• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAMUS BAHASA INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KAMUS BAHASA INDONESIA"

Copied!
264
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KAMUS

(3)

KAMUS

BAHASA INDONESIA

PUSAT BAHASA

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

JAKARTA, 2008

(4)

499.213

KAM Kamus Bahasa Indonesia/Tim Penyusun k Kamus Pusat Bahasa.

Jakarta: Pusat Bahasa, 2008 xvi, 1826 hlm.; 21,5 cm ISBN 978-979-689-779-1

(5)

TIM REDAKSI

KAMUS BAHASA INDONESIA

Pemimpin Redaksi Dendy Sugono Penyelia Sugiyono Yeyen Maryani Redaksi Pelaksana Ketua

Meity Taqdir Qodratillah Anggota

Cormentyna Sitanggang, Menuk Hardaniwati Dora Amalia, Teguh Santoso, Adi Budiwiyanto

Azhari Dasman Darnis, Dewi Puspita

Pembantu Pelaksana Endang Supriatin, Dede Supriadi

(6)

PRAKATA

Satu bahasa besar atau bahasa utama memiliki kamus, tata bahasa, dan uji bahasa yang standar. Kamus memuat khazanah kosakata bahasa yang dapat menjadi lambang atau indikator kemajuan peradaban masyarakat pendukungnya. Demikian pula, bahasa Indonesia memiliki kekayaan kosakata yang memadai sebagai sarana pikir, ekspresi, dan komunikasi di berbagai bidang kehidupan. Kamus Bahasa Indonesia ini merupakan buku rujukan yang memuat khazanah kata bahasa Indonesia. Selain kosakata umum bahasa Indonesia, kamus ini memuat berbagai istilah dari bidang ilmu yang pasti akan sangat bermanfaat bagi pelajar dan mahasiswa.

Dibandingkan dengan kamus yang terbit sebelumnya, kamus ini telah mengalami penyempurnaan definisi atau penjelasan lema/sublemanya, penambahan makna (akibat perkembangan pemakaian bahasa), perbaikan penulisan latin untuk nama tumbuhan dan hewan, serta perubahan urutan susunan sublema. Semua itu dilakukan atas dasar masukan dari para pengguna kamus, baik melalui surat, pos-el, telepon, surat kabar/majalah maupun melalui forum atau pertemuan ilmiah. Sublema yang merupakan derivasi dari lema pokok disusun berdasarkan paradigma pembentukan kata, tidak lagi diurutkan berdasarkan abjad. Dengan demikian, sublema petinju ditampilkan di bawah sublema bertinju, sedangkan peninju di bawah meninju dan meninjukan, serta tinjuan yang merupakan hasil meninju diletakkan di bawah peninjuan (perbuatan meninju).

Dari segi isinya, kamus ini diperkaya istilah bidang ilmu fisika, kimia, matematika, dan biologi yang sudah sangat lazim digunakan. Definisi kata-kata itu diambil dari kamus istilah bidang ilmu yang dikembangkan oleh para pakar bersama Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. Dengan memasukkan istilah-istilah itu, kamus ini dapat menjadi rujukan awal yang dapat digunakan oleh pelajar dan mahasiswa serta masyarakat umum untuk memahami konsep-konsep dasar keilmuan itu. Dengan demikian, sumbangan kamus ini bagi upaya pencerdasan bangsa akan lebih dapat dirasakan.

Untuk menghasilkan kamus seperti itu diperlukan semangat, ketekunan, dan kerja keras penyusun. Oleh karena itu, atas terbitnya kamus ini saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim penyusun dan semua pihak yang telah turut berperan dalam penulisan kamus ini. Selain itu saya memberikan ucapan terima kasih kepada Pusat Teknologi dan Komunikasi Pendidikan, Departemen Pendidikan Nasional yang telah mengubah kamus ini ke format elektronik sehingga dapat disebarluaskan kepada masyarakat melalui layanan buku murah Departemen Pendidikan Nasional. Semoga penerbitan kamus ini dapat memberi manfaat besar bagi upaya pencerdasan bangsa menuju insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif.

Jakarta, 28 Oktober 2008 Kepala Pusat Bahasa

Dendy Sugono Pemimpin Redaksi

(7)

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

SAMBUTAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL PADA PENERBITAN

KAMUS BAHASA INDONESIA

Perkembangan bahasa mencerminkan perkembangan kemajuan peradaban masyarakat pendukungnya. Perkembangan bahasa itu tampak pada perkembangan kosakata. Perkembangan kosakata bahasa Indonesia amatlah pesat pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 yang, antara lain, dipacu oleh perkembangan ilmu dan teknologi serta seni. Perkembangan kosakata itu dapat dilihat pada bertambahnya lema dalam kamus bahasa Indonesia dari satu edisi ke edisi berikutnya. Tanpa kita rasakan ternyata Kamus Besar

Bahasa Indonesia telah 20 tahun berada di tengah-tengah masyarakat, baik di dalam

maupun di luar negeri. Selama kurun waktu itu kamus tersebut telah mengalami perkembangan muatan lema dari 62.000 lema pada edisi pertama (1988) hingga 91.000 lema pada edisi keempat (2008). Hal itu menunjukkan bahwa kamus tersebut selalu memutakhirkan kandungan lemanya. Menurut catatan Pusat Bahasa, dari edisi pertama hingga edisi ketiga kamus itu mengalami cetak ulang hingga puluhan kali. Hal itu membuktikan bahwa masyarakat memang memerlukan kamus tersebut sebagai sumber rujukan dalam dunia pendidikan ataupun dunia kerja.

Di samping pengguna, respons masyarakat terhadap kamus itu juga muncul dalam bentuk upaya penerbitan kamus serupa untuk keperluan bisnis. Beberapa kamus bahasa Indonesia bermunculan, bahkan beberapa di antaranya ada yang memanfaatkan kepopuleran Kamus Besar Bahasa Indonesia yang tampaknya sudah merebut hati masyarakat. Jika kamus yang bermunculan itu disusun dengan standar perkamusan yang memadai, peran masyarakat dalam menyediakan kamus bahasa Indonesia seperti itu dapat menjadi aspek positif bagi pengembangan dan pemasyarakatan bahasa Indonesia. Sebaliknya, kamus serupa itu akan menjadi aspek negatif apabila penyusunannya hanya memperhatikan aspek bisnis semata.

Kamus Bahasa Indonesia ini harus dipandang sebagai upaya pemutakhiran acuan

kekayaan kosakata bahasa Indonesia. Oleh karena itu, kamus ini menjadi sumber rujukan bagi masyarakat dalam meningkatkan kemampuan daya ungkap pengguna bahasa Indonesia, baik lisan maupun tulis, terutama di kalangan insan pendidikan. Kamus ini menjadi pegangan utama pelajar dan mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan berekspresi dan berkomunikasi lisan ataupun tulis. Demikian juga bagi peneliti, penulis, penerjemah, wartawan, dah masyarakat luas dapat memanfaatkan kamus ini demi meningkatkan pengetahuan dan wawasan bahasa Indonesia serta kemajuan peradaban

(8)

bangsa Indonesia.

Atas terbitnya kamus ini, saya menyampaikan penghargaan yang tulus kepada para penyusun. Dalam semangat 100 tahun Kebangkitan Nasional bangsa Indonesia dan semangat 80 tahun Sumpah Pemuda, terbitnya Kamus Bahasa Indonesia yang disertai terbitnya Tesaurus Bahasa Indonesia Pusat Bahasa sungguh merupakan persembahan yang amat berharga bagi bangsa Indonesia. Semoga buku ini membawa manfaat untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Jakarta, 28 Oktober 2008 Menteri Pendidikan Nasional

(9)

Daftar Isi

Tim Redaksi v

Prakata vii

Sambutan Menteri Pendidikan Nasional ix

Daftar Isi xi

Petunjuk Pemakaian Kamus xiii

(10)

PETUNJUK PEMAKAIAN KAMUS

A. Ejaan

Ejaan yang digunakan di dalam Kamus Bahasa Indonesia ini adalah

ejaan bahasa Indonesia yang didasarkan pada Pedoman Umum Ejaan

Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan

Istilah.

B. Bentuk Susunan Kamus

Susunan kada dasar (lema) dan kata turunan (sublema) Kamus Bahasa

Indonesia disusun seperti berikut.

1. Kata Dasar dan Kata Turunan

Kata dasar atau bentuk dasar yang menjadi dasar segala bentukan

kata diperlakukan sebagai lema atau entri, sedangkan bentuk derivasinya

(kata turunan, kata ulang, dan gabungan kata) diperlakukan sebagai

sublema atau subentri. Contoh: sabar adalah kata dasar dan kata

bersabar, menyabarkan, penyabar, dan kesabaran adalah bentuk

derivasinya. Dengan demikian, cara menyusunnya adalah sebagai

berikut.

sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus

asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2 tenang;

tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan usahanya;

bersabar v bersikap tenang (tt pikiran, perasaan): kita harus ~ dl

menghadapi setiap masalah;

menyabarkan

v menenangkan perasaan (pikiran dsb);

menenteramkan hati: ia sedang ~temannya yg sedang gundah;

penyabar n orang yg bersikap tenang (tidak terburu nafsu dan tidak

lekas marah): orang yg ~ tidak cepat marah dl menangani setiap

(11)

kesabaran n ketenangan hati dl menghadapi cobaan; sifat tenang

(sabar): ~ diperlukan dl mengatasi masalah ini;

tersabar a paling tenang (tidak mudah marah): ia merupakan

temanku yg ~di antara teman-temanku

2. Kata Ulang atau Bentuk Ulang

Kata

ulang

atau

bentuk ulang di dalam Kamus Bahasa Indonesia ini

diatur atau disusun sebagai berikut.

a) Bentuk kata yang seolah-olah merupakan bentuk ulang, seperti

alap-alap, laba-laba, kupu-kupu diperlakukan sebagai lema.

b) Bentuk ulang seperti pontang-panting diperlakukan sebagai lema.

c) Kata ulang yang menunjukkan jamak dalam hal proses diperlakukan

sebagai sublema. Contoh:

bersaf-saf diletakkan sesudah saf

tersedeng-sedeng diletakkan sesudah sedeng

3. Gabungan Kata

a) Gabungan kata atau kelompok kata yang mempunyai derivasi

diper-lakukan sebagai lema. Contoh:

salah guna, menyalahgunakan v melakukan sesuatu tidak

sebagaimana mestinya; menyelewengkan: jangan ~ fasilitas yg

diberikan;

penyalahgunaan n proses, cara, perbuatan menyalahgunakan;

penyelewengan

b) Gabungan kata atau kelompok kata yang tidak berderivasi di

per-lakukan sbg sublema. Letaknya langsung di bawah lema yang

berkaitan dan disusun berderet ke samping secara berurutan menurut

abjad. Unsur pertama gabungan kata itu dicetak dengan tanda

hubung ganda (--) Contoh:

sagu n 1 pohon yg hati batangnya dapat dibuat tepung; 2 hati batang

pohon palem; 3 tepung (dr pati hati batang enau, rumbia, dsb);

(12)

-- hati ki pemberian (tanda mata, hadiah, dsb) sbg hiburan (tanda

penghargaan, kenangkenangan, dsb); pisang hati batang pisang;

-- tampin pati sagu yg dibungkus dng daun nipah;

c) Gabungan kata atau kelompok kata yang dibentuk dari kata turunan

atau sublema diperlakukan sebagai sublema dan diletakkan di

bawah kata turunan tersebut. Unsur pertama kata turunan itu dicetak

dengan tanda tilde (~). Contoh:

saji n ...;

menyajikan v ...;

tersaji v ...;

sajian n ...;

penyaji n ...;

-- makalah orang yg menyajikan makalah dl suatu pertemuan

ilmiah

C. Tanda Baca

1. Tanda Hubung (-)

a) Tanda hubung dipakai untuk menyambung unsur-unsur kata ulang.

Contoh:

a) main-main

b) saban-saban

b) Tanda hubung dipakai di depan kata bilangan yang menunjukkan

tingkat atau urutan. Contoh:

ke-4

ke-7

ke-9

2. Tanda Hubung Ganda (--)

Tanda hubung ganda dipakai untuk menggantikan lema yamg terdapat

dalam contoh kalimat atau gabungan kata. Contoh:

(13)

sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas

putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2

tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia

menjalankan usahanya;

3. Tilde (~)

Tilde dipakai untuk menggantikan sublema yang terdapat di dalam

contoh kalimat atau gabungan kata. Contoh:

sabar a ...;

bersabar v bersikap tenang (tt pikiran, perasaan): kita harus ~

dl menghadapi setiap masalah;

4. Cetak Miring

Huruf-huruf yang dicetak miring digunakan untuk menuliskan label

kelas kata, dan contoh pemakaian lema atau sublema dalam kalimat.

Contoh:

a) Label Kelas Kata

a (adjektiva), adv (adverbia), n (nomina), num (numeralia), p

(par-tikel), pron (pronomina), dan v (verba)

b) Kalimat contoh pemakaian lema dan sublema

sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak

lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini

dihadapinya --; 2 tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu:

dng – ia menjalankan usahanya;

5. Cetak Tebal

(14)

Contoh:

piring n 1 perabot rumah tangga berbentuk bundar pipih

dan

sedikit cekung, terbuat dr porselen, beling, dsb, untuk

meletakkan nasi, lauk-pauk, dsb: -- yg dipakai untuk jamuan

malam sudah disiapkan;

...;

b. Huruf yang dicetak tebal menunjukkan angka untuk angka polisem

(kata yg memiliki lebih dari satu makna).

Contoh

sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus

asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2 tenang;

tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan usahanya;

c. Huruf yg dicetak tebal menunjukkan gabungan kata.

Contoh:

saji n ...;

menyajikan v ...;

...

penyaji n ...;

-- makalah orang yg menyajikan makalah dl suatu pertemuan

ilmiah

6. Koma (,)

1) Tanda koma (,) dipakai untuk membatasi huruf kapital dan huruf

kecil pada lema pertama setiap abjad. Contoh:

a) D, d /dé/ n huruf ke-4 abjad Indonesia

b) G, g /gé/ n huruf ke-7 abjad Indonesia

2) Tanda koma dipakai untuk memisahkan lema beserta kelas kata

yang tidak diberi deskripsi dengan sublema. Contoh:

(15)

3)

Tanda koma dipakai untuk menandai bagian-bagian pemerian

sebagai pilihan bentuk kata. Contoh:

sensor /sénsor/ n pemeriksaan sesuatu spt berita, film, sebelum

disiarkan

7. Titik Koma (;)

1) Titik koma (;) dipakai untuk memisahkan bentuk-bentuk kata yang

bermakna sama atau hampir sama (sinonim) yang terdapat pada

penjelasan makna.

Contoh:

salah guna, menyalahgunakan v melakukan sesuatu tidak

sebagaimana mestinya; menyelewengkan: jangan ~ fasilitas yg

diberikan;

penyalahgunaan n proses, cara, perbuatan menyalahgunakan;

penyelewengan

2) Titik koma (;) dipakai sebagai penanda akhir penjelasan makna

sebuah sublema yang masih belum merupakan bentuk derivasi

terakhir (penjelasan makna sublema yang merupakan bentuk

derivasi terakhir sebuah lema tidak diakhiri dengan tanda apa pun).

Contoh:

sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas

putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2

tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan

usahanya;

bersabar v bersikap tenang (tt pikiran, perasaan): kita harus ~ dl

menghadapi setiap masalah;

menyabarkan

v menenangkan perasaan (pikiran dsb);

menenteramkan hati: ia sedang ~temannya yg sedang gundah;

penyabar n orang yg bersikap tenang (tidak terburu nafsu dan tidak

lekas marah): orang yg ~ tidak cepat marah dl menangani setiap

(16)

kesabaran n ketenangan hati dl menghadapi cobaan; sifat tenang

(sabar): ~ diperlukan dl mengatasi masalah ini;

tersabar a paling tenang (tidak mudah marah): ia merupakan temanku

yg ~di antara teman-temanku

8. Titik Dua (:)

Titik dua (:) dipakai sebagai pengganti kata misalnya di akhir

deskripsi dan sebelum contoh pemakaian.

Contoh:

sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas

putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2

tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan

usahanya;

9. Tanda Kurung ((...))

Tanda kurung ((...)) dipakai untuk menunjukkan bahwa kata atau

bagian kalimat yang terdapat di dalam penjelasan yang diapit oleh

tanda kurung itu merupakan keterangan penjelas bagi kata-kata atau

pernyataan yang terdapat di depannya.

Contoh:

sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas

putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2

tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan

usahanya;

10. Garis Miring (/.../)

Garis miring (/.../) dipakai untuk lafal kata yang mengandung unsur

bunyi /e/ atau /é/ agar tidak terjadi kesalahan di dalam melafalkan

kata.

Contoh:

sensor /sénsor/ n pemeriksaan sesuatu spt berita, film, sebelum

(17)

11. Tika Atas atau Superskrip

Tika atas atau superskrip (

1

...,

2

...,

3

...) dipakai untuk menandai bentuk

homonim yang homograf dan homofon. Tanda ini diletakkan di

depan kata lema yang memiliki bentuk homonim, setengah spasi ke

atas.

Contoh:

a)

1

bisa a mampu; dapat: dia

C berenang;

2

bisa n zat racun dr binatang (spt ular);

b)

1

seri a tidak ada yg menang atau kalah: pertandingan sepak bola

itu berakhir ─

2

seri n cahaya:

─ wajahnya;

12. Angka Arab

Angka Arab bercetak tebal (1, 2, 3, ...) dipakai untuk menandai

makna polisemi (yaitu arti kesatu, arti kedua, arti ketiga, dan

seterusnya).

Contoh:

sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas

putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2

tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan

usahanya;

D. Label dan Singkatan Kata

1) Label Kelas Kata

n

nomina

v

verba

a

adjektiva

adv adverbia

num numeralia

p

partikel

pron pronomina

(18)

2) Singkatan Kata

dl

dalam

dng dengan

dp

daripada

dr

dari

dsb dan sebagainya

kpd kepada

krn karena

msl misalnya

pd

pada

sbg sebagai

spt seperti

thd terhadap

tt

tentang

yg

yang

(19)

1334 1

S, s /és/ n huruf ke-19 abjad

Indonesia

2 S,

atau c

s /és/ n 1 kp signum (berarti tanda

ap); 2 kp solo (bernyanyi atau memainkan instrumen musik seorang diri)

saadah n kebahagiaan; yg berbahagia; yg

mulia: baginda --

saadat ĺ saadah

saat n 1 waktu (yg pendek sekali); ketika:

-- ini dia kelas dua belas di SMAN III; 2 kl

waktu yg bertalian dng baik buruk (untung malang);

sesaat n sebentar; sekejap: ~ lagi pesawat

menuju Semarang akan segera berangkat

saba v bepergian ke luar rumah;

bersaba kl v bergaul; berkunjung;

menyaba kl v mengunjungi , mendatangi:

lima kali dl satu minggu ia ~ rumahku

1sabak a 1 muram; suram: sejak kemarin

wajahnya; 2 redup (tt cuaca)

2

sabak v, menyabak v merebus nira untuk

dibuat gula: penduduk setempat hidup dr

~ nira

3

sabak n alat tulis dr batu berbentuk papan

tipis diberi bingkai; batu tulis

4

sabak ĺ sebak

1saban a tiap: -- malam mereka berkumpul

di sini;

-- hari tiap hari;

saban-saban n sebentar-sebentar; kerap kali; setiap kali

2

Saban ĺ Syakban

sabana n padang rumput yg luas

sabang n layar kecil yg dipasang di

pera-hu-perahu kecil

sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak

lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini

di-hadapinya dng --; 2 tenang; tidak

tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – dia

menjalankan usahanya;

bersabar v bersikap tenang (tt pikiran,

pe-rasaan): kita harus ~ dl menghadapi

setiap masalah;

menyabarkan v menenangkan perasaan

(pikiran dsb); menenteramkan hati: dia

sedang ~ hatinya yg sedang gundah;

penyabar n orang yg bersikap tenang (ti-dak terburu nafsu dan ti(ti-dak lekas marah):

orang yg ~ tidak cepat marah dl me-nangani setiap persoalan;

tersabar a paling tenang (tidak mudah pu-tus asa, marah, jengkel, dsb): ia termasuk

gadis ~ di antara teman-temannya se-kelas;

kesabaran n ketenangan hati dl meng-hadapi cobaan; sifat tenang (sabar):

kesa-baran diperlukan untuk mengatasi masa-lah ini

sabas ĺ syabas

sabasani kl n pohon yg bentuknya spt ular 1

sabat, menyabat v memukul dng tali atau

cemeti

2

Sabat n hari ketujuh (hari Tuhan

beristira-hat sesudah menciptakan alam semesta, menurut kitab Taurat); Sabtu

sabda n kata; perkataan (bagi Tuhan, nabi,

raja, dsb):

bersabda v berkata; bertitah: raja ~ kpd para pengawalnya agar jangan bersikap kasar thd rakyat;

menyabdakan v mengatakan;

mengucap-kan; memfirmanmengucap-kan; menitahkan:

Rasu-lullah telah ~ bahwa sesama umat saling menyayangi;

sabel n 1 pedang; 2 senjata dl olahraga

anggar, digunakan untuk menusuk dan memarang dng bidang sasaran terbatas (untuk putra)

sabet v, menyabet v 1 memukul dng tali

atau benda lain yg panjang kecil: dng

pecutnya ia ~ kudanya supaya berlari kencang; 2 menyerang: kelompoknya ~

(20)

1335

dan melumpuhkan terlebih dahulu; 3 ki

menggondol; memperoleh: dl

pertan-dingan bulutangkis putra tim Indonesia berhasil ~ Piala Sudirman;

tersabet v kena sabet: ia cedera krn ~

benda tajam;

sabetan n pukulan; serangan: untung

sa-ja ~ keris itu tidak mengenai tubuhnya;

penyabet n 1 alat untuk menyabet; 2 ki

orang yg menggon-dol (memperoleh, meraih)

1

Sabi n 1 penganut agama yg berpedoman

pd ajaran Seth dan Enoch; 2 orang yg mengingkari keyakinan sendiri; murtad

2

sabi n kemeja sabil n 1 jalan; 2 suci sabilillah n jalan Allah 1

sabit n 1 pemotong rumput, padi, dsb,

be-rupa pisau bergagang, bentuknya meleng-kung; arit; 2 n bentuk lengkung menye-rupai sabit;

menyabit v memotong (rumput dsb) dng sabit: ia sedang ~ rumput di halaman

rumahnya;

penyabit n 1 orang yg menyabit; 2 alat untuk menyabit;

penyabitan n proses, cara, perbuatan menyabit

2

sabit ark a terang (tt perbuatan dsb); tetap;

pasti; tentu: nyata kesalahannya dan –

perbuatannya

sabitah ark n bintang yg posisinya tetap di

langit (dilihat dr bumi)

sablon n pola berdesain yg dapat dilukis,

digunting, atau dipotong sesuai dng con-toh;

menyablon v menggunakan pola sablon untuk membuat desain baju, tas, dsb; penyablon n 1 orang yg menyablon; 2

alat atau bahan untuk menyablon

sabot v, menyabot v 1 menggagalkan usaha

atau tindakan orang lain dng sengaja: ~

usaha pembangunan bukanlah merupa-kan tindamerupa-kan terpuji; 2 merusakmerupa-kan atau

menghancurkan barang atau benda yg dapat merugikan pihak lawan: dia telah ~

peralatan lawan;

penyabot n orang yg menyabot;

penyabotan n proses, cara, perbuatan menyabot; sabotase

sabotase n 1 perusakan milik orang lain

dsb; 2 penghalangan produksi perusahaan oleh kaum buruh yg tidak puas

Sabtu n hari ke-7 dl jangka waktu satu

minggu

1

sabuk n ikat pinggang; tali pengikat;

-- pengaman sabuk berupa tali yg ter-pasang menyatu dng tempat duduk sbg pengaman bagi pengendara mobil dsb dng cara mengikatkannya pd bagian tu-buh;

bersabuk v memakai sabuk

2

sabuk n cawat 3

sabuk n jalur

sabun n bahan yg digunakan untuk mandi,

mencuci pakaian, piring, dsb;

-- bubuk sabun dl bentuk serbuk; -- cair sabun dl bentuk cairan; -- colek sabun yg lunak untuk mencuci pakaian, piring, dsb, digunakan dng cara mencoleknya sedikit-sedikit; -- cuci sabun untuk mencuci; --

keras Kim garam natrium dr asam lemak

berantai panjang yg kurang larut dl air jika di-bandingkan dng garam lunak; --

mandi sabun untuk mandi;

menyabun v 1 mencuci dng sabun; 2 menjadi spt sabun: adik ~ tubuhnya dng

sabun mandi;

menyabuni v menyabun;

menyabunkan v menyabun untuk orang lain;

penyabunan n proses, cara, perbuatan menyabun atau menyabuni

(21)

1336

-- selepas hari petang, pb untung-untungan (usaha atau percobaan terakhir);

biar kalah -- asalkan menang sorak, pb

biar harta habis asal hati senang (puas); bersabung v 1 berlaga; beradu: ayam ~;

2 ki berjuang: ~ me-lawan ketidakadilan; 3 berlanggaran; bertumbuk: ombak ~;

kilat ~; 4 mengamuk: topan ~; angin berputar (bersiru ombak ~, pb perkara yg

sulit;

~ mata (pandang), ki bertemu pandang

(mata); pandang-memandang

menyabung v 1 mengadu: hingga kini

masyarakat Bali masih melakukan tradisi ~ ayam; 2 ki mempertaruhkan;

~ nyawa mempertaruhkan nyawa untuk

mendapatkan sesuatu;

sabung-menyabung v 1 langgar-melang-gar; saling melanggar: mereka sedang

menyaksikan kedua ayam yg sedang ~;

menyabungkan v mempertarungkan, mem-perlagakan: ia sering ~ ayam jagonya; penyabung n orang yg menyabung ayam:

sebelum aduan ayam dimulai, para ~ berkumpul untuk merundingkan besar-nya uang taruhan;

tersabung v tidak sengaja diperadukan; ~ akan induk ayam (~ akan itik), pb

sangat kecewa (tidak sesuai dng dugaan semula);

penyabungan n proses, cara, perbuatan

menyabung (mem-perlagakan);

sabungan n binatang yg disabungkan; aduan; 2 hasil me-nyabung;

persabungan n 1 tempat menyabung ayam; 2 menyabung (hal) bersabung; 3 pertempuran; perjuangan

sabu-sabu n bahan kimia untuk

mencip-takan halusinasi

sabur a 1 kl bercampur tidak menentu

(se-hingga tidak dapat dibedakan lagi); 2

ka-bur; agak suram; agak gelap: kaca

jen-dela mobilnya – krn penuh dng debu;

-- limbur 1 bercampur tidak keruan; 2 agak gelap (antara terang dan gelap se-hingga tidak tampak nyata);

menyabur v 1 menyamar; ia berhasil memasuki daerah lawan dng ~ sbg pen-jual beras; 2 membaur; menyatukan diri: ia ~ di antara penonton yg jum-lahnya mencapai ribuan;

menyaburkan v 1 membaurkan;

men-campurkan; menyatukan: Kakak sedang

~ bermacam-macam bahan pewarna un-tuk melukis pemandangan pantai; 2

me-redamkan (tt suara); mengurangi kebi-singan;

tersabur v terbaur; tercampur: kaum mu-dan mu-dan tua tidak lagi dapat dibedakan krn ~ menjadi satu

1sabut n kulit pd buah kelapa, pinang, dsb,

berserat;

untung -- timbul, untung batu tenggelam,

pb 1 untung-untungan; 2 tidak ada orang

yg dapat menghindari nasibnya

2

sabut n 1 pohon besar, kayunya untuk

bahan bangunan; Nauclea purpurascens;

2 kayu sabut sadah n kapur sirih;

termakan di --, pb sangat kesal hati (krn tertipu dsb)

sadai v, bersadai v 1 berbaring dng

men-julurkan kaki: dng santainya, ia ~ di

bawah pohon mangga; 2 terletak di

tem-pat yg lebih tinggi (tt perahu);

menyadaikan v menaruh (perahu) di

darat: para nelayan ~ perahunya jika

tidak melaut;

tersadai v 1 terbaring dng kaki terunjur;

2 terletak di tempat yg agak tinggi (tt

perahu); 3 lama tidak laku (tt barang-barang jualan): dagangannya ~ krn krisi

(22)

1337

gadis): hingga kini, belum juga ~ gadis

itu

1

sadak a miring; condong (tt tiang dsb):

pe-mancangan tonggak itu agak --

2

sadak n segulung sirih (yg dikunyah) sadang sading n tirai atau tabir pelaminan sadap v, menyadap v 1 mengambil air

(getah) dr pohon dng memangkas ma-yang atau akar atau menoreh kulit: ~

getah karet banyak dilakukan penduduk setempat; 2 ki mendengarkan (merekam)

informasi orang lain dng sengaja secara diam-diam: salah satu tugas agen rahasia

itu ~ pembicaraan lawan;

tersadap v terdengar (terekam) oleh pi-hak lain tanpa diketahuinya: pembicaraan

mereka ~ oleh pihak lain;

sadapan n hasil menyadap;

penyadap n 1 orang yg menyadap; 2 alat

untuk menyadap;

penyadapan n proses, cara, perbuatan menyadap

1

sadar 1 a insaf; merasa; tahu dan

mengerti: kita harus bahwa hidup ini

penuh perjuangan; 2 v ingat kembali (dr

pingsan dsb); siuman: orang yg pingsan

tadi kini sudah --; 3 v bangun (dr tidur): tengah malam dia -- dr tidurnya krn bermimpi buruk;

-- hukum kesadaran tt hukum di dl kehidupan bermasyara-kat; -- lingkungan kesadaran tt pentingnya lingkungan yg bersih, sehat, dsb;

menyadar v, ~ arwah mengingat arwah (selamatan, biasa-nya pd bulan Syakban); menyadari v menginsafi; mengetahui;

merasai: ia telah ~ perbuatannya yg tidak

terpuji;

menyadarkan v 1 menjadikan (menye-babkan) sadar; menginsafkan; meng-ingatkan: Pemerintah harus selalu ~

pen-duduknya untuk melaksanakan program

keluarga berencana; 2 menjadikan

(me-nyebabkan) ingat kembali (siuman, ba-ngun): dokter berusaha ~ orang yg

pingsan itu;

tersadar v sudah sadar (dr); terjaga; ter-bangun: Ayah ~ dr tidur krn Adik

ber-teriak-teriak;

penyadaran n proses, cara, perbuatan menyadarkan;

kesadaran n 1 keinsafan; keadaan

mengerti; 2 hal yg dirasakan atau dialami oleh seseorang;

2

sadar n 1 dada; bagian depan; 2

permu-laan; pendahuluan

sadariah n baju rompi

sadau v, menyadau v 1 mendayung dng

dayung yg panjang: mereka ~ perahunya

menuju sungai Mahakam; 2 merodok dng

sesuatu yg panjang; menjolok: jangan ~

sarang yg tergantung di pohon itu, nanti lebah di dalamnya mengamuk

sadel n tempat duduk (pd sepeda, punggung

kuda, sepeda motor

sadik a jujur; benar; setia; lurus;

menyadikkan v meluruskan: kita harus ~

informasinya yg salah

sadin n hantu air (yg konon berkepala spt

anjing dan bercakar spt buaya)

sadir n garam amonium

sadis 1 a tidak mengenal belas kasihan;

kejam; buas; ganas; kasar: majikannya

di-tahan krn menyiksa pembantunya dng -; 2 n orang yg sadis;

kesadisan n sadisme

sadisme n 1 kekejaman; kebuasan;

kega-nasan; kekasaran; 2 Psi kepuasan seksual yg diperoleh dng menyakiti orang lain (yg disayangi) secara jasmani atau rohani

sadistis a berkenaan dng sifat sadis sado n kereta beroda dua, ditarik oleh kuda;

(23)

1338 sadu kl 1 a paling baik; termulia; 2 n kaum

fakir yg menyiksa diri sendiri (di India); -- perdana sangat baik (mulia)

sadur n lapis logam yg tipis (pd logam

lain); sepuhan;

sbg -- menimbul(kan) senam, pb kelihatan keadaan (maksud, tabiat) yg sebenarnya; bersadur v berlapis: disepuh: gelang

tembaga yg ~ emas tidak tampak ber-beda dng gelang emas murni;

menyadur v 1 menyepuh (dng emas,

pe-rak, dsb): ia pandai ~ perhiasan itu

se-hingga tampak spt baru; 2 menyusun

kembali cerita secara bebas tanpa me-rusak garis besar cerita: pengarang itu

suka ~ cerita rakyat; 3 mengolah;

meng-ikhtisarkan;

saduran n 1 hasil menyepuh; sepuhan (emas, perak, dsb): ~ emas itu tahan

untuk beberapa bulan; 2 hasil

menggubah; gubahan bebas dr cerita lain tanpa merusak garis besar cerita: ~ cerita

itu lebih hidup dp cerita aslinya; 3

ringkasan; ikhtisar (laporan dsb);

penyadur n 1 orang yg menyadur; 2 alat

untuk menyadur;

penyaduran n proses, cara, perbuatan menyadur

saf n deret;

bersaf-saf a berderet-deret: di masjid itu

banyak orang yg melakukan salat hingga ~

safa a putih; bersih safaat ĺ syafaat 1

Safar n bulan ke-2 tahun Hijriah;

bersafar v pergi bertahlil beramai-ramai ke tempat keramat pd bulan Safar

2

safar n perjalanan

safari n perjalanan atau pertualangan jarak

jauh dl suatu ke-giatan ekspedisi; bersafari v melakukan safari;

menyafarikan v menjadikan bersafari

safi 1 a bersih; jujur; murni; tulus hati; 2 n

sahabat sejati

safih 1 a gila; bodoh; 2 n pemboros safir n batu permata berwarna biru tembus

pandang

safrah ĺ seperah

safsaf a tandus (tt tanah, padang, dsb),

tidak ada tumbuh-tumbuhan

1

saga n perdu merambat, daunnya

menyi-rip ganjil, bunganya berwarna merah, polongnya berbentuk lonjong ; Abrus

precatorius;

spt biji -- rambat di atas talam, pb tidak berpendirian tetap; selalu berubah; yg

merah --, yg kurik kundi, pb yg indah dan

yg baik ialah budi bahasa, bukan rupa atau wajah

2

saga n Sas cerita rakyat ; prosa kisahan

lama yg bersifat legendaris tt kepahla-wanan keluarga yg terkenal atau per-tualangan yg mengagumkan

1

sagai n ikan laut dan payau, hidup di

terumbu karang perairan tropis ; Alectis

indicus

2

sagai ĺ 2sakai 1

sagang n penyangga tombak (senjata dsb);

sandaran ;

menyagang v 1 menyandarkan (tombak, senjata, dsb): penjaga itu ~ senjatanya pd

dinding; 2 menopang; menunjang (dng

bambu, kayu, dsb) ;

tersagang v 1 tersandar: senjata itu ~ pd

dinding;

2 tertunjang 2

sagang v, menyagang v memegang;

me-nangkis; mengelakkan

sagar n lidi ijuk;

-- jantan kalam besar dan bulat terbuat dr lidi ijuk;

bersagar v 1 menggunakan sagar ; 2 ada sagarnya;

(24)

1339

ijuk tidak ~, pb keluarga yg tidak mempunyai laki-laki yg disegani orang ;

menyagar v 1 melekatkan (dng

menggunakan lidi ijuk); menyematkan: krn

tiada peniti, ~ dng lidi pun jadi; 2 men-

jadi keras spt lidi ijuk

sage /sagé/ n cerita rakyat berdasarkan

cerita sejarah yg sudah ditambah imajina-si masyarakat

Sagitarius n 1 Astron nama gugus bintang

di belahan langit sebelah selatan khatu-listiwa; 2 Astrol zodiak ke-9 yg digam-barkan dng orang memanah sbg lambang bagi orang yg lahir antara 22 November dan 21 Desember

sago ĺ sagu

sagon n penganan kering, dibuat dr tepung

beras ketan bercampur kelapa dan gula

sagu n 1 pohon yg hati batangnya dapat

di-buat tepung; 2 hati batang pohon palem; 3 tepung (dr pati hati batang enau, rumbia, dsb);

belanda garut; Maranta arundinacea;

-- betawi sagu belanda; ---- hati ki

pemberian (tanda mata, hadiah, dsb) sbg hiburan (tanda penghargaan, kenang-kenangan, dsb); -- pisang hati batang pisang; -- tampin pati sagu yg dibungkus dng daun nipah ;

menyagu v 1 membuat tepung dr sagu:

sehari-harinya ia dapat ~ sampai dua batang pohon enau; 2 menganji dng sagu: supaya agak kaku ketika kering ia ~ cuciannya

saguer /saguér/ n minuman keras dr nira;

arak; tuak

saguir ĺ saguer sagun ĺ sagon

sagur n perahu kecil dr sebatang pohon

utuh, berlayar, bertiang dua atau lebih, untuk menangkap ikan

sah 1 v dilakukan menurut hukum yg

ber-laku ; 2 v tidak batal (tt keagamaan); 3 v berlaku; diakui kebenarannya; diakui oleh pihak resmi ; 4 a boleh dipercaya; tidak diragukan (di-sangsikan); benar; asli; autentik ; 5 a nyata dan tentu; pasti; mengesahkan v 1 menjadikan

(menyata-kan, mengakui, dsb) sah: DPR telah ~

Rancangan Undang-Undang Penyiaran;

2 menyetujui dan menguatkan (perjanjian

dsb); membenarkan ; 3 meresmikan; memberlakukan: Presiden ~ pemakaian

Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempur-nakan pd tahun 1972;

pengesahan n proses, cara, perbuatan mengesahkan; pengakuan berdasarkan hukum; peresmian; pembenaran

sahabat n kawan; teman; handai;

-- karib sahabat yg sangat erat ; -- kental sahabat karib;

bersahabat v 1 berkawan; berteman:

su-dah lama mereka ~; 2 menyenangkan dl

pergaulan;

mempersahabatkan v memperhubungkan supaya bersahabat; memperkenalkan (dng);

persahabatan n perihal bersahabat sahadat ĺ syahadat

1

sahaja ĺ saja 2

sahaja kl adv 1 sebenarnya; memang

demikian: -- ia tidak tahu budaya

se-tempat; 2 sewajarnya; apa adanya; 3

(dng) sengaja;

-- basahan sudah menjadi kebiasaan berbuat sesuatu yg kurang baik;

bersahaja a sederhana; tidak berlebih-lebihan: Pamannya biasa hidup ~;

menyahaja kl v 1 berbuat sederhana; 2

berbuat dng sengaja;

menyahajakan v 1 menyederhanakan; mempermudah; 2 melakukan dng senga-ja;

(25)

1340

mempersahajakan v menjadikan bersa-haja; menyahajakan;

kesahajaan n kesederhanaan; kewajaran

saham n 1 bagian; andil; sero (tt

permodal-an); 2 ki sumbangan (pikiran dan tenaga);

-- unggulan saham yg banyak laku atau

dibeli di bursa saham

sahan n pinggan besar dr tanah liat sahang n lada; merica

sahap n penutup; penudung: -- periuk;

bersahap v bertutup; bertudung;

menyahap v menutupi; menudungi sahara n padang pasir (msl di Afrika) saharah ark n peti besar bertutup (tempat

beras dsb); seharah

sahaya kl 1 n abdi; budak; hamba; 2 pron

saya

sahayanda kl n orang yg diperhamba sahbandar ĺ syahbandar

1sahi ark a alpa; lalai; lupa: memang sifat

ma nusia kadang-kadang -- juga

2

sahi ark n air teh yg pekat dan harum 3

sahi n (ikan) pari

sahib n 1 sahabat; 2 yg empunya; pemilik sahibulhikayat kl n orang yg mempunyai

cerita; pengarang: kata --

sahid ĺ syahid

sahifah n 1 lembaran yg bertulis; surat;

dokumen; 2 halaman (buku)

sahih a sah; benar; sempurna; tiada cela

(dusta, palsu); sesuai dng hukum (per-aturan);

menyahihkan v menjadikan dapat dite-rima krn dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya; menjadikan sahih;

kesahihan n perihal sahih; kebenaran;

kesempurnaan

sahir n ahli sihir; tukang tenun sahmura kl n batu permata

sahur v Isl makan pd dini hari bagi orang

yg akan menjalankan ibadah puasa

sahut n jawab (apabila dipanggil atau

di-tanya);

bersahut v berjawab; bersambut: sudah

berkali-kali dipanggil, tetapi tiada juga ia ~;

bersahutan v 1 berbalasan; bersambutan;

saling menjawab: untuk memeriahkan

pesta itu, mereka berpantun ~; 2

susul-menyusul: suara orang azan terdengar ~;

bersahut-sahutan v berbalas-balasan;

bersahutan

menyahut v menjawab; membalas;

me-nyambut (dng ucapan): murid itu ~ salam

gurunya dng penuh hormat;

sahut-menyahut v bersahut-sahutan; menyahuti v memberi jawaban; memberi

balasan: tiada seorang pun berani ~

teriakan pemimpinnya yg sedang marah itu;

penyahut n orang yg suka menyahut;

sahutan n jawaban; balasan; sambutan:

krn kesalnya, ia tidak memberi ~ sepatah kata pun;

penyahutan n cara, perbuatan menyahut sahwat ĺ syahwat

sai v Isl berjalan dan berlari-lari kecil

pu-lang pergi tujuh kali dr Safa ke Marwa pd waktu melaksanakan ibadah haji atau umrah

said ĺ sayid saidani ĺ sayidani saidi ĺ sayidi saif n pedang Sailan n Sri Lanka 1

saing, bersaing v berlomba

(atas-meng-atasi, dahulu-mendahului): dng modal

kecil, kita tidak akan mampu ~ dng orang yg bermodal besar;

bersaingan v 1 saling berlawanan; saling

bertentangan; 2 berlomba; dahulu-men-dahului: mereka ~ dl mendapatkan nilai

(26)

1341 menyaingi v berusaha melawan

(menya-mai, mengatasi, mendahului): usahanya

sudah ~ usahaku;

saingan n pesaing;

pesaing n lawan dl bersaing; konkuren;

persaingan n 1 perihal bersaing; konku-rensi; 2 usaha memperlihatkan keung-gulan masing-masing yg dilakukan oleh perseorangan dsb pd bidang perdagangan dsb

2

saing n 1 taring; 2 gigi yg terdapat di

an-tara gigi seri dan geraham, bentuknya runcing; gigi taring;

saing-menyaing v gigit-menggigit

sains n 1 ilmu pengetahuan pd umumnya; 2

pengetahuan sis-tematis tt botani, fisika, kimia, geologi, zoologi, dsb; ilmu pengetahuan alam

saintis n ahli ilmu pengetahuan, khususnya

ilmu pengetahuan alam

1

sair ĺ syair 2

sair n 1 api neraka; 2 neraka sais n kusir

sait ĺ 1sayat

saja adv 1 melulu (tiada lain hanya;

se-mata-mata): ikan – yg dibelinya; 2 juga; pun (untuk menyatakan tidak tentu): aku

tidak pilih-pilih tamu, siapa – boleh datang ke rumahku; 3 selalu;

terus-menerus: anakku menangis –krn sedang

sakit; 4 seenaknya; sesuka hati: tinggal --, tidak perlu ditunggu; 5 lebih baik (sbg

anjuran); 6 sekali (sbg penegas): dng

mudah – soal ujian itu dapat diselesai-kannya

sajadah n alas yg digunakan untuk salat,

berupa karpet dsb berukuran kecil

sajak 1 n gubahan sastra yg berbentuk

pui-si; 2 n bentuk karya sastra, penyajiannya dilakukan dl baris-baris yg teratur dan terikat; 3 n gubahan karya sastra yg

sa-ngat mementingkan keselarasan bunyi ba-hasa; 4 a patut; kena; cocok;

-- delapan seuntai sajak yg terdiri atas delapan larik dl satu bait; oktaf; --

dolanan sajak nyanyian anak-anak; dua seuntai sajak yg terdiri atas dua larik dl

satu bait; -- empat seuntai sajak yg ter-diri atas empat larik dl satu bait; --enam

seuntai sajak yg terdiri atas enam larik dl

satu bait; sekstet; -- gema sajak yg suku kata akhir lariknya disebut dl larik beri-kutnya dan boleh dng arti yg lain; --

kisahan sajak yg melukiskan cerita

seca-ra terperinci; -- lima seuntai sajak yg terdiri atas lima larik dl satu bait; --

main-main sajak ringan yg sangat

meng-asyikkan, iramanya menarik krn ga-gasannya yg mengada-ada; -- prosa sajak yg digubah dl bentuk prosa, tetapi tetap dicirikan oleh unsur-unsur puisi, --

ringan sajak yg menghibur atau

meng-gembirakan dng ciri khas kepetahan, ketepatan, serta kesempurnaan bentuk; --

sindiran sajak yg mengandung

pernya-taan yg menimbulkan tawa, isinya protes sosial dng cara mengejek habis-habisan;

-- tiga seuntai sajak yg terdiri atas tiga

larik dl satu bait; -- tujuh seuntai sajak yg terdiri atas tujuh larik dl satu bait; bersajak v 1 mempunyai persamaan

bunyi: kata ”lari” ~ dng kata ”tari”; 2 berbentuk puisi: cerita ~ itu enak dibaca;

3 membacakan lirik; membacakan puisi:

ia pandai ~ sejak kecil; 4 mengarang

puisi: pelajaran yg disukainya adalah ~

krn ia senang mengekspresikan apa yg dialaminya;

menyajak v mengarang puisi: ia suka ~;

menyajakkan v 1 menjadikan bersajak; menyesuaikan bunyi suku kata; 2 meng-ubah menjadi bentuk puisi;

(27)

1342

penyajak n orang yg mengarang sajak (puisi, syair); penyair; pengarang sajak (puisi);

persajakan n 1 perihal persamaan bunyi;

2 perihal puisi

sajang n minuman keras;

-- tapai minuman keras dr tapai

sajen /sajén/ n makanan (bunga-bungaan

dsb) yg disajikan kpd orang halus dsb

saji n hidangan;

menyajikan v 1 menyediakan makanan dsb di atas meja dsb; menghidangkan (kpd): dng cekatan ia ~ makanan di atas

meja; 2 ki mengemukakan (soal-soal

un-tuk dibahas): dl seminar kemarin ia

tam-pil ~ makalah;

tersaji v sudah disajikan; tersedia;

ter-hidang: semua makanan sudah ~ di atas

meja;

sajian n hidangan yg sudah disediakan pd suatu tempat untuk dimakan;

penyaji n orang yg menyajikan;

penyajian n 1 proses, cara, perbuatan menyajikan; 2 pengaturan penampilan (tt pertunjukan dsb)

sak n 1 saku; kantong (baju dsb): -- baju

itu ada dua; 2 karung (dr kertas untuk

semen dsb): ayah membeli dua -- semen

saka n gula tebu 1

saka n 1 tiang rumah; 2 kp pusaka

(ben-dera);

-- guru 1 tiang utama rumah; 2 ki sesua-tu yg menjadi penegak atau pengukuh (negara dsb);

2

saka n 1 keluarga dr pihak ibu; 2 pangkat

adat dr kaum yg bersifat turun-temurun; -- baka keluarga nenek moyang dr pihak

ibu dan bapak

3

Saka n tahun Jawa

1Sakai n 1 suku bangsa di Indonesia yg

tinggal di Kepulauan Riau dan di Tanah

Melayu; 2 bahasa yg dituturkan oleh masyarakat Sakai

2

sakai kl n orang bawahan (hamba,

pengiring, rakyat, dsb): hulubalang itu

pun berangkat dng membawa sejumlah --nya

sakal n 1 pukulan; benturan; 2 angin yg

bertiup dr arah haluan kapal;

menyakal v memukul; menganiaya:

sete-lah tertangkap, masyarakat desa itu se-gera ~ para perampok;

1

sakar n gula 2

sakar n neraka 3

sakar v samun; rompak; rampas;

menyakar v menyamun; merompak; me-rampas: kawanan perampok ~

mang-sanya pd malam hari;

penyakar n penyamun; perompak; pe-rampas

sakaratulmaut ĺ sakratulmaut

sakarida n Kim persenyawaan organik dng

gula

sakarimeter /sakariméter/ n Kim alat untuk

mengukur banyaknya kadar gula dl la-rutan

sakarimetri /sakarimétri/ n Kim penentuan

gula dng menggunakan polarimeter yg diberi skala untuk pembacaan langsung kadar gula

sakarin n serbuk hablur putih (dipakai sbg

pengganti gula)

sakarometer /sakarométer/ n Kim tabung

peragian

sakarosa n gula majemuk yg tersusun dr

gabungan dua jenis gula sederhana (glu-kosa dan fruktosa)

1

sakat n benalu; pasilan;

-- batu paku (pakis), Cyclophorus

adnascens; -- bunga benalu, Agrosto-phyllum glumaceum; -- hitam paku

(28)

1343

Cyclophorus; -- tanduk rusa tumbuhan

pakis, Platycerium

2

sakat v usik;

menyakatkan v 1 mengganggu; meng-usik; merintangi: ia sering ~ orang lain; 2 menaruh (perahu dsb) di tanah; mendam-parkan; menambatkan;

tersakat v terdampar (tt perahu): perahu

nelayan pernah ~ di pulau ini;

penyakat n pengganggu; pengusik;

pe-rintang

sakau a kondisi seorang pemakai narkoba

yg ketagihan

sake /saké/ n arak Jepang, dibuat dr beras

yg beragi;

sakelar n penghubung dan pemutus aliran

listrik (untuk menghidupkan atau mema-tikan lampu);

sakelat ĺ sekelat sakhlat ĺ sekelat

sakhsi ark a bersifat perseorangan;

indivi-dual: pengorbanan-nya bersifat --

1

saki kl n teman; kawan 2saki ĺ sake

saki baki n sisa-sisa

sakinah n kedamaian; ketenteraman;

kete-nangan; kebahagiaan

saking p cak kata depan untuk menandai

sumber atau sebab; krn sangat: --

sakit-nya, ia menangis meraung-raung

sakit a berasa tidak nyaman di tubuh atau

bagian tubuh krn menderita sesuatu (demam, sakit perut, dsb): anakku dibawa

ke dokter krn --;

-- menimpa, sesal terlambat, pb sesudah terlanjur (terjadi), menyesal tidak ada gunanya; lain -- lain diobat, lain luka lain

dibebat, pb jawab yg berlainan dng apa

yg dinyatakan; yg diberikan berlainan dng yg diminta; tiada --, makan obat, ki menyusahkan diri sendiri;

-- batuk darah sakit batuk yg sampai ke-luar darah; -- cahar sakit buang-buang air; -- gula sakit kencing manis; diabetes;

-- hati merasa tidak senang (dendam,

benci, dsb) krn dihina (dilukai hatinya); --

ingatan gila; -- jerih sakit sesak napas; -- jiwa sakit ingatan; gila; -- karang sakit

ginjal yg disebabkan oleh zat yg memba-tu; -- kuning sakit yg menyebabkan selu-ruh tubuh berwarna kuning; icterus; --

malaria sakit yg disebabkan oleh bibit

penyakit malaria, yg ditularkan oleh nya-muk malaria; -- mangga sakit bengkak pd selangkangan yg biasanya bernanah; --

paru-paru tuberkulosis; -- rejan sakit

perut yg disertai buang-buang air; --

sabun kencing nanah;

menyakiti v 1 menyebabkan sakit (sedih, sengsara, dsb); mempersakiti: jangan ~

orang lain jika tidak mau disakiti; 2

berasa sakit ketika hendak melahirkan; menyakitkan v menjadikan

(menyebab-kan) sakit: perkata-annya sangat ~ hati

setiap orang yg mendengarnya;

kesakitan 1 a terasa sakit; menderita (rasa) sakit: kakinya ~ krn terjepit pintu;

2 n perasaan sakit;

penyakit n 1 sesuatu yg menyebabkan

terjadinya gangguan pd makhluk hidup; 2 gangguan kesehatan yg disebabkan oleh bakteri, virus, atau kelainan sistem (pd makhluk hidup); 3 ki kebiasaan yg buruk; sesuatu yg mendatangkan keburukan;

~ kelamin penyakit yg berjangkit melalui

persetubuhan; ~ kotor 1 penyakit sifilis;

2 penyakit kencing nanah;

pesakitan n 1 orang hukuman; 2 terdak-wa

saklar ĺ sakelar

sakral a suci; keramat: tempat ini dianggap

– oleh penduduk setempat;

(29)

1344 sakramen /sakramén/ n Kris upacara suci

dan resmi untuk bertemu dng Tuhan dan untuk menerima rahmat Tuhan (baptis, mahakudus, penguatan, tobat, perkawin-an, imamat, dan perminyakan)

sakramental /sakraméntal/ a berhubungan

dng sakramen; bersifat sakramen

sakratulmaut a dl keadaan saat-saat

men-jelang kematian (ajal) tiba

saksama a 1 teliti; cermat: periksa lagi

ja-wabanmu dng --; 2 tepat benar; jitu;

kesaksamaan n kecermatan; ketelitian

saksi n 1 orang yg melihat atau mengetahui

sendiri suatu peristiwa (kejadian); 2 orang yg dimintai hadir pd suatu peristiwa yg dianggap mengetahui kejadian tsb; 3 orang yg memberikan keterangan di muka hakim untuk kepentingan pendak-wa atau terdakpendak-wa; 4 keterangan (bukti pernyataan) yg diberikan oleh orang yg melihat atau mengetahui; 5 bukti kebe-naran;

-- ahli orang yg dijadikan saksi krn ke-ahliannya; -- alibi saksi yg menyatakan bahwa terdakwa tidak berada di tempat kejadian ketika peristiwa terjadi; -- dusta saksi palsu; -- kunci saksi yg sangat penting, dianggap mengetahui permasa-lahan; -- mata orang yg melihat sendiri akan suatu kejadian; -- palsu saksi buatan (tidak mengetahui perkaranya secara be-nar); -- syak saksi yg masih disangsikan kebenarannya;

bersaksi v 1 ada saksinya; mempunyai (memakai) saksi: perkawinan tidak ~ itu

bisa diragukan; 2 menyatakan

(menga-kui) dng sesungguhnya;

~ ke lutut, pb menjadikan sahabat (sanak

saudara sendiri) sbg saksi;

menyaksikan v 1 melihat untuk

mem-buktikan: jika tidak percaya, kita dapat

~bpertandingan bulutangkis nanti

ma-lam; 2 melihat dng sesungguhnya: teman korban ~ langsung peristiwa itu; 3

ngetahui (menghadiri) selaku saksi; me-nyatakan kebenaran;

mempersaksikan v mempertunjukkan (mempertontonkan, memperlihatkan) sbg bukti;

penyaksian n 1 proses, cara, perbuatan

menyaksikan; 2 pem-berian kesaksian; kesaksian n keterangan (pernyataan) yg

diberikan oleh saksi

saksofon n Mus alat musik tiup, dibuat dr

logam, berbentuk lengkung spt pipa cang-klong, dilengkapi dng lubang dan tombol jari

sakti a 1 mampu (kuasa) berbuat sesuatu yg

melampaui kodrat alam; mempunyai ke-saktian; 2 mempunyai kuasa gaib; ber-tuah; 3 keramat;

menyaktikan v membuat sesuatu men-jadi sakti (kebal, bertuah, keramat):

mere-ka menganggapbahwa ~ sebaiknya dila-kukan pd malam Jumat;

kesaktian n 1 kepandaian (kemampuan) berbuat sesuatu yg bersifat gaib (melam-paui kodrat alam); 2 kekuasaan gaib

1

saku n kantong (pd baju, celana, rok, dsb);

menyakukan v memasukkan ke dl saku:

Ayah ~ uang ke dl kantong bajuku

2

saku ark, saku-saku adv

sembunyi-sembunyi; diam-diam: ~ ia memusuhi

adikku

3

saku ark v pisah;

menyakukan v memisahkan; mengasing-kan;

tersaku v terpisah; terasing

sakura n bunga berwarna putih atau merah

jambu yg mekar pd permulaan musim panas di Jepang

1sal ĺ syal 2

sal n ruang besar (di rumah sakit, asrama,

(30)

1345 salah a 1 tidak benar; tidak betul: ia

mem-betulkan jawabannya yg --; 2 keliru;

khi-laf: ia – memahami pendapatku; 3 me-nyimpang dr yg seharusnya: kita -- jalan;

4 luput; tidak mengenai sasaran; gagal:

berkali-kali lemparannya --; 5 cela; cacat

6 kekeliruan: bukan --nya jika ia tidak

datang;

-- adat melanggar adat; menyimpang dr biasanya; -- ambilan salah terima; salah paham; salah mengerti; -- asuhan kurang baik didikannya; -- bantal sakit pd bagi-an tengkuk krn posisi bbagi-antal yg tidak baik (saat tidur); -- bebal kekhilafan (kekeli-ruan, kesalahan) krn kedunguan (kebo-dohan); -- benang 1 keliru menenun; 2 tidak enak badan; sakit; -- besar sangat khilaf; sangat keliru; -- cetak tidak betul mencetaknya; salah tulisan dl cetakannya;

-- dengar tidak betul mendengarnya; -- jalan 1 tersesat; 2 ki menempuh jalan yg

tidak seharusnya; -- kaprah kesalahan yg umum sekali sehingga orang tidak merasakan sbg kesalahan; -- langkah 1 keliru melangkah; 2 ki sial; malang; 3 tersesat; -- lihat 1 keliru melihat sesuatu;

2 melihat (memandang) dng maksud

buruk; -- paham salah dan keliru dl me-mahami pembicara-an, pernyataan, sikap orang lain; -- pilih salah dl memilih; --

sangka salah mengerti; salah paham; -- satu satu di antara yg ada; -- tampa

keliru menafsirkan; salah mengerti; salah paham; -- tanggap salah paham; --

terima salah mengerti; salah paham; -- tingkah serba canggung dl bertingkah

laku; -- urat terkilir; keseleo; -- wesel cak

1 salah alamat; 2 salah paham;

salah-salah p 1 jangan-jangan: ~ kita

disangka yg mencuri dokumen itu; 2

meskipun salah;

bersalah v 1 berbuat keliru; melakukan kekeliruan (kesalahan); mempunyai kesa-lahan: aku merasa ~ krn pernah

meng-gagalkan perkawinan mereka; 2 berbuat

sesuatu yg me-langgar peraturan (hukum dsb); 3 ada salahnya;

bersalahan v 1 berbeda; berlainan:

adik-ku ~ dng raut wajah-nya; 2 berselisih; 3

bertentangan; tidak sesuai dng:

pendapat-nya selalu ~ dng pendapatku; 4

berban-tah; bercekcok; 5 ki kurang sehat (badan); menyalah;

menyalahi v 1 bertentangan dng; me-nyimpang dari; tidak menurut (aturan dsb): kebijakannya ~ peraturan yg

ber-laku; 2 menentang; mencela: kami tidak mungkin ~ keputusannya; 3 mengingkari;

tidak menepati: jangan ~ janji yg telah

kamu katakan;

menyalahkan v 1 menyatakan (meman-dang, menganggap) salah: jangan selalu

~ dia krn belum tentu bersalah; 2

me-lemparkan kesalahan kpd; mempersalah-kan; menyesali: jangan ~ orang lain,

lebih baik kita bermawas diri;

mempersalahkan v menimpakan kesa-lahan kpd; meng-anggap salah: Paman

sering ~ istrinya atas hilangnya Adik;

tersalah v 1 salah dng tidak sengaja; 2

terlupa (keliru dsb); 3 disalahkan; ditu-duh;

bersalah-salahan v bertentangan satu sama lain;

kesalahan n 1 perihal salah; kekeliruan; kealpaan; 2 tidak sengaja (berbuat se-suatu)

salah arti n salah penafsiran;

menyalahartikan v memberikan penaf-siran yg salah; menyalahtafsirkan: orang

akan ~ sikapnya jika ia melaku-kan hal itu

(31)

1346 salah guna, menyalahgunakan v

mela-kukan sesuatu tidak sebagaimana mesti-nya; menyelewengkan: jangan ~ fasilitas

yg telah diberikan;

penyalahgunaan n proses, cara, per-buatan menyalahgunakan; penyeleweng-an

salai n 1 ikan yg dikeringkan di atas api

(di-panggang atau diasapi); 2 pisang yg dike-ringkan dng panas matahari atau di atas api (dipanggang atau diasapi);

bersalai v 1 (sedang) dipanggang atau di-asapi di atas api; 2 berdiang di dekat api (tt perempuan yg hamil);

~ tidak berapi, pb mengandung (hamil), tetapi tidak bersuami;

menyalai v 1 mengeringkan, mengasapi

(ikan, daging, pisang) di atas api; 2 me-manaskan (wanita yg baru melahirkan) dng cara mendekatkannya pd api

1

salak n 1 tanaman termasuk suku Palmae,

batangnya tertutup rapat oleh pelepah daun, berduri pd pelepah dan tangkai daunnya, buahnya berdaging putih, ber-biji keras berwarna cokelat kehitam-hitaman, kulit buah berwarna cokelat ber-sisik agak tajam; Zalacca edulis; 2 buah salak

2

salak n bunyi gonggongan anjing:

kadang-kadang terdengar -- anjing pd malam hari;

menyalak v 1 mengeluarkan bunyi salak; menggonggong: anjingnya terus ~

apabi-la melihat orang yg belum dikenal-nya; 2 ki merengek (meminta sesuatu);

salakan n bunyi salak; hasil menyalak

salam n 1 damai; 2 pernyataan hormat;

ta-bik;

-- hormat salam sbg tanda hormat; --

takzim salam amat hormat;

bersalam v mengucapkan (memberi)

sa-lam;

bersalaman v 1 saling menyalami; mem-beri salam dng saling berjabat tangan:

sebelum berpisah, mereka ~; 2 berjabat

tangan;

menyalami v 1 memberi hormat (salam) kpd; menjabat tangan: satu per satu

me-reka ~ kepala kantor yg akan pindah itu

1salang kl n keris panjang;

menyalang v menikam belikat sampai ke jantung dng keris panjang (sbg hukuman)

2

salang n 1 bakul yg tergantung (untuk

tempat makanan); 2 lingkaran dr rotan dsb yg diberi tali gantungan (untuk me-nempatkan bakul dsb atau untuk tempat memikulnya)

salap ĺ salep

salasal ark n kencing manis

salat n Isl 1 rukun Islam kedua, berupa

iba-dah kpd Allah Swt; 2 doa kpd Allah;

-- Gaib salat jenazah yg dilakukan untuk

orang muslim yg meninggal yg jenazah-nya tidak berada di tempat; -- Jumat sa-lat berjamaah dua rakaat pd hari Jumat; --

wajib salat fardu yg dilaksanakan lima

waktu dl sehari semalam; bersalat v melakukan salat;

menyalatkan v melakukan atau

menger-jakan salat untuk orang lain

salatin ark n para sultan; para raja salawat ĺ selawat

saldo n selisih (antara uang yg masuk dan

yg keluar); sisa;

sale /salé/ ĺ salai 1

saleh /saléh/ a 1 taat dan sungguh-sungguh

menjalankan ibadah; 2 suci dan beriman:

orang tuanya berharap agar anaknya menjadi anak yg --;

kesalehan n ketaatan (kepatuhan) dl menjalankan ibadah; kesungguhan menu-naikan ajaran agama

Referensi

Dokumen terkait

Tembaga (mg /liter) 2 Tembaga yg terlarut dalam air akan masuk kedalam tubuh dengan cepat dan masuk ke peredaran darah sehingga menimbulkan kerusakan

jalan-jalan untuk mencari hawa bersih; 2 diam, duduk-duduk, dsb sekedar meng- habiskan waktu; -- arwah selamatan memperingati orang yg telah meninggal; -- asam garam

tidak dapat ditukarkan dng uang kertas lain atau emas; -- giral alat penyebaran atau alat tukar dl bentuk surat-surat ber- harga spt cek; -- gratifikasi uang yg di- berikan

hukum n 1 peraturan yg dibuat oleh penguasa (pemerintah) atau adat yg berlaku bagi semua orang dl suatu masyarakat (negara); 2 undang-undang, peraturan, dsb untuk

belah atas; -- duga tali untuk menentukan dalamnya laut; -- dugang 1 Lay tali pe- nahan tiang dsb yg dipegang untuk me- nyeimbangkan perahu dng badan; 2 tali penahan pohon yg

cakap buah tutur; -- catur anak catur spt bidak, kuda, gajah, dan benteng; -- congklak biji-bijian (kulit lokan dsb) yg dipakai dl permainan congklak; -- dacing batu (anak)

Setelah mengamati video pembelajaran tentang sistem peredaran darah, peserta didik mampu menentukan organ-organ peredaran darah pada manusia dengan tepat.. Scientific- mengamati, C4,

bajunya terbuat dr kain mahal, tetapi tidak bagus sebab lengannya -- 2belandung n burung belandung belang 1 n warna yg lebih dr semacam: baju seragamnya menjadi -- krn kena