Pada Maret 2015, Kota Ternate mengalami Inflasi sebesar 0,35 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 121,04. Sedangkan Nasional mengalami Inflasi sebesar 0,17 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 118,48. Dari 82 kota IHK, 54 kota mengalami inflasi dimana Inflasi tertinggi terjadi di
Kota Manokwari 0,84 persen dan Kota Watampone 0,83 persen. Sedangkan 28 kota mengalami deflasi dimana Deflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan 1,97 persen, Kota Merauke 1,03 persen dan Kota Pare-Pare 1,01 persen.
Inflasi Kota Ternate Maret 2015, menurut kelompok pengeluaran adalah sebagai berikut: kelompok bahan makanan 0,25 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,12 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar -0,27 persen; kelompok sandang 1,65 persen; kelompok kesehatan 0,26 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,28 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 1,84 persen.
Inflasi tahun kalender dan inflasi year on year Kota Ternate yaitu masing-masing sebesar -1,03 persen dan 7,92 persen. Sedangkan laju inflasi tahun kalender dan inflasi year on year Nasional yaitu masing-masing sebesar -0,44 persen dan 6,38 persen.
Menurut inflasi tahun kalender, inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual 4,38 persen dan Kota Ambon 3,88 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Padang 4,00 persen dan Kota Bukit Tinggi 2,90 persen.
Menurut inflasi year on year, inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual 16,26 persen dan Kota Bau-Bau 10,52 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Maumere 2,55 persen, Kota Metro 3,65 persen dan Kota Banyuwangi 3,82 persen.
Dari 18 kota di Kawasan Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua, 14 kota mengalami Inflasi dimana Inflasi tertinggi terjadi di Kota Manokwari 0,84 persen dan Kota Watampone 0,83 persen. Sedangkan 4 kota mengalami Deflasi yaitu Kota Merauke 1,03 persen, Kota Pare-Pare 1,01 persen, Kota Palu 0,68 persen dan Kota Bau-Bau 0,39 persen.
No. 20/04/82/Th. XIV, 01 April 2015
P
ERKEMBANGAN
I
NDEKS
H
ARGA
K
ONSUMEN
/I
NFLASI
MARET 2015, INFLASI KOTA TERNATE SEBESAR 0,35 PERSEN
Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Maluku Utara, pada pasar tradisional dan pasar modern di wilayah Kota Ternate, bulan Maret 2015 terjadi inflasi 0,35 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 120,62 pada Februari 2014, menjadi 121,04 pada Maret 2015. Tingkat inflasi tahun kalender dan tingkat inflasi year on year yaitu masing-masing sebesar -1,03 persen dan 7,92 persen.
Pada Maret 2015, enam kelompok pengeluaran mengalami inflasi dan satu kelompok pengeluaran mengalami deflasi. Adapun perubahan indeks harga konsumen (IHK) masing-masing kelompok pengeluaran tersebut adalah sebagai berikut: kelompok bahan makanan 0,25 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,12 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar -0,27 persen; kelompok sandang 1,65 persen; kelompok kesehatan 0,26 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,28 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 1,84 persen.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Maret 2015 antara lain: beras, lolosi, tongkol, ekor kuning segar, bayam, cabai rawit, batu bata/batu tela, blus wanita, sandal anak, bensin, sepeda motor dan tarif angkutan udara.
Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah: teri segar, kembung/gembung, selar/tude, cakalang segar, telur ayam ras, tomat sayur, cabai merah, bawang merah, semen dan kayu papan.
Gambar 1.
Inflasi Kota Ternate Menurut Kelompok Pengeluaran (2012 = 100), Februari 2015 – Maret 2015 -0,83 -2,05 0,10 0,22 3,05 0,11 0,08 -4,37 0,35 0,25 0,12 -0,27 1,65 0,26 0,28 1,84 -5,00 -4,00 -3,00 -2,00 -1,00 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00
Umum Bahan Makanan Makanan Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor
Februari Maret
Tabel 1.
IHK dan Inflasi Kota Ternate Maret 2015, Inflasi Tahun Kalender, dan Inflasi Year on Year menurut Kelompok Pengeluaran (2012 = 100)
Kelompok Pengeluaran Januari IHK 2015 IHK Februari 2015 IHK Maret 2015 Inflasi Maret 2015 1) Inflasi Tahun Kalender 2) Inflasi Year on Year3) UMUM 121,63 120,62 121,04 0,35 -1,03 7,92 1 Bahan Makanan 117,67 115,26 115,55 0,25 -1,19 9,00 2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 118,79 118,91 119,05 0,12 0,33 8,73 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 121,98 122,25 121,92 -0,27 0,40 5,53 4 Sandang 130,28 134,25 136,46 1,65 7,15 20,10 5 Kesehatan 124,54 124,68 125,01 0,26 0,97 10,51 6 Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 118,87 118,96 119,29 0,28 -0,21 5,85 7 Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan 126,49 120,96 123,19 1,84 -8,54 7,52
1) Persentase perubahan IHK bulan Maret 2015 terhadap IHK bulan sebelumnya. 2) Persentase perubahan IHK bulan Maret 2015 terhadap IHK bulan Desember 2014 3) Persentase perubahan IHK bulan Maret 2015 terhadap IHK bulan Maret 2014
Pada Maret 2015, kelompok pengeluaran memberikan andil/sumbangan inflasi masing-masing sebagai berikut: kelompok bahan makanan 0,0516 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,0162 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar -0,0979 persen; kelompok sandang 0,0932 persen; kelompok kesehatan 0,0096 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,0124 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,2697 persen.
Tabel 2.
Sumbangan/Andil Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Ternate Bulan Maret 2015 (2012 = 100)
Kelompok Pengeluaran Maret 2015
UMUM 0,3548
1 Bahan Makanan 0,0516 2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0,0162 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar -0,0979 4 Sandang 0,0932 5 Kesehatan 0,0096 6 Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 0,0124 7 Transportasi, Komunikasi & Jasa Keuangan 0,2697
Gambar 2.
Perkembangan Inflasi Kota Ternate dan Nasional Maret 2014 – Maret 2015
IHK DAN INFLASI MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN
1. Bahan MakananKelompok bahan makanan pada Maret 2015 mengalami inflasi 0,25 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 115,26 pada Februari 2014, menjadi 115,55 pada Maret 2015.
Tabel 3.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Bahan Makanan, Maret 2015 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi (%)
Tahun Kalender (%) Year on Year (%) Umum 121,04 0,35 -1,03 7,92 I. Bahan Makanan 115,55 0,25 -1,19 9,00
a. Padi-padian, umbi- umbian, dan Hasilnya 118,40 2,75 5,15 6,95 b. Daging dan hasil-hasilnya 138,92 -0,16 -1,11 10,19 c. Ikan Segar 122,41 -2,88 -1,47 22,99 d. Ikan Diawetkan 96,99 -2,56 -2,83 -10,72 e. Telur, Susu, dan hasil-hasilnya 126,56 0,17 1,75 8,56 f. Sayur-sayuran 88,55 4,85 7,05 2,56 g. Kacang-kacangan 122,79 -0,27 -2,14 9,94 h. Buah-buahan 166,59 0,00 0,00 10,24 i. Bumbu-bumbuan 87,92 0,81 -24,15 -6,59 j. Lemak dan Minyak 99,87 -0,84 -2,26 4,04 k. Bahan Makanan lainnya 118,22 0,00 0,00 16,10
Mar-14 Apr-14 Mei-14 Jun-14 Jul-14 Agt-14 Sep-14 Okt-14 Nov-14 Des-14 Jan-15 Feb-15 Mar-15 Ternate 0,53 0,70 -0,11 1,29 2,55 -1,02 0,87 0,96 0,41 3,11 -0,55 -0,83 0,35 Nasional 0,08 -0,02 0,16 0,43 0,93 0,47 0,27 0,47 1,50 2,46 -0,24 -0,36 0,17 -1,50 -1,00 -0,50 0,00 0,50 1,00 1,50 2,00 2,50 3,00 3,50
malut.bps.go.id
Dari 11 subkelompok dalam kelompok bahan makanan, empat subkelompok mengalami inflasi, lima subkelompok mengalami deflasi dan dua subkelompok stabil. Subkelompok yang mengalami inflasi yaitu, subkelompok sayur-sayuran 4,85 persen; subkelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya 2,75 persen; subkelompok bumbu-bumbuan 0,81 persen; serta subkelompok telur, susu dan hasil-hasilnya 0,17 persen.
Kelompok ini pada Maret 2015 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0516 persen. Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga antara lain; beras, lolosi, tongkol, ekor kuning segar, bubara, bayam, bunga pepaya, ketimun, cabai rawit dan bawang putih. Sementara itu komoditi yang mengalami penurunan harga antara lain; teri segar, kembung/gembung, selar/tude, cakalang segar, telur ayam ras, tomat sayur, cabai merah dan bawang merah.
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau
Kelompok ini pada Maret 2015 mengalami inflasi 0,12 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 118,91 pada Februari 2014, menjadi 119,05 pada Maret 2015..
Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok makanan jadi 0,14 persen; subkelompok minuman yang tidak beralkohol 0,33 persen; serta subkelompok tembakau dan minuman beralkohol 0,00 persen.
Kelompok ini pada Maret 2015 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0162 persen. Komoditi yang mengalami kenaikan harga yaitu ayam goreng, gado-gado dan gula pasir. Sedangkan komoditi lainnya stabil.
Tabel 4.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau,
Maret 2015 (2012 = 100) Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi (%)
Tahun Kalender (%) Year on Year (%) Umum 121,04 0,35 -1,03 7,92
II. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 119,05 0,12 0,33 8,73
a. Makanan Jadi 120,71 0,14 0,30 6,76 b. Minuman yang Tidak Beralkohol 102,52 0,33 1,23 0,61 c. Tembakau dan Minuman Beralkohol, 125,19 0,00 0,00 14,90
3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar
Kelompok ini pada Maret 2015 mengalami deflasi 0,27 persen atau terjadi penurunan indeks dari 122,25 pada Februari 2014, menjadi 121,92 pada Maret 2015.
Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok biaya tempat tinggal -0,34 persen; subkelompok bahan bakar, penerangan dan air -0,09 persen; subkelompok perlengkapan rumah tangga -0,03 persen; serta subkelompok penyelenggaraan rumah tangga 0,24 persen.
Kelompok ini pada Maret 2015 memberikan sumbangan inflasi sebesar -0,0979 persen. Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga antara lain; batu bata/batu tela, pipa paralon, seng, bahan bakar rumah tangga, upah pembantu rumah tangga dan sabun cair/cuci piring. Sementara itu komoditi yang mengalami penurunan harga antara lain; kayu lapis, kayu balok, kayu papan, semen, dan tarif listrik.
Tabel 5.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar,
Maret 2015 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi (%) Kalender Tahun (%)
Year on Year
(%)
Umum 121,04 0,35 -1,03 7,92
III. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 121,92 -0,27 0,40 5,53
a. Biaya Tempat Tinggal 121,71 -0,34 -0,14 3,44 b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 119,89 -0,09 1,44 13,14 c. Perlengkapan Rumah Tangga 130,41 -0,03 6,12 18,41 d. Penyelenggaran Rumah Tangga 121,31 0,24 0,41 8,30
4. S a n d a n g
Kelompok sandang pada Maret 2015 mengalami inflasi 1,65 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 134,25 pada Februari 2014, menjadi 136,46 pada Maret 2015.
Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok sandang laki-laki 0,89 persen; subkelompok sandang wanita 3,16 persen; subkelompok sandang anak-anak 2,12 persen; serta subkelompok barang pribadi dan sandang lain -0,15 persen.
Tabel 6.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Sandang, Maret 2015 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi (%)
Tahun Kalender (%) Year on Year (%) Umum 121,04 0,35 -1,03 7,92 IV. Sandang 136,46 1,65 7,15 20,10 a. Sandang Laki-laki 135,52 0,89 5,99 32,12 b. Sandang Wanita 134,43 3,16 5,58 8,95 c. Sandang Anak-anak 149,72 2,12 10,22 22,04 d. Barang Pribadi dan Sandang Lain 117,90 -0,15 6,26 11,24
Kelompok ini pada Maret 2015 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0932 persen. Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga antara lain; sandal kulit pria, blus wanita, sandal anak dan celana pendek anak. Sementara itu komoditi yang mengalami penurunan harga antara lain; kemeja pendek wanita dan emas perhiasan.
5. K e s e h a t a n
Kelompok kesehatan pada Maret 2015 mengalami inflasi 0,26 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 124,68 pada Februari 2014, menjadi 125,01 pada Maret 2015.
Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok jasa kesehatan 0,00 persen; subkelompok obat-obatan 0,63 persen; subkelompok jasa perawatan jasmani 0,00 persen; serta subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika 0,27 persen.
Tabel 7.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Kesehatan, Maret 2015 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi (%) Kalender Tahun (%) Year on Year (%) Umum 121,04 0,35 -1,03 7,92 V. Kesehatan 125,01 0,26 0,97 10,51 a. Jasa Kesehatan 104,52 0,00 0,59 1,62 b. Obat-obatan 120,76 0,63 1,84 8,39 c. Jasa Perawatan Jasmani 165,46 0,00 0,00 5,96 d. Perawatan Jasmani dan Kosmetik 127,77 0,27 1,02 17,19
Kelompok ini pada Maret 2015 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0096 persen. Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga antara lain; obat gosok, obat sakit kepala dan minyak rambut. Sementara itu komoditi lainnya stabil.
6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga
Kelompok ini pada Maret 2015 mengalami inflasi 0,28 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 118,96 pada Februari 2014, menjadi 119,29 pada Maret 2015.
Tabel 8.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga,
Maret 2015 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi (%) Kalender Tahun (%)
Year on Year
(%)
Umum 121,04 0,35 -1,03 7,92
VI. Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga 119,29 0,28 -0,21 5,85
a. Jasa Pendidikan 118,95 0,00 0,00 5,42 b. Kursus-kursus / Pelatihan 107,55 0,00 0,00 4,41 c. Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 101,60 1,20 -0,88 -2,64 d. Rekreasi 125,12 0,00 -1,53 5,96 e. Olah Raga 165,86 4,53 9,91 57,24
Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok jasa pendidikan 0,00 persen; subkelompok kursus-kursus/pelatihan 0,00 persen; subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan 1,20 persen; subkelompok rekreasi 0,00 persen; serta subkelompok olahraga 4,53 persen.
Kelompok ini pada Maret 2015 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0124 persen. Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga antara lain; pulpen/ballpoint, pakaian olahraga pria, sepatu olahraga pria. Sementara itu komoditi lainnya stabil.
7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan
Kelompok ini pada Maret 2015 mengalami inflasi 1,84 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 120,96 pada Februari 2014, menjadi 123,19 pada Maret 2015.
Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok transpor 2,63 persen; subkelompok komunikasi dan pengiriman 0,00 persen; subkelompok sarana dan penunjang transpor -0,21 persen; serta subkelompok jasa keuangan 0,00 persen.
Kelompok ini pada Maret 2015 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,2697 persen. Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga antara lain; bensin, solar, sepeda motor dan tarif angkutan udara. Sementara itu komoditi yang mengalami penurunan harga antara lain; kendaraan carter/rental dan ban luar motor.
Tabel 9.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan,
Maret 2015 (2012 = 100) Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi (%)
Tahun Kalender (%) Year on Year (%) Umum 121,04 0,35 -1,03 7,92
VII. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 123,19 1,84 -8,54 7,52
a. Transpor 138,78 2,63 -10,96 10,77 b. Komunikasi dan Pengiriman 92,69 0,00 -2,36 -2,66 c. Sarana dan Penunjang Transpor 120,04 -0,21 -0,83 15,38 d. Jasa Keuangan 122,76 0,00 0,00 20,89
PERBANDINGAN ANTAR KOTA DI INDONESIA
Pada Maret 2015, Kota Ternate mengalami Inflasi sebesar 0,35 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 121,04. Sedangkan Nasional mengalami Inflasi sebesar 0,17 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 118,48. Dari 82 kota IHK, 54 kota mengalami inflasi dimana Inflasi tertinggi terjadi di Kota Manokwari 0,84 persen dan Kota Watampone 0,83 persen. Sedangkan 28 kota mengalami deflasi dimana Deflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan 1,97 persen, Kota Merauke 1,03 persen dan Kota Pare-Pare 1,01 persen.
Inflasi tahun kalender dan inflasi year on year Kota Ternate yaitu masing-masing sebesar -1,03 persen dan 7,92 persen. Sedangkan laju inflasi tahun kalender dan inflasi year on year Nasional yaitu masing-masing sebesar -0,44 persen dan 6,38 persen.
Menurut inflasi tahun kalender, inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual 4,38 persen dan Kota Ambon 3,88 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Padang 4,00 persen dan Kota Bukit Tinggi 2,90 persen.
Menurut inflasi year on year, inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual 16,26 persen dan Kota Bau-Bau 10,52 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Maumere 2,55 persen, Kota Metro 3,65 persen dan Kota Banyuwangi 3,82 persen.
Perbandingan Antar Kota di Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua
Kota-kota IHK di wilayah Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua yang berjumlah 18 kota, pada Maret 2015 tercatat 14 kota mengalami Inflasi, dimana Inflasi tertinggi terjadi di Kota Manokwari 0,84 persen dan Kota Watampone 0,83 persen. Sedangkan 4 kota mengalami Deflasi yaitu Kota Merauke 1,03 persen, Kota Pare-Pare 1,01 persen, Kota Palu 0,68 persen dan Kota Bau-Bau 0,39 persen.
Tabel 10.
Perbandingan IHK dan Inflasi Maret 2015
Kota-kota di Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua dengan Nasional (2012 = 100) KOTA Maret 2015
Tahun Kalender
Year on
Year KOTA Maret 2015
Tahun Kalender
Year on Year
IHK Inflasi (%) (%) (%) IHK Inflasi (%) (%) (%)
1 MANOKWARI 113,44 0,84 0,76 6,64 11 TERNATE 121,04 0,35 -1,03 7,92 2 WATAMPONE 116,02 0,83 -1,13 5,66 12 SORONG 116,85 0,27 0,70 7,11 3 GORONTALO 113,96 0,75 -1,13 5,28 13 BULUKUMBA 124,49 0,20 -0,89 6,21 4 JAYAPURA 120,49 0,71 0,24 5,99 14 TUAL 130,83 0,15 4,38 16,26 5 MAKASSAR 116,94 0,63 0,38 7,34 15 BAU-BAU 121,39 -0,39 -0,41 10,52 6 KENDARI 114,65 0,57 -1,30 6,81 16 PALU 117,34 -0,68 -2,39 5,28 7 MANADO 118,13 0,50 -0,40 7,99 17 PARE-PARE 115,36 -1,01 -2,00 6,53 8 MAMUJU 116,20 0,44 -0,56 6,68 18 MERAUKE 123,59 -1,03 -0,25 9,25 9 AMBON 119,50 0,44 3,88 8,44 NASIONAL 118,48 0,17 -0,44 6,38 10 PALOPO 116,40 0,36 -0,12 6,95
malut.bps.go.id
Tabel 11.
Inflasi Maret 2015, 82 Kota di Indonesia, Tertinggi – Terendah
(2012 = 100)
No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%)
1 MANOKWARI 0,84 29 SORONG 0,27 57 TARAKAN -0,01 2 WATAMPONE 0,83 30 DEPOK 0,26 58 KUDUS -0,02 3 BOGOR 0,75 31 METRO 0,25 59 PEKANBARU -0,03 4 GORONTALO 0,75 32 BATAM 0,25 60 TEMBILAHAN -0,06 5 JAYAPURA 0,71 33 SEMARANG 0,25 61 MAUMERE -0,09 6 MAKASSAR 0,63 34 KUPANG 0,25 62 BUKIT TINGGI -0,17 7 BANDUNG 0,61 35 BULUKUMBA 0,20 63 JAMBI -0,20 8 CILEGON 0,58 36 BENGKULU 0,19 64 TANJUNG PINANG -0,21 9 KENDARI 0,57 37 DKI JAKARTA 0,19 65 BIMA -0,22 10 MANADO 0,50 38 PONTIANAK 0,19 66 SAMARINDA -0,24 11 BANDAR LAMPUNG 0,48 39 TEGAL 0,18 67 PALANGKARAYA -0,25 12 SERANG 0,44 40 PEMATANG SIANTAR 0,17 68 SIBOLGA -0,32 13 MAMUJU 0,44 41 SINGKAWANG 0,17 69 BANJARMASIN -0,34 14 AMBON 0,44 42 YOGYAKARTA 0,15 70 BEKASI -0,37 15 MATARAM 0,43 43 JEMBER 0,15 71 CIREBON -0,39 16 TANJUNG 0,38 44 TUAL 0,15 72 BAU-BAU -0,39 17 SURABAYA 0,36 45 DENPASAR 0,14 73 PANGKAL PINANG -0,46 18 PALOPO 0,36 46 DUMAI 0,13 74 LHOKSEUMAWE -0,50
19 TERNATE 0,35 47 SURAKARTA 0,12 75 BANDA ACEH -0,61
20 SUMENEP 0,34 48 SUKABUMI 0,11 76 MEULABOH -0,64 21 MALANG 0,34 49 BANYUWANGI 0,09 77 BUNGO -0,68 22 SINGARAJA 0,34 50 PURWOKERTO 0,05 78 PALU -0,68 23 PALEMBANG 0,31 51 LUBUK LINGGAU 0,03 79 BALIKPAPAN -0,71 24 TASIKMALAYA 0,30 52 PROBOLINGGO 0,02 80 PARE-PARE -1,01 25 TANGERANG 0,30 53 PADANG 0,01 81 MERAUKE -1,03 26 KEDIRI 0,28 54 CILACAP 0,01 82 TANJUNG PANDAN -1,97 27 MADIUN 0,27 55 MEDAN -0,01
28 SAMPIT 0,27 56 PADANG SIDEMPUAN -0,01
Tabel 12.
Inflasi Tahun Kalender, 82 Kota di Indonesia, Tertinggi – Terendah
(2012 = 100)
No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%)
1 TUAL 4,38 29 TEGAL -0,27 57 CIREBON -0,95 2 AMBON 3,88 30 MADIUN -0,29 58 DEPOK -0,98 3 PONTIANAK 1,81 31 BOGOR -0,34 59 SURAKARTA -0,98 4 BALIKPAPAN 1,69 32 MAUMERE -0,34 60 TERNATE -1,03
5 SINGKAWANG 1,27 33 CILACAP -0,36 61 GORONTALO -1,13 6 MANOKWARI 0,76 34 MANADO -0,40 62 WATAMPONE -1,13 7 SORONG 0,70 35 BAU-BAU -0,41 63 TEMBILAHAN -1,19 8 MAKASSAR 0,38 36 PANGKAL PINANG -0,41 64 KENDARI -1,30 9 MATARAM 0,34 37 BANDAR LAMPUNG -0,45 65 PEKANBARU -1,32 10 SURABAYA 0,34 38 BIMA -0,45 66 PALEMBANG -1,33 11 JAYAPURA 0,24 39 TANJUNG PINANG -0,45 67 BANDA ACEH -1,41 12 BANDUNG 0,19 40 KUPANG -0,49 68 MEDAN -1,71 13 SAMARINDA 0,18 41 SUMENEP -0,49 69 PADANG SIDEMPUAN -1,71 14 SAMPIT 0,17 42 MAMUJU -0,56 70 MEULABOH -1,73 15 SINGARAJA 0,15 43 TANGERANG -0,58 71 SIBOLGA -1,76 16 DKI JAKARTA 0,02 44 BEKASI -0,60 72 PEMATANG SIANTAR -1,81 17 TANJUNG 0,00 45 PROBOLINGGO -0,61 73 PARE-PARE -2,00 18 DENPASAR -0,08 46 JEMBER -0,62 74 BENGKULU -2,08 19 PALOPO -0,12 47 BATAM -0,67 75 LHOKSEUMAWE -2,13 20 YOGYAKARTA -0,13 48 SERANG -0,74 76 LUBUK LINGGAU -2,20 21 BANJARMASIN -0,13 49 KEDIRI -0,74 77 PALU -2,39 22 TARAKAN -0,16 50 PURWOKERTO -0,75 78 BUNGO -2,52 23 PALANGKARAYA -0,16 51 KUDUS -0,77 79 TANJUNG PANDAN -2,55 24 MALANG -0,19 52 BANYUWANGI -0,84 80 JAMBI -2,57 25 TASIKMALAYA -0,20 53 METRO -0,89 81 BUKIT TINGGI -2,90 26 SUKABUMI -0,21 54 BULUKUMBA -0,89 82 PADANG -4,00 27 CILEGON -0,24 55 SEMARANG -0,90
28 MERAUKE -0,25 56 DUMAI -0,92
Tabel 13.
Inflasi Year on Year, 82 Kota di Indonesia, Tertinggi – Terendah
(2012 = 100)
No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%)
1 TUAL 16,26 29 SURABAYA 6,52 57 JEMBER 5,47 2 BAU-BAU 10,52 30 PADANG 6,52 58 LHOKSEUMAWE 5,44 3 TARAKAN 9,52 31 CILACAP 6,51 59 KUDUS 5,42 4 MERAUKE 9,25 32 DUMAI 6,50 60 BANDA ACEH 5,40 5 PONTIANAK 9,21 33 SAMPIT 6,34 61 PALU 5,28 6 SINGARAJA 8,99 34 MALANG 6,33 62 GORONTALO 5,28 7 AMBON 8,44 35 MEDAN 6,33 63 MADIUN 5,28 8 BALIKPAPAN 8,12 36 PALEMBANG 6,28 64 TEGAL 5,27 9 MANADO 7,99 37 SIBOLGA 6,28 65 KEDIRI 5,27
10 TERNATE 7,92 38 BANDUNG 6,26 66 PADANG SIDEMPUAN 5,24
11 SERANG 7,76 39 BULUKUMBA 6,21 67 YOGYAKARTA 5,13 12 CILEGON 7,74 40 PEKANBARU 6,16 68 DEPOK 5,09 13 SINGKAWANG 7,67 41 SUKABUMI 6,09 69 SURAKARTA 5,07 14 BENGKULU 7,65 42 MATARAM 6,07 70 BEKASI 5,04 15 TANGERANG 7,34 43 LUBUK LINGGAU 6,07 71 BOGOR 5,03 16 MAKASSAR 7,34 44 SEMARANG 6,04 72 PEMATANG SIANTAR 4,99 17 BANDAR LAMPUNG 7,21 45 JAYAPURA 5,99 73 PROBOLINGGO 4,95 18 SORONG 7,11 46 TASIKMALAYA 5,90 74 BUNGO 4,92 19 DKI JAKARTA 7,10 47 DENPASAR 5,88 75 JAMBI 4,88 20 TANJUNG PANDAN 7,07 48 BATAM 5,84 76 TANJUNG PINANG 4,61 21 BANJARMASIN 7,02 49 KUPANG 5,81 77 PURWOKERTO 4,59 22 PALOPO 6,95 50 SUMENEP 5,78 78 BUKIT TINGGI 4,53 23 KENDARI 6,81 51 MEULABOH 5,67 79 CIREBON 4,52 24 TANJUNG 6,72 52 PALANGKARAYA 5,66 80 BANYUWANGI 3,82 25 MAMUJU 6,68 53 WATAMPONE 5,66 81 METRO 3,65 26 MANOKWARI 6,64 54 SAMARINDA 5,65 82 MAUMERE 2,55 27 PANGKAL PINANG 6,56 55 BIMA 5,64
28 PARE-PARE 6,53 56 TEMBILAHAN 5,63