• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nilai-nilai pendidikan dalam novel Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela karya Tetsuko Kuroyanagi - USD Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Nilai-nilai pendidikan dalam novel Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela karya Tetsuko Kuroyanagi - USD Repository"

Copied!
136
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Fransisca Ninik Ramayanti
  • Pengajar:
    • Prof. Dr. Pranowo, M.Pd.
    • Drs. J. Prapta Diharja, S.J., M.Hum.
    • Dr. Yuliana Setiyaningsih, M.Pd.
  • Sekolah: Universitas Sanata Dharma
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah
  • Topik: Nilai-nilai Pendidikan dalam Novel Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela karya Tetsuko Kuroyanagi
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2010
  • Kota: Yogyakarta

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang masalah yang melatarbelakangi penelitian nilai-nilai pendidikan dalam novel 'Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela'. Penulis mengungkapkan keprihatinan terhadap sistem pendidikan di Indonesia dan bagaimana novel ini dapat menjadi cermin untuk memperbaiki pendidikan tersebut. Ditekankan bahwa karya sastra tidak hanya mengandung nilai estetika tetapi juga nilai-nilai kehidupan yang dapat dipetik oleh pembaca.

1.1 Latar Belakang Masalah

Dalam sub-bab ini, penulis menjelaskan pentingnya karya sastra sebagai alat pendidikan. Novel 'Totto-Chan' diangkat sebagai objek penelitian karena mengandung nilai-nilai pendidikan yang relevan dengan kehidupan. Penulis berharap pembaca dapat memahami arti pendidikan yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada pendidikan formal di sekolah.

1.2 Rumusan Masalah

Di sini, penulis merumuskan dua pertanyaan utama: pertama, nilai-nilai pendidikan apa saja yang terdapat dalam novel? Kedua, bagaimana relevansi nilai-nilai tersebut terhadap pendidikan di Indonesia? Rumusan ini menjadi fokus utama penelitian.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan dalam novel serta relevansinya dengan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pendidikan dan sastra.

II. LANDASAN TEORI

Bagian ini membahas teori-teori yang mendasari penelitian, termasuk penelitian yang relevan, hakikat nilai pendidikan, dan pendekatan struktural dalam analisis sastra. Penulis menguraikan berbagai definisi pendidikan dan nilai-nilai yang terkandung dalam karya sastra.

2.1 Penelitian yang Relevan

Penulis membandingkan penelitian ini dengan dua penelitian sebelumnya yang membahas nilai pendidikan dalam karya sastra. Penelitian pertama mengkaji novel 'Laskar Pelangi', sedangkan penelitian kedua menggunakan pendekatan semiotika pada novel 'Totto-Chan'. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian ini memiliki fondasi yang kuat dalam kajian sastra.

2.2 Kajian Teori

Sub-bab ini menjelaskan hakikat nilai pendidikan, di mana pendidikan dianggap sebagai proses untuk menghasilkan perubahan dalam tingkah laku manusia. Penulis juga menguraikan pilar-pilar pendidikan yang diusung oleh UNESCO dan bagaimana hal ini relevan dengan konteks pendidikan di Indonesia.

III. METODOLOGI PENELITIAN

Bagian ini menjelaskan metode yang digunakan dalam penelitian, termasuk jenis penelitian, subjek dan objek penelitian, serta teknik pengumpulan data. Metode deskriptif kualitatif dipilih untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan dalam novel.

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan dalam novel. Penulis menjelaskan bahwa metode ini memungkinkan analisis mendalam terhadap teks sastra.

3.2 Subjek dan Objek Penelitian

Subjek penelitian adalah novel 'Totto-Chan', sementara objeknya adalah nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam cerita. Penulis menekankan pentingnya pemilihan objek yang tepat untuk mencapai tujuan penelitian.

IV. NILAI-NILAI PENDIDIKAN NOVEL TOTTO-CHAN

Bagian ini membahas berbagai nilai pendidikan yang terdapat dalam novel 'Totto-Chan', seperti kesederhanaan, kemandirian, saling menghormati, tanggung jawab, kesabaran, kebijaksanaan, persahabatan, pantang menyerah, dan pendewasaan diri. Setiap nilai dijelaskan dengan rinci dan dihubungkan dengan karakter dalam novel.

4.1 Nilai-nilai Pendidikan

Penulis mengidentifikasi sembilan nilai pendidikan yang terdapat dalam novel dan menjelaskan bagaimana nilai-nilai ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap nilai dihubungkan dengan pengalaman dan karakter dalam cerita, menunjukkan bagaimana pendidikan dapat membentuk kepribadian seseorang.

4.2 Relevansi Nilai-nilai Pendidikan

Sub-bab ini membahas bagaimana nilai-nilai pendidikan dalam novel dapat diterapkan dalam konteks pendidikan di Indonesia. Penulis menekankan pentingnya sistem pendidikan yang memberikan kebebasan dan keleluasaan kepada siswa untuk belajar dan berkembang.

V. PENUTUP

Bagian penutup menyimpulkan hasil penelitian dan memberikan saran untuk pengembangan pendidikan di Indonesia. Penulis berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan.

5.1 Kesimpulan

Penulis menyimpulkan bahwa nilai-nilai pendidikan dalam novel 'Totto-Chan' sangat relevan untuk diterapkan dalam pendidikan di Indonesia. Nilai-nilai ini dapat membantu siswa dalam mengembangkan karakter dan kepribadian yang baik.

5.2 Implikasi

Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan harus mencakup aspek-aspek yang lebih luas, termasuk nilai-nilai moral dan etika. Penulis menyarankan agar pendidik mengintegrasikan nilai-nilai ini dalam kurikulum.

Referensi Dokumen

  • Uncle Tom's Cabin ( Harriet Beecher Stowe )

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan struktur novel Rumah Tanpa Jendela karya Asma Nadia, (2) nilai-nilai pendidikan dalam novel Rumah Tanpa Jendela

Di Sekolah Tomoe kepribadian murid dapat berkembang menjadi lebih baik dengan adanya pendidikan yang tepat.. Sistem pendidikan di Sekolah Tomoe menggunakan sistem

rcv.l yang bercerita tenlafg eoFne eadis cilik yang bhs diprnsgil dengar Tono-chan oleh omng sekitamya. la memiliki nsa kcinginhnu yang sngar.. bew Jan hipcnkril

Dalam Kutipan kalimat di atas, guru Kobayashi ingin mengajarkan kepada anak/muridnya (Tottochan) tentang hubungan sosialnya dengan orang lain baik di sekolah atau di

Tidak ada gunanya pengetahuan (fungsi kognisi) dan perasaan (fungsi afektif) jika tidak diwujudkan dalam pentuk perbuatan (amalan). Begitu pula dengan materi kurikulum PAI

Selain peran Kepala Sekolah Sosaku Kobayashi dalam membina dirinya menjadi seseorang yang memiliki konsep diri dan nilai moral yang baik, peran orang tua dalam hal ini yang

Dapat disimpulkan bahwa sistem pendidikan di Sekolah Tomoe menggabungkan antara anak-anak normal dengan anak-anak yang tidak normal di dalam satu pelayanan pendidikan

Key word: character, image, kretek Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan citra wanita tokoh utama dalam novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala sebagai alternatif