demikian. Oleh karena itu program-program yang berkaitan dengan masalah ini, ini tetap terjaga dan baik. Untuk itu dalam proses pelaksanaan upaya-upaya itu maka tidak lain adalah melibatkan Anggota DPR. Dan itu adalah Anggota Komisi V di wilayah masing-masing, untuk itu program-program BMKG mudah-mudahan nantinya adalah berjalan dengan baik.

Kemudian sisi lain adalah BPWS, memang BPWS ini adalah sesuatu yang apa namanya dilematis. Karena mudah-mudahan akhir-akhir ini programnya bisa dilakukan terutama adalah urusan infrastruktur, pembebasan-pembebasan lahan juga bisa dilakukan dengan baik. Karena wilayah Madura memang gampang-gampang sulit pak ya? Oleh karena itu apa namanya keinginan masyarakat Madura yang cenderung adalah agamis, pendekatannya juga sangat mempunyai spesifikasi yang berbeda. Tetapi sisi lain adalah kemakmuran dan kesejahteraan dengan adanya BPWS sangat diharapkan oleh masyarakat Madura. Dan Madura punya potensi yang luar biasa oleh karena itu hubungan BPWS sendiri tanpa didukung oleh ulama, oleh umaroh dan beberapa tokoh masyarakat kita kenal di sana adalah para klebun-klebun dan blateran itu kita sulit juga untuk BPWS untuk bisa melaksanakan dengan baik. Untuk itu saya pikir dukungan infrastruktur dan tetap dalam upaya untuk bisa melaksanakan dengan kerja keras, dengan hubungan koordinasi dengan baik agar infrastruktur yang dibutuhkan oleh masyarakat Madura itu betul-betul menjadi kenyataan. Oleh karena itu Pak Kepala BPWS, saya pikir terus diupayakan pak agar pelaksanaan dari pada program BPWS itu dapat terwujud dan itu adalah bentuk kemakmuran masyarakat Madura.

Terima kasih pak.

KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V (Ir. RIDWAN BAE/FPG): Terima kasih Pak Gatot.

Selanjutnya Pak Irwan dari Demokrat. Di luar. Terima kasih.

(23)

F-P.GERINDRA (Ir. EDDY SANTANA PUTRA, M.T.): Terima kasih Pimpinan.

Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh. Yang saya hormati Pimpinan Komisi V,

Ketua dan para Wakil Ketua dan Rekan-rekan Anggota yang hadir maupun hadir secara fisik maupun hadir virtual online,

Yang saya hormati Kepala Basarnas atau BNPP beserta jajaran, BMKG beserta jajaran dan BPWS ya beserta jajaran,

Hadirin yang berbahagia.

Pertama tentu saya juga menyampaikan permohonan maaf lahir bathin minal aidzin walfaidzin kepada bapak ibu para mitra Komisi V.

Kemudian kita ini secara umum memang menjadi kesulitan ataupun penurunan kinerja kita, baik juga anggaran-anggaran pemotongan realokasi refocusing. Sehingga tentu menyulitkan bagi badan ketiga badan ini sebagai mitra Komisi V untuk melaksanakan sesuai kinerja yang diinginkan pada waktu itu. Jadi sangat sangat berkurang di 2020 ini. Nah tentu di 2021 nah dukungan anggaran yang notabene pada 2020 dikurangi, itu perlu juga didukung gitu. Nah hanya kami menyarankan, saya juga menyarankan agar dukungan itu anggaran itu yang super prioritas. Jadi ada hal-hal yang perlu diprioritas diprioritaskan, tapi ada yang super prioritas, misalnya di BMKG ya.

Tadi sudah disampaikan oleh rekan-rekan juga peralatan pemantau early warning system baik itu untuk tsunami maupun gempa bumi, itu perlu dituntaskan di negara ini di Indonesia di republik yang kita cintai ini. Jangan sampai ada nanti ada tsunami baru nah alasannya macam-macam nanti kan, wah ini peralatannya belum ada, belum canggih gitu kan karena anggarannya terbatas. Nah ini maksud saya mari kita ke depan ini mana yang paling ini kita prioritaskan yang super prioritas. Early warning system untuk pemantauan bencana tersebut dan juga untuk keselamatan penerbangan mereka. Ketika kita kembali normal atau new normal, nah ini penerbangan kita akan sibuk itu bu ya. Nah sehingga masih banyak peralatan pemantau cuaca di bandara-bandara ini belum dipenuhi oleh BMKG. Sebagai contoh di tempat saya bandara nah ini bandara besar bu di Palembang ya, Sultan Mahmud Badaruddin II itu belum ada pemantau angin tiba-tiba gitu ya apa istilahnya ya. Ya wind shift nah itu, itu belum ada gitu. Nah mungkin ini perlu ditambah juga untuk bukan hanya Bandara Sultan Mahmud Badaruddin mungkin di bandara-bandara lain, ini penting ini untuk keselamatan penerbangan.

Nah kemudian tadi disampaikan juga nah ini belum ada siapa yang punya kewenangan masalah rob ini, pasang surut ini, pemantauan pasang surut ini. Kalau di sungai mungkin early warning system PU ada itu. Jadi peringatan dini ketinggian air di hulu sudah tahu itu, nanti 6 jam lagi sampai di jakarta misalnya, itu sudah ada. Tapi kalau pasang surut sebetulnya secara internasional ada itu dan tapi yang tiba-tiba pasang yang tinggi itu belum ada kita, siapa yang bertanggung jawab? Nah saya mohon komentar ini juga bu,

(24)

artinya nanti harus ada itu badan yang bertanggung jawab masalah pasang surut ini. Untuk sementara ini pasang surut hanya dipakai untuk bukan untuk bencana pemantauan bencana tapi untuk pelayaran ada itu dan itu bisa di ini bisa diramalkan juga pasang surut itu.

Nah kemudian di Dapil saya bu Bandara Silampari, Anggota Ibu itu numpang-numpang masih bu di ya ruangannya numpang, rumah dinas ataupun mess tidak ada. Saya sudah coba Bu membantu menghubungkan dengan walikota, Walikota Lubuk Linggau dan pada prinsipnya mereka bersedia gitu. Apakah itu meminjamkan atau memberikan gitu hanya tolong petugas ibu di sana proaktif gitu hubungi saja Walikota, saya sudah bicarakan. Mudah-mudahan bisa diberi rumah dinas gitu ya untuk pemantau-pemantau stasiun meteorologi geofisika khususnya untuk bandara, saya kira ini perlu dihubungkan.

Nah kemudian Basarnas pak, jadi kita melihat tadi perlu kita, perlu mendukung Basarnas ini backlog-nya sebenarnya tidak seberapa tadi 500 pak ya, 500 M-an gitu ya, berapa? Hampir 2, tapi kalau hampir 2 banyak pak tapi secara bertahap misalkan kita hilangkan, kita kurangi backlog itu setiap tahun. Misalnya berapa ditambah gitu ya Rp.500 Miliar ataupun dibagi tiga atau bagi dua gitu. Nah saya salah satu yang akan terus mendukung Pak Basarnas ini, terutama juga untuk pembelian peralatan-peralatan persiapan ketika ada kejadian bencana. Nah kita ini banyak rawa pak, termasuk di Sumatera Selatan tapi tidak ada di situ ada swamp hovercraft gitu ya seperti itu perlu.

Saya ingat saya sering dulu berburu pak sama kakak saya, seleher ini tidak bisa pak speedboat di situ perahu juga, ya berburu banyak sejenis pak rusa darat, rusa laut, nah itu pak. Jadi perlu kita peralatan seperti itu hovercraft swamp gitu. Swamp small boat gitu ya, nah ini penting untuk mengantisipasi kalau ada kejadian-kejadian di rawa itu. Kita tidak menginginkan itu, tapi persiapan ya Basarnas harusnya punya.

Nah kemudian untuk BPWS pak. BPWS ini harusnya konsentrasi saja kita pak, apa gitu ya, misalnya di air bersih tuntas Madura itu gitu pelayanan air bersihnya dengan dana yang segitu. Pak kalau dana segitu masukkan dinas saja pak 200 Miliar gitu sama gitu. nanti terjadi tumpang tindih pak, bapak membangun jalan, kabupaten bangun jalan, provinsi, memang bisa masing-masing pembagian tapi ini perlu kejelasan juga pak. Ini bukan salah bapak, salahnya kenapa ada badan di situ gitu harus dijalankan gitu. Nah tapi kalau itu memang perlu gitu, mari kita tuntaskan apa bagian apa. Kalau sulit masalah penyelesaian lahan. Nah itu kita yang lain saja dulu misalnya kita prioritaskan penyediaan air bersih sehingga satu madura itu pulau itu beres pelayanan air bersih. Nah itu penting sekali pelayanan air bersih penting untuk kesehatan masyarakat dan itu juga salah satu kebutuhan utama manusia saya kira. Saya kira jadi ada kelihatan pak hasilnya ada kelihatan manfaatnya gitu, nah kami bersedia gitu. Saya khususnya mendukung itu mana kita lakukan itu air bersih dulu gitu. Mungkin bukan Rp.250 Miliar, Rp,500 Miliar silakan pak. Nah kita coba begitu tapi tuntas gitu untuk BPWS dalam pelayanan air bersih di Suramadu.

(25)

Terima kasih Pak saya kira ini yang dapat saya sampaikan terima kasih atas perhatian dan mohon maaf bila ada kekurangan.

Wabillaahittaufik walhidayah,

Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V (Ir. RIDWAN BAE/FPG): Wa'alaikumsalam.

Terima kasih Pak Eddy.

Berikutnya Pak Irwan dari Demokrat.

F-PD (H. IRWAN, S.IP., M.P.): Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Assalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh. Yang saya hormati Pimpinan Komisi V,

Ketua, Wakil Ketua, serta Anggota Komisi V yang saya banggakan, Yang saya hormati Kepela BMKG,

Kepala Basarnas,

Kepada BPWS beserta jajaran.

Alhamdulillaah kita bisa berjumpa lagi dalam rapat bertatap langsung ya setelah Covid-19 ini. Tadi juga sudah cukup tuntas ya, disampaikan oleh teman terkait rapat pendahuluan ini. Karena sifatnya pendahuluan dan data-data juga yang disampaikan masih pada umumnya global. Mungkin pada kesempatan ini saya ingin mengingatkan bahwa dengan adanya realokasi anggaran dan refocusing anggaran ini. Jangan sampai kemudian kinerja dan semangat badan ketiga badan ini apa namanya kendor. Tapi terus kita tingkatkan apa lagi terdepan ya BMKG, Basarnas, bahwa pandemi Covid ini juga tidak lantas kemudian menghilangkan potensi-potensi kebencanaan, kemudian kebutuhan masyarakat terkait informasi BMKG dan lain-lainnya.

Adapun mungkin perhatian kita ke depan Pimpinan bagaimana juga membahas mengenai backlog anggaran badan ini. Saya pikir dengan dukungan anggaran yang maksimal optimal, bisa terus mendorong hadirnya badan-badan ini di tengah-tengah masyarakat. Ya apa lagi BMKG, kemudian Basarnas, BPWS ini sangat-sangat berhadapan langsung ya dengan aktivitas kehidupan masyarakat baik di pusat maupun di daerah.

Nah mungkin yang perlu saya ingatkan bahwa saya dari Kalimantan Timur bapak ibu sekalian untuk BMKG mungkin yang pertama bahwa di sana juga masih banyak yang harus Ibu selesaikan ya. Termasuk dukungan untuk Bandara Samarinda terutama ini operasional untuk Alutama-nya ya. Karena di sana sudah ada Bandara Samarinda dan cukup padat, bagaimana dukungan operasional kawan-kawan BMKG di bandara itu. Terus di situ juga ada apa namanya stasiun klimatologi tapi tidak ada peralatannya. Saya berharap itu

(26)

dipikirkan bu. Karena apa namanya cuaca di Kaltim itu juga beda dengan di Jawa, kita tidak ada musim kemarau, hujan yang jelas, sehingga keakuratan data juga menjadi penting untuk lancarnya dan keamanan penerbangan ya. Sehingga menurut saya terkait Alutama tadi dari rencana ibu 2021 itu saya minta agar Kalimantan Timur benar-benar diperhatikan dan kita bisa diskusikan.

Kemudian terkait informasi bagi nelayan ya dan pertanian. Apa lagi Kaltim itu sangat luas ya, baik saya pikir informasi-informasi yang akurat dari BMKG sangat mendukungnya, bagaimana keberhasilan dan keamanan nelayan serta kemajuan pertanian di Kalimantan Timur, itu sih mungkin untuk BMKG.

Nah kemudian Basarnas, di Kaltim itu kan masuk di dalam ALKI II, sehingga alur transportasi perdagangan dan lain-lain sangat-sangat termasuk padat dan potensi tentu apa namanya musibah, kapal tenggelam dan lain-lain itu juga cukup tinggi. Tetapi saya apresiasi ya kawan-kawan Basarnas selalu terdepan, apa lagi dalam misalnya peristiwa-peristiwa kapal tenggelam di Selat Makassar, kemudian banjir ya di Samarinda, di Mahakam ya di beberapa kabupaten di Kutai, ataupun di Balikpapan. Sehingga saya pun berharap peningkatan peralatan ya pengadaan-pengadaan terhadap kawan-kawan Basarnas di beberapa kabupaten kota, terutama di Balikpapan, di Samarinda, di Kutai Timur itu sepanjang pesisir itu bisa dilengkapi lagi pak ditambah armadanya. Baik misalnya speed boat atau pun perahu dan lain-lainnya. Ya walaupun selama ini secara apa namanya tanggap bencana sudah sangat luar biasa, tapi saya pikir ke depan itu memang perlu dilengkapi ya, apa lagi mungkin jika kemudian IKN benar-benar terwujud. Jadi pada prinsipnya kita mendukung ya dan tentu ada kaitannya dengan bagaimana sebenarnya bisa pelan-pelan menutupi backlog baik Basarnas maupun BMKG.

Kemudian untuk BPWS, saya pikir pada prinsipnya kami mendukung ya walaupun kami di Kaltim, tapi kami mendukung jika pun memang badan ini masih dibutuhkan ada ya harusnya di-support dari sisi anggaran. Sehingga bisa meningkatkan infrastruktur jalan kemudian jalur distribusi di BPWS ini. Kasihan ini saya lihat teman saya Haji Sapiudin ini pokoknya selalu memperjuangkan terkait Madura dan sekitarnya.

Mungkin itu Pimpinan yang bisa saya sampaikan. Pada prinsipnya kami sangat mendukung ya untuk kepada tiga badan ini untuk maksimal ya anggaran. Apalagi tahun ini sudah ada realokasi anggaran maupun refocusing program, sehingga 2021 betul-betul bisa dimaksimal terkait alokasi anggaran buat ketiga badan ini. Demikian lebih kurangnya kami mohon maaf.

Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V (Ir. RIDWAN BAE/FPG): Wa'alaikumsalam.

(27)

Terima kasih Pak Irwan.

Selanjutnya adik saya, Athari dari Fraksi PAN.

F-PAN (ATHARI GAUTHI ARDI): Terima kasih Pimpinan.

Assalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.

Pimpinan yang saya hormati beserta seluruh Rekan-rekan Anggota Komisi V, Lalu kepada bapak ibu Mitra dari Komisi V,

Ada Kepala BMKG, Basarnas dan BPWS.

Karena masih dalam suasana Idul Fitri, karena kita baru ketemu sekarang ini izinkan saya mewakili rekan-rekan untuk mengucapkan minal aidzin wal faidzin, maaf lahir bathin.

Bapak-bapak Ibu-ibu yang dirahmati oleh Allah.

Saya tadi hanya ingin menekankan satu hal, saya di sini apresiasi sekali langkah dari pemerintah untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada di kawasan Madura. Kepada Bapak Kepala BPWS, ada beberapa hal yang harus diperhatikan di sini, yang ingin saya sampaikan salah satunya adalah saya di sini berharap pemerintah bisa salah satunya membuat kebijakan yang juga melindungi masyarakat lokal. Karena tadi sudah saya baca ada banyak pembangunan-pembangunan terutama di SDM-nya dan saya setuju sekali. Karena pembangunan infrastruktur harus disertai dengan peningkatna di human capital-nya, supaya menciptakan adanya sustainability jadi pembangunan itu bisa terjaga untuk di masa yang akan datang.

Peraturan mungkin kebijakan yang saya ingin sampaikan di sini adalah mungkin salah satunya bisa membuat kebijakan yang melindungi masyarakat lokal. Contohnya karena nanti adanya pengembangan kawasan industri, masuknya investor, harus ada perlindungan terhadap masyarakat lokalnya. Mungkin bisa dengan salah satunya membuat kebijakan yang mengharuskan mempekerjakan masyarakat lokal 30%-60% misalnya. Jadi tujuan kita di sini adalah untuk bukan hanya membangun perekonomian, tetapi juga kesejahteraan dari masyarakat itu sendiri.

Nah jadi saya harapkan pembangunan infrastruktur di sini juga disertai dengan perlindungan masyarakatnya dan pembangunan human capital-nya, peningkatan human capital-nya. Karena tadi banyak program-program yang gunanya juga untuk meningkatkan perekonomian dan meningkatkan kualitas masyarakatnya. Jadi baru setelah itu nanti tugas pemerintah untuk membuat kebijakan dan melindungi masyarakat tersebut. Jadi masyarakat bisa membuat aturan yang melindung masyarakatnya tetapi juga tanpa mengurangi daya tarik investor untuk masuk. Mungkin itu saja note yang saya sampaikan kepada Pak Kepala. Sekali lagi terima kasih semoga Allah merahmati kita, melindungi kita dan juga keluarga kita di rumah.

(28)

Terima kasih.

Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V (Ir. RIDWAN BAE/FPG): Terima kasih Athari.

Berikutnya Pak Muhamad Aras dari Fraksi PPP.

F-PPP (Dr. H. MUH. ARAS, S.Pd., M.M.): Terima kasih Pimpinan.

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Assalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.

Yang saya hormati Pimpinan dan Teman-teman Anggota Komisi V, Yang saya hormati Kepala Basarnas,

Kepala BMKG, dan Kepala BPWS.

Pertama-tama, izinkan saya menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri, minal aidzin wal faidzin, mudah-mudahan kita semua bisa diberi keselamatan dunia dan akhirat.

Pertama-tama, saya ingin ke Basarnas, ini Basarnas ini yang tangani bencana lalu kemudian hari ini kayanya kita melihat Basarnas juga dapat bencana ini, anggarannya turun begitu drastis. Jadi kita juga harus berpikir bagaimana Basarnas bisa terus kita pacu, kita bantu. Agar Kementerian Keuangan bisa memberikan support yang lebih, karena kita punya negara ini kan negara banyak bencananya ya.

Kami di Sulawesi Selatan baru saja terjadi bencana yang cukup besar, banjir besar di Lubuk Raya, lalu kemudian banjir bandang di Jeneponto dan Bantaeng di Dapil-nya Pak Hamka B. Kady, itu menelan korban jiwa yang cukup besar, kemudian kerugian material juga cukup besar. Nah ini juga kita harapkan bahwa Basarnas bisa maksimal untuk melaksanakan tugasnya, bahkan beberapa hari kemudian baru beberapa mayat bisa ditemukan.

Begitu juga dengan BMKG, ini tentu kita berharap bahwa kejadian-kejadian seperti ini tidak serta merta langsung muncul begitu saja, tanpa tentu pengawasan dan yang dilakukan oleh BMKG. Karena BMKG ini merupakan lembaga yang tentu kita berharap bahwa apa yang menjadi prediksi, apa yang menjadi prakiraan itu bisa menjadi lebih akurat. Sehingga ada kewaspadaan dari seluruh masyarakat terhadap kejadian yang akan terjadi.

Kemudian yang kedua adalah tentu kita berharap bahwa dengan anggaran yang ada bisa dimaksimalkan oleh Basarnas. Sehingga tentu fungsinya untuk menjaga negeri ini dari permasalahan-permasalahan yang

Referensi

Dokumen terkait

Terima kasih Pimpinan yang kami hormati. Saya kira menyangkut soal waktu karena memang waktu kita juga tidak banyak begitu dan kita juga harus menyelesaikan

Nah hal-hal seperti ini sebenarnya kalau toh kita dapat predikat WTP tidak ada lagi hal seperti ini. Ini kan hal yang biasa yang sudah menjadi rutinisme di

Bissmillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum waramatullahi wabarakatuh. Selamat siang dan salam sejahtera untuk kita semua. Yang terhormat Pimpinan dan kawan-kawan Komisi V, Yang

Oh silakan boleh, saya izinkan Pak. Sebagai bukti Pak penyampaian proposal. Cukup? Baik terima kasih. Kalau proposal perpustakaan boleh diantar ke depan tapi

Draft kesimpulan Rapat Kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri Perdagangan terkait Protocol to Implement the Tenth Package of Commitments under the ASEAN Framework

KETUA RAPAT (DR. Bapak dan Ibu yang kami hormati. Kalau demikian boleh saya tidak membacakan draft DIM nomor 4 dengan setelah ada diantara kita kesepakatan ya,

Pada hari ini kita dapat hadir dalam rapat kerja antara Komisi I DPR RI dengan pemerintah dalam rangka keterangan presiden atas Rancangan Undang-undang perubahan atas

Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua. Pimpinan dan Rekan-rekan Anggota Komisi I yang kami banggakan. Pak Menhan, Pak