NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGAH NOVEMBER 2008 SEBESAR PERSEN
Teks penuh
Dokumen terkait
Hal ini disebabkan indeks harga yang dibayar petani mengalami peningkatan lebih besar dibandingkan dengan indeks yang diterima si petani, dengan masing-masing sebesar 0.12
Hal ini disebabkan indeks harga yang diterima petani mengalami peningkatan, sebesar 2,18 persen, dimana indeks ini lebih besar dibandingkan dengan indeks harga
Peningkatan NTP ini disebabkan peningkatan indeks harga yang diterima petani lebih besar dibandingkan dengan peningkatan peningkatan indeks harga yang dibayar
Kenaikan Ib terjadi pada semua subsektor penyusun NTP dengan rincian sbb: subsektor perikanan mengalami kenaikan Ib sebesar 0,29 persen,, subsektor tanaman
Turunnya Nilai Tukar Petani subsektor Tanaman Pangan pada bulan ini disebabkan penurunan Indeks yang Diterima Petani (It) sebesar 1,05 persen sedangkan Indeks yang Dibayar
Meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 0,40 persen selama Juni 2016, secara umum dipengaruhi oleh kenaikan nilai tukar tiga subsektor meliputi tanaman
Pada bulan Oktober 2014, Nilai Tukar Petani untuk Subsektor Hortikultura (NTP-H) mengalami kenaikan sebesar 1,20 %, hal ini karena Indeks yang diterima petani
Kenaikan indeks harga yang dibayar petani tertinggi terjadi pada subsektor tanaman pangan yaitu sebesar 0,35 persen yang disebabkan oleh naiknya harga