• Tidak ada hasil yang ditemukan

BP2MI 9»dan Pelindungan R»k»<l» Migran tndonatla

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BP2MI 9»dan Pelindungan R»k»<l» Migran tndonatla"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BP2MI

9»dan Pelindungan R»k»<l» Migran tndonatla

PERJANJIAN KERJA SAMA ANTARA

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN ACEH DAN

B A D A N PELINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA TENTANG

PENYELENGGARAAN PERSEDIAAN DAN HARMONISASI KOMPETENSI CALON PEKERJA MIGRAN INDONESIA

NOMOR : H K 03. 0\/%\ 3 b / Z 0 2 2 NOMOR : PKS.32/KWS1/KS.01/VII/2022

Pada hari ini, Kamis tanggal Dua puluh delapan bulan Juli tahun Dua ribu dua puluh dua (28-07-2022), kami yang bertandatangan di bawah ini:

I. T. ISKANDAR FAISAL, Direktur Politeknik Kesehatan Kementerian S.Kp, M.Kes Kesehatan Aceh, yang diangkat berdasarkan

Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor KP.03.03/MENKES/6953/2020 tanggal 16 November 2020, berkedudukan di Jalan Soekarno-Hatta Kampus Terpadu Poltekkes Aceh Darul Imarah, Aceh Besar, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekes Kemenkes) Aceh, selanjutnya disebut sebagai PIHAK KESATU,

1

(2)

ii. Irjen P o l . A C H M A D Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan KARTIKO S.I.K., M.H. Kawasan Eropa dan Timur Tengah selaku Plt.

Sekretaris Utama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, yang diangkat berdasarkan Surat Perintah Pelaksana Tugas Nomor SP.37/KA/III/2022 Tahun 2022 tanggal 1 Maret 2022, berkedudukan di Jalan MT. Haryono Kav.

52 Pancoran, Jakarta Selatan 12770, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama selanjutnya disebut PARA PIHAK, terlebih dahulu menerangkan hal-hal sebagai berikut:

a bahwa PIHAK KESATU adalah institusi pendidikan di bawah Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1207/MENKES/SK/XI/2001 tentang Pembentukan Politeknik Kesehatan Banda Aceh, Tahun 2 0 0 1 , yang memiliki tugas utama melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh memiliki Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan, Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Program Studi Sarjana Terapan Kesehatan Gigi, Program Studi Sarjana Terapan Gizi, Program Studi Sarjana Terapan Kesehatan Lingkungan, Program Studi Diploma III Keperawatan, Program Studi Diploma III Kebidanan, Program Studi Diploma III Kesehatan Gigi, Program Studi Diploma III Gizi, Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan, Program Studi Diploma III Farmasi dan Program Studi Diploma III Analis Kesehatan.

b bahwa PIHAK KEDUA adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertugas sebagai pelaksana kebijakan dalam pelayanan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia secara terpadu sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2019 tentang Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Berdasarkan hal tersebut di atas, PARA PIHAK sepakat melakukan Perjanjian Kerja Sama tentang Penyelenggaraan Persediaan dan Harmonisasi Kompetensi Calon Pekerja Migran Indonesia, yang selanjutnya disebut Perjanjian Kerja Sama, dengan ketentuan sebagai berikut:

PIHAK KESATU

(3)

Pasal 1 DASAR HUKUM

1. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

2. Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);

3. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5336);

4. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 298, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5607);

5. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 307 . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5336);

6. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 242, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6141);

7. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2019 tentang Kebidanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 56, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6325);

8. Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2019 tentang Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 263);

9 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 47);

10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2014 tentang Kerja Sama Perguruan Tinggi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 253);

11. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1207/MENKES/SK/XI/2001 tentang Pembentukan Politeknik Kesehatan Malang, Palangkaraya, Surabaya, Banda Aceh, Ambon, dan Ternate.

PIHAK KESATU

(4)

Pasal 2

MAKSUD DAN TUJUAN

(1) Maksud dari Perjanjian Kerja Sama ini adalah melaksanakan kerja sama antara PARA PIHAK sesuai dengan visi dan misi masing-masing dalam rangka penyelenggaraan persediaan dan harmonisasi kompetensi Calon Pekerja Migran Indonesia Bidang Kesehatan.

(2) Tujuan dan Perjanjian Kerja Sama ini adalah mendorong dan memfasilitasi pengembangan dan peningkatan kualitas Calon Pekerja Migran Indonesia Bidang Kesehatan dalam bentuk penyelenggaraan persediaan dan harmonisasi kompetensi Calon Pekerja Migran Indonesia.

Pasal 3 RUANG LINGKUP Ruang lingkup Perjanjian Kerja Sama ini meliputi:

a. penyiapan profil dan pemetaan persediaan peminatan bekerja ke luar negeri bidang kesehatan;

b. peningkatan kompetensi peminat bekerja ke luar negeri bidang kesehatan sesuai dengan kebutuhan di negara tujuan penempatan;

c. penyelenggaraan proses harmonisasi kompetensi Calon Pekerja Migran Indonesia bidang kesehatan:

d. sosialisasi informasi peluang keija. penempatan dan pelindungan Calon Pekerja Migran Indonesia/ Pekerja Migran Indonesia di negara tujuan penempatan;

e. pelaksanaan pendidikan, oenelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung program penempatan dan pelindungan Purna Pekerja Migran Indonesia.

Pasal 4

HAK DAN KEWAJIBAN

(1) PIHAK KESATU mempunyai kewajiban:

a. menyiapkan data profil PIHAK KESATU dan data lulusan serta data pemetaan peminatan bekerja ke luar negeri;

b. menyiapkan peminat bekerja ke luar negeri bidang kesehatan yang memiliki kompetensi dasar sesuai dengan kebutuhan di negara tujuan penempatan;

c. menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan dalam rangka harmonisasi peningkatan kompetensi Calon Pekerja Migran Indonesia bidang kesehatan sesuai dengan kebutuhan di negara tujuan penempatan;

PIHAK KEDUA PIHAK KESA TU

i

(5)

d. memfasilitasi uji kompetensi bagi lulusan yang bersedia menjadi Calon Pekerja Migran Indonesia;

e. menyediakan mahasiswa dan lulusan yang akan mengikuti sosialisasi informasi peluang kerja, penempatan, dan pelindungan Calon Pekerja Migran Indonesia di negara tujuan penempatan; dan

f. menyampaikan informasi hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di bidang penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

(2) PIHAK KESATU mempunyai hak:

a. mendapatkan informasi profil negara tujuan penempatan dan peluang kerja serta kebutuhan Pekerja Migran Indonesia (demand) tenaga kesehatan di luar negeri;

b. mendapatkan informasi kebutuhan persyaratan teknis dan kompetensi peluang kerja tenaga kesehatan di luar negeri; dan

c. memperoleh dukungan dalam penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia di bidang kesehatan.

(3) PIHAK KEDUA mempunyai kewajiban:

a. memberikan informasi profil negara tujuan penempatan dan peluang kerja serta kebutuhan Pekerja Migran Indonesia {demand) tenaga kesehatan di luar negeri;

b. memberikan informasi kebutuhan persyaratan teknis dan kompetensi peluang kerja tenaga kesehatan di luar negeri; dan

c. memberi dukungan dalam penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia di bidang kesehatan.

(4) PIHAK KEDUA mempunyai hak:

a. mendapatkan data profil PIHAK KESATU dan data pemetaan lulusan serta data pemetaan peminatan bekerja ke luar negeri;

b. mendapatkan data peminat bekerja ke luar negeri bidang kesehatan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan di negara tujuan penempatan;

c. mendapatkan informasi pendidikan dan pelatihan dalam rangka harmonisasi peningkatan kompetensi Calon Pekerja Migran Indonesia bidang kesehatan sesuai dengan kebutuhan di negara tujuan penempatan.

d. mendapatkan informasi fasilitasi uji kompetensi bagi lulusan yang bersedia menjadi Calon Pekerja Migran Indonesia;

e. mendapatkan informasi mahasiswa dan lulusan yang akan mengikuti sosialisasi informasi peluang kerja, penempatan dan pelindungan Calon Pekerja Migran Indonesia di negara tujuan penempatan; dan

S

mA-

PIHAK KEDUA

(6)

f. mendapatkan informasi hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di bidang penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

(5) PARA PIHAK mempunyai kewajiban:

a. fasilitasi sosialisasi informasi terkait peluang kerja, penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia bidang kesehatan;

b. fasilitasi harmonisasi kompetensi peminat bekerja ke luar negeri bidang kesehatan dari pemerintah/pemberi kerjaistakeholder terkait; dan

c. fasilitasi pelaksanaan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung program pemberdayaan dan pendayagunaan Purna Pekerja Migran Indonesia.

Pasal 5 JANGKA WAKTU

(1) Perjanjian Kerja Sama ini berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal ditandatangani, dan dapat diubah, diperpanjang, dan/atau diakhiri atas kesepakatan PARA PIHAK.

(2) Perjanjian Kerja Sama ini dapat diperpanjang atas kesepakatan PARA PIHAK dengan pemberitahuan tertulis paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum jangka waktu Perjanjian Kerja Sama ini berakhir.

(3) Dalam hal salah satu pihak berkeinginan untuk mengakhiri Perjanjian Kerja Sama sebelum jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berakhir, maka pihak yang bersangkutan harus memberitahukan maksud tersebut secara tertulis kepada pihak lainnya paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum tanggal pengakhiran yang dikehendaki.

Pasal 6 PEMBIAYAAN

Segala biaya yang timbul akibat dari pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama ini dibebankan kepada anggaran masing-masing PIHAK sesuai dengan kewenangan masing-masing serta sumber lain yang sah dan tidak mengikat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 7

PEMANTAUAN DAN EVALUASI

(1) PARA PIHAK melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap Perjanjian Kerja Sama ini secara bersama-sama sesuai dengan tugas dan fungsi serta kewenangan PARA PIHAK

PIHAK KEDUA PIHAK. KESATU

(7)

* * - ' • -k.».; 'i x w -.u**. T i r u «uMiMMMMMHH

(2) Pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama ini dilakukan paling sedikit 1 (satu) kali dalam setahun atau sewaktu-waktu berdasarkan kesepakatan PARA PIHAK.

Pasal 8

K E A D A A N KAHAR (FORCE MAJEURE)

(1) Apabila terjadi wanprestasi yang disebabkan oleh keadaan kahar {force majeure) seperti bencana alam (gempa bumi, banjir), pemogokan kerja, huru-hara, kerusuhan masa, pemberontakan/perang yang mengakibatkan salah satu pihak tidak dapat melaksanakan kewajibannya, maka pihak yang terkena force majeure berkewajiban untuk memberitahukan secara tertulis kepada pihak lainnya paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah terjadi force majeure.

(2) Keterlambatan atau kelalaian dalam memberitahukan adanya force majeure sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan tidak diakuinya peristiwa tersebut sebagai force majeure oleh pihak lainnya.

Pasal 9 KERAHASIAAN

(1) PARA PIHAK sepakat bahwa data yang dipertukarkan bersifat rahasia.

(2) PARA PIHAK bertanggung jawab atas kerahasiaan, penggunaan, dan keamanan data yang diterima.

(3) PARA PIHAK hanya dapat menggunakan informasi dan/atau data sesuai dengan maksud dan tujuan penggunaan dan tidak diperkenankan untuk memberikan, meneruskan, dan mengungkap kepada pihak lain tanpa persetujuan PARA PIHAK.

Pasal 10

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

(1) Dalam hal terjadi perselisihan atau perbedaan penafsiran terhadap pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama ini, maka PARA PIHAK sepakat akan menyelesaikan secara musyawarah untuk mufakat.

(2) Apabila penyelesaian perselisihan secara musyawarah untuk mufakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak tercapai, maka PARA PIHAK sepakat untuk menyelesaikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

PIHAK KESATU 7 I PIHAK KEDUA j

(8)

. . . .

Pasal 11 ADENDUM

Hal-hal yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja Sama ini maupun perubahan yang perlu dilakukan, akan diatur lebih lanjut dan dituangkan dalam Adendum yang disepakati oleh PARA PIHAK yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian Kerja Sama ini.

Pasal 12 KORESPONDENSI

(1) Setiap pemberitahuan surat menyurat sehubungan dengan pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama ini, disampaikan melalui alamat dan ditujukan kepada para personal sebagai berikut:

a. PIHAK K E S A T U

Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Alamat : Jalan Soekarno-Hatta Kampus Terpadu Poltekkes Aceh, Darul Imarah, Aceh Besar

Telp. : 0651-46128

Email : poltekkes [email protected]

b. PIHAK K E D U A

Biro Perencanaan dan Kerja Sama

Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Alamat : Jalan MT Haryono Kav. 52, Pancoran, Jakarta Selatan Telp. -.021-7994166

Email : [email protected]

Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Aceh Alamat : Jalan Soekarno Hatta No. 117 Banda Aceh

Telp. : (0651)49186

Email : bp3tki [email protected]

(2) Dalam hal terjadi perubahan korespondensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) maka perubahan tersebut wajib diberitahukan secara tertulis kepada pihak lainnya, dan pemberitahuan perubahan alamat korespondensi tersebut efektif berlaku sejak tanggal diterimanya pemberitahuan dan menjadi tanggung jawab pihak yang melakukan perubahan tersebut.

PIHAK KESATU PIHAK KEDUA

(9)

.\.;..*S^'4ik**i-..', ; . ; i Oft.WiiViit*tM^l«l'iWWti«i«MWa«»iail»*»«i

Pasal 13 PENUTUP

(1) Perjanjian Kerja Sama ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) asli dan ditandatangani diatas kertas bermeterai cukup, serta masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama.

(2) Perjanjian Kerja Sama ini berlaku dan mengikat sejak ditandatangani oleh PARA PIHAK.

E S A T U ,

IS A I S A L , S . K p . i C K e s

Inspektur Jenderal Polisi

PIHAK KESATU

PIHAK KEDUA

U-

Referensi

Dokumen terkait

Nota Kesepakatan ini dibuat dengan maksud dan tujuan sebagai pedoman bagi PARA PIHAK untuk melakukan kerja sama dalam upaya penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Nota Kesepakatan tentang Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia ini dibuat dengan maksud dan tujuan sebagai pedoman bagi PARA PIHAK untuk melakukan kerja sama dalam

Saat ini BP2MI hanya memiliki 1 (satu) perwakilan petugas BP2MI di luar negeri yaitu di KDEI Taipei. Penguatan penataan lembaga dalam seluruh aspek, yaitu:.. Rencana Strategis

LAPORAN KINERJA BP2MI 2020 WWWW BP2MI GO ID KATA PENGANTAR Dengan diundangkannya Undang Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, maka terbitlah

Sekretariat Utama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi, misi, tugas dan fungsi BP2MI

Nota Kesepakatan tentang Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia ini dibuat dengan maksud dan tujuan sebagai pedoman bagi PARA PIHAK untuk melakukan kerja sama dalam

Untuk memenuhi standar pelayanan Lembaga Penempatan dan Lembaga Pendukung Penempatan, maka Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika melakukan

Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia harus memperbarui situasi dan kondisi para pekerja migran Indonesia sektor kesehatan yang selama ini tidak terinformasikan apa yang