FORM-1
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER PROGRAM STUDI D3/S-1/S2/PROFESI
A. IDENTITAS
Nama Program Studi PROFESI NERS Tgl. Direvisi:
Nama Mata Kuliah (MK) KEPERAWATAN JIWA Kode/Bobot MK: 15WP09105
Semester 1
Dosen Pengampu 1. Uswatun Hasanah S.Kep.Ns.,M.Kep.Sp.J (PJMK) 2. Dr. Mundakir, S.Kep.Ns.,M.Kep
3. Reliani, S.Kep.Ns.,M.Kes
4. Rustafaringingsih, S.Kep., Ns, M.Kep
Waktu Perkuliahan 1. 3 Minggu 2.
B. CAPAIAN PEMBELAJARAN LULUSAN
No Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Program Studi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) 1 Pengetahuan ( Knowledge)
1. Menguasai teori keperawatan, khususnya konseptual model dan middle range theories;
2. Menguasai nilai-nilai kemanusiaan (humanity values)
3. Menerapkan dan mengevaluasi teknik, prinsip dan prosedur pelaksanaan asuhan/ praktek keperawatan berbasis bukti yang dilakukan secara mandiri atau berkelompok , pada bidang keilmuan keperawatan jiwa
4. Menerapkan konsep dan teknik penegakkan diagnosis asuhan keperawatan
5. Menerapkan pengetahuan faktual tentang sistem informasi asuhan keperawatan dan kesehatan 6. Menerapkan konsep teoretis komunikasi
terapeutik
7. Mengembangkan pola piker kritis, logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan 8. Menggunakan salah satu referensi dari hasil
penelitian yang berkaitan dengan keperawatan.
Setelah mengikuti praktik profesi Keperawatan Jiwa mahasiswa mampu:
1. Melakukan komunikasi yang terapeutik dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan jiwa.
2. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim.
3. Menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab.
4. Memberikan asuhan keperawatan kepada individu, anak dan keluarga yang mengalami masalah adaptasi bio-psiko-sosio spiritual terutama masalah gangguan jiwa dengan core problem; Hallusinasi, Waham, Harga Diri Rendah, Isolasi Sosial, Bunuh Diri, Perilaku Kekerasan dan Defisit Perawatan Diri. peserta pratik melakukan proses keperawatan jiwa
5. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal.
6. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik, agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik.
7. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien.
8. Mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif.
9. Mengembangkan pola pikir kritis, logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan jiwa.
10. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik, kontinyu dan konsisten.
11. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya.
12. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko.
13. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan 2 Sikap (Attitude)
1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius berdasarkan Alquran dan Sunnah
2. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama dan Akhlakul Karimah
3. menginternalisasi nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan, norma, dan etika akademik
4. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada Agama, negara dan bangsa;
5. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, khilafiyah, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain 6. Berkontribusi dalam peningkatan mutu
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan Agama dan Pancasila
7. Menunjukkan sikap bertanggungjawab dan amanah atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri
8. mampu bertanggung gugat terhadap praktik profesional meliputi kemampuan menerima tanggung gugat terhadap keputusan dan tindakan profesional sesuai dengan lingkup praktik di bawah tanggungjawabnya, dan hukum/peraturan perundangan
9. Mampu melaksanakan praktik keperawatan dengan prinsip etis dan peka budaya sesuai dengan Kode Etik Perawat Indonesia
10. memiliki sikap menghormati hak privasi, nilai budaya yang dianut dan martabat klien, menghormati hak klien untuk memilih dan menentukan sendiri asuhan keperawatan dan kesehatan yang diberikan, serta bertanggung jawab atas kerahasiaan dan keamanan informasi tertulis, verbal dan elektronik yang diperoleh dalam kapasitas sesuai dengan lingkup tanggungjawabnya
mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan .
14. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif.
15. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional.
16. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan.
17. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan.
3 Ketrampilan Umum (General Skills)
1. Bekerja di bidang keahlian pokok untuk jenis pekerjaan yang spesifik, dan memiliki kompetensi kerja yang minimal setara dengan standar kompetensi kerja profesinya
2. Membuat keputusan yang independen dalam menjalankan pekerjaan profesinya berdasarkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif 3. Meningkatkan keahlian keprofesiannya pada
bidang yang khusus melalui pelatihan dan pengalaman kerja
4. Bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang profesinya sesuai dengan kode etik profesinya 4 Ketrampilan Khusus (Specific Skills)
1. mampu memberikan asuhan keperawatan yang lengkap dan berkesinambungan yang menjamin keselamatan klien (patient safety) sesuai standar asuhan keperawatan dan berdasarkan perencanaan keperawatan yang telah atau belum tersedia
2. mampu memberikan asuhan keperawatan pada area spesialisasi (keperawatan medikal bedah, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan jiwa atau keperawatan komunitas) sesuai dengan delegasi dari ners spesialis
3. mampu memberikan (administering) obat oral, topical, nasal, parenteral, dan supositoria sesuai standar pemberian obat dan kewenangan yang didelegasikan
4. Mampu menegakkan diagnosis keperawatan dengan kedalaman dan keluasan terbatas berdasarkan analisis data, informasi, dan hasil kajian dari berbagai sumber untuk menetapkan prioritas asuhan keperawatan
5. mampu menyusun dan
mengimplementasikan perencanaan asuhan keperawatan sesuai standar asuhan keperawatan dan kode etik perawat, yang
peka budaya, menghargai keragaman etnik, agama dan faktor lain dari klien individu, keluarga dan masyarakat
6. mampu melakukan evaluasi dan revisi rencana asuhan keperawatan secara reguler dengan/atau tanpa tim kesehatan lain 7. mampu melakukan komunikasi terapeutik
dengan klien dan memberikan informasi yang akurat kepada klien dan/atau keluarga /pendamping/penasehat utnuk mendapatkan persetujuan keperawatan yang menjadi tanggung jawabnya
8. mampu melakukan studi kasus secara teratur dengan cara refleksi, telaah kritis, dan evaluasi serta peer review tentang praktik keperawatan yang dilaksanakannya;
9. mampu melakukan upaya pencegahan terjadinya pelanggaran dalam praktik asuhan keperawatan
C. KOMPETENSI MATA KULIAH
Kemampuan Akhir yang diharapkan (KA)/Kompetensi Dasar Mata Kuliah
No.
KA Rumusan KA
1 Mahasiwa Mampu Melakukan komunikasi yang terapeutik dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan jiwa.
2 Mahasiwa Mampu Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim
3 Mahasiwa Mampu Menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab
4 Mahasiswa mampu Memberikan asuhan keperawatan kepada individu, anak dan keluarga yang mengalami masalah adaptasi bio-psiko-sosio spiritual terutama masalah gangguan jiwa dengan core problem; Hallusinasi, Waham, Harga Diri Rendah, Isolasi Sosial, Bunuh Diri, Perilaku Kekerasan dan Defisit Perawatan Diri. peserta pratik melakukan proses keperawatan jiwa 5 Mahasiwa Mampu Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis
dan legal.
6 Mahasiwa Mampu Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik, agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik
7 Mahasiwa Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien.
8 Mahasiwa Mampu Mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif.
9 Mahasiwa Mampu Mengembangkan pola pikir kritis, logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan jiwa
10 Mahasiwa Mampu Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik, kontinyu dan konsisten.
11 Mahasiwa Mampu Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya.
12 Mahasiwa Mampu Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko.
13 Mahasiwa Mampu Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan
14 Mahasiwa Mampu Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif.
15 Mahasiwa Mampu Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional
16 Mahasiwa Mampu Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan.
17 Mahasiwa Mampu Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam
pemberian asuhan keperawatan.
Deskripsi MK Praktik profesi keperawatan jiwa merupakan tahapan program yang menghantarkan mahasiswa Ketika adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan jiwa yang diberikan kepada individu, keluarga dan masyarakat baik yang sifatnya preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif serta memberikan pendidikan kesehatan, menjalankan fungsi advokasi pada klien, membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan jiwa. Praktik profesi keperawatan jiwa berfokus pada penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan masalah kesehatan jiwa dalam konteks keluarga dan masyarakat melalui penerapan terapi modalitas keperawatan.
Sistem Pembelajaran a. Model
b. Metode
: PBL, collaborative learning (CL) : Praktikum, Tugas, Diskusi, Presentasi Media Pembelajaran : E learning ( online/ Daring)
Penilaian Pre Conference 10%
Post Conference 10%
Bedside Teaching (BST) – tutorial 10%
Direct Observed Procedural Skills (DOPS) 15%
Presentasi Jurnal 10%
Presentasi / Seminar Kasus 10%
Terapi Aktifitas Kelompok 10 %
PKMRS 10%
Ujian / Mini Cex 15%
100%
A : ≥ 80 AB : 70-79 B : 66-69 BC : 60-65
C : 55-59 D : 40-54 E : <49
Pustaka Buku Utama
1. Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2017. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia Definisi dan Indikator Diagnostik. Jakarta : PPNI
2. Tim Pokja SIKI DPP PPNI, 2018. Standar Intervensi Keperawatan Indonesia Definisi dan Tindakan Keperawatan. Jakarta : PPNI
3. Tim Pokja SLKI DPP PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia : Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan. Jakarta Selatan: Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia
Buku Penunjang
1. Keliat, Budi Anna ... [et. al.]2019. Asuhan Keperawatan Jiwa; EGC 2. Prabowo, Eko. 2014. Buku Ajar Keperawatan Jiwa; Nuha Medika
3. Keliat, Budi Anna; Pawirowiyono, Akemat . 2014. Keperawatan Jiwa: Terapi Aktivitas Kelompok ed. 2; EGC
4. O'Brien, Patricia G.; Kennedy, Winifred Z.; Ballard, Karen A. 2013. Keperawatan Kesehatan Jiwa Psikiatrik: Teori dan Praktik; EGC
5. Purwaningsih, . 2012. Asuhan Keperawatan Jiwa; Nuha Medika
6. Stuart, Gail; Kapoh, Ramona P.. 2006. Buku Saku Keperawatan Jiwa Edisi 5; EGC 7. Keliat, Budi Anna. 2005. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa; EGC
8. Tomb, David A. 2004. Buku Saku Psikiatri; EGC
9. Keliat, Budi Anna. 2004. Keperawatan Jiwa; Terapi Aktifitas dan Kelompok; EGC 10. Towsend, . 2003. Buku Saku pedoman Obat dalam Keperawatan Psikiatri; EGC
D. RINCIAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
Minggu Ke-
Sub-CPMK
(Kemampuan Akhir yg Diharapkan)
Penilaian
Bentuk Pembelajaran, Metode dan Penugasan (Estimasi Waktu)
Materi pembelajaran (Pustaka)
Bobot Penilaian
(%)
Indikator Kriteria & Bentuk Tatap muka
(Luring)
Daring
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
Pertemuan 1
1. Mahasiwa mampu menyebutkan pengertian kasus, pembuatan patobiologi / perjalanan penyakit, / webs of caution secara sistematik, ketepatan penatalaksanaan kasus dan komplikasi.
2. Mahasiwa mampu dalam penentuan diagnose keperawatan, kemampuan pembuatan tujuan dan criteria hasil, ketepatan dalam rencana tindakan, kemampuan merasional rencana tindakan 3. Mampu mengemukakan argument
dengan tepat dan mengemukakan sikap dan argument selama Tanya jawab
4. Mampu membuat laporan dalam penulisan, sesuai kaidah penulisan, penggunaan referensi terbaru / relevansi
1. Aspek Teoritis dan Kasus
Ketepatan pengertian kasus yang diambil, kemampuan pembuatan patobiologi / perjalanan penyakit, / webs of caution secara sistematik, ketepatan penatalaksanaan kasus dan komplikasi
2. Aspek Teoritis Keperawatan Ketepatan dalam penentuan diagnose keperawatan, kemampuan pembuatan tujuan dan criteria hasil, ketepatan dalam rencana tindakan, kemampuan merasional rencana tindakan
3. Tanya Jawab
Ketepatan menjawab.
Kemempuan mengemukakan argument dan sikap mahasiswa selama tanya jawab
4. Laporan Tertulis
Ketepatan dalam penulisan, sesuai kaidah penulisan, penggunaan referensi terbaru / relevansi
Kriteria:
Pedoman penskoran (Marking Scheme)
A : ≥ 80 AB : 70 – 79 B : 66 – 69 C : 55 – 59 D : 40 – 54 E : <39
Bentuk Non tes:
Pre conference
Diskusi kasus Asuhan Keperawatan masalah gangguan jiwa dengan core problem yaitu :
1. Asuhan keperawatan jiwa pada ganggua jiwa sederhana (deficit perawatan diri, isolasi social menarik diri, HDR, Perilaku kekerasan, halusinasi) 2. Asuhan keperawatan jiwa
pada gangguan jiwa komplek (Percobaan bunuh diri, waham)
3. Asuhan keperawatan jiwa pada kebutuhan khusus (ADHD, Autisme, RM, speech delay)
4. Asuhan keperawatan jiwa dengan distress spiritual 5. Asuhan keperawatan masalah
RS Jiwa Menur Surabaya
http://ganjil2020.u m-surabaya.ac.id/
1. Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2017.
Standar Diagnosis
Keperawatan Indonesia Definisi dan Indikator Diagnostik.
Jakarta : PPNI
2. Tim Pokja SIKI DPP PPNI, 2018.
Standar Intervensi
Keperawatan Indonesia Definisi dan Tindakan Keperawatan.
Jakarta : PPNI
3. Tim Pokja SLKI DPP PPNI.
(2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia : Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan. Jakarta Selatan:
Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia
4. Keliat, Budi Anna ... [et.
al.]2019. Asuhan Keperawatan Jiwa; EGC
5. Prabowo, Eko. 2014. Buku Ajar Keperawatan Jiwa; Nuha Medika
6. Keliat, Budi Anna;
Pawirowiyono, Akemat . 2014.
Keperawatan Jiwa: Terapi Aktivitas Kelompok ed. 2; EGC
psikososial (gangguan konsep diri, kecemasan, kehilangan, ketidakberdayaan dan keputusasaan)
Pertemuan 2
1. Mahasiwa mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada orang klien gangguan jiwa.
2. Mahasiwa mampu Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim.
3. Mahasiwa mampu Menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab.
4. Mahasiwa mampu Mahasiswa mampu Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien klien gangguan jiwa ditatanan klinik.
5. Mahasiwa mampu Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal.
6. Mahasiwa mampu Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik, agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik.
7. Mahasiwa mampu
Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien klien gangguan jiwa.
8. Mahasiwa mampu
Mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif.
9. Mahasiwa mampu Mengembangkan
1. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada orang klien gangguan jiwa.
2. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim.
3. Menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab.
4. Mahasiswa mampu
Menggunakan proses
keperawatan dalam
menyelesaikan masalah klien klien gangguan jiwa ditatanan klinik.
5. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal.
6. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik, agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik.
7. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien klien gangguan jiwa.
8. Mendemonstrasikan
keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif.
9. Mengembangkan pola pikir kritis,
Kriteria:
Pedoman penskoran (Marking Scheme)
A : ≥ 80 AB : 70 – 79 B : 66 – 69 C : 55 – 59 D : 40 – 54 E : <39
Bentuk Non tes:
Melakukan Asuhan Keperawatan Asuhan Keperawatan dengan masalah gangguan jiwa :
1. Asuhan keperawatan jiwa pada ganggua jiwa sederhana (deficit perawatan diri, isolasi social menarik diri, HDR, Perilaku kekerasan, halusinasi) 2. Asuhan keperawatan jiwa
pada gangguan jiwa komplek (Percobaan bunuh diri, waham)
3. Asuhan keperawatan jiwa pada kebutuhan khusus (ADHD, Autisme, RM, speech delay)
4. Asuhan keperawatan jiwa dengan distress spiritual 5. Asuhan keperawatan masalah
psikososial (gangguan konsep diri, kecemasan, kehilangan, ketidakberdayaan dan keputusasaan)
RS Jiwa Menur Surabaya
http://ganjil2020.u m-surabaya.ac.id/
1. Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2017.
Standar Diagnosis
Keperawatan Indonesia Definisi dan Indikator Diagnostik.
Jakarta : PPNI
2. Tim Pokja SIKI DPP PPNI, 2018.
Standar Intervensi
Keperawatan Indonesia Definisi dan Tindakan Keperawatan.
Jakarta : PPNI
3. Tim Pokja SLKI DPP PPNI.
(2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia : Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan. Jakarta Selatan:
Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia
4. Keliat, Budi Anna ... [et.
al.]2019. Asuhan Keperawatan Jiwa; EGC
5. Prabowo, Eko. 2014. Buku Ajar Keperawatan Jiwa; Nuha Medika
6. Keliat, Budi Anna;
Pawirowiyono, Akemat . 2014.
Keperawatan Jiwa: Terapi Aktivitas Kelompok ed. 2; EGC
pola pikir kritis, logis dan etis dalam
mengembangkan asuhan
keperawatan klien gangguan jiwa 10. Mahasiwa mampu Memberikan
asuhan yang berkualitas secara holistik, kontinyu dan konsisten.
11. Mahasiwa mampu Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya.
12. Mahasiwa mampu Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko.
13. Mahasiwa mampu Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan.
14. Mahasiwa mampu Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan .
15. Mahasiwa mampu Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif.
16. Mahasiwa mampu Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional.
17. Mahasiwa mampu Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan.
18. Mahasiwa mampu Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan
logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan klien gangguan jiwa 10. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik, kontinyu dan konsisten.
11. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya.
12. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko.
13. Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan.
14. Memberikan dukungan kepada
tim asuhan dengan
mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan .
15. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif.
16. Mengembangkan potensi diri
untuk meningkatkan
kemampuan professional.
17. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan.
18. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan
6. Community menthal health nursing (CMHN)
7. Merencanakan terapi aktifitas kelompok (TAK) dan PKRS
Melakukan Pencapaian
Kompetensi Asuhan Keperawatan Asuhan Keperawatan dengan masalah gangguan jiwa :
1. Melakukan pengkajian awal keperawatan jiwa
2. Melakukan pengkajian faktor risiko yang berhubungan dengan keselamatan Klien, meliputi
a. Risiko bunuh diri
b. Risiko perilaku kekerasan c. Risikobunuh diri
d. Putus zat/intoksikasi e. Reaksi alergi obat/efek
samping obat f. Kejang
g. Jatuh/kecelakaan h. Lari dari RS
i. Ketidakstabilan fisiologis 3. Menetapkan diagnose
keperawatan
4. Merencanakan tindakan keperawatan
5. Melaksanakan tindakan keperawatan mencakup seluruh aspek usia (anak, remaja, klien gangguan jiwa, lansia) dan pada keluarga dengan penerapan komunikasi terapeutik:
a. Halusinasi b. Waham
c. Risiko bunuh diri d. Menarik diri
e. Deficit perawatan diri
f. HDR
g. Risiko perilaku kekerasan 6. Melaksanakan ECT
7. Melaksanakan Terapi aktivitas kelompok
8. Melakukan penatalaksanaan pemebrian obat pada klien sesua dengan resep tenaga medis atau obat bebas atau obat bebas terbatas
9. Penanganan kegawadaruratan psikiatri
10. Melaksanaan PKRS (psikoeducation pada klien dan keluarga)
Pertemuan 3
1. Mahasiwa mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada orang klien gangguan jiwa.
2. Mahasiwa mampu Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim.
3. Mahasiwa mampu Menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab.
4. Mahasiwa mampu Mahasiswa mampu Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien klien gangguan jiwa ditatanan klinik.
5. Mahasiwa mampu Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal.
6. Mahasiwa mampu Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik, agama atau faktor
1. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada orang klien gangguan jiwa.
2. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim.
3. Menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab.
4. Mahasiswa mampu
Menggunakan proses
keperawatan dalam
menyelesaikan masalah klien klien gangguan jiwa ditatanan klinik.
5. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal.
6. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik, agama atau faktor lain dari
Kriteria:
Pedoman penskoran (Marking Scheme)
A : ≥ 80 AB : 70 – 79 B : 66 – 69 C : 55 – 59 D : 40 – 54 E : <39
Bentuk Non tes:
Melakukan Asuhan Keperawatan Asuhan Keperawatan dengan masalah gangguan jiwa :
1. Asuhan keperawatan jiwa pada ganggua jiwa sederhana (deficit perawatan diri, isolasi social menarik diri, HDR, Perilaku kekerasan, halusinasi) 2. Asuhan keperawatan jiwa
pada gangguan jiwa komplek
RS Jiwa Menur Surabaya
http://ganjil2020.u m-surabaya.ac.id/
1. Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2017.
Standar Diagnosis
Keperawatan Indonesia Definisi dan Indikator Diagnostik.
Jakarta : PPNI
2. Tim Pokja SIKI DPP PPNI, 2018.
Standar Intervensi
Keperawatan Indonesia Definisi dan Tindakan Keperawatan.
Jakarta : PPNI
3. Tim Pokja SLKI DPP PPNI.
(2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia : Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan. Jakarta Selatan:
Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia
4. Keliat, Budi Anna ... [et.
al.]2019. Asuhan Keperawatan Jiwa; EGC
5. Prabowo, Eko. 2014. Buku Ajar
lain dari setiap klien yang unik.
7. Mahasiwa mampu
Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien klien gangguan jiwa.
8. Mahasiwa mampu
Mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif.
9. Mahasiwa mampu Mengembangkan pola pikir kritis, logis dan etis dalam
mengembangkan asuhan
keperawatan klien gangguan jiwa 10. Mahasiwa mampu Memberikan
asuhan yang berkualitas secara holistik, kontinyu dan konsisten.
11. Mahasiwa mampu Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya.
12. Mahasiwa mampu Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko.
13. Mahasiwa mampu Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan.
14. Mahasiwa mampu Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan .
15. Mahasiwa mampu Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif.
setiap klien yang unik.
7. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien klien gangguan jiwa.
8. Mendemonstrasikan
keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif.
9. Mengembangkan pola pikir kritis, logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan klien gangguan jiwa 10. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik, kontinyu dan konsisten.
11. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya.
12. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko.
13. Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan.
14. Memberikan dukungan kepada
tim asuhan dengan
mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan .
15. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif.
16. Mengembangkan potensi diri
(Percobaan bunuh diri, waham)
3. Asuhan keperawatan jiwa pada kebutuhan khusus (ADHD, Autisme, RM, speech delay)
4. Asuhan keperawatan jiwa dengan distress spiritual 5. Asuhan keperawatan masalah
psikososial (gangguan konsep diri, kecemasan, kehilangan, ketidakberdayaan dan keputusasaan)
6. Community menthal health nursing (CMHN)
7. Merencanakan terapi aktifitas kelompok (TAK) dan PKRS
Melakukan Pencapaian
Kompetensi Asuhan Keperawatan Asuhan Keperawatan dengan masalah gangguan jiwa :
1. Melakukan pengkajian awal keperawatan jiwa
2. Melakukan pengkajian faktor risiko yang berhubungan dengan keselamatan Klien, meliputi
j. Risiko bunuh diri
k. Risiko perilaku kekerasan l. Risikobunuh diri
m. Putus zat/intoksikasi n. Reaksi alergi obat/efek
samping obat o. Kejang
p. Jatuh/kecelakaan q. Lari dari RS
r. Ketidakstabilan fisiologis 3. Menetapkan diagnose
keperawatan
4. Merencanakan tindakan
Keperawatan Jiwa; Nuha Medika
6. Keliat, Budi Anna;
Pawirowiyono, Akemat . 2014.
Keperawatan Jiwa: Terapi Aktivitas Kelompok ed. 2; EGC
16. Mahasiwa mampu Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional.
17. Mahasiwa mampu Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan.
18. Mahasiwa mampu Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan
untuk meningkatkan
kemampuan professional.
17. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan.
18. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan
keperawatan
5. Melaksanakan tindakan keperawatan mencakup seluruh aspek usia (anak, remaja, klien gangguan jiwa, lansia) dan pada keluarga dengan penerapan komunikasi terapeutik:
h. Halusinasi i. Waham
j. Risiko bunuh diri k. Menarik diri
l. Deficit perawatan diri m. HDR
n. Risiko perilaku kekerasan 6. Melaksanakan ECT
7. Melaksanakan Terapi aktivitas kelompok
8. Melakukan penatalaksanaan pemebrian obat pada klien sesua dengan resep tenaga medis atau obat bebas atau obat bebas terbatas
9. Penanganan kegawadaruratan psikiatri
10. Melaksanaan PKRS (psikoeducation pada klien dan keluarga)
Pertemuan 4
1. Mahasiwa mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada orang klien gangguan jiwa.
2. Mahasiwa mampu Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim.
3. Mahasiwa mampu Menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab.
1. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada orang klien gangguan jiwa.
2. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim.
3. Menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab.
4. Mahasiswa mampu
Kriteria:
Pedoman penskoran (Marking Scheme)
A : ≥ 80 AB : 70 – 79 B : 66 – 69 C : 55 – 59 D : 40 – 54 E : <39
RS Jiwa Menur Surabaya
http://ganjil2020.u m-surabaya.ac.id/
1. Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2017.
Standar Diagnosis
Keperawatan Indonesia Definisi dan Indikator Diagnostik.
Jakarta : PPNI
2. Tim Pokja SIKI DPP PPNI, 2018.
Standar Intervensi
Keperawatan Indonesia Definisi dan Tindakan Keperawatan.
Jakarta : PPNI
3. Tim Pokja SLKI DPP PPNI.
4. Mahasiwa mampu Mahasiswa mampu Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan klien klien gangguan jiwa ditatanan klinik dengan gangguan jiwa.
5. Mahasiwa mampu Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal.
6. Mahasiwa mampu Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik, agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik.
7. Mahasiwa mampu
Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien klien gangguan jiwa.
8. Mahasiwa mampu
Mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif.
9. Mahasiwa mampu Mengembangkan pola pikir kritis, logis dan etis dalam
mengembangkan asuhan
keperawatan klien gangguan jiwa 10. Mahasiwa mampu Memberikan
asuhan yang berkualitas secara holistik, kontinyu dan konsisten.
11. Mahasiwa mampu Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya.
12. Mahasiwa mampu Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko.
Menggunakan proses
keperawatan dalam
menyelesaikan masalah klien ditatanan klinik dengan gangguan jiwa.
5. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal.
6. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik, agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik.
7. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien klien gangguan jiwa.
8. Mendemonstrasikan
keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif.
9. Mengembangkan pola pikir kritis, logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan klien gangguan jiwa 10. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik, kontinyu dan konsisten.
11. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya.
12. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko.
13. Melaksanakan pelayanan
Bentuk Non tes:
Melakukan Asuhan Keperawatan Asuhan Keperawatan dengan masalah gangguan jiwa :
1. Asuhan keperawatan jiwa pada ganggua jiwa sederhana (deficit perawatan diri, isolasi social menarik diri, HDR, Perilaku kekerasan, halusinasi) 2. Asuhan keperawatan jiwa
pada gangguan jiwa komplek (Percobaan bunuh diri, waham)
3. Asuhan keperawatan jiwa pada kebutuhan khusus (ADHD, Autisme, RM, speech delay)
4. Asuhan keperawatan jiwa dengan distress spiritual 5. Asuhan keperawatan masalah
psikososial (gangguan konsep diri, kecemasan, kehilangan, ketidakberdayaan dan keputusasaan)
6. Community menthal health nursing (CMHN)
7. Merencanakan terapi aktifitas kelompok (TAK) dan PKRS
Melakukan Pencapaian
Kompetensi Asuhan Keperawatan Asuhan Keperawatan dengan masalah gangguan jiwa :
11. Melakukan pengkajian awal keperawatan jiwa
12. Melakukan pengkajian faktor risiko yang berhubungan dengan keselamatan Klien, meliputi
a. Risiko bunuh diri
b. Risiko perilaku kekerasan
(2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia : Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan. Jakarta Selatan:
Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia
4. Keliat, Budi Anna ... [et.
al.]2019. Asuhan Keperawatan Jiwa; EGC
5. Prabowo, Eko. 2014. Buku Ajar Keperawatan Jiwa; Nuha Medika
6. Keliat, Budi Anna;
Pawirowiyono, Akemat . 2014.
Keperawatan Jiwa: Terapi Aktivitas Kelompok ed. 2; EGC
13. Mahasiwa mampu Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan.
14. Mahasiwa mampu Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan .
15. Mahasiwa mampu Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif.
16. Mahasiwa mampu Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional.
17. Mahasiwa mampu Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan.
a. Mahasiwa mampu Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan
kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan.
14. Memberikan dukungan kepada
tim asuhan dengan
mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan .
15. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif.
16. Mengembangkan potensi diri
untuk meningkatkan
kemampuan professional.
17. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan.
18. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan
c. Risikobunuh diri d. Putus zat/intoksikasi e. Reaksi alergi obat/efek
samping obat f. Kejang
g. Jatuh/kecelakaan h. Lari dari RS
i. Ketidakstabilan fisiologis 13. Menetapkan diagnose
keperawatan
14. Merencanakan tindakan keperawatan
15. Melaksanakan tindakan keperawatan mencakup seluruh aspek usia (anak, remaja, klien gangguan jiwa, lansia) dan pada keluarga dengan penerapan komunikasi terapeutik:
a. Halusinasi b. Waham
c. Risiko bunuh diri d. Menarik diri
e. Deficit perawatan diri f. HDR
g. Risiko perilaku kekerasan 16. Melaksanakan ECT
17. Melaksanakan Terapi aktivitas kelompok
18. Melakukan penatalaksanaan pemebrian obat pada klien sesua dengan resep tenaga medis atau obat bebas atau obat bebas terbatas
19. Penanganan kegawadaruratan psikiatri
20. Melaksanaan PKRS (psikoeducation pada klien dan keluarga)
Pertemuan 5
1. Mahasiwa mampu berpartisipasi selama diskusi
2. Mahasiwa mampu melakukan persiapan
pengetahuan/knowledge selama diskusi
3. Mahasiwa mampu mendiskusikan prinsip-prinsip dasar terhadap skill/kasus yang didiskusikan 4. Mahasiwa mampu melakukan
performance: critical thinking, attitude dan logical thingking
dalam menyampaikan
pendapat/pertanyaan
1. Mampu berpartisipasi selama diskusi
2. Tingkat persiapan
pengetahuan/knowledge selama diskusi
3. Kemampuan mendiskusikan prinsip-prinsip dasar terhadap skill/kasus yang didiskusikan 4. Performance mahasiswa : critical
thinking, attitude dan logical thingking dalam menyampaikan pendapat/pertanyaan.
Kriteria:
Pedoman penskoran (Marking Scheme)
A : ≥ 80 AB : 70 – 79 B : 66 – 69 C : 55 – 59 D : 40 – 54 E : <39
Bentuk Non tes:
Bedside Teaching-Tutorial :
RS Jiwa Menur Surabaya
Pertemuan 6
1. Mahasiwa mampu berpartisipasi selama diskusi
2. Mahasiwa mampu melakukan persiapan pengetahuan/knowledge selama diskusi
3. Mahasiwa mampu mendiskusikan prinsip-prinsip dasar terhadap skill/kasus yang didiskusikan
4. Mahasiwa mampu melakukan performance: critical thinking, attitude dan logical thingking dalam menyampaikan
pendapat/pertanyaan
1. Mampu berpartisipasi selama diskusi
2. Tingkat persiapan
pengetahuan/knowledge selama diskusi
3. Kemampuan mendiskusikan prinsip-prinsip dasar terhadap skill/kasus yang didiskusikan 4. Performance mahasiswa : critical
thinking, attitude dan logical thingking dalam menyampaikan pendapat/pertanyaan.
Kriteria:
Pedoman penskoran (Marking Scheme)
A : ≥ 80 AB : 70 – 79 B : 66 – 69 C : 55 – 59 D : 40 – 54 E : <39
Bentuk Non tes:
Bedside Teaching-Tutorial :
RS Jiwa Menur Surabaya
1. Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2017.
Standar Diagnosis
Keperawatan Indonesia Definisi dan Indikator Diagnostik.
Jakarta : PPNI
2. Tim Pokja SIKI DPP PPNI, 2018.
Standar Intervensi
Keperawatan Indonesia Definisi dan Tindakan Keperawatan.
Jakarta : PPNI
3. Tim Pokja SLKI DPP PPNI.
(2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia : Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan. Jakarta Selatan:
Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia
4. Keliat, Budi Anna ... [et.
al.]2019. Asuhan Keperawatan Jiwa; EGC
5. Prabowo, Eko. 2014. Buku Ajar Keperawatan Jiwa; Nuha Medika
6. Keliat, Budi Anna;
Pawirowiyono, Akemat . 2014.
Keperawatan Jiwa: Terapi Aktivitas Kelompok ed. 2; EGC
Pertemuan 7-10
1. Mahaswia mampu
Mendemonstrasikan pemahaman tentang indikasi, anatomi yang relevan dan prosedur tehnik kepada preceptor
2. Mahaswia mampu Mendapatkan inform consent pasien dan atau keluarganya tentang prosedur yang akan dilakukan kepada klien
3. Mahaswia mampu
Mendemonstrasikan persiapan prosedur yang sesuai
4. Mahaswia mampu Melakukan prosedur tindakan keperawatan madiri/kolabratif untuk memberikan rasa nyaman kepada klien
5. Mahaswia mampu Melakukan tindakan secara berurutan, efektif dan waktu yang efisien
6. Mahaswia mampu melkukan Tehnik aseptic (Mencuci tangan, Menggunakan sarung tangan (steril/bersih) dan menjaga
1. Mendemonstrasikan pemahaman tentang indikasi, anatomi yang relevan dan prosedur tehnik kepada preceptor
2. Mendapatkan inform consent pasien dan atau keluarganya tentang prosedur yang akan dilakukan kepada klien
3. Mendemonstrasikan persiapan prosedur yang sesuai
4. Melakukan prosedur tindakan keperawatan madiri/kolabratif untuk memberikan rasa nyaman kepada klien
5. Kemampuan tehnik Melakukan tindakan secara berurutan, efektif dan waktu yang efisien
6. Tehnik aseptic (Mencuci tangan, Menggunakan sarung tangan (steril/bersih) dan menjaga kesterilan alat
7. Manajemen sesudah prosedur (Memonitor hasil tindakan,
Kriteria:
Pedoman penskoran (Marking Scheme)
A : ≥ 80 AB : 70 – 79 B : 66 – 69 C : 55 – 59 D : 40 – 54 E : <39
Bentuk Non tes:
Direct Observed Procedural Skills (DOPS)
RS Jiwa Menur Surabaya
1. Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2017.
Standar Diagnosis
Keperawatan Indonesia Definisi dan Indikator Diagnostik.
Jakarta : PPNI
2. Tim Pokja SIKI DPP PPNI, 2018.
Standar Intervensi
Keperawatan Indonesia Definisi dan Tindakan Keperawatan.
Jakarta : PPNI
3. Tim Pokja SLKI DPP PPNI.
(2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia : Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan. Jakarta Selatan:
Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia
4. Keliat, Budi Anna ... [et.
al.]2019. Asuhan Keperawatan Jiwa; EGC
5. Prabowo, Eko. 2014. Buku Ajar Keperawatan Jiwa; Nuha
kesterilan alat
7. Mahaswia mampu melakukan Manajemen sesudah prosedur (Memonitor hasil tindakan, merapikan alat dengan memperhatikan Universal Precaution, Mencuci tangan, Mendokumentasikan tindakan) 8. Mahaswia mampu berkomunikasi
terapeutik (Memberikan kesempatan pada pasien untuk klarifikasi atau bertanya dan menjawab pertanyan yang diutarakan klien, Berbicara dengan ramah, Menghindari istilah yang tidak dimengerti klien, Mengeksplor pasien (memberikan pertanyaan terbuka))
9. Mahaswia mampu
Mempertimbangkan kondisi pasien/profesionalisme (Responsif, empati, percaya kepada pasien, Sadar akan keterbatasan pasien/klien, Memodifikasi alat saat diperlukan (kreatifitas mahasiswa) 10. Mahaswia mampu secara umum
dalam menjalankan prosedur dengan mepertimbangkan patients safety dari tahap pre interaksi hingga terminasi
merapikan alat dengan memperhatikan Universal Precaution, Mencuci tangan, Mendokumentasikan tindakan) 8. Kemampuan komunikasi
terapeutik (Memberikan kesempatan pada pasien untuk klarifikasi atau bertanya dan menjawab pertanyan yang diutarakan klien, Berbicara dengan ramah, Menghindari istilah yang tidak dimengerti klien, Mengeksplor pasien (memberikan pertanyaan terbuka))
9. Mempertimbangkan kondisi pasien/profesionalisme (Responsif, empati, percaya kepada pasien, Sadar akan keterbatasan pasien/klien, Memodifikasi alat saat diperlukan (kreatifitas mahasiswa)
10. Kemampuan secara umum dalam menjalankan prosedur dengan mepertimbangkan patients safety dari tahap pre interaksi hingga terminasi
Medika
6. Keliat, Budi Anna;
Pawirowiyono, Akemat . 2014.
Keperawatan Jiwa: Terapi Aktivitas Kelompok ed. 2; EGC
Pertemuan 11
1. Mahasiwa mampu mempersiapkan alat yang dibutuhkan, kemampuan mempersiapkan pasien, kemampuan mempersiapkan lingkungan pasien 2. Mahasiwa mampu melaksanakan
teknik komunikasi, kemampuan melaksanakan kegiatan sesuai standard, kemampuan menjaga privacy pasien dan teknik aseptic 3. Mahasiwa mampu mengidentifikasi
hasil, perilaku dari penampilan professional
1. Kemampuan mempersiapkan alat yang dibutuhkan, kemampuan mempersiapkan pasien, kemampuan mempersiapkan lingkungan pasien
2. Kemampuan melaksanakan teknik komunikasi, kemampuan melaksanakan kegiatan sesuai standard, kemampuan menjaga privacy pasien dan teknik aseptic 3. Kemampuan mengidentifikasi
hasil, perilaku dari penampilan professional
Kriteria:
Pedoman penskoran (Marking Scheme)
A : ≥ 80 AB : 70 – 79 B : 66 – 69 C : 55 – 59 D : 40 – 54 E : <39
Bentuk Non tes:
Terapi Aktivitas Kelompok
1. Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2017.
Standar Diagnosis
Keperawatan Indonesia Definisi dan Indikator Diagnostik.
Jakarta : PPNI
2. Tim Pokja SIKI DPP PPNI, 2018.
Standar Intervensi
Keperawatan Indonesia Definisi dan Tindakan Keperawatan.
Jakarta : PPNI
3. Tim Pokja SLKI DPP PPNI.
(2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia : Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan. Jakarta Selatan:
Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia
4. Keliat, Budi Anna ... [et.
al.]2019. Asuhan Keperawatan Jiwa; EGC
5. Prabowo, Eko. 2014. Buku Ajar Keperawatan Jiwa; Nuha Medika
6. Keliat, Budi Anna;
Pawirowiyono, Akemat . 2014.
Keperawatan Jiwa: Terapi Aktivitas Kelompok ed. 2; EGC
Pertemuan 12
1. Mahaswia mampu
mempersiapakan SAP (kesesuaian struktur penulisan SAP, isi materi sesuai judul PKRS, keaktifan konsul SAP pada pembimbing), kemampuan mempersiapkan sarana dan prasarana audience dan tempat, kemampuan mempersiapkan lingkungan pasien 2. Mahaswia mampu melaksanakan
teknik komunikasi terapeutik,
1. Persiapan
Kemampuan mempersiapakan SAP (kesesuaian struktur penulisan SAP, isi materi sesuai judul PKRS, keaktifan konsul SAP pada pembimbing), kemampuan mempersiapkan sarana dan prasarana audience dan tempat, kemampuan mempersiapkan lingkungan pasien
2. Penyajian
Kriteria:
Pedoman penskoran (Marking Scheme)
A : ≥ 80 AB : 70 – 79 B : 66 – 69 C : 55 – 59 D : 40 – 54 E : <39
1. Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2017.
Standar Diagnosis
Keperawatan Indonesia Definisi dan Indikator Diagnostik.
Jakarta : PPNI
2. Tim Pokja SIKI DPP PPNI, 2018.
Standar Intervensi
Keperawatan Indonesia Definisi dan Tindakan Keperawatan.
Jakarta : PPNI
3. Tim Pokja SLKI DPP PPNI.
kemampuan mengemukakan penyuluhan sesuai dengan materi yang ditentukan, kemampuan teknik penyajian secara keseluruhan, sesuai waktu, kelancaran dan kejelasan dalam penyajian
3. Mahaswia mampu menjawab pertanyaan audience, kemempuan mengemukakan argument, sikap mahasiswa selama tanya jawab, aktif dalam kegiatan penyuluhan
Kemampuan melaksanakan teknik komunikasi terapeutik, kemampuan mengemukakan penyuluhan sesuai dengan materi yang ditentukan, kemampuan teknik penyajian secara keseluruhan, sesuai waktu, kelancaran dan kejelasan dalam penyajian
3. Tanya Jawab
Ketepatan menjawab
pertanyaan audience, kemempuan mengemukakan argument, sikap mahasiswa selama tanya jawab, aktif dalam kegiatan penyuluhan.
Bentuk Non tes:
PKMRS (Penyuluhan Kesehatan Masyarakat di Rumah Sakit)
(2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia : Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan. Jakarta Selatan:
Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia
4. Keliat, Budi Anna ... [et.
al.]2019. Asuhan Keperawatan Jiwa; EGC
5. Prabowo, Eko. 2014. Buku Ajar Keperawatan Jiwa; Nuha Medika
6. Keliat, Budi Anna;
Pawirowiyono, Akemat . 2014.
Keperawatan Jiwa: Terapi Aktivitas Kelompok ed. 2; EGC
Pertemuan 13
1. Mamahasiwa mampu menyajikan ( Sesuai waktu, kemampuan mengemukakan inti sari kasus, kelancaran dan kejelasan dalam penyajian, penampilan)
2. Mamhasiwa mampu
menyampaiakan Isi makalah mulai dari pengkajian data (data lengkap relevan dan akurat, perumusan masalah), perencanaan (prioritas, tujuan dan sasaran, rencana tindakan, rasional), pelaksanaan (berbentuk narasi, penulisan tindakan sesuai standar, respond an tindakan, adanya waktu, pengkajian waktu/masalah), evaluasi (menilai efektifitas tindakan sesuai rencana, perkembangan klien)
3. Mahaswia mampu melakukan tanya jawab (Ketepatan menjawab, kemampuan mengemukakan argument, sikap mahasiswa selama
1. Penyajian
Kesesesuai waktu, kemampuan mengemukakan inti sari kasus, kelancaran dan kejelasan dalam penyajian, penampilan.
2. Isi tulisan
Ketepatan Pengkajian data (data lengkap relevan dan akurat, perumusan masalah), perencanaan (prioritas, tujuan dan sasaran, rencana tindakan, rasional), pelaksanaan (berbentuk narasi, penulisan tindakan sesuai standar, respond an tindakan, adanya
waktu, pengkajian
waktu/masalah), evaluasi (menilai efektifitas tindakan sesuai rencana, perkembangan klien) 3. Tanya jawab
Ketepatan menjawab, kemampuan mengemukakan argument, sikap mahasiswa selama Tanya jawab
Kriteria:
Pedoman penskoran (Marking Scheme)
A : ≥ 80 AB : 70 – 79 B : 66 – 69 C : 55 – 59 D : 40 – 54 E : <39
Bentuk Non tes:
Seminar Kasus
RS Jiwa Menur Surabaya
1. Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2017.
Standar Diagnosis
Keperawatan Indonesia Definisi dan Indikator Diagnostik.
Jakarta : PPNI
2. Tim Pokja SIKI DPP PPNI, 2018.
Standar Intervensi
Keperawatan Indonesia Definisi dan Tindakan Keperawatan.
Jakarta : PPNI
3. Tim Pokja SLKI DPP PPNI.
(2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia : Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan. Jakarta Selatan:
Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia
4. Keliat, Budi Anna ... [et.
al.]2019. Asuhan Keperawatan Jiwa; EGC
5. Prabowo, Eko. 2014. Buku Ajar
Tanya jawab) Keperawatan Jiwa; Nuha Medika
6. Keliat, Budi Anna;
Pawirowiyono, Akemat . 2014.
Keperawatan Jiwa: Terapi Aktivitas Kelompok ed. 2; EGC
Pertemuan 13
1. Mahasiwa mampu
mempresentasikan resume jurnal 2. Mahasiwa mampu melakukan
analisa jurnal berdasarkan critical appraisai
3. Mahasiwa mampu penguasaan pengetahuan selama presentasi 4. Mahasiwa mampu mengkolerasikan
isi jurnal dengan seting klinik/komunitas berdasarkan evidence based nursing
5. Mahasiwa mampu melakukan orgnisasi/efisiensi dalam proses penyampaian resume jurnal
6. Mahasiwa mampu menunjukkan Performance mahasiswa : attitude, sistematik, dan skill komunikasi
1. Kemampuan mempresentasikan resume jurnal
2. Kemampuan melakukan analisa jurnal berdasarkan critical appraisai
3. Kemampuan penguasaan pengetahuan selama presentasi 4. Kemampuan mengkolerasikan isi
jurnal dengan seting klinik/komunitas berdasarkan evidence based nursing
5. Orgnisasi/efisiensi dalam proses penyampaian resume jurnal 6. Performance mahasiswa : attitude,
sistematik, dan skill komunikasi
Kriteria:
Pedoman penskoran (Marking Scheme)
A : ≥ 80 AB : 70 – 79 B : 66 – 69 C : 55 – 59 D : 40 – 54 E : <39
Bentuk Non tes:
Seminar Jurnal
RS Jiwa Menur Surabaya
1. Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2017.
Standar Diagnosis
Keperawatan Indonesia Definisi dan Indikator Diagnostik.
Jakarta : PPNI
2. Tim Pokja SIKI DPP PPNI, 2018.
Standar Intervensi
Keperawatan Indonesia Definisi dan Tindakan Keperawatan.
Jakarta : PPNI
3. Tim Pokja SLKI DPP PPNI.
(2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia : Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan. Jakarta Selatan:
Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia
4. Keliat, Budi Anna ... [et.
al.]2019. Asuhan Keperawatan Jiwa; EGC
5. Prabowo, Eko. 2014. Buku Ajar Keperawatan Jiwa; Nuha Medika
6. Keliat, Budi Anna;
Pawirowiyono, Akemat . 2014.
Keperawatan Jiwa: Terapi Aktivitas Kelompok ed. 2; EGC
Pertemuan 14
1. Mahasiswa mampu melakukan komunikasi terapeutik (Memfasilitasi pasien menceritakan riwayat
1. Ketrampilan komunikasi terapeutik (Memfasilitasi pasien menceritakan riwayat kesehatannya, Kemampuan
Kriteria:
Pedoman penskoran (Marking Scheme)
RS Jiwa Menur Surabaya
kesehatannya, Kemampuan memyampaikan pernyataan yang efektif dan tepat untuk mendapatkan informasi yang akurat dan adekuat, Kemampuan untuk memberikan respon yang sesuai terhadap reaksi verbal maupun non verbal)
2. Mahasiswa mampu melakukan Ketrampilan pemeriksaan fisik (Efisiensi, Kelogisan, Kesesuaian pemeriksaan dengan masalah kesehatan yang ada, Kemamapuan memberikan penjelasan kepada pasien, Kesopanan)
3. Mahasiswa mampu melakukan intervensi keperawatan (Menunjukan sikap hormat, Kesensitifan terhadap penyakit atau penderitaan klien, Empati, Membangun sikap percaya, Kepercayaan diri, Perilaku yang menunjukan nilai nilai etik, Kemampuan melihat kerangka kerja yang legal di tempat itu,
Kemampuan melihat
keterbatasan)
4. Mahasiswa mampu melakukan Kemampuan membuat intervensi keperawatan (Kemampuan membuat diagnose kperawatan yang tepat, Membuat prioritas yang sesuai kondisi klien, Kemampuan membuat criteria Tindakan, Membuat perencanaan yang susuai)
5. Mahasiswa mampu memberikan konsultasi atau pendidikan Kesehatan (Kemampuan memberikan pendidikan kesehatan
memyampaikan pernyataan yang efektif dan tepat untuk mendapatkan informasi yang akurat dan adekuat, Kemampuan untuk memberikan respon yang sesuai terhadap reaksi verbal maupun non verbal)
2. Ketrampilan pemeriksaan fisik (Efisiensi, Kelogisan, Kesesuaian pemeriksaan dengan masalah kesehatan yang ada, Kemamapuan memberikan penjelasan kepada pasien, Kesopanan)
3. Profesionalisme klinis / intervensi keperawatan (Menunjukan sikap hormat, Kesensitifan terhadap penyakit atau penderitaan klien, Empati, Membangun sikap percaya, Kepercayaan diri, Perilaku yang menunjukan nilai nilai etik, Kemampuan melihat kerangka kerja yang legal di tempat itu,
Kemampuan melihat
keterbatasan)
4. Kemampuan membuat intervensi keperawatan (Kemampuan membuat diagnose kperawatan yang tepat, Membuat prioritas yang sesuai kondisi klien, Kemampuan membuat criteria
Tindakan, Membuat
perencanaan yang susuai) 5. Kemampuan memberikan
konsultasi atau pendidikan Kesehatan (Kemampuan memberikan pendidikan kesehatan sesuai sengan kebutuhan klien, Kemampuan
A : ≥ 80 AB : 70 – 79 B : 66 – 69 C : 55 – 59 D : 40 – 54 E : <39
Bentuk Non tes:
Mini C ex
sesuai sengan kebutuhan klien, Kemampuan mengevaluasi pemahaman klien, Kemampuan menggunakan media yang sesuai) 6. Mahasiswa mampu melakukan
Organisasi dan efisiensi (Struktur dan keruntutan Tindakan, Keefektifan waktu dan Tindakan, Keefektifan alat, Keefektifan tempat)
7. Mahasiswa mampu melakukan Kompetensi klinis Keperawatan secara umum (Kemampuan mendemonstrasikan kemampuan putusan klinis yang memuaskan, Kemampuan mensietas, Kemampuan merawat, Efektivitas, Efisiensi, Penggunanaa alat yang sesuai, Keseimbangan antara manfaat dan resiko, Kesadaran atas keterbatasan diri)
mengevaluasi pemahaman klien, Kemampuan menggunakan media yang sesuai)
6. Organisasi dan efisiensi (Struktur dan keruntutan Tindakan, Keefektifan waktu dan Tindakan, Keefektifan alat, Keefektifan tempat)
7. Kompetensi klinis Keperawatan secara umum (Kemampuan mendemonstrasikan
kemampuan putusan klinis yang memuaskan, Kemampuan mensietas, Kemampuan merawat, Efektivitas, Efisiensi, Penggunanaa alat yang sesuai, Keseimbangan antara manfaat dan resiko, Kesadaran atas keterbatasan diri)