• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI APRIL 2016 DEFLASI 0,40 PERSEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI APRIL 2016 DEFLASI 0,40 PERSEN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

No. 3315.028/05/2016, 18 Mei 2016

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI

KOTA

PURWODADI

APRIL 2016 DEFLASI 0,40 PERSEN

 

Pada April 2016 terjadi deflasi sebesar 0,40 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 125,68.

Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks pada 3 (tiga) kelompok komoditi, yaitu kelompok bahan makanan 0,85 persen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar 0,11 persen serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 1,72 persen. Sedangkan 2 (dua) kelompok lainnya yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau serta kelompok kesehatan mengalami inflasi masing-masing 0,19 persen dan 0,16 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-April) 2016 sebesar 0,16 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2016 terhadap April 2015) sebesar 3,85 persen.

Perkembangan harga berbagai komoditas pada April 2016 secara umum menunjukkan adanya penurunan. Berdasarkan hasil pemantauan pada April 2016 terjadi deflasi 0,40 persen, atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 126,18 pada Maret 2016 menjadi 125,68 pada April 2016. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-April) 2016 sebesar 0,16 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2016 terhadap April 2015) sebesar 3,85 persen.

Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks pada 3 (tiga) kelompok komoditi, yaitu kelompok bahan makanan 0,85 persen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar 0,11 persen serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 1,72 persen. Sedangkan 2 (dua) kelompok lainnya yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau serta kelompok kesehatan mengalami inflasi masing-masing 0,19 persen dan 0,16 persen.

Kelompok komoditi yang memberikan andil/sumbangan deflasi pada April 2016 ada 3 (tiga) kelompok komoditi, yaitu kelompok bahan makanan -0,16 persen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar -0,03 persen serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan -0,26 persen.

(2)

Tabel 1

IHK dan Tingkat Inflasi Kota Purwodadi April 2016, Tahun Kalender 2016 dan Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

Kelompok Pengeluaran IHK Inflasi bulan April 2016 1) Tingkat Inflasi tahun Kalender 2016 2) Inflasi Tahun ke tahun 3) April 2015* Desember 2015 April 2016 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m 121,02 125,47 125,68 -0,40 0,16 3,85 1 Bahan Makanan 120,24 133,89 134,04 -0,85 0,11 3,31

2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 122,07 126,13 127,68 0,19 1,23 8,95

3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 120,43 122,40 123,39 -0,11 0,81 5,05

4 Sandang 115,05 114,58 115,75 0,00 1,02 4,86

5 Kesehatan 123,33 126,98 128,89 0,16 1,51 4,80

6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 115,61 119,01 119,01 0,00 0,00 2,45

7 Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 126,28 127,39 123,61 -1,72 -2,97 16,50

1) Persentase perubahan IHK bulan April 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya. 2) Persentase perubahan IHK bulan April 2016 terhadap IHK Desember 2015 3) Persentase perubahan IHK bulan April 2016 terhadap IHK April 2015

Tabel 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Purwodadi (2012=100) April 2016 (%)

Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi

(%)

(1) (2)

U M U M -0,40

1. Bahan Makanan -0,16

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0,04 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar -0,03

4. Sandang 0,00

5. Kesehatan 0,01

6. Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 0,00 7. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan -0,26

(3)

Gambar 1

Perkembangan IHK Kota Purwodadi April 2015–April 2016 114,00 118,00 122,00 126,00 130,00 134,00 138,00

Apr-15 Mei-15 Jun-15 Jul-15 Agt-15 Sep-15 Okt-15 Nov-15 Des-15 Jan-16 Feb-16 Mar-16 Apr-16

IH

K

Umum Bahan Makanan Makanan Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor

Ket : April s/d Agustus 2015, 2007=100; mulai September 2015, 2012=100

Gambar 2

Andil/Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Kota Purwodadi (2012=100) April 2016 -0,45 -0,40 -0,35 -0,30 -0,25 -0,20 -0,15 -0,10 -0,05 0,00 0,05 Umum Bah an mak anan Mak anan Jad i Per um ahan San dang Kes ehat an Pen did ikan Tran spor A n d il ( %)

(4)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1.

Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada April 2016 mengalami deflasi 0,85 persen atau terjadi penurunan indeks dari 135,20 pada Maret 2016 menjadi 134,04 pada April 2016.

Dari 11 subkelompok dalam kelompok bahan makanan, 7 subkelompok mengalami penurunan; 2 subkelompok mengalami kenaikan dan 2 subkelompok lainnya relatif tidak mengalami perubahan. Subkelompok yang mengalami deflasi tertinggi adalah subkelompok sayur-sayuran 4,39 persen dan terendah subkelompok telur, susu dan hasil-hasilnya 0,01 persen.

Kelompok ini pada April 2016 memberikan sumbangan deflasi 0,16 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi antara lain: tomat sayur dan cabai rawit masing-masing 0,07 persen; cabai merah 0,06 persen; salak 0,05 persen; beras 0,03 persen; ketimun, daging ayam ras dan buncis masing-masing 0,02 persen; terong, kacang panjang, cabe hijau dan labu siam masing-masing 0,01 persen. Sedangkan komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain: bawang merah 0,06 persen; apel 0,04 persen; minyak goreng 0,03 persen; kelapa, kol putih dan bayam masing-masing 0,02 persen; wortel, jagung muda, petai dan emping mentah masing-masing 0,01 persen.

2. Makanan Jadi,

Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada April 2016 mengalami inflasi 0,19 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 127,44 pada Maret 2016 menjadi 127,68 pada April 2016.

Dari 3 subkelompok dalam kelompok ini, 1 subkelompok mengalami inflasi dan 2 subkelompok relatif tidak mengalami perubahan. Subkelompok yang mengalami inflasi adalah subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,99 persen.

Kelompok ini pada April 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,04 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah gula pasir 0,04.

3. Perumahan

,

Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

Kelompok ini pada April 2016 mengalami deflasi 0,11 persen atau terjadi penurunan indeks dari 124,24 pada Maret 2016 menjadi 123,39 pada April 2016.

Dari 4 subkelompok yang ada dalam kelompok ini, 1 subkelompok mengalami kenaikan, 1 subkelompok mengalami penurunan dan 2 subkelompok relatif tidak mengalami perubahan. Subkelompok yang mengalami kenaikan adalah subkelompok perlengkapan rumah tangga sebesar 0,22 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami penurunan adalah subkelompok biaya tempat tinggal sebesar 0,22 persen.

Kelompok ini pada April 2016 memberikan sumbangan deflasi 0,03 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi adalah semen sebesar 0,03 persen.

4.

S a n d a n g

Kelompok Sandang pada April 2016 relatif tidak mengalami perubahan harga terhadap bulan sebelumnya dengan indeks 115,75.

(5)

5.

K e s e h a t a n

Kelompok kesehatan pada April 2016 mengalami inflasi 0,16 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 128,68 pada Maret 2016 menjadi 128,89 pada April 2016.

Dari 4 subkelompok dalam kelompok ini, 1 subkelompok mengalami inflasi dan 3 subkelompok relatif tidak mengalami perubahan Subkelompok yang mengalami inflasi pada April 2016 adalah subkelompok jasa perawatan jasmani 2,40 persen.

Kelompok ini pada April 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah tarif rebondiing sebesar 0,01 persen.

6.

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok ini pada April 2016 relatif tidak mengalami perubahan harga terhadap bulan sebelumnya dengan indeks 119,01.

7.

Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Kelompok ini pada April 2016 mengalami deflasi 1,72 persen, atau terjadi penurunan indeks dari 125,77 pada Maret 2016 menjadi 123,61 pada April 2016.

Dari 4 subkelompok yang ada dalam kelompok ini, 1 subkelompok mengalami inflasi dan 3 subkelompok relatif tidak mengalami perubahan. Subkelompok yang mengalami deflasi adalah subkelompok transpor sebesar 2,64 persen.

Kelompok ini pada April 2016 secara keseluruhan memberikan sumbangan deflasi 0,26 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi yaitu bensin 0,25 persen dan solar sebesar 0,01 persen.

(6)

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Tingkat deflasi tahun kalender (Januari-April) 2016 sebesar 0,16 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2016 terhadap April 2015) sebesar 3,85 persen. Sedangkan tingkat inflasi pada periode yang sama tahun kalender 2014 dan 2015 masing-masing 1,52 persen dan -0,36 persen. Sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun untuk April 2014 terhadap April 2013 dan April 2015 terhadap April 2014 masing-masing 6,71 persen dan 6,03 persen.

Tabel 3

Inflasi Bulanan, Tahun kalender dan Tahun ke tahun Tahun 2014–2016

Inflasi 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4)

1. April -0,09 0,11 -0,40

2. Tahun kalender (April) 1,52 -0,36 0,16

3. April terhadap April (tahun ke tahun)

(tahun n) (tahun n-1) 6,71 6,03 3,85

Gambar 3

Perbandingan Inflasi Tahun Kalender (Januari-April) 2014-2016

Jan-Feb

Jan Jan-Mar Jan-Apr

-0,60 -0,30 0,00 0,30 0,60 0,90 1,20 1,50 1,80 Infl asi ( %) 2014 2015 2016

(7)

Gambar 4

Perbandingan Inflasi Tahun ke Tahun 2014-2016

Apr-Apr Mar-Mar Feb-Feb Jan-Jan 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 8,00 In fl a s i (%) 2014 thd 2013 2015 thd 2014 2016 thd 2015

Perbandingan Inflasi Kota Purwodadi, enam kab/kota SBH, Jawa Tengah dan Nasional

Pada April 2016 dari 6 kab/kota SBH di Jawa Tengah, 6 kab/kota mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Tegal dan Kudus masing-masing sebesar 0,63 persen dengan IHK masing-masing 119,37 dan 128,35. Sedangkan deflasi terendah terjadi di Surakarta sebesar 0,19 persen dengan IHK 120,59. (lihat Tabel 4).

Tabel 4

Perbandingan Indeks dan Inflasi/Deflasi April 2016 Purwodadi, 6 kab/kota SBH, Jawa Tengah dan Nasional

(2012=100) K o t a April 2016 IHK Inflasi/Deflasi (%) (1) (2) (3) 1 Purwodadi 125,68 -0,40 2 Semarang 121,74 -0,50 3 Surakarta 120,59 -0,19 4 Tegal 119,37 -0,63 5 Purwokerto 120,76 -0,45 6 Cilacap 124,84 -0,38 7 Kudus 128,35 -0,63 Jawa Tengah 122,04 -0,46 Nasional 123,19 -0,45

Referensi

Dokumen terkait

Kelompok komoditi yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada Agustus 2015 ada 4 (empat) kelompok komoditi, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,25 persen; kelompok

Pada Bulan Februari 2014 kelompok-kelompok komoditi memberikan andil/sumbangan deflasi adalah: kelompok Bahan Makanan sebesar -0,51 persen; kelompok Makanan Jadi,

Kelompok komoditi yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada Januari 2016 ada 2 (dua) kelompok komoditi yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,19 persen

Kelompok komoditi yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada Juli 2016 ada 4 (empat) kelompok komoditi, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau

Deflasi bulan Oktober 2015 terutama dipicu oleh kelompok bahan makanan yang memberi sumbangan/ andil sebesar -0,32 persen, sementara kelompok lain menghambat

Kelompok komoditi yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada September 2016 adalah sebagai berikut: kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,14 persen;

Kelompok komoditi yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada Desember 2016 adalah sebagai berikut: kelompok bahan makanan 0,37 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok

 Deflasi Riau bulan April 2016 terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada empat kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 3,67 persen,