• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMERINTAH KABUPATEN TOBA SAMOSIR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PEMERINTAH KABUPATEN TOBA SAMOSIR"

Copied!
75
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KINERJA

PEMERINTAH KABUPATEN TOBA SAMOSIR TAHUN 2018

PEMERINTAH KABUPATEN TOBA SAMOSIR

TAHUN 2019

(2)

i Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala rahmat dan karunia-Nya, Laporan Kinerja Tahunan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir Tahun 2018 dapat diselesaikan tepat waktu. Laporan Kinerja Tahunan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir memuat informasi kinerja Pemerintah Kabupaten Toba Samosir dalam menyelenggarakan pemerintahan sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Toba Samosir Tahun 2016-2021.

Laporan Kinerja Tahunan ini disusun berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, yang memuat gambaran tingkat pencapaian kinerja Pemerintah Kabupaten Toba Samosir pada Tahun 2018.

Demikian Laporan Kinerja Tahunan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir ini disusun, agar dapat bermanfaat untuk perbaikan perencanaan, penilaian dan perbaikan pelaksanaan program dan kegiatan, peningkatan kinerja dan penilaian kinerja.

Balige, Maret 2019 BUPATI TOBA SAMOSIR,

Ir. DARWIN SIAGIAN

(3)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar... i

Daftar Isi... ii

Pernyataan Telah Direviu... BAB I PENDAHULUAN... 1

A. Latar Belakang... 1

B. Gambaran Umum Kabupaten Toba Samosir... 1

C. Pertumbuhan Ekonomi... 6

D. Permasalahan Utama Dalam Melaksanakan Pembangunan ... 7

E. Susunan Perangkat Daerah... 11

F. Sumber Daya Aparatur ... 12

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA... 14

A. Rencana Strategis Tahun 2016-2021 ... 14

B. Indikator Kinerja Utama... 23

C. Perjanjian Kinerja ... 25

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 31

A. Pengukuran Kinerja... 34

1. Capaian Kinerja Sasaran... 36

B. Realisasi Anggaran ... 53

BAB IV PENUTUP... 60 LAMPIRAN-LAMPIRAN...

(4)

PEMERINTAH KABUPATEN TOBA SAMOSIR

INSPEKTORAT KABUPATEN

Jl. Huta Bulu – Mejan Telp. 0632 – 21393 BALIGE

PERNYATAAN TELAH DIREVIU

LAPORAN KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN TOBA SAMOSIR TAHUN ANGGARAN 2018

Kami telah mereviu Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Toba Samosir untuk Tahun Anggaran 2018 sesuai Pedoman Reviu atas Laporan Kinerja. Substansi informasi yang dimuat dalam Laporan Kinerja menjadi tanggung jawab manajemen Pemerintah Kabupaten Toba Samosir.

Reviu bertujuan untuk memberikan keyakinan terbatas laporan kinerja telah disajikan secara akurat, andal dan valid.

Berdasarkan reviu kami, tidak terdapat kondisi atau hal-hal yang menimbulkan perbedaan dalam meyakini keandalan informasi yang disajikan di dalam laporan kinerja ini.

Balige, Maret 2019 INSPEKTUR

KABUPATEN TOBA SAMOSIR

Drs. WALEN HUTAHAEAN PEMBINA UTAMA MUDA NIP. 19660609 199203 1 007

(5)

CHECK LIST REVIU

No Pernyataan Check List

I. Format 1. Laporan Kinerja (LKj) telah menampilkan data

penting Instansi Pemerintah √

2. LKj telah menyajikan informasi target kinerja 3. LKj telah menyajikan capaian kinerja Instansi

Pemerintah yang memadai

4. Telah menyajikan dengan lampiran yang

mendukung informasi pada badan laporan 5. Telah menyajikan upaya perbaikan kedepan 6. Telah menyajikan akuntabilitas keuangan II. Mekanisme

Penyusunan

1. LKj disusun oleh unit kerja yang memiliki tugas

fungsi untuk itu

2. Informasi yang disampaikan dalam LKj telah

didukung dengan data yang memadai 3. Telah terdapat mekanisme penyampaian data dan

informasi dari unit kerja ke unit penyusun LKj 4. Telah ditetapkan penanggung jawab pengumpulan

data/informasi di setiap unit kerja √ 5. Data/informasi yang disampaikan dalam LKj telah

diyakini keandalannya

6. Analisis/penjelasan dalam LKj telah diketahui oleh

unit terkait

7. LKj IP bulanan merupakan gabungan partisipasi

dari dibawahnya

III. Substansi 1. Tujuan/sasaran dalam LKj telah sesuai dengan

tujuan/sasaran dalam perjanjian kinerja 2. Tujuan/sasaran dalam LKj telah selaras dengan

rencana strategis

3. Jika butir 1 dan 2 jawabannya tidak, maka terdapat

penjelasan yang memadai -

4. Tujuan/sasaran dalam LKj telah sesuai dengan tujuan/sasaran dalam Indikator Kinerja

Belum Sepenuhnya 5. Tujuan/sasaran dalam LKj telah sesuai dengan

tujuan/sasaran Indikator Kinerja Utama

Belum Sepenuhnya 6. Jika butir 4 dan 5 jawabannya tidak, maka terdapat

penjelasan yang memadai -

7. Telah terdapat perbandingan data kinerja dengan tahun lalu, standar nasional dan sebagainya yang bermanfaat

8. IKU dan IK telah cukup mengukur tujuan/sasaran Belum Sepenuhnya 9. Jika “tidak” telah terdapat penjelasan yang

memadai √

10. IKU dan IK telah SMART Belum

Sepenuhnya

(6)

1 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Bahwa sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, Bupati menyusun Laporan Kinerja Tahunan Pemerintah Daerah dan menyampaikannya kepada Gubernur, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dan Menteri Dalam Negeri paling lambat 3 (tiga) bulan setelah tahun anggaran berakhir.

Dengan demikian, Laporan Kinerja yang disusun secara periodik setiap akhir tahun anggaran tersebut menjadi media pertanggungjawaban dan sebagai perwujudan kewajiban Pemerintah Daerah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan program dan kegiatan yang telah diamanatkan para pemangku kepentingan dalam rangka mencapai misi organisasi secara terukur dengan sasaran atau target kinerja yang telah ditetapkan. Selain itu juga berperan sebagai alat kendali, alat penilai kinerja dan alat pendorong terwujudnya Good Governance atau dalam perspektif yang lebih luas berfungsi sebagai media pertanggungjawaban kepada publik.

B. GAMBARAN UMUM KABUPATEN TOBA SAMOSIR 1. Kondisi Geografis

Secara astronomis, Kabupaten Toba Samosir terletak pada 2º03’ - 2º40’LU dan 98º56’-99º40’ BT, dan luas wilayah 202.180 ha dengan ketinggian antara 900 – 2.200 meter diatas permukaan laut, dengan iklim tropis basah dengan suhu berkisar antara 17ºC-29ºC dengan rata-rata kelembaban udara 85,04%, dengan rata-rata tinggi curah hujan yang terjadi perbulan sebesar 155 mm dengan jumlah hari hujan sebanyak 17 hari. Topografi wilayah Kabupaten Toba

(7)

2 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir

Samosir berbentuk wilayah yang bergunung dan dataran rendah serta berbukit dan landai dengan persentase daerah miring sebesar 43%, daerah terjal 28,75 % dan 15,26 % daerah datar dengan struktur tanah yang labil dan berada pada wilayah gempa tektonik dan vulkanik. Kabupaten Toba Samosir berbatasan langsung dengan :

Sebelah Utara : Kabupaten Simalungun Sebelah Selatan : Kabupaten Tapanuli Utara

Sebelah Barat : Danau Toba dan Kabupaten Samosir Sebelah Timur : Kabupaten Labuhan Batu dan Asahan

Sumber : Kabupaten Toba Samosir Dalam Angka 2018

(8)

3 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir Tabel 1.1

Luas Wilayah dan Rasio Terhadap Total Menurut Kecamatan

No Kecamatan Luas (Km²) Rasio Terhadap Total

1 Balige 91,05 4,50

2 Tampahan 24,45 1,21

3 Laguboti 73,90 3,66

4 Habinsaran 408,70 20,21

5 Borbor 176,65 8,74

6 Nassau 335,50 16,59

7 Silaen 172,58 8,54

8 Sigumpar 25,20 1,25

9 Porsea 37,88 1,87

10 Pintu Pohan Meranti 277,27 13,71

11 Siantar Narumonda 22,20 1,10

12 Parmaksian 45,98 2,27

13 Lumban Julu 90,90 4,50

14 Uluan 109,00 5,39

15 Ajibata 72,80 3,60

16 Bonatua Lunasi 57,74 2,86

Jumlah 2.021,80 100,00

Sumber : Kabupaten Toba Samosir Dalam Angka 2018

(9)

4 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir 2. Kondisi Demografis

Secara geografis Kabupaten Toba Samosir terletak antara 2º03’–2º40’’ LU dan 98º56’’–99º40’ BT dan memiliki luas wilayah 202.180 Ha serta berada pada ketinggian antara 900–2.200 meter di atas permukaan laut. Sesuai dengan letak geografis Kabupaten Toba Samosir yang berada di garis khatulistiwa tergolong daerah beriklim tropis basah dengan suhu berkisar antara 17ºC-29ºC dan rata–rata kelembaban udara 85,04%. Rata–rata tinggi curah hujan yang terjadi di Kabupaten Toba Samosir per bulan berdasarkan data pada 3 stasiun pengamatan sebesar 155 mm dengan jumlah hari hujan sebanyak 14 hari. Keadaan permukaan tanah (topografi) wilayah Kabupaten Toba Samosir sebagian besar adalah berbentuk daerah wilayah yang bergunung dan dataran rendah serta disusul dengan wilayah berbukit dan yang landai (43% daerah miring, 28,75% daerah terjal, 15,26% daerah datar), struktur tanahnya labil dan berada pada wilayah gempa tektonik dan vulkanik.

Wilayah administrasi Kabupaten Toba Samosir terdiri dari 16 kecamatan, 13 kelurahan dan 231 desa. Jumlah penduduk Toba Samosir tahun 2015 adalah 179.704 jiwa dengan jumlah rumah tangga 44.005 RT. Tingkat kepadatan penduduk adalah 88,88 jiwa/km². PDRB Kabupaten Toba Samosir atas dasar harga berlaku tahun 2017 sebesar 6.656.290,66 juta rupiah.

Berdasarkan atas dasar harga konstan 2010 PDRB Kabupaten Toba Samosir tahun 2017 sebesar 5.005.707,16 juta rupiah atau mengalami pertumbuhan sebesar 4,96 persen dibanding tahun sebelumnya. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan merupakan sektor yang memberi peranan atau kontribusi yang terbesar terhadap PDRB tahun 2017. Tahun 2017 sektor ini memberi andil terhadap PDRB sebesar 32,37 persen. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan merupakan sektor yang menunjukkan trend penurunan dalam pembentukan PDRB tahun 2017. Hal ini dapat dilihat dari peranannya tahun 2016 sebesar 33,50 persen.

(10)

5 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir Tabel 1.2

Jumlah Penduduk Kabupaten Berdasarkan Kecamatan per 31 Desember 2018

NO KECAMATAN Pria Wanita Jumlah

1 BALIGE 21.950 22.131 44.081

2 LAGUBOTI 11.212 11.369 22.581

3 SILAEN 7.463 7.545 15.008

4 HABINSARAN 9.854 9.735 19.589

5 PINTU POHAN MERANTI 3.824 3.851 7.675

6 BORBOR 4.397 4.253 8.650

7 PORSEA 7.454 7.764 15.218

8 AJIBATA 4.438 4.399 8.837

9 LUMBAN JULU 5.150 5.149 10.299

10 ULUAN 4.983 4.949 9.932

11 SIGUMPAR 4.489 4.650 9.139

12 SIANTAR NARUMONDA 3.644 3.725 7.369

13 NASSAU 4.847 4.690 9.537

14 TAMPAHAN 2.551 2.524 5.075

15 BONATUA LUNASI 3.154 3.140 6.294

16 PARMAKSIAN 5.922 5.836 11.758

JUMLAH... 105.332 105.710 211.042

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Dari segi kepadatan penduduk, Kecamatan Balige merupakan wilayah yang paling padat penduduk, sementara Kecamatan Pintu Pohan Meranti menjadi kecamatan dengan tingkat kepadatan penduduk paling rendah sebagaimana tabel berikut:

(11)

6 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir Tabel 1.3

Tingkat Kepadatan Penduduk Kabupaten Toba Samosir Berdasarkan Kecamatan

per 31 Desember 2018

No Kecamatan Luas

(Km²)

Penduduk (Jiwa)

Kepadatan (Km²/Jiwa)

1 Balige 91,05 44.081 484,14

2 Tampahan 24,45 5.075 207,57

3 Laguboti 73,9 22.581 305,56

4 Habinsaran 408,7 19.589 47,93

5 Borbor 176,65 8.650 48,97

6 Nassau 335,5 9.537 28,43

7 Silaen 172,58 15.008 86,96

8 Sigumpar 25,2 9.139 362,66

9 Porsea 37,88 15.218 401,74

10 Pintu Pohan Meranti 277,27 7.675 27,68 11 Siantar Narumonda 22,2 7.369 331,94

12 Parmaksian 45,98 11.758 255,72

13 Lumban Julu 90,9 10.299 113,3

14 Uluan 109 9.932 91,12

15 Ajibata 72,8 8.837 121,39

16 Bonatua Lunasi 57,74 6.294 109,01 Jumlah 2.021,80 211.042 104,38

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

C. PERTUMBUHAN EKONOMI

Perekonomian Kabupaten Toba Samosir ditunjang dari berbagai sektor, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan.. Di bidang pariwisata, Kabupaten Toba Samosir yang terletak di pinggiran Danau Toba sebagai danau terbesar di Indonesia sehingga menjadi daya tarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk mengunjungi Kabupaten Toba Samosir. Di Kabupaten Toba Samosir juga banyak

(12)

7 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir

dijumpai hotel dan rumah singgah (guest house) yang mengakomodasi kunjungan wisatawan.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan ukuran kinerja makro kegiatan ekonomi di suatu wilayah. PDRB suatu wilayah menggambarkan struktur ekonomi daerah, peranan sektor- sektor ekonomi dan pergeserannya yang didasarkan pada PDRB atas dasar harga berlaku. Disamping itu PDRB menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi baik secara total maupun per sektor dengan membandingkan PDRB tahun berjalan terhadap tahun sebelumnya menggunakan atas dasar harga Konstan tahun 2010.

PDRB Kabupaten Toba Samosir atas dasar harga berlaku tahun 2017 sebesar 6.656.290,66 juta rupiah. Berdasarkan atas dasar harga konstan 2010 PDRB Kabupaten Toba Samosir tahun 2017 sebesar 5.005.707,16 juta rupiah atau mengalami pertumbuhan sebesar 4,96 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan merupakan sektor yang memberi peranan atau kontribusi yang terbesar terhadap PDRB tahun 2017.

Tahun 2017 sektor ini memberi andil terhadap PDRB sebesar 32,37 persen. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan merupakan sektor yang menunjukkan trend penurunan dalam pembentukan PDRB tahun 2017. Hal ini dapat dilihat dari peranannya tahun 2016 sebesar 33,50 persen.

PDRB dikaitkan dengan jumlah penduduk menggambarkan tingkat pendapatan per kapita suatu wilayah. PDRB per kapita Kabupaten Toba Samosir atas dasar harga berlaku tahun 2017 sebesar 36.615.274 rupiah, lebih tinggi bila dibanding tahun 2016 sebesar 33.982.692 rupiah. Berdasarkan atas dasar harga konstan, PDRB perkapita tahun 2017 sebesar 27.535,657 rupiah lebih tinggi dibanding 2016 sebesar 26.397.144 rupiah.

D. Permasalahan Utama Dalam Melaksanakan Pembangunan

Secara umum permasalahan utama (strategis issued) yang sedang dihadapi Pemerintah Kabupaten Toba Samosir adalah sebagai berikut:

(13)

8 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir

Geomorfologi dan Lingkungan Hidup. Proyeksi permasalahan:

1. Akses dan tingkat penerapan teknologi dalam bidang lingkungan hidup yang masih rendah;

2. Penyebaran penduduk yang belum merata sehingga terjadi ketimpangan dalam kepadatan penduduk suatu wilayah. Hal ini berdampak pada kesulitan pemerintah dalam menyediakan fasilitas dasar kebutuhan masyarakat, seperti kesehatan, pendidikan, sarana air bersih, sarana dan parsarana jalan dan jembatan dan lain-lain;

3. Karakteristik fisik dari sebagian wilayah dengan tingkat kemiringan yang cukup tinggi belum dapat dimanfaatkan secara optimal;

4. Wilayah Administrasi pemerintahan antar kecamatan yang belum ideal akan berdampak pada sulitnya menentukan kutub pertumbuhan (pole growth).

Demografi. Proyeksi permasalahan:

1. Angka Beban Tanggungan (ABT) di daerah masih cukup tinggi yaitu diatas 60 persen. Hal ini akan berdampak pada tingkat pendapatan dan konsumsi yang ditanggung oleh anggota keluarga masih tinggi.

Semakin tinggi ABT semakin kecil produktivitas masyarakat dalam menghasilkan pendapatan;

2. Lebih dari 70% proporsi penduduk yang bekerja masih bergerak di sektor pertanian. Ini memperlihatkan bahwa dari sisi kualitas penduduk masih rendah karena lapangan kerja di sector pertanian lebih banyak mengandalkan tenaga dari pada keterampilan dimana kemampuan yang diperoleh adalah dari pengalaman secara turun temurun;

3. Sektor informal masih mendominasi lapangan usaha di daerah. Ini disebabkan sector yang ada untuk menampung tenaga kerja sangat terbatas disamping berbagai persyaratan yang sulit dipenuhi oleh masyarakat di daerah;

4. Penyebaran penduduk yang belum merata akan berdampak pada ketimpangan pada distribusi pendapatan. Hal ini dapat dilihat dari perbandingan antara PDRB yang dihasilkan dari Kecamatan dan jumlah penduduk pertengahan tahun;

(14)

9 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir

5. Lapangan kerja yang ada belum memadai sehingga masyarakat, khususnya di perdesaan banyak yang migrasi ke luar untuk mencari pekerjaan;

6. Meningkatnya lapangan kerja informal sebagai dampak dari terbatasnya lapangan kerjaq di sector formal.

Ekonomi dan Sumber Daya Alam. Proyeksi permasalahan:

1. Keterbatasan dalam infrastruktur sehingga menghambat perkembangan aktivitas perekonomian masyarakat;

2. Keterbatasan kualitas dan kuantitas SDM sehingga menyebabkan rendahnya produktivitas dan kreativitas dalam mengelola potensi SDM;

3. Akses dan tingkat penerpan teknologi untuk menggerakan sektor riil masih rendah;

4. Kondisi permintaan barang dan jasa berkualitas oleh sektor rumah tangga dan sektor-sektor lainnya terus meningkat, sementara daerah belum mampu memenuhinya.

5. Produk yang dihasilkan oleh daerah belum ada yang stabil dan berkelanjutan (sustainable);

6. Peluang lapangan kerja formal masih sangat terbatas;

7. Daya saing daerah dalam memproduksi dan memasarkan barang dan jasa ke daerah lain masih lemah;

8. Mutu dan jaringan sarana dan prasarana transportasi masih perlu peningkatan, khususnya di daerah yang terpencil;

9. Jiwa kewirasahaan masyarakat belum berkembang;

10. Pengelolaan SDA di berbagai sektor masih sangat minim;

11. Distribusai fisik dan non fisik pembangunan belum merata;

12. Distribusi pendapatan penduduk yang belum merata dapat menimbulkan kecemburuan social;

13. Lemahnya organisasi pengusaha untuk mengalang potensi pengusaha yang ada;

14. Karakteristik fisik dari sebagian wilayah dengan tingkat kemiringan yang tinggi belum ditangani dengan baik;

15. Kurangnya penataan maupun pelestarian kawasan Danau Toba yang merupakan salah satu objek wisata di Indonesia;

16. Belum tersedianya peralatan pengolahan Enceng Gondok sehingga Limbah tumbuhan belum dapat dimanfaatkan.

(15)

10 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir Sosial Budaya dan Politik. Proyeksi permasalahan:

1. Tingkat pendidikan tenaga kerja yang masih relative rendah + 50 persen masih tamat sampai dengan tingkat SLTP;

2. Masih rendahnya jumlah penduduk yang menamatkan jenjang Diploma/ Sarjana yaitu masih di bawah 5 persen;

3. Kondisi masyarakat berpendidikan rendah masih cukup tinggi. Ini dapat berdampak pada sulitnya masyarakat menerima perubahan di dalam lingkungan;

4. Pertumbuhan angkatan kerja yang lebih cepat dari pertumbuhan lapangan pekerjaan akan berdampak pada kelebihan tenaga kerja.

Prasarana dan Sarana. Proyeksi permasalahan:

1. Keterbatasan dalam infrastruktur yang ada di daerah, khususnya di daerah terpencil sehingga menghambat aktivitas perekonomian masyarakat;

2. Keterbatasan dalam infrastruktur yang ada diu daerah, khususnya di daerah terpencil dapat menghambat pelayanan dan aktivitas masyarakat;

3. Rehabilitasi, peningkatan infrastruktur memerlukan dana yang besar, sementara sumber dana yang tersedia sangat terbatas;

4. Kurangnya pemeliharaan terhadap infrastruktur yang telah ada mengakibatkan pertumbuhan pembangunan infrastuktur yang baru menjadi rendah.

Pemerintahan Umum. Proyeksi permasalahan:

1. Pelaksanaan kegiatan yang telah ditetapkan setiap tahunnya melalui APBD masih mengalami kendala keterlambatan;

2. Kemampuan SDM dalam melaksanakan manajemen pemerintahan yang baik masih sangat rendah

3. Tanggung jawab terhadap pekerjaan melalui tugas pokok dan fungsi belum dilaksanakan dengan baik. Aparatur belum bertindak professional dalam bekerja;

4. Kedudukan/ jabatan dalam organisasi pemerintahan masih dianggap sebagai status social belum dinggap sebagai tanggung jawab atas beban pekerjaan yang diberikan;

5. Keterbatasan anggaran untuk meningkatkan kualitas SDM aparatur melalui peningkatan pendidikan dan pelatihan;

(16)

11 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir

6. Kelembagaan pemerintah belum didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.

E. SUSUNAN PERANGKAT DAERAH

Dalam melaksanakan tugas, Bupati Toba Samosir dibantu oleh Organisas Perangkat Daerah sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Toba Samosir Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan Perangkat Daerah Kabupaten Toba Samosir, dibentuk Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Toba Samosir yang terdiri dari:

1. Sekretariat Daerah Kabupaten (Tipe A).

2. Sekretariat DPRD (Tipe B).

3. Inspektorat Daerah Kabupaten (Tipe A).

4. Badan Daerah terdiri dari:

a. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Tipe A);

b. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (Tipe A);

c. Badan Kepegawaian Daerah (Tipe B);

d. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Tipe C);

e. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Tipe B).

5. Dinas Daerah terdiri dari:

a. Dinas Pendidikan (Tipe A);

b. Dinas Kesehatan (Tipe B);

c. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Tipe A);

d. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Tipe B);

e. Dinas Sosial (Tipe B);

f. Dinas Tenaga Kerja (Tipe C);

g. Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak (Tipe A);

h. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Tipe B);

i. Dinas Ketahanan Pangan (Tipe B); (11) Dinas Lingkungan Hidup (Tipe C);

j. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Tipe A);

k. Dinas Perhubungan (Tipe C);

l. Dinas Komunikasi dan Informatika (Tipe B);

m. Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi Usaha Kecil dan Menegah (Tipe A);

(17)

12 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir

n. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (Tipe B);

o. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Tipe A);

p. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Tipe C);

q. Dinas Pertanian dan Perikanan (Tipe A).

6. Satuan Polisi Pamong Praja (Tipe B);

7. Kecamatan terdiri dari:

a. Kecamatan Tampahan (Tipe B);

b. Kecamatan Balige (Tipe A);

c. Kecamatan Laguboti (Tipe A);

d. Kecamatan Sigumpar (Tipe A);

e. Kecamatan Silaen (Tipe A);

f. Kecamatan Siantar Narumonda (Tipe A);

g. Kecamatan Porsea (Tipe A);

h. Kecamatan Parmaksian (Tipe A);

i. Kecamatan Uluan (Tipe A);

j. Kecamatan Bonatua Lunasi (Tipe A);

k. Kecamatan Lumban Julu (Tipe A);

l. Kecamatan Ajibata (Tipe A);

m. Kecamatan Habinsaran (Tipe A);

n. Kecamatan Nassau (Tipe A);

o. Kecamatan Borbor (Tipe A);

p. Kecamatan Pintu Pohan Meranti (Tipe A).

F. SUMBER DAYA APARATUR

Salah satu instrumen penunjang pelaksanaan tugas dan fungsi Perangkat Daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat adalah aparatur dengan kuantitas dan kualitas yang memadai. Jumlah Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir berdasarkan data dari aplikasi SIMPEG Tahun 2018 sebanyak 4.043 orang yang terdiri dari laki-laki sebanyak 1.352 orang dan perempuan sebanyak 2.691 orang.

(18)

13 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir Tabel 1.5

Jumlah Pegawai Negeri SipilBerdasarkan Data SIMPEG Per 31 Desember 2018

Tingkat Pendidikan

Jenis Kelamin

Jumlah Laki-Laki Perempuan

SD 5 0 5

SLTP 30 1 31

SLTA 385 528 913

D-I 11 50 61

D-II 49 184 233

D-III 103 610 713

D-IV 13 13 26

S-1 651 1248 1899

S-2 105 57 162

S-3 0 0 0

Total 1352 2691 4043

Sumber : Badan Kepegawaian Daerah

(19)

14 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir

BAB II

PERENCANAAN

DAN PERJANJIAN KINERJA

A. RENCANA STRATEGIS TAHUN 2016 – 2021

Rencana Strategis merupakan suatu proses perencanaan yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu tertentu berisi visi, misi, tujuan, sasaran, dan strategi yang dilaksanakan melalui kebijakan dan program Bupati.

RPJMD Kabupaten Toba Samosir Tahun 2016-2021 adalah Dokumen Perencanaan Komprehensif lima tahunan yang selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah, yaitu dokumen perencanaan Perangkat daerah selama 5 (lima) tahunan yang memuat tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan yang disusun secara sistematis dengan mengedepankan isu–isu lokal, yang diterjemahkan kedalam bentuk strategi kebijakan dan rencana pembangunan yang terarah, efektif dan berkesinambungan sehingga dapat diimplementasikan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan anggaran pembiayaan daerah.

Setiap perangkat daerah selanjutnya menjabarkan Renstra kedalam Renja Kerja (Renja) Perangkat Daerah. Dalam siklus perencanaan pembangunan daerah, RPJMD Tahun 2016- 2021 juga menjadi acuan untuk menyusun RKPD Kabupaten Toba Samosir.

Sesuai dengan yang diamanatkan dalam undang undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, RKPD menjadi pedoman dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran, Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara yang selanjutnya menjadi Recana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBD).

1. Visi

Berdasarkan kondisi Kabupaten Toba Samosir, serta peluang, tantangan dan isu strategis yang akan dihadapi dalam 5 (lima) tahun mendatang, Bupati dan Wakil Bupati membuat Visi Kabupaten Toba Samosir Tahun 2016-2021, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Kabupaten Toba Samosir Nomor 3 Tahun 2016

(20)

15 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir

tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Toba Samosir Tahun 2016-2021, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Toba Samosir Nomor 10 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Kabupaten Toba Samosir Nomor 3 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Toba Samosir Tahun 2016- 2021, sebagai berikut:

“TOBA SAMOSIR HEBAT 2021”

Makna yang terkandung dalam visi tersebut dijabarkan sebagai berikut:

Toba Samosir :

bermakna seluruh wilayah dan komponen/lapisan masyarakat yang berdiam di Kabupaten Toba Samosir, yang berasal dari berbagai ragam adat budaya, etnis, agama dan golongan yang memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan menikmati hasil pembangunan;

Hebat :

bermakna bahwa di Kabupaten Toba Samosir dilaksanakan serangkaian aktivitas terpadu lintas sektoral dan lintas stakeholder yang dapat berintegrasi di seluruh aspek penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik untuk mendorong kenaikan kepedulian dan kemandirian masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan di Toba Samosir yaitu :

1. Terwujudnya peningkatan kualitas Sumber Daya Aparatur dan Sumber Daya Manusia (masyarakat);

2. Terwujudnya Infrastruktur yang Memadai;

3. Terwujudnya Swasembada Pangan;

4. Terwujudnya Pertumbuhan Industri Kecil Menengah dan Usaha Mikro Kecil Menengah;

5. Terwujudnya Toba Samosir sebagai salah satu destinasi prioritas wisata nasional

Untuk dapat disebut sebagai Kota BERMARTABAT, maka akan diwujudkan Kabupaten Toba Samosir yang aman, tertib, bersih, dan asri, dimana masyarakat Kabupaten Toba Samosir adalah

(21)

16 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir

masyarakat yang mandiri, makmur, sejahtera, terdidik dan berbudaya, serta memiliki nilai religiusitas yang tinggi dilandasi dengan sikap toleransi terhadap perbedaan-perbedaan yang ada di tengah-tengah masyarakat, dengan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir yang bersih dari Kolusi, Korupsi dan Nepotisme dan sungguh-sungguh melayani masyarakat. Sehingga, Kabupaten Toba Samosir secara umum akan memiliki keunggulan- keunggulan dan berdaya saing tinggi untuk dapat menempatkan diri sebagai kota yang terkemuka dengan berbagai prestasi di berbagai bidang.

2. Misi

Untuk mewujudkan Visi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Toba Samosir ditetapkan 5 (lima) Misi sebagai berikut:

a. Mewujudkan tata pemerintahan yang baik (good governance) dan bersih(clean governance);

b. Memantapkan dan mengutamakan penyediaan Infrastruktur yang memadai;

c. Membangun pelayanan kesehatan dan pendidikan yang bermutu, namun terjangkau oleh masyarakat;

d. Memacu pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berdaya saing;

e. Meningkatkan pengelolaan sumber daya alam dan pertanian yang berorientasi pada kesinambungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat;

f. Memberdayakan dan mengefektifkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal dan mewujudkan masyarakat yang religius.

3. Tujuan dan Sasaran

Berdasarkan visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Toba Samosir 2016-2021 ditetapkan 10 (sepuluh) tujuan dan 17 (tujuh belas) sasaran, yaitu sebagai berikut:

Tujuan 1 : Meningkatkan tata kelola pemerintahan, dengan sasaran:

a. Meningkatnya Kualitas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;

b. Meningkatnya Kualitas Pelayanan Publik;

c. Meningkatnya tertib Pengelolaan keuangan dan Kekayaan Daerah berlandaskan

(22)

17 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir peraturan perundangan;

d. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan;

e. Meningkatnya layanan dalam menciptakan keamanan dan ketertiban, serta pelayanan tanggapdarurat dan mitigasi bencana.

Indikator:

1. Hasil Evaluasi SAKIP/Tingkat Akuntabilitas penyelenggaraan Pemerintah Daerah;

2. Tingkat Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP);

3. Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM);

4. Opini BPK terhadap Laporan Keuangan Daerah (LKD);

5. Persentase Peningkatan PAD;

6. Indeks Partisipasi Masyarakat;

7. Angka Kriminalitas;

8. Tingkat waktu tanggap daerah layanan wilayah manajemen kebakaran;

9. Jumlah Pelanggaran Peraturan Daerah.

Tujuan 2 : Meningkatnya kualitas dan kuantitas Infrastruktur Publik, dengan sasaran Meningkatnya kualitas dan kuantitas infrastruktur publik.

Indikator:

1. Persentase jalan Kabupaten dalam kondisi baik (>40KM/Jam);

2. Persentase Irigasi kabupaten dalam kondisi baik;

3. Persentase jalan Pedesaan/ Pemukiman dalam kondisi baik;

4. Persentase Rumah Tangga Sanitasi Layak;

5. Persentase Rumah Layak Huni;

6. Persentase Luasan kawasan permukiman kumuh;

7. Persentase penduduk yang berakses air minum;

8. Persentase dusun yang teraliri listrik ;

9. Persentase Gedung perkantoran kondisi baik;

10. Persentase jumlah Jembatan dalam kondisi baik.

Tujuan 3 : Meningkatkan kualitas hidup penduduk dengan sasaran:

a. Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat;

b. Meningkatnya Kualitas Pendidikan;

c. Mengendalikan laju pertumbuhan

(23)

18 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir penduduk.

Indikator:

1. Angka Harapan Hidup;

2. Jumlah Kematian Ibu;

3. Angka Kelangsungan Hidup Bayi;

4. Angka Melek Huruf;

5. Angka Rata-rata Lama sekolah;

6. Harapan Lama Sekolah;

7. Laju Pertumbuhan Penduduk;

8. Indeks Pembinaan Keluarga berencana.

Tujuan 4 : Meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak dengan sasaran Meningkatnya kualitas hidup perempuan dan anak.

Indikator:

1. Cakupan Perlindungan Perempuan dan Anak;

2. Jumlah Kejadian KDRT;

3. Jumlah Kejadian tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak;

4. Indeks Pembangunan Gender.

Tujuan 5 : Meningkatkan peran generasi muda dan prestasi olahraga dengan sasaran Meningkatkan peran generasi muda dan prestasi olahraga.

Indikator:

Cakupan Prestasi Generasi Muda

Tujuan 6 : Meningkatkan kualitas perekonomian daerah dengan sasaran:

a. Meningkatnya aktivitas perekonomian masyarakat;

b. Meningkatkan pengelolaan produk unggulan daerah.

Indikator:

1. PDRB/Kapita;

2. Tingkat partisipasi angkatan kerja;

3. Persentase jumlah penduduk Miskin;

4. Nilai Tukar Petani;

5. Jumlah produk unggulan;

Tujuan 7 : Meningkatkan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang lestari dengan sasaran Menjaga kualitas sumber daya alam dan kelestarian lingkungan hidup.

(24)

19 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir Indikator:

1. Indeks Kualitas Air;

2. Tutupan Lahan;

3. Indeks Kualitas Udara.

Tujuan 8 : Meningkatkan swasembada pangan dengan sasaran Meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian.

Indikator:

1. Produktifitas:

 Padi

 Jagung

2. Produksi Pertanian:

 Produksi Padi

 Produksi Jagung

 Produksi Cabe Merah

 Produksi Kopi

 Produksi Bawang Merah 3. Produksi Daging:

 Kerbau

 Babi

Tujuan 9 : Meningkatkan kualitas dan kuantitas sektor pariwisata dengan sasaran Meningkatnya pengelolaan potensi wisata.

Indikator:

1. Peningkatan Jumlah Wisatawan 2. Jumlah Kunjungan Wisata

- Wisman - Wisnus

3. Konstribusi sektor pariwisata terhadap PDRB;

Tujuan 10 : Meningkatkan tatakelola nilai-nilai luhur budaya yang religius dengan sasaran Meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap budaya.

Indikator:

Persentase Pelestarian dan Pengembangan Budaya Daerah

(25)

20 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir Tabel 2.1

Matriks Hubungan antara Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Kabupaten Toba Samosir

VISI: "TOBA SAMOSIR HEBAT 2021"

NO. MISI TUJUAN SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA

1. Mewujudkan tata pemerintahan yang baik (good

governance) dan bersih (clean governance)

Meningkatkan tata kelola pemerintahan

Meningkatnya Kualitas

Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

1. Hasil Evaluasi SAKIP/Tingkat Akuntabilitas penyelenggaraan Pemerintah Daerah

2. Tingkat Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP)

Meningkatnya Kualitas Pelayanan Publik

Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)

Meningkatnya tertib Pengelolaan keuangan dan Kekayaan Daerah berlandaskan peraturan perundangan

1. Opini BPK terhadap Laporan Keuangan Daerah (LKD) 2. Persentase Peningkatan PAD

Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan

Indeks Partisipasi Masyarakat

Meningkatnya layanan dalam menciptakan keamanan dan ketertiban, serta pelayanan tanggap darurat dan mitigasi bencana

1. Angka Kriminalitas

2. Tingkat waktu tanggap daerah layanan wilayah manajemen kebakaran

3. Jumlah Pelanggaran Peraturan Daerah

2. Memantapkan dan mengutamakan penyediaan infrastruktur yang memadai

Meningkatnya kualitas dan kuantitas Infrastruktur Publik

Meningkatnya kualitas dan kuantitas infrastruktur publik

1. Persentase jalan Kabupaten dalam kondisi baik

(>40KM/Jam)

2. Persentase Irigasi kabupaten

dalam kondisi baik

3. Persentase jalan Pedesaan/

Pemukiman dalam kondisi baik

4. Persentase Rumah Tangga

Sanitasi Layak

5. Persentase Rumah Layak Huni

(26)

21 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir

NO. MISI TUJUAN SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA

6. Persentase Luasan kawasan

permukiman kumuh

7. Persentase penduduk yang

berakses air minum

8. Persentase dusun yang

teraliri listrik

9. Persentase Gedung

perkantoran kondisi baik

10. Persentase jumlah

Jembatan dalam kondisi baik

3. Membangun pelayanan Kesehatan dan Pendidikan yang bermutu, namun terjangkau oleh masyarakat

Meningkatkan kualitas hidup penduduk

Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat

1. Angka Harapan Hidup 2. Jumlah Kematian Ibu 3. Angka Kelangsungan Hidup

Bayi Meningkatnya Kualitas

Pendidikan

1. Angka Melek Huruf 2. Angka Rata-rata Lama

sekolah

3. Harapan Lama Sekolah Mengendalikan laju

pertumbuhan penduduk

1. Laju Pertumbuhan Penduduk

2. Indeks Pembinaan Keluarga berencana

Meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak

Meningkatnya kualitas hidup perempuan dan anak

1. Cakupan Perlindungan Perempuan dan Anak 2. Jumlah Kejadian KDRT 3. Jumlah Kejadian tindakan

kekerasan terhadap perempuan dan anak 4. Indeks Pembangunan

Gender Meningkatkan

peran generasi muda dan prestasi olahraga

Meningkatkan peran generasi muda dan prestasi olahraga

Cakupan Prestasi Generasi Muda

(27)

22 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir

NO. MISI TUJUAN SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA

4. Memacu pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berdaya saing

Meningkatkan kualitas perekonomian daerah

Meningkatnya aktivitas perekonomian masyarakat

1. PDRB/Kapita

2. Tingkat partisipasi angkatan kerja

3. Persentase jumlah penduduk Miskin

4. Nilai Tukar Petani Meningkatkan pengelolaan

produk unggulan daerah

Jumlah produk unggulan 5. meningkatkan

pengelolaan sumber daya alam dan pertanian yang berorientasi pada

kesinambungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat

Meningkatkan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang lestari

Menjaga kualitas sumber daya alam dan kelestarian lingkungan hidup

1. Indeks Kualitas Air 2. Tutupan Lahan 3. Indeks Kualitas Udara

meningkatkan swasembada pangan

Meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian.

1. Produktifitas:

- Padi - Jagung

2. Produksi Pertanian:

- Produksi Padi - Produksi Jagung - Produksi Cabe Merah - Produksi Kopi

- Produksi Bawang Merah 3. Produksi Daging:

- Kerbau - Babi 6. memberdayakan

dan

mengefektifkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal dan mewujudkan masyarakat yang religius

meningkatkan kualitas dan kuantitas sektor pariwisata

Meningkatnya pengelolaan potensi wisata

1. Peningkatan Jumlah Wisatawan

2. Jumlah Kunjungan Wisata - Wisman

- Wisnus

3. Konstribusi sektor pariwisata terhadap PDRB;

meningkatkan tatakelola nilai- nilai luhur budaya yang religius

Meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap budaya

Persentase Pelestarian dan Pengembangan Budaya Daerah

4. Strategi dan Arah Kebijakan

Arah kebijakan adalah pedoman untuk mengarahkan rumusan strategi yang dipilih agar lebih terarah dalam mencapai tujuan dan

(28)

23 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir

dan sasaran dari waktu ke waktu selama 5 (lima) tahun atau selama periode RPJMD Kabupaten Toba Samosir Tahun 2016-2021. Arah kebijakan akan mengarahkan pilihan- pilihan strategi agar selaras dengan arahan dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kebijakan umum pembangunan daerah bertujuan untuk menggambarkan keterkaitan antara bidang urusan pemerintah daerah dengan rumusan indikator sasaran yang menjadi acuan penyusunan program pembangunan jangka menengah daerah berdasarkan arah kebijakan yang ditetapkan, dimana untuk mencapai Visi Pemerintah Kabupaten Toba Samosir Tahun 2018, arah kebijakannya adalah Peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur, Peningkatan produksi, produktifitas dan daya saing produk pertanian dalam mendukung swasembada pangan dan perluasan kesempatan kerja.

Arah kebijakan pembangunan Kabupaten Toba Samosir Tahun 2016-2021, beserta keterkaitannya dengan rumusan Misi, Tujuan, Sasaran, dan Strategi yang dipilih sebagaimana tercantum dalam BAB V Peraturan Kabupaten Toba Samosir Nomor 3 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Toba Samosir Tahun 2016-2021, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Toba Samosir Nomor 10 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Kabupaten Toba Samosir Nomor 3 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Toba Samosir Tahun 2016-2021.

B. INDIKATOR KINERJA UTAMA

Indikator Kinerja Utama Pemerintah Kabupaten Toba Samosir Tahun 2016-2021 Peraturan Kabupaten Toba Samosir Nomor 3 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Toba Samosir Tahun 2016-2021, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Toba Samosir Nomor 10 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Kabupaten Toba Samosir Nomor 3 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Toba Samosir Tahun 2016-2021 sebagaimana tercantum pada tabel selanjutnya.

(29)

24 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir

Tabel 2.2

Indikator Kinerja Utama Pemerintah Kabupaten Toba Samosir

(30)

25 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir C. PERJANJIAN KINERJA

Perjanjian Kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen pimpinan yang mempresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun berdasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta mempertimbangkan sumber daya yang tersedia. Tujuan penyusunan Perjanjian Kinerja, yaitu:

1. Sebagai wujud nyata komitmen antara penerima dan pemberi amanah untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan kinerja aparatur;

2. Menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur;

3. Sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi dan sebagai dasar pemberian penghargaan dan sanksi.

Sebagai dasar bagi pemberi amanah untuk melakukan monitoring, evaluasi dan supervisi atas perkembangan/ kemajuan kinerja penerima amanah

Adapun Perjanjian Kinerja Pemerintah Kabupaten Toba Samosir Tahun 2018 adalah sebagai berikut:

.

Sasaran Strategis 1

Meningkatnya Kualitas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

Indikator Kinerja TARGET 2018 1. Hasil Evaluasi SAKIP/Tingkat

Akuntabilitas penyelenggaraan Pemerintah Daerah

> 60/B Nilai 2. Tingkat Kapabilitas Aparat

Pengawasan Intern Pemerintah

(APIP) 2 Level

(31)

26 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir Sasaran Strategis 2

Meningkatnya Kualitas Pelayanan Publik

Indikator Kinerja TARGET 2018

Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat

(IKM) 77,65 Nilai

Sasaran Strategis 3

Meningkatnya tertib Pengelolaan keuangan dan Kekayaan Daerah berlandaskan peraturan perundangan

Indikator Kinerja TARGET 2018 1. Opini BPK terhadap Laporan

Keuangan Daerah (LKD) WTP Opini

2. Persentase Peningkatan PAD

4,79 %

Sasaran Strategis 4

Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan

Indikator Kinerja TARGET 2018

Indeks Partisipasi Masyarakat

60 %

Sasaran Strategis 5

Meningkatnya layanan dalam menciptakan keamanan dan ketertiban, serta pelayanan tanggap darurat dan mitigasi bencana

Indikator Kinerja TARGET 2018 1

.

Angka Kriminalitas

236 Kejadian 2

.

Tingkat waktu tanggap daerah layanan wilayah manajemen kebakaran

50 Menit 3

.

Jumlah Pelanggaran Peraturan

Daerah 31 Kejadian

(32)

27 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir Sasaran Strategis 6

Meningkatnya kualitas dan kuantitas infrastruktur publik Indikator Kinerja TARGET 2018 1. Persentase jalan Kabupaten

dalam kondisi baik (>40KM/Jam)

44,87 % 2. Persentase Irigasi kabupaten

dalam kondisi baik 31,32 %

3. Persentase jalan Pedesaan/

Pemukiman dalam kondisi baik 34,00 % 4. Persentase Rumah Tangga

Sanitasi Layak 81,00 %

5. Persentase Rumah Layak Huni

97,57 % 6. Persentase Luasan kawasan

permukiman kumuh 0,40 %

7. Persentase penduduk yang

berakses air minum 68,00 %

8. Persentase dusun yang teraliri

listrik 98,00 %

9. Persentase Gedung perkantoran

kondisi baik 80,00 %

10. Persentase jumlah Jembatan

dalam kondisi baik 84,76 %

Sasaran Strategis 7

Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat Indikator Kinerja TARGET 2018

1. Angka Harapan Hidup 70,40 %

2. Jumlah Kematian Ibu 5 Jiwa

3. Angka Kelangsungan Hidup Bayi

996 Per 1000 Kelahiran

Sasaran Strategis 8

Meningkatnya Kualitas Pendidikan

Indikator Kinerja TARGET 2018

1. Angka Melek Huruf 99,55 %

2. Angka Rata-rata Lama sekolah

10,80 Tahun 3. Harapan Lama Sekolah 14,49 Tahun

(33)

28 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir Sasaran Strategis 9

Mengendalikan laju pertumbuhan penduduk Indikator Kinerja TARGET 2018 1. Laju Pertumbuhan Penduduk 0,48 % 2. Indeks Pembinaan Keluarga

berencana 64,95 %

Sasaran Strategis 10

Meningkatnya kualitas hidup perempuan dan anak Indikator Kinerja TARGET 2018 1. Cakupan Perlindungan

Perempuan dan Anak 70,50 %

2. Jumlah Kejadian KDRT 5 Kasus

3. Jumlah Kejadian tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak

15 Kasus 4. Indeks Pembangunan Gender 98,50 Nilai

Sasaran Strategis 11

Meningkatkan peran generasi muda dan prestasi olahraga Indikator Kinerja TARGET 2018 Cakupan Prestasi Generasi Muda 38,07 %

Sasaran Strategis 12

Meningkatnya aktivitas perekonomian masyarakat Indikator Kinerja TARGET 2018 1. PDRB/Kapita

27,182,20 Rp. (Ribu) 2. Tingkat partisipasi angkatan

kerja 80,80 %

3. Persentase jumlah penduduk

Miskin 10,09 %

4. Nilai Tukar Petani

99 %

(34)

29 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir Sasaran Strategis 13

Meningkatkan pengelolaan produk unggulan daerah

Indikator Kinerja TARGET 2018 Jumlah produk unggulan

6 Produk

Sasaran Strategis 14

Menjaga kualitas sumber daya alam dan kelestarian lingkungan hidup

Indikator Kinerja TARGET 2018

1. Indeks Kualitas Air 25,00 %

2. Tutupan Lahan 33,56 %

3. Indeks Kualitas Udara 50,00 %

Sasaran Strategis 15

Meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian.

Indikator Kinerja TARGET 2018

1. Produktifitas:

- Padi 62,10 Kw/Ha

- Jagung 63,80 Kw/Ha

2. Produksi Pertanian:

- Produksi Padi 149,803 Ton

- Produksi Jagung 59,870 Ton

- Produksi Cabe Merah 1,527 Ton

- Produksi Kopi 3,492 Ton

- Produksi Bawang Merah 762 Ton

3. Produksi Daging:

- Kerbau 91,11 Ton

- Babi 228,88 Ton

(35)

30 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir Sasaran Strategis 16

Meningkatnya pengelolaan potensi wisata Indikator Kinerja TARGET 2018 1. Peningkatan Jumlah Wisatawan

10 %

2. Jumlah Kunjungan Wisata

- Wisman 12,727 Orang

- Wisnus 765,917 Orang

3. Konstribusi sektor pariwisata

terhadap PDRB; 8,5 %

Sasaran Strategis 17

Meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap budaya Indikator Kinerja TARGET 2018 Persentase Pelestarian dan

Pengembangan Budaya Daerah 72 %

(36)

31 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

Akuntabilitas kinerja diukur dengan melakukan pengumpulan data kinerja yang menjadi tanggung jawab Perangkat Daerah sesuai tugas dan fungsinya. Data Kinerja dimaksud dilakukan verifikasi data internal guna menjaga keakuratan data.

Kemudian capaian kinerja diukur dengan membandingkan realisasi dan target kinerja. Adapun penanggung jawab data kinerja tiap-tiap Indikator Kinerja sebagai berikut:

No TUJUAN INDIKATOR KINERJA OPD PENANGGUNGJAWAB

1 Meningkatnya Kualitas

Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

1 Hasil evaluasi SAKIP/Tingkat Akuntabilitas penyelenggaraan Pemerintah Daerah

Inspektorat Kabupaten 2 Tingkat kapabilitas Aparat

Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) 2 Meningkatnya

Kualitas Pelayanan Publik

1 Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)

Sekretariat Daerah (Bagian Hukum),(Bagian Humas), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Kesehatan, RSUD Porsea,

Dinas Komunikasi

Informatika, Kec Uluan,

BAPPEDA, Dinas

Perpustakaan dan

Kearsipan, Dinas

Perhubungan, DPMPPTSP 3 Meningkatnya tertib

pengelolaan keuangan dan kekayaan daerah berlandaskan peraturan perundangan

1 Opini BPK terhadap Laporan Keuangan Daerah (LKD)

Badan Pengelolaan

Keuangan dan Aset Daerah,

Dinas Perdagangan,

Perindustrian dan Koperasi UKM, Dinas Pendidikan, BAPPEDA, Dinas PUPR 2 Persentase Peningkatan

PAD

4 Meningkatnya partisipasi

masyarakat dalam pembangunan

1 Indeks Partisipasi

Masyarakat DPMDPPA, BAPPEDA, Dinas

Pendidikan, 11 Kec 5 Meningkatnya

layanan dalam menciptakan keamanan dan ketertiban, serta pelayanan tanggap darurat dan mitigasi bencana

1 Angka Kriminalitas SATPOL PP, RSUD, Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat, Sekretariat Daerah (Bagian Tata Pemerintahan),Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Sekwan, BPBD, Dinas PUPR, Seluruh Kecamatan

2 Tingkat waktu tanggap daerah layanan wilayah manajemen kebakaran 3 Jumlah Pelanggaran

Peraturan Daerah

(37)

32 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir

No TUJUAN INDIKATOR KINERJA OPD

PENANGGUNGJAWAB

6 Meningkatnya kualitas dan

kuantitas Infrastruktur Publik

1 Persentase jalan kabupaten dalam kondisi baik ( > 40 KM/Jam)

Dinas PUPR Dinas PRKP Sekretariat Daerah

(Bagian Ekonomi) BAPPEDA

11 Kec 2 Persentase irigasi

kabupaten dalam kondisi baik 3 Persentase jalan

Pedesaan/pemukim an dalam kondisi baik 4 Persentase Rumah

Tangga Sanitasi layak 5 Persentase Rumah layak

Huni

6 Persentase Luasan kawasan permukiman kumuh

7 Persentase penduduk yang berakses air minum 8 Persentase dusun yang

teraliri listrik 9 Persentase gedung

perkantoran pemerintah kondisi baik

10 Persentase jumlah Jembatan dalam kondisi baik

7 Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat

1 Angka Harapan Hidup

Dinas Kesehatan RSUD Porsea 2 Angka Kematian Ibu

3 Angka Kelangsungan Hidup Bayi

8 Meningkatnya

Kualitas pendidikan.

1 Angka Melek Huruf

Dinas Pendidikan 2 Angka Rata Rata Lama

Sekolah

3 Harapan Lama Sekolah

(38)

33 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir

No TUJUAN INDIKATOR KINERJA OPD

PENANGGUNGJAWAB 9 Mengendalikan laju

pertumbuhan penduduk.

1 Laju Pertumbuhan Penduduk

DPPKB 2 Indeks Pembinaan

Keluarga Berencana 10 Meningkatkan

kualitas hidup

perempuan dan anak;

1 Cakupan Perlindungan Perempuan dan Anak

DPMDPPA, dan Seluruh Kec

2 Jumlah kejadian KDRT 3 Jumlah kejadian

tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak

4 Indeks Pembangunan Gender

11 Meningkatkan peran generasi muda dan prestasi

olah raga

1 Cakupan prestasi generasi muda

Dinas Pendidikan Sekretariat Daerah (Bagian Kesejahteraan

Sosial) Seluruh Kec 12 Meningkatnya

aktivitas perekonomian masyarakat;

1 PDRB/Kapita

Dinas Perdagangan, Perindustrian dan

Koperasi UKM Dinas Ketahanan

Pangan DPMPPTSP Sekretariat Daerah

(Bagian Ekonomi) Dinas Tenaga Kerja

Dinas Sosial Dinas Pertanian dan

Perikanan 2 Tingkat partisipasi

angkatan kerja 3 Persentase jumlah

penduduk Miskin 4 Nilai Tukar Petani

13 Meningkatkan pengelolaan produk unggulan daerah

1 Jumlah Produk unggulan

Daerah "Sekretariat

Daerah"

"PERINDAGKOP dan UKM"

14 Menjaga kualitas sumber daya alam dan kelestarian lingkungan hidup;

1 Indeks Kualitas Air

Dinas Lingkungan Hidup Dinas PUPR Seluruh Kec 2 Tutupan Lahan

3 Indek Kualitas udara

(39)

34 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir

No TUJUAN INDIKATOR KINERJA OPD PENANGGUNGJAWAB

15 Meningkatkan produksi dan produktifitas pertanian.

1 Produktifitas

"Sekretariat Daerah (Bagian Ekonomi)"

Dinas Pertanian dan Perikanan Dinas Ketahanan Pangan

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan - Padi

- Jagung

- Produksi Pertanian - Produksi Padi

- Produksi Bawang Merah - Produksi Kopi

3 Produksi Daging - Kerbau

- Wisman - Wisnus 16 Meningkatnya

kepedulian masyarakat terhadap budaya

1 Persentase Pelestarian dan Pengembangan Budaya daerah

Seluruh OPD Dinas Pariwisata dan

Kebudayaan

"Sekretariat Daerah (Bagian Kesejahteraan

Sosial)"

A. PENGUKURAN KINERJA

Pengukuran kinerja adalah proses sistematis dan berkesinambungan adalah untuk menilai keberhasilan sesuai dengan program, kebijakan, sasaran dan tujuan dalam mewujudkan visi, misi dan strategi instansi pemerintah, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014. Proses ini dimaksudkan untuk menilai pencapaian setiap indikator kinerja guna memberikan gambaran tentang keberhasilan dan kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran. Selanjutnya dilakukan pula analisis akuntabilitas kinerja yang menggambarkan keterkaitan pencapaian kinerja dengan program dan kebijakan dalam rangka mewujudkan visi, misi, tujuan, dan sasaran sebagaimana ditetapkan dalam RPJMD.

Pengukuran kinerja digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan program dan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi instansi pemerintah. Pengukuran tingkat capaian kinerja Pemerintah Kota Malang dilakukan dengan cara membandingkan antara target dengan realisasi masing-masing Indikator Kinerja Utama.

(40)

35 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir

Pengukuran kinerja meliputi perjanjian kinerja dan pengukuran indikator kinerja pada tiap-tiap sasaran dalam mewujudkan misi Kabupaten Toba Samosir dengan cara membandingkan realisasi kinerja dengan target kinerja dari masing-masing indikator yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja, dan pengukuran kinerja dituangkan dalam formulir Pengukuran Kinerja.

Adapun cara menghitung capaian indikator kinerja dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

1. Rumus 1 : Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan pencapaian kinerja yang semakin baik, maka digunakan rumus sebagai berikut:

2. Rumus 2 : Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan pencapaian kinerja yang semakin rendah, maka digunakan rumus sebagai berikut:

Sedangkan untuk melaksanakan penilaian capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Toba Samosir, ditetapkan penilaian sebagai parameter keberhasilan atau kegagalan dari pelaksanaan kebijakan teknis, program dan kegiatan sebagai berikut:

85 ke atas : Sangat Berhasil 70 X < 85 : Berhasil

55 X < 70 : Cukup Berhasil X < 55 : Kurang Berhasil

(41)

36 Laporan Kinerja

2018

Kabupaten Toba Samosir 1. Capaian Kinerja Sasaran

Adapun pengukuran kinerja dilakukan terhadap target tahunan (jangka pendek) yang dilakukan analisis terkait program dan kegiatan yang mendukung atau menghambat keberhasilannya serta permasalahan dan solusi atas keberhasilan capaian tersebut sebagai berikut:

1) Sasaran Meningkatnya Kualitas Penyelenggaraan Pemerintahan, dengan indikator kinerja yang mendukung sebagai berikut:

Indikator Kinerja Satuan Target 2018 Realisasi Capaian 1 Hasil evaluasi SAKIP/Tingkat

Akuntabilitas penyelenggaraan

Pemerintah Daerah Nilai >60/B 45,58 / C 75,97%

2 Tingkat kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah

(APIP) Level 2 2 100 %

Rata-rata capaian Sasaran Strategis adalah 87,98% Indikator Kinerja yang mendukung sasaran ini ada sebanyak 2 Indikator Kinerja. Untuk pencapaian bidang ini, dilaksanakan oleh OPD yaitu Inspektorat Kabupaten Toba Samosir.

Pada Tahun 2017, Inspektorat Kabupaten Toba Samosir sudah memenuhi target dalam pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH dimana hal ini dilihat dari terpenuhinya jumlah target indikator temuan pemeriksaan BPK, BPKP, Inspektorat Provinsi, Inspektorat KabupatenPemerintah Kabupaten Toba Samosir. Sedangkan untuk Hasil evaluasi SAKIP/Tingkat Akuntabilitas penyelenggaraan Pemerintah Daerah, Kabupaten Toba Samosir masih mendapatkan nilai C dimana hasil evaluai menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Toba Samosir memperoleh nilai 45,58. Penilaian tersebut menunjukkan tingkat efektifitas dan efisiensi penggunaan anggaran masihsangat rendah jika dihubungkan dengan capaian kinerja yang desebabkan oleh pembangunan budaya kerja birokrasi dan penyelenggaraan pemerintahan yang berorientasi pada

Gambar

TABEL REALISASI ANGGARAN PEMBANGUNAN KABUPATEN TOBA SAMOSIR  TAHUN 2018

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan table 3.12 realisasi anggaran diatas, dari program kegiatan yang dilaksanakan telah mendukung pencapaian kinerja sasaran strategis Dinas Perhubungan Provinsi

Rata-Rata Capaian Indikator Kinerja Strategis (IKS) 102.57 Melebihi Target Berdasarkan hasil pengukuran, tingkat pencapaian sasaran Satuan Polisi Pamong Praja Kota

Persentase Pencapaian Rencana Tingkat Pencapaian Keluaran Rata-rata Tingkat Capaian Indikator Masukan Dana (Program).. Kode Kegiatan Indikator

Sasaran strategis meningkatkan kontribusi unit inkubator bisnis memiliki indikator kinerja yaitu jumlah tenant yang sesuai dengan target. Capaian kinerja pada

Sasaran 11 : sebanyak 4 indikator yang ditetapan dan diukur, seluruhnya (100%) dicapai dengan predikat kinerja sangat baik yakni dengan rata-rata capaian kinerja

Secara garis besar Penetapan Kinerja Tahunan Tahun 2019 memiliki 2 (dua) Sasaran Strategis, pengukuran pencapaian sejumlah sasaran tersebut dilakukan melalui 5

Uraian target, realisasi dan capaian Indikator Kinerja pada Sasaran Strategis 2 dua adalah sebagai berikut: Tabel 3.7 Pencapaian Indikator Kinerja pada Sasaran Strategis 2 Tahun

Dari 2 indikator kinerja yang mendukung sasaran strategis ini, keduanya mencapai target dan secara umum rata-rata pencapaian sasaran Tersedianya Data dan