• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Kontrastif Kalimat Pasif Dalam Bahasa Mandarin Dan Bahasa Inggris

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Kontrastif Kalimat Pasif Dalam Bahasa Mandarin Dan Bahasa Inggris"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

i

ABSTRACT

The title of this thesis is Contrastive analysis Passive Sentence in Chinese and English”. Most students in the process of learning Chinese or English as their second language, face some difficulties because of the distinct grammatical characteristics in both languages. The difficulties especially found while using passive sentence. The passive sentence is an important sentence pattern in Chinese and English, has been the focus of grammarians. English belongs to the Indo European languages, is a synthetic language, grammatical relations between words in a sentence depends mainly on the morphological changes of words and maintained by the consistent relation between subject predicate structure to express; and the Chinese are different, the Chinese belongs to the Sino Tibetan language family, is an analytical language, grammatical relations between words not by morphological changes and maintained by the consistent relation between subject predicate structure to express, but through the function words and word order to express. Thence, the aim of of this writing is to find out the similarities and the differences of passive sentence between Chinese and English. In line with the purpose of this writing, the theory used is contrastive analysis usage in both languages. The methodology used in this thesis is focused descriptive analysis. The result of this analysis shows the similarities and differences of using passive sentence in sentence between Chinese and English.

(2)

ii

ABSTRAK

Judul penelitian ini adalah “Analisis Kontrastif Kalimat Pasif dalam

Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris”. Kebanyakan para pelajar bahasa asing dalam proses pembelajaran bahasa Mandarin dan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua mereka, mengalami kesulitan karena perbedaan karakteristik tata bahasa kedua bahasa tersebut. Khususnya kesulitan ini ditemukan dalan penggunaan kalimat pasif. Kalimat pasif adalah bentuk kalimat yang penting dalam bahasa Mandarin dan bahasa Inggris, dan merupakan fokus penelitian ahli tata bahasa. Bahasa Inggris berasal dari bahasa Indo eropa, yaitu bahasa sintetis, hubungan kata dalam kalimat tergantung pada perubahan morfologi kata, dan mempertahankan hubungan konsistensi antara subyek dan predikat dalam menyatakan sesuatu. Sedangkan bahasa Mandarin itu berbeda, yang mana bahasa Mandarin termasuk dalam golongan bahasa Sino Tibetan, yang merupakan bahasa analitis, yaitu hubungan antar kata tidak tergantung pada hubungan morfologi dan hubungan konsistensi antara subyek dan predikat, tapi melalui fungsi kata dan susunan kata untuk menyampaikan sesuatu. Oleh karena itu, tujuan dari penulisan ini adalah menemukan persamaan dan perbedaan kalimat pasif dalam bahasa Mandarin dan bahasa Inggris. Selaras dengan penelitian ini, teori yang digunakan adalah analisis kontrastif. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Hasil dari penenlitian ini menunnjukan persamaan dan perbedaan kalimat pasif dalam bahasa Mandarin dan bahasa Inggris.

Referensi

Dokumen terkait

Dari uraian di atas terlihat bahwa hanya terdapat 2 (dua) persamaan penggunaan adverbial dalam kalimat bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia, sedangkan perbedaan yang terdapat

Skripsi ini diajakukan kepada Panitia Ujian Program Studi Sastra Chia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Medan untuk melengkapi salah satu syarat Ujian Sarjana

Jendela telah dirusakkan oleh Xiao ming The window was broken by Xiao

Penulis mengharapkan tulisan ini nantinya dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran bagi siapa saja yang mempelajari bahasa Mandarin maupun bahasa Indonesia, terutama membantu

Dengan menggunakan teori analisis kontrastif Tarigan, penulis akan mengkontraskan penggunaan adverbial dalam kalimat bahasa Mandarin dengan bahasa Indonesia sesuai dengan uraian

Seluruh dosen dan staf pengajar di Fakultas Ilmu Budaya khususnya Program Studi Sastra Cina, Universitas Sumatera Utara yang telah mendidik dan memberikan ilmu kepada penulis

tahap ketiga adalah melakukan pencatatan imbuhan apa saja yang harus ditambahkan pada hasil penerjemahan kata kerja dalam kalimat pasif Bahasa Mandarin baik

iii Universitas Widya Kartika ABSTRAK Hanik Mutmainah Hanafi Tugas Akhir Analisis Kontrastif Nomina sebagai Predikat dalam Kalimat Tunggal Bahasa Mandarin Dan Bahasa Indonesia Dalam