PEDOMAN PENGORGANISASIAN IRNA
RUMAH SAKIT AMALIA BONTANG
PT TIGA BERSAUDARA MENGABDI
KALTIM INDONESIA
2016
Jl. R. Soeprapto No. 22 Bontang Telp. / Fax. (0548) 25050 / (0548) – 23275
Email : [email protected] Kalimantan Timur
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atas Kasih dan rahmat-Nya, telah diselesaikannya Buku Pedoman Pengorganisasian Instalasi Rawat Inap RS Amalia Bontang, dalam rangka meningkatkan mutu layanan Instalasi Rawat Inap di RS Amalia Bontang.
Semoga dengan adanya buku pedoman ini, penataan pengorganisasian Instalasi Rawat Inap RS Amalia Bontang semakin hari semakin ditingkatkan. Layanan Instalasi Rawat Inap RS Amalia Bontang akan terlaksana dengan baik, bilamana seluruh Staf Instalasi Rawat Inap yang terkait dalam memberikan layanan mempunyai kesadaran, motivasi dan tanggung jawab untuk melaksanakannya sesuai dengan standar-standar yang telah ditetapkan.
Bontang, 7 April 2016 Direktur RS Amalia Bontang
dr
, Yuniarti Arbain Direktur
SAMBUTAN DIREKTUR
Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga Rumah Sakit Amalia Bontang telah dapat menempuh perjalanan sejarah dan diharapkan terus berkembang dan menjadi Rumah Sakit kebanggan masyarakat Kota Bontang, Untuk itu telah disusun Panduan Pengorganisasian Instalasi Rawat Inap dimana Panduan ini diharapkan dapat melaksanakan Kegiatan Pelayanan kepada Karyawan yang optimal dan profesional.
Keberhasilan dan perkembangan yang telah dicapai hingga saat ini adalah berkat semangat, dedikasi dan kerja keras seluruh karyawan RS. Amalia Bontang. Untuk itu diharapkan seluruh karyawan tetap memotivasi diri untuk selalu bersemangat dan berusaha meningkatkan kemampuan diri sehingga mempercepat pencapaian visi dan misi RS. Amalia Bontang
Kami akan terus berusaha menjadikan RS. Amalia Bontang menjadi rumah sakit yang mampu memenuhi harapan masyarakat dan menjadi pilihan dalam memberikan bantuan medis yang dapat diandalkan, agar kita mampu mempertahankan mental yang sehat dan aktif, menemukan kembali gairah hidup, serta menghargai hidup sehat setiap hari.
Ucapan terimakasih disampaikan kepada semua pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam membangun dan memperbaiki kinerja pelayanan Rumah Sakit Amalia Bontang dalam mewujudkan visi dan misinya.
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu memberikan jalan yang terbaik untuk kita semua, Amin.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Direktur RS. Amalia Bontang
PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT AMALIA BONTANG
NOMOR 46/02/DIR–RSAB/IV/2016
TENTANG
PANDUAN PENGORGANISASIAN INSTALASI RAWAT INAP
Disusun Oleh :
Ketua Tim Penyusun
dr. Dessy Vinoricka Andriyana
Disetujui :
Kepala Bidang Pelayanan
dr. Yunita
Ditetapkan Oleh :
Direktur,
DAFTAR ISI
Kata Pengantar...
i
Sambutan Direktur...
ii
Lembar Persetujuan...
iii
PERATURAN DIREKTUR...
1
BAB I PENDAHULUAN...
3
A. Latar Belakang...
3
B. Tujuan Umum...
4
C. Tujuan Khusus...
4
D. Landasan Pelayanan Keperawatan...
4
E. Kebijakan Pelayanan Rawat Inap...
4
BAB II GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT AMALIA...
6
1. Aspek Legal...
6
2. Gambaran Pelayanan RS Amalia...
6
BAB III VISI, MISI, FALSAFAH, NILAI, DAN TUJUAN RUMAH SAKIT
...8
BAB IV STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT...
10
BAB V STRUKTUR ORGANISASI UNIT KERJA...
12
1. Struktur Organisasi Intalasi Rawat inap...
13
2. Struktur Organisasi Ruang Rawat Inap Lantai 1...
14
3. Struktur Organisasi Ruang Rawat Inap Lantai 2...
15
4. Struktur Organisasi Ruang Rawat Inap Lantai 3...
16
5. Struktur Organisasi Ruang Kamar Bedah...
17
BAB VI URAIAN JABATAN...
18
BAB VII TATA HUBUNGAN KERJA...
36
BAB VIII POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONAL...
39
BAB IX KEGIATAN ORIENTASI...
43
BAB X PERTEMUAN ATAU RAPAT...
44
BAB XI PELAPORAN...
45
A. Pengertian...
45
B. Jenis Laporan...
45
1. Laporan Harian...
45
2. Laporan Bulanan...
45
3. Laporan Tahunan...
45
PERATURAN DIREKTUR
RUMAH SAKIT AMALIA BONTANG
NOMOR 46/02/DIR-RSAB/IV/2016
TENTANG
PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI RAWAT INAP
DIREKTUR RUMAH SAKIT AMALIA BONTANG
Menimbang : Bahwa dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi di Instalasai Rawat Inap, diperlukan satu pedoman pengorganisasian Instalasi Rawat Inap sebagai dasar dalam pelaksanaan kegiatan yang ditetapkan dengan Keputusan Direktur.
Mengingat : 1. Undang-undang No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan 2. Undang-undang Repubik Indonesia No. 12 Tahun 2008
Tentang Perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintah daerah;
3. Peraturan menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 159b/Menkes/Per/II/1998 tentang Rumah Sakit.
4. Keputusan Menteri Kesehatan RI No.
772/Menkes/SK/VI/2002 tentang Pedoman Peraturan Internal Rumah Sakit.
MEMUTUSKAN Menetapkan :
KESATU
:PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT AMALIA BONTANG
TENTANG PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI RAWAT
INAP DI RUMAH SAKIT AMALIA BONTANG
KEDUA
:Pedoman Pengorganisasian Instalasi Rawat Inap sebagaimana
tercantum dalam Lampiran peraturan ini.
KETIGA
: Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di
: Bontang
Pada Tanggal
: 07 April
2016
Direktur,
dr.Yuniarti Arbain
NIK. 1001.2011.08
LAMPIRAN PERATURAN DIREKTUR TENTANG PEDOMAN PENGORGANISASIAN RAWAT INAP
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANGPelayanan Keperawatan merupakan bagian integral dari seluruh pelayanan di Rumah Sakit. Pelayanan keperawatan yang diberikan tersebut haruslah mampu memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang professional. Profesionalisme dalam keperawatan bertujuan untuk menjamin kualitas asuhan keperawatan yang diberikan pada masyarakat, serta didasarkan pada pemahaman adanya suatu landasan ilmiah yang spesifik dan menjadi dasar pada praktek keperawatan, disertai dengan adanya kemampuan tenaga keperawatan untuk melaksanakan praktek keperawatan tersebut dan diterapkan untuk kesejahteraan manusia (Logan, 2002).
Satu hal yang harus kita ketahui bersama bahwa saat ini kebutuhan masyarakat akan informasi dan hukum sudah mengalami kemajuan. Masyarakat kita saat ini sudah sedemikian kritis dan telah menyadari tentang hak-hak yang harus mereka dapatkan pada saat mereka menerima service dari suatu jasa dalam hal ini jasa kesehatan. Dunia profesi kesehatan khususnya keperawatan juga telah mengalami perkembangan yang cukup berarti. Perkembangan profesi keperawatan di Indonesia masih berada pada masa transisi dari sifatnya vokasional menuju ke arah professional. Profesionalisme dalam keperawatan menuntut seorang perawat untuk memberikan suatu pelayanan asuhan keperawatan yang bermutu melainkan juga harus memenuhi standar keperawatan serta aturan atau ketentuan yang ada.
Profesional yang dimaksud dalam hal ini adalah suatu sikap dan tindakan yang mencerminkan pemahaman serta kemampuan penerapan dalam praktek sehari-hari yang berlandaskan pada bidang keilmuan yang spesifik, dimana semua hal tersebut diupayakan untuk terciptanya suatu pelayanan yang berkualitas dan mempunyai akontabilitas terhadap masyarakat. Pelayanan keperawatan professional pada dasarnya memberi penekanan pada kualitas dan mutu dari asuhan keperawatan. Mutu dari pelayanan keperawatan sangat mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan dan bahkan sering menjadi salah satu faktor penentu citra institusi pelayanan di mata masyarakat.
Seorang perawat profesional adalah seorang perawat yang menggambarkan dan menampilkan aktivitas keperawatan sesuai dengan kode etik profesi dalam berperan sebagai pemberi asuhan (care giver), pengelola, pendidik serta peneliti dan memiliki ciri yaitu berorientasi pada pelayanan
masyarakat berdasarkan dalam keilmuan dan kode etik professional keperawatan.
Untuk mencapai mutu pelayanan keparawatan maka dibuat visi, misi, falsafah serta struktur organisasi yang dapat menunjang terhadap peningkatan kualitas pelayanan keperawatan yang diberikan. Pelaksanaan asuhan keperawatan terhadap pasien harus berpedoman terhadap visi, misi, falsafah dan tujuan yang telah ditetapkan sehingga akan tercapai kepuasan pelanggan. Mengingat pelayanan keperawatan bersifat kompleks, maka dalam pemberian pelayanan harus terorganisir dengan baik, oleh karena itu diperlukan suatu pedoman pengelolaan didalam memberikan pelayanan keperawatan.
B. TUJUAN UMUM
Sebagai dasar dalam pembuatan kebijakan bagi unit kerja dalam memberikan pelayanan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Rumah Sakit Amalia Bontang.
C. TUJUAN KHUSUS
a. Memudahkan bagi pemberi jasa pelayanan keperawatan dalam memberikan pelayanan yang bermutu dan profesional.
b. Setiap pemberi jasa pelayanan Keperawatan dapat bekerja berdasarkan Visi, Misi, Falsafah dan Tujuan Pelayanan Keperawatan Rumah Sakit Amalia Bontang.
D. LANDASAN PELAYANAN KEPERAWATAN
Pelayanan keperawatan terselenggara dengan mengacu kepada :
1. Undang – Undang Republik Indonesia No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan 2. Peraturan Pemerintah No. 32 tahun 1996 tentang tenaga kesehatan
3. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 983 / Kes / SK / IV / 1992 tentang Pedoman Organisasi Rumah Sakit.
4. Undang – Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen 5. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1333 tahun 1999 tentang Standar
Pelayanan Rumah Sakit
6. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 436 / MENKES / SK / VI / 1993 Tentang Berlakunya Standar Pelayanan Rumah Sakit Dan Standar Pelayanan Medis di Rumah Sakit
7. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1239 / Menkes / SK / XI / 2001 tentang Registrasi dan Praktek Keperawatan
8. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 920 / Menkes / Per / XII / 86 tentang Upaya Pelayanan Kesehatan Swasta di Bidang Medik
9. Keputusan Munas VI PPNI No. 09 / MUNAS VI / PPNI / 2000 tentang Kode Etik Keperawatan Indonesia.
E. KEBIJAKAN PELAYANAN RAWAT INAP
1. Semua pasien rawat harus masuk melalui Instalasi Rawat jalan / IGD dan Registrasi rawat inap.
2. Semua pasien yang baru masuk ke ruang perawatan harus diterima, dibuatkan berkas rekam medis dan dilengkapi pengisian catatan medisnya oleh dokter ruangan, perawat dan bidan.
3. Data rekam medis pasien selama pasien di Rawat Inap menjadi tanggung jawab perawat dalam kerahasiaannya.
4. Setiap pasien yang di rawat inap harus mempunyai identitas yang sama dan sesuai dengan identitas diri pada rekam medis pasien.
5. Untuk memantau kualitas pelayanan asuhan keperawatan maka dilakukan kegiatan supervisi pelayanan secara rutin oleh kepala Instalasi dan kepala ruang.
6. Semua perawat yang melakukan pelayanan terhadap pasien harus mendokumentasikan pada lembar rekam medis yang sudah ditentukan. 7. Semua hasil pemeriksaan pasien Rawat Inap harus dimasukkan di dalam
berkas rekam medis, yang disimpan di Instalasi Rekam Medis.
8. Seluruh pelayanan keperawatan di Instalasi Rawat Inap harus berorientasi pada kepuasan pelanggan.
9. Pemberian obat kepada pasien harus sesuai etiket yang telah ditentukan.
10. Setiap pasien yang terbatas yang akan pindah ke ruangan lain harus diantar oleh perawat ruangan dengan memakai tempat tidur pasien.
11. Setiap pasien yang akan meninggalkan rumah sakit harus mempunyai surat ijin pulang dari kasir rawat inap.
12. Semua data pemeriksaan dan transaksi yang terjadi selama pasien dirawat harus langsung diinput ke dalam komputer oleh administrasi Rawat Inap.
13. Pasien dapat melakukan mutasi berdasarkan, yaitu : a. Atas permintaan sendiri
b. Atas Indikasi Medis c. Atas Kebijakan dari RS
14. Data transaksi atas semua pemeriksaan harus diinput oleh petugas administrasi rawat inap.
15. Penempatan pasien di ruang rawat/ kamar tertentu diputuskan bersama antara perawat dan petugas registrasi rawat inap.
16. Bila untuk penempatan pasien dibutuhkan pertimbangan khusus/pada kasus-kasus istimewa maka petugas admission/penerima pasien rawat inap dan perawat dapat melapor ke jajaran atasannya bila diluar jam kerja. 17. Rujukan pasien untuk pindah rawat / menjalani pemeriksaan penunjang
medik yang fasilitasnya tidak dimiliki RSAB dijalankan sesuai dengan prosedur rujukan yang berlaku.
18. Bila terjadi masalah kehilangan barang milik RSAB / barang pribadi milik pasien / karyawan yang terjadi di ruang perawatan maka perawat langsung melaporkan pada petugas keamanan dan selanjutnya harus mengikuti prosedur keamanan.
19. Semua kebutuhan obat dan alat kesehatan sebagai persediaan instalasi dan resep pasien, di ruang perawatan diatur pengambilannya ke apotik dan logistik farmasi.
20. Bila pasien dipulangkan oleh dokter, maka perawat segera mempersiapkan kelengkapan catatan medis pasien.
21. Perawat boleh mempersilahkan pasien untuk menyelesaikan administrasi rawat inap/pembayaran ke kasir rawat inap setelah petugas administrasi rawat inap / kasir / bagian keuangan menyatakan kesiapannya. 22. Semua pasien rawat inap dengan status pembayaran cash, yang telah
diijinkan pulang oleh dokter baru diijinkan perawat untuk meninggalkan RSAB setelah perawat menerima kembali formulir pemulangan pasien yang telah dicap tanda pembayaran oleh kasir rawat inap.
23. Setiap keluhan pasien yang diterima perawat harus dikoordinasikan melalui dokter ruangan dan jajaran diatasnya untuk segera dicarikan jalan keluar.
24. Perawat diharapkan mengawasi kelengkapan medis setiap pasien serta menindaklanjuti semua kekurangan pengisiannya terutama oleh dokter yang merawat.
25. Dokter visite, dokter menandatangani jasa visite dokter dalam slip pembayaran, apabila dokter yang melakukan visite bukan dokter penanggung jawab pasien tersebut, maka di slip pembayaran harus dicantumkan nama dokter yang melakukan visite dan dokter penanggung jawab. Slip pembayaran harus ditandatangani oleh dokter yang melakukan visite.
BAB II
GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT AMALIA BONTANG
Sejarah Rumah Sakit Amalia Bontang A. Aspek Legal
1. RS Amalia Bontang adalah Rumah Sakit Tipe D berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: HK.02.03/I/3493/2014 tentang penetapan kelas RS umum Amalia Bontang. 2. Izin Operasional Tetap berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas
Kesehatan Kota Bontang Nomor 440/030/SK-RS/XI/2014/DISKES.05. B. Gambaran Pelayanan RS Amalia Bontang
a. Unit / Instalasi Pelaksana Fungsional
b. Pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD 24 Jam) c. Pelayanan Rawat Jalan.
1) Poliklinik Mata
2) Poliklinik Penyakit Dalam.
3) Poliklinik Bedah (Umum, Onkologi dan Orthopedi) 4) Poliklinik THT.
5) Poliklinik Kulit dan Kelamin. 6) Poliklinik Syaraf.
7) Poliklinik Gigi. 8) Poliklinik Anak.
9) Poliklinik Obstetri dan Ginekologi (Kandungan). 10) Poliklinik Jantung.
d. Pelayanan Rawat Inap (disebutkan baik berdasarkan kelas ruang rawat inap maupun pengelompokan penyakit)
1) Ruang Perawatan lantai 1 ( Bangsal ruang nifas)
2) Ruang Perawatan lantai 2 (Ruang perawatan kelas 1, ruang perawatan kelas 2, ruang perawatan VIP, Super VIP)
3) Ruang Perawatan lantai 3 (Ruang perawatan kelas 1, ruang perawatan kelas 2, bangsal penyakit dalam pria, bangsal penyakit dalam wanita, bangsal bedah pria, bangsal bedah wanita, bangsal anak)
e. Fasilitas Penunjang Medis : 1) Laboratorium Klinik.
2) Radiologi (Foto Rontgen, USG) 3) Pelayanan Obat / Farmasi RS 24 jam 4) Pelayanan Ambulans.
5) Mobil Jenazah.
f. Fasilitas tempat tidur yang tersedia sebanyak 62TT. g. Lain-lain :
1) Konsultasi Kesehatan & Promkes 2) Imunisasi Bayi dan Dewasa. 3) Pelayanan Keluarga Berencana. 4) MCU & Pemeriksaan Kesehatan. 5) Visum et Repertum.
6) Layanan Asuransi Kesehatan - BPJS
- Jamkesda Bontang dan Sangatta - Kerja sama dengan asuransi swasta
BAB III
VISI, MISI, FALSAFAH, NILAI–NILAI DAN TUJUAN
RUMAH SAKIT AMALIA BONTANG
Era globalisasi saat ini ditandai dengan semakin ketatnya persaingan bidang usaha, termasuk bidang pelayanan kesehatan, serta tuntutan masyarakat yang semakin tinggi, seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan persepsi masyarakat tentang pelayanan kesehatan. Maka tidak dapat dielakkan lagi pelayanan kesehatan bergeser pada penyediaan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang bermutu dan sesuai dengan harapan masyarakat agar diterima, diminati dan memuaskan masyarakat (customer). Oleh karena itu perlu membentuk dan membangun budaya kerja Rumah Sakit Amalia Bontang yang wajib diwujudkan serta dilaksanakan dengan memegang nilai-nilai dasar sebagai acuan bagi seluruh civitasnya dalam berperilaku untuk dalam berbagai tugas pelayanan yang tersedia.
VISI
Menjadi Rumah Sakit Pilihan dengan Pelayanan Profesional dan Berkualitas di Kota Bontang
MISI
1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan holistik sesuai kebutuhan masyarakat.
2. Meningkatkan profesionalisme dan mengembangkan sumber daya rumah sakit sesuai standar.
3. Mewujudkan sistem tata kelola rumah sakit yang akuntabel. Sebagai rumah sakit diatas kami kami bertujuan untuk:
1. Menjadi Rumah Sakit Pilihan adalah Rumah sakit yang menjadi pilihan utama masyarakat dalam pelayanan kesehatan.
2. Memberikan Pelayanan Profesional adalah pemberian pelayanan oleh Tenaga yang berkompeten sesuai dengan standar dan kebijakan RS.
3. Memberi Pelayanan Berkualitas adalah Pelayanan yang aman, efektif, berorientasi pada pasien, efisien, tepat waktu, dan berkeadilan.
Penyelenggaraan Rumah Sakit dengan VISI, dan MISI diatas dilaksanakan dalam semangat sesuai MOTTO :
“Pelayanan Cepat, Ramah, dan Profesional”
NILAI-NILAI ORGANISASI
Di dalamnya terkandung maksud yang ingin menjawab untuk apa kami ada, bahwa kami mengutamakan pelanggan dalam arti tanpa pelanggan maka kami tidak berarti apa-apa. Kami sebagai pelayan dalam rumah sakit ini menguraikan motto tersebut diatas dalam bentuk nilai-nilai pelayanan sebagai berikut :
A-pik dan berpenampilan baik adalah komitmen rumah sakit yang menjaga citra dan menjaga nama baik rumah sakit dimata pemangku kepentingan
M-engutamakan komunikasi adalah komitmen rumah sakit yang selalu terbuka untuk komunikasi secara baik demi keberhasilan institusi dalam pelayanan
A-man dan profesional adalah komitmen rumah sakit yang percaya menerapkan keamanan dan profesionalitas dalam penyelenggaraan pelayanan adalah implementasi mutu yang dijunjung tinggi.
L-ong life education adalah komitmen rumah sakit yang percaya bahwa selalu belajar adalah jalan perbaikan memenuhi harapan pasien dan keluarga.
I-ntegritas adalah komitmen rumah sakit yang percaya bahwa kejujuran
adalah ruang hati yang subur untuk melahirkan kepercayaan
A-rif, Cerdas dan Bertanggung-Jawab adalah komitmen rumah sakit yang
percaya bahwa berpikir arif, cerdas dan bertanggung-jawab adalah pilar proses pelayanan dan penyembuhan secara holistik.
BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT AMALIA BONTANG
Rumah Sakit Amalia Bontang dipimpin oleh seorang Direktur. Dalam menjalankan tugasnya Direktur dibantu oleh beberapa perangkat antara lain Komite Medis, Komite Keperawatan, Komite Etik dan Hukum, Satuan Pengawas Internal. Kemudian Direktur membawahi langsung dua kepala bidang, yang membawahi beberapa bidang struktural maupun unit kerja fungsional yaitu Kepala Bidang Pelayanan dan Kepala Bidang Administrasi dan Umum.
Kepala Bidang Pelayanan akan membawahi langsung tiga subidang (Subidang Medik, Subidang Keperawatan, dan Subidang Penunjang Medik) dan empat instalasi (Instalasi Rawat Jalan, Instalasi Rawat Inap, Instalasi Rekam Medis, dan Instalasi IGD).
Kepala Bidang Administrasi dan Umum akan membawahi langsung Kepala Urusan SDM, Kepala Urusan Keuangan, Kepala Urusan Rumah Tangga, dan Kepala Urusan Umum
BAB V
STRUKTUR ORGANISASI UNIT KERJA
Struktur Organisasi Instalasi Rawat Inap mengacu kepada Struktur Organisasi Rumah Sakit Amalia Bontang. Instalasi Rawat Inap berada dibawah Direktur Pelayanan dan pada pelaksanaannya berada dibawah supervisi Kepala Keperawatan dan Ka. Instalasi Rawat Inap. Instalasi Rawat Inap dipimpin oleh seorang Kepala Instalasi yang akan mengkoordinasikan semua kegiatan pelayanan khususnya keperawatan di Instalasi Rawat Inap dengan dibantu oleh 1 (satu) orang kepala ruang perawatan. Kepala ruang perawatan dalam pelaksanaan tugas dibantu oleh Ketua Tim dan anggota tim.
STRUKTUR ORGANISASI INSTALASI RAWAT INAP
Rumah Sakit Amalia Bontang
DIREKTUR
RUMAH SAKIT AMALIA BONTANG
KEPALA BIDANG PELAYANAN
KEPALA INSTALASI RAWAT INAP KEPALA SUB BIDANG KEPERAWATAN KEPALA UNIT KAMAR BEDAH KEPALA RUANG RAWAT INAP LT. 3 KEPALA RUANG RAWAT INAP LT. 2 KEPALA UNIT OBSGYN DAN PERINATOLOGI
KATIM SORE ADMINISTRASI
IRNA
PERAWAT PELAKSANA PERAWAT PELAKSANA PERAWAT PELAKSANA
KATIM PAGI KATIM MALAM
KEPALA UNIT OBSGYN DAN PERINATOLOGI KEPALA INSTALASI RAWAT INAP KEPALA SUB BIDANG KEPERAWATAN
STRUKTUR ORGANISASI UNIT OBSGYN DAN PERINATOLOGI
STRUKTUR ORGANISASI RUANG RAWAT INAP LT. 2
Rumah Sakit Amalia Bontang
KEPALA SUB BIDANG KEPERAWATAN KEPALA INSTALASI RAWAT INAP KEPALA RUANG RAWAT INAP LT.2 ADMINISTRASI IRNA KETUA TIM B KETUA TIM A PERAWAT PELAKSANA PERAWAT PELAKSANA
KATIM SORE ADMINISTRASI
IRNA
PERAWAT PELAKSANA PERAWAT PELAKSANA PERAWAT PELAKSANA
KATIM PAGI KATIM MALAM
KEPALA RUANG RAWAT INAP LT.3 KEPALA INSTALASI RAWAT INAP
KEPALA SUB BIDANG KEPERAWATAN
STRUKTUR ORGANISASI RUANG RAWAT INAP LT. 3
Rumah Sakit Amalia Bontang
STRUKTUR ORGANISASI RUANG KAMAR BEDAH
Rumah Sakit Amalia Bontang
PENANGGUNGJAW AB KAMAR BEDAH KEPALA SUB BIDANG KEPERAWATAN KEPALA INSTALASI RAWAT INAP KEPALA RUANG KAMAR BEDAH ON LOOP ASISTEN PEKARYA ADMINISTRA SI INSTRUMEN
BAB VI
URAIAN JABATAN
1. SUB BIDANG KEPERAWATAN
PENGERTIAN
2. HASIL KERJA
3. URAIAN TUGAS
: Seorang tenaga keperawatan yang diberi tanggung jawab dan wewenang dalam mengawasi dan mengkoordinasikan kegiatan pelayanan keperawatan pada instalasi rawat inap dan rawat jalan Rumah Sakit Amalia Bontang.
:
1. Rencana kerja Sub Bidang Keperawatan
2. Usulan kebutuhan alat, obat – obatan dan tenaga Keperawatan
3. Usulan Pengembangan Staf Keperawatan.
4. Kendali pelaksanaan tugas bawahan dan penggunaan fasilitas keperawatan
5. Standar Asuhan Keperawatan dan Pelayanan Keperawatan
6. Usulan kebutuhan / penempatan tenaga perawat dan tenaga penunjang keperawatan
7. Standar prosedur / alur kerja pelayanan keperawatan
:
a. Melaksanakan fungsi perencanaan (P1) meliputi :
1. Menyusun falsafah keperawatan dan tujuan sesuai dengan falsafah dan tujuan rumah sakit. 2. Menyusun rencana kebutuhan tenaga
keperawatan dari segi jumlah maupun kualifikasi untuk unit – unit perawatan di wilayah tanggung jawabnya.
3. Menyusun program orientasi bagi tenaga perawat baru
4. Menyusun jadwal rapat dengan Ka Instalasi dan Karu.
5. Menyusun rencana kebutuhan peralatan keperawatan baik jumlah dan jenis yang dibutuhkan oleh unit – unit perawatan di wilayahnya (alat tenun, alat rumah tangga dan alat keperawatan lainnya).
6. Merencanakan jenis kegiatan pada unit – unit perawatan berdasarkan falsafah, tujuan dan kebijakan dibidang keperawatan, mencakup kegiatan lain yang berhubungan dengan bidang keperawatan.
b. Melaksanakan fungsi penggerakan dan pelaksanaan (P2) meliputi :
1. Melaksanakan program orientasi bagi perawat baru yang akan bekerja di Instalasi keperawatan yang berada di wilayah tanggung jawabnya.
2. Melaksanakan rapat kordinasi dengan Ka Instalasi dan Karu secara berkala atau sewaktu-waktu diperlukan.
3. Mendelegasikan tugas kepada Asmen / Ka Instalasi keperawatan bila berhalangan hadir. 4. Menganalisa dan mengkaji usulan kebutuhan
tenaga keperawatan dan peralatan yang diajukan oleh Ka Instalasi terkait. Hasil analisa tersebut untuk menyusun perencanan tahunan / semester kebutuhan tenaga maupun peralatan.
5. Melaksanakan penempatan tenaga
keperawatan melalui Ka Instalasi atas dasar usulan Ka Instalasi / Karu terkait.
8. Melaksanakan rotasi dan mutasi baik pengelola maupun pelaksana keperawatan, kordinasi dengan Ka Instalasi / karu terkait.
9. Menerima, menyusun dan meneruskan laporan hasil rapat staf serta kegiatan pelayanan keperawatan kepada Direktur Pelayanan secara rutin atau sewaktu – waktu sesuai kebutuhan, mencakup peristiwa penting lainnya.
10.Mengupayakan dan memelihara suasana kerja yang harmonis di tiap unit keperawatan yang berada di wilayah tanggung jawabnya
11.Memelihara hubungan baik dengan pasien dan keluarganya.
12.Menyusun tata tertib pelayanan / asuhan keperawatan sesuai dengan peraturan dan tata tertib RSAB.
13.Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Direktur, dalam rangka kelancaran pelaksanaan pelayanan keperawatan.
c. Melaksanakan fungsi pengawasan, pengendalian dan penilaian (P3)meliputi : 1. Mengawasi, mengendalikan dan menilai
penerapan Kebijakan Pelayanan, tata tertib dan etika profesi keperawatan yang berlaku, kordinasi dengan Ka Instalasi terkait.
2. Mengawasi, mengendalikan dan menilai pendayagunaan tenaga keperawatan secara efektif dan efisien.
4. Mengawasi, mengendalikan dan menilai pendayagunaan peralatan secara efektif dan efisien.
5. Melaksanakan supervisi secara berkala / sewaktu waktu ke ruang rawat inap dan rawat jalan agar tujuan pelayanan keperawatan yang diinginkan dapat tercapai. Supervisi dapat dilakukan mandiri atau bersama dengan asmen & Ka Instalasi / Karu.
6. Berperan serta dalam melaksanakan penilaian mutu pelayanan / asuhan keperawatan.
4. TANGGUNG JAWAB :
1. Kebenaran program pengembangan staf tenaga keperawatan.
2. Kebenaran dan ketepatan rencana kebutuhan dan penempatan tenaga keperawatan.
3. Kebenaran dan ketepatan dalam mengusulkan mutasi tenaga keperawatan.
4. Kebenaran dan ketepatan penempatan kebutuhan tenaga keperawatan.
5. Keobyektifan dan kebenaran penilaian kinerja tenaga keperawatan.
6. Kebenaran dan ketepatan usulan kebutuhan alat, obat-obatan.
7. Kebenaran, ketepatan kebutuhan dan penggunaan peralatan keperawatan.
8. Kebenaran dan ketepatan laporan berkala pelaksanaan pelayanan keperawatan.
5. WEWENANG :
1. Memberikan pengarahan dan bimbingan pelaksanaan tugas keperawatan.
2. Melakukan penilaian kinerja tenaga keperawatan (sesuai kebijakan rumah sakit) 3. Mengkoordinasikan, mengawasi dan
mengendalikan pelaksanaan dan penggunaan peralatan keperawatan.
4. Meminta informasi dan pengarahan kepada atasan.
5. Menanda tangani surat dan dokumen yang ditetapkan menjadi wewenang Manager Keperawatan.
6. Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan keperawatan.
5. PERSYARATAN DAN KUALIFIKASI
:
1. Lulusan S1 Keperawatan dengan pengalaman kerja minimal 1 tahun
2. Pernah menduduki jabatan structural. 3. Mempunyai kemampuan kepemimpinan
4. Mampu melaksanakan koordinasi dengan semua Bidang, Bagian dan staf dibawahnya
5. Mempunyai Loyalitas tinggi 6. Berkepribadian baik, berwibawa 7. Sehat jasmani dan rohani
2. KEPALA INSTALASI RAWAT INAP 1. NAMA JABATAN
PENGERTIAN
2. HASIL KERJA
3. URAIAN TUGAS
: KEPALA INSTALASI RAWAT INAP
: Seorang dokter yang diberi tanggung jawab dan wewenang untuk program, mempimpin, menyusun program, membina pelaksanaan,
mengkoordinasikan dan mengawasi
penyelenggarakan pelayanan perawatan sesuai dengan sistem dan prosedur (SPO) yang telah diteteapkan di bagian instalasi rawat inap Rumah Sakit Amalia Bontang.
:
- Usulan Rencana Kerja - Laporan Bulanan - Laporan Tahunan - Usulan SPO
:
1. Membuat sistem dan prosedur (SPO) dan peraturan-peraturan standar di instalasi
pelayanan rawat inap serta
mensosialisasikannya dengan baik dengan persetujuan Direktur.
2. Menyusun rencana operasional Instalasi Rawat Inap dengan menganalisis rencana kerja tahun sebelumnya, proyeksi kegiatan yang akan datang, berdasarkan arahan dari atasan agar pelaksanaan di Intalasi Rawat Inap dapat dilaksanankan dengna efektif dan efisien. 3. Melakukan monitoring dan supervisi di
Instalasi pelayanan rawat inap berdasarkan sistem dan prosedur yang telah ditetapkan. 4. Melakukan visite rutin setiap hari kepada
pasien di Instalasi Rawat Inap.
5. Melakukan kunjungan rutin atau sewaktu-waktu untuk menilai pelayanan.
6. Mengadakan rapat koordinasi dengan unit kerja terkait mengenai hal yang berhubungan dengan pelayanan di instalasi rawat inap sesuai dengan permasalahannya agar pelaksanaan pelayanan dapat berjalan efektif dan efisien.
7. Memberikan laporan kegiatan operasional kepada Direktur RSAB dalam bentuk laporan per periode.
8. Membuat program-program baru setiap periode dan diajukan dalam rapat manajemen. 9. Membuat catatan dan laporan personal staff,
kedisiplinan, kepatuhan terhadap peraturan dan tata tertib semua staff yang berada dibawahnya, untuk kemudian dilaporkan pada Manager Umum dan SDM.
4. TANGGUNG JAWAB :
1. Bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pelayanan Medik dan Keperawatan.
2. Bertanggung jawab terhadap kinerja bawahannya masing-masing dan bertanggung jawab terhadap total quality control pada hasil kinerja bawahannya.
3. Bertanggung jawab membuat SPO dan peraturan-peraturan standar di instalasi pelayanan rawat jalan.
4. Mengawasi dan mengendalikan pelayanan di Intalasi Rawat Inap
5. Memotivasi para karyawan di lingkungan instalasi rawat inap untuk dapat bekerja dengan baik.
6. Mengkoordinasikan dan mengendalikan penggunaan fasilitas dan pelaksanaan kedgiatan layanan rawat inap bagi pasien serta pengadministrasiannya, agar terjalin kerjasama untuk meningkatkan mutu pelayanan instalasi rawat inap.
7. Mempelajari program rumah sakit dan kebijakan Direktur Rumah Sakit sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas.
5. WEWENANG :
a. Menentukan sistim pelayanan Instalasi Gawat Darurat
b. Menentukan kebutuhan SDM dan fasilitas Instalasi Gawat Darurat
c. Menolak melakukan / mengambil tindakan bagi pasien dan keluarga yang tidak menandatangani surat persetujuan tindakan medik.
1. NAMA JABATAN : KEPALA RUANG RAWAT INAP
PENGERTIAN : Seorang tenaga keperawatan yang diberi tanggung jawab dan wewenang dalam mengatur dan mengendalikan kegiatan pelayanan keperawatan pada ruang rawat inap Rumah Sakit Amalia Bontang.
2. HASIL KERJA
3. URAIAN TUGAS
:
1. Rencana Kerja Kepala Ruang Rawat Inap 2. Usulan program di unit kerjanya
3. Usulan kebutuhan tenaga perawat di unit kerjanya.
4. Usulan kebutuhan obat – obatan, fasilitas dan peralatan keperawatan di unit kerjanya.
5. Usulan pemeliharaan fasilitas dan peralatan keperawatan di unit kerjanya
6. Laporan kegiatan harian, migguan, bulanan dan tahunan pelayanan keperawatan di unit kerjanya. : a. Melaksanakan fungsi perencanaan (P1) meliputi :
1. Merencanakan dan melaksanakan program kegiatan pelayanan keperawatan di unit kerjanya. 2. Menyusun rencana kebutuhan tenaga
keperawatan dari segi jumlah maupun kualifikasi untuk di ruang rawat, koordinasi dengan Ka. Instalasi
3. Merencanakan kebutuhan tenaga dalam setiap shift kerja ( pagi, sore, malam, termasuk hari libur ).
b. Melaksanakan fungsi penggerakan & pelaksanaan (P2) meliputi :
1. Mengatur dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan pelayanan diruang rawat, melalui kerja sama dengan petugas yang ada dan petugas lain yang bertugas diruang rawatnya.
2. Menyusun jadwal / daftar dinas, libur, cuti tenaga keperawatan dan tenaga lain sesuai dengan kebutuhan pelayanan dan peraturan yang berlaku di rumah sakit Amalia Bontang ( bulanan, mingguan, harian ).
3. Mengatur pembagian tugas perawat dan mengendalikan asuhan keperawatan.
4. Melaksanakan program orientasi kepada tenaga keperawatan baru / tenaga lain yang akan bekerja di ruang rawat di bawah tanggung jawabnya. 5. Memberi pengarahan, membimbing dan motivasi
bagi tenaga keperawatan untuk melaksanakan pelayanan/asuhan keperawatan sesuai ketentuan / standar yang berlaku
6. Mengadakan pertemuan berkala / sewaktu – waktu dengan staf keperawatan dan petugas lain yang bertugas di ruang rawat inap.
7. Memberi kesempatan / ijin kepada staf keperawatan untuk mengikuti kegiatan ilmiah/penataran dengan koordinasi Ka. Instalasi perawatan.
8. Mengelompokkan pasien dan mengatur penempatannya diruang rawat menurut tingkat kegawatan, infeksi/non infeksi, untuk kelancaran pemberian asuhan keperawatan.
9. Memberi motivasi kepada petugas dalam memelihara kebersihan lingkungan ruang rawat. 10. Meneliti pengisian formulir sensus harian pasien
di ruang rawat inap
11. Menyimpan berkas catatan medis pasien dalam masa perawatan diruang rawatnya dan selanjutnya mengembalikan berkas tersebut ke bagian Medical Record bila pasien keluar/pulang dari ruang rawat tersebut
12. Membuat laporan harian, bulanan dan tahunan mengenai pelaksanaan asuhan keperawatan serta kegiatan lainnya di ruang rawat inap, untuk disampaikan kepada atasannya Ka. Instalasi perawatan.
c. Melaksanakan fungsi pengawasan, pengendalian dan penilaian (P3) meliputi :
1. Mengendalikan kualitas system pencatatan dan pelaporan asuhan keperawatan dan kegiatan lain secara tepat dan benar.
2. Mengendalikan dan menilai pelaksanaan asuhan keperawatan yang telah ditentukan.
3. Menjamin kebijakan, peraturan, standar dan SPO dijalankan di unitnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku
4. TANGGUNG JAWAB
4. Mengawasi, mengendalikan dan menilai pendayagunaan tenaga keperawatan, peralatan dan obat-obatan secara efektif dan efisien.
5. Mengawasi dan menilai mutu asuhan keperawatan sesuai standard yang berlaku secara mandiri atau koordinasi dengan Tim Pengendalian Mutu Asuhan Keperawatan.
6. Menyelesaikan masalah keperawatan yang terjadi diunit dibawah supervisinya.
7. Mengawasi pelaksanaan sistem pencatatan dan pelaporan kegiatan asuhan keperawatan serta mencatat kegiatan lain di ruang rawat secara tepat dan benar.
8. Melakukan pengawasan terhadap inventaris barang – barang, alkes, ATK dan obat yang terdapat di unit kerja yang menjadi tanggung jawabnya.
9. Berperan aktif dalam presentasi kasus, kegiatan kendali mutu, pengendalian infeksi nosokomial dan kegiatan ilmiah lainnya dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan keperawatan khususnya di unit kerja yang menjadi tanggung jawabnya.
10.Melakukan tugas – tugas lain yang diberikan oleh pimpinan seperti kepanitian khusus atau tugas lain untuk kepentingan organisasi rumah sakit :
1. Kelancaran, ketepatan waktu pelaksanaan tugas tenaga keperawatan dan kepuasan pelanggan terhadap pelayanan keperawatan di unit kerjanya. 2. Kebenaran dan ketepatan usulan rencana kebutuhan
tenaga keperawatan, obat – obatan dan Peralatan keperawatan di unit kerjanya.
3. Keobyektifan dan kebenaran penilaian kinerja tenaga keperawatan di unit kerjanya
4. Kebenaran dan ketepatan pengaturan ketenagaan di unit kerjanya.
5. Kelancaran kegiatan orientasi perawat baru di unit kerjanya.
6. Kebenaran dan ketepatan penggunaan dan pemeliharaan peralatan keperawatan serta mutu asuhan keperawatan di unit kerjanya.
7. Kebenaran dan ketepatan penerapan SPO pelayanan Keperawatan di unit kerjanya.
8. Kebenaran dan ketepatan laporan pelaksanaan asuhan keperawatan di unit kerjanya.
5. WEWENANG :
1. Mengatur jadwal dinas perawat
2. Memberi petunjuk dan bimbingan pelaksanaan tugas kapada staf keperawatan di unit kerjanya. 3. Menilai, menegur dan memotivasi perawat
pelaksana di unit kerjanya.
4. Memimpin staf keperawatan untuk melaksanakan pelayanan keperawatan di unit kerjanya
5. Mengawasi, mengendalikan dan menilai pendayagunaan tenaga keperawatan, peralatan dan mutu asuhan keperawatan di unit kerjanya
6. Menanda tangani surat dan dokumen yang ditetapkan menjadi wewenang Ka. Ruangan.
7. Menghadiri rapat berkala dengan Ka. instalasi pelayanan keperawatan untuk kelancaran pelaksanaan pelayanan keperawatan.
4. KETUA TIM PERAWAT
1. NAMA JABATAN : KETUA TIM PERAWATAN RAWAT INAP PENGERTIAN
2. HASIL KERJA
: Seorang perawat professional yang diberi wewenang dan
tanggung jawab dalam mengkoordinasikan asuhan keperawatan pada sekelompok pasien rawat inap.
:
3. URAIAN TUGAS
1. Adanya dokumentasi pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien pada jam dinasnya. 2. Adanya dokumentasi pembagian tugas harian
anggota tim pada jam dinasnya
3. Laporan hasil pengawasan dan pengendalian pelayanan keperawatan pada saat jam dinasnya.
: 1. Mengatur dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan pelayanan pasien yang menjadi tanggung jawabnya pada jam dinasnya.
2. Melakukan pertolongan pertama kepada pasien dalam keadaan darurat secara tepat dan benar sesuai dengan kebutuhannya, serta protap yang berlaku. Selanjutnya segera melaporkan tindakan yang telah dilakukan kepada dokter ruang rawat / dokter penanggung jawab ruangan.
3. Mendokumentasikan dengan lengkap asuhan keperawatan yang diberikan pada pasien yang menjadi tanggung jawabnya.
4. Memberi pengarahan dan motivasi kepada anggota tim untuk melaksanakan Asuhan Keperawatan sesuai ketentuan / standar yang berlaku .
5. Mengatur, mengontrol dan mengkoordinasikan pemeliharaan peralatan yang dibutuhkan pasiennya agar selalu dalam keadaan siap pakai pada jam dinasnya.
6. Melaksanakan program orientasi kepada pasien baru dan keluarganya meliputi penjelasan tentang peraturan rumah sakit, tata tertib dan fasilitas yang ada.
7. Mendampingi dokter selama kunjungan keliling (visite dokter) dan mencatat rencana medik dari dokter.
8. Menyiapkan perlengkapan untuk pasien yang akan pulang, seperti obat – obatan, hasil pemeriksaan dan surat – surat yang diperlukan (Surat istirahat, resume keperawatan)
4. TANGGUNG JAWAB
9. Mengontrol dan memeriksa ketepatan pemberian asuhan keperawatan dan pemberian obat pada pada pasien yang menjadi tanggung jawabnya sesuai rencana medik dari dokter.
10.Mengisi daftar permintaan makanan, berdasarkan macam dan jenis makanan pasien kemudian memeriksa ulang pada saat penyajiannya sesuai dengan diitnya pada shift sore, malam dan hari libur.
11.Melaksanakan serah terima tugas kepada Ketua Tim shift berikutnya secara lisan maupun tertulis pada saat penggantian dinas.
12.Mengikuti pertemuan berkala yang diadakan oleh Ka. Ruang / Ka. Instalasi perawatan di unit kerjanya.
13.Berkoordinasi dengan kepala ruang / PJ Shift atau dokter spesialis terkait untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan pasien / keluarga.
14.Melakukan tugas – tugas lain yang diberikan oleh kepala ruang apabila diperlukan.
15.Melaporkan secara lisan dan tulisan kepada kepala ruang apabila terdapat hal – hal yang segera dilaporkan.
:
5. WEWENANG
1. Kebenaran dan ketepatan pengaturan ketenagaan dan pembagian tugas dalam timnya.
2. Kebenaran dan ketepatan penerapan asuhan keperawatan pada pasien yang menjadi tanggung jawabnya.
3. Kebenaran dan ketepatan pendokumentasian asuhan keperawatan pasien yang menjadi tanggung jawabnya pada jam dinasnya.
4. Kebenaran dan ketepatan laporan pelaksanaan asuhan keperawatan pasien yang menjadi tanggung jawabnya.
:
1. Membuat perencanaan asuhan keperawatan 2. Membuat penugasan, supervisi dan evaluasi 3. Memimpin anggota tim untuk melaksanakan
asuhan keperawatan pada pasien yang menjadi tanggung jawabnya pada jam dinasnya.
5. PERAWAT PELAKSANA
1. NAMA JABATAN : AGGOTA TIM PERAWATAN RAWAT INAP
PENGERTIAN : Seorang tenaga keperawatan yang diberi wewenang untuk melaksanakan pelayanan / asuhan keperawatan pada pasien di ruang rawat.
2. HASIL KERJA :
1. Adanya
dokumentasi asuhan keperawatan pasien yang berada dibawah tanggung jawabnya .
2. Adanya
dokumentasi pemakaian obat, alkes, peralatan perawatan dan medis tiap pasien yang berada dibawah tanggung jawabnya.
3. URAIAN TUGAS :
1. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien dibawah tanggung jawabnya.
2. Bekerjasama dengan anggota tim dan antar tim dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien.
3. Melaporkan pada ketua Tim tentang asuhan keperawatan yang dilaksanakan dan respon pasien.
4. Mendokumentasikan asuhan keperawatan yang dilaksanakan.
5. Memelihara kebersihan ruang rawat dan lingkungannya.
6. Menerima pasien baru sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
7. Melaksanakan program orientasi kepada pasien tentang ruangan dan lingkungan, peraturan / tata tertib yang berlaku, fasilitas yang ada dan cara penggunaannya, serta kegiatan kegiatan rutin sehari – hari diruangan.
8. Berperan serta melaksanakan latihan / mobilisasi pada pasien agar dapat mandiri 9. Melakukan pertolongan pertama kepada pasien dalam keadaan darurat secara tepat dan benar sesuai dengan kebutuhannya, serta protap yang berlaku. Selanjutnya segera melaporkan tindakan yang telah dilakukan kepada dokter ruang rawat / dokter penanggung jawab ruangan.
10.Memantau dan menilai kondisi pasien, dilanjutkan melakukan tindakan yang tepat berdasarkan hasil pemantauan tersebut dan sesuai dengan batas kemampuannya.
11.Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik dengan anggota tim dan antar tim.
12.Mengikuti pertemuan berkala yang diadakan oleh Ka. Ruang / Ka. Instalasi rawat inap.
13.Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan di bidang keperawatan, antara lain melalui pertemuan ilmiah dan pelatihan.
14.Melaksanakan serah terima tugas kepada angota tim / tim shift berikutnya secara lisan maupun tertulis, pada saat pergantian dinas.
15.Menyiapkan pasien yang akan pulang, meliputi :
a. Melatih pasien menggunakan alat Bantu yang dibutuhkan, seperti :
Tongkat penyangga Protesa, dll
b. Melatih pasien untuk melaksanakan tindakan keperawatan di rumah, misalnya
Merawat luka
Melatih anggota gerak
c. Menyediakan formulir untuk penyelesaian administratif, seperti : Surat izin pulang
Surat keterangan istirahat sakit Petunjuk diet
Resep obat untuk di rumah, jika diperlukan
Surat rujukan atau pemeriksaan ulang Surat keterangan lunas pembayaran,
d. Memberi penyuluhan kesehatan kepada pasien dan keluarganya sesuai dengan keadaan dan kebutuhan pasien, mengenai :
Diet
Pengobatan yang perlu dilanjutkan dan cara penggunaannya
Pentingnya pemeriksaan ulang di rumah sakit, puskesmas atau institusi pelayanan kesehatan lain. Cara hidup sehat, seperti
pengaturan istirahat, makanan yang bergizi atau bahan pengganti sesuai dengan cara keadaan sosial ekonomi.
e. Mengantar pasien yang akan pulang sampai ke pintu ruang rawat
4. TANGGUNG JAWAB :
1. Kelancaran, ketepatan
waktu pelaksanaan tugas keperawatan dan kepuasan pelanggan terhadap pelayanan keperawatan.
2. Kebenaran dan
ketepatan dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai standar
3. Kebenaran dan
ketepatan dalam mendokumentasikan pelaksanaan asuhan keperawatan / kegiatan lain yang diperlukan.
5. WEWENANG :
1. Meminta bantuan dan
bimbingan kepada ketua tim / atasan.
2. Memberikan asuhan
keperawatan kepada pasien / keluarga pasien sesuai standar yang telah ditetapkan.
7. BIDAN PELAKSANA RAWAT INAP & KAMAR BERSALIN
1. NAMA JABATAN : BIDAN PELAKSANA RAWAT INAP & KAMAR BERSALIN
PENGERTIAN
2. HASIL KERJA
3. URAIAN TUGAS
: Seorang tenaga bidan yang diberi tanggung jawab dan wewenang untuk melaksanakan pelayanan keperawatan / asuhan keperawatan dan asuhan kebidanan di ruang bersalin dan ruang perawatan kebidanan.
:
1. Adanya dokumentasi asuhan keperawatan dan asuhan kebidanan di unit kerjanya pada jam dinasnya.
2. Adanya dokumentasi pemakaian obat,alkes dan instrumen tiap pasien yang berada dibawah tanggung jawabnya.
:
1. Membaca laporan dan melaksanakan serah terima tugas pada saat pergantian dinas secara tertulis maupun lisan kepada petugas pengganti
2. Menyiapkan fasilitas dan lingkungan untuk kelancaran pelayanan dan memudahkan pasien dalam menerima pelayanan
3. Menerima pasien baru obstetri dan gynecology
4. Melakukan anamnese atau pengkajian, palpasi dan auskultasi untuk menentukan diagnosa kebidanan
5. Menyusun rencana asuhan dan tindakan kebidanan
6. Melaporkan hasil pengkajian/anamnese pasien kepada dokter kebidanan yang bersangkutan
7. Melaksanakan rencana tindakan sesuai instruksi dokter kebidanan
3. URAIAN TUGAS 8. Melaksanakan tindakan kedaruratan pada pasien sesuai prosedur sebelum dokter datang, antara lain :
Penanggulangan kasus Kolaps / shock reaksi alergi
9. Melakukan observasi kemajuan partus antara lain mengobservasi kontraksi uterus / his, detak jantung janin, periksa dalam bila tidak ada kontra indikasi
10.Melaksanakan partogram untuk menilai kemajuan partus
11.Melakukan tindakan CTG bila diperlukan 12.Memberikan bimbingan
13.Persalinan sesuai kondisi dan kebutuhan pasien
14.Melakukan pertolongan persalinan normal dalam keadaan darurat atau sesuai instruksi dokter kebidanan
15.Mendampingi dokter kebidanan visite pasien 16.Membantu / asisten dokter kebidanan dalam
pertolongan persalinan dan tindakan kebidanan.
17.Menerima bayi baru lahir dengan tindakan operasi di kamar operasi
18.Melaksanakan evaluasi tindakan kebidanan 19.Memantau dan menilai keadaan pasien,
antara lain : Proses persalinan Keadaan plasenta Keadaan bayi
Perdarahan sesudah persalinan
19.Merawat dan meneliti bayi baru lahir dan mencatat identitasnya, antara lain:
Memberi gelang identitas pada pergelangan tangan bayi (nama ibu dan ayah)
Melaksanakan cap ibu jari tangan kanan ibu, serta cap telapak jari kaki kiri dan kanan bayi pada berkas rekam medik Nilai apgar
20.Memindahkan ibu dan bayinya ke ruang rawat disertai berkas rekam medis melalui serah terima baik lisan maupun tulisan. 21.Menerima pasien pindahan dari kamar
operasi
3. URAIAN TUGAS 24.Memberikan konseling laktasi pada ibu hamil dan menyusui serta membantu ibu dalam menyusui .
25.Melaksanakan penyuluhan kesehatan kepada pasien antara lain :
- Vulva hygiene (sit bad) - Perawatan payuda - Perawatan masa nifas - Senam nifas
- Personal hygiene - Pemberian ASI - Rawat gabung
4. TANGGUNG JAWAB :
1. Kelancaran, ketepatan waktu pelaksanaan tugas dan kepuasan pelanggan terhadap pelayanan kebidanan di unit kerjanya pada jam dinasnya. 2. Kebenaran dan ketepatan dalam memberikan
asuhan keperawatan dan asuhan kebidanan
3. Kebenaran dan ketepatan dalam
mendokumentasikan pelaksanaan asuhan keperawatan dan asuhan kebidanan.
5. WEWENANG :
1. Meminta informasi dan petunjuk kepada atasan.
2. Memberikan asuhan keperawatan dan asuhan kebidanan kepada pasien / keluarga pasien sesuai standar yang telah ditetapkan.
6. PERSYARATAN & KUALIFIKASI 1. Pendidikan Formal 2. Pendidikan Non Formal 3. Pengalaman Kerja 4. Usia 5. Lain – Lain : : - D III Kebidanan : -
: - Sebagai Bidan Pelaksana minimal 1 - 2 tahun : - 26 - 35 tahun.
:
a. Dapat bekerjasama dalam tim/hubungan personal yang baik.
b. Rajin, jujur, loyal
BAB VII
TATA HUBUNGAN KERJA
A. Tata Hubungan Kerja Instalasi Rawat Inap
TATA HUBUNGAN KERJA INSTALASI RAWAT INAP DENGAN UNIT LAIN 1. ADMISSION/PENDAFTARAN
Setiap pasien yang akan dirawat di Instalasi Rawat Inap, pendaftaran dilakukan di bagian admission rawat inap, bagian admission akan menghubungi petugas rawat inap untuk menyiapkan kamar sesuai permintaan pasien.
2. IGD
Pasien IGD yang memerlukan perawatan maka Petugas IGD akan menghubungi perawat rawat inap untuk memberitahukan akan ada pasien baru dari IGD yang akan dirawat / memerlukan perawatan. Pasien dari IGD akan diantar ke instalasi rawat inap oleh perawat IGD. Instalasi rawat inap apabila memerlukan mobil ambulance untuk pasien yang akan dilakukan pemeriksaan / tindakan keluar RS dan pasien pulang dengan menggunakan ambulance maka perawat rawat inap akan menghubungi petugas IGD untuk pemesanan penggunaan mobil ambulans.
3. IRJ
-Pasien dari Instalasi rawat jalan yang memerlukan perawatan akan dibuatkan surat pengantar rawat oleh dokter yang memeriksa, pasien diantar ke Instalasi rawat inap oleh perawat IRJ.
IRJ
KASIR
GIZI
IGD
Logistik
Farmasi
Instalasi
Farmasi
Logistik
Umum
INSTALASI
RAWAT INAP
Driver
Admission
Umum/
Tehnisi
Umum/
Keamanan
Laboratotium
Radiologi
Kamar
Operasi
Laundry
-Pasien IRNA yang memerlukan tindak lanjut / konsul ke dokter spesialis lain pada jam kerja, perawat akan menghubungi dokter konsulen dan bila kondisi pasien memungkinkan maka pasien akan diantar oleh perawat IRNA ke IRJ. (Prosedur konsul pasien IRNA ke dokter spesialis yang sedang proktek sesuai prosedur).
4. KAMAR OPERASI
Pasien IRNA yang memerlukan tindakan operasi akan dibuatkan surat pengantar operasi oleh dokter, kemudian penanggung jawab / keluarga pasien dianjurkan kebagian admission untuk penjelasan tentang biaya operasi, Perawat menginformasikan ke Kamar operasi tentang rencana tindakan pembedahan cito / elektif mengenai jam Operasi, jenis Tindakan dan Dokter yang mengirim. Apabila ada pasien dari Kamar Bedah yang memerlukan ruang perawatan maka dokter akan membuatkan surat pengantar rawat, keluarga diminta kebagian admission untuk mengurus kamar perawatan.
5. REKAM MEDIS
Semua pasien baru yang masuk ke ruang perawatan harus di buatkan berkas rekam medis dan dilengkapi pengisian catatan medisnya oleh dokter ruangan, perawat dan atau bidan. Data Rekam Medis pasien selama pasien di rawat inap menjadi tanggung jawab perawat dalam kerahasiannya. Semua pasien sesudah pulang rawat, maka berkas rekam medis pasien akan dikembalikan oleh petugas ADM IRNA ke Instalasi Rekam Medis.
6. INSTALASI GIZI
Semua Pasien rawat inap kebutuhan gizi selama dirawat dilayanai dari instalsi gizi RSAB. Setiap pasien baru masuk ruang perawatan , akan dilaporkan ke Instalasi gizi untuk kebutuhan kebutuhan diet pasien melalui telpon, petugas gizi akan mengambil form permintaan makan atau diet pasien ke rawat inap. 7. INSTALASI LABORATORIUM
Pasien IRNA yang membutuhkan pemeriksaan laboratorium akan dibuatkan formulir permintaan pemeriksaan laboratorium oleh dokter dan formulir akan diinput oleh petugas ADM, sebelum dikrim ke laboratorium. TPK akan mengirim form permintaan laboratorium.
Untuk pemeriksaan laboratorium cito, formulir langsung dikirim saat itu juga dan sample segera diambil oleh petugas analis dan setelah hasil segera dilaporkan ke IRNA. Untuk pemeriksaan rutin / direncanakan, form pemeriksaan dikirim ke laboratorium pada malam hari jam 20.00 WIB dan sample akan diambil oleh petugas laboratorium pada jam 06.00 pagi.
8. INSTALASI RADIOLOGI
Pasien IRNA memerlukan pemeriksaan radiology, dibuatkan formulir permintaan RO oleh dokter, perawat IRNA akan menginformasikan bagian radiology tentang permintaan pemeriksaan radiology dan petugas radiology akan menghubungi perawat bahwa pasien sudah bisa diantar ke bagian radiologi.
9. INSTALASI FARMASI
Untuk keperluan / pengadaan obat dan alkes pasien rawat inap, dokter jaga / dokter Penanggung jawab pasien akan membuatkan resep 1 hari (daily dose) setelah diinput oleh petugas ADM IRNA resep tersebut diserahkan ke farmasi, setelah obat dan alkes tersedia petugas farmasi akan menghubungi perawat
rawat inap untuk pengambilan obat dan alkes. Untuk obat dan alkes cito dapat diambil pada saat itu.
10. KASIR
Pasien IRNA yang akan menyelesaikan administrasi, pembayaran biaya perawatan, tindakan keluar rumah sakit dan biaya operasi maka perawat maupun petugas ADM rawat inap menghubungi kasir rawat inap, dan meminta keluarga pasien untuk ke kasir rawat inap guna menyelesaikan administrasi.
11. LOGISTIK FARMASI
Kebutuhan obat dan alat medis di IRNA diperoleh dari logistik farmasi dengan cara petugas IRNA mengisi formulir permintaan barang farmasi (khusus untuk barang floorstock / barang baru) dan menyerahkan formulir permintaan ke bagian logistik farmasi dan bila barang sudah siap, akan diambil oleh petugas IRNA ke logistik farmasi. Untuk emergency stock, petugas IRNA akan langsung mengambil penggantian barang yang telah dipakai ke logistic farmasi, bila barang sudah siap.
12. LOGISTIK UMUM
Untuk pengadaan ATK dan ART IRNA, petugas IRNA membuat permintaan ATK dan ART dan menyerahkan formulir permintaan ke bagian logistic farmasi, bila barang sudah siap, petugas IRNA akan mengambil barang ke logistik umum.
Jadwal pengambilan ATK ( Selasa – Jum’at), ART (Senin, Rabu dan Jum’at). 13. LAUNDRI
Pendistribusian alat tenun kotor dan bersih dilakukan di bagian laundry. Pagi, alat tenun kotor akan dihitung petugas laundry bersama TPK / perawat dan akan dibawa petugas laundry untuk dicuci. Siang, alat tenun bersih akan diserahkan petugas laundry kepada perawat / TPK.
14. TEKNISI / Umum
Bila IRNA memerlukan service / perbaikan alat, perawat akan membuat formulir perbaikan / permintaan service ke bagian umum, kemudian bagian umum akan menindak lanjuti permintaan tersebut.
15. KEUANGAN
Apabila pasien IRNA memerlukan kasbon untuk tindakan medis ke luar RSAB dimana fasilitas tersebut tidak ada di RSAB, maka perawat / ADM IRNA akan menghubungi bagian keuangan untuk keperluan kasbon tersebut dan bila ada pasien IRNA yang tunggakan biaya rawat inapnya sudah besar / uang muka belum ada / tidak mencukupi, maka perawat / ADM IRNA akan mengingatkan bagian keuangan untuk penagihan.
18. SUPIR / UMUM
Pasien IRNA yang memerlukan pemeriksaan / tindakan diluar RSAB dan pasien yang perlu rujukan ke rumah sakit lain, serta pasien IRNA yang akan pulang, dapat menggunakan ambulance RSAB, bila keadaan memungkinkan. Untuk permintaan Ambulan, petugas IRNA akan menghubungi petugas IGD, petugas IGD menghubungi bagian umum / Keamanan, bagian umum / Danru menginstruksikan pada supir ambulan untuk mengantar pasien.
19. KEAMANAN/UMUM
Bila ada pasien IRNA yang meninggal, maka setelah jenazah dirapikan akan diantar ke kamar jenazah dengan terlebih dahulu menginformasikan kebagian Umum / Keamanan ( prosedur pasien meninggal sesuai SPO terlampir )
Pengaturan pengunjung diluar jam berkunjung rawat inap, dilakukan koordinasi antara petugas keamanan dengan perawat IRNA.
BAB VIII
POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI
A. Pola Ketenagaan Dan Kualifikasi SDM Instalasi Rawat Inap No . Nama Jabatan Kualifikasi Kebutuh an Pendidikan Sertifikat / Pelatihan
1. Ka. Instalasi
Rawat Inap Dokter Umum
- Pelatihan ATLS 1 orang 2. Ka. Ruang IRNA S1/ D3 Keperawatan / D3 Kebidanan - Pelatihan BTCLS - Pelatihan Askep - Pelatihan Evakuasi Pelatihan penanggulangan infeksi 3 orang 3. Ketua Tim S1/ D3 Keperawatan
Pelatihan Basic Life Support
7 orang 4. Perawat Pelaksana /Anggota Tim IRNA S1/ D III Keperawatan
Pelatihan Basic Life Support
20 orang 5. Bidan Pelaksana IRNA D3 Kebidanan Pelatihan BLS
Pelatihan APN 9 orang
B. Dasar Penghitungan Ketenagaan Rawat Inap adalah sbb :
1. Penghitungan kebutuhan tenaga perawat di ruang Rawat Inap, berdasarkan :
a. Jumlah jam perawatan yang dibutuhkan per pasien / hari
- Penyakit Dalam 3,4 jam
- Bedah 3,5 jam
- Campuran Bedah & Peny. Dalam 3,4 jam
- Neurologi 3,8 jam
- Post Partum 3 jam
- Bayi / Neonatus 2,5 jam
- Anak 4 jam
- Kamar Bersalin 5-8 jam
- Gawat 10-12 jam
Jumlah rata – rata jam perawatan yang dibutuhkan per pasien dalam 24 jam.
b. Hari kerja efektif perawat dalam 1 tahun
1. Jumlah jaga perawatan yang di terima pasien selama 24 jam 2. Jumlah TT dan BOR
3. Jumlah hari dalam 1 tahun 365 hari
4. Jumlah hari kerja non efektif dalam 1 tahun - Jumlah hari minggu 52 hari
- Libur nasional 12 hari - Cuti tahunan 12 hari
5. Jumlah hari efektif dalam 1 tahun 365 – 76 = 289 hari 6. Jumlah hari efektif per minggu 289 hari : 7 = 41 minggu 7. Antisipasi tenaga yang cuti, sakit, pendidikan, dsb = 25% c. Jumlah jam kerja efektif dalam 1 tahun
- Jam kerja dalam 1 tahun (41 minggu) x 40 jam = 1640 jam/tahun d. Jumlah TT dan BOR
Penghitungan kebutuhan tenaga keperawatan di Rawat Inap
[ Jml Jam perawatan x 52 mg x 7 hr x Jml TT x BOR ] Tenaga Perawat = --- + koreksi 25%
(41) Jmlh minggu efektif x 40 Jam
2. Faktor – faktor yang mempengaruhi perhitungan tenaga perawat a. Faktor Pasien :
- Tingkat kompleksisitas dan lamanya kebutuhan perawatan - Jenis penyakit, usia dan tipe pasien
- Fluktuasi pasien - Sosial ekonomi pasien
- Harapan pasien dan keluarga b. Faktor Tenaga
- Jumlah dan komposisi tenaga, pendidikan dan pengalaman - Kebijakan pengaturan dinas
c. Faktor Lingkungan
- Tipe dan lokasi Rumah Sakit - Lay Out ruang perawatan
- Fasilitas dan jenis layanan yang diberikan - Kelengkapan perawatan
- Layanan penunjang
- Macam kegiatan yang di laksanakan d. Faktor Organisasi
- Mutu pelayanan
- Kebijakan pembinaan dan pengembangan staf
1.
Rumus Jumlah Tenaga Perawat di Instalasi rawat inap L antai . 3 Cara Gillies
Rumusnya:
A x B x C = F = H ( C – D ) x E G
Keterangan:
A : Rata-rata jumlah perawatan/klien /hari B : Rata-rata jumlah klien/hari
C : Jumlah hari/tahun
D : Jumlah hari libur masing-masing perawat E : Jumlah jam kerja masing-masing perawat
F : Jumlah jam perawatan yang dibutuhkan pertahun G : Jumlah jam perawata yang diberikan perawat/tahun H : Jumlah perawat yang dibutuhkan untuk unit tersebut
Jumlah kebutuhan perawat di lantai 3 Jumlah rata- rata pasien Total care = 4 jumlah rata- rata pasien parsial care = 10 jumlah rata- rata pasien minimal care = 10
4 x 24 × 365 = 35040 = 15 perawat 365 – 73 × 8 2.256
2.
Rumus Jumlah Tenaga Perawat di Instalasi rawat inap Lantai. 2 Cara Gillies
Rumusnya:
A x B x C = F = H ( C – D ) x E G
Keterangan:
A : Rata-rata jumlah perawatan/klien /hari B : Rata-rata jumlah klien/hari
C : Jumlah hari/tahun
D : Jumlah hari libur masing-masing perawat E : Jumlah jam kerja masing-masing perawat
F : Jumlah jam perawatan yang dibutuhkan pertahun G : Jumlah jam perawata yang diberikan perawat/tahun H : Jumlah perawat yang dibutuhkan untuk unit tersebut
Jumlah kebutuhan perawat di lantai 3 Jumlah rata- rata pasien Total care = 2 jumlah rata- rata pasien parsial care = 5 jumlah rata- rata pasien minimal care = 4
4 x 11 × 365 = 16060 = 7 perawat 365 – 73 × 8 2.336
3.
Rumus Jumlah Tenaga bidan di ruang bersalin dan perinatologi Cara Gillies
Rumusnya:
A x B x C = F = H ( C – D ) x E G
Keterangan:
A : Rata-rata jumlah perawatan/klien /hari B : Rata-rata jumlah klien/hari
C : Jumlah hari/tahun
D : Jumlah hari libur masing-masing perawat E : Jumlah jam kerja masing-masing perawat
F : Jumlah jam perawatan yang dibutuhkan pertahun G : Jumlah jam perawata yang diberikan perawat/tahun H : Jumlah perawat yang dibutuhkan untuk unit tersebut
Jumlah kebutuhan perawat di lantai 3 Jumlah rata- rata pasien Total care = 3 jumlah rata- rata pasien parsial care = 4 jumlah rata- rata pasien minimal care = 5
4 x 11 × 365 = 16060 = 8 bidan 365 – 73 × 8 2.336
BAB IX
KEGIATAN ORIENTASI
PROGRAM ORIENTASI
Program orientasi atau masa percobaan merupakan salah satu program
dibidang kepegawaian dalam memberi pengarahan dan bimbingan serta
mempersiapkan para pegawai baru agar dapat bekerja cepat, tepat, dan
efisien sesuai dengan peran dan fungsinya.
Program orientasi di Rumah Sakit Amalia Bontang terbagi menjadi 2 (dua),
yaitu :
1. ORIENTASI UMUM
Program ortientasi umum adalah proses pengenalan secara umum
tentang organisasi, tanggung jawab, hak dan kewajiban perawat. Masa
orientasi umum diadakan masa orientasi umum diadakan 3 hari (jadwal
terlampir)
2. ORIENTASI KHUSUS
Program orientasi khusus adalah proses pengenalan secara khusus
tentang organisasi, tanggung jawab, hak dan kewajiban, standar prosedur
per unit kerja untuk seluruh calon karyawan berdasarkan profesi dan unit
kerja masing-masing.
Masa orientasi khusus diadakan selama 4 hari (jadwal terlampir) kemudian
dilanjutkan dengan on the job training sealam 1 bulan .
Setelah menjalani masa orientasi khusus kepala instalasi dan kepala
ruangan memberikan penilaian terhadap calon karyawan . jika memenuhi
standar nilai yang di tetapkan maka calon karyawan dinyatakan lulus pada
masa orientasi. Kemudian calon pegawai tersebut diberi surat kelulusan
dan diserahkan pada kepegawaian untuk dapat di proses agar dapat
diangkat sebagai karyawan.
Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan Keperawatan yang professional, bidang Keperawatan Rumah Sakit Amalia Bontang melakukan kegiatan orientasi / pengenalan lingkungan kerja (on job training) yang dilakukan pada perawat baru dan perawat lama ( tetap) yang di rotasi / di mutasikan ke unit – unit perawatan.
Kegiatan orientasi memberikan pengarahan dan bimbingan serta mempersiapkan perawat agar dapat bekerja cepat dan tepat sesuai dengan peran dan fungsinya. Adapun program orientasi perawat lama dilakukan sebagai upaya peningkatan kemampuan dan pengembangan SDM Keperawatan. Untuk mempermudah pelaksanaan kegiatan orientasi ini dibedakan menjadi 2 (dua) area, yaitu
Kegiatan orientasi pada perawat baru
Kegiatan orientasi perawat lama yang dirotasi / mutasi ke unit rawat inap
Kegiatan orientasi di unit rawat inap selama 3 ( tiga ) bulan dikelola oleh kepala ruang dengan tujuan agar perawat yang baru direkrut / dirotasi
dapat memahami semua ketentuan, prosedur, dan petunjuk teknis yang berlaku di ruang rawat inap RSAB. Orientasi diselenggarakan selama 3 (tiga) bulan di ruang rawat inap. Kegiatan orientasi dilaksanakan dengan metode ceramah, simulasi, observasi, on job training / praktek kerja.