• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF ini PENGARUH HEAT MOISTURE TREATMENT (HMT) TERHADAP KANDUNGAN PATI TERCERNA LAMBAT | WIJAYA | JP2 | Jurnal Penelitian Pangan 1 PB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PDF ini PENGARUH HEAT MOISTURE TREATMENT (HMT) TERHADAP KANDUNGAN PATI TERCERNA LAMBAT | WIJAYA | JP2 | Jurnal Penelitian Pangan 1 PB"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Kondisi HMT dan Kadar SDS pada penelitian dari berbagai jenis pati
Tabel 2. Kondisi HMT dan Tipe Kristalin pada penelitian dari berbagai jenis pati
Gambar 1. Granula Pati Sagu (A) Alami, (B) HMT (30%)

Referensi

Dokumen terkait

Gambar 18 menunjukkan bahwa laju penurunan kadar air pati modifikasi HMT lebih cepat dibandingkan dengan pati alami dan laju penurunan kadar air pati aren alami

Dengan karakteristik gelatinisasi yang mendekati tipe C dan kekuatan gel yang tinggi, pati yang termodifikasi pada kondisi optimum tersebut dapat digunakan untuk

Modifikasi yang dilakukan pada suhu pemanasan 110 o C selama 6 jam dapat menghasilkan pati termodifikasi dengan karakteristik gelatinisasi tipe C, pati tersebut

Keuntungan modifikasi pati menggunakan HMT yaitu bahan menjadi lebih awet, meningkatkan ketahanan terhadap panas, dapat mempertahankan sifat fungsional pati terkait dengan

Berdasarkan hasil analisis sidik ragam dan uji lanjut DNMRT pada taraf 5%, penggunaan pati sagu alami dan pati sagu termodifikasi dengan metode HMT memberikan

Varietas ubi jalar memberikan pengaruh terhadap karakterisitik bihun instan yang dibuat dari pati yang dimodifikasi dengan heat moisture

Penurunan amilosa juga terjadi pada HMT pati yam (Adebowale et al 2009) dan pati sagu (Herawati 2009).Analisis statistik (Lampiran 4) menunjukkan bahwa suhu dan

Penelitian ini terdiri atas beberapa tahapan yaitu karakterisasi sagu alami, modifikasi pati sagu dengan teknik heat moisture treatment (HMT), penentuan komposisi pati dan air