KAMUS
KAMUS
BAHASA INDONESIA
PUSAT BAHASA
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
JAKARTA, 2008
499.213
KAM Kamus Bahasa Indonesia/Tim Penyusun k Kamus Pusat Bahasa.
Jakarta: Pusat Bahasa, 2008 xvi, 1826 hlm.; 21,5 cm ISBN 978-979-689-779-1
TIM REDAKSI
KAMUS BAHASA INDONESIA
Pemimpin Redaksi Dendy Sugono Penyelia Sugiyono Yeyen Maryani Redaksi Pelaksana Ketua
Meity Taqdir Qodratillah Anggota
Cormentyna Sitanggang, Menuk Hardaniwati Dora Amalia, Teguh Santoso, Adi Budiwiyanto
Azhari Dasman Darnis, Dewi Puspita
Pembantu Pelaksana Endang Supriatin, Dede Supriadi
PRAKATA
Satu bahasa besar atau bahasa utama memiliki kamus, tata bahasa, dan uji bahasa yang standar. Kamus memuat khazanah kosakata bahasa yang dapat menjadi lambang atau indikator kemajuan peradaban masyarakat pendukungnya. Demikian pula, bahasa Indonesia memiliki kekayaan kosakata yang memadai sebagai sarana pikir, ekspresi, dan komunikasi di berbagai bidang kehidupan. Kamus Bahasa Indonesia ini merupakan buku rujukan yang memuat khazanah kata bahasa Indonesia. Selain kosakata umum bahasa Indonesia, kamus ini memuat berbagai istilah dari bidang ilmu yang pasti akan sangat bermanfaat bagi pelajar dan mahasiswa.
Dibandingkan dengan kamus yang terbit sebelumnya, kamus ini telah mengalami penyempurnaan definisi atau penjelasan lema/sublemanya, penambahan makna (akibat perkembangan pemakaian bahasa), perbaikan penulisan latin untuk nama tumbuhan dan hewan, serta perubahan urutan susunan sublema. Semua itu dilakukan atas dasar masukan dari para pengguna kamus, baik melalui surat, pos-el, telepon, surat kabar/majalah maupun melalui forum atau pertemuan ilmiah. Sublema yang merupakan derivasi dari lema pokok disusun berdasarkan paradigma pembentukan kata, tidak lagi diurutkan berdasarkan abjad. Dengan demikian, sublema petinju ditampilkan di bawah sublema bertinju, sedangkan peninju di bawah meninju dan meninjukan, serta tinjuan yang merupakan hasil meninju diletakkan di bawah peninjuan (perbuatan meninju).
Dari segi isinya, kamus ini diperkaya istilah bidang ilmu fisika, kimia, matematika, dan biologi yang sudah sangat lazim digunakan. Definisi kata-kata itu diambil dari kamus istilah bidang ilmu yang dikembangkan oleh para pakar bersama Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. Dengan memasukkan istilah-istilah itu, kamus ini dapat menjadi rujukan awal yang dapat digunakan oleh pelajar dan mahasiswa serta masyarakat umum untuk memahami konsep-konsep dasar keilmuan itu. Dengan demikian, sumbangan kamus ini bagi upaya pencerdasan bangsa akan lebih dapat dirasakan.
Untuk menghasilkan kamus seperti itu diperlukan semangat, ketekunan, dan kerja keras penyusun. Oleh karena itu, atas terbitnya kamus ini saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim penyusun dan semua pihak yang telah turut berperan dalam penulisan kamus ini. Selain itu saya memberikan ucapan terima kasih kepada Pusat Teknologi dan Komunikasi Pendidikan, Departemen Pendidikan Nasional yang telah mengubah kamus ini ke format elektronik sehingga dapat disebarluaskan kepada masyarakat melalui layanan buku murah Departemen Pendidikan Nasional. Semoga penerbitan kamus ini dapat memberi manfaat besar bagi upaya pencerdasan bangsa menuju insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif.
Jakarta, 28 Oktober 2008 Kepala Pusat Bahasa
Dendy Sugono Pemimpin Redaksi
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
SAMBUTAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL PADA PENERBITAN
KAMUS BAHASA INDONESIA
Perkembangan bahasa mencerminkan perkembangan kemajuan peradaban masyarakat pendukungnya. Perkembangan bahasa itu tampak pada perkembangan kosakata. Perkembangan kosakata bahasa Indonesia amatlah pesat pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 yang, antara lain, dipacu oleh perkembangan ilmu dan teknologi serta seni. Perkembangan kosakata itu dapat dilihat pada bertambahnya lema dalam kamus bahasa Indonesia dari satu edisi ke edisi berikutnya. Tanpa kita rasakan ternyata Kamus Besar
Bahasa Indonesia telah 20 tahun berada di tengah-tengah masyarakat, baik di dalam
maupun di luar negeri. Selama kurun waktu itu kamus tersebut telah mengalami perkembangan muatan lema dari 62.000 lema pada edisi pertama (1988) hingga 91.000 lema pada edisi keempat (2008). Hal itu menunjukkan bahwa kamus tersebut selalu memutakhirkan kandungan lemanya. Menurut catatan Pusat Bahasa, dari edisi pertama hingga edisi ketiga kamus itu mengalami cetak ulang hingga puluhan kali. Hal itu membuktikan bahwa masyarakat memang memerlukan kamus tersebut sebagai sumber rujukan dalam dunia pendidikan ataupun dunia kerja.
Di samping pengguna, respons masyarakat terhadap kamus itu juga muncul dalam bentuk upaya penerbitan kamus serupa untuk keperluan bisnis. Beberapa kamus bahasa Indonesia bermunculan, bahkan beberapa di antaranya ada yang memanfaatkan kepopuleran Kamus Besar Bahasa Indonesia yang tampaknya sudah merebut hati masyarakat. Jika kamus yang bermunculan itu disusun dengan standar perkamusan yang memadai, peran masyarakat dalam menyediakan kamus bahasa Indonesia seperti itu dapat menjadi aspek positif bagi pengembangan dan pemasyarakatan bahasa Indonesia. Sebaliknya, kamus serupa itu akan menjadi aspek negatif apabila penyusunannya hanya memperhatikan aspek bisnis semata.
Kamus Bahasa Indonesia ini harus dipandang sebagai upaya pemutakhiran acuan
kekayaan kosakata bahasa Indonesia. Oleh karena itu, kamus ini menjadi sumber rujukan bagi masyarakat dalam meningkatkan kemampuan daya ungkap pengguna bahasa Indonesia, baik lisan maupun tulis, terutama di kalangan insan pendidikan. Kamus ini menjadi pegangan utama pelajar dan mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan berekspresi dan berkomunikasi lisan ataupun tulis. Demikian juga bagi peneliti, penulis, penerjemah, wartawan, dah masyarakat luas dapat memanfaatkan kamus ini demi meningkatkan pengetahuan dan wawasan bahasa Indonesia serta kemajuan peradaban
bangsa Indonesia.
Atas terbitnya kamus ini, saya menyampaikan penghargaan yang tulus kepada para penyusun. Dalam semangat 100 tahun Kebangkitan Nasional bangsa Indonesia dan semangat 80 tahun Sumpah Pemuda, terbitnya Kamus Bahasa Indonesia yang disertai terbitnya Tesaurus Bahasa Indonesia Pusat Bahasa sungguh merupakan persembahan yang amat berharga bagi bangsa Indonesia. Semoga buku ini membawa manfaat untuk kemajuan bangsa Indonesia.
Jakarta, 28 Oktober 2008 Menteri Pendidikan Nasional
Daftar Isi
Tim Redaksi v
Prakata vii
Sambutan Menteri Pendidikan Nasional ix
Daftar Isi xi
Petunjuk Pemakaian Kamus xiii
PETUNJUK PEMAKAIAN KAMUS
A. Ejaan
Ejaan yang digunakan di dalam Kamus Bahasa Indonesia ini adalah
ejaan bahasa Indonesia yang didasarkan pada Pedoman Umum Ejaan
Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan
Istilah.
B. Bentuk Susunan Kamus
Susunan kada dasar (lema) dan kata turunan (sublema) Kamus Bahasa
Indonesia disusun seperti berikut.
1. Kata Dasar dan Kata Turunan
Kata dasar atau bentuk dasar yang menjadi dasar segala bentukan
kata diperlakukan sebagai lema atau entri, sedangkan bentuk derivasinya
(kata turunan, kata ulang, dan gabungan kata) diperlakukan sebagai
sublema atau subentri. Contoh: sabar adalah kata dasar dan kata
bersabar, menyabarkan, penyabar, dan kesabaran adalah bentuk
derivasinya. Dengan demikian, cara menyusunnya adalah sebagai
berikut.
sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus
asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2 tenang;
tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan usahanya;
bersabar v bersikap tenang (tt pikiran, perasaan): kita harus ~ dl
menghadapi setiap masalah;
menyabarkan
v menenangkan perasaan (pikiran dsb);
menenteramkan hati: ia sedang ~temannya yg sedang gundah;
penyabar n orang yg bersikap tenang (tidak terburu nafsu dan tidak
lekas marah): orang yg ~ tidak cepat marah dl menangani setiap
kesabaran n ketenangan hati dl menghadapi cobaan; sifat tenang
(sabar): ~ diperlukan dl mengatasi masalah ini;
tersabar a paling tenang (tidak mudah marah): ia merupakan
temanku yg ~di antara teman-temanku
2. Kata Ulang atau Bentuk Ulang
Kata
ulang
atau
bentuk ulang di dalam Kamus Bahasa Indonesia ini
diatur atau disusun sebagai berikut.
a) Bentuk kata yang seolah-olah merupakan bentuk ulang, seperti
alap-alap, laba-laba, kupu-kupu diperlakukan sebagai lema.
b) Bentuk ulang seperti pontang-panting diperlakukan sebagai lema.
c) Kata ulang yang menunjukkan jamak dalam hal proses diperlakukan
sebagai sublema. Contoh:
bersaf-saf diletakkan sesudah saf
tersedeng-sedeng diletakkan sesudah sedeng
3. Gabungan Kata
a) Gabungan kata atau kelompok kata yang mempunyai derivasi
diper-lakukan sebagai lema. Contoh:
salah guna, menyalahgunakan v melakukan sesuatu tidak
sebagaimana mestinya; menyelewengkan: jangan ~ fasilitas yg
diberikan;
penyalahgunaan n proses, cara, perbuatan menyalahgunakan;
penyelewengan
b) Gabungan kata atau kelompok kata yang tidak berderivasi di
per-lakukan sbg sublema. Letaknya langsung di bawah lema yang
berkaitan dan disusun berderet ke samping secara berurutan menurut
abjad. Unsur pertama gabungan kata itu dicetak dengan tanda
hubung ganda (--) Contoh:
sagu n 1 pohon yg hati batangnya dapat dibuat tepung; 2 hati batang
pohon palem; 3 tepung (dr pati hati batang enau, rumbia, dsb);
-- hati ki pemberian (tanda mata, hadiah, dsb) sbg hiburan (tanda
penghargaan, kenangkenangan, dsb); pisang hati batang pisang;
-- tampin pati sagu yg dibungkus dng daun nipah;
c) Gabungan kata atau kelompok kata yang dibentuk dari kata turunan
atau sublema diperlakukan sebagai sublema dan diletakkan di
bawah kata turunan tersebut. Unsur pertama kata turunan itu dicetak
dengan tanda tilde (~). Contoh:
saji n ...;
menyajikan v ...;
tersaji v ...;
sajian n ...;
penyaji n ...;
-- makalah orang yg menyajikan makalah dl suatu pertemuan
ilmiah
C. Tanda Baca
1. Tanda Hubung (-)
a) Tanda hubung dipakai untuk menyambung unsur-unsur kata ulang.
Contoh:
a) main-main
b) saban-saban
b) Tanda hubung dipakai di depan kata bilangan yang menunjukkan
tingkat atau urutan. Contoh:
ke-4
ke-7
ke-9
2. Tanda Hubung Ganda (--)
Tanda hubung ganda dipakai untuk menggantikan lema yamg terdapat
dalam contoh kalimat atau gabungan kata. Contoh:
sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas
putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2
tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia
menjalankan usahanya;
3. Tilde (~)
Tilde dipakai untuk menggantikan sublema yang terdapat di dalam
contoh kalimat atau gabungan kata. Contoh:
sabar a ...;
bersabar v bersikap tenang (tt pikiran, perasaan): kita harus ~
dl menghadapi setiap masalah;
4. Cetak Miring
Huruf-huruf yang dicetak miring digunakan untuk menuliskan label
kelas kata, dan contoh pemakaian lema atau sublema dalam kalimat.
Contoh:
a) Label Kelas Kata
a (adjektiva), adv (adverbia), n (nomina), num (numeralia), p
(par-tikel), pron (pronomina), dan v (verba)
b) Kalimat contoh pemakaian lema dan sublema
sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak
lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini
dihadapinya --; 2 tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu:
dng – ia menjalankan usahanya;
5. Cetak Tebal
Contoh:
piring n 1 perabot rumah tangga berbentuk bundar pipih
dan
sedikit cekung, terbuat dr porselen, beling, dsb, untuk
meletakkan nasi, lauk-pauk, dsb: -- yg dipakai untuk jamuan
malam sudah disiapkan;
...;
b. Huruf yang dicetak tebal menunjukkan angka untuk angka polisem
(kata yg memiliki lebih dari satu makna).
Contoh
sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus
asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2 tenang;
tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan usahanya;
c. Huruf yg dicetak tebal menunjukkan gabungan kata.
Contoh:
saji n ...;
menyajikan v ...;
...
penyaji n ...;
-- makalah orang yg menyajikan makalah dl suatu pertemuan
ilmiah
6. Koma (,)
1) Tanda koma (,) dipakai untuk membatasi huruf kapital dan huruf
kecil pada lema pertama setiap abjad. Contoh:
a) D, d /dé/ n huruf ke-4 abjad Indonesia
b) G, g /gé/ n huruf ke-7 abjad Indonesia
2) Tanda koma dipakai untuk memisahkan lema beserta kelas kata
yang tidak diberi deskripsi dengan sublema. Contoh:
3)
Tanda koma dipakai untuk menandai bagian-bagian pemerian
sebagai pilihan bentuk kata. Contoh:
sensor /sénsor/ n pemeriksaan sesuatu spt berita, film, sebelum
disiarkan
7. Titik Koma (;)
1) Titik koma (;) dipakai untuk memisahkan bentuk-bentuk kata yang
bermakna sama atau hampir sama (sinonim) yang terdapat pada
penjelasan makna.
Contoh:
salah guna, menyalahgunakan v melakukan sesuatu tidak
sebagaimana mestinya; menyelewengkan: jangan ~ fasilitas yg
diberikan;
penyalahgunaan n proses, cara, perbuatan menyalahgunakan;
penyelewengan
2) Titik koma (;) dipakai sebagai penanda akhir penjelasan makna
sebuah sublema yang masih belum merupakan bentuk derivasi
terakhir (penjelasan makna sublema yang merupakan bentuk
derivasi terakhir sebuah lema tidak diakhiri dengan tanda apa pun).
Contoh:
sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas
putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2
tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan
usahanya;
bersabar v bersikap tenang (tt pikiran, perasaan): kita harus ~ dl
menghadapi setiap masalah;
menyabarkan
v menenangkan perasaan (pikiran dsb);
menenteramkan hati: ia sedang ~temannya yg sedang gundah;
penyabar n orang yg bersikap tenang (tidak terburu nafsu dan tidak
lekas marah): orang yg ~ tidak cepat marah dl menangani setiap
kesabaran n ketenangan hati dl menghadapi cobaan; sifat tenang
(sabar): ~ diperlukan dl mengatasi masalah ini;
tersabar a paling tenang (tidak mudah marah): ia merupakan temanku
yg ~di antara teman-temanku
8. Titik Dua (:)
Titik dua (:) dipakai sebagai pengganti kata misalnya di akhir
deskripsi dan sebelum contoh pemakaian.
Contoh:
sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas
putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2
tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan
usahanya;
9. Tanda Kurung ((...))
Tanda kurung ((...)) dipakai untuk menunjukkan bahwa kata atau
bagian kalimat yang terdapat di dalam penjelasan yang diapit oleh
tanda kurung itu merupakan keterangan penjelas bagi kata-kata atau
pernyataan yang terdapat di depannya.
Contoh:
sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas
putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2
tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan
usahanya;
10. Garis Miring (/.../)
Garis miring (/.../) dipakai untuk lafal kata yang mengandung unsur
bunyi /e/ atau /é/ agar tidak terjadi kesalahan di dalam melafalkan
kata.
Contoh:
sensor /sénsor/ n pemeriksaan sesuatu spt berita, film, sebelum
11. Tika Atas atau Superskrip
Tika atas atau superskrip (
1...,
2...,
3...) dipakai untuk menandai bentuk
homonim yang homograf dan homofon. Tanda ini diletakkan di
depan kata lema yang memiliki bentuk homonim, setengah spasi ke
atas.
Contoh:
a)
1bisa a mampu; dapat: dia
C berenang;
2
bisa n zat racun dr binatang (spt ular);
b)
1seri a tidak ada yg menang atau kalah: pertandingan sepak bola
itu berakhir ─
2
seri n cahaya:
─ wajahnya;
12. Angka Arab
Angka Arab bercetak tebal (1, 2, 3, ...) dipakai untuk menandai
makna polisemi (yaitu arti kesatu, arti kedua, arti ketiga, dan
seterusnya).
Contoh:
sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas
putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2
tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan
usahanya;
D. Label dan Singkatan Kata
1) Label Kelas Kata
n
nomina
v
verba
a
adjektiva
adv adverbia
num numeralia
p
partikel
pron pronomina
2) Singkatan Kata
dl
dalam
dng dengan
dp
daripada
dr
dari
dsb dan sebagainya
kpd kepada
krn karena
msl misalnya
pd
pada
sbg sebagai
spt seperti
thd terhadap
tt
tentang
yg
yang
1097 P, p /pe/ n huruf ke-16 abjad Indonesia
pa.
jawatan yg mengurusi pemungutan bea be.an /pabéan/ n instansi atau impor atau ekspor
pab.rik n bangunan dng perlengkapan mesin tempat membuat atau memproduksi barang tertentu dl jumlah besar untuk diperdagangkan: —
pakaian jadi
pa.cai n serbuk cendana (setanggi dsb) yg biasa ditaburkan pd kain kafan 1pa.cak a telah terlatih atau mahir dl
mengerjakan sesuatu; cakap : kita
memerlukan negarawan yg – bernegosiasi
2pa.cak n 1 cocok (untuk menusuk satai dsb yg akan dipanggang): 2 tongkat (tiang, pancang dsb) yg ujungnya tajam;
memacak v mencocok (satai dsb); memacakkan v memancangkan;
memasukkan tonggak dsb ke tanah:
Pak Budi~ pancang pd sudut-sudut batas tanahnya;
terpacak v 1 sudah dipacak; tercocok; 2 terpaku; terpasak; terpancang
3pa.cak n titik-titik air yg berhamburan; percik
memacak-macak v memercik-mercik:
air ~ mengenai bajunya
1pacal kl n hamba raja; 2 saya (untuk merendahkan diri): - mohon
beribu-ribu ampun;
- kerical segala hamba sahaya 2pa.cal n ikan parang-parang pa.ca.ngan n tunangan;
berpacangan v bertunangan: mereka
sudah lama ~, tetapi belum juga menikah
1pa.car n 1 pohon kecil yg daunnya biasa dipakai untuk pemerah kuku; batang
inai, Lawsonia inermis; 2 daun pohon pacar; daun inai
— cina n makanan yg dibuat dr tepung sagu, berbentuk butiran berwarna-warni, biasanya digunakan sbg isi minuman yg dicampur dng gula dan santan
2pa.car n 1 teman dekat dr lawan jenis yg tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih, biasanya untuk menjadi tunangan dan calon istri; kekasih; 2 teman dekat berdasarkan rasa cinta kasih;
berpacaran v bercintaan; berkasih-kasihan: mereka baru ~ setelah punya
pekerjaan tetap;
pacaran v cak berpacaran pa.cat → pacet
-- hendak menjadi ular, pb orang miskin yg berlaku sbg orang kaya; berharapkan bukanbukan;
— kenyang 1 besar pd bagian tengah; 2 cincin tebal untuk melindungi jari ketika memegang keris
pa.cau n 1 barang berbau busuk yg biasa digunakan untuk menakut-nakuti burung ; 2 guna-guna yg digantungkan di pohon supaya buahnya tidak dipetik orang dsb
pa.ce /pace/ Jw n mengkudu, Morinda
citrifolia
pemacek n binatang jantan untuk membiakkan keturunan (bibit); pejantan
pa.cek.lik n 1 musim kekurangan bahan makanan; 2 masa sepi (tt perdagangan, kegiatan, dsb); 3 masa sulit
pa.cet n binatang pengisap darah, sekerabat dng cacing tanah, berbadan langsing mengecil ke depan, berwarna cokelat kekuningan sampai kehitam-hitaman, panjang sampai 50 mm, pd kepala terdapat lima pasang mata dan
P
1098 sebuah alat pengisap, di ujung belakang terdapat alat sbg pelekat berjalan spt ulat jengkol, dapat memipihkan tubuh sampai sekecil benang; Haemadipsa teylandica
pa.cok v patuk
pa.cu n benda tajam atau roda bergerigi yg dipasang pd tumit sepatu penungang kuda untuk menggertak kuda supaya berlari kencang;
ber.pa.cu v 1 berlari kencang-kencang; 2 berlomba untuk saling mendahului; me.ma.cu v 1 membuat agar berlari
cepat; 2 mencepatkan: polisi ~
mobilnya untuk mengejar penjahat;
pa.cu.an n 1 perlombaan berlari; adu cepat; balapan; 2 gelanggang tempat berpacu;
~ kuda 1 balapan kuda; 2 gelanggang tempat balapan kuda;
pe.ma.cu n alat untuk memacu;
— jantung alat elektronis untuk merangsang otot-otot utama jantung supaya berkontraksi dan memompa dng iramanya yg normal;
1pa.cul n perkakas yg berupa lembaran baja tipis dng tangkai panjang untuk menggali, mengaduk, dan membalik tanah; cangkul;
memacul v menggali atau membalik tanah dng pacul; mencangkul;
2pa.cul v, memacul v memijit dan menekan supaya keluar isinya: tabib ~
bisul Nada untuk mengeluarkan nanahnya;
terpacul v dapat atau menjadi keluar krn dipijit dsb
1pa.da p 1 kata perangkai hampir searti dng di (dipakai di depan kata, kata ganti orang, keterangan waktu): -
dasarnya ada; -nya (ku, mu); - keesokan harinya; 2 menurut ...: - sangkanya
2pa.da p 1 kata depan yg dipakai untuk menunjukkan posisi di atas atau di dl hubungan dng, searti dng di (dipakai di depan kata benda, kata ganti orang, keterangan waktu): — dasarnya; 2 menurut ...: — sangkanya
berpada-pada v 1 cukup juga meskipun hanya seadanya; lumayan; 2 melakukan sesuatu dng secukupnya saja (tidak berlebih-1ebihan);
memadai v memenuhi syarat, keinginan, dsb: persyaratan yg diminta belum ~; memada-madai v melakukan sesuatu
dng sekedar saja (tidak berlebih-lebihan);
memadakan v 1 menganggap cukup (lumayan dsb): kita harus ~ diri
dengan yg ada, jangan berlebih-lebihan; 2 memuaskan: prestasi yg diraih Attar ~ orang tuanya;
terpada v ada yg menyamai; tersamai;
kedahsyatan bencana tsunamai Aceh tiada ~
pa.dah n gelagat; alamat (yg memberi peringatan akan terjadinya sesuatu):
tidak baik - nya
padahan n 1 padah; 2 akibat (yg kurang baik dr suatu perbuatan); timbalan (imbangan): perbuatan hamba ini,
nyawalah - nya;
mulut terdorong, emas - nya, pb perkataan yg telah terkatakan, emas tentangannya (janji harus ditepati) pa.da.hal p kata sambung untuk
menunjukkan pertentangan antara bagian-bagian yg dirangkaikan; menurut halnya; sedangkan; sebenarnya: ia tidak sekolah — orang
tuanya mampu
pa.dak n tambak di pinggir laut tempat membuat garam; empang garam pa.dam a 1 mati (tt api); tidak menyala
1099
sudah —; 2 reda (tt kemarahan); tenang
kembali (tt kemarahan, hawa nafsu, birahi, dsb): seketika itu juga —lah
murka baginda; 3 aman kembali (tt
huru hara, kerusuhan, dsb): pergolakan
di negara itu belum juga —; 4 menjadi
lemah (tt semangat): semangat juang
rakyatnya tidak pernah —;
me.ma.dam.kan v 1 mematikan (tt api, lampu, dsb); 2 meredakan (kemarahan dsb); menenangkan (hawa nafsu, cinta birahi, dsb); 3 menumpas; membasmi (pemberontakan dsb); 4 menghilangkan (haus);
pe.ma.dam, — api n 1 alat untuk memadamkan (api); 2 orang yg memadamkan (api): ~ api itu harus
diperiksa secara rutin;
~ kebakaran pasukan yg bertugas memadamkan kebakaran;
pe.ma.dam.an n proses, cara, perbuatan memadamkan
1pa.dan a 1 banding; imbangan; ia
menang dng mudah atas lawan yg bukan - nya; 2 cocok; sesuai; patut
benar: dr posturnya ia menjadi searang
pegulat;
― kata persamaan kata (dl makna); padanan kata;
berpadan v 1 seimbang (dng); sebanding (dng): upah yg diberikan
sekurang-kurangnya ~ dng tenaga yg dikeluarkannya; 2 menyesuaikan pendapat; bermufakat; berembuk:
mereka - dulu sebelum mengambil keputusan;
memadan v membandingkan untuk mengetahui mana yg lebih baik (kuat, besar, dsb): orang ~nya dng legenda
hidup itu;
~ ayam membandingkan ayam yg akan diadu ;
memadankan v 1 membandingkan dng: dia ~ beberapa pakaian yg akan
dibelinya; 2 menyesuaikan (dng): Faiza pandai ~ diri dng lingkungannya
padanan n keadaan seimbang (sebanding, senilai, seharga, sederajat, sepadan, searti dsb); ekuivalensi ~ kata kata yg sama maknanya (dl satu
bahasa atau antara dua bahasa); sinonim;
sepadan (dng) mempunyai nilai (ukuran, arti, efek, dsb) yg sama; sebanding (dng); seimbang (dng); serasi (dng); berpatutan (dng): walaupun uang yg
sudah dikeluarkan tidak ~ dengan hasil yg didapat, dia tidak patah arang
2pa.dan 1 sempadan; batas; 2 garis (titik dsb) yg menjadi batas atau tempat melemparkan batu (kelereng dsb) pd permainan anak-anak
3pa.dan n janji: mengecoh ―, tak menepati janji;
berpadan v berjanji
4pa.dan a curang (terutama dl permainan)
pa.dang n tanah yg datar dan luas (tidak ditumbuhi pepohonan); lapangan;
lain ― lain belalang, pb tiap-tiap negeri
berlainan aturan dan adatnya; terdesak
― ke rimba, pb hilang akal;
― belantara tanah luas yg tidak diusahakan: ― gurun padang belantara; ― mahsyar Isl tanah lapang yg kelak merupakan tempat berkumpul setelah kiamat; ― minyak tanah; ― pasir tanah pasir yg sangat luas; ― rumput tanah luas yg ditimbuhi rumput; ― tekukur padang belantara; ― tiah padang belantara; ― usaha ki lapangan pekerjaan;
1100 ~ luas, ki 1 sabar; 2 boleh berbuat atau
memilih sekehendak hati
pa.das n lapisan tanah yg keras; cadas pa.da.san n tempayan yg diberi pancuran
(tempat air wudu)
pa.dat a 1 sangat penuh sehingga tidak berongga; padu; mampat: lumbung
diisi padi sampai —; 2 tetap (tt
pendirian, keberanian, dsb); sudah — hatinya; 3 sepakat: rundingan telah —; 4 penuh sesak; penuh tempat: kereta
api itu — dng penumpang; 5 rapat
sekali (tt penduduk, dsb): Pulau Jawa
sangat — penduduknya; 6 tidak ada
waktu luang; berhimpitan sehingga tidak ada waktu sela: acaranya —
sekali seminggu ini; 7 Fis mempunyai
isi dan bentuk yg tetap (tidak cair dan tidak berupa gas): batu, besi, dsb
adalah benda —;
— karya 1 pekerjaan yg harus berasaskan pd pemanfaatan tenaga kerja yg tersedia dl jumlah besar; 2 kegiatan pembangunan proyek yg lebih banyak menggunakan tenaga manusia dibandingkan dng modal atau mesin; me.ma.dat v menjejal (menginjak-injak
dsb) supaya padat;
~ kasur mengisi kasur hingga padat; ~ perut memberi makan kenyang-kenyang;
memadati v memenuhi hingga padat; merapati: penonton ~ stadion itu; memadatkan v 1 menjadikan padat;
menjejal (mengisi, memasukkan) sebanyak-banyaknya; 2 merapatkan sekali (tt penduduk dsb);kepadatan hal (keadaan) padat
pe.ma.dat n alat untuk memadatkan:
mesin ~;
pe.ma.dat.an n proses, cara, perbuatan memadatkan: ~ jalan itu sudah
dilakukan seminggu terakhir ini;
kepadatan n hal (keadaan) padat
pa.de.po.kan /padépokan/ → pedepokan 1pa.di n 1 tumbuhan yg menghasilkan
beras termasuk jenis Oryza (ada banyak macam dan namanya); 2 butir dan buah padi;
ilmu —, kian berisi kian runduk, pb
selalu merendahkan diri (tidak sombong); pagar makan —, pb orang yg merusakkan dsb barang yg diamanatkan kepadanya: menyisip —
dng ilalang, pb mencampurkan sesuatu
yg buruk kpd yg baik; — sekepuk
hama, pb kelihatan kaya (pandai),
tetapi sebenarnya miskin (bodoh); — berat jenis padi yg tidak lekas
berbuah; — cere jenis padi yg lekas berbuah; — dalam padi berat; — gaga padi ladang; — huma padi ladang; — jawi padi biasa yg berasnya biasa dimasak sbg nasi; — ketan padi pulut; — ladang jenis tanaman padi yg biasa ditanam di ladang tanpa digenangi air spt di sawah; — pulut jenis tanaman padi yg berasnya lekat; — radin padi ringan; — ringan jenis padi yg lekas berbuah;
padi-padian segala tumbuhan yg termasuk jenis padi
2pa.di a dl beberapa ungkapan berarti kecil: lada -, lada yg kecil;
sepadi num sedikit: tidak ada yg tinggal
barang~
pad.ma n bunga teratai
pad.ma.sa.na n 1 takhta; singgasana; kursi kerajaan; 2 bangunan dl pura (Bali) untuk tempat sembahyang pad.mi n permaisuri
pad.pin.der n pandu
pad.ri n 1 pendeta Katolik; pastor 2 pendeta Kristen
1101 — tentara paderi yg bertugas
memelihara kerohanian tentara yg beragama Katolik
pa.du a 1 sudah menjadi satu dan sudah menjadi satu benar: bersatu —, bersatu benar-benar (saja sekata, sehidup semati); 2 ki utuh dan kuat; kompak:
rakyat dan TNI merupakan kesatuan yg —;
berpadu v 1 menjadi satu; luluh dan bercampur menjadi satu: suara angin
laut dan desir ambak ~; 2 beku dan
menjadi keras (tt darah, air gula, dsb):
darahnya -; 3 kukuh kuat krn telah
disatukan: daerah-daerah di Indonesia ~ dl satu asas Pancasila; 4 bercampur (dng): suka dan duka ~ dl hati;
berpadu-paduan v 1 bersatu benarbenar; 2 menyesuaikan pendapat; bermusyawarah;
me.ma.du v 1 melebur (emas); melebur dan mencampurkan menjadi satu (tt logam); mengaduk dsb) supaya bercampur (tt semen dan pasir, tepung dan mentega, dsb): ~ pasir dng semen; 2 menyatukan; menggabungkan (bunyi, perkataan, kalimat, dsb) menjadi satu; mengumpulkan (modul, dsb): kedua
remaja itu sudah ~ janji; 4
mem-bandingkan (satu dng lain); menye-suaikan (untuk mengetahui cocok tidaknya dsb): seorang peragawati
harus dapat ~ kebaya dng kain dan selendang yg dipakainya;
memadukan v 1 membuat supaya padu; menjadikan padu; 2 menyesuaikan; paduan n sesuatu yg sudah dipadu
(disatukan, dijadikan satu, dsb); hasil memadu;
~ suara nyanyian bersama;
terpadu v sudah dipadu (disatukan, dileburkan menjadi satu dsb);
perpaduan 1 perihal (keadaan), berpadu; 2 persesuaian; kepaduan kesatuan (pikiran dsb); kebulatan (pendapat dsb) pemaduan n perbuatan (melebur,
mencampur, dsb) menjadikan satu; penyatuan;
pa.duk ark garis batas tempat memulai (melemparkan dsb dl permainan anak-anak)
pa.du.ka n sebutan kehormatan kpd pembesar, bangsawan, raja, atau orang-orang mulia
― liku kl gelar salah seorang permaisuri raja dl cerita Panji
pa.du.kuh.an n pedesaan;
perkampungan
pa.es.an /paesan/ n hiasan pd dahi pengantin perempuan
pa.gan a kukuh; kuat; teguh
pa.gan.is.me n hal (keadaan) tidak beragama; paham pd masa sebelum adanya (datangnya, masuknya) agama (Kristen, Islam, dsb)
pa.gar n sesuatu yg digunakan untuk membatasi (mengelilingi, menyekat) pekarangan, tanah, rumah, dsb;
― makan tanaman pb orang yg merusakkan barang apa yg diamanatkan kepadanya;
― adat ketentuan (peraturan) adat; hukum adat; adat-istiadat; ― betis ki penjagaan yg ketat; ― bulan kandang bulan; lingkaran yg melingkari bulan; ― desa pembantu penjaga keamanan desa (di Jawa Barat); ― berduri pagar dr kawat berduri; ― hidup pagar dr tanaman kecil; ― negeri pelindung negeri; ― sua pagar sbg sekatan di antara kedua ekor kerbau yg akan diadu;
berpagar v memakai pagar; dipagari:
1102 memagar v 1 memasang (membuat)
pagar; 2 spt pagar: ― diri bgai aur; ~ diri bagai aur, pb hanya memikirkan
diri sendiri; ~ diri menjaga diri; memagari v 1 mengelilingi (membatasi,
menyekat) dng pagar: ~ pekarangan
dng pagar hidup; 2 ki melindungi
(supaya jangan diganggu, diserang, dsb) : pasukan keamanan ~ tamu
agung;
memagarkan v 1 menggunakan (sesuatu) untuk pagar: tukang kebun ~
pohon beluntas di halaman rumah; 2
memasangkan pagar: anak-anak
sedang ~ kebun sayur-sayuran Paman
pa.gas ark v memenggal; memangkas; pa.geb.luk n wabah (penyakit); epidemi pa.ge.la.ran n pementasan; pertunjukan pa.gi n 1 bagian awal dr hari antara dini
hari dan siang hari; 2 waktu setelah matahari terbit hingga menjelang siang hari; 3 ki awal; cepat;
― pagi n dini hari; pagi sekali (sebelum matahari terbit);
~ buta (hitam) pagi-pagi benar (sebelum matahari terbit);
sebentar ― sebentar malam, ki mudah
berubah pendiriannya
ke.pa.gi.an v terlalu pagi: ia ~ da-tang ke
sekolah
pa.gi.na n halaman (buku dsb)
pa.go.da n menara bertingkat yg atapnya terdapat pd tiap tingkat, biasanya dibangun sbg kuil atau tugu, banyak terdapat di India, Srilangka, Burma, Cina, dan Jepang
pa.go.fo.bia n Psi fobia thd es atau bunga es
pa.gu n batas tertinggi, batas teratas; plafon; para-para
pa.gun a kukuh; pagan
1pa.gut v memagut v mematuk; mencatuk; menggigit (tt ular, burung; dsb)
2pa.gut v, berpagut v 1 memeluk: krn
gemasnya ia ~ keponakannya yg baru bertemu; 2 membelit: petani itu terpaksa memukulkan parangnya pd ular yg ~ kaki anaknya;
― lutut berpeluk lutut; tidak bekerja apa-apa;
memagut v memeluk: dia ~ ibunya
karena sangat gembira;
pagutan n pelukan; sepemagutan n sepemeluk
pa.gu.yub.an n perkumpulan orang yg sepaham untuk membina kerukunan dan persatuan anggotanya
pa.ha n kaki bagian atas dr lutut sampai pinggang
bergendang ―, ki bersuka hati krn orang
lain mendapat kesusahan;
menepak-nepak ―, ki bersusah hati; diberi betis hendak ―; pb diberi sedikit lalu
hendak banyak (semuanya); tercubit ―
kiri, paha kanan pun berasa (sakit), pb
jika salah seorang anggota keluarga menderita sesuatu, anggota yg lain pun turut merasakan juga;
― belalang 1 penyemat baju; peniti; 2 pegas; per; 3 paha yg kecil dan lurus (spt kaki belalang)
pa.ha.la n ganjaran yg disediakan oleh Tuhan atas perbuatan baik manusia; buah perbuatan baik
berpahala v 1 berbuat pahala; berbuat kebaikan; berbuat jasa; 2 ada pahalanya pa.ham 1 n pengertian; 2 n pendapat;
pikiran; 3 n aliran; haluan; pandangan; 4 v mengerti benar (akan); tahu benar (akan); 5 a pandai dan mengerti benar (tt suatu hal): ia — bahasa Latin;
angan lalu, - tertumbuk, pb suatu hal yg
1103 tampaknya dapat dilakukan dng mudah;
berpaham v 1 mempunyai paham (pendapat, pendirian): dulu, pemerintah
mencurigai orang yg ~ berbeda; 2
aliran: lukisannya banyak digemari
karena ~ naturalisme; 3 berakal;
berbudi; bijaksana; berpengalaman: orang yg tidak ~ tidak layak menjadi
pemimpin;
memahami v 1 mengerti benar (akan); mengetahui benar: ia ~ hampir semua
bahasa dan budaya negara-negara Eropa; 2 memaklumi; mengetahui: pemimpin yg baik dapat ~ kehendak rakyatnya;
memahamkan v 1 mempelajari baik-baik supaya paham: seorang
pengemudi harus ~ tanda-tanda lalu-lintas 2 mengartikan: kalimat dl undang-undang itu harus disusun sebaik-baiknya supaya orang jangan salah~ nya; 3 menanamkan pengertian
tentang: Pemerintah ~ perlunya
keluarga berencana bagi pasangan usia subur;
terpahami v dapat dimengerti:
khotbahnya tidak~ oleh para jemaah krn disampaikan dl bahasa Arab;
pemahaman n perihal menguasai (mengerti, memahami);
sepaham n 1 sependapat; sepengertian; 2 sekeyakinan; sealiran
pa.hang ark n bau tidak sedap
pa.har n talam besar yg berkaki (dibuat dr kuningan dsb) untuk menyajikan makanan
pa.hat n alat (perkakas) pertukangan berupa bilah besi yg tajam pd ujungnya untuk melubangi atau mengukir kayu bagai ― tidak ditukul, tidak makan, pb
orang yg hanya mau bekerja apabila diperintah;
― jantan pahat yg lancip tajam; ― pating pahat yg tidak tajam;
berpahat v telah dipahat; berukir:
pintunya dibuat dr kayu jati ~;
yg berbaris yg ~, yg bertakuk yg
bertebang, pb dikerjakan sebagaimana
biasanya; mengerjakan sesuatu sesuai dng prosedur
memahat v mengerjakan sesuatu dng pahat; mengukir: seniman itu sedang ~
patung;
― di dl baris, berkata dl pusaka, pb mengerjakan sesuatu sebagaimana mestinya;
pahatan n hasil pekerjaan memahat; ukiran
pemahat n 1 orang yg pekerjaannya memahat (kayu,batu,dsb); 2 pengukir; pemahatan n pproses, cara, perbuatan
memahat;
pa.hit a 1 rasa tidak sedap spt rasa empedu: obat itu — rasanya; 2 ki tidak menyenangkan hati; mengisahkan hati; menyedihkan: penga-laman yg — ― dahulu, manis kemudian, pb
mana-mana yg berat, sukar, dsb hendaklah dikatakan dulu (dl membuat perjanjian dsb);
― darah panjang umur; ― getir berbagai kesukaran dan kesusahan (tt perjalanan hidup dsb); ― Iidah apa yg dikatakannya benar (terbukti, manjur); ― maung pahit getir; ― pahang pahit getir;
berpahit-pahit v 1 bersusah-susah; berprihatin; 2 menyatakan segalanya dng terus terang (tidak hanya yg baik-baik saja);
memahitkan v menjadikan (menyebabkan) pahit;
kepahitan 1 perihal pahit;rasa pahit; 2 ki kesukaran dan kesusahan
1104 pah.la.wan n orang yg menonjol krn
keberanian dan pengorbanannya dl membela kebenaran; pejuang yg gagah berani;
― bakiak seorang suami yg sangat patuh (takut) kpd istrinya;
kepahlawanan perilhal sifat pahlawan (spt keberanian, keperkasaan, kerelaan berkorban, dsb); kesatriaan
pai.lit a jatuh (tt perusahaan dsb), bangkrut atau jatuh miskin: karena
tidak ada pakar yg ahli dl bidangnya akhirnya perusahaan itu —
pa.ir n 1 perahu peronda; 2 kapal penjelajah; .
berpair-pair v berlayar bolak-balik (untuk meronda dsb);
memairi v merondai (perairan, pelabuhan) dng kapal atau perahu; mengawasi atau mengamat-amati dng kapal: mereka bertugas ~ armada
musuh;
pemair n 1 perahu ronda (penjelajah); 2 penjaga keamanan (peronda) di laut (perairan)
2pa.ir n Dok gerakan yg tidak teratur: -
jantung
pa.is → pepes
1pa.jak n pungutan wajib, biasanya berupa uang yg harus dibayar oleh penduduk sbg sumbangan wajib kpd negara atau pemerintah sehubungan dng pendapatan, pemilikan, jual beli barang, dsb;
― gelap pajak yg tidak resmi; ― langsung pajak yg dibebankan secara langsung kpd wajib pajak spt pajak pendapatan, pajak kekayaan dsb; ― modal pajak yg dikenakan atas besarnya modal, bukan besarnya hasil dr modal; ― pendapatan pajak yg dikenakan atas pendapatan tahunan dan laba dr perorangan, perseroan terbatas,
atau unit lain; ― penjualan pajak yg dibayarkan pd waktu terjadinya penjualan atau jasa dan ditanggung oleh pembeli; ― perseroan pungutan wajib atas laba perseroan atau badan lain yg sebagian atau seluruh modalnya terbagi atas saham-saham; ― siluman pajak yg tidakresmi; pajak ge!ap; ― tidak langsung pajak yg secara tidak langsung dikenakan kpd wajib pajak, spt cukai rokok;
memajaki v 1 membayar pajak untuk:
warga negara yg baik itu ~
pendapatannya; 2 mengenakan pajak pd;
perpajakan n perihal pajak: Pemerintah
menyederhanakan sistem ~
pemajakan n perilhal mengenakan pajak;
2pa.jak n hak untuk mengusahakan sesuatu dng membayar sewa kpd negara; pak
- candu 1 hak untuk menjual candu (dng membayar pajak kpd negara); 2 tempat penjualan candu; - gadai 1 hak untuk mengadakan pegadaian (dng membayar pajak kpd negara); 2pegadaian; rumah gadai;
memajaki v mengepak (sarang burung, rawa, dsb);
pemajak n pengepak
3pa.jak n 1 kedai; lepau; 2 los tempat berjualan
pajan v memajankan v membiarkan sesuatu terbuka; menampakkan; memamerkan; mengekspos;
terpajan v dipamerkan; diekspos; pemajanan n proses, cara, perbuatan
memajankan
pa.jang v memajang v 1 menghiasi dng bunga-bungaan dan daun-daunan, kain-kainan, kertas dan lampu warna-warni, bendera, panji-panji, umbul-umbul, dsb
1105 untuk memperindah; 2 menempatkan (mengatur) secara rapi untuk dipamerkan;
memajangkan n menempatkan (mengatur) secara rapi barang dagangan, karya seni, dsb untuk dipamerkan (di etalase, ruang pameran, dsb);
pajangan n 1 sesuatu yg digunakan untuk menghiasi gedung (jalan, kota, dsb); 2 barang dagangan yg dipamerkan di etalase;
pemajang n orang yg memajang;. pemajangan n 1 proses, cara, perbuatan
memajang; 2 pelaminan; puadai pajuh a banyak-banyak dan lekas-lekas
(tt makan); lahap: dia makan dng-nya memajuh v memakan banyak-banyak
dan lekas-lekas: melahap: karena mau
pergi mereka terpaksa ~ hidangan yg tersedia
1pak kp bapak
2pak n 1 bungkusan dr pabrik berisi barang dl jumlah tertentu (tt rokok, teh, dsb), 2 peti berisi barang-barang (untuk dikirimkan); kemasan barang-barang; bandela; .
mengepak v membungkus (mengemas dsb) barang-barang
3pak n hal mengusahakan milik (tanah dsb)orang atau memborong sesuatu yg mendatangkan hasil dng membayar sewa (pajak) setiap tahun;
― temurun Huk pak atas tanah yg turun-temurun;
mengepak v mengusahakan sesuatu (spt mengambil sarang burung dsb) dng membayar sewa (pajak) setiap tahun:
banyak pengusaha yg ~ gua-gua sarang burung di Karangbolong;
mengepakkan v memborongkan barang tetap (spt tanah, sawah, rawa) secara
pak: karena selalu merugi, akhirnya
pemerintah ~ badan usaha itu kpd pihak swasta
pa.kai v cak, me.ma.kai v 1 mengenakan: ~ baju kebaya; 2 menggunakan; mempergunakan (dl arti yg luas): orang asing itu berbahasa
Indonesia ~ kaidah yg benar ; 3
mematuhi; mengindahkan: para
pemain harus ~ aturan permainan; 4
memerlukan; menghabiskan: proyek itu
~ biaya yg tidak sedikit; 5 naik;
menumpang: saya mudik~ kereta api;
6 memperkerjakan: sekolah itu ~
seratus orang guru; 7 mengikuti: orang tuanya masih setia ~ adat lama;
memakaikan v 1 mengenakan pd (tt pakaian dsb): sejak ia sakit istrinya yg
~ bajunya; 2 menggunakan pd;
mempraktikkan pd (tt peraturan, adat, undang-undang, dsb): Pemerintah ~
undang-undang yg baru disahkan itu untuk memberantas korupsi;
ter.pa.kai v 1 dipakai tanpa sengaja:
sepatunya ~ oleh orang lain; 2 dapat
dipakai; ada gunanya (berguna):
sepeda bekas itu masih ~; B sudah
dipakai: uangnya sebesar sejuta rupiah
~ untuk pembeli meja makan; 4 masih
lazim dipakai: kebiasaan membakar
kemenyan masih ~ di daerah itu;
pa.kai.an n barang apa yg dipakai (baju, celana, dsb);
ber.pa.kai.an v 1 mengenakan pakaian:
tunggu sebentar, ia sedang ~; 2
berdandan;
pe.ma.kai n yg memakai; yg
menggunakan;
pe.ma.kai.an n proses, cara, perbuatan memakai
pa.kal n sesuatu yg dipakai untuk menutup celah papan di geladak atau dinding perahu spt kulit kayu dan sabut;
1106 memakal v menutup celah-celah papan
geladak atau dinding perahu dng pakal:
ia sedang ~ perahu;
pemakal v 1 sesuatu yg digunakan untuk memakal; 2 orang yg memakal;
1pa.kan n benang yg dimasukkan melintang pd benang lungsin (ketika menenun kain);
berpakan(kan) v memakai sbg pakan: ~
benang emas;
memakankan v memasukkan benang pakan pd tenunan; memakai sesuatu sbg pakan pd tenunan: ia ~ benang
sutera pd lungsin itu;
pakanan n sesuatu yg digunakan sbg pakan
2pa.kan n pohon yg tingginya mencapai27 m, kayunya jarang dipakai sbg bahan bangunan krn kurang baik; Croton argyratus
pa.ka.ni.ra n ki tuan; engkau pa.kan.si n libur (sekolah):
berpakansi v berlibur: rumah sepi
karena anak-anak sedang ~
pa.kar n ahli dl bidang tertentu
1pa.kau n permainan kartu Cina dng cara mempertukarkan tiga lembar kartu yg ada di tangan spt permainan ceki; permainan tiga helai
2pakau a bingung; pusing;kacau (tt perasaan)
3pa.kau ark n 1 kelim (dr rotan dsb) untuk menguatkan; 2 kayu palang (pd ember dsb)
pak.cik n adik laki-laki dr bapak atau ibu; paman
1pa.kem a kuat mencekam (tt rem) :
sepeda motor itu remnya -
2pa.kem n cerita wayang yg asli
pa.ket /pakét/ n 1 barang yg dikirimkan dl bungkusan melalui pos atau perusahaan ekspedisi; 2 sejumlah barang (buku dsb) yg dibungkus
menjadi satu yg dikirimkan atau dijual secara keseluruhan sbg satu satuan; 3 jatah atau bagian tugas; 4 satuan acara (dl televisi dsb)
― pos paket yg dikirmkan melalui pos pa.ki.hi n pengetahuan tt tata cara ibadah
dan pergaulan dl agama Islam; fikih pa.kis n tumbuhan yg berkembang biak
dng spora, biji, atau tunas yg muncul dr pangkal pohonnya; paku:
— haji Cyras rumphii; — hias Cyras
revoluta
pak.ma n nama tumbuhan yg bunganya seringkali dipakai untuk bahan pembuat jamu, Rafflesia patma
pakpui ramalan tt nasib yg terdapat dalam kelenteng
1pak.sa n 1 perbuatan yg diharuskan walau tidak mau; 2 kekerasan; perkosaan;
memaksa v 1 memperlakukan (menyuruh, dsb) dng paksa: orang tua
itu ~ anaknya belajar; 2 berbuat dng
kekerasan (spt mendesak, menekan); memperkosa: sudah dilarang masuk
tetapi mereka - juga;
memaksa-maksa v meminta dsb dng paksa; mendesak-desak: anak itu tidak
mau ~ orang tuanya membeli sepeda motor;
me.mak.sa.kan v 1 mendesakkan sesuatu kpd; memaksa orang agar mau menerima: kita dilarang ~ kehendak
kita kpd orang lain; 2 berbuat melebihi
batas kenyataan yg sebenarnya: dia ~
diri belajar menghadapi ujian;
terpaksa v mau tak mau harus; tidak boleh tidak; berbuat diluar kemauannya sendiri krn terdesak oleh keadaan; ia
menerimanya krn ~ tidak ada jalan lain;
1107 paksaan n sesuatu yg bersifat memaksa;
tekanan; desakan; kekerasan: tidak ada ~ dl agama;
pemaksaan n proses, cara, perbuatan memaksa
2pak.sa kl n waktu (saat, kesempatan) yg baik;
― tekukur, padi rebah, ― tikus, lengkiang terbuka, pb sesuatu yg baik
atau yg dikehendaki
3pak.sa ark n 1 sayap; 2 pihak; sisi; belah 1pak.si kl n burung
2pak.si n poros pd mesin bubut dsb pak.si.na kl n utara
pak.ta n perjanjian internasional :
1pa.ku n benda dr logam yg berkepala dan berujung runcing; pasak
― buta paku keling; ― jamur paku payung; ― keling paku penyambung dua bilah logam (seng, pelat, besi, dsb); paku buta; ― payung paku berkepala pipih bundar spt payung; paku jamur; ― sekrup paku ulir; ― ulir paku berulir yg cara memasukkannya (pd kayu, besi, dsb) diputar dng memakai obeng;
berpaku v 1 ada pakunya; diletakkan dng paku: pakailah sendal! nanti terpijak
kayu ~; 2 ki berpegang teguh: ~lah pd keyakinanmu dng teguh;
memaku v 1 melekatkan dng paku: ayah
~ foto di dinding;2 ki mengikat (tt hati,
perhatian, dsb): saya ~ namanya dl
hati;
memakukan v melekatkan sesuatu dng
paku: Pak Ahmad ~ papan
pengumuman pd dinding;
terpaku 1 dalam keadaan sudah dipaku:
peti-peti barang yg akan dikirimkan itu semuanya ~; 2 terpaku tanpa sengaja; 3 ki terdiam di tempat; tidak sempat
mengantisipasi: penjaga gawang itu ~
ketika sundulan kepala yg mendadak
membobolkan gawangnya; 4 ki
melekat; tertanam: petuah ibu ~ dl
sanubarinya; 5 ki terhenti; terbenam;
tertuju: perhatiannya ~ pd masalah yg
satu itu saja
pa.kuh n nama burung yg paruhnya bercula, berwarna kekuming-kuningan; burung enggang gading
pa.kus ark n gudang
pal n 1 tonggak batu penanda jarak; 2 ukuran jarak sejauh 1,5 km yg ditandai dng tonggak batu;
berpal-pal v beberapa pal jauhnya 1pa.la n 1 pohon besar, tingginya sampai
20 meter, bercabang banyak, bentuk pohonnya spt kerucut; Myristica
fragrans; 2 buah berdaging kuning
muda kehijauan, dapat dibuat manisan, berbentuk bulat lonjong dan beralur memanjang, bijinya dibungkus kulit tipis menyerupai jala berwarna sesuai dng kematangan buah, dapat dibuat bumbu penyedap atau ramuan obat 2pa.la, sepala-pala a 1 (jika hendak atau
terpaksa benar) sesempurna-sempurnanya sama sekali: ~ bekerja
jangan tanggung-tanggun; 2 krn sudah
terlanjur: ~ mandi biar basah (= ~
berdawat biar hitam)
pa.la.e.on.to.lo.gi /palaéontologi/ n ilmu yg mempelajari tt fosil
pa.lai n pepes ikan kecil-kecil; pais memalai v memais atau memepes ikan
kecil-kecil
pa.lak Mk a panas badan (krn berkeringat); gerah: badannya
palak-palak dingin; 2 panas hati; marah;
merasa benci; kesal: bangkit (naik) ―, menjadi marah; 3 sangat berani; nekat; memalak v 1 menyusahkan;
1108 pemalak v 1 pemarah; 2 orang yg suka
melakukan pekerjaan berbahaya; 3 pemeras
pa.la.ki.ah n ilmu bintang pa.lam n sumbat;
memalam v menyumbat; menutup:
pekerja itu ~ lubang pd lunas perahu;
pemalam n penyumbat
pa.lang n batang kayu (bambu, besi, dsb) yg dipasang melintang;
― jalan batang kayu besi, dsb perintang jalan;
― rel kereta api pintu penutup rel yg melintasi jalan raya;
― merah organisasi nirlaba internasional yg bergerak dl bidang kemanusiaan
― pintu palang (kayu, besi, dsb) pengunci pintu;
memalang v memasang palang; menegakkan (menyangga dsb) dng palang: ~ pintu; ~ tiang;
memalangi v 1 memasang palang pada; 2 merintangi;
memalangkan v 1 meletakkan melintangi; memakai sesuatu untuk palang: para demonstran ~ drumdrum
aspal di jalan raya; ; 2 menyalibkan
pa.lar, memalar(kan) v 1 mengharapkan: tidak ada orang yg
tidak ~ pertolongan orang lain; 2
menganggap lumayan (dp tidak mendapatkan apa-apa): walaupun
sedikit, ia ~ juga
1pa.las n nama pohon palem yg daunnya spt kipas, Lucuala
2pa.las n Lay geladak (termasuk anjungan);
― bujur geladak di haluan; ― lintang anjungan (dl buritan)
palas-palas n 1 para-para untuk menjemur atau mengeringkan; 2 menara pengamat (peninjau)
pa.la.tal a Ling 1 berhubungan dng langit-langit keras; 2 bunyi yg dihasilkan dng menempatkan bagian depan lidah di dekat atau pd langit-langit keras spt bunyi [c], [j]
pa.la.tum n 1 Ling bangun tulang cekung yg membentuk atap mulut di belakang alveolus; 2 Anat tulang yg terdapat pd langit-langit mulut
pa.lau ark n parut atau bekas luka pd kulit
pa.la.wa n aksara Palawa
pa.la.wi.ja n tanaman selain padi yg ditanam di sawah atau di ladang (kacang, jagung, ubi dsb)
pa.le /pale/, memale v 1 menguatkan dng memijit-mijit; 2 memberi makanan baik-baik (tt kuda pacuan, ayam aduan, dsb);
palean n yg dipelihara baik-baik (tt kuda pacuan, ayam aduan, dsb)
pa.lem n golongan tumbuh-tumbuhan tropis, tidak bercabang, pd puncak batang terletak daunnya yg melekat pd pelepahnya (spt nyiur, enau, kurma, pinang, dan berbagai-bagai jenis pohon palem hias yg ditanam sbg pohon hias) pa.lem n tumbuhan tropis, tidak
bercabang, dan pd puncak batang terletak daun yg melekat pd pelepahnya, spt nyiur, kurma, pinang dsb
pa.len /palén/ barang-barang keperluan seharihari; barang kelontong
pa.le.o.ge.o.gra.fi /paleogeografi/ n Geo penyelidikan geografi tt zaman lampu pa.le.og.ra.fi /paléografi/ n 1 kumpulan
tulisan kuno; 2 ilmu tt tulisan pa.le.o.kli.ma.to.lo.gi
/paleoklimatologi/n Geo ilmu tt iklim masa lampau
pa.le.o.li.tik /paleolitik/ zaman batu yg pertama
1109 pa.le.o.li.tikum /paleolitikum/ n Geo
zaman purba yg berlangsung dr 750.000 tahun sampai 15.000 tahun yg lalu, yg ditandai oleh pemakaian alat-alat batu serpih
pa.le.on.tolo.gi /paleontologi/ n Geo ilmu tt fosil (binatang dan tumbuhan) pa.le.o.sen /paléosén/ n zaman dl sejarah
perkembangan bumi serta segala kehidupan di bumi kira-kira 65 juta tahun sampai 50 juta tahun yg lalu pa.le.o.zi.kum /paléozikum/ n zaman dl
sejarah perkembangan bumi serta kehidupan di bumi yg berusia paling tua kira-kira 300 juta sampai 200 juta tahun yg lalu
pa.let /palet/ n alat yg dipakai pelukis untuk menaruh cat, berupa lempeng berbentuk perisai
pa.lin.drom n Ling kata, rangkaian kata, atau bilangan yg terbaca sama, baik dr depan maupun dr belakang, spt kodok,
radar, taat
1pa.ling v, berpaling v 1 menoleh (ke kiri, ke kanan, atau ke belakang): karena berjalan sambi! ~ ke kiri dan ke
kanan, ia menabrak orang lain; 2 ki
beralih atau bertukar (perhatian dsb):
kita harus ~ kpd barang-barang produksi dalam negeri; 3 ki
meninggalkan agamanya; murtad:
jangan mudah ~ karena alasan sepele; teguh ~, duduk berkisar, pb berlainan dng
apa yg telah dikatakan atau dijanjikan; ~ haluan 1 berputar haluan; 2 ki berganti
pikiran (kemauan dsb); ~ sembah kl tidak setia (kpd raja dsb);
memalingkan v memutar (ke kiri atau ke kanan); membelokkan;
~ haluan memutar (mengubah) haluan; ~ muka 1 menolehkan muka (ke kiri, ke kanan, atau ke belakang); 2 tidak setia; tidak suka;
palingan n yg (mudah) berpaling (berubah) atau yg dapat dipalingkan (diubah): pikiran (pendirian) orang yg ~, pikiran (pendirian) orang yg mudah berubah-ubah
2pa.ling adv ter―; teramat: anaknya yg -
besar duduk di kelas III SMA;
paling-paling adv 1 terlampau amat; terlalu: anak ini ~ nakalnya; 2 sebanyak-banyaknya;
setinggi-tingginya; sesangat-sangatnya:
pegawai itu gajinya tidak besar, ~ hanya cukup untuk hidup sederhana;
pa.li.no.lo.gi n Geo ilmu yg mempelajari serbuk sari
1pa.lis, berpalis v memandang ke arah lain (ke kiri, ke bawah, dsb) krn malu, berkecil hati, dsb;
~ muka membuang muka (memandang ke arah lain); melengos
memalis v berpalis
2pa.lis v, memalis v menggosok Iicin-licin
pa.lit n alat yg dipakai untuk menyapukan celak mata, cat alis, cat bibir, dsb;
memalit v 1 menyapukan celak mata, cat alis, cat bibir, dsb; 2 mencolek (dng ujung jari);
memalitkan v menyapukan (mencolekkan) pada;
terpalit ki kena noda; terlibat dl perkara; turut mendapat nama buruk
pal.ka n ruang tempat barang-barang di kapal laut
pal.mit n zat lemak
pal.su a 1 tidak tulen; tidak sah: polisi
berhasil menyita beberapa lembar uang —; 2 tiruan; tidak asli: gigi —; rambut —; 3 gadungan (tt polisi,
tentara, wartawan, dsb): seorang
1110
seorang pengusaha agar kasusnya tidak diberitakan;
memalsukan v melancungkan; membuat sesuatu yg palsu: orang yg ~ ijazahnya
; ~ tanda tangan; ~ uang;
pemalsu orang yg memalsukan; pemalsuan hal (perbuatan dsb) memalsukan;
kepalsuan 1 perihal tt palsu; kelancungan; 2 cak kecurangan dsb pal.tu ark n pembantu yg bekerja
sementara; wakil sementara
pa.lu n alat untuk memukul paku; martil; berpalu-palu v berdagang dng cara
tukar-menukar barang; berbarter; berpalu-paluan v berpukul-pukulan; memalu v 1 memukul dng palu; 2
memukul: ~ gamelan;
paluan n 1 pukulan dng palu; 2 pukulan pa.luh n 1 tanah melekuk berisi air:
lubuk; palung; 2 ark anak sungai; 3 tempat berlumpur yg dalam
pa.lun, berpalun-palun v berpeluk-pelukan; berbelit-belit;
memalun v memeluk, membelit: ular ~
batang pohon itu;
memalunkan v memelukkan (membelitkan) pd: ~ tangannya pd
bahu anaknya
pa.lung n 1 tanah yg berlekuk dalam berisi air; paluh; 2 Geo jurang yg dalam di dasar lautan;
― ikan bak berkaca untuk ternpat memelihara ikan; akuarium;
palungan bak tempat makanan dan minuman (kuda, kucing dsb); lawak-lawak
pa.lut n balut; bungkus; sampul;
elok ―, pengebat kurang, pb tampaknya
sudah baik, tetapi sebenarnya belum; berpalut v berbungkus; bersalut,
bersampul: buku ~ plastik;
memalut v membungkus; menyalut; menyampul: ~ giginya dng emas; terpalut v berbalut; terbungkus: mayat ~
kain kafan;
pemalut n pembalut; pembungkus:
tinggal kulit ~ tulong
pa.mah ark n tanah yg rendah
pa.man n 1 adik laki-laki ayah atau ibu; pakcik; mamak; 2 panggilan kpd orang laki-laki yg belum dikenal atau yg patut dihormati
pa.mer /pamer/ v mempertunjukkan dan membanggakan (kekayaan, kehebatan, dsb);
memamerkan v 1 mempertunjukkan dan membanggakan (kekayaan, kehebatan, dsb): jangan suka ~ kekayaan orang
tua; 2 mempertunjukkan (hasil karya
seni, barang hasil produksi, dsb):
dengan bangga anaknya ~ hasil kreasinya; 3 memperagakan:
peragawati itu ~ pakaian hasil perancang dr dl negeri;
pa.mer.an n pertunjukan (hasil karya seni, barang hasil produksi, dsb): di
Pekan Raya Jakarta diselenggar-akan ~ berbagai barang hasil pro-duksi dl negeri
pam.fIet /pamflet/ n surat selebaran; - gelap (surat) selebaran yg tidak diketahui sumbernya dan belum pasti kebenarannya
pam.flet /plamflét/ n surat selebaran pa.mit Jw v minta diri; permisi atau pergi
(berangkat, pulang); berpamitan; pamitan: pergi tanpa -;
(ber)pamitan pamit
pa.mong n 1 pengasuh; 2 guru; pendidik; 3 pengurus;
- desa pengurus pemerintahan desa; - praja pegawai negara yg mengurus pemerintahan negara