ETIKA PELAYANAN MAKANAN DAN MINUMAN OLEH PRAMUSAJI DI HOTEL

21  10  Download (0)

Teks penuh

(1)

PENELITIAN MANDIRI

ETIKA PELAYANAN MAKANAN DAN

MINUMAN OLEH PRAMUSAJI DI HOTEL

OLEH

PUTU DIAH KESUMADEWI

NIP. 1983081320110122001

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV PARIWISATA

FAKULTAS PARIWISATA

UNIVERSITAS UDAYANA

DENPASAR

(2)

ABSTRAK

Pelayanan pada restoran dan bar yang ada di hotel harus didukung oleh adanya staff yang bekerja dengan baik dan sopan. Staff yang bertugas melayani makanan dan minuman dikenal dengan sebutan pramusaji. Pramusaji adalah karyawan restoran atau room service yang mempunyai tugas dan tanggung jawab memberikan pelayanan akan kebutuhan makan dan minum bagi tamu hotel.

Etika pelayanan seorang pramusaji dalam melayani tamu di hotel khususnya di restoran dibagi atas 3 persiapan, yaitu: Persiapan Fisik, Persiapan mental dan persiapan alat bantu. Persyaratan seorang pramusaji dalam melayani tamu yang makan dan minum direstoran juga harus dipenuhi agar mampu memberikan pelayanan yang memuaskan bagi tamu. Persyaratan seorang pramusaji dalam melayani tamu yang makan dan minum direstoran serta mampu memberikan pelayanan yang memuaskan bagi tamu dan dapat dilakukan dengan memperhatikan penampilan diri, sikap dan tingkah laku.

(3)

ABSTRACT

Service at the restaurant and bar in the hotel must be supported by the staff that worked well and polite. Staff in charge of serving food and drinks known as a waitress. The waiter is a restaurant or room service employee who has the duty and responsibility to provide services would need to eat and drink for hotel guests.

A waitress service ethics in serving guests in the hotel, especially in the restaurant is divided into three preparations, namely : Preparation Physical , mental preparation and preparation tools . Terms of a waitress serving guests eat and drink at the restaurant also must be met in order to provide satisfactory services for guests . Terms of a waitress serving guests eat and drink at restaurant and able to provide satisfactory services for guests and can be done by paying attention to personal appearance, attitude and behavior .

(4)

DAFTAR ISI

Halaman Judul i Abstrak ii Abstract iii Daftar isi iv Bab I Pendahuluan 1

1.1 Latar Belakang Masalah 1

1.2 Rumusan Masalah 1

1.3 Tujuan Penelitian 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 3

2.1 Tinjauan Konsep/teori 3

2.1.1 Pengertian Pengertian Etika 3 2.1.2 Pengertian Pelayanan 4 2.1.3 Departemen Makanan dan Minuman 5

2.1.4 Pramusaji 5

2.1.5 Hotel 6

BAB III PEMBAHASAN 7

3.1 Etika pelayanan makanan & minuman pramusaji di restoran 7 3.2 Persyaratan seorang pramusaji di restoran 9 3.3 Kerjasama Antar Departemen Tata Hidang Departemen Lain 14

BAB IV SIMPULAN DAN SARAN 16

4.1 Simpulan 16

(5)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Hotel merupakan salah satu bagian dari industri pariwisata yang dapat menghasilkan pendapatan yang besar jika dikelola dengan baik. Pendapatan terbesar dari pengelolaan sebuah hotel adalah berasal dari penjualan kamar, sedangkan pendapatan kedua terbesar adalah berasal dari penjualan makanan dan minuman, baik yang dijual di outlet–outlet restoran yang dimiliki oleh hotel tersebut maupun penjualan makanan dan minuman melalui layanan kamar atau yang sering disebut dengan room service. Pelaksanaan penyediaan dan pengolahan, penyajian dan penjualan makanan dan minuman berada di bawah tanggung jawab Departemen Makanan dan Minuman / Food and Beverage Department.

Tamu hotel memerlukan beberapa hal pada saat menginap di hotel. Disamping menginap dan beristirahat dengan suasana kamar yang nyaman dan bersih serta layanan yang cepat dan tepat, penyediaan layanan makanan dan minuman di hotel merupakan suatu keharusan agar para tamu dapat tinggal nyaman dan menyenangkan di hotel tersebut. Di hotel-hotel berbintang terdapat beberapa restoran dan bar yang dibuka untuk kepentingan tamu hotel, akan tetapi dewasa ini kebanyakan restoran dan bar yang menjadi bagian dari hotel dibuka untuk kepentingan umum sehingga tidak hanya tamu yang menginap di hotel tersebut yang dapat mendapatkan pelayanan di restoran dan bar tersebut n yang namun juga tamu yang tidak menginap di hotel tersebut.

Pelayanan pada restoran dan bar yang ada di hotel harus didukung oleh adanya staff yang bekerja dengan baik dan sopan. Staff yang bertugas melayani makanan dan minuman dikenal dengan sebutan pramusaji. Pramusaji harus senantiasa memahami kebutuhan tamu serta dapat melayani tamu dengan baik sehingga tamu akan merasakan kepuasan. Maka dari itu perlu diteliti etika pelayanan pramusaji dalam melayani tamu makan dan minum di restoran yang terdapat di dalam hotel.

(6)

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan atas latar belakang sebelumnya maka rumusan masalah atas penelitian ini adalah:

1. Bagaimana etika pelayanan makanan dan minuman pramusaji di hotel?

2. Bagaimana persyaratan seorang pramusaji di hotel?

3. Bagaimana Kerja Sama Antar Departemen Tata Hidang dengan Departemen Lain di hotel?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah sebelumnya maka tujuan atas penelitian ini adalah:

1. Mengetahui etika pelayanan makanan dan minuman pramusaji di hotel

2. Mengetahui persyaratan seorang pramusaji di hotel

3. Mengetahui Kerja Sama Antar Departemen Tata Hidang dengan Departemen Lain di hotel

(7)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.2 Tinjauan Konsep/teori 2.2.1 Pengertian Etika

Istilah etika dalam bahasa Yunani kuno berasal dari kata “Ethos” yang berarti kebiasaan (costum). Etika adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral (Sumber; Wikipedia.org).

Istilah etika pertama kalinya diperkenalkan oleh filsuf Yunani yang bernama Aristoteles melalui karyanya yang berjudul Etika Nichomachiea. Buku tersebut berisi tentang ukuran-ukuran suatu perbuatan. Menurut Aristoteles pengertian etika dibagi menjadi dua yaitu (1) Terminius Technicus yang artinya etika dipelajari untuk ilmu pengetahuan yang mempelajari masalah perbuatan ataupun tindakan manusia, dan (2) Manner dan Custom artinya etika membahas berkaitan dengan tata cara dan adat kebiasaan yang melekat dalam kodrat manusia seperti tingkah laku ataupun perbuatan yang baik dan buruk. Sedangkan etika menurut Bertens (2001) adalah (1) nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya, (2) kumpulan asas/nilai moral, dan (3) ilmu tentang yang baik atau benar dan yang buruk atau salah. Jadi, secara etimologis etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan.

Etika dapat diartikan sebagai nilai-nilai atau norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Sifat dasar etika adalah sifat kritis, menurut Darji Darmodiharjo dan Shidarta ( 2004 : 263) etika bertugas sebagai :

1. Untuk mempersoalkan norma yang dianggap berlaku. Diselidikinya apakah dasar suatu norma itu dan apakah dasar itu membenarkan ketaatan yang dituntut oleh norma yang dapat berlaku.

(8)

2. Etika mengajukan pertanyaan tentang legitimasinya, artinya norma yang tidak dapat mempertahankan diri dari pertanyaan kritis dengan sendirinya akan kehilangan haknya. eJournal Ilmu Komunikasi, Volume 2, Nomor 2, 2014: 353-369 356

3. Etika mempersoalkan pula hak setiap lembaga seprti orang tua, sekolah, Negara dan agama untuk memberikan perintah atau larangan yang harus ditaati.

4. Etika memberikan bekal kepada manusia untuk mengambil sikap yang rasional terhadap semua norma.

5. Etika menjadi alat pemikiran yang rasional dan bertanggung jawab bagi seorang ahli dan bagi siapa saja yang tidak mau diombang-ambingkan oleh norma-norma yang ada.

2.2.2 Pengertian Pelayanan

Pelayanan dalam industri jasa merupakan faktor yang sangat penting. Pelayanan merupakan proses interaksi antara seseorg yang berupaya memenuhi kebutuhannya, yaitu antara pelanggan /tamu /nasabah /pegawai /karyawan. Menurut Moenir (2006:41-44) perwujudan pelayanan yang didambakan oleh pihak yang ingin memperoleh pelayanan dengan baik dan memuaskan ialah : a) Adanya kemudahan dalam pengurusan kepentingan dengan pelayanan yang cepat dalam arti tanpa hambatan yang kadang kala dibuat-buat seperti waktu, petugas yang seharusnya ditempat pada saat dibutuhkan ternyata tidak ada dengan alasan yang sulit dibuktikan. b) Memperoleh pelayanan secara wajar tanpa gerutu, sindiran atau untaian kata lain semacam itu yang nadanya mengarah pada permintaan sesuatu, baik dengan alasan untuk dinas atau alasan untuk kesejahteraan. c) Mendapatkan perlakuan yang sama dalam pelayanan terhadap kepentingan yang sama, tertib dan tidak pandang bulu, artinya kalau memang harus antri secara tertib dalam proses pengurusan maka ikutilah prosedur tersebut. d) Pelayanan yang jujur dan terus terang artinya apabila ada hambatan karena suatu masalah yang tidak dapat dielakkan hendaknya diberitahukan, sehingga orang tidak menunggu sesuatu yang tidak menentu.

(9)

2.2.3 Departemen Makanan dan Minuman

Menurut Soekresno dan Pendit (2004: 4), Departmen Food and Beverage diartikan sebagai berikut Departemen Food & Beverage secara umum adalah bagian yang mengurus makanan dan minuman, sedang Departemen Food & Beverage secara khusus adalah bagian dari hotel yang mengurus dan bertanggung jawab terhadap kebutuhan layanan makan dan minum serta kebutuhan lain yang terkait, dari pelanggan yang tinggal maupun tidak di hotel tersebut dan dikelola secara komersial serta professional

2.2.4 Pramusaji

Pramusaji adalah karyawan restoran atau room service yang mempunyai tugas dan tanggung jawab memberikan pelayanan akan kebutuhan makan dan minum bagi tamu hotel. (Sugiarto, 1996)

Pramusaji adalah karyawan restoran hotel yang mempunyai tugas dan tanggungjawab melayani kebutuhan makanan dan minuman bagi para pelanggan hotel secara profesional. Istilah pramusaji disebut dengan perkataan waiter atau waitress dari bahasa Inggris. (Kusmayadi, 2000: 66).

The waiters serve the food and beverage ordered by a guest and is part of a team under a station captain. They should be able to perform the duties of a captain to a certain extent and be a substitute for the captain if he is busy or not on duty. They should; also be knowledgeable about all types of food and beverages, so that they can effectively take an order from a guest, execute the order and serve the correct dish with its appropriate garnish and accompaniment. They should be able to efficiently coordinate with the other staff in the outlet (Pramusaji melayani makanan dan minuman diperintahkan oleh tamu dan merupakan bagian dari sebuah tim di bawah supervisor. Mereka harus mampu melaksanakan tugas-tugas supervisor sampai batas tertentu dan menjadi pengganti untuk supervisor jika ia sibuk atau tidak bertugas. Mereka harus; berpengetahuan tentang semua jenis makanan dan minuman , sehingga mereka dapat secara efektif mengambil pesanan dari tamu , melaksanakan perintah dan melayani hidangan yang

(10)

benar dengan hiasan dan peneman yang sesuai. Mereka harus dapat efisien berkoordinasi dengan staf lain di outlet .)

2.2.5 Hotel

Hotel adalah salah satu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau keseluruhan bagian untuk jasa pelayanan penginapan, penyedia makanan dan minuman serta jasa lainnya bagi masyarakat umum yang dikelola secara komersil (Keputusan Menteri Parpostel no Km 94/HK103/MPPT 1987).

Hotel berasal dari kata hostel, konon diambil dari bahasa Perancis kuno. Bangunan publik ini sudah disebut-sebut sejak akhir abad ke-17. Maknanya kira-kira, "tempat penampungan buat pendatang" atau bisa juga "bangunan penyedia pondokan dan makanan untuk umum". Jadi, pada mulanya hotel memang diciptakan untuk meladeni masyarakat (sumber wikipedia)

(11)

BAB III PEMBAHASAN

3.4 Etika pelayanan makanan dan minuman pramusaji di restoran

Etika pelayanan seorang pramusaji dalam melayani tamu di hotel khususnya di restoran dibagi atas 3 persiapan, yaitu:

A. Persiapan Fisik

Persiapan fisik penting dilakukan waiter/s sebelum melaksanakan tugas. Pramusaji tidak akan bisa memberikan layanan tanpa fisik yang siap. Diantara persiapan fisik tersebut adalah:

o Berpakaian rapi, pantas, dan benar. Jika menggunakan seragam maka harus dipergunakan sebagaimana mestinya. Pakaian yang digunakan harus bersih dan rapi karena akan mempengaruhi penampilan diri pramusaji itu sendiri.

o Menampilkan raut muka yang jernih serta menunjukan keceriaan. Raut muka yang ceria menandakan bahwa seorang pramusaji siap untuk melayani. Dengan raut muka yang menunjukkan keceriaan akan membuat tamu akan merasa senang.

o Sikap tubuh yang enerjik.

Dengan sikap tubuh yang enerjik pekerjaan akan semakin cepat terselesaikan. Pekerjaan pramusaji menuntut untuk mengerjakan pekerjaan dengan cepat dan tepat.

o Sopan dan ramah

Sikap yang sopan dan ramah merupakan modal utama yang hrus dimiliki oleh seorang pramusaji. Sikap ini terutama berguna pada saat melayani tamu makan dan minum.

(12)

Kondisi yang sehat sangat dibutuhkan oleh seorang pramusaji karena akan mempengaruhi kinerja pramusaji.

o Sikap siap untuk bekerja.

Sebelum memulai pekerjaan pramusaji harus memiliki sikap siap untuk bekerja. Hal ini akan membuat pramusaji lebih bersemangat dalam bekerja.

Sehubungan dengan penjagaan kesehatan ini pramusaji perlu menjaga agar tidak larut dalam pekerjaan, mengatur tempo emosional serta menghindari makanan yang terlalu banyak mengandung lemak. Persiapan fisik yang benar akan menyebabkan waiter/s dapat memberikan pelayanan yang prima kepada tamu-tamunya.

B. Persiapan Mental

Dalam rangka mempersiapkan mental agar dapat melakukan pekerjaan dengan baik, pramusaji harus memelihara konsentrasi, selalu percaya diri dan merasa bangga dengan tugas-tugas nya. Pramusaji juga harus menjauhkan complain serta masalah-masalah pribadi ketika akan bekerja. Pramusaji perlu memelihara konsentrasi pemikirannya agar perhatiannya mengarah terhadap pekerjaan yang akan dilakukan. Agar pemusatan pemikiran dapat dilakukan dengan sempurna beberapa hal perlu menjadi pedoman, antara lain:

1. Menganggap pekerjaan adalah sebagai hobby 2. Semua yang dimiliki diperoleh dari kerja tersebut. 3. Pekerjaan yang dilakukan itu merupakan ibadah.

C. Persiapan alat bantu

Yang dimaksud dengan alat-alat bantu segala macam peralatan yang dipergunakan dalam bekerja seperti:

(13)

Etika pelayanan dimulai dengan persiapan alat-alat yang digunakan untuk melayani tamu. Salah satu alat penting yang harus dimiliki oleh pramusaji adalah alat tulis menulis. Fungsi alat tulis menulis adalah untuk mencatat pesananan makanan dan minuman dari tamu.

2. Alat-alat makan minum

Peralatan makan dan minum harus disiapkan agar pelayanan kepada tamu akan berjalan dengan baik. Alat makan dan minum dipergunakan oleh tamu untuk menyantap makan dan minum.

3. Alat-alat penyajian

Alat yang dipergunakan untuk menyajikan makanan dan minuman harus dipersiapkan untuk melayani tamu.

3.5 Persyaratan seorang pramusaji di restoran

Persyaratan seorang pramusaji dalam melayani tamu yang makan dan minum direstoran serta mampu memberikan pelayanan yang memuaskan bagi tamu dan dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti: 1. Penampilan diri

Penampilan diri pramusaji akan sangat berpengaruh pada kualitas pelayanan yang diberikan oleh pramusaji tersebut. Penampilan yang baik akan menunjukkan pelayanan yang berkualitas dan beretiket. Tamu akan menilai kualitas pelayanan salah satunya melalui penampilan diri pramusaji. Beberapa ketentuan mengenai penampilan yaitu:

b) Kebersihan badan (Cleanlines of the body)

Seorang pramusaji harus memiliki kebersihan badan yang baik, ini perlu diperhatikan agar pramusaji dapat menyajikan makanan dan minuman dengan baik. Badan yang kotor dan tidak terpelihara dengan baik sangat berpengaruh buruk pada penampilan seorang pramusaji. Cara untuk memelihara kebersihan badan ini dilakukan dengan cara mandi minimal 2 kali sehari serta menggunakan deodoran setelah mandi.

(14)

c) Kesehatan dan kesegaran kulit (skin)

Seorang pramusaji harus memelihara kesehatan dan kesegaran kulit agar dapat terlihat baik pada saat melayani makanan dan minuman kepada tamu. Cara untuk memelihara kesehatan dan kesegaran kulit antara lain:

a) Harus banyak minum, minimal 8 gelas sehari. Ditambah dengan mengonsumsi buah-buahan, serta cukup beristirahat dan tidur

b) Melaksanakan diet khusus untuk perawatan kulit c) Jika memiliki penyakit kulit, maka harus segera

diobati terlebih dahulu

d) Rambut (hair)

Seorang pramusaji harus memiliki rambut yang sehat, ini dilakukan dengan cara minimal mencuci rambut 2 hari sekali dengan menggunakan shampoo dengan aroma yang tidak terlalu menyengat. Kesehatan dan kerapian rambut harus diperhatikan oleh seorang pramusaji, rambut pramusaji laki-laki sebaiknya dipotong rapi, mempergunakan minyak rambut, disisir yang rapi. Bagi rambut pramusaji yang wanita sebaiknya diikat rapi menggunakan hair nett.

Rambut yang memiliki kutu dan ketombe harus segera dibasmi karena ini menandakan rambut yang tidak sehat. Rambut yang tidak sehat akan menyebabkan rambut tidak menarik dilihat sehingga akan mengganggu pada proses pelayanan makanan dan minuman kepada tamu. Pramusaji juga sangat dilarang untuk memegang dan menggaruk kepala di tempat umum karena akan mengotori tangan yang dipergunakan untuk melayani makan dan minum.

e) Kumis dan Jenggot (Beard and Moustachi)

Pramusaji diharapkan tidak memelihara kumis dan jenggot, karena ini akan membuat penampilan diri pramusaji terlihat lusuh dan kotor. Untuk itu sebaiknya kumis dan jenggot harus dicukur setiap hari.

(15)

f) Tangan dan Kuku (Hands and Nails)

a. Kuku dan tangan harus bersih untuk menjamin

kebersihan pelayanan yang diberikan kepada tamu.

b. Harus mencuci tangan sehabis merokok atau keluar dari

toilet

c. Seorang pramusaji tidak boleh memelihara dan

memanjangkan kuku. Kuku yang panjang akan menghalangi kerja seorang pramusaji.

d. Memelihara kesehatan kulit telapak tangan, serta

mempergunakan jeruk nipis untuk mencuci tangan agar kulit menjadi lembut dan halus.

e. Jika pramusaji merupakan perokok aktif maka jari tangan

yang penuh dengan bekas nikotin harus segera dihilangkan agar tidak terkesan kotor.

f. Menghindari pemakaian cat kuku. g) Mulut dan Gigi (Mouth and Teeth)

Bagian ini harus selalu diperhatikan karena setiap karyawan akan berhadapan dengan setiap tamu, atasan dan juga teman kerja. Memelihara kesehatan mulut dan gigi dilakukan dengan cara:

a. Menyikat gigi minimal 3 kali dalam sehari dengan menggunakan pasta dan sikat gigi yang serasi.

b. Diharapkan untuk berkumur-kumur apalagi jika berjam-jam tidak makan sesuatu.

c. Makanlah dengan teratur, kesehatan perut akan berhubungan dengan rongga mulut.

h) Kaki, kaus kaki dan sepatu (Feet, Stocking and Shoes)

Kebersihan dan kesegaran kaki haruslah dipelihara secara cermat. Kaus kaki tidak boleh dipergunakan secara panjang sehingga menimbulkan bau kotoran busuk.

a. Pakai talcum powder pada telapak kaki supaya tetap segar meskipun banyak berjalan atau berdiri.

(16)

b. Pada waktu malam hari, ganjalah betis dan tumit dengan bantal sehingga ketinggiannya melebihi kepala, dengan cara demikian peredaran darah akan berjalan lancer dan akan mengurangi keletihan dan jari kaki tidak cepat rusak.

c. Hindari pemakaian sepatu yang ujung nya lancip agar tidak menimbulkan keletihan.

d. Bahan sepatu harus terbuat dari kulit yang bewarna gelap, selalu disemir sehingga bersih dan mengkilap.

e. Selalu perhatikan telapak sepatu, apakah ada sepatu yang menonjol.

f. Wanita dilarang memakai sepatu yang bertumit tinggi ketika sedang bertugas. Dianjurkan memakai stocking yang sama dengan warna kulit.

i) Emas dan Perhiasan (Gold and Jewerly)

a. Dilarang memakai perhiasan secara menyolok b. Karyawan wanita dilarang memaki ear ring ketika

bertugas

c. Hindari segala bentuk penampilan menyolok ketika

bertugas.

j) Pakaian Seragam (Uniform)

Perusahaan yang baik akan selalu memperhatikan uniform yang akan diberikan kepada karyawan dalam periode yang telah ditentukan, karena uniform ini dianggap sebagai cermin dari bonafiditas perusahaan. Melalui uniform akan dilihat bagaimana corak manajemen perusahaan tersebut. Oleh sebab itu para karyawan harus memperhatikan ketentuan tentang uniform yaitu :

a. Pakaian seragam yang diberikan harus dan hanya dipakai dalam kerja.

(17)

c. Uniform harus senantiasa dirawat secara baik agar tetap rapi, bersih dan tahan lama.

d. Pakaian dinas harus dikenakan dengan baik dan benar. e. Waiter harus memakai dasi kupu-kupu.

f. Hendaknya selalu memperhatikan kerapian penampilan dicermin yang terdapat di ruang locker.

2. Sikap dan Tingkah Laku

Sikap, pembawaan dan tingkah laku sebagai karyawan hotel khususnya bagi para pramusaji harus dijaga dan dipelihara. Karyawan harus senantiasa bersikap lebih terampil dan cekatan serta senantiasa dalam keadaan siap sedia dalam menyediakan pelayanan. Harus selalu dalam keadaan rapi. Karyawan perlu sesekali mengontrol penanmpilannya dikaca yang disediakan oleh pihak hotel. Setiap karyawan harus selalu bersikapsiap sedia dan ramah terhadap tamu hotel. Penampilannya yang selalu tersenyum dalam keadaan bagaimanapun juga akan membawa arti yang sangat banyak bagi diri karyawan tersebut, bagi tamu hotel, relasi hotel, bagi pimpinan dan

teman sekerja.

Seorang karyawan hotel dituntut untuk memiliki sikap yang toleran, yaitu mampu berpikir dan mempertimbangkan segala sisi dan kepentingan orang lain, bukan dari sisi kepentingan individu pribadinya. Ia juga harus mempunyai rasa tanggung jawab yang besar terhadap pekerjaannya

 Gaya bicara yaitu untuk dapat menimbulkan daya tarik kepada lawan bicara, maka waiter harus memiliki gaya berbicara. Misalnya dengan anggota badan, dari mimik muka atau campuran dari gerak tangan dan suara.

(18)

 Sikap badan yaitu sikap badan sewaktu berbicara dapat memberikan daya tarik bagi percakapan yang dilakukan. Sikap badan dapat menghidupkan suasana sehingga antara pembicara dan lawan terdapat suasana penuh keakraban.  Sopan santun yaitu sesuatu yang sangat essensial dalam

berhadapan dengan tamu ialah disiplin pribadi dari karyawan atau waiter/s.

3.6 Kerja Sama Antar Departemen Tata Hidang dengan Departemen Lain

Suatu usaha akan berhasil lebih baik apabila tercipta dan terlaksana didalam melaksanakan tugas dan kewajiban dari "Food and Beverage Department" atau departemen makanan dan minuman maka kerja sama dan saling pengertian diantara semua tenaga kerja dan Manajeman adalah mutlak perlu, semua hal tersebut sangat penting karena :

a. Menghasilkan pekerjaan yang akan dapat dilaksanakan

dengan lebih baik (rapi) dan lebih berhasil (tepat).

b. Para pekerja akan dapat menunjukkan atau memberikan

pelayanan kepada tamu secara lebih baik sehingga tamu merasa senang dan puas.

c. Akan dapat memperkecil kemungkinan dari kehilangan

barang-barang milik perusahaan karena karyawan dalam hal ini pramusaji dapat berlaku dengan baik.

d. Secara keseluruhan akan membantu meningkatkan

keberhasilan usaha itu sendiri. Karena dengan adanya kerjasama yang baik maka operasional kerja antar departemen akan berjalan dengan baik sehingga menghasilkan hasil yang baik pula.

Pada umumnya departemen - departemen di suatu hotel yang erat hubungannya dengan tugas dan kewajiban "Food and Beverage" adalah :

(19)

a. Front Office Department : kerja sama ini sangat perlu terutama dalam pemberian keterangan tentang tamu-tamu Hotel, misalnya : jumlah tamu yang menginap, kamar-kamar yang terpakai dan terjual, tamu yang masuk atau keluar pada hari tersebut. Disamping itu juga didalam memberikan pesanan khusus, seperti tamu-tamu penting (VIP Guest), pemberian sesuatu dari pihak hotel kepada tamu tertentu (Compliment).

b. House Keeping Department : Disini lebih banyak menyangkut soal kebersihan dan pengadaan peralatan. Pada umumnya, Housekeeping bertanggung jawab dalam membersihkan lantai, pintu, jendela restaurant dan bar, termasuk juga dalam penyediaan pakaian dinas pegawai, linen (taplak meja, lap) dan bunga. Kebersihan atas areal kerja harus diperlukan kerjasama yang baik antara departemen makanan dan minuman dengan departemen housekeeping.

c. Accounting Department : Kerja sama ini sangat erat sekali didalam menangani dan membuat laporan tentang hasil penjualan makanan dan minuman direstauran dan bar. Dalam hal pengawasan bahan-bahan makanan dan minuman yang diproduksi, memerlukan kerja sama yang teratur dan baik. Disamping itu, kerjasama dan saling pengertian ini juga diperlukan dalam pembayaran terhadap bahan-bahan makanan dan minuman kepada para penjual, dan juga dalam ketepatan pembayaran gaji pegawai.

d. Engineering Department :Demi kelancaran jalannya operasi, perbaikan atas perabot (furniture) restaurant dan bar adalah sangat perlu. Disamping itu pengadaan dan pengawasan atau peralatan listrik yang digunakan baik direstaurant, bar, dan dapur harus dilaksanakan dengan baik, sehingga dapat beroprasi semestinya.

(20)

BAB IV

SIMPULAN DAN SARAN

3.1 Simpulan

Pelayanan pada restoran dan bar yang ada di hotel harus didukung oleh adanya staff yang bekerja dengan baik dan sopan. Staff yang bertugas melayani makanan dan minuman dikenal dengan sebutan pramusaji. Etika pramusaji dalam melayani makan dan minum tamu harus digunakan memahami kebutuhan tamu serta dapat melayani tamu dengan baik sehingga tamu akan merasakan kepuasan.

Etika pelayanan seorang pramusaji dalam melayani tamu di hotel khususnya di restoran dibagi atas 3 persiapan, yaitu: Persiapan Fisik, Persiapan mental dan persiapan alat bantu. Persyaratan seorang pramusaji dalam melayani tamu yang makan dan minum direstoran juga harus dipenuhi agar mampu memberikan pelayanan yang memuaskan bagi tamu.

3.2 Saran

Beberapa saran yang dilakukan terkait dengan etika pelayanan makanan dan minuman oleh pramusaji di hotel:

1. Seorang pramusaji harus memiliki persiapan fisik, mental serta kesiapan alat bantu sebelum memulai operasional kerja dalam hal ini melayani tamu makan dan minum

2. Sebaiknya etika yang baik selalu diterapkan dalam pekerjaan seorang pramusaji agar tamu merasa puas atas layanan yang dilakukan

(21)

DAFTAR PUSTAKA

Bertens, K. 2000. Etika Bisnis. Jakarta: Gramedia

Darmodiharjo, Darji, Shidarta. 2004. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. Jakarta: Gramedia.

H. A. S. Moenir. 2006. Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia. Jakarta: PT. Bumi aksara.

Kusmayadi dan Endar, S. 2000. Metodologi Penelitian dalam Bidang Kepariwisataan. Jakarta: Gramedia

Soekresno dan Pendit. 2004. Petunjuk Praktik Pramusaji F&B Service. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Sugiarto, Endar dan Sri Sulartiningrum. 1996. Pengantar Akomodasi dan Restoran. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :