MANAGEMEN FARMASI
o l e h
DR. M. YANIS MUSDJA, M.SC
PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
TAHUN 2021
KATA PENGANTAR
Syariah Islam dalam Al-Qur’an dan As Sunnah dan Ijma’ ulama banyak sekali mengajarkan managemen untuk bisa hidup bahagia di dunia dan di akhirat. Adam dan keturunannya telah ditetapkan oleh Allah SWT sebagai khalifah di bumi adalah agar Adam dan keturunannya bisa me-manage atau mengatur bumi dengan baik sehingga bumi menjadi semakin indah dan Makmur.
Karena itu managemen dalam Islam harus bersumber dari Al-Qur’an dan hadist Nabi Muhammad SAW dan nilai-nilai kemanusiaan yang berkembang dalam masyarakat, dimana tujuannya adalah untuk mencapai keabhagiaan dunia dan akhirat. Manajemen islam berbeda dengan managemen sekuler, karena managemen sekuler merupakan suatu sistem yang implementasinya bersifat bebas nilai serta hanya berorientasi kepada keuntungan semata.
Manajemen dalam Islam adalah hal yang terkait dengan perilaku yang didasari oleh nilai-nilai keimanan, ketauhidan dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah islam. Dalam pelaksanaannya terdapat indikator nilai-nilai etika dan akhlak yang harus diterapkan agar tujuan yang diinginkan dapat dicapai.
Dalam menerapkan managemen seorang Muslim harus menyadari bahwa dirinya selalu dilihat atau diawasi oleh Allah SWT karena itu dia takut dengan hisab Allah di akhirat kelak.
Oleh karena itu dia akan selalu jujur, amanah, fathanah
Managemen farmasi banyak sekali berinteraksi dengan berbagai bidang. Managemen farmasis Muslim harus bisa mengimplementasikan syariah islam di dalamnya sehingga dalam rangka mencapai tujuan individu atau organisasi hal utama yang harus diperhatikan adalah keridhoan Allah SWT.
Manajemen farmasi harus mampu melakukan pengelolaan obat, alat kesehatan memberikan informasi obat dan layanan kefarmasian di apotik, rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. Mampu menjelaskan tentang teori berbagai bidang ilmu kefarmasian dalam melakukan riset bidang kefarmasian, dalam pengajaran dan bidang-bidang yang terkait dengan kefarmasian dengan menerapkan nilai-nilai islami di dalamnya, baik pada saat planning, organizing, actuating maupun controlling.
Seseorang yang baik itu adalah orang yang bisa me-manage dirinya, keluarganya, tempat kerjanya, orang yang dipimpinnya dan lingkungannya.
Seorang manager yang baik, dia yakin bahwa Allah selalu mengawasinya, karena itu dia akan berperilaku dan berbuat hati-hati. Karena itu setiap tindakkannya sesuai dengan syariat Islam,
Halaman
Halaman Cover 1
Kata Pengantar 2
Daftar Isi 3
Deskripsi Mata Kuliah 4
Rencana Pembelajaran Semester (RPS) 5
BAB 1 Pendahuluan 7
BAB 2 Tujuan Pembelajaran 8
Daftar Referensi 9
BAB 3 Pengantar konsep dasar manajemen farmasi 10
BAB 4 Tinjauan umum apotek dan manajemenya 11
BAB 5 Fungsi dasar manajemen di apotek IFRS, dan industri 12 BAB 6 Manajemen Persediaan Obat (Inventory control) 13
BAB 7 Manajemen SDM, 14
BAB 8 Manajemen Pelayanan 15
BAB 9 Manajemen Keuangan 16
BAB 10 Ujian Tengah Semester 17
BAB 11 Administrasi Apotek, IFRS dan Industri 18
BAB 12 Standar Operating Procedure dan Petunjuk Pelaksanaan 19
BAB 13 Pengembangan produk farmasi 20
BAB 14 manajemen farmasi rumah sakit 21
BAB 15 manajemen industri farmasi 22
BAB 16 Manajemen mutu terpadu 23
BAB 17 Ujian Akhir Semester 24
Lampiran Format Penilaian 25
Lampiran Bidoata Pengusul 26
Lampiran Surat Pernyataan Pengusul 27
Tentang Penulis 28
DESKRIPSI MATA KULIAH
Konsep dasar manajemen (batasan, filosofi, dan proses manajemen); fungsi dasar manajemen di apotek, Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS), dan industri (perencanaan, pengorganisasian/SDM, pengarahan, pengendalian, dan pengambilan keputusan); Sistem Informasi Manajemen; Manajemen mutu terpadu (Total Quality Mana-gement); manajemen apotek (studi kelayakan dan budgeting, inventory control system, keuangan, pemasaran, peraturan perundangan yang terkait dengan apotek, manajemen pelayanan dan informasi obat di apotek, dan strategi pengembangan); manajemen farmasi rumah sakit (perencanaan, pengadaan perbekalan farmasi, penyimpanan, pengemasan, distribusi, dan pengendalian);
manajemen industri farmasi (manajemen persediaan, QA, manajemen industri, pengembangan produk, regulasi, dan informasi produk);
manajemen industri farmasi (manajemen perse-diaan, QA, manajemen industri, pengembangan produk, regulasi, dan informasi produk
No. Capaian Pembelajaran
Bahan Kajian (Materia Ajar Pokok Bahasan)
Metode Pembela-
jaran
Waktu
Menit Kriteria Penilaian &
Indikator Penilaian
Bo Bot Ni
lai Ref
No
1 Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar managmen untuk Apotek, Instalasi Farmasi Rumash Sakit (IFRS) dan Industri
Pengantar konsep dasar manajemen farmasi
Ceramah Diskusi , penugasan individu
100 Mampu menjelaskan konsep dasar managmen untuk Apotek, IFRS dan Industri
8% 1, 2,
2 Mahasiswa mampu menjelaskan Fungsi managemen untuk Farmasi
Tinjauan umum apotek dan
manajemenya
Ceramah Diskusi , penugasan individu
100 Mampu menjelaskan manajemen apotik
8% 1, 2
3 Mahasiswa mampu menjelaskan Fungsi dasar- Managemen untuk Apotik,
Fungsi dasar manajemen di apotek IFRS, dan industri
Ceramah Diskusi , penugasan individu
100 Peran dasar manajemen di apotek IFRS, dan industri
7% 1, 2, 3
4 Mahasiswa mampu Manajemen Ceramah 100 Peran 7% 1,
menjelaskan Fungsi Persediaan Diskusi , persediaan di 2, persediaan Instalasi Obat penugasan IFRS, Industri 3, Farmasi Rumah Sakit (Inventory individu Farmasi dan 4
(IFRS) control) Studi Kasus Apotik
dan Industri Farmasi dan Apotik
5 Mahasiswa mampu Manajemen Ceramah 100 Parameter 7% 1,
menjelaskan Managemen, SDM, Diskusi , managemen 2,
fungsi dan pengelolaan penugasan SDM 3,
SDM untuk Apotik, IFRS individu 4
dan Industri Studi Kasus
6 Mahasiswa mampu Manajemen Ceramah 100 Jenis dan 7% 1, menjelaskan Pelayanan, Pelayanan Diskusi , fungsi 2, swamedikasi, Konseling Farmasi penugasan pelayanan 3,
dan pencatatan riwayat individu farmasi 4
pengobatan Pasien. Studi Kasus
7 Mahasiswa mampu Manajemen Ceramah 100 Fungsi 7% 1,
menjelaskan Administrasi Keuangan Diskusi , Administrasi 2,
keuangan , Perhitungan penugasan keuangan , 3,
pajak dll individu Perhitungan 4
Studi Kasus pajak dll
8 UTS Pilihan
Ganda
90 Hasil nilai ujian Essay
Tagus Individu
9 Mahasiswa mampu Manajemen Ceramah 100 Peran dan 7% 1, menjelaskan dqtq base Administrasi Diskusi , fungsi 2,
yang diperlukan untuk penugasan Manajemen 3,
Apotik, IFRS dan Industri individu Administrasi 4
Studi Kasus
10 Mahasiswa mampu Standar Ceramah 100 Cara 7% 3,
menjelaskan Cara Operating Diskusi , pembuatan 4,
Pembuatan SOP, Procedure penugasan SOP, 5,
Cara Pembuatan JUKLAK (SOP) dan individu Cara Implementasi SOP dan Petunjuk Studi Kasus Pembuatan
JUKLAK Pelaksanaan JUKLAK
(JUKLAK)
11 Mahasiswa mampu Pengembangan Ceramah 100 Tahu cara 7% 3,
menjelaskan cara penjualan Diskusi , pemasaran 4,
meningkatkan penjualan produk farmasi penugasan yang baik 5, individu
Studi Kasus
12 Mahasiswa mampu Manajemen Ceramah 100 Mampu 7% 3,
menjelaskan Managemen farmasi rumah Diskusi , menjelaskan 4,
obat Apotik, IFRSdan sakit penugasan Managemen 5,
Industri individu obat Apotik,
Studi Kasus IFRSdan Industri
13 Mahasiswa mampu Manajemen Ceramah 100 Mampu 7%
menjelaskan Manajemen industri farmasi Diskusi , menjelaskan
industri farmasi penugasan Manajemen
individu industri Studi Kasus farmasi
14 Mahasiswa mampu Manajemen Ceramah 100 Mampu 7% 3,
menjelaskan manajemen mutu terpadu Diskusi , menjelaskan 4, persediaan, QA, Keuangan /TQM (Total penugasan Manajemen 5, pengembangan produk, Quality individu mutu
regulasi, dan informasi Management). Studi Kasus terpadu
produk /TQM
15 UAS Pilihan
Ganda
90 Hasil nilai Ujian Essay
Tagus Individu
16 EVALUASI NILAI
PENDAHULUAN
Tujuan managemen adalah untuk memperoleh suatu hasil yang ingin dicapai melalui suatu proses manajemen. Sedangkan Sasaran managemen adalah suatu hasil (khusus) yang ingin dicapai melalui proses manajemen.
Pada dasarnya managemen dibagi menjadi:
1. Manajemen sumber daya manusia (unsur men)
adalah ilmu dan seni yang mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja, agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan.Hal pokok yang dipelajari adalah perencanaan (human resources planning), pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, kedisiplinan, dan pemberhentian karyawan.
2. Manajemen permodalan (money)
lebih dititik beratkan “bagaimana menarik modal yang cot of money-nya relatif rendah dan bagaimana memanfaatkan modal (uang) supaya lebih berdaya guna dan berhasil guna untuk mencapai tujuan.”
3. Manajemen akuntansi biaya (materials)
pokok bahasannya adalah “bagaimana caranya supaya harga pokok barang atau jasa yang dihasilkan relatif rendah dan dengan kualitas yang baik.
4. Manajemen produksi (machines)
hal-hal pokok yang dibahas meliputi “penentuan/penggunaan mesin-mesin, alat-alat, lay out peralatan dan cara-cara untuk memproduksi batang/jasa supaya kualitasnya relatif baik.
5. Manajemen pemasaran (market)
lebih dititikberatkan pada cara penjualan barang, jasa, pendistribusian, promosi produksi sehingga konsumen merasa tertarik untuk mengkonsumsinya.
Semua managemen diatas adalah terkait dengan managemen farmasi, namun dalam pelaksanaannya di lapangan, adakalanya seorang famasis hanya terlibat dengan satu poin atau beberapa poin saja dari poin tersebut diatas, namun untuk top manager bisa terikat dan memahami kesemua poin tersebut diatas.
BAB 2
KULIAH MANAGEMEN FARMASI
Tujuan Pembelajaran:
Mahasiswa memahami konsep dan mampu menerapkan ilmu manajemen untuk pekerjaan kefarmasian di Apotik, rumah sakit, industri, pendidikan, penelitian, pengembangan obat dan bidang-bidang lain yang menyangkut kefarmasian.
Kegiatan Belajar:
Pembelajaran berpusat pada mahasiswa secara aktif melalui Ceramah Diskusi , penugasan individu dan studi kasus.
Kompetensi Umum:
Mahasiswa sudah memiliki ketrampilan dalam melaksanakan proses manajemen dan kepemiminan yang efektif dan efisien dalam pekerjaan kefarmasian dalam rangka pelayanan kesehatan yang bermutu bagi klien / masyarakat yang membutuhkan.
Evaluasi:
Nilai Tugas
Keaktifan bertanya
Kemampuan menjawab Pertanyaan dosen Hasil kerja mandiri
Hasil Kerja kelompok Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester
Daftar Referensi:
1. Anief, Moh. 2008. Manajemen Farmasi. Gadjah Mada University Press. Jogjakarta 2. Anshari, Muh. 2009. Aplikasi Manajemen Pengelolaan Obat dan Makanan. Nuha
Medika. Jogjakarta
3. Dessele, P.,Shane, Z., David, P. 2005. Pharmacy Management Assentials for All Practice Setting. The McGraww-Hill Company, USA
4. Seto, S., Nita, Y., Triana, L. Manajemen Farmasi, edisi kedua. Airlangga University Press. Surabaya
5. Quick, J.D., Rankin, J.R., Laing, R.O., O’Connor, R.W. 1997. Managing Drug Supply, second edition. Kumarin Press. West Harford, USA
KULIAH KESATU
POKOK BAHASAN : PENGANTAR KONSEP DASAR MANAJEMEN FARMASI Farmasi adalah suatu profesi kesehatan yang berhubungan dengan pembuatan dan distribusi dari produk yang berkhasiat obat. Ini meliputi seni dan ilmu pembuatan dari sumber alam atau sintetik menjadi material atau produk yang cocok dan enak dipakai untuk
mencegah, mendiagnosa, atau pengobatan penyakit. Farmasi juga meliputi profesi yang sah dan fungsi ekonomi dari distribusi produk yang berkhasiat obat yang baik dan aman.
Farmasi adalah ilmu yang mempelajari cara membuat, mencampur, meracik, memformulasikan, mengidentifikasi, mengombinasi, menganalisis, serta menstandarkan obat dan pengobatan juga sifat-sifat obat beserta pendistribusian dan penggunaannya secara aman.
Farmasi dalam bahasa Yunani disebut Farmakon yang berarti medika atau obat
Sistem Informasi Manajemen merupakan salah satu sumber daya organisasi untuk mendukung proses pengambilan keputusan pada berbagai tingkat manajemen,data dapat diolah menjadi informasi sesuai keperluan manajer sebagai pimpinan manajemen lini bawah, tengah dan atas. Agar informasi sesuai dengan keperluan manajemen dan manajer, maka haruslah dirancang suatu sistem informasi manajemen yang baik sehingga dapat digunakan sebagai pendukung pengambilan keputusan.
Keberhasilan dari pengembangan system merupakan investasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada pasien di semua fasiltas farmasi dan dituntut untuk dapat memberikan pelayanan dengan cepat, tepat dan berkualitas. Guna memenuhi tuntutan pelayanan tersebut maka dukungan sistem informasi manajemen sangat diperlukan.
Manajemen Farmasi meliputi menu transaksi daftar Resep dan pasien, data pemesanan obat, data penerimaan obat dan transaksi pelayanan pasien, menu informasi meliputi daftar penjualan obat, daftar pengiriman atau penyerahan obat ke pasien, ruangan atau gudang, daftar retur obat dan daftar obat kadaluarsa, persediaan (inventory) meliputi data persediaan barang medis dan non medis, laporan meliputi laporan distribusi obat, laporan saldo obat laporan penerimaan obat dari supplier, rekapitulasi resep dan lembar resep dan laporan psikotropik dan narkotik bulanan ke Dinas kesehatan dan instansi terkait.
Pada dasarnya pengelolaan obat di Apotik/instalasi farmasi rumah sakit meliputi perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan distribusi dimana keempat tahap ini saling terkait dan saling mempengaruhi sehingga harus terkoordinasi dengan optimal.
BAB 4 KULIAH KEDUA
POKOK BAHASAN : TINJAUAN UMUM APOTEK DAN MANAJEMENYA
Apotek adalah perusahaan jasa yang bergerak di bidang farmasi. Apotek menjual obat- obatan yang terdiri dari obat bebas maupun obat resep, serta melayani pelayanan BPJS. Selama ini, proses bisnis yang dijalankan masih manual dan hanya bergantung pada kontrol internal manusia. Tidak ada pengingat untuk stok dan expired date serta pengingat untuk pembayaran hutang kepada supplier. Jadi selama ini hanya bergantung pada kontrol yang dilakukan secara internal oleh manusia yang dapat menyebabkan kesalahan. Salah satu contoh kesalahan tersebut adalah melakukan order obat pada saat mengetahui stok barang sudah habis. Melihat hal ini, diperlukan suatu penyelesaian yaitu sistem informasi manajemen bagi apotek yang sudah terstruktur dengan baik agar data yang sudah didapat dapat dikelola dengan baik agar dapat menjadi suatu informasi yang berguna bagi pengelola. Sistem informasi manajemen yang dibuat diharapkan dapat membantu kinerja operasional apotek sehari-hari. Sehingga proses bisnis yang berjalan dapat menjadi lebih baik dan cepat mengenai masalah pengolahan data.
Sistem informasi adalah suatu komponen yang saling bekerja satu sama lain untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan dan juga menyebarkan informasi untuk mendukung suatu organisasi, seperti pengambilan keputusan, koordinasi, pengendalian, analisis masalah, dan juga visualisasi dari organisasi [3]. Selain itu sistem informasi juga membantu pengelola untuk menganalisis permasalahan, menggambarkan objek yang kompleks serta membuat suatu produk. Informasi adalah sebuah data yang telah dibuat dan juga diolah dengan metode tertentu kedalam bentuk yang nantinya akan memiliki arti tertentu bagi manusia sebagai penggunanya.
Ada tiga proses yang berkaitan dengan sistem informasi manajemen, yaitu : 1. Input : Aktivitas yang melibatkan pengumpulan data mentah dari dalam organisasi dari lingkungan eksternal untuk pengolahan dalam suatu sistem informasi. 2. Proses : Suatu aktivitas yang melibatkan pemrosesan dan juga pengolahan data mentah yang sudah diinput menjadi data yang bermakna dan berharga. 3. Output : Proses dimana seluruh data yang sudah selesai diproses dan juga sudah selesai diolah dapat diteruskan ke pengguna atau user, sehingga user dan juga pengguna bisa memahami dan juga memanfaatkan informasi yang merupakan hasil dari pengolahan data
KULIAH KETIGA
POKOK BAHASAN : FUNGSI DASAR MANAJEMEN DI APOTEK IFRS, & INDUSTRI Kata manajemen berasal dari bahasa latin yaitu dari asal kata manus yang berarti tangan dan agree yang berarti melakukan. Managere diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dalam bentuk kata kerja to manage dengan kata benda management yang artinya pengelolaan
Manajemen sering diartikan sebagai ilmu, kiat, dan profesi. Dikatakan sebagai ilmu karena manajemen dipandang sebagai suatu bidang pengetahuan yang secara sistematik berusaha memahami mengapa dan bagaimana orang bekerja sama. Dikatakan sebagai kiat karena manajemen mencapai sasaran melalui cara-cara dengan mengatur orang lain menjalankan dalam tugas. Dipandang sebagai profesi karena manajemen dilandasi oleh keahlian khusus untuk mencapai suatu prestasi manajer dan para profesional dituntun oleh suatu kode etik. Meskipun cenderung mengarah pada satu fokus tertentu, para ahli masih berbeda pandangan dalam mendefinisikan manajemen. Menurut Henri L. Sisk, Ph.D dalam bukunya Principles of Management, management is the coordination of all resources trough the processes of planning, organizing, directing, and controlling in order to attain stated objectives. Artinya manajemen adalah koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, dan mengendalikan untuk mencapai tujuannya.
Dalam buku shariah principles on management in practice dijelaskan management means organizing, handling, controlling and directing a particular thing or affair is obliged under Islamic Shariah. Artinya adalah manajemen berarti pengorganisasian, penanganan, mengendalikan dan mengarahkan hal tertentu atau urusan wajib di bawah Syariah Islam.
Menurut Sudjana manajemen merupakan rangkaian berbagai kegiatan wajar yang dilakukan seseorang berdasarkan norma-norma yang telah ditetapkan dan dalam pelaksanaannya memiliki hubungan-hubungan dan saling keterkaitan dengan lainnya. Hal tersebut dilaksanakan oleh orang atau beberapa orang yang ada dalam organisasi dan diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Dari beberapa pengertian diatas, maka dapat disimpulkan manajemen adalah suatu proses pengelolaan maupun pengaturan yang menggunakan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukan suatu kegiatan yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan evaluasi baik secara perorangan maupun bersama orang lain dalam upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien
BAB 6
KULIAH KEEMPAT
POKOK BAHASAN : MANAJEMEN PERSEDIAAN OBAT (INVENTORY CONTROL) Manajemen persediaan obat sebenarnya sama dengan fungsi manajemen pada umumnya, hanya karena untuk kepentingan tujuan persediaan obat maka fungsi manajemen persediaan obat adalah sebagai berikut :
1. Fungsi perencanaan dan penentuan kebutuhan
Fungsi perencanaan mencakup aktivitas dalam menetapkan sasaran-sasaran, pedoman, pengukuran penyelenggaraan urusan pada bidang persediaan obat. Penentuan kebutuhan merupakan perincian dari fungsi perencanaan, bila mana perlu semua faktor yang dapat mempengaruhi penentuan kebutuhan harus diperhitungkan
2. Fungsi penganggaran
Fungsi penganggaran merupakan usaha-usaha untuk merumuskan perincian penentuan kebutuhan dalam suatu skala standar, yakni skala mata uang dan jumlah biaya dengan memperhatikan pengarahan dan juga pembatasan yang berlaku terhadapnya.
3. Fungsi pengadaan
Fungsi pengadaan merupakan usaha dan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan operasional yang telah digariskan dalam fungsi perencanaan dan penentuan kepada instansi-instansi pelaksana 4. Fungsi penyimpanan dan penyaluran
Fungsi ini merupakan penerimaan, penyimpanan dan penyaluran yang telah diadakan melalui fungsi-fungsi terdahulu untuk kemudian disalurkan kepada instansi-instansi pelaksana.
5. Fungsi pemeliharaan
Fungsi ini adalah usaha atau proses kegiatan untuk mempertahankan kondisi teknis, daya guna dan daya hasil barang inventaris.
6. Fungsi penghapusan
Fungsi ini adalah berupa kegiatan dan usaha pembebasan barang dari pertanggungjawaban yang berlaku. Dengan kata lain, fungsi penghapusan adalah usaha untuk menghapus kekayaan (asset) karena kerusakan yang tidak dapat diperbaiki lagi.
7. Fungsi pengendalian
Fungsi ini merupakan fungsi inti dari pengolahan perlengkapan yang meliputi usaha untuk memonitor dan mengamankan keseluruhan pengelohan persediaan obat. Dalam fungsi ini diantaranya terdapat kegiatan pengendalian inventarisasi yang merupakan unsur-unsur utamannya.
KULIAH KELIMA
POKOK BAHASAN : MANAJEMEN SDM (SUMBER DAYA MANUSIA)
Perencanaan sumber daya manusia merupakan salah satu aktivitas penting dalam manajemen sumber daya manusia. Aktivitas ini penting karena berperan dalam proses perencanaan strategis sumber daya manusia di dalam organisasi.
Organisasi perlu melakukan perencanaan sumber daya manusia guna mengetahui jumlah pekerja (demand) guna mencapai tujuan organisasi yang disesuaikan dengan jumlah penawaran tenaga kerja (supply). Perencanaan sumber daya musia (HR planning) didefinisikan sebagai proses perkiraan atau peramalan (forecasting) akan kebutuhan sumber daya manusia di dalam sebuah organisasi dengan melihat ketersediaan sumber daya manusia baik di dalam organisasi (internal) maupun di luar organisasi (external). Proses perencanaan ini bertujuan untuk mengetahui posisi di dalam organisasi yang harus diisi dan bagaimana cara mengisinya.
Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia adalah untuk:
a. Memberi pertimbangan manajemen dalam membuat kebijakan SDM untuk memastikan bahwa organisasi memiliki pekerjaan yang bermotivasi dan berkinerja yang tinggi, memiliki pekerja yang selalu siap mengatasi perubahan dan memenuhi kewajiban pekerjaan secara legal.
b. Mengimplementasikan dan menjaga semua kebijakan dan prosedur SDM yang memungkinkan organisasi mampu mencapai tujuannya.
c. Membantu dalam pengembangan arah keseluruhan organisasi dan startegi, khususnya yang berkaitan dengan implikasi SDM.
d. Memberi dukungan dan kondisi yang akan membantu manajer lini mencapai tujuannya.
e. Menangani berbagai krisis dan situasi sulit dalam hubungan antar pekerja untuk meyakinkan bahwa mereka tidak menghambat organisasi dalam mencapai tujuannya.
f. Menyediakan media komunikasi antara pekerja dan manajemen organisasi.
g. Bertindak sebagai pemelihara standar organisasional ddan nilai dalam manajemen SDM.
Sementara itu, menurut Schuler setidaknya MSDM memiliki tiga tujuan utama, yaitu a. Memperbaiki tingkat produktivitas.
b. Memperbaiki kualitas kehidupan kerja.
c. Meyakinkan organisasi telah memenuhi aspek - aspek legal.
BAB 8
KULIAH KEENAM
POKOK BAHASAN : MANAJEMEN PELAYANAN FARMASI
Dalam Permenkes Republik Indonesia nomor 72 Tahun 2016, mererangkan bahwa Pelayanan Kefarmasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan Rumah Sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) yang bermutu dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat termasuk pelayanan farmasi klinik. Pelayanan kefarmasian merupakansuatu pelayanan langsung dan bertanggungjawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Pelayanan kefarmasian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mencegah, dan menyelesaikan masalah terkait obat. Tuntutan pasien dan masyarakat akan peningkatan mutu pelayanan kefarmasian, mengharuskan adanya perluasan dari paradigma lama yang berorientasi kepada produk (drug oriented) menjadi paradigma baru yang berorientasi pada pasien (patient oriented) dengan filosofi pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care).
Pelayanan sediaan farmasi harus mengikuti standar pelayanan kefarmasian yang selanjutnya diamanahkan untuk diatur dengan Permenkes. Dalam Peraturan Pemerintah nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian juga dinyatakan bahwa dalam menjalankan praktek kefarmasian pada fasilitas pelayanan kefarmasian, Apoteker harus menerapkan Standar Pelayanan Kefarmasian yang diamanahkan sesuai dengan Permenkes. Apotik dan Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) adalah bagian yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan perbekalan farmasi, sedangkan Komite Farmasi dan Terapi adalah bagian yang bertanggung jawab dalam penetapan formularium.
Untuk peleyanan farmasi di RS, Apoteker seyogianya melaksanakan visite kepada pasien dengan tujuan mengumpulakan informasi tekait kondisi pasien dan memeriksa terapi Obat dari rekam medik atau sumber lain. Visite merupakan kegiatan kunjungan ke pasien rawat inap yang dilakukan Apoteker secara mandiri atau bersama tim tenaga kesehatan untuk mengamati kondisi klinis pasien secara langsung, dan mengkaji masalah terkait Obat, memantau terapi Obat dan Reaksi Obat yang Tidak Dikehendaki, meningkatkan terapi Obat yang rasional, dan menyajikan informasi Obat kepada dokter, pasien serta profesional kesehatan lainnya.
KULIAH KETUJUH POKOK BAHASAN : MANAJEMEN KEUANGAN
Menejemen keuangan merupakan salah satu fungsi operasional perusahaan yang berkaitan dengan pengolahan keuangan yang pada dasarnya dilakukuan oleh individu, perusahaan, maupun pemerintah. Manajemen keuangan memiliki peranan penting dalam perkembangan sebuah perusahaan. Manajemen keuangan adalah salah satu bidang ilmu pengetahuan yang penting, dengan mempelajari ilmu manajemen keuangan, seseorang akan mempunyai kesempatan yang lebih luas dalam pekerjaan dan perkembangan karirnya.
Manajemen keuangan menyangkut hal-hal sebagai berikut:
1. Manajemen keuangan dapat diartikan sebagai keseluruhan aktivitas yang bersangkutan dengan usaha untuk mendapatkan dana dan menggunakan dan mengalokasikan dana tersebut.
2. Manajemen keuangan dapat diartikan sebagai seni dan ilmu pengetahuan tentang mengelola keuangan.
3. Manajemen keuangan dapat pula diartikan sebagai ilmu yang membahas tentang investasi, pembelanjaan, dan pengelolaan asset- aset dengan beberapa tujuan menyeluruh yang direncanakan.
Dalam sebuah perusahaan, memaksimalkan laba seringkali merupakan tujuan yang tepat untuk dicapai. Secara konvensional, tujuan perusahaan adalah untuk mendapatkan laba yang sebanyak- banyaknya, atau laba yang maksimal.
Jadi tujuan manajemen keuangan adalah memaksimalkan kekayaan dari pemilik perusahaan atau pemegang saham perusahaan. Atau dengan kata lain, tujuan manajemen keuangan adalah memaksimalkan nilai perusahaan.
Suatu laporan keuangan akan menjadi lebih bermanfaat untuk pengambilan keputusan, apabila dengan informasi tersebut dapat diprediksi apa yang akan terjadi di masa mendatang.
Dengan mengolah lebih lanjut laporan keuangan melalui proses perbandingan, evaluasi dan analisis tren, akan mampu diprediksi apa yang mungkin akan terjadi di masa mendatang, sehingga disinilah laporan keuangan tersebut begitu diperlukan.
BAB 10
EVALUASI PEMAHAMAN MAHASISWA KESATU
UJIAN TENGAH SEMESTER
Ujian Akhir Semester (UAS) dilaksanakan dengan memberikan ujian Essay dan pilihan ganda Pada saat pandemic Covid-19 Ujian diberikan menggunakan Google Form.
Untuk mengamati kejujuran mahasiswa, kepada mahasiswa diwajibkan menggunakan dua (2) alat, yakni kamera dan laptop. Kamera harus tertuju kepada muka mahasiswa dan monitor laptop. Sebelum ujian dimulai, dosen mengamati dan menilai apakah kamera seluruh mahasiswa sudah aktif dan tertuju kepada muka mahasiswa dan monitor komputernya. Jika terdapart mahasiswa tidak mentaati ketentuaan pada saat ujian, maka mereka diperingatkan jika tidak juga maka mereka dikeluarkan dari peserta ujian. Jauh hari sebelum ujian kepada mahasiswa sudah diingatkan bahwa ujian akhir semester hanya dilaksanakan satu kali, karena itu mereka harus punya pulsa yang cukup dan kompuer serta Handphone harus sudah di charge dengan terisi baterai yang penuh sehingga cukup untuk mengikuti ujian dan tidak ada alas an lampu mati ditempat saya. Jika ada mahasiswa yang sakit atau berhalangan penting, maka diadakan ujian khusus yang soalnya berbeda dengan soal yang sudah diberikan dan ditambah dengan ujian lisan lewat online untuk tatap muka satu persatu terhadap mahasiswa.
KULIAH KEDELAPAN POKOK BAHASAN : MANJEMEN ADMINISTRASI
Administrasi sebagai suatu kegiatan bersama terdapat dimana-mana selama ada manusia yang hidup dan bekerjasama dalam kelompok. Jika kita melihat sebuah pabrik bekerja menghasilkan semacam benda sebagai produknya, maka di situ kita melihat ada Administrasi.
Jika kita melihat suatu lembaga yang melatih dan memberikan suatu pelajaran yang akhirnya mereka mendapat sertifikat dari proses pendidikan itu,maka disitu ada Administrasi pendidikan.
Jika kita melihat suatu lembaga yang mempunyai suatu organisasi yang tersusun baik ataupun terencana, maka di situ kita melihat ada sebuah Manajemen.
Menurut asal katanya, administrasi berasal dari bahasa latin administrare yang berarti melayani, membantu, dan memenuhi. Dari perkataan itu terbentuk kata benda administration dan kata sifat administrativus yang kemudian masuk ke dalam Bahasa inggris administrasion.
Perkataan itu selanjutnya diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi administrasi.
Administrasi dalam arti sempit adalah diambil dari istilah dalam Bahasa Belanda administratie yang berarti setiap penyusunan keterangan-keterangan secara sistematis dan pencatatannya secara tertulis dengan maksud untuk memperoleh suatu ikhtisar mengenai keterangan- keterangan itu dalam keseluruhannya dan dalam hubungannya satu sama lain.
Administrasi dalam arti luas adalah keseluruhan proses kerja sama antara dua orang atau lebih yang didasarkan asas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Administrasi adalah segenap proses penyelenggaraan dalam setiap usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Administrasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengendalikan suatu usaha (pemerintah) agar tujuan tercapai.
Dengan memahami pengertian administrasi secara luas diharapkan terdapat keluasan wawasan pemahaman terhadap istilah administrasi. Administrasi bukan hanya pekerjaan tulis menulis di belakang meja, akan tetapi mencakup pengaturan manusia dan non manusia, seperti waktu, tempat, sarana, dan prasarana.
Pendapat di atas menekankan pentingnya administrasi dalam abad modern ini. Bahkan, tegak rubuhnya suatu Negara, maju mundurnya peradaban manusia serta timbul tenggelamnya bangsa-bangsa di dunia tidak dikarenakan perang nuklir atau malapetaka, akan tetapi tergantung pada baik buruknya administrasi yang dimiliki. Pertimbangan rasional yang diambil adalah ada suatu kerja sama untuk mencapai tujuan tertentu namun dikerjakan tidak teratur, belum ada administrasi.
BAB 12
KULIAH KESEMBILAN
POKOK BAHASAN : STANDARD OPERATING PROCEDURES & JUKLAK
Standard Operating Procedures (SOP) adalah serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan administrasi pemerintahan, bagaimana dan kapan harus dilakukan, dimana dan oleh siapa dilakukan.
Manfaat Standard Operating Procedures dalam lingkup penyelenggaraan administrasi pemerintahan meliputi antara lain:
1. Sebagai standarisasi cara yang dilakukan karyawan/pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya.
2. Mengurangi tingkat kesalahan dan kelalaian yang mungkin dilakukan oleh seorang karyawan/pegawai dalam melaksanakan tugas.
3. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggungjawab individual karyawan/pegawai dan organisasi secara keseluruhan.
4. Membantu pegawai menjadi lebih mandiri dan tidak tergantung pada intervensi manajemen, sehingga akan mengurangi keterlibatan pimpinan dalam pelaksanaan proses sehari-hari.
5. Meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan tugas.
6. Menciptakan ukuran standar kinerja yang akan memberikan pegawai cara konkrit untuk memperbaiki kinerja serta membantu mengevaluasi usaha yang telah dilakukan.
7. Memastikan pelaksanaan tugas penyelenggaraan organisasi dapat berlangsung dalam berbagai situasi.
8. Dan lain-lain.
SOP teknis adalah standar prosedur yang sangat rinci dan bersifat teknis. Setiap prosedur diuraikan dengan sangat teliti sehingga tidak ada kemungkinan-kemungkinan variasi lain.
SOP administratif adalah standar prosedur yang diperuntukkan bagi jenis-jenis pekerjaan yang bersifat administratif. Dalam penyelenggaraan administrasi lingkup makro, SOP administratif dapat digunakan untuk proses-proses perencanaan, pengganggaran, dan lainnya, atau secara garis besar proses-proses dalam siklus penyelenggaraan administrasi. SOP administratif disusun untuk proses-proses administratif dalam operasional seluruh instansi pemerintah, dari mulai level unit organisasi yang paling kecil sampai pada level organisasi secara utuh, dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.
KULIAH KESEPULUH
POKOK BAHASAN : PENGEMBANGAN PENJUALAN PRODUK FARMASI
Apotik merupakan suatu bentuk perusahaan yang bergerak dalam bidang kesehatan.
Kegiatan operasionalnya menyediakan dan menjual barang berupa obat-obatan, dan alat-alat kesehatan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal kesehatan. Selama ini Apotik kesulitan dalam hal pemasaran dan penjualan produk, baik pemasaran obat maupun pemasaran alat-alat kesehatan yang ingin dipasarkan lebih luas lagi. Ini membuat apotik hanya melayani pelanggan yang datang ke apotik dan tidak bisa melayani pelanggan di luar daerah apotik, karena ada sebagian pelanggan yang mengaku mendapatkan obat atau alat kesehatan di Apotik Untuk membangun dan mengembangkan aplikasi penjualan ada baiknya dilakukan juga berbasis e-commerce. Aplikasi ini dibuat berbasis e-commerce karena aplikasi ini bertujuan menjual produk apotik secara online, dan pengembangan ini dimaksudkan supaya Apotik dapat mempermudah dalam memasarkan produk dan memperluas penjualan produknya.
Pembuatan Sistem Informasi Apotik Berbasis Web Pada Apotik dapat mempermudah dalam pengolahan data produk di apotik, tetapi didalam laporannya hanya membuat sistem informasinya saja dan pengolahan data seperti jenis barang, laporan pengeluaran, laporan pemasukan, kode barang, nama barang, harga barang, namun tidak menjual produknya secara online hanya saja sistem informasi ini yang biasanya berbasis desktop dalam laporannya sistem ini dibuat berbasis web.
Dalam pengembangan aplikasi ini yang akan dilakukan adalah membangun dan mengembangkan aplikasi dengan memberi menu dalam website yaitu berupa menu tips kesehatan yang akan memberikan sehingga tidak fokus dengan penjualan produk, namun juga memberi informasi yang bermanfaat tentang kesehatan dan sebagai sarana iklan sehingga dapat memperluas penjualan produk.
Metode ini menggunakan pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari melakukan analisa kelemahan sistem lama. Analisis kelemahan sistem lama untuk mendefinisikan kekurangan dan mencari kebutuhan. Selanjutnya dilakukan pengumpulan data yang diperlukan guna perancangan sistem yang akan dibuat. Kemudian menerjemahkan hasil rancangan ke dalam bahasa pemrograman tertentu. Penulisan kode program sesuai dengan desain yang dibuat, sehingga bisa menghasilkan aplikasi yang bermanfaat bagi pengguna. Langkah selanjutnya adalah pengujian sistem, yaitu melakukan pengujian terhadap aplikasi yang telah dibuat dengan menyesuaikan kebutuhan yang diperlukan.
BAB 14
KULIAH KESEBELAS
POKOK BAHASAN : MANAJEMEN FARMASI RUMAH SAKIT
Berdasarkan Permenkes RI Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit, instalasi farmasi rumah sakit memiliki tugas dan fungsi yang penting dalam memberikan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tugas dari instalasi farmasi rumah sakit, antara lain:
a. Menyelenggarakan, mengkoordinasikan, mengatur dan mengawasi seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian yang optimal dan profesional serta sesuai prosedur dan etik profesi;
b. Melaksanakan pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakaiyang efektif, aman, bermutu dan efisien;
c. Melaksanakan pengkajian dan pemantauan penggunaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai guna memaksimalkan efek terapi dan keamanan serta meminimalkan risiko;
d. Melaksanakan komunikasi, edukasi dan informasi (KIE) serta memberikan rekomendasi kepada dokter, perawat dan pasien;
e. Berperan aktif dalam TFT;
f. Melaksanakan pendidikan dan pelatihan serta pengembangan pelayanan kefarmasian; g.
Memfasilitasi dan mendorong tersusunnya standar pengobatan dan Formularium Rumah Sakit.
Fungsi instalasi farmasi rumah sakit dapat dibagi menjadi dua bagian utama yaitu pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai dan pelayanan farmasi klinis (Menkes RI, 2016)
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 tahun 2016, dalam penyelenggaraan Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit dapat dibentuk struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan yang merupakan bagian dari Instalasi Farmasi Rumah Sakit.
Pengorganisasian instalasi farmasi rumah sakit harus mencakup penyelenggaraan pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai, pelayanan farmasi klinis dan manajemen mutu yang bersifat dinamis dapat direvisi sesuai kebutuhan dengan tetap menjaga mutu.
KULIAH KEDUABELAS POKOK BAHASAN : MANAJEMEN INDUSTRI FARMASI
Ruang Lingkup Manajemen Operasi di Industri Farmasi adalah suatu sistem, manajemen operasi memiliki kharakteristiksebagai berikut:
(1) mempunyai tujuan, yaitu menghasilkan barang atau jasa, (2) mempunyai kegiatan, yaitu proses transformasi, dan (3) adanya mekanisme yang mengendalikan pengoperasikan.
Berdasarkan kharakteristik tersebut, maka ruang lingkup manajemen dapat dirumuskan:
1. Perencanaan output (peramalan output/penjualan).
2. Perencanaan kapasitas dan bangunan pabrik.
3. Perencanaan tata letak fasilitas dan desain aliran kerja.
4. Perencanaan produksi.
5. Manajemen Persediaan.
Dari ruang lingkup manajemen operasi tersebut terlihat bahwa manajemen operasi tidak saja sebagai alat untuk mengendalikan urutan input-output, tetapi juga merupakan suatu keseluruhan system yang berdasarkan system yang berlandaskan pada konsep pendekatan system,
Dilihat dari segi kepentingan konsumen, era perdagangan bebas ini sangat menguntungkan karena konsumen akan memiliki berbagai alternatif dalam memenuhi kebutuhannya. Konsumen tentu akan memilih barang atau jasa yang berkualitas dengan harga yang relatif murah serta pelayanan yang lebih cepat/baik. Sedangkan dari sisi produsen, khususnya industri dalam negeri, era globalisasi menjadi ancaman terutama terhadap produk- produk luar negeri yang selama ini harganya lebih mahal karena dikenakan tarif bea masuk yang tinggi. Demikian pula sebaliknya terhadap produk dalam negeri akan memperoleh kebebasan untuk memasuki pasar di luar negeri. Kondisi ini tentunya akan memicu persaingan yang semakin tinggi, khususnya di Indonesia, karena dengan jumlah penduduknya yang terbesar di kawasan ASEAN, menjadikan Indonesia pasar yang sangat potensial.
Terdapat 5 (lima) komponen utama yang mempengaruhi harga obat. Kelima komponen tersebut adalah (1) Biaya bahan awal (starting material) yang terdiri dari bahan baku dan bahan pengemas; (2) Biaya operasional pabrik (manufacturing cost); (3) Biaya promosi (promotion cost); (4) Biaya distribusi (distribution cost); dan (5) Biaya retailer (retailer cost).
BAB 16
KULIAH KETIGABELAS POKOK BAHASAN : MANAJEMEN MUTU TERPADU
Manajemen Mutu Terpadu/TQM (Total Quality Management). Pada prinsipnya sistem manajemen ini adalah pengawasan menyeluruh dari seluruh anggota organisasi terhadap kegiatan organisasi. Penerapan TQM berarti semua anggota organisasi bertanggung jawab atas kualitas organisasi. Sebelum hal itu tercapai, maka semua pihak yang terlibat dalam proses organisasi, mulai dari pemilik, manager, sampai dengan karyawan harus benar – benar mengerti hakekat dan tujuan organisasi ini. Dengan kata lain, setiap individu yang terlibat harus memahami apa tujuan penyelenggaraan organisasi. Tanpa pemahaman yang menyeluruh dari individu yang terlibat, tidak mungkin akan diterapkan TQM. Dalam ajaran TQM, organisasi harus menempatkan karyawan sebagai “klien” atau dalam istilah perusahaan sebagai “ stakeholders” yang terbesar, maka suara karyawan harus disertakan dalam setiap pengambilan keputusan strategis langkah organisasi. Tanpa suasana yang demokratis manajemen tidak mampu menerapkan TQM, yang terjadi adalah kualitas organisasi didominasi oleh pihak – pihak tertentu yang seringkali memiliki kepentingan yang bersimpangan dengan hakekat organisasi. Penerapan TQM berarti pula adanya kebebasan untuk berpendapat. Kebebasan berpendapat akan menciptakan iklim yang dialogis antara karyawan dengan pimpinan, singkatnya adalah kebebasan berpendapat dan keterbukaan antara seluruh karyawan.
Pentransferan ilmu tidak lagi bersifat one way communication, melainkan two way communication. Ini berkaitan dengan budaya organisasi. Selain kebebasan berpendapat juga harus ada kebebasan informasi. Harus ada informasi yang jelas mengenai arah organisasi, baik secara internal organisasi maupun secara nasional. Secara internal, manajemen harus menyediakan informasi seluas- luasnya bagi karyawan. Termasuk dalam hal arah organisasi adalah progran – program, serta kondisi finansial. Manajemen dalam Islam adalah proses pemanfaatan semua sumber daya yang dimiliki (ummat Islam, lembaga pendidikan atau lainnya) baik perangkat keras maupun lunak. Pemanfaatan tersebut dilakukan melalui Kerjasama atau secara berjamaah secara efektif, efisien, dan produktif untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan baik di dunia maupun Singkatnya, TQM adalah sistem menajemen yang menjunjung tinggi efisiensi. Sistem manajemen ini sangat meminimalkan proses birokrasi. Sistem sekolah yang birokratis akan menghambat potensi perkembangan sekolah itu sendiri.
BAB 17
EVALUASI PEMAHAMAN MAHASISWA KEDUA
UJIAN AKHIR SEMESTER
Ujian Akhir Semester (UAS) dilaksanakan dengan memberikan ujian Essay dan pilihan ganda Pada saat pandemic Covid-19 Ujian diberikan menggunakan Google Form.
Untuk mengamati kejujuran mahasiswa, kepada mahasiswa diwajibkan menggunakan dua (2) alat, yakni kamera dan laptop. Kamera harus tertuju kepada muka mahasiswa dan monitor laptop. Sebelum ujian dimulai, dosen mengamati dan menilai apakah kamera seluruh mahasiswa sudah aktif dan tertuju kepada muka mahasiswa dan monitor komputernya. Jika terdapart mahasiswa tidak mentaati ketentuaan pada saat ujian, maka mereka diperingatkan jika tidak juga maka mereka dikeluarkan dari peserta ujian. Jauh hari sebelum ujian kepada mahasiswa sudah diingatkan bahwa ujian akhir semester hanya dilaksanakan satu kali, karena itu mereka harus punya pulsa yang cukup dan kompuer serta Handphone harus sudah di charge dengan terisi baterai yang penuh sehingga cukup untuk mengikuti ujian dan tidak ada alas an lampu mati ditempat saya. Jika ada mahasiswa yang sakit atau berhalangan penting, maka diadakan ujian khusus yang soalnya berbeda dengan soal yang sudah diberikan dan ditambah dengan ujian lisan lewat online untuk tatap muka satu persatu terhadap mahasiswa.
PENILAIAN BERDASARKAN KRITERIA
Dasar penilaian berdasarkan prinsip objektif dan akuntabel, serta transparan dan dilakukan secara terintegrasi. Kriteria menunjuk pada standar keberhasilan mahasiswa dalam sebuah tahapan pembelajaran, dan unsur unsur yang menunjukkan kualitas kinerja mahasiswa.
Bobot Penilaian
Kriteria penilaian terdiri atas penilaian hasil dan proses sesuai dengan capaian pembelajaran, dengan contoh sebagai berikut:
Hasil Penilaian adalah berdasarkan:
Penilaian Formatif (30%); UTS (35%); b. UAS (35%) TOTAL = (100%) Nilai Formatif mencakup:
1. Dimensi intrapersonal skill 10%, 2. Atribut interpersonal softskill 10%, 3. Dimensi sikap dan tatanilai 10%
PROGRAM STUDI FARMASI UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA DAFTAR NILAI
KODE MK : DOK …….
MATA KULIAH : MANAGEMEN FARMASI
DOSEN 1 :
DOSEN 2 :
KELAS :
NO NOMOR POKOK
N a m a
Formatif30.0% UTS 30.0% UAS 40.0% NILAI AKHIR
ANGKA HURUF
1 2 3 4 5 6 7
TENTANG PENULIS
Dr. M. Yanis Musdja, M.Sc (Penulis) adalah pendiri Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Jakarta dan penulis Silabus Prodi Farmasi UIN Jakarta untuk mendapatkan izin dari Kemenag dan Kemendikbud pada tahun 2004, dan Penulis Silabus untuk akreditasi Prodi Farmasi pada tahun 2007.
Pengalaman Penulis sebagai Wakil Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim (ICMI) DKI Jakarta dan menjadi Ketua Yayasan Produk Halal Indonesia, dan sebagai Pengelola Apotik Selaras di Bumi Serpong Damai (BSD) sejak tahun 2003 , serta menjadi Dekan Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Tangerang dan ketua Prodi Farmasi UIN Jakarta selama dua periode memberikan pengalam tersendiri bagi penulis dalam me manage manusia dan apotik.
Dari pengalaman yang dintegrasikan dengan managemen kefarmasian membuat penulis semakin tertarik untuk mengajarkan Managemen Farmasi dan Entrepreneur pada Program Studi Farmasi UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.